Category: Profil

  • Murfati Lidianto, SE.,MA Dilantik Sebagai Anggota Dewan Kota Bekasi

    Murfati Lidianto, SE.,MA Dilantik Sebagai Anggota Dewan Kota Bekasi

    BEKASI, WARTANASRANI.COM –  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi menggelar rapat paripurna dalam rangka pengucapan sumpah / janji anggota dewan kota Bekasi masa jabatan 2019 – 2024, bertempat di gedung DPRD kota Bekasi setempat (26/08/2019). Rapat paripurna tersebut terbuka dan dibuka untuk umum.

    Tampak hadir Bpk Rahmat Effendi sebagai walikota Bekasi memberikan ucapan selamat kepada seluruh anggota DPRD yang baru dilantik. Pada kesempatan ini ia juga berpesan untuk dapat menjaga amanah secara jujur, adil serta penuh integritas.

    Berjumlahkan 50 orang anggota dewan terpilih yang mewakili suara rakyat pada daerah pemilihan masing-masing anggota. Mereka semua menjadi harapan dan tumpuan masyarakat kota Bekasi untuk melaksanakan aspirasi masyarakat kota Bekasi.  Tentunya beban ini tidak lah mudah bagi mereka.

    Sebelum menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, maka sesuai dengan hukum perundang-undangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia (undang-undang no. 23 tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah), para anggota dewan harus diambil sumpah / janji yang merupakan komitmen dihadapan Tuhan dan rakyatnya.

    Salah satu diantara 50 orang anggota dewan yang dilantik terdapat satu nama yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kota Bekasi yaitu Murfati Lidianto, SE.,MA. Sudah dua periode ini ia dipercayakan untuk menjadi perpanjangan tangan rakyat kota Bekasi khususnya kecamatan Bekasi Barat dan kecamatan Medan Satria.

    Saat di jumpai awak media, Murfati mengatakan bahwa tujuan nya untuk menjadi anggota dewan adalah untuk mendampingi warganya dalam penyampaian aspirasi, dan sudah barang tentu juga demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh warga.

    Oleh karenaya ia tetap menjaga komitmen nya bekerja untuk rakyat, setiap aspirasi yang disampaikan kepadanya sesegera mungkin untuk ia memperjuangkan agar aspirasi warga bisa terealisasi. Contohnya pada periode lalu banyak hal yang dia sudah perbuat untuk warganya diantaranya pengecoran jalan, pembersihan kali, pembangunan fasilitas umum dan lain-lain.

    Saat ditanya apa yang menjadi prioritas utamanya kedepan, dengan lantang Murfati berkata bahwa ia tetap akan melanjutkan apa yang sudah menjadi aspirasi dan tidak jauh berbeda pada tahun-tahun kemarin, yaitu perbaikan jalan, saluran air agar tidak banjir. Tentunya dengan pembangunan infrastruktur yang memadai akan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

    Program jangka panjang Murfati adalah mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, untuk mendorong warganya menjadi mandiri. Karena menurutnya masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan lapangan kerja.

    “Program jangka panjang, saya akan kembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) karena selama ini masyarakat masih kekurangan lapangan kerja, dengan UMKM  bisa menjadi penghasilan secara mandiri bagi warga, sebab tidak mungkin kita meminta semua pada pihak swasta atau pemerintah”, ungkapnya.

    Tidak bisa dipungkiri wanita kelahiran Belitung ini memusatkan perhatian kepada warganya yang memiliki ekonomi berkecukupan. Pemberantasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi juga menjadi salah satu program utamanya.

    “Peran UMKM itu sangat penting, karena selain sebagai sarana mengentaskan masyarakat kecil dari jurang kemiskinan, UMKM juga memiliki peran penting dalam pemerataan ekonomi masyarakat, bahkan UMKM mampu memberikan sumbangsih bagi pendapatan asli daerah Kota Bekasi,” tegasnya.

    Karena itu ia berjanji untuk berjuang agar UMKM dapat berjalan, dengan mendorong DPRD agar mengucurkan dana melalui mekanisme yang berlaku.  Karena dirinya menyadari bahwa hal ini sangat penting untuk kesejahteraan rakyat, bahkan bisa menopang ekonomi keluarga serta dapat memberikan sumbangsih bagi pendapatan asli daerah Kota Bekasi.

    “Saya akan mendorong Dewan dalam rapat untuk mengucurkan bantuan UMKM agar warga bisa bekerja dari modal ini, untuk menjadi wiraswata, sehingga bisa mendongkrak perekonomian keluarga,” tandasnya.

    Ucapan syukur jelas terlihat di wajah Murfati. Dan ia berterima kasih untuk seluruh warga yang sudah kembali memberikan kepercayaan, sehingga terpilih menjadi annggota dewan. Semoga amanah ini dapat ia pegang sampai akhir masa tugasnya.

    “Secara pribadi dan juga keluarga, menyampaikan terima kasih atas bantuan doa dan dukungan kepada saya dalam pemilu 2019 sehingga saya akhirnya terpilih. Semua juga berkat kasih dan pertolongan Tuhan. Semoga saya bisa menjalankan amanah dengan baik,” ucapnya. (AW)

  • Vonnie Anneke Panambunan : Kalau Tuhan Berkehendak

    Vonnie Anneke Panambunan : Kalau Tuhan Berkehendak

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Di tengah-tengah kesibukannya sebagai seorang Bupati, Vonnie meluangkan waktunya untuk menyapa Kawanua di perantauan. Dengan semangat yang berkobar-kobar Bupati Minahasa Utara SULUT Vonnie Anneke Panambunan, menyampaikan pesan Firman Tuhan dihadapan hamba-hamba Tuhan asal Kawanua yang berdomisili di Bekasi Jawa Barat, Rabu (17/07/2019), dalam satu pertemuan ibadah saat dirinya dipercayakan untuk berkhotbah.

    Pertemuan yang indah disertai dengan ibadah menambah suasana haru dan sukacita, disaat Vonnie membagi kesaksiannya sewaktu melayani Tuhan di daerah Kalimantan. Juga dia bersaksi bahwa belum lama ini dirinya mengalami mujizat, Tuhan telah menyembuhkan nya dari sakit penyakit.

    Ia juga memberikan motivasi dan semangat untuk terus melayani Tuhan, yang didasari ayat-ayat Alkitab. Vonny juga mengingatkan agar tidak menjadi sombong dan angkuh, tapi mau untuk saling berbagi dengan sesama.

    Ternyata Vonnie banyak menguasai ayat-ayat, hal itu terlihat jelas saat ia menyampaikan firman Tuhan. Ayat demi ayat dengan mudah nya ia sebutkan, sepertinya sudah sangat menguasai. Dan hal itu mudah saja baginya.

    Dirinya mengaku bahwa sesering mungkin membaca Alkitab, yang dijadikannya sebagai penuntun hidup. Vonny menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan, karena ia menyadari kalau bukan Tuhan yang menyertainya ia tidak bisa berbuat apa-apa. Karena ia yakin kalau sampai saat ini masih dipercaya oleh masyarakat MINUT, itu semua adalah anugerah Tuhan.

    Pada kesempatan yang baik ini juga Vonny meminta kepada hamba-hamba Tuhan untuk mendoakannya, ia berlutut sebagai tanda penyerahan total nya kepada Tuhan Yesus Kristus.

    Setelah acara ibadah selesai Vonnie menyampaikan kerinduannya kepada wartanasrani.com untuk lebih banyak berbuat lagi di Sulawesi Utara.

    “Seperti di Minahasa Utara diberkati Tuhan, saya minta juga kepada Tuhan supaya Sulawesi Utara diberkati Tuhan”, tuturnya saat ditanya awak media wartanasrani.com.

    Kontestasi politik PILKADA serentak di Sulawesi Utara tahun 2020 sudah tidak lama lagi. Rakyat pun mungkin sudah tidak sabar lagi menunggu. Beberapa nama bakal calon sudah mulai ramai diperbincangkan publik.

    Dengan penuh keyakinan Vonnie mengatakan bahwa dirinya bisa menjadi bakal calon gubernur Sulawesi Utara 2020 mendatang.

    “Saya akan mendaftar nanti, kalau Tuhan berkehendak saya bisa. Dan saya yakin dan saya percaya dengan iman bahwa saya bisa, ungkapnya saat ditanya apakah dirinya bersedia untuk mencalonkan diri pada Pilgub 2020.

    “Saya percaya, karena anak Tuhan tidak pernah dipermalukan”, katanya dengan penuh semangat. (aw)

  • Simon Peters Manik, SE,. MH. : Akademisi Yang Terpanggil Ke Parlemen

    Simon Peters Manik, SE,. MH. : Akademisi Yang Terpanggil Ke Parlemen

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Bertemu dengan Simon Peter Manik, SE. MH., sepertinya tidak akan kehabisan bahan cerita, ada saja pengalaman beliau yang menarik untuk di simak.  Selain profesi utama sebagai konsultan pajak, ia juga terikat sebagai pengajar Mata Kuliah perpajakan di beberapa Perguruan Tinggi, Jakarta.

    “Secara prinsip saya sebagai seorang professional, dan malah sempat kurang simpati terhadap dengan apa yang namanya politisi,”

    Riuhnya media-media nasional memberitakan tentang korupsi, mulai dari tertangkapnya pejabat yang notebene adalah ‘petugas partai’ hingga kasus-kasus suap membuat Simon Peters Manik urung minat ke arena politik sebagai politisi. Rasa penasarannya untuk belajar politik kian menguat sampai pada akhirnya di tahun 2018 mengambil keputusan untuk mencoba masuk ke gelanggang politik melalui partai Nasdem.

    Sadar akan kemampuan berpolitiknya belum mumpuni, “Saya memilih untuk mencoba berkiprah di DPRD DKI Jakarta, tidak langsung mematok harus ke Senayan,” ujar pria yang sehari-harinya ini berurusan dengan pengusaha-pengusaha yang memintanya sebagai konsultan pajak, ditambah karena latar belakangnya di bidang hukum bisnis. Dengan kata lain,  meski memiliki kemampuan secara intelektual, tapi tidak diimbangi dengan kemampuan keuangan, maka akan sulit untuk terpilih.

    nasdem1

    Simon Peters Manik Calon Legislatif dari Partai Nasdem untuk DPRD DKI Jakarta Nomor Urut  : 7 (tujuh) dengan Dapil I Jakarta Pusat meliputi ( Tanah Abang, Sawah Besar, Gambir, Menteng, Senen, Johar Baru, Kemayoran dan Cempaka Putih

    Pilihannya terpanggil untuk membenahi ibukota Jakarta didasari hasil pengamatan yang dilakukan bertahun-tahun yang tidak sebanding antara anggaran dengan pengembangan Ibukota Jakarta, yang kebetulang bertempat tinggal di Jakarta Pusat. Diakuinya, “Jakarta punya banyak masalah. Kalau saya terpilih jadi anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 yang akan menjadi prioritas adalah Kesehatan dan Pendidikan.”

    Kenapa Kesehatan dan Pendidikan, menurut beliau dengan kita sehat, kita bisa berbuat apa saja (sekolah ,kerja,dll) dan dengan pendidikan kita bisa jadi profesi apa saja. Menurutnya, maksimalisasi program BPJS memang dirasakan dengan baik oleh sebagaian besar penduduk Jakarta, bahkan ada yang tidak pernah berobat ke Ke Rumah Sakit, tetapi sekarang terkena flu dan batuk sedikit saja, sudah pergi berobat RS. “Pasien pengguna BPJS semakin banyak, mulai dari ibu-ibu… emak-emak sampai tetangganya yang pengangguran pun ikut-ikutan antre di rumah sakit untuk berobat walapun sebenarnya penyakitnya sangat ringan.”

    Simon Peter Manik yang kini maju sebagai calon legislatif dari Partai Nasdem untuk DPRD DKI Jakarta Nomor Urut  : 7 (tujuh) dengan Dapil I Jakarta Pusat meliputi ( Tanah Abang, Sawah Besar, Gambir, Menteng, Senen, Johar Baru, Kemayoran dan Cempaka Putih) membangun optimisme bila terpilih nanti akan perjuangakan kenaikan anggaran di pencegahan. “Karena pencegahan lebih baik daripada mengobati. Mengobati belum tentu sembuh…” Simon Peter akan terus menerus secara konsisten melakukan edukasi ke masyarakat agar mau hidup sehat,  menjaga kebersihan dan menjaga lingkungan hidup tetap bersih. Ketika kita sehat tentu bisa kerja dengan baik dan apa yang kita harapkan tercapai.

    Dicontohkannya Ring 1 Indonesia yang terletak di pusat kota Jakarta ini, masih banyak yang tidak kerja, mereka pengangguran. Belum lagi adanya rumah-rumah yang sudah tidak layak huni. Mengapa bisa terjadi hal seperti ini? Banyak lulusan SMA yang tidak punya skil untuk modal cari kerja. Diingatkan, agar tetap memanfaatkan Balai Latihan Kerja yang selama ini sudah ada. Selain perlu menaikkan anggaran untuk Balai Latihan Kerja, juga harus dipikirkan bagaimana caranya lokasi Balai Latihan Kerja terintegrasi dengan sara transportasi public terutama Trans Jakarta . “Hemat waktu, hemat ongkos dan akan memudahkan untuk datang ke lokasi Balai Latihan Kerja.”

    Selain tentunya memberikan fasilitas tambahan ke Balai Latihan Kerja dan mengakomodasi keperluan masyarakat. Artinya, menaikkan Anggaran kepada Balai Latihan Kerja lebih maksimal.” Supaya dapat menambah berbagai macam Bidang Pendidikan  Misalnya : Menjahit, Service AC, Salon, Bengkel, Wira usaha,Komputer,Design Grapis, belajar bahasa asing dan lainnya. Untuk yang Lulusan SMA tetapi tidak punya kemampuan keuangan untuk melanjutkan Perguruan Tinggi, beliau akan memperjuangkan kenaikan anggaran untuk  Bea Siswa untuk warga Jakarta, sehingga semakin banyak warga yg punya kesempatan untuk  belajar di Perguruan Tinggi.

    nasdem3

    Simon Peters Manik bersama warga saat sosialisasi

    Melalui penguatan anggaran, maka tak perlu ada subsidi tambahan bagi. “Di Indonesia ini harusnya banyak akademisi duduk di parlemen. “Faktanya  mungkin bisa duduk di parlemen kalau tidak punya uang. Dengan kata lain,  meski memiliki kemampuan secara Intelektual, tapi tidak diimbangi dengan kemampuan keuangan, maka akan sulit untuk terpilih

    Pengalaman blusukan selama ini di daerah Jakarta Pusat, Masyarakat lebih mengharapkan uang dari para caleg daripada mendegar program yang ditawarkan para caleg. Banyak akademisi yang berminat untuk duduk di parlemen tetapi mengurungkan diri karena anggaran terbatas. Itu sebabnya saya turun ke politik utk perbaiki kondisi yang ada. “Bayangkan, tahun 2018 DKI Jakarta anggarannya sekitar 83,26 T dengan Jumlah Pendudk sekitar 10,4 jiwa,  Dibandingkan dengan Provins Banten Anggarannya sekitar RP 11,3 T dengan jumlah penduduk 12,44 jiwa, Jawa Barat anggaranya sekitar Rp 33,25 T dengan  jumlah penduduk 48,6 jiwa, jawa Tengah sekitar Rp 24,413 T, dengan  Penduduk 34,49 Jiwa dan Jawa Timur sekitar Rp 33,13 T dengan penduduk  39,500 jiwa artinya Pulau Jawa Mewakili  58 % penduduk Indonesia, dan DKI Jakarta sebagai Anggaran Terbesar dengan Jumlah Penduduk paling sedikit (diantara Provinsi P jawa),     sudah seharusnya  Jakarta menjadi Kota yang Bersih, Sehat,Tidak Kumuh, Modern  dan setara dengan kota Metropolitan yang ada di Negara-negara Maju.

    Ada banyak contoh yang diuraikan Simon Peters Manik, hal menariknya juga adalah beliau yang memerhati gereja. ‘Sebagai minoritas Kristen wajarlah kalau saya bersuara atas nama komunitas Kristen . Sebagai Warga Negara Indonesia Orang Kristen Juga telah melaksanakan kewajibannya, salah satunya adalah Bayar pajak, namun untuk mendapat Hak nya, jauh dari harapan, contoh sangat sederhana  Izin Rumah Ibadah.  Mendapatkan izin Hiburan malam, jauh lebih mudah daripada mendapat izin Rumah Ibadah, hal ini sangat miris dari segi adat ketimuran dan In toleransi yang sangat kental. Permasalahan ini merumakan pekerjaan Rumah Bangsa ini terutama yang duduk di parlemen. (*)

  • ROSPITA NAPITUPULU: Siap Berjuang Untuk Pendidikan Berkualitas Bagi Warga Miskin Dan Pengentasan Kemiskinan Di Jabar

    ROSPITA NAPITUPULU: Siap Berjuang Untuk Pendidikan Berkualitas Bagi Warga Miskin Dan Pengentasan Kemiskinan Di Jabar

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Secara mendasar sebenarnya kemiskinan erat kaitanya dengan rendahnya kemampuan mengenyam pendidikan. Seseorang yang dilahirkan di tengah kemiskinan akan cenderung tidak bisa sekolah karena keterbatasan biaya untuk mengenyam pendidikan. Atas dasar inilah, Rospita Napitupulu terpanggil terjun ke dunia politik untuk memperjuangkan pengentasan kemiskinan dan pendidikan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang tidak mampu secara ekonomi di Kota Bekasi dan Kota Depok.

    “Jika saya terpilih, kedua hal ini akan menjadi prioritas perjuangan saya di DPRD Provinsi Jawa Barat,” terang caleg milenial ini penuh semangat.

    Menurut srikandi kelahiran Balige, 31 Juli 1972 ini, pendidikan yang layak menjadi modal memutus mata rantai kemiskinan dan munculnya SDM berkualitas.

    “Jika setiap orang mendapatkan pendidikan layak, ia telah memiliki modal untuk memutus rantai kemiskinan di keluarganya. Selain itu, akan ada harapan besar bermunculan SDM berkualitas yang bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan di Indonesia,” ungkap Rospita

    Bagi Rospita, pendidikan yang baik dan berkualitas jangan sampai hanya dinikmati mereka yang mampu secara ekonomi. Sedangkan, mereka yang lemah akan semakin miskin dan bodoh teralienasi oleh realitas, terdiskriminasi untuk mendapatkan pendidikan bermutu.

    “Perjuangan saya jelas! Jangan sampai pendidikan yang baik dan berkualitas hanya dinikmati oleh yang mampu secara ekonomi. Semua warga masyarakat punya hak yang sama untuk bisa menikmati pendidikan yang berkualitas agar tidak ada lagi yang bodoh dan teralienasi oleh realitas, tidak boleh ada yang terdiskriminasi untuk menikmati pendidikan bermutu,” tegas wanita lulusan STBA Harapan Medan ini.

    Sebagai Caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) nomor urut 5 dapil Kota Bekasi dan Kota Depok, Rospita siap bekerja keras untuk berjuang agar dana/anggaran pendidikan khusus untuk di wilayah miskin dan terpencil tidak dicuri dan di korupsi.

    “Sebagai Caleg PSI yang jelas-jelas anti korupsi, tentu saja akan berjuang, jangan sampai dana bantuan yang dialokasikan pemerintah khusus untuk warga negara miskin, diantaranya anggaran dana untuk BOS dan bantuan sosial yang ditujukan pemerintah untuk membangun gedung-gedung sekolah di wilayah miskin dan terpencil dicuri, di korupsi tangan-tangan biadab. Bisa saja, tingginya masyarakat yang tidak mengenyam pendidikan disebabkan budaya korupsi di bidang pendidikan,” terang Rospita.

    “Mohon doa dan dukungan warga Kota Bekasi dan Kota Depok. Kiranya harapan bersama kita, untuk pendidikan dan pengentasan kemiskinan dapat terealisasi. Datanglah ke TPS, gunakan hak pilih Bapak/Ibu, pada tanggal 17 April nanti pilih dengan mencoblos nomor urut 5, untuk DPRD Provinsi Jawa Barat, dari Partai Solidaritas Indonesia, dapil Kota Bekasi dan Kota Depok,” seru Rospita penuh harap. (*)

  • Virgie Baker: Politik Adalah Perjuangan Untuk Menegakkan Kepentingan Orang Lain, Memperjuangkan Nasib Banyak Orang

    Virgie Baker: Politik Adalah Perjuangan Untuk Menegakkan Kepentingan Orang Lain, Memperjuangkan Nasib Banyak Orang

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Siapa yang tidak kenal dengan Srikandi yang satu ini. Sosok wanita yang berlatar belakang presenter berita di Metro TV sejak tahun 2000 – 2013 ini, juga dikenal ramah, bersahaja dan memiliki kemampuan komunikasi yang mumpuni. Dia adalah Virgie Baker, SS., M,Si., seorang jurnalis perempuan yang selalu tampil enerjik disetiap penampilannya.

     

    Alumnus SMP Penabur Jakarta dan SMAN 68 Jakarta ini, mengungkapkan alasan mengapa ia terjun ke dunia politik. Menurutnya, semua berawal dari meliput berita dan mewawancarai sejumlah politisi, pemerintah, dan tokoh-tokoh nasional.

     

    “Sejak menjadi presenter berita di Metro TV dan selalu terlibat dalam meliput berita di Metro TV, juga selalu terlibat dalam meliput berita, wawancara dengan sejumlah politisi, pemerintah, tokoh nasional. Saya berkeinginan untuk terjun langsung dalam politik praktis,” terangnya.

     

    Menurut wanita kelahiran Jakarta, 6 September 1975 ini, tanpa duduk sebagai wakil rakyat, maka perubahan yang ia cita-citakan tidak akan terjadi.

     

    “Karena tanpa duduk menjadi wakil rakyat, perubahan yang saya cita-citakan tidak akan dapat terjadi begitu saja,” ungkap isteri dari Aryo Widiardi ini.

     

    “Melalui politik kita dapat bermanfaat lebih banyak lagi untuk banyak orang, karena politik adalah perjuangan untuk menegakkan kepentingan orang lain, memperjuangkan nasib banyak orang,” ungkapnya lagi, menegaskan alasan mengapa ia terjun ke dunia politik saat ini.

    virgie3

    Virgie Baker saat menjadi narasumber di acara Obsesi (Obrolan Sehat Berisi) dengan tema; Perempuan dan Politik. Kerjasama RPK FM Jakarta dan Pewarna Indonesia

    Bagi Virgie Baker, Kota Bekasi memiliki potensi sebagai Kota Atlet. Oleh karena itu, Iapun bertekad memperjuangkannya ketika terpilih menjadi wakil rakyat di DPRD Propinsi Jawa Barat.

     

    “Sebagai warga Kota Bekasi sejak berusia 3 tahun, saya melihat perkembangan yang sangat baik terjadi di kota ini. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga toleransi yang sangat kuat yang terbangun di kota ini. Namun kota ini sering menjadi bahan ejekan bagi anak-anak muda di kota lainnya. Untuk itu dari sanalah saya bertekad untu membuat kota ini menjadi kota yang membanggakan,” tegasnya.

     

    “Caranya? Saya ingin menjadikan Kota Bekasi sebagai Kota Atlet, ketika tersebut nama Kota Bekasi yang langsung tergambar oleh masyarakat adalah kota yang melahirkan atlet yang membanggakan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tegasnya lagi.

     

    Selain itu, menurut Caleg DPRD Propinsi Jabar untuk Dapil Kota Bekasi dan Kota Depok, dari Partai Nasdem yang mendapat nomor urut 5, perjuangan untuk kaum perempuan dan anak di Kota Bekasi untuk mendapatkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang baik,  menjadi prioritasnya juga, jika dipercaya duduk sebagai anggota dewan propinsi.

     

    “Sebagai perempuan yang terjun ke politik, memperjuangkan perempuan dan anak di Kota Bekasi untuk mendapatkan pendidikan yang baik, fasilitas kesehatan yang menjangkau semua kalangan, adalah pekerjaan rumah nantinya sebagai perwakilan perempuan di dewan Propinsi Jawa Barat. Saya mohon doa dan dukungan dari bapak ibu semua,” sebut Srikandi berdarah minahasa, putri dari pasangan Alm. Karel Baker dan Masye Bororing. (*)

     

  • Hadiri Kampanye Damai Kec. Medan Satria Kota Bekasi, Murfati Lidianto Nyatakan Siap Sukseskan Pemilu Damai dan Aman Tanpa SARA

    Hadiri Kampanye Damai Kec. Medan Satria Kota Bekasi, Murfati Lidianto Nyatakan Siap Sukseskan Pemilu Damai dan Aman Tanpa SARA

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Dalam rangka pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 di Wilayah Kecamatan Medan Satria agar berjalan dengan aman, tertib, lancar, damai dan harmonis antar peserta dan penyelenggara, Panitia Pemilihan Kecamatan  Medan Satria Kota Bekasi, menggelar Deklarasi Kampanye Damai Pileg dan Pilpres 2019, hari ini, Minggu (21/10/2018).

    Acara yang berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi ini dihadiri  semua pihak yang berkompeten untuk menciptakan pileg dan pilpres 2019 yang damai dan aman. Hadir dari pihak Polsek Medan Satria, Danramil  01 Kranji Bekasi Barat, Lurah Se-Kecamatan Medan Satria, PPK Medan Satria, Panwascam Medan Satria, Pimpinan Partai Politik Se-Kec. Medan Satria dan Pimpinan Ormas, Pemuda dan Karang Taruna Se-Kec. Medan Satria.

    Tampak hadir Anggota DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto, SE. Dengan pakaian Uniform Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Murfati begitu ia disapa terlihat berbaur dengan peserta Deklarasi Damai. Sebagai Anggota Dewan yang maju kembali pada Pileg 2019, Murfati menyatakan siap mensukseskan pemilu legislatif dan pemilu presiden yang aman, tertib, damai, berintegritas tanpa hoax, dan politisasi SARA.

    murfati_damai2

    “Mari kita sukseskan Pileg dan Pilpres 2019 dengan aman, tertib, damai, berintegritas tanpa hoax, dan politisasi SARA. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa, jangan sampai kita diadu domba dan terpecah-belah,” pungkas Murfati.

    “Kampanye damai ini adalah kesepakatan semua caleg untuk menjaga kondisi damai dan membawa kesejukan dalam masyarakat,” pungkas Murfati lagi.

    Lebih jauh calon legislatif (Caleg) nomor urut 1 (satu) dari partai Gerindra ini, menyatakan siap melaksanakan kampanye, berdasarkan peraturan UU yang berlaku.

    “Dalam melakukan kampanye, ada aturannya. Dan semua caleg wajib berkampanye sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Secara pribadi, saya siap untuk berkampanye sesuai undang-undang yang berlaku, demi menjaga pileg dan pilpres 2019 yang damai serta bermartabat ini,” tegas Murfati.

    Sebagai bentuk komitmen untuk menjaga pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 yang damai dan aman, perwakilan Parpol menandatangani Deklarasi Kampanye Damai. Murfati Lidianto, SE., diplot  mewakili Partai Gerindra.

  • 5 alasan mengapa memilih Ibu Murfati Lidianto, SE sebagai Anggota DPRD Kota Bekasi di Pileg 2019

    5 alasan mengapa memilih Ibu Murfati Lidianto, SE sebagai Anggota DPRD Kota Bekasi di Pileg 2019

    WARTANASRANI.COM – Sosok Murfati Lidianto, SE tentu tak asing lagi di Kota Bekasi. Sepak terjangnya sejak terpilih sebagai anggota DPRD Kota Bekasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan warga, membuat ia dikenal sebagai sosok dewan yang merakyat, peduli dan bersahaja.

    Berbagai karya dan kerja nyata yang menyentuh ke masyarakat telah dibuktikannya. Hampir lima tahun, srikandi kelahiran Belitung ini telah menunjukkan dedikasi dan integritasnya sebagai anggota dewan Kota Bekasi. Tak ayal, partai pengusungnya menyematkan nomor urut satu kepadanya untuk maju kembali pada Pileg 2019.

    Sikapnya yang pantang menyerah membuat berbagai tugas berat yang diemban sebagai anggota DPRD Kota Bekasi dapat diselesaikannya dengan baik. Didorong oleh kemauan dari dalam diri, berlegislasi yang membutuhkan keahlian, ketelitian dan kesabaran, dilakoninya dengan penuh tanggung jawab. Baginya, tugas dan tanggung jawab, sekalipun berat, bukanlah sebuah beban, tetapi kesempatan untuk melayani, memberikan yang terbaik untuk warga Kota Bekasi.

    Keinginannya untuk kembali mengabdi bagi masyarakat Kota Bekasi pada Pileg 2019, disambut positif oleh warga di Dapil Kecamatan Medan Satria dan Kecamatan Bekasi Barat. Antusias dukungan dari berbagai elemen masyarakat membuat Murfati semakin yakin pada pencalonannya di periode ke dua. Semboyannya, “Memberi Bukti Bukan Janji” bukanlah isapan jempol belaka. Yah, karena sudah dibuktikan sejak terpilih sebagai anggota dewan Kota Bekasi 5 tahun lalu.

    img-20181002-wa0040

    Setidaknya ada LIMA Alasan mengapa warga memilih Murfati Lidianto, SE., Caleg nomor urut satu dari partai Gerindra ini pada Pileg 2019 nanti.

    Pertama; Lihat rekam jejaknya selama periodik 5 tahun yang lalu, dimana beliau telah melakukan tugasnya dengan baik, tidak korupsi, aspiratif dan peduli.

    Kedua; Beliau telah melakukan karya nyata dan sangat dirasakan langsung oleh masyarakat. Membangun sarana jalan, taman, pos keamanan dan lain-lain.

    Ketiga; Bekerja didasari ketulusan, tidak mengharapkan pujian, tidak mengharapkan imbalan, terpanggil untuk sungguh-sungguh melayani warga Kota Bekasi.

    Keempat; Mempunyai misi visi yg jelas, yaitu ingin membangun masyarakat Kota Bekasi lebih bermatabat dan sejahtera.

    Kelima; Mempunyai program kerja jelas dan terukur, terutama mengatasi masalah banjir di Kota Harapan Indah dan sekitarnya.

  • FRESMAN SINAGA, ST: Dari Konsultan TI Menuju Wakil Rakyat Jawa Barat

    FRESMAN SINAGA, ST: Dari Konsultan TI Menuju Wakil Rakyat Jawa Barat

    WARTANASRANI.COM – Keluar dari zona nyaman dan siap berjalan di jalan terjal nan keras penuh liku, untuk mencapai suatu tempat, dimana di tempat itu bisa melayani dan bermanfaat bagi rakyat banyak, menjadi tekad pria kelahiran Sumbul, Kabupaten Dairi, 17 September 1977 ini.

    Fresman Sinaga, ST saat menjadi narasumber Diskusi Kebangsaan

    Terlahir dari seorang Ibu boru Silalahi, Fresman Sinaga begitu nama lengkapnya, bercerita bagaimana ia memulai pendidikan di tingkat SD dan SMP di Sumbul tanah kelahirannya. Setelah menamatkan di tingkat SMP, ia-pun melanjutkan pendidikan di Medan, tepatnya SMA Negeri 11 Medan dan lulus tahun 1996. Sekolah Tinggi Teknologi Telekomunikasi Bandung jurusan Teknik Informatika menjadi pilihannya di tingkat perguruan tinggi. Setelah tamat pada bulan April 2001, tak berapa lama kemudian, tepatnya di bulan Agustus 2001, ia diterima bekerja di perusahaan konsultan teknologi dan informasi (TI). Saat ini,  suami dari Dr. Timoria br. Siagian ini bekerja di PT. Emerio Indonesia dan ditempatkan di client  salah satu Bank swasta Jakarta untuk menangani pengolahan data laporan keuangan ke BI/OJK.

    Ditanya mengapa ikut partai politik? Bang Fresman, begitu ia disapa, dengan lugas menjelaskan tentang pentingnya partai politik sebagai instrument dalam mengorganisasikan kekuasaan rakyat yang sangat beragam sehingga menjadi kekuatan efektif. Dikatakannya bahwa partai politik juga merupakan institusi utama bagi rekrutment kepemimpinan di daerah maupun pusat, baik di eksekutif maupun legislatif.

    “Lewat partai politiklah semua kebijakan pemerintah ditentukan dan lewat partai politik juga bisa membantu rakyat banyak di semua bidang. Berangkat dari pemahaman diatas, supaya bisa ambil peran dalam mengorganisasikan kekuasaan rakyat, maka harus masuk ke dalam partai politik,” pungkas Fresman penuh semangat.

    “Dari dulu sampai saat ini, saya sendiri dan sebagian masyarakat sangat tidak puas/kecewa dengan kinerja para wakil rakyat yang duduk di DPR ataupun di DPRD. Kecewa karena yang dipilihnya tersebut tidak menjadi wakil rakyat yang bisa membuat kebijakan dengan pemerintah untuk membantu semua masalah-masalah yang dihadapi oleh rakyat. Misalnya masalah kesehatan, pendidikan, ekonomi dan kesejahteraan. Namun tidak saya pungkiri juga, ada juga beberapa anggota dewan yang sudah sesuai tugas dan fungsinya,” terang Fresman Sinaga mengulas alasannya, soal mengapa baru sekarang ikut partai politik.

    “Untuk mengobati rasa kecewa dari masyarakat, maka saya memutuskan untuk masuk ke dalam partai politik, dilandasi dengan niat hati ingin melayani rakyat banyak,” terangnya lagi, menegaskan komitmennya untuk bekerja bagi kepentingan masyarakat banyak.

    Fresman Sinaga bersama keluarga

    Terkait mengapa pilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI)? Ayah dari Pahala Sinaga dan Farel Sinaga dengan meyakinkan menguraikan alasannya.

    “Partai lama maupun partai baru secara umum mengandalkan seorang tokoh tunggal atau segelintir elite. Partai seperti milik keluarga. Rekrutmen kader dan pemimpin partai sangat bertumpu pada referensi tokoh tunggal tersebut. Partai kurang terbuka dalam rekrutmen putra-putri terbaik bangsa. Satu-satunya partai yang tidak seperti yang saya sebutkan di atas adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Selain itu juga, hanya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mempunyai peraturan bahwa usia pengurusnya maksimal 45 tahun. Sehingga masyarakat mengenal Partai Solidaritas Indonesia sebagai partai anak muda, partai kaum milenial. Hal-hal inilah yang membuat saya memutuskan untuk bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI),” urainya penuh semangat.

    Banyak hal yang ingin diperjuangkan oleh Fresman. Dengan Visi; menjadi wakil rakyat yang selalu menyuarakan suara rakyat serta punya integritas, anti korupsi dan anti intoleransi, serta misi; mewujudkan rasa bahagia, sejahtera serta penuh kedamaian pada masyarakat Jawa barat; Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari PSI daerah pemilihan Kota Bekasi dan Kota Depok ini, bertekad jika terpilih, akan bekerja keras demi kepentingan masyarakat Jawa Barat di berbagai bidang, baik di bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang ekonomi, untuk kaum milenial, dan layanan masyarakat.

    “Bidang pendidikan; sekolah gratis sampai tingkat SLTA sederajat dan menambah fasilitas laboratorium sekolah-sekolah. Bidang kesehatan; mengawasi program BPJS dan memastikan tidak ada lagi pasien yang tidak dirawat oleh rumah sakit dan menambah kerjasama dengan semua rumah sakit yang ada. Bidang ekonomi; menciptakan lapangan kerja baru di bidang ekonomi kreatif dan mengusulkan/menambah dana ke RW/Kelurahan untuk modal usaha rakyat. Untuk kaum milenial; memperbanyak ruang taman terbuka di dekat sekolah dan tempat beribadah dilengkapi dengan wifi gratis, memperbanyak tempat ruang baca dengan koleksi buku bacaan yang terbaru dari semua kategori dengan suasana nyaman dan tentram. Layanan Masyarakat; memperbaik layanan kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak perlu membutuhkan waktu yang banyak untuk mengurus administrasi kependudukan, pembayaran pajak, dan sebagainya,” jelasnya panjang lebar.

    “Untuk menambah tugas saya, yang akan saya kerjakan di atas, dengan tangan terbuka juga, saya meminta masukan dari masyarakat,” ujar penasihat DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Bekasi ini, penuh persahabatan.

  • Pewarna ID Beri Penghargaan AWI 2017 Kepada Wali Kota Bekasi

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna ID) menganugerahi Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi Apresiasi Warna Indonesia (AWI) sebagai figur Birokrat Toleran. Menurut Ketua Pewarna ID, Yusuf Mudjiono, terpilihnya Rahmat Effendi sebagai figur yang turut mewarnai Indonesia karena sikapnya yang berani “Pasang Badan” dari upaya sekelompok massa yang menolak pembangunan sebuah gereja katolik di Bekasi.

    “Yang memilih bukan kita tetapi para juri yang terdiri dari dua unsur aras gereja, ormas kristen dan penasehat Pewarna,” kata Yusuf Mudjiono dalam sambutannya sebelum penyerahan plakat penghargaan kepada 12 figur yang terpilih di MDC Hall, Wisma 76, Slipi, Jakarta, Jumat (25/08/2017).

    Penyerahan penghargaan dalam bentuk plakat tersebut diserahkan oleh ketua Pewarna kepada Kepala Biro Hukum pemerintahan Wali Kota Bekasi, Ferry Lumban Gaol mewakili Rahmat Effendi yang berhalangan hadir karena tugas kerja yang lebih penting.

    “Ini penghargaan yang kesekian kali kepada Wali Kota Bekasi karena sikapnya siap  kepalanya ditembak karena memberi ijin pembangunan sebuah gereja katolik di Bekasi. Beliau sudah mengenal dan dekat dengan Pewarna. Beliau mengucapkan terima kasih kepada Pewarna yang memberikan penghargaan ini,” kata Ferry.

    Bukan Cuma Wali Kota Bekasi, Pewarna ID juga memberikan AWI 2017 kepada 10 figur lainnya yang dinilai telah mewarnai bangsa, khususnya umat kristiani. Keduabelas figur tersebut selain Rahmat Effendi antaralain; GP Ansor untuk kategori sahabat keberagaman, Romo Magniz Suseno dari aspek Hubungan Lintas Agama, Saor Siagian mewakili Advokat, Sabam Sirait di bidang politik, Putera Nababan kategori mewarnai jurnalistik, Sahat Sinurat (Ketua GMKI) mewakili Pemuda, BPH GBI dari aspek misi kekristenan dan Bambang Widjaja dari aspek lintas aras.

    Selain penghargaan terhadap figur yang telah memberi warna, Pewarna ID juga memberi apresiasi kepada 12 figur yang menjadi sahabat Pewarna. Mereka diantaranya; Murfati Lidianto Lie, Rekson Sitorus, Arseto Pariadji, Jeffry Tambayong, Luis Pakaila dan lainnya. (ARP)

  • GEORGE EDWARD FOREMAN: PETINJU LEGENDARIS YANG JADI PENDETA

    GEORGE EDWARD FOREMAN: PETINJU LEGENDARIS YANG JADI PENDETA

    WARTANASRANI.COM – Hal pertama yang langsung terbayang oleh para penggila tinju dunia saat mendengar nama George Foreman adalah laga “Rumble in the Jungle” dimana Foreman mengalami kekalahan saat menghadapi Muhammad Ali. Namun tak disangka, Foreman ternyata mampu menjadi petinju legendaris sepanjang masa karena berhasil meraih juara dunia kelas berat paling tua (45 tahun).

    Lahir dengan nama lengkap, George Edward Foreman pada 10 Januari 1949 di MarshallTexas, George adalah anak yang penuh masalah dan merupakan anak putus sekolah. Pada masa remajanya, Foreman bergabung dengan program President Lyndon Johnson’s Jobs Corps, dan di sanalah dia menemukan bakat terpendamnya dalam bidang olahraga tinju.

    Setelah dewasa, Foreman dikenal sebagai juara dunia tinju dua kali yang dianggap sebagai salah satu petinju terbesar sepanjang sejarah. Ia pernah meraih emas di Olimpiade Meksiko 1968 dan mulai terjun ke tinju profesional pada tahun 1969.

    Pertama kali menjadi juara dunia tinju kelas WBA dan WBC berat pada 22 Januari 1973 dengan memukul TKO Joe Frazier pada ronde kedua, yang membuat namanya melambung begitu tinggi sebagai bintang baru dalam tinju kelas berat. Namun, Muhammad Ali dengan perkasa meredam pukulan keras Foreman di KinshasaZaire atau Congo. Ali berhasil melucuti gelar Foreman dengan kemenangan KO pada ronde 8 dalam sebuah pertandingan yang mendebarkan.

    Foreman memutuskan pensiun dari dunia tinju pada 1977 menyusul kekalahan dari Jimmy Young, namun pada 1987 Foreman kembali menekuni tinju, dan secara mengejutkan berhasil memukul KO ronde 10 juara bertahan Michael Moorer versi WBA dan IBF pada 5 Nopember 1994, sehingga Foreman menjadi petinju tertua sepanjang sejarah yang berhasil menjadi juara dunia kelas berat (45 tahun).

    Saat menderita kekalahan dari Jimmy Young, Foreman merenung di kamar gantinya, dan menemukan jalan hidup lain, yakni sebagai pendeta. Dan pada waktu itu, dia memutuskan pensiun dari tinju. Foreman menjadi pendeta di HoustonTexas, serta mendirikan pusat bimbingan bagi anak muda.

    Petinju dengan julukan Big George ini saat ini menjadi seorang pengusaha yang cukup sukses dan mengabdikan dirinya pada Gereja. (Sumber : id.wikipedia.org / Foto: courtesy georgeforeman.com)