Category: Kesaksian

  • MARIA SHANDI: Dibalik Lagu Kunanti KedatanganMu

    MARIA SHANDI: Dibalik Lagu Kunanti KedatanganMu

    WARTANASRANI.COM – Beberapa waktu lalu, saya menghadiri acara pernikahan salah satu teman baik saya. Pestanya sangat indah dan berlangsung dengan baik. Tak heran, karena persiapannya dilakukan lebih dari 1 tahun sebelumnya. Teman saya rela mengeluarkan tenaga, waktu dan dana yang sangat besar untuk acara yang berlangsung sekitar dua jam. Dan ternyata fenomena ini sudah menjadi suatu hal yang biasa, dimana banyak orang rela mempersiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin untuk acara pernikahan yang berdurasi hanya beberapa jam saja.

    Kenyataan ini menyadarkan kita, kalau kita rela mempersiapkan acara berdurasi 2 jam dari berbulan- bulan bahkan bertahun- tahun sebelumnya, bagaimana dengan persiapan kehidupankekal kita setelah ini? Waktu rata- rata persiapan kita hanya 70 tahun untuk sebuah kehidupan yang tak berujung. Artinya betapa singkat dan berharganya setiap detik, menit dan jam yang ada untuk mempersiapkan kita memasuki kehidupan yang sesungguhnya melalui sekolah kehidupan selama ada di dunia ini.

    Berangkat dari kesadaran ini, saya menulis lagu Kunanti KedatanganMu yang sudah dirilis dalam album “Dia Tahu” beberapa waktu lalu. Saya berharap melalui lagu ini bisa mengingatkan setiap kita untuk menggunakan waktu hidup kita dengan bijaksana. Kiranya berbagai kesibukan dan kesenangan hidup lainnya tidak mengalihkan focus utama kita yaitu mempersiapkan diri untuk kehidupan yang sesungguhnya, dimulai dari persekutuan pribadi setiap hari. Ketika kita meluangkan waktu setiap hari untuk berdiam diri dan berdialog dengan Tuhan, disitulah kita akan semakin mengenal Tuhan dan kasihNya yang Maha Agung. Di saat itu jugalah kita disadarkan akan segala perbuatan dan sikap hati kita yang belum sesuai dengan kehendakNya sehingga kita akan membenahi diri setiap hari.

    Dilanjutkan dengan belajar kebenaran Firman Tuhan, yang akan menjadi panduan kita dalam menjalani hidup. Ketika kita menghidupi kebenaranNya, setiap peristiwa yang terjadi akan kita responi dengan tepat sehingga karakter kita dibentuk dan disempurnakan selalu. Orang- orang yang tidak menyenangkan dan keadaan yang buruk sekalipun akan menjadi sekolah kehidupan yang mendewasakan karakter kita. Kita berusaha menghidupi Tuhan Yesus kembali dalam setiap tindakan, pikiran dan perkataan kita, sehingga orang- orang di sekitar kita bisa merasakan pribadi Tuhan Yesus melalui kehidupan kita.

    Kita menyadari bahwa segenap hidup kita adalah milik Tuhan, termasuk tubuh, keluarga dan pekerjaan, sehingga kita akan mengelolanya sebaik mungkin. Kita akan menjaga kesehatan, belajar dan bekerja dengan giat, mengurus serta mengasihi keluarga, sebagai bentuk tanggung jawab kita kepada Sang Pemilik Kehidupan. Kita akan membela pekerjaan Tuhan tanpa batas melalui waktu, tenaga, harta dan segenap hidup kita. Tujuannya adalah supaya pada akhirnya kita bias berada dimana Tuhan ada serta tinggal bersama denganNya sampai selamanya. Mari selesaikan pertandingan hidup kita dan setia sampai akhir.

  • LEBARKAN SAYAP PELAYANAN, MARIA SHANDI LAUNCHING  MS FRIENDS

    LEBARKAN SAYAP PELAYANAN, MARIA SHANDI LAUNCHING MS FRIENDS

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM  – Berawal dari pelayanan ke berbagai daerah, membawa artis rohani Maria Shandi akhirnya mengorbitkan komunitas online MS Friend dengan menggunakan aplikasi Line@msfriends. MS Friend adalah komunitas online yang dibentuk olehnya untuk berbagi hidup dan kebenaran Firman Tuhan.

    “Pemicu terbentuknya MS Friend adalah ketika saya keliling melayani di berbagai tempat, saya menemukan ada banyak orang yang ingin hidup benar tapi terbatas oleh pengetahuan Firman Tuhan. Keterbatasan tersebut bisa disebabkan karena jarak tempat tinggal yang jauhatau keterbatasan waktu untuk belajar Firman Tuhan. Ada juga yang ingin bertanya/ konseling tentang masalah hidupnya tapi tidak tahu harus cerita ke siapa sehingga beresiko mengambil keputusan yang salah dan berdampak pada masa depannya. Melalui MS Friend, saya ingin membangun komunitas online untuk berbagi hidup dan kebenaran Firman Tuhan yang tidak dibatasi oleh jarak dan waktu,” kata Maria Shandi di gedung MDC, Wisma 76, Slipi, Jakarta, Jumat (25/08/2017).

    Menjawab pertanyaan soal fasilitas apa saja yang didapatkan dari MS Friend, Maria dengan lugas  menjelaskan bahwa setiap anggota MS Friend akan mendapatkan renungan harian yang akan dikirimkan ke LINE mereka setiap pagi. “Mereka akan dikirimi renungan harian firman Tuhan setiap harinya. Selain itu, mereka juga bisa bertanya/ konseling melalui LINE tersebut. Mereka juga akan video live bersama saya untuk berbagi pengalaman hidup dan kebenaran Firman Tuhan. Saya juga akan bertemu dan ngobrol langsung dengan mereka dalam gathering MS Friend di kota- kota mereka, jelas Maria.

    Ditambahkannya pula, bahwa Komunitas MS Friend dibentuk dengan tujuan agar bisa bertumbuh bersama dalam kebenaran Firman Tuhan serta menghidupinya dalam kehidupan sehari – hari sehingga hidup bisa berdampak dan menyenangkan Tuhan.

    Menurut Maria Shandi, keinginannya untuk berbagi firman Tuhan tanpa dibatasi ruang dan waktu kepada sesama sebagai bentuk kerinduan pelayanannya untuk menjangkau banyak jiwa yang terselamatkan dari jurang maut ke kehidupan kekal di surga.

    Diibaratkan dua buah tali yang tersambung, yang satu pendek dan yang satunya sangat panjang, bahkan tak berujung, begitulah Maria mengibaratkan keberadaan hidup manusia yang hanya sebentar saja (pendek) di dunia tetapi akan sangat panjang pada kehidupan kekal di akhirat. “Yang saya kejar dan kerjakan saat ini bukan hanya pelayanan lewat nyanyian pujian tetapi sudah pada bagaimana saya dan orang lain yang saya layani untuk siap ke kehidupan kekal di surga,” ungkapnya.

    Adapun alasan msfriends menggunakan aplikasi ‘Line’, menurut dia karena dapat menjangkau banyak orang menjadi anggotanya, bisa sekaligus mensheare vidio dan foto sekaligus dan terutama, aplikasi tersebut banyak digunakan oleh mereka-mereka yang berada di daerah-daerah. “Kalau di kota besar memang banyak yang memakai Whatsapp (WA) tapi kalau di daerah, banyak yang menggunakan aplikasi line,” tuturnya.

    Namun demikian, lanjut Maria Shandi, kedepan tidak menutup kemungkinan msfriends juga menggunakan aplikasi WA atau lainnya untuk menjangkau banyak lagi jiwa yang haus akan kebenaran dan firman Tuhan. Selain itu, dia juga akan melakukan berbagai inovasi dan kreativitas guna misi pelayanannya menyelamatkan mereka yang tersesat, yang membutuhkan bantuan bimbingan makanan rohani, jadi tidak sekedar pelayanan pujian sebagai artis penyanyi rohani.

    Pada bagian akhir, Maria menjelaskan bahwa MS Friend terbuka untuk semua kalangan dan gratis.  “MS Friend itu terbuka untuk semua dan gratis. Untuk daftar MS Friend, Add LINE @msfriend (pakai @), setelah di add, maka akan otomatis tergabung sebagai anggota MS Friend,” jelas Maria mengakhiri konfrensi pers. (RSO)

  • 2 Pengacara Senior Beri Literasi Hukum di Rakernas Pewarna ID Soal Tantangan Pers

    2 Pengacara Senior Beri Literasi Hukum di Rakernas Pewarna ID Soal Tantangan Pers

    BOGOR, WARTANASRANI.COM – Bertempat di Safari Lodge Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna ID), menghadirkan 2 pengacara senior untuk memberi literasi hukum soal tantangan dunia Pers ke depan di era teknologi digital dan pemberitaan, sabtu (26/08/2017).

    Dalam pembekalan literasi hukum sebelum dimulainya rapat kerja, pengacara kondang Jhon S.E Panggabean, S.H, M.H., berbagi cerita tentang pengalamannya dalam menangani berbagai kasus di Pengadilan dimana pers atau wartawan kerap menjadi mitra kerjanya dalam hal sebagai media untuk mengungkapkan kebenaran.

    “Saya akrab, kenal banyak dengan beberapa wartawan. Bahkan saya sudah lama dan hingga kini terlibat dalam industri pers, dari sebagai penasehat hukum hingga beberapa kali mempunyai media pers sendiri,” ungkap Jhon yang juga sebagai Dewan Penasehat DPP Pewarna ID ini.

    Dikatakan ayah dari artis penyanyi rohani Clara Panggabean ini, profesi advokat memiliki kesamaan dengan wartawan, yakni, seringnya menerima teror dan ancaman juga godaan.

    “Asal ada data yang benar dan valid, misalnya berupa rekaman, kita tidak perlu takut. Jangan takut menyatakan kebenaran dan jangan gampang tergoda oleh materi dari oknum yang ingin membeli berita kita,” imbaunya.

    Dalam kesempatannya Jhon juga mengingtakan para wartawan selalu memberitakan pemberitaan yang berimbang dan yang mencerahkan. “Jika berita yang akan ditulis itu berupa kasus yang membutuhkan klarifikasi harus dilakukan karena jika tidak bisa diperkarakan hukum. Yang terpenting, buatlah karya berita yang bisa memberi pencerahan, edukasi kepada masyarakat,” tuturnya mengingatkan.

    Terkait UU ITE KUHP yang kerap menjerat wartawan, Jhon meminta agar media, khususnya media online, selain berhati-hati membuat berita juga mempunyai ijin resmi secara hukum sebagai media pemberitaan. “Saya siap memberi pembelaan bagi teman-teman yang mengalami masalah hukum,” ujar dia.

    Menurut Jhon, dari pengalamannya, profesi sebagai wartawan cukup ditakuti oleh aparat hukum. Namun demikian dia kembali mengimbau agar wartawan memaknai stigma tersebut untuk mencari keuntungan pribadi atau bersikap seenaknya. “Saya mengalami dimana ada hakim jadi berani mengambil keputusan karena ada dukungan wartawan. Begitu juga dengan kebijakan pemerintah bisa berubah karena kencangnya suara dari media,” ungkapnya.

    Terkait organisasi Pewarna ID, Jhon mengimbau agar selalu kompak dan jangan ada yang memiliki ambisi saat organisasi besar. “Jangan sampai Pewarna terpecah-pecah dengan timbul organisasi baru yang sejenis bahkan sama. Jangan seperti  organisasi advokat Peradi saat ini yang terpecah 3 dengan nama yang sama dan saling klaim sebagai Peradi yang sah yang pada akhirnya gaung organisasi tersebut tenggelam,” ungkap Jhon yang mengaku sudah aktif di organisasi advokat sejak usia muda.

    Sementara itu, advokat senior Jamada Girsang dalam kesempatannya memaparkan soal kelengkapan legalitas hukum yang harus dipenuhi insan pers serta persoalan-persoalan hukum yang kerap menimpa pelaku pers. Sama seperti Jhon, Jamada juga bersedia membantu pendampingan kepada wartawan yang tergabung di Pewarna ID yang terkena masalah hukum.

    “Silahkan juga berkonsultasi hukum dengan saya terkaitpersoalan hukum lainnya,” kata Jamada yang juga Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pewarna ID.

    Dalam paparannya Jamada juga memberikan tentang pengertian dan prinsip-prinsip dalam hukum. Kembali soal pendampingan hukum kepada rekan-rekan wartawan yang tergabung dalam Pewarna di daerah, dia siap membantu meski tidak mempunyai kantor perwakilan advokasi di daerah tersebut.

    “Konsultasi khan bisa lewat telepon, WA atau email. Kami (LBH Pewarna) siap membantu,” katanya sambil menulis nomor Handphone di papan tulis. (ARP)