Author: admin

  • Mozilla Firefox, Merilis Fitur Terbarunya

    Mozilla Firefox, Merilis Fitur Terbarunya

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Dengan berkembangnya Teknologi Informasi, khususnya Internet, para penyedia aplikasi browser berlomba-lomba memberikan fitur terbaik untuk para pelanggannya. Hal ini terlihat jelas di salah satu browser yang popular, yaitu Mozilla Firefox. Pihak Firefox sangat menghargai privacy para penggunanya. Seperti yang dirilis dari website resminya, “Firefox Privacy Notice Effective September 28, 2017 At Mozilla, we believe that privacy is fundamental to a healthy internet.” (https://www.mozilla.org/en-US/ )

    Firefox memperkenalkan Fitur baru yang akan memproteksi penggunanya dari semua situs/website yang dikunjungi. Mengingat begitu banyak situs yang menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk mengambil informasi dari pengguna, mengkoleksi data untuk tujuan tertentu. Karena saat pengguna internet mengunjungi suatu situs, maka secara otomatis perilaku penjelajahannya diketahui oleh pelacak.

    Dengan adanya fitur Tracking Protection Firefox, maka Halaman, Cookies, Pencarian, File Sementara tidak akan disimpan. Yang disimpan hanya Halaman yang di Bookmarks dan hasil Download pengguna. Namun demikian pengguna masih tetap bisa menyimpan data-data penjelajahannya. Private Browsing hanya bersifat pilihan, berfungsi ketika pengguna tidak ingin memberikan akses ke komputernya, “As you browse the web, Firefox remembers lots of information for you – like the sites you’ve visited. There may be times, however, when you don’t want people with access to your computer to see this information, such as when shopping for a present. Private Browsing allows you to browse the Internet without saving any information about which sites and pages you’ve visited.” (https://support.mozilla.org/en-US/kb/private-browsing-use-firefox-without-history?redirectlocale=en-US&as=u&redirectslug=Private+Browsing&utm_source=inproduct)

    Private Browsing atau Penjelajahan Pribadi tidak akan membuat pengguna anonim di internet, pihak penyedia layanan internet mengetahui situs yang dikunjungi. Terkait hal ini bukan berarti pengguna diberikan “kebebasan” untuk menjelajahi situs-situs yang negatif, karena semua perilaku pengguna tetap diketahui. (AW)

  • MD GPdI SULUT LANTIK PENGURUS KDP3 RAYON MINAHASA II

    MD GPdI SULUT LANTIK PENGURUS KDP3 RAYON MINAHASA II

    TONSEWER TOMPASO, WARTANASRANI.COM – Sejarah gereja mencatat bahwa pertumbuhan gereja secara kualitas maupun kuantitas ada karena penginjilan. Menyikapi hal ini, Majelis Daerah GPdI Sulawesi Utara, mulai bergerak melantik KDP3 (Komisi Daerah Pelayanan Penginjilan Pantekosta) Sulawesi Utara yang dibagi menjadi 17 Rayon.

    Saat pelantikan KDP3 Rayon Minahasa II di GPdI Tonsewer, Tompaso, Sabtu (23/9/2017), Biro Penginjilan GPdI Sulut, Pdt. Herry Moningkey, M.Th., mengungkapkan bahwa pelantikan-pelantikan KDP3 yang dibagi dalam 17 Rayon, dilakukan sebagai upaya kolektif untuk mencapai visi KDP3 GPdI Sulut.  “Pelantikan ini sebagai upaya kolektif untuk mencapai visi KDP3 GPdI Sulut yaitu, terwujudnya penginjilan yang berkualitas, berkarakter, inovatif,  sistemik dan profesional untuk pertumbuhan GPdI Sulut yang dinamis, sesuai Kisah Para Rasul 1:8),” ujar Herry Moningkey.

    Tak ketinggalan, Ketua KDP3 GPdI Sulut sekaligus Ketua Bidang Program Komisi Pusat Pelayanan Penginjilan Pantekosta (KP4) GPdI, Pdt. Dr. Jootje Luntungan, M,Th., menyampaikan beberapa Misi yang ingin dicapai KDP3 Sulut.

    “Ada beberapa misi yang hendak dicapai; pertama, melaksanakan Amanat Agung Kepala Gereja Yesus Kristus sesuai Matius 28:11, kedua, Menjalankan program penginjilan daerah dengan sistemik dan konstruktif, ketiga, menggunakan metode penginjilan yang efisien, efektif, inovatif dan Alkitabiah, dan terakhir, memaksimalkan sumber daya, potensi, karunia dan talenta di GPdI,” pungkas Jootje Luntungan.

    Pada kesempatan yang sama, Sekretaris KDP3 GPdI Sulut, Pdt. Morris Watuseke, M.Th, M.Pd.K., memaparkan program kerja. Dijelaskannya bahwa KDP3 GPdI Sulut selain membentuk KDP3 Rayon di Kabupaten/Kota, juga akan membangun jaringan kerja sama dengan semua lembaga misi serta membuat jejaring sosial, media dan fasilitas publikasi lainnya, bahkan pengadaan sarana prasarana penginjilan (mobil penginjilan, kapal penginjilan, rumah misi, radio misi dan TV misi) menjadi target yang hendak dicapai.

    (Gambar atas) Suasana acara pelantikan dan foto bersama KDP3 Rayon Manado II di GPdI Nazareth Patynama, Tanggal 24 September 2017

    Sementara itu, Ketua KDP3 Rayon Minahasa II yang dilantik, Pdt. Michael Wahido, M.Th., mengingatkan dan mengajak untuk melakukan tugas penginjilan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan penginjilan itu sendiri.

    “Mari kita bekerja sesuai dengan apa yang menjadi tujuan peginjilan, yaitu; mengabarkan berita baik dan sukacita kepada umat manusia untuk selamat, memenangkan sebanyak-banyaknya jiwa-jiwa untuk Tuhan Yesus, menarik orang-orang tersesat dari kuasa dosa, kuasa setan dan kuasa maut, dan mengikat serta menyatukan gereja Tuhan dengan kasih dan anugerah Tuhan,” ujar gembala GPdI Noongan Langowan ini.

    Adapun Wakil Bendahara KDP3 Sulut Rayon Minahasa II, Pdt. Semuel H. Sajanga, SE,Ak., MTh, MMis., menegaskan soal komitmen dalam penginjilan yang berorientasi pada jiwa-jiwa yang perlu diselamatkan. “Penginjilan pasti membutuhkan uang tetapi uang bukan menjadi orientasi pelayanan (money oriented). Kami berorientasi kepada jiwa-jiwa yang ingin diselamatkan oleh Tuhan Yesus (people oriented),” terang Gembala GPdI Karumenga ini bersemangat.

    Ditambahkan Semuel Sajanga, sejauh ini baru 5 rayon Kabupaten/Kota yang dilantik, dan masih ada 12 rayon lagi yang belum dilantik. Namun menurutnya, sesuai PKJP (Program Kerja jangka Pendek), direncanakan semua pelantikan selesai bulan Oktober 2017. (SHS/RSO)

  • KKR DAN PELANTIKAN KETUA KOMISI DAERAH REMAJA GPdI RAYON MINAHASA

    KKR DAN PELANTIKAN KETUA KOMISI DAERAH REMAJA GPdI RAYON MINAHASA

    LANGOWAN, WARTANASRANI.COM – Perkembangan zaman selalu membawa perubahan dalam banyak aspek kehidupan. Kemajuan dalam bidang  teknologi dan ilmu pengetahuan telah membentuk pola sosial yang baru dan menimbulkan dampak yang positif maupun negatif. Tidak terkecuali dalam kehidupan kaum remaja, mereka sering ikut terseret oleh perkembangan zaman.

    Pola hidup kaum remaja yang seperti ini tentu terjadi juga di kalangan kaum remaja Kristen. Kaum remaja gereja banyak juga yang terlibat dalam berbagai kenakalan remaja, pergaulan bebas, dan sebagainya. Hal ini tentunya menjadi keprihatinan berbagai pihak tak terkecuali Bupati Minahasa, Drs. Jantje Wowiling Sajow, M.Si., D.Min., yang dalam khotbahnya berbagi Firman dan pengalaman sembilan tahun menjadi Penatua Remaja Sinode.

    Sementara itu, Pdt. Semuel H. Sajanga, SE.Ak., M.Th., M.Mis., saat dilantik sebagai Ketua Komisi Daerah Remaja Rayon Minahasa GPdI Sulut, mengingatkan akan keseriusan gereja menyikapi permasalahan yang dialami oleh remaja saat ini. Menurutnya, sudah saatnya gereja bertindak untuk merebut generasi muda bagi kemuliaan Kristus.

    “Sudah saatnya gereja sadar dan bertindak menghadapi bahaya gerekan “The Lost Generation”. Gerekan ini berusaha memutus tongkat estafet masa depan gereja dan bangsa dengan membuat generasi muda tidak siap untuk memikul tanggung jawab masa depan. Berbagai strategi dilancarkan untuk menjebak dan mengikat generasi muda, antara lain: Narkoba, LGBT, Free seks dan pemahaman serta perbuatan negative lainnya,” pungkas gembala Karumenga ini penuh semangat.

    Pelantikan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 September 2017 di GPdI  Jemaat Karmel Karumenga ini, diawali dengan Kebaktian Kebangunan  Rohani yang dilayani oleh Bupati Minahasa, Drs. Jantje Wowiling Sajow.

    Adapun pelantikannya dilakukan oleh Biro Pembinaan Warga Jemaat GPdI Sulut, Pdt. Lexi Karundeng, M.Th., bersama Penghubung Majelis Daerah Kabupaten Minahasa, Pdt. Drs. Viktor Pantow, M.Th., yang didahului dengan pembacaan surat keputusan oleh Ketua Komisi Daerah Remaja GPdI Sulut, Pdt. Argemiro Manimpurung M.Th., tentang Pengangkatan Pengurus Komisi Daerah Remaja Rayon Minahasa. (SHS)

  • HKBP DISTRIK XIX BEKASI MENGGELAR LOKAKARYA UNTUK TINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN MARTURIA

    HKBP DISTRIK XIX BEKASI MENGGELAR LOKAKARYA UNTUK TINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN MARTURIA

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Bertempat di Hotel Horison Bekasi, HKBP Distrik XIX Bekasi yang membawahi 3 daerah tingkat II, yakni: Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor, menggelar Lokakarya (Semiloka) Marturia, Sabtu (23/9/2017).

    Acara yang merupakan bagian dari program tahun pendidikan dan pemberdayaan di HKBP ini mengambil tema; “Firman Allah mendidik dan memperlengkapi setiap orang untuk perbuatan baik” (2 Timotius 3:16-17) dan sub tema; “HKBP Distrik XIX Bekasi terpanggil menata diri dalam pengembangan pendidikan dan pemberdayaan warga gereja dan masyarakat”.

    Menurut Ketua Pelaksana, Pdt. Samsir Deli Sinaga, D.Min, pelaksanaan Lokakarya yang menghadirkan pembicara-pembicara kompeten dalam pelayanan Marturia di HKBP ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Marturia yang selama ini belum maksimal disebabkan gereja yang sibuk dengan pelayanan rutinitas

    “Masih banyak pelayanan yang harus dikerjakan khususnya jemaat-jemaat yang kurang terjangkau karena bekerja di perindustrian seperti di Cikarang. Jadi kami harapkan melalui Lokakarya Marturia Distrik Bekasi ini, menghasilkan orang-orang yang terpanggil untuk turut ambil bagian dalam pelayanan marturia, sehingga boleh menjangkau pelayanan, khususnya yang belum disentuh oleh gereja, dimana gereja selama ini sibuk dengan pelayanan rutinitas,” kata Pdt. Samsir Deli Sinaga.

    Pdt. Samsir Deli Sinaga, D.Min., Ketua Pelaksana Lokakarya (Semiloka) Marturia HKBP Distrik XIX Bekasi

    Dijelaskannya, selama ini HKBP Distrik XIX Bekasi sudah memulai namun diakuinya belum berjalan seperti yang diharapkan.

    “Selama ini memang sudah kita mulai, tapi masih terbatas hanya pada kegiatan social dan juga untuk pelayanan Rutan atau Lembaga Pemasyarakatan yang berada di Bulak Kapal. Sementara untuk Rumah Sakit dan juga untuk masyarakat atau jemaat yang bekerja di Industri termasuk juga mahasiswa belum terjangkau,” jelasnya.

    Secara terang-terangan, Ketua Pelaksana ini mengungkapkan kendala yang ada dilapangan kepada redaksi wartanasrani.com “Sejujurnya, kami lihat bahwa pelayanan Marturia di setiap gereja itu masih kurang dukungan dari pimpinan jemaat. Belum adanya sinergitas karena para parhalado dan dewan-dewan belum mengerti apa itu pelayanan Marturia di tengah-tengah pelayanan gereja,” terangnya.

    Melihat kendala yang ada, Pdt. Samsir Sinaga berharap melalui Lokakarya (Semiloka) dapat menjembatani permasalahan yang dihadapi. “Kita mengundang para dewan marturia dan seksi zending dari setiap gereja untuk mengikuti Lokakarya supaya boleh menghasilkan tim yang solid  untuk kedepan dan membuahkan pelayanan Marturia yang berkualitas di Distrik Bekasi,” harap Pdt. Sinaga mengkahiri wawancara.

    Harapan yang sama-pun dilontarkan para peserta Lokakarya yang berlangsung dari Pukul 08.30 sampai Pukul 18.00 WIB.

    “Lokakarya ini membuka wawasan bagi kami peserta, khususnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan Marturia sehingga  kami dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menjangkau berbagai elemen masyarakat yang belum terjangkau oleh gereja atau huria setempat,” ujar Imelda Br. Gultom salah seorang peserta kepada Warta Nasrani.

    “Harapan saya, dengan adanya Lokakarya Marturia ini, tingkat pelayanan  HKBP di Distrik XIX Bekasi semakin maksimal untuk membawa banyak jiwa yang menerima Tuhan Yesus dalam kehidupannya sehari-hari,” tambah untusan HKBP Resort Maranatha Tambun ini penuh harap. (RSO)

  • MANTAPKAN SEMANGAT MARTURIA, HKBP DISTRIK XIX BEKASI GELAR LOKAKARYA SEMILOKA MARTURIA

    MANTAPKAN SEMANGAT MARTURIA, HKBP DISTRIK XIX BEKASI GELAR LOKAKARYA SEMILOKA MARTURIA

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Diawali Ibadah pembukaan yang dipimpin Pdt. Patar S. Napitupulu, M.Min., dengan Liturgis, Pdt. Maijon Pakpahan, MM., acara Lokakarya (Semiloka) Marturia HKBP Distrik XIX Bekasi dibuka oleh Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi, Pdt. Banner Siburian, M.Th., hari ini, Sabtu (23/9/2017).

    Semiloka yang dilaksanakan di Hotel Horison Bekasi ini, dihadiri oleh pimpinan-pimpinan jemaat HKBP yang berada di Distrik XIX Bekasi. Adapun HKBP Distrik XIX Bekasi, berada di 3 daerah tingkat II, yakni: Kota bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. “Ada 42 gereja HKBP yang ada di Distrik XIX Bekasi,” ujar Ketua Panitia, Pdt. Samsir Deli Sinaga, D.Min.

    Sementara itu dalam sambutannya, selain memberi apresiasi atas kerja Panitia Pelaksana dan kesediaan para narasumber, Pdt. Banner Siburian, juga menyampaikan empat sasaran atau tujuan diselenggarakannya Semiloka di Distrik XIX Bekasi.

    “Pelaksanaan Semiloka ini memiliki empat sasaran atau tujuan pokok; pertama, agar kita kembali memahami dan menghayati akan arti dan makna Marturia, kedua, agar semangat dan partisipasi kita semakin meningkat, ketiga, untuk lebih memperlengkapi diri kita dalam pekerjaan pekabaran injil (PI), dan kempat, agar kita semua menjadi bagian dari wadah Marturia di tingkat Distrik,” jelas Pdt. Banner Siburian.

    Acara yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB dan direncanakan selesai pukul 18.00 WIB ini, menghadirkan beberapa pembicara yang khusus didatangkan panitia. Sessi I, Pdt. Dr. Anna Vera Pangaribuan, Ketua Departemen Marturia, dengan lugas menjabarkan pelayanan Marturia HKBP. Pada Sessi II, Pdt. Marolop P. Sinaga, M.Th., membahas strategi dan metode memberitakan Injil. Tak kalah menarik, Sessi ketiga, St. Drs. Richard Panjaitan, SKM., dipercaya menyajikan masalah penginjilan di daerah kota. Dan pada Sessi terakhir, Pdt. Banner Siburian, M.Th., akan mengupas pokok-pokok pikiran, tantangan dan peluang arah serta pengorganisasian pelayanan Marturia di HKBP Distrik Bekasi.

    Kehadiran para moderator dalam memandu setiap sessi tak kalah pentingnya. Mereka adalah; Pdt. Samsir Deli Sinaga, D.Min (Sessi I), Pdt. Tumpal Simamora, M.Th (Sessi II), dan St. Ev. Surung Sianipar (Sessi III).

    Dijadwalkan Semiloka ini akan ditutup dengan Ibadah yang akan dipimpin oleh Pdt. Jetson Simorangkir, M.Th dengan Liturgis, Pdt. Baringin Simarmata, S.Th. (RSO)

  • TUTUP PELATIHAN AKBAR GURU PAUD, PRESIDEN TEGASKAN PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER

    TUTUP PELATIHAN AKBAR GURU PAUD, PRESIDEN TEGASKAN PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Pendidikan anak usia dini merupakan hal yang sangat krusial bagi tumbuh kembangnya anak-anak Indonesia. Oleh karena itu, Presiden mengakui peranan penting guru-guru PAUD yang ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

    “Kunci pembangunan kecerdasan dan karakter itu berada pada usia emas 1 tahun sampai 12 tahun. Ibu-ibu dan bapak-bapak semuanya berada pada posisi yang sangat penting menentukan masa depan negara karena di sinilah anak-anak kita dididik,” ujar Presiden di awal sambutan, saat menutup pelatihan akbar guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Provinsi DKI di Islamic Center Jakarta, Koja, Jakarta Utara, Rabu, 20 September 2017.

    Presiden juga mengingatkan bahwa dalam mendidik anak-anak kita, tak cukup hanya fokus pada kecerdasan semata. Kecerdasan itu memang diperlukan, tapi tentunya harus diimbangi dengan budi pekerti dan nilai-nilai karakter yang baik.

    “Inilah proses-proses membangun mentalitas dan menguatkan pendidikan karakter yang akan terus kita lakukan,” kata Presiden.

    Ia mencontohkan fenomena yang terjadi di negara kita. Para pelaku korupsi misalnya, mereka juga mengenyam pendidikan yang tinggi. Namun, hal itu tak mencegah mereka untuk melakukan tindak pidana yang sangat merugikan negara. Ia menduga bahwa hal itu terjadi karena memang penguatan pendidikan karakter belum menjadi perhatian pemerintah selama ini.

    “Di mana sebetulnya titik lemah kita ini? Karena kita tahu yang korupsi itu juga pendidikannya dari TK, SD, SMP, SMA, sampai universitas. Tapi kenapa melakukan itu? Karena urusan penguatan pendidikan karakter itu belum menjadi perhatian pemerintah,” ucapnya.

    Oleh karenanya, sekitar dua minggu lalu, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Dalam kaitannya dengan aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru-guru PAUD, Perpres tersebut nantinya juga diharapkan dapat menjadi payung hukum untuk mengalokasikan dana bantuan bagi guru PAUD.

    “Kalau tidak ada, mana berani gubernur, bupati, dan wali kota memberikan. Tapi ini baru dua minggu yang lalu, nanti akan saya perintahkan setelah bertemu dengan gubernur, bupati, dan wali kota,” ia menambahkan.

    Dalam kesempatan tersebut, Presiden sekaligus mengapresiasi pelatihan yang diberikan bagi para guru PAUD. Ia berharap agar pelatihan-pelatihan serupa ini untuk dapat diperbanyak karena pelatihan baru dilakukan di 19 kota, sementara di seluruh tanah air terdapat 514 kota dan kabupaten.

    “Jadi masih sangat kurang. Tadi saya bisik-bisik, yang kurang apa? Biar saya bantu agar pelatihan-pelatihan seperti ini semakin masif seluruh guru-guru PAUD diberikan pendidikan dan pelatihan yang diperlukan,” tuturnya.

    Kepada para pendidik PAUD yang hadir dalam acara tersebut, Presiden Joko Widodo mempercayakan pendidikan anak-anak Indonesia di tangan mereka. Ia sekaligus berpesan agar para pendidik dapat mempersiapkan anak-anak Indonesia untuk dapat berkompetisi di masa mendatang.

    “Dalam kompetisi global, persaingan antarsumber daya manusia negara satu dengan lainnya salin bersaing. Untuk memenangkan kompetisi itu tidak hanya masalah kecerdasan, dibutuhkan karakter-karakter unggul yang tahan banting dan pantang menyerah. Itulah kenapa pelatihan ini dilakukan,” ujarnya.

    Menurut Presiden, anak-anak Indonesia juga harus ditanamkan rasa cinta kepada Sang Pencipta dan segala ciptaan-Nya. Semua itu perlu diberikan pemahaman dan pelatihan sejak dini. Tak terkecuali yang berkaitan dengan kemandirian, disiplin. dan tanggung jawab.

    “Kita harus menyiapkan anak-anak kita bagaimana mempunyai rasa percaya diri yang baik. Kita ini biasanya kalau sudah dengan bule ini langsung menjadi inferior, grogi, tidak boleh! Kita harus percaya diri. Anak-anak kita harus kita siapkan untuk menjadi karakter-karakter yang kreatif, tahan banting, dan pantang menyerah,” tegasnya.

    Tak kalah pentingnya, anak-anak Indonesia juga harus diarahkan untuk dapat menjadi pemimpin besar di masa mendatang. Inilah tugas utama yang diharapkan dapat diemban oleh para pendidik-pendidik kita.

    “Anak-anak kita juga harus kita siapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin yang baik dan bijak. Mau jadi ketua RT, jadilah ketua RT yang baik dan bijak. Jadilah lurah yang baik dan bijak. Mau jadi bupati, wali kota, dan gubernur, jadilah yang baik dan bijak. Itu disiapkan sejak dini. Ingin jadi menteri atau presiden? Siapkan mereka menjadi pemimpin yang baik dan bijak. Itu menjadi tugas Bapak/Ibu dan saudara-saudara,” tuturnya.

    Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan sejumlah istri anggota Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK).

    Sumber: Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden / Foto: Laily Rachev – Biro Pers Setpres

  • GELAR RAKORNAS, MP GPDI LANTIK KOMISI-KOMISI PUSAT

    GELAR RAKORNAS, MP GPDI LANTIK KOMISI-KOMISI PUSAT

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Mengambil tema, “Menjadi jemaat yang kokoh, bertumbuh, terang dan mulia (Yesaya 2:2, 60:1)” serta sub tema, “Meningkatkan peran serta jemaat untuk mendatangkan damai sejahtera dalam kehidupan masyarakat bangsa dan negara”, Majelis Pusat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) selama 3 hari (19-21 September).

    Rakornas yang berlangsung di Sentra GPdI, Jalan Danau Sunter Selatan Blok E No. 1, Sunter Agung, Jakarta Utara ini, merupakan Rakornas pertama dibawa kepemimpinan Pdt. Dr. John Weol, setelah terpilih sebagai Ketua Umum Gereja Pantekosta di Indonesia.

    Setelah Pleno IV, Majelis Pusat mengangkat dan melantik pengurus-pengurus wadah tingkat nasional yang disebut Komisi Pusat, yaitu: Pelayanan Anak Pantekosta (PELNAP), Pelayanan Remaja Pantekosta (PELRAP), Pelayanan Pemuda Pantekosta (PELPAP), Pelayanan Wanita Pantekosta (PELWAP), Pelayanan Pria Pantekosta (PELPRIP), Pelayanan Profesi & Usahawan Pantekosta (PELPRUP), Pelayanan Anak Anak Hamba Tuhan (PELAHT), Pelayanan Mahasiswa Pantekosta (PELMAP), Komisi Penginjilan Pantekosta Pusat, dan Pelayanan Jurnalis Pantekosta (PELJUP).

    Ada hal yang berbeda dalam pelantikan Pengurus Komisi Pusat dalam Rakornas ini, dimana Pengurus Komisi Pusat dibagi per-zona. Menurut Ketua Majelis Pusat GPdI, Pdt. Dr. John Weol, pembagian ini untuk efisiensi kerja dan mempermudah dalam memanage setiap event yang di adakan di zona-zona yang sudah ditentukan. “Hal ini bukan berarti memiliki perbedaan satu sama lain, semua sama saja, tidak ada yang merasa lebih tinggi atau rendah,” kata John Weol.

    Acara pelantikan dimulai jam 17.00 WIB. Setiap nama-nama pengurus dipanggil berdasarkan komisi-komisi. Komisi-komisi yang sudah dilantik, saat itu juga langsung mengadakan rapat untuk perkenalan dan juga membahas program kerja.

    Yang menarik dari pelantikan Komisi Pusat kali ini adalah hadirnya Komisi Pusat Pelayanan Jurnalis Pantekosta atau yang disingkat PELJUP. Boleh dibilang PELJUP menjadi komisi yang baru untuk GPdI dibawa kepemimpinan Pdt. John Weol, dikarenakan PELJUP tidak pernah ada dalam pelantikan-pelantikan sebelumnya.

    Sementara itu, ada satu Komisi yang menjadi pusat perhatian, dikarenakan salah satu anggotanya fasih berbahasa Mandarin dan bisa menjadi penterjemah, yaitu Komisi Penginjilan. Hal ini menjadi unik dan sudah menjadi suatu kewajiban agar supaya bisa memenangkan banyak jiwa untuk Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.

    Acara pelantikan yang berlangsung sampai larut malam, tidak membuat para calon pengurus resah, karena mereka tetap semangat mengikuti acara pelantikan sampai selesai. (AW)

  • GEORGE EDWARD FOREMAN: PETINJU LEGENDARIS YANG JADI PENDETA

    GEORGE EDWARD FOREMAN: PETINJU LEGENDARIS YANG JADI PENDETA

    WARTANASRANI.COM – Hal pertama yang langsung terbayang oleh para penggila tinju dunia saat mendengar nama George Foreman adalah laga “Rumble in the Jungle” dimana Foreman mengalami kekalahan saat menghadapi Muhammad Ali. Namun tak disangka, Foreman ternyata mampu menjadi petinju legendaris sepanjang masa karena berhasil meraih juara dunia kelas berat paling tua (45 tahun).

    Lahir dengan nama lengkap, George Edward Foreman pada 10 Januari 1949 di MarshallTexas, George adalah anak yang penuh masalah dan merupakan anak putus sekolah. Pada masa remajanya, Foreman bergabung dengan program President Lyndon Johnson’s Jobs Corps, dan di sanalah dia menemukan bakat terpendamnya dalam bidang olahraga tinju.

    Setelah dewasa, Foreman dikenal sebagai juara dunia tinju dua kali yang dianggap sebagai salah satu petinju terbesar sepanjang sejarah. Ia pernah meraih emas di Olimpiade Meksiko 1968 dan mulai terjun ke tinju profesional pada tahun 1969.

    Pertama kali menjadi juara dunia tinju kelas WBA dan WBC berat pada 22 Januari 1973 dengan memukul TKO Joe Frazier pada ronde kedua, yang membuat namanya melambung begitu tinggi sebagai bintang baru dalam tinju kelas berat. Namun, Muhammad Ali dengan perkasa meredam pukulan keras Foreman di KinshasaZaire atau Congo. Ali berhasil melucuti gelar Foreman dengan kemenangan KO pada ronde 8 dalam sebuah pertandingan yang mendebarkan.

    Foreman memutuskan pensiun dari dunia tinju pada 1977 menyusul kekalahan dari Jimmy Young, namun pada 1987 Foreman kembali menekuni tinju, dan secara mengejutkan berhasil memukul KO ronde 10 juara bertahan Michael Moorer versi WBA dan IBF pada 5 Nopember 1994, sehingga Foreman menjadi petinju tertua sepanjang sejarah yang berhasil menjadi juara dunia kelas berat (45 tahun).

    Saat menderita kekalahan dari Jimmy Young, Foreman merenung di kamar gantinya, dan menemukan jalan hidup lain, yakni sebagai pendeta. Dan pada waktu itu, dia memutuskan pensiun dari tinju. Foreman menjadi pendeta di HoustonTexas, serta mendirikan pusat bimbingan bagi anak muda.

    Petinju dengan julukan Big George ini saat ini menjadi seorang pengusaha yang cukup sukses dan mengabdikan dirinya pada Gereja. (Sumber : id.wikipedia.org / Foto: courtesy georgeforeman.com)

  • SIARAN PERS SEKUM PGI TERKAIT PEMBUBARAN DAN PENYERANGAN KANTOR YLBHI JAKARTA

    SIARAN PERS SEKUM PGI TERKAIT PEMBUBARAN DAN PENYERANGAN KANTOR YLBHI JAKARTA

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Aksi pengepungan kantor LBH Jakarta di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, hari Minggu, 17 September 2017, sekitar pukul 21.00 WIB hingga Senin dinihari, menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak tak terkecuali Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI). Melalui Sekum PGI, Pdt. Gomar Gultom, hari ini (18/9/2017), PGI mengeluarkan beberapa poin pernyataan sikap terkait Pembubaran dan Penyerangan Kantor YLBHI Jakarta.

    Menurut Gomar Gultom, mobilisasi massa untuk menggeruduk Kantor YLBHI di Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin, 17 September 2017, malam, merupakan langkah mundur dalam proses demokratisasi yang sedang diperjuangkan bersama. “Peradaban yang mengedepankan pengerahan massa, kerasnya suara dan kekuatan otot tidak akan pernah menyelesaikan masalah, selain hanya akan melahirkan masalah baru,” tegasnya, lewat siaran pers yang diterima wartanasrani.com.

    Ditegaskan Gomar Gultom, bahwa Negara tidak boleh takluk pada ancaman massa dan harus mengusut tuntas para pelaku penyerbuan tersebut, termasuk  provokator yang menyebarkan informasi menyesatkan melalui medsos.

    Gomar juga menghimbau kepada pemerintah, dalam hal ini negara, untuk menjamin kebebasan masyarakat berkumpul dan berdiskusi sepanjang tidak mengganggu ketertiban umum.

    Sementara itu, kepada masyarakat, himbauan Gomar agar lebih dewasa dan cerdas dalam menghadapi berbagai masalah yang ada di masyarakat dan tidak mudah terhasut oleh informasi yang menyesatkan di medsos. “Tindakan main hakim sendiri akan mengacaukan peradaban kita dan olehnya haruslah dihindari demi pencapaian masyarakat dan bangsa bermartabat,” pungkasnya.

    Tak ketinggalan, himbauan disampaikan kepada para elit dan kelompok-kelompok kepentingan untuk tidak bermain-main dengan menghalalkan segala cara demi kepentingan atau ambisinya. Menurut Gomar, cara-cara pembenturan kelompok di tengah masyarakat pada gilirannya hanya akan memecah kita sebagai bangsa.

    Pada bagian akhir, terkait dugaan pelanggaran berat HAM masa lampau, Gomar mengatakan dibutuhkan percakapan dalam suasana teduh, yang memberi kesempatan kepada semua pihak untuk menyampaikan pikiran dan perasaannya, tanpa ada yang merasa terancam atau tertekan. Bahkan menurutnya, upaya rekonsiliasi nasional menjadi kebutuhan mendesak saat ini. Dan rekonsiliasi sejati adalah dengan pengungkapan fakta sejarah secara obyektif yang diikuti dengan pengakuan dan pemulihan.

  • SILAHTURAHMI KAMTIBMAS POLSEK MEDAN SATRIA KOTA BEKASI

    SILAHTURAHMI KAMTIBMAS POLSEK MEDAN SATRIA KOTA BEKASI

    KOTA HARAPAN INDAH BEKASI, WARTANASRANI.COM – Membangun dan memelihara keamanan merupakan tugas bersama seluruh masyarakat, bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan. Untuk itu sinergitas antara masyarakat dan aparat keamanan dalam hal ini pihak kepolisian tentunya sangat diperlukan.

    Guna memelihara serta meningkatkan sinergitas yang selama ini dibangun antara pihak Kepolisian dan semua elemen masyarakat, hari ini (15/9/2017), bertempat di Aula Polsek Medan Satria, Jl. Harapan Indah No. 8, Kota harapan indah, Bekasi, berlangsung tatap muka dan silaturahmi antara Kapolsek dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, forum rw dan rt, organisasi masyarakat, Pokdar, FKPM, Karang Taruna yang ada di Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.

    Menurut Kompol I Made Suwetra, kebutuhan akan kamtibmas yang kondusif  bukan semata hanya keinginan aparat penegak hukum, dalam hal ini Polri, namun hal itu juga merupakan keinginan seluruh masyarakat, karena itulah, dibutuhkan kerja sama serta peran aktif masyarakat. “Mari kita kelola wilayah Medan Satria dengan baik demi terciptanya suasana yang kondusif,” pungkas I Made Suwetra, yang baru bertugas 1 bulan 12 hari sebagai Kapolsek Medan Satria ini.

    Lebih lanjut dijelaskannya bahwa, Polri tidak akan dapat menciptakan situasi yang aman dan tertib dalam suatu lingkungan masyarakat tanpa adanya kemauan dan kesadaran masyarakat itu sendiri. Keseriusan semua elemen masyarakat dalam menangani berbagai persoalan Kamtibmas di lingkungan kerja Polsek Medan Satria kembali diingatkan I Made Suwetra. “Medan Satria ini perlu ditangani dengan serius,” ajak I Made Suwetra meyakinkan. “Saya tidak bisa berbuat apa-apa tanpa dukungan Bapak/ibu sekalian yang ada disini,” tambahnya pula

    Menyikapi tingkat kejahatan curanmor yang semakin tinggi, I Made Suwetra mengingatkan agar masyarakat lebih hati-hati dan waspada. Menurutnya, sekalipun setiap kejahatan tidak ada yang tanpa meninggalkan jejak, namun kewaspadaan masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk meminimalisir kesempatan bagi pelaku curanmor. “Jangan sampai kita membuka kesempatan selebar-lebarnya pada pelaku curanmor, gunakanlah kunci ganda, dan tetap waspada pada lingkungan,” ujar I Made Suwetra mengingatkan.

    Selain tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan ormas, tampak hadir dalam acara yang berlangsung penuh keakraban ini, tiga Anggota Dewan Kota Bekasi yang berasal dari Dapil Medan Satria dan Bekasi Barat, yaitu; Bpk. Sudirman (Fraksi PDIP), Bpk. Maryadi (Fraksi Golkar) dan Ibu Murfati Lidianto (Fraksi Gerindra). Terlihat hadir beberapa Pendeta Perwakilan BKSAG Kota Harapan Indah dan Sekitarnya, diantaranya: Pdt. Devy J. Sugiyono (Ketua), Pdt. Yohanes J. Sihombing, Pdt. Paul F. Gulo, Pdt. Wellem Doko, Pdt. Sadrakh Ranti, Pdt. Gunadi, dll.

    Pertanyaan seputar penanggulangan kamtibmas menjadi topik utama dalam sesi tanya jawab, namun apresiasi juga diberikan kepada Kapolsek atas terlaksananya acara silaturahmi yang melibatkan semua unsur masyarakat yang ada di Kecamatan Medan Satria, sembari berharap acara silaturahmi semacam ini tetap rutin dilaksanakan. “Kami berharap silaturahmi antara Polri dengan masyarakat semakin ditingkatkan guna terciptanya komunikasi yang baik,” ujar salah seorang peserta.

    Sementara itu, berdasarkan undangan yang diterima, acara yang bertajuk Silahturahmi Kamtibmas Kapolsek Medan Satria dengan potensi Masyarakat Menjelang Pemilukada 2018, dilaksanakan sesuai rujukan Undang-undang Kepolisian No. 2 Tahun 2002 tentang Ketentuan Pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia, Peraturan Kapolri nomor 3 tahun 2015 tentang Pemolisian Masyarakat, dan Rencana Kegiatan Polsek Medan Satria 2017. (RSO)