Category: Internet

  • Cara Mengatur Agar Foto, Audio, Video dan Dokumen Tidak Terdownload Otomatis Di WhatsApp

    Cara Mengatur Agar Foto, Audio, Video dan Dokumen Tidak Terdownload Otomatis Di WhatsApp

    Halo pembaca yang budiman, kali ini saya akan membagikan tips dan trik untuk mensetting/mengatur sebuah fitur yang terdapat pada aplikasi kesayangan kita, yaitu Whatsapp. Fitur yang dimaksud adalah “Media Auto Download”. Adapun fungsi utama dari fitur ini adalah, memberikan kebebasan bagi pengguna Whatsapp untuk mendownload file, baik dari chat pribadi atau chat dalam sebuah grup. File yang dimaksud berupa gambar, video, audio, dan dokumen. Kenapa pihak Whatsapp membuat fitur ini? Yaitu agar para penggunanya tidak repot-repot untuk mendownload satu-satu file yang dikirim secara pribadi atau melalui grup, dilkarenakan settingan ini atau pengaturan ini bisa dibuat otomatis, akan tetapi, bisa juga tidak secara otomatis mendownload apabila pengguna tidak mengijinkannya.

    Semua tergantung user/pengguna, apakah mau download otomatis atau tidak. Hal ini tidak menjadi masalah bagi pengguna yang memiliki hp canggih dengan ruang yang besar, akan tetapi menjadi masalah bagi user yang memiliki hp dengan kapasitas penyimpanan yang kecil.

    Nah disini saya akan membagikan bagaimana agar ketika menerima kiriman file baik berupa foto, audio, video dan dokumen yang tidak secara otomatis terdownload? Silahkan mengikuti langkah-langkah berikut ini :

    Langkah pertama ;

    1. Buka Aplikasi Whatsapp Anda dan klik Menu dengan tanda titik tiga diatas sebelah kanan.

     

    2. Maka akan muncul seperti ini. Kemudian klik Settings/Pengaturan

     

    3. Maka akan tampil seperti berikut. Anda tidak usah bingung dengan tampilan ini karena saya menggunakan whatsapp bisnis. Tapi pada dasarnya pengaturannya sama dengan whatsapp biasa.

    Lalu klik Data and Storage Usage / Data dan Penggunaan Ruang

     

    4. Kemudian lanjutkan dengan mengklik When using mobile data.

    5. Lalu pastikan agar foto, audio, video, dan dokumen tidak dalam keadaan tercentang/terpilih

    Setelah sudah selesai klik Ok.

     

    6. Selanjutnya lakukan juga hal yang sama pada menu When connected on Wi-Fi dan juga menu When Roaming.

     

    Jadi intinya adalah apabila kita ingin file yang dikirim langsung terdownload maka setiap item harus di centang/ceklist, demikian juga sebaliknya jika kita tidak ingin terdownload otomatis maka tidak boleh di centang/ceklist. Demikian tutorial ini, semoga membantu.

    Apabila anda memiliki pertanyaan atau kesulitan mengikuti tutorial ini silahkan meninggalkan komentar dibawah.

  • Penutupan Akun Google Plus Pada Bulan April Segera Dilakukan

    Penutupan Akun Google Plus Pada Bulan April Segera Dilakukan

    Seperti yang dirilis langsung di website support.google.com pada Desember 2018 ternyata pihak Google secara resmi telah mengumumkan keputusan untuk menutup Google+ (Google Plus) sampai pada tanggal 2 April 2019. Alasannya adalah karena rendahnya penggunaan dan tangangan yang terlibat dalam mempertahankan produk yang sukses yang memenuhi harapan konsumen. Dan pihak Google sangat berterima kasih untuk seluruh konsumen yang selama ini telah menggunakan aplikasi Google+ (Google Plus).

    In December 2018, we announced our decision to shut down Google+ for consumers in April 2019 due to low usage and challenges involved in maintaining a successful product that meets consumers’ expectations.

    Secara resmi pada tanggal 2 April 2019 akun dan Halaman Google Plus atau apapun yang dibuat konsumen akan ditutup dan pihaknya akan mulai melakukan penghapusan konten/data dari akun Google Plus para konsumen, baik data berupa foto, video, di arsip album atau dihalaman Goolge Plus semuanya akan dihapus. Oleh karenanya pihaknya mengusulkan agar para pemilik akun Google Plus segera mengunduh dan menyimpan konten/data sebelum tanggal 2 April 2019. Tetapi kabar baiknya foto dan video yang dicadangkan di Google Foto tidak akan dihapus.

    Namun demikian proses penghapusan konten/data akan memakan waktu beberapa bulan, dan mungkin para pengguna masih bisa melihatnya sampai saat ini. Misalnya, mereka masih bisa melihat bagian dari akunnya melalui log aktivitas dan beberapa konten/data melalui pengguna G Suite.

    Dan sejak 4 Februari 2019, pengguna tidak dapat lagi membuat profil, halaman, komunitas, atau acara Goolge Plus yang baru. Untuk lebih lengkapnya lihat FAQ dan detail informasinya bahkan update terbaru menjelang penutupan akun.

    Bagi pengguna yang terlibat di komunitas Goolge Plus, baik pemilik atau moderator, mereka dapat mengunduh dan menyimpan data untuk komunitasnya. Awal Maret 2019, data tambahan unduhan akan tersedia,

    Apabila pengguna login dan menekan tombol Google Plus maka tidak akan berfungsi lagi tapi bisa login melalui Google.

    G Suite tidak akan dihapus oleh pihak Google yang dihapus hanya lah Google Plus. (red)

  • Mozilla Firefox, Merilis Fitur Terbarunya

    Mozilla Firefox, Merilis Fitur Terbarunya

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Dengan berkembangnya Teknologi Informasi, khususnya Internet, para penyedia aplikasi browser berlomba-lomba memberikan fitur terbaik untuk para pelanggannya. Hal ini terlihat jelas di salah satu browser yang popular, yaitu Mozilla Firefox. Pihak Firefox sangat menghargai privacy para penggunanya. Seperti yang dirilis dari website resminya, “Firefox Privacy Notice Effective September 28, 2017 At Mozilla, we believe that privacy is fundamental to a healthy internet.” (https://www.mozilla.org/en-US/ )

    Firefox memperkenalkan Fitur baru yang akan memproteksi penggunanya dari semua situs/website yang dikunjungi. Mengingat begitu banyak situs yang menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk mengambil informasi dari pengguna, mengkoleksi data untuk tujuan tertentu. Karena saat pengguna internet mengunjungi suatu situs, maka secara otomatis perilaku penjelajahannya diketahui oleh pelacak.

    Dengan adanya fitur Tracking Protection Firefox, maka Halaman, Cookies, Pencarian, File Sementara tidak akan disimpan. Yang disimpan hanya Halaman yang di Bookmarks dan hasil Download pengguna. Namun demikian pengguna masih tetap bisa menyimpan data-data penjelajahannya. Private Browsing hanya bersifat pilihan, berfungsi ketika pengguna tidak ingin memberikan akses ke komputernya, “As you browse the web, Firefox remembers lots of information for you – like the sites you’ve visited. There may be times, however, when you don’t want people with access to your computer to see this information, such as when shopping for a present. Private Browsing allows you to browse the Internet without saving any information about which sites and pages you’ve visited.” (https://support.mozilla.org/en-US/kb/private-browsing-use-firefox-without-history?redirectlocale=en-US&as=u&redirectslug=Private+Browsing&utm_source=inproduct)

    Private Browsing atau Penjelajahan Pribadi tidak akan membuat pengguna anonim di internet, pihak penyedia layanan internet mengetahui situs yang dikunjungi. Terkait hal ini bukan berarti pengguna diberikan “kebebasan” untuk menjelajahi situs-situs yang negatif, karena semua perilaku pengguna tetap diketahui. (AW)