Author: admin

  • Meriahkan HUT Ke-13 Partai Gerindra, Murfati Terjun Langsung Pasang Bendera Dan Spanduk

    Meriahkan HUT Ke-13 Partai Gerindra, Murfati Terjun Langsung Pasang Bendera Dan Spanduk

    KOTA BEKASI, WARTANASRANI.COM – Memperingati HUT ke-13 Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Anggota DPRD Kota Bekasi dari Partai Gerindra, Murfati Lidianto terus bergerak turun ke tengah-tengah masyarakat. Sekretaris Fraksi Gerindra ini terus membuktikan diri, bahwa sebagai kader Partai Gerindra, ia wajib memperjuangkan visi Partai Gerindra.

    Kondisi pandemi tidak menyurutkan semangatnya untuk terus membuktikan karya nyata bagi masyarakat. Berbagai hasil kerjanya terlihat dan dapat dinikmati warga masyarakat Kota Bekasi, khususnya yang ada di dapilnya. Militansinya terhadap partai Gerindra tak usah diragukan lagi.

    “Partai Gerindra adalah partai rakyat yang bertekad memperjuangkan kemakmuran dan keadilan di segala bidang, demi terwujudnya Indonesia Raya yang kita cita-citakan. Untuk itu sebagai kader Partai Gerindra di DPRD Kota Bekasi, saya harus terus turun ke masyarakat untuk mengawasi berbagai program pemerintah Kota Bekasi yang pro rakyat agar terealisasi dan bisa dinikmati oleh masyarakat, khususnya di Dapil Kecamatan Medan Satria dan Kecamatan Bekasi Barat,” ungkap Murfati disela-sela pemasangan bendera, baliho dan spanduk Partai Gerindra (05/02/2021).

    “Sebagai Gerakan, Partai Gerindra senantiasa berjuang Bersama rakyat serta menjadikan kekuatan rakyat sebagai kekuatan utama dalam membangun bangsa dan masyarakat Indonesia. Untuk itu aksi nyata sebagai kader Partai Gerindra merupakan kewajiban bagi saya,” tambah Murfati lagi.

    Sementara itu, untuk memeriahkan HUT Gerindra ke-13, Murfati Lidianto yang sekarang menjabat anggota Bapemperda, terlihat terjun langsung dalam memasang bendera dan spanduk  ucapan selamat HUT Gerindra dibeberapa lokasi strategis yang ada di Kecamatan Medan Satria dan Kecamatan Bekasi Barat (05/02/2021).

    Murfati pun menyampaikan doa dan harapannya untuk Ketua Umum Partai Gerindra, Bapak Prabowo Subianto, agar selalu sehat dan semakin semangat memimpin Partai Gerindra.

    “Memperingati HUT ke-13 Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), sebagai kader, kami mendoakan Bapak Prabowo selalu dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa. Kiranya Bapak Prabowo sehat selalu dan semakin semangat memimpin Partai Gerindra. Doa kami juga, tahun 2024 Bapak Prabowo menjadi Presiden RI ke 8,” tutur Murfati penuh keyakinan.

    Secara umum, Murfati berharap seluruh kader Partai Gerindra sesuai dengan tema HUT Gerindra ke-13, “Perkuat Diri Membangun Negeri” tetap solid sehingga tujuan dan cita-cita Indonesia lebih jaya dan makmur dapat  tercapai melalui perjuangan Partai Gerindra Bersama rakyat.

    “Sesuai tema HUT Gerindra ke-13, semoga kami kader-kader partai Gerindra  semakin solid dan terus memperkuat diri sehingga bisa membangun negeri Indonesia yang lebih jaya dan makmur,” terang Murfati Lidianto, SE., M.A.

    Menyikapi angka penyebaran Covid-19 yang kian meningkat, Murfatipun mengajak warga masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protocol Kesehatan dengan 4 M.

    “Kunci utama untuk mencegah penularan virus Covid-19 di masa pandemic corona ini setidaknya dengan empat M, yaitu; memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Oleh karenanya saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protocol Kesehatan cegah Covid-19,” harapnya. (RS)

  • Pdt. Dr. Ronny Mandang, M.Th Menyerahkan Masukan PGLII Soal Perber Menjadi Perpres Kepada Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas

    Pdt. Dr. Ronny Mandang, M.Th Menyerahkan Masukan PGLII Soal Perber Menjadi Perpres Kepada Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik dan akan mengkaji usulan Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) terkait Peraturan Bersama 2 Menteri No. 8 dan No. 9/2006 untuk menjadi Peraturan Presiden (Perpres) sebagai solusi pembangunan rumah ibadah dan kebebasan beragama di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Gus Menteri, begitu sapaan akrabnya ketika menerima Pengurus Pusat PGLII di rumah dinasnya di Komplek Widya Chandra, Jakarta. (28/1).

    Masukan PGLII yang diserahkan Ketua Umum PGLII Pdt. DR. Ronny Mandang M.Th., tersebut telah melalui pendalaman di lingkup PGLII dan sudah melalui kajian yuridis dan akademis yang dilakukan oleh PGLII bersama perguruan tinggi, sehingga menurut PGLII  secara asas dan hierarki, Perpres adalah bentuk ketentuan perundangan yang paling tepat.

    Sebelumnya Gus Menteri  mengakui mendapat berbagai masukan mengenai Perber 2 Menteri ini dari berbagai kalangan.

    Menteri Agama RI menyampaikan kepada PGLII agar  para pemuka agama tidak sungkan memberikan masukan kepada Kementerian Agama. “Terima kasih atas masukan untuk Kemenag. Saya senang sekali dan saya berharap jangan sungkan untuk memberi masukan kepada saya dalam memimpin Kementerian Agama. Saya terbuka menyambut segala masukan,” katanya

    Gus Menteri juga menegaskan bahwa Kementerian Agama akan mempermudah umat beragama menjalankan ibadahnya karena Kementerian Agama milik semua umat beragama di Indonesia.

    Dalam kesempatan tersebut Pdt. Ronny Mandang didampingi Pdt. DR. Nus Reimas, Pdt. Ronny Sigarlaki, Pdt. Tommy Lengkong, M.Th., dan Deddy Madong, SH, MA.

    50 Tahun PGLII

    Kepada Gus Menteri, disampaikan bahwa PGLII merupakan Lembaga Gereja Aras Nasional yang berdiri sejak 17 Juli 1971 di Batu, Malang, Jawa Timur. Saat ini PGLII menjadi wadah berhimpun dari kurang lebih 10 juta umat Kristiani dari 93 sinode gereja dan 65 lembaga pelayanan di seluruh wilayah Indonesia.

    PGLII merupakan salah satu dari 8 lembaga gerejawi aras nasional yaitu: KWI, PGI, PGLII, PGPI, PBI, Bala Keselamatan, Advent, dan Gereja Orthodox yang tergabung dalam Forum Umat Kristiani Indonesia,” jelas Deddy Madong, SH, MA.sebagai Ketua III PP PGLII bidang Lintas Agama dan Kebangsaan.

    “PGLII merupakan salah satu deklarator berdirinya Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI)”, ditambahkan Nus Reimas, Ketua Majelis Pertimbangan PGLII.

    PGLII dalam bulan Juli tahun ini akan berusia 50 tahun. “Tahun ini kami akan merayakan Yubelium 50 tahun PGLII dengan sederhana. PGLII lahir pada 17 Juli 1971. Kami berharap pada perayaan 50 tahun PGLII nanti Bapak Menteri dapat memberikan sambutan,” ujar Ronny Mandang.

    Menteri Agama menyatakan siap hadir dalam Perayaan 50 Tahun PGLII pada Juli mendatang.  

    Moderasi Beragama

    Ronny Mandang menambahkan PGLII senantiasa membangun gereja dalam semangat Pancasila dan Kebhinnekaan. Bagi PGLII beragama itu layaknya bernegara.

    “Moderasi Beragama bagi kami pada hakekatnya beragama itu adalah berindonesia. Rumah ibadah adalah benteng kerukunan, bukan ajang menebar kebencian.” kata Ronny Mandang.

    Sebagai langkah pertama di awal tahun ini PGLII berencana bersama Kementerian Agama akan mengadakan Webinar dengan tema Kekristenan & Moderasi Beragama yang akan disiarkan televisi dan media sosial, dimana Menteri  Agama RI menjadi Pembicara Utama.

  • Kisah Nyata.  Orang Mati Bangkit.

    Kisah Nyata. Orang Mati Bangkit.

    Desa Sia, 100% GPdI ada Pencuri Ayam. Desa Sia terletak di kecamatan Passi, Bolang Mongondow, Sulut. Desa ini tenang dan damai. Sangat unik dan spesial karena desa ini 100% penduduknya adalah GPdI. Mari kita memulai kisahnya. Desa ini dihuni oleh penduduk asli Suku Mongondow, dengan keyakinan berbeda. Pada waktu silam datang seorang Hamba Tuhan bernama Pdt. Robert Ratu, ayahanda Pdt. Melk Ratu, Gembala di Jabar. Di desa itu ada yang meninggal. Pendeta yang diurapi Tuhan itu pergi mendoakan orang yang meninggal. Pdt. Ratu, papa dari Pdt. Hanny Ratu, Pendeta di Jabar berdoa dengan kuasa Jesus. Ajaib! Orang mati itu bangkit oleh Kuasa dan Mujizat Tuhan Yesus. Luar biasa, orang itu bangkit dari kematian. Ia hidup. Ajaib Tuhan. Api Pantekosta Heran. Peristiwa Mujizat itu menyadarkan dan membertobatkan orang sekampung. Seluruh rakyat dibabtis dalam air dan menjadi GPdI. Gembala Sidang di desa itu pernah ada menjadi Kepala desa (Sangadi). Inilah satu satunya desa yang 100% GPdI di seluruh dunia. Ada cerita super unik di desa GPdI ini. Suatu saat di kampung ini ada keluarga kehilangan ayam. Ada pencuri ayam. Memalukan. Hal itu membuat geger orang sekampung, karena sangat tidak biasa. Seluruh desa masyarakatnya taat, setia dan rohani. Bagaimana bisa desa Injil Sepenuh ada pencurinya. Orang sekampung jadi tak enak hati, malu kalau nanti terkabar ke kampung tetangga, desa GPdI ada pencurinya. Nanti desa GPdI akan dicemooh dan di olok serta dicela. Keluarga yang kecurian melapor pada Kepala desa. Kepala desa enggan mengurusnya. Ia tak sanggup. Kepala desa berkata, lapor saja pada Gembala. Kata kepala desa, karena Pencuri ayam itu pasti anggota Jemaat. Gembala lebih bijaksana mengurusnya. Katanya. Gembala memohon hikmat Tuhan, bagaimana cara mengurusnya. Pencuri ayam itu tidak diketahui siapa. Kemudian dalam sebuah ibadah pagi, Gembala mulai membuka pembicaraan dengan hati hati. Tentu saja semua berdoa terlebih dulu memohon hikmat dan pertolongan Tuhan. Gembala memulai. Ia menjelaskan dengan singkat bahwa kita semua malu, nama Tuhan juga dipermalukan. Kita ini anak Tuhan. Tak boleh mencuri. Mencuri Ayam itu dosa, harus mengaku. Tuhan Maha Pengampun. Anak Tuhan tak boleh mencuri dan selanjutnya…. Ayo mengakulah, kata Gembala. Tiba tiba, seorang berdiri. Bapak itu dengan jujur mengaku bahwa dialah Pencurinya. Semua kaget, kenapa bisa. Karena bapak itu seorang yang terpandang, kaya dan punya banyak ayam. Ia seorang pelayan Tuhan juga. Semua bingung dan tak percaya. Ada apa ini, mengapa? Gembala juga kaget. Gembala berkata, Bapak punya banyak ayam, terpandang dan pelayan di gereja, kenapa mencuri? Gembala tertunduk malu dan perasaan campur aduk. Bapak itu tak tanggung tanggung dengan enteng menjawab: “Saya memang sengaja mencuri ayamnya. Sayalah Pencurinya. Kenapa? Karena orang itu (yang kecurian) banyak ayamnya tapi dia kikir dan tak mau berkorban. Maka saya ambil (curi) ayamnya dan saya bawah ke Pastori. Itu ayam yang sudah di woku dan dimakan di Pastori.” Hahaha… Semua akhirnya tertawa. Ohhh…GPdI. Orang yang kecurian ayam itu akhirnya sadar dan jadi rajin berkorban. Ini kisah lucu yang benar benar terjadi. Kisah nyata. Kisah ini diceritakan Ketua MD Sulut kepada saya 2 hari yang lalu. FDR-LT.

  • KKB Bakar Pesawat MAF di Intan Jaya, Pdt Socrates Yoman : Mereka Melawan Keagungan Tuhan

    KKB Bakar Pesawat MAF di Intan Jaya, Pdt Socrates Yoman : Mereka Melawan Keagungan Tuhan

    Jayapura, wartanasrani.com – Socratez S. Yoman, Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua mengecam upaya pembakaran pesawat milik Mission Aviation Fellowship (MAF) yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Intan Jaya pada 6 Januari 2021.

    Socratez dalam keterangannya menganggap bahwa pembakaran pesawat milik misionaris tersebut sama seperti sedang mencoba membunuh kehidupan bagi Papua.

    “Pembakaran pesawat MAF yang diisikan para misionaris adalah perlawann terhadap keagungan Tuhan. Saya mengecam perlakuan yang dilakukan oleh kelompok TPNPB itu,” ujarnya.

    Menurut Socratez, Papua adalah daerah menginginkan kebebasan dan kemerdekaan, sebab ia berangggapan bahwa saat ini banyak pihak telah mengisi posisi di Papua untuk kepentingan lain.

    “Papua ini pulau besar yang terombang-ambing. Ada banyak pihak yang mengisi kekosongan di Papua dan itu tidak sesuai dengan keinginan rakyat Papua. Sehingga yang menjadi satu-satunya jawaban bagi Papua adalah nilai keagamaan,”

    Seocratez menambahkan, pendekatan kedamaian yang dibawa para misionaris menjadi satu-satunya harapan bagi Papua pun sedang dihancurkan juga oleh kelompok separartis.

    “Biadab, mereka adalah kelompok biadab yang tidak memakai otak dalam setiap tindakannya. Misionaris itu harapan bagi Papua, mereka menyebarkan ilmu dan firman Tuhan untuk kedamaian tanah Papua, kenapa diteror?” pungkasnya. (Brt)

  • RONNY MANDANG: Keputusan Siapa Yang Akan Menduduki Jabatan Nomor Satu Di Kepolisian RI, Telah Diatur UU

    RONNY MANDANG: Keputusan Siapa Yang Akan Menduduki Jabatan Nomor Satu Di Kepolisian RI, Telah Diatur UU

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Presiden Joko Widodo telah menunjuk pengganti Kapolri Jenderal Idham Azis yang akan berakhir pada tanggal 30 Januari 2021 kepada Kapolri yang baru adalah hal yang lumrah dalam struktur organisasi dan jabatan di Kepolisian RI. Demikian ungkap Ketua Umum Persekutuan Gereja dan Lembaga Kristen Indonesia (PGLII) ketika ditanyakan pandangannya seputar pergantian Kapolri yang beragama Kristen yang kemudian ada salah satu lembaga agama yang berkeberatan.

    Karena itu lanjut Pdt Ronny bahwa keputusan siapa yang akan menduduki jabatan nomor satu di Kepolisian RI, telah diatur dengan UU REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 Tahun 2002 TENTANG KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA; Bab II Pasal 8. Kemudian, Kepolisian Negara Republik Indonesia dipimpin oleh Kapolri yang dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Presiden sesuai dengan peraturan perundang-undangan”.

    Demikian juga Bab II Pasal 11.1 Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat, dan menjadi wewenang sepenuhnya dari Presiden RI Joko Widodo.

    Bahwa beberapa calon terbaik dari Kepolisian yang telah berada di tangan Presiden Joko Widodo, dan kemudian memilih dan menunjuk Komjen Pol Listyo Sigit sebagai calon Kapolri yang baru, adalah keputusan mutlak Presiden RI dan jangan dibentur-benturkan dengan persoalan latar belakang status, suku ataupun agama.

    Kepolisian RI bukanlah lembaga keagamaan karena tidak berurusan dengan kaidah agama tertentu. Kapolri pertama 1963-1965 dijabat oleh Jenderal Pol Soetjipto Danoekoesoemo beragama Kristen; Kapolri periode 1984-1978 dijabat oleh Jenderal Pol Widodo Budidarmo yang beragama Kristen.

    Artinya di Republik Indonesia, sesuai dengan UU RI No.2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian, siapapun yang dipandang pantas dipilih oleh Presiden RI untuk menjabat sebagai Kapolri sudah sepatutnya diterima, karena umumnya menjadi Kapolri harus melalui uji bertahap yang juga melibatkan Kompolnas.

    Terutama, bahwa setiap Kapolri yang berasal dari latar belakang status sosial, suku dan agama yang berbeda, siap menunjuklan tanggung jawabnya sebagai Kapolri dan juga menunjukkan sebagai orang yang taat beragama.

    “Lembaga apapun, apalagi berbasis keagamaan sebaiknya tidak mengganggu proses penetapan calon Kapolri, sebab yang kelak dipilih dan ditetapkan Presiden dan DPR, dan tentu saja diterima dan didukung seluruh rakyat Indonesia yang multicultural”, tegas Ronny yang juga gembala jemaat GKRI Karmel Permata Hijau ini lantang.

  • Menteri Agama: Jangan Ragu Ikuti Vaksinasi Covid-19 Untuk Melindungi Diri Dan Sesama Dari Wabah Virus Korona

    Menteri Agama: Jangan Ragu Ikuti Vaksinasi Covid-19 Untuk Melindungi Diri Dan Sesama Dari Wabah Virus Korona

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengajak seluruh umat beragama di Indonesia untuk tidak ragu mengikuti vaksinasi Covid-19. Keikutsertaan masyarakat dalam program vaksinasi secara gratis tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk melindungi diri dan sesama dari wabah virus korona.

    Hal itu disampaikan Yaqut saat memberikan keterangan pers bersama Ketua Satgas Penanganan Covid-19 selepas menyaksikan ketibaan 15 juta bahan baku vaksin Covid-19 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Selasa, 12 Januari 2021.

    “Saya ingin meminta kepada seluruh umat beragama yang sesuai dengan kriteria dan syarat kesehatan yang ditentukan agar jangan ragu mengikuti vaksinasi Covid-19 apabila nanti gilirannya sudah tiba,” ucapnya.

    Menag menegaskan, vaksinasi tersebut bukanlah obat, melainkan upaya pencegahan yang tetap harus diikuti dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Upaya vaksinasi tersebut juga merupakan ikhtiar pemerintah sebagai wujud kecintaan kepada warga negara dan bangsa Indonesia.

    Lebih jauh, Yaqut juga menerangkan bahwa vaksin Covid-19 dari perusahaan Sinovac yang akan digunakan tersebut telah memiliki fatwa suci dan halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, vaksin tersebut juga telah melalui uji klinis dan saintifik lainnya yang dibuktikan dengan telah dikeluarkannya izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

    “Artinya vaksin ini dapat digunakan seluruh umat Islam selama terjamin keamanannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten,” tandasnya.

  • MURFATI LIDIANTO INGATKAN MASYARAKAT UNTUK HATI-HATI DALAM BERMEDSOS

    MURFATI LIDIANTO INGATKAN MASYARAKAT UNTUK HATI-HATI DALAM BERMEDSOS

    KOTA BEKASI, WARTANASRANI.COM – Akhir-akhir ini banyak informasi atau berita palsu “hoax” bermunculan di media sosial dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Ketidakdewasaan dalam berbagi informasi dan kurangnya akan pengetahuan tentang IT menjadikan berita Hoax bertebaran dimana – mana yang menciptakan keresahan, kegaduhan, pertikaian dan sebagainya. Menyikapi hal ini, Anggota DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto, SE., M.A., kembali mengingatkan masyarakat untuk hati-hati dalam bermedsos.

    “Sangat disayangkan, akhir-akhir ini isu hoax kembali naik. Ditengah ramainya pemberitaan terkait pandemi Covid-19, masih saja ada oknum tertentu yang menyebarkan informasi bohong yang membuat masyarakat resah dan percaya dengan berita tersebut,” ungkap Murfati.

    “Bila kita kurang berhati-hati dalam menyaring sebuah informasi, maka kita akan mudah termakan tipuan hoax tersebut. Bahkan kita juga mungkin terpengaruh ikut-ikutan dalam menyebarkan berita hoax dan berita bohong itu, sehingga ada pihak yang merasa dirugikan. Nah, kalo pihak yang dirugikan menuntut, maka kita yang menyebarkan, bisa kena Undang-Undang ITE dengan ancaman enam tahun penjara,” ungkap Murfati lagi.

    Anggota Dewan dari Fraksi Gerindra inipun mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan kritis dalam menerima setiap informasi. Menurutnya, ada langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghindari hoax sekaligus membantu menghentikan penyebarannya di media sosial.

    “Perhatikan judul informasi dan sumber berita. Langkah Ini perlu kita lakukan karena beberapa oknum sering memasang judul yang menjebak, artinya menarik masyarakat agar membacanya. Berita palsu biasanya memiliki judul yang mengejutkan agar membuat rasa penasaran. Isi kontennya pun biasanya terlihat provokatif dan memanfaatkan isu-isu yang sedang tren. Seperti isu penyebaran Covid-19 saat ini mulai banyak oknum-oknum yang memanfaatkan dengan menciptakan berita bohong,” terang Murfati Lidianto.

    “Kemudian, periksa sumbernya, apakah dari situs resmi dan terpercaya atau tidak! Apabila informasi berasal dari situs-situs media sosial dan web yang belum dapat dipercaya, segera mengecek ke situs-situs lainnya,” terang Murfati lagi.

    Melihat hoax bermacam-macam bentuknya dan salah satunya berupa foto dan video, maka memeriksa foto dan video adalah langkah yang juga harus dilakukan masyarakat.

    “Sama halnya dengan tulisan, hoax bentuk foto dan video yang Anda terima jangan langsung mempercayai begitu saja. Terkadang oknum juga mengedit sebuah foto dan video sebelum menyebarkannya di media sosial,” sebut Murfati.

    “Sekarang ini, kita bisa cek keaslian dari berita foto dan video dengan memanfaatkan teknologi fitur dari Google Images dengan tautan images.google.com,” sebut Murfati lagi menambahkan.

    Pada akhirnya, Murfati menghimbau masyarakat untuk melaporkan ke kementerian komunikasi dan informatikan jika menemukan berita hoax.

    “Apabila masyarakat menemukan berita hoax, sebaiknya segera melaporkan konten tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Informatika agar berita hoax segera ditindak tegas,” pesannya.

  • Gelar KLB, Parkindo 1945 Agendakan Pilih Ketua Umum Definitif Dan Siap Tampil Sebagai Peserta Pemilu 2024

    Gelar KLB, Parkindo 1945 Agendakan Pilih Ketua Umum Definitif Dan Siap Tampil Sebagai Peserta Pemilu 2024

    BANDUNG, WARTANASRANI.COM – Kongres Luar Biasa (KLB) Parkindo 1945 siap dihelat di Hotel Bumi Sangkuriang, Bandung, menurut jadwal dibuka Selasa, 10 November 2020 pukul 09.00 pagi. Sampai saat ini panitia sudah bekerja keras menyiapkan perhelatan penting ini agar bisa berlangsung dengan baik. Hal itu diungkapkan careteker Sekjen Max Melen Tumundo, SH,MH saat ditemui disela-sela kesibukannya menyelenggarakan persiapan glade resik, Senin (9/11/2020).

    “Puji Tuhan panitia KLB sudah siap. Sampai saat ini sudah memasuki 90 persen persiapan yang kita lakukan. Para peserta juga sudah berdatangan demikian juga peserta yang mengikuti lewat zoom di seluruh Indonesia, sudah menyatakan kesiapannya. Jadi ada tatap muka (konvensional) maupun secara virtual. Nantinya unsur yang hadir adalah DPP, DPD, peninjau dan undangan,” tutur Max Tumundo.

    Adapun KLB Partai Kristen Indonesia (Parkindo) 1945 kali ini, kata Max Tumundo mengambil Tema; “Aktualisasi Iman Kristen dalam Pembangunan Nasional sebagai Pengamalan Pancasila.” Dengan Subtema; “Harapan dan Tantangan Masyarakat Plural dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika demi tegaknya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 melalui Pemilu 2024.”

    Lebih jauh, sambung Max, bahwa KLB Parkindo 1945 kali ini terasa berbeda karena memiliki agenda khusus yakni agenda tunggal memilih Ketua Umum definitif 2020-2025.

    “KLB kali ini merupakan yang pertama dan memiliki agenda tunggal yakni memilih Ketua Umum definitif Parkindo 1945 periode 2020-2025,” tegasnya.

    Disampaikan bahwa pemilik suara dalam KLB kali ini berjumlah 36 suara, terdiri dari 2 suara dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan 34 suara dari Dewan Perwakilan Derah (DPD) yang ada di seluruh Indonesia. Ditanya legalitas penyelenggaraan KLB Parkindo 1945, Max Tumundo menjelaskan bahwa lewat Kemenhukham 2016 No AHU.4. AH.11.01.-72 ditetapkan Careteker Ketua Umum Hendrik Patinama dan Sekjen Max Melen Tumundo, SH, MH (7 September 2016).

    “April 2020 berhubung Caretaker Bapak Ketua Umum meninggal, untuk melanjutkan partai maka perlu memilih ketua umum yang baru. Kemudian dilaksanakan Rapat Pleno yang dihadiri semua unsur pengurus Parkindo 1945 periode 2006-2011 dan unsur pengurus caretaker Parkindo 1945 periode 2016 untuk menetapkan pengurus caretaker yang baru. Terpilih Alida Guyer sebagai Caretaker Ketua Umum. KLB Parkindo 1945 adalah kelanjutan dalam rangka memilih ketua umum definitif,” urainya dengan jelas.

    Meski KLB diselenggarakan dalam masa pandemi Covid 1945, menurut Max Tumundo bahwa pihaknya sudah menetapkan protokol ketat sesuai dengan peraturan satgas dan menkes dalam melaksanakan kegiatan di masa Covid-19.

    “Tidak hanya peserta yang hadir di sini, teman-teman DPD yang mengikuti KLB lewat Zoom di daerah juga menerapkan dan taat peraturan Covid-19 secara ketat. Kita memang patuh dengan aturan yang diterapkan pemerintah,” paparnya.

    Suksesnya penyelenggaraan KLB Parkindo 1945 di Bandung ini, selain memilih Ketua Umum definitif yang diharapkan akan segara bekerja keras membangun infrastruktur partai sehingga bisa menjadi kontestan Pemilu 2024 yang akan datang.

    “Partai ini hampir mati suri, karena itu sangat mendesak menetapkan Ketum defenitif sehingga mampu membangun infrastruktur partai demi menghadapi Pemilu 2024. Harapan kita, bahwa Parkindo 1945 akan bangkit dan tampil menjadi peserta pemilu 2024 dan bahkan mampu menjadi salah satu partai yang bisa menempatkan wakil di Senayan,” pungkasnya.

    Dari pengamatan di lapangan, gladi resik diikuti sekitar 30 orang dari pengurus berbagai wilayah. Mereka dengan semangat mengikuti setiap tahapan persiapan persidangan. Sebelum memasuki pembukaan KLB Parkindo 1945 esok hari, terlebih dulu akan diselenggarakan ibadah pembukaan.

  • Apresiasi Pewarna Indonesia 2020: Irjen Pol Purn Dr. Benny Jozua Mamoto, S.H., M.Si., Terima Apresiasi Sebagai Figur Budaya Yang Menginspirasi Masyarakat

    Apresiasi Pewarna Indonesia 2020: Irjen Pol Purn Dr. Benny Jozua Mamoto, S.H., M.Si., Terima Apresiasi Sebagai Figur Budaya Yang Menginspirasi Masyarakat

    WARTANASRANI.COM, TANGSEL – Hidup dilingkungan tugas yang keras membawa Irjen Pol. (Purn) Dr. Benny Jozua Mamoto, S.H., M.Si terjun di dunia budaya. Hal ini terungkap saat ia memberi sambutan dalam acara Apresiasi Pewarna Indonesia Tahun 2020 (API) yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) di Swiss-Belhotel Serpong Intermark Indonesia, Jl. Lingkar Timur BSD, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Banten, Indonesia, pada hari, Jumat (30/10/2020).

    Seperti diketahui, lulusan Akademi Kepolisian 1977 ini banyak bertugas di bidang reserse. Benny pernah menjadi penyidik di Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri hingga Wakil Sekretaris NCB-Interpol Indonesia. Benny pun pernah menjadi Direktur Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2009 hingga 2012. Ia kemudian menjadi Deputi Pemberantasan Narkotika BNN selama setahun sejak 2012 sampai 2013.

    Benny yang dikenal banyak menangani kasus besar saat bertugas di Polri dan BNN, pernah juga menangani kasus pembobolan BNI senilai 1,7 triluan, penyidikan kasus BLBI, hingga memimpin pengungkapan kasus mafia narkoba, terpilih lewat penilaian dewan juri dan polling dari masyarakat yang digelar Pewarna Indonesia sebagai Figur Budaya yang menginspirasi masyarakat Nasrani.

    “Orang akan bertanya, itu pensiunan polisi, kerjanya nanganin teroris, kerjanya nanganin narkoba. Ini pertanyaan yang sering disampaikan ke kami. Bahkan seorang budayawanpun bertanya demikian, “Apa urusannya (dengan budaya) Pak Benny? Bapak mengurusi soal budaya?”, tutur Benny mengawali sambutannya setelah menerima Apresiasi Pewarna Indonesia 2020.

    “Jawaban saya begini; Saya hidup di dunia yang keras; hadapi teroris, hadapi bandar narkoba, hadapi para koruptor, semua keras! Ketika saya hidup dilingkungan yang keras, maka saya menjadi keras. Untuk mengimbangi itu, saya terjun di dunia budaya. Disitulah ada hati, disitulah ada kesetaraan. Hidup perlu keseimbangan. Maka disitulah saya geluti (bidang budaya)”, tutur Benny menguatkan bahwa penganugerahan API 2020 sebagai Figur Budaya oleh Pewarna Indonesia tidaklah salah.

    Bagi Benny Mamoto, pendekatan budaya mampu menjadi solusi dalam menyelesaikan tugas. Ia pun bercerita bagaimana saat bertugas sebagai Interogator teroris, pendekatan budaya yang ia lakukan mampu membuat para teroris bisa bercerita apa adanya dan mengaku.

    “Ketika saya bertugas sebagai interogator teroris, sebelum bom bali 1 saya sudah masuk Afganistan, Thailand, Pakistan, Singapura, Malaysia, Australia untuk menginterogasi teroris yang ada di sana. Pendekatan yang saya lakukan adalah pendekatan budaya dan menggunakan hati. Tidak ada kekerasan, tidak ada tekanan, tidak ada ancaman! Yang ada adalah dialog. Akhirnya apa yang terjadi? Semua berbicara apa adanya, semua mengaku, bahkan agency dari luar negeripun bertanya, kenapa Pak Benny? Itulah dasyatnya pendekatan budaya. Kami dalam melakukan berbagai tugas, selalu mengedepankan pendekatan budaya”, terangnya mantap.

    “Terakhir, selaku ketua TGPF Intan Jaya Papua, masuk kesana dengan pendekatan budaya sehingga keluarga korban yang tadinya tidak mau tanda tangan BAP, tidak mau tanda tangan ijin otopsi, tapi dengan pendekatan yang kami lakukan, akhirnya menerima, percaya dan mau tanda tangan,” terangnya lagi.

    Terkait Figur Budaya yang diterima, Benny Mamoto mengungkapkan berbagai aktifitas seni budaya yang ia lakukan. Berbagai rekor dunia dan nasional dibidang Seni Budaya telah dipersembahkannya untuk bangsa Indonesia.

    “Kalau bapak ibu lihat baju saya, ini kain bikinan sendiri, produksi sendiri, dan kain ini sudah kami daftarkan di Guiness World Record sebagai kain tenun terpanjang. Kami punya alat music terbesar di dunia, terompet ada di Minahasa, itu juga sudah tercatat di Guiness World Record,” sebutnya.

    “Jadi kami punya 7, mungkin terbanyak di Indonesia. Semua di bidang seni termasuk seni kuliner, nasi jaha terpanjang, hanya 6 kilometer. Itu sudah tercatat di Guiness World Record. Kulintang terbesar, Kulintang terbanyak, Musik Bambu terbanyak, semua sudah tercatat di Guiness World Record. Kalau Rekor MURI kami Cuma punya 34, semua di bidang seni”, sebut Benny lagi disambut tepuk tangan yang hadir.

    Menurut Benny Mamoto, apa yang ia lakukan adalah semata-mata untuk membangkitkan kebanggaan sang pemilik melalui rekor-rekor yang diraih.

    “Kenapa sih bikin record. Kami ingin membangkitkan kebanggaan sang pemilik melalui rekor-rekor itu. Tadinya anak-anak muda tidak peduli, sekarang bisa mengatakan itu punya saya. Karena itu sudah tercatat di Guiness World Record,” terangnya.

    Pada bagian akhir sambutannya, Benny menuturkan soal pelestarian Bahsa Daerah dengan pembuatan Kamus Bahasa Daerah Sembilan etnis di Minahasa, Sulawesi Utara.

    “Kami sendang melestarikan Budaya Bahasa, dari sembilan bahasa daerah sub etnis Minahasa, 5 sudah selesai menjadi kamus, tinggal 4 lagi”, tutur pria kelahiran Manado ini.

    “Jadi itulah seorang pensiunan polisi, tapi Ketika bergaul dengan para budayawan seniman, kami tanggalkan atribut, kami menyatu dan kami hidup bersama”, tuturnya mengakhiri sambutan.

    Sementara itu, ada 12  kategori penghargaan yang diberikan terdiri dari Figur Penjaga Keberagaman Non Birokrat  KH Achmad Muwafiq (ulama NU)Figur Birokrat Toleran  Dr. H. Tri Adhianto Tjahyono, SE, MM. (Wakil Walikota Bekasi), Bidang Hukum yang berdampak bagi masyarakat Nasrani Frendrik J. Pinakunary, SH, SE, (Advokat), Bidang Pemuda yang menginspirasi dan berpengaruh bagi pemuda Nasrani  Rahayu Saraswati, Publik Figur yang inspiratif bagi masyarakat Nasrani Junaedi Salat (Artis), Bidang Pendidikan yang berperan bagi masyarakat Nasrani Dr. Sutan Darianus Lungguk (DL) Sitorus (alm), (pendiri Yayasan Yadika), Politisi yang menginspirasi bagi masyarakat Nasrani Pdt. Dr. dr. Ruyandi Hutasoit, Sp.U, M.Th. (mantan Ketum PDS), Figur Media yang paling berpengaruh dan mengispirasi bagi masyarakat Nasrani : Andy Flores Noya (Wartawan Senior), Figur Oikumenis Pdt Dr. Erastus Sabdono (Ketua Sinode GSKI),  Lembaga Misi paling berperan bagi masyarakat Nasrani  Yayasan  Mission Care Figur  Inspirasi  Budaya   Irjen Pol (Purn) Dr. Benny Jozua Mamoto, SH., M.Si., dan kategori terakhir adalah Sahabat Pewarna Indonesia  ada 9 Figur. (Red)

  • Pdt. Dr. Ir. Rachmat T. Manullang, M.Si., PIMPIN SIDANG SENAT TERBUKA SEKOLAH TINGGI TEOLOGI LETS Lighthouse Equipping Theological School

    Pdt. Dr. Ir. Rachmat T. Manullang, M.Si., PIMPIN SIDANG SENAT TERBUKA SEKOLAH TINGGI TEOLOGI LETS Lighthouse Equipping Theological School

    WARTANASRANI.COM, KOTA BEKASI – Bertempat di kampus STT LETS di Grha Rhema Bekasi Barat, hari Sabtu 31 Oktober 2020 pagi, STT LETS menyelenggarakan Wisuda dengan memperhatikan Protokol Kesehatan yang disyaratkan pemerintah.

    Wisuda tahun ini adalah Wisuda ke 11 (sebelas) untuk Program Studi Strata Satu Teologi, Wisuda ke 5 (lima) bagi Program Pascasarjana Strata Dua Teologi dan Wisuda ke 2 (dua) Program Studi Strata Satu Pendidikan Agama Kristen. Seluruh Prodi telah mendapat Akreditasi dari BAN PT

    Sidang senat terbuka dipimpin oleh Pdt. Dr. Ir. Rachmat T. Manullang, M.Si. selaku Ketua Sekolah Tinggi Teologi LETS. Wisuda mengangkat tema LEADERSHIP IN NEW ERA (Kepemimpinan di Era Baru) didampingi Wakil Ketua, Kaprodi dan Direktur Program Pascasarjana dan para dosen.

    Dalam Pengarahan kepada wisudawan dan hadirin, Rachmat menyatakan bahwa sebagai lembaga Pendidikan Tinggi Keagamaan Kristen dengan ciri khas sebagai Pembaharu, mendidik dan melatih mahasiswa agar memiliki kemampuan sebagai pemimpin yang berkarakter. STT LETS telah berdiri sejak tahun 1999. Telah mengantongi Akreditasi Institusi dari BAN PT.

    Sepanjang tahun dari awal berdiri hingga saat ini semakin berkembang dalam melaksanakan proses pembelajaran dan terus membenahi diri. Sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu proses belajar mengajar, kualitas pengajar mengajar dan sarana prasarana dan sebagainya.

    Diharapkan para wisudawan dan wisudawati agar tidak lekas puas atas apa yang sudah dicapai, tapi teruslah belajar dijenjang yang lebih tinggi lagi. “Belajar menerapkan ke masyarakat teori yang dipelajari di kampus”, tegasnya. Rahmat mengungkapkan telah berada hampir 40 tahun di dunia pendidikan mengharapkan ada regenerasi. “Memang tidak mudah tapi peralihan generasi pasti terjadi”, ungkapnya.

    Wisuda hari ini adalah pengumuman kelulusan resmi dari STT LETS sekaligus pengucapan syukur kepada Tuhan Yesus karena kasih setiaNya.

    Tahun ini Mahasiswa yang diwisuda hari adalah sebanyak 56 orang dari Strata Satu Teologi 30 orang, Strata Satu Pendidikan Agama Kristen 7 orang dan Strata Dua Teologi 19 orang. terhadap mahasiswa Strata 1 Teologi dan Pendidikan Agama Kristen serta Strata 2 Teologi.

    Orasi Ilmiah disampaikan Dr. Jakoep Ezra, DBA, Ph.D. Selaku Wakil Ketua STT LETS, yang juga adalah founder Power Character & Life Transformer menyampaikan Topik 21 Essential Future Leadership, mengupas proses Thinking Skill yakni (1) Conceptual (2) Visionary (3) Strategic (4) Critical (5) Analytical (6) Marticulative (7) Vertical Deep (8) Predictive.

    Doa Pengutusan dilakukan oleh Pdt. Dr. Yerry Rumahlatu, M.Th. selaku Direktur Program Pascasarjana STT LETS

    Wisuda dilakukan secara hybrid, Sebagian mewakili mahasiswa hadir di kampus STT LETS di Grha Rhema Bekasi Barat, sebagian lagi melakukan secara virtual menggunakan Zoom Meeting.

    Kepada Seluruh wisudawan diucapkan selamat menapaki hidup baru dengan menyandang gelar kesarjanaan. Artinya tanggung jawab semakin besar dan semakin memiliki karakter Kristus. Mari terus bertumbuh sebagai Generasi Pembaharu, (Red)