Author: admin

  • Presiden menerima PGI di Istana Merdeka

    Presiden menerima PGI di Istana Merdeka

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Bertempat di Istana Merdeka, Pimpinan dan Staf PGI diterima oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang didampingi oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin dan Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana. Ada beberapa poin penting yang dibicarakan dalam pertemuan yang berlangsung Hari Selasa, 5 Maret 2019, pukul 11.15 WIB.

    img-20190306-wa0004

    Pada bagian awal, PGI mengapresiasi kesediaan Bapak Presiden menerima Pimpinan dan staf PGI. Selanjutnya, menyambut Pemilu 2019, Ketum menyampaikan keprihatinan terkait dengan maraknya hoaks dan pembohongan-pembohongan publik serta ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa hanya karena pilihan yang berbeda.

    Ketum juga menyampaikan keprihatinan dengan adanya fenomena pertarungan ideologi, karena munculnya gagasan alternatif terhadap Pancasila.

    Sementara itu, terkait Pemilihan Umum 2019, Ketua Umum MPH PGI Pdt. DR. Henriette Hutabarat Lebang menyatakan dukungan gereja-gereja di seluruh Indonesia bagi pelaksanaan Pemilu 2019. Beberapa usaha yang dilakukan oleh PGI dalam rangka mendukung pelaksanaan Pemilu 2019 adalah mengeluarkan beberapa himbauan berupa Surat Pastoral dan video agar semua warga gereja ikut terlibat aktif dalam Pemilu dan menghindarkan diri dari Golput.

    Ketum juga menyampaikan bahwa bagi gereja-gereja, ikut mencoblos adalah juga merupakan panggilan iman. Gereja-gereja di Indonesia dari tingkat sinode hingga jemaat menyelenggarakan ragam bentuk voter education. Bahkan ada jemaat-jemaat yang mendirikan semacam posko untuk menjadi pusat informasi terkait pemilu yang akan datang. PGI sendiri sudah melakukan beberapa ToT untuk Pemilu Damai melalui program Ayo Nyoblos.

    Meresponi hal-hal tersebut, Presiden Jokowi mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan oleh PGI menyambut Pemilu 2019. Presiden juga mengatakan agar tidak terlalu kuatir dengan Pilpres yang kelihatannya memanas dan sejauh ini masih bisa diatasi. Diakuinya bahwa ada persoalan ideologis dengan munculnya organisasi yang bertentangan dengan Pancasila namun hal tersebut sudah diatasi dengan dibubarkan dan dilarangnya organisasi tersebut.

    Lebih lanjut presiden mengemukakan bahwa saat ini penyebaran hoaks tidak hanya melalui media social namun juga sudah dari pintu ke pintu. Hal tersebut juga sudah diatasi dengan ditangkapnya beberapa orang yang turut menyebarkan berita hoaks.

    Pada kesempatan itu, Ketum menyampaikan bahwa tahun ini juga PGI akan menyelenggarakan Sidang Raya PGI XVII pada Nopember yang akan datang di Pulau Sumba. Ketum menyampaikan penyesalan bahwa Ketua Sinode GKS, yang menjadi host Sidang Raya tersebut, tidak bisa hadir hari ini karena masalah jadwal penerbangan yang tidak pas. Saat itu juga, Ketum menyampaikan Undangan kepada Presiden untuk menghadiri SR tersebut.

    Lebih jauh, disampaikan juga kepada Presiden, sebagai bagian dari persiapan Sidang Raya, PGI akan menyelenggarakan Konperensi Gereja dan Masyarakat, 28-31 Maret yang akan datang di Manado. KGM ini adalah sebuah studi yang dilakukan oleh pimpinan gereja anggota PGI bersama ragam lapisan warga untuk studi kecenderungan masalah-masalah sosio-ekonomi, politis dan budaya untuk setidaknya lima tahun ke depan.

    Dalam kaitan ini, PGI berharap Presiden bisa hadir dalam Pembukaan KGM ini, yang kepanitiaannya diketuai oleh Olly Dondokambe (Gubernur Sulut) yang turut serta dalam rombongan PGI.

    Pada bagian lain, Sekum PGI, Pdt Gomar Gultom, juga menyampaikan harapan dan aspirasi masyarakat dan gereja-gereja di Papua yang berhasil dikumpulkan oleh PGI, baik melalui perkunjungan dan percakapan selama ini, maupun melalui KGM Papua Mei 2018 di Sorong, serta hasil perkunjungan Delegasi World Council of Churches (WCC) ke Papua Pebruari 2019 lalu. MPH menyampaikan harapan agar dihentikannya pendekatan keamanan, terutama operasi militer atau operasi pemulihan keamanan yang banyak menimbulkan luka batin di tengah masyarakat Papua. Juga disampaikan agar masalah Papua ditangani dengan pendekatan kultural dan dialog yang lebih bermartabat serta merujuk pada semangat UU Otsus Papua.

    Pertemuan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Sekum PGI. (Humas PGI)

  • Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Prof. Dr. Thomas Pentury Resmikan Kampus Baru STT Ekumene Jakarta

    Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Prof. Dr. Thomas Pentury Resmikan Kampus Baru STT Ekumene Jakarta

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Bertempat di Mall Artha Gading lantai 5, tepatnya di ruang serba guna atau Function Hall GSKI, Direktur Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Thomas Pentury. M. Si., meresmikan Kampus Baru Sekolah Tinggi Theologi Ekumene (STTE), Kamis (28/2).

    img_20190301_112140

    Sekolah Tinggi Theologi Ekumene (STTE) yang di pimpin Dr. Erastus Sabdono sebagai ketua merupakan penyempurnaan dari Sekolah Tinggi Theologi Bethel (STTB) yang bertempat di Pekan Baru Riau. Seperti diketahui, pada tahun 2012, Sekolah Tinggi Theologi Bethel (STTB) berganti nama menjadi Sekolah Tinggi Theologi Ekumene (STTE).

    Saat peresmian Sekolah Tinggi Theologi Ekumene yang di hadiri oleh para Guru besar, dosen dan alumni STT Ekumene Jakarta, Prof. Dr. Thomas Pentury. M. Si., menyatakan harapannya agar kedepan STT Ekomene dapat ikut berperan serta dalam membangun kepribadian anak bangsa yang berkarakter dalam mengasihi Tuhan dan mengasihi bangsanya serta turut membangun bangsa dalam bidang pendidikan terutama mencetak pribadi-pribadi berkarater kebangsaan yang sesuai dan setia kepada Pancasila dan UUD 1945.

    STT Ekumene saat ini menempati kampus barunya di gedung Mall Artha Gading lantai 3 kawasan Kelapa Gading. Adapun jurusan yang ada dalam kurikulum STT Ekumene adalah; Sarjana Pendidikan Agama Kristen (S1 PAK), Progran Studi Magister Pendidikan Agama Kristen (S2 PAK), Program Studi Magister Teologi (S2 Teologi), dan Program Studi Doktor Teologi (S3 Teologi).

    Dalam perjalanan pengembangan dan peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan, STT Ekumene Jakarta mengikuti standar akreditasi yang diselenggarakan oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN – PT) sebagai lembaga yang ditugaskan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk menilai kualitas penyelenggaraan pendidikan.

    STT Ekumene Jakarta berhasil mendapatkan nilai lulus terakreditasi penyelenggara pendidikan program studi (prodi) S1 PAK pada tahun 2014, Prodi S2 PAK pada tahun 2015, dan prodi S3 Teologi pada tahun 2017.

    Adapun pengelolaan STT Ekumene Jakarta mengalami perubahan yayasan yang menaunginya, dari Yayasan Jalan Lurus menjadi Yayasan Jalan Kebenaran. Perubahan yayasan ini turut mempengaruhi susunan pengurus dan pemimpin STT Ekumene Jakarta. Kepemimpinan STT Ekumene Jakarta saat ini diketuai oleh Dr. Erastus Sabdono. (DL)

  • Siap Gelar API, PEWARNA Sambangi Pesantren Al-Zaytun, Indramayu

    Siap Gelar API, PEWARNA Sambangi Pesantren Al-Zaytun, Indramayu

    INDRAMAYU, WARTANASRANI.COM – Dipimpin langsung Ketua Umum, Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia) mengunjungi sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) terkemuka yang terletak di kawasan Indramayu, Jawa Barat, Al-Zaytun.

    Rombongan diterima langsung oleh perwakilan Pengurus Pondok Pesantren Al-Zaytun, yakni Rukyal Basri dan Latif Wahyu Haryono, di Wisma Tamu Al-Islah, Komplek Ponpes Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (27/02/2019).

    Saat menerima delegasi PEWARNA, Rukyal dan Latif membuka perbincangan seputar ide-ide dalam menjaga perdamaian dan keberagaman yang memang selama ini menjadi concern dari Ponpes Al-Zaytun. Ide itu pula, lanjutnya, seperti yang selama ini dipopulerkan oleh Syaykh Abdussalam Panji Gumilang, sang pendiri Ponpes.

    “Ada banyak pendeta yang datang ke sini, kebetulan juga tempat kami beberapa kali pernah digunakan untuk penyelenggaraan perayaan natal. Jadi sewaktu bapak masuk di gerbang kami tadi terdapat prasasti yang tertulis ‘Al Zaytun Pusat Pengembangan Budaya Toleransi dan Perdamaian’,” jelas Latif.

    Di tengah perbincangan Sekretaris Ponpes Al-Zaytun, Abdul Halim, menyempatkan diri untuk menemui awak PEWARNA Indonesia. Halim menjelaskan sekilas kiprah Al-Zaytun yang diresmikan sejak tahun 1999.

    “Kita mulai membangun gedung ini pada tahun 1996. Lalu pada tahun 1999 barulah jadi satu asrama dan 1 unit gedung pembelajaran. Lalu saat ini kami sudah memiliki 10 gedung asrama dan 10 gedung pembelajaran,” jelasnya.

    Dalam menjalankan sistem pendidikannya, jelas Halim, Al Zaytun memadukan sistem pendidikan berbasis tradisional maupun kontemporer. Hal itu dilakukan, tambahnya, untuk membangun wawasan berpikir para santri yang modern sekaligus ikut menguatkan akar pemikiran tradisional yang bertumpu kepada ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

    “Tradisional dan kontemporer dipadukan secara berimbang,” ujar Halim.

    Kunjungan delegasi PEWARNA Indonesia ke Pondok Pesantren Al-Zaytun juga dilakukan dalam rangka pemberian Apresiasi PEWARNA Indonesia (API) kepada lembaga pendidikan ini, yang akan diselenggarakan pada 29 Maret 2019 mendatang, di Kota Bandung.

    PEWARNA Indonesia menilai Pondok Pesantren ini telah memberikan dampak positif yang nyata di tengah masyarakat Indonesia, khususnya dalam mempertahankan nilai keberagaman dan perdamaian, di dalam bingkai Pancasila. (*)

  • Pdt. David Cakra: Perlu Terobosan Untuk Mengapresiasi Orang-Orang Yang Berjasa

    Pdt. David Cakra: Perlu Terobosan Untuk Mengapresiasi Orang-Orang Yang Berjasa

    BANDUNG, WARTANASRANI.COM – Setelah sukses dihelat di dua tempat sebelumnya yakni Jakarta dan Bali, kali ini penyelenggaraan API akan dilaksanakan di Kota Bandung, Jawa Barat. Perhelatan Apresiasi PEWARNA Indonesia (API) tahun ini direncanakan digelar pada 29 Maret mendatang.

    Persiapan penyelenggaraan API sudah dilakukan sejak Selasa (26/02/2019). Ketika meninjau sejumlah lokasi yang akan digunakan untuk mendukung acara pemberian apresiasi kepada sejumlah figur yang telah menunjukan dedikasinya di dunia Kekristenan Indonesia itu, PEWARNA Indonesia berkesempatan untuk bertemu langsung dengan Gembala Gereja Bethel Indonesia (GBI) Sukawarna, Kota Bandung, Pdt. David Cakra.

    Saat ditemui PEWARNA di ruang kerjanya, David Cakra menyambut baik ikhtiar yang dilakukan oleh PEWARNA Indonesia dalam mengapresiasi atas capaian yang telah dilakukan oleh sejumlah figur Kristiani di pelbagai bidang.

    “Sebuah tradisi di bangsa kita ini ada yang perlu dirombak. Kita kurang memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh yang sudah berjasa kepada bangsa ini. Mungkin sejak dari jaman penjajahan bangsa Belanda, apresiasi ini kurang. Sehingga kita perlu memiliki sebuah terobosan untuk mengapresiasi orang-orang yang berjasa,” ujar David didampingi seorang hamba Tuhan yang giat melayani kaum marjinal di Kota Bandung, Pdt. Lukman Pandji.

    David kemudian melanjutkan, saat ini masyarakat memang terkadang kurang menghargai arti dari sebuah prestasi. Terlebih, bagi pengukir prestasi yang telah mengharumkan nama bangsa.

    “Contohnya pahlawan olahraga, bulu tangkis misalnya. Padahal mereka mengharumkan nama bangsa ini. Jadi memang harus ada suatu perbedaan, dan ini sangat bagus. Sebagai anak bangsa harus ada sebuah kemajuan di dalam sebuah tatanan yang perlu diperbaiki,” jelasnya.

    Kunjungan PEWARNA ke GBI Sukawarna dalam rangka persiapan API dipimpin oleh Ketua Umum PEWARNA Indonesia, Yusuf Mujiono. Selain ke GBI Sukawarna, PEWARNA juga berkesempatan untuk mengunjungi Pondok Pesantren Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat pada keesokan harinya. Apresiasi PEWARNA Indonesia juga akan diberikan kepada lembaga pendidikan berbasis agama itu, karena peranannya dalam mengawal toleransi dan perdamaian, khususnya di lingkup Jawa Barat. (*)

  • Maksimalkan Peran Tagana GBI Sulsel, Berita Bethel Dan Pewarna Indonesia Gelar Pelatihan Jurnalistik

    Maksimalkan Peran Tagana GBI Sulsel, Berita Bethel Dan Pewarna Indonesia Gelar Pelatihan Jurnalistik

    MAKASSAR, WARTANASRANI.COM – Upaya memaksimalkan peran Tagana, beritabethel.com bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia menggelar pelatihan dasar-dasar jurnalistik kepada anggota Tagana Rajawali GBI Sulawesi Selatan. Menurut staf editor beritabethel.com, Pdp. Soelispramboedie, S.Th., hal ini dilakukan guna memperlengkapi anggota Tagana dalam penulisan serta pengiriman berita dari lokasi bencana ke beritabethel.com.

    Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini (Selasa 26/2 – Rabu, 27/2) digelar di GBI Marturia Ministry, Makassar. Hadir Gembala setempat, Pdt. Anton Yosep dan sekitar 29 peserta yang terdiri dari Tagana Rajawali dan beberapa orang jemaat.

    Materi pertama dengan konten teori meliputi syarat bahasa jurnalistik, fungsi utama pers, rumus menulis berita, komposisi berita [teras berita, tubuh berita, kaki/penutup berita], kriteria judul, macam-ragam teras berita, teknik wawancara, teknik memotret.

    Esok hari adalah hari kedua pelatihan [Rabu, 27/2]. Sesuai skedul, sesi pertama yaitu peserta akan menerima penjelasan soal UU No. 40/1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik, UU ITE dan Pedoman Penyiaran Siber.

    Selanjutnya, sesi kedua akan diisi dengan penilaian hasil foto-foto peserta di lokasi bencana, praktek dan presentasi tulisan peserta di lokasi bencana dan diakhiri dengan praktek wawancara.

    Nara sumber, Staf editor beritabethel.com juga memperkenalkan organisasi Pewarna Indonesia dan persyaratan pendaftaran untuk menjadi anggota dengan mempresentasikan form registrasi, termasuk menginfokan kepada peserta Contact Person Pewarna Indonesia khusus bagian yang menghandel pendaftaran.

    Sementara itu, sesuai arahan Ketua Umum Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono, STh, hasil kepenulisan peserta dengan ketentuan memenuhi kriteria jurnalistik bisa juga dikirimkan kepada Pewarna Indonesia dan akan dipublikasikan di media-media online dan cetak yang tergabung dalam Pewarna Indonesia. (*)

  • ROSPITA NAPITUPULU: Siap Berjuang Untuk Pendidikan Berkualitas Bagi Warga Miskin Dan Pengentasan Kemiskinan Di Jabar

    ROSPITA NAPITUPULU: Siap Berjuang Untuk Pendidikan Berkualitas Bagi Warga Miskin Dan Pengentasan Kemiskinan Di Jabar

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Secara mendasar sebenarnya kemiskinan erat kaitanya dengan rendahnya kemampuan mengenyam pendidikan. Seseorang yang dilahirkan di tengah kemiskinan akan cenderung tidak bisa sekolah karena keterbatasan biaya untuk mengenyam pendidikan. Atas dasar inilah, Rospita Napitupulu terpanggil terjun ke dunia politik untuk memperjuangkan pengentasan kemiskinan dan pendidikan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang tidak mampu secara ekonomi di Kota Bekasi dan Kota Depok.

    “Jika saya terpilih, kedua hal ini akan menjadi prioritas perjuangan saya di DPRD Provinsi Jawa Barat,” terang caleg milenial ini penuh semangat.

    Menurut srikandi kelahiran Balige, 31 Juli 1972 ini, pendidikan yang layak menjadi modal memutus mata rantai kemiskinan dan munculnya SDM berkualitas.

    “Jika setiap orang mendapatkan pendidikan layak, ia telah memiliki modal untuk memutus rantai kemiskinan di keluarganya. Selain itu, akan ada harapan besar bermunculan SDM berkualitas yang bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan di Indonesia,” ungkap Rospita

    Bagi Rospita, pendidikan yang baik dan berkualitas jangan sampai hanya dinikmati mereka yang mampu secara ekonomi. Sedangkan, mereka yang lemah akan semakin miskin dan bodoh teralienasi oleh realitas, terdiskriminasi untuk mendapatkan pendidikan bermutu.

    “Perjuangan saya jelas! Jangan sampai pendidikan yang baik dan berkualitas hanya dinikmati oleh yang mampu secara ekonomi. Semua warga masyarakat punya hak yang sama untuk bisa menikmati pendidikan yang berkualitas agar tidak ada lagi yang bodoh dan teralienasi oleh realitas, tidak boleh ada yang terdiskriminasi untuk menikmati pendidikan bermutu,” tegas wanita lulusan STBA Harapan Medan ini.

    Sebagai Caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) nomor urut 5 dapil Kota Bekasi dan Kota Depok, Rospita siap bekerja keras untuk berjuang agar dana/anggaran pendidikan khusus untuk di wilayah miskin dan terpencil tidak dicuri dan di korupsi.

    “Sebagai Caleg PSI yang jelas-jelas anti korupsi, tentu saja akan berjuang, jangan sampai dana bantuan yang dialokasikan pemerintah khusus untuk warga negara miskin, diantaranya anggaran dana untuk BOS dan bantuan sosial yang ditujukan pemerintah untuk membangun gedung-gedung sekolah di wilayah miskin dan terpencil dicuri, di korupsi tangan-tangan biadab. Bisa saja, tingginya masyarakat yang tidak mengenyam pendidikan disebabkan budaya korupsi di bidang pendidikan,” terang Rospita.

    “Mohon doa dan dukungan warga Kota Bekasi dan Kota Depok. Kiranya harapan bersama kita, untuk pendidikan dan pengentasan kemiskinan dapat terealisasi. Datanglah ke TPS, gunakan hak pilih Bapak/Ibu, pada tanggal 17 April nanti pilih dengan mencoblos nomor urut 5, untuk DPRD Provinsi Jawa Barat, dari Partai Solidaritas Indonesia, dapil Kota Bekasi dan Kota Depok,” seru Rospita penuh harap. (*)

  • Manajemen HMT Tour and Travel Minta Maaf Dan Siap Bertanggung Jawab Atas Penundaan Keberangkatan Ke Holyland

    Manajemen HMT Tour and Travel Minta Maaf Dan Siap Bertanggung Jawab Atas Penundaan Keberangkatan Ke Holyland

    JAKARTA,WARTANASRANI.COM – Ketidaksesuaian paket tour yang disepakati awal oleh agen di Israel dengan HMT Tour and Travel, membuat keberangkatan peserta peziarah rohani asal Indonesia, yang seharusnya tanggal 22 februari 2019, tertunda. Atas kejadian ini, pihak manajemen PT. Hidup Makmur Terencana (HMT Tour and Travel) menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada para peserta peziarah rohani.

    “Dengan ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas penundaan keberangkatan yang terjadi semalam, tanggal 22 februari 2019,” ujar Ronny Tambayong, selaku Manajemen dan Direksi HMT Tour and Travel.

    Menurut Ronny, penundaan ini dilakukan, demi kenyamanan dan kepuasaan para peserta ziarah perjalanan rohani.

    “Sebenarnya segala sesuatu telah dipersiapkan dengan baik, termasuk tiket perjalanan pesawat pulang pergi, sudah disiapkan. Namun kami melihat ada beberapa kendala yang terjadi dan kami melihat hal ini dapat mengganggu kenyamanan, kepuasan Bapak/Ibu dalam perjalanan rohani,” tuturnya lewat tayangan video dari Yerusalem.

    “Oleh sebab itu, kami menunda sementara keberangkatan semalam, 22 februari, untuk memastikan agar perjalanan berikutnya bisa terlaksana dengan baik dan kami bisa menyelesaikan masalah-masalah teknis di lapangan bersama partner kami di Holyland, agar semua berjalan dengan baik,” tuturnya lagi.

    Ronny juga memohon maaf karena tidak bisa menemui dan memberikan penjelasan secara langsung kepada peserta ziarah yang tertunda keberangkatannya. Ini dikarenakan ia sedang berada di Yerusalem. Namun Ronny memastikan, perwakilan manajemen Bapak Andre Victor Nainggolan akan berbicara langsung.

    “Sekali lagi kami minta maaf. Kebetulan saya masih di Yerusalem, belum bisa menemui langsung Bapak/Ibu. Ada perwakilan dan manajemen kami, Bapak Andre Victor Nainggolan yang akan berjumpa dan berbicara langsung. Bapak/Ibu dapat menyampaikan hal-hal terkait masalah ini secara langsung,” jelasnya.

    Lebih jauh, Ronny menyatakan bahwa pihaknya siap bertanggung jawab dan berjanji memberangkatkan kembali mereka yang tertunda.

    “Kami akan memberangkatkan kembali Bapak/Ibu dalam waktu dua atau tiga bulan, atau mungkin waktu yang akan diajukan kepada kami. Sekali lagi, kami akan bertanggung jawab untuk hal ini, dan kami minta maaf atas penundaan keberangkatan ini,” ungkapnya. (*)

  • Virgie Baker: Politik Adalah Perjuangan Untuk Menegakkan Kepentingan Orang Lain, Memperjuangkan Nasib Banyak Orang

    Virgie Baker: Politik Adalah Perjuangan Untuk Menegakkan Kepentingan Orang Lain, Memperjuangkan Nasib Banyak Orang

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Siapa yang tidak kenal dengan Srikandi yang satu ini. Sosok wanita yang berlatar belakang presenter berita di Metro TV sejak tahun 2000 – 2013 ini, juga dikenal ramah, bersahaja dan memiliki kemampuan komunikasi yang mumpuni. Dia adalah Virgie Baker, SS., M,Si., seorang jurnalis perempuan yang selalu tampil enerjik disetiap penampilannya.

     

    Alumnus SMP Penabur Jakarta dan SMAN 68 Jakarta ini, mengungkapkan alasan mengapa ia terjun ke dunia politik. Menurutnya, semua berawal dari meliput berita dan mewawancarai sejumlah politisi, pemerintah, dan tokoh-tokoh nasional.

     

    “Sejak menjadi presenter berita di Metro TV dan selalu terlibat dalam meliput berita di Metro TV, juga selalu terlibat dalam meliput berita, wawancara dengan sejumlah politisi, pemerintah, tokoh nasional. Saya berkeinginan untuk terjun langsung dalam politik praktis,” terangnya.

     

    Menurut wanita kelahiran Jakarta, 6 September 1975 ini, tanpa duduk sebagai wakil rakyat, maka perubahan yang ia cita-citakan tidak akan terjadi.

     

    “Karena tanpa duduk menjadi wakil rakyat, perubahan yang saya cita-citakan tidak akan dapat terjadi begitu saja,” ungkap isteri dari Aryo Widiardi ini.

     

    “Melalui politik kita dapat bermanfaat lebih banyak lagi untuk banyak orang, karena politik adalah perjuangan untuk menegakkan kepentingan orang lain, memperjuangkan nasib banyak orang,” ungkapnya lagi, menegaskan alasan mengapa ia terjun ke dunia politik saat ini.

    virgie3

    Virgie Baker saat menjadi narasumber di acara Obsesi (Obrolan Sehat Berisi) dengan tema; Perempuan dan Politik. Kerjasama RPK FM Jakarta dan Pewarna Indonesia

    Bagi Virgie Baker, Kota Bekasi memiliki potensi sebagai Kota Atlet. Oleh karena itu, Iapun bertekad memperjuangkannya ketika terpilih menjadi wakil rakyat di DPRD Propinsi Jawa Barat.

     

    “Sebagai warga Kota Bekasi sejak berusia 3 tahun, saya melihat perkembangan yang sangat baik terjadi di kota ini. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga toleransi yang sangat kuat yang terbangun di kota ini. Namun kota ini sering menjadi bahan ejekan bagi anak-anak muda di kota lainnya. Untuk itu dari sanalah saya bertekad untu membuat kota ini menjadi kota yang membanggakan,” tegasnya.

     

    “Caranya? Saya ingin menjadikan Kota Bekasi sebagai Kota Atlet, ketika tersebut nama Kota Bekasi yang langsung tergambar oleh masyarakat adalah kota yang melahirkan atlet yang membanggakan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tegasnya lagi.

     

    Selain itu, menurut Caleg DPRD Propinsi Jabar untuk Dapil Kota Bekasi dan Kota Depok, dari Partai Nasdem yang mendapat nomor urut 5, perjuangan untuk kaum perempuan dan anak di Kota Bekasi untuk mendapatkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang baik,  menjadi prioritasnya juga, jika dipercaya duduk sebagai anggota dewan propinsi.

     

    “Sebagai perempuan yang terjun ke politik, memperjuangkan perempuan dan anak di Kota Bekasi untuk mendapatkan pendidikan yang baik, fasilitas kesehatan yang menjangkau semua kalangan, adalah pekerjaan rumah nantinya sebagai perwakilan perempuan di dewan Propinsi Jawa Barat. Saya mohon doa dan dukungan dari bapak ibu semua,” sebut Srikandi berdarah minahasa, putri dari pasangan Alm. Karel Baker dan Masye Bororing. (*)

     

  • Penutupan Akun Google Plus Pada Bulan April Segera Dilakukan

    Penutupan Akun Google Plus Pada Bulan April Segera Dilakukan

    Seperti yang dirilis langsung di website support.google.com pada Desember 2018 ternyata pihak Google secara resmi telah mengumumkan keputusan untuk menutup Google+ (Google Plus) sampai pada tanggal 2 April 2019. Alasannya adalah karena rendahnya penggunaan dan tangangan yang terlibat dalam mempertahankan produk yang sukses yang memenuhi harapan konsumen. Dan pihak Google sangat berterima kasih untuk seluruh konsumen yang selama ini telah menggunakan aplikasi Google+ (Google Plus).

    In December 2018, we announced our decision to shut down Google+ for consumers in April 2019 due to low usage and challenges involved in maintaining a successful product that meets consumers’ expectations.

    Secara resmi pada tanggal 2 April 2019 akun dan Halaman Google Plus atau apapun yang dibuat konsumen akan ditutup dan pihaknya akan mulai melakukan penghapusan konten/data dari akun Google Plus para konsumen, baik data berupa foto, video, di arsip album atau dihalaman Goolge Plus semuanya akan dihapus. Oleh karenanya pihaknya mengusulkan agar para pemilik akun Google Plus segera mengunduh dan menyimpan konten/data sebelum tanggal 2 April 2019. Tetapi kabar baiknya foto dan video yang dicadangkan di Google Foto tidak akan dihapus.

    Namun demikian proses penghapusan konten/data akan memakan waktu beberapa bulan, dan mungkin para pengguna masih bisa melihatnya sampai saat ini. Misalnya, mereka masih bisa melihat bagian dari akunnya melalui log aktivitas dan beberapa konten/data melalui pengguna G Suite.

    Dan sejak 4 Februari 2019, pengguna tidak dapat lagi membuat profil, halaman, komunitas, atau acara Goolge Plus yang baru. Untuk lebih lengkapnya lihat FAQ dan detail informasinya bahkan update terbaru menjelang penutupan akun.

    Bagi pengguna yang terlibat di komunitas Goolge Plus, baik pemilik atau moderator, mereka dapat mengunduh dan menyimpan data untuk komunitasnya. Awal Maret 2019, data tambahan unduhan akan tersedia,

    Apabila pengguna login dan menekan tombol Google Plus maka tidak akan berfungsi lagi tapi bisa login melalui Google.

    G Suite tidak akan dihapus oleh pihak Google yang dihapus hanya lah Google Plus. (red)

  • BSK Hadir Untuk Membuat Laki-Laki Berfungsi Sebagai BSK

    BSK Hadir Untuk Membuat Laki-Laki Berfungsi Sebagai BSK

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Berbagai masalah dan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda secara universal, yaitu; keretakan dalam keluarga (broken home), pencarian jati diri/keutuhan diri, pergaulan yang buruk, merosotnya nilai luhur dan moral akibat pengaruh perubahan nilai kehidupan (lingkungan/media), dan tidak memiliki tujuan hidup (visi) menjadi latar belakang lahirnya BSK (Bapa Sepanjang Masa). Hal ini disampaikan Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro, SpKJ (K) dalam konferensi pers setelah Rapat Kerja Bapa Sepanjang Masa yang berlangsung di Maple Meeting Room, Lantai 9, Mercure Jakarta Pantai Indah Kapuk, Jumat (15/2).

    img_20190215_165153

    Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro, SpKJ saat Conference Pers tentang BSK

    “Dari masalah-masalah itu, maka yang harus diupayakan tentunya dimulai dari keluarga. Karena fungsi keluarga itu seperti transmiter untuk memproses sesuatu, yang kemudian ditransmiter kepada masyarakat. Jadi kalau masyarakat itu jelek, sumbernys bukan dari luar masyarakat, sumbernya dari keluarga yang adalah anggota masyarakat. Cara berpikirnya kan begitu! Kota Jakarta jelek, sumbernya dari masing-masing keluarga yang tinggal di Jakarta,” tutur pendiri gerakan BSK ini.

    “Nah, atas dasar itu kemudian kami sangat teguh untuk memperbaiki atau mengembangkan kehidupan itu, mulai dari seorang laki-laki, yaitu laki-laki berfungsi sebagai bapak, yang kemudian kita sebut Bapa Sepanjang Kehidupan,” tambah Pdt. dr. Dwidjo Saputro.

    Lebih lanjut, Ketua Pokja Keluarga GBI ini menyebutkan visi yang ingin dicapai Bapa Sepanjang Kehidupan. “Jadi visi BSK (father for life) adalah setiap laki-laki menjadikan setiap laki-laki BSK bagi keluarga, masyarakat, kota dan bangsa. Ini visinya! Jadi ini yang akan diwujudkan,” tutur Pdt. dr. Dwidjo Saputro.

    Untuk mewujudkan visi ini BSK melakukan kegerakan mempengaruhi. Salah satunya antara lain kegiatan TFT (Training for Trainer) yang membekali anggota BSK. “Sampai saat ini kami sudah melatih 4.178 TFT hampir diseluruh Indonesia,” ungkap Pdt. Hengky So, M.Th., Ketua Bapa Sepanjang Kehidupan (BSK).

    Sementara itu, Rapat Kerja yang berlangsung sehari dari Pukul 10.00 sampai Pukul 16.00 Wib., diisi dengan pengarahan dan pembinaan oleh Ketua Pokja Keluarga GBI dan Pendiri Gerakan Bapa Sepanjang Kehidupan, Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro, SpKJ., Pengarahan dan Laporan Kerja Tahunan oleh Ketua BSK, Pdt. Hengky So, M.Th., Laporan Keuangan Tahunan BSK, Laporan Unlimited Godly Generation oleh Pdm. Antonius Sitompul, M.Th., dan Pembahasan Strategi dan Rencana Kerja BSK 2019 oleh Pdt. Togi Simanjuntak, M.A. Pada bagian akhir, diisi dengan sumbang saran dari peserta rapat kerja, foto bersama dan press conference.

    Hadir dalam Rapat Kerja ini, Ketua BSK Pdt. Hengky So, Sekretaris Ricky Rido Sinaga, Bendahara Bagwanto Antony, Deputi Organisasi Pdt. Kiki Rusmin, Deputi Networking Pdt. Togi Simanjuntak, Deputi Litbang Pdt. Antonius Sitompul, Katalis Jawa Barat Pdt. Yosef Antonius, Katalis Kalimantan Pdt. Ronny Taufik, dan Katalis Jakarta Banten Pdt. Roditus. (*)