Author: admin

  • Pdt. DR. Japarlin Marbun: Berdoa Saja, Siapa Yang Akan Tuhan Pilih

    Pdt. DR. Japarlin Marbun: Berdoa Saja, Siapa Yang Akan Tuhan Pilih

    BOGOR, WARTANASRANI.COM – Perhelatan Sidang Sinode XVI Gereja Bethel Indonesia (GBI) sebentar lagi akan dilaksanakan. Berbagai persiapan akhir demi suksesnya acara ini terus dikebut. Hal ini tampak terlihat pada kesibukan Panitia Pelaksana di Sentul International Convention Center (SICC) yang menjadi tempat digelarnya acara empat tahunan Gereja Bethel Indonesia ini.

    Foto bersama awak media setelah konferensi pers soal Sidang Sinode GBI Ke – 16

    Saat konferensi pers dengan awak media, Panitia Pelaksana Sidang Sinode XVI dibawah komando Pdt. Sutadi Rusli (Ketua) menyampaikan optimisme akan suksesnya acara ini. Hal yang membuat Panpel bersyukur adalah jumlah peserta yang sudah memenuhi bahkan melebihi kuorum. Kabar gembira itu disampaikan langsung Pdt. Dr. Japarlin Marbun kepada awak media Kristiani di SICC Sentul Bogor, Hari ini, Kamis (15/08).

    “Sampai saat ini, jumlah peserta tercatat dan mendaftar mencapai 4.364 orang,” ujar Pdt. Dr. Japarlin Marbun.

    Lebih lanjut, Ketum BPH GBI menjelaskan rangkaian kegiatan Sinode XVI GBI yang akan berlangsung mulai tanggal 27-30 Agustus 2019.

    “Sidang Sinode XVI ini terdiri dari; Opening, KKR, seminar-seminar untuk pendeta, sidang-sidang pleno,pemilihan calon Ketua Umum BPH, pelantikan pendeta-pendeta baru, pelantikan ketua-ketua BPD, pelantikan anggota MPL, dan pelantikan pengurus BPH yang baru,” jelas Pdt. Japarlin Marbun.

    Sementara itu, menjawab pertanyaan soal strategi para kandidat menghadapi pemilihan Ketua Umum BPH GBI periode 2019-2024, Pdt. Japarlin Marbun sebagai salah satu kandidat menjawab singkat bahwa semua diserahkan pada kehendak Tuhan.

    “Berdoa saja! Siapa yang akan Tuhan pilih sebentar,” terangnya lugas.

    Seperti diketahui, pemilihan Ketua Umum BPH GBI periode 2019-2024 akan diikuti oleh empat kandidat, yaitu; Pdt. Japarlin Marbun, Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MA., Pdt. Ferry Haurissa, M.Th., dan Pdt. Rubin Adi Abraham, M.Th.

    Terkait tagline yang diusung dalam pencalonan periode keduanya, Pdt. Japarlin Marbun selain mereview kembali tentang slogan GBI MANTAP pada periode 2015-2019, ia pun dengan gamblang menguraikan tagline “GBI GREAT”.

    “Tagline untuk empat tahun kedepan adalah “GBI GREAT”, yaitu: G = Growing Church, Gereja yang bertumbuh sesuai amanat agung Tuhan Yesus Kristus; R = Relevant Church, Gereja yang menjawab kebutuhan jemaat dan masyarakat sekitarnya; E = Excellent Service Church, Gereja yang melayani secara ekselen; A = Accountable Church, Gereja yang bisa dipertanggung-jawabkan secara ajaran teologis dan administrasi; T = Transformation Church, Mentransformasi bangsa-bangsa melalui Bethel World Mission,” jelas Pdt. Japarlin Marbun.

    Hadir mendampingi Pdt. Japarlin, Sekretaris I BPH GBI, Pdt. Himawan Leonardo, Sekretaris II BPH GBI, Pdt. Naftali Untung, MTh, Bendahara Umum BPH GBI, Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa, MTh., Ketua Panitia Pelaksana Sidang Sinode, Pdt. Sutadi Rusli,Ketua DPA, Pdt. Joel Manalu, MTh., dan beberapa anggota Panitia Pelaksana. (*)

  • Ketua Pewarna Jawa Barat, Ronald Stevly Onibala: Selamat Atas Penetapan Ibu Murfati Lidianto Sebagai Anggota DPRD Kota Bekasi 2019-2024

    Ketua Pewarna Jawa Barat, Ronald Stevly Onibala: Selamat Atas Penetapan Ibu Murfati Lidianto Sebagai Anggota DPRD Kota Bekasi 2019-2024

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Ketua Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA INDONESIA) Provinsi Jawa Barat, Ronald Stevly Onibala, menyampaikan ucapan selamat kepada “Sahabat Pewarna”, Ibu Murfati Lidianto, Se., MA., yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi sebagai Anggota DPRD terpilih periode 2019-2024.

    “Saya ucapkan selamat kepada Ibu Murfati Lidianto, SE., MA., yang terpilih kembali untuk meneruskan tugas sebagai Anggota DPRD Kota Bekasi pada periode 2019-2024,” terang Ronald.

    Murfati Lidianto saat menerima Pengurus Pewarna Jawa Barat, Ronald Onibala (Ketua) dan Audi Waworuntu (Sekretaris) di kediamannya

    Menurutnya, sebagai anggota DPRD incumbent yang kembali mendapat amanah dari rakyat masa bakti lima tahun mendatang, diharapkan bisa bekerja lebih solid dalam rangka pembangunan di Kota Bekasi dan demi mewujudkan peningkatan kesejahteraan warga.

    “Ada tugas dan tanggung jawab yang besar di pundak Ibu Murfati dan saya berharap beliau dapat menjalankan amanah dengan baik dengan bekerja giat untuk pembangunan dan kesejahteraan warga Kota Bekasi,” ungkap pimpinan redaksi pelangiindonesia.id ini.

    Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi secara resmi telah menetapkan 50 anggota DPRD terpilih untuk periode 2019-2024. Penetapan ini dilakukan usai rapat pleno yang digelar di Hotel Horison Bekasi pada, Rabu (14/8/2019) malam.

    Adapun 50 anggota DPRD Kota Bekasi terpilih itu berasal dari delapan partai politik diantaranya, PKS, PDIP, Golkar, Gerindra, PAN, Demokrat, PPP dan PKB. Untuk perolehan kursi, PKS dan PDI Perjuangan berhasil meraih 12 kursi, disusul Golkar dengan 8 kursi, lalu Geindra 6 kursi, PAN 5 kursi, Demokrat 4 kursi, PPP 2 kursi dan PKB 1 kursi.

    Sesuai Data KPU Kota Bekasi, berikut hasilnya:

    Daerah Pemilihan 1 (Bekasi Timur-Bekasi Selatan)

    1. Bambang Purwanto – 10.664 (PKS)
    2. Adhika Dirgatara – 6.639 (PKS)
    3. Yogi Kurniawan – 7.507 (Golkar)
    4. Daryanto – 7.409 (Golkar)
    5. Nicodemus Godjang – 8.938 (PDIP)
    6. Nuryadi Darmawan – 5.877 (PDIP)
    7. Mustofa – 7.642 (Geridra)
    8. Evi Mafriningsianti – 4.883 (PAN)
    9. Abdul Rojak – 3.461 (Demokrat)

    Daerah Pemilihan 2 (Bekasi Utara)

    1. Heri Purnomo – 15.194 (PKS)
    2. Syaifudin – 4.125 (PKS)
    3. Arif Rahman Hakim – 11.553 (PDIP)
    4. Wasimin – 6.186 (PDIP)
    5. Tahapan Bambang Sutopo – 8.015 (Gerindra)
    6. Rasnius Pasaribu – 3.420 (Golkar)
    7. Achmad Ustuchri – 7.001 (PKB)

    Daerah Pemilihan 3 (Bantar Gebang-Mustika Jaya)

    1. Eka Widyani Latif – 8.731 (PKS)
    2. Alimudin – 7.341 (PKS)
    3. Uri Huryati – 9.539 (Golkar)
    4. Komarudin – 8.228 (Golkar)
    5. Oloan Nababan – 10.147 (PDIP)
    6. Tumai – 8.615 (PDIP)
    7. Ibnu Hadjar Tanjung – 5.754 (Gerindra)
    8. Solihin : 8.722 (PPP)
    9. Haeri Parani : 3.906 (Demokrat)
    10. Agus Rohadi : 3.723 (PAN)

    Daerah Pemilihan 4 (Jati Asih-Jati Sampurna)

    1. Anim Imamudin – 11.492 (PDIP)
    2. Agus – 3.470 (PDIP)
    3. Daradjat Kardono – 8.629 (PKS)
    4. Latu Har Hary – 3.246 (PKS)
    5. Edi – 6.285 (Golkar)
    6. Supandi – 6.091 (Gerindra)
    7. Aminah – 8.209 (PAN)

    Daerah Pemilihan 5 (Pondok Gede-Pondok Melati)

    1. Choiroman J. Putro – 6.434 (PKS)
    2. Saifuddaulah – 6.356 (PKS)
    3. Heri Purnomo – 4.709 (PDIP)
    4. dr. Janet Aprilia Stanzah – 4.493 (PDIP)
    5. Faisal – 7.057 (Golkar)
    6. Puspa Yanu – 2.558 (Gerindra)
    7. Sodikin – 7.723 (Demokrat)
    8. Safril – 3.759 (PAN)

    Daerah Pemilihan 6 (Bekasi Barat-Medan Satria)

    1. Lilis Nurlia – 18.241 (PKS)
    2. Sardi Efendi – 5.242 (PKS)
    3. Ahmad Faisyal Hermawan – 7.736 (PDIP)
    4. Rudy Heryansyah – 7.584 (PDIP)
    5. Marta – 5.238 (Golkar)
    6. Murfati Lidianto – 4.722 (Gerindra)
    7. Bambang Suptiyadi – 5.349 (PPP)
    8. Abdul Muin Hafied – 6.734 (PAN)
    9. Arwis Sembiring Meliala – 3.125 (Demokrat)

    Sesuai tagline saat kampanye, Ketua Pewarna Jabar ini menyampaikan harapannya, Murfati Lidianto dapat memberi bukti bukan janji.

    “Sekali lagi, atas nama Dewan Pengurus Daerah Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Indonesia), saya ucapkan selamat bertugas kembali. Doa dan harapan kami, Ibu Murfati Lidianto dapat memberi bukti kepada warga, bukan janji-janji,” terang Ronald Onibala, kepada redaksi wartanasrani.com. (*)

  • Pdt Dr. Erastus Sabdono : Memang Pandangan Saya Agak Tidak Sesuai Dengan Pandangan Umum

    Pdt Dr. Erastus Sabdono : Memang Pandangan Saya Agak Tidak Sesuai Dengan Pandangan Umum

    Ditengah-tengah kesibukannya Pdt. Dr. Erastus Sabdono menerima Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) di ruang kerjanya (9/08/2019). Dalam pertemuan tersebut, terjadi perbincangan yang hangat karena kedatangan PEWARNA disambut baik oleh beliau.  Dan ia pun sedikit membagikan pandangan-pandangannya yang melandasi kehidupan pribadinya untuk melayani Tuhan, diantaranya; Pertama, Kesucian Hidup menurutnya orang Kristen harus hidup dalam kebenaran. Menjaga kehidupannya dari berbagai macam godaan dunia ini.

    Kedua, Pengharapan Langit Baru dan Bumi Baru menurutnya kehidupan manusia itu sangat singkat dan hal itu pun jelas tercantum dalam Alkitab sebagai firman Tuhan.

    “Sebab hidup kita singkat dibumi ini”, tuturnya.

    Dan ketiga, Tanggung Jawab menurutnya setiap orang percaya diberikan tanggung jawab oleh Tuhan selama hidup didalam dunia ini, oleh sebab itu setiap orang harus bisa bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya. Dengan memerankan hidupnya sesuai dengan bidang yang digeluti untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

    “Mau sehat jaga pola makan yang baik, mau kaya kerja keras tidak hanya bergantung pada mujizat” terang ketua sinode Gereja Suara Kebenaran Injil (GSKI).

    Kemudian ia lanjutkan dengan menjelaskan bahwa orang Kristen harus bisa memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Dimanapun berada, sesuai dengan bidang yang mereka geluti, harus bisa memerankan panggilannya baik sebagai seorang wartawan, praktisi hukum, tenaga medis, pengusaha dan lain-lain.

    “Dan sudah saatnya orang Kristen memahami bahwa pelayanan itu bidang yang dia geluti, dimanapun berada. Anda sebagai seorang wartawan, inilah tempat dimana memerankan panggilan anda. Dan anda ini adalah hamba-hamba Tuhan, hamba Tuhan di kewartawanan”, pungkasnya.

    Penjelasannya pun tetap berlanjut, bahwa sebuah pelayanan itu tidak bergantung pada waktu tetapi semuanya bergantung dari motivasi, dan Erastus pun memberikan contoh seperti dirinya, bahwa ia adalah Pendeta, dan ia harus memiliki motivasi yaitu motivasi hati, artinya melakukan segala sesuatu dengan hati yang mengasihi Tuhan.

    “Soal full time atau tidak, itu tidak tergantung dari waktu tapi tergantung dari motivasi, motivasi hati kalo seorang pendeta seperti saya. ”, lanjutnya.

    Menurutnya seluruh hidup ini adalah milik Tuhan, oleh karena itu sudah selayaknya orang percaya mempersembahkan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan. “Jadi full time itu adalah motivasi, apakah praktisi hukum, apakah pendidik, apakah tenaga medis harus sepenuhnya untuk Tuhan”, tuturnya.

    Beliau kemudian menjelaskan kembali secara singkat mengenai Perpuluhan yang sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan umat Nasrani. Dan banyak orang menganggap dirinya tidak setuju dengan perpuluhan yang menjadi perintah Tuhan. Pada kesempatan ini ia mengatakan bahwa semua anggapan-anggapan demikian adalah salah. Karena yang ia maksudkan adalah bahwa tidak hanya perpuluhan yang menjadi milik Tuhan tetapi seluruh hidup orang percaya adalah milik Tuhan, jadi tidak hanya terbatas pada perpuluhan.

    “Maka kalo saya sering diserang tidak setuju perpuluhan, itu salah. Aku bukan tidak setuju karena Tuhan memberikan kita itu kebenaran bahwa segenap hidup kita milik Dia. Ndak pake hitungan sepuluh persen, segenap hidup”, tandas direktur STT Ekumene ini.

    Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa penerapan perpuluhan gerejanya untuk membantu gereja-gereja di daerah. Sekalipun sudah ada yang memberikan ia sebidang tanah dengan luas 5000 meter persegi untuk membangun gereja, ia pun mengembalikannya kepada pemiliknya. Karena ia tidak mau waktunya terbuang habis hanya untuk membangun sebuah gedung.

    “Saya sudah diberi tanah orang lima ribu meter, saya kembalikan. Kalo saya bangun gedung, waktu saya kan habis bangun gedung dan saya cari dana” tutur Gembala Sidang GSKI Mall Artha Gading ini.

    “Saya medingan kontrak aja begini, belum tentu sepuluh tahun lagi saya masih hidup”, lanjutnya dengan nada bercanda kepada awak media.

    Eras pun tidak menolak apabila ada yang ingin membangun gedung untuk gerejanya. “Kecuali ada orang bangunin saya, you boleh bangunin tapi kalo saya bangun saya enggak mau”, terangnya.

    Pada kesempatan yang baik ini pun wartawan meminta pandangan beliau sebagai seorang pemimpin gereja untuk menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun. Menurutnya kemerdekaan Indonesia yang sudah direbut dengan darah para pahlawan sangat perlu untuk terus dijaga oleh seluruh masyarakat Indonesia, dengan semangat Bhineka Tunggal Ika. Karena memang Indonesia memiliki keberagaman yang sangat kompleks, dari Sabang sampai Merauke. Tetapi dengan keberagaman tersebut dapat dibangun persatuan dan kesatuan untuk menjadi bangsa yang bermartabat sesuai dengan kerinduan dan cita-cita para pejuang. “Belum (ideal), makna kemerdekaan, saya bahkan putus asa melihat keadaan negeri kita ini yang makin jauh dari cita-cita bapak pendiri Bangsa Indonesia,” ucapnya penuh harap.

    Ia pun turut memberikan semangat kepada wartawan yang hadir dan mengucapkan selamat kepada PEWARNA Indonesia karena tidak lama lagi acara Kongres II akan diadakan pada akhir Oktober 2019. Semoga PEWARNA Indonesia dapat terus mewarnai dan mengawal negeri ini dengan ide-ide dan terobosan yang berguna untuk persatuan dan kesatuan. (AW)

  • Sosialisasikan Pelaksanaan Kongres II Pewarna, Panitia Temui Pdt. Dr. Erastus Sabdono

    Sosialisasikan Pelaksanaan Kongres II Pewarna, Panitia Temui Pdt. Dr. Erastus Sabdono

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Untuk terus mewarnai dengan karya jurnalistik demi kemajuan bangsa, Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Indonesia) akan melaksanakan Kongres pada tanggal 25-27 Oktober 2019. Dengan slogan membangun solidaritas  dan semangat kebertautan antar anggota di dalamnya diharapkan mampu menjadikan Pewarna Indonesia sebagai satu entitas yang utuh dalam rangka mewujudkan cita-cita ideal pers dan kemajuan bangsa.

    Pdt. Dr. Erastus Sabdono, Ketua Sinode Gereja Suara Kebenaran Injil (GSKI)

    Untuk sukses acara ini, sejak terbentuk dan disahkan Pengurus Harian (PH) Pewarna Indonesia, panitia pelaksana dibawah komando Ronald Onibala sebagai ketua, mulai mensosialisasikan kegiatan tiga tahunan ini kepada tokoh-tokoh gereja di antaranya Pdt. Dr. Erastus Sabdono, Ketua Sinode Gereja Suara Kebenaran Injil (GSKI).

    Bertempat di ruang tamu GSKI Rehobot Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara, rombongan panitia didampingi Yusuf Mujiono (Ketua Umum) dan Argo Pandoyo (Sekjen PH Pewarna Indonesia), disambut penuh persahabatan oleh Pdt. Erastus Sabdono.

    Dalam pertemuan yang berlangsung cair penuh canda tawa, Pdt. Erastus memberikan motivasi kepada Pengurus Harian, Panitia bahkan anggota Pewarna Indonesia diseluruh tanah air untuk tetap semangat dalam menghasilkan karya-karya jurnalistik untuk kemajuan bangsa.

    Bahkan menurut Pdt. Erastus, sebagai jurnalis Kristiani, Pewarna Indonesia dapat memberikan contoh dan teladan sesuai dengan nilai-nilai Kristiani dimanapun bertugas.

    “Kalau sudah menjadi wartawan Kristen, nilai-nilai Kristiani itu harus nampak. Untuk itu harus ada pembinaan rohani bagi wartawan Kristen,” pesannya.

    Lebih jauh, Pdt. Erastus mengungkapkan soal bidang kewartawanan, yang menurutnya adalah sebuah pelayanan. Bahkan oleh Pdt. Erastus menyebut wartawan sebagai juru bicara Tuhan.

    “Anda sebagai wartawan, inilah tempat dimana anda melayani sesuai panggilan anda! Anda ini adalah hamba-hamba Tuhan di kewartawanan. Kalian ini, sebagai wartawan ini, sebenarnya juru bicara. Juru bicara Tuhan mustinya,” ungkapnya.

    Sementara itu, menyangkut PEWARNA, sebagai wadah wartawan Nasrani, Pdt. Erastus menyatakan kesiapannya mendukung adanya media yang kuat sehingga wartawan memiliki masukan yang pasti.

    “Optimalkan anggota-anggotanya dari berbagai daerah agar mampu menyampaikan berita-berita dari berbagai daerah. Selain itu juga dengan adanya media ini diharapkan mampu menopang kesejahteraan para wartawan,” ungkapnya.

    “Terus terang saya prihatin dengan teman-teman wartawan nasrani ini, harus berjibaku sendiri untuk mempertahankan eksistensinya,” ungkap Direktur STT Ekumene ini lagi.

    Pada akhirnya, Pdt. Eras mengharapkan Kongres II PEWARNA Indonesia bisa menghasilkan terobosan berarti bagi umat Nasrani, bangsa, dan negara, agar Indonesia tetap dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Ia juga mengucapkan selamat atas rencana penyelenggaraan Kongres ke II PEWARNA Indonesia. (*)

  • Rayakan HUT Ke-48, PGLII Gelar Ibadah Syukur Dengan Tema, Berdiri Teguh Di Dalam Kuasa Injil

    Rayakan HUT Ke-48, PGLII Gelar Ibadah Syukur Dengan Tema, Berdiri Teguh Di Dalam Kuasa Injil

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Dirumuskannya mukadimah lahirnya Persekutuan Injili Indonesia (PII), pada tanggal 17 Juli 1971 di Batu, Malang – Jawa Timur, menjadi momentum bersejarah lahirnya Persektuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia. Tokoh-tokoh yang terlibat secara intens dalam pergumulan proses lahirnya PII adalah; Pdt. DR. P. Octavianus, Pdt. DR. Ais M. O. Pormes, Pdt. G. Neigenfrad, Pdt. W. Hekmann, Brigjen (Purn) N. Huwae, Philip Leo, S. O. Bessie, Pdt. DR. HL Senduk, Ev. S. Damaris, Pdt. Ernest Sukirman dan Pdt. Andreas Setiawan.

    Di Ulang Tahun yang ke-48, tercatat saat ini (2019) anggota PGLII tersebar di seluruh pelosok Indonesia yang terbagi dalam 26 Pengurus Wilayah, 3 Perwakilan Luar Negeri, dan tercatat 96 sinode gereja dan 106 yayasan, lembaga dan badan-badan misi.

    Ketua Umum Pengurus Pusat PGLII periode 2015-2019, Pdt. DR. Ronny Mandang, M.Th saat menyampaikan khotbah di Ibadah Syukur HUT Ke-48 PGLII

    Mensyukuri perjalanan 48 tahun berdirinya, hari ini, tanggal 17 Juli 2019, Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) dengan tema, “Berdiri Teguh Di Dalam Kuasa Injil” (Kolose 1:23), menggelar Ibadah Syukur di Graha Gepembri, Jl. Raya Boulevard Barat XB 4 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.

    Ketua Umum Pengurus Pusat PGLII periode 2015-2019, Pdt. DR. Ronny Mandang, M.Th, dalam khotbahnya yang mengambil nats pokok dalam kitab Kolose 1:23, mengajak semua yang hadir untuk bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak tergoncang, serta jangan mau digeser dari Injil.

    Dibagian lain, Pdt. Ronny Mandang mengingatkan warga PGLII untuk menjadi gereja yang ramah lingkungan.

    “Saya berharap melalui pertemuan ucapan syukur kita kali ini, seluruh gereja-gereja Injili di Indonesia dan lembaga-lembaga Injili di Indonesia, mulai membenahi diri untuk menjadi gereja dan lembaga yang ramah lingkungan,” serunya.

    Ditambahkannya sebagai penyumbang sampah terbesar nomor dua di dunia, warga gereja di Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut merawat bumi yang telah diciptakan dalam keindahan oleh Tuhan.

    “Indonesia termasuk negara nomor dua penyumbang sampah terbesar di dunia dan karena itu, kita juga harus ikut merawat bumi yang telah diciptakan di dalam keindahan dan kebaikan di mata Tuhan,” tegasnya.

    Penyerahan Cinderamata oleh Pdt. Ronny Mandang kepada Pdt. Gomar Gultom, M.Th dari FUKRI

    Ketum PP PGLII saat memberi keterangan pers kepada awak media

    Sementara itu, Ketua Panitia HUT PGLII, Pdt. Tommy Lengkong, M.Th., dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan ucapan terimakasih kepada PP PGLII, PW PGLII, kehadiran lembaga aras, FUKRI dan pimpinan sinode gereja anggota-anggota PGLII yang hadir. Secara khusus disampaikan terima kasih kepada pimpinan sinode Gepembri yang telah menyediakan tempat dan fasilitas pelaksanaan Ibadah Syukur ke-48 PGLII.

    Pada kesempatan yang sama Ketua Host Committee WEA, Pdt. DR. Anton Tarigan menyampaikan informasi singkat soal pelaksanaan World Evangelical Alliance, General Assembly 2019, di Sentul International Convention Center (SICC) Indonesia, dan akan berlangsung tanggal 7-13 November 2019.

    Sambutan-sambutan lain disampaikan oleh perwakilan Majelis Pertimbangan PGLII Pdt. Ronny Sigarlaki, SH (Sekretaris Majelis Pertimbangan), Wakil dari FUKRI Pdt. Gomar Gultom, M.Th., dan mewakili Direktur Jenderal Bimas Kristen, Kementerian Agama RI.

    Pemotongan kue ulang tahun dan pujian berjudul “Api Injil” menjadi momen akhir dari Ibadah Syukur HUT PGLII ini. (*)

  • Vonnie Anneke Panambunan : Kalau Tuhan Berkehendak

    Vonnie Anneke Panambunan : Kalau Tuhan Berkehendak

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Di tengah-tengah kesibukannya sebagai seorang Bupati, Vonnie meluangkan waktunya untuk menyapa Kawanua di perantauan. Dengan semangat yang berkobar-kobar Bupati Minahasa Utara SULUT Vonnie Anneke Panambunan, menyampaikan pesan Firman Tuhan dihadapan hamba-hamba Tuhan asal Kawanua yang berdomisili di Bekasi Jawa Barat, Rabu (17/07/2019), dalam satu pertemuan ibadah saat dirinya dipercayakan untuk berkhotbah.

    Pertemuan yang indah disertai dengan ibadah menambah suasana haru dan sukacita, disaat Vonnie membagi kesaksiannya sewaktu melayani Tuhan di daerah Kalimantan. Juga dia bersaksi bahwa belum lama ini dirinya mengalami mujizat, Tuhan telah menyembuhkan nya dari sakit penyakit.

    Ia juga memberikan motivasi dan semangat untuk terus melayani Tuhan, yang didasari ayat-ayat Alkitab. Vonny juga mengingatkan agar tidak menjadi sombong dan angkuh, tapi mau untuk saling berbagi dengan sesama.

    Ternyata Vonnie banyak menguasai ayat-ayat, hal itu terlihat jelas saat ia menyampaikan firman Tuhan. Ayat demi ayat dengan mudah nya ia sebutkan, sepertinya sudah sangat menguasai. Dan hal itu mudah saja baginya.

    Dirinya mengaku bahwa sesering mungkin membaca Alkitab, yang dijadikannya sebagai penuntun hidup. Vonny menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan, karena ia menyadari kalau bukan Tuhan yang menyertainya ia tidak bisa berbuat apa-apa. Karena ia yakin kalau sampai saat ini masih dipercaya oleh masyarakat MINUT, itu semua adalah anugerah Tuhan.

    Pada kesempatan yang baik ini juga Vonny meminta kepada hamba-hamba Tuhan untuk mendoakannya, ia berlutut sebagai tanda penyerahan total nya kepada Tuhan Yesus Kristus.

    Setelah acara ibadah selesai Vonnie menyampaikan kerinduannya kepada wartanasrani.com untuk lebih banyak berbuat lagi di Sulawesi Utara.

    “Seperti di Minahasa Utara diberkati Tuhan, saya minta juga kepada Tuhan supaya Sulawesi Utara diberkati Tuhan”, tuturnya saat ditanya awak media wartanasrani.com.

    Kontestasi politik PILKADA serentak di Sulawesi Utara tahun 2020 sudah tidak lama lagi. Rakyat pun mungkin sudah tidak sabar lagi menunggu. Beberapa nama bakal calon sudah mulai ramai diperbincangkan publik.

    Dengan penuh keyakinan Vonnie mengatakan bahwa dirinya bisa menjadi bakal calon gubernur Sulawesi Utara 2020 mendatang.

    “Saya akan mendaftar nanti, kalau Tuhan berkehendak saya bisa. Dan saya yakin dan saya percaya dengan iman bahwa saya bisa, ungkapnya saat ditanya apakah dirinya bersedia untuk mencalonkan diri pada Pilgub 2020.

    “Saya percaya, karena anak Tuhan tidak pernah dipermalukan”, katanya dengan penuh semangat. (aw)

  • Komisi Daerah Pelayanan Pria Pantekosta GPdI Jawa Barat menggelar KKR

    Komisi Daerah Pelayanan Pria Pantekosta GPdI Jawa Barat menggelar KKR

    Bekasi, WARTANASRANI.COM – Senin, 15 Juli 2019, Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jawa Barat melalui Komisi Daerah PELPRIP, menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bertempat di Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Anugerah kota Bekasi, Jl. Sersan Aswan No.10, Margahayu, Kec. Bekasi Timur Kota Bekasi yang di gembalakan oleh Ibu Pdt. Lience Nainggolan – Walandou.

    Tampak hadir Ketua Majelis Daerah Jawa Barat Pdt. J.E Awondatu di dampingi oleh beberapa hamba Tuhan yang masuk dalam struktur kepengurusan MD Jabar, yaitu Pdt. Willy Weken, Pdt. Edy Tampi, Pdt. Yohanes Limuria, Pdt. Frangky Turangan, Pdt. Jeffry Palit.

    Acara di awali dengan ucapan selamat datang oleh Ketua Panitia Pdt. John Rauan. Ia menyampaikan terima kasih nya kepada Ketua Majelis Daerah, pengurus Komisi Pria, Panitia dan juga kepada seluruh jemaat yang sudah hadir.

    Kemudian dilanjutkan dengan Doa Pembukaan yang di pimpin oleh Biro Pelayanan Warga Jemaat MD GPdI Jabar Pdt. Willy Weken.

    Hadirat Tuhan begitu terasa dengan puji-pujian yang dinaikkan kepada Sang Juruselamat yaitu Tuhan Yesus Kristus. Sukacita Surga mewarnai ibadah tersebut, apalagi hampir semua pujian adalah lagu-lagu Pantekosta sepanjang masa. Diantaranya adalah salah satu lagu “Api Pantekosta Heranlah” yang menjadi salah satu ciri khas Pantekosta, dengan lagu ini semua jemaat yang hadir masuk lebih dalam lagi di hadirat-Nya.

    Doa firman Tuhan di pimpin oleh Pdt. Edy Tampi. Yang menjadi pembicara dalam KKR ini adalah Pdt. J.E Awondatu.

    Mengacu pada tema “Kobarkan Api Pantekosta” Kisah Para Rasul 2:4, ia mengawali khotbahnya dengan mengingatkan bahwa Gereja Pantekosta di Indonesia ada karena pekerjaan Roh Kudus. Yang menjadi ciri khas dari GPdI adalah Roh Kudus.

    “Roh Kudus yang menjadi tanda dari gereja kita, bukanlah Roh Kudus secara teori”, tegasnya.

    “Roh Kudus itu adalah satu pribadi, dari ketigaan Allah. Bapa, Putra dan Roh Kudus. Tiga dari sama sisi, tiga sudut sama derajat. Bapa tidak lebih tinggi dari Yesus, Yesus tidak lebih tinggi dari Bapa, Roh Kudus tidak lebih tinggi dari Yesus, Yesus tidak lebih tinggi dari Roh Kudus, Roh Kudus tidak lebih tinggi dari Bapa, Bapa tidak lebih tinggi dari Roh Kudus. Tapi ketiganya adalah Elohim jadi Allah Elohim, lanjutnya.

    Melalui khotbahnya ia mengajak seluruh jemaat untuk:

    1. Dipenuhi dengan Roh Kudus.

    2. Hidup rukun dengan sesama.

    3. Karena Roh Kudus bekerja pada orang yang jujur.

    Firman Tuhan yang sampaikan disambut baik oleh jemaat, sehingga diakhir khotbahnya, Pdt. J.E Awondatu melakukan altar call dan berdoa bagi jemaat-jemaat yang mau dipenuhkan dengan Roh Kudus.

    Antusiasme yang tinggi terlihat jelas saat jemaat memenuhi altar dari gereja tempat dimana terlaksananya acara tersebut.

    Acara dilanjutkan dengan Sambutan mewakili MD GPdI Jabar dibawakan oleh Pdt. Yohanes Limuria, ia bersyukur dan berterima kasih kepada KD PELPRIP dan panitia yang sudah bekerja keras, sehingga acara ini berjalan dengan baik.

    Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua KD PELPRIP Pdt. Jooke Worotitjan, melalui sambutannya ia juga mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan yang telah memberikan kesempatan yang indah untuk dapat melakukan ibadah KKR ini. Dan juga ia berterima kasih kepada seluruh jajaran MD, khususnya ketua MD yang sudah mensupport, juga kepada hamba-hamba Tuhan, dan juga kepada ibu Pdt Lience Walandou sebagai tuan rumah.

    Dan di akhir sambutannya ia berterima kasih juga kepada seluruh panitia yang sudah bekerja keras sehingga acara ini bisa berjalan dengan baik dan lancar.

    Acara kemudian ditutup dengan doa berkat oleh Pdt. Happy Manopo. (AW)

  • Momen Pertemuan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto

    Momen Pertemuan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto

    Jakarta, WARTANASRANI.COM – Presiden RI terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo bertemu dengan Prabowo Subianto. Pertemuan yang ditunggu-tunggu masyarakat di Tanah Air ini terjadi di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT), Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu, 13 Juli 2019.

    Sekitar pukul 10.05 WIB, keduanya bertemu dan bersalaman di depan loket Stasiun MRT Lebak Bulus. Senyum terpancar dari wajah keduanya dalam pertemuan hangat tersebut.

    Momen itu langsung diabadikan oleh para jurnalis yang telah menunggunya sejak pagi hari. Masyarakat yang sedang berada di stasiun MRT pun langsung riuh menyambut pertemuan keduanya.

    Keduanya kemudian berjalan bersama, menuju tap gate, lalu bergegas naik menuju peron stasiun. Sesaat setelah keduanya naik di gerbong 2, kereta pun melaju.

    Di dalam kereta tampak keduanya mengobrol dengan akrab dan hangat. Tawa ringan keduanya sesekali menyelingi obrolan keduanya. Tak terasa kereta yang mereka tumpangi pun tiba di Stasiun MRT Senayan, Jakarta.

    “Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, pertemuan saya dengan Bapak Prabowo Subianto pada pagi hari ini adalah pertemuan seorang sahabat, pertemuan seorang kawan, pertemuan seorang saudara,” kata Presiden Jokowi dalam keterangannya kepada awak media.

    Sementara itu, Prabowo mengatakan pertemuan di atas MRT itu adalah gagasan dari Presiden Jokowi. Menurutnya, ia juga belum pernah naik moda transportasi anyar di Jakarta ini.

    “Ini juga gagasan beliau. Beliau tahu bahwa saya belum pernah naik MRT jadi saya terima kasih. Saya naik MRT luar biasa. Kita bangga bahwa Indonesia akhirnya punya MRT yang bisa membantu kepentingan rakyat,” ungkapnya.

    Dari Stasiun MRT Senayan, keduanya berjalan menuju FX Sudirman yang berjarak sekitar 350 meter. Setibanya di FX Sudirman, keduanya langsung menuju salah satu restoran untuk santap siang bersama.

    Duduk semeja, obrolan ringan dan hangat kembali terjadi di antara keduanya. Beberapa hidangan yang disajikan yaitu sate kambing, sate ayam, lontong, pecel madiun, ongol-ongol, hingga es kelapa batok.

    Usai santap siang bersama, Prabowo berpamitan untuk pulang terlebih dahulu. Tak lama berselang, Presiden Jokowi pun meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut. (*)

  • 2000 Peserta Ditargetkan Hadiri Kongres Nasional XII Departemen Wanita GBI Di Kota Solo

    2000 Peserta Ditargetkan Hadiri Kongres Nasional XII Departemen Wanita GBI Di Kota Solo

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Mengambil tema, “Terimalah Kuasa, Kuasa Yang Mengubahkan” (Yesaya 32:9-20) dan subtema, “Kuasa Yang Membangun Perempuan”, Departemen Wanita (WBI) Gereja Bethel Indonesia dijadwalkan kembali menyelenggarakan Kongres Nasional XII pada Agustus mendatang. Perhelatan Kongres Nasional akan berlangsung empat hari, yakni dari tanggal 13 hingga 16 Agustus 2019, di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Keluarga Allah, Jalan Sutan Syahrir 88 Widuran, Kota Solo, Jawa Tengah.

    Saat konferensi pers persiapan Kongres Nasional XII WBI, Ketua Departemen Wanita Sinode Gereja Bethel Indonesia GBI periode 2014-2019, Pdt. Dr. Eunike Sadrach, didampingi Ketua BPH Sinode GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun dan Sekretaris Departemen Wanita (WBI) GBI, Pdt. Laura G. Mesach, mengungkapkan harapannya lewat pelaksanaan Kongres Nasional yang akan dihadiri oleh anggota Wanita Bethel Indonesia yang berada di seluruh Indonesia dan perwakilan di luar negeri, dapat melahirkan banyak penuai dari kalangan perempuan.

    “Kami akan mengundang anggota-anggota WBI di seluruh Indonesia dengan target 2000 peserta. Dan sesuai dengan misi GBI saat ini, yaitu; ‘Penuaian Raya’ (Great Harvest), kita berharap perempuan juga dapat menjadi penuai-penuai-Nya sesuai dengan potensi yang mereka miliki dan tetap bekerja sama untuk membangun kerajaan Allah di bumi ini, khususnya di Gereja Bethel Indonesia,” terang Eunike kepada media di Kantor Sinode GBI, Graha Bethel, Jl. Jenderal Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Siang tadi (08/07/2019).

    Rencananya, menurut Eunike Sadrach, Ibu Negara Iriana Joko Widodo akan menghadiri sekaligus membuka pelaksanaan Kongres Nasional XII WBI. “Kita lagi menunggu jawaban dari istana untuk kesediaan Ibu Iriana,” katanya singkat.

    Ditambahkannya, bahwa Kongres Nasional akan berlangsung empat sidang pleno dengan agenda; Laporan Pertanggungjawaban (pleno Pertama), Menyusun Rencana Kerja (pleno kedua), Pemilihan Ketua Departemen Wanita periode 2019-2023 (pleno ketiga), dan Pengesahan Ketua Departemen Wanita periode 2019-2023 (pleno keempat).

    “Kongres Nasional XII WBI akan berlangsung 4 sidang pleno diselingi dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan pembekalan. Ada empat sesi pembekalan, diantaranya Kuasa yang mengubahkan keluarga, dan kuasa yang mengubahkan perempuan dalam berbangsa dan bernegara. Jadi setiap hari ada pembekalan dan juga KKR,” ujarnya.

    Foto bersama awak media dengan Ketua Departemen Wanita Sinode Gereja Bethel Indonesia GBI periode 2014-2019, Pdt. Dr. Eunike Sadrach, Ketua BPH Sinode GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun dan Sekretaris Departemen Wanita (WBI) GBI, Pdt. Laura G. Mesach

    Sementara itu, Sekretaris Departemen Wanita Sinode GBI, Pdt. Laura Garcia Mesach, menyebutkan beberapa narasumber dalam Kongres Nasional XII WBI, di antaranya: Ketua Umum PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia), Pdt. Dr. Henriette Lebang; Ketua Badan Pengurus Harian GBI, Pdt. DR. Japarlin Marbun; Pdt. Obaja Tanto Setiawan, Gembala Sidang GBI Keluarga Allah; pendiri GBI GLOW, Pdt. Gilbert Lumoindong; Ps. Indri Gautama, pendiri Yayasan Maria Magdalena; serta Pdt. DR. Dr. Dwidjo Saputro Sp.Kj, pemrakarsa gerakan Bapa Sepanjang Kehidupan.

    Terkait tempat pelaksanaan Kongres di GBI Keluarga Allah Solo, Ketua Sinode Gereja Bethel Indonesia, Pdt. Dr. Japarlin Marbun secara singkat menyebutkan dua alasan mengapa gereja Pdt. Obaja Tanto Setiawan menjadi tuan rumah.

    “Pertama, GBI Keluarga Allah itu memang cukup besar sehingga kita bisa ber-kongres disitu. Kedua, karena Solo udah terbiasa melaksanakan Kongres yang besar, sehingga dengan demikian panitia lokal sudah sangat mudah melakukannya,” terangnya. (Ida Na70)

  • Presiden Jokowi Tinjau Rencana Perluasan Bandara Sam Ratulangi Manado

    Presiden Jokowi Tinjau Rencana Perluasan Bandara Sam Ratulangi Manado

    Manado – WARTANASRANI.COM, Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, usai menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga jam dari Jakarta, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo langsung meninjau lokasi yang direncanakan sebagai tempat perluasan bandara tersebut.

    Di lokasi itu, Kepala Negara mendapatkan penjelasan dan pemaparan data mengenai proyek perluasan bandara oleh Direktur Operasi Angkasa Pura I, Wendo Asrul Rose.

    “Pertama, terminal di sini kita lihat memang sudah tidak mencukupi lagi apabila yang ingin datang (turis) kita terima semua. Kedua, runway-nya juga masih kurang panjang apabila pesawat berbadan lebar ingin turun di Manado,” ujar Presiden menjelaskan kondisi bandara Sam Ratulangi selepas peninjauan pada Kamis, 4 Juli 2019.

    Masuknya wisatawan asing ke Kota Manado selama beberapa tahun belakangan memang meningkat dan mendongkrak tingkat penerbangan internasional. Permintaan akan perluasan bandara oleh para agen perjalanan wisata dan konsumen sendiri juga sering terdengar.

    “Oleh sebab itu sudah kita perintahkan agar segera dibangun terminal yang baru. Akan dimulai nanti bulan September ini dan akan diselesaikan Agustus 2020,” kata Presiden.

    Program perluasan Bandara Sam Ratulangi sebagai pendukung industri pariwisata Sulawesi Utara direncanakan akan menjadikan terminal bandara yang semula seluas 26.000 meter persegi menjadi 56.000 meter persegi. Perluasan tersebut diperkirakan akan dapat melayani hingga 6 juta penumpang per tahun dari yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 juta orang per tahun.

    Bersamaan dengan perluasan bandara tersebut, pemerintah juga akan membangun sekaligus membenahi kawasan-kawasan wisata yang ada di sekitarnya. Hal inilah yang menjadi tujuan utama Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Utara hari ini.

    “Kita juga akan masuk ke produknya. Pembangunan-pembangunan yang berada pada kawasan-kawasan wisata yang ada di sini ini juga paralel harus segera selesai. Oleh sebab itu saya ke sini untuk mengecek satu-satu biar terintegrasi,” ujar Presiden.

    Sejumlah jajaran terkait juga turut serta bersama dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas tuntas pengembangan pariwisata di provinsi yang dinobatkan sebagai The Rising Star dalam sektor pariwisata Indonesia. Di antaranya ialah Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

    “Semua kementerian ikut, Angkasa Pura ikut, Gubernur ikut, nanti Bupati dan Wali Kota juga ikut bersama-sama. Ini kalau enggak diintegrasikan enggak akan selesai-selesai padahal turisnya sudah ingin berbondong-bondong ke sini,” tuturnya.

    Apabila terlaksana, Presiden Joko Widodo berharap agar perluasan Bandara Sam Ratulangi tersebut dapat semakin meningkatkan industri pariwisata Sulawesi Utara dan memberikan kemudahan bagi masyarakat setempat untuk mendapatkan layanan transportasi udara yang lebih baik.