Author: admin

  • 40 Hamba-hamba Tuhan deklarasikan, siap sehati bersama Pdt.Ferdinand Rompas

    40 Hamba-hamba Tuhan deklarasikan, siap sehati bersama Pdt.Ferdinand Rompas

    Warta Nasrani – Depok, 13 April 2022. Dalam rangka sosialisasi menjelang Musyawarah Daerah (Musda) GPdI Jabar. Bertempat di GPdI Melati Depok, berkumpul para hamba-hamba Tuhan kota Depok dan sebagian Kab.Bogor (barat).

    Acara diawali ibadah bersama, selanjutnya acara sosialisasi dan pemaparan oleh Pdt Johny Keintjem perihal pencalonan Pdt. Ferdinand Rompas untuk maju sebagai calon ketua MD GPdI Jabar.2022-2027.

    Ibu Pdt. Leony Wuarlela, gembala selaku tuan rumah mengatakan, “Yang utama mari kita doakan musda nanti”. Selanjutnya, “Perlu menjadi buah pikiran kita bersama (untuk memilih) bahwa kepemimpinan Pdt. Ferry Rompas dalam kurun waktu 2 tahun telah mengunjungi seluruh gembala-gembala GPdI se-Jabar, kunjungan atau safari itu telah banyak memberi dampak positif bagi gembala-gembala, maka tentunya dimusda nanti ini menjadi pilihan yg tepat”. tegasnya.

    Pada sesie dialog beberapa peserta mengajukan beberapa pertanyaan, diantaranya Pdt. Yohanes Dien, bertanya tentang program kerja serta visi. Pdt. Johny Keintjem menjawab, bahwa visinya sudah jelas dan nyata, kita bisa melihat sendiri apa yg sudah dilakukan oleh ketua MD Pdt. Ferry Rompas selama ini, dan yg pasti akan ada visi yg lebih akurat.

    Demikian juga Pdt. Marintan Sihombing salah satu peserta mengatakan, “Kita doakan Pdt. Ferry Rompas menjadi ketua MD, dengan harapan bila terpilih bisa mempersatukan tanpa gep dan merangkul semua”.

    Pdt. Jefry Pomantow, mengusulankan agar kedepan safari lebih diefektifkan lagi ,karena sangat berharga sebagai bentuk perhatian pimpinan untuk membangkitkan semangat para gembala dalam pelayanan.

    Pdt.Surbakti, berharap perlu dibenahi sistim perekrutan pada struktur organisasi, agar efektif.

    Selanjutnya Pdt. Johny Keintjem, mengklarifikasi anggapan beberapa orang bahwa Pdt. Ferry Rompas terlambat mensosialisasikan diri dalam pencalonan. Pdt.Johny mengatakan sesungguhnya tidak terlambat, “Pdt. Ferry Rompas taat dan tahu aturan”. ujarnya. “Harus menunggu keputusan panitia nominasi baru bisa secara terbuka menyatakan diri”, tegasnya.

    Pada closing acara, Pdt.Jhon Keintjem menantang para peserta. “Saudara yg sehati dengan saya untuk memilih Ferry Rompas, saya minta untuk angkat tangan”. Pada saat itu spontan sekitar 40 orang peserta yg hadir, semuanya angkat tangan disertai tepuk tangan aplouse, berkomitmen siap sehati mendukung Pdt. Ferry Rompas sebagai ketua MD 2022-2027.

    Acara diakhiri foto bersama dan makan siang selesai pkl 13.00 wib.  (DK)

  • Ketum PGLII, Pdt. Ronny Mandang: Kami Harapkan M Kace di Pengadilan Tinggi Kalau Bisa Diharapkan Bebas Murni

    Ketum PGLII, Pdt. Ronny Mandang: Kami Harapkan M Kace di Pengadilan Tinggi Kalau Bisa Diharapkan Bebas Murni

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM –  Majelis Hakim PN Ciamis yang menjatuhkan 10 tahun penjara terhadap Muhamad Kace, dirasakan jauh dari rasa keadilan apalagi dibandingkan dengan hukuman kepada Yahya Waloni dan lainnya, yang sama-sama tersangkut dugaan pelecehan dan penodaan agama. Demikian disampaikan Ketua Umum PGLII Pdt. Ronny Mandang saat konperensi pers di Graha Karmel Ruko Permata Hijau Jakarta Selatan, Senin 11 April 2022.

    “Vonis 10 tahun M Kace tidak sesuai dengan ketentuan hukum di Indonesia dan jauh dari rasa keadilan. Ini bisa mencederai perasaan umat Kristen karena terlihat perbedaan penerapan hukum terhadap terdakwa penodaan agama,” tegasnya.

    Ia mengingatkan bahwa UU PNPS No. 1 Tahun 1965 pada pasal 2, disebutkan seseorang pelecehan dan penodaan agama harus terlebih dulu diberikan peringatan. Dalam kasus M Kace ini tidak ada sama sekali.
    Menurut Pdt. Dr. Ronny, terungkap jelas dalam persidangan bahwa M Kace menjelaskan ia membuat video ini dalam mengcounter video-video pelecehan Kristen seperti dilakukan Yahya Waloni, A. Somad dan yang lainnya. Putusan majelis yang berdasarkan UU RI No 1 Tahun 1946 Pasal 6 tidak tepat karena seharusnya UU PNPS Tahun 1965 pasal 1 dan 2 dan Peraturan Hukum Pidana Pasal 64 ayat 1 KUHP.

    “Kami tidak masuk materi hukumnya karena bantuan yang kami berikan sifatnya berdasarkan kemanusian dan bentuk dukungan moral, bukan dukungan atas tindakan pelanggaran hukum. Namun kami meminta perlakuan equel atau setara terhadap semua warga negara dalam peradilan,” tukasnya.

    Lebih jauh, katanya, PGLLI tidak membenarkan kesalahan seseorang sesuai hukum yang berlaku. Ronny mengungkapkan bahwa berdasarkan masukan dari penasihat hukum M Kace bahwa terkesan ada justifikasi agama tertentu yang benar.

    Kemudian yang janggal adalah Majelis Hakim PN Ciamis sama sekali tidak mempertimbangkan hal-hal yang meringankan terdakwa dan tidak disebutkan. Apalagi sepertinya majelis hakim tidak mempertimbangkan saksi meringankan dari Kristen, sebaliknya terkesan semua yang memberatkan.

    Padahal semua tahu kalau M Kece saat ditahanan bareskrim Mabes Polri mengalami penganiayaan yang luar biasa dengan dilumuri feces bahkan dipaksa untuk makan, belum lagi saat di UGD karena kondisinya yang lemah dia dipaksa keluar dan harus mengikuti sidang. Jika melihat apa yang dialami oleh M Kece ini harusnya bisa di bebaskan dari segala ancaman pemidanaan.

    “Kami harapkan M Kace di pengadilan tinggi kalau bisa diharapkan bebas murni mengingat perlakuan buruk yang dialaminya, selama di tahanan Polri, RSUD Ciamis, hingga Lapas Ciamis, yang jelas-jelas bertentangan dengan HAM,” pungkas Ronny Mandang sembari meminta dan berharap agar Majelis Hakim dan Panitera di tingkat Pengadilan Tinggi Bandung yang kelak mengadili kasus ini bisa berasal dari berlatar belakang agama yang berbeda demi keadilan. Ia juga meminta umat Kristen bisa ikut lebih bersuara untuk keadilan.

    Kemudian dalam jumpa pers tersebut PGLLI membacakan pernyataan sikap oleh Sekum PGLII Pdt. Tommy Lengkong, MTh. PGLII menyatakan keberatan atas putusan majelis hakim PN Ciamis 6 April atas perkara M Kace. Mencermati dan putusan PN Ciamis, Jawa Barat, menyatakan M Kace terbukti bersalah sesuai dengan tuntutan penuntut hukum bahwa M Kace terbukti secara sah dan meyakinkan menyiarkan pemberitahuan bohong. Sangat disayangkan dalam amar putusan, sama sekali hakim tidak mempertimbangkan pembelaan M Kace dan Penasihat hukumnya.

    Karena itu, ada lima poin pernyataan sikap PGLII yakni:
    Pertama, Terkait penuntutan hukum ternyata tidak memperhatikan kepentingan M Kace sebagai terdakwa, bertentangan dengan kebebasan menyampaikan pendapat yang dijamin Konstitusi. Penerapan UU PNPS No 1 tahun 1965, pencegahan dalam pasal 2, diharuskan ada peringatan menteri agama, jaksa agung dan mendagri dulu kepada terduga pelecehan atau penodaan agama.

    Kedua. Vonis 10 tahun penjara, sesuai tuntutan jaksa penuntut umum tidak benar-benar mempertimbangkan HAM M Kace karena tidak adil jika dibandingkan kasus Munarman hanya 3 tahun. M Kace tidak ada kejahatan transnasional. Ini bisa mencederai perasaan umat Kristen.

    Ketiga, karena telah resmi banding ke PT Bandung, berarti keputusan belum berkekuatan hukum tetap.

    Keempat, mendesak Menhukham, Komnas HAM, DPR, Jakasa Agung agar menerapkan restoraktif dalam perkara ini.

    Kelima, PGLLI mengapresiasi semua pihak dan mendukung pemerintah yang terus mengamankan negeri ini dari ancaman teroris.

    Ditambahkan Komisi Hukum PGLLI Hasudungan Manurung, SH, MH ada hal-hal dirasakan sangat mencederai perasaan umat kristiani. Banyak hal-hal kurang dipertimbangkan dari awal.

    “Awalnya M Kace diwawancarai di Youtube oleh kalangannya tapi yang justru keberatan orang di tempat lain,” paparnya. Sesuai aturan harusnya masih bisa diberi peringatan dan teguran. Ini bisa suatu kemunduran bagi Indonesia yang sudah masuk era keterbukaan informasi. Vonis ini sungguh tidak adil bagi terdakwa.
    Dalam jumpa pers tersebut hadir antaranya , Ketua Umum PGLII, Pdt. Dr. Ronny Mandang M.Th., Sekreraris Umum Pdt. Tommy Lengkong, M.Th., Sekretaris Majelis Pertimbangan PGLII Pdt. Ronny Sigarlaki, SH., dan Komisi Hukum PGLII Arnold Hasudungan Manurung, S.H., M.H.

  • BUPATI JEPARA: DALAM PERSPEKTIF KEPAHLAWANAN, KYAI TUNGGUL WULUNG ADALAH MILIK BANGSA INDONESIA

    BUPATI JEPARA: DALAM PERSPEKTIF KEPAHLAWANAN, KYAI TUNGGUL WULUNG ADALAH MILIK BANGSA INDONESIA

    JEPARA, WARTANASRANI.COM – Perjalanan pertama Napak Tilas Pewarna Indonesia dimulai pada Peresmian Makam Tunggul Wulung, Jepara, Selasa (29/3/2022). Acara yang dimulai pukul 08:30 pagi ini turut juga dihadiri oleh masyarakat Bondo. Sesuai dengan tema yang diusung Pewarna (Persatuan Wartawan Nasrani) Indonesia yaitu ‘Merevitalisasi Nilai-Nilai Luhur Budaya Bangsa dan Menyongsong Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” ini, peresmian makam Tunggul Wulung bertujuan untuk mengingat kembali sejarah yang dilakukan oleh Tunggul Wulung dalam hal beragama.

    Bupati Jepara, Dian Kristiandi, S.Sos ikut hadir dalam penandatanganan prasasti, peresmian hingga tabur bunga bersama Djajang selaku ketua panitia Napak Tillas, Yusuf Mujiono selaku Ketua Umum (Ketum) Pewarna Indonesia, Antonius Nathan selaku pengarah dan Pdt. Edi Cahyono selaku Sekretaris Umum (Sekum) Sinode Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ).

    “Kami berterima kasih kepada tim Pewarna yang hari ini melakukan suatu proses Napak Tilas mengenang jasa-jasa beliau dari sisi kepahlawanan. Semoga dengan dibangunnya atau direnovasinya kembali makam ini akan lebih bisa dikenal oleh generasi-generasi yang akan datang bahwa makam Tunggul Wulung ini atau sosok Tunggul Wulung itu menjadi salah satu pejuang di negara kita”, ucap Dian Kristiandi bupati yang dilantik secara resmi pada 2 Juni 2020.

    Lebih lanjut, Dian menjelaskan mengapa literasi mengenai Tunggu Wulung disamarkan bahkan tidak dituliskan. Menurut Dian, karena hal ini merupakan salah satu upaya perjuangan mereka saat itu untuk mempertahankan dan mewujudkan kemerdekaan demi keutuhan NKRI.

    “Dari sisi ini, meski kita harus sadari bahwa sekarang, meski harus kita pahamkan kepada generasi-generasi pemuda kita. Literasi merupakan bagian yang penting agar supaya tidak ada lagi perbedaan yang mendalam’, ujar Dian

    Dian berpendapat juga, Kyai Tunggul Wulung kalo dilihat dari perspektif religi beliau merupakan milik saudara-saudara Nasrani sedangkan jika dalam perspektif kepahlawanan maka beliau adalah milik bangsa Indonesia.

    Dengan hal inilah, Dian sangat menyambut baik Napak Tilas merupakan suatu kegiatan untuk mempelajari dan mengetahui warisan budaya Indonesia sehingga bisa terus melestarikan dan menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

    “Bung Karno juga pernah mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawannya”, tegas Dian.

    Di depan masyarakat Bondo, Dian bangga bahwa Jepara merupakan daerah yang sangat luar biasa dalam menghargai keberagaman maka tidak heran dalam satu dusun terdapat lima agama besar di Indonesia dan kepercayaan lain masyarakat yang berkumpul menjadi satu dan tidak ada persoalan.

    “Inilah patut kita syukuri bahwa keberagaman ini merupakan sebuah keindahan”, ucap Dian. (*)

  • Perwil I BPD Bekasi GBI Gelar Fellowship Pejabat Secara Hybrid

    Perwil I BPD Bekasi GBI Gelar Fellowship Pejabat Secara Hybrid

    KOTA BEKASI, WARTANASRANI.COM – Bertempat di GBI Narwastu Harapan Indah, Perwakilan Wilayah (Perwil) I BPD Bekasi GBI menggelar fellowship pejabat secara hybrid, hari ini, Selasa, (22/03/2022). Hamba yang taat dan setia menjadi tema khotbah yang disampaikan oleh Pdt. Dr. J. Yohanes Sihombing, M.Th selaku Ketua Perwil I BPD Bekasi GBI.

    Foto bersama para pejabat (gembala jemaat) Yang hadir secara onsite

    Bertolak dari nats pokok, Lukas 17:7-10, Ketua Perwil I BPD Bekasi GBI mengingatkan para pejabat yang hadir secara onsite dan online untuk tetap setia dan taat dalam pelayanan.  Menurutnya, harta terbesar bagi seorang hamba Tuhan adalah kesetiaannya.

    “Sesuai dengan arti dari seorang hamba yaitu harus mengutamakan kepentingan tuannya, maka hamba Tuhan harus fokus menyenangkan tuannya. Panggilan kita sebagai hamba Tuhan tidak boleh karena punya segala-galanya karena panggilan kita hanya untuk menyenangkan Tuhan”, terang Pdt. Dr. J. Yohanes Sihombing.

    “Harta yang terindah bagi kita, harta yang terbesar bagi kita sebagai hamba Tuhan adalah kesetiaan kita. Jangan kuatir, bila kita setia dan taat maka Tuhan selalu melihat segala jerih lelah kita”, terangnya lagi.

    Ditambahkannya bahwa sikap taat adalah sikap tunduk kepada wewenang dan hamba Tuhan harus menunjukkan kualitas ketaatannya sekalipun berat.

    “Hamba Tuhan harus menunjukkan kualitas ketaatan kita! Walaupun beratnya tugas yang harus dijalankan, kita harus tetap taat. Sebagai hamba yang taat dan setia, kita harus merealisasikan ketaatan dan kesetiaan kita dalam tugas pelayanan dimanapun Tuhan percayakan termasuk dalam tugas organisasi di Gereja Bethel Indonesia”, ungkap gembala GBI Mawar Sharon Harapan Indah ini.

    Tampak hadir dalam fellowship yang diikuti 17 gembala secara onsite dan 33 pejabat secara online( termasuk gembala yang tidak bisa hadir onsite), Ketua BPD Bekasi GBI Pdt. Sahala Nainggolan, M.Th dan Sekertaris Pdt. Stefanus Karsten, S.Th.

    Dalam sambutan singkatnya, Pdt. Sahala Nainggolan kembali mengajak semua pejabat yang ada di perwil I untuk ambil bagian berkontribusi dalam penyelesaian pelunasan kantor BPD (sesuai janji iman Perwil I) yang ia sebut sebagai “gedung air mata”, karna perjuangan bersama para pejabat di tengah pandemi tetapi bisa menghasilkan kantor BPD yang permanen.

    Pengumuman berbagai rencana dan program disampaikan Pdm. Kirsom, SE., M.A., Sekretaris Perwil I. Foto bersama menjadi akhir kegiatan fellowship pejabat Perwil I BPD Bekasi GBI bulan maret ini.(RSO)

  • Sahat Sinaga: Pewarna Indonesia Berbadan Hukum Adalah Hal Positif

    Sahat Sinaga: Pewarna Indonesia Berbadan Hukum Adalah Hal Positif

    KOTA BEKASI, WARTANASRANI.COM – Adalah hal yang positif bila sebuah perkumpulan atau organisasi seperti halnya Pewarna Indonesia berbadan hukum. Hal ini diungkap oleh Sahat Sinaga saat KSB Pewarna hadir di kantornya untuk menandatangani Akta Notaris Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Pewarna Indonesia.

    “Apa yang dilakukan Pewarna Indonesia berbadan  hukum adalah hal yang positif” ungkap Sahat Sinaga.

    Lebih lanjut Sahat  menjelaskan dengan berbadan hukum maka sebuah perkumpulan dapat bertindak secara hukum, baik dalam pengurusan ataupun nanti kepemilikan aset bergerak dan tidak bergerak oleh perkumpulan. Selain itu bisa bekerjasama dengan berbagai pihak dalam menjawab tantangan kebutuhan perkumpulan ke depan.

    Sebagai salah seorang Penasehat Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia sejak Pewarna berdiri Sahat mengingatkan agar Pewarna Indonesia yang sudah berbadan hukum, harus mematuhi Anggaran Dasar yang menjadi ketentuan hukum.

    Misalnya mencatat keanggotaan dengan baik, supaya hak anggota dan yang bukan anggota nyata. Dan untuk pengaturan pengurusan mulai dari tingkat pusat, propinsi dan cabang dapat diatur dengan baik di Anggaran Dasar yang sudah di sahkan oleh negara.

    Selasa, 22 Pebruari 2022, Pengurus Pusat Ketua Umum Yusuf Mujiono, Sekretaris Jenderal Pewarna Indonesia Ronal S. Onibala dan, Bendahara Umum Albert Muntu di saksikan Sekretaris Daerah Jawa Barat Pewarna Indonesia Djajang Buntoro, M.Th dan Endharmoko, Pengurus Pusat Departemen OKK penandatanganan perubahan AD/ART Pewarna Indonesia di kantor Notaris Sahat M.H.T Sinaga, SH, M.Kn. jalan raya Pekayon, kota Bekasi.

  • STT KAIROS JAKARTA TERUS BERBENAH UNTUK HASILKAN LULUSAN SESUAI TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI

    STT KAIROS JAKARTA TERUS BERBENAH UNTUK HASILKAN LULUSAN SESUAI TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Untuk mencapai visinya, Sekolah Tinggi Teologi (STT) KAIROS Jakarta terus berbenah dengan mempersiapkan infrastruktur yang memadai sehingga dapat memberikan pelayanan akademik yang maksimal. Hal ini diungkap oleh Ketua Yayasan Carpediem Karunia Sejati, Dr (c) Iin Nur Indrayani Sihombing, S.E., M.M., M.Th saat menerima kedatangan tim redaksi WARTANASRANI.COM, hari Senin (14/02/22) di Kampus STT KAIROS.

    “Tentunya, sesuai dengan visi STT KAIROS Jakarta yaitu menjadi Lembaga Pendidikan Teologi yang mempersiapkan calon pemimpin yang berkarakter, bermoral, dan berwawasan tinggi dalam pemahaman Alkitab, maka kami terus melakukan pembenahan infrastruktur supaya mampu memberikan pelayanan akademik yang lebih baik bagi mahasiswa-mahasiswi yang ada di STT Kairos Jakarta”, ungkap Ibu Iin begitu ia disapa.

    “Menghasilkan lulusan sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi tujuan kami. Olah karena itu, selain infrastruktur, dalam hal peningkatan SDM khususnya dosen pengajar, saat ini dosen-dosen STT Kairos Jakarta sedang menyelesaikan Pendidikan doktoralnya di STT IKAT Jakarta”, ungkapnya lagi.

     Ketua Yayasan Carpediem Karunia Sejati, Pdt. Dr (c) Iin Nur Indrayani Sihombing, S.E., M.M., M.Th saat menjelaskan Visi, Misi dan Tujuan STT Kairos Jakarta kepada Pdt. Dr. (c) Joice Ester Raranta, M.Th dan Pdt. Dr. (c) Djanne Tando, M.Th di ruang kerja Ketua STT Kairos Jakarta

    Ditanya soal misi dan tujuan, Ketua Yayasan Carpediem yang juga Gembala Sidang GEPKIN Pasar Rebo dengan gamblang menyampaikan tiga misi dan dua tujuan dari STT Kairos Jakarta.

    “Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, STT Kairos memiliki tiga misi yaitu; Memperlengkapi mahasiswa dengan Firman Tuhan secara sistematis dan akademis serta berkualitas dan relevan dengan kebutuhan gereja saat ini; Memperlengkapi mahasiswa dan melatih mahasiswa dengan melakukan penelitian dalam rangka pengembangan ilmu Teologi secara kontekstual; dan Memperlengkapi mahasiswa dan membentuk mahasiswa seturut dengan teladan Kristus dan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat”, Sebut Pdt. Iin Nur Indrayani Sihombing istri dari Edward Manulang, S.E., M.M., Pembina Yayasan Carpediem Karunia Sejati.

    “Sementara dua tujuan STT Kairos Jakarta adalah; pertama,  menghasilkan pengkhotbah dan pengajar yang kritis, kreatif dalam berteologi secara kontekstual dan siap diutus ke ladang pelayanan; kedua, menghasilkan lulusan yang cakap dalam melayani, serta menghasilkan teolog yang berkompeten dan berkomitmen dalam melakukan firman Tuhan”, sebutnya lagi.

    Berbagai Fasilitas STT Kairos Jakarta

    Saat ini, STT Kairos Jakarta yang beralamat di Graha Zima Blok B No. 1, Jl. TB Simatupang Kav. 7, Pasar Rebo, Jakarta Timur (Depan RSUD Pasar Rebo) membuka beberapa Program Studi S1 dan S2, yaitu; S1 Teologi (S.Th), S1 Pendidikan Agama Kristen (S.Pd) dan S2 Teologi (M.Th), S2 Pendidikan Agama Kristen (M.Pd).

    Berikut Pimpinan Yayasan dan STT Kairos Jakarta

    Pimpinan Yayasan: Edward Manullang, S.E., M.M (Pembina), Yustisia Siregar, S.Pd (Pengawas) dan Dr. (c) Iin Nur Indrayani Sihombing, S.E., M.M., M.Th (Ketua Yayasan).

    Pimpinan STT: Dr. (c) Mika SImatupang, M.Th (Ketua STT), Dr. Djone Georges Nicolas, M.Th (Ketua I), Renita Septriani (Ketua II), Dr. (c) Wandri Lumbantoruan, M.Pd (Ketua III), Dr. (c) Rudianto Rumahorbo, M.Th (Ketua IV), Dr. Ferry Tabaleku, M.Th (Direktur PPS), Dr. Solider Siringiringo, SE.AKT., M.Th (Kaprodi PPS), Dr. (c) Soneta S S Siahaan, S.E., M.Th (Kaprodi Teologi), Dr. (c) Perhatian Harefa, M.Pd (Kaprodi PAK).

    Dosen Pengajar Tetap dan Tamu STT Kairos Jakarta:

    Dosen Pengajar Tetap: Dr. (c) Mika SImatupang, M.Th; Dr. (c) Iin Nur Indrayani Sihombing, S.E., M.M., M.Th; Dr. (c) Kol. Daniel Albert Tobing, M.AP., M.I.Pol.; Dr. Djone Georges Nicolas, M.Th; Dr. (c) Wandri Lumbantoruan, M.Pd; Dr. (c) Rudianto Rumahorbo, M.Th; Dr. Ferry Tabaleku, M.Th; Dr. Solider Siringiringo, SE.AKT., M.Th; Dr. (c) Soneta S S Siahaan, S.E., M.Th; Dr. (c) Perhatian Harefa, M.Pd; Edward Manulang, S.E., M.M; Arisma Riama Sihombing, M.Pd.

    Dosen Tamu: Dr. (c) Martin Manao, S.H., M.H., M.M., M.Th., C.L.A; Dr. Mangali Harefa, M.AP., M.Th; Dr. Nimrod Marbun, M.Th; Dr. Merdiati Marbun, M.Pd; Dr. Hannas, Th.M., M.Th., D.Th; Dr. (c) Donald Fieter Sinaga, MA., M.Ag; Dr. (c) Suryanto, M.Th; Timotius Situmorang, M.TH.

    Bagi Anda yang rindu bergabung di STT Kairos Jakarta dapat menghubungi Sekretariat STT Kairos yang beralamat di Graha Zima Blok B No. 1, Jl. TB Simatupang Kav. 7, Pasar Rebo, Jakarta Timur (Depan RSUD Pasar Rebo); email: sttkairosjakarta@gmail.com; whatsapp/Telepon: 0812 1025 1071 / 0812 1182 8332. (RSO)

  • STT IKAT Jakarta Gelar Wisuda Dan Sidang Terbuka Angkatan 36 Tahun 2022

    STT IKAT Jakarta Gelar Wisuda Dan Sidang Terbuka Angkatan 36 Tahun 2022

    PELANGIINDONESIA.ID, JAKARTA – Sekolah Tinggi Teologia “IKAT” menggelar wisuda dan sidang terbuka angkatan ke 36, hari ini, Jumat (11/02/2022) di gedung Puspa Pesona, kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Adapun program pendidikannya yaitu Sarjana Pendidikan Agama Kristen (S.Pd.K), Sarjana Teologi (S.Th), Magister Pendidikan Agama Kristen (M.Pd.K), Magister Kepemimpinan Kristen, Magister Teologi (M.Th) dan Doktor Teologi.

    Ketua panitia penyelenggara Dies Natalis ke 36 STT “IKAT”  Dr. Abdon Amtiran, M.Th dalam sambutannya mengungkapkan puji syukur kepada Tuhan atas terselenggaranya acara.

    “Tidak mudah ditengah masa pandemi, tapi kita tetapkan protokol kesehatan” tegasnya.

    Dilaporkan Dr. Abdon ada rangkaian kegiatan yang mengawali Dies Natalis yakni seminar yang menghadirkan narasumber yang berkompeten yaitu diskusi dengan topik “perjumpaan teologi dan budaya”, pada 9 Februari yang lalu dengan menghadirkan menteri hukum dan HAM, Yasonna H Laloly dalam kuliah umum dengan topik “Relasi Gereja dan Negara”.

    “Diskusi ini untuk menambah pengetahuan dan pemahaman yang mendalam bagi peserta didik”, cetusnya.

    Lebih lanjut Dr. Abdon berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati untuk bisa mengimplementasikan apa yang sudah diterima dalam pendidikan untuk mewujudkan “gereja Tuhan” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat.

    Sementara Rektor STT “IKAT”, DR. Jimmy Lumintang, dalam sambutannya yang dibacakan menyampaikan bahwa kehadiran STT “IKAT” hingga saat ini untuk menjadi berkat, melayani masyarakat.

    “Saya tidak membayangkan bahwa eksistensi “IKAT” saat ini masih mampu melayani dalam pendidikan”, ungkap Rektor STT IKAT.

    Rektor STT IKAT ini mengingatkan ditengah masa pandemi yang telah merubah tatanan sosial dan spiritual serta aspek lainnya mendorong seluruh civitas akademika STT IKAT untuk menyelaraskan dengan perubahan tersebut.

    “Era Teknologi 4.0 menuju society 5.0 membutuhkan sumber daya manusia yang unggul dan tangguh. Upaya ini bukanlah impian dan khayalan belaka, tetapi tantangan yang harus di kerjakan” jelasnya.

    “Terbukti dengan pemberlakukan proses belajar secara Hybrid (Online dan Onsite) dalam rangka menyesuaikan kebutuhan yang menjadi tuntutan. Sehingga setiap institusi dan pribadi dituntut memiliki inovasi yang mengikuti perubahan, menghasilkan peluang dan mengerjakan peluang”, jelasnya lagi.

    Ikut di wisuda Bupati Kepulauan Talaud, dr. Elly Engelbert Lasut, SE. Diketahui, Elly Lasut sudah menyelesaikan studi doktoralnya pada Juni 2018, namun baru melaksanakan wisuda dikarenakan karir politik. Beliau mulai kuliah sejak bebas dari tahanan 2014 silam dan mengikuti ujian penandasahan dari Dirjen Bimas Kristen pada November 2016, selanjutnya mengikuti tahapan penyelesaian studi doktor pada semester genap tahun ajaran 2017/2018. Sementara SK kelulusan yang dibacakan adalah SK kelulusan Juni 2018.  Elly mengapresiasi STT IKAT yang terus menghasilkan ilmuwan bagi pelayanan pekerjaan Tuhan.

    “Apresiasi untuk STT IKAT sebagai institusi pendidikan yang menghasilkan ilmuwan bagi pelayanan Tuhan”, ungkapnya.

    Bupati Elly meyakini bahwa pendidikan adalah bagian dari masa depan, long life study. Pendidikan seumur hidup dalam rangka meningkatkan kualitas diri yang berdampak di masyarakat dimanapun kita berkarya.

    “Masa pandemi saat ini tidak boleh menyurutkan pendidikan, pola tatap muka dan online dilakukan dalam rangka melaksanakan pendidikan yang berkualitas”, pungkasnya. (Moko)

  • Kuliah Umum STT IKAT Dalam Rangka Dies Natalis Ke 36 Hadirkan Prof. Yasona H. Laoly, Menteri Hukum dan HAM Sebagai Keynote Speaker

    Kuliah Umum STT IKAT Dalam Rangka Dies Natalis Ke 36 Hadirkan Prof. Yasona H. Laoly, Menteri Hukum dan HAM Sebagai Keynote Speaker

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Dalam rangka Dies Natalis ke 36, STT IKAT sebagai lembaga pendidikan yang terus berkomitmen memberikan pendidikan terbaik dengan membuat terobosan-terobosan dalam pengetahuan yang kontekstual, hari ini, Rabu (9 /2/22), bertempat di aula Kampus Biru STT IKAT Jalan Rempoa Bintaro Jakarta Selatan menggelar kuliah umum dengan menghadirkan narasumber Menteri Hukum dan HAM, Prof Yasona H. Laoly S.H M.Sc., Ph.D dengan materi Relasi Gereja dan Negara menuju Indonesia Tumbuh Indonesia Tangguh.

    Kuliah umum yang dibuka rektor STT IKAT Dr. Jimmy Lumintang dan pandu oleh seorang hakim Tata usaha yakni Dr. Disiplin Manao SH, yang juga alumni STT IKAT Jakarta.

    Rektor STT IKAT Dr. Jimmy Lumintang

    Prof. Yasona dengan gamblang memaparkan apa yang dimaksud dengan relasi gereja dan negara dengan pengalaman panjang gereja dan negara masa di mana gereja bersekutu dengan kekuasaan akhirnya menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua. Berangkat dari pengalaman tersebut akhirnya clear memisahkan peran gereja dan Negara dalam artian politik atau kekuasaan.

    “Kondisi gereja kini semakin matang untuk memisahkan pengelolaan penguasaannya atau bisa dikatakan memisahkan mana yang rohani mana yang urusan jasmani”, terang Yasona yang juga politisi PDI Perjuangan ini membeberkan .

    Yasona sangat mengapresiasi tema yang diangkat dalam dies natalis ke 36 STT IKAT tentang perubahan budi, tema ini dikatakan Yasona sangat konstektual dengan kondisi kekinian.

    Tak bisa dipungkiri ungkapnya bahwa zaman ini memang mengalami perubahan yang ansih terhadap perilaku manusia. Di mana perubahan melalui media social dalam kehidupan sehari-hari yang mengakibatkan meningkatnya intoleransi, permusuhan dan lain sebagainya.

    Kondisi yang membuat gereja dan pemerintah mengadakan pembatasan yang jelas posisi dan posisiningnya.

    Bicara ruang public oleh seorang fsikolog Jerman mengatakan di sana ada ruang untuk berdemokrasi atau ruang sebagai wahana diskusi masyarakat yang mana sebagai warga gereja sebagai masyarakat dapat menyatakan opini-opini, kepentingan-kepentingannya dan kebutuhan-kebutuhannya secara menyeluruh.

    Negara adalah sebuah kepemimpinan tertinggi dalam sebuah komunitas dari pengalaman pengalaman panjang dari Socrates, Plato, Aristoteles di Negara-negara Yunani awal berkembang sampai kepada pemikiran-pemikiran filsuf-filsuf modern mulai Jhon Logoso, Thomas Huff dan akhirnya berkembang ke sebuah Negara demokrasi namun memakan proses perjuangan Negara demokrasi yang panjang dengan revolusi-revolusi seperti Perancis.

    Berangkat dari sejarah Yasona mengajak untuk belajar sejarah terhadap institusi besar itu yakni Negara. Karena dalam kehidupan dunia yang modern sebagai warga gereja belajar sejarah itu sangat penting.

    Melanjutkan tentang relasi gereja dan masyarakat serta Negara di mana tersedia ruang public yang harus berfungsi secara bagus, selama adanya dukungan konstitusional terhadap masyarakat untuk memperoleh hak bicara serta kebebasan berpendapat dan berkumpul.

    Negara harus menjamin prakondisi tanpa diskriminasi, toleransi, human right pada saat Negara di mana rakyat memberikan kewenangan yang besar secara konstitusi kepada Negara, maka hak rakyat harus dijamin juga dalam konstitusi.

    Dalam jaman modern kontrak social ini ketika rakyat memberikan mandate politik melalui pemerintahan eksekutif melalui presiden dan pemerintahan legeslatif kepada DPR ini mandate mengatur bangsa. Maka DPR dan presiden kalau tidak ada perhitungan konstitusional kepada Negara maka kekuasaan itu bisa pudar dan Negara bisa melakukan kekuasaan itu dengan sewenang-wenang, maka perlindungan konstitusional tentang hak berserikat, hak menyampaikan pendapat dan hak beribadah sesuai dengan agamanya itu hak-hak dasar atau hak fundamental yang harus dijamin dengan konstitusi.

    Selanjutnya etika komunikasi politik yang menjadi roh dan moral antara relasi dan argumentasi antara ruang public yang bersumber dengan rasional impect antara lain pada persoalan pada penekanan penekanan kebenaran moral, partisipasi dan kemampuan saling mengisi dan megkritisi keadaan dan tak ada kebenaran yang absolurd.

    Dalam kehidupan bernegara dalam relasi nya harus ada kran social, hak aktif dari masyarakat tetapi ada pembatasan pembatasan yang harus dijaga bersama dan geerja harus ikuit bersama dari bagian dari masyarakat, menyampaikan suara-suara kenabian dan keilahian secara santun demi perubahan yang baik. Gereja harus memberikan kritikan sosialnya kepada negara.

    Memang dalam pembuatan undang-undang selalu ada kompromi politik, karena apapun undang-undang adalah produk politik itu sendiri. Maka nya tak heran dalam hitung-hitungan politik tak selalu sama dengan matematikanya. Makanya agar hasilnya tak jauh dari harapan masyarakat dan Negara harus mencari titik temu. Persoalnnya memang di kepala ata pemikiran masyarakat tak sama, apalagi dengan masyarakat Indonesia yang sudah jutaan.

    Makanya dalam mencari titik temu dalam membuat perundangan sering ada upaya membuat undang-undang kerukunan beragama lalu masyarakat menawarkan undang-undang kebebasan beragama harsu dibuat counter dan tentu masukan ini harus terus digumuli gereja sebagai peran gereja ditengah bangsa yang sangat heterogen. Kehadiran gereja perlu terus menerus memberikan kontribusinya kepada Negara melalui pemikiran dalam kontaks penyampaian pemikiran-pemikiran maupun ikut serta pasrtisapsi dalam pembangunan nasional.

    Dalam relasi gereja dan Negara ada subkoordinasi di mana gereja menguasai Negara sejarahnya di Eropa, seperti kekuasaan Paus di Roma bisa berkuasa atas beberapa Negara, karena tak ada control terjadi persoalan-persoalan. Karena urusan mammon gereja juga rusak karena mammon. Akibat lain akan terjadinya tindakan-tindakan atau kebijakan berdasarkan ayat-ayat dan ini harus belajar dari sejarah. Ketika agama Kristen sebagai agama Negara saat Kontanstinopel Agung, ini gereja menguasai Negara.

    Namun sekarang ada pemisahan separasi terhadap gereja dan Negara namun demikian kita tetap bagian dari Negara, penguasaan pengaturan ketertiban kehidupan masyarakat diberikan kepada Negara. Sebagai warga Negara gereja memberikan kritik-kritik secara konstruktif hingga sebagai institusi harsu tetap berani bersuara kenabian membela masyarakat yang tertindas dengan cara yang baik membantu masyarakat yang miskin dan teraniaya.

    Lalu koordinasi masing masing antara gereja dan Negara dengan otoritas yang sama dan keduanya harus melayani satu tujuan yang sama. Dengan kata lain gereja dan Negara harus terpanggil bersama-sama menghadirkan shalom Allah, seperti pendapat Eka Dharma Putera bagaimana gereja mengakui eksistensi Negara sebagai alat untuk mencegah menghukum kejahatan dan mengusahakan keadilan bagi seluruh rakyat ,

    Untuk melaksanakan itu maka Negara diberikan kewenangan. Disisi lain gereja juga memiliki kewajiban mengingatkan Negara yang menyalahgunakan wewenang. Harus ada Ceck and balance makanya Negara perlu mekanisme control.

    Kemudian terang Yasona kalau Negara perlu diatur baik dan benar maka kekuasaan Negara harus dibatasi dan gereja harus terus berupaya menciptakan keteraturan dalam masyarakat, menolak anarkhi dan gereja harus tetap berupaya mencegah dalam penyalahgunaan kekuasaan Negara dengan ikut berupaya menciptakan Negara hukum serta menolak segala upaya kekuasaan Negara yang otoriter, makanya hukum harus menjamin dengan kewenangan yang ada.

    Di kesempatan itu Yasona juga mengajak kepada pemimpin pemimpin gereja di mana Negara banyak mengalami tantangan khussunya saat menghadapi pandemic covid 19 ini, namun bersyukur kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara kesehatan dan perokonomian dapat berjalan, tentu ini patut disyukuri. Bahkan perkembangan ekonomi masuk 4 besar, namun pemerintah tetap harus berhati hati karena umicrom semakin naik. Tidak perlu kaget tetap menjaga diri menjaga prokes dan kesehatan dengan baik.

    Saat ini Negara tetap menjaga agar Negara bertumbuh sekalipun tidak mudah, namun Presiden saat ini banyak meninggalkan legacy yang banyak, sekalipun menghadapi hajaran besar dari banyak orang tetapai tetap berjalan. Lalu bagaimana dengan Gereja apa tidak boleh mengkritik tentu saja boleh karena gereja tetap harsu menyampaikan suara-suara kenabian, maka jaman munculnya hoax, ancaman disintegrasi dan berbagai ancaman rasisme sebagi geraja harus arif menyikapi jangan terpancing tetap menjaga dengan baik atas peran gereja dalam mejaga kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

    Topik dalam kontek kekinian STT IKAT tentang kontribusi gereja sangat baik, dan geerja mampu tetap bersinergi menghadapi semua persoalan ini yang akan membawa kesejahteraan masyarakat. Yasona sangat yakin gereja akan mendukung siapapun yang memimpin, apalagi dalam cabinet kepemimpinan Indonsia kerja dan Indonesi maju gereja tetap mendoakan pemerintah dalam doa syafaatnya.

    Warga gereja tidak perlu ikut menyebarkan hoax dengan mendengar sepotong lalu disharekan sehingga menjadi issue yang viral. Gereja sepakat mendukung negera menjadi Indonesia tumbuh dan maju dari berbagai sektor.

    “saya mengajak gereja dan masyarakat untuk menjadi garam dan terang jadi saksi-skasi Kristus dan sudah mengalami perubahan dan transformasi jiwa yang lahir dari dorongan untuk semua melakukan hal baik menjadi berguna”, tandasnya.

    Demikian pula untuk pemimpin-pemimin gereja untuk turut memperhatikan Papua agar kehidupan lebih baik aman dan sejahtera.

    Sementara Sam tobing slaku ketua panitia mengapresiasi langkah rektor STT IKAT Dr Jimmy Lumintang dengan gagasannya mengajak semua STT untuk bersama dalam turut kuliah umum agar memperoleh informasi yang bisa dipertanggungjawabkan, maka Sam pun berharap kepada pimpinanpimpinan STT lainnya untuk bersama dalam satu kegaitan seperti saat ini yang dilakukan STT IKAT.

    Kuliah umum STT IKAT menutut Dr. Donna Sampaleng salah satu pimpinan STT IKAT diikuti secara hybrid sekitar 450 peserta dan dating dari pimpinan sinode gereja, pimpinan sekolah teologia, ormas dan tokoh-tokoh lainnya.

  • Dr. H. Ahmad Basarah, M.H., Sambut Baik Dan Dukung Rencana Napak Tilas Rasul Jawa Yang Digagas Pewarna Indonesia

    Dr. H. Ahmad Basarah, M.H., Sambut Baik Dan Dukung Rencana Napak Tilas Rasul Jawa Yang Digagas Pewarna Indonesia

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Pengurus Pusat dan Daerah Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna) jumat, (21/01) menemui  DR. H. Ahmad Basarah, M.H selaku wakil ketua MPR RI periode 2019-2024 di gedung Nusantara III DPR/MPR RI, Jl.Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat.

    Selain memberikan Apresiasi Penghargaan atas konsistensi Ahmad Basarah dalam menjaga dan mengawal 4 pilar kebangsaan, dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut disampaikan secara langsung oleh Ketua Umum Pewarna Indonesia rencana program yang ingin dilaksanakan oleh Pewarna ditahun 2022. Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan tepatnya mjnggu ke empat di bulan Maret –  minggu pertama April yaitu membangkitkan semangat “Kristen Nusantara” melalui Perjalanan bertajuk Napak Tilas “Rasul Jawa” selama lebih kurang 10 hari. Napak Tilas ini dalam rangka penggalian bukti-bukti sejarah masuknya Kristen di Indonesia khususnya di tanah Jawa. Ada 3 Tilas yang dikunjungi yaitu Tilas pertama Jepara , kedua Mojowarno, Jombang, dan ketiga Karangjoso, Purworejo.

    Salah satu tokoh penginjil nusantara adalah “rasul Sadrach” atau lebih dikenal dengan nama “kiai” Sadrach.

    Asiong Munthe mengatakan dari literasi yang ada “Kiai” Sadrach adalah salah seorang yang menjadi penyebar agama Kristen di tanah Jawa. Ia dilahirkan sekitar tahun 1835, di daerah Karesidenan Jepara. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh Kristen yang sangat berpengaruh karena penginjilannya di tanah Jawa. Dalam pengajarannya, Sadrach menggunakan metode simbol. Salah satu simbol yang digunakan adalah sapu. Melalui simbol sapu tersebut, dia mengajarkan kepada jemaat untuk bersatu dan kuat, terikat satu sama lain dan tertanam pada pribadi Tuhan yang berinkarnasi melalui Yesus Kristus. Pengajaran dengan simbol ini adalah salah satu aspek penting dalam kebudayaan Jawa sehingga sebuah pengajaran dapat diterima dan dimengerti dengan baik.

    “Oleh karena itu,  Pewarna melaksanakan kegiatan tersebut sebagai dukungan kepada Pemerintah untuk menyadarkan keIndonesian,  bahwa menjadi Kristen tidak harus menjadi Yahudi atau Eropa.
    Dengan kegiatan ini,  pewarna turut serta untuk mendukung pemberantasan radikalisme berbasis agama yang terus terlihat di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini jelasnya mengutip pidato Bung Karno.

    Pewarna menyadari bahwa radikalisme bukan hanya terjadi dalam kepercayaan tertentu, tetapi di dalam Kekristenan sendiri ada paham-paham yang tidak sesuai dengan semangat ke-Indonesiaan.

    Pewarna akan melakukan penggalian melalui bukti-bukti sejarah yang dapat menginspirasi dan mencerahkan umat Kristiani pada khususnya bahwa untuk menjadi orang Kristen tidak harus sama seperti Yahudi atau Negara-negara Eropa lainnya. Orang Kristen di Indonesia harus menjadi Kristen tetap menjaga dan melestarikan budaya lokal yang telah menjadi ciri khas bagi bangsa Indonesia.

    Kefas Hervin Devananda ketua PD Jabar juga menegaskan bahwa seperti yang dilakukan oleh “rasul’ Sadrach dalam menyebarluaskan Kekristenan di Indonesia dengan tetap berpegang pada budaya lokal yang telah menjadi kebanggaan terbesar bagi Indonesia.
    Lebih lanjut Kefas paparkan sebagaimana pesan Bung Karno dalam pidatonya “kalau jadi Hindu, jangan jadi orang India, Kalau jadi Islam, jangan jadi orang Arab, kalau jadi Kristen, jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya Nusantara yang kaya raya ini”.

    Pesan Bung Karno inilah yang ingin dipertegas kembali oleh Pewarna agar tetap menjadi “Kristen Nusantara” yang harus menjunjung tinggi budaya dan semangat kebangsaan.

    Mendengar hal tersebut, Ahmad Basarah menyambut dengan baik ide yang dipikirkan oleh Pewarna dan bersemangat untuk mendukung kegiatan tersebut agar benar-benar diwujudkan. Karena menurutnya, selama ini belum pernah ada dari kalangan Kristen yang memikirkan hal demikian.

    Lebih lanjut Basarah  juga menyatakan akan memfasilitasi kegiatan tersebut dan akan menyampaikannya kepada Ketua Umum PBNU, Ketua Umum Muhammadiyah dan kepada organisasi atau tokoh-tokoh terkait lainnya.

    Mantan Sekjen Presidium GMNI juga menegaskan bahwa semangat tersebut tidak hanya untuk Kekristenan, tetapi ini adalah semangat juang untuk seluruh anak bangsa yang harus diperjuangkan. Oleh karena itu, hal demikian perlu untuk disampaikan kepada organisasi-organisasi di luar dari organisasi Kristen yang terus berjuang untuk menjunjung tinggi nilai-nilai budaya di Negara Kesatuan Republik Indonesia. (A. L. Malo)

  • Didukung Yayasan Anugerah Amal Kasih dan GBI Tamas Harapan Indah, Ibadah KKR Yayasan Pelangi Kasih Tunanetra Berjalan Sukses

    Didukung Yayasan Anugerah Amal Kasih dan GBI Tamas Harapan Indah, Ibadah KKR Yayasan Pelangi Kasih Tunanetra Berjalan Sukses

    KOTA BEKASI, WARTANASRANI.COM – Didukung GBI Taman Aster dan Yayasan Anugerah Amal Kasih (A2K), Yayasan Pelangi Kasih Tunanetra menggelar Ibadah perdana tahun 2022, hari ini, Sabtu (15/01/2022), di GBI Taman Aster Bulevar Hijau, Kota Harapan Indah, Kota Bekasi. Ibadah yang berlangsung penuh sukacita ini, menjadi ibadah perdana yang dilaksanakan secara onsite (tatap muka langsung) oleh Yayasan Pelangi Kasih Tunanetra dengan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

    Dewan Pembina, Pdt. Efraim saat menyampaikan khotbah dalam Ibadah KKR Yayasan Pelangi Kasih

    Menurut Ketua Dewan Pengawas, Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th., selama ini pertemuan pengurus dan anggota Yayasan Pelangi Kasih Tunanetra dilaksanakan secara online dikarenakan pandemi. Oleh karena itu, dengan ibadah tatap muka ini, semua merasa Bahagia dan bersyukur bisa saling menyapa dan berbagi cerita bagaimana menjalani kehidupan di tengah-tengah pandemi Covid.19.

    “Rasa syukur dan bahagia terpancar dari wajah seluruh pengurus dan anggota karena bisa kembali beribadah secara onsite”, ungkap Gembala GBI Taman Aster ini.

    “Kami bersyukur karena Tuhan Yesus baik. Setelah sekian lama beribadah secara online, hari ini, bertepatan dengan HUT GBI Taman Aster ke 17 tahun dan didukung oleh Anugerah Amal kasih (A2K), pengurus dan anggota Yayasan Pelangi Kasih Tunanetra bisa beribadah dan saling menyapa, saling berbagi cerita bagaimana pertolongan, perlindungan dan berkat Tuhan yang mereka alami dalam menjalani kehidupan di tengah-tengah pandemi Covid-19”, ungkap Gembala GBI Taman Aster ini lagi.

    Lebih lanjut, Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th menyampaikan terima kasih dan berharap kerjasama yang selama ini terjalin antara Yayasan Pelangi Kasih Tunanetra, Anugerah Amal Kasih dan GBI Taman Aster Harapan Indah terus berlanjut untuk kemuliaan Tuhan.

    “Saya berharap, kerjasama yang terjalin antara Yayasan Pelangi Kasih, Anugerah Amal kasih dan GBI Taman Aster akan terus berlanjut. Karena gereja, persekutuan dan Yayasan-yayasan pelayanan Kristen memang harus bersatu dalam menuntaskan amanat agung Tuhan Yesus”, terang Dosen STT Bethesda ini.

    “Bagi anggota Yayasan Pelangi Kasih tunanetra, tetap semangat karena tahun ini adalah tahun Kesehatan rohani dan pasti akan terjadi mujizat bagi setiap orang percaya. Kesembuhan secara jasmani dan rohani pasti akan terjadi, karena Tuhan Yesus selalu bersama dengan kita. Mari kita tetap bertahan dan sabar meskipun pandemi masih belum berakhir. Sekali lagi saya mengajak semuanya untuk tetap setia kepada Tuhan dalam segala hal, dan pasti Tuhan selalu menyertai kita”, terangnya lagi.

    Sementara itu dalam Ibadah KKR, Pdt. Efraim dalam khotbahnya mengingatkan semua yang hadir untuk tetap bertahan sekalipun menghadapi situasi dan kondisi yang sulit di akhir zaman ini. Bertolak dari Injil Matius 24:13, Pembina Yayasan Pelangi Kasih Tunanetra ini mengungkapkan bahwa orang percaya harus bertahan dalam iman, bertahan dalam kasih dan bertahan dalam kesetiaan.

    “Pertama, kita harus bertahan dalam iman, dan orang yang bertahan dalam iman harus memiliki bukti yaitu ketaatannya pada firman Tuhan. Kedua, kita harus bertahan dalam kasih. Orang yang bertahan dalam kasih akan memiliki sikap untuk mengampuni sekalipun disakiti. Ketiga, kita harus bertahan dalam kesetiaan. Tetap mengiring Yesus sampai selama-lamanya”, tegas Pdt. Efraim.

    Adapun Ketua Yayasan Pelangi Kasih Tunanetra, dalam sambutannya yang diawali dengan yel-yel Yayasan Pelangi Kasih, Arwin Daniel Pandaleke, S.Th., mengungkapkan rasa syukur dan berterima kasih atas terselenggaranya Ibadah perdana di tahun 2022.

    “Bersyukur kepada Tuhan, kita bisa bersama-sama diawal tahun 2022 ini untuk beribadah secara tatap muka langsung. Pertemuan ini pasti mengobati rasa rindu kita semua”, tuturnya disambut tepuk tangan semua yang hadir.

    “Terima kasih kepada bapak/ibu/saudara-saudara semua yang sudah hadir dalam ibadah perdana hari ini. Terima kasih kepada Pak Paul buat tempatnya, waktunya dan perhatiannya terhadap kami Pelangi kasih. Selamat ulang tahun juga buat GBI Taman Aster yang ke 17 tahun, Tuhan Yesus memberkati pelayanan Bapak, Keluarga, dan pelayanan di GBI Taman Aster”, tuturnya lagi.

    Dalam sambutan Ketua Dewan Pembina, Pdt. Hanny Ratu, selain menyampaikan rasa syukur dan terima kasih, ia mengingatkan Kembali seluruh anggota Yayasan Pelangi Kasih untuk tetap bertahan dan bersatu.

    “Kita tidak akan luput dari persoalan-persoalan dunia, tapi kita harus bertahan sesuai khotbah tadi. Marilah kita mau bertahan, kita mau bersatu, karena bila bertahan sendiri, kita tidak kuat. Itu sebabnya ada wadah seperti ini (Yayasan Pelangi Kasih, kita mau bersama-sama dan saya percaya kalau kita bersama-sama kita akan kuat bertahan”, tegasnya.

    Dalam rangkaian acara ini, tampak hadir pengurus WBI Korwil Barat dan Mahasiswa STT Bethesda Bekasi yang membantu melayani dan mendukung suksesnya acara ini. Ramah tamah, penyerahan sembako dan diakonia menjadi bagian akhir dari acara Ibadah perdana Yayasan Pelangi Kasih Tunanetra di awal tahun 2022. (RSO)

    Foto saat pembagian paket sembako dan Ulang Tahun GBI Tamas ke 17