Category: Kesaksian

  • Pdt. Dr. J. Yohanes Sihombing, M.Th: Yayasan Berkat Maranatha Peduli Indonesia Terus Perkuat Komitmen di Bidang Sosial Kedukaan dan Pendidikan

    Pdt. Dr. J. Yohanes Sihombing, M.Th: Yayasan Berkat Maranatha Peduli Indonesia Terus Perkuat Komitmen di Bidang Sosial Kedukaan dan Pendidikan

    WARTANASRANI.COM, Kota Bekasi – Yayasan Berkat Maranatha Peduli Indonesia terus menunjukkan kiprahnya dalam bidang sosial dan pendidikan. Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Yayasan Harapan Indah, Kota Bekasi, Selasa (18/2/2025), Ketua Yayasan, Pdt. Dr. J. Yohanes Sihombing, M.Th, menegaskan bahwa organisasi yang berdiri sejak Februari 2017 ini semakin berkembang pesat dengan berbagai program unggulan yang bertujuan membantu masyarakat, terutama dalam pendidikan dan pelayanan sosial.

    Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Yohanes Sihombing yang juga gembala jemaat GBI Mawar Sharon Harapan Indah Bekasi ini menjelaskan bahwa yayasan memiliki komitmen tinggi dalam mendukung pendidikan anak-anak dari berbagai daerah. Setiap tahunnya, yayasan menargetkan untuk membiayai pendidikan 12 anak secara penuh, mencakup biaya makan, tempat tinggal, pendidikan, hingga uang wisuda. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, lulusan program beasiswa ini diwajibkan menjalani satu tahun pengabdian sebelum kembali ke daerah asal atau ditempatkan di cabang yayasan.

    Selain berfokus pada pendidikan, Yayasan Berkat Maranatha Peduli Indonesia juga bergerak di bidang pelayanan gerejawi. Saat ini, yayasan telah memiliki tiga cabang pelayanan gereja di Kota Bekasi serta beberapa cabang lainnya di Pekanbaru, Medan, dan Makassar. Para lulusan dari program pendidikan yayasan akan ditempatkan di berbagai cabang tersebut untuk membantu pelayanan selama satu tahun sebelum mereka kembali ke daerah masing-masing.

    Dalam aspek pelayanan sosial, yayasan turut aktif dalam bidang kedukaan dengan menyediakan layanan ambulans, bantuan kedukaan, serta tanah makam bagi jemaat yang membutuhkan. Hingga saat ini, yayasan telah menaungi lebih dari 140 gereja dengan jumlah jemaat mencapai sekitar 6.000 orang. Untuk mendukung pelayanan ini, yayasan menjalin kerja sama dengan sembilan rumah duka serta mengelola satu rumah duka sendiri di Kota Bekasi.

    Guna memperkuat layanan kedukaan, yayasan juga memiliki gedung khusus untuk produksi peti jenazah, gudang, serta kantor pusat yang mendukung operasional pelayanan. Yayasan terus berupaya meningkatkan kapasitas layanan ini agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam menghadapi momen duka.

    Dalam bidang pendidikan, Pdt. Yohanes Sihombing mengungkapkan rencana besar yayasan untuk mendirikan sekolah berbasis teologi Kristen, mulai dari tingkat TK hingga SMA. Program ini bertujuan untuk membangun generasi muda yang memiliki landasan iman kuat serta karakter yang tangguh dalam menjalani kehidupan.

    Untuk pelayanan kedukaan, yayasan memiliki divisi khusus bernama Sahabat Duka Maranatha (SDM), yang bertujuan mengubah kepanikan menjadi ketenangan bagi keluarga yang sedang berduka. SDM melayani penyediaan peti jenazah, ambulans, rumah duka, tanah makam, crematorium, serta pengiriman jenazah ke luar kota dan luar negeri, baik melalui jalur darat maupun udara.

    Bagi gereja, lembaga, atau individu yang ingin bergabung dalam pelayanan ini, dapat menghubungi Sahabat Duka Maranatha melalui kantor yayasan atau menghubungi kontak berikut: Pdt. Dr. J. Yohanes Sihombing (081210469970), Pdp. Yosua Sihombing, M.Th (081318223266), dan Feriza, SE (089675129772). Dengan berbagai program dan pelayanan yang terus dikembangkan, Yayasan Berkat Maranatha Peduli Indonesia berharap dapat terus menjadi berkat bagi masyarakat luas. (RS)

     

  • Kisah Nyata.  Orang Mati Bangkit.

    Kisah Nyata. Orang Mati Bangkit.

    Desa Sia, 100% GPdI ada Pencuri Ayam. Desa Sia terletak di kecamatan Passi, Bolang Mongondow, Sulut. Desa ini tenang dan damai. Sangat unik dan spesial karena desa ini 100% penduduknya adalah GPdI. Mari kita memulai kisahnya. Desa ini dihuni oleh penduduk asli Suku Mongondow, dengan keyakinan berbeda. Pada waktu silam datang seorang Hamba Tuhan bernama Pdt. Robert Ratu, ayahanda Pdt. Melk Ratu, Gembala di Jabar. Di desa itu ada yang meninggal. Pendeta yang diurapi Tuhan itu pergi mendoakan orang yang meninggal. Pdt. Ratu, papa dari Pdt. Hanny Ratu, Pendeta di Jabar berdoa dengan kuasa Jesus. Ajaib! Orang mati itu bangkit oleh Kuasa dan Mujizat Tuhan Yesus. Luar biasa, orang itu bangkit dari kematian. Ia hidup. Ajaib Tuhan. Api Pantekosta Heran. Peristiwa Mujizat itu menyadarkan dan membertobatkan orang sekampung. Seluruh rakyat dibabtis dalam air dan menjadi GPdI. Gembala Sidang di desa itu pernah ada menjadi Kepala desa (Sangadi). Inilah satu satunya desa yang 100% GPdI di seluruh dunia. Ada cerita super unik di desa GPdI ini. Suatu saat di kampung ini ada keluarga kehilangan ayam. Ada pencuri ayam. Memalukan. Hal itu membuat geger orang sekampung, karena sangat tidak biasa. Seluruh desa masyarakatnya taat, setia dan rohani. Bagaimana bisa desa Injil Sepenuh ada pencurinya. Orang sekampung jadi tak enak hati, malu kalau nanti terkabar ke kampung tetangga, desa GPdI ada pencurinya. Nanti desa GPdI akan dicemooh dan di olok serta dicela. Keluarga yang kecurian melapor pada Kepala desa. Kepala desa enggan mengurusnya. Ia tak sanggup. Kepala desa berkata, lapor saja pada Gembala. Kata kepala desa, karena Pencuri ayam itu pasti anggota Jemaat. Gembala lebih bijaksana mengurusnya. Katanya. Gembala memohon hikmat Tuhan, bagaimana cara mengurusnya. Pencuri ayam itu tidak diketahui siapa. Kemudian dalam sebuah ibadah pagi, Gembala mulai membuka pembicaraan dengan hati hati. Tentu saja semua berdoa terlebih dulu memohon hikmat dan pertolongan Tuhan. Gembala memulai. Ia menjelaskan dengan singkat bahwa kita semua malu, nama Tuhan juga dipermalukan. Kita ini anak Tuhan. Tak boleh mencuri. Mencuri Ayam itu dosa, harus mengaku. Tuhan Maha Pengampun. Anak Tuhan tak boleh mencuri dan selanjutnya…. Ayo mengakulah, kata Gembala. Tiba tiba, seorang berdiri. Bapak itu dengan jujur mengaku bahwa dialah Pencurinya. Semua kaget, kenapa bisa. Karena bapak itu seorang yang terpandang, kaya dan punya banyak ayam. Ia seorang pelayan Tuhan juga. Semua bingung dan tak percaya. Ada apa ini, mengapa? Gembala juga kaget. Gembala berkata, Bapak punya banyak ayam, terpandang dan pelayan di gereja, kenapa mencuri? Gembala tertunduk malu dan perasaan campur aduk. Bapak itu tak tanggung tanggung dengan enteng menjawab: “Saya memang sengaja mencuri ayamnya. Sayalah Pencurinya. Kenapa? Karena orang itu (yang kecurian) banyak ayamnya tapi dia kikir dan tak mau berkorban. Maka saya ambil (curi) ayamnya dan saya bawah ke Pastori. Itu ayam yang sudah di woku dan dimakan di Pastori.” Hahaha… Semua akhirnya tertawa. Ohhh…GPdI. Orang yang kecurian ayam itu akhirnya sadar dan jadi rajin berkorban. Ini kisah lucu yang benar benar terjadi. Kisah nyata. Kisah ini diceritakan Ketua MD Sulut kepada saya 2 hari yang lalu. FDR-LT.

  • Seluruh Penghuni Asrama Seminari Bethel Jakarta Dinyatakan Negatif Covid-19

    Seluruh Penghuni Asrama Seminari Bethel Jakarta Dinyatakan Negatif Covid-19

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Bagaimanakah kondisi terkini mahasiswa/mahasiswi Seminari Bethel Jakarta dan situasi Kampus? Berikut penjelasan Humas Seminari Bethel Jakarta, Pdm. Yada Putra Gratia yang dilansir redaksi wartanasrani.com dari beritabethel.com, Hari ini, Rabu (13/05/2020).

    Puji Tuhan, pada hari Selasa tanggal 12 Mei 2020 sore, tim dokter Puskemas Kecamatan Tanah Abang – Jakarta Pusat telah mengeluarkan surat keterangan sehat bagi seluruh penghuni Asrama Seminari Bethel Jakarta yang masih bertahan di Asrama, setelah melalui berbagai rangkaian pemeriksaan yang hasilnya menyatakan non-reaktif atau negatif virus Covid-19.

    Dengan demikian jalan masuk menuju ke Seminari yang awalnya diblokade, kini telah dibuka kembali. Situasi masyarakat di lingkungan Seminari pun sangat kondusif.

    Seminari Bethel Jakarta telah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Kecamatan dan Bapak Yassin Pasaribu (Camat Tanah Abang) selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Tanah Abang, Jakarta-Pusat agar ke 71 anak asrama yang telah dinyatakan negatif virus Covid-19 untuk dapat melanjutkan isolasi mandiri di dalam asrama maupun di luar asrama Seminari Bethel Jakarta, dalam hal ini mereka dapat pulang ke rumah keluarganya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

    Sampai dengan hari ini, Rabu 13 Mei 2020, dari 72 orang, jumlah awal penghuni asrama yang dirawat di RSUD Cengkareng, Jakarta-Barat dan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet [Kemayoran, Jakarta-Pusat] kini sebanyak 41 orang telah dinyatakan sehat (non-reaktif Covid-19) serta telah diijinkan keluar dari rumah sakit, dan melanjutkan isolasi mandiri di rumah-rumah singgah yang telah disiapkan oleh Seminari Bethel Jakarta.

    Sedangkan 31 orang yang masih dalam perawatan di rumah sakit telah menunjukkan perkembangan kesehatan yang semakin membaik, dan sedang menunggu hasil swab test yang terakhir. Dimungkinkan dalam waktu beberapa hari ke depan, ada beberapa anak yang akan diijinkan keluar dari RS.

    Seminari Bethel Jakarta didukung oleh BPH GBI [Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia], BPD GBI [Badan Pekerja Daerah Gereja Bethel Indonesia], alumni dan beberapa gembala gereja lokal GBI di DKI Jakarta dan sekitarnya, telah menyiapkan dan menyewa beberapa rumah singgah untuk menampung anak-anak asrama yang telah keluar dari rumah sakit, dan sampai saat ini masih dibutuhkan beberapa rumah singgah untuk menutupi kekurangan tempat akomodasi yang dibutuhkan.

    Tim khusus Seminari Bethel Jakarta berusaha memenuhi semua kebutuhan logistik anak-anak yang telah ditempatkan di rumah-rumah singgah, seperti makanan, minuman, vitamin, buah, alamat mandi, pakaian, alat kebersihan, dan lain-lain. Semua pemenuhan kebutuhan tersebut dikoordinasikan dan didistribusikan oleh tim khusus Seminari Bethel Jakarta.

    Adapun sampai saat ini, Seminari Bethel Jakarta telah menerima banyak dukungan doa, moril, donasi dan bantuan kebutuhan-kebutuhan lainnya dari BPH GBI, Anggota MPL GBI [Majelis Pekerja Lengkap Gereja Bethel Indonesia], BPD GBI se-Indonesia, gereja-gereja lokal GBI, alumni, lembaga-lembaga Pemerintah dan lain-lain.

    Seminari Bethel Jakarta tetap terus mengikuti arahan dari tim dokter Puskesmas dan terus melanjutkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 secara ketat di lingkungan Seminari demi kepentingan dan kesehatan bersama. [Pdm. Yada Putra Gratia].

    Untuk Informasi Khusus hubungi : 1. Pdt Tonny Watimena, Hp 081284266346. 2. Pdt. Purim Marbun, Hp 08161905103. 3. Pdm. Yada Putra Gratia, Hp 08176336441.Untuk Informasi Umum hubungi : 1. Pdp Oktaria Inkiriwang, Hp 087780783475. (*)

  • Pdt. Dr. Paul F. Gulo, Pimpin Mission Trip GBI Taman Aster Bekasi Ke Kepulauan Nias

    Pdt. Dr. Paul F. Gulo, Pimpin Mission Trip GBI Taman Aster Bekasi Ke Kepulauan Nias

    NIAS, WARTANASRANI.COM – Iman tidak berhenti ketika kita mengambil keputusan percaya dan bertobat kepada Yesus Kristus. Iman harus di jalani, iman harus bertumbuh, berbuah, sampai mencapai tingkat kedewasaan penuh. Pertumbuhan iman adalah keharusan untuk kehidupan rohani yang berhasil dan produktif. Untuk inilah, Tim Penginjilan GBI Taman Aster Kota Bekasi bertolak ke Kepulauan Nias, Sumatera Utara, untuk sebuah misi mulia, mencari dan menyelamatkan jiwa berapapun harganya.

    Suasana Ibadah Kebaktian Penyegaran Iman dan Kesembuhan Illahi

    Selama seminggu (8 – 16 Juni 2019), tim yang terdiri dari; Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th (Ketua Mission Trip Marturia), Pdt. Rustam J. Larope, M.Th dan Ev. Anton Ferry Thanos mengadakan kegiatan Kebaktian Penyegaran Iman (KPI), Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Pemuda, KKR Umum, Kebaktian Kesembuhan Illahi (KKI), Pelayanan Ibadah Minggu, sampai pelayanan keluarga.

    Sementara gereja-gereja yang menjadi tempat kegiatan ini, antara lain; GKII Bakaru, GBI Gido, GBI Sirete, GPdI Sindronro, GPI Hiliotalua, GPT Hiljia, GBI Sukacita Bombono, GPdI Huno, GPdI Diponegoro.

    Selain Kebaktian Penyegaran Iman dan Kebaktian Kebangunan Rohani, Tim Misi Marturia GBI Taman Aster Kota Bekasi, juga melaksanakan kegiatan seminar yang mengambil tema,”Gereja Yang Kuat Dan Berdampak”. Seminar yang di fasilitasi Ketua PGPI Nias Utara, Pdt. Elifati Gea, S.Th., berlangsung di Aula Kantor Bupati Nias Utara dan dihadiri oleh hamba-hamba Tuhan PGPI Nias Utara.

    Tampak hadir mewakili Bupati, Asisten 1 Pemerintah Kabupaten Nias Utara. Dalam sambutannya, ia menyatakan kesiapan dan dukungan pemerintah Kabupaten Nias Utara dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan di tahun yang akan datang.

    Foto Bersama Tim Misi Dengan Peserta Seminar (Hamba-hamba Tuhan Anggota PGPI Nias Utara)

    Tim Misi juga sempat bertatap muka dengan Bupati Nias Induk, Drs. Sokhiatulo Laoli, M.M., di kantornya. Pada kesempatan tersebut, Tim Misi juga mendoakan Bupati dan secara khusus menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan Bupati selama kegiatan pelayanan misi di Nias.

    Disela-sela kegiatan pelayanan, Tim Misi Marturia menyempatkan diri melihat keindahan alam pantai dan peninggalan budaya masyarakat Nias yang ada di Nias Selatan, Desa Mataluo, Pantai Sorake dan Pantai Lagundi.

    Tim Misi saat bertatap muka dan mendoakan Bupati Nias Induk, Drs. Sokhiatulo Laoli, M.M.

    Apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan Mission Trip GBI Taman Aster Kota Bekasi, disampaikan Ketua Tim Misi, Pdt. Paul F. Gulo.

    “Atas nama tim, saya menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya atas dukungan Pemerintah Kabupaten Nias Induk, Pemkab Nias Utara, Gembala Jemaat, Ketua PGPI Nias Utara, hamba-hamba Tuhan, jemaat dan semua donatur yang telah mendukung serta mensukseskan kegiatan pelayanan misi ini. Doa kami, Tuhan Yesus akan memberkati segala jerih lelah kita dalam pelayanan yang mulia ini. Kiranya, Tuhan Yesus Kristus, sumber segala berkat akan menyempurnakan sukacita kerjasama pelayanan ini untuk kemuliaan nama-Nya,” ungkapnya. (*)

  • Wow, Hampir Setiap Hari Murfati Lidianto Hadiri Ibadah Syukur Natal dan Tahun Baru

    Wow, Hampir Setiap Hari Murfati Lidianto Hadiri Ibadah Syukur Natal dan Tahun Baru

    WARTANASRANI.COM – Rasa capek dan lelah terlihat jelas di raut wajahnya, namun hal itu tidak mengurangi semangat dan sukacita anggota DPRD Kota Bekasi ini, untuk memenuhi undangan Ibadah Syukur Natal dan Tahun Baru yang dilaksanakan berbagai denominasi gereja, ormas Kristen, komunitas nasrani dan perkumpulan kedaerahan yang ada di Kota Bekasi, khususnya Kecamatan Medan Satria dan Kecamatan Bekasi Barat.

    img-20190119-wa0015

    Ditengah kesibukannya sebagai wakil ketua komisi III DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto, SE., tak pernah alpa memenuhi undangan yang ia terima. Tak terhitung sudah berapa kali Murfati, begitu ia disapa, menghadiri Ibadah Natal dan syukur tahun baru. Mulai dari memberi sambutan mewakili pemerintah, menyampaikan pesan natal, menyalakan lilin natal, sampai mengambil nomor undian dan membagi hadiah doorprize, dilakoninya dengan tulus dan penuh sukacita.

    Menurutnya bila dihitung jumlah kehadirannya dalam berbagai acara natal dan tahun baru, sudah melebihi jumlah tanggal pada kalender bulan Desember 2018. Hal ini terjadi karena dalam sehari, ia bisa menghadiri tiga sampai empat kali ibadah Natal dan syukur tahun baru.

    “Sampai hari ini, boleh dibilang, hampir setiap hari saya menghadiri Ibadah Natal dan Syukur Tahun Baru. Kalau dihitung mungkin sudah lebih banyak dari jumlah tanggal kalender bulan desember 2018, karena dalam satu hari, terkadang saya harus menghadiri tiga sampai empat kali Ibadah,” ungkap anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019, yang bernama lengkap, Murfati Lidianto, SE.

    Yang menarik adalah ketika dihubungkan dengan tahun politik. Saat banyak Caleg melakukan hal yang sama, wanita kelahiran Belitung ini tak patah arang untuk menunjukkan pada masyarakat, bahwa kehadirannya bukanlah sekadar pencitraan untuk meraih simpati pada pencalonannya sebagai angota DPRD Kota Bekasi periode kedua. Karena apa yang dilakukannya saat ini, sudah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, atau sudah dimulai sejak ia terpilih sebagai anggota DPRD Kota Bekasi.

    “Sebenarnya apa yang saya lakukan ini, bukanlah baru ditahun ini. Tapi sudah saya lakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Sejak saya terpilih, saya sudah melakukan hal ini. Bahkan tidak saja di bulan Desember, karena hampir setiap minggu saya suka mengikuti kebaktian di berbagai gereja di wilayah Kecamatan Medan Satria dan Kecamatan Bekasi barat,” sebutnya penuh syukur.

    Bagi aktivis Gereja Katolik Santo Albertus ini, semua dilakukannya bukan sekadar menghargai undangan yang ia terima, tetapi soal integritas dan komitmennya sebagai wakil rakyat yang memang wajib dekat dengan warga masyarakat.

    “Ini semua saya lakukan bukan semata-mata sekadar menghormati undangan yang saya terima, tetapi bagi saya ini merupakan sebuah tanggung jawab bahkan menjadi kewajiban untuk selalu dekat dengan warga masyarakat,” ujar Murfati Lidianto, SE., Caleg nomor urut satu, dari Partai Gerindra, Dapil. Kec. Medan Satria dan Kec. Bekasi Barat ini.

    Pada akhirnya, Murfati berharap masyarakat semakin cerdas untuk memilih wakil rakyatnya pada pemilu 2019 ini. Iapun berharap doa dan dukungan masyarakat pada pencalonannya periode kedua ini.

    “Jadi masyarakat mesti cerdas mengambil sikap untuk memilih anggota DPRD Kota Bekasi, agar terpilih yang bisa kembali ke masyarakat untuk mengawal aspirasi rakyat membangun Kota dan memperhatikan kesehatan serta pendidikan di Kota Bekasi,” harap Murfati.

    “Datanglah ke TPS pada tanggal 17 April 2019 dan Coblos nomor urut satu pada kertas suara warna hijau, dari partai Gerindra,” harapnya lagi.

  • Manado Ditetapkan Sebagai Kota Berdoa

    Manado Ditetapkan Sebagai Kota Berdoa

    MANADO, WARTANASRANI.COM – Bertempat di God Bless Park Manado, Pemerintah Kota Manado, hari ini, Rabu (28/11/2018) menetapkan Kota Manado sebagai “KOTA BERDOA”. Bersama tokoh agama dari Kristen, Katolik, Muslim, Budha, Konghucu dan Hindu, berdoa untuk Kota Manado agar selalu dalam perlndungan Tuhan.

    Ditengah berbagai bencana alam yang terjadi, para pemuka agama yang mewakili 6 agama, sepakat berdoa, supaya Kota Manado dijauhkan dari segala bencana dan hal-hal yang tidak diinginkan. Disamping patung tangan yang berdoa, doa-doa dipanjatkan agar Kota Manado semakin diberkati, lewat pemerintahan Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Mor Bastiaan.

    “Karena semua agama kita mengajarkan umatnya untuk berdoa, doa tidak menjadi milik dari satu golongan agama atau kepercayaan. Dari situ kami menyimpulkan setelah pulang ke Manado, kami akan canangkan Manado sebagai Kota Doa,” cerita Walikota Manado, GS Vicky Lumentut tentang latar belakang tercetusnya ide pencanangan Manado sebagai Kota Doa.

    Dikatakan Lumentut, bahwa pencanangan Manado sebagai Kota Berdoa, kiranya menjadi perekat kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama.

    “Saya bersama pak wakil wali Kota Manado, sekda dan semua jajaran Pemerintah Kota Manado memberikan apresiasi yang tinggi atas komitmen ini, komitmen kebersamaan dalam rangka menjaga Kota Manado yang dikenal sebagai kota toleran, kota yang rukun,” katanya penuh harap.

    “Saya memohon masyarakat Kota Manado untuk bersama-sama melaksanakan apa yang dicanangkan hari ini. Mari kita selalu berdoa bersyukur kepada Tuhan dan memohon Tuhan menolong menjaga dan melindungi hari-hari hidup kita ke depan ini. Mari kita doakan Kota Manado, Sulawesi Utara, bangsa dan negara,” tambah Lumentut.

    Tampak hadir Wakil Wali Kota Manado Mor Bastiaan, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Manado, Julyeta PA Lumentut Runtuwene dan Imelda Bastiaan Markus. Hadir juga, Sekretaris Kota Manado Micle Lakat SH MH, Ketua BKSAUA Manado Pendeta Roy Lengkong, dan Ketua FKUB Pendeta Renata Ticonuwu. Ketua Forum Pembauran Kebangsaan, Albert Wuysang, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, James Karinda, mewakili Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Manado serta para tokoh agama se-Kota Manado serta ribuan aparatur sipil negara, tenaga harian lepas dan kepala lingkungan se-Kota Manado.

    Sementara itu, Ketua Jemaat GMIM Sion Malalayang, Pdt. Novly Pua mengatakan, dengan dicanangkannya Manado sebagai “Kota Doa”, menjadi prestasi yang melengkapi apa yang sudah dir as ih Kota Manado sebelumnya, yaitu predikat sebagai Kota paling toleran.

    “Memang terbukti walaupun kita masyarakat Kota Manado berbeda-beda agama, suku, tapi kita mampu hidup rukun dan damai. Kerukunan dan perdamaian itu memang dikuatkan dengan doa, tanpa doa, itu bisa rapuh,” ungkap Pdt. Novly Pua.

  • Symphony Worship Rilis Album ketiga berjudul NEW HOPE

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Symphony Worship kembali menyapa penggemar musik rohani Kristen dengan meluncurkan album terbarunya berjudul New Hope. Album ini merupakan album ketiga setelah “Love To Worship You” dan album “Freedom” yang telah mendunia. Album ini juga terasa begitu berkesan, karena merupakan hasil dari pengalaman pribadi para personilnya. Setidaknya hal itu yang diutarakan oleh Symphony Worship dalam press conference, di GBI City Tower, Jakarta, Jumat (26/10/2018).

    Dibawah bimbingan dan penggembalaan Ps. Djohan Handojo, sebagai pastor dari Symphony Worship, album ini memiliki sepuluh lagu yang bertemakan pengharapan baru terhadap Yesus.

    “Pembuatan album ini sangat berkesan bagi kami. Sejak Live Recording Concert Symphony Worship pada 4 Agustus lalu, kami menerima banyak kesaksian atas mukjizat hadirat Tuhan. Album ini kami harap akan terus menyuarakan keintiman Tuhan dan kuasaNya yang nyata bagi setiap pendengar,” ujar Ivan Handojo, Lead Singer sekaligus Song Writer dan Producer dari Symphony Worship.

    _20181026_232114

    Setiap lagu di album ini, ternyata ditulis langsung oleh para personil Symphony Worship yang menceritakan pengalaman pribadi mereka yang mendapatkan pengharapan dalam Tuhan yang tidak pernah mengecewakan.

    Lagu-lagu dari album pertama dan kedua Symphony Worship yang berjudul “Love To Worship You” dan “Freedom” yang telah mendunia, diterjemahkan dan dinyanyikan di lebih dari 14 negara dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

    Beberapa lagu tersebut diantaranya adalah, Love To Worship You, Kunyanyi Haleluya, Yesus Pada-Mu Kuberseru, dan Dengan Apa Kan Kubalas. Album New Hope ini sendiri diharapkan akan dapat terus menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

    Satu kerinduan Symphony Worship sesuai dengan visi untuk menjadi “Voice to the nations”, memiliki misi untuk pemulihan pondok Daud melalui pujian dan penyembahan, Album NEW HOPE, dapat mentransformasi kehidupan setiap pendengar.

    “Saya percaya, melalui album ini kita berdoa, orang-orang mendapat pemulihan dan pengenalan tentang pengharapan yang baru,” ujar Ivan Handojo penuh harap diakhir konferensi pers.

    Symphony Worship beranggotakan Ivan Handojo, Nicholas Sarasta, Josephine Widia, Theresia Fasya, Devina Wola, dan Jonathan Fernando, yang kesemuanya berposisi di Singers. Selain itu ada musisi-musisi seperti Ivan Tangkulung, Alisan Jaya, William Lee, Jonathan Fandra, Wawan Lee, Christofer Tjandra, Gavin Christiantoro, Chris Immanuel, dan juga tim choir dari GBU The City Tower Jakarta.

  • FRESMAN SINAGA, ST: Dari Konsultan TI Menuju Wakil Rakyat Jawa Barat

    FRESMAN SINAGA, ST: Dari Konsultan TI Menuju Wakil Rakyat Jawa Barat

    WARTANASRANI.COM – Keluar dari zona nyaman dan siap berjalan di jalan terjal nan keras penuh liku, untuk mencapai suatu tempat, dimana di tempat itu bisa melayani dan bermanfaat bagi rakyat banyak, menjadi tekad pria kelahiran Sumbul, Kabupaten Dairi, 17 September 1977 ini.

    Fresman Sinaga, ST saat menjadi narasumber Diskusi Kebangsaan

    Terlahir dari seorang Ibu boru Silalahi, Fresman Sinaga begitu nama lengkapnya, bercerita bagaimana ia memulai pendidikan di tingkat SD dan SMP di Sumbul tanah kelahirannya. Setelah menamatkan di tingkat SMP, ia-pun melanjutkan pendidikan di Medan, tepatnya SMA Negeri 11 Medan dan lulus tahun 1996. Sekolah Tinggi Teknologi Telekomunikasi Bandung jurusan Teknik Informatika menjadi pilihannya di tingkat perguruan tinggi. Setelah tamat pada bulan April 2001, tak berapa lama kemudian, tepatnya di bulan Agustus 2001, ia diterima bekerja di perusahaan konsultan teknologi dan informasi (TI). Saat ini,  suami dari Dr. Timoria br. Siagian ini bekerja di PT. Emerio Indonesia dan ditempatkan di client  salah satu Bank swasta Jakarta untuk menangani pengolahan data laporan keuangan ke BI/OJK.

    Ditanya mengapa ikut partai politik? Bang Fresman, begitu ia disapa, dengan lugas menjelaskan tentang pentingnya partai politik sebagai instrument dalam mengorganisasikan kekuasaan rakyat yang sangat beragam sehingga menjadi kekuatan efektif. Dikatakannya bahwa partai politik juga merupakan institusi utama bagi rekrutment kepemimpinan di daerah maupun pusat, baik di eksekutif maupun legislatif.

    “Lewat partai politiklah semua kebijakan pemerintah ditentukan dan lewat partai politik juga bisa membantu rakyat banyak di semua bidang. Berangkat dari pemahaman diatas, supaya bisa ambil peran dalam mengorganisasikan kekuasaan rakyat, maka harus masuk ke dalam partai politik,” pungkas Fresman penuh semangat.

    “Dari dulu sampai saat ini, saya sendiri dan sebagian masyarakat sangat tidak puas/kecewa dengan kinerja para wakil rakyat yang duduk di DPR ataupun di DPRD. Kecewa karena yang dipilihnya tersebut tidak menjadi wakil rakyat yang bisa membuat kebijakan dengan pemerintah untuk membantu semua masalah-masalah yang dihadapi oleh rakyat. Misalnya masalah kesehatan, pendidikan, ekonomi dan kesejahteraan. Namun tidak saya pungkiri juga, ada juga beberapa anggota dewan yang sudah sesuai tugas dan fungsinya,” terang Fresman Sinaga mengulas alasannya, soal mengapa baru sekarang ikut partai politik.

    “Untuk mengobati rasa kecewa dari masyarakat, maka saya memutuskan untuk masuk ke dalam partai politik, dilandasi dengan niat hati ingin melayani rakyat banyak,” terangnya lagi, menegaskan komitmennya untuk bekerja bagi kepentingan masyarakat banyak.

    Fresman Sinaga bersama keluarga

    Terkait mengapa pilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI)? Ayah dari Pahala Sinaga dan Farel Sinaga dengan meyakinkan menguraikan alasannya.

    “Partai lama maupun partai baru secara umum mengandalkan seorang tokoh tunggal atau segelintir elite. Partai seperti milik keluarga. Rekrutmen kader dan pemimpin partai sangat bertumpu pada referensi tokoh tunggal tersebut. Partai kurang terbuka dalam rekrutmen putra-putri terbaik bangsa. Satu-satunya partai yang tidak seperti yang saya sebutkan di atas adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Selain itu juga, hanya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mempunyai peraturan bahwa usia pengurusnya maksimal 45 tahun. Sehingga masyarakat mengenal Partai Solidaritas Indonesia sebagai partai anak muda, partai kaum milenial. Hal-hal inilah yang membuat saya memutuskan untuk bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI),” urainya penuh semangat.

    Banyak hal yang ingin diperjuangkan oleh Fresman. Dengan Visi; menjadi wakil rakyat yang selalu menyuarakan suara rakyat serta punya integritas, anti korupsi dan anti intoleransi, serta misi; mewujudkan rasa bahagia, sejahtera serta penuh kedamaian pada masyarakat Jawa barat; Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari PSI daerah pemilihan Kota Bekasi dan Kota Depok ini, bertekad jika terpilih, akan bekerja keras demi kepentingan masyarakat Jawa Barat di berbagai bidang, baik di bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang ekonomi, untuk kaum milenial, dan layanan masyarakat.

    “Bidang pendidikan; sekolah gratis sampai tingkat SLTA sederajat dan menambah fasilitas laboratorium sekolah-sekolah. Bidang kesehatan; mengawasi program BPJS dan memastikan tidak ada lagi pasien yang tidak dirawat oleh rumah sakit dan menambah kerjasama dengan semua rumah sakit yang ada. Bidang ekonomi; menciptakan lapangan kerja baru di bidang ekonomi kreatif dan mengusulkan/menambah dana ke RW/Kelurahan untuk modal usaha rakyat. Untuk kaum milenial; memperbanyak ruang taman terbuka di dekat sekolah dan tempat beribadah dilengkapi dengan wifi gratis, memperbanyak tempat ruang baca dengan koleksi buku bacaan yang terbaru dari semua kategori dengan suasana nyaman dan tentram. Layanan Masyarakat; memperbaik layanan kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak perlu membutuhkan waktu yang banyak untuk mengurus administrasi kependudukan, pembayaran pajak, dan sebagainya,” jelasnya panjang lebar.

    “Untuk menambah tugas saya, yang akan saya kerjakan di atas, dengan tangan terbuka juga, saya meminta masukan dari masyarakat,” ujar penasihat DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Bekasi ini, penuh persahabatan.

  • KETUA MP GPDI, PDT. JOHN WEOL TAMPIL SEBAGAI PEMBICARA KKR GPDI PAKU URE

    KETUA MP GPDI, PDT. JOHN WEOL TAMPIL SEBAGAI PEMBICARA KKR GPDI PAKU URE

    PAKU URE, MINSEL – WARTANASRANI.COM – Terlaksananya program jemaat selama setahun, disikapi gembala dan jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) El-Shaddai Paku Ure dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) selama 3 malam (5-7/9/2017).

    “KKR ini merupakan wujud ungkapan syukur GPdI El-Shaddai Paku Ure atas penyertaan Tuhan, sehingga program gereja selama setahun dapat terlaksana dengan baik. Kami berharap, KKR selama 3 hari ini dapat menjadi berkat tidak saja untuk jemaat GPdI El-Shaddai Paku Ure, tetapi juga untuk masyarakat Desa dan pemerintah,” ujar gembala jemaat GPdI El-Shaddai Paku Ure, Pdt. Moody Kodongan, M.Th penuh syukur.

    Pdt. Moody juga menyatakan terima kasih kepada Majelis Pusat, khususnya Ketua Majelis Pusat GPdI, Pdt. Dr. John Weol, M.Div., M.Th., M.Min., yang telah menyempatkan diri hadir sebagai pembicara KKR malam pertama.

    “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih, karena Ketua Majelis Pusat GPdI, Pdt. Dr. John Weol, bersedia menjadi pembicara dalam KKR ini. Kiranya lewat KKR ini menjadi alat Tuhan untuk penuaian jiwa-jiwa bagi kemuliaan Tuhan,” tegas Moody didampingi Isteri tercinta, Pdm. Ritha Ester Lumingkewas, S.Th.

    Pdt. John Weol, dalam khotbahnya yang mengambil nats pokok, Efesus 1:15-19, mengingatkan semua yang hadir untuk menyadari bahwa ada kemuliaan Tuhan yang diberikan bagi umat-Nya dan gereja-Nya.

    “Rasul Paulus berdoa agar supaya mata hati jemaat yang di Efesus terbuka melihat kemuliaan yang Tuhan berikan bagi umatnya,bagi gereja Tuhan. Kemuliaan yang Tuhan berikan bagi gereja-Nya; pertama kekayaan, kedua mujizat, dan ketiga iman,” sebut Ketua MP GPdI yang juga Ketua STT Pantekosta Jakarta ini.

    Untuk itu, menurut gembala GPdI El Uzay, Muara Karang, Pluit Jakarta dan GPdI Taman Aries, Jakarta ini, membuka mati hati menjadi syarat agar bisa melihat kemuliaan Tuhan yang diberikan bagi umatNya dan gerejaNya.

    “Kita bisa melihat kemuliaan Tuhan itu ketika mata hati kita terbuka. Karena itulah tujuan Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Efesus agar mereka mampu melihat kemuliaan Tuhan bahwa betapa hebat kuasanya bagi kita yang percaya, dalam ayat 19, namun mata hati kita harus terbuka, yaitu IMAN,” jelasnya.

    Dibanjiri oleh jemaat dan masyarakat Paku Ure, lawatan Tuhan begitu terasa dalam KKR ini. Mujizat pun terjadi dan sangat memberkati semua yang hadir.

    Sementara itu, pada KKR malam kedua dilayani oleh Pdt. Brando Lumataw, M.Th., Badan Pengawas Usaha Milik Gereja GPdI. Selanjutnya pada malam ketiga, tampil sebagai pembicara Ketua Departemen Penginjilan GPdI, Pdt. Ferry Mamangkey, M.Th.

    Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dilaksanakan oleh Tim Kerja El-Shaddai Ministry Paku Ure ini, di dukung oleh pemerintah Desa, Bamag, pemerintah Kecamatan, pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. (SHS)

  • JADI BERKAT BAGI KOTA DAN BANGSA, YAYASAN A2K DAN ANDYOT MENGGELAR BAKSOS PENGOBATAN GRATIS

    JADI BERKAT BAGI KOTA DAN BANGSA, YAYASAN A2K DAN ANDYOT MENGGELAR BAKSOS PENGOBATAN GRATIS

    KUPANG, WARTANASRANI.COM – Digerakkan oleh Visi dan Misinya untuk menjadi berkat bagi kota dan bangsa, Yayasan Anugerah Amal kasih (A2K) bekerjasama dengan Yayasan Andyot dari Korea menggelar bakti sosial berupa pengobatan massal gratis selama 3 hari dan KKR (25-29 September 2017) di GBI Imanuel, Pasir Panjang, depan Pos Brimob, Kota Kupang, NTT.

    “Salah satu ayat dalam kitab Yeremia mengatakan: Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu (Yeremia 29:7 TB). Berarti kita sebagai umat Tuhan harus mempunyai beban dan tanggung jawab atas suatu keadaan dari kota maupun bangsa, bahkan kalau keadaan suatu bangsa dalam keadaan buruk, kita sebagai umat-Nyalah yang diminta untuk berdoa dan bertobat seperti: dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. (2 Tawarikh 7:14 TB). Atas dasar Firman Tuhan inilah, Anugerah Amal Kasih bekerjasama dengan Yayasan Andyot hadir di Kota Kupang mengadakan Bakti Sosial pengobatan massal gratis,” jelas Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th.

    Menurut Pdt. Paul, pengobatan gratis berupa Sport Massage Kairo ini merupakan upaya Yayasan A2K untuk mendukung pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat.

    “Sekalipun saat ini memang pemerintah sudah semakin mempermudah akses kesehatan sampai ke tingkat desa, kami tetap ingin berkontribusi lebih kepada masyarakat,” tegas gembala GBI Taman Aster, Kota Harapan Indah, Bekasi ini, singkat.

    Ternyata niat baik Yayasan A2K dan Yayasan Andyot disambut antusias oleh warga, dimana setiap harinya ada 40 sampai dengan 80 pasien, dengan total pasien mencapai 180 orang.

    “Kami merasa senang karena kegiatan pengobatan gratis ini disambut antusias oleh warga. Kami harap kegiatan ini benar-benar dapat dirasakan warga manfaatnya. Harapan kami juga, melalui kegiatan ini, kesehatan warga desa lebih meningkat, dan warga juga memiliki kepedulian yang tinggi untuk melaksanakan pola hidup sehat dan bersih,” ujar hamba Tuhan kelahiran Nias, Sumatera Utara ini, penuh syukur.

    Diceritakan Pdt. Paul, dampak langsung dari pengobatan Sport Massage Kairo yang ditopang doa oleh tim yang terlibat, terlihat pada seorang wanita muda yang datang, dimana pada hari pertama tidak bisa jalan, tapi setelah didoakan dan mengikuti pengobatan, bisa jalan dan bersaksi.

    “Ada seorang nona (gadis) sudah 11 thn tidak bisa jalan karena kecelakaan. Ia datang harus di gendong waktu turun dari mobil, namun lewat pelayanan doa dan pengobatan, sekarang ia sdh bisa jalan dan bersaksi. Hal yang sama juga terjadi dengan pasien-pasien yang lain. Mujizat masih ada! Semoga kesaksian ini bermanfaat dan menjadi berkat,” cerita Pdt. Paul bersukacita.

    Sementara itu, selain bakti sosial pengobatan gratis, Tim yang terdiri dari; Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th., Pdp. Wahyudi Lingga, M.Th., Ev. Richard I. Utama, S.Th., Mr. Park Ho Soon, Ps. Dr. Samuel An, M.Th., Mss. Ester An, dan Pdm. Maruli Tua Simanjuntak, S.Th., juga mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) pada malamnya di gereja GBI Imanuel, Pasir Panjang, Kota Kupang, NTT.

    Dijelaskan Pdt. Paul, bakti sosial pengobatan gratis Sport Massage Kairo berupa Refleksiologi, Akupuntur, Kop (bekam), dan lain-lain, yang dilakukan oleh Mr. Park Ho Soon ini, juga akan dilaksanakan di Kota Bekasi, tepatnya di GBI Taman Aster, Kota Harapan Indah, Kota Bekasi.

    Dalam kesempatan yang lain, sebelum kembali ke Bekasi, Tim menyempatkan diri untuk melihat keindahan pantai di pinggiran Kota Kupang. (RSO)