Author: admin
-

Dies Natalis ke-33, STT IKAT Gelar Seminar Nasional
JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Memperingati Dies Natalis ke-33, Sekolah Tinggi Teologia “IKAT” bekerjasama dengan Persekutuan Perempuan Berpendidikan Teologi (PERUATI) Jabodetabek menyelenggarakan Seminar Nasional di aula Kampus, Rempoa, Tangerang Selatan (11/02/2019). Seminar Nasional ini menghadirkan narasumber, Brigjen Pol. Martinus Hukom S.IK, Wakil Kepala Detasemen Khusus 88 Anti Teror MABES POLRI, dan Vice President World Communion of Reformed Church (WCRC), Pdt. Sylvana Maria Apituley., Ph.D Cand.Sebagai pembicara pertama, Martinus mengupas soal Terorisme dan Radikalisme dalam Keindonesiaan Indonesia.Penjelasan seputar bahaya fanatisme sempit dan pola penyebaran radikalisme di Indonesia dan dunia menjadi awal paparannya. Menurutnya, radikalisme menjadi pemicu dari sejumlah konflik bersenjata di dunia. Khususnya ketika pemahaman yang digunakan merupakan kebenaran suatu agama yang dipaksakan untuk berlaku mutlak bagi semua orang.Martinus juga mengingatkan bahwa keadaan itu pernah pula berlaku di tengah gereja, di masa abad pertengahan. Di mana siapa saja yang berbenturan dengan kebijakan gereja saat itu akan menerima atau diperhadapkan dengan hukuman sepihak.“Gereja punya pengalaman gelap ketika gereja berada di puncak kekuasaan,” ungkap Martinus.Sementara pembicara kedua, Vice President World Communion of Reformed Church (WCRC), Pdt. Sylvana Maria Apituley., Ph.D Cand., mengupas tema “Merawat dan Menjaga Indonesia yang Adil Makmur: Pengalaman dan Refleksi Teologis Feminis”. Dalam literasinya Sylvana menganalisis melalui perspektif gender terhadap fenomena terorisme yang terjadi di Tanah Air. Ia juga turut mengungkapkan keprihatinannya terkait keberadaan kelompok radikal yang memanfaatkan kaum ibu, bahkan anak kecil sebagai media untuk menebar teror.“Kelompok radikal menggunakan tubuh perempuan dan anak sebagai alat untuk mencapai tujuan mereka,” paparnya.Sylvana juga meminta agar gereja mewaspadai pola penyebaran radikalisme melalui platform media sosial. “Medsos jalur terbaik head to head penyebaran radikalisme di kalangan anak dan perempuan,” ungkapnya.Sylvana menambahkan bahwa orang Kristen harus mengedepankan sikap-sikap yang tidak antisosial. Menurutnya keterbukaan dan langkah membaur dengan masyarakat merupakan sebuah pilihan terbaik dalam menangkal laju penyebaran radikalisme.Tak ketinggalan, Sylvana juga memaparkan dari sisi hubungan internasional. Dikatakannya, sebagai anggota dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia mengembang misi untuk ikut melaksanakan program pembangunan berkelanjutan (Suistanable Development Goal’s/SDG’s), di mana kelompok minoritas pun mendapatkan porsi yang setara di dalam pembangunan tersebut.“Setiap negara yang menjadi anggota PBB harus melaksanakan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s). Artinya tidak boleh ada yang tertinggal. Itu juga berarti kelompok minoritas pun harus menjadi subjek pembangunan,” kata lulusan STT Jakarta itu.Pada bagian akhir Seminar Nasional, Ketua STT “IKAT”, Pdt. Dr. Jimmy Lumintang, menyerahkan sertifikat kepada kedua narasumber. Hal menarik terlihat, sebelum rangkaian seminar berakhir, dimana moderator menyempatkan diri mengajak peserta yang hadir untuk berdiri dan memaklumatkan komitmen dalam berpancasila di kehidupan sehari-hari. “Indonesia rumah Kita bersama,” kata moderator. “Saya Indonesia, Saya Pancasila,” teriak seluruh peserta seminar. (*) -

Presiden Berharap Media Arus Utama Pertahankan Misi Pencari Kebenaran
SURABAYA, WARTANASRANI.COM – Di tengah era digital dimana media sosial berkembang dengan masifnya, masyarakat pun disajikan dengan keberlimpahan informasi. Bahkan, saat ini setiap orang bisa menjadi wartawan dan bisa menjadi pemimpin redaksi, juga bisa menciptakan kegaduhan, membangun ketakutan, serta pesimisme.“Di tengah suasana seperti ini, saudara-saudara insan media arus utama, justru sangat dibutuhkan menjadi rumah penjernih informasi, dibutuhkan untuk menyajikan informasi yang terverifikasi, dan dibutuhkan untuk menjalankan peran sebagai communication of hope, dibutuhkan untuk memberi harapan kepada bangsa,” ucap Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2019 di Grand City Convention and Exhibition Hall, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 9 Februari 2019.Lebih lanjut Presiden juga mengatakan bahwa peran utama media kini semakin penting antara lain dalam mengamplifikasi kebenaran dan menyingkap fakta, terutama di tengah keganasan pasca fakta dan pasca kebenaran.
“Kita wajib mengatasi dampak buruk gejala pasca kebenaran dan pasca fakta itu. Media arus utama diharapkan mampu menjaga dan mempertahankan misinya untuk mencari kebenaran, misinya untuk membangun optimisme,” kata Presiden.
Di awal sambutannya, Kepala Negara menyampaikan bahwa sejalan dengan ekspansi jaringan internet, perkembangan media sosial juga melompat sangat tinggi. Saat ini, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 143,26 juta jiwa atau 54,68% dari total populasi.“Dari jumlah ini 87,13% mengakses layanan media sosial,” tutur Kepala Negara.Bahkan seringkali yang viral di media sosial biasanya menjadi rujukan dan bahkan tidak jarang menjadi rujukan media-media konvensional. Namun demikian, menurut Edelman Trust Barometer 2018, media konvensional atau media arus utama ternyata tetap lebih dipercaya dibandingkan dengan media sosial.“Saya sungguh bergembira dengan situasi ini, sangat bergembira. Dan selamat kepada saudara-saudara para insan media arus utama atas kepercayaan masyarakat terhadap bapak, ibu, saudara-saudara sekalian,” ucap Presiden.Dalam kesempatan tersebut, Presiden yang hadir didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, menyebutkan bahwa apabila pemerintah memaparkan tentang capaian pembangunan, tujuannya adalah agar masyarakat mendapatkan informasi jelas, ikut memanfaatkan capaian pembangunan yang ada, membangun optimisme, serta mengajak apa yang harus diperjuangkan bersama.“Kalau pemerintah aktif dalam membangun well-informed-society, ya janganlah terburu-buru itu dianggap sebagai pencitraan atau kampanye. Itu adalah bagian dari upaya membentuk masyarakat yang sadar informasi. Dan saya berharap media menjadi amplifier atas informasi tentang pembangunan, termasuk kekurangan yang harus kita benahi bersama-sama,” kata Kepala Negara.Oleh karenanya, Presiden mengajak pers untuk terus meneguhkan jati dirinya sebagai sumber informasi yang akurat bagi masyarakat, mengedukasi masyarakat, dan meneguhkan jati dirinya untuk tetap melakukan kontrol sosial, serta memberikan kritik konstruktif. Selain itu, Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah menjamin prinsip kemerdekaan pers dan kebebasan berpendapat.“Kebebasan yang dipandu oleh tanggung jawab moral, kebebasan yang beretika, dan kebebasan sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Pers dan Undang-Undang Penyiaran,” tutur Presiden.Di akhir sambutannya, Presiden tak lupa menyampaikan ucapan selamat kepada para insan pers nasional di seluruh Tanah Air. Presiden juga memberikan apresiasinya kepada para penerima Anugerah Jurnalistik Adinegoro.“Kepada rekan-rekan media yang hadir di sini, dan yang sedang bertugas di seluruh pelosok negeri. Saya sampaikan Selamat Hari Pers. Teruslah berkontribusi untuk kejayaan negeri kita tercinta,” ucap Presiden. (*) -

Gelar FGD, PEWARNA Jakarta Bahas Komitmen Caleg Nasrani Mengawal Toleransi
JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Angkat tema “Komitmen Caleg Nasrani Berjuang Untuk Toleransi”, Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) Wilayah DKI Jakarta bersama Yayasan Komunikasi Indonesia (YAKOM) pada Kamis siang (07/02/2019), kembali menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Kantor Yayasan Komunikasi Indonesia (YAKOM), Matraman, Jakarta Timur.
Pada FGD kali ini PEWARNA DKI Jakarta menghadirkan sejumlah Calon Anggota Legislatif dari berbagai partai politik yang akan bertarung di Pemilu 2019, April mendatang. Acara dimulai dengan doa yang dipimpin oleh Pengurus Pusat Asosiasi Pendeta Indonesia, Pdt. Hary Saragih, kemudian dilanjutkan dengan sambutan singkat tuan rumah, yakni Wakil Sekretaris YAKOM Indonesia Theo Soolany. Theo mengawali dengan memberi sedikit penjelasan terkait peran YAKOM di tengah kemajemukan bangsa.
“Yayasan ini senantiasa melakukan aktivitas semacam ini, berdiskusi, membukukan, memberikan masukan-masukan kepada pemerintah. Yayasan ini juga memiliki 34 perwakilan di seluruh Indonesia. Perwakilan itu meliputi semua Propinsi,” papar Theo.
Lebih lanjut, Theo ikut mengemukakan bahwa YAKOM sendiri sejak awal berdirinya telah menjadi sebuah wadah potensi Kristen, sekaligus mitra kritis pemerintah di era pembangunan.
“Kita menghimpun semua potensi Kristen dalam pemikiran untuk kita berikan masukan kepada pemerintah, agar pemerintah tetap berjalan di dalam rel pembangunan, agar pemerintah juga berkomitmen terus menjadikan Pancasila sebagai dasar negara yang mempersatukan Indonesia,” katanya lagi.
Staf Ahli Deputi IV Kantor Staf Presiden yang membidangi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, Agustinus Eko Rahardjo (Jojo), didaulat untuk memoderasi forum yang dihadiri oleh wartawan, hamba Tuhan dan kalangan profesional tersebut. Kesempatan pertama pemaparan visi dan komitmen dalam mengawal toleransi, diberikan Jojo kepada caleg DPR-RI dari Partai Demokrat Harti Hartidjah SE.
Harti kemudian membuka FGD dengan menuturkan bahwa komitmen menjaga toleransi memang harus menjadi konsentrasi dari setiap Caleg Kristen yang terpilih nantinya.
“Toleransi tidak boleh sebatas slogan. Toleransi harus ditunjukan dengan sikap care tanpa menunjukan identitas agama dan latarbelakang,” ujar Harti.
Sementara itu calon legislator DPRD Kota Bekasi dari Partai Gerindra Dra. Jeane Ivonny. B. Sumampouw lebih memberikan penekanan kepada pentingnya pengawalan kelangsungan bertoleransi di tingkatan lokal. Caleg Nomor 2 dari Dapil 1 Kota Bekasi itu menegaskan bahwa semangat nasionalisme harus menjadi nilai yang dipegang oleh seorang politisi Kristen dalam melayani masyarakat nanti. Selain itu, lanjut Ivonny, yang harus menjadi fokus dari tiap anak Tuhan di badan legislatif nanti adalah menyadari panggilan misi untuk menggarami dan menerangi dunia, melalui cara melawan ketidakadilan yang terjadi di sekitar mereka.
“Kita Negara Pancasila. Tuhan mengutus kita untuk menjadi garam dan terang, walaupun kita kecil. Saya punya misi, karena saya melihat ketidakadilan untuk kaum kita. Saya ingin di Kota Bekasi, di DPRD Tingkat II. Kita harus setia dulu dengan perkara-perkara kecil,” ujar Ivonny.
Ivonny juga memberikan sebuah gambaran nyata terkait perjuangan dalam mengawal toleransi di Kota Bekasi, khususnya dalam hal mengawal perizinan pendirian rumah ibadah.
“Di Bekasi itu ada 14 gereja GPIB, yang belum mendapatkan ijin mendirikan bangunan ada 6 gereja. Melihat itu, saya tergerak untuk menyelesaikan perkara-perkara kecil dulu,” kata jemaat GPIB Gloria, Bekasi, ini.
Mewakili kaum milenial yang juga akan maju sebagai calon legislator adalah aktivis anti penyalahgunaan narkoba, Richard Nayoan. Dalam hal mengonstruksi pola hidup yang toleran di tengah masyarakat, Richard melihat bahwa dibutuhkan anak Tuhan yang mau membidani regulasi-regulasi yang berpihak kepada kepentingan semua golongan.
“Kenapa tidak kita banjiri Kebon Sirih ini dengan anak-anak yang takut akan Tuhan, sehingga kita bisa melahirkan regulasi yang menjunjung tinggi toleransi yang berpihak kepada semua kalangan,” ujar Richard yang maju melalui Partai Nasional Demokrat.
-

Hadir di Acara Imlek Nasional, Presiden Ingatkan Jaga Persatuan dan Kerukunan
JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Presiden Joko Widodo menghadiri perayaan Imlek Nasional di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 7 Februari 2019. Dalam perayaan tersebut, tema yang diangkat adalah “Merajut Kebinekaan Memperkokoh Persatuan”.
“Saya ingin mengucapkan _xin nian kuai le_, selamat tahun baru,” ujar Presiden yang hadir dengan mengenakan kemeja batik berwarna biru tua.
Lebih lanjut Presiden mengatakan bahwa perayaan imlek ini dirayakan hampir di semua daerah di Indonesia. Bahkan perayaan ini juga turut dihadiri oleh 29 raja dan sultan di seluruh Tanah Air.
“Kita melihat bahwa Semakin terasa indah ketika rakyat Indonesia dari suku lain juga gembira dan mengucapkan selamat tahun baru Imlek. Bahkan banyak sekali yang ikut dalam kegiatan perayaan bersama ini,” tuturnya.
Di hadapan ribuan orang yang hadir, Kepala Negara mengajak seluruh pihak untuk senantiasa menjaga persatuan, persaudaraan, dan kerukunan. Perbedaan dan keberagaman yang ada hendaknya disikapi dengan bijak dan disadari sebagai sebuah anugerah bagi bangsa Indonesia.
“Pada kesempatan yang baik ini saya ingin mengajak kepada kita untuk terus memelihara persatuan, menjaga persaudaraan, dan merawat kerukunan. Karena aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan,” ucapnya.
Perayaan Imlek Nasional tahun ini juga dihadiri oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 RI Try Soetrisno, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.
Tampak pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif. (*)
-

Ketua Umum BPH Buka Rakernas WBI GBI V a
JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Mengambil tema; “Terimalah Kuasa” dan sub tema; “Kuasa yang menggerakkan para penuai”, Rakernas WBI GBI V(a) yang dihadiri Korda se Indonesia, Australia dan Timor Leste, di buka secara resmi oleh Ketua Umum BPH, Pdt. Dr. Japarlin Marbun, Hari ini, Senin (28/1).
Acara yang akan berlangsung mulai 28 Januari 2019 sampai dengan 30 Januari 2019 di Graha Bethel ini akan diisi dengan pembekalan-pembekalan seperti organisasi GBI, sosialisasi juklak pemimpin, pemimpin yang melahirkan pemimpin, refleksi dan konser doa. Dari sisi medis, acara akan diisi juga dengan pemeriksaan USG payu dara dan abdomen oleh spesialis radiologi dari Korda Lampung.
Dalam sambutan Ketua Panitia, Pdt. dr. Eunike Sadrakh mengajak WBI untuk selalu bergairah dalam melayani melalui karya Roh Kudus untuk menjadi penuai.
“Penuai membawa dampak yang besar, dituntun Roh Kudus, bukan berada di zona kenyamanan, tidak nyantai, namun bergerak bersama sama. Acara ini ada berkat Tuhan yakni free biaya pemeriksaan USG payudara dan abdomen,” terangnya.
Ketua Departemen WBI BPH GBI ini juga menyebutkan bahwa tahun 2019 menjadi tahun istimewa sebab ini adalah akhir periode kepengurusan Ketua Korda, juga Ketua Departemen.
“Tahun 2019 adalah istimewa sebab ini adalah akhir periode kepengurusan Ketua Korda, juga Ketua Departemen. Kita akan ikut persidangan Sinode di Bulan Agustus 2019,” kata Eunike Sadrakh.
Pada bagian lain, mengutip Yesaya pasal 32, Eunike Sadrakh berharap WBI menjadi penyejuk suasana, berdampak dengan menghasilkan buah yang baik, dan mantap sebagai penuai akhir zaman.

Sementara itu, Ketum BPH GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun saat membuka acara menegaskan kembali bagaimana Gereja dituntun makin efisien buat pelayanan untuk mencapai tujuan buat gereja.
“Dalam pembukaan Tata Gereja, GBI didirikan untuk melaksanakan Amanat Agung. Untuk mencapai tujuan ini, tiap saat kita akan diarahkan ke tujuan (ilahi) agar tidak melenceng,” ujarnya.
Marbun juga mengingatkan agar tetap fokus untuk mencapai tujuan Tuhan lewat amanat agung sekalipun menghafapi gangguan perkembangan teknologi revolusi industri 4.0.
“Kita masuk tahun gangguan karena perkembangan teknologi dan zaman sehinga tidak fokus kepada tujuan (Revolusi Industri 4.0). Cara manual beralih ke digitals. Kondisi ini menuntut gereja harus menggunakan kemajuan zaman untuk mencapai tujuan Tuhan. Masih banyak bangsa yang belum terjangkau. Masih banyak bangsa yang belum dengar Kabar Baik,” terangnya
“Selesaikan Amanat Agung, sebab Kedatangan-Nya ke dua kali tak lama lagi. Ia mau semua orang mendengar Kabar Baik itu,” terangnya lagi diakhir sambutannya. (*)
-
Pimpin Ibadah Pembukaan Sidang MPL PGI 2019, Ketum BPH GBI Ingatkan Tanggung Jawab Gereja Untuk Memberitakan Injil
BOGOR, WARTANASRANI.COM – Banyak orang yang belum terjangkau Injil Yesus Kristus, dan gereja punya tanggung jawab untuk mengabarkan Injil. Hal ini disampaikan Pdt. Dr. Japarlin Marbun saat menjadi khadim dalam Ibadah pembukaan Sidang MPL PGI 2019 di Royal Safari Garden, hari ini, Senin (28/01).

Tampak Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin didampingi Dirjen Bimas Kristen, Prof. Dr. Thomas Pentury sedang berbincang dengan Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. Henriette Tabita Lebang, M.Th.
“Masih banyak orang yang belum terjangkau Firman Tuhan. Kita punya tanggung jawab untuk kabarkan Injil,” tegas Ketua Umum Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI) ini.
Ditambahkan Marbun, untuk melaksanakan tugas pemberitaan Injil tidaklah mudah. Namun mengutip kitab Mazmur 126:5-:6, Marbun meyakini, pasti ada hasil dibalik kerja keras.
“Laksanakan tugas itu, perlu kerja keras. Orang tabur dengan cucuran air mata akan tuai dengan sorak sorai, sembari bawa berkas berkasnya,” ujarnya.
Diungkapkan Marbun, memang harus tabur dengan cucuran air mata. Karena menurutnya ladang tak selalu ringan, ladang berat, cuaca yang tak bersahabat. Namun jangan sampai menjadi halangan untuk tak menabur. Untuk itu gereja harus fokus.
“Orang yang fokus pada tujuannya akan pulang dengan sorak sorai dan bawa berkasnya. Fokus kepada jiwa-jiwa yang belum dengar kabar baik. Gereja, orang percaya harus kerja keras, berjalan maju, walau sembari mencucurkan air mata,” tandasnya.
Marbun juga mengingatkan agar gereja dapat mengambil peran pelayanan, yang tidak saja pada hal rohani tapi juga jasmani dan jiwani. Menurutnya, gereja dipanggil pada pelayanan secara menyeluruh; manusia jasmani, rohani dan jiwani, sambil mencontohkan apa yang sudah dilakukan Sinode GBI yang dipimpinnya.
“Gereja dipanggil bukan hanya rohani, tetapi pelayanan secara menyeluruh. GBI telah lakukan pelayanan kemasyarakatan seperti Tagana, sekitar 7.000 orang yang tersertifikasi instansi terkait. Ada pelatihan anti narkoba yang telah dilatih BNN, juga ada satgas pencegahan KDRT,” sebut Marbun.
Menyikapi revolusi industri yang ubah gaya hidup manusia. Marbun berharap gereja musti sesuaikan zaman untuk layani jemaat.
“Semangati jemaat kita agar terus bekerja giat untuk kemuliaan nama Tuhan. Makin kerja keras, fokus, efisien manfaatkan sumber daya manusia untuk kemuliaan nama Tuhan,” pesan Marbun diakhir khotbahnya.
Sementara itu, Sidang MPL PGI 2019 yang mengambil pokok pikiran; Spiritual Keugaharian, Membangun Demokrasi yang Adil Bagi Kesejahteraan Semua, akan berlangsung selama empat hari kedepan (28-31 Januari 2019) dan dihadiri oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin yang didampingi Dirjen Bimas Kristen, Prof. Dr. Thomas Pentury.
-

Sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan OJK Di SMA Galatia Kota Bekasi
BEKASI, WARTANASRANI.COM – Tagline atau slogan, sikapi uangmu dengan bijak, merupakan kata-kata yang selalu disosialiasikan oleh OJK kepada seluruh lapisan masyarakat pada saat melakukan edukasi keuangan. Slogan tersebut diharapkan dapat menggugah dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu bersikap sebaik dan setepat mungkin dalam membelanjakan uang atau penghasilan yang didapatkannya, terutama dikaitkan dengan produk keuangan. Uang atau penghasilan dihasilkan setelah bekerja keras sudah seyogyanya digunakan dengan sebaik mungkin untuk masa depan dan keluarganya.

Bapak Budi Suprijanto, kepala bagian edukasi sedang memaparkan materi pergunakan uangmu dengan bijak
Hal ini disampaikan Bapak Budi Suprijanto, Kepala Bagian Edukasi dalam kegiatan sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dilaksanakan oleh Arka Sejahtera Mulia (ASM) di SMA Galatia Kota Bekasi, Hari ini, Rabu (23/1).
“Selain tagline Sikapi Uangmu Dengan Bijak, ada juga tagline, Cerdas Mengelola, Masa Depan Sejahtera,” sebut Budi Suprijanto.
Pada kesempatan itu, Budi Suprijanto memperkenalkan mikrosite, Sikapi Uangmu dari Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ). Menurutnya, mikrosite yang dimaksudkan tersebut, untuk memberikan informasi literasi dan edukasi terkait keuangan kepada masyarakat.
“Website ini didesign dengan menggunakan pendekatan kepada semua golongan masyarakat sebagai target website, untuk itu website harus terkesan ramah , mudah diakses ,mudah dimengerti dan tidak kaku sebagaimana biasanya website pemerintahan,” ungkapnya.
Adapun narasumber kedua, Bapak Dani Kartika, Staf Direktorat Literasi dan Edukasi Keuangan Untuk Perencanaan Keuangan, lebih spesifik memaparkan tentang bagaimana mengelola keuangan dengan bijak. Menurutnya, mengelola keuangan demi masa depan bukanlah sesuatu hal yang sangat rumit dan sulit untuk dilakukan. Hal tersebut dapat dilakukan salah satunya dengan apa yang disebut dengan aktivitas Perencanaan Keuangan (Financial Planning).
“Pesan kepada orangtua, kalau ada yang pinjam online, nanti bilang, jangan! Karena bunganya sangat tinggi dan memberatkan. Adik-adik punya peran untuk menyampaikan kepada orangtua,” ujarnya mengingatkan.
Sementara itu, pada acara sambutan diawal acara, Bapak Jalius Deputi Direktur Edukasi OJK, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan ASM dan pihak SMA Galatia Kota Bekasi yang sudah menyelenggarakan acara ini. Jalius juga berharap kegiatan ini dapat memberi edukasi kepada semua yang hadir tentang bagaimana menyikapi keuangan dengan bijak.
“Melalui kegiatan Edukasi dan Sosialisasi (Edu-sos) yang terus digalakkan oleh OJK, masyarakat diajak untuk menjadi makin pintar dan cerdas menggunakan uang dan penghasilannya. Setelah menjadi pintar dan cerdas, maka menjadi bijak. Dan jika sikap tersebut sudah terwujud, maka masa depan akan menjadi lebih dapat dipersiapkan dan sejahtera,” terang Jalius.
Mewakili Yayasan Pendidikan Galatia, Kepala SMA Galatia Kota Bekasi, Drs. A. Hary Subagio menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Arka Sejahtera Mulia dan Otoritas Jasa Keuangan yang sudah hadir memberikan pencerahan kepada keluarga besar SMA Galatia tentang bagaimana menyikapi uang dengan bijak.
Sesi tanya jawab menjadi warna tersendiri dalam acara sosialisasi OJK yang dipandu Ibu Rahmani Fitra, SE., M.Pd sebagai moderator. Apresiasi kepada mereka yang menjawab pertanyaan dari narasumber memberi kesan tersendiri. Foto bersama narasumber dan dewan guru menjadi akhir sosialisasi OJK. (RSO)
-

Wow, Hampir Setiap Hari Murfati Lidianto Hadiri Ibadah Syukur Natal dan Tahun Baru
WARTANASRANI.COM – Rasa capek dan lelah terlihat jelas di raut wajahnya, namun hal itu tidak mengurangi semangat dan sukacita anggota DPRD Kota Bekasi ini, untuk memenuhi undangan Ibadah Syukur Natal dan Tahun Baru yang dilaksanakan berbagai denominasi gereja, ormas Kristen, komunitas nasrani dan perkumpulan kedaerahan yang ada di Kota Bekasi, khususnya Kecamatan Medan Satria dan Kecamatan Bekasi Barat.

Ditengah kesibukannya sebagai wakil ketua komisi III DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto, SE., tak pernah alpa memenuhi undangan yang ia terima. Tak terhitung sudah berapa kali Murfati, begitu ia disapa, menghadiri Ibadah Natal dan syukur tahun baru. Mulai dari memberi sambutan mewakili pemerintah, menyampaikan pesan natal, menyalakan lilin natal, sampai mengambil nomor undian dan membagi hadiah doorprize, dilakoninya dengan tulus dan penuh sukacita.
Menurutnya bila dihitung jumlah kehadirannya dalam berbagai acara natal dan tahun baru, sudah melebihi jumlah tanggal pada kalender bulan Desember 2018. Hal ini terjadi karena dalam sehari, ia bisa menghadiri tiga sampai empat kali ibadah Natal dan syukur tahun baru.
“Sampai hari ini, boleh dibilang, hampir setiap hari saya menghadiri Ibadah Natal dan Syukur Tahun Baru. Kalau dihitung mungkin sudah lebih banyak dari jumlah tanggal kalender bulan desember 2018, karena dalam satu hari, terkadang saya harus menghadiri tiga sampai empat kali Ibadah,” ungkap anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019, yang bernama lengkap, Murfati Lidianto, SE.
Yang menarik adalah ketika dihubungkan dengan tahun politik. Saat banyak Caleg melakukan hal yang sama, wanita kelahiran Belitung ini tak patah arang untuk menunjukkan pada masyarakat, bahwa kehadirannya bukanlah sekadar pencitraan untuk meraih simpati pada pencalonannya sebagai angota DPRD Kota Bekasi periode kedua. Karena apa yang dilakukannya saat ini, sudah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, atau sudah dimulai sejak ia terpilih sebagai anggota DPRD Kota Bekasi.
“Sebenarnya apa yang saya lakukan ini, bukanlah baru ditahun ini. Tapi sudah saya lakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Sejak saya terpilih, saya sudah melakukan hal ini. Bahkan tidak saja di bulan Desember, karena hampir setiap minggu saya suka mengikuti kebaktian di berbagai gereja di wilayah Kecamatan Medan Satria dan Kecamatan Bekasi barat,” sebutnya penuh syukur.
Bagi aktivis Gereja Katolik Santo Albertus ini, semua dilakukannya bukan sekadar menghargai undangan yang ia terima, tetapi soal integritas dan komitmennya sebagai wakil rakyat yang memang wajib dekat dengan warga masyarakat.
“Ini semua saya lakukan bukan semata-mata sekadar menghormati undangan yang saya terima, tetapi bagi saya ini merupakan sebuah tanggung jawab bahkan menjadi kewajiban untuk selalu dekat dengan warga masyarakat,” ujar Murfati Lidianto, SE., Caleg nomor urut satu, dari Partai Gerindra, Dapil. Kec. Medan Satria dan Kec. Bekasi Barat ini.
Pada akhirnya, Murfati berharap masyarakat semakin cerdas untuk memilih wakil rakyatnya pada pemilu 2019 ini. Iapun berharap doa dan dukungan masyarakat pada pencalonannya periode kedua ini.
“Jadi masyarakat mesti cerdas mengambil sikap untuk memilih anggota DPRD Kota Bekasi, agar terpilih yang bisa kembali ke masyarakat untuk mengawal aspirasi rakyat membangun Kota dan memperhatikan kesehatan serta pendidikan di Kota Bekasi,” harap Murfati.
“Datanglah ke TPS pada tanggal 17 April 2019 dan Coblos nomor urut satu pada kertas suara warna hijau, dari partai Gerindra,” harapnya lagi.
-

KKK Jatiasih Gelar Ibadah Syukur Natal Dan Tahun Baru
BEKASI, WARTANASRANI.COM – Mengambil tema; Yesus Kristus hikmat bagi kita (1 Korintus 1:30) dan sub tema; melalui Natal, kita bangkitkan semangat rela berkorban untuk memberi yang terbaik bagi Tuhan Yesus Kristus, Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Jatiasih dan sekitarnya menggelar perayaan syukur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Hari ini, Jumat (18/1/2019).

Dari kiri: Angel Karamoy, Murfati Lidianto, dan Virgie Baker
Tampil sebagai pengkhotbah, Pdt. Adri Syamsudin, S.Th., yang menegaskan agar warga Kawanua untuk selalu memiliki sikap mengampuni dan mengasihi seperti Kristus, selalu hidup dalam kerukunan, dan selalu mengucap syukur.
“Tidak mudah untuk rela berkorban dan memberi yang terbaik. Tapi saya mengajak, marilah kita memiliki sikap rela berkorban selalu memberikan yang terbaik agar Tuhan memberkati kita,” pesan Pdt. Syamsudin diakhir khotbahnya, kepada warga Kawanua yang memenuhi Burangrang Room Hotel Horison Bekasi.
“KKK Jatiasih merayakan Natal 2018 dan Taon Baru 2019 sebagai wujud kebersamaan dan menghadirkan cinta kasih Kristus dalam kehidupan Kerukunan Keluarga Kawanua sebagai umat yang percaya yang selalu merayakan Natal dalam keluarga, persekutuan maupun organisasi,” ungkap Ketua KKK Jatiasih, Eddie Worung.
Terkait tema Yesus Kristus hikmat bagi kita, Eddie berharap warga KKK selalu mengingat pengirbanan Kristus.
“Melalui perayaan ini mengajak kita sebagai umat Kristiani (KKK) untuk senantiasa mengingat akan pengorbanan Allah yang Agung dan Mulia dalam peristiwa kelahiran Yesus Kristus Putra Tunggal-Nya,” terangnya.
Sementara, Ketua KKK Kota Bekasi, Meidi F. Kaat dalam sambutannya menekankan tentang semangat kasih persaudaraan sesuai filosofi orang Manado untuk semakin diperkuat.
“Semangat baku bae, baku sayang, baku tongka, baku mapalus, baku tolong, sesuai filosofi orang Manado semakin melekat pa torang pe hati warga Kawanua di perantauan,” pungkasnya.
Tak ketinggalan, rasa syukur disampaikan Ketua Panitia seraya mengajak seluruh warga Kawanua yang hadir untuk tampil sebagai garam dan terang dunia dimanapun berada.
“Dengan terselenggaranya Perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, saya mengajak seluruh warga KKK Jatiasih dan sekitarnya untuk membawa sukacita dan damai Natal dilingkungan dimana kita berdomisili, jadilah garam dan terang,” jelas J. F. Malonda, Ketua Panitia Natal dan Syukur Tahun Baru penuh harap.
Hadir menyalakan lilin Natal, mewakili pemerintah Kota Bekasi, Murfati Lidianto, SE (Anggota DPRD Kota Bekasi) yang maju kembali sebagai Calon Legislatif DPRD Kota Bekasi, dapil Kec. Medan Satria dan Kec. Bekasi Barat. Hadir juga dan menyalakan lilin, Virgie Baker, SS., M.Si., Calon Legislatif DPRD Jawa Barat, Dapil 8 Kota Bekasi dan Kota Depok.
Tampak juga, Angel Karamoy Calon Legislatif DPR RI, Dapil. Jabar 6, Kota Bekasi dan Kota Depok. Pada bagian akhir Ibadah, dalam doa syafaat, para Calon Legislatif yang hadir inipun di doakan.
-

Capres Diharapkan Bersikap Terkait Komitmen Menjaga Keberagaman Bangsa
WARTANASRANI.COM – Debat Capres perdana hari ini akan menjadi sorotan seluruh masyarakat Indonesia. Dalam debat ini akan terlihat bagaimana sikap para calon terhadap persoalan kebangsaan saat ini, khususnya mengenai meningkatnya radikalisme dan terorisme selama beberapa tahun belakangan.
Para calon diharapkan dapat menunjukkan sikap yang tegas terhadap tindakan radikal dan terorisme yang semakin marak terjadi, antara lain penyerangan terhadap pemuka agama, penutupan rumah ibadah, banyaknya ujaran kebencian terkait SARA, intimidasi dan persekusi kepada orang-orang yang berbeda paham, agama, ataupun etnis. Para calon juga harus menjelaskan bagaimana strategi memberantas persoalan-persoalan ini, sehingga tidak hanya sebatas retorika semata. Para calon juga harus membela hak memeluk agama dan hak beribadah setiap warga negara.
Semakin meningkatnya radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat, dapat dilihat dari banyaknya ormas-ormas intoleran yang beraksi menutup ibadah sesama warga negara. Yang masih hangat adalah pembubaran ibadah KKR Natal di Bandung, penyegelan tiga Gereja di Jambi, dan penutupan ibadah di Medan beberapa hari lalu. Kita juga masih ingat peristiwa bom Gereja di Samarinda dimana merenggut nyawa seorang anak kecil.
Persoalan-persoalan ini meresahkan masyarakat. Dan para calon diharapkan dapat memberikan pesan yang menyejukkan serta sikap yang jelas.
Para calon diharapkan dapat bersikap terhadap persoalan pembubaran ibadah Gereja di Medan oleh sekelompok ormas dan massa radikal. Para calon juga diharapkan dapat membela hak memeluk agama dan beribadah yang menjadi hak dasar setiap warga negara. Serta masyarakat diharapkan dapat melihat rekam jejak para calon, agar tidak memilih calon yang didukung oleh ormas-ormas radikal, karena calon yang didukung ormas radikal pasti akan membiarkan terjadinya persoalan kebangsaan ini.
Generasi Milenial diharapkan mendapatkan pendidikan politik yang baik dari para calon. Bahwa Pemilu ada keceriaan dan kegembiraan, buka justru memecah belah keutuhan dan mengganggu keberagaman kita. Hal ini harus ditunjukkan oleh perkataan dan perbuatan dari para calon.
Sumber: Sahat Martin Phiilip Sinurat, ST (Tokoh Intelektual Muda Kristen)