Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Bagi Warga Gereja

BANDUNG, WARTANASRANI.COM – BAWASLU (Badan Pengawas Pemilu) Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan YAKOMA (Yayasan Komunikasi Masyarakat) PGI dan  Sinode GKP menyelenggarakan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif bagi Warga Gereja pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota tahun 2018.

Acara yang berlangsung selama dua hari berturut-turut Selasa – Rabu (27-28/03/2018) bertempat di Hotel Luxury Trans Studio Bandung.

Pesta Demokrasi di Indonesia akan segera berlangsung di tahun 2018 dan 2019, di tahun 2018 berlangsung pemilihan kepala daerah di 171 daerah, yang terdiri dari  17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. Pemilihan serentak untuk anggota legistlatif kabupaten kota, provinsi dan nasional serta pemilihan presiden dan wakil presiden akan berlangsung pada tahun 2019.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya pencegahan dan peningkatan fungsi kelembagaan BAWASLU Provinsi Jawa Barat. Mengingat laju perkembang arus Informasi, maka diharapkan agar warga gereja untuk menghindari berita-berita HOAX, heat speech / ujaran kebencian, black campaign, money politic (politik uang) serta cerdas dalam menggunakan media sosial seperti Facebook, Path, Twitter dan lain-lain. Juga ikut serta dan aktif dalam pengawasan PILKADA dan PEMILU sehingga dapat memilih seorang pemimpin yang bersih dan dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk melayani rakyat.

Kepala Staff Sekretariat BAWASLU Jawa Barat Drs. Eliazar Barus, M.Si menjelaskan kepada awak media bahwa “Mengawasi PEMILU itu merupakan hak setiap warga Negara, bukan hanya ikut memilih tetapi juga mengawasi dari awal tahapan PILKADA sampai selesai dan berakhirnya masa jabatan calon terpilih nantinya”, pungkasnya.

Ia juga sangat mengapresiasi respon positif dari warga gereja untuk ikut mengambil bagian dalam pengawasan PILKADA dan PEMILU secara bersih. Hal ini terlihat saat pelaksanaan begitu banyak perwakilan dari lembaga gereja dan lembaga keumatan lainnya seperti PEWARNA (Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia) Jawa Barat, GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) dan lain-lain.

Ada 5 hal penting yang menjadi maksud dan tujuan kegiatan ini, yaitu :

  1. Memberikan pemahaman kepada Warga Gereja terkait struktur kelembagaan Pengawas Pemilu, teknis pengawasan, serta mekanisme dan prosedur penanganan pelanggaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2018;
  2. Mendorong partisipasi aktif dan kritis pemilih dalam mengawasi setiap tahapan Pilkada yang berlangsung;
  3. Memberikan pemahaman kepada pemilih (warga gereja) agar tidak memproduksi dan menyebarkan isu SARA melalui media sosial;
  4. Membangun kepekaan pemilih dalam menyaring dan menyebarkan informasi melalui Media Sosial dalam proses Pilkada Serentak 2018;
  5. Mengingatkan pemilih tentang bahaya politisasi SARA dan politik uang, serta komitmen mewujudkan pilkada bersih dan bermartabat.

Pada kesempatan yang sama, YAKOMA PGI juga berharap untuk setiap warga gereja turut berpartisipasi dan melakukan pengawasan serta dapat menggunakan akun media sosialnya secara bijak, demi terlaksannya PILKADA yang damai dan bersih.

“Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh YAKOMA, dan tentu hal ini didukung oleh BAWASLU dalam rangka tahun Politik 2018. Jadi tugas YAKOMA adalah menyiapkan warga gereja, Pertama untuk berpartisipasi dalam PILKADA tahun 2018. Lalu yang Kedua lebih penting lagi untuk terlibat dalam proses PILKADA ini. Dan yang Ketiga adalah YAKOMA diberikan mandat untuk mendorong warga gereja untuk memanfaatkan media sosial secara bijak”, pungkas Ibu Irma Simajuntak sebagai Direktur YAKOMA PGI.

Tanggapan dan harapan panitia penyelenggara, dari Sinode GKP (Gereja Kristen Pasundan) yaitu Pdt. Daryatno Ketua 2 Bidang Pelayanan dan Kesaksian. Ia mengatakan bahwa menyadari PILKADA ini adalah merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk diantaranya warga gereja. Dan ini juga merupakan tanggung jawab para pemimpin gereja untuk melengkapi dan mempersiapkan setiap warga jemaatnya untuk ikut serta mensukseskan PILKADA secara bersih dan bermartabat.  Karena gereja tidak terlepas dari kehidupan bermasyarakat, gereja bagian dari Negara ini.

Warga gereja yang menjadi peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, sekalipun acara berlangsung selama dua hari, namun tidak menyurutkan semangat para peserta. Bagi peserta kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat positif, selain untuk menambah wawasan serta pengetahuan, kegiatan ini juga dianggap penting untuk bergandengan tangan dengan pemerintah mewujudkan PILKADA 2018 dan PEMILU 2019 bersih dan damai.

Saat ditemui awak media seorang peserta mewakili Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel Bandung, mengakui bahwa kegiatan ini memberikan dampak yang positif, dan membuka wawasannya bahwa ternyata sebagai masyarakat biasa bisa ikut andil dalam pengawasan PILKADA.

“Responnya baik soalnya sebelumnya tidak memiliki pengetahuan politik seperti ini. Dan setelah mengikuti kegiatan ini, ternyata dalam kehidupan sehari-hari kita bisa ikut andil”, kata Jella Detriamei.

Tentunya menjadi harapan bersama sebagai warga Negara yang baik, harus menggunakan hak pilihnya dalam menentukan calon pemimpin di setiap daerah, dan menjadi pemilih yang cerdas dan bijak serta ikut serta melakukan pengawasan dalam PILKADA sehingga dapat berjalan secara adil, jujur, bersih dan damai. (red)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *