Author: admin

  • TERIMA BANTUAN, KETUA BPD GBI BEKASI SAMPAIKAN TERIMA KASIH KEPADA KETUM BPH GBI

    TERIMA BANTUAN, KETUA BPD GBI BEKASI SAMPAIKAN TERIMA KASIH KEPADA KETUM BPH GBI

    BEKASI – Badan Pekerja Daerah Gereja Bethel Indonesia Bekasi (BPD GBI Bekasi),  kembali menyalurkan bantuan peduli kasih kepada para pejabat GBI yang ada di Kota dan Kabupaten Bekasi, Hari ini, Kamis (04/06/2020). Bertempat di Kantor Sekretariat BPD GBI Bekasi, Ketua BPD Pdt. DR. Sahala Nainggolan, M.Th., didampingi MPL Pdt. M.S. Tamba, M.Pd., Ketua 2 Pdt. Nuah Ginting, Sekretaris BPD Pdt. Stefanus Karsten, S.TH., dan Kabid Pelmas Pdt. Welem Doko, MA., menyerahkan secara simbolis bantuan sebanyak 410 paket, yang terdiri dari 5 kg beras, sarden, mie instan dan minyak sayur.

    “Puji Tuhan, Syalom, Salam Sehati! Bapak Ketua Sinode yang kami kasihi, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, hari ini kami menyalurkan dompet peduli kasih dari Badan Pekerja Harian GBI bersama dengan BPD GBI Bekasi. Paket ini berjumlah 410 paket yang terdiri dari; 5 kg beras, minyak sayur, mie instan dan sarden”, sebut Pdt. DR. Sahala Nainggolan, M.Th.

    Secara khusus, Pdt. DR. Sahala nainggolan, M.Th., menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPH yang  sudah menyatakan kepeduliannya terhadap para pejabat GBI yang ada Kpta dan Kabupaten Bekasi.

    “Kami berterima kasih kepada Tuhan, juga kepada BPH yang dipakai oleh Tuhan menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menjadi berkat buat kami”, terang Ketua BPD GBI Bekasi penuh syukur.

    Hal yang sama disampaikan MPL BPD GBI Bekasi, Pdt. M.S. Tamba, M.Pd., rasa syukur dan terima kasih disampaikan kepada Ketua Umum dan seluruh Staf BPH yang telah menunjukkan kepedulian yang luar biasa buat para pejabat khususnya di wilayah BPD Bekasi.

    “Saya selaku MPL dari BPD Bekasi mengucapkan banyak terima kasih kepada BPH yang sudah menunjukkan kepeduliannya yang luar biasa, dimana kami para pejabat yang ada di Bekasi ini merasa tertolong dengan bantuan ini. Kiranya Tuhan Yesus memberkati Bapak Ketum kami, Pdt. Rubin Adi Abraham dan seluruh staf BPH. Tuhan Yesus memberkati!”, ujar Pdt. M.S. Tamba.

    “Kita berdoa terus supaya Covid-19 ini berlalu segera dan kita bisa bekerja dengan maksimal. Terima kasih, syalom!”, ujar Pdt. M.S. Tamba lagi.

    Tak ketinggalan Ketua 2 BPD GBI Bekasi, Pdt. Nuah Ginting yang membawahi bidang pelayanan masyarakat, selain mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan BPH kepada BPD Bekasi, Pdt. Nuah Ginting juga menambahkan bahwa penyerahan paket sembako yang menyasar pejabat GBI di BPD Bekasi hari ini, merupakan kegiatan peduli kasih BPD Bekasi yang kelima.

    “Dampak Covid-19 ini memang luar biasa bagi bangsa Indonesia dan kita bersyukur BPH dan BPD Bekasi, GBI Peduli kasih buat para hamba-hamba Tuhan, pendeta, pejabat kurang lebih 410 paket disalurkan hari ini. Kita bersyukur kalau dari BPH dan BPD Bekasi terus lakukan ini. Ini yang ke lima, BPD Bekasi salurkan bantuan kepada para pejabat termasuk Ojol, dan orang-orang yang membutuhkan karena terdampak Covid-19 ini. Tuhan Yesus memberkati!”, ungkap Pdt. Nuah Ginting.

    Turut menyampaikan terima kasih kepada BPH GBI, Wakil Ketua 3, Pdt. Yohanes Nur, S.Th. Dalam kesempatan yang sama juga Pdt. Yohanes Nur mengajak semua pejabat untuk tetap kuat dalam doa dan sama-sama berdoa sehingga Pandemi Covid-19 cepat berakhir di Indonesia.

    “Atas nama BPD Bekasi kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Badan Pekerja Harian Sinode Gereja Bethel Indonesia yang begitu memperhatikan kehidupan dan pelayanan gereja-gereja Tuhan yang ada di Kota Bekasi, sehingga kami kembali mendapatkan bantuan berbentuk sembako yang kedua. Pada Bantuan kedua ini, puji Tuhan sebanyak 410 paket akan dibagi kepada hamba-hamba Tuhan yang terkena dampak dari Pandemi Covid-19. Sekali lagi kami mengucapkan banyak erima kasih kepada BPH GBI dan juga rekan-rekan pejabat GBI di BPD Bekasi yang telah ikut serta didalam pelaksanaan pengadaan sembako yang akan dibagikan hari ini”, tutur Pdt. Yohanes Nur.

    “Kita berdoa supaya, kita semua yang mengambil bagian dan kita semua yang menerima, kita semua di berkati oleh Tuhan, dapat melewati hari-hari yang sulit ini, dapat melewati setiap pergumulan, tantangan hidup yang memang Tuhan ijinkan untuk kita hadapi. Kita sama-sama berjuang, kita sama-sama berdoa, kita sama-sama memohon pertolongan Tuhan, supaya sesegera mungkin Covid-19  ini akan berakhir di Indonesia”, tutur Pdt. Yohanes lagi.

    Sebagai Staf BPD Bekasi yang selalu terjun langsung dalam kegiatan peduli kasih BPD Bekasi, Ketua Kabid Pelmas, Pdt. Welem Doko, MA.,

    “Yang terhormat Bapak Ketua Umum BPH GBI, Pdt. DR. Rubin Adi Abraham dan Bapak Pdt. DR. Sahala Nainggolan Ketua BPD GBI Bekasi, atas nama Kabid Pelmas BPD Bekasi mengucapkan terima kasih atas perhatian yang sudah diberikan ini, sehingga kami boleh mendapat berkat-berkat ini atas tangan Tuhan yang luar biasa. Saya mengucap syukur, saya berterima kasih kepada Tuhan ada di GBI, dan kami mau bertahan terus di GBI sekalipun Covid-19 belum berakhir. Tetapi kami akan terus melayani di GBI bersama dengan semua saudara-saudara kami. Apapun yang terjadi, sekali GBI tetap GBI!’, pungkas Kabid Pelmas BPD GBI Bekasi ini.

    Sementara itu, mematuhi himbauan pemerintah untuk menjaga jarak (Social Distancing dan Physical Distancing), pengambilan sembako di wakili oleh pengurus Perwil yang nantinya para pejabat akan mengambil paket sembako di masing-masing perwakilan wilayah.

    “Untuk mematuhi himbauan pemerintah soal menjaga jarak, maka para pejabat nantinya akan mengambil paket bantuan ke perwakilan-perwakilan wilayah (Perwil) yang ada di BPD GBI Bekasi. Ada tujuh Perwil di BPD GBI Bekasi”, sebut Sekretaris BPD Bekasi Pdt, Stefanus Karsten, S.Th.

    Mewakili para pejabat, Ketua Perwil 1 (Bekasi Barat) Pdt. DR. J. Yohanes Sihombing menyampaikan terima kasih dan doa untuk BPH GBI.

    “Saya Ketua Perwil 1 BPD Bekasi mengucapkan terima kasih kepada BPH yang sudah memikirkan nasib daripada pendeta-pendeta yang ada di wilayah BPD Bekasi sehingga mendapatkan sembako dan ini merupakan sukacita bagi kami semua. Dan doa kami bersama kiranya Tuhan memberkati BPH dan diberikan terus kekuatan untuk melayani gereja yang besar ini, sehingga nama Tuhan di permuliakan dan ditinggikan lewat Gereja Bethel Indonesia”, ungkapnya.

    Pada bagian akhir, Ketua BPD Bekasi kembali menegaskan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian BPH GBI kepada para pejabat di BPD GBI Bekasi.

    “Sekali lagi, Tuhan memberkati Badan Pekerja Harian yang telah menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menjadi berkat buat kami para pejabat yang ada di Bekasi. Tuhan memberkati dan salam sehati”, ucap Ketua BPD GBI Bekasi, Pdt. DR. Sahala Nainggolan, M.Th sebelum MPL BPD Bekasi, Pdt. M.S. Tamba, M.Pd menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada para pejabat yang diwakili Ketua Perwil 1 Bekasi Barat, Pdt. DR. J. Yohanes Sihombing, M.Th. (RSO)

  • DISKUSI DARING  PEWARNA: PELUANG PARTAI KRISTEN DALAM PERSPEKTIF AKADEMISI PERGURUAN TINGGI

    DISKUSI DARING PEWARNA: PELUANG PARTAI KRISTEN DALAM PERSPEKTIF AKADEMISI PERGURUAN TINGGI

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Menghadirkan delapan narasumber dari berbagai perguruan tinggi, Hari ini, Selasa (2/6) Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Indonesia) kembali menggelar Diskusi Online dengan tema, “Peluang Partai Kristen dalam Perspektif Akademisi Perguruan Tinggi”.

    Selama kurang lebih dua jam, dipandu moderator Ricardo marbun, para narasumber memaparkan pandangannya soal peluang Parpol Kristen dalam Pemilu 2024 nanti.

    Mereka adalah; DR. Phil Fitzerald Kennedy Sitorus, S.Sos., S.Fil (Dosen Filsafat UPH), DR. Denny Tewu (Wakil Rektor UKI), DR. Ferry Daud Liando (Wakil Sekjen Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) RI), Sally Azaria, S.Sos, M.PPO (Dosen UK Petra), DR. Maklon Kila (Pembantu Rektor 1 Universitas Kristen Wira Wacana Sumba), Rikson Karundeng, M.Teol (Pengajar/Dosen UKIT), I.S. Kijne Mansawan, SH (Dosen STIH & Ketum GEBRAK Papua Barat) dan DR. Ashiong Munte, M.Pd (Litbang Pewarna Indonesia).

    Diberi kesempatan pertama, DR. Kennedy Sitorus mengajak peserta diskusi untuk melihat dari aspek analisa teoritis dan praktis. Menurutnya, dari aspek teoritis dengan melihat fungsi Parpol untuk menyuarakan kepentingan konstituennya, tidak ada masalah. Tapi pada level praktis, efektifitas Parpol Kristen untuk memperjuangkan kepentingan-kepentingan umat Kristen diragukan.

    “Seefektif apa parpol Kristen dalam memperjuangkan aspirasi di perpolitikan nasional? Kalau melihat sejarah, pada pemilu sebelumnya sudah ada dan kita tahu bagaimana kemudian hasil dari usaha mulia itu. Dari aspek teoritis, baik, kita harap ada dan itu wajar sekali. Tapi, dari sisi pengalaman, kita harus evaluasi agar tidak seperti keledai yang jatuh terperosok pada lubang yang sama. Berdasarkan pengamatan saya, meragukan Parpol Kristen dapat memperjuangkan kepentingan-kepentingan umat Kristen”, ungkapnya.

    Dosen Filsafat UPH ini pun menyarankan umat Kristen memperkuat parta-partai nasionalis yang menurutnya lebih akan berdampak ketimbang lewat partai Kristen yang hanya menjadi partai gurem saja.

    “Memperjuangkan kepentingan umat Kristen tidak harus dari Parpol Kristen, tapi dari partai-partai nasionalis besar lebih berdampak. Akan sangat tidak efektif membentuk Parpol Kristen, lebih baik memperkuat partai-partai besar nasionalis. Publik tidak akan tertarik dengan Parpol Kristen, karena akan menjadi partai gurem saja,” terang Kennedy Sitorus.

    “Sebagai monoritas kita mending memperkuat partai-partai nasionalis. Akan lebih diterima partai nasionalis membela kepentingan Kristen daripada Parpol Kristen sendiri. Apalagi suasana sosiologis sekarang, masyarakat kurang menerima Parpol yang berbasis keagamaan,” terang Kenedy Sitorus lagi.

    Tak jauh beda dengan Kennedy Sitorus, narasumber kedua Sally Azaria, S.Sos, M.PPO mempertanyakan nilai jual dari Parpol Kristen sehingga masyarakat bisa memilih. Dengan keberagaman dari dalam Kristen sendiri yang tidak bisa ada di satu partai, Sally meragukan kehadiran Parpol Kristen.

    “Perlu dihitung seberapa kuat kalau mau buat Partai Kristen. Eranya sudah lewat kalau mau buat Partai Kristen. Sekarang sudah era nasionalis bukan primordialis. Era keterbukaan seperti ini, orang tidak lagi ekslusif. Sekarang lebih ke arah nasionalis, kemanusiaan,” tutur Dosen UK Petra ini.

    “Mungkinkah yang mayoritas memilih kita? Butuh perhitungan yang matang kalau mau mendirikan Parpol Kristen,” tuturnya lagi.

    Narasumber ketiga, I.S. Kijne Mansawan, SH (Dosen STIH & Ketum GEBRAK Papua Barat) menekankan soal tampil beda dengan nilai tawar yang lebih dari Parpol Kristen sebelumnya.

    “Belajar dari sejarah, kita tahu ada PDS. Ada perwakilan 13 di DPR RI. Tapi, kalau kita perhatikan tidak ada yang menonjol. Akhirnya masyarakat menilai tidak ada bedanya PDS dengan partai lain. Saya hanya ingin beri saran, kalau ada niat terjun dan berpolitik praktis, berangkat dari evaluasi dari partai sebelumnya. Kita harus tampil beda dan beri nilai tawar. Saran saya, jangan nama berbau Kristen, buat orang-orang yang sudah terlanjur di parpol besar menarik mereka dan membesarkan parpol Kristen ini. Contoh di Papua Barat, dominasi Kristen masih kuat. Tokoh atau pendeta masih sangat didengar,” ujar Kijne Mansawan.

    Sebagai narasumber keempat, Rikson Karundeng, M.Teol (Pengajar/Dosen UKIT) mengajak semua untuk belajar dari sejarah perjalanan Parpol Kristen dan tokoh-tokoh Kristen yang punya posisi tawar dalam panggung politik. Dengan semangat historis teologis kehadiran Kristen di panggung politik Indonesia yang sangat berperan, maka menurutnya kehadiran Parpol Kristen bisa direalisasikan.

    “Bisa, nggak? tentu bisa, karena UU memberi peluang untuk itu. Semua punya hak mendirikan parpol. Kita pernah menyimak Sukarno, bahwa mendirikan paprpol Kristen dan daerah itu tidak keliru. Secara historis, politisi Kristen bukan baru. Hal penting lain yang bisa kita pelajari dari sejarah, orang Kristen punya pengaruh, dimana tokoh-tokoh Kristen punya posisi tawar dalam panggung politik,” jelasnya.

    “Sekarang, realistis kah? Bisa dapat kursi di parlemen? Bisa! Hari ini fakta ada masyarakat yang menginginkan parpol Kristen. Ini juga menjadi isu di kampus-kampus teologi,” jelasnya lagi.

    Sementara itu, narasumber kelima, DR. Maklon Kila (Pembantu Rektor 1 Universitas Kristen Wira Wacana Sumba) lebih fokus pada strategi marketing Parpol Kristen. Sesuai bidangnya ia menguraikan soal strategi secara fundamental, kekinian, konstituen dan perubahan selera pemilih. Menurutnya, perlu kajian soal gagal dan tidaknya tokoh-tokoh Kristen di Parpol Nasionalis yang berjuang untuk kepentingan umat Kristen, sehingga hasilnya menjadi landasan berdirinya Parpol Kristen.

    “Sejarah kita sudah tahu ada parpol-parpol Kristen, tapi kegagalan parpol Kristen mempertahankan diri di perpolitikan nasional. Yang jadi pertanyaan, kita punya tokoh Kristen yg sudah banyak berkecimpung di parpol nasionalis, apakah tokoh-tokoh itu memang gagal memperjuangkan aspirasi Kristen atau sebaliknya mereka banyak berjuang sehingga tak perlu lagi Parpol Kristen? Oke, kalau gagal, peluang mendirikan parpol Kristen jadi ada,” tuturnya.

    Terkait konstituen, Maklon menyatakan besarnya persaingan bila Parpol Kristen kembali hadir dalam perpolitikan nasional. Menurutnya, dari perjalanan hasil pemilu ada perubahan selera pemilih/masyarakat dari partai berbasis agama ke nasionalis sehingga peluang parpol Kristen semakin berat.

    “Dalam ranah besarnya tingkat persaingannya bagaimana? Ternyata kalau kita lihat ketat sekali. Kita bisa lihat dari pemilu sebelumnya. Ada perubahan selera pemilih yang beralih dari parpol basis agama ke parpol nasional. tingkat beralih itu tinggi. Lihat juga seberapa besar segmen pasar kita. Basis Kristen banyak partai nasionalis! Oke, kalau kita semua bersatu, kita bisa memenuhi PT, tapi kelanjutannya bagaimana? Peluang pasarnya terlalu kecil,” jelasnya.

    Diskusi menjadi semakin menarik tatkala DR. Denny Tewu (Wakil Rektor UKI) memaparkan pandangannya. Selain memaparkan perjalanan sejarah pengaruh Parpol Kristen dalam perjuangan bangsa, sebagai mantan pimpinan Partai Politik Kristen (PDS) yang pernah duduk di Senayan sebagai anggota DPR RI, Denny menyebut kehadiran Parpol Kristen khususnya PDS sangat memberi pengaruh dalam perpolitikan Indonesia, khususnya memperjuangkan aspirasi umat Kristiani.

    Beberapa peninggalan PDS untuk memperjuangkan kepentingan nasional khususnya umat Kristiani seperti kenaikan anggaran untuk Bimas Krsiten, sumbangan zakat yang hanya untuk umat muslim yang bisa mengumpulkan dana hingga ratusan triliun, maka melalui PP No. 60 tahun 2010 sumbangan agama lainnya diakui pemerintah sebagai pengurang pajak dalam laporan keuangan individu maupun perusahaan, terbentuknya UU penghapusan diskriminasi ras dan etnis, UU rencana pembangunan jangka panjang nasional (RPJPN) 205-2025 dibeberkannya.

    Melihat peran ini, Denny Tewu menyatakan bahwa peluang Parpol Kristen tampil lagi di tahun 2024 terbuka walaupun tidak mudah karena tergantung UU Pemilu 2024 yang baru akan dikeluarkan tahun 2022. Selain itu mengacu pada UU Pemilu sebelumnya, sudah harus mempersiapkan organisasi Parpol dari pusat hingga ke desa/kelurahan beserta anggota parpol minimal 1000 orang per kabupaten kota yang berpenduduk hingga 1 juta orang.

    Berdasarkan pengalamannya, Denny Tewu menyampaikan tiga hal bila Parpol Kristen hadir dalam perpolitikan nasional nantinya.

    “Pertama, perlu figur yang bisa diterima dan dipercaya pihak, baik masyarakat Kristen pada umumnya maupun penguasa atau sebaliknya dipercaya penguasa dan diterima masyarakat Kristen pada umumnya. Kedua, Pendanaan datang karena kepercayaan pada pemimpin yang siap berkorban juga tentunya. Ketiga, Untuk administrasi tidak sulit dengan teknologi dan dukungan jaringan Kristen yang ada harusnya cukup mumpuni,” ungkapnya.

    Narasumber ketujuh, DR. Ferry Daud Liando (Wakil Sekjen Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) RI) mengangkat soal Ideologi dan platform Parpol. Menurutnya Konsistensi identitas menjadi kunci kesuksesan Parpol Kristen.

    “Eksis atau tidak, tergantung ideologinya. Apa platform yang membentuk cita-cita parpol itu. Akhirnya, policynya seperti apa, ini akan menentukan. Banyak parpol gagal karena ideolgi tidak memiliki visi yg jelas, tidak merangsang publik. Bandingkan dengan Eropa/Australia ideologi beda-beda. Ada kebutuhan, bukan keinginan figur. Bukan semata-mata kepentingan elite, tapi kebutuhan masyarakat. Ideologi harus konsisten. How to goal, jangan hanya untuk mengakomodasi pengangguran politik,” pungkasnya.

    “Ideologi butuh konsistensi. Ideologi penting! Jangan sampai ada image untuk menampung pengangguran-pengangguran politik. Dipecat dari parpol nasionalis, kemudian masuk atau bergabung ke Parpol Kristen. Kon sistensi akan identitas harus di jaga bila Parpol Kristen hadir,” pungkasnya lagi.

    Narasumber terakhir, DR. Ashiong Munte, M.Pd (Litbang Pewarna Indonesia) menegaskan soal perlunya perjuangan untuk mewujudkan sebuah peluang walaupun kecil.

    “Segala sesuatu harus di perjuangkan! Peluang itu, sekalipun ada pro dan kontra harus diperjuangkan. Baik sebelum pemilu, saat pemilu dan pasca pemilu,” serunya.

    Sesi tanya jawab mewarnai Diskusi Online kedelapan Pewarna Indonesia yang berlangsung dua jam lebih ini. Pada bagian akhir, setiap narasumber diberi kesempatan oleh moderator untuk menyampaikan pernyataan penutupnya. (***)

  • Pewarna Menggelar Diskusi Daring Seri Ketujuh – Peluang Partai Kristen Dari Perspektif Masyarakat Kristen Indonesia Timur

    Pewarna Menggelar Diskusi Daring Seri Ketujuh – Peluang Partai Kristen Dari Perspektif Masyarakat Kristen Indonesia Timur

    Jakarta, Kembali PEWARNA menggelar diskusi daring terhitung sudah seri ke tujuh Jumat (29/05/2020). Kali ini sengaja PEWARNA mengajak peserta mendengar sejauhmana peluang partai Kristen itu berdiri dari perspektif masyarakat Kristen Indonesia Timur.

    Masih di pandu jurnalis dan penyiar Komunitas Batak di RRI yang tergabung di PEWARNA Ricardo Marbun, menghadirkan figure-figur narasumber dari Masyarakat Kristen Indonesia Timur yang turut dalam sharing kali ini, antaranya, Audi Wuisang Sekjen PIKI, Izak R Hikoyabi Fasilitator Nasional Jaringan dan pemuda nasional (JDPN) papua, Daud Saleh Ludji akademisi IAKN Kupang, Soleman Manufandu tokoh Agama Papua Barat, Lucius Karus pengamat Politik FORMAPPI, Putra suarthana pengusaha Bali, Jerry Massie tokoh Pemuda Sulut dan Brikken Linde Bonting Ketua MPI KNPI Kabupaten Toraja Utara Sulawesi Selatan.

    Di kesempatan pertama Audy Wuisang Sekjen PIKI, lebih menyorot dari segi perundangan peluang ada mengizinkan PDS, Parkindo dan PDKB masih ada. Pasti bisa tapi bagaimana menghitung secara riil, ini yang harus dipertimbangkan secara cermat.

    Kalau ada padangan Indonesia Timur sebagai lumbung suara, Audi menegaskan bahwa Sulawesi Utara terlalu dominan PDI Perjuangan, karena kalau ada partai Kristen dirasa masih akan sulit digoyahkan sampai pemilu 2024.

    Kalaupun ada partai Kristen yang mampu lolos menurutnya hanya akan meraup suara sisa Sedangkan Papua relative lebih baik meskipun tokoh utama sudah mengklaim sebagai bagian partai nasional/penguasa demikian juga dengan NTT, sebaran tokoh-tokoh di sana di partai nasional. Kalaupun dicoba mengkapitalisasi sisa-sisa suara berdasarkan figure, sinkronisasi symbol dan partai itu sendiri.

    Sedangkan sosok muda Papua yang pernah menjadi anggota KPUD dua periode ini yakni Izak R.Hikoyabi JDPN Papua dari berbagai partai yang di menangkan di daerah Papua pada tahun 2009, partai Nasdem, Golkar dll.
    Persoalannya banyak kantong-kantong Kristen mulai dari Sabang sampai Merauke yang banyak figur-figur Kristen yang nasionalis, ya kalau bisa mereka-merekalah yang harus masuk di partai Kristen untuk tahun 2024. Kalau hanya dari orang-orang Kristen saja malah sedikit suara buat partai Kristen nantinya,

    “Saya berharap kepada orang-orang Kristen yang sangat berpotensi agar mampu duduk di partai Kristen dan juga harus ada beberapa persen yang harus duduk di pemerintah pusat, dengan demikian kehadiran Partai Kristen itu dirasakan”, ujar izak sembari berharap partai Kristen masih sangat dibutuhkan.

    Sementara Daud Saleh Ludji seorang akademisi IAKN Kupang menyatakan sependapat dengan dengan Audy Wuisang harus melihat data dulu yang ada, PDS pada tahun 2004 mendapatkan suara untuk duduk di pemerintah selama 2 priode. Kalau memang akan mendirikan partai Kristen 2024 apakah perlu bergabung dengan partai yang ada atau berdiri sendiri? itulah pertanyaan yang mendasar yang disampaikan Daud mantan anggota DPRD Kupang ini.

    Putra Suarthana Pengusaha perhotelan di Denpasar dan beberapa tempat ini tegas mengatakan bahwa sejak sejak adanya negara ini partai Kristen sudah ada, baik Parkindo,PDKB, Partai Katolik dan terakhir PDS. Kalaupun harus ada partai Kristen mereka harus mempunyai visi dan misi yang jelas dan berjiwa pelayan sehingga banyak orang yang akan mengikutinya.

    Artinya visi dan misinya partai tersebut jelas dan jangan ada memikirkan kekuasaan, kenapa kalau mereka sudah memikirkan tentang visi misi untuk neegri ini, semua akan tidak sedikit akan memberikan dukungan dari masyarakat. Harus mempunyai kekuatan politik dan dukungan masyarakat di tambah pendanaan yang lebih kuat.

    “Saya rasa partai Krsiten perlu mengingat sekalipun ada orang-orang Kristen yang sudah duduk di Parlemen tetapi tidak mampu memperjuangkan kepentingan kekristenan ataupun kaum minoritas, lantaran mereka sudah terikat dengan platform pertain tersebut”, tandasnya serius.

    Brikken Linde Bonting Ketua MPI KNPI Kabupaten oraja Utara, Sulawesi Selatan bahwa dalam diskusi ini apakah masih perlu partai Kristen? Ya kita kasih buat pemuda-pemuda milenia karena mereka lebih gesit dan siap terjun kelapangan.

    Pertanyaannya, mampuhkah kita menyelipkan kader-kader Kristen untuk duduk di DPR RI. Kita harus mempunyai optimis agar terbangun secara baik nantinya Partai Kristen di tahun 2024. Menurutnya masa keemasan partai Kristen saat PDS mampu mengirimkan kader-kadernya sebanyak 13 kursi di Parlemen, maka kalau saat ini lebih baik menciptakan kader-kader untuk masuk dalam partai yang sudah ada, tukasnya.
    Jerry Massie tokoh muda Sulut yang sekaligus pengamat politik ini, mengatakan kalau bicara peluang pasti ada, sekalipun memang relative kecil, kalau di Manado atau Sulut dengan perhitungan semasa PDS bisa mengirimkan wakilnya duduk di anggota dewan daerah. Prinsipnya harus memberikan ruang dalam kaderisasi umat Kristen agar juga mampu tampil dalam politik kita.

    Pdt Soleman Manufandu dari Papua Barat, sangat respek kalau memang ada partai Kristen sepanjang partai ini memiliki nilai-nilai yang menjunjung kekristenan, orang yang takut Tuhan dan rela memberi diri dalam pelayanan bidang politik, Papua Barat sendiri siap untuk terlibat dalam partai politik Kristen ini sendiri.
    Lucius Karus pengamat politik dari FORMAPPI lugas seharusnya partai Kristen tetap ada, bukan saat terdengar kalau mau jelang pemilu saja, karena kalau itu yang terjadi taka da bedanya dengan partai yang lain yang hanya terkesan mengejar kekuasaan.

    Tegas Lucius terlepas masuk ataupun tidak dalam parlemen partai Kristen ini harus ada, sehingga mampu bicara dalam mengkritisi bangsa ini dalam rangka memperjuangkan kepentingan Kristen terutama kepentingan bangsa dan negara.

    Diskusi terlihat seru ketika hadir Pdt Dr Ruyandi Hutasoit mantan Ketua Umum PDS dan sekaligus pendiri ini, Ruyandi mendorong partai ini ada dan PDS siap untuk berkiprah kembali, karena tatkala ada yang memperjuangkan di Parlemen yang mempresentasikan suara Krsten akan tetap sia-sia.

  • Selain Dampak Pandemi Covid-19 Juga Dampak Non Medis Terutama Masalah Kebutuhan Pokok Masyarakat

    Selain Dampak Pandemi Covid-19 Juga Dampak Non Medis Terutama Masalah Kebutuhan Pokok Masyarakat

    Jakarta, Dampak pandemi Covid-19 semakin terasa, termasuk dampak non medis terutama masalah kebutuhan pokok pangan bagi masyarakat. Akibat PSBB maka semua penduduk harus tetap dirumah dan tidak bekerja dengan kemungkinan tanpa penghasilan. Kondisi ini sangat dirasakan masyarakat DKI Jakarta. bantuan pemerintah perlu didukung juga oleh masyarakat secara bergotong royong untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19. Salah satu kepedulian itu ditunjukkan oleh Lumbung Nusantara dan Ormas Kristen seperti Yayasan Lumbung Yusuf Indonesia bersama-sama My Home, PGLII DKI Jakarta, STT LETS, dan PEWARNA Indonesia (Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia). Wujud kepedulian sosial tersebut diserahkannya 250 Paket Sembako kepada FKUB DKI Jakarta, Kamis (28/05/2020) di Gd. Spiritual FKUB DKI Jakarta Jl. Awaluddin III Tanah Abang Jakarta Pusat.

    Sekertaris FKUB Propinsi DKI Jakarta H.Abi Ichwanuddin FKUB DKI Mengucapkan terimakasih kepada Lumbung Nusantara dan kawan-kawan pers Pewarna Indonesia yang sudah hadir di kantor FKUB untuk membagikan paket sembako buat masyarakat yang terdampak Covid-19 dan juga perwakilan FKUB Jakarta timur, Jakarta Barat dan FKUB kepulauan seribu.

    Sambutan dari Koordinator Nasional Lumbung Nusantara Pdt.Dr.Ir.Rahmat Manullang M.Si, M.Th, saya adalah perwakilan dari Yayasan Lumbung Yusuf Indonesia dan Lumbung Nusantara sebelumnya Rachmat Manullang mengucapkan selamat hari raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin, selama ini kami telah mendirikan Posko di berbagai lokasi di Jabotabek. salah satu Posko ada di RW 06 Kelurahan Petamburan Saya berkordinasi dengan Bp. Michel selaku Ketua RW 06 untuk membagikan paket sembako kepada warga di wilayah Tanah Abang” Ungkap Rahmat Manullang kami membagikan paket sembako ini tidak ada maksud unsur lain kami merasakan saudara-saudara kita yang membutuhkan dan juga banyak saudara-saudara kita terdampak Covid-19, dan hari ini saya juga ingin bersilaturahmi kepada FKUB DKI Jakarta. Dan saya mewakili teman2 mengucapkan terima kasih telah membantu kegiatan ini dari bulan April di berbagai wilayah yang sudah bekerja keras dalam kegiatan ini untuk meringankan saudara-saudara kita yang terdampak Covid-19 ini, kita tidak tau kapan berakhirnya Pandemik ini. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta, walaupun bantuan kami ini cuma 250 paket sembako yang terdiri ada beras, minyak, Hand sanitizer dll. diharapkan mampu membawa keringanan dan kelegaan kepada warga Lintas agama yang menerima bantuan. Kemarin kami berkesempatan memberikan bantuan Sembako di Pondok Rangon, bagaimana para pengali kuburpun sangat ketakutan dan khawatir tertular Covid-19 ini di tambah kesulitan mereka yang terkait penghasilan, kami pun sempat membantu para pengali kubur.

    Prof. Dede Rosyada Ketua FKUB Prov. DKI Jakarta dalam sambutannya Mengatakan “saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Rahmat Manullang selaku ketua lumbung Indonesia dan lumbung Nusantara yang telah memberikan 250 paket sembako kepada FKUB Prov.DKI Jakarta untuk di salurkan ke saudara-saudara kita yang terdampak Covid-19 semoga bermanfaat buat mereka dan juga saya mengucapkan terimakasih kepada teman-teman Pewarna Indonesia yang juga telah hadir di kantor FKUB Prov.DKI Jakarta dan PGLII yang juga telah hadir di acara pembagian paket sembako kepada FKUB Prov DKI Jakarta. ‘Ungkap ketua FKUB Prov DKI Jakarta. ,Sebelum mengakhir acara tersebut Ketua Umum Lumbung Nusantara sebagai perwakilan lumbung Indonesia Pdt.Dr.Ir.Rahmat Manullang penyerahan paket 250 sembako yang di terima ketua Prof.Dede FKUB Prov DKI Jakarta.

    Disela-sela Kesibukannya Transparansi Indonesia mewawancarai Antonius Natan Sekretaris PGLII DKI Jakarta, kegiatan Lumbung Nusantara bersama FKUB DKI Jakarta merupakan cermin kebersamaan dan menerapkan semangat gotong royong secara lintas agama. kiranya berdamai dengan Covid-19 memberikan arti kita agar terus melanjutkan kehidupan dengan semangat serta tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

    Di tempat terpisah kami mewawancarai salah satu perwakilan pengurus DPP Pewarna Indonesia sekaligus caretaker Ketua DPD Pewarna DKI Jakarta
    Thony Ermando mengatakan “Sejak awal diumumkannya PSBB di wilayah DKI Jakarta PEWARNA Indonesia sudah bergerak melakukan aksi sosial bermitra dengan organisasi Kristen lainnya, kemudian bergerak bersama lintas agama FKUB Jakarta Barat membagikan 200 takjil diwilayah Kebon Jeruk, Kemanggisan dan Mesjid Al-Falah Kebon Jeruk Jakarta Barat. Pada Hari ini bermitra dengan Lumbung Nusantara, Yayasan Lumbung Yusuf Indonesia bersama-sama My Home, PGLII DKI Jakarta, STT LETS, dan FKUB Jakarta Barat. Kami berterimakasih banyak atas kerjasama yang baik semua pihak, Kepada FKUB Jakarta Barat yang dketua Bapak Prof. Dede Rosyada yang sudah menghadirkan semua perwakilan umat beragama di Wilayah DKI Jakarta, para ketua dan perwakilan tingkat walikota DKI Jakarta dan perwakilan yang datang dari kepulauan seribu. Kiranya upaya dan kerjakeras semua pihak dapat memberkati bayak umat yang terdampak covid-19” terangnya.

  • CLARA PANGGABEAN KEMBALI RILIS SINGLE TERBARUNYA, SAMPAI DETIK INI

    CLARA PANGGABEAN KEMBALI RILIS SINGLE TERBARUNYA, SAMPAI DETIK INI

    WARTANASRANI.COM – Clara Panggabean seorang sarjana hukum calon advokat yang selama beberapa tahun belakangan ini aktif berkarya diblantika musik Indonesia yang sudah pernah melakukan private konser perdananya pada tahun 2015 di Jakarta serta melakukan Show di kota Medan dan kota lainnya.

    Awal berkarir didunia tarik suara, Clara Panggabean memang lebih dominan mengeluarkan lagu-lagu daerah, namun beberapa tahun ini Clara Panggabean telah aktif di blantika musik nasional dengan mengeluarkan beberapa singlenya antara lain lagu Jangan Sampai Tiga Kali.

    Sejak merebaknya Covid-19, pada umumnya musisi masih enggan mengeluarkan single terbarunya, namun bagi Clara justru saat seperti inilah perlu kita menyapa masyarakat dengan hasil karya kita sekalipun banyak dirumah saja. Sehingga diawal medio Mei 2020, Clara Panggabean kembali mengeluarkan single terbarunya yang berjudul “SAMPAI DETIK INI”. Lagu Sampai Detik Ini merupakan ciptaan Tagor Pangaribuan selaku pencipta lagu Jangan Sampai Tiga Kali dan Penyanyi lagu Jangan Salah Menilai yang sampai saat ini masih masuk dalam salah satu top chart lagu di Indonesia.

    Adapun penggalan lagu Sampai Detik Ini “Percayalah sayang, takkan pernah ku berpaling walau apapun terjadi, aku disini akan slalu menunggumu, jangan pernah kau meragukan kesetianku….”. Lagu tersebut menggambarkan kesetiaan seseorang terhadap pasangannya sekalipun pasangannya meninggalkannya. Clara menyatakan lagu SAMPAI DETIK INI merupakan salah satu lagu yang sangat berkesan karena selain syairnya memiliki makna yang sangat dalam, notasinya juga simple dan indah, sehingga saya menyanyikannya seolah-olah apa yang ada dalam setiap penggalan lirik lagu tersebut terjadi dalam diri saya dan saya menikmati lagu SAMPAI DETIK INI.

    Menurut Produser Clara Panggabean yaitu Jhon SE Panggaeban,S.H.,M.H., lagu SAMPAI DETIK INI juga dikemas dengan musik yang apik yang diarrangement oleh Raynaldi Sanjaya dan penata vokal yaitu Rifan N70, serta dimixing oleh Mido Silitonga. Jhon mengungkapkan bahwa lagu SAMPAI DETIK INI sangat enak didengar dan menurutnya diantara seluruh lagu-lagu yang telah dinyanyikan Clara selama ini, secara jujur lagu SAMPAI DETIK INI merupakan yang paling pas untuk jenis suara Clara yang pop-melow. Kiranya lagu ini dapat diterima dan dinikmati oleh Masyarakat banyak.

    Untuk mendengarkan lagu SAMPAI DETIK INI, pendengar dapat meng-search di Youtube “Clara Panggabean — Sampai Detik Ini” atau meng-klik link ini : https://youtu.be/wvll7AaG1-4. (*)

  • Diskusi Daring Ketiga Pewarna Indonesia Bahas Peluang Partai Kristen 2024 Dari Perspektif Daerah

    Diskusi Daring Ketiga Pewarna Indonesia Bahas Peluang Partai Kristen 2024 Dari Perspektif Daerah

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Sebagai rangkaian dari diskusi yang sebelumnya telah digelar dua kali, Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) Indonesia kembali menggelar diskusi “Perlukah Partai Kristen 2024”. Jika diskusi pertama menyasar hal yang bersifat umum dan yang kedua menyasar pandangan anak muda, kesempatan diskusi yang ketiga ini berfokus pada pandangan dari perspektif daerah-daerah di Indonesia.

    Dalam diskusi yang dihelat Selasa (12/5) melalui sarana webinar zoom.us ini menghadirkan beberapa narasumber yang cukup representatif mewakili beberapa daerah di Indonesia. Pembicara tersebut diantaranya Ketua Umum YPPII Batu Roland M Octavianus dari Jawa Timur, Dolfi Kuron Anggota DPD dan pengurus API Sulut, Sekjen Partai Lokal Papua Bersatu, Darius W. Nawipa, Benyamin Sudarmaji dari Yogyakarta, Budiman Panjaitan dari Sumut, Hengky Nartosabdo dari Jateng, FX Gian Tuemali dari Fisipol UKI dan Jojo Raharjo.

    Dalam diskusi yang dipandu oleh oleh Ricardo Marbun ini diurai kembali urgensi keberadaan Partai Kristen di Pemilu 2024. Berbeda dengan nuansa di dua diskusi sebelumnya yang berfokus pada kondisi ideal serta praktik global di diskusi pertama dan pandangan anak muda di diskusi kedua, diskusi kali ini lebih mengarah pada pentingnya partai Kristen bagi daerah.

    Urgensi partai Kristen di daerah dirasa perlu terutama di daerah yang mayoritas Kristen seperti Sulawesi Utara dan Papua. Terkait dengan hal ini Dolfi Kuron dari Sulut menyatakan bahwa sebagai representasi umat Kristen, keberadaan partai Kristen sebenarnya diperlukan baik di tingkat nasional maupun lokal, tapi dengan syarat partai tersebut efektif dan dapat menjalankan perannya dengan baik.

    Dengan pandangan yang sama, sembari menunjukkan geliat pentingnya partai Kristen di Papua, Darius W Nawipa menyatakan, “Kami di Papua sangat antusias dengan kehadiran partai Kristen. Dulu ketika PDS dideklarasikan di sebagian besar penjuru Papua memasang bendera ungu sebagai wujud dukungan atas kehadiran PDS. Bagi kami Pak Ruyandi, pendiri PDS adalah pribadi yang dipakai Tuhan di bidang politik.

    Tak berbeda dengan keduanya, Hengki Nartosabdo dari Jawa Tengah yang juga Sekum BAMAG LKK menyatakan bahwa keberadaan beberapa aturan perundang-undangan yang bersifat diskriminatif dan belum optimalnya perjuangan hak-hak Kekristenan di parlemen, membuat keberadaan partai Kristen menjadi pilihan yang tidak dapat ditawar lagi.

    Berbeda dengan pandangan di atas, dua narasumber berpandangan bahwa keinginan untuk mendirikan partai Kristen harus ditinjau ulang dan dipertimbangkan dengan baik, mengingat kondisi dan konteks kebangsaan saat ini.

    Menurut mereka perjuangan para kader Kristiani di beberapa partai nasionalis melalui legislatif dan eksekutif merupakan hal yang harus dihargai dan diapresiasi. Dalam koridor kebangsaan dan nasionalisme, kehadiran partai nasionalis dengan kader Kristiani merupakan hal yang perlu untuk dioptimalkan eksistensinya.

    Mengenai hal ini Yohanes P dari Sumba menyatakan, “Satu kesadaran politik yang harus kita miliki adalah jumlah kita yang minoritas dan fakta di lapangan bahwa partai politik berbasis agama terutama partai Kristen sulit langgeng dalam eksistensi. Oleh sebab itu menurut saya kalau tidak ada jaminan efektif lebih baik mendorong aspirasi melalui partai-partai nasionalis.”

    Hal senada juga disampaikan oleh Benyamin Sudarmaji dari Yogyakarta. Ia berpandangan, “Kalau kita flash back pada perjalanan sejarah Indonesia Partai Kristen banyak mengalami kebuntuan dalam perjuangan dan berguguran. Jadi wacana mendirikan partai Kristen perlu dipertimbangkan matang-matang, karena selama ini hak-hak kita sudah dibela oleh kelompok nasionalis.”

    Mencoba menjembatani harapan ideal dan kondisi lapangan yang sulit bagi perkembangan partai Kristen, secara menarik, Ketua Umum YPPII Batu, Roland Octavianus melontarkan wacana tentang Kaukus Kristen. Baginya Kaukus Kristen merupakan parameter sekaligus solusi dari permasalahan yang ada.

    Menurutnya kehadiran Kaukus Kristen yang merupakan representasi dari suara umat Kristiani akan menjadi hal yang efektif menyuarakan aspirasi Kekristenan sekaligus bahan pertimbangan bisa tidaknya partai Kristen yang efektif didirikan. Mengenai hal ini secara rinci Roland menyatakan, “Kalau kita belajar kiprah partai Kristen dalam perjalanan politik di Indonesia kita menemukan Partai Kristen Indonesia (Parkindo) yang mewakili aspirasi umat Kristen secara utuh, sayang keberadaan partai ini harus dikerdilkan dengan adanya fusi masuk ke Partai Demokrasi Indonesia (PDI) lalu selanjutnya muncul PDKB, KRISNA, PDS dan partai-partai Kristen lainnya. Tapi bagi saya partai-partai ini terlalu prematur sehingga dalam waktu singkat langsung hilang.”

    “Oleh sebab itu hari ini, ketika kita bicara tentang partai Kristen, kita harus serius apakah partai ini benar-benar didirikan berdasarkan keinginan bersama umat Kristiani? Jika tidak nasibnya akan sama dengan yang lain. Oleh sebab itu sebelum melangkah pada wacana adanya partai Kristen yang ideal, perlu digagas adanya Kaukus Kristen yang keberadaannya benar-benar mewakili keberadaan umat Kristen,” papar Roland yang juga pimpinan YPPII Batu, lembaga pelayanan yang memiliki perwakilan di seluruh Indonesia dan beberapa tempat di luar negeri.

    Sebagai simpulan diskusi, Roland dan beberapa narasumber juga pertanyaan maupun pernyataan peserta diskusi memiliki pandangan bahwa diskriminasi masih terjadi dalam berbagai bidang seperti agama , sosial, budaya dan ekonomi. Bukan hanya secara praktis, diskriminasi tersebut juga menyentuh ranah regulasi atau aturan perundang-undangan. Banyak hal yang seharusnya menjadi hak asasi manusia dan ranah privat dijadikan ranah publik sehingga negara turut mengatur. Salah satu diantaranya adalah Surat Keputusan bersama (SKB) 3 Menteri Tentang Pendirian Tempat Ibadah.

    Simpulan lain yang muncul dari diskusi adalah jika ingin menghadirkan Partai Kristen, ada 3 aspek yang harus dipenuhi aspek tersebut adalah aspek kualitas (quality) yang terdiri dari pengalaman (Experience) dan penerimaan oleh konteks (acceptance), aspek kapasita (Capacity) yang terdari dari kekuatan di tingkat nasional dan daerah serta aspek Kapabilitas (Capable) yang terdiri dari kemampuan finansial (Finacial) dan kekuatan sosial (social). Dengan adanya 3 aspek ini secara kuat, kehadiran partai Kristen yang diharapkan akan dapat terwujud. (Yos)

  • Seluruh Penghuni Asrama Seminari Bethel Jakarta Dinyatakan Negatif Covid-19

    Seluruh Penghuni Asrama Seminari Bethel Jakarta Dinyatakan Negatif Covid-19

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Bagaimanakah kondisi terkini mahasiswa/mahasiswi Seminari Bethel Jakarta dan situasi Kampus? Berikut penjelasan Humas Seminari Bethel Jakarta, Pdm. Yada Putra Gratia yang dilansir redaksi wartanasrani.com dari beritabethel.com, Hari ini, Rabu (13/05/2020).

    Puji Tuhan, pada hari Selasa tanggal 12 Mei 2020 sore, tim dokter Puskemas Kecamatan Tanah Abang – Jakarta Pusat telah mengeluarkan surat keterangan sehat bagi seluruh penghuni Asrama Seminari Bethel Jakarta yang masih bertahan di Asrama, setelah melalui berbagai rangkaian pemeriksaan yang hasilnya menyatakan non-reaktif atau negatif virus Covid-19.

    Dengan demikian jalan masuk menuju ke Seminari yang awalnya diblokade, kini telah dibuka kembali. Situasi masyarakat di lingkungan Seminari pun sangat kondusif.

    Seminari Bethel Jakarta telah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Kecamatan dan Bapak Yassin Pasaribu (Camat Tanah Abang) selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Tanah Abang, Jakarta-Pusat agar ke 71 anak asrama yang telah dinyatakan negatif virus Covid-19 untuk dapat melanjutkan isolasi mandiri di dalam asrama maupun di luar asrama Seminari Bethel Jakarta, dalam hal ini mereka dapat pulang ke rumah keluarganya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

    Sampai dengan hari ini, Rabu 13 Mei 2020, dari 72 orang, jumlah awal penghuni asrama yang dirawat di RSUD Cengkareng, Jakarta-Barat dan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet [Kemayoran, Jakarta-Pusat] kini sebanyak 41 orang telah dinyatakan sehat (non-reaktif Covid-19) serta telah diijinkan keluar dari rumah sakit, dan melanjutkan isolasi mandiri di rumah-rumah singgah yang telah disiapkan oleh Seminari Bethel Jakarta.

    Sedangkan 31 orang yang masih dalam perawatan di rumah sakit telah menunjukkan perkembangan kesehatan yang semakin membaik, dan sedang menunggu hasil swab test yang terakhir. Dimungkinkan dalam waktu beberapa hari ke depan, ada beberapa anak yang akan diijinkan keluar dari RS.

    Seminari Bethel Jakarta didukung oleh BPH GBI [Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia], BPD GBI [Badan Pekerja Daerah Gereja Bethel Indonesia], alumni dan beberapa gembala gereja lokal GBI di DKI Jakarta dan sekitarnya, telah menyiapkan dan menyewa beberapa rumah singgah untuk menampung anak-anak asrama yang telah keluar dari rumah sakit, dan sampai saat ini masih dibutuhkan beberapa rumah singgah untuk menutupi kekurangan tempat akomodasi yang dibutuhkan.

    Tim khusus Seminari Bethel Jakarta berusaha memenuhi semua kebutuhan logistik anak-anak yang telah ditempatkan di rumah-rumah singgah, seperti makanan, minuman, vitamin, buah, alamat mandi, pakaian, alat kebersihan, dan lain-lain. Semua pemenuhan kebutuhan tersebut dikoordinasikan dan didistribusikan oleh tim khusus Seminari Bethel Jakarta.

    Adapun sampai saat ini, Seminari Bethel Jakarta telah menerima banyak dukungan doa, moril, donasi dan bantuan kebutuhan-kebutuhan lainnya dari BPH GBI, Anggota MPL GBI [Majelis Pekerja Lengkap Gereja Bethel Indonesia], BPD GBI se-Indonesia, gereja-gereja lokal GBI, alumni, lembaga-lembaga Pemerintah dan lain-lain.

    Seminari Bethel Jakarta tetap terus mengikuti arahan dari tim dokter Puskesmas dan terus melanjutkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 secara ketat di lingkungan Seminari demi kepentingan dan kesehatan bersama. [Pdm. Yada Putra Gratia].

    Untuk Informasi Khusus hubungi : 1. Pdt Tonny Watimena, Hp 081284266346. 2. Pdt. Purim Marbun, Hp 08161905103. 3. Pdm. Yada Putra Gratia, Hp 08176336441.Untuk Informasi Umum hubungi : 1. Pdp Oktaria Inkiriwang, Hp 087780783475. (*)

  • Berkah Ramadhan Dari Pondok Pesantren Al-Zaytun Pada Wartawan Nasrani.

    Berkah Ramadhan Dari Pondok Pesantren Al-Zaytun Pada Wartawan Nasrani.

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Ramadhan sungguh merupakan sebuah bulan yang mulia. Sembari memanjatkan puji dan ucapan syukur kepada Tuhan, kami dari Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (DPP-PEWARNA Indonesia) ingin mengucapkan terima kasih atas rasa persaudaraan yang ditunjukkan oleh Pondok Pesantren Al-Zaytun.

    Pewarta Nasrani merasakan begitu besarnya perhatian dan kasih dari Pondok Pesantren di tengah masa pandemi corona (Covid-19) ini, yang diwujudkan dengan membagikan bantuan kebutuhan pokok berupa beras sebanyak 100 Paket bingkisan Ramadhan yang terdiri dari beras 10 kg, minyak goreng, teh, dan garam.

    Diserahkan oleh Karim perwakilan Pondok Pesantren Al-Zaytun diserahkan pada Ketum PEWARNA (Persatuan Wartawan Nasrani) Indonesia Yusuf Mujiono beserta pengurus dan anggotanya Thony Ermando, Ronald Marlisa, Supendi, dan Stefano. Selasa pagi (12/05/2020). Sumbangan ini kedua kalinya setelah sebelumnya menyumbangkan 5 kuintal beras (28/4/2020).

    Pada Kesempatan itu Yusuf Mujiono mengatakan “Pada kesempatan ini izinkan kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Al-Zaytun, khususnya kepada sahabat dan Ayah kami, pemimpin sekaligus pendiri Pondok Pesantren Al-Zaytun, Syaykh Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang. Juga kepada Bapak Halim dan jajarannya, serta pihak Lembaga Kesejahteraan Masjid (LKM) Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin. Tak mampu kami membalas kebaikan yang sudah bapak ataupun ibu berikan. Kiranya Tuhan membalas segala kebaikan hati para sahabat semua dengan berlipat ganda.

    Izinkan juga kami mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Al-Zaytun. Harapan kami kiranya Al-Zaytun dapat terus menjadi rahmat bagi seluruh masyarakat Indonesia dan terus menjadi pengawal dari pembumian nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari. Akhir kata, sekali lagi, kami ucapkan terima kasih kepada Pondok Pesantren Al-Zaytun. Kiranya berkat Tuhan selalu melimpah dan menaungi para sahabat sekalian.”

    “Kepedulian kepada sesama dalam menanggulangi dampak pandemi Covid-19 ditunjukkan oleh Yayasan Pondok Pesantren Indonesia Al- Zaytun. Pondok pesantren yang terletak di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang dipimpin oleh Syaykh Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, itu, memberikan bantuan sebanyak 1 Ton beras kepada wartawan nasrani yang bergabung di dalam organisasi Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia).” Imbuhnya. (*)

  • PGLII DKI BAGIKAN TAKJIL DI LINGKUNGAN KRAMAT SENEN

    PGLII DKI BAGIKAN TAKJIL DI LINGKUNGAN KRAMAT SENEN

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – PGLII ( PERSEKUTUAN GEREJA GEREJA DAN LEMBAGA LEMBAGA INJILI INDONESIA) DKI Jakarta melakukan aksi pembagian takjil kepada masyarakat yg berada di daerah keramat senen untuk berbuka puasa adapun pembagian takjil di berikan kepada masyarakat yg berada di kramat senen tepatnya Rw 02 kelurahan kramat.

    Hal ini dijelaskan oleh Herry Aleng selaku ketua 4 PGLII DKI JAKARTA.

    “Dipilihnya lokasi ini karena sesuai dengan domisili sekertariat PGLII DKI JAKARTA.” Ungkapnya di kantor sekertariat PGLII DKI JAKARTA (12/05/2020).

    Adapun mekanisme pemberian takjil ini dengan menggundang Lejar selaku Ketua RW02 untuk di serahkan ketua RW yang akan langsung membagikan kepada masyarakat

    “Hal ini kami lakukan mengingat himbaun pemerintah terkait PSBB yang mengharuskan untuk tidak adanya aktivitas berkumpul atau mengundang masyarakat banyak.” Ungkapnya.

    Adapun misi pembagian takjil ini adalah untuk membangun rasa kebersamaan dengan saudara saudara kita yang muslim dan non muslim.

    “Kami lakukan ini juga bentuk solidaritas kepada sesama dan juga untuk membantu upaya pemerintah dengan adanya virus covid 19” katanya.

    Ini adalah aksi yang ke 3 kalinya dengan lokasi yang sama seperti aksi sebelumnya aksi ini membagikan nasi bungkus dengan jumlah bantuan masing2 pada saat kegiatan adalah kurang lebih 150 bungkus pada sekali kegiatan.

    “Aksi ini Sebetulnya dilakukan setiap hari oleh PGLII DKI merupakan kerjasama dengan Pengurus Pusat PGLII dan posko untuk kegiatan yang dilakukan setiap hari berlokasi di kelurahan tanah sereal “ Pungkasnya.

    Lejar selaku Ketua RW02 mengatakan “Kami sangat bererima kasih kepada Gereja Eben Heizer yang telah membantu warga kami. Ini kegiatan kedua kalinya setelah tahun lalu warga kami juga diberikan bantuan. Semoga kegiatan ini lebih sering dilakukan. Kalau bisa ditingkatkan menjadi bantuan Sembako” harapnya. (*)

  • LUMBUNG NUSANTARA SERAHKAN BANTUAN MELALUI PEMDA TANGSEL

    LUMBUNG NUSANTARA SERAHKAN BANTUAN MELALUI PEMDA TANGSEL

    TANGSEL, WARTANASRANI.COM – Bertempat di kantor Bupati Tangsel Pdt. Dr. Ir. Rachmat Manullang M. Si., M.Th. selaku Koordinator Nasional Lumbung Nusantara menyerahkan bantuan Kepada Walikota Tangsel Ibu Airin Rachmi Diany dan Jajarannya agar disalurkan kepada Rumah Sakit atau Puskesmas setempat berupa 200 APD, 400 masker, Lumbung Nusantara juga menyerahkan bantuan untuk disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu sebanyak 200 paket Kebutuhan Pokok Pangan.

    Pdt. Dr. Ir. Rachmat Manullang M. Si., M.Th. selaku Koordinator Nasional Lumbung Nusantara menyerahkan bantuan Kepada Walikota Tangsel Ibu Airin Rachmi Diany

    Pdt Rachmat Manullang selaku Ketua Yayasan Lumbung Yusuf Indonesia menyatakan bahwa sebagai warga gereja kita turut bertanggung jawab dan terpanggil untuk melakukan aksi kemanusiaan tanpa membedakan suku, agama dan ras.

    Kami telah melakukan aksi kemanusiaan sejak bulan Maret 2020 berupa pembagian APD dan Masker kebeberapa Rumah Sakit dan Puskesmas serta pembagian Paket Sembako melalui Posko-posko yang berada diberbagai tempat di Jabotabek demikian juga Lumbung Nusantara membuka dapur umum dibeberapa tempat untuk membantu saudara saudara kita.

    Kami berharap apa yang dilakukan dapat meringankan masyarakat yang tidak mampu.
    Maka sebagai warga masyarakat, kita perlu bekerjasama dengan pemerintah bersama-sama melawan Virus Corona – Covid19. Dengan Tetap di rumah, tetap produktif dimasa pandemik walaupun tidak kemana mana serta jaga jarak fisik.

    Harapan kita bersama agar Pandemi Covid 19 cepat berlalu dan Tuhan beserta kita. (*)