Author: admin

  • Presiden Amerika Serikat Mengutip Ayat Alkitab Untuk Menghibur Disaat Tragedi Penembakan Massal Las Vegas

    Presiden Amerika Serikat Mengutip Ayat Alkitab Untuk Menghibur Disaat Tragedi Penembakan Massal Las Vegas

    WARTANASRANI.COM – Presiden Amerika menggunakan ayat-ayat dari Alkitab untuk menghibur warga selama masa tragedi meskipun kemunduran agama Kristen di negara tersebut, seperti yang dikutip oleh Donald Trump, Presiden AS, dalam pidatonya setelah penembakan mematikan di Las Vegas yang menewaskan 58 orang dan melukai sekitar 500 lainnya.

    Pada 2 Oktober, Presiden Trump mengutip dari kitab Mazmur untuk menghibur orang-orang yang terkena dampak serangan mematikan tersebut pada hari Minggu. Dia menambahkan bahwa dia dan Ibu Negara sedang berdoa untuk orang Amerika yang telah kehilangan orang yang dicintai atau telah terluka akibat penembakan massal. Dia juga mengucapkan doa untuk persatuan, perdamaian, dan penyembuhan, The Washington Post menyampaikannya.

    “Kitab Suci mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan dekat dengan orang-orang yang patah hati dan menyelamatkan orang-orang yang hancur dalam roh,” kata Trump. “Kami mencari penghiburan dalam kata-kata itu, karena kita tahu bahwa Tuhan hidup di dalam hati orang-orang yang bersedih hati.”

    Dalam bagian analisisnya di Post, Eugene Scott mengutip laporan yang mengatakan bahwa persentase orang Amerika yang diidentifikasi sebagai orang Kristen menurun. Survei Identifikasi Agama Amerika mengatakan bahwa orang-orang Kristen di A.S. terdata 86 persen populasi pada tahun 1990, namun angka tersebut kini telah turun menjadi 70 persen, sementara mereka yang diidentifikasi sebagai atheis, agnostik, atau tidak memiliki afiliasi keagamaan telah meningkat tiga kali lipat.

    Meskipun demikian, Lembaga Penelitian Agama Rakyat menemukan bahwa agama Kristen tetap menjadi agama yang dominan di antara tiga ras terbesar di Amerika. Selain itu, semua presiden A.S. sejak Abraham Lincoln telah menjadi Kristen meskipun keragaman agama meningkat.

    Meski banyak yang berubah dalam demografi A.S., banyak warganya masih mencari penghiburan spiritual dari pemimpin nasional setiap kali terjadi tragedi.

    Sementara itu, artis musik country yang tampil di konser hari Minggu meminta orang untuk mendoakan korban pria bersenjata Las Vegas, Stephen Paddock, yang terbunuh saat bakutembak dengan polisi setelah serangan tersebut. Jake Owen, salah satu pemain dalam acara tersebut, memposting sebuah pesan di Twitter meminta semua orang untuk berdoa kepada Tuhan, Jaringan Penyiaran Kristen melaporkan.

    Pemain musik country lainnya termasuk Lee Brice, Dylan Scott, Carrie Underwood, Lauren Alaina, Brad Paisley, LANCO, dan Sara Evans juga memposting pesan secara online yang mengatakan bahwa mereka sedang berdoa untuk korban penambakan Las Vegas.

    (www.christiandaily.com)

  • Gereja GSPdI Rata Tanah, Akibat Kebakaran

    Gereja GSPdI Rata Tanah, Akibat Kebakaran

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Kembali si “jago merah” melalap rumah, restoran dan gereja di kawasan Rawasari Jakarta kemarin sore (07/10/2017) sekitar pukul 18.00 Wib, rata dengan tanah.

    Api diduga berasal dari salah satu rumah, dan juga diduga sumbernya dari kompor masak yang meledak. Terkait hal ini masih dalam penyelidikan.

    Dalam sekejap api langsung menjalar sampai ke Restoran Nyiur Melambai dan sebuah Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia yang di gembalakan oleh Pdt Heny Timporok Kontu.

    Berdasarkan sumber informasi, 24 unit mobil pemadam kebakaran langsung diturunkan untuk memadamkan “si jago merah”. Api baru dapat dipadamkan kira-kira pukul 23.00 Wib.

    Beruntung dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun total kerugian di perkirakan mencapai milyaran rupiah.

    “Dengan adanya kejadian ini, keluarga korban menjadi trauma. Mereka hanya bisa bersyukur berdasarkan iman kepada Yesus Kristus bahwa apa yang Dia ijinkan terjadi semua ada dalam rencanaNya,” pungkas Pdt. Andi Palar yang juga sebagai Gembala Sidang di Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Kopeng Jawa Tengah, saat dihubungi via Messenger pukul 23.40 Wib.

    Baca Juga : KETUA MP GPDI, PDT. JOHN WEOL TAMPIL SEBAGAI PEMBICARA KKR GPDI PAKU URE

    “Semuanya sudah terjadi dan hikmah dari semuanya kita kembalikan semuanya kepada Tuhan, semuanya Tuhan punya dan Tuhan pasti akan menyediakan berkat nya bagi kami dan keluarga, Tuhan pasti akan membangun kembali Gereja nya untuk kemuliaan Tuhan,” tambah Andi sebagai salah satu anggota keluarga korban kebakaran dalam Messenger pukul 23.48. (AW)

  • PENDETA KENYA DITANGKAP KARENA MENGAJARKAN PARA PENGIKUTNYA BAHWA PENDIDIKAN ITU JAHAT

    PENDETA KENYA DITANGKAP KARENA MENGAJARKAN PARA PENGIKUTNYA BAHWA PENDIDIKAN ITU JAHAT

    WARTANASRANI.COM – Seorang pendeta di kota pesisir Malindi di Kenya ditangkap pada 30 September menyusul keluhan bahwa dia diduga secara salah mengindoktrinasi pengikutnya dengan ajaran-ajaran radikal dan mengatakan kepada mereka bahwa pendidikan itu jahat. 

    Pada 30 September, polisi Malindi menggerebek Good News International Ministries Church setelah laporan sampai kepada mereka bahwa seorang pastor telah meyakinkan anak-anak untuk berhenti bersekolah. Petugas polisi Matawa Muchangi mengidentifikasi tersangka sebagai televangelis lokal Paul Makenzi, yang dicurigai mengindoktrinasi pengikutnya dengan ajaran palsu, The Nation merinci.

    “Di gereja, kami menangkap 35 anak di bawah usia 10 tahun, 28 di bawah usia 16 tahun dan 13 orang dewasa berusia 18 sampai 35 tahun dikatakan menjalani pelatihan radikal melawan ajaran Kristen dan ajaran moral,” kata Muchangi. “Beberapa anak diinterogasi mengatakan bahwa pendidikan itu setan dan telah meninggalkan rumah dan sekolah untuk mengikuti pendeta.”

    Selain itu, para siswa berulang kali menggunakan ayat-ayat Alkitab untuk membenarkan keputusan mereka untuk putus sekolah. Mereka mengatakan pendeta mereka mengatakan kepada mereka bahwa pendidikan, perawatan medis, dan pemilihan umum bersifat setan.

    Selama penggerebekan tersebut, polisi menyita Alkitab, Al-Quran, dan berkas lainnya yang dapat digunakan dalam penyelidikan. Muchangi mengatakan pihak berwenang saat ini mencoba mengidentifikasi orang tua dari anak-anak yang telah putus sekolah. Salah satu orang tua mengatakan bahwa ajaran pendeta menyebabkan anak-anaknya menjadi kebencian terhadap mereka, dan seorang penduduk setempat bernama Harrison Thoya mengatakan bahwa anak-anak itu telah dicuci otaknya.

    (www.christiandaily.com)

  • PEMBANTAIAN LAS VEGAS MENDORONG GEREJA UNTUK BERSATU DALAM MELAYANI KORBAN

    PEMBANTAIAN LAS VEGAS MENDORONG GEREJA UNTUK BERSATU DALAM MELAYANI KORBAN

    WARTANASRANI.COM  – Tembakan massal tragis di Las Vegas pada 1 Oktober yang menewaskan 59 orang dan lebih dari 500 lainnya luka-luka telah mendorong gereja-gereja di kota tersebut untuk bersatu dalam melayani korban dan membawa harapan kepada orang-orang yang terluka karena insiden mematikan tersebut.

    Pict. Courtesy REUTERS /Chris Wattie

    Pada 2 Oktober, gereja-gereja di Las Vegas bekerja sama dan berkoordinasi dengan polisi dan dewan kota untuk memberikan strategi respon untuk pemotretan massa hari Minggu. Pastor senior Gereja Internasional Las Vegas, Paul Marc Goulet mengatakan kepada Christian Broadcasting Network bahwa berbagai denominasi membawa makanan, mengunjungi para korban di rumah sakit, dan pada dasarnya mengekspresikan harapan untuk semua orang yang terkena dampak maut yang mematikan.

    “Ada semangat kolaborasi Kerajaan yang luar biasa,” kata pastor senior Hope Church, Vance Pittman. “Kita semua ada di dalamnya bersama-sama.”

    Gereja setempat mengirim pendeta dan relawan ke rumah sakit dan ke Thomas and Mack Center untuk menawarkan doa dan kebutuhan dasar lainnya kepada para korban. Beberapa juga menyediakan transportasi untuk orang-orang yang menghadiri festival musik akhir pekan dari kota lain dan melewatkan penerbangan mereka karena pemotretan massal.

    Selain itu, bank darah dibanjiri jumlah pendonor darah dari berbagai gereja. Hope Church and Shadow Hills Church berada di antara gereja-gereja yang bermitra dengan bank darah untuk menyediakan tempat untuk donor darah.

    Banyak gereja telah membuka pintu bagi siapa saja yang ingin mendoakan korban pembantaian Las Vegas. Gereja Pusat di Henderson meluncurkan hotline doa, sementara gereja Internasional membuka saluran telepon konseling untuk orang-orang yang terkena dampak mengamuk akhir pekan ini.

    Sementara itu, petugas penegak hukum mengatakan pada 3 Oktober bahwa tersangka penembakan Las Vegas Stephen C. Paddock telah membentuk sebuah cincin kamera pengintai di sekitar posisinya dari sebuah menara hotel sebelum dia menembaki orang-orang yang menghadiri festival musik pada hari Minggu malam. Namun, penyidik masih belum menetapkan motif pembantaian tersebut, The New York Times melaporkan. (www.christiandaily.com)

  • SEMANGAT PENUAI JADI TEMA IBADAH SYUKUR HUT 47 GBI YANG DIGELAR BPD GBI BEKASI

    SEMANGAT PENUAI JADI TEMA IBADAH SYUKUR HUT 47 GBI YANG DIGELAR BPD GBI BEKASI

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Rayakan HUT 47 GBI, Badan Pekerja Daerah Bekasi, hari ini, Jumat (6/10/2017), menggelar Ibadah Syukur yang dihadiri seluruh jajaran pengurus BPD Bekasi, para gembala dan pejabat GBI, baik Pendeta (Pdt), Pendeta Muda (Pdm), dan Pendeta Pembantu (Pdp). Tampil sebagai pembicara Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro, Sp.Kj., Ketua Pembinaan Keluarga BPH GBI. Sementara Arena Room Sport Center Harapan Indah, Kota Bekasi, menjadi tempat digelarnya acara yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh sukacita.

    Pengurus BPD Bekasi GBI bersama Pdt. Dwidjo Saputro (Pengkhotbah) dari BPH GBI

    Dalam khotbahnya yang bertolak dari Nats pokok Yohanes 4:35, “Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai”, Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro, Sp.Kj., mengajak para pejabat BPD Bekasi GBI untuk belajar mengenal kehendak Tuhan. Sebab menurutnya, antara pikiran Tuhan dengan pikiran manusia itu berbeda.

    “Memang pikiran Tuhan dengan pikiran manusia itu lain. Murid-murid Yesus bilang nanti baru menuai, tapi Tuhan Yesus bilang sekarang engkau harus menuai! Oleh karena itu, kita yang dipanggil menjadi pelayan, dipanggil menjadi hamba Tuhan, atau apapun namanya, harus selalu belajar mengenal pikiran Tuhan, mengenal kehendak Tuhan. Kalau saudara tidak mengenal kehendak Tuhan, nanti saudara cape-cape melayani, tapi apa yang dilakukan keliru semua,” jelas Ketua Pembinaan Keluarga BPH GBI ini meyakinkan.

    Pdt. Dwidjo Saputro sementara berkhotbah

    Berdasarkan Amos 9:13, Pdt. Dwidjo Saputro, mengingatkan para pejabat GBI BPD Bekasi bahwa penuaian itu harus dilakukan terus menerus, tidak pernah berhenti dan penuaian itu, dimulai dari yang terdekat yaitu, keluarga.

    “Murid-murid berpikir secara konvensional, secara alamiah. Tuhan kita berpikir secara super alamiah. Secara alamiah ada musim menabur, ada musim menanam baru nanti ada musim menuai. Jadi menurut murid-murid Yesus, nanti saja menuainya. Tapi dikatakan Tuhan Yesus, aku berkata kepadamu lihatlah sekelilingmu, pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. Tapi jangan lupa, keluarga saudara lebih dulu karna itu yang paling matang untuk dituai. Pastikan keluargamu selamat ikut Tuhan. Pastikan setiap anggota keluargamu jadi murid Tuhan Yesus. Percuma saja ngalor-ngidul kalau anggota keluargamu tidak jadi murid Yesus,” pungkasnya penuh semangat.

    “Kita berpikir tarsok-tarsok, besok, kapan lagi, lusa, nanti, santai-santai saja, sebisanya saja, nanti-nanti saja, tidak peduli dengan keadaan sekitarnya, tetapi hati dan pikiran Allah melihat tuaian adalah sekarang,” tambahnya lagi.

    Pada bagian lain, Pdt. Dwidjo Saputro juga berharap agar para pejabat GBI khususnya di BPD Bekasi untuk tidak kehilangan semangat dalam melayani dan menurutnya, semangat itu dimulai dari calling atau panggilan, sehingga bila orang tahu panggilannya maka semangat untuk melayani tidak akan pudar.

    “Semangat itu dimulai dengan calling atau panggilan. Kalau saudara tidak punya panggilan, panggilannya lain, jadi hamba Tuhan panggilannya lain, jadi pejabat GBI panggilannya lain, tidak panggilannya untuk jiwa-jiwa, maka saudara tidak akan paham-paham membaca ayat firman Tuhan ini. Sementara, kalau orang tahu panggilannya, maka semangat itu tidak akan pudar,” ungkapnya.

    Dijelaskan Pdt. Dwidjo Saputro, GBI harus tanggap dan peduli dengan jiwa-jiwa yang harus diselamatkan.

    “Pengguna narkoba makin lama makin muda, semakin banyak orang jahat, Anak-anak yang mengalami kekerasan makin banyak, wanita yang mengalami kekerasan makin banyak, anak yang tidak mempunyai orang tua makin banyak, dan seterusnya. Inilah yang dilihat Tuhan Yesus, ladang sudah menguning, mereka adalah tuaian. Masa saudara tidak peduli. Terus yang dipeduliin saudara apa? Yang dipeduliin GBI apa sebetulnya?,” tegasnya melempar kritik untuk membangkitkan semangat para pejabat BPD Bekasi GBI yang hadir.

    Suasan Ibadah Ucapan Syukur HUT 47 GBI – BPD Bekasi GBI

    Diakhir khotbahnya, Pdt. Dwidjo Saputro mendorong para pejabat GBI yang hadir untuk tidak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan untuk menuai jiwa-jiwa yang sudah matang dan siap dituai.

    “Jangan sampai kehilangan tuaian emas. Kalau kita tidak menuai sekarang, kita akan kehilangan tuaian-tuaian yang berharga. Kalau tidak sekarang, kalau nanti-nanti itu akan makin sulit, makin repot, bahkan ada kecenderungan kita tidak bisa menangani lagi. Kenapa? Karena Alkitab mengatakan bahwa dunia ini makin lama makin sukar, kasih makin lama makin dingin. Manusia itu makin sulit, tidak makin mudah. Saudara mengembalakan manusia bukan menggembalakan patung. Jemaat yang saudara gembalakan itu makin lama perangainya makin sulit. Sementara kita harus memuridkan mereka tidak gampang. Dan yang penting juga, motivasi dalam pelayanan harus benar,” pesannya menutup khotbah.

    Sejalan dengan Pdt. Dwidjo Saputro, Ketua BPD GBI Bekasi, Pdt. Samuel Harnadi, MA., dalam sambutannya kembali menegaskan soal waktu dan kesempatan untuk menginjil yang sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan oleh para pejabat GBI.

    “Kiranya sebagai pejabat GBI khususnya di BPD Bekasi, semakin cinta kepada Tuhan dan Gereja Bethel Indonesia. Biarlah semakin bersatu hati untuk masuk kepada tahun penuaian besar di tahun 2017 dan tahun-tahun akan datang. Jangan sia-siakan waktu yang ada! Gunakan waktu dan kesempatan yang Tuhan beri untuk mencari dan menyelamatkan jiwa-jiwa yang tersesat,” ungkap Pdt. Samuel Hernadi.

    Sebagai bentuk penegasan atas pentingnya waktu dan kesempatan, Ketua BPD Bekasi inipun mengajak semua yang hadir untuk menyanyikan pujian “Hidup ini adalah kesempatan”.

    Tak ketinggalan, video singkat yang berisi ucapan selamat HUT 47 GBI oleh BPH GBI ditayangkan untuk menambah motivasi bagi para pejabat GBI di BPD Bekasi yang hadir.

    Suasana pemotongan tumpeng

    Sementara itu, sebagaimana lazimnya Ibadah HUT, pemotongan tumpeng mewarnai acara Ibadah Syukur ini. Pdt. Dwidjo Saputro diminta untuk memotong tumpeng sebagai rasa syukur penyertaan Tuhan selama 47 tahun GBI dan kemudian menyerahkannya kepada Ketua BPD Bekasi, Pdt. Samuel Harnadi.

    Pdt. Yohanes Anwar (Ketua Panitia) & Pdt. Haryo Widjakso (Sekretaris Panitia) – Doorprize

    Ungkapan syukur dan terima kasih atas terselenggaranya Ibadah HUT 47 GBI disampaikan juga oleh Panitia Pelaksana Pdt. Yohanes Anwar T. (ketua), Gembala GBI Sport Center Harapan Indah dan GBI Plaza THB serta Pdt. Haryo Widjakso (sekretaris), gembala GBI Miracle Service Harapan Indah.

    Pada bagian akhir, setelah ditutup dengan doa oleh ketua BPD Bekasi GBI, dan doa berkat oleh Pdt. Andy Markus, pengundian doorprize pun menjadi acara terakhir yang menarik ditunggu-tunggu oleh semua yang hadir, khususnya para pejabat GBI, karena menurut panitia, doorprize hanya berlaku bagi mereka yang hadir dan tercatat sebagai pejabat di BPD Bekasi. (RSO)

  • WABUP MINAHASA IVAN SARUNDAJANG HADIRI HUT 70 GPDI HOSANA TONSEA LAMA TONDANO

    WABUP MINAHASA IVAN SARUNDAJANG HADIRI HUT 70 GPDI HOSANA TONSEA LAMA TONDANO

    TONSEA LAMA TONDANO, WARTANASRANI.COM – Dihadiri Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang, Ibadah syukur perayaan HUT 70 GPdI Hosana Tonsea Lama Tondano dan HUT 58 gembala jemaat yang juga anggota Komisi Pusat Pelayanan Jurnalistik Pantekosta (PELJUP) GPdI, Pdt. Tonny Christian Koloay, S.Th., Selasa (5/92017), berlangsung penuh hikmat.

    Saat penyalaan lilin HUT oleh Keluarga gembala (Kel. Koloay – Pinatik) yang didampingi 2 jemaat tertua sebagai perwakilan jemaat

    Dalam sambutannya, Wabup Minahasa memberi apresiasi kepada Gembala dan Jemaat yang atas usaha dan kerja keras membangun kembali gedung gereja dan pastori yang pernah mengalami musibah kebakaran pada tanggal 29 Agustus 2016.

    “Saya memberi apresiasi kepada gembala dan jemaat yang berjuang dengan gigih membangun kembali gereja dan pastori yang terbakar hingga saat ini gedung geraja hampir selesai,” ujar Sarundajang.

    Wabup Minahasa juga menyampaikan pentingnya kemitraan antara Gereja dan Pemerintah dalam memperkuat kehidupan bermasyarakat. Ini dikarenakan jemaat adalah bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat.

    “Sinergitas gereja dan pemerintah itu sangat penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Karena anggota jemaat adalah anggota masyarakat,” tegasnya.

    Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang saat memberi sambutan.

    Bicara soal peran dan tugas yang diemban, yang terus berupaya mengayomi, melindungi, dan melayani kepada segenap warga bangsa tanpa kecuali, Sarundajang pada kesempatan ini, selain memberi bantuan dana, juga memberi banyak motivasi untuk jemaat lokal dalam pembangunan pelayanan, baik untuk pembangunan fisik gedung gereja maupun pembangunan iman yang harus tumbuh dalam ketaatan, persatuan dan kedewasaan berpikir. Karena menurut Sarundajang, pembangunan yang holistik menjadi tujuan utama baik secara jasmani maupun rohani.

    Sementara itu, Ketua Majelis Pusat GPdI, Pdt. Dr. Robert Y. Longkutoy, MA., M.Th., dalam khotbahnya mengambil 2 nats pokok yang berhubungan dengan HUT gereja ke-70 (2 Timotius 3:1-5)  dan HUT  gembala ke-58. (Mazmur 139:13-14).

    Ketua Majelis Pusat GPdI, Pdt. Robert Y. Longkutoy, MA., M.Th

    Gayung bersambut dengan Wabup, Gembala GPdI Parakletos Tateli, Pdt. Dr. Robert Y. Longkutoy, juga memberi banyak motivasi iman untuk jemaat lokal. Berjuang membangun, bekerjasama, ketaatan, kesetiaan beribadah, melayani serta menghormati Gembala yang dipercayakan Tuhan dan bertanggung jawab dalam pelayanan, menjadi harapan Longkutoy dalam kehidupan berjemaat di GPdI Hosana Tonsea Lama, Tondano Minahasa.

    Saat Doa khusus buat Gembala dan Jemaat GPdI Hosana Tonsea Lama oleh Pdt. R. Y. Longkutoy

    Tampak hadir Camat Tondano Timur, Johny Tendean, MAP., diantara jemaat dan undangan yang memadati gedung gereja GPdI Hosana Tonsea Lama, yang dalam tahap penyelesaian pembangunan ini.

    Tak ketinggalan, sebagai bentuk ucapan syukur, Pdt. Dr. Mey Longkutoy Mamangkey, SH., MTh., memandu penyalaan lilin HUT yang mewarnai Ibadah Ucapan Syukur yang berlangsung sukacita ini.  Keluarga gembala (Kel. Koloay – Pinatik) yang didampingi 2 jemaat tertua sebagai perwakilan jemaat menyalakan lilin HUT dengan raut wajah penuh syukur. (SHS)

  • KETUA MP GPDI, PDT. JOHN WEOL TAMPIL SEBAGAI PEMBICARA KKR GPDI PAKU URE

    KETUA MP GPDI, PDT. JOHN WEOL TAMPIL SEBAGAI PEMBICARA KKR GPDI PAKU URE

    PAKU URE, MINSEL – WARTANASRANI.COM – Terlaksananya program jemaat selama setahun, disikapi gembala dan jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) El-Shaddai Paku Ure dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) selama 3 malam (5-7/9/2017).

    “KKR ini merupakan wujud ungkapan syukur GPdI El-Shaddai Paku Ure atas penyertaan Tuhan, sehingga program gereja selama setahun dapat terlaksana dengan baik. Kami berharap, KKR selama 3 hari ini dapat menjadi berkat tidak saja untuk jemaat GPdI El-Shaddai Paku Ure, tetapi juga untuk masyarakat Desa dan pemerintah,” ujar gembala jemaat GPdI El-Shaddai Paku Ure, Pdt. Moody Kodongan, M.Th penuh syukur.

    Pdt. Moody juga menyatakan terima kasih kepada Majelis Pusat, khususnya Ketua Majelis Pusat GPdI, Pdt. Dr. John Weol, M.Div., M.Th., M.Min., yang telah menyempatkan diri hadir sebagai pembicara KKR malam pertama.

    “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih, karena Ketua Majelis Pusat GPdI, Pdt. Dr. John Weol, bersedia menjadi pembicara dalam KKR ini. Kiranya lewat KKR ini menjadi alat Tuhan untuk penuaian jiwa-jiwa bagi kemuliaan Tuhan,” tegas Moody didampingi Isteri tercinta, Pdm. Ritha Ester Lumingkewas, S.Th.

    Pdt. John Weol, dalam khotbahnya yang mengambil nats pokok, Efesus 1:15-19, mengingatkan semua yang hadir untuk menyadari bahwa ada kemuliaan Tuhan yang diberikan bagi umat-Nya dan gereja-Nya.

    “Rasul Paulus berdoa agar supaya mata hati jemaat yang di Efesus terbuka melihat kemuliaan yang Tuhan berikan bagi umatnya,bagi gereja Tuhan. Kemuliaan yang Tuhan berikan bagi gereja-Nya; pertama kekayaan, kedua mujizat, dan ketiga iman,” sebut Ketua MP GPdI yang juga Ketua STT Pantekosta Jakarta ini.

    Untuk itu, menurut gembala GPdI El Uzay, Muara Karang, Pluit Jakarta dan GPdI Taman Aries, Jakarta ini, membuka mati hati menjadi syarat agar bisa melihat kemuliaan Tuhan yang diberikan bagi umatNya dan gerejaNya.

    “Kita bisa melihat kemuliaan Tuhan itu ketika mata hati kita terbuka. Karena itulah tujuan Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Efesus agar mereka mampu melihat kemuliaan Tuhan bahwa betapa hebat kuasanya bagi kita yang percaya, dalam ayat 19, namun mata hati kita harus terbuka, yaitu IMAN,” jelasnya.

    Dibanjiri oleh jemaat dan masyarakat Paku Ure, lawatan Tuhan begitu terasa dalam KKR ini. Mujizat pun terjadi dan sangat memberkati semua yang hadir.

    Sementara itu, pada KKR malam kedua dilayani oleh Pdt. Brando Lumataw, M.Th., Badan Pengawas Usaha Milik Gereja GPdI. Selanjutnya pada malam ketiga, tampil sebagai pembicara Ketua Departemen Penginjilan GPdI, Pdt. Ferry Mamangkey, M.Th.

    Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dilaksanakan oleh Tim Kerja El-Shaddai Ministry Paku Ure ini, di dukung oleh pemerintah Desa, Bamag, pemerintah Kecamatan, pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. (SHS)

  • BPD BEKASI, SIAP MENGGELAR IBADAH SYUKUR HUT GBI KE-47

    BPD BEKASI, SIAP MENGGELAR IBADAH SYUKUR HUT GBI KE-47

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Berdiri sejak 47 tahun yang lalu, Gereja Bethel Indonesia (GBI), telah menjadi gereja yang sangat berpengaruh bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia maupun bangsa-bangsa. Sebagai wujud rasa syukur, BPD Bekasi Gereja Bethel Indonesia (GBI) akan menggelar Ibadah Syukur HUT GBI, jumat besok (6/10/2017).

    Ibadah ini akan dilaksanakan di GBI Sport Center, Sport Center Harapan Indah, Arena Room, Jl. Harapan Indah, Kota Bekasi, dan dihadiri oleh para gembala sidang dan para pejabat GBI, baik Pendeta (Pdt), Pendeta Muda (Pdm), maupun Pendeta Pembantu (Pdp), yang ada di Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi.

    Sesuai dengan undangan yang diterima para gembala sidang GBI, Ibadah ini akan dimulai Pukul 18.00 Wib., dengan pembicara Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro, Sp.Kj., Ketua Pembinaan Keluarga BPH GBI.

    Sementara itu, sebagaimana lazimnya Ibadah Ulang Tahun, maka selain Ibadah Syukur, panitia mengagendakan acara pemotongan kue ulang tahun atau tumpeng. Bahkan untuk memeriahkan acara yang penuh sukacita ini, panitia pelaksana menyiapkan doorprize menarik.

    Pada akhirnya Panitia Pelaksana, Pdt. Johanes Anwar T. (Ketua), gembala GBI Sport Center Harapan Indah dan Pdt. Haryo Widjakso (sekretaris), gembala GBI Miracle Service Harapan Indah, berharap semua gembala dan pejabat Gereja Bethel Indonesia yang ada di wilayah kerja BPD Bekasi GBI, untuk hadir dengan dresscode batik. (RSO)

  • DEETJE CAROLINE MANDANG DITAHBISKAN SEBAGAI PENDETA GKRI

    DEETJE CAROLINE MANDANG DITAHBISKAN SEBAGAI PENDETA GKRI

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Selagi masih ada waktu dan kesempatan, maka setiap orang percaya, tanpa terkecuali, bertanggung jawab untuk memberitakan Injil. Hal ini disampaikan Deetje Caroline Mandang dalam khotbah perdananya saat ditahbiskan sebagai pendeta di Gereja Kristen Rahmani Indonesia (GKRI) Karmel, ITC Permata Hijau, Jakarta, Senin (2/10/2017).

    “Jangan sampai sudah waktunya Tuhan panggil, masih ada orang yang belum mendengar Injil akibat dari kita yang tidak mau memberitkan Injil tersebut. Jadi siapapun kita, diutus untuk memberitakan Injil kesemua orang,’ ujar isteri Pdt. Dr. Ronny Mandang ini penuh semangat.

    Mengutip Roma 1:16, “sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang pecaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani”, Deetje, yang berlatar belakang ibu rumah tangga ini, mengajak semua yang hadir dalam kebaktian pentahbisannya untuk berani memberitakan Injil keselamatan bagi semua orang.

    Kebaktian pentahbisan Pdt. Deetje Caroline Mandang dan Ev. Erni Utami Halim malam itu, dihadiri utusan beberapa lembaga aras seperti PGPI, PGLII, KWI, JDN dan beberapa lembaga lainnya.

    Dalam sambutannya Pdt Dr. Ronny Mandang sebagai pendeta sinior GKRI Karmel, merasa bangga kalau ada kekuatan baru yang hadir untuk menambah energi agar GKRI lebih banyak lagi orang-orang yang terpanggil untuk melayani. “GKRI Karmel memang kecil sekalipun demikian berkarakter jendral,” tandasnya malam itu.

    Menurut Ronny yang juga ketua umum PGLII ini, GKRI Karmel membutuhkan karakter Jenderal dalam pelayanan khususnya dalam memberitakan Injil. “Jendral adalah seorang komandan yang memiliki kemampuan atau otoritas memimpin dan memiliki keberanian. Untuk itu jemaat Karmel diharapkan juga mampu memiliki hati jendral terutama dalam kemampuan memberitakan Injil. Semangat ini pantas dimiliki karena GKRI adalah gereja injili yang sudah seharusnya memiliki tugas untuk memberitakan injil tersebut,” pungkasnya.

    Sementara itu, Pdt. Dr. Mulyadi Soleman ketika didaulat menyampaikan sambutan mengatakan menjadi gembala itu zonder gaji dan harus siap menerima apapun konsekuensinya. Namun Mulyadi juga menyemangati, bahwa Tuhan pasti akan memelihara setiap hamba Tuhan yang setia melayani. Selain itu sambung Mulyadi, menjadi hamba Tuhan berarti membuang diri artinya membuang diri dari semangat materialistis dan sepenuhnya melayani Tuhan.

    Tak ketinggalan, Romo Agus perwakilan KWI, juga berpesan agar terus semangat untuk melayani sebagai hamba Tuhan.

    Acara yang dihadiri ratusan undangan baik dari jemaat dan petinggi gereja, ditutup dengan acara makan malam bersama. (RSO)

  • JADI BERKAT BAGI KOTA DAN BANGSA, YAYASAN A2K DAN ANDYOT MENGGELAR BAKSOS PENGOBATAN GRATIS

    JADI BERKAT BAGI KOTA DAN BANGSA, YAYASAN A2K DAN ANDYOT MENGGELAR BAKSOS PENGOBATAN GRATIS

    KUPANG, WARTANASRANI.COM – Digerakkan oleh Visi dan Misinya untuk menjadi berkat bagi kota dan bangsa, Yayasan Anugerah Amal kasih (A2K) bekerjasama dengan Yayasan Andyot dari Korea menggelar bakti sosial berupa pengobatan massal gratis selama 3 hari dan KKR (25-29 September 2017) di GBI Imanuel, Pasir Panjang, depan Pos Brimob, Kota Kupang, NTT.

    “Salah satu ayat dalam kitab Yeremia mengatakan: Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu (Yeremia 29:7 TB). Berarti kita sebagai umat Tuhan harus mempunyai beban dan tanggung jawab atas suatu keadaan dari kota maupun bangsa, bahkan kalau keadaan suatu bangsa dalam keadaan buruk, kita sebagai umat-Nyalah yang diminta untuk berdoa dan bertobat seperti: dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. (2 Tawarikh 7:14 TB). Atas dasar Firman Tuhan inilah, Anugerah Amal Kasih bekerjasama dengan Yayasan Andyot hadir di Kota Kupang mengadakan Bakti Sosial pengobatan massal gratis,” jelas Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th.

    Menurut Pdt. Paul, pengobatan gratis berupa Sport Massage Kairo ini merupakan upaya Yayasan A2K untuk mendukung pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat.

    “Sekalipun saat ini memang pemerintah sudah semakin mempermudah akses kesehatan sampai ke tingkat desa, kami tetap ingin berkontribusi lebih kepada masyarakat,” tegas gembala GBI Taman Aster, Kota Harapan Indah, Bekasi ini, singkat.

    Ternyata niat baik Yayasan A2K dan Yayasan Andyot disambut antusias oleh warga, dimana setiap harinya ada 40 sampai dengan 80 pasien, dengan total pasien mencapai 180 orang.

    “Kami merasa senang karena kegiatan pengobatan gratis ini disambut antusias oleh warga. Kami harap kegiatan ini benar-benar dapat dirasakan warga manfaatnya. Harapan kami juga, melalui kegiatan ini, kesehatan warga desa lebih meningkat, dan warga juga memiliki kepedulian yang tinggi untuk melaksanakan pola hidup sehat dan bersih,” ujar hamba Tuhan kelahiran Nias, Sumatera Utara ini, penuh syukur.

    Diceritakan Pdt. Paul, dampak langsung dari pengobatan Sport Massage Kairo yang ditopang doa oleh tim yang terlibat, terlihat pada seorang wanita muda yang datang, dimana pada hari pertama tidak bisa jalan, tapi setelah didoakan dan mengikuti pengobatan, bisa jalan dan bersaksi.

    “Ada seorang nona (gadis) sudah 11 thn tidak bisa jalan karena kecelakaan. Ia datang harus di gendong waktu turun dari mobil, namun lewat pelayanan doa dan pengobatan, sekarang ia sdh bisa jalan dan bersaksi. Hal yang sama juga terjadi dengan pasien-pasien yang lain. Mujizat masih ada! Semoga kesaksian ini bermanfaat dan menjadi berkat,” cerita Pdt. Paul bersukacita.

    Sementara itu, selain bakti sosial pengobatan gratis, Tim yang terdiri dari; Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th., Pdp. Wahyudi Lingga, M.Th., Ev. Richard I. Utama, S.Th., Mr. Park Ho Soon, Ps. Dr. Samuel An, M.Th., Mss. Ester An, dan Pdm. Maruli Tua Simanjuntak, S.Th., juga mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) pada malamnya di gereja GBI Imanuel, Pasir Panjang, Kota Kupang, NTT.

    Dijelaskan Pdt. Paul, bakti sosial pengobatan gratis Sport Massage Kairo berupa Refleksiologi, Akupuntur, Kop (bekam), dan lain-lain, yang dilakukan oleh Mr. Park Ho Soon ini, juga akan dilaksanakan di Kota Bekasi, tepatnya di GBI Taman Aster, Kota Harapan Indah, Kota Bekasi.

    Dalam kesempatan yang lain, sebelum kembali ke Bekasi, Tim menyempatkan diri untuk melihat keindahan pantai di pinggiran Kota Kupang. (RSO)