Category: Profil

  • Pdt. Dr. J. Yohanes Sihombing, M.Th: Yayasan Berkat Maranatha Peduli Indonesia Terus Perkuat Komitmen di Bidang Sosial Kedukaan dan Pendidikan

    Pdt. Dr. J. Yohanes Sihombing, M.Th: Yayasan Berkat Maranatha Peduli Indonesia Terus Perkuat Komitmen di Bidang Sosial Kedukaan dan Pendidikan

    WARTANASRANI.COM, Kota Bekasi – Yayasan Berkat Maranatha Peduli Indonesia terus menunjukkan kiprahnya dalam bidang sosial dan pendidikan. Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Yayasan Harapan Indah, Kota Bekasi, Selasa (18/2/2025), Ketua Yayasan, Pdt. Dr. J. Yohanes Sihombing, M.Th, menegaskan bahwa organisasi yang berdiri sejak Februari 2017 ini semakin berkembang pesat dengan berbagai program unggulan yang bertujuan membantu masyarakat, terutama dalam pendidikan dan pelayanan sosial.

    Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Yohanes Sihombing yang juga gembala jemaat GBI Mawar Sharon Harapan Indah Bekasi ini menjelaskan bahwa yayasan memiliki komitmen tinggi dalam mendukung pendidikan anak-anak dari berbagai daerah. Setiap tahunnya, yayasan menargetkan untuk membiayai pendidikan 12 anak secara penuh, mencakup biaya makan, tempat tinggal, pendidikan, hingga uang wisuda. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, lulusan program beasiswa ini diwajibkan menjalani satu tahun pengabdian sebelum kembali ke daerah asal atau ditempatkan di cabang yayasan.

    Selain berfokus pada pendidikan, Yayasan Berkat Maranatha Peduli Indonesia juga bergerak di bidang pelayanan gerejawi. Saat ini, yayasan telah memiliki tiga cabang pelayanan gereja di Kota Bekasi serta beberapa cabang lainnya di Pekanbaru, Medan, dan Makassar. Para lulusan dari program pendidikan yayasan akan ditempatkan di berbagai cabang tersebut untuk membantu pelayanan selama satu tahun sebelum mereka kembali ke daerah masing-masing.

    Dalam aspek pelayanan sosial, yayasan turut aktif dalam bidang kedukaan dengan menyediakan layanan ambulans, bantuan kedukaan, serta tanah makam bagi jemaat yang membutuhkan. Hingga saat ini, yayasan telah menaungi lebih dari 140 gereja dengan jumlah jemaat mencapai sekitar 6.000 orang. Untuk mendukung pelayanan ini, yayasan menjalin kerja sama dengan sembilan rumah duka serta mengelola satu rumah duka sendiri di Kota Bekasi.

    Guna memperkuat layanan kedukaan, yayasan juga memiliki gedung khusus untuk produksi peti jenazah, gudang, serta kantor pusat yang mendukung operasional pelayanan. Yayasan terus berupaya meningkatkan kapasitas layanan ini agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam menghadapi momen duka.

    Dalam bidang pendidikan, Pdt. Yohanes Sihombing mengungkapkan rencana besar yayasan untuk mendirikan sekolah berbasis teologi Kristen, mulai dari tingkat TK hingga SMA. Program ini bertujuan untuk membangun generasi muda yang memiliki landasan iman kuat serta karakter yang tangguh dalam menjalani kehidupan.

    Untuk pelayanan kedukaan, yayasan memiliki divisi khusus bernama Sahabat Duka Maranatha (SDM), yang bertujuan mengubah kepanikan menjadi ketenangan bagi keluarga yang sedang berduka. SDM melayani penyediaan peti jenazah, ambulans, rumah duka, tanah makam, crematorium, serta pengiriman jenazah ke luar kota dan luar negeri, baik melalui jalur darat maupun udara.

    Bagi gereja, lembaga, atau individu yang ingin bergabung dalam pelayanan ini, dapat menghubungi Sahabat Duka Maranatha melalui kantor yayasan atau menghubungi kontak berikut: Pdt. Dr. J. Yohanes Sihombing (081210469970), Pdp. Yosua Sihombing, M.Th (081318223266), dan Feriza, SE (089675129772). Dengan berbagai program dan pelayanan yang terus dikembangkan, Yayasan Berkat Maranatha Peduli Indonesia berharap dapat terus menjadi berkat bagi masyarakat luas. (RS)

     

  • Markus Wauran Politisi Senior PDI Sulut Beri Wejangan dan Dukung Yerry Tawalujan ke Senayan

    Markus Wauran Politisi Senior PDI Sulut Beri Wejangan dan Dukung Yerry Tawalujan ke Senayan

    WARTANASRANI.COM, JAKARTA – Kiprah panjang Markus Wauran sebagai politisi kawakan asal Sulawesi Utara dimulai sejak tahun 1971 bersama Partai Nasional Indonesia (PNI).

    Saat itu Markus menjadi anggota termuda DPRD Sulawesi Utara dari PNI, pada usia 28 tahun. Pada tahun 1977, Markus terpilih kembali menjadi wakil rakyat di DPRD Sulawesi Utara, lewat Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

    Pada Pemilu tahun 1982, Markus terpilih kembali sebagai anggota DPRD Sulut untuk periode ke tiga.

    Karier politik Markus Wauran berlanjut ke Senayan, menjadi anggota DPR RI selama 12 tahun. Sewaktu di Senayan, putera asal Minahasa ini vokal memperjuangkan penggunaan nuklir sebagai sumber tenaga listrik.

    Menghadapai kontestasi Pemilu tahun 2024, Markus Wauran terpanggil membagikan wawasan dan pengalamannya kepada kader politisi muda asal Sulawesi Utara yang akan maju menjadi Calon Anggota DPR RI.

    Pada pertemuan 17 Maret 2023 di Jakarta, Markus Wauran membagikan pengalaman dan wejangan kepada politisi muda Efrain Yerry Tawalujan, Ketua DPP Partai Perindo yang akan maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara.

    Empat tips diberikan Markus Wauran kepada yuniornya E. Yerry Tawalujan agar lolos ke Senayan menjadi anggota DPR RI.

    Pertama, harus tetap mengandalkan Tuhan. Karena jika mengandalkan Tuhan, upaya yang dilakukan akan dibuat berhasil oleh Tuhan.

    Kedua, harus menjadi pembawa suara kenabian. Berani bersuara menyampaikan kebenaran, keadilan dan menyuarakan aspirasi rakyat.

    Ketiga, komitmen untuk terus memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Politik harus dipakai sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

    Keempat, berdedikasi kepada rakyat. Menjadi pengabdi rakyat. Apalagi Yerry Tawalujan nanti akan ke Senayan mewakili rakyat Sulawesi Utara, maka harus berdedikasi menjadi pelayan dan perjuangkan peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Sulut.

    “Saya akan terus mendoakan dan memberikan dukungan penuh untuk yunior saya Yerry Tawalujan agar berhasil lolos ke Senayan sebagai wakil rakyat menjadi anggota DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara,” ujar Markus Wauran

  • KEMBALI KE POLITIK, ROY RENING TEGASKAN TEKADNYA BERJUANG DAN MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NTT

    KEMBALI KE POLITIK, ROY RENING TEGASKAN TEKADNYA BERJUANG DAN MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NTT

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Advokat senior, Dr. Stefanus Roy Rening, SH, MH, memutuskan untuk kembali terlibat dalam dunia politik. Setelah sempat vakum selama 15 tahun, Roy Rening melabuhkan pilihan ke Partai Perindo, dan berjuang menjadi Caleg Dapil I Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk dapil Flores, Lembata, dan Alor dalam Pemilu 2024.

    Stefanus Roy Rening didampingi Mikael Laba Kleden, Franky M. Lewang (Tokoh Masyarakat Maumere Jabodetabek), F.X. Ellyas Nyoman

    Saat ditemui di Jakarta, Roy mengatakan, dirinya berjuang untuk memajukan kesejahteraan bagi masyarakat NTT, khususnya Dapil NTT I meliputi Flores, Lembata dan Alor.

    “Saya melihat NTT itu dari semua wilayah di Indonesia, masih masuk dalam wilayah tertinggal, termasuk daerah termiskin ketiga di Indonesia,” ujar Roy.

    Atas dasar itu, Roy melihat perlu ada penggerak untuk memajukan ketiga daerah di NTT tersebut.

    “Konsen saya juga memberikan perlindungan hukum terhadap orang tertindas dan terpinggirkan. Sebagai mantan aktivis sejak muda (mahasiswa), selalu ada spirit yang menggerakan, merasa terpanggil untuk harus tetap peduli dalam “tugas suci,” membangun “bonum commune” bagi masyarakat bangsa,” tukas Roy.

    Dunia politik sendiri bukan barang baru untuk advokat senior ini. Pada awal reformasi, Roy terlibat sebagai Deklarator berdirinya Partai Katolik Demokrat (PKD) dan sebagai peserta pada Pemilu 1999, lalu mengambil estafet kepemimpinan sebagai Ketua Umum DPP PKD pada tahun 2002, setelah terjadi kevakuman Ketua Umum.

    Menyiasati ketentuan peraturan per-UU-an pada saat itu, Roy bekerjasama dengan aktivis politik Kristen membangun koalisi partai berbasis Katolik dan Kristen membentuk Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI). Roy terpilih sebagai Ketua Umum DPP PKDI (Dewan Pimpinan Pusat Partai Kasih Demokrasi Indonesia) dan mengantar PKDI sebagai peserta pemilu pada Pemilu 2009.

    Dan memasuki Pemilu 2024, Roy memutuskan untuk kembali terlibat dalam partai politik.

    “Mencermati dan mengikuti serta berusaha memahami latar belakang, visi dan misi partai politik, Partai Perindo menjadi pilihan pas sesuai spirit perjuangan yang selama ini dihidupi. Keadilan dan kesejahteran sebagai elemen utama persatuan nasional adalah visi dan misi yang menghidupkan semangat untuk ikut peduli dan terlibat mengabdi di dalamnya. Dan pada Pemilu 2024 ini ditempatkan sebagai salah satu Pengurus DPP Partai Perindo dan Caleg dari Dapil 1 NTT untuk Flores, Lembata, Alor,” kata Roy.

    Menurut Roy, setelah 20-an tahun reformasi, memang sudah banyak kemajuan tercapai di berbagai bidang kehidupan, namun di sana-sini masih terdapat ancaman dan tantangan yang harus dijawab.

    “Masih ada banyak keprihatinan dan rasa kecewa. Demokratisasi dan kebebasan sebagai slogan utama reformasi, tapi masih terungkap adanya penyusupan ideologi transnasional yang mengoyak nilai-nilai luhur kebangsaan Indonesia. Artinya, rasa kebangsaan dan persatuan nasional masih tetap menjadi soal yang rawan. Untuk itu, semua warga negara yang peduli harus terlibat sebagai penyambung lidah dari ”voice of the voiceless.”,” tukas Roy.

    Ditambahkannya, pihaknya banyak menyaksikan jabatan negara dipakai hanya untuk pamer kemewahan dan eksistensi diri, meninggalkan harapan dan jeritan rakyat yang lemah miskin.

    “Fungsi-fungsi utama lembaga negara  dalam banyak kasus hanya dipakai demi kepentingan pribadi dan golongan. Rakyat kebanyakan tetap terpinggirkan dan hak-hak dasar mereka sebagai warga negara terabaikan dalam kebijakan negara,” tukas Roy.

    Karena itu, mengambil posisi dan peran ini, pihaknya ingin menjawab mengapa harus kembali terlibat.  Proses politik lewat pemilu bukan sekedar memilih wakil rakyat dan memilih pemimpin negara/daerah, tetapi lebih dari itu untuk menghindari orang-orang rakus dan jahat berkuasa.

    “Jika orang-orang baik diam dan tidak terlibat, orang jahat yang terorganisir yang akan memimpin negara,” tutup Roy.

  • Prof. Dr. Hoga Saragih, ST, MT, IPM, CIRR: Dari Teknisi Elektronik, Kini Menjadi Profesor Universitas Bakrie

    Prof. Dr. Hoga Saragih, ST, MT, IPM, CIRR: Dari Teknisi Elektronik, Kini Menjadi Profesor Universitas Bakrie

    PELANGIINDONESIA.ID – Berawal dari kecintaannya pada pelajaran elektronika sejak SMP, membawa pria berdarah Batak Simalungun kelahiran Bandung tahun 1967 menjadi seorang pengajar dan praktisi dalam bidang teknologi bahkan guru besar di Universitas Bakrie. Sikapnya yang ramah dan murah senyum, merupakan cerminan sosok Prof. Dr. Hoga Saragih, ST., MT., IPM., CIRR. Prof Hoga, begitu ia disapa merupakan lulusan Lemhanas PPSA 22 tahun 2019.

    “Saya dahulu Ketika SMP sudah suka pelajaran elektronika dan suka praktek elektronik dan membuat alalt-alat elektronik ini mengikuti kursus kursus Elektronika Dasar, Kursus Radio, Kursus TV, Perbaikan Televisi yang akhirnya saya menjadi Teknisi,” cerita Prof Hoga.

    “Saya seorang Teknisi Elektronik dulu. Saya buka toko service elektronik, namanya ‘Mitra Elektronik Service’, saya sebagai tekniksi melayani  perbaikan Televisi, Radio, Kamera, Video, Komputer, kipas angin, strika, remote control, dan juga alat-alat listrik elekronika lainnya saya perbaiki, bahkan ac dan kulkas. Jadi, saya ini tukang service elektronik menjadi seorang Guru Besar, perjalanan hidup saya ini tukang teknisi pesawat televisi menjadi seorang Profesor,” cerita Prof Hoga menegaskan perjuangannya dari seorang tukang service yang kini menyandang guru besar.

    Prof. Hoga Saragih saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Universitas yang diselenggarakan oleh Mahendradatta dan Pewarna Indonesia

    Kecintaannya pada Pendidikan ditegaskan Prof Hoga. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk dunia Pendidikan menjadi komitmen besarnya, khususnya melalui didikannya dapat menghasilkan Professor baru, Doktor baru, Magister baru dan Sarjan-sarjana baru.

    “Saya Prof. Dr. Hoga Saragih ST, MT., selama saya masih hidup, sepanjang umur saya, saya suka perkerjaan sebagai Dosen. Selama saya hidup, jika TUHAN mengijinkan saya sebagai Dosen ingin berbuat sesuatu dalam menghasilkan: 10 orang Profesor Baru; 100 orang Doktor (S3) Baru; 1000 orang Magister (S2) Baru; dan 10.000 ( S1) orang Sarjana (S1) Baru,” ungkap Ketua Ikatan Cendekiawan Simalungun ini meyakinkan.

    Lebih jauh, Dewan Pakar Nasional Cyber Security Defense menyatakan tekadnya sebagai Dosen untuk melakukan bimbingan, pembelajaran, melalui proses penelitian, maupun proses pengapdian pada Masyarakat sampai kepada proses ujian sidang akhir dan mencapai nilai terbaik serta LULUS tepat waktu.

    “Saya sebagai Dosen, bisa membawa mereka pada hidup yang lebih bermanfaat bagi  orang banyak dan juga mengupayakan nilai nilai kemanusiaan, mengusahakan kedamaian, membuat kesejahteraan dan memberikan kebahagiaan dalam memanusiakan manusia,” tuturnya.

    Prof. Hoga Saragih bersama Sekjen Pewarna Indonesia Ronald Stevly Onibala

    Dewan Pakar Jurnal Wicaksana Group dan Dewan Pakar GAKORPAN menyampaikan visi dan misinya untuk menyampaikan kebenaran tentang keilmuan teknologi informasi. Menurut Ilmu manusia adalah ilmu tertinggi dalam semua zaman dan waktu.

    “Visi misi yang saya miliki adalah menyampaikan kebenaran tentang keilmuan teknologi informasi. saya selalu menyampaikan bahwa ilmu manusia adalah ilmu tertinggi dalam semua zaman dan waktu dan juga peradaban, zaman dulu zaman sekarang dan zaman yang akan datang, ilmu teknologi dan manusia yang menciptakan teknologi,” terangnya.

    “Harus saya sampaikan bahwa banyak hal yang terbalik di lapangan yang terjadi pada manusia. Harusnya manusia yang menciptakan teknologi bisa menguasai dan mengendalaikan teknologi, tetapi yang terjadi adalah alat yang di ciptakan melawan ciptaaannya,” terangnya lagi.

    Lebih jauh, Prof Hoga yang juga duduk sebagai litbang Pengurus Pusat Pewarna Indonesia menyampaikan jangan sampai teknologi membunuh hidup dan kehidupan manusia, jangan sampai teknologi membunuh waktu manusia, jangan sampai teknologi membunuh kehidupan social manusia, jangan sampai dengan keberadaan teknologi membunuh nilai-nilai kemanusiaan.

    Prof. Dr. Hoga Saragih, ST, MT, IPM, CIRR

    “Harusnya teknologi diciptakan untuk menolong manusia, harusnya teknologi di ciptakan untuk bermanfaat bagi manusia, ini yang harus mansusia sadari sebagai pencipta teknologi, bahwa manusia menciptakan teknologi bahwa jangan sampai manusia menjadi budak dari teknologi, jangan samapai manusia terbelenggu oleh teknologi manusia bisa merasakan dampak teknologi ada dampak positif dan dampak negative,” pungkasnya.

    Dewan Pakar Garda Juang Indonesia dan DEWAN PENASEHAT BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI PBP DPN PERKASA merasa senang dan bahagia bahkan bersyukur bisa di berikan Tuhan kekuatan kemampuan untuk membagikan ilmu yang bisa diajarkan, serta memberikan kejelasan dan penerangan untuk orang banyak.

    “Memang saya sadari ilmu teknologi di bukakan Tuhan semua ilmu untuk saya, karena saya minta sama Tuhan untuk memberikan saya pengertian hikmat dan kebijaksanaan tentang teknologi ini, saya bisa menyampaikannnya secara jelas dan bisa di mengerti pemahaman ilmu saya yang bisa saya sampaikan. Saya selalu saat teduh merenung dan bertanya pada Tuhan supaya saya diberikan penjelasan untuk mengerti ilmu Teknologi  ini untuk disampaikan kepada orang banyak sehingga bermanfaat dan berguna bagi banyak orang,” ujarnya.

    “Saya ini manusia biasa, saya sama dengan manusia lainnya, saya melakukan pekerjaan dengan waktu jam kerja. Sisa jam kerja, saya bagi waktu untuk keluarga, saya  dalam membagi waktu saya menggunakan teknologi dalam jadwal kelender, schedule, jadi saya melakukan juga membagi waktu untuk Planning Organisasi Actuating Monitoring. Jadi kalau ada waktu saya jelaskan juga bagaimana cara kerja optimal kerja saya dengan mengunakan pola Alam, intinya saya selalu bekerja dengan cara menyiapkan wadahnya kemudian sudah ada wadahnya saya isi dengan kontennya,” ujarnya lagi.

    Berikut beberapa jabatan  dan kegiatan dan penghargaan Prof. Dr. Hoga Saragih, ST, MT, IPM, CIRR: Guru Besar Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Bakrie; Ketua Ikatan Cendekiawan Simalungun; Dewan Pakar Nasional Cyber Security Defense; Dewan Pakar Jurnal Wicaksana Group; Dewan Pakar GAKORPAN; Dewan Pakar Garda Juang Indonesia; DEWAN PENASEHAT BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI PBP DPN PERKASA; Dewan Pembina PASTIKINDO; Dewan Litbang PEWARNA; Dewan BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI PERGUBI; Konsultan IT  PT TIMAH Tbk; Konsultan Ditkamsel Porlantas POLRI; Pembicara Narasumber KOMINFO; Pembicara Narasumber BSSN; Alumni LEMHANNAS PPSA 22; Ketua bidang kerjasama IKAL Strategic Center; Penghargaan Tokoh Kemanusiaan anugerah Singaraja Sakti Award 2020; Penghargaan Narwatsu Tokoh Kerukunan Nasional 2021 Majalah Narwastu; Nara sumber Majalah Gaharu; Acara Kick Andy “Bukan Warisan Harta”.

  • 40 Hamba-hamba Tuhan deklarasikan, siap sehati bersama Pdt.Ferdinand Rompas

    40 Hamba-hamba Tuhan deklarasikan, siap sehati bersama Pdt.Ferdinand Rompas

    Warta Nasrani – Depok, 13 April 2022. Dalam rangka sosialisasi menjelang Musyawarah Daerah (Musda) GPdI Jabar. Bertempat di GPdI Melati Depok, berkumpul para hamba-hamba Tuhan kota Depok dan sebagian Kab.Bogor (barat).

    Acara diawali ibadah bersama, selanjutnya acara sosialisasi dan pemaparan oleh Pdt Johny Keintjem perihal pencalonan Pdt. Ferdinand Rompas untuk maju sebagai calon ketua MD GPdI Jabar.2022-2027.

    Ibu Pdt. Leony Wuarlela, gembala selaku tuan rumah mengatakan, “Yang utama mari kita doakan musda nanti”. Selanjutnya, “Perlu menjadi buah pikiran kita bersama (untuk memilih) bahwa kepemimpinan Pdt. Ferry Rompas dalam kurun waktu 2 tahun telah mengunjungi seluruh gembala-gembala GPdI se-Jabar, kunjungan atau safari itu telah banyak memberi dampak positif bagi gembala-gembala, maka tentunya dimusda nanti ini menjadi pilihan yg tepat”. tegasnya.

    Pada sesie dialog beberapa peserta mengajukan beberapa pertanyaan, diantaranya Pdt. Yohanes Dien, bertanya tentang program kerja serta visi. Pdt. Johny Keintjem menjawab, bahwa visinya sudah jelas dan nyata, kita bisa melihat sendiri apa yg sudah dilakukan oleh ketua MD Pdt. Ferry Rompas selama ini, dan yg pasti akan ada visi yg lebih akurat.

    Demikian juga Pdt. Marintan Sihombing salah satu peserta mengatakan, “Kita doakan Pdt. Ferry Rompas menjadi ketua MD, dengan harapan bila terpilih bisa mempersatukan tanpa gep dan merangkul semua”.

    Pdt. Jefry Pomantow, mengusulankan agar kedepan safari lebih diefektifkan lagi ,karena sangat berharga sebagai bentuk perhatian pimpinan untuk membangkitkan semangat para gembala dalam pelayanan.

    Pdt.Surbakti, berharap perlu dibenahi sistim perekrutan pada struktur organisasi, agar efektif.

    Selanjutnya Pdt. Johny Keintjem, mengklarifikasi anggapan beberapa orang bahwa Pdt. Ferry Rompas terlambat mensosialisasikan diri dalam pencalonan. Pdt.Johny mengatakan sesungguhnya tidak terlambat, “Pdt. Ferry Rompas taat dan tahu aturan”. ujarnya. “Harus menunggu keputusan panitia nominasi baru bisa secara terbuka menyatakan diri”, tegasnya.

    Pada closing acara, Pdt.Jhon Keintjem menantang para peserta. “Saudara yg sehati dengan saya untuk memilih Ferry Rompas, saya minta untuk angkat tangan”. Pada saat itu spontan sekitar 40 orang peserta yg hadir, semuanya angkat tangan disertai tepuk tangan aplouse, berkomitmen siap sehati mendukung Pdt. Ferry Rompas sebagai ketua MD 2022-2027.

    Acara diakhiri foto bersama dan makan siang selesai pkl 13.00 wib.  (DK)

  • Dr. Septinus Saa, Sos.,M,Si: Uncen Punya Kemampuan SDM Memanfaatkan dan Menguasai IPTEK, Berinovasi. dan Menjadi Pelopor Kemajuan Dibidang Riset di Papua

    Dr. Septinus Saa, Sos.,M,Si: Uncen Punya Kemampuan SDM Memanfaatkan dan Menguasai IPTEK, Berinovasi. dan Menjadi Pelopor Kemajuan Dibidang Riset di Papua

    WARTANASRANI.COM – Adalah Dr. Septinus Saa, Sos.,M,Si yang berpikiran ke depan agar Uncen menjadi univeristas riset, sebab ke depan yang dibutuhkan adalah Riset dan Teknologi. Suami dari Juliana Hendrika Kocu, S.Th. Ayah lima anak; Paskalia Carolin Rakamputri Saa, Dianzefana Anthoneta Rakamputri Saa, Imanuela Korina Rakamputri Saa, Aprilia Alberzontin Rakamputri Saa, Yusuf Samuel Rakamputra Saa ini, melihat lembaga pendidikan mesti kompetitif, dan yang dibutuhkan adalah lembaga pendidikan yang menguasai Riset dan Teknologi.

    Dalam rangka menuju Papua sebagai daerah yang menguasai teknologi di tahun 2030, Dr. Septinus Saa mengajak Uncen punya kemampuan untuk memanfaatkan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi antar lembaga, sumber daya manusia dalam menguasai dan memanfaatkan iptek dan inovasi. Uncen diharapkan menjadi pelopor kemajuan dibidang riset di Papua.

    “Tuntutan masyarakat pada Universitas Cenderawasih untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, serta memiliki kemampuan penunjang seperti menguasai hard skill dan soft skill agar mampu bersaing di tingkat nasional dan global,, kami bisa wujudkan jika diberi kesempatan memimpin Uncen,” ujar pria kelahiran Aifat/Sorong, 24 September 1968.

    Uncen memiliki keunggulan

    Alih-alih Dr. Septinus Saa rindu ke depan memimpin Uncen oleh karena menurutnya, lebih dari 90 % Program studi sudah terakreditasi. “Program studi yang belum terakreditasi adalah program studi yang baru di usulkan dan telah disetujui oleh Kemdikbud. Universitas Cenderawasih memiliki unit pelaksana penjaminan mutu yang telah dilembagakan secara struktural, serta prosedur pelaksanaan penjaminan mutu yang telah disahkan. Tersedianya unit dan prosedur audit internal yang mapan baik dibidang akademik maupun non akademik Universitas Cenderawasih memiliki Unit Pusat Pengembangan Karir Career Development Center (CDC) untuk menjawab komitmen universitas dalam membekali calon lulusan memasuki dunia kerja,” ujarnya.

    Dia juga menambahkan, Universitas Cenderawasih memiliki dosen tetap dengan kualifikasi S2 dan S3, sebanyak 585 orang yang telah memenuhi syarat sebagai staf pengajar sebagaimana menurut peraturan perundang-undangan, yakni minimal bergelar Magister (S-2). “Universitas Cenderawasih memfasilitasi perolehan sertifikasi pendidik professional bagi para Dosen Universitas Cenderawasih dan lebih dari 75 % dosen telah tersertifikasi,” ujar lulus Universitas Cenderawasih (S1) Jayapura-Papua 1994 Ilmu Administrasi Negara. Magister Universitas Gadjah Mada (S2) Yogyakarta (Provinsi Daerah Istimewah Yogyakarta) 2008 Ilmu Administrasi. Dan lulusan Universitas Hasanuddin (S3) Makassar (Provinsi Sulawesi Selatan) 2016 Ilmu Administrasi.

    Menurutnya, tersedianya kurikulum yang berstandar nasional yang disesuaikan dengan visi dan misi Universitas Cenderawasih. Universitas Cenderawasih memiliki Prasarana dan sarana fisik berupa gedung, ruang kuliah, ruang pertemuan, laboratorium, museum, GOR serta perpustakaan yang cukup memadai. Universitas Cenderawasih memiliki lahan yang masih luas untuk pengembangan gedung perkuliahan, laboratorium, fasilitas olahraga, tempat rekreasi, dan lain-lain. Adanya lembaga mandiri yang mengelola penelitian dan pengabdian masyarakat secara khusus (LPPM).

    “Universitas Cenderawasih mengelola jurnal ilmiah untuk kepentingan publikasi hasil penelitian dosen dan juga mahasiswa. Universitas Cenderawasih memiliki sumber daya manusia (tenaga pakar) yang sesuai dengan kajian yang ingin dilakukan oleh mitra baik pemerintah maupun swasta,” ujar Lektor Kepala Dengan Pangkat/Golongan (Pembina/IV.a).

    Ketua Program Studi Administrasi Negara FISIP-UNCEN 2009-2013 147/H20/KP/2009. Pembantu Dekan II (Bidang Administrasi Umum Dan Keuangan FISIP-UNCEN 2009-2013 072/H20/KP/2009. Sekretaris Senat Perguruan Tinggi FISIP Uncen      2009-2013, jika terpilih menjadi rektor Uncen akan memimpinnya menjadi lembaga pendidikan yang kompetitif.

    “Saya ingin membangun sebuah proses pembelajaran sebagaiman Tri Darma Pendidikan. Saya melihat di Uncen selama ini belum berjalan dengan baik. Tetapi saya optimistis  program ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Kepala Pengelola Ruang Baca Jurusan Ilmu Administrasi FISIP-UNCEN 1999-2002 ini. Sementara terkait dengan pengembangan teknologi informasi, termasuk sarana menerapkan dengan model elektronik yang sekarang belajar dengan virtual, dia mengeluhkan kendala di Papua listrik sering padam.

    Mengubah kelemahan jadi kekuatan

    Dia melihat lain. Kendala yang dihadapi adalah insfrastuktur perkuliahan belum memadai sehingga belum menunjang pembelajaran masa kini berbasis revolusi industri 4.0 berbasis pengembangan masyarakat modern berbasis 5.0. “Konektivitas jaringan TIK di kampus Waena dan Abepura yang belum memadai sehingga belum mendukung pengembangan sistem informasi akademik secara optimal. Muatan OTK sudah tidak relevan dengan perkembangan Uncen dan belum terintegrasinya sistem-sistem informasi manajemen yang dimiliki untuk mendukung pengembangan keputusan dan kebijakan,” sebutnya.

    Disadari masih banyak program studi yang terakreditasi C, program studi yang belum terakreditasi, dan program studi yang belum mengusulkan akreditasi. Belum maksimalnya upaya-upaya dan hasil-hasil penggalian sumber dana alternatif (revenue generating) untuk menunjang anggaran operasional dan pengembangan kelembagaan.

    Oleh karena itu, pelayanan kepada mahasiswa dalam bentuk: pembinaan dan pengembangan soft skill mahasiswa belum memadai; belum adanya layanan dan asuransi kesehatan bagi mahasiswa; koperasi mahasiswa di tingkat universitas belum terbangun. Maka cara terbaik baik adalah memanfaatkan ikatan alumni sudah terbentuk, namun belum berfungsi secara optimal. “Terbatasnya mahasiswa yang memanfaatkan tawaran hibah karya ilmiah secara nasional dan kewirausahaan untuk mengembangkan bakat dan minatnya. Fenomena kebebasan mimbar akademik yang kurang terkontrol yang disertai dengan pemalangan kampus yang berdampak pada menurunnya kualitas mutu pendidikan, kompetensi lulusan dan berkurangnya animo mahasiswa untuk masuk ke Uncen ke depan.”

    Kelemahan lain menurut Dr. Septinus Saa belum optimalnya jumlah hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal terakreditasi nasional dan internasional bereputasi. “Pendidikan, pelatihan, serta training peningkatan profesionalitas tenaga pendidik dan kependidikan terbatas. Lemahnya kontrol dan pemantauan proses pelaksanaan kurikulum di tingkat prodi oleh Lembaga Penjaminan Mutu sehingga berdampak pada proses dan hasil pembelajaran. Penggunaan teknologi informasi (internet) melalui e-learning telah dilakukan walaupun belum optimal dan selama ini baru tersedia sarana prasarananya di fakultas dan universitas, namun mahasiswa dan dosen melakukannya secara mandiri, serta terbatasnya fasilitas komputer yang terkoneksi ke internet,” sebutnya.

    Terbatasnya dosen yang kreatif dalam mengembangkan media pembelajaran, materi, metode pembelajaran, penggunaan teknologi pembelajaran, dan evaluasi. Belum optimalnya keterlibatan pemangku kepentingan dan para pengguna lulusan dalam memberi masukan terhadap penyusunan kurikulum. Lemahnya manajemen pengelolaan aset dalam pengelolaan aset-aset Universitas Cenderawasih baik di kampus Jayapura maupun lokasi lain. Keterbatasan fasilitas pendukung perpustakaan, minimnya koleksi, serta minimnya sarana dan prasarana pendukung bagi layanan perpustakaan yang prima.

    Dosen masih kurang aktif mengakses kebijakan dan tawaran penelitian nasional dan instansi mitra, serta belum optimalnya keikutsertaan dosen dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat. Kurangnya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan P2M oleh dosen dibarengi dengan rendahnya minat mahasiswa untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Terbatasnya fasilitas dan anggaran penelitian serta publikasi ilmiah dan kurangnya dokumentasi/pendataan publikasi tiap kegiatan penelitian. Belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi yang tersedia untuk mendukung pelaksanaan penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta kerja sama.

    Uncen punya peluang

    Namun Dr. Septinus Saa punya optimisme Uncen punya peluang dalam pengembangan Ipteks terbuka luas bagi perguruan tinggi. Terbukanya kesempatan luas bagi Universitas Cenderawasih untuk berperan dalam masyarakat internasional seiring dengan perhatian dunia terhadap lingkungan. Terbitnya UU No.12 Tahun 2012 memberi peluang melakukan diversifikasi pendidikan akademik, vokasi, dan profesi. Dukungan pengembangan oleh pemerintah melalui skema BOPTN. Semakin meningkatnya kepercayaan publik terhadap Universitas Cenderawasih. Penugasan Pemerintah sebagai pusat unggulan pendidikan profesi guru.

    Kemitraan dengan institusi baik di dalam maupun di luar negeri yang ditujukan untuk pengembangan kelembagaan dan tata kelola. Pembaharuan dalam sistem pendidikan, meliputi pembaharuan kurikulum secara profesional, penyusunan standar kompetensi lulusan yang berlaku secara nasional dan daerah menyesuaikan dengan kondisi setempat; penyusunan standar kualifikasi pendidik yang profesional; penyusunan standar pendanaan pendidikan sesuai prinsip pemerataan dan keadilan; pelaksanaan manajemen berbasis sekolah dan otonomi perguruan tinggi; serta penyelenggaraan pendidikan yang terbuka.

    Sementara untuk pemberlakuan otonomi daerah khusus (Otsus), baginya, dibutuhkan kontribusi optimal dari Universitas Cenderawasih dalam rangka penyediaan sumberdaya manusia dan karya penelitian bermutu untuk mendukung pembangunan di tanah Papua. Kemajuan teknologi informasi sebagai kebutuhan pokok masyarakat, menuntut sumbangsih Universitas Cenderawasih dalam mengembangkan sistem informasi untuk meningkatkan pelayanan publik, kemudahan publikasi serta membangun jaringan yang lebih luas dengan alumni, institusi pemerintah dan swasta serta masyarakat yang lebih luas. Banyak tawaran beasiswa dan hibah karya ilmiah untuk mengembangkan bakat dan minat mahasiswa baik pada jenjang lokal, regional, nasional dan internasional.

    Di  Papua salah satu lembaga pendidikan negeri di Universitas Cenderawasih (Uncen) adalah perguruan tinggi negeri di Jayapura, Indonesia, yang berdiri pada 10 November 1962. Uncen merupakan perguruan tinggi negeri tertua di tanah Papua. Kisahnya tentu tak terlepas dari perjalanan panjang sejarah pendidikan di Papua. Uncen didirikan 10 November 1962 bertepatan dengan hari pahlawan. Uncen sendiri didirikan awalnya dengan Tiga Fakultas (FIK, FHKK,dan FPPK). Pendirian UNCEN merupakan keinginan masyarakat Papua serta menanggapi keinginan Pemerintah Republik Indonesia, sebagai upaya membangun SDM Papua yang diharapkan akan berperan aktif dalam pembangunan di tanah Papua, maupun NKRI. Saat ini Uncen telah berusia 65 tahun dengan membina 79 Prodi, 23 Jurusan, 9 Fakultas, 79 jenjang (D3 ,S1, S2, S3). Sementara untuk kepentingan menunjang pendidikan, Uncen memiliki 2 lembaga dan 3 UPT (Perpustakaan, Museum, dan Komputer).

  • Apresiasi Pewarna Indonesia 2020: Irjen Pol Purn Dr. Benny Jozua Mamoto, S.H., M.Si., Terima Apresiasi Sebagai Figur Budaya Yang Menginspirasi Masyarakat

    Apresiasi Pewarna Indonesia 2020: Irjen Pol Purn Dr. Benny Jozua Mamoto, S.H., M.Si., Terima Apresiasi Sebagai Figur Budaya Yang Menginspirasi Masyarakat

    WARTANASRANI.COM, TANGSEL – Hidup dilingkungan tugas yang keras membawa Irjen Pol. (Purn) Dr. Benny Jozua Mamoto, S.H., M.Si terjun di dunia budaya. Hal ini terungkap saat ia memberi sambutan dalam acara Apresiasi Pewarna Indonesia Tahun 2020 (API) yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) di Swiss-Belhotel Serpong Intermark Indonesia, Jl. Lingkar Timur BSD, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Banten, Indonesia, pada hari, Jumat (30/10/2020).

    Seperti diketahui, lulusan Akademi Kepolisian 1977 ini banyak bertugas di bidang reserse. Benny pernah menjadi penyidik di Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri hingga Wakil Sekretaris NCB-Interpol Indonesia. Benny pun pernah menjadi Direktur Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2009 hingga 2012. Ia kemudian menjadi Deputi Pemberantasan Narkotika BNN selama setahun sejak 2012 sampai 2013.

    Benny yang dikenal banyak menangani kasus besar saat bertugas di Polri dan BNN, pernah juga menangani kasus pembobolan BNI senilai 1,7 triluan, penyidikan kasus BLBI, hingga memimpin pengungkapan kasus mafia narkoba, terpilih lewat penilaian dewan juri dan polling dari masyarakat yang digelar Pewarna Indonesia sebagai Figur Budaya yang menginspirasi masyarakat Nasrani.

    “Orang akan bertanya, itu pensiunan polisi, kerjanya nanganin teroris, kerjanya nanganin narkoba. Ini pertanyaan yang sering disampaikan ke kami. Bahkan seorang budayawanpun bertanya demikian, “Apa urusannya (dengan budaya) Pak Benny? Bapak mengurusi soal budaya?”, tutur Benny mengawali sambutannya setelah menerima Apresiasi Pewarna Indonesia 2020.

    “Jawaban saya begini; Saya hidup di dunia yang keras; hadapi teroris, hadapi bandar narkoba, hadapi para koruptor, semua keras! Ketika saya hidup dilingkungan yang keras, maka saya menjadi keras. Untuk mengimbangi itu, saya terjun di dunia budaya. Disitulah ada hati, disitulah ada kesetaraan. Hidup perlu keseimbangan. Maka disitulah saya geluti (bidang budaya)”, tutur Benny menguatkan bahwa penganugerahan API 2020 sebagai Figur Budaya oleh Pewarna Indonesia tidaklah salah.

    Bagi Benny Mamoto, pendekatan budaya mampu menjadi solusi dalam menyelesaikan tugas. Ia pun bercerita bagaimana saat bertugas sebagai Interogator teroris, pendekatan budaya yang ia lakukan mampu membuat para teroris bisa bercerita apa adanya dan mengaku.

    “Ketika saya bertugas sebagai interogator teroris, sebelum bom bali 1 saya sudah masuk Afganistan, Thailand, Pakistan, Singapura, Malaysia, Australia untuk menginterogasi teroris yang ada di sana. Pendekatan yang saya lakukan adalah pendekatan budaya dan menggunakan hati. Tidak ada kekerasan, tidak ada tekanan, tidak ada ancaman! Yang ada adalah dialog. Akhirnya apa yang terjadi? Semua berbicara apa adanya, semua mengaku, bahkan agency dari luar negeripun bertanya, kenapa Pak Benny? Itulah dasyatnya pendekatan budaya. Kami dalam melakukan berbagai tugas, selalu mengedepankan pendekatan budaya”, terangnya mantap.

    “Terakhir, selaku ketua TGPF Intan Jaya Papua, masuk kesana dengan pendekatan budaya sehingga keluarga korban yang tadinya tidak mau tanda tangan BAP, tidak mau tanda tangan ijin otopsi, tapi dengan pendekatan yang kami lakukan, akhirnya menerima, percaya dan mau tanda tangan,” terangnya lagi.

    Terkait Figur Budaya yang diterima, Benny Mamoto mengungkapkan berbagai aktifitas seni budaya yang ia lakukan. Berbagai rekor dunia dan nasional dibidang Seni Budaya telah dipersembahkannya untuk bangsa Indonesia.

    “Kalau bapak ibu lihat baju saya, ini kain bikinan sendiri, produksi sendiri, dan kain ini sudah kami daftarkan di Guiness World Record sebagai kain tenun terpanjang. Kami punya alat music terbesar di dunia, terompet ada di Minahasa, itu juga sudah tercatat di Guiness World Record,” sebutnya.

    “Jadi kami punya 7, mungkin terbanyak di Indonesia. Semua di bidang seni termasuk seni kuliner, nasi jaha terpanjang, hanya 6 kilometer. Itu sudah tercatat di Guiness World Record. Kulintang terbesar, Kulintang terbanyak, Musik Bambu terbanyak, semua sudah tercatat di Guiness World Record. Kalau Rekor MURI kami Cuma punya 34, semua di bidang seni”, sebut Benny lagi disambut tepuk tangan yang hadir.

    Menurut Benny Mamoto, apa yang ia lakukan adalah semata-mata untuk membangkitkan kebanggaan sang pemilik melalui rekor-rekor yang diraih.

    “Kenapa sih bikin record. Kami ingin membangkitkan kebanggaan sang pemilik melalui rekor-rekor itu. Tadinya anak-anak muda tidak peduli, sekarang bisa mengatakan itu punya saya. Karena itu sudah tercatat di Guiness World Record,” terangnya.

    Pada bagian akhir sambutannya, Benny menuturkan soal pelestarian Bahsa Daerah dengan pembuatan Kamus Bahasa Daerah Sembilan etnis di Minahasa, Sulawesi Utara.

    “Kami sendang melestarikan Budaya Bahasa, dari sembilan bahasa daerah sub etnis Minahasa, 5 sudah selesai menjadi kamus, tinggal 4 lagi”, tutur pria kelahiran Manado ini.

    “Jadi itulah seorang pensiunan polisi, tapi Ketika bergaul dengan para budayawan seniman, kami tanggalkan atribut, kami menyatu dan kami hidup bersama”, tuturnya mengakhiri sambutan.

    Sementara itu, ada 12  kategori penghargaan yang diberikan terdiri dari Figur Penjaga Keberagaman Non Birokrat  KH Achmad Muwafiq (ulama NU)Figur Birokrat Toleran  Dr. H. Tri Adhianto Tjahyono, SE, MM. (Wakil Walikota Bekasi), Bidang Hukum yang berdampak bagi masyarakat Nasrani Frendrik J. Pinakunary, SH, SE, (Advokat), Bidang Pemuda yang menginspirasi dan berpengaruh bagi pemuda Nasrani  Rahayu Saraswati, Publik Figur yang inspiratif bagi masyarakat Nasrani Junaedi Salat (Artis), Bidang Pendidikan yang berperan bagi masyarakat Nasrani Dr. Sutan Darianus Lungguk (DL) Sitorus (alm), (pendiri Yayasan Yadika), Politisi yang menginspirasi bagi masyarakat Nasrani Pdt. Dr. dr. Ruyandi Hutasoit, Sp.U, M.Th. (mantan Ketum PDS), Figur Media yang paling berpengaruh dan mengispirasi bagi masyarakat Nasrani : Andy Flores Noya (Wartawan Senior), Figur Oikumenis Pdt Dr. Erastus Sabdono (Ketua Sinode GSKI),  Lembaga Misi paling berperan bagi masyarakat Nasrani  Yayasan  Mission Care Figur  Inspirasi  Budaya   Irjen Pol (Purn) Dr. Benny Jozua Mamoto, SH., M.Si., dan kategori terakhir adalah Sahabat Pewarna Indonesia  ada 9 Figur. (Red)

  • Pdt. Ferry Rompas, Ketua MD GPdI Jabar: Kebersamaan Jajaran Pengurus MD dan Hikmat Tuhan, Bekal dalam Memajukan GPdI Jabar

    Pdt. Ferry Rompas, Ketua MD GPdI Jabar: Kebersamaan Jajaran Pengurus MD dan Hikmat Tuhan, Bekal dalam Memajukan GPdI Jabar

    WARTANASRANI.COM – Sepeninggal ketua Majelis Daerah GPdI Propinsi Jawa Barat (MD Jabar) Pdt . J.E. Awondatu, dibutuhkan pelanjut dalam kepimpinan, Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) wilayah Jawa Barat agar roda organisasi tetap berjalan. Dalam rangka mengisi kekosongan kepemimpinan MD GPdI tingkat Jawa Barat, Rabu 2/7/2020 diadakan pemilihan ketua MD GPdI Jawa Barat yang dilaksanakan oleh MP GPdI Pusat di bawah kepimpinan Pdt. Dr John Weol.

    Maka dari para kandidat yang dicalonkan akhirnya mempercayakan Pdt. Ferry Rompas memimpin MD GPdI Jawa Barat, untuk melanjutkan estafet kepemimpinan mendiang Pdt J.E Awondatu yang merupakan pencipta lagu yang cukup tenar lagu-lagu ciptaannya tersebut.

    Ketika diwawancara melalui sambungan telepon apa langkah ke depan yang dilakukannya dan bagaimana meresponi tugas panggilan memimpin MD GPdI wilayah Jawa Barat yang cukup luas ini. Dengan ramah Ferry mengatakan tentang tugas barunya, pertama sebagai hamba Tuhan tentu ada sukacita karena Tuhan mempercayakan satu tugas yang cukup besar. Walaupun bagi ayah dua anak dan satu cucu ini merasakan bahwa tugas yang dipercayakan itu berat.

    “Saya yakin dengan kekuatan dari Tuhan itu andalan saya, dan tentu dengan menempatkan rekan-rekan anggota MD yang kompak dan kapabel di bidangnya, semuanya akan membuat pelayanannya semakin menjadi berkat”, tukas suami dari Fanny Gosal Rompas ini serius.

    Sebagai pelanjut yang notabene juniornya mendiang Pdt. J.E Awondatu, Ferry masih terpatri dalam hatinya pesan yang disampaikan bahwa agar pelayanan di payung GPdI khususnya wilayah Jawa Barat mampu mengemban amanat agung Tuhan kita Yesus Kristus, persoalan membina persatuan sesuai pesan Bpk Alm dan Ibu Awondatu, di mana kita yakin dalam persatuan, Tuhan akan memerintahkan berkat yang akan dilihat dan pasti dirasakan oleh rekan hamba Tuhan, umat dan masyarakat.

    Ketika di mintai pendangannya dengan siniornya yakni pdt J.E Awondatu, Ferry lugas bahwa, “Kharisma Alm tidak akan sama dengan siapapun, Alm luar biasa, saya berusaha meneladani ketegasan, kebapaan, semua yang Alm lakukan dari hati tanpa kebencian”, tukasnya mengenang akan kiprah Pdt. J.E Awondatu.

    Berbicara organisasi tak terpisahkan dengan program yang akan dilakukan, menanggapi ini Ferry memaparkan, mengenai program sudah sebagian dijalankan dan akan terus dijalankan dan yang belum akan kami jalankan, seperti pesan Ibu Melanie Awondatu, apa yang baik yang sudah dijalankan, jalankan lebih baik Sedangkan bilamana ada hal yang kurang baik yang sudah dijalankan, perbaiki untuk jadi lebih baik.

    Mengenai sejauhmana pengembangan gereja-gereja khususnya GPdI di wilayah Jawa Barat, Pdt. Ferry Rompas dengan rendah hati menegaskan bahwa menyangkut pembangunan gereja, hal ini kita tidak bisa paksakan, pembangunan Gereja secara fisik tetap akan kami usahakan, tentunya dengan mengikuti syarat pemerintah, tapi keyakinan kita pembangunan Gereja secara iman yan harus kita perhatikan juga.

    Terpilihnya dirinya menjadi ketua MD GPdI Jabar, agar roda pelayanan bisa berjalan optimal maka rekonsiliasi,menatap ke depankedepan, bergandengan tangan, dengan satu visi misi untuk kemulianNya. Mengenai peran dalam gerakan oikumene gereja-gereja di wilayah Jawa Barat, tergabung dalam wadah BKSG, artinya kebersamaan itu sudah terjalin dalam wadah tersebut.

    Sebagai pelanjut dan sesama pelayan di GPdI, Ferry mengenang sosok Pdt. Awondatu sangat luar biasa, tidak ada yang seperti Alm. Sepanjang kebersamaannya, dalam satu pelayanan Ferry merasakan kalau Mendiang Pdt. J.E Awondatu tersebut memperlakukan semua juniornya kadang ada saat kami seperti terdakwa, ada saat kami seperti murid, ada saat kami seperti sahabat, ada saat kami dijadikan pemimpin sementara Alm jadi yang dipimpin, sangat unik. Namun dengan caranya sehingga kami menjadi sosok yang terlatih menghadapi apapun didepan kami.

    Sikap dan semangat serta cara memimpinnya itu diakuinya sangat menginspirasi dan akan dijadikan bekal dalam memimpin ke depan, bisa dikatakan bahwa rupanya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya terjadi dalam kehidupan dirinya.

    “Banyak tantangan tapi ada satu keyakinan bagi saya, kebersamaan, persatuan jajaran MD dan tentunya kekuatan dan hikmat dari Tuhan, itulah yang menjadi andalan kami dalam menghadapi tantangan apapun”, pungkasnya ketika menjawab apa harapan dan keyakinan dalam memimpin MD GPdI Jawa Barat. (***)

  • LAWAN COVID-19, MURFATI LIDIANTO AJAK MASYARAKAT UNTUK TETAP WASPADA DAN PATUHI PROTOKOL KESEHATAN

    LAWAN COVID-19, MURFATI LIDIANTO AJAK MASYARAKAT UNTUK TETAP WASPADA DAN PATUHI PROTOKOL KESEHATAN

    WARTANASRANI.COM, BEKASI – Lebih dari enam bulan, dunia terus berperang melawan pandemi Virus Covid-19. Peningkatan kasus di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia signifikan. Update Covid-19 Indonesia, Jumat (12/6/2020) yang disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Republik Indonesia, Achmad Yurianto terjadi penambahan kasus, baik yang positif, dinyatakan sembuh, maupun meninggal dunia. Total kasus yang terjadi di Indonesia sebanyak 36.406 pasien positif virus corona,13.213 pasien yang sembuh dan 2.048 kasus kematian.

    Menyikapi hal ini, Anggota Dewan Kota Bekasi, Murfati Lidianto, SE., mengingatkan masyarakat Kota Bekasi untuk tidak lengah dan tetap waspada dengan mengikuti protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah.

    “Perjuangan melawan Covid-19 belum berakhir. Ancaman Covid-19 masih ada. Jangan sampai terjadi gelombang kedua! Oleh karenanya saya mengingatkan dan mengharapkan masyarakat tetap waspada melawan musuh yang tidak tampak dan kasat mata ini”, terang Anggota DPRD Kota Bekasi Dapil Kecamatan Medan Satria dan Bekasi Barat ini kepada redaksi wartanasrani.com, Hari ini, Selasa (13/06/2020).

    Murfati juga mengingatkan masyarakat Kota Bekasi agar protokol kesehatan tetap dijalankan dengan baik, sampai vaksin Covid-19 diemukan dan diproduksi massal.

    “Tetap Lakukan protokol Kesehatan untuk memutuskan mata rantai penularan wabah Covid-19. Gunakan MASKER setiap 4 jam ganti dengan masker baru. Rajin mencuci tangan dan gunakan HAND SANITIZER bila di luar rumah. JAGA IMUNITAS Tubuh dengan rajin mengkonsumsi Vitamin. Bersihkan lingkungan dalam dan luar rumah dengan disinfektan secara rutin dan got2 di kasih garam kasar utk mematikan jentik dan cacing-cacing”, sebut Murfati Lidianto.

    Beberapa tips saat beraktivitas khususnya ditempat-tempat yang beresiko tertular disampaikan juga oleh Murfati. Menurutnya, tetap menjaga jarak, hindari keramaian dan bepergian bila tidak penting, perlu menjadi perhatian masyarakat.

    “Tetap menjaga jarak minimal 1.2 meter, hindari tempat keramaian dan kerumunan, hindari bepergian ke luar kota, hindari keluar rumah bila tidak penting. Diam di rumah lebih baik”, tegasnya.

    “Semoga kita semua diberikan kesehatan dan sayangilah diri kita dan keluarga. Pulang kerumah segera mandi dan ganti baju”, tegas Murfati lagi mengingatkan masyarakat untuk selalu jaga kesehatan diri sendiri, keluarga dan orang lain. (*)

  • CLARA PANGGABEAN KEMBALI RILIS SINGLE TERBARUNYA, SAMPAI DETIK INI

    CLARA PANGGABEAN KEMBALI RILIS SINGLE TERBARUNYA, SAMPAI DETIK INI

    WARTANASRANI.COM – Clara Panggabean seorang sarjana hukum calon advokat yang selama beberapa tahun belakangan ini aktif berkarya diblantika musik Indonesia yang sudah pernah melakukan private konser perdananya pada tahun 2015 di Jakarta serta melakukan Show di kota Medan dan kota lainnya.

    Awal berkarir didunia tarik suara, Clara Panggabean memang lebih dominan mengeluarkan lagu-lagu daerah, namun beberapa tahun ini Clara Panggabean telah aktif di blantika musik nasional dengan mengeluarkan beberapa singlenya antara lain lagu Jangan Sampai Tiga Kali.

    Sejak merebaknya Covid-19, pada umumnya musisi masih enggan mengeluarkan single terbarunya, namun bagi Clara justru saat seperti inilah perlu kita menyapa masyarakat dengan hasil karya kita sekalipun banyak dirumah saja. Sehingga diawal medio Mei 2020, Clara Panggabean kembali mengeluarkan single terbarunya yang berjudul “SAMPAI DETIK INI”. Lagu Sampai Detik Ini merupakan ciptaan Tagor Pangaribuan selaku pencipta lagu Jangan Sampai Tiga Kali dan Penyanyi lagu Jangan Salah Menilai yang sampai saat ini masih masuk dalam salah satu top chart lagu di Indonesia.

    Adapun penggalan lagu Sampai Detik Ini “Percayalah sayang, takkan pernah ku berpaling walau apapun terjadi, aku disini akan slalu menunggumu, jangan pernah kau meragukan kesetianku….”. Lagu tersebut menggambarkan kesetiaan seseorang terhadap pasangannya sekalipun pasangannya meninggalkannya. Clara menyatakan lagu SAMPAI DETIK INI merupakan salah satu lagu yang sangat berkesan karena selain syairnya memiliki makna yang sangat dalam, notasinya juga simple dan indah, sehingga saya menyanyikannya seolah-olah apa yang ada dalam setiap penggalan lirik lagu tersebut terjadi dalam diri saya dan saya menikmati lagu SAMPAI DETIK INI.

    Menurut Produser Clara Panggabean yaitu Jhon SE Panggaeban,S.H.,M.H., lagu SAMPAI DETIK INI juga dikemas dengan musik yang apik yang diarrangement oleh Raynaldi Sanjaya dan penata vokal yaitu Rifan N70, serta dimixing oleh Mido Silitonga. Jhon mengungkapkan bahwa lagu SAMPAI DETIK INI sangat enak didengar dan menurutnya diantara seluruh lagu-lagu yang telah dinyanyikan Clara selama ini, secara jujur lagu SAMPAI DETIK INI merupakan yang paling pas untuk jenis suara Clara yang pop-melow. Kiranya lagu ini dapat diterima dan dinikmati oleh Masyarakat banyak.

    Untuk mendengarkan lagu SAMPAI DETIK INI, pendengar dapat meng-search di Youtube “Clara Panggabean — Sampai Detik Ini” atau meng-klik link ini : https://youtu.be/wvll7AaG1-4. (*)