Blog

  • Presiden Meminta Pemangku Kepentingan Pastikan Natal dan Tahun Baru 2023 Aman dan Nyaman

    Presiden Meminta Pemangku Kepentingan Pastikan Natal dan Tahun Baru 2023 Aman dan Nyaman

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Presiden meminta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan suasana Natal dan Tahun Baru 2023 aman dan nyaman. Hal iini disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas Persiapan Natal dan Tahun Baru di Istana, Jakarta, Senin (19/12).

    Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi, diperkirakan 44 juta orang akan bepergian saat Nataru. Untuk itu, para pemangku kepentingan di berbagai sektor harus bersiap mengantisipasi gangguan dan masalah selama Nataru sehingga masyarakat tetap merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas.

    Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam konferensi pers setelah ratas menjelaskan, secara umum pemerintah sudah siap terutama kementerian dan lembaga yang berkaitan langsung dengan Nataru. Kesiapan dimaksud mulai dari lalu lintas, ketersediaan bahan pokok, kelancaran pasokan BBM, pengamanan peribadatan, hingga pengamanan perayaan tahun baru 2023.

    Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan, kepolisian berupaya memastikan seluruh rangkaian terkait Nataru bisa terselenggara dengan lancar, aman, dan baik. Mulai dari kegiatan masyarakat mudik dan balik, ibadah malam Natal dan merayakan Natal, perayaan malam tahun baru.

    Terkait transportasi arus mudik dan arus balik, Polri sudah mempunyai pola pengaturan lalu lintas pada saat terjadi kepadatan, baik contra flow maupun satu arah. Polri akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kebijakan ini. Sebanyak 166.791 personel akan dilibatkan untuk pengamanan, terdiri dari 101 ribu personel Polri dan 23 ribu personel TNI, serta sisanya dari stakeholder terkait.

    Sebanyak 56.636 objek yang akan diamankan, terdiri dari gereja, pusat belanja, terminal, stasiun kereta api, pelabuhan, bandara, obyek wisata, dan obyek kegiatan perayaan tahun baru. Polri juga menyiapkan 2.629 posko terdiri dari posko pengamanan, posko pelayanan, dan posko terpadu.

    Adapun pengamanan pada malam Natal, Polri bekerja sama dengan TNI, pemerintah daerah, hingga organisasi masyarakat seperti Banser, GP Ansor, dan ormas lainnya untuk mengamankan tempat-tempat ibadah.Ini menunjukkan bagian dari toleransi yang sangat baik di Indonesia.

    Pemerintah juga akan terus memperhatikan dan memastikan harga sembako terkendali pada saat Nataru. Pemerintah baik pusat maupun daerah serta TNI dan Polri akan mengawasi peredaran sembako di lapangan.

    Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19 Jelang Nataru

    Pemerintah menetapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 jelang libur Nataru 22 Desember 2022-8 Januari 2023. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito pada sesi dialog FMB9 pada Senin (19/12).

    Selama periode ini, pelaku perjalanan dalam dan luar negeri wajib sudah menerima vaksin dosis booster. Pemerintah juga menghimbau masyarakat menjaga kesehatan selama bepergian dan tetap disiplin menjalani protokol kesehatan agar terhindar dari paparan COVID-19.

    Bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dosis booster karena alasan kesehatan, harus dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter penanggung jawab pelayanan sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan. Aturan mengenai perjalanan liburan tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Nomor 24 dan Nomor 25.

    Pemerintah juga menghimbau pengelola tempat wisata agar menjalankan protokol kesehatan. Memfasilitasi, mengawasi, dan memastikan bahwa pengunjung sudah vaksin dengan menerapkan Peduli Lindungi untuk screening pengunjung yang masuk ke dalam fasilitas mereka. Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjalankan protokol kesehatan agar lonjakan kasus akibat libur Nataru bisa diminimalisir.

    Kepastian Stok BBM Jelang Nataru

    Pemerintah melalui BPH Migas memastikan bahwa ketersediaan pasokan BBM dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Guna memastikan kelancaran pendistribusian BBM selama nataru, telah dibentuk satuan tugas (Satgas) untuk menyediakan dan melayani kebutuhan energi masyarakat. Satgas ini jadi saluran penghubung dalam manajemen transportasi dan energi dalam rangka mengamankan perayaan nataru.

    Pemerintah memastikan akan berkoordinasi intensif. Pihak BPH Migas, Polri, Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, hingga PT Jasa Marga berusaha semaksimal mungkin untuk memastikan kondusivitas nataru. Pemerintah memutuskan tidak membatasi mobilitas masyarakat. Menurut survei Kemenhub sebanyak 44,17 juta orang akan bepergian di masa libur nataru. Secara langsung akan meningkatkan konsumsi BBM.

    Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Jakarta (19/12). Meskipun konsumsi BBM meningkat, stok pertalite tahan untuk 21 hari kedepan. Selain itu, ketersediaan gas hingga avtur untuk penerbangan, punya ketahanan stok di atas 17 hari. Kondisi stok LPG nasional juga dijaga dalam kondisi aman, dengan proyeksi ketersediaan hingga 15 hari.

    Data tersebut berdasarkan catatan BPH Migas per 15 Desember. Kementerian Perhubungan berkomitmen menjamin kelancaran jalur transportasi. Oleh karena itu, Kemenhub melakukan pembatasan mobilitas angkutan barang hingga 22 Desember.

    Urgensi Penerbitan SE Perayaan Natal 2022

    Pemerintah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2022 tentang Perayaan Natal Tahun 2022 pada Masa Pandemi COVID-19. SE ini ditetapkan pada Senin (19/12). Tujuannya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menyelenggarakan Perayaan Natal Tahun 2022. Juga untuk mencegah, menanggulangi, dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

    SE ini mengatur sejumlah ketentuan pelaksanaan perayaan Natal tahun ini.

    Pertama, gereja atau tempat yang difungsikan sebagai tempat ibadah memberlakukan kebijakan sesuai dengan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1.

    Kedua, jumlah jemaah yang mengikuti ibadah secara luring maksimal 100% dari kapasitas ruangan dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat. Penambahan kapasitas ruangan ibadah atau jumlah jemaah dapat memanfaatkan ruang permanen atau tidak permanen (tenda) yang masih berada dalam lingkungan gereja.

    Ketiga, pengelola gereja wajib melakukan sosialisasi protokol kesehatan, melakukan pengecekan suhu, menyediakan hand sanitizer, sarana cuci tangan, masker cadangan, dan melakukan disinfeksi secara berkala di lingkungan gereja.

    Seluruh elemen masyarakat diimbau untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan, melengkapi dosis vaksin dan dosis booster, serta melakukan testing saat bergejala untuk menekan terjadinya lonjakan kasus COVID-19 selama periode Nataru.

    Sumber: Theofransus Litaay (Tenaga Ahli Utama, Kantor Staf Presiden)

  • Sekum PGI: Penegakkan Hukum dan Pelanggaran HAM masih Menjadi PR Bangsa ini

    Sekum PGI: Penegakkan Hukum dan Pelanggaran HAM masih Menjadi PR Bangsa ini

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Tahun 2022 segera lingsut akan segera berganti tahun 2023, banyak hal yang akan terjadi di tahun 2023 baik bidang politik yang sudah terasa di tahun ini, tentang tahun kegelapan ekonomi dan juga bencana. Membaca arah tahun 2023 serta program dan langkah apa yang mau dikerjakan Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI), sore Selasa 20/12/22 berkesempatan berbincang dengan Pdt Jacky Manuputy sekretaris umum PGI, mengupas tentang peran PGI tahun ke depan.

    Tahun depan ungkap Jacky ada tahun politik menjelang Pileg, Pilpres dan juga Pilkada tahun 2024 nanti, dan riak akan pertarungan politik sudah terasa tahun ini. Sekalipun riak itu terasa, PGI sebagai lembaga agama tetap menjalankan peranya mendorong adanya literasi politik masyarakat, terkait dengan penyelenggaraan pemilihan umum yang betul betul menjunjung demokrasi.

    Keterbukan dan transparasi harus menjadi pesta bersama yang dirayakan sebagai bagian penyelenggaraan masyarakat demokrasi yang majemuk. Bukan mengelola perbedaan menjadi ketegangan dan bahkan perpecahan dari kelompok, keperbagian etnis, berdasarkan agama, kelas sosial dan perbedaan politik dan sebagainya.

    “Satu yang selalu kita kuatirkan adalah merebaknya politisasi identitas di mana agama dan etnis mengalami instrumentalisasi untuk tujuan-tujuan politik terkait konstituante dan lain-lain”, tegas Jacky serius.

    Kondisi itulah yang harus selalu kita waspadai, karena bangsa ini memiliki pengalaman-pengalaman akibat permainan politisasi identitas mengakibatkan pembelahan-pembelahan di tengah masyarakat. Kita masih punya ingatan-ingatan kolektif yang membekas hingga saat ini akibat pemilihan-pemilihan sebelum-sebelumnya.

    Untuk itu Jacky mengajak perlu pematangan dari para pelaku politik agar bisa mandiri dan berdiri dari adanya berbagai kemajemukan yang ada ini. Sehingga mendorong pemilu yang berkualitas dan itu yang akan kita hadapi di tahun 2023.

    Tentunya PGI punya komitmen seperti itu dengan cara membuka relasi-relasi lembaga lintas pemuka agama, tokoh lintas iman untuk berbicara dengan mengendorse kembali tentang ingatan-ingatan narasi-narasi kebangsaan yang dibangu7n dan menjadi modal sosial yang kuat untuk keberlangsungan bangsa ini dengan waktu sangat panjang.

    Sehingga jangan sampai dirusak oleh kepentingan-kepentingan politik sesaat, sehingga merusak apa yang sudah dibangun oleh para faunding father bangsa ini.

    Kembali tentang membangun narasi seperti apa yang PGI perlu lakukan pertama adalah kontra narasi terhadap kerja-kerja narasi yang cenderung memecah belah. Untuk itu PGI mendorong bagi umat Kristen tidak membangun self defence mechanism, karena ada politisasi identitas lalu orang menarik diri dari politik dan menjaga atau membentengi diri dengan sangat sensitive.

    Jika umat Kristen melakukan sikap self defence tersebut tidak bagus bagi panggilan bangsa, karena umat Kristen terpanggil untuk memberi diri lagi negeri ini, bahwa tantangan seperti itu bukan baru sekarang, karena sejak awal sudah ada pertarungan-pertarungan identitas seperti itu.

    Kenapa, lanjut Jacky pertarungan politiasi identitas menjadi masiv karena memang ditopang dengan adanya sosial media dan macam-macam.

    Jadi melihat kebangsaan sebagai kewarganegaraan sebagai identitas yang utama, jadi mengangkat diri sebagai identitas sebagai orang Kristen ditengah bangsa ini pada level identitas kewarganegaraan dan kebangsaan itu salah satu narasi yang PGI kembangkan.

    Bahwasannya ada ketidakadilan itu juga dialami banyak masyarakat, bukan hanya kelompok Kristen tetapi ada dikelompok-kelompok yang lain. Artinya jika kita mengalami dan merasakan ketidakadilan tentu kita juga harus berbicara ketidakdilan yang dirasakan oleh kelompok-kelompok lain. Jacky mengajak umat Kristen jangan hanya melihat pada dirinya sendiri tetapi juga melihat orang lain dengan terus menerus mengembangkan visi kebangsaannya, terutama di tahun politik ini.

    PGI juga mendorong sebanyak mungkin warga gereja yang tertarik di bidang politik memasuki ruang-ruang politik, entah partai atau badan-badan penyelenggaraan pemerimtahan dan lain-lain dari tingkat pusat hingga daerah.

    Langkah untuk mewujudkan ini PGI mendorong warganya yang terjun politik bahkan memberikan rekomendasi serta melakukan pendampingan pastoral. Dalam rangka tersebut PGI membentuk Pokja Politik karena setiap warga gereja yang saat ini masuk ruang politik tantangannya akan sangat luar biasa, mereka akan menghadapi berbagai macam masalah yang menuntut dia mengambil sikap etis dalam menentukan ke3bijakan-kebijakan. Karena politik biasanya berjalan tak menentu, karena itu lembaga agama harus memberikan nilai-nilai etis itu dan sekaligus mengawal nilai-nilai tersebut.

    Karena bagaimanapun dia itu warga dari gereja dan warga dari kelembagaan agama yang lain dari komunitas agama lain. Dan itu tugas lembaga agama untuk menjaga nilai-nilai etis mengawal realiatas, oleh karenanya pastoral politik dirumuskan oleh gereja-gereja untuk mengawal warga gereja memasuki ruang-ruang politik praktis.

    “Gereja tidak berpolitik praktis tetapi panggilan gereja dalam politik adalah membekali nilai dan mendampingi agar nilai nilai etis itu tetap terjaga”, ujar Jacky yang juga pendeta Gereja Protestan Maluku ini.

    Pemberdayaan Pangan Lokal

    Tentang adanya pridiksi ekonomi tahun depan akan goncang, Jacky melihat bahwa negara kita yang penuh dengan keberagaman dan sumber daya manusia serta alam yang luar biasa, akan tetap kuat menghadapi ancaman krisis ekomomi.

    Untuk itu sambungnya PGi akan mendorong adanya ketahanan pangan artinya kita ini disadari dengan waktu lama tercerabut dengan pangan lokal. Bangsa ini mengalami politiasi pangan dengan waktu lama. Padahal Negara yang penuh keragaman dan sangat luar biasa mesthinya mampu untuk bertahan menghadapi ancaman krisis pangan.

    Gereja-gereja anggota PGI konsen mendorong pangan lokal itu untuk kembali dibudiayakan, dan itu dibiasakan lagi. Syukur-syukur ada beberapa gereja yang menyusun strateginya bagaimana dengan pengembangan pangan lokal masing-masing daerah dilakukan.

    Semisal di Maluku dan beberapa daerah di Papua dengan makanan sagunya, di mana beberapa lama makanan ini ditinggalkan akibat politik beras dan sebagainya. Padahal sagu itu karbohidratnya lebih bagus dari beras dengan lauknya ikan, namun semua itu mengalami pabrikasi dan ketika itu macet pada bingung karena orang sudah tidak terbiasa lagi dengan makanan lokal.

    Nah, langkah PGI tukas Jacky akan mendorong gereja-gereja dengan sidang tahunan akan memberikan anjuran menu makanan dengan perbandingan 70 persen makanan lokal selebihnya boleh saja makanan lain. PGI mengawal hingga seperti itu, karena dengan kembali membudidayakan makanan lokal sekaligus terjadi pemberdayaan ekonomi masyarakat atau jemaat.

    Pemberdayaan makanan lokal ini akan semakin bisa terwujud bagi gereja-gereja yang memiliki lahan yang luas. Makanya ketika pangan lokal itu bisa kembali dihidupkan, tentang pridiksi ekonomi yang gelap itu salah satu cara mengatasi dengan pemberdayaan pangan masyarakat lokal.

    Walaupun ada daerah-daerah yang minus sekalipun mereka punya kemampuan menghidupi dirinya, karena sudah teruji menghadapi kehidupan yang minus namun tetap bertahan. Kalaupun kemudian menjadi biasa karena adanya politisasi pangan. Sehingga dipakai ukuran kalau belum makan nasi tiga kali sehari ini dikatakan masih hidup dalam standar kemiskinan dan sebagainya.

    Makanya harapan tahun depan khususnya di bidang pangan kembali ke ugaharian itu dengan merasa cukup dengan apa yang ada, pola hidup yang sederhana serta saling membantu memsupport yang lain. Tidak mudah memang, maka perlu perumusan strategi dan dicontohkan salah satu yang sudah dilakukan PGI adalah melarang menggunakan botol atau gelas dari bahan plastic dan ini sudah diikuti beberapa sinode anggota PGI jika ada acara tidak menggunakan lagi bahan plastik.

    “Orang kita perlu sukses story lihat contoh perilaku jadi sekecil apapun itu berikan cantoh terlebih dahulu ketimbang dengan suara atau anjuran”, tandas Jacky peraih Apresiasi PEWARNA figure Oikumene dan lintas agama ini.

    Kemudian menyangkut pandangan PGI terkait penegakan hukum dan HAM, Jacky tanpa tedeng aling-aling melihat itu masih menjadi wilayah yang butuh pergumulan yang tidak ringan. Karena melihat pembangunan selama periode ini memimpin dalam bidang HAM banyak kasus. Entah terkait posisi terkait konflik agrarian ataupun pelanggaran-pelanggaran HAM yang lain, baik masyarakat adat, tanah dan lain sebagainya.

    Penegakkan hukum kita ini masih menjadi pekerjaan rumah yang besar di negeri ini, kadang-kadang menentukan pilihan-pilihan prioritasnya untuk infrasrtuktur dulu, baru kemudian HAM dan lain-lain. Sekalipun harusnya bisa seiring, tetapi kenapa seperti itu, Jacky mengaku bukan ahli di bidang pembangunan infrastruktur sehinga bisa menakar strategi mana yang terlebih dulu.

    Namun kami sebagi konsep gereja selalu menyikapi bagaimana kondisi hak asasi, kondis lingkungan dan lain sebagainya. Tentu dengan mensyukuri segala kemajuan yang dicapai tapi ada hal-hal yang tertinggal yang masih membutuhkan pembenahan seperti penegakkan hukum dan HAM tersebut. Kemudian seperti masalah di Papua yang masih menjadi lobang hitam di negeri ini yang harus segera diselesaikan .

  • PELAYANAN PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

    PELAYANAN PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

    PELAYANAN PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

    Penulis: MAHIPAL, M.Pd.K

    Dosen STT Paulus Jakarta

     

    Sebagian besar orang Kristen berpandangan bahwa bagian yang paling penting dalam liturgi kebaktian Kristen adalah Pemberitaan Firman Allah. Anggapan yang keliru ini mengakibatkan banyak jemaat Kristen tidak lagi memberikan perhatian dan penghargaan yang sepantasnya atau semestinya terhadap bagian yang lain dalam kebaktian-diantaranya terhadap puji-pujian.

    Puji-pujian dalam kebaktian mempunyai peranan dan kepentingan khusus yang tidak boleh diabaikan. Dalam pemberitaan Firman Tuhan, Allah yang berbicara kepada kita, tetapi dalam puji-pujian, kita mengagungkan Tuhan dan menyatakan isi hati kepada-Nya. Kita memberikan persembahan buah bibir kepada Tuhan (Ibr.13:15)

    Seorang pemberita Firman Allah dipakai Allah untuk menyampaikan Firman-Nya kepada umat, tetapi seorang Pelayan Puji-pujian (Worship Leader), dipakai Roh Kudus membawa umat Allah kehadirat-Nya

    PERANAN SEORANG PEMIMPIN PUJI-PUJIAN

    1. Memandu dan Mengarahkan Jemaat ke Hadirat Allah

    Suatu keharusan yang tidak dapat ditawar bagi seorang pemimpin puji-pujian adalah bahwa ia harus dipimpin oleh Roh Kudus dalam melaksanakan pelayanannya. Sebab hanya dengan pimpinan Roh Kudus seorang pemimpin puji-pujian mampu menghantar jemaat ke hadirat Allah dan merasakan kehadiran-Nya.

    Bila seorang pemimpin puji-pujian dipenuhi dan dikuasai sepenuhnya oleh Roh Kudus, maka pelayanannya akan benar-benar bermutu. Jemaat yang dilayaninya akan terdorong untuk menyanyi, memuji dan menyembah Allah dengan kerelaan, ketulusan, dan tidak munafik.

    Roh Kuduslah yang menciptakan dan mengalirkan atmosfir penyembahan ke tengah-tengah persekutuan. Oleh sebab itu, seorang pemimpin puji-pujian (WL) tidak diperkenankan “memompa” emosi dan perasaan palsu yang dibuat-buat yang dapat menimbulkan kemunafikan dalam ibadah

    1. Mengajak Jemaat untuk Memuliakan Tuhan

    Seorang pemimpin puji-pujian tidak boleh hanya sekedar mengajar jemaat untuk menyanyi bersama, tetapi harus dapat membawa jemaat kepada sikap menyanyi yang sungguh-sungguh memuji, memuja dan menyembah Allah. Dalam hal ini penting sekali pemimpin puji-pujian memiliki sikap memuji dan menyembah yang benar. Sikap pemimpin puji-pujian akan menjadi pola dengan mana jemaat belajar memuji dan menyembah.

    Menyembah dalam bahasa Ibrani “shachah”, yang dapat diartikan : menyembahberbaktitengkurap atau menelungkupsujud bertelut dengan dahi menempel di lantai dan tunduk.

    Kata Shachah dalam bahasa Yunani sejajar dengan kata “Proskuneo” yang artinya : mencium, seperti seekor anjing mencium (menjilat) tangan tuannya.

    Seorang pemimpin puji-pujian tidak boleh puas dengan semangat jiwani yang menggerakkan jemaat melompat-lompat antusias memuji Tuhan, atau mengeluarkan air mata Nampak khusyuk menyembah Allah. Tetapi yang penting adalah sikap hati jemaat yang sungguh-sungguh tunduk kepada Allah, sebagai sikap batiniah yang benar

    1. Mempersiapkan Jemaat Menyambut Firman Tuhan

    Harus ditegaskan bahwa keberhasilan seorang pelayan Firman Tuhan juga dipengaruhi oleh peran seorang pemimpin puji-pujian. Hal ini dapat dimengerti sebab hati yang terjamah oleh Roh Kudus dalam puji-pujian dan hadirat Tuhan pada waktu memuji dan menyembah Allah menjadikannya bagai tanah yang subur guna menerima taburan benih.

    Pemimpin puji-pujian dikategorikan berhasil menunaikan pelayanannya kalau ia dapat dipakai oleh Roh Kudus dalam mempersiapkan hati jemaat, sampai hati jemaat bagai tanah yang sudah dibajak dan siap untuk menerima benih yaitu Firman Tuhan.

    Inilah indikasi awal yang menunjukkan bahwa memandu dan mengarahkan jemaat ke hadirat Allah dikatakan berhasil

    KRITERIA SEORANG PEMIMPIN PUJI-PUJIAN

    Ada kriteria yang harus dikenakan bagi seorang yang mengambil bagian dalam pelayanan puji-pujian. Kriteria ini didasarkan pada hidup Tuhan Yesus Kristus (1Yoh.2:6).

    Kriteria tersebut antara lain :

    1. Kehidupan Doa

    Seorang pemimpin puji-pujian (termasuk singer dan pemusik) haruslah seorang yang memiliki kehidupan doa. Melalui doa inilah seorang pemimpin puji-pujian (Team PW) dapat memilih lagu-lagu yang tepat sesuai dengan suasana kebaktian yang akan dilayani, peka membaca situasi ibadah: apakah mau mengulang lagu, jemaat diajak berdiri atau duduk, bersalaman, dll.

     

    1. Hidup dalam Pujian dan Penyembahan

    Bila seorang pemimpin puji-pujian hidup dalam pujian dan penyembahan, maka hal memuji dan menyembah Allah baginya adalah hal yang “biasa” ia lakukan, dengan demikian ia menjadi terlatih. Ia memiliki “kuasa” dalam memuji dan menyembah Allah. Dengan demikian kuasa pujian dan penyembahan akan mengalir  kepada jemaat

     

    1. Kehidupan yang Bersih

    Seorang pemimpin puji-pujian haruslah seseorang yang mempunyai kehidupan yang bersih atau hidup suci di hadapan Allah. Kesucian hidup seseorang akan membuahkan kuasa yang melaluinya Allah berkarya (2Tim.2:19-22). Kesucian hidup harus dirajut dan dibangun setiap hari, bukan hanya pada waktu hendak melayani di mimbar. Semakin bersih hidup seorang pemimpin pujian, semakin efektif ia dipakai Tuhan. Kesucian inilah yang menjadikan seseorang peka dan mengerti kehendak Allah.

     

    Dalam Mat.5:8 “Berbahagialah orang yang suci hatinya karena ia akan melihat Allah”. Kata “melihat” di dalam ayat ini teks aslinya menggunakan kata”iopsontai”, yang akar katanya adalah “horao” artinya melihat dengan hati, bukan melihat dengan mata jasmani. Bila kata yang digunakan untuk melihat di situ adalah “blepo” atau “theoreo” maka berarti melihat dengan mata jasmani. Sebaliknya, “Horao” berarti melihat dengan hati atau peka dengan suara Allah

     

    1. Dewasa Rohani

    Seorang pemimpin puji-pujian haruslah seorang yang dewasa secara rohani. Kedewasaan rohani tidak diukur dengan kecakapan kita berdiri di mimbar dan melakukan tugas gerejawi. Dewasa rohani diukur dari sejauh mana seseorang telah menyangkal diri, memberi pribadinya dibentuk dan mengalami kuasa Tuhan secara pribadi.

     

    Seorang yang mudah tersinggung, egois, tidak mau mengalah, mengharapkan pujian dan sanjungan, materialistis, dll, belum dapat memuji dan menyembah Tuhan dengan benar.

    Ukuran kedewasaan rohani memang relatif.

     

    Tentu seseorang tidak perlu menunggu menjadi sempurna baru kemudian boleh naik ke mimbar. Tetapi  kalau ia benar-benar memberi diri dibentuk oleh Allah setiap hari, maka Allah akan mempercayainya untuk mengambil bagian dalam pelayanan.

    Secara umum, dewasa rohani dapat diukur dan ditandai dalam kehidupannya dipenuhi buah Roh (Gal.5:22-26). Semakin dewasa rohani, semakin bermutulah pelayanannya dibidang ini.

     

    1. Memiliki Talenta di Bidang Pelayanan ini

    Harus diterima bahwa setiap kita memiliki talenta yang berbeda. Inilah kebijaksanaan Tuhan dan hikmat-Nya. Dengan demikian setiap orang percaya di dalam ladang pelayanan, harus saling melengkapi dan merupakan “team work” yang bergantung dan berkaitan satu dengan yang lain.

     

    Kriteria ini tidak mutlak, sebab bakat musik seseorang relatif  kualitasnya, maksudnya setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menyanyi. Tetapi mutlak bagi seorang pemimpin puji-pujian untuk dapat mengerti nada lagu, ketukan, irama dan tidak fals

     

    1. Bebas dari Ikatan-ikatan

    Seorang pemimpin puji-pujian harus telah hidup dalam pertobatan yang benar, lahir baru dan dilepaskan dari ikatan-ikatan kuasa gelap. Ikatan-ikatan disini adalah kebiasaan hidup yang tidak sesuai dengan kehendak Firman Allah, dan ikatan-ikatan akibat kuasa kegelapan atau okultisme di masa lalu, harus dilepaskan, karena akan mengurangi “kuasa rohani” yang seharusnya mengalir dalam pelayanan

    Sikap hati memiliki peranan penting dalam menentukan keberhasilan seorang pemimpin puji-pujian. Diantaranya adalah :

    Percaya dan menyerah kepada pimpinan Roh Kudus, Memimpin dan Menyembah, Rendah hati, Murni dan Tulus, Hubungan batin dengan jemaat, Kepercayaan diri.

  • NATAL KANTOR PENGACARA JHON SE PANGGABEAN, S.H., M.H & ASSOCIATES

    NATAL KANTOR PENGACARA JHON SE PANGGABEAN, S.H., M.H & ASSOCIATES

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Natal adalah tentang damai sejahtera dan mujizat Tuhan. Hal ini disampaikan Pdt. Samuel Panggabean, M.Th dalam khotbahnya di acara Natal keluarga besar Kantor Pengacara Jhon S. E. Panggabean, S.H., M.H., & Associates yang digelar di Jhon’s Pardede International Hotel, Jl. Raden Saleh I No. 9, Rt. 2/Rw. 2, Kenari, Senen, Central Jakarta City, Jakarta 10430, Jumat (09/12/2022).

    “Didalam natal ada damai sejahtera, Natal itu berdamai. Berdamailah dengan dirimu sendiri, berdamailah dengan orang yang ada di sekitarmu,  berdamailah dengan keadaanmu, berdamailah dengan Tuhan,” ujar suami dari Silvy boru Sihombing, S.H., M.M., penuh semangat.

    “Dibalik damai itu, Tuhan memberikan mujizat-Nya, Tuhan memberikan berkat-Nya dan hidupmu semakin dipulihkan, dan semakin diangkat Tuhan menjadi kepala dan tidak akan pernah menjadi ekor,” ujarnya lagi

    Lebih jauh, Pdt. Samual Panggabean mengajak semua yang hadir untuk selalu bersyukur atas penyertaan dan perlindungan Tuhan yang telah dialami sepanjang tahun 2022.

    “Kalau kita ada sampai sekarang, ini momen kita untuk mengucap syukur kepada Tuhan. Kita harus sadari bahwa penyertaan Tuhan itu ya dan amen! Perlindungan Tuhan itu, ya dan amen! Berkat Tuhan itu, ya dan amen!” terangnya.

    Natal yang mengambil tema ‘Sebab bagi Allah tidak ada perkara yang mustahil’ (Lukas 1:37) dan Sub tema, ‘Dengan natal Yesus Kristus menyatakan bahwa ia hadir di tengah kita dalam segala keadaan’ diisi dengan kesaksian pujian dari Mawar Simorangkir, Clara Panggabean dan Tulus Hutapea.

    Dalam kesaksiannya pengacara Jhon SE Panggabean, terungkap mujizat Tuhan yang dialami saat mengalami sakit autoimun yang disebut tidak boleh kena sinar matahari. Ia pun menyampaikan rasa syukurnya atas kuasa dan mujizat Tuhan yang dialami.

    “Saya berdiri disini karena kasih Karunia Tuhan. Betapa Tuhan mampu menyembuhkan penyakit saya,“ ujar John Panggabean S.H., M.H.

    Sementara itu, dalam acara penyalaan lilin Natal dilakukan oleh Pengacara Jhon SE Panggabean S.H., M H, Pdt. Samuel Panggabean, M.Th, Yusuf Mujiono Ketua Umum Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia, Ketua Umum Perwamki dan Penyanyi Mawar Simorangkir mewakili Tamu undangan.

    Berbagai persembahan pujian dari Mawar Simorangkir, Clara Panggabean, Tulus Hutapea, perwakilan Pewarna Indonesia, perwakilan Perwamki dan undangan menghiasi acara perayaan. Jamuan makan malam pun menjadi akhir acara ibadah perayaan Natal yang berlangsung sederhana namun penuh khidmat. (RSO)

  • CENTRAL KRISTEN INDONESIA CENKRISINDO RAYAKAN NATAL DAN HUT KE 2

    CENTRAL KRISTEN INDONESIA CENKRISINDO RAYAKAN NATAL DAN HUT KE 2

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Bertempat di gedung Lembaga Alkitab Indonesia, Central Kristen Indonesia merayakan Natal dan HUT ke-2, Jumat (09/12/2022). Empathy, Loyality, Commitment menjadi tema, sementara Sub Tema diambil dari Injil Matius 2:12, “pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain”.

    Ketua Umum Cenkrisindo, Brigjen TNI (Purn) DR. (HC) Karel Ralahalu dalam sambutan mengucap syukur atas perjalanan organisasi yang merayakan syukur ulang tahun ke- 2. Menurutnya semua karena kekuatan dari Tuhan sehingga dapat mengatasi berbagai tantangan.

    Ketua Umum Cenkrisindo, Brigjen TNI (Purn) DR. (HC) Karel Ralahalu

    “Menjalankan roda organisasi ini butuh kekuatan dari Tuhan, tantangan tidak hanya dari luar, tetapi secara internal banyak kendala yang harus dibenahi,” ungkapnya.

    Menyikapi tema dan sub tema Natal, Ketum Cenkrisindo mengajak untuk terus berkarya mengerjakan pekerjaan Tuhan selagi hari masih siang dan untuk mengerjakan semuanya dibutuhkan sikap empati, loyal dan komitmen.

    “Tuhan mengingatkan kepada kita semasih waktu masih siang, mari kita mengerjakan pekerjaan Tuhan yang sudah disiapkan,” seru Karel Ralahalu.

    “Untuk itu sebagai hamba-hamba-Nya Allah memiliki rasa empati, loyal dan berkomitmen. Bila selama ini kita kurang maksimal dalam melayani Tuhan, Tuhan mengingatkan jangan kita Kembali ke dalam kehidupan lama kita. Mari kita maksimalkan waktu kita mumpung hari masih siang,” seru Karel Ralahalu lagi.

    Adapun Pdt. Dr. Nus Reimas menjadi pengkhotbah yang menekankan bahwa Tuhan tidak pernah salah menuntun jalan kehidupan orang percaya. Seperti para majus Tuhan arahkan pada jalan yang baru, demikian hidup orang percaya akan dituntun pada jalan yang baru yang membawa pada kehidupan penuh mujizat.

    “Tuhan tidak pernah salah menuntun jalan orang percaya! Mengajar kita semua untuk benar-benar peka mengikuti jalan Tuhan. Jangan ambil jalan lama menurut keinginan kita,” terangnya.

    “Kalau kita berjalan benar-benar menurut jalan yang Tuhan kehendaki, tidak ada yang mustahil. Tuhan sanggup merubah yang mustahil menjadi tidak mustahil,” terangnya lagi.

    Lebih lanjut, Nus Reimas dalam khotbahnya menekankan soal kehidupan yang bernilai ketika seseorang atau organisasi di pakai oleh Tuhan. Hidup yang bernilai ketika dipersembahkan kepada Tuhan

    “Hidup kita sebagai hamba Tuhan akan bernilai kalau di pakai oleh Tuhan. Organisasi kalau di pakai oleh Tuhan akan bernilai,” ujar Nus Reimas.

    “Emas, kemenyan dan mur yang dipersembahkan oleh para Majus menjadi bernilai ketika dipersembahkan kepada Yesus. Demikian juga hidup kita, bila tidak dipersembahkan kepada Tuhan maka hidup kita tidak akan bernilai. Sebaliknya bila dipersembahkan kepada Tuhan, maka hidup kita akan bernilai,” ujarnya lagi.

    Pada akhirnya, Nus Reimas berharap, Cenkrisindo menjadi organisasi yang memulai dan mengakhiri dengan baik sehingga menjadi organisasi yang jadi berkat bagi masyarakat, negara dan bangsa.

    “Oleh karena itu yang terpenting, tidak saja memulai dengan baik, tapi akan meninggalkan warisan ilahi yang berharga di mata Tuhan untuk masyarakat, negara dan bangsa,” tutup Pdt. Nus Reimas.

    Tampak hadir dalam perayaan Natal dan HUT cenkrisindo; Sekjen Cenkrisindo Pdt. Herry Saragih, Bendum Cenkrisindo Pdt. Henry Wong, Penasihat Cenkrisindo Pdt. Ferry Haurisa, Bapak Nasip Simarmata, Ketua Panitia Pdt. Yopi Ndolu, Ketua Umum Pewarna Indonesia Yusuf Mujiono dan undangan lainnya.

    Penyalaan lilin Natal dan pemotongan Kue Ulang Tahun mewarnai perayaan Natal dan Ulang Tahun ke-2 Central Kristen Indonesia. (RSO)

  • YESUS TERANG KITA MENJADI TEMA NATAL NASIONAL LAPAS DAN RUTAN SE-INDONESIA

    YESUS TERANG KITA MENJADI TEMA NATAL NASIONAL LAPAS DAN RUTAN SE-INDONESIA

    WARTANASRANI.COM, JAKARTA – Mengambil tema, “Yesus Terang Kita”, KORAK’S (Komunitas Orang Rohani Anggota Kerajaan Sorga) mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal Nasional bersama Lapas dan Rutan di Indonesia, hari ini, Rabu (07/12/2022) secara virtual dengan menghadirkan Bapak Ev. Daniel Alexander sebagai pembicara.

    Ketua Panitia Christopher Oliver Wijono dalam sambutannya menyampaikan syukur karena bisa melaksanakan Natal bersama dengan Rutan dan Lapas secara Nasional.

    “Shalom saudara-saudaraku, Merdeka !! Damai Kristus bagi kita semua. Puji Tuhan, pagi ini kami boleh berkumpul untuk merayakan Natal bersama dengan Rutan dan Lapas secara Nasional. Menurut data yang kami terima, saat ini telah terkonfirmasi sekitar 376 Rutan dan Lapas di Indonesia dengan jumlah peserta sekitar 20.800 Warga Binaan dan petugas yang terlibat dalam ibadah ini. Puji Tuhan, karena kuasa Roh Kudus kami boleh diizinkan berkumpul dan memuliakan nama Kristus,” ungkapnya penuh syukur.

    Dirjen Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga saat memberikan sambutan

    Christopher pun mengajak para warga binaan, untuk selalu setia mencari pembinaan dan pembelajaran.

    “Mari kita sama2 selalu menjadi manusia yang haus akan pembinaan. Sesuai dengan konstitusi negara Republik Indonesia, pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, ada tertulis Pemerintah Negara Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia untuk : memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia,” terangnya.

    “Jadi kapasitas kita adalah untuk dunia. Dari Indonesia, untuk Dunia,” terangnya lagi.

    Lebih jauh, Christopher mengingatkan untuk terus maju menjadi manusia-manusia produktif yang rendah hati dan selalu siap belajar.

    “Karena ada Firman, kalaupun kita hidup, kita hidup untuk memberi buah. Dan kasih karunia Tuhan telah cukup bagi kami. Sehingga kita harus hidup dengan penuh ucapan syukur dengan saling melayani. Saat kita saling memberi buah akan terbentuk bumi yang saling mengerti dan saling melayani, artinya kita akan berlomba-lomba untuk saling menjadi pelayan bukan menjadi yang saling menjadi tuan. Saat itulah damai itu hadir, Raja damai berkuasa di bumi, dan bumi akan menjadi seperti di Sorga,” tutur Ketua Panitia ini.

    Sementara tujuan dilaksanakan acara Natal bersama, menurut Christoper supaya firman Tuhan, Damai Kristus dan terang natal juga sampai ke Rutan-rutan dan Lapas-lapas di Indonesia. Sementara untuk kedepannya akan dilanjutkan ibadah via zoom setiap hari Senin, Rabu dan Jumat pagi.

    “Untuk lebih jelasnya setiap Senin dan Rabu ibadah akan dimulai pk 09.00 WIB, dan untuk hari Jumat ibadah akan dimulai pada pk 08.30 WIB. Kami harapkan untuk rutan-rutan dan lapas-lapas yang belum ada kegiatan bisa ikut bergabung dalam ibadah bersama pada hari-hari tersebut. Karena saat ini, melalui ibadah dalam Kasih Kristus, telah terbentuk sebuah keluarga yang saling melayani, saling mengampuni, dan saling membangun. Ada banyak hal baru yang telah kami kerjakan, dan dari banyak hal baru itu kami telah menikmati banyak Karya Kasih Kristus,” ujarnya.

    “Mari, kami mengundang setiap saudara untuk semakin giat dalam menyatakan Kasih Kristus yang tidak terikat oleh ruang dan waktu,” ujarnya lagi.

    Pada akhirnya Christoper menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara Natal Nasional bersama Lapas dan Rutan Se-Indonesia.

    “Akhir kata, kami sampaikan Terimakasih kepada : Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia yang diwakili oleh Dirjen Pemasyarakatan Irjen. Pol. Dr. Reynhard Saut Poltak Silitonga, S.H., M.H., M.Si. yang telah memberikan izin, dan hadir serta akan memberikan sambutan pada acara ini; Pdt. Daniel Alexander sebagai papa rohani, pembina, penasehat, dan pembimbing kami; Pak Andreas Nurmandala dengan Yayasan Pendidikan Warga Binaan Pemasyarakatan Cahaya Kasih di Malang; Ibu Ance Cholia bersama Yayasan Pemenang Jiwa di Sumatera Utara; Ibu Yani di Nusa Kambangan; Bapak Adi dari P.T. SiCepat; Pak Sugi dari Radio Pelita Kasih Jakarta; Ibu Yohana dari Sutindo Group; Ibu Dr. Christiany Euginia Paruntu, S.E., S.Th; Ibu Laura Setiawan; Bapak Dhave Alexander Tutu; Saudara-saudaraku dari tim pekerja Natal, komunitas SK, WA Group Korak, dan masih banyak lagi yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu; Para Kalapas, koordinator Lapas, para tamping, dan para WBP; Serta para donatur dan saudara2ku yanh lain yang ikut berpartisipasi dalam acara ini.

    Bapak Ev. Daniel ALexander saat menyampaikan khotbah

    Sementara itu dalam sambutan Dirjen Pemasyarakatan Reynhard Silitonga, mengajak semua untuk mendalami pemaknaan iman sesuai tema Natal, ‘Yesus terang Kehidupan”. Ia pun menyampaikan dua penghayatan penting melalui kelahiran Kristus Yesus.

    “Sesuai dengan tema Natal tersebut, yaitu ‘Yesus Terang Kehidupan’ ada dua penghayatan penting yang perlu kita maknai dalam kelahiran Yesus. Pertama, Yesus sebagai sumber pengharapan. Kita harus menempatkan segala sesuatunya dalam rencana Tuhan sebagai satu-satunya sumber harapan kita,” terang Dirjen Pemasyarakatan ini.

    “Kedua, Yesus sebagai motivator pembaruan diri. Ditengah dinamika hidup di era global saat ini, tentunya banyak pergumulan dan persoalan hidup yang dialami menyangkut kehidupan keluarga, ekonomi, pekerjaan dan lain-lain. DanTidak sedikit yang memilih untuk menyerah, menyeleweng secara moral dan meninggalkan identitas kita sebagai pengikut Kristus. Untuk itu marilah dalam peristiwa klahiran Kristus yang kita Imani sebagai kelahiran baru ini, kita selalu senantiasa terpanggil untuk secara terus menerus memperbaharui diri dalam bertutur kata, bertindak dan berperilaku sehingga pada akhirnya kita dapat menjadi pengikut Kristus yang lebih baik, yang juga dapat diwujudkan dalam cerminan diri sebagai warga negara yang baik secara moral maupun Tindakan, tidak terkecuali saudara sebagai binaan pemasyarakatan,” terang Reynhard Silitonga lagi.

    “Selamat hari natal 2022 dan tahun baru 2023. Kiranya kita terus memperkokoh tali persaudaraan sebagai sesama anak bangsa dalam mencapai Indonesia maju yang kita cita-citakan. Tuhan memberkati,” ujar SIlitonga lagi, menutup sambutannya.

    Berbagai persembahan pujian dan kesaksian mewarnai acara perayaan dari Natal Nasional bersama Lapas dan Rutan Se-Indonesia. Terdapat persembahan pujian dari Lapas Medan, Lapas Tahuna, dan juga diisi kesaksian dariIbu Sembirin, Ibu Aulia, Ibu Rieke dari LPP Semarang.

  • Bantuan Tempat Ibadah BOTI DKI Jakarta, Gubernur Anies Tinggal Melaksanakan

    Bantuan Tempat Ibadah BOTI DKI Jakarta, Gubernur Anies Tinggal Melaksanakan

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Bantuan pemerintah daerah DKI Jakarta yang diperuntukan tempat-tempat ibadah agama agama yang ada di Jakarta merupakan proses panjang yang tidak serta merta di klaim hasil dari orang tertentu atau bahkan oleh Gubernur. William Yani Nuwawea mantan anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PDI Perjuangan merasa jengah akan adanya klaim-klaim bahwa program bantuan untuk tempat ibadah itu karena prestasi seseorang dan juga gubernur.

    Willian Yani anggota DPRD periode 2009-2014 dilanjutkan 2014-2019 ini mengisahkan kronologi akan adanya kuncuran dana bantuan rumah ibadah yang sekarang dinamakan BOTI tersebut di sebuah Caffee Kohito kawasan Pasar Rebo Jakarta Timur Senin 21 November 2022.

    Diceritakan William bahwa wacana atau usulan adanya bantuan rumah ibadah itu diperoleh saat dirinya mengadakan reses sebagai anggota DPRD ketika itu. Di mana setiap ada reses banyak aspirasi masyarakat yang meminta agar adanya anggaran untuk rumah ibadah. Kenapa, karena saat itu menurut warga kalaupun ada hanya sebatas Masjid dan itu masih terbatas.

    “Saat ada warga yang menyampaikan aspirasi tersebut ada juga dari teman teman Nasrani yang juga menyampaikan aspirasi yang sama agar gereja juga mendapatkan bantuan”, tandas William.

    Mendapatkan aspirasi masyarakat untuk memperjuangkan bantuan untuk tempat ibadah khususnya Kristen, kemudian menemui Pdt Albert Muntu gembala jemaat GPdI Pasar Rebo dan juga salah satu pendeta yang berjemaat di daerah Cijantung Jakarta Timur di sebuah Restoran di daerah Kampung Tengah – Condet Jaktim..

    Hingga kemudian melakukan proses panjang termasuk diundang untuk dengar pendapat di anggota dewan dan pdt Albert ini salah satunya yang turut mengawal dan berjuang agar dana untuk bantuan rumah ibadah itu disetujui.

    Sekali lagi, tandas William tempat ibadah itu sudah diperjuangkan dan melalui proses panjang, bukan hasil dari gubernur atau kelompok yang mengklaim itu perjuangannya.

    Kembali pada proses awal bagaimana menggoalkan bantuan untuk tempat ibadah untuk menyalurkan banyaknya aspirasi dari masyarakat tersebut. Karena posisi William ketika itu di komisi A bukan ranhanya untuk membahas tentang bantuan rumah ibadah.

    Nah, ketika adapembahasan di Komisi E di mana ada rekan anggota DPRD bapak Syahrial Ketua Komisi E ketika itu, maka disampaikanlah aspirasi masyarakat tentang perlunya ada anggaran rumah ibadah untuk kalangan Kristen tersebut.

    Dan di pembahasan di komisi E itulah usulan dari aspirasi masyarakat tentang anggaran rumah ibadah itu disetujui dan di ketok sebagai program kerja anggota DPR D DKI Jakarta.

    Terkait hal ini ketika dikonfirmasikan Syahrial membenarkan adanya persetujuan menyiapkan anggaran untuk tempat-tempat ibadah semua agama. Kenapa, lanjut Syahrial semangatnya adalah bagaimana persetujuan adanya anggaran untuk rumah-rumah ibadah ini agar kita tetap menjaga keberagaman dan kesetaraan untuk semua agama. Jadi bukan agama tertentu saja yang mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah tetapi dari semua agama.

    Kemudian menanggapi adanya klaim sepihak kalau anggaran untuk rumah ibadah yang kemudian disebut BOTI ini hasil orang atau kelompok tertentu biarkan saja. Toh siapa yang berjuang dan siapa yang berkeringat untuk menggoalkan anggaran itu jejak di gitalnya masih bisa ditelusuri.

    Bagi kami lanjut Syahrial bahwa perjuangan itu dilakukan semua anggota komisi E bahkan beberapa anggota dewan dari komisi lainnya. Tujuannya agar pemerataan dan keadilan itu bisa tercapai untuk semua masyarakat pemeluk agama di DKI.

    William merasakan begitu besarnya peran penting Pak Syahrial selaku ketua Komisi E dalam menggoalkan anggaran rumah ibadah untuk semua agama ini.

    Setelah disetujui anggaran rumah ibadah kemudian William menemui kembali pendeta Albert Muntu yang memang sama-sama berjuang. Melalui pertemuan tersebut William baru tahu kalau di kelompok Prostestan itu ada beberapa aras gereja.

    Berdasarkan informasi dari Pendeta Albert Muntu anggaran itu bisa dikucurkan hanya melalui PGI atau persekutuan Gereja di Indonesia wilayah DKI Jakarta, maka kemudian dicarikan solusinya hingga kemudian dipertemukan dengan salah satu pimpinan aras yang lain yang kebetulan Pendeta Albert juga anggota dari aras tersebut.

    Perihal satu-satunya sarana untuk menyalurkan bantuan ini memang diperkuat dengan Pdt Ferry Simanjuntak sekretaris umum PGI W DKI Jakarta dalam pertemuan dengan Pembimas Kristen DKI t3lusur 22/1/20, merespon adanya BOTI ini mengatakan bahwa sebenarnya untuk dana BOTI ini sudah diupayakan dari tahun 2017, seperti yang diungkapkan Pembimas Kristen DKI Jakarta Lisa Mulyati, di maka ketika itu pembimas ikut menyampaikan bahwa rumah-rumah ibadah semua agama harus mendapat perhatian yang sama dari pemerintah dalam hal ini Pemprov DKI dan melalui PGI.
    Ferry sendiri kemudian dalam pertemuan dengan pembimas Kristen DKI Jakarta itu agar tak disangka berbau politis, pada waktu rapat dengan anggota dewan. DPRD ikut merespon, terhadap apa yang menjadi harapan gereja terutama PGI W DKI Jakarta, agar semua aras Gereja dilibatkan untuk mengetahui dan memahami apa itu BOTI.

    Persoalan pembagian melalui jalur mana itu bukan ranah yang diperjuangkan lagi, bagi William yang mau ditekankan adalah bahwa anggaran untuk bantuan rumah ibadah atau sekarang memakai istilah Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) sudah goal alias disetujui dalam rapat anggota dewan 2019 yang lalu.
    Maka melalui berita ini William ingin meluruskan bahwa BOTI itu bukan hasil dari Gubernur ataupun salah satu pendeta saja. Karena anggaran ini memang sudah disetujui dan pasti dianggarkan pihak eksekutif dalam hal ini gubernur tinggal menyalurkan saja.

    Pdt Albert Muntu yang ketika ditemui perihal BOTI ini memang juga merasakan prihatin kalau ada orang atau gubernur yang mengklaim ini usahanya. Karena ketika Pak William mengatakan kalau ada anggaran untuk tempat ibadah Albert mengajak William bertemu dengan salah satu pimpinan aras untuk membicarakan adanya anggaran rumah ibadah.

    Kalaupun dalam perjalanan lalu di klaim dan sebagainya itulah yang terjadi, lanjut Albert Muntu yang semua dokumen poto pertemuan dan mengikuti sidang di DPRD DKI masih tersimpan hingga kini pungkasnya.c

  • Akses jalan Cianjur – Bogor masih belum bisa dilalui akibat dampak Gempa kemarin

    Akses jalan Cianjur – Bogor masih belum bisa dilalui akibat dampak Gempa kemarin

    Cianjur – Jalan penghubung wilayah bogor – cianjur tepatnya di kecamatan cugenang kabupaten cianjur tertimbun longsor sejak kemarin senin(21/11/22), hal tersebut merupakan dampak dari guncangan gempa 5,6 Magnitudo yang terjadi pada pukul 13:20 wib pada hari kemarin.

    Akibat dari gempa yang berpusat di kabupaten cianjur tersebut bukan hanya mengakibatkan kerusakan material tetapi juga banyak merenggut korban jiwa. Seperti halnya yang terjadi di kecamatan cugenang, akibat dari gempa mengakibatkan longsor dan menimpa pengendara yang memalui jalan tersebut.

    Kasad Jenderal Dudung Abdurachman mengatakan “saat ini kita buka dulu jalan karena akan dilalui oleh Presiden Joko Widodo yang akan langsung meninjau lokasi longsor Di desa palalangon, kecamatan Cugenang siang ini (22/11/22).

    Menurutnya “masih ada korban yang terrimbun dilokasi kejadian dan hingga saat ini proses pencarian masih dilakukan, korban tertimpa longsor berikut dengan kendaraan yang ditumpanginya saat mengemudi” ujarnya kepada awak media. Selasa (22/11/22).

    Tim gabungan saat ini masih melakukan evakuasi disekitar lokasi kejadian hal itu diambil untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan.

    Dari pantauan media aesennews.com dilokasi kejadian terdapat beberapa alat berat yang di kerahkan untuk membersihkan longsoran.

    Dudung juga menambahkan “meterial longsor yang menutupi badan jalan sudah dibersihkan dengan bantuan alat berat dan air sebagai pembersih agar jalanan tidak licin, serta dalam waktu cepat harapan kita bisa dilalui oleh kendaraan”.

    Sementara itu, Brigjen TNI Rudi Saladin saat ditemui awak media mengatakan “Alhamdulillah kita sampai saat ini sudah mengevakuasi 13 korban jiwa. Diantaranya 12 orang ditemukan kemarin, dan pagi tadi 1 orang”. Ujarnya.

    (Asep)

  • Danang Maharsa Wabud Sleman: Keberagaman Harus Dirawat dan Dijaga Bersama

    Danang Maharsa Wabud Sleman: Keberagaman Harus Dirawat dan Dijaga Bersama

    SLEMAN, WARTANASRANI.COM – Sleman udara page itu Kamis 20 Oktober 2022 terasa sejuk setelah semalaman kota Sleman Jogyakarta di guyur hujan. Kesejukan itu berlanjut pada saat Persatuan Wartawan Nasrani di terima dengan ramah oleh wakil bupati Sleman Danang Maharsa di ruang rumah kaca lantai II di mana keseharian pak Wabud bekerja.

    Pengurus Pusat Pewarna Indonesia bersama Panitia Apresiasi Pewarna Indonesia dan Rapat kerja nasional serta Pengurus Daerah Pewarna Jogyakarta difasilitasi Pdt Daniel Pujarsono yang akrab dipanggil dengan sebutan Abah Daniel.

    Pertemuan page itu Danang M wakil bupati mengatakan bahwa memang hidup ini butuh warna sehingga muncul keindahan ucapnya mengawali bincang pagi itu.

    Bicara Sleman adalah bicara keberagaman di mana banyak suku dan agama yang ada di Sleman dan itu perlu di rawat dan di jaga bersama. Karena perbedaan atau keberagaman yang kita punya itu sesuatu keunikan dan kekayaan yang Indonesia miliki.

    “Saya sebagai wakil bapak dari masyarakat Sleman harus mau mendengar semua masyarakat Sleman. Baik yang baik ataupun yang tidak baik harus saya dengar dan jika tidak baik bersama kita selesaikan”, tandas nya serius.

    Tentang keberagaman itu warisan luhur dari bangsa ini dan ketika teman teman Pewarna dalam kiprahnya selalu mengedepankan pentingnya menjaga dan merawat keberagaman itu maka perlu didukung termasuk kami pemerintahan di kabupaten Sleman ini.

    Tentang peran jurnalis Danang mengaku sangat berterimakasih karena dengan peran mereka banyak hal yang bisa mendapatkan informasi dan dari informasi itu bisa dijadikan petimbangan ketika mengambil kebijakan.

    “Saya sendiri senang berkumpul dengan teman teman wartawan sambil ngupi ngupi tanpa harus secara formal. Karena melalui teman teman itu banyak informasi baik kritik ataupun keberhasilan kinerja pemerintah”, tandasnya.

    Kehadiran Pewarna yang dikomandani langsung Yusuf Mujiono ketua umum yang didampingi Gabriel Hartanto bidang pengembangan media dan informasi, Donny Leonardo Ketua bidang antar lembaga, Anna Kezia depa Rohani dan Pelmas yang sekaligus ketua panitia nasional API dan Rakernas dan Arief Widiyanto sekretaris daerah Pewarna Jogya serta ketua panitia lokal. Dimana Yusuf setelah memperkenalkan secara singkat tentang Pewarna sekaligus meminta pak Wabud untuk hadir membuka rakernas Pewarna yang direncanakan Selasa 29 Oktober 2022di Hotel Kana di Kaliurang serta meminta dukungannya untuk helatan akbar Pewarna ini.

    Terkait permohonan Pewarna pak Wabud sangat senang pertama karena Sleman sudah dipilih sebagai tuan rumah untuk rapat kerja teman teman wartawan nasrani dan dikesempatan itu pak Wabud siap untuk hadir dan sekaligus mendukung sesuai kapasitas yang dimiliki sebagai pemerintah daerah.

    “Terimakasih untuk teman teman Pewarna yang sudah menetapkan Sleman sebagai tuan dan nyonya rumah untuk menggelar acara ini. Tentu kami sangat senang dan membuka dari menyambutnya”, ungkapnya tersenyum.

  • Umat Kristen Protestan Kementerian Pertahanan Kemhan menyelenggarakan kegiatan Retret tahun 2022

    Umat Kristen Protestan Kementerian Pertahanan Kemhan menyelenggarakan kegiatan Retret tahun 2022

    Umat Kristen Protestan Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyelenggarakan kegiatan Retret tahun 2022 pada tanggal 6 s.d. 8 Oktober 2022 bertempat di Hotel Taman Eden 2 Kaliurang Yogyakarta, dengan tema “Kasih Karunia Yang Memulihkan”.

     

    Ketua Panitia Retret Umat Kristen Protestan Kemhan Tahun 2022 Kolonel Cpm Sihol Tambunan mengatakan, kegiatan Retret merupakan salah satu kegiatan pembinaan rohani yang dilakukan umat Kristen Protestan Kemhan untuk membina dan meningkatkan iman dalam diri setiap umat.

     

    Pada kegiatan ret-ret, juga dilaksanakan pemberian tali asih dan bakti sosial kesehatan bagi anak-anak Panti Asuhan Griya Kasih Victory Yogyakarta berupa pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan.

    Kegiatan retret tahun 2022 ini menghadirkan dua pembicara masing-masing:

     

    1. Pendeta Daniel Pujarsono, S.Th., M.Si yang menyampaikan dua topik yaitu “Kasih Karunia yang Memulihkan” dan “Tiada Kata Terlambat”,

     

    Ibadah pembukaan Pdt Daniel dengan tema: kasih karunia

    Pagelaran wayang golek yang cukup heboh karena ada interaksi dengan penonton, oleh Pdt. Daniel Pujarsono dan tim wayang golek penebar kasih GBI aletheia Tirtakencana dengan cerita Bambang Pramudita.

     

    Ibadah penutup oleh Pdt Daniel Pujarsono dengan tema: budaya sebagai alat dan bukan penghambat

     

    2. Pendeta Drs. Mulianta Bangun, M.Th yang membahas topik tentang “Keharuman Kasih Karunia”.