Author: admin

  • Didampingi Ketua Panitia Maruarar Sirait, Mendagri Tito Karnavian Resmikan Renovasi Gedung GKI Bintaro Jakarta

    Didampingi Ketua Panitia Maruarar Sirait, Mendagri Tito Karnavian Resmikan Renovasi Gedung GKI Bintaro Jakarta

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Diawali dengan Ibadah Syukur yang dipimpin Pdt. Gomar Gultom, M.Th Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Prof. Drs. H. Muhamad Tito Karnavian, M.A., Ph.D meresmikan Renovasi Gedung Gereja GKI Bintaro Jakarta, hari ini, Minggu (22/05).

    Dalam khotbahnya yang bertolak dari nats pokok Matius 21: 12-16,, Pdt. Gomar Gultom mengingatkan warga gereja bahwa adalah kehendak Tuhan untuk senantiasa bersyukur dalam situasi dan kondisi apapun. Sekalipun ditengah pandemi yang sedang mendera, terhimpit ekonomi, bencana dan aniaya, umat Tuhan harus tetap menjadikan ucapan syukur sebagai gaya hidup.

    Disela-sela khotbahnya, Pdt. Gomar Gultom menyampaikan selamat kepada jemaat, majelis jemaat dan panitia atas selesainya renovasi GKI Bintaro Jakarta.

    “Selamat kepada jemaat, majelis jemaat, panitia atas selesainya renovasi GKI Bintaro Jakarta. Kalau kita dapat menyelesaikan pembangunan ini, tetaplah bersyukur. Bersyukur adalah pernyataan bahwa pencapaiannya adalah kehendak Tuhan,” sebutnya.

    “Orang yang bersyukur adalah orang yang memiliki kerendahan hati. Dengan bersyukur kita sedang bergembira dan mengakui dengan kerendahan hati bahwa semua atas kehendak Allah,” sebutnya lagi.

    Terkait tema, “Menjadi gereja yang terbuka, rumah doa dan alat berkatnya bagi sesama”, Ketum PGI, dengan menggunakan istilah ‘mengkorupsi’ melempar kritik bagi gereja dan warga gereja yang mencuri kemuliaan Tuhan dan menjadikan gereja sebagai sarana ketamakan dan kerakusan.

    “Banyak gereja yang mengkorupsi kemuliaan Tuhan, bahkan menjadikan gereja sebagai sarana untuk mengkorupsi kemuliaan Tuhan. Yang ditinggikan adalah pengkhotbahnya, artisnya bukan Kristus! Gereja dijadikan sebagai sarana ketamakan, kerakusan. Alih-alih memuliakan Tuhan, banyak orang yang mencari kemuliaannya sendiri. Menjadi pusat perhatian jemaat bukan Kristus tapi pendetanya,” ungkap Pdt. Gomar Gultom.

    Sementara itu, Tito Karnavian mengawali sambutan mengajak semua bersyukur kepada Tuhan kalau situasi pandemi sudah terkendali dengan baik, meski di beberapa negeri seperti Korea Utara, Amerika dan China masih dilanda Covid-19.

    Menurut Jenderal Purnawirawan Polisi ini, pandemi ini sudah semacam pertandingan antar kepala negara di dunia untuk mengendalikan Covid-19 di negara masing-masing. Dan diantara negara besar kita (Indonesia) salah satu penanganan terbaik. Lebih lanjut, Tito Karnavian menyampaikan terima kasih telah diberi kepercayaan untuk meresmikan Renovasi GKI Bintaro Jakarta.

    “Saya sangat terhormat diundang sahabat saya, Bang Ara bisa hadir meresmikan gereja ini. Saya awalnya tanya kenapa harus saya, nggak ada lebih tepat yang lain, Pak Ara lalu bilang dulu Pak Soeparjo Rustam meresmikan GKI Bintaro, ya berarti saya cocok karena saya mendagari sekarang. Tentu karena Bang Ara sahabat dekat saya,” ujarnya.

    “Intinya saya apresiasi setinggi-tinggi atas kehormatan yang diberikan untuk meresmikan GKI Bintaro ini. Saya doakan kita selalu sehat,” ujarnya lagi

    Sementara Ketua Pembangunan GKI Bintaro Jakarta, Maruarar Sirait dalam mengucapkan terimakasih atas berkenaan kehadiran Mendagri Tito Karnavian. Juga mengucapkan terimakasih kepada Ketua Umum PGI, keluarga AM. Pasila.

    “Pak Tito ini, kalau di Akpol dan sekolah selalu nomor satu. Demikian juga kinerja selalu nomor satu. Ketika kami berkunjung ke rumah beliau banyak bercerita tentang tugasnya selama satu jam,” ujarnya.

    Banyak gebrakan yang dilakukan Pak Tito di tengah bangsa ini, karena itu kami bangga datang meresmikan kehadirannya. Juga menghormati Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom yang memiliki sikap-sikap yang jelas dalam memimpin gereja-gereja di Indonesia.

    “Gereja ini direnovasi, seperti kata Bang Gomar dalam kotbah tadi, bukan karena manusia renovasi itu bisa terwujud tapi karena anugerah Tuhan, biar nama Tuhan yang dimuliakan,” ujarnya bahwa tim panitia juga siap bertugas melanjutkan pembangunan klinik.

    Gereja ini harus terbuka, menjadi berkat bagi sesama dan juga terhadap sekeliling. Mengutik ungkapan Bung Karno, satukan kata dan perbuatan.

    “Kita doakan Pak Tito untuk tetap berkarya untuk bangsa ini,” ujarnya mengakhiri.

  • Prof. Dr. Hoga Saragih, ST, MT, IPM, CIRR: Dari Teknisi Elektronik, Kini Menjadi Profesor Universitas Bakrie

    Prof. Dr. Hoga Saragih, ST, MT, IPM, CIRR: Dari Teknisi Elektronik, Kini Menjadi Profesor Universitas Bakrie

    PELANGIINDONESIA.ID – Berawal dari kecintaannya pada pelajaran elektronika sejak SMP, membawa pria berdarah Batak Simalungun kelahiran Bandung tahun 1967 menjadi seorang pengajar dan praktisi dalam bidang teknologi bahkan guru besar di Universitas Bakrie. Sikapnya yang ramah dan murah senyum, merupakan cerminan sosok Prof. Dr. Hoga Saragih, ST., MT., IPM., CIRR. Prof Hoga, begitu ia disapa merupakan lulusan Lemhanas PPSA 22 tahun 2019.

    “Saya dahulu Ketika SMP sudah suka pelajaran elektronika dan suka praktek elektronik dan membuat alalt-alat elektronik ini mengikuti kursus kursus Elektronika Dasar, Kursus Radio, Kursus TV, Perbaikan Televisi yang akhirnya saya menjadi Teknisi,” cerita Prof Hoga.

    “Saya seorang Teknisi Elektronik dulu. Saya buka toko service elektronik, namanya ‘Mitra Elektronik Service’, saya sebagai tekniksi melayani  perbaikan Televisi, Radio, Kamera, Video, Komputer, kipas angin, strika, remote control, dan juga alat-alat listrik elekronika lainnya saya perbaiki, bahkan ac dan kulkas. Jadi, saya ini tukang service elektronik menjadi seorang Guru Besar, perjalanan hidup saya ini tukang teknisi pesawat televisi menjadi seorang Profesor,” cerita Prof Hoga menegaskan perjuangannya dari seorang tukang service yang kini menyandang guru besar.

    Prof. Hoga Saragih saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Universitas yang diselenggarakan oleh Mahendradatta dan Pewarna Indonesia

    Kecintaannya pada Pendidikan ditegaskan Prof Hoga. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk dunia Pendidikan menjadi komitmen besarnya, khususnya melalui didikannya dapat menghasilkan Professor baru, Doktor baru, Magister baru dan Sarjan-sarjana baru.

    “Saya Prof. Dr. Hoga Saragih ST, MT., selama saya masih hidup, sepanjang umur saya, saya suka perkerjaan sebagai Dosen. Selama saya hidup, jika TUHAN mengijinkan saya sebagai Dosen ingin berbuat sesuatu dalam menghasilkan: 10 orang Profesor Baru; 100 orang Doktor (S3) Baru; 1000 orang Magister (S2) Baru; dan 10.000 ( S1) orang Sarjana (S1) Baru,” ungkap Ketua Ikatan Cendekiawan Simalungun ini meyakinkan.

    Lebih jauh, Dewan Pakar Nasional Cyber Security Defense menyatakan tekadnya sebagai Dosen untuk melakukan bimbingan, pembelajaran, melalui proses penelitian, maupun proses pengapdian pada Masyarakat sampai kepada proses ujian sidang akhir dan mencapai nilai terbaik serta LULUS tepat waktu.

    “Saya sebagai Dosen, bisa membawa mereka pada hidup yang lebih bermanfaat bagi  orang banyak dan juga mengupayakan nilai nilai kemanusiaan, mengusahakan kedamaian, membuat kesejahteraan dan memberikan kebahagiaan dalam memanusiakan manusia,” tuturnya.

    Prof. Hoga Saragih bersama Sekjen Pewarna Indonesia Ronald Stevly Onibala

    Dewan Pakar Jurnal Wicaksana Group dan Dewan Pakar GAKORPAN menyampaikan visi dan misinya untuk menyampaikan kebenaran tentang keilmuan teknologi informasi. Menurut Ilmu manusia adalah ilmu tertinggi dalam semua zaman dan waktu.

    “Visi misi yang saya miliki adalah menyampaikan kebenaran tentang keilmuan teknologi informasi. saya selalu menyampaikan bahwa ilmu manusia adalah ilmu tertinggi dalam semua zaman dan waktu dan juga peradaban, zaman dulu zaman sekarang dan zaman yang akan datang, ilmu teknologi dan manusia yang menciptakan teknologi,” terangnya.

    “Harus saya sampaikan bahwa banyak hal yang terbalik di lapangan yang terjadi pada manusia. Harusnya manusia yang menciptakan teknologi bisa menguasai dan mengendalaikan teknologi, tetapi yang terjadi adalah alat yang di ciptakan melawan ciptaaannya,” terangnya lagi.

    Lebih jauh, Prof Hoga yang juga duduk sebagai litbang Pengurus Pusat Pewarna Indonesia menyampaikan jangan sampai teknologi membunuh hidup dan kehidupan manusia, jangan sampai teknologi membunuh waktu manusia, jangan sampai teknologi membunuh kehidupan social manusia, jangan sampai dengan keberadaan teknologi membunuh nilai-nilai kemanusiaan.

    Prof. Dr. Hoga Saragih, ST, MT, IPM, CIRR

    “Harusnya teknologi diciptakan untuk menolong manusia, harusnya teknologi di ciptakan untuk bermanfaat bagi manusia, ini yang harus mansusia sadari sebagai pencipta teknologi, bahwa manusia menciptakan teknologi bahwa jangan sampai manusia menjadi budak dari teknologi, jangan samapai manusia terbelenggu oleh teknologi manusia bisa merasakan dampak teknologi ada dampak positif dan dampak negative,” pungkasnya.

    Dewan Pakar Garda Juang Indonesia dan DEWAN PENASEHAT BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI PBP DPN PERKASA merasa senang dan bahagia bahkan bersyukur bisa di berikan Tuhan kekuatan kemampuan untuk membagikan ilmu yang bisa diajarkan, serta memberikan kejelasan dan penerangan untuk orang banyak.

    “Memang saya sadari ilmu teknologi di bukakan Tuhan semua ilmu untuk saya, karena saya minta sama Tuhan untuk memberikan saya pengertian hikmat dan kebijaksanaan tentang teknologi ini, saya bisa menyampaikannnya secara jelas dan bisa di mengerti pemahaman ilmu saya yang bisa saya sampaikan. Saya selalu saat teduh merenung dan bertanya pada Tuhan supaya saya diberikan penjelasan untuk mengerti ilmu Teknologi  ini untuk disampaikan kepada orang banyak sehingga bermanfaat dan berguna bagi banyak orang,” ujarnya.

    “Saya ini manusia biasa, saya sama dengan manusia lainnya, saya melakukan pekerjaan dengan waktu jam kerja. Sisa jam kerja, saya bagi waktu untuk keluarga, saya  dalam membagi waktu saya menggunakan teknologi dalam jadwal kelender, schedule, jadi saya melakukan juga membagi waktu untuk Planning Organisasi Actuating Monitoring. Jadi kalau ada waktu saya jelaskan juga bagaimana cara kerja optimal kerja saya dengan mengunakan pola Alam, intinya saya selalu bekerja dengan cara menyiapkan wadahnya kemudian sudah ada wadahnya saya isi dengan kontennya,” ujarnya lagi.

    Berikut beberapa jabatan  dan kegiatan dan penghargaan Prof. Dr. Hoga Saragih, ST, MT, IPM, CIRR: Guru Besar Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Bakrie; Ketua Ikatan Cendekiawan Simalungun; Dewan Pakar Nasional Cyber Security Defense; Dewan Pakar Jurnal Wicaksana Group; Dewan Pakar GAKORPAN; Dewan Pakar Garda Juang Indonesia; DEWAN PENASEHAT BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI PBP DPN PERKASA; Dewan Pembina PASTIKINDO; Dewan Litbang PEWARNA; Dewan BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI PERGUBI; Konsultan IT  PT TIMAH Tbk; Konsultan Ditkamsel Porlantas POLRI; Pembicara Narasumber KOMINFO; Pembicara Narasumber BSSN; Alumni LEMHANNAS PPSA 22; Ketua bidang kerjasama IKAL Strategic Center; Penghargaan Tokoh Kemanusiaan anugerah Singaraja Sakti Award 2020; Penghargaan Narwatsu Tokoh Kerukunan Nasional 2021 Majalah Narwastu; Nara sumber Majalah Gaharu; Acara Kick Andy “Bukan Warisan Harta”.

  • NICO SIAHAAN: UBAH GAYA KOMUNIKASI DENGAN BERBUAT BAIK

    NICO SIAHAAN: UBAH GAYA KOMUNIKASI DENGAN BERBUAT BAIK

    BANDUNG, WARTANASRANI.COM – Saya sering terngiang-ngiang pesannya Gus Dur, “Berbuat baik ajah terus!” sehingga orang tidak nanya lagi kita siapa. Hal ini disampaikan Nico Siahaan menanggapi pertanyaan awak media terkait intoleransi yang terjadi di wilayah Jawa Barat. Disela-sela Ibadah Puji dan Doa PGIW Jawa Barat, hari ini, Senin (16/05) di Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB) Fajar Pengharapan, Jl. Pasirkoja No. 58, Karanganyar, Kec. Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, secara gamblang, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan ini menyatakan bahwa pesan Gus Dur merupakan hal penting yang harus dilakukan hari-hari ini.

    “Menurut saya itu yang harus kita kerjakan! Bukan terus mengangkat isu intoleransi ini terus menerus, tetapi kita harus mengganti jenis komunikasinya menjadi berbuat baik,” ungkap Nico dengan gaya komunikasinya yang murah senyum.

    “Gak apa-apa teman-teman dari Setara membuat penilaiannya, tapi kita sendiri tak perlu terus mengangkat isu itu, melainkan lebih banyak berbuat. Karena kalau perbuatan kita nyata di lapangan, saya yakin lama-lama akan selesai dengan baik,” ungkap Nico lagi.

    Sebagai anggota DPR RI dari dapil Jawa Barat I ini, Nico menyarankan supaya tidak membenturkan antara aturan hitam dan putih atau benar dan salah, tetapi bagaimana mengkomunikasikan segala sesuatu dengan perbuatan baik.

    “Ada filsafat di Jawa Barat, ikannya dapat, airnya tetap tenang.” Nah, bagaimana melaksankan hal tersebut? Ini yang perlu dipikirkan dan dilakukan. Mendapat ikan, tetapi airnya tidak keruh. Oleh karena itu, perlu diperkuat dengan memperbanyak aksi. Dengan terus berbuat baik, nantinya orang-orang yang keras bisa lentur sendiri”, terang Nico.

    Nico yang kelahiran Bandung juga menyoroti banyaknya kesalah pahaman terjadi karena miskomunikasi, sehingga perlu membenahi komunikasi yaitu lebih mengutamakan perbuatan baik sehingga kondisinya akan semakin teduh dan relasi akan semakin baik. Kemampuan beradaptasi juga menjadi sorotannya.

    “Jika komunikasi kita diperbaiki dan semakin baik, maka kondisinya akan semakin teduh dan relasi juga akan semakin baik. Perlu ada penyesuaian saat memasuki tempat yang baru, misalnya mamahami kondisi lingkungan. Perlu beradaptasi dan bersosialisai dengan baik terlebih dahulu pada saat memasuki lingkungan baru. Dengan begitu akan lebih mudah untuk kita berbicara tentang agama. Jikalau bersosialisai bisa berjalan dengan baik, makan relasi akan semakin baik”, ungkap Nico.

    Terkait masalah intoleran dengan kesejahtaeraan, menurut Nico dibutuhkan usaha bersama untuk saling mensejahterakan.

    “Kesejateraan memang perlu, namun utamanya adalah kita saling mensejahterakan. Tangan di atas memang lebih bagus, namun itu bukan satu-satunya jalan, saling mengharagi dan saling memahami dan lebih banyak mendengar akan jauh lebih baik”, tutup Nico mengakhiri wawancara singkat dengan jurnalis Pewarna Indonesia.

  • KUASA DALAM DOA DAN PUJIAN, JADI TEMA IBADAH PUJI DAN DOA PGIW JAWA BARAT

    KUASA DALAM DOA DAN PUJIAN, JADI TEMA IBADAH PUJI DAN DOA PGIW JAWA BARAT

    BANDUNG, WARTANASRANI.COM – Ibadah Puji dan Doa PGIW Jawa Barat yang melibatkan gereja-gereja, aras-aras Gereja, tokoh-tokoh Jawa Barat, anggota legislatif provinsi maupun anggota legislatif pusat yang berasal dari Jawa barat, merupakan bentuk kepedulian atas berbagai permasalahan dan pergumulan yang dihadapi oleh gereja dan bangsa hari-hari ini. Sehingga gereja perlu bersinergi dengan berbagai pihak, bergandeng tangan bersama-sama untuk membuat situasi kondusif, baik, dan aman. Hal ini disampaikan oleh Pdt. Paulus Wiyono kepada para jurnalis saat konferensi pers setelah Ibadah selesai, hari ini, Senin (16/05) di Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB) Fajar Pengharapan, Jl. Pasirkoja No. 58, Karanganyar, Kec. Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat.

    “Kami mengajak semua bagian gereja dan lembaga Kristen untuk bersinergi bersama-sama, kita tidak lagi sendiri-sendiri, karena apa yang menjadi pergumulan kita, pandemik dengan semua dampaknya yang belum selesai, juga peperangan yang terjadi diluar negeri, itu berpengaruh dengan kehidupan kita semua. Ditambah lagi dinamika sosial politik dan ekonomi di tengah masyarakat kita, itu mengingatkan kita semua, gereja-gereja Kristen, lembaga Kristen,  umat yang ada untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi mari bergandeng tangan bersama-sama berbuat sesuatu untuk membuat situasi dan kondisi yang baik, yang aman dan kondusif agar bangsa kita boleh bangkit,” ujar Paulus Wiyono.

    “Sebagai orang percaya kekuatan kita itu adalah doa. Doa yang mendorong kita untuk melakukan hal yang sama untuk kemuliaan nama Tuhan, bukan untuk masing-masing pribadi atau kelompok yang bisa menimbulkan berbagai persolan baru,” terang Sekretaris Umum PGIW Jawa Barat ini lagi.

    Ditambahkannya , kegiatan yang bertepatan dengan momen hari doa sedunia dan Paskah ini, dapat menjadi pemicu bagi PGIS-PGIS di Kabupaten kota untuk menggelar hal yang sama sehingga kehadrian gereja menjadi terang dan membawa kebaikan ditengah masyarakat.

    “Harapan kami, acara-acara seperti ini dapat juga dilakukan di PGIS-PGIS yang berada diberbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat ini. Kita percaya kehadiran gereja akan menjadi terang, membawa kebaikan ditengah kehidupan masyarakat kita. Terima kasih untuk berbagai pihak yang sudah mengambil peran bersinergi bersama,” ungkapnya penuh harap.

    Terkait tema Ibadah, Ketua Panita Ibadah Puji dan Doa PGIW Jawa Barat menjelasakan bahwa bertolak dari Kitab Kisah Para Rasul 16:25-28, kuasa doa dan pujian adalah kekuatan untuk mengatasi berbagai permasalahan gereja dan bangsa hari-hari ini.

    “Sekarang ini kita terbelenggu tanpa sadar! Sehingga pujian dan doa adalah kekuatan kita untuk untuk mengatasi semua itu, baik hal kecil maupun hal besasr,” tegas Ibu Agnes Sitompul, Ketua Panitia sekaligus sebagai Komisi Perempuan PGIW Jawa Barat.

    Sementara itu, dalam khotbahnya yang mengambil nats pokok sesuai tema dalam Kisah Para Rasul 16:25-28, Pdt. Riska V. Dewirani, menguraikan tiga hal yang bisa dipelajari dari kisah Saulus dan Silas

    “Kalau bicara pujian dan doa ada begitu banyak kuasa didalamnya. Didalam Alkitab ada begitu banyak peristiwa dimana ada kuasa dalam pujian dan doa. Menjadi perhatian, mengapa Paulus dan Silas pada saat menghadapi masa-masa yang sulit mereka bisa memuji Tuhan ? Ada 3 hal yang bisa dipelajari tentang kuasa dalam doa dan pujian,” terangnya.

    “pertama, Pujian dan doa merupakan ungkapan relasi yang sehat dengan Tuhan. Dalam situasi yang sulit dan persolan yang besar, masalah yang berat, tidak mudah untuk memuji atau mengucap syukur kepada Tuhan. Pujian dan penyembahan dapat kita naikkan kalau kita memiliki relasi yang sehat relasi yang baik dengan Tuhan. Melalui pujian orang dapat melihat kualitas rohani kita. Pujian kita kepada Tuhan akan menunjukkan sejauh mana kualitas relasi kita dengan Tuhan,” terangnya lagi.

    Hal kedua yang disampaikan adalah sikap merendahkan diri dihadapan Tuhan.  Menurut Pdt. Riska, bukan strategi yang utama untuk membuat gereja dan umat Tuhan bangkit dengan semangat roh yang menyala-nya.

    “Kalau kita terfokus kepada Tuhan, disanalah kuasa Tuhan akan bekerja dan menyatakan pertolongannya pada umatnya. Saatnya kita merendahkan diri dihadapan Tuhan, kita mengharapkan pertolongan kepada Tuhan. Ketika merendahkan diri, maka kuasa Tuhan nyata disana. Tuhan akan mendengarkan doa kita,” tuturnya.

    “Hal yang ketiga adalah, pujian dan doa memberikan kesempatan bagi pemberitaan firman Tuhan. Sudah waktunya bagi kita, gereja merenungkan apa yang menjadi rencana Tuhan. Kita perlu mendengar apa yang menjadi kehendak dari Gembala agung kita. apakah yang Tuhan inginkan dan apakah kehendak Tuhan. Kalau kita mengerti kehendak Tuhan maka akan terjadi pemulihan bagi gerejanya. Mari kita merendahkan diri dihadapan Tuhan, sehingga pemulihan bagi gereja dan bangsa ini terjadi,” tutupnya.

    Dalam Doa syafaat dipanjatkan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh gereja dan bangsa termasuk permasalahan intoleransi di Provinsi Jawa Barat. Mendoakan perdamaian dunia khususnya pertikaian Rusia dan Ukraina dan ikut mendoakan terciptanya keadilan dan kebenaran menjadi pokok doa.

    Tampak hadir dalam Ibadah Puji dan Doa yang di padu MC Pdt. Titin, Anggota DPR RI Nico Siahaan. Dan  pada bagian akhir, diisi pujian berjudul “Heal the world” dari para praja IPDN Bandung dan pujian tim pelayanan GKPB dengan pujian “we are the world”. Sementara foto bersama menjadi akhir kegiatan Ibadah Puji dan Doa PGIW Jawa Barat.

  • AMANAT AGUNG

    AMANAT AGUNG

    WARTANASRANI.COM – Bagian Alkitab yang terkenal paling berhubungan dengan tugas misi adalah Amanat Agung, yang merupakan kerinduan dan isi hati Allah terhadap dunia ini.Dalam Perjanjian Baru diuraikan tentang kepribadian Allah yang ingin berkomunikasi dengan manusia. Melalui Roh Kudus, Allah menggerakkan murid-murid untuk mengkomunikasikan Injil.  Pada umumnya,orang Kristen hanya mengenal satu atau dua nas Alkitab yang memuat Amanat Agung, tetapi Alkitab sendiri sebenarnya menceritakan empat bentuk ucapan Amanat Agung: Allah memunyai otoritas dalam misi sampai akhir zaman (Matius 28:18-20); Metode dan akibat misi sedunia (Markus 16:15-18); Kristus adalah dasar misi (Lukas 24:46-49; Kisah Para Rasul 1:7-8); Misi bersifat rohani (Yohanes 20:11-23).

    Amanat Agung berfokus kepada dua hal: pemberitaan Injil dan pemuridan.Misi sedunia adalah kehendak Allah, oleh karena itu setiap orang Kristen harus terlibat dan mengambil bagian dalam pekerjaan yang  mulia ini. Roh Kudus yang akan memampukan gereja-Nya untuk menaati  Amanat Agung.

    Amanat Agung Menurut Matius

    Menurut Matius, Amanat Agung dimulai pada saat Allah mengutus murid-murid untuk memberitakan Injil. Dialah Tuhan atas tuaian, Ia dapat membuka dan menutup pintu bagi pekerjaan misi. Oleh karena itu, murid-murid tidak perlu takut pada kesulitan yang akan dihadapi, sebab mereka memunyai Allah yang Mahakuasa.Tugas pengikut-pengikut Tuhan Yesus: a. menjadikan semua bangsa murid-Nya, b. membaptiskan mereka, dan c. mengajar mereka. Tujuan Amanat Agung dan penginjilan adalah pemuridan supaya manusia menjadi serupa dengan Allah (2 Korintus 3:18) sehingga kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar(1 Yohanes 3:2). Menjadi murid Kristus berarti mengidentifikasikan diri sendiri secara total dengan Kristus dan memikul salib-Nya.

    Amanat Agung Menurut Markus

    Ditujukan kepada seluruh makhluk oleh karena Allah adalah Pencipta, Kristus meminta jemaat-Nya membawa keselamatan kepadaseluruh makhluk di dunia tanpa terkecuali.; Pemberitaan Injil dibuktikan dengan tanda-tanda.

    Amanat Agung Menurut Lukas

    Karena murid-murid-Nya sangat kecewa karena rencana untuk mendirikan kerajaan secara politis tidak terlaksana, maka Yesus menghibur mereka dengan sambutan: “damai sejahtera bagi kamu”. Sesudah itu Tuhan menjelaskan rencana misi kepada mereka: a. Misi berdasarkan kitab-kitab suci: Taurat Musa, nabi-nabi, dan Mazmur (Lukas 24:44). b.  Inti Injil: kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus (Lukas 24:22). c. Tujuan: pertobatan dan pengampunan. d.  Pemberitaan Injil bagi segala bangsa (Lukas 24:47). e. Alat yang dipakai bagi misi sedunia adalah murid-murid-Nya. f. Kuasa dan kekuatan untuk melaksanakan Amanat Agung berasal dari Roh Kudus yang sudah dijanjikan Allah Bapa (Lukas 24:49).

    Amanat Agung Menurut Yohanes

    Injil Yohanes mengingatkan kita bahwa murid-murid diutus sama seperti Bapa mengutus anak-Nya yang tunggal, yaitu Tuhan Yesus (Yohanes 20:21-23). Murid-murid harus mengidentifikasikan diri dengan Kristus, karena mereka telah diperlengkapi oleh Roh Kudus, “terimalah Roh Kudus”(Yohanes 21:22). Sering kali, hal ini menjadi  perdebatan: Kapan mereka diperlengkapi dengan Roh Kudus? Sebelum Pentakosta (Yohanes 21) atau pada hari Pentakosta ketika Yesus menghembusi mereka dengan Roh Kudus? Dia memberikan Roh Kudus kepada  mereka secara terbatas sesuai dengan cara Perjanjian Lama, supaya mereka bisa bertahan dalam pergumulan di Yerusalem sampai hari  Pentakosta, tetapi pada hari Pentakosta mereka dipenuhi dengan Roh sah Para Rasul 2). Amanat Agung adalah pokok dalam kekristenan yang sangat penting. Hal ini terbukti dengan semua kitab Injil yang menceritakan pokok ini. Fokus Amanat Agung terletak dalam penginjilan dan pemuridan, sasarannya supaya seluruh dunia dapat mengecap keselamatan yang ada di dalam Tuhan Yesus Kristus.

    TUJUAN MISI

    Mat 28:19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Sebelum Yesus meninggalkan dunia ini, Dia memberikan sebuah perintah terakhir yang biasa kita sebut dengan amanat agung yaitu untuk menjadikan semua bangsa muridNya.

    Yesus tidak memberikan perintah kepada kita untuk menyelamatkan manusia sebab keselamatan merupakan karya anugerah Allah bukan bagian kita. Bagian kita adalah untuk mengubah hidup orang lain atau memuridkan mereka sampai mereka sepenuhnya menyerah kepada Allah. Dan Tuhan berjanji bila kita melakukan amanatNya ini maka Dia akan menyertai kita senantiasa sampai ke akhir zaman.

    Oswald Chambers berkata “Satu kehidupan yang sepenuhnya diabdikan kepada Allah lebih berharga daripada seratus kehidupan yang hanya dibangkitkan oleh RohNya”.John Wesley pernah berkata “Berikan kepadaku sepuluh orang yang sepenuhnya menyerahkan hidupnya kepada Tuhan maka aku akan dapat mengubah dunia”.Yang sangat menyedihkan kebanyakan gereja saat ini lebih mementingkan pertumbuhan jemaatnya secara kuantitas dibanding kualitas. Bahkan tidak sedikit yang sangat bangga bila jumlah jemaat gerejanya bertumbuh lebih cepat dibanding gereja yang lain. Bukan berarti pertumbuhan secara kuantitas tidak penting tetapi itu harus diimbangi oleh pertumbuhan secara kualitas.

    Terjunnya para rohaniawan ke dalam kancah politik sebenarnya secara tidak langsung menunjukkan kegagalan gereja dalam memuridkan jemaatnya untuk menjadi serupa dengan Kristus. Jika saja gereja menjalankan fungsinya dengan benar untuk memuridkan jemaatnya menjadi serupa dengan Kristus maka orang-orang Kristen yang memiliki panggilan untuk menjadi berkat dalam dunia politik akan dibangkitkan.

    Fungsi seorang bapa adalah untuk menggembalakan anak-anaknya dan memuridkan mereka agar mereka mengenali panggilan hidupnya, bukannya mengambil fungsi dari anak-anak mereka yang memiliki panggilan dalam dunia politik. Oleh karena itu, jangan heran kita tidak melihat para rohaniawan yang sekarang terpilih menjadi wakil rakyat dapat efektif untuk menjadi terang di sana sebab itu memang bukan panggilan hidup mereka. Lagipula bagaimana mereka bisa efektif jika mereka tidak pernah dilatih dan dididik dalam dunia itu ? Tuhan telah menaruh kerinduan di hati saya untuk melihat satu hari Indonesia akan mengalami sebuah transformasi dalam segala bidang sehingga menjadi sebuah bangsa besar yang akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain. Tetapi saya percaya hal itu tidak akan pernah terjadi bila gereja tidak menjalankan perintah Kristus untuk menjadikan semua bangsa muridNya. Hanya orang orang Kristen yang memiliki kualitas seorang murid yang dapat menjadi berkat dan membawa perubahan bagi bangsa ini.

    Mat 28:19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Sebelum Yesus meninggalkan dunia ini, Dia memberikan sebuah perintah terakhir yang biasa kita sebut dengan amanat agung yaitu untuk menjadikan semua bangsa muridNya. Yesus tidak memberikan perintah kepada kita untuk menyelamatkan manusia sebab keselamatan merupakan karya anugerah Tuhan bukan bagian kita. Bagian kita adalah untuk mengubah hidup orang lain atau memuridkan mereka sampai mereka sepenuhnya menyerah kepada Tuhan. Dan Tuhan berjanji bila kita melakukan amanatNya ini maka Dia akan menyertai kita senantiasa sampai ke akhir zaman.

    Oswald Chambers berkata “Satu kehidupan yang sepenuhnya diabdikan kepada Tuhan lebih berharga daripada seratus kehidupan yang hanya dibangkitkan oleh RohNya”. John Wesley pernah berkata “Berikan kepadaku sepuluh orang yang sepenuhnya menyerahkan hidupnya kepada Tuhan maka aku akan dapat mengubah dunia”. Yang sangat menyedihkan kebanyakan gereja saat ini lebih mementingkan pertumbuhan jemaatnya secara kuantitas dibanding kualitas. Bahkan tidak sedikit yang sangat bangga bila jumlah jemaat gerejanya bertumbuh lebih cepat dibanding gereja yang lain. Bukan berarti pertumbuhan secara kuantitas tidak penting tetapi itu harus diimbangi oleh pertumbuhan secara kualitas.

    Terjunnya para rohaniawan ke dalam kancah politik sebenarnya secara tidak langsung menunjukkan kegagalan gereja dalam memuridkan jemaatnya untuk menjadi serupa dengan Kristus. Jika saja gereja menjalankan fungsinya dengan benar untuk memuridkan jemaatnya menjadi serupa dengan Kristus maka orang-orang Kristen yang memiliki panggilan untuk menjadi berkat dalam dunia politik akan dibangkitkan.

    Fungsi seorang bapa adalah untuk menggembalakan anak-anaknya dan memuridkan mereka agar mereka mengenali panggilan hidupnya, bukannya mengambil fungsi dari anak-anak mereka yang memiliki panggilan dalam dunia politik. Oleh karena itu, jangan heran kita tidak melihat para rohaniawan yang sekarang terpilih menjadi wakil rakyat dapat efektif untuk menjadi terang di sana sebab itu memang bukan panggilan hidup mereka.

    Yesus Masih  Memberi Amanat Agung Kepada kita semua

    Yesus sudah bangkit 2000 tahun yang lalu setelah mati dikayu salib untuk menebus dosa umat manusia, pada hari ketiga Ia bangkit menemui para murid-muridNya dan orang-orang yang dikasihiNya, selama 40 hari ia bersama-sama dengan mereka, sebelum Ia terangkat ke sorga meninggalkan pesan-pesan sbb: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:19-20)

    Saat ini 2000 tahun telah lewat, Tuhan Yesus yang telah bangkit itu masih tetap menemui kita dan memberi perintahsebagai Amanat AgungNya kepada kita semua, tidak ada pengecualian dan Ia masih tetap sama dan berkata dengan kalimat yg sama Kepada kita orang-orang yang mengasihiNya : “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu. “Sungguh kita sangat-sangat dihargai oleh Tuhan Yesus, kita mendapat kepercayaanNya sebagai orang percaya disuruh pergi keluar, jangan diam saja! Karena kita dianggap teman seperjuanganNya, murid-muridNya untuk menjadikan semua bangsa muridNya.

    Yesus yang telah mempercayai kita semua untuk melakukan tugas itu. Apakah kita telah menghayati perintah tersebut? atau cuwek dan masa bodoh, itukan tugas orang-orang yang terpanggil? Sayakan tidak dipanggil Tuhan untuk itu, yang penting saya sudah percaya pada Tuhan Yesus.  Dia telah menganggap kita sebagai murid dan teman seperjuangan, oleh sebab itu Dia memberi tugas pada kita semua orang percaya : “Pergilah. Jadikanlah semua bangsa muridKu, baptislah dan ajarlahmereka..”Perintah ini bukan untuk pendeta, romo, penginjil tetapi untuk kita semua orang-orang yang sudah diselamatkan. Tuhan berkata : “Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”

  • World Prayer Asembbly 2022 Siap Digelar Tanggal 17-19 Mei 2022

    World Prayer Asembbly 2022 Siap Digelar Tanggal 17-19 Mei 2022

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Setelah sepuluh tahun sejak World Prayer Assembly yang pertama diselenggarakan pada tanggal 17 Mei tahun 2012 di Jakarta yang dihadiri 120.000 orang dari berbagai denominasi, 9.600 delegasi dari 86 negara dan di selenggarakan di 378 kota serentak, tahun 2022 tepatnya tanggal 17-19 Mei 2022 World Prayer Assembly Kembali akan digelar. Hal ini disampaikan Pdt. Daniel Pandji Ketua Umum WPA 2022 dalam konferensi pers yang digelar secara online, hari ini, Senin (09/05/2022).

    “Kita sudah menyaksikan bagaimana Tuhan menjawab seruan doa umat-Nya, bahkan api doa dari Indonesia telah bergerak sampai kebangsa-bangsa, dan ini waktu dimana Tuhan membawa Indonesia terus menjadi berkat bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia,” Ungkap Daniel.

    “Menyadari situasi Global saat ini, kita sedang memasuki suatu musim yang baru dan menangkap pergerakan Tuhan yang melanda seluruh dunia, maka Indonesia bersama-sama dengan pemimpin Internasional bersehati untuk melaksanaan World Prayer Assembely ditahun ini bersama-sama dengan saudara kita dari seluruh dunia, mencari wajah Tuhan, menantikan lawatan Tuhan yang terbesar dalam sejarah yang belum pernah kita alami,” ungkap Daniel lagi.

    Ditambahkannya, bahwa memasuki gelombang Tuhan yang maha dahsyat, yang akan datang ke-atas seluruh penjuru dunia dan seluruh bangsa-bangsa akan merayakan kebaikan-kebaikan Tuhan di hari-hari terakhir ini dan seperti tsunami menyapu seluruh bumi di 7 benua.

    “Berkumpul bersama-sama dengan harapan bahwa melewati masa-masa yang sulit seperti pandemi dan juga situasi politik yang ada, gereja Tuhan diseluruh dunia dapat bangkit dan bersinar melalui doa ini kita ingin menyatukan hati, banyak orang-orang mendengar berita Injil dan diselamatkan, sehingga amanat Tuhan Yesus Kristus dituntaskan pada masa hidup kita,” terang Daniel yang juga Fasilitator Nasional My Home Indonesia.

    Pada kesempatan tersebut, Panitia WPA menyampaikan tujuan dan harapan pelaksanaan World Prayer Assembly yaitu: Terjadinya kesatuan umat Tuhan secaraglobal dan berdirinya mezbah global yang menyatukan umat Tuhan diseluruh dunia; Terjadinya kebangkitan generasi muda gereja yang membawa harapan bagi masa depan bangsa dan bangsa-bangsa (Mal 4:5-6); dan Menyatakan kasih Kristus yang diwujudkan dengan tindakan kasih dan pewartaan kabar baik di dalam masyarakat (Mat 22:37-39).

    Adapun harapannya adalah: Mobilisasi lebih dari 500 kota di seluruh Indonesia untuk bersatu dalam doa, misi dan generasi; Kolaborasi bersama lintas bangsa, denominasi, generasi dan kegerakan-kegerakan demi menggenapi Amanat Agung, Yoh 17 dan Matius 28:18-20; Membangkitkan generasi penerus, anak-anak, dan kaum muda dalam doa dan misi, Maleakhi 4, Matius 19:14; Seruan untuk 110 juta orang berdoa bagi 110 kota strategis yg belum terjangkau di bumi; Membangun Dewan Doa Regional (Wilayah) sebagai kanpopi doa yg bersatu, strategis dan berkesinambungan

    Disampaikan juga bahwa acara WPA yang mengambil tema; “The New Waves is Coming” dari Habakuk 2:14 yang berkata “Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan, seperti air yang menutupi dasar laut”, akan berlangsung secara Virtual & Hybrid di SICC dan di beberapa region bersama-sama organisasi, lembaga dan jaringan Kristiani diberbagai Continients/Negara, Indonesia dan Internasional akan menjadi hosts.

    Didampingi Pdt. Aristarkus Tarigan, Ketua Mobilisasi Nasional WPA 2022 dan Fasilitator Nasional Jaringan Doa Nasional, Daniel Pandji menebutkan bahwa Kepanitiaan WPA tahun 2022 adalah kepanitiaan bersama.

    “Kepanitiaan WPA tahun 2022 ini adalah kepanitiaan bersama yang melibatkan; JDN, My Home Indonesia, TCI bersama Internasional IPC dan berbagai Lembaga lainnya dan di dukung oleh Aras Gereja; PGI, PGLII dan PGPI,” tutur Daniel Pandji.

    Pada bagian pembukaan, Dr. Antonius Natan yang memandu konferensi Pers menyampaikan bahwa Pelaksanaan WPA 2022 akan dilaksanakan di 500 kota dan kabupaten dari seluruh Indonesia.

    “Pelaksanaan WPA 2022 ini akan dilaksanakan di 500 kota dan kabupaten dari seluruh Indonesia, secara khusus pada tanggal 17 Mei 2022, dimana 1 jam sebelum acara pertemuan Global (Assembly) jam 19.00 Wib, kota-kota secara serentak membuat pertemuan di kota masing-masing, dengan melibatkan setiap unsur Tubuh Kristus yang ada dan kemudian tempat-tempat dimana WPA dilaksanakan akan mengikuti WPA di SICC (Hybrid) melalui Zoom,” jelasnya.

    Sementara itu, untuk kontak person mobilisasi nasional dapat menghubungi Festy (081717124226, Regina (081387234784, dan Sheila (08118582848.

     

     

  • Dr. Fotinus Gulo, M.Th: MENGAKHIRI POLEMIK BOLEHKAH ORANG KRISTEN BERCERAI

    Dr. Fotinus Gulo, M.Th: MENGAKHIRI POLEMIK BOLEHKAH ORANG KRISTEN BERCERAI

    WARTANASRANI.COM – Pada masa sekarang ini banyak yang melakukan pernikahan tanpa memahami substnasi pernikahan itu. Pernikahan Kristen merupakan masalah yang sangat serius dihadapi oleh kekristenan saat ini, karena pada faktanya dalam kehidupan pernikahan seringkali terjadi perselingkuhan, KDRT, perceraian dan pelbagai masalah yang menghancurkan keluarga yang sudah disatukan di dalam Tuhan Yesus Kristus.(Nianda, 2021) Pernikahan yang terjadi berdasarkan perjodohan yang tidak sempurna sehingga terjadi perceraian, Juga akibat pergaulan bebas sehingga terjadinya kehamilan bagi perempuan sehingga dinikahkan. Faktor ekonomi dari keluarga miskin harus cari suami kaya walaupun ketidakcocokan sifat yang penting harta yang di kejar ada juga yang orang tua gila tidak mau harta nya di ambil orang lain sehingga menjodohkan anak sesama bangsawan tapi setelah menikah anak yang tidak cocok dengan pasangannya sehingga terjadilah perceraian.

    Dari sisi HAM, bahwa melakukan perceraian itu boleh dilakukan. Dari sisi yuridis, diatur tata cara perceraian sehingga membuka kesempatan bagi pasangan untuk menempuh jaluir hukum. Status pernikahan diatur dan dilindungi oleh undang-undang sehingga pihak yang melaporkan gugatan perceraian dapat diproses sesuai prosedur sampai sidang perceraian. Gerakan feminisme atau emansipasi wanita menjadi trend yang menuntuk persamaan hak  antara laki-laki  dan  perempuan  dalam  segala  bidang. Gerakan feminisme telah mempengaruhi perspektif terhadap kompetensi seorang wanita di zaman modern. Banyak wanita yang memiliki kemampuan akademis sehingga memungkinkan mereka untuk tampil. Wanita diera modernisme mampu berada dalam kesetaraan gender  secara  struktural  dan fungsional. Konpetensi wanita dalam  masyarakat  post-modernisme  telah  membawa  wanita  mendobrak budaya-budaya  konservatif yang selama   ini didominasi  pria.(Erik Ardiyanto, 2021) Salah satu untuk menghindari kegagalan dalam membina rumah tangga wanita memutuskan menjadi wanita karir sekaligus single parent. Di level  biologis, kebahagian   ditentukan   oleh   biokimia,   bukan situasi ekomoni, sosial, dan politik (Erik Ardiyanto, 2021)Post–Feminisme menjadi terminologi popular  dalam  wacana -wacana  era pascamodern  (post-modern). Sebagai  satu  varian ideologipost-modernisme,   mengusung  ide-ide yang   ada   dalam   wacana   post -modern. Gerakan post-feminis adalah perkawinan antara gerakan kesadaran gender yang dibingkai   dengan   prespektif post-modernisme.(Erik Ardiyanto, 2021) Nuansa  liberalisme  Barat  lebih  mendominasi trend  dan  pola  gerakan  emansipasi  perempuan  kontemporer. Aktifis  gerakan  feminisme  di  kalangan Muslim tetap  mempertahankan dogmatika agama Islam dan bersikap selektif terhadap gagasan – gagasan feminisme  dari  Barat. (Zainal Abidin, 2011) Sinergisitas pengadilan negara dengan gereja dalam urusan perceraian  perkawinan dibutuhkan karena berkaitan dengan hukum  negara yang menghargai   otonomi   hukum   agama namun sekaligus menghormati hak-hak warga Negara (Yohanes Servatius Lon, 2020) Dengan demikian, menyikapi problematia kontemporer maka sebaiknya orang Kristen tidak perlu bercerai. Sekalipun potensi terjadi perzinahan yang dilaukan salah satu pasangan suami istri yang sah, tidak boleh cerai. Perzinahan atau perselingkuhan, tetap dosa dan itu dilarang Allah.

    Alkitab Tidak Membenarkan Perceraian.

    Landasan teks  Alkitab yang sering diajukan yaitu Injil Matius 19:6 bahwa apa yang dipersatukan Oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia. Dalam narasi Perjanjian lama yang terdapat dalam Ulangan 24 : 1-5  terkait perceraian di kalangan orang Yahudi. Iman Kristen mengajarkan untuk orang yang sudah menikah tidak boleh bercerai. Bahwa “Apa yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia”. Dalam kitab Efesus jelas menguraikan tentang bagaimana hubungan suami istri dalam ikatan perkawinan untuk menjalin hubungan yang tidak terpisahkan antara hubungan manusia dengan Tuhan. Karena perkawinan dipandang sebagai persekutuan yang sakral atau suci sebagai ketetapan Allah sebagaimana firman Tuhan dalam kitab kejadian bahwa Allah menjadikan manusia laki-laki dan perempuan untuk bersatu menjadi satu daging. Dalam pengkhotbah pasal 3 menyatakan bahwa “Tidak baik manusia itu hidup seorang diri karena kalau mereka jatuh yang seorang mengangkat temannya dalam arti kata bahwa berdua lebih baik daripada seorang diri” itulah perkawinan menurut iman Kristen. Pernikahan itu merupakan institusi yang suci, yang didirikan oleh Allah sendiri di taman Eden. Tuhan mengatakan: ”Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Markus 10:9). Hal ini menunjukkan bahwa pernikahan harus berlangsung terus selama suami dan istri masih hidup. Namun karena terlalu banyak kasus perceraian yang terjadi dalam masyarakat, maka Taurat Musa mengizinkan perceraian dengan suatu syarat, bahwa suami yang menceraikan istrinya harus menulis surat cerai, dan menyerahkan kepada istrinya.Sang istri yang diceraikan diperbolehkan menikah lagi (Ula 24:1-4), sehingga perceraian dengan menulis surat cerai adalah suatu perlindungan bagi para istri yang menjadi korban pernikahan yang tidak bertanggung jawab. Sekali lagi Tuhan Yesus menegaskan: ”Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan istrimu, tetapi sejak mula tidaklah demikian” (Matius 19:8). Pada awal mula pola pernikahan yang Tuhan berikan, tidak ada istilah ”perceraian”.Allah tidak merencanakan perceraian di dalam satu keluarga. Sejak Allah menciptakan manusia yaitu Adam dan hawa. Allah mengharapkan selalu bahagia dan damai sejahtera. Mengusahakan dan memelihara apa yang sudah Allah berikan kepada mereka dan juga di dalam kejadian 1 : 28 Allah berfirman kepada mereka untuk beranak cucu dan bertambah banyak. Allah selalu ada bersama dengan keluarga. Sejak berlakunya undang undang nomor 1 Tahun 1974, perkawinan yang sah yang berlaku adalah menurut undang undang ini, namun hal penting yang perlu diketahui dari berbagai pandangan sahnya perkawinan menurut pandangan, unsur agama merupakan hal yang utama dalam sahnya perkawinan.

    Gereja akan bertumbuh baik dalam hal kuantitatif, kualitatif maupun organik jika keluarga menjalankan apa yang Allah firmankan, tidak ada perceraian. Karena apa yang sudah dipersatukan Allah tidak boleh dipisahkan oleh manusia. Pernikahan itu merupakan institusi yang suci, yang didirikan oleh Allah sendiri di taman Eden. Tuhan mengatakan: ”Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Markus 10:9). Hal ini menunjukkan bahwa pernikahan harus berlangsung terus selama suami dan istri masih hidup. Dengan demikian, orang Kristen seharusnya tidak bercerai. Alkitab tidak membenarkan perceraian. Intinya Tuhan tidak pernah salah memberi tapi manusialah yang tidak tau cara menerima pemberian Tuhan. Dan biasanya perceraian terjadi karena salah satu atau kedua pihak tidak bisa menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing sehingga terjadinya pertentangan dalam sebuah hubungan suami istri yang pada akhirnya berujung perceraian. Namun jika suatu hubungan didasari oleh firman Tuhan, tentu saja pasangan itu akan menjadi pasangan baik dan harmonis karena mereka memperlakukan pasangannya menurut ajaran firman Tuhan. Dengan demikian, orang Kristen seharusnya tidak bercerai. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru ditekankan bahwa Allah sangat membenci perceraian. Perhatikan  Maleakhi  2:14-16, terutama dalam ayat 16 yang berkata, “ Sebab  Aku membenci perceraian, firman Tuhan, Allah Israel…”  Tuhan Yesus sendiri juga mengatakan hal yang sama, Dia melarang adanya perceraian, “Karena  itu,  apa  yang  sudah  dipersatukan  Allah, tidak boleh diceraikan manusia ” (Mat. 19:6; Mrk. 10:9). Sayangnya,  idealisme  semacam  ini  kerap  harus  berhadapan  dengan sebuah kenyataan yang berbicara lain.  Ada seribu satu alasan yang memaksa pasangan suami-istri akhirnya sampai pada  sebuah kesimpulan  tragis  bahwa perkawinan yang  mereka  perjuangkan  ternyata tidak berjalan sebagaimana diimpikan sebelumnya.  Isu  perselingkuhan  kerap  dijadikan  alasan  yang cukup kuat bagi pasangan Kristen untuk mengakhiri hubungan perkawinan mereka. Salah memberikan  interpretasi  terhadap ayat firman  Tuhan  juga  menjadi  alasan  untuk melegalkan   perceraian.   Misalnya   saja   dalam   Ulangan   24:1-5   dicatat   mengenai   hukum perceraian.  Hukum ini  dijadikan dasar bagi mereka  yang mendukung perceraian.

    Orang-orang Farisi  mengutip  hukum  ini  dengan  berkata,  “Jika   demikian,   apakah   sebabnya   Musa memerintahkan memberikansurat cerai jika orang menceraikan istrinya?” (Mat. 19:7).  Praktik poligami  yang  dilakukan  para  tokoh Perjanjian  Lamajuga  menjadi acuan  bagi  mereka  yang mendukung perceraian.pernyataan  Tuhan  Yesus  dalam  Matius  19:9, “…Barangsiapa  menceraikan istri nya, kecuali  karena  zinah,  lalu  kawin  dengan  perempuan  lain,  ia  berbuat  zinah .”  Pernyataan ini sering  disalahtafsirkan,  menurut  mereka yang  mendukung  perceraian bahwa  Yesus  memberi pengecualian  terhadap  perceraian,  yaitu  jika  ada  perzinahan  dari  salah  satu  pasangannya.    Ayat ini seperti memberi celah adanya perceraian dalam perkawinan Kristen. Bagian  ayat  lain  yang  sering  menjadi  acuan  bagi  mereka  yang  mendukung  kasus perceraian  adalah  1  Korintus  7 :11,15.  Perhatikan ayat 11, “Dan  jikalau  ia  bercerai,  ia  harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya…”  Lalu ayat 15, “ Tetapi kalau orang yang  tidak  beriman  itu  mau  bercerai,  biarlah  ia  bercerai…”    Perkataan  Rasul  Paulus  memberikan multi  tafsir  dan  tidak  sedikit  yang  salah  dalam  memberi  tanggapan.    Bagi  mereka yang  mendukung  perceraian,  ayat  ini digunakan  sebagai  landasan .

    Dalam  bagian  ini Rasul Paulus  mengijinkan Perceraian yaitu  apabila Perkawinan itu  terjadi  dengan  orang  yang  tidak percaya.  Secara umum kita mendapatkan jawaban tidak boleh. Tentunya jawaban itu didasari oleh landasan Alkitab yang kuat. Alasan klasik bahwa orang kristen pada dasarnya dipersatukan oleh Allah dalam ikatan pernikahan kudus merupakan hal yang sakral. Dalam pengajaran yang diterima dalam gereja. Orang kristen tidak diperkenankan bercerai selain Allah yang menceraikan kecuali dipisahkan oleh maut.

     

    Polemik Perspektif Matius 19:4-6

    Matius 19: 9 “Tetapi aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia pajak zinah.Tetapi apakah kita tahu apa tafsiran “kecuali karena zinah” di dalam Alkitab? Banyak orang keliru akan apa kata Tuhan Yesus tentang “kecuali karena zinah”. Banyak orang beranggapan bahwa yang termasuk dalam kasus karena zinah itu terjadi pada perselingkuhan, atau memadu cinta yang bukan istrinya yang sah atau suaminya yang sah. Tuhan Yesus sangat jelas sekali menekankan bahwa apa yang sudah dipersatukan Allah tidak dapat diceraikan oleh manusia (Markus 10:9). Perceraian tidak pernah menjadi keinginan Allah, dan selalu merupakan hasil dari dosa. Manusia tidak mempunyai wewenang atau hak untuk dapat menggagalkan perjanjian pernikahan antara Tuhan dan pasangan. Oleh karena itu pemahaman awal mengenai pernikahan yang sesuai dengan kehendak Allah perlu dipahami secara mendalam oleh masing-masing pasangan.Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?  Dan firmanNya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.  Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”Dari ayat ini sangat jelas bahwa Tuhan menjadikan manusia itu berpasangan.

    Pernikahan dilandaskan oleh cinta dan kasih. Kasih itu menutupi banyak sekali kesalahan. Kasih itu sanggup mengampuni, kasih itu murni. Cinta itu melayani, cinta itu rela berkorban. Dan saat kedua pasangan mengucapkan janji dihadapan Tuhan dan disaksikan oleh pendeta dan jemaat, janji itu sakral dan dicatat oleh malaikat Tuhan di sorga. Tidak ada perkara yang tidak bisa diselesaikan dengan baik. Legalitas membolehkan perceraian juga sering diajukan dengan dasar Frasa  “kecuali  karena  zina”  bukanlah  sebuah  alasan  untuk membenarkan  perceraian.  Bahkan  sekalipun  telah  terjadi  perzinaan,  perceraian  tetap  tidak  diperbolehkan. Karena prinsip ajaran Yesus adalah kasih dan pengampunan. Jadi orang  Kristen tida boleh menceraikan pasangannya(Adi Putra, 2020) Yesus mengatakan bisa bercerai namun hanya dengan satu syarat yaitu salah satunya melakukan zinah. Selain itu, jika tetap melakukan perceraian dan kemudian ia menikah lagi, maka ia akan dianggap berzinah. Jadi jelas sekali bahwa Alkitab tidak membenarkan perceraian. Karena jodoh yang telah disediakan Tuhan adalah orang yang tepat, tinggal bagaimana cara kita saling melengkapi agar terjalin hubungan yang harmonis karena saya yakin, Tuhan pasti memberikan yang terbaik. Walaupun pada awalnya kita sering merasa bahwa Tuhan salah memberi jodoh karena orang ini sangat tidak cocok dengan kita namun dibalik itu, ada rencana yang indah dari Tuhan tinggal bagaimana cara kita menerima nya dan berusaha menjadikan semuanya baik dan lebih baik lagi. Intinya Tuhan tidak pernah salah memberi tapi manusialah yang tidak tahu cara menerima pemberian Tuhan.

    Dan biasanya perceraian terjadi karena salah satu atau kedua pihak tidak bisa menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing sehingga terjadinya pertentangan dalam sebuah hubungan suami istri yang pada akhirnya berujung perceraian. Namun jika suatu hubungan didasari oleh firman Tuhan, tentu saja pasangan itu akan menjadi pasangan baik dan harmonis karena mereka memperlakukan pasangannya menurut ajaran firman Tuhan. Oleh sebab itu sebelum menuju ke jenjang pernikahan hendaklah calon suami istri saling mencintai satu sama lain tidak ada yang nama nya keterpaksaan sehingga mereka bisa memaknai pernikahan yang sesungguhnya dari Tuhan itu seperti apa dan mereka harus bersumpah dan mengikat janji satu sama lain bahan setelah mereka menikah mereka bukan lagi 2 melainkan sudah menjadi satu yang dipersatukan oleh Tuhan sendiri sehingga tidak ada setitik pun keinginan manusia untuk memisahkannya selain maut yang memisahkan mereka berdua.

    Opini Boleh Dalam Konteks Ulangan 24

    Jika terjadi perzinahan, sehingga pernikahan mereka tidak dapat diteruskan lagi, maka perceraian diperbolehkan setelah mereka berusaha untuk memperbaiki pernikahan tetapi gagal. Tetapi setelah perceraian terjadi tidak seharusnya menikah lagi, kecuali pihak yang lain sudah menikah terlebih dahulu. Dan tentunya ia harus menikah dengan orang yang beriman dalam Tuhan Yesus, supaya tragedi rumah tangga tidak terulang lagi. Ayat yang dijadikan landasan boleh terdapat dalam Ulangan 24:1-4) menjelaskan bahwa diizinkan untuk melakukan perceraian ketika ada sesuatu yang terjadi perbuatan yang tidak senonoh, Tetapi harus membuat surat perceraian dan setelah istrinya pergi ataupun bercerai lelaki tersebut tidak boleh untuk mengambilnya yang telah diceraikan kembali ketika istri nya telah menjadi milik laki-laki lain. (mat 19:9) karena perzinahan orang dapat menceraikan istrinya atau pun sebalik nya jika ada salah satu yang telah melakukan dosa dengan sebutan zinah.

    Landasan memperbolehan orang kristen dapat melakukan perceraian jika ada suatu perbuatan yang tidak senonoh terjadi di keluarga orang kristen. (Mal 2:11-16) dikatakan bahwa Tuhan membenci sebuah perceraian atau penghianatan seorang kepada orang yang di nikahinya. Asumsi bahwa orang kristen diizinkan melakukan perceraian berdasarkan teks Ulangan 24 tidak secara otomatis berlaku dalam konteks perjanjian baru, Pada intinya bahwa Tuhan mengizinkan perceraian tetapi sesungguhnya Tuhan sangat membenci perceraian.

    Tuhan Tidak Merancang Perceraian.

    Definisi perceraian atau divorce merupakan suatu peristiwa perpisahan secara resmi antara pasangan suami-istri dan mereka berketetapan untuk tidak menjalankan tugas dan kewajiban sebagai suami-istri. Mereka tidak lagi hidup dan tinggal serumah bersama, karena tidak ada ikatan yang resmi.(Agoes Dariyo, 2004) Apapun pandangan mengenai perceraian, adalah penting untuk mengingat kata-kata Alkitab dalam Maleakhi 2:16a: “Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel.” Menurut Alkitab, kehendak Allah adalah pernikahan sebagai komitmen seumur hidup. “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Matius 19:6).  Yesus mengatakan bahwa Allah “mengijinkan” perceraian tetapi tidak pernah memerintahkan perceraian, dan  menurut Kristus perceraian itu “diijinkan” bukan diperintahkan, hal ini terjadi karena  “ketegaran hati” manusia (Matius 19:8). Kata Yunani “ketegaran hati”  adalah “sklerokardia” yang lebih tepat diterjemahkan dengan “kekerasan hati” (Matius 19:8; Markus 10:5). Jika   pada   akhirnya   pasangan   suami-istri   memutuskan   untuk   bercerai. Berdasarkan   uraian   dalam   1   Korintus   7:8 -9   dan   27-28,   perkawinan   kembali   diberikan kelonggaran, namun sesungguhnya bukanlah sesuatu yang diperbolehkan.(Iksantoro, 2020)

    Dosa telah membuat hati manusia menjadi keras. Kekerasan hati manusia mengakibatkan manusia sulit mengampuni, menganggap diri benar, meremehkan firman Tuhan, menutup diri terhadap koreksi, menolak untuk berubah,  menyebabkan hubungan suami isteri rusak, dan keluarga berantakan, bahkan perceraian. Jadi perceraian adalah konsensi ilahi bukan konstitusi ilahi; merupakan kelonggaran bukan norma atau standar Allah. Dengan kata lain, perceraian bukanlah yang ideal atau yang terbaik bagi pernikahan (Powers, 2011)

    Dampak Dari Perceraian

    Salah satu akibat perceraian yaitu perilaku perilaku menyimpang siswa.  Keadaan orang  tua  yang  bercerai  menyebabkan kurangnya,  kasih  sayang  dan  perhatian orang tua terhadap anknya (Frieska Putrima Tadung, 2021) Fenomena perceraian tidak disebabkan oleh faktor tunggal, tetapi adanya faktor lain yang dominan antara lain 1. Perzinahan yang terjadi antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan yang tidak terikat hukum perkawinan. 2. Masalah Anak Anak penting dalam sebuah perkawinan karena sebagai penerus keturunan dan nama keluarga. Upaya gigih untuk mendapatkan anak ini terus dilakukan adalah karena laki-laki yang tidak mempunyai keturunan dipandang mendapatkan sial. 3. Masalah Ekonomi Masalah ekonomi sebagai salah satu faktor yang dapat memicu keributan dalam keluarga dan yang bisa menyebabkan perceraian. 4. Keributan berkepanjangan Keributan juga bisa terjadi karena campur tangan keluarga dalam rumah tangga baru, si isteri menjadi kurang berperan atau perannya kabur karena diambil alih atau diintervensi oleh mertua dan para ipar. Hal tersebut dapat dijadikan alasan bagi isteri untuk meminta cerai.(Nope et al., 2020) Masalah ekonomi berpengaruh dalam keluarga banyak terjadi perceraian karena diakibatkan dari kelemahan seorang laki-laki yang tidak bisa menghidupi keluarganya.

    Selanjutnya masalah etis suami berganti-ganti pasangan  dengan wanita lain dan tidak bisa menyekolakan anak-anaknya.dan juga seorang wanita yang tidak bisa menggatur ekonomi dalam keluarga  dengan baik sehingga sering muncul pemikiran untuk bercerai.   Masalah komunikasi antara suami dan isteri juga menimbulkan masalah yang merujuk pada perceraian. Sesuatu hal yang sampai saat ini diyakini sebagai penyebab utama konflik atau masalah adalah komunikasi yang buruk. Hal ini tampak berupa verbalisasi yang tidak jelas, cara bicara yang menyakitkan, penggunaan kata-kata yang kurang baik, ekspresi wajah yang tidak menyenangkan, nada suara yang merendahkan atau melecehkan pihak lain, dan sebagainya.(Bachtiar, 2004) Kehilangan konsekuensi menikah berakibat “pengkhianatan” dalam rumah tangga. Sedangan Intimidasi dan tindak kekerasan dapat mematikan keharmonisan dalam rumah tangga. Perceraian akan sangat menyakitkan yang menimbulkan luka batin yang sulit untuk dimaafkan  dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk melupakannya dan bagi orang yang melakukan perceraian itupun akan mengalami rasa bersalah dan tertuduh sehingga tidak akan  tenang dalam hidupnya.

    Sikap Ambigu Gereja

    Disisi tertentu, perkawinan berpotensi mengalami kegagalan sehingga dapat terjadi perceraian. Dari waktu ke waktu gereja kristen masih menganggap perceraian sebagai suatu kegagalan memahami terkait pernikahan yang sacral. setiap gembala  sidang di gereja  lokal  hendaknya melaksanakan konseling    pranikah sebelum  anggota gerejanya melaksanakan pernikahan. Terapat data bahwa  54,5%   gembala-gembala  melaksanakan konseling pranikah, dan 63  ,6%  mengatakan  bahwa  tidak  ada kasus perceraian   di gereja   yang  mereka pimpin(Yuliono Evendi, 2021) Tetapi harus diakui bahwa asumsi yang bervariasi mendorong pasangann untuk melakuan perceraian sekalipun secara teologis dan dogmatis tidak diizinkan. Hadi berpendapat bahwa Jika kenyataan perceraian telah kita hadapi, maka gereja pun harus siap untuk menghadapi kawin kedua. Tetapi gereja harus bersikap ekstra hati-hati dalam menghadapi kasus-kasus semacam ini. Jangan main tolak atau asal diterima dan diberkati. Itulah sebabnya maka jika perceraian dan perkawinan kedua terjadi, pelayanan berkelanjutan dari gereja untuk membina iman dan kerohanian orang-orang dengan status baru tersebut harus terus diberikan(Hadi P. Sahardjo, 2011) Ricu berpendapat bahwa gereja  terpanggil  untuk membawa  suara  kebenaran.  Kebenaran  yang  didapat  dari  Firman  Tuhan/Injil/Alkitab.

    Gereja tidak boleh kompromi dengan perceraian. Gereja harus mendewasakan warganya agar memiliki  pandangan  yang  benar  terhadap  sebuah  ikatan  pernikahan/perkawinan.  Sebab perkawinan/pernikahan  bukan  hanya  sekedar  ikatan  antara  pria  dan  wanita,  tetapi  juga melambangkan  hubungan  Kristus  dan  jemaatNya. Gereja  harus  memiliki  pola  pembinaan pranikah  dan  juga  penanganan-penanganan  terhadap  masalah-masalah  yang  timbul  dalam pernikahan/perkawinan.(Ricu Sele, 2021) Di zaman modern ini kita semakin sering mendengar perceraian dalam rumah tangga yang diakibatkan salah satunya adalah ketidakcocokan suami istri,dimana tragisnya,yang menderita justru anak anak hasil pernikahan tersebut. Pernikahan itu merupakan institusi yang suci. pernikahan harus berlangsung terus selama suami dan istri masih hidup. Perkawinan kristiani bukan hanya merupakan tanda hubungan antara Kristus dan Gereja- Nya, melainkan kehidupan bersama dalam perkawinan ikut ambil bagian dalam misteri agung dari kasih Kristus yang tak terputuskan dengan Gereja-Nya. Relasi cinta kasih antara Kristus dengan Gereja-Nya kini hadir dan terpantul dalam cinta kasih suami-isteri dalam perkawinan. Pernikahan itu adalah Anugerah Allah yang tidak ternilai harganya. Tuhanlahyang menetapkan lembaga keluarga. Oleh sebab itu, peraturan yang ditetapkan oleh Tuhan merupakan persekutuan hidup yang tidak bisa dibatalkan oleh manusia dan dilakukan bukan sebagai proses uji coba.

    Relasi Pernikahan Harus Dikuatkan

    Perkawinan adalah persekutuan hidup badani dan Rohani Antara seorang laki-laki dan perempuan,sebagai suami istri yang diikat oleh kasih Allah yang telah menjadikan manusia itu laki-laki dan perempuan serta menjodohkan dan memberkati mereka untuk membentuk keluarga yang bertanggung Jawab kepada Tuhan, sehingga mereka bukan lagi dua orang tetapi menjadi sedaging adanya. Berdasarkan hal ini, maka apa yang telah dipersatukan oleh Allah, tidak boleh diceraikan oleh manusia. Hanya kematian yang dapat menceraikan kedua suami istri. Pernikahan dapat dikatakan sebagai ikatan suami istri untuk membentuk keluarga yang sejahtera, harmonis, mulia dan sebagainya, namun dalam kenyataannya tidak semua pasangan dapat merasakan harapan ini. Di tengah-tengah peningkatan angka perceraian suami dan istri di Indonesia.  Anak menjadi potensi terbesar untuk mendapatkan dampak negative dalam kasus perceraian, jika tidak ditangani sesuai konteks(Valentino Reykliv Mokalu, 2021)

    Pernikahan di satukan dalam ikatan pernikahan Kudus buka hanya bermain-main. Kita disatukan dalam pernikahan Kudus bukan hanya bersumpah di depan pendeta atau sanak saudara untuk hidup saling mengasihi pasangan kita, namun kita bersumpah dan mengucapkan janji Kepada Tuhan Yesus. Perceraian tentu bukan rencana akhir dari suatu pernikahan. Setiap pasangan yang menikah menginginkan pernikahan yang bisa berlangsung langgeng tanpa memikirkan adanya kegagalan dalam pernikahan yang beruujung pada perceraian(Maria Hutauruk, 2020) Perceraian  dapat  terjadi  apabila  keluarga  Kristen  tidak memahami  dan menghidupi spritualitas dalam pernikahannya (Alon Mandimpu Nainggolan;Tirai Niscaya Harefa, 2020) Karena dalam firman kita diajarkan untuk hidup bersama dan beranak cucu dan tidak boleh diceraikan oleh manusia melainkan dipisahkan oleh maut. Tuhan selalu mengajarkan kita untuk saling mengasihi sesama manusia,tetapi ketika dalam konteks perceraian dalam hubungan suami istri bagi saya sah-sah saja  kalau memang dalam hubungan suami istri itu ada masalah yang besar dan menyangkut tentang keyakinan kita kepada Tuhan,

    KESIMPULAN

    Pernikahan itu merupakan penyerahan diri, tubuh dan jiwa kepada Tuhan dan kepada pasangannya. Pernikahan mempunyai dasar yang teguh yang didasarkan dari ungkapan Yesus Kristus “Apa yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia”  Pernikahan Kristen diikat atas suatu perjanjian yang murni dihadapan Allah, bukan di ikat oleh perasaan manusia. Dalam konteks telogi kristen perceraian tidak diizinkan. Namun jika perceraian dilakukan maka hal itu bukan didasarkan pada landasan teologi kristen melainkan faktor humanity, HAM. Dengan demikian bahwa perceraian tidak dilegalkan dalam pernikahan kristen. Orang kristen tidak boleh melakuan perceraian dan harus mempertahanan status perkawinan sampai maksimal. Kondisi terjelek dalam perkawinan harus ditanggung sebagai konsekwensi monogami. Orang Kristen tidak boleh berinisiatif untuk menceraikan pasanganya.

    Penulis : Dr. Fotinus Gulo, M.Th (Dosen STT Bethesda Bekasi)

  • SEKUM PGI: SABAM SIRAIT SEORANG POLITISI SENIOR YANG KONSISTEN MEMPERJUANGKAN DEMOKRASI

    SEKUM PGI: SABAM SIRAIT SEORANG POLITISI SENIOR YANG KONSISTEN MEMPERJUANGKAN DEMOKRASI

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Tampil sebagai pembicara terakhir, Sekretaris Umum PGI, Pdt. Jacklevyn F. Manuputty menegaskan Sabam Sirait sebagai tokoh yang fenomenal. Tak ragu, Sekum PGI menyatakan bahwa percakapan tentang Pak Sabam tidak akan habis-habisnya.

    “Kami di PGI sudah membicarakan tokoh ini. Menarik, ia seolah sumur yang ditimba yang tidak habis-habis,” terangnya dalam Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Indonesia) di Gedung Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Kamis (28/42022).

    Secara gamblang, Jacky memaparkan tiga poin terkait ketokohan Sabam Sirait. Menurutnya, pertama, Sabam memberi arah dalam pergulatan nasionalisme dan memiliki jelajah pemikiran luar baisa.

    “Pertama, Sabam Sirait memberi arah dalam pergulatan nasionalisme. Jelajah pemikirannya sangat luar biasa. Belajar dari TB Simatupang, Amir Syarufuddin, JJ Russo. Dia sosok ideologis, melintasi banyak batas selama 60 tahun berkiprah. Seorang politisi senior yang konsisten memperjuangkan demokrasi,” ujarnya.

    Selanjutnya, Sabam merupakan sosok yang memiliki hubungan lintas batas dan komunikasi yang luar biasa yang tidak tersekat oleh batas agama dan etnis.

    “Kedua, sosoknya berhubungan secara lintas batas. Kemampuan komunikasi yang luar biasa. Tidak terbatas oleh sekat agama dan etnis. Pak Sabam menembusi sekat-sekat perbedaan dan ini menjadi catatan mahal karena sekarang ada politisasi agama dan politik identitas, kadang mendorong kekristenan membangun pertahanan sendiri,” ungkapnya.

    “Tanpa disadari itu justru menutup ruang. Titik temu sebagai seorang nasionalis, Sabam Sirait meletakkan dasar itu. Persahabatan lintas batas kelompok,” ungkapnya lagi singkat.

    Pada bagian ketiga, Jacky menyatakan tentang sosok Sabam Sirait sebagai tokoh yang memberikan arah kosmopolitan serta tokoh yang menjadi level mancanegara.

    “Berikutnya, ketiga, Ia tokoh yang memberikan arah kosmopolitan. Dia tokoh menjadi level mancanegara. Sangat mendukung Palestina, menolak berkunjung ke Israel. Juga, terang-terangan membela perjuangan Irak atas invansi Amerika,” terangnya.

    “Sabam Sirait berpolitik dengan bersahaja, mengusahakan untuk kemaslahatan semua orang. Kami (PGI) sangat layak memperjuangkannya, kita membutuhkan kepahlawanan wajib diperjuangkan,” pungkasnya.

    Selain Sekretaris Umum PGI, Pdt. Jacklevyn F. Manuputty, Diskusi Publik yang mengambil tema: Sabam Sirait Politisi Negarawan di Mata Tokoh Lintas Agama, menghadirkan pemateri Lintas Tokoh Agama, antara lain: Dr. R.E. Nainggolan (Ketua Pengusul Sabam Sirait Pahlawan Nasional), Romo Benny Susetyo (Tokoh Katolik), Mayjen Purn. TNI (Purn) Wisnu  Bawa Tenaya (Ketua Umum Pengurus PHDI), Pdt. Jacklevyn F. Manuputty (Sekretaris Umum PGI),  Banthe Dammasubho Mahatera (Tokoh Budha) dan Ishag Zubaedi Raqib (Ketua LKN Infokom dan Publikasi PB NU).

    Sementara itu, tampil sebagai pengantar diskusi, Ketua Panitia Pengusul Sabam Sirait Pahlawan Nasional, Dr. R. E. Nainggolan memaparkan bahwa sejak awal pihaknya lebih dulu mempelajari segala aturan perundangan-undangan terkait syarat pahlawan nasional.

    “Setelah mempelajari aturan, maka kami yakin segala kiprah dan pengabdian Sabam Sirait layak menjadi Pahlawan Nasional. Sesuai ketentuan Menteri Sosial maka sudah diselenggarakan Seminar Nasional di Medan dan seminar lokal lainnya di Sumut. Kemudian juga diselenggarakan di Jakarta,” jelas mantan Bupati Tapanuli Utara.

  • SEKUM PGI: SABAM SIRAIT SEORANG POLITISI SENIOR YANG KONSISTEN MEMPERJUANGKAN DEMOKRASI

    SEKUM PGI: SABAM SIRAIT SEORANG POLITISI SENIOR YANG KONSISTEN MEMPERJUANGKAN DEMOKRASI

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Tampil sebagai pembicara terakhir, Sekretaris Umum PGI, Pdt. Jacklevyn F. Manuputty menegaskan Sabam Sirait sebagai tokoh yang fenomenal. Tak ragu, Sekum PGI menyatakan bahwa percakapan tentang Pak Sabam tidak akan habis-habisnya.

    “Kami di PGI sudah membicarakan tokoh ini. Menarik, ia seolah sumur yang ditimba yang tidak habis-habis,” terangnya dalam Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Indonesia) di Gedung Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Kamis (28/42022).

    Secara gamblang, Jacky memaparkan tiga poin terkait ketokohan Sabam Sirait. Menurutnya, pertama, Sabam memberi arah dalam pergulatan nasionalisme dan memiliki jelajah pemikiran luar baisa.

    “Pertama, Sabam Sirait memberi arah dalam pergulatan nasionalisme. Jelajah pemikirannya sangat luar biasa. Belajar dari TB Simatupang, Amir Syarufuddin, JJ Russo. Dia sosok ideologis, melintasi banyak batas selama 60 tahun berkiprah. Seorang politisi senior yang konsisten memperjuangkan demokrasi,” ujarnya.

    Selanjutnya, Sabam merupakan sosok yang memiliki hubungan lintas batas dan komunikasi yang luar biasa yang tidak tersekat oleh batas agama dan etnis.

    “Kedua, sosoknya berhubungan secara lintas batas. Kemampuan komunikasi yang luar biasa. Tidak terbatas oleh sekat agama dan etnis. Pak Sabam menembusi sekat-sekat perbedaan dan ini menjadi catatan mahal karena sekarang ada politisasi agama dan politik identitas, kadang mendorong kekristenan membangun pertahanan sendiri,” ungkapnya.

    “Tanpa disadari itu justru menutup ruang. Titik temu sebagai seorang nasionalis, Sabam Sirait meletakkan dasar itu. Persahabatan lintas batas kelompok,” ungkapnya lagi singkat.

    Pada bagian ketiga, Jacky menyatakan tentang sosok Sabam Sirait sebagai tokoh yang memberikan arah kosmopolitan serta tokoh yang menjadi level mancanegara.

    “Berikutnya, ketiga, Ia tokoh yang memberikan arah kosmopolitan. Dia tokoh menjadi level mancanegara. Sangat mendukung Palestina, menolak berkunjung ke Israel. Juga, terang-terangan membela perjuangan Irak atas invansi Amerika,” terangnya.

    “Sabam Sirait berpolitik dengan bersahaja, mengusahakan untuk kemaslahatan semua orang. Kami (PGI) sangat layak memperjuangkannya, kita membutuhkan kepahlawanan wajib diperjuangkan,” pungkasnya.

    Selain Sekretaris Umum PGI, Pdt. Jacklevyn F. Manuputty, Diskusi Publik yang mengambil tema: Sabam Sirait Politisi Negarawan di Mata Tokoh Lintas Agama, menghadirkan pemateri Lintas Tokoh Agama, antara lain: Dr. R.E. Nainggolan (Ketua Pengusul Sabam Sirait Pahlawan Nasional), Romo Benny Susetyo (Tokoh Katolik), Mayjen Purn. TNI (Purn) Wisnu  Bawa Tenaya (Ketua Umum Pengurus PHDI), Pdt. Jacklevyn F. Manuputty (Sekretaris Umum PGI),  Banthe Dammasubho Mahatera (Tokoh Budha) dan Ishag Zubaedi Raqib (Ketua LKN Infokom dan Publikasi PB NU).

    Sementara itu, tampil sebagai pengantar diskusi, Ketua Panitia Pengusul Sabam Sirait Pahlawan Nasional, Dr. R. E. Nainggolan memaparkan bahwa sejak awal pihaknya lebih dulu mempelajari segala aturan perundangan-undangan terkait syarat pahlawan nasional.

    “Setelah mempelajari aturan, maka kami yakin segala kiprah dan pengabdian Sabam Sirait layak menjadi Pahlawan Nasional. Sesuai ketentuan Menteri Sosial maka sudah diselenggarakan Seminar Nasional di Medan dan seminar lokal lainnya di Sumut. Kemudian juga diselenggarakan di Jakarta,” jelas mantan Bupati Tapanuli Utara.

  • Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th: Anugerah Tuhan, Anugerah Amal Kasih dan PD Tunanetra Kristen Pelangi Kasih Bisa Gelar Paskah dan Ibadah Syukur Ulang Tahun

    Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th: Anugerah Tuhan, Anugerah Amal Kasih dan PD Tunanetra Kristen Pelangi Kasih Bisa Gelar Paskah dan Ibadah Syukur Ulang Tahun

    KOTA BEKASI, WARTANASRANI.COM – Kasih dan sukacita terpancar dari wajah pengurus Yayasan Anugerah Amal Kasih (A2K) dan Yayasan PD Tunanetra Kristen Pelangi Kasih saat menggelar Ibadah Paskah bersama di GBI Taman Aster Bulevar Hijau, Kota Harapan Indah, Kota Bekasi, hari Sabtu (22/04/2022). Perayaan Paskah kali ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan Ibadah Syukur Ulang Tahun kedua Yayasan.

    Senyum kegembiraan tampak pada pengurus kedua Yayasan ini saat tampil kedepan untuk memotong kue ulang tahun yang telah disediakan. Terungkap, saat ini, Yayasan A2K telah berdiri dan berkarya dalam pelayanan sosial selama 16 tahun dan Yayasan PD Tunanetra Kristen Pelangi Kasih semakin dewasa di usia 23 tahun.

    “Semua hanya karena anugerah, kasih, berkat dan pertolongan Tuhan Yesus Kristus sehingga Yayasan Anugerah Amal Kasih atau A2K dan Yayasan Persekutuan Doa Tunanetra Pelangi Kasih, bisa menginjak usia ke 16 dan 23 tahun”, tutur Ketua A2K dan Ketua Dewan Pengawas Pelangi Kasih, Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th.

    “Apa yang kedua Yayasan ini lakukan dalam kurun waktu 16 dan 23 tahun pelayanan, merupakan perwujudan dari visi dan misi kedua Yayasan yaitu membangun sebuah komunitas yang mengasihi, peduli dan berbagi untuk sesama. Semoga, di usia yang semakin dewasa ini,  Yayasan A2K dan Pelangi Kasih semakin menjadi berkat bagi sesama untuk kemuliaan Tuhan Yesus”, tutur gembala GBI Taman Aster ini lagi.

    Selain menyampaikan terima kasih kepada donatur dan semua pihak yang sudah mendukung berbagai kegiatan kedua Yayasan ini, termasuk pendanaan perayaan Paskah bersama, Pdt. Paul F. Gulo yang juga akademisi ini, mengajak kepada mereka yang memiliki beban dan berkelebihan untuk bergandeng tangan bersama A2K dan Pelangi kasih mewujudkan kasih bagi mereka yang membutuhkan.

    “Dengan penuh kasih, saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada semua donatur yang dengan kasih-Nya, terus dan terus membantu, baik pendanaan, pemikiran dan tenaga demi suksesnya berbagai kegiatan pelayanan A2K dan Pelangi Kasih. Menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan serta menciptakan keseimbangan sosial khususnya ditengah pandemic ini, menjadi misi dari kedua Yayasan ini. Oleh karena itu, saya mengajak kepada yang terbeban untuk menjadi mitra bersama untuk peduli dan berbagi”, terang dosen STT Bethesda ini penuh harap dan kasih.

    Sementara itu, bertolak dari Nats pokok Alkitab dalam Filipi 4:13, ‘Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku’, Ibu Hermin Moniaga, pemerhati lansia dan tunanetra mengajak pengurus serta anggota A2K dan Pelangi Kasih untuk terus mengandalkan Tuhan, karena Tuhanlah yang selalu memberi kekuatan dalam perjalanan kehidupan orang percaya.

    Adapun dalam Ibadah Perayaan Paskah Bersama yang disertai Perjamuan Kudus, Pdt. Efraim yang menjadi worship leader (pemimpin pujian) membawa semua yang hadir antusias dan penuh sukacita memuji Tuhan.

    Tampak hadir dalam Ibadah Paskah dan Ultah yang penuh sukacita ini, Ketua Yayasan PD Tunanetra Kristen Pelangi Kasih, Arwin Daniel Pandaleke, S.Th., Ketua Dewan Pembina Pdt. Hanny Ratu, dan pengurus lainnya. Adapun pengurus A2K yang hadir, Pdt. J. Devy Sugiono, M.Th., Pdt. Roflly Liem, S.Th, Pdp. Indanik Gulo, Pdp. Ida Napitupulu, S.Kom., M.Th.