Blog

  • MARS PEWARNA WARNAI RAKERNAS III 2017 DI BOGOR

    MARS PEWARNA WARNAI RAKERNAS III 2017 DI BOGOR

    BOGOR, WARTANASRANI.COM – Rapat Kerja Nasional III para pewarta yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA ID) selama tiga hari, 25 – 27 Agustus 2017, telah berakhir. Mulai dari poin-poin rekomendasi program kerja dari Pewarna Daerah kepada Pewarna Pusat sampai penentuan pelaksana Rakernas tahun esok, menjadi capaian sukses Rakernas Pewarna tahun ini. Selain itu, ada hal menarik dan menjadi sejarah bagi Pewarna Id dalam Rakernas kali ini, yaitu dinyanyikannya Mars Pewarna untuk pertama kali.

    Bertempat di ruang pertemuan Lt. 3 Lodge Safari Hotel, Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat, tepatnya pukul 23.30 WIB, sabtu (26/8/2017), selesai pleno yang membahas program kerja DPP Pewarna dan rekomendasi Pewarna Daerah, oleh usulan peserta Rakernas, Mars Pewarna yang sempat disinggung oleh Sekjen DPP Pewarna, Argo Pandoyo, saat menyampaikan capaian program DPP, akhirnya dinyanyikan dengan penuh semangat.

    Berikut lirik lengkap mars Pewarna yang diciptakan oleh salah satu pengurus DPP yang membidangi Kerohanian.

    Penuhi panggilan mulia, Pewarna Indonesia

    Hadir di negeri tercinta, Pewarna Indonesia

    Dengan semangat Pancasila, Berkarya nyata

    Satukan s’gala perbedaan, Wartakan kebenaran

    Bersama kita berkarya, Semaikan kedamaian

    Bersama tetap berkarya, Kasih Kristus pedomanmu

    Bersama terus berkarya nyata, Pewarna Indonesia

    Pewarta Pewarna Indonesia

    Penggubah mars Pewarna mengakui lirik di atas yang berisi semangat, komitmen dan harapan, dimaksudkan untuk memotivasi pewarta Pewarna dalam bekerja dan menghasilkan karya terbaik dibidang jurnalistik sebagai bentuk pelayanannya yang mulia. Selain itu, Ia mengatakan untuk menjadikan Pewarna lebih jaya, selain kerja keras, karsa dan karya, juga dibutuhkan kejujuran dan integritas berdasarkan Kasih Kristus sebagai pedoman iman Nasrani.

    “Mars Pewarna ini sebenarnya sudah lama dikerjakan namun mengalami beberapa kali perubahan dalam liriknya. Dengan dinyanyikan dalam Rakernas, juga melihat sambutan positif peserta, harapan saya, mars pewarna ini dapat disahkan oleh DPP Pewarna, sehingga menjadi lagu wajib dalam kegiatan-kegiatan Pewarna kedepan,” pungkas si-pencipta mars Pewarna penuh harap.

  • SUKSES RAKERNAS III, BAWA PEWARNA ID KE ISTANA NEGARA

    SUKSES RAKERNAS III, BAWA PEWARNA ID KE ISTANA NEGARA

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Sukses gelar Rakernas ke-3 baik seremoni pembukaannya di gedung MDC, Wisma 76, Slipi, Jakarta, jumat (25/8/2017) maupun rapat kerja selama 2 hari di Safari Lodge, Taman Safari Indonesia, Cisarua, Puncak, sabtu dan minggu, 26 sampai 27 Agustus 2017, hari ini (28/8/2017), Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Id) diterima Eko Sulistyo, Deputi IV Kantor Staf Presiden Republik Indonesia di Bina Graha, Kompleks Istana Negara.

    Dalam pertemuan yang berlangsung cair dan penuh keakraban ini, Eko Sulistyo menyinggung soal terbongkarnya industri hoaks kelompok Saracen yang kiranya  menjadi pelajaran penting agar bangsa ini dapat lebih dewasa menyikapi banjir informasi terutama di dunia digital.

    “Saracen ini kasus kecil tapi mengerikan, kalau tak ditangani serius bisa membahayakan nilai-nilai persatuan,” kata Eko. Ia mencontohkan, pertikaian antara suku Tutsi dan Hutu di Rwanda pun dipicu melalui berita hoaks, yang persebarannya dilakukan melalui radio. Bukan tidak mungkin, menjelang momentum politik Pilkada serentak 2018 dan Pemilu Raya 2019, kabar-kabar bohong dan fitnah akan kembali bertebaran. Untuk itu, informasi palsu alias hoax harus dilawan dengan berita-berita positif yang mencerdaskan dan menginspirasi masyarakat.

    Eko menegaskan, pemerintah memiliki kewenangan menindak pembuat dan penyebar berita yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Ia memaparkan, Article 19 The International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) memang memberikan ruang kebebasan berekspresi. ”Tapi, jangan lupa, Artikel 20 pada Perjanjian Hak Sipil dan Politik itu mengatur sanksi bagi penyebar hasutan dan kebencian,” tegasnya.

    Untuk itulah, Eko berharap agar jurnalis memegang mandat sosial menjaga persatuan bangsa. “Tetap boleh kritis pada pemerintah, tapi tugas utamanya menjaga agar Indonesia tak terpecah,” ungkapnya.

    Ketua Umum Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono menguraikan, organisasi profesi ini berdiri pada 10 Januari 2013 dan memiliki 12 dewan pimpinan daerah. “Kami sepakat menemani pemerintah baik di pusat maupun daerah untuk menjaga kegairahan berkebangsaan yang berke-Bhineka Tunggal Ika-an, Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai kehidupan di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Yusuf didampingi Ketua Panitia Rakernas, Hotman J. Lumban Gaol.

    Pewarna berharap dapat bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga komitmen luhur berkebangsaan di negeri ini, demi menjaga keberagaman Indonesia. “Kami akan menggelar serangkaian pelatihan jurnalistik dan literasi cerdas berinternet di berbagai daerah,” paparnya.

    Pada bagian akhir pertemuan, Eko Sulistyo, Deputi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, menyerahkan dua buah buku kepada Ketua Umum Pewarna, Yusuf Mujiono, dan berfoto bersama pewarta pewarna yang hadir. (RSO)

  • LEBARKAN SAYAP PELAYANAN, MARIA SHANDI LAUNCHING  MS FRIENDS

    LEBARKAN SAYAP PELAYANAN, MARIA SHANDI LAUNCHING MS FRIENDS

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM  – Berawal dari pelayanan ke berbagai daerah, membawa artis rohani Maria Shandi akhirnya mengorbitkan komunitas online MS Friend dengan menggunakan aplikasi Line@msfriends. MS Friend adalah komunitas online yang dibentuk olehnya untuk berbagi hidup dan kebenaran Firman Tuhan.

    “Pemicu terbentuknya MS Friend adalah ketika saya keliling melayani di berbagai tempat, saya menemukan ada banyak orang yang ingin hidup benar tapi terbatas oleh pengetahuan Firman Tuhan. Keterbatasan tersebut bisa disebabkan karena jarak tempat tinggal yang jauhatau keterbatasan waktu untuk belajar Firman Tuhan. Ada juga yang ingin bertanya/ konseling tentang masalah hidupnya tapi tidak tahu harus cerita ke siapa sehingga beresiko mengambil keputusan yang salah dan berdampak pada masa depannya. Melalui MS Friend, saya ingin membangun komunitas online untuk berbagi hidup dan kebenaran Firman Tuhan yang tidak dibatasi oleh jarak dan waktu,” kata Maria Shandi di gedung MDC, Wisma 76, Slipi, Jakarta, Jumat (25/08/2017).

    Menjawab pertanyaan soal fasilitas apa saja yang didapatkan dari MS Friend, Maria dengan lugas  menjelaskan bahwa setiap anggota MS Friend akan mendapatkan renungan harian yang akan dikirimkan ke LINE mereka setiap pagi. “Mereka akan dikirimi renungan harian firman Tuhan setiap harinya. Selain itu, mereka juga bisa bertanya/ konseling melalui LINE tersebut. Mereka juga akan video live bersama saya untuk berbagi pengalaman hidup dan kebenaran Firman Tuhan. Saya juga akan bertemu dan ngobrol langsung dengan mereka dalam gathering MS Friend di kota- kota mereka, jelas Maria.

    Ditambahkannya pula, bahwa Komunitas MS Friend dibentuk dengan tujuan agar bisa bertumbuh bersama dalam kebenaran Firman Tuhan serta menghidupinya dalam kehidupan sehari – hari sehingga hidup bisa berdampak dan menyenangkan Tuhan.

    Menurut Maria Shandi, keinginannya untuk berbagi firman Tuhan tanpa dibatasi ruang dan waktu kepada sesama sebagai bentuk kerinduan pelayanannya untuk menjangkau banyak jiwa yang terselamatkan dari jurang maut ke kehidupan kekal di surga.

    Diibaratkan dua buah tali yang tersambung, yang satu pendek dan yang satunya sangat panjang, bahkan tak berujung, begitulah Maria mengibaratkan keberadaan hidup manusia yang hanya sebentar saja (pendek) di dunia tetapi akan sangat panjang pada kehidupan kekal di akhirat. “Yang saya kejar dan kerjakan saat ini bukan hanya pelayanan lewat nyanyian pujian tetapi sudah pada bagaimana saya dan orang lain yang saya layani untuk siap ke kehidupan kekal di surga,” ungkapnya.

    Adapun alasan msfriends menggunakan aplikasi ‘Line’, menurut dia karena dapat menjangkau banyak orang menjadi anggotanya, bisa sekaligus mensheare vidio dan foto sekaligus dan terutama, aplikasi tersebut banyak digunakan oleh mereka-mereka yang berada di daerah-daerah. “Kalau di kota besar memang banyak yang memakai Whatsapp (WA) tapi kalau di daerah, banyak yang menggunakan aplikasi line,” tuturnya.

    Namun demikian, lanjut Maria Shandi, kedepan tidak menutup kemungkinan msfriends juga menggunakan aplikasi WA atau lainnya untuk menjangkau banyak lagi jiwa yang haus akan kebenaran dan firman Tuhan. Selain itu, dia juga akan melakukan berbagai inovasi dan kreativitas guna misi pelayanannya menyelamatkan mereka yang tersesat, yang membutuhkan bantuan bimbingan makanan rohani, jadi tidak sekedar pelayanan pujian sebagai artis penyanyi rohani.

    Pada bagian akhir, Maria menjelaskan bahwa MS Friend terbuka untuk semua kalangan dan gratis.  “MS Friend itu terbuka untuk semua dan gratis. Untuk daftar MS Friend, Add LINE @msfriend (pakai @), setelah di add, maka akan otomatis tergabung sebagai anggota MS Friend,” jelas Maria mengakhiri konfrensi pers. (RSO)

  • 2 Pengacara Senior Beri Literasi Hukum di Rakernas Pewarna ID Soal Tantangan Pers

    2 Pengacara Senior Beri Literasi Hukum di Rakernas Pewarna ID Soal Tantangan Pers

    BOGOR, WARTANASRANI.COM – Bertempat di Safari Lodge Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna ID), menghadirkan 2 pengacara senior untuk memberi literasi hukum soal tantangan dunia Pers ke depan di era teknologi digital dan pemberitaan, sabtu (26/08/2017).

    Dalam pembekalan literasi hukum sebelum dimulainya rapat kerja, pengacara kondang Jhon S.E Panggabean, S.H, M.H., berbagi cerita tentang pengalamannya dalam menangani berbagai kasus di Pengadilan dimana pers atau wartawan kerap menjadi mitra kerjanya dalam hal sebagai media untuk mengungkapkan kebenaran.

    “Saya akrab, kenal banyak dengan beberapa wartawan. Bahkan saya sudah lama dan hingga kini terlibat dalam industri pers, dari sebagai penasehat hukum hingga beberapa kali mempunyai media pers sendiri,” ungkap Jhon yang juga sebagai Dewan Penasehat DPP Pewarna ID ini.

    Dikatakan ayah dari artis penyanyi rohani Clara Panggabean ini, profesi advokat memiliki kesamaan dengan wartawan, yakni, seringnya menerima teror dan ancaman juga godaan.

    “Asal ada data yang benar dan valid, misalnya berupa rekaman, kita tidak perlu takut. Jangan takut menyatakan kebenaran dan jangan gampang tergoda oleh materi dari oknum yang ingin membeli berita kita,” imbaunya.

    Dalam kesempatannya Jhon juga mengingtakan para wartawan selalu memberitakan pemberitaan yang berimbang dan yang mencerahkan. “Jika berita yang akan ditulis itu berupa kasus yang membutuhkan klarifikasi harus dilakukan karena jika tidak bisa diperkarakan hukum. Yang terpenting, buatlah karya berita yang bisa memberi pencerahan, edukasi kepada masyarakat,” tuturnya mengingatkan.

    Terkait UU ITE KUHP yang kerap menjerat wartawan, Jhon meminta agar media, khususnya media online, selain berhati-hati membuat berita juga mempunyai ijin resmi secara hukum sebagai media pemberitaan. “Saya siap memberi pembelaan bagi teman-teman yang mengalami masalah hukum,” ujar dia.

    Menurut Jhon, dari pengalamannya, profesi sebagai wartawan cukup ditakuti oleh aparat hukum. Namun demikian dia kembali mengimbau agar wartawan memaknai stigma tersebut untuk mencari keuntungan pribadi atau bersikap seenaknya. “Saya mengalami dimana ada hakim jadi berani mengambil keputusan karena ada dukungan wartawan. Begitu juga dengan kebijakan pemerintah bisa berubah karena kencangnya suara dari media,” ungkapnya.

    Terkait organisasi Pewarna ID, Jhon mengimbau agar selalu kompak dan jangan ada yang memiliki ambisi saat organisasi besar. “Jangan sampai Pewarna terpecah-pecah dengan timbul organisasi baru yang sejenis bahkan sama. Jangan seperti  organisasi advokat Peradi saat ini yang terpecah 3 dengan nama yang sama dan saling klaim sebagai Peradi yang sah yang pada akhirnya gaung organisasi tersebut tenggelam,” ungkap Jhon yang mengaku sudah aktif di organisasi advokat sejak usia muda.

    Sementara itu, advokat senior Jamada Girsang dalam kesempatannya memaparkan soal kelengkapan legalitas hukum yang harus dipenuhi insan pers serta persoalan-persoalan hukum yang kerap menimpa pelaku pers. Sama seperti Jhon, Jamada juga bersedia membantu pendampingan kepada wartawan yang tergabung di Pewarna ID yang terkena masalah hukum.

    “Silahkan juga berkonsultasi hukum dengan saya terkaitpersoalan hukum lainnya,” kata Jamada yang juga Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pewarna ID.

    Dalam paparannya Jamada juga memberikan tentang pengertian dan prinsip-prinsip dalam hukum. Kembali soal pendampingan hukum kepada rekan-rekan wartawan yang tergabung dalam Pewarna di daerah, dia siap membantu meski tidak mempunyai kantor perwakilan advokasi di daerah tersebut.

    “Konsultasi khan bisa lewat telepon, WA atau email. Kami (LBH Pewarna) siap membantu,” katanya sambil menulis nomor Handphone di papan tulis. (ARP)

  • MURFATI LIDIANTO LIE, TERIMA PENGHARGAAN SAHABAT PEWARNA 2017

    MURFATI LIDIANTO LIE, TERIMA PENGHARGAAN SAHABAT PEWARNA 2017

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna ID) menganugerahi Murfati Lidianto Lie, SE., sebagai Sahabat Pewarna. Menurut Ketua Panitia Rakernas III Pewarna Indonesia, Hotman J. Lumban Gaol, ada beberapa penilaian mengapa lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Jayabaya ini terpilih menjadi salah satu penerima penghargaan kategori “Sahabat Pewarna” dalam pembukaan Rakernas

     “Kontribusi positif dalam berbagai kegiatan gerejani oleh Ibu Murfati, bertemu sapa dengan pemimpin gereja maupun warga gereja yang  tidak pernah hilang sejak pencalegan tahun 2014, dan keaktifan dalam kegiatan sosial dengan LSM maupun lembaga Gereja, menjadi penilaian tersendiri dan membuat Panitia Rakernas, DPD Pewarna Jawa Barat dan DPP Pewarna menetapkan Ibu Murfati Lidianto Lie, SE sebagai penerima penghargaan “SAHABAT PEWARNA”, pungkas Hotman meyakinkan.

    “Yang memilih bukan kita tetapi para juri yang terdiri dari dua unsur aras gereja, ormas kristen dan penasehat Pewarna”, kata Yusuf Mudjiono dalam sambutannya sebelum penyerahan plakat penghargaan kepada figur-figur yang terpilih di MDC Hall, Wisma 76, Slipi, Jakarta, Jumat (25/08/2017).

    Penyerahan penghargaan dalam bentuk plakat tersebut diserahkan langsung oleh ketua Pewarna Indonesia kepada Anggota Dewan Kota Bekasi ini. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk menjalankan tugas lebih baik lagi, lebih maksimal, sebagai anggota dewan Kota Bekasi”, ungkap aktifis Gereja Katolik Santo Albertus Harapan Indah ini singkat.

    Lebih jauh lagi, Murfati memberi apresiasi atas penyelenggaraan Rakernas III Pewarna khususnya penghargaan Apresiasi Warna Indonesia 2017. “Saya bangga dengan penyelenggaraan penghargaan Apresiasi Warna Indonesia (AWI) 2017 ini. Walaupun baru pertama kali dilaksanakan namun dapat dikatakan sukses”, terang Murfati.

    Sementara itu, dari pantauan redaksi Warta Nasrani, selain Murfati ada 23 tokoh lain yang menerima Apresiasi Warna Indonesia (AWI) 2017. Diantaranya Prof. Dr. Franz Magnis Suseno, SJ. Tokoh Katolik yang juga dikenal sebagai seorang Direktur Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara dan sebagai seorang pastur ini, mendapat penghargaan kategori “Hubungan Lintas Agama”. Ada juga Dr. H. Rahmat Effendi, Walikota Bekasi ini mendapat penghargaan sebagai Birokrat Toleran. Nama-nama lain yang menerima penghargaan AWI 2017; James Tjahaya Riady, Pdt. Dr. Bambang Widjaja, Putra Nababan, Sabam Sirait, Victor Hutabarat, Sahat Sinurat, Saor Siagian dan BPH GBI.

    Dari kategori khusus, untuk Sahabat Keberagaman diberikan kepada GP Ansor. Sedangkan untuk kategori Sahabat Pewarna diberikan kepada beberapa tokoh antara lain, Jeffry Tambayong, Rekson Sitorus, SH., Rocky Wowor, Soleman Matippana, Maria Shandi, Pdt. Suyapto Tandiyawasesa, Christovorus Deky Palinggi dan Arseto Pariadji. (RSO)

  • PEMBERIAN APRESIASI WARNA INDONESIA 2017, WARNAI RAKERNAS III PEWARNA DI JAKARTA

    PEMBERIAN APRESIASI WARNA INDONESIA 2017, WARNAI RAKERNAS III PEWARNA DI JAKARTA

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Dalam rangka memotivasi warga khususnya warga gereja untuk terus menjadi Garam dan Terang bagi dunia, juga dalam rangka untuk terus mengingatkan akan pentingnya ajaran Tuhan Yesus Kristus tentang pelayanan diantara manusia di tengah bangsa dan negara, maka Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA ID) dalam Rakernas III kali ini, mempersembahkan Apresiasi Warna Indonesia 2017 dengan 12 kategori.

    Apresiasi Warna Indonesia (AWI 2017), diberikan kepada individu profesional Nasrani, aktifis sosial lintas iman, institusi pemerintah dan lembaga keumatan. “Kami membuat kriteria penilaian dengan aspek komitmen, konsistensi pelaksanaan nyata di lapangan dan dampak dari yang dikerjakan”, pungkas Hotman J. Lumban Gaol, Ketua Panitia Pelaksana Rakernas.

    Menurut Hotman, dari 12 kategori Apresiasi Warna Indonesia, terdapat 2 kategori khusus. “Dari 12 kategori AWI 2017, ada 2 kategori khusus dipilih oleh Pewarna Indonesia, yakni Sahabat Pewarna dan Sahabat Keberagaman.

    Lebih jauh, Hotman menambahkan bahwa dalam menentukan tokoh-tokoh yang menerima apresiasi, DPP Pewarna Indonesia bersama panitia Rakernas memiliki mekanisme penilaian tersendiri sehingga obyektif.

    “Ada beberapa mekanisme yang dibuat sehingga obyektif. Pertama, pemilihan nominator yang digodok bersama tim pewarna. Kedua, penyaringan nama dilakukan atas kerjasama Pewarna dan Lembaga-Lembaga Aras Gereja. Ketiga, penentuan penerima Apresiasi Warna Indonesia oleh tim juri yang terdiri dari unsur-unsur aras gereja dan dewan penasehat Pewarna Indonesia. Jadi soal penilaian, kami mencoba obyektif”, jelas Hotman.

    Rasa syukur dan ucapan terima kasih terucap dari Hotman J. Lumban Gaol saat memberi sambutan. “Terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak sehingga pelaksanaan pembukaan Rakernas khususnya pemberian Apresiasi Warna Indonesia 2017 yang baru pertama kali diselenggarakan DPP Pewarna dapat terlaksana dengan baik”, ungkap pemimpin redaksi Tabloid Agape ini penuh syukur.

    Sementara itu, dari pantauan redaksi Warta Nasrani, ada 24 tokoh yang menerima Apresiasi Warna Indonesia (AWI) 2017. Diantaranya Prof. Dr. Franz Magnis Suseno, SJ. Tokoh Katolik yang juga dikenal sebagai seorang Direktur Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara dan sebagai seorang pastur ini, mendapat penghargaan kategori “Hubungan Lintas Agama”. Ada juga Dr. H. Rahmat Effendi, Walikota Bekasi ini mendapat penghargaan sebagai Birokrat Toleran. Nama-nama lain yang menerima penghargaan AWI 2017; James Tjahaya Riady, Pdt. Dr. Bambang Widjaja, Putra Nababan, Sabam Sirait, Victor Hutabarat, Sahat Sinurat, Saor Siagian dan BPH GBI.

    Dari kategori khusus, untuk Sahabat Keberagaman diberikan kepada GP Ansor. Sedangkan untuk kategori Sahabat Pewarna diberikan kepada beberapa tokoh antara lain Anggota Dewan Kota Bekasi Murfati Lidianto Lie, SE., Jeffry Tambayong, Rekson Sitorus, SH., Rocky Wowor, Soleman Matippana, Maria Shandi, Pdt. Suyapto Tandiyawasesa, Christovorus Deky Palinggi dan Arseto Pariadji. (RSO)

  • IBADAH SYUKUR AWALI  PERKULIAHAN SEMESTER GASAL STT TAMAN FIRDAUS JAKARTA

    IBADAH SYUKUR AWALI PERKULIAHAN SEMESTER GASAL STT TAMAN FIRDAUS JAKARTA

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Mengawali Semester Gasal Tahun Ajaran 2017/2018, Sekolah Tinggi Teologi (STT) Taman Firdaus, Tebet, Jakarta, melaksanakan Ibadah Pembukaan Semester, jumat (18/08/2017). Acara yang diikuti oleh seluruh mahasiswa, Staff dosen, yayasan bahkan jemaat GBP Taman Firdaus ini, dipimpin langsung oleh Ketua STT-TF, Pdt. DR. Andy Lukman Jonathan, M.Th.

    Berdiri sejak 11 Agustus 2014, STT Taman Firdaus memiliki visi menjangkau 434 kabupaten kota dengan misi, mempersiapkan dan memperlengkapi mahasiswa menjadi sumber daya manusia yang handal dan bermartabat dengan menyediakan tenaga pengajar yang berkarakter Kristus dan profesional.

    Memiliki sarana dan prasarana yang mumpuni, antara lain; gedung milik sendiri, ruang kuliah ber-AC, ruang auditorium full AC, Perpustakaan, Lab. Komputer, Studio Rekaman, tempat Gym (fitness), Villa untuk kegiatan retret, dan asrama, STT Taman Firdaus Jakarta menjadi salah satu Perguruan Tinggi PTA Kristen Swasta di Indonesia, yang siap untuk melatih dan mempersiapkan mahasiswa/i-nya sebagai hamba Tuhan yang berjiwa pelayan, yang berpikir oikumenis dan kontekstual, kompetitif serta responsif terhadap panggilan pelayanan sesuai Amanat Agung (Matius 28:19-20).

    Saat ini, STT-TF yang bersifat interdenominasi, selain menerima mahasiswa/i baru, juga menerima mahasiswa/i pindahan. Sesuai dengan Ijin Penyelenggaraannya, STT-TF membuka Program Strata 1, Prodi Teologi Kependetaan dengan nomor SK PT DJ.III/Kep/HK.00.5/123/2016 dan Prodi Pendidikan Agama Kristen dengan nomor SK PT DJ.III/Kep/HK.00.5/124/2016.

    Pada awal semester gasal ini, selain menyediakan program beasiswa bersyarat, STT-TF juga menyediakan besasiswa 100 persen, untuk 10 pendaftar pertama. Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut persyaratan dan ketentuan menjadi mahasiswa/i di STT-TF, dapat menghubungi sekretariat kampus yang beralamat di Jalan Tebet Raya No. 15, Tebet, Jakarta Selatan atau menghubungi Nomor Telepon/HP: 021-83702964 dan 021-83702869 (Sekretariat), 081288116117 (Gabe Simatupang), 081283045995 (Ronald Onibala), 08123628286 (Jacob Messakh), dan 085286503260 (Reyanhard Malau).

    Lebih jauh, Berikut Daftar Pengurus STT-TF, Dosen Tetap dan Dosen Tidak Tetap.

    Ketua/Rektor: Pdt. Dr. Andy Lukman Jonathan, M.Th

    Waket I Bidang Akademik: Pdt. Jacob Messakh, M.Pd.K

    Waket II Bidang Administrasi Keuangan dan SDM: Pdt. Ronald Stevly Onibala, S.Th., M.Pd.K

    Waket III Bidang Kemahasiswaan: Reynhard Malau, M.Th

    Ketua Prodi Teologi: Pdt. Agus Triyanto, M.Th

    Ketua Prodi PAK: Pdt, Darawin Sihombing, M.Pd.K

    Lembaga Penjamin Mutu: Dr. (c) Zuniasa Masara, M.Th

    Kepala Bagian TU: Lamsaida Silaban, S.Ak., M.Ak (c)

    Kepala Perpustakaan: Meida Kristiani Simorangkir

    Dosen Tetap STT-TF: Pdt. Dr. Andy Lukman Jonathan, M.Th., Dr. (c) Zuniasa Masara, M.Th., Pdt. Jacob Messakh, M.Pd.K., Pdt. Ronald Stevly Onibala, S.Th., M.Pd.K., Pdt. Gabe Simatupang, S.Th., M.Th(c)., Reynhard Malau, M.Th., Pdt. Agus Triyanto, M.Th., Pdt. Darwin Sihombing, M.Pd.K., Pdt. Johni Mamentu, M.Pd.K., Pdt. Mahipal, M.Pd.K., Pdt. Natanael Domu Tipa, S.Th., Lamsaida Silaban, S.Ak., M.Ak(c)

    Dosen Tidak Tetap STT-TF: Dr. (c) Heyron Bernard Mabuik, M.Pd.K., MM., Dr. Yustus Adipati, S.Psi., M.Pd.K., M.Th., Dr. A. Dan Kia, M.Th., Dr. (c) Drs. Sunarno SA. SE., ST., SIP., SAP., S.Sos., M.Si., Odjahan Hutabarat, S.Th., MM., Pdt. Samuel Sampe, M.Pd.K., Josepus Mulik, M.Pd.K., Nurhaida Napitupulu, S.Kom., M.Th., Pdt. Suriani, M.Pd., Simon Sabah, M.Pd.K.

    Selain membuka Kelas Reguler dengan waktu perkuliahan setiap hari senin sampai sabtu, pukul 08.00-14.40 Wib, STT-TF juga membuka Kelas Intensif dengan waktu perkuliahan setiap hari sabtu, pukul 08.00-16.00 Wib dan Kelas Eksekutif dengan waktu perkuliahan setiap hari sabtu. Pukul 18.00-20.30 Wib. (RSO)

  • CATATAN KECIL DARI BAKSOS PEWARNA DI GKP TAMIYANG INDRAMAYU

    CATATAN KECIL DARI BAKSOS PEWARNA DI GKP TAMIYANG INDRAMAYU

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Sebuah acara yang sukses tentu tak lepas dari kekompakkan dan kerja keras panitia, baik dalam segi perencanaan maupun pelaksanaan. Hal inilah yang terlihat pada pewarta pewarna yang melaksanakan Bakti Sosial Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna) ke GKP Jemaat Tamiyang, Indramayu, kamis (17/08/2017).

    Tiada kenal kata lelah, panitia bahu membahu memberikan kerja maksimal untuk sebuah hasil yang maksimal, yaitu, kunjungan karya kasih dengan visi mulia yang tertuang dalam spanduk acara “Bingkai Karya dengan Warna”, benar-benar tercapai.

    Tak dipungkiri, riak-riak kecil dan kerikil-kerikil tajam yang menghalangi langkah kaki para pejuang pewarna dalam aksi penuh kasih ini, tak bisa dihindari. Namun rupanya, hal ini tidak membuat panitia pelaksana patah arang dan mundur seribu langkah. Semangat mereka tak pudar. Patah satu tumbuh seribu, yah! Mungkin prinsip ini yang ada dalam hati panitia dibawah komando koordinator acara Bung Tenny M. Deen.

    Semangat, spirit, motivasi dan antusias yang ditunjukkan Hotman J. Lumban Gaol sang nakhoda dari kapal yang bernama Rakernas III Pewarna Indonesia 2017, menjadi suntikan penguat daya juang panitia, untuk tetap melangkah dan memberi kerja maksimal.

    Tak pelak, hasil maksimalpun diraih. Sambutan Pdt. Johanes Simanjuntak, S.Si, pendeta berdarah Batak, Sumatera Utara, juga harapan Pak Arya yang tampil mewakili majelis jemaat, serta tak ketinggalan, antusiasme jemaat yang hadir, memberi warna tentang suksesnya acara mulia yang menjadi rangkaian Rakernas III Pewarna Indonesia.

    Sukacita penuh terlihat diwajah para pejuang pewarna saat berpamitan untuk kembali pulang menekuni tugas dan tanggung jawab jurnalistik yang diembannya.

    Salut untuk kerja dan hasil maksimal panitia. Kata Alkitab, jerih lelahmu dalam pelayanan ini tidak akan sia-sia. Ada doa dan harapan dari hamba Tuhan dan Jemaat GKP Tamiyang, Indramayu, yang Tuhan Yesus dengar dari tempat yang maha tinggi. Aminkanlah berita baik dari Alkitab, bahwa kesetiaan dalam perkara kecil membawa kita pada perkara besar.

    Dari semua sukses kegiatan Pra Rakernas, tetaplah rendah hati dan selalu berserah pada Tuhan Yesus Kristus. Karena semua sukses ini adalah semata-mata kasih dan anugerah-NYA. Terus, jangan sampai panitia terlena dari sukses kecil Pra Rakernas, karena sukses besar, acara puncak Rakernas III pada tanggal 25-27 Agustus 2017, menanti didepan mata. “Jangan kita terlena dengan sukses kecil ini, siapkan diri kita untuk mengalami sukses besar pada acara puncak pewarna tahun 2017, yaitu Rakernas III”, pungkas Ketua Umum Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono, memberi semangat.

    Salut! Bravo! Pewarta Pewarna Indonesia. Imanuel! (RSO)

  • BAKSOS PEWARNA INDONESIA DI GKP JEMAAT TAMIYANG INDRAMAYU BERJALAN SUKSES

    BAKSOS PEWARNA INDONESIA DI GKP JEMAAT TAMIYANG INDRAMAYU BERJALAN SUKSES

    INDRAMAYU, WARTANASRANI.COM – Bakti Sosial DPP Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA ID) di Gereja Kristen Pasundan (GKP) jemaat Tamiyang, Kampung Rehobot, Kecamatan Jayamulya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis pagi (17/08/2017), berjalan sukses.

    Bertepatan dengan HUT Kemerdekaan ke-72 Negara Kesatuan Republik Indonesia, tak ayal Ibadah bernuansa nasionalisme mewarnai Baksos Pewarna kali ini. Selain menyumbangkan pujian dalam Ibadah Syukur Kemerdekaan, Pewarta Pewarna juga ikut ambil bagian dalam Upacara Bendera yang dilakukan dalam Gereja. Dengan suara lantang, Tenny M. Deen (Obor Pantekosta), membaca teks Pancasila diikuti jemaat yang hadir. Sementara itu, Audi Waworuntu (wartanasrani.com) membacakan teks Proklamasi dengan intonasi bak bung Karno. Tak kalah semangat, Ronald dari Reformata, tampil sebagai pembaca UUD 1945.

    Saat Ibadah, Ketua Majelis GKP jemaat Tamiyang, Pdt. Johanes Simanjuntak S.Si, dalam khotbahnya mengingatkan kepada semua yang hadir untuk mengisi kemerdekaan dengan sikap dan perbuatan yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

    “Mari kita isi kemerdekaan ini dengan sikap dan perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai Kristiani yang baik. Isi kemerdekaan dengan mengajar anak-anak kita dengan nilai-nilai yang baik, sehingga kita bisa menghargai perbedaan dan tidak ada lagi ujaran kebencian lewat medsos”, tegas Johanes Simanjuntak ini meyakinkan.

    Kehadiran pewarta Pewarna, mendapat perhatian khusus dari Pendeta berdarah Batak ini. ” Buatlah berita yg baik! Tampilkan berita yang baik sebagai sumbangsih kita untuk negara indonesia yg kita cintai”, ujarnya mengingatkan.

    Walaupun sederhana tapi tidak menghilangkan semangat dan nilai-nilai nasionalisme dalam acara yang baik ini. Rasa syukur yang tertuang dalam Ibadah dan sikap hormat saat menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya dan Hari Merdeka, terlihat pada jemaat GKP Tamiyang dan pewarta Pewarna yang hadir.

    Selain Ibadah dan Upacara, ngobrol santai, menjadi acara yang tak kalah menarik. Argo Pandoyo, Sekjen DPP Pewarna, dengan lugas dan penuh canda, menyampaikan tema Internet Sehat. Sedangkan Ketua Pelaksana Rakernas, Hotman J. Lumban Gaol, mencairkan suasana dengan gayanya yang khas, saat menyampaikan pentingnya budaya membaca.

    Hadiah langsung baik bagi yang bisa menjawab pertanyaan dari pembicara bahkan bagi yang bertanya pada kedua narasumber, membuat peserta begitu antusias mengikuti acara yang sudah disusun oleh Tenny M. Deen, koordinator baksos.

    Pemberian paket sembako menjadi puncak bakti sosial yang mengambil tema “Bingkai Karya dengan Warna”. Secara simbolis, Ketua DPP Pewarna, didampingi Sekjen, Waketum dan pengurus lainnya, menyerahkan paket sembako kepada 10 perwakilan GKP Jemaat Tamiyang yang tampil kedepan.

    Dalam sambutannya mewakili majelis jemaat, Bapak Arya, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pewarna yang telah meringankan langkah untuk mengunjungi jemaat GKP Tamiyang, Sukabumi. “Kami tahu betapa lelahnya bapak-bapak wartawan Pewarna yang tiba dini hari ke tempat kami ini. Oleh karena itu, atas nama jemaat, saya mengucapkan terima kasih atas kerelaannya mengunjungi kami. Saya berharap hubungan tidak sampai disini, tapi akan terus berlanjut”, ucap Wakil Majelis Jemaat ini. “Tuliskanlah dan beritakanlah yang baik tentang GKP jemaat Tamiyang, sehingga ada kepedulian dari berbagai pihak khususnya pemerintah buat kami”, ucapnya lagi penuh harap.

    Sementara itu, selain menyampaikan latar belakang pelaksanaan Baksos yang tidak bisa dipisahkan dengan acara besar Pewarna Id. tahun 2017, yaitu Rakernas III, kepada semua yang hadir dalam ruangan gereja yang telah berdiri sejak tahun 1913 ini, Ketua Umum Pewarna menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah bekerja maksimal , sembari mengingatkan bahwa acara puncak yaitu Rakernas masih perlu disiapkan dengan baik.

    “Terima kasih atas kerja keras panitia yang telah mempersiapkan dan melaksanakan acara ini dengan baik. Namun saya mengingatkan bahwa, acara puncak kita yang sesungguhnya, yaitu Rakernas III 2017, pada tanggal 25-27 Agustus 2017, masih ada didepan mata kita”, terang pemilik majalah Gaharu ini.

    Akhirnya, Pdt. Johanes Simanjuntak, S.Si., menutup seluruh rangkaian Bakti Sosial dengan doa, yang dilanjutkan dengan jamuan kasih bersama. (RSO)

  • RAPAT TERBATAS BAHAS KESIAPAN BAKTI SOSIAL DAN RAKERNAS PEWARNA 2017

    RAPAT TERBATAS BAHAS KESIAPAN BAKTI SOSIAL DAN RAKERNAS PEWARNA 2017

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Pengurus DPP Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) dan Panitia Rakernas berkumpul di Kantor Advokat & Pengacara Jhon SE Panggabean SH & Rekan, MTH Square, Lantai 3 Unit 5, JL Letjen MT Haryono, Jakarta Selatan, Selasa (15/08/2017).

    Rapat terbatas ini bertujuan untuk memantapkan kegiatan Pra-rakernas dan Rakernas Pewarna 2017. Tenny M. Deen, selaku koordinator Acara Baksos ke Indramayu dan Hotman J. Lumban Gaol, Ketua Panitia Rakernas Pewarna 2017, bergantian menyampaikan persiapan akhir dari kedua acara Pewarna tersebut.

    Dari progress report yang disampaikan, terlihat kesiapan panitia dilapangan hampir rampung, khususnya acara puncak Rakernas pada tanggal 25 – 27 Agustus 2017 nanti. Sementara itu untuk acara Bakti Sosial ke Indramayu pada tanggal 17 Agustus 2017, telah siap seratus persen.

    Respon positif dan antusiasme Panitia Rakernas Pewarna 2017, menjadi perhatian dari Ketua Umum DPP Pewarna yang hadir dalam rapat terbatas ini. Secara khusus, Yusuf Mujiono, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih untuk antusiasnya panitia rakernas yang hadir. Yusuf juga berharap agar kegiatan Bakti Sosial ke Indramayu yang merupakan kegiatan lanjutan Pra-Rakernas dapat berjalan dengan baik.

    “Saya berterima kasih atas kerja keras panitia dalam mempersiapkan acara Pra Rakernas dan Rakernas Pewarna. Saya juga berharap seluruh rangkaian acara yang telah disusun panitia, baik bakti sosial ke Indramayu maupun Rakernas berjalan dengan baik”, ujar Ketua Umum DPP Pewarna.

    Doa yang berisi harapan akan pertolongan dan berkat Tuhan dalam kedua acara besar, Pewarta Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia, menutup rapat terbatas ini. (RSO)