Blog

  • Pemilu Damai Bermartabat Jadi Tema Konas Dan HUT Ke -52 Tahun PGLII

    Pemilu Damai Bermartabat Jadi Tema Konas Dan HUT Ke -52 Tahun PGLII

    WARTANASRANI.COM, JAKARTA – Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) menggelar Konsultasi Nasional (Konas) 2023 ini bertemakan “PGLII Menyambut Pemilu 2024 Sebagai Pemilu Damai dan Bermartabat”, merupakan ekspresi harapan juga menegaskan peran PGLII merespons dinamika bangsa dan negara. Itulah yang menjadi tujuan diselenggarakannya Konas ini yang d gelar dari tanggal 2-3 Agustus sekaligus merayakan HUT Ke 52 Tahun bertempat di Wisma 76 Slipi Jakarta Barat.

    Acara Konas 2023 di buka oleh Pdt Ronny Mandang Ketua Umum PGLII serta dihadiri pengurus lengkap serta majelis pertimbangan seperti Pdt Ronny Sigarlaki,, Pengurus Wilayah, Pengurus Daerah, serta tentunya Sinode, Lembaga anggota PGLII dari berbagai wilayah di Indonesia.
    Konas 2023, memiliki tiga acara, yaitu, pertama konsultasi Nasional itu sendiri, di mana peserta telah berbagi pemikiran dari berbagai sudut pandang untuk dapat menemukan mutiara hikmat Tuhan sebagai landasan pernyataan serta sikap PGLII.

    Dalam hal ini hadir narasumber Pdt Bambang Jonan gembala jemaat Medan Plaza yang baru saja mendapat apresiasi figure Oikumene yang diterima di Gedung Nunsatara 5 komplek DPR/MPR RI yang diberikan dari Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia. Selain Pdt Bambang Jonan juga Pdt. Lypius Biniluk yang mengajak gereja agar tetap bersih jangan suka memberikan mimbar kepada pejabat misalnya bupati lalu bicara di atas mimbar.

    Kedua adalah temu Caleg Kristiani. Acara yang telah berlangsung Rabu Malam menghadirkan para bakal calon legislatif Kristen dari lintas partai politik, dibekali dengan firman Tuhan oleh Pdt Sigarlaki sekretaris majelis pertimbangan dan didoakan oleh para pendeta yang hadir.

    Di mana di depan para bacaleg tersebut Pdt Ronny Mandang Ketua Umum PGLII mengharapkan agar para Bacaleg dapat berinteraksi dengan peserta Konas. Hal itu merupakan bentuk dukungan PGLII bagi mereka yang berkarya pelayanan dalam bidang politik, dengan catatan bahwa PGLIl sebagai Persekutuan, bukanlah alat politik, dan ini ditegaskan oleh Ketua Umum PGLil.

    Pesannya kepada bacaleg Pdt Ronny meminta agar berkontestasi dengan mengendepankan kerukunan tidak saling menjelakan antara satu dengan yang lain. Karena menurut Pdt Ronny dalam pesta demokrasi harus tetap mengedepankan perdamaian, apalagi sesame anak Tuhan.

    Acara ketiga yaitu Ibadah Syukur HUT ke-52 PGLII. Ini merupakan puncak acara Konas untuk merayakan dengan limpah syukur karya Tuhan melalui PGLII selama 52 tahun. Hadir dalam HUT tersebut dari aras nasional (FUKRI) serta lembaga-lembaga Kristen telah hadir dan merayakan bersama.

    Direktur Urusan Agama Kristen Ditjen Bimas Kristen, Bapak Amsal Yowei dalam sambutan mengatakan agar seluruh umat Kristiani, terutama dalam wadah PGLII, untuk berperan aktif dalam proses pemilu, yaitu menggunakan hak suara dengan bijaksana dan bertanggungjawab. Selaras dengan tema Konsultasi Nasional, beliau menyebutkan bahwa Pemilu yang berlangsung damai dan bermartabat penting bagi keutuhan bangsa dan negara.

    Nantinya hasil dari Konas Ini akan menjadi rekomendasi PGLII dalam Kongres Gereja dan Politik yang rencananya diadakan oleh FUKRI

  • Pewarna Indonesia Terima 50 Paket Idul Adha Dari Ponpes Mahad Al-Zaytun

    Pewarna Indonesia Terima 50 Paket Idul Adha Dari Ponpes Mahad Al-Zaytun

    WARTANASRANI.COM, JAKARTA – Persatuan Wartawan Nasrani(PEWARNA) Indonesia, Sabtu (1/7), tiba pukul 14.00, menerima daging kurban Idul Adha dari Ponpes Ma’had Al Zaytun (MAZ) sebanyak 50 paket. Diketahui bahwa berbagi kasih Idul Adha MAZ yang kali ketiga diterima Pewarna.

    Yusuf Mujiono, ketua umum Pewarna Indonesia saat dihubungi media Sabtu (1/7), mengatakan bahwa bantuan ini bentuk kasih persahabatan pimpinan Ponpes MAZ Syakyh AS Panji Gumilang kepada para sahabatnya termasuk Pewarna Indonesia.

    Menurut Yusuf, meski ditengah tuduhan dan tudingan buruk oleh berbagai pihak, Syakyh Panji Gumilang tak surut dalam berbagi kasih.

    “Terima kasih kepada pimpinan ponpes Al Zaytun dan keluarga besar MAZ yang sudah berbagi kasih, semoga persahabatan ini terus terjalin, jelas Yusuf

    Ditengah terpaan tuduhan dan tudingan dari berbagai pihak, Ponpes Ma’had Al Zaitun (MAZ) di Indramayu , Jawa Barat, menyembelih 30 sapi, 205 domba, dan 30 kambing, pada perayaan Idul Adha 2023..Mengutip dari tayangan video chanel youtube Al Zaytun Official, Panji Gumilang mengatakan, total bobot dari 30 ekor sapi itu setara dengan 18.920 kilogram daging.

    Sementara 30 kambing dengan bobot total 1.123 kilogram daging dan 205 domba dengan jumlah bobot setara 5.799 kilogram daging.

    Menurut Panji Gumilang, hewan yang dikurbankan hari ini hanya pengorbanan kecil yang bisa dinilai dengan kilogram dan jumlah kepala hewan.

    Ia melanjutkan pengorbanan yang jauh lebih besar itu adalah usaha untuk memahami ajaran agama.

    Agar kita mampu hidup dengan mengenali, memahami apa ajaran kita yang hakiki,” kata Panji.

    Daging kurban yang disembelih akan didistribusikan kepada sebanyak 5.434 penerima.

    Demikian disampaikan pimpinan Ponpes Al Zaytun Indramayu Panji Gumilang saat khotbah Salat Idul Adha 1444 H di Masjid Rahmatan Lil Alamin, Kamis (29/6/2023).

    Diinformasikan melalui program double Ceck Kick Andy oleh Andy Noya wawancara khusus dengan Syakyh AS Panji Gumilang beberapa waktu lalu, menjawab seluruh tuduhan dan tudingan yang dikembangkan berbagai pihak.

    Yusuf berharap semua pihak dapat melihat jernih permasalahan yang ditimbulkan berbagai pihak terhadap MAZ. “Semoga masalah lekas usai dan pendidikan di MAZ tidak terganggu, pungkasnya.

    Penulis : Endharmoko/Pewarna

  • Pdt. Welem Doko: Paskah 2023 BKSAG Medan Satria Jadi Momentum Membangun Kota Bekasi

    Pdt. Welem Doko: Paskah 2023 BKSAG Medan Satria Jadi Momentum Membangun Kota Bekasi

    WARTANASRANI.COM, KOTA BEKASI – Perayaan Paskah 2023 kiranya menjadi momentum bagi BKSAG untuk memberi kontribusi positif dalam pembangunan Kota Bekasi. Hal ini diungkap Ketua BKSAG Medan Satria dan Sekitarnya Pdt. Welem Doko setelah acara Ibadah dan Perayaan Paskah yang berlangsung di Gereja Kristen Pimpinan Roh Kudus (GKPR) Jemaat Filadelfia Taman Harapan Baru, Kota Bekasi, Hari ini, Senin (24/04/2023).

    Foto bersama Pendeta, Gembala Sidang, hamba-hamba Tuhan yang hadir dalam Ibadah Paskah BKSAG Medan Satria tahun 2023

    “Jadi Paskah 2023 ini kiranya menjadi momentum untuk kita secara bersama-sama bisa membangun Kota Bekasi ini, untuk ke depan lebih baik lagi. Dengan kekristenan yang ada, hamba-hamba Tuhan yang ada, kita akan menciptakan sesuatu yang lain yang ada di Medan Satria Kota Bekasi dan sekitarnya,” tutur Pdt. Doko begitu ia disapa.

    “Kami atas nama BKSAG Medan Satria, hari ini kami berkumpul bersama-sama kawan-kawan untuk merayakan Paskah 2023. Harapan saya agar teman-teman yang ada di BKSAG Medan Satria ini, lebih kompak lagi, lebih lagi bersama-sama sesuai pesan firman Tuhan tadi, supaya bisa hidup rukun bersama-sama,” tuturnya lagi.

    Ketua BKSAG Medan Satria ini pun memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih secara khusus kepada Gembala Jemaat GKPR Jemaat Filadelfia THB Pdt. Musa Luntungan yang menjadi tuan rumah dalam Ibadah Perayaan Paskah 2023 BKSAG Medan Satria dan Sekitarnya.

    “Terima kasih kepada Bapak Pendeta Musa Luntungan, terima kasih untuk semua tim GKPR atas terselenggaranya acara ini. Akhirnya saya mengucapkan selamat paskah 2023, Tuhan Yesus memberkati,” ujar Pdt. Welem Doko disambut tepuk tangan jemaat yang hadir.

    Pdt. Musa Luntungan Gembala GKPR Filadelfia THB saat menyampaikan khotbah Paskah

    Sementara itu, dalam khotbah Paskah, Pdt. Musa Luntungan menyoroti tentang pentingnya hidup rukun bersama. Bertolak dari nats pokok Mazmur 133 Gembala GKPR Filadelfia THB ini mengajak semua yang hadir untuk terus membangun kehidupan yang rukun sekalipun tidak mudah karena banyak menghadapi tantangan. Namun menurutnya, saat kerukunan dan kedamaian itu tercipta, maka berkat akan diperintahkan Tuhan kepada semua yang melakukan firman Tuhan.

    “Berkat itu diperintah dari sang yang punya berkat. Itu pasti! Namun harus ada yang harus kita lakukan, yaitu hidup rukun bersama, diam bersama,” tegas Pendeta asal Kawanua ini.

    “Harus ada yang kita harus lakukan, bukan diam saja! Orang Kristen harus berbuat dan melakukan sesuatu yang baik. Diam bersama, harus ada sesuatu yang kita lahirkan yaitu perbuatan-perbuatan yang melakukan firman Tuhan. Memang tidaklah mudah, tetapi harus kita lakukan kebenaran firman Tuhan,” tegasnya lagi.

    “Ketika kita sudah menerima benih firman Tuhan, kita pasti akan mengalami penindasan. Tapi perintah Yesus harus kita wujudkan dalam persaudaraan melalui BKSAG. Maka berkat itu akan diperintahkan datang kepada kita. Kerukunan, kedamaian dan kebersamaan itu harus terus dibangun dan dijaga, karena walau berbeda organisasi namun kita satu tubuh dalam Kristus,” tambah Pdt. Musa Luntungan.

    Adapun Ibadah Perayaan Paskah BKSAG Medan Satria yang berlangsung penuh sukacita serta khidmat ini, diawali Sosiodrama perjalanan Kristus menuju Golgota (viadolorosa-red). Antusiasme memuji Tuhan karena kemenangan atas dosa lewat penebusan Kristus, tampak pada hamba-hamba Tuhan, Pendeta, Gembala, Majelis Gereja dan jemaat yang yang hadir.

    Murfati Lidianto, SE., MA., Anggota Dewan Kota Bekasi saat berfoto bersama penasihat BKSAG Medan Satria Kota Bekasi (Pdt. Horas Manalu dan Pdt. Sadikun Lie)

    Hadir juga dalam perayaan Paskah BKSAG Medan Satria ini, Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Gerindra, Murfati Lidianto, S.E., M.A. Kehadiran Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi ini sebagai bukti kedekatannya dengan hamba-hamba Tuhan, Pendeta dan Gembala Jemaat di dapilnya Kecamatan Medan Satria dan Bekasi Utara.

    Pada kesempatan itu, Murfati begitu ia disapa menyampaikan selamat merayakan Paskah kepada semua gereja yang ada di Medan Satria dan sekitarnya.

    “Saya ikut bersukacita didalam perkumpulan beribadah bersama BKSAG Kecamatan Medan Satria. Semoga dengan selalu bersama-sama lewat kegiatan seperti ini, maka semangat kekeluargaan, tali persaudaraan dan silahturahmi dari para hamba Tuhan, Pendeta, Gembala Sidang, Pimpinan Gereja, akan semakin erat dan kedamaian serta kerukunan bersama sesuai pesan firman Tuhan akan terus tercipta,” ucap Murfati Lidianto.

    “Saya pribadi sebagai wakil rakyat dari kaum Kristiani mengucapkan selamat paskah kepada seluruh hamba-hamba Tuhan, Pendeta, Gembala Sidang dan Jemaat yang tergabung dalam BKSAG Medan Satria dan Sekitarnya. Semoga dengan pengorbanan Yesus Kristus menumbuhkan semangat yang baru untuk gereja-gereja di Medan Satria yang tergabung dalam BKSAG dalam berkontribusi positif dalam pembangunan Kota Bekasi, khususnya menjaga kerukunan dan toleransi di Kota Bekasi. Teruslah berkarya untuk nusa dan bangsa, khususnya untuk Kota Bekasi. Kiranya kasih dan berkat Tuhan selalu menyertai kita semua,” ucap Murfati Lidianto lagi menitipkan harapannya untuk warga gereja dalam pembanguna Kota Bekasi.

    Acara foto bersama dan ramah-tamah menjadi akhir dari kegiatan Ibadah Perayaan Paskah 2023 Badan Kerjasama Antar Gereja (BKSAG) Kecamatan Medan Satria dan Sekitarnya.

  • PEWARNA Indonesia Silahturahmi Idul Fiitri ke Pondok Pesantren Al-Zaytun Indramayu

    PEWARNA Indonesia Silahturahmi Idul Fiitri ke Pondok Pesantren Al-Zaytun Indramayu

    INDRAMAYU, WARTANASRANI.COM – Gema takbir berkumandang di Masjid Rahmatan Lil Alamin, Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun, di Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menandai kemenangan umat Islam setelah selama sebulan penuh menjalani ibadah puasa.

    Sebagai Pusat Pendidikan Pengembangan Budaya Toleransi dan Perdamaian, pondok pesantren yang diresmikan pada tahun 1999 oleh Presiden Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie ini kerap menjaga pertalian silaturahmi dengan umat lintas agama di Indonesia. Tak terkecuali di momen istimewa Idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriyah, yang jatuh pada 22 April 2023.

    Layaknya keluarga, Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PP PEWARNA Indonesia) turut diundang untuk menghadiri Open House Idul Fitri Ma’had Al-Zaytun. Kehadiran PP PEWARNA Indonesia diwakili oleh Sekretaris Jenderal Ronald Onibala, Bendahara Umum Albert Muntu, dan Anggota Departemen Hubungan Antar Lembaga Ronald Patrick. Kedatangan PP PEWARNA mendapat sambutan hangat dari pihak pondok pesantren yang diterima langsung oleh Sekretaris Syaykh, Abdul Halim, di Masjid Rahmatan Lil Alamin.

    Ketika waktu menunjukkan tepat pukul 08:00 pagi, panggilan untuk melaksanakan Salat Ied 1 Syawal 1444 H mengudara dari masjid  yang memiliki menara dengan ketinggian 201 meter itu. Ketinggian 201 meter mewakili filosofi keagungan dari 201 nama-nama Nabi Muhammad. S. A. W.

    Tak kurang dua ribuan orang civitas academica, staf, tamu undangan dan keluarga mereka kemudian berjemaah melaksanakan salat yang diimami pendiri Ma’had Al-Zaytun, Prof. Dr. Syaykh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, M. P.

    Pria kharismatik yang juga dikenal sebabai sosok nasionalis ini lalu membacakan penuh Surat Asshaf (surat 61) pada Rakaat Pertama. Di Rakaat Kedua terdapat tiga surat yang dibacakannya yakni Al-Falaq (surat 112), Al-Ikhlas (surat 113), dan Annas (surat 114).

    Syaykh Panji Gumilang dalam pesan Idul Fitrinya membuka dengan menyoroti tentang hilangnya kesempatan Indonesia untuk bisa mengambil peran dalam ikut mewujudkan perdamaian dunia melalui diplomasi sepak bola pada ajang Piala Dunia U-20 beberapa waktu silam.

    “Kesempatan baik yang dimiliki oleh Indonesia sesungguhnya bukan hanya kesempatan bertanding bola, tetapi andainya itu berjalan maka bisa dimanfaatkan menjadi diplomasi bola. Saling memberi, saling menyerang, saling menguasai. Namun di ujungnya adalah bersalaman. Yang kalah mengaku kalah, yang menang tidak terlalu mengedepankan kesohoran kemenangannya,” ujar Syaykh.

    Menurutnya, Indonesia sebagai sebuah Negara besar, bangsa dengan umat muslim terbesar di dunia yang secara jumlah melampaui umat muslim di Jazirah Arab seharusnya bisa menjadi juru damai dari konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel saat ini, melalui diplomasi sepak bola.

    Namun juga ditambahkan Syaykh, diplomasi melalui sepak bola bisa ditempuh andai bangsa Indonesia memahami kehidupan bangsa-bangsa di dunia, karena UUD 1945 sendiri memuat tentang mengedepankan prinsip kemerdekaan, menghapuskan penjajahan, ikut melaksanakan pencerdasan bangsa, juga melaksanakan ketertiban dunia.

    “Melaksanakan ketertiban dunia ini tentunya dengan berdiplomasi, diplomasi yang tidak hitam-putih, diplomasi yang terkadang (berwarna-red) pelangi, merah, hijau, kuning.  Dan diplomasi itu bukan ujungnya, tetapi prosesnya,” ujar penerima penghargaan sebagai Tokoh Toleransi dari PEWARNA Indonesia, pada tahun 2019 lalu, ini.

    Selama satu jam Syaykh juga menyampaikan seputar sejarah bangsa-bangsa besar di dunia, khususnya yang menjadi keturunan dari Nabi Nuh, hingga melahirkan keturunan bagi bapak dari Bangsa Israel maupun Bangsa Arab. Syaykh  juga mengurai korelasinya dengan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

    Setelah menutup pesan Idul Fitri, Syaykh kemudian bersalam-salaman dengan segenap civitas academica dan tamu undangan yang hadir. Acara kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan dan bincang-bincang dengan suasana kekeluargaan bersama  keluarga inti Syaykh maupun para pimpinan Ma’had Al-Zaytun.

    Sekilas Tentang Ma’had Al-Zaytun

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Majalah Gaharu, Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun merupakan karya visioner dari Syaykh Panji Gumilang yang dibangun sejak tahun 1996 dan diresmikan oleh Presiden ke-3 Republik Indonesia Baharuddin Jusuf Habibie pada tahun 1999. Setahun setelah diresmikan, Masjid Rahmatan Lil Alamin didirikan. ‘Rahmatan Lil Alamin’ secara harafiah memiliki arti ‘Rahmat Bagi Alam Semesta’, yang menjadi pesan penegas bahwa Islam juga menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia. Masjid ini memiliki menara setinggi 201 meter, menjadikannya sebagai masjid dengan menara tertinggi ke-3 di dunia.

    Berdiri di atas lahan seluas 1.600 hektar, Ma’had Al-Zaytun menyelenggarakan pendidikan mulai dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga ke jenjang perguruan tinggi yakni Institut Agama Islam Al-Aziz, yang memiliki 3 Fakultas dan 6 Program Studi. Saat ini total sebanyak 8.600 santri tengah berguru di pondok pesantren, didukung 1.300 tenaga pengajar, pembimbing maupun staf.

    Selain menyelenggarakan pendidikan, Ma’had Al-Zaytun juga ikut mengedepankan program Green Economy melalui swasembada pangan. Swasembada pangan meliputi pertanian terpadu dengan  melakukan produksi beras, sorgum, gula, garam, peternakan sapi, kambing, ayam hingga budidaya perikanan dan produksi pupuk organik yang semuanya dilakukan secara mandiri. Sejak masa awal pandemi Covid-19 hingga April 2023, total lebih dari 10 ton bantuan bahan pangan telah didistribusikan oleh Pondok Pesantren Al-Zaytun melalui Pengurus Pusat PEWARNA Indonesia. Bantuan disalurkan kepada para wartawan maupun Hamba Tuhan yang membutuhkan, di wilayah Jabodetabek.

    Saat ini Al-Zaytun juga menyelenggarakan program Blue Economy dengan merambah ke sektor perikanan laut yang berlokasi di Eretan, Kabupaten Indramayu, berjarak 10 kilometer dari Ma’had Al-Zaytun ke arah Pantai Utara Jawa. Melalui program Blue Economy, Al-Zaytun memproduksi kapal penangkap ikan dengan kapasitas 30 gross tonnage, sehingga proses penangkapan ikan laut juga dilakukan secara mandiri.

    Salah satu kebiasaan yang menjadi ciri khas Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun adalah menanamkan semangat nasionalisme kepada seluruh santri dan stafnya. Sebelum memulai kegiatan di pagi hari setiap penghuni pondok pesantren diwajibkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lengkap dengan 3 Stanza.

    Kampanye mempopulerkan semangat nasionalisme dan lagu Indonesia Raya 3 stanza juga pernah dipimpin langsung oleh Syaykh Panji gumilang dengan bersepeda sejauh 2.000 kilometer mengelilingi Pulau Jawa, yang memakan waktu 20 hari, pada tahun 2008. Pada tahun 2017, rally sepeda kembali dilakukan sejauh 2.727 kilometer dengan rute Anyer-Panarukan (PP), masih mengusung misi yang sama yaitu mempopulerkan semangat nasionalisme dan mengkampanyekan Indonesia Raya 3 Stanza. (Ron).

  • GPIB Immanuel Gelar Buka Puasa Bersama dengan Komunitas Lintas Iman

    GPIB Immanuel Gelar Buka Puasa Bersama dengan Komunitas Lintas Iman

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Toleransi menjadi fondasi berharga bagi bersatunya bangsa Indonesia yang beragam agama, kepercayaan dan budaya. Modal berharga ini perlu terus dijaga demi terwujudnya rasa persatuan bangsa sesuai dengan ajaran luhur Pancasila.

    Fakta ini pula yang mendorong Komunitas Dialog Lintas Iman yang terdiri dari Indonesia Conference on Peace and Religion (ICRP) dan sejumlah lembaga lain pada Senin sore (17/4), mengadakan kegiatan kebersamaan berupa Buka Puasa Bersama dengan melibatkan tokoh dari keenam agama yang diakui di Indonesia.
    Uniknya, kegiatan Buka Puasa Bersama tersebut diadakan di gedung Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel, Jakarta.

    Pelaksana Harian Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Jakarta, Penatua Harry James Kandou dalam sambutannya mengatakan dirinya menyambut baik atas kehadiran 6 perwakilan lintas agama di Indonesia yang datang untuk menghadiri acara kebersamaan tersebut.

    James juga menuturkan, kegiatan kali ini menjadi momentum penting bagi GPIB Immanuel Jakarta karena menjadi kegiatan Buka Puasa Bersama pertama yang diadakan di gereja mereka.

    Dirinya lalu mengungkap, kegiatan lintas iman juga terbukti ampuh meruntuhkan sekat perbedaan serta menciptakan perdamaian.

    “Lewat kegiatan lintas iman pada hari ini kita juga mau belajar tentang apa itu makna puasa bagi saudara-saudara kita yang muslim. Sekaligus, kegiatan hari ini menjadi penegasan bahwa DNA bangsa kita yang toleran. Pertemuan lintas iman, interfaith dialogue, seperti saat ini ikut memberikan kontribusi bagi terciptanya perdamaian dunia,” ujar Ketua II Bidang Germasa GPIB Immanuel Jakarta, itu, saat membuka acara.

    Di kesempatan yang sama mewakili Majelis Sinode GPIB, Pdt. Manuel Raintung, M. Th, ketika memberi sambutan menyinggung soal prinsip persaudaraan sejati yang mesti dibangun antar umat lintas iman di Indonesia. Dirinya juga berharap melalui corong media, kegiatan sore ini dapat mengedukasi masyarakat tentang komunikasi antar umat beragama yang terus dipelihara.

    “Mungkin acara hari ini sederhana, tetapi sangat penting dan berarti bagi kita semua,” ujar mantan Ketua PGIW DKI Jakarta, itu.

    Tokoh Interfaith Dialogue Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, menyoroti soal tantangan hidup beragama yang kini semakin kompleks. Namun Lukman berpandangan, inti dari ajaran agama adalah kemampuan untuk memberi kepada sesama pemeluk ajaran agama.

    “Inti pokok atau pesan utama agama itu adalah bagaimana agar umatnya bisa memberi kepada yang lain, kepada sesamanya. Agama hadir untuk memanusiakan manusia, untuk menebarkan rahmat kepada alam semesta, untum menebarkan kasih sayang dan kedamaian,” ujar mantan Menteri Agama Republik Indonesia, ini.

    Ceramah makna puasa dari persepsi tiga agama yang berbeda juga dibagikan oleh tiga orang pembicara. Pada kesempatan pertama diberikan kepada Ustadz Ahmad Nurcholis. Nurcholis mengungkap tentang puasa sejatinya tidak hanya dilakukan oleh agama Islam, sebagaimana diterangkan di Surat Albaqarah, ayat 183.

    Diuraikannya, dalam ajaran agama yang berbeda yakni Kristen, Yahudi, maupun agama lain, puasa turut dipraktikan. Salah satu pesan yang terkandung di balik praktik puasa itu sendiri dari sudut pandang Islam, lanjut Nurcholis, adalah kemampuan melatih diri untuk berempati, memiliki solidaritas dan bertoleransi kepada orang lain.

    Selanjutnya, tradisi puasa dari sudut pandang Kristen dijelaskan pula oleh Pendeta Ruben Abraham Persang. Ruben menceritakan bagaimana konsep puasa dan perpuluhan telah dipraktikan oleh “Bapak Segala Bangsa”, yakni Abraham atau juga dikenal sebagai Ibrahim.

    Di ajaran Injil sendiri, lanjut Ruben, Yesus Kristus juga mengajarkan bagaimana puasa bisa menjadi momentum untuk memupuk relasi kepada sesama.

    “Puasa itu adalah sebuah tindakan ritual, tetapi akan lebih berarti jika menjadi tindakan spiritual. Tindakan spiritual akan lebih bermakna lagi jika tindakan spiritual menjadi sebuah relasi eksistensial antara orang yang beriman kepada tuhan. Dan itu akan menjaid berarti lagi kalau puasa itu ditunjukan bukan wajah yang muram, tetapi sebagai relasi ekspresi untuk membantu sesama,” ujar Pendeta Ruben.

    Sebelumnya, puisi berisi pesan toleransi turut dibacakan oleh perwakilan umat Muslim yang hadir. Kemudian, dua orang perwakilan dari GPIB Immanuel Jakarta, yakni Jeremia dan Joshua, membawakan nyanyian pujian Kristen dari Kidung Jemaat Nomor 3, berjudul “Kami Puji Dengan Riang”. Kidung pujian yang ditulis ke dalam bahasa Inggris oleh Henry van Dyke itu dibawakan oleh Jeremia dan Joshua dengan diiringi instrumental orgel. Kemudian, hiburan juga dipersembahkan oleh seorang penari Sufi.

    Saat waktu berbuka puasa tiba, para hadirin yang berasal dari lintas agama bersama-sama menyantap hidangan yang merupakan perpaduan antara wilayah Timur Tengah, Minahasa dan Jawa.

    Aktivis dialog antar agama, Pdt. Sylvana Maria Apituley, saat ditemui media ini menjelaskan bahwa latarbelakang diadakannya kegiatan tersebut adalah berawal dari temu kangen di antara aktivis dialog antar agama.

    Perempuan yang sejak tahun 1997 aktif di kegiatan dialog lintas agama itu menambahkan, kegiatan dengan model seperti ini amat dibutuhkan guna merawat rasa persahabatan dan persaudaraan yang terjalin di antara sesama anak bangsa.
    Selain buka puasa bersama, Pdt. Sylvana juga bercerita bahwa Komunitas Dialog Lintas Iman juga sudah mengadakan acara Natal Bersama serta Imlek bersama pada Desember dan Februari lalu.

    Rasa kebersamaan amat terasa ketika umat Kristen hadir sebagai tamu pada kegiatan Natal Bersama. Semua kelengkapan acara dipersiapkan oleh para sahabat non Kristen. Begitupun dengan umat Konghucu ketika perayaan Imlek tiba mereka juga dijamu dan dilayani dalam suasana persaudaraan yang kental.

    “Lalu berikutnya Ramadhan, kan berdekatan juga antara Ramadhan dan Paskah. Pilihan tempatnya ya di gereja. Saya kemudian kontak Pak Pendeta Ruben Persang dan Pak James Kandou, beliau bilang oke Immanuel menjadi tuan rumah. Jadi Immanuel yang menyiapkan dan melayani tamu-tamu yang hadir untuk buka puasa bersama,” ujar Sylvana.

    Lebih lanjut diuraikannya, yang ikut menjadi pesan yang dibangun adalah sebuah penegasan bahwa dialog antar agama merupakan DNA yang dimiliki Indonesia sejak lama. Selain itu, pesan yang juga ingin diangkat adalah bangsa Indonesia merupakan sebuah keluarga dengan latarbelakang beragam yang tidak memiliki pilihan lain selain berdialog, demi memperkuat tali persaudaraan.

    “Intinya semua yang positif, yang baik, yang menghubungkan kita sebagai saudara satu keluarga, itu yang diangkat,” tutup Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia, itu.

  • PDT. SAHALA NAINGGOLAN, M.TH KEMBALI NAHKODAI BPD BEKASI GBI PERIODE 2023-2027

    PDT. SAHALA NAINGGOLAN, M.TH KEMBALI NAHKODAI BPD BEKASI GBI PERIODE 2023-2027

    WARTANASRANI.COM, KOTA BEKASI – Setelah melewati proses pemilihan dan verifikasi Calon Ketua BPD pada Pleno III, akhirnya, Pdt. Sahala Nainggolan, M.Th., kembali ditetapkan menjadi Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Bekasi Gereja Bethel Indonesia (GBI) Periode 2023-2027, hari ini, Rabu (05/04/2023).

    “Mengingat tidak ada calon lain selain Pdt. Sahala Nainggolan, maka MK SMD Umum BPD Bekasi GBI menetapkan Pdt. Sahala Nainggolan sebagai Ketua BPD Bekasi GBI periode 2023-2027,” sebut Pdt. Dr. Naftali Untung sebagai perwakilan BPP yang memimpin proses pemilihan Ketua BPD Bekasi. Penetapan inipun disambut kata sepakat seluruh peserta dan tepuk tangan tanda setuju.

    Pdt. Dr. Untung Naftali perwakilan BPP yang memimpin MK SMDU 2023 BPD Bekasi GBI 

    Penetapan Pdt. Sahala Nainggolan secara aklamasi merupakan tindak lanjut dari gugurnya calon lain dalam proses verifikasi sesuai Tata Gereja GBI yang dilakukan Majelis Ketua SMDU BPD Bekasi. Gugurnya calon lain mengakibatkan tidak dilanjutkan pada putaran kedua. Sebelumnya telah dilakukan pemilihan Calon Ketua BPD pada putaran pertama yang menghasilkan lima nama yaitu; Pdt. Sahala Nainggolan, M.Th., Pdt. Agus Setiawan, S.Th., Pdt. Andy Markus, Pdt. Lukas Sagotra dan Pdt. Yohanes J. Sihombing.

    Dari pengamatan redaksi wartanasrani.com proses pemilihan, baik bakal calon Ketum BPP, pemilihan MPL GBI Bekasi dan pemilihan Ketua BPD Bekasi berjalan lancar dan baik sesuai harapan Ketum BPP Pdt. Rubin Adi Abraham, saat membuka Persidangan SMD Umum BPD Bekasi GBI pada hari, Selasa (04/04/2023).

    Suasana berdemokrasi di SMD Umum 2023 BPD Bekasi GBI

    Kedewasaan para pejabat GBI di BPD Bekasi khususnya para gembala sebagai pemegang hak suara untuk memilih terlihat jelas. Sekalipun ada riak-riak kecil, tapi itu menjadi warna dalam proses berdemokrasi dalam organisasi gereja. Pernyataan-pernyataan dan usulan dalam warna sari setelah proses pemilihan, terdengar jelas berisi pesan-pesan damai dan kata sepakat untuk kembali bersatu memajukan pelayanan pekerjaan Tuhan melalui BPD Bekasi GBI di Kota dan Kabupaten.

    Sementara itu, dua nama tertinggi dalam pemilihan Bakal Calon Ketua Umum BPP adalah; Pdt. Rubin Adi Abraham dan Pdt. Japarlin Marbun. Sementara MPL GBI Bekasi yang terpilih adalah Pdt. Samuel Hernadi, S.E., M.A.

    Ketua BPD Bekasi GBI Pdt. Sahala Nainggolan saat melantik pejabat GBI Pdp dan Pdm

    Setelah acara pemilihan dilanjutkan dengan pembacaan hasil keputusan oleh Sekretaris BPD Bekasi GBI Pdt. Stefanus H. Karsten, S.Th yang dilanjutkan dengan pelantikan pejabat Pendeta Pratama (Pdp) dan Pendeta Madya (Pdm) oleh Ketua BPD Bekasi GBI Pdt. Sahala Nainggolan, M.Th.

    Pengembalian palu sidang dan ibadah penutupan yang disertai perjamuan kudus menjadi akhir acara Sidang Majelis Daerah Umum 2023 Badan Pengurus Daerah Bekasi Gereja Bethel Indonesia yang dilaksanakan di GBI Lippo Cikarang. (RSO)

  • Markus Wauran Politisi Senior PDI Sulut Beri Wejangan dan Dukung Yerry Tawalujan ke Senayan

    Markus Wauran Politisi Senior PDI Sulut Beri Wejangan dan Dukung Yerry Tawalujan ke Senayan

    WARTANASRANI.COM, JAKARTA – Kiprah panjang Markus Wauran sebagai politisi kawakan asal Sulawesi Utara dimulai sejak tahun 1971 bersama Partai Nasional Indonesia (PNI).

    Saat itu Markus menjadi anggota termuda DPRD Sulawesi Utara dari PNI, pada usia 28 tahun. Pada tahun 1977, Markus terpilih kembali menjadi wakil rakyat di DPRD Sulawesi Utara, lewat Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

    Pada Pemilu tahun 1982, Markus terpilih kembali sebagai anggota DPRD Sulut untuk periode ke tiga.

    Karier politik Markus Wauran berlanjut ke Senayan, menjadi anggota DPR RI selama 12 tahun. Sewaktu di Senayan, putera asal Minahasa ini vokal memperjuangkan penggunaan nuklir sebagai sumber tenaga listrik.

    Menghadapai kontestasi Pemilu tahun 2024, Markus Wauran terpanggil membagikan wawasan dan pengalamannya kepada kader politisi muda asal Sulawesi Utara yang akan maju menjadi Calon Anggota DPR RI.

    Pada pertemuan 17 Maret 2023 di Jakarta, Markus Wauran membagikan pengalaman dan wejangan kepada politisi muda Efrain Yerry Tawalujan, Ketua DPP Partai Perindo yang akan maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara.

    Empat tips diberikan Markus Wauran kepada yuniornya E. Yerry Tawalujan agar lolos ke Senayan menjadi anggota DPR RI.

    Pertama, harus tetap mengandalkan Tuhan. Karena jika mengandalkan Tuhan, upaya yang dilakukan akan dibuat berhasil oleh Tuhan.

    Kedua, harus menjadi pembawa suara kenabian. Berani bersuara menyampaikan kebenaran, keadilan dan menyuarakan aspirasi rakyat.

    Ketiga, komitmen untuk terus memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Politik harus dipakai sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

    Keempat, berdedikasi kepada rakyat. Menjadi pengabdi rakyat. Apalagi Yerry Tawalujan nanti akan ke Senayan mewakili rakyat Sulawesi Utara, maka harus berdedikasi menjadi pelayan dan perjuangkan peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Sulut.

    “Saya akan terus mendoakan dan memberikan dukungan penuh untuk yunior saya Yerry Tawalujan agar berhasil lolos ke Senayan sebagai wakil rakyat menjadi anggota DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara,” ujar Markus Wauran

  • Komisi Pria: Bangun, Bangkit dan Bercahaya

    Komisi Pria: Bangun, Bangkit dan Bercahaya

    Wartanasrani.com – Makassar, Komisi Pria Gereja Utusan Pantekosta Kingdom Comunity Makassar menggelar meet and great pria-pria sejati dalam sebuah ibadah perdana bersama yang bertempat di gedung gereja GUP Makassar Jl Saweri Gading Makassar. (15/3)

    Pdt Raya Ginting S.Th menyampaikan dalam motivasi firmanya, “Jangan bangun harga diri kita dari penampilan/ prestasi kita dan apa kata orang, kita berharga karna pribadi kita sudah ditebus oleh pengorbanan Yesus di kayu salib. Dia terima kita seutuhnya apa adanya.”.

    Ketua Komisi Pria GUP Kingdom Comunity Makassar Andreow Sumanti S.H., M.Pd menambahkan “saya mewakili Pengurus KOMPI mengucapkan terima kasih kepada para pengurus dan member sahabat KOMPI yang telah berpartisipasi dan hadir dalam pertemuan perdana, ini merupakan langkah yang baik untuk kedepannya untuk menjadi berkat bagi Gereja maupun Kota Makassar”.

    Hal senada juga disampaikan oleh wakil Ketua KOMPI Franz Pararak saat bertemu awak media, “KOMPI hadir untuk membawa para pria 100% untuk bangun, bangkit dan bercahaya untuk gereja dan Kota Makassar, pungkasnya.

     

    Reportase : Andreow Sumanti

  • KEMBALI KE POLITIK, ROY RENING TEGASKAN TEKADNYA BERJUANG DAN MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NTT

    KEMBALI KE POLITIK, ROY RENING TEGASKAN TEKADNYA BERJUANG DAN MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NTT

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Advokat senior, Dr. Stefanus Roy Rening, SH, MH, memutuskan untuk kembali terlibat dalam dunia politik. Setelah sempat vakum selama 15 tahun, Roy Rening melabuhkan pilihan ke Partai Perindo, dan berjuang menjadi Caleg Dapil I Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk dapil Flores, Lembata, dan Alor dalam Pemilu 2024.

    Stefanus Roy Rening didampingi Mikael Laba Kleden, Franky M. Lewang (Tokoh Masyarakat Maumere Jabodetabek), F.X. Ellyas Nyoman

    Saat ditemui di Jakarta, Roy mengatakan, dirinya berjuang untuk memajukan kesejahteraan bagi masyarakat NTT, khususnya Dapil NTT I meliputi Flores, Lembata dan Alor.

    “Saya melihat NTT itu dari semua wilayah di Indonesia, masih masuk dalam wilayah tertinggal, termasuk daerah termiskin ketiga di Indonesia,” ujar Roy.

    Atas dasar itu, Roy melihat perlu ada penggerak untuk memajukan ketiga daerah di NTT tersebut.

    “Konsen saya juga memberikan perlindungan hukum terhadap orang tertindas dan terpinggirkan. Sebagai mantan aktivis sejak muda (mahasiswa), selalu ada spirit yang menggerakan, merasa terpanggil untuk harus tetap peduli dalam “tugas suci,” membangun “bonum commune” bagi masyarakat bangsa,” tukas Roy.

    Dunia politik sendiri bukan barang baru untuk advokat senior ini. Pada awal reformasi, Roy terlibat sebagai Deklarator berdirinya Partai Katolik Demokrat (PKD) dan sebagai peserta pada Pemilu 1999, lalu mengambil estafet kepemimpinan sebagai Ketua Umum DPP PKD pada tahun 2002, setelah terjadi kevakuman Ketua Umum.

    Menyiasati ketentuan peraturan per-UU-an pada saat itu, Roy bekerjasama dengan aktivis politik Kristen membangun koalisi partai berbasis Katolik dan Kristen membentuk Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI). Roy terpilih sebagai Ketua Umum DPP PKDI (Dewan Pimpinan Pusat Partai Kasih Demokrasi Indonesia) dan mengantar PKDI sebagai peserta pemilu pada Pemilu 2009.

    Dan memasuki Pemilu 2024, Roy memutuskan untuk kembali terlibat dalam partai politik.

    “Mencermati dan mengikuti serta berusaha memahami latar belakang, visi dan misi partai politik, Partai Perindo menjadi pilihan pas sesuai spirit perjuangan yang selama ini dihidupi. Keadilan dan kesejahteran sebagai elemen utama persatuan nasional adalah visi dan misi yang menghidupkan semangat untuk ikut peduli dan terlibat mengabdi di dalamnya. Dan pada Pemilu 2024 ini ditempatkan sebagai salah satu Pengurus DPP Partai Perindo dan Caleg dari Dapil 1 NTT untuk Flores, Lembata, Alor,” kata Roy.

    Menurut Roy, setelah 20-an tahun reformasi, memang sudah banyak kemajuan tercapai di berbagai bidang kehidupan, namun di sana-sini masih terdapat ancaman dan tantangan yang harus dijawab.

    “Masih ada banyak keprihatinan dan rasa kecewa. Demokratisasi dan kebebasan sebagai slogan utama reformasi, tapi masih terungkap adanya penyusupan ideologi transnasional yang mengoyak nilai-nilai luhur kebangsaan Indonesia. Artinya, rasa kebangsaan dan persatuan nasional masih tetap menjadi soal yang rawan. Untuk itu, semua warga negara yang peduli harus terlibat sebagai penyambung lidah dari ”voice of the voiceless.”,” tukas Roy.

    Ditambahkannya, pihaknya banyak menyaksikan jabatan negara dipakai hanya untuk pamer kemewahan dan eksistensi diri, meninggalkan harapan dan jeritan rakyat yang lemah miskin.

    “Fungsi-fungsi utama lembaga negara  dalam banyak kasus hanya dipakai demi kepentingan pribadi dan golongan. Rakyat kebanyakan tetap terpinggirkan dan hak-hak dasar mereka sebagai warga negara terabaikan dalam kebijakan negara,” tukas Roy.

    Karena itu, mengambil posisi dan peran ini, pihaknya ingin menjawab mengapa harus kembali terlibat.  Proses politik lewat pemilu bukan sekedar memilih wakil rakyat dan memilih pemimpin negara/daerah, tetapi lebih dari itu untuk menghindari orang-orang rakus dan jahat berkuasa.

    “Jika orang-orang baik diam dan tidak terlibat, orang jahat yang terorganisir yang akan memimpin negara,” tutup Roy.

  • Institut Leimena dan Sekolah-sekolah Kristen Latih Guru Pemahaman Literasi Keagamaan Lintas Budaya

    Institut Leimena dan Sekolah-sekolah Kristen Latih Guru Pemahaman Literasi Keagamaan Lintas Budaya

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Institut Leimena bersama Sekolah Kristen IPEKA, Sekolah Kristen Gloria, dan Sekolah Kristen Tritunggal mengadakan pelatihan internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) kepada 170 guru dari ketiga sekolah tersebut. Pelatihan yang digelar secara daring pada 27 Februari – 3 Maret 2023 bertujuan membangun pemahaman dan sikap untuk berelasi di tengah masyarakat multireligius, serta mendorong kolaborasi untuk kebaikan bersama.

    Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, mengatakan kelas pengenalan LKLB minggu ini merupakan kelas Angkatan ke-27 sejak Institut Leimena meluncurkan program LKLB pada Oktober 2021. Jumlah alumni pelatihan daring LKLB sejauh ini sudah mencapai setidaknya 3.300 guru/penyuluh agama dari 34 provinsi di Indonesia.

    “Kelas kali ini adalah yang pertama kali untuk guru-guru sekolah Kristen karena 26 kelas sebelumnya diperuntukkan bagi guru-guru madrasah, pesantren, dan penyuluh agama Islam,” kata Matius saat sesi pembukaan, Senin (27/2/2023).

    Matius menjelaskan LKLB adalah kerangka sederhana untuk mengembangkan kompetensi dalam berelasi dengan orang lain yang berbeda agama. LKLB menekankan pentingnya kita memahami diri sendiri termasuk agama dan nilai-nilai yang memandu keterlibatan kita dengan orang lain (kompetensi pribadi).

    Selain itu, bagaimana kita memahami orang lain sebagaimana dia memahami dirinya sendiri termasuk agama dan nilai-nilai yang memandu keterlibatan mereka dengan kita (kompetensi komparatif) dan memahami konteks potensi kolaborasi antara aktor-aktor yang berbeda keyakinan (kompetensi kolaboratif).

    “Agar pendekatannya lebih praktis dengan contoh, maka program ini melibatkan para narasumber dari tiga agama Abrahamik yaitu Kristen, Islam, dan Yudaisme yang memang memiliki banyak persamaan sekaligus perbedaan mendasar. Tidak jarang konflik besar justru terjadi diantara mereka, sehingga agama-agama Abrahamik dapat menjadi contoh yang baik untuk mengenal pendekatan LKLB,” kata Matius.

    Menurut Matius, tantangan hidup dalam keberagaman tidak hanya dihadapi oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga berbagai negara pada umumnya. Itu sebabnya, konsep LKLB semakin penting khususnya di Indonesia sebagai bangsa berpenduduk sangat besar dan religius dengan berbagai agama dan kepercayaan.

    Matius mengatakan hal yang terdengar sederhana seperti bekerja sama dengan orang berbeda agama ternyata tidak selalu mudah dilaksanakan. Seringkali ada kecurigaan karena agama begitu penting bagi seseorang, serta kadang ada yang merasa bahwa jika agama berbeda maka sulit untuk saling percaya untuk melakukan hal penting bersama-sama.

    Matius menyadari kemampuan bekerja sama dengan orang berbeda agama tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan harus terus menerus diupayakan dan dilatih dengan sikap rendah hati.

    “Program kali ini boleh dikatakan istimewa bagi saya, karena memang sejak lama kami di Institut Leimena dan saya pribadi berupaya memikirkan bagaimana umat Kristen dapat terus terlibat secara aktif dan setara sebagai warga negara dalam membangun bangsa dan negara ini,” ujarnya.

    Bukan Kompromi Iman
    Direktur Utama Sekolah Kristen IPEKA, Pdt. Handojo, berharap pelatihan pengenalan LKLB bisa memfasilitasi guru-guru Kristen untuk memahami berbagai agama, sehingga dapat mengembangkan dan mengajarkan sikap toleransi yang tepat kepada peserta didik. Handojo menyebut semua golongan agama memiliki orang yang bersikap toleran maupun radikal, sehingga LKLB dibutuhkan untuk menjaga NKRI.

    “Ini (LKLB) menjadi suatu yang penting karena mau tidak mau kita melihat negara kita pluralisme secara empiris, sehingga kita perlu mengembangkan diri untuk pluralisme yang dihargai dalam kehidupan bersama di Indonesia,” kata Pdt. Handojo.

    Handojo menegaskan sikap toleransi bukan berarti kompromi iman. Di sisi lain, Amanat Agung sebagai amanat pemuridan, berjalan beriringan dengan toleransi karena tidak dilakukan berdasarkan paksaan tetapi kesadaran akan kasih dan kebaikan Tuhan. Tuhan Yesus dan para murid juga memberikan teladan sikap toleransi dengan memandang orang lain tanpa merendahkan.

    “Ini menjadi dasar ketika kita hidup dengan orang lain. Apa pun agama dan latar belakang seseorang, kita harus menganggap mereka seorang yang harus dihargai,” kata Pdt. Handojo.

    Koordinator Umum Yayasan Pendidikan Kristen Gloria, Yana Poedjianto, mengatakan sekolah-sekolah Kristen terpanggil untuk mendidik generasi muda menjadi garam dan terang dunia.

    “Di tengah keterbatasan kita, kadang kita menjadi salah mengerti agama lain, bahkan was-was sehingga kita membutuhkan program ini untuk belajar. Kita rindu diberikan pencerahan supaya kita dan anak-anak didik kita diperlengkapi hidup di tengah masyarakat majemuk,” kata Yana.

    Kepala Sekolah SMA Kristen Tritunggal, Semarang, Liem Rachel Octavia Christina, mengajak rekan-rekan guru memanfaatkan kesempatan pelatihan LKLB untuk mendapatkan wawasan baru sebagai bekal untuk kehidupan Indonesia yang beragam. “Kita tidak bisa menuntut atau berharap lingkungan kita selalu sama atau homogen. Justru ketika Tuhan mengizinkan kita berada dalam lingkungan beragam maka di situlah kesempatan kita lebih lagi membagikan kasih Kristus dan menjadi teladan,” kata Rachel.

    Kelas pelatihan LKLB untuk guru Kristen ini menghadirkan narasumber antara lain Pdt. Ferry Mamahit (Dosen STT Seminari Alkitab Asia Tenggara), Prof. Alwi Shihab (Senior Fellow Institut Leimena), Prof Amin Abdullah (Guru Besar Filsafat UIN Sunan Kalijaga), Dr. Chris Seiple (Senior Fellow University of Washington), Rabi David Rosen (Direktur Internasional untuk Hubungan Antar Agama American Jewish Committee), dan Yosie Pauline Modo (Direktur Pelaksana Sekolah Kristen Kalam Kudus, Dumai). (IL/Chr)