Category: Ragam

  • Makan Ramai-Ramai diatas Daun Pisang

    Makan Ramai-Ramai diatas Daun Pisang

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Bangkitnya semangat Ke-Bhinekaan yang digaungkan oleh Presiden Jokowi untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI ditanggapi dengan beragam kegiatan oleh masyarakat Indonesia.

    Bagi  yang “Anti” dengan Ke-Bhinekaan, tak henti-hentinya menyuarakan ketidak-sukaan mereka, mulai dari berita HOAX di media sosial sampai kepada penistaan terhadap simbol atau lambang-lambang Negara.

    Lain halnya dengan masyarakat Gang Pedul RT/RW 008/010, kelurahan Bekasi Jaya, Bekasi Timur, yang merasa terpanggil terhadap seruan Presiden Jokowi, bahwa mereka juga wajib ikut serta merawat persatuan dan kesatuan dengan motto “NKRI Harga Mati” dengan melakukan perayaan kemerdekaan RI, bahu membahu berbekalkan swadaya masyarakat yang dimotori oleh beberapa warga secara spontan. Menggelar acara makan bersama bagi seluruh penghuni kampung Gang Pedul, kamis (17/8/2017).

    Acara tersebut menjadi unik dan patut di acungi jempol oleh karena makan bersama di lakukan bukan diatas piring tetapi diatas daun pisang, yang digelar sepanjang kurang lebih 30 meter, dan atasnya disediakan menu sederhana, orang tua, muda, kaya, miskin dari segala suku, ras dan agama. Membaur menjadi satu laksana sebuah keluarga, yang tinggal di rumah besar yang bernama Republik Indonesia.

    Semoga semangat kebersamaan masyarakat Gang Pedul dapat terinfluence ke seluruh Anak Bangsa, maka niscaya Indonesia menjadi rumah yang lebih damai, lebih enak dan nyaman untuk dihuni. (DN)

  • E-Rajawali Ministry Gelar Raker 2 Hari di Lembang

    E-Rajawali Ministry Gelar Raker 2 Hari di Lembang

    LEMBANG, WARTANASRANI.COM – Rapat Kerja Perdana Team E-Rajawali akhirnya di gelar di Eagle School, Jl. Baru Adjak No. 194B, Lembang, Jawa Barat. Raker yang sudah direncanakan jauh-jauh hari ini, berlangsung selama 2 hari dan dihadiri oleh para pendiri (the Founding Fathers) serta Pengurus lengkap.

    Rapat kerja ini menjadi penting karena disamping menyusun program jangka pendek dan panjang, juga berisi pemantapan Visi dan Misi E-Rajawali.

    Setelah breakfast di Hotel Balibu Lembang, rapat di buka secara resmi oleh President Rajawali, Pdt. Dr. Lodewyk E. Saerang. Selanjutnya, Vice President yang membidangi Resources, Pdt. Ruddy Assa, memaparkan dengan apik visi dan misi e-rajawali ministry.

    Setelah itu, kembali peserta Raker mendengarkan paparan langsung dari President Rajawali mengenai mekanisme kerja atau job description.

    Dari semua diskusi yang berjalan, esensi atau inti dari Pembaharuan adalah keterlibatan semua unsur, dimana seluruh personil baik Board, dan seluruh Team Management, juga pimpinan Distrik, bahkan seluruh peserta wajib mengalami transformasi diri, sehingga Visi dan Misi E-Rajawali Ministry dapat “dijual” kepada pribadi, pasutri dan banyak komunitas.

    “E-Rajawali harus tetap solid, menjadi berkat sehingga memberi dampak positif bagi banyak orang untuk memenangkan jiwa bagi Tuhan”, ujar Gembala GPdI City Light Church.

    Harapan untuk E-Rajawali terus grow-up nampak terlihat jelas dari wajah-wajah peserta Raker yang bertumbuh dalam keserupaan dengan Kristus, bertumbuh dalam perluasan teritorial dan bertumbuh dalam segala aspek, agar teritorial Kerajaan Allah dilebarkan.

     

  • SUKSES RAKERNAS III, BAWA PEWARNA ID KE ISTANA NEGARA

    SUKSES RAKERNAS III, BAWA PEWARNA ID KE ISTANA NEGARA

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Sukses gelar Rakernas ke-3 baik seremoni pembukaannya di gedung MDC, Wisma 76, Slipi, Jakarta, jumat (25/8/2017) maupun rapat kerja selama 2 hari di Safari Lodge, Taman Safari Indonesia, Cisarua, Puncak, sabtu dan minggu, 26 sampai 27 Agustus 2017, hari ini (28/8/2017), Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Id) diterima Eko Sulistyo, Deputi IV Kantor Staf Presiden Republik Indonesia di Bina Graha, Kompleks Istana Negara.

    Dalam pertemuan yang berlangsung cair dan penuh keakraban ini, Eko Sulistyo menyinggung soal terbongkarnya industri hoaks kelompok Saracen yang kiranya  menjadi pelajaran penting agar bangsa ini dapat lebih dewasa menyikapi banjir informasi terutama di dunia digital.

    “Saracen ini kasus kecil tapi mengerikan, kalau tak ditangani serius bisa membahayakan nilai-nilai persatuan,” kata Eko. Ia mencontohkan, pertikaian antara suku Tutsi dan Hutu di Rwanda pun dipicu melalui berita hoaks, yang persebarannya dilakukan melalui radio. Bukan tidak mungkin, menjelang momentum politik Pilkada serentak 2018 dan Pemilu Raya 2019, kabar-kabar bohong dan fitnah akan kembali bertebaran. Untuk itu, informasi palsu alias hoax harus dilawan dengan berita-berita positif yang mencerdaskan dan menginspirasi masyarakat.

    Eko menegaskan, pemerintah memiliki kewenangan menindak pembuat dan penyebar berita yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Ia memaparkan, Article 19 The International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) memang memberikan ruang kebebasan berekspresi. ”Tapi, jangan lupa, Artikel 20 pada Perjanjian Hak Sipil dan Politik itu mengatur sanksi bagi penyebar hasutan dan kebencian,” tegasnya.

    Untuk itulah, Eko berharap agar jurnalis memegang mandat sosial menjaga persatuan bangsa. “Tetap boleh kritis pada pemerintah, tapi tugas utamanya menjaga agar Indonesia tak terpecah,” ungkapnya.

    Ketua Umum Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono menguraikan, organisasi profesi ini berdiri pada 10 Januari 2013 dan memiliki 12 dewan pimpinan daerah. “Kami sepakat menemani pemerintah baik di pusat maupun daerah untuk menjaga kegairahan berkebangsaan yang berke-Bhineka Tunggal Ika-an, Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai kehidupan di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Yusuf didampingi Ketua Panitia Rakernas, Hotman J. Lumban Gaol.

    Pewarna berharap dapat bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga komitmen luhur berkebangsaan di negeri ini, demi menjaga keberagaman Indonesia. “Kami akan menggelar serangkaian pelatihan jurnalistik dan literasi cerdas berinternet di berbagai daerah,” paparnya.

    Pada bagian akhir pertemuan, Eko Sulistyo, Deputi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, menyerahkan dua buah buku kepada Ketua Umum Pewarna, Yusuf Mujiono, dan berfoto bersama pewarta pewarna yang hadir. (RSO)