Author: admin

  • Presiden Jokowi: Natal Harus Jadi Momentum Pembawa Semangat Perubahan

    Presiden Jokowi: Natal Harus Jadi Momentum Pembawa Semangat Perubahan

    KOTA PONTIANAK, WARTANASRANI.COM – Natal harus membawa perubahan sikap mendasar dalam kehidupan bersama sebagai bangsa karena dunia telah berubah dengan cepat dan perubahan tidak bisa dibendung lagi. Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika menyampaikan sambutan pada Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017 di Rumah Radakng, Kota Pontianak, Provinsi Jawa Barat, Kamis 28 Desember 2017.

    “Jika tidak mau tertinggal dengan perubahan, maka kita  harus menyiapkan diri beradaptasi dan mengantisipasi dengan cepat setiap gelombang perubahan yang terjadi,” ucap Presiden.

    Untuk itu Natal bukan semata-mata perayaan seremonial belaka. Tapi harus bisa menjadi momentum untuk membawa semangat perubahan, semangat mengejar ketertinggalan, semangat kemajuan dan semangat bahwa hari esok harus lebih baik dari hari ini.

    “Natal juga harus membawa semangat kesahajaan, semangat untuk berani mengatakan cukup, semangat rela berbagi serta semangat untuk memperkecil jurang ketimpangan antara si kaya dan si miskin. Itulah yang perlu kita selalu ingat dalam setiap momentum perayaan Natal untuk membawa semangat baru membawa semangat perubahan,” kata Kepala Negara.

    Semangat Cinta Kasih

    Di awal sambutannya, Presiden mengatakan bahwa di dalam kebaktian-kebaktian Natal akan ditemukan sebuah pemandangan indah ketika cahaya lilin-lilin kecil dinyalakan oleh jemaat oleh umat Kristiani di seluruh tanah air.

    Cahaya lilin yang menjadi lambang terang di dalam kehidupan, yang menjadi simbol pemandu dalam kegelapan. Cahaya yang mengingatkan nilai-nilai Ketuhanan, nilai-nilai Keutamaan bahwa manusia haruslah saling mengasihi, saling menjaga dan saling mencintai.

    “Nilai-nilai inilah yang dibutuhkan negara kita, Indonesia hari ini maupun di masa-masa yang akan datang terlebih dalam menjalani kodrat kita untuk hidup dalam keragaman, dalam kebhinnekaan,” ujar Presiden.

    Keragaman yang perlu dirawat dengan cinta kasih, untuk terus menjaga persaudaraan, menjaga kebersamaan, menjaga kerukunan dalam jalinan Bhinneka Tunggal Ika.

    “Dengan balutan cinta kasih kita akan saling menghormati, kita akan saling menghargai, kita akan saling menjaga, kita akan saling melindungi sesama anak bangsa,” tuturnya.

    Presiden meyakini bahwa semangat cinta kasih akan menghadirkan kedamaian di hati akan menebarkan kedamaian di seluruh penjuru tanah air dan menyebarkan perdamaian abadi di seluruh muka bumi.

    “Semangat cinta kasih akan menjadikan kita semua bisa bersatu untuk menghadapi semua tantangan-tantangan  sebagai bangsa serta secara bersama-sama berjuang  menghadirkan kesejahteraan bersama bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

    Tampak hadir pada perayaan Natal bersama ini antara lain, Wakil Presiden keenam Try Sutrisno, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri ESDM Ignasius Jonan yang juga Ketua Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian serta Gubernur Kalimantan Barat Cornelis.

  • Presiden Jokowi akan Hadiri Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017

    Presiden Jokowi akan Hadiri Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo akan menghadiri Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017 yang dihelat di Rumah Radakng, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, sore nanti, Kamis 28 Desember 2017.

    Namun sebelum ke Kota Pontianak, Presiden akan singgah terlebih dahulu di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat untuk menghadiri Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun Angkatan Muda Siliwangi (AMS) ke-51 yang digelar di Gedung Merdeka, Bandung.

    Presiden dan Ibu Iriana akan bertolak ke Bandung dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma pada pukul 08.15 WIB.

    Setelah menghadiri acara di Bandung, Presiden dan Ibu Iriana kemudian akan melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Kalimantan Barat.

    Setibanya di Provinsi Kalimantan Barat, Presiden dijadwalkan akan meresmikan terminal baru Bandar Udara Supadio. Presiden juga akan menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat di Halaman Masjid Mujahidin, Kota Pontianak, sebelum menghadiri Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017.

    Turut menyertai Presiden dan Ibu Iriana dalam kunjungan kerja ke dua provinsi ini, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

  • GPdI Rehobot Tonjong Bogor Gelar Perayaan Natal 2017

    GPdI Rehobot Tonjong Bogor Gelar Perayaan Natal 2017

    BOGOR,  WARTANASRANI.COM – Gereja Pantekosta di Indonesia jemaat Rehobot Tonjong, Bogor Jawa Barat, menggelar Ibadah Perayaan Natal pada hari Minggu, 24 Desember 2017 bertempat di Gedung Gereja GPdI Rehobot Tonjong. Ibadah perayaan Natal ini dihadiri dan oleh seluruh jemaat dan beberapa hamba-hamba Tuhan dari sekitar Bogor dan Bekasi.

    Mengambil tema “Percaya Yang Memberi Sukses”, nats pokok Injil Yohanes 20:29. Ibadah diawali dengan pujian dan penyembahan yang penuh khidmat sehingga jemaat yang hadir merasakan hadirat Tuhan memenuhi tempat tersebut.

    Khotbah di layani oleh Gembala Sidang setempat Pdt. Andereas Tairas. Dalam khotbahnya ia mengajak seluruh sidang jemaat Tuhan diakhir tahun ini dan untuk mengawali tahun yang baru 2018, agar meningkatkan nilai percayanya kepada Tuhan Yesus Kristus.

    “Artinya berkat kesuksesan dan keberhasilan bagi orang percaya dapat dimiliki, dirasakan sungguh-sungguh”, tegasnya.

    Petrus sebagai Nelayan yang hebat dan jarang gagal. Tapi suatu hari sepanjang malam ia tidak mendapatkan apa-apa, hingga menepikan kapal dan membereskan jala. Yesus kemudian menyuruhnya untuk menebarkan jala dan ia menurutinya, lanjutnya. Petrus mendapatkan ikan yang banyak, nah inilah buah dari percaya Petrus kepada Yesus Kristus, ia menaruh percaya kepada Tuhan dan nyata benar dia berhasil, artinya itu buah dari percaya, jadi tema ini nyata bahwa dengan percaya kesuksesan itu nyata, tambah suami dari Pdm. Neni Tairas.

    Sesudah khotbah acara dilanjutkan dengan pemasangan lilin oleh seluruh Majelis Gereja dan Gembala, kemudian dilanjutkan dengan pemberian kado Natal untuk para Majelis Gereja, yang diserahkan oleh Bapak dan Ibu Gembala.

    Suasana Pemasangan Lilin

    Acara juga dimeriahkan oleh penampilan anak-anak sekolah minggu dan pemuda remaja dalam persembahan pujian dan tarian, yang dibagi beberapa sesi yang disuguhkan dalam berbagai bantuk yang kreatif sehingga menarik perhatian seluruh jemaat. Sukacita Natal sangat terasa ditengah-tengah perayaan natal ini.

    Suasana Persembahan Pujian

    Pada bagian akhir acara, Pdt. Andreas Tairas mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan karena acara dapat berjalan dengan baik, dan berterima kasih kepada panitia dan  jemaat yang  sudah bekerja keras untuk mensukseskan acara ini. Dan ucapan terima kasih juga di sampaikan kepada semua hamba-hamba Tuhan yang sudah hadir dan kepada aparat dan pemerintah setempat yang sudah turut membantu, sehingga perayaan Natal berjalan dengan lancar.

    Ketika ditemui oleh awak media, menanyakan apa pesan Natal dan harapannya untuk jemaat Tuhan yang dilayaninya menjelang tahun yang baru, ia berkata : “Tingkatkan percaya kita kepada Tuhan, karena hanya itulah yang menjadi sumber kesuksesan kita”. ucapnya penuh harap.

    Keluarga Gembala Sidang

     “Melihat keadaan zaman sekarang ini, nilai-nilai rohani sudah mulai berkurang, dengan kesibukannya, perhatian, pandangan mereka kepada alat-alat teknologi yang canggih, media-media sosial yang mereka tidak sadari, mereka sudah terkuras pada media tersebut, sehingga mengurangi nilai-nilai percaya mereka”, lanjutnya.

    Ada orang yang percaya, tapi peningkatan kepada percaya itu berkurang, nah tidak disadari bahwa yang namanya percaya itu akan diuji. Oleh sebab itu perlu ditingkatkan, pungkas ayah dari 5 orang anak ini Frengklyn, Trivena, Feliks, Albert, dan Clara.

  • Serunya Talkshow Pewarna Indonesia dan Yakoma-PGI tentang Pro-Kontra Yerusalem

    Serunya Talkshow Pewarna Indonesia dan Yakoma-PGI tentang Pro-Kontra Yerusalem

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Pro-Kontra Yerusalem dalam berbagai perspektif menjadi tema TalkShow yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA ID) bekerjasama dengan Yayasan Komunikasi Masyarakat (YAKOMA-PGI) di Kafe Libry, Toko Buku BPK Gunung Mulia, Jl. Kwitang Raya No. 22-23, Jakarta Pusat, kamis (21/12/2017).

    Narasumber; Prof. Dr. Marthen Napang (Ahli Hukum Internasional Univ. Hassanudin Makasar), Pdt. Gomar Gultom (Sekum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia – PGI), Monique Rijkers (Founder Hadassah of Indonesia), Pdt. Dr. Audy Wuisang (Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia – PIKI) dan Pnt. Benjamin Obadiyah (Gereja Kehilat Mesianik Indonesia).

    Dipandu Argo Pandoyo dan Daniel Tanamal dari Pewarna Id., Talkshow yang berlangsung seru dan menarik ini, menghadirkan narasumber; Prof. Dr. Marthen Napang (Ahli Hukum Internasional Univ. Hassanudin Makasar), Pdt. Gomar Gultom (Sekum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia – PGI), Monique Rijkers (Founder Hadassah of Indonesia), Pdt. Dr. Audy Wuisang (Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia – PIKI) dan Pnt. Benjamin Obadiyah (Gereja Kehilat Mesianik Indonesia).

    Sesuai dengan waktu yang diberikan, masing-masing narasumber silih berganti memaparkan materi yang telah dipersiapkan selama 10-15 menit.

    Dimulai dari Monique Rijkers sebagai pemateri pertama yang berpandangan bahwa kembali ke Israel adalah maunya Tuhan yang dikenal dengan Aliyah”. Dilanjutkan Pdt. Dr. Audy Wuisang yang menekankan soal klaim iman ketika orang Kristen berbicara soal Kota Yerusalem. Sementara Pnt. Benjamin Obadiyah menyatakan bahwa Yerusalem adalah Ibukota Israel baik dari apa kata Alkitab maupun apa kata sejarah.

    Lain lagi dipaparkan oleh Pdt. Gomar Gultom yang menjelaskan soal perlunya pemahaman orang Kristen tentang temuan-temuan arkeologis yang jauh sebelum Israel sudah ada penghuni sebelumnya. Sehingga menurut Sekum PGI ini, mendorong agar berpikir jernih seupaya tidak terjebak pada kesimpulan yang salah. Sebab menurutnya sesuai Pembukaan UUD 1945, Indonesia harus ambil bagian dalam perdamaian Palestina-Israel namun tentunya untuk kesana, Indonesia harus membuka dulu hubungan diplomatik dengan Israel.

    Tak ketinggalan, Prof. Dr. Marthen Napang, sebagai Pakar Hukum Internasional dari Universitas Hassanudin Makasar, mengajak semua yang hadir untuk melihat dari konteks modern tentang kebebasan dan kemerdekaan dalam satu negara. Dikatakannya bahwa dari sejarah modern, kemerdekaan dan kedaulatan dari perspektif hukum internasional adalah semua bangsa berhak untuk menentukan nasibnya sendiri termasuk didalamnya Ibukotanya.

    Keseruan Talkshaw yang berlangsung selama 3 jam ini begitu terasa, saat para peserta dengan antusias bertanya kepada para narasumber terkait materi yang disampaikan. Terlihat moderator kewalahan mengatur sesi tanya jawab karena hampir semua peserta ingin menjadi penanya sehubungan dengan tema yang memang lagi hangat-hangatnya dibicarakan seantero dunia.

    Panitia menyerahkan cinderamata kepada setiap narasumber

    Perbedaan-perbedaan pandangan yang terlihat dari talkshow yang dihadiri kurang lebih 100 peserta ini menjadi warna tersendiri walau pada akhirnya semua sepakat bahwa penyelesaian Yerusalem harus mengedepankan perdamaian.

    Dibagian akhir acara, panitia menyerahkan cinderamata kepada setiap narasumber yang masing-masing diserahkan oleh Ketum Pewarna Id, Direktur Yakoma-PGI, Ketua Pewarna Jabar, Ketua Pewarna DKI dan Humas PGI.

  • PGPI, PGI dan PGLII  menyambut dan mendukung penuh Perayaan Natal In-door yang diselenggarakan pihak Pemprov DKI Jakarta

    PGPI, PGI dan PGLII menyambut dan mendukung penuh Perayaan Natal In-door yang diselenggarakan pihak Pemprov DKI Jakarta

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Rencana Perayaan Natal  Pemprov DKI yang sempat menimbulkan polemik sebagian umat Kristiani berkaitan dengan masalah tempat pelaksanaan perayaan natal yang semula akan diselengarakan di Monas akhirnya dipindahkan di tempat tertutup atau in-door.

    Dilansir dari majalahgaharu.com, kabar tentang dipindahkannya tempat perayaan Natal Pemprov DKI disampaikan oleh Pengurus Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) DKI Jakarta,  Senin 18/12/17.

    PGPI DKI Jakarta mengaku bahwa informasi tersebut  langsung diterima dari Pihak Pemprov DKI Jakarta (Staff Gubernur). Bahwa  Gubernur mengatakan perayaan Natal  yang rencananya semula akan diadakan di Monas, diubah ke in-door. Hal tersebut dengan mempertimbangkan beberapa hal diantaranya bahwa Gubernur ingin mengayomi seluruh umat Kristen di Jakarta, disamping itu juga pertimbangan info cuaca dari BMKG bahwa di bulan Januari akan turun hujan yang cukup extrim.

    Ketua PGPI DKI Jakarta, Pdt. Jason Balompapueng menyambut baik dan mengatakan  seperti semula bahwa PGPI DKI mendukung aktif acara perayaan natal DKI yang diinisiasi oleh Gubernur, dimanapun tempatnya baik in-door maupun out-door.

    Namun dengan pelaksanaan di in-door tersebut, tiga aras gereja  PGPI, PGI dan PGLII  menyambut dan mendukung penuh perayaan natal yang diselenggarakan pihak Pemprov DKI Jakarta.

  • Natal Bersama Pelangi Kasih dan A2K Berlangsung Meriah

    Natal Bersama Pelangi Kasih dan A2K Berlangsung Meriah

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Pelangi Kasih Tuna Netra sebagai mitra pelayanan Anugerah Amal Kasih (A2K) Bulevar Hijau, Kota Harapan Indah Bekasi, menggelar Natal bersama pada hari Sabtu, 16 Desember 2017, di Persekutuan Doa (PD) Mulia, Harapan Indah Regenci DD/9, Kota Bekasi, tepatnya di Rumah Ketua PD Mulia, Bapak Prayetno.

    Suasana Ibadah Natal Bersama Pelangi Kasih dan A2K

    Natal yang mengambil tema, “Keterbatasan Sebagai Tuna Netra Tidak Menjadi Penghambat Untuk Tetap Berkarya Bagi Yesus” dilayani oleh Pdt. Dr. J. Yohanes Sihombing, M.Th serta dihadiri kurang lebih 150 undangan dan anggota Pelangi Kasih.

    Pembina Pelangi kasih sekaligus Ketua Yayasan Perkumpulan Anugerah Amal kasih (A2K), Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th menyatakan rasa syukurnya atas terselenggaranya Natal ini.

    “Natal ini adalah kerjasama Pelangi Kasih dan A2K. Saya bersyukur, oleh berkat Tuhan, segala sesuatu yang dipersiapkan untuk suksesnya acara Natal ini bisa dicukupkan bahkan melimpah,” ujar Gembala GBI Taman Aster Kota Harapan Indah ini.

    “Saya memberi apresiasi atas antusias para tuna netra yang tergabung dalam pelangi kasih ini. Ditengah keterbatasan, tidak menghalangi mereka untuk hadir bahkan dengan sukacita memuji Tuhan,” tambahnya lagi.

    Pdt. Dr. J. Yohanes Sihombing, M.Th  sementara menyampaikan Renungan natal

    Sementara itu, dalam khotbah yang mengambil nats pokok, Kitab Yohanes 11 : 40., Pdt. J. Yohanes Sihombing, mengingatkan semua yang hadir untuk tetap berkarya bagi Yesus sekalipun ditengah keterbatasan secara fisik.

    “Asal percaya saja, Tuhan sanggup melakukan perkara-perkara yang ajaib,” pungkas Gembala GBI Mawar Sharon Kota Harapan indah ini penuh semangat.

    Panitia membagikan bingkisan Natal, Sembako dan Transport kepada semua anggota Pelangi Kasih yang hadir

    Pada bagian akhir acara, Panitia membagikan bingkisan Natal, Sembako dan Transport kepada semua anggota Pelangi Kasih yang sudah hadir. Menurut Pdt.Paul, berkat Natal kali melimpah bahkan terbilang spesial karena dibagikan juga Radio kecil untuk para tuna netra bisa mendengar firman Tuhan lewat siaran radio.

    “Kami sudah 18 kali merayakan Nata; tapi baru kali ini mereka dapat Radio kecil untuk mereka gampang mendengar firman Tuhan lewat siaran radio,” ungkapnya penuh syukur.

    Pada akhirnya, Pdt. Paul F. Gulo, mengucapkan terima kasih kepada Pdt. J. Yohanes Sihombing yang sudah memberkati lewat pelayanan firman Tuhan. Terima kasih juga disampaikan kepada para sponsor dan donatur yang telah mendukung suksesnya acara Natal Pelangi Kasih dan A2K.

    “Terima kasih atas dukungan yang diberikan sehingga Natal Pelangi Kasih dan A2K tahun ini bisa terselenggara dengan baik. Sebagai Ketua Umum A2K, sekali lagi mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan seiman yang telah membantu dalam doa dan dana sehingga terlaksana dengan baik acara natal ini. Semua karena anugerah Tuhan Yesus,” ungkap Pdt. Paul dibagian akhir acara.

  • Jelang Natal dan Tahun Baru, Presiden Minta Jajarannya Antisipasi Distribusi Logistik

    Jelang Natal dan Tahun Baru, Presiden Minta Jajarannya Antisipasi Distribusi Logistik

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Menjelang perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, sejumlah persiapan dan langkah antisipasi dilakukan pemerintah. Meskipun rutin terjadi setiap tahunnya, namun pemerintah tetap memberikan perhatian pada kedua hari besar tersebut.

    Dalam rapat terbatas yang digelar Presiden Joko Widodo pada Senin, 18 Desember 2017, di Istana Merdeka, Kepala Negara menekankan kepada jajarannya untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga pangan serta kelancaran distribusi logistik, yang meliputi pangan, bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di Tanah Air.

    “Apapun harus kita antisipasi mengingat telah terjadi cuaca ekstrim serta bencana di beberapa daerah, sehingga ketersediaan dan stabilitas harga pangan perlu mendapatkan perhatian yang serius,” ujar Presiden.

    Selain itu, Presiden juga meminta jajarannya untuk meningkatkan kebutuhan dan pelayanan transportasi agar semakin nyaman serta mudah diakses oleh masyarakat.

    “Apalagi akhir tahun ini bertepatan dengan momen liburan sekolah, sehingga kebutuhan pada layanan transportasi semakin meningkat,” ungkapnya.

    Keselamatan warga dalam menggunakan setiap sarana transportasi, baik transportasi darat, laut, maupun udara juga menjadi fokus utama pemerintah.

    Terakhir, Presiden meminta jajaran POLRI, TNI, dan BIN untuk bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat mengantisipasi terjadinya gangguan-gangguan keamanan dan ketertiban di tempat umum maupun lingkungan sekitar.

    “Hadirkan rasa aman pada masyarakat dengan meningkatkan pengawasan, pengamanan terhadap tempat-tempat publik, tempat ibadah, bandar udara, pelabuhan, stasiun, dan terminal bus,” ucap Presiden.

  • 2 Aras Gereja, PGPI DKI dan PGLII DKI Jakarta Dukung Perayaan Natal Bersama Pemprov DKI dan Warga Kristiani Jakarta Di Monas

    2 Aras Gereja, PGPI DKI dan PGLII DKI Jakarta Dukung Perayaan Natal Bersama Pemprov DKI dan Warga Kristiani Jakarta Di Monas

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Ketua PGPI DKI Jakarta,  Pdt. Jason Balompapueng, menyatakan bahwa PGPI DKI dan PGLII DKI Jakarta, dua aras gereja, mendukung secara aktif ibadah perayaan Natal Pemprov DKI bersama warga Kristiani DKI  yang diinisiasi langsung oleh Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiago Uno.

    “Bahwa adalah hal yang sangat  baik bagi Kekristenan di DKI Jakarta ketika Gubernur dan Wakil Gubernur menginisiasi Perayaan Natal dan Tahun Baru antara Pemprov dengan umat Kristiani di DKI Jakarta. Bahasa sederhana Gubernur DKI adalah, kami (Pemprov) ingin ber-Natal dan Tahun Baru bersama warga Kristiani di DKI,” jelasnya.

    Ditambahkan Jason bahwa dukungan ini dengan kesepakatan bersama bahwa pertama; penyelenggara adalah Pemprov DKI dengan melibatkan aras DKI. Kedua, bahwa perayaan ini tidak dipolitisir. Artinya lepas dari intervensi politik tertentu. Ketiga, penyelenggara Natal ini adalah Pemprov DKI dan sekaligus ketua Panitia Natal idealnya adalah Bapak Sekda DKI, maka aras Gereja antara lain PGPI DKI dan PGLII DKI Jakarta, pasti akan mendukung secara aktif.

    Kata Jason acara ini perlu didukung karena kami melihat ketulusan hati Gubernur dan Wakil Gubernur untuk melakukan acara yang luar biasa yang mungkin baru pertama kali dalam sejarah DKI Jakarta.

    “Harus ini diingat bahwa Natal ini adalah bentuk kepedulian Gubernur dan Wakil Gubernur terhadap Umat Kristiani dan ini adalah kepentingan kita Umat Kristiani. Anis –  Sandi pernah menyampaikan sebagai janjinya sebelum terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur bahwa akan tetap menjaga Pluralisme dan memelihara dengan sungguh Kerukunan antar Umat beragama di DKI Jakarta, dan kami melihat ini adalah bentuk pertanggung-jawab yang nyata, karena itu harus diresponi secara positif dengan sungguh-sungguh oleh warga Kristiani Jakarta,” jelasnya.

    Karena itu, Jason mengajak semua umat kristiani yang ada di DKI untuk turut berpartisipasi dan mendukung acara natal bersama dan tahun baru.

    Seperti diketahui bahwa pemprov DKI sudah merencanakan Natal bersama Pemprov dan warga DKI pada 5 Januari 2018. Namun, dalam pertemuan dengan Wakil Gubernur, Aras Gereja yang hadir meminta diundurkan, sekitar tanggal 20 an Januari dengan alasan memiliki waktu persiapan yang cukup untuk hasil yang maksimal.

    Terkait dengan pertanyaan beberapa pihak yang kuatir bahwa Natal di Monas bisa dipolitisir untuk kepentingan pihak tertentu, Jason justru mempertanyakan balik ada apa dibalik dari semua pertanyaan dan pernyataan tersebut, siapa sesungguhnya yang mempolitisir. Karena sampai saat ini sangat jelas bahwa Pemprov DKI sebagai pihak penyelenggaranya.

    “Dalam pertemuan dengan Wagub beberapa waktu lalu sudah ditegaskan bahwa acara ini murni Natal bersama Pemprov dan warga DKI. Gubernur dan Wakil Gubernur secara tulus mengajak maka tidak ada salahnya kita harus respon dengan baik. Ingat Natal bukan untuk kepentingan pemprov tapi kepentingan Umat Kristiani DKI bukan untuk siapa,” tegasnya.

    Karena itu, Jason sekali lagi mengajak umat kristiani untuk menghadiri Natal bersama di Monas. Menurut rencana natal ini akan dihadiri sedikitnya 12 ribu bahkan diperkirakan hadir sekitar 20 ribu orang.

    Saya secara pribadi sangat mengapresiasi akan kepedulian tokoh-tokoh masyarakat Kristen DKI Jakarta seperti Bapak Hashim Djojohadikusumo, yang begitu peduli terhadap pelaksanaan acara yang Luar biasa ini.

    Karena itu saya menghimbau semua Tokoh Masyarakat Nasrani dan semua warga umat Kristiani di DKI Jakarta, untuk terlibat dan turut aktif mengsukseskan Natal yang diinisiasi oleh Gubernur dan Wagub DKI.

  • SMA Galatia Kota Bekasi Gelar Ibadah dan Perayaan Natal 2017

    SMA Galatia Kota Bekasi Gelar Ibadah dan Perayaan Natal 2017

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Suasana kekeluargaan tampak dalam Ibadah dan Perayaan Natal Keluarga Besar SMA Galatia Kota Bekasi yang digelar hari kamis, 14 Desember 2017, di Gedung GKDI Plaza Taman Harapan Baru, Kota Bekasi.

    Suasana Ibadah dan Perayaan Natal SMA Galatia Kota Bekasi

    Dibuka dengan sambutan Kepala SMA Galatia Kota Bekasi, Drs. A.Hary Subagio selain memberi apresiasi atas kerja panitia dalam mempersiapkan rangkaian acara, juga berharap lewat ibadah dan perayaan Natal SMA Galatia Kota Bekasi, semua yang hadir dapat mengalami berkat damai Natal.

    “Terima kasih atas kerja semua panitia dalam mempersiapkan ibadah dan perayaan Natal malam ini, harapan saya, semua yang hadir mengalami berkat dan kasih Tuhan lewat ibadah khususnya melalui firman Tuhan yang akan disampaikan oleh Pdt. Yofie”, ujarnya.

    Sambutan Kepala Sekolah SMA Galatia Bekasi, Drs. A. Hary Subagio serta Worship Leader Christian Nehemia (Siswa Kelas XII IPA) yang memandu pujian Natal

    Pdt. Yofie saat menyampaikan Renungan Natal

    Pujian Natal yang dilantunkan dipandu Worship Leader Christian Nehemia (Siswa Kelas XII IPA), membawa seluruh peserta hanyut dalam sukacita di Natal yang mengambil tema, “Harmony of Christmas”.

    Sementara itu, dalam khotbahnya, Pdt. Yofie menekankan soal pentingnya hikmat dalam diri seseorang. Sebab menurutnya, hikmat dapat menjadi penentu sukses tidaknya seseorang. Sehingga Pdt. Yofie pun mengajak semua yang hadir untuk meminta hikmat dari Tuhan.

    “Mintalah hikmat dari Tuhan! Caranya, milikilah sikap takut akan Tuhan. Kita akan menjadi orang yang luar biasa, orang yang melimpah kasih karunia, ketika hikmat ada dalam hidup kita”, tegasnya.

    Menyinggung soal tema Natal, hamba Tuhan jebolan Sekolah Alkitab Cianjur ini menyatakan bahwa harmonisasi atau kebersamaan dibutuhkan untuk menciptakan suatu pribadi yang luar biasa seperti ayat firman Tuhan dalam Lukas 2:40, yang berbunyi; “Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah ada padaNya”.

    “Bertumbuhnya Yesus, tidak lepas dari peranan orang tua dan keluarganya. Sesuai dengan tema Natal malam ini, ada kebersamaan, ada harmonisasi. Anda menjadi anda sekarang ini tidak lepas dari peranan orang tua, anda punya pengetahuan tentang segala sesuatunya tidak pernah lepas dari namanya seorang guru. Inilah kebersamaan untuk menciptakan satu pribadi yang luar biasa”, tegas Pdt. Yofie.

    Penampilan siswa-siswi berbakat SMA Galatia Kota Bekasi

    Aksi foto bersama menjadi momen spesial yang tak terlewati

    Selesai firman Tuhan, penyalaan lilin diiringi  pujian malam kudus mewarnai Ibadah Natal yang berlangsung sederhana namun penuh sukacita. Penampilan siswa-siswi berbakat SMA Galatia Kota Bekasi, mulai dari siswa kelas X sampai XII dalam perayaan, membawa sukacita semakin lengkap. Bahkan pujian solo mewakili guru, yang dibawakan Ibu Melianti (Guru PKn dan Sosiologi) menambah kemeriahan Natal yang dihadiri guru, staff karyawan dan siswa ini.

    Tak kalah hebohnya, pengundian doorprize menjadi sajian penutup sebelum diakhiri dengan doa oleh ketua panitia sekaligus guru PAK, Bapak Ronald S. Onibala. Selesai acara, aksi foto bersama menjadi momen spesial yang tak terlewati.

  • Dirjen Bimas Kristen RI: Rayakan Natal dengan hati penuh syukur dan penyerahan diri kepada Yesus Kristus

    Dirjen Bimas Kristen RI: Rayakan Natal dengan hati penuh syukur dan penyerahan diri kepada Yesus Kristus

    WARTANASRANI.COM, BANDUNG – Mengambil tema; “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam hatimu”, dan Sub Tema; “Kesehatian membangun kebersamaan dalam mengimplementasikan 5 budaya kerja Kementerian Agama”, Direktorat Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama RI menggelar Ibadah dan Perayaan Natal yang bertempat di Marbella, Bandung, Jawa Barat, Rabu malam (06/12/2017).

    Suasana perayaan Natal yang dihadiri oleh segenap karyawan dan keluarga dari Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI

    Acara perayaan Natal yang dihadiri oleh segenap karyawan dan keluarga dari Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI ini, dipimpin oleh pendeta dari Gereja Kristen Oikumene Indonesia (GKOI), Pdt. Nus Liur.

    Sementara itu, Dirjen Bimas Kristen RI, Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si., dalam sambutannya mengajak keluarga besar Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, untuk merayakan Natal dengan hati yang penuh syukur dan penyerahan diri kepada Yesus Kristus.

    “Natal harus diterima dengan hati yang penuh syukur dan penyerahan diri kepada Yesus Kristus. Bukan dengan hati resah dan gelisah. Bukan dengan sakit hati dan luka hati apalagi patah hati”, tegas Thomas Pentury. Berikut pesan dan sambutan Natal Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI ini;

    Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si

    Syalom,

    Saya awali sambutan (pesan dan kesan) Natal ini dengan mengajak kita semua bersama para malaikat menyatakan, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi, dan damai sejahtera di bumi, bagi semua orang yang berkenan kepadaNya”.

    Hanya Allah yang patut dipuji dan diagungkan melalui peristiwa Natal, peristiwa kelahiran Yesus Kristus san Juru Selamat.

    Natal adalah peristiwa inkarnasi dengan manusia. Natal adalah peristiwa solidaritas Allah dengan manusia dan seisi dunia, dunia yang tercemar, namun ditebus, dibarui dan dipulihkan melalui kelahiran, pelayanan, dan kematian serta kebangkitan Yesus Kristus.

    Oleh sebab itu, sudah sepantasnya dan seharusnya semua umat Kristiani di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dan di seluruh pelosok tanah air, mensyukuri, merayakan dan memaknai peristiwa Agung ini dengan penuh syukur dan kegembiraan.

    Peserta perayaan Natal yang berbahagia,

    Adapun tema Natal PGI dan KWI 2017 adalah “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu” (Kolose 3:15). Tema ini merupakan suatu penegasan bahwa Natal adalah kabar sukacita, kabar damai sejahtera. Dengan begitu, Natal harus diterima dengan hati yang penuh syukur dan penyerahan diri kepada Yesus Kristus. Bukan dengan hati resah dan gelisah. Bukan dengan sakit hati dan luka hati apalagi patah hati.

    Maka merupakan suatu anomali jika kita merayakan Natal dengan kesedihan, ketakutan dan kehampaan. Apapun keadaan dan kondisi kita saat ini, baik selaku pribadi, keluarga, warga masyarakat, warga bangsa bahkan warga dunia, tapi itu tidak membuat kita galau dan gentar. Kenapa? Sebab Natal membawa kepastian dalam hidup ini. Natal memberi kepada kita Roh keberanian dan harapan. Seperti kata malaikat kepada Maria, “jangan takut”. Biarlah Kristus lahir di hati kita semua. Kristus memerintah atas seluruh kehidupan kita. Kita taat dan setia kepada Kristus, yang kita yakini sebagai Tuhan dan Juru Selamat dunia.

    Peserta Perayaan natal yang Berbahagia,

    Dengan menjadikan Yesus sebagai sentral atau pusat kehidupan kita, maka saya percaya kita akan lebih siap memasuki masa depan baru. Kita siap menhadapi tantangan dan ancaman apapun. Sebab peristiwa Natal juga diperhadapkan dengan kisah tentang Herodes yang kejam, kisah tentang pembunuhan anak-anak di Betlehem, kisah tentang Via Dolorosa. Artinya, dalam hidup ini, kita tentu tidak terbebas dari berbagai tantangan dan ancaman kehidupan. Namun melalui natal kita dikuatkan, diteguhkan, bahwa kita tidak sendiri, Yesus menjadi Imanuel; Allah beserta kita semua.

    Oleh sebab itu, biarlah melalui perayaan Natal saat ini, kita saling berdamai, saling mengasihi dan bersama-sama melangkah membawa berita sukacita itu kepada semua orang. Kita membawa kabar damai sejahtera itu dalam kerja dan kinerja kita, dalam keluarga, dalam masyarakat bahkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita menjadi lilin yang tak pernah padam.

    Saya bersyukur sebab inilah Natal pertama yang saya rayakan ketika Tuhan memberi kesempatan kepada saya selaku pimpinan Dirjen Bimas Kristen RI.

    Saya berterima kasih atas dukungan dan kerjasama yang telah kita bangun selama ini, termasuk dukungan keluarga-keluarga. Saya juga mohon maaf jika ada kekeliruan dan keterbatasan saya dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab bersama. Saya berharap kita akan terus berjalan bersama, saling tolong-menolong, topang-menopang, agar melalui hidup dalam karya kita nama Yesus ditinggikan dan damai sejahtera dirasakan semua orang. Biarlah orang-orang Kristen di Republik ini terus menjadi “garam dan terang dunia”.

    Akhirnya atas nama pribadi dan keluarga dan atas nama pemerintah melalui Direktorat Bimas Kristen RI, saya mengucapkan: SELAMAT MERAYAKAN NATAL, 25 DESEMBER 2017 DAN SELAMAT MEMASUKI TAHUN BARU, 1 JANUARI 2018. KIRANYA DAMAI SEJAHTERA KRISTUS MEMERINTAH DALAM HATI DAN HIDUP KITA SEMUA.

    Sekian dan terima kasih,

    Prof. Thomas Pentury, M.Si

    Syalom.