Author: admin

  • Talkshow Pewarna Indonesia dan YKMI

    Talkshow Pewarna Indonesia dan YKMI

    CIBUBUR, WARTANASRANI.COM – Pewarna Indonesia Jawa Barat bersama Yayasan Karmel Ministry Indonesia (YKMI) menggelar Talkshow dan Diskusi Interaktif dengan tema, “Memberdayakan yang Terabaikan, sabtu (03/02/2018).

    Narasumber: Pdt. Osil Torongan, S.Th., M.Min (Ketua Umum Yayasan Karmel Ministry Indonesia), DR. dr. Ampera Matippanna, S.Ked., MH (Kepala BKOM Provinsi Sulawesi Selatan) dan Ir. Soleman Matippanna, ST., MH(c) (Direktur PT. Rande Buana Teknik)

    Bertempat di Saung Soka, Taman Bunga Wiladatika, Cibubur, talkshow yang dipandu oleh Daniel Tanamal, menghadirkan narasumber, Pdt. Osil Torongan, S.Th., M.Min (Ketua Umum Yayasan Karmel Ministry Indonesia), DR. dr. Ampera Matippanna, S.Ked., MH (Kepala BKOM Provinsi Sulawesi Selatan) dan Ir. Soleman Matippanna, ST., MH(c) (Direktur PT. Rande Buana Teknik).

    Setelah doa pembukaan oleh Pdt. Dwi Kurnia, Talkshow diawali dengan sambutan Ketua Umum Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia, Yusuf Mudjiono. Dalam sambutannya, pemilik majalah Gaharu ini menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Karmel Ministry Indonesia (YKMI) atas kesediaannya untuk bersinergi dengan Pewarna Indonesia Jawa Barat  dalam menyelenggarakan Talkshow dan Diskusi Interaktif yang diharapkan mampu memberi inspirasi kepada siapa saja untuk memberdayakan mereka yang terabaikan.

    “Terima kasih atas kesediaan YKMI untuk bersinergi dengan Pewarna Indonesia Jawa barat. Kiranya acara Talkshow dan Diskusi Interaktif hari ini bermanfaat dan dapat kita tularkan dimanapun kita berada,” ujarnya.

    Tampil sebagai pembicara pertama, Pdt. Osil Totongan dengan lugas memperkenalkan Yayasan Karmel Ministry Indonesia. Menurutnya, sejak berdiri tahun 2016, YKMI memang sangat fokus dalam soal bagaimana memberdayakan mereka yang terabaikan.

    “Berdiri sejak tahun 2016, YKMI banyak bergerak untuk memberdayakan mereka yang terabaikan. Misalnya, YKMI sedang membina seorang napi yang saat ini mengikuti pendidikan theologia di salah satu STT yang ada di Jakarta. Selain itu ada juga yang sudah membuka usaha warung kopi,” terangnya, memberi bukti peran YKMI dalam hal pemberdayaan mereka yang terabaikan.

    Dikatakan Pdt. Osil Totongan bahwa keteladanan Yesus menjadi dasar keterlibatan YKMI dalam hal pemberdayaan mereka yang terabaikan.

    “Keteladanan dari Yesus terhadap orang-orang yang terabaikan, membawa YKMI mengerjakan pelayanan seperti ini,” ujarnya.

    “Pelayanan ini akan dikerjakan sampai Tuhan Yesus datang! YKMI akan melakukan pendampingan khususnya untuk napi, dimulai saat masa kritis pertama, yaitu saat vonis sampai masa kritis kedua, yaitu ketika mereka bebas dan dikucilkan oleh masyarakat bahkan keluarga,” tambah Pdt. Osil Totongan, menjawab pertanyaan, sampai kapan YKMI menjalankan misinya untuk memberdayakan mereka yang terabaikan.

    Pada sessi ke dua, DR. dr. Ampera Matippanna, S.Ked., MH., dengan apik mengupas soal tugas dan tanggung jawab gereja terhadap umat yang terabaikan. Dilandasi dari hukum yang pertama dan terutama dalam Matius 22:35-38, Kepala BKOM Provinsi Sulawesi Selatan ini menekankan soal dasar pelayanan untuk memberdayakan mereka yang terabaikan.

    “Banyak yang berkata mengasihi Tuhan, tapi menelantarkan sesamanya. Itu adalah pendusta sesuai firman Tuhan dalam 1 Yohanes 4:19-21,” tegas dokter yang dipanggil Panglima Kesorga ini.

    Selama kurang lebih 30 menit, dengan gayanya yang khas dan penuh semangat, dr. Ampera Matippanna menguraikan soal siapa yang terabaikan, apa akibat mereka yang terabaikan, bagaimana memberdayakan orang yang terabaikan, sampai pada 5 tanggung jawab gereja terhadap mereka yang terabaikan.

    Pada akhirnya, dr. Ampera Matippanna mengajak semua umat Tuhan untuk ambil bagian dalam pelayanan mulia ini.

    “Saya mengajak sebagai warga gereja untuk melibatkan diri secara aktif karena mereka adalah anak-anak Tuhan. Tugas kita semua untuk memberitakan bahwa mereka adalah keluarga kita juga. Kita butuh banyak tangan untuk hasil yang besar. Kita butuh tangan pejabat, kita butuh tangan pengusaha, kita butuh tangan hamba-hamba Tuhan, kita butuh tangan wartawan, untuk hasil yang maksimal dalam pelayanan ini,” ujarnya penuh semangat.

    Suasana saat sessi tanya jawab

    Gayung bersambut, pemateri terakhir, Ir. Soleman Matippana yang mengupas lebih pada sisi orang yang terabaikan, kembali menyinggung soal kondisi kaum yang terabaikan.

    Menurut direktur PT. Rande Buana Teknik ini, kondisi tidak punya uang, tidak punya keluarga (terpisah), tidak percaya diri, pasrah pada nasib atau keadaan membawa mereka yang terabaikan rentan berbuat kriminal. Oleh karena itu dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan mereka.

    “Mereka perlu dukungan keluarga, sahabat, gereja dan lingkungan sekitar. Dukungan kita bisa mencegah mereka untuk kembali berbuat kriminal. Saatnya kita hadir untuk mereka,” seru Pembina YKMI ini.

    Kiat-kiat untuk berwiraswasta, kesiapan menghadapi tantangan sampai menemukan mentor atau teman diskusi, menjadi tema menarik bahasan pengusaha muda yang sukses ini selama 20 menit. Sebelum menutup pemaparannya, Soleman Matippanna menyampaikan kisah sukses seorang narapidana.

    “Mari kita tularkan semangat berwiraswasta atau enterpreneur untuk meraih sukses,” pesan Soleman Matippana singkat.

    Pada bagian akhir acara Talkshow, Bapak Temazisochi Zebua, seorang mantan narapidana memberikan testimony sekaligus mengiyakan tentang pentingnya pemberdayaan bagi mereka yang terabaikan, khususnya para mantan narapidana.

    “Talkshow hari ini sangat bermanfaat buat saya. Memang apa yang dijelaskan sesuai dgn apa yang saya dalam lapas. Secara pribadi kami membutuhkan kesinambungan pembinaan. Terima kasih kepada YKMI yang selalu membimbing saya sampai saat ini. Terima kasih atas acara ini karena memberikan kekuatan bagi kami,” ungkapnya penuh syukur.

    Sebelum ditutup dengan doa oleh Pdt. Ronald S. Onibala, koordinator acara Talkshow dan Diskusi Interaktif, setiap narasumber diberi kesempatan untuk memberikan kesimpulan.

  • Walikota Bekasi, Dr. Rahmat Efendi Hadiri Natal Bersama PPKPPKB dan FORBAKTI

    Walikota Bekasi, Dr. Rahmat Efendi Hadiri Natal Bersama PPKPPKB dan FORBAKTI

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Mengambil tema, “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah dalam Hatimu” (Kolose 3:5), dan sub tema, “Merajut Kebersamaan, Membangun Damai diantara Sesama, Menjalin Persatuan dan Kesatuan”, Persekutuan Pelangi Kasih Pegawai Pemerintah Kota Bekasi bersama Forum Umat Nasrani Bagi Kota Ikhsan Bekasi (FORBAKTI) menggelar Ibadah dan Perayaan Natal Bersama, Sabtu (27/01/2018).

    Suasana Perayaan Natal PPKPPKB dan FORBAKTI yang dihadiri Walikota Bekasi, Dr. Rahmat Efendi.

    Acara yang diselenggarakan di Auditorium Marsudirini, Jl. Raya Narogong, Kemang Pratama, Kota Bekasi ini, dihadiri oleh Walikota Bekasi, Dr. Rahmat Efendi. Sementara sesuai tata ibadah, bertindak sebagai khadim, Pdt. Ny. Meinita Wungo Damping, S.Th., M.M., Ketua Mupel GPIB.

    Seperti biasanya dalam perayaan Natal, prosesi penyalaan lilin mewarnai Ibadah Natal PPKPPKB dan Forbakti ini. Sambil diiringi pujian malam kudus, candle light service dimulai oleh Pdt. Ny. Meinita Wungo Damping, S.Th., M.M., kemudian diikuti oleh 12 Ketua Forbakti Kecamatan, aras PGIS, aras PGLII, aras PGPI, Ketua Dekanat, Penyelenggara Bimas Kristen, Penyelenggara Bimas Katolik, Pengawas Forbakti Devi Simanjuntak, SE., Ketua Umum Forbakti Pdt. Djajang Buntoro, M.Th., dan Ketua PPKPPKB Drs. P. Nefindo Imanuel M, M.Si.

    Sementara dalam khotbahnya yang mengambil nats pokok, 2 Korintus 13:11, Pdt. Meinita Wungo Damping mengajak warga Kristen dan Katolik yang memadati Auditorium Marsudirini untuk selalu menjadi pembawa damai sejahtera, dan untuk itu gereja harus bersatu.

    “Mulai awal kelahiran Kristus, damai sejahtera sudah diberitakan sampai puncaknya diatas kayu salib. Oleh karena itu marilah kita menghadirkan damai sejahtera dimanapun berada, termasuk di Kota Bekasi. Dan damai sejahtera itu bisa dihadirkan kalau gereja Tuhan di Kota Bekasi bersatu,” tegasnya.

    Saat penyalaan lilin simbolisasi penjaga toleransi oleh Walikota, Kapolres, Dandim, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Ketua Pengadilan Negeri (PN), Perwakilan DPRD Kota Bekasi, Kemenag, Penyelenggara Bimas Kristen, Penyelenggara Bimas Katolik, Ketua FKUB, Ketua BAMAG LKKI dan Ketua Umum Forbakti.

    Selain pujian natal yang dipandu oleh MC, ibadah dan perayaan Natal ini dimeriahkan oleh beberapa paduan suara/koor, diantaranya; Koor dari GKI Kemang Pratama, Koor dari HKBP Bojong Monteng – Rawa Lumbu, Koor Wanita Bersinar dari Forbakti Bekasi Utara, dan Koor dari PPKPPKB/ASN Kota Bekasi.

    Kedamaian bagi bangsa Indonesia, pertumbuhan ekonomi yang baik, memohon perlindungan dan pemeliharaan Tuhan atas Kota Bekasi, keamanan pelaksanaan Pilkada serentak khususnya Pilkada Jawa Barat dan Kota Bekasi menjadi pokok doa syafaat yang disampaikan oleh Pastor Thomas Bani, SVD.

    Setelah persembahan, doa penutup dan berkat dipimpin oleh Pastor Kesaryanto, Pr., yang didampingi pimpinan gereja dan aras gereja yang ada di Kota Bekasi.

    Pada acara perayaan yang diawali persembahan pujian dari “Vocalista Gracia”, diisi dengan sambutan-sambutan yang disampaikan oleh Ketua Panitia Natal Bersama ASN dan Forbakti, Ketua Umum PPKPPKB, penyalaan lilin simbolisasi penjaga toleransi, yang kemudian sambutan terakhir oleh Walikota Bekasi, Bapak Dr. Rahmat Efendi, sebelum pada akhirnya ditutup dengan acara doorprize dan foto bersama.

  • Setelah Ibadah Natal, Kuncikan 2017 dan Tahun Baru 2018, Warga Kawanua Kota Harapan Indah Pilih Ketua Baru Periode 2018-2021

    Setelah Ibadah Natal, Kuncikan 2017 dan Tahun Baru 2018, Warga Kawanua Kota Harapan Indah Pilih Ketua Baru Periode 2018-2021

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Bertempat di PT. Logamindo Pratama, Sentra Niaga 2 Kav. 23 Bulevar Hijau, Medan Satria, Kota Harapan Indah Bekasi, Warga Kawanua Kota Harapan Indah dan Sekitarnya, menggelar Ibadah dan Perayaan Natal 2017, Kuncikan 2017 dan Tahun Baru 2018, minggu (21/01/2018).

    Suasana Ibadah yang dipandu oleh Ibu Esty Suwu sebagai Worship Leader/MC

    Kristus Lahir Mempersatukan Kita, menjadi tema Ibadah dan Perayaan yang dilayani oleh Ev. Hanry Suwu, SH., pembina sekaligus pendiri organisasi sosial kedaerahan yang awalnya bernama Perkumpulan Warga Kawanua Kota Harapan Indah Bekasi.

    Sukacita dalam suasana kekeluargaan tampak di wajah warga Kawanua yang hadir memenuhi ruang Ibadah. Dipandu worship leader, Ibu Esty Suwu, pujian natal yang dilantunkan menambah sukacita semua yang hadir. Tak ketinggalan, Mars Kawanua Kota Harapan Indah yang berisi filosofi semangat persaudaraan warga kawanua untuk baku tolong, baku sayang, baku mapalus, yang dinyanyikan bersama, menambah cair suasana kekeluargaan malam itu.

    Sementara itu, sesuai dengan undangan yang diterima, selesai Ibadah dilaksanakanlah pemilihan ketua baru. Namun Alotnya pembahasan para pembina sekaligus pendiri yaitu; Elim Noldy Paendong, Hanry Suwu, Joutje Lampa, Sonny Tendean ditambah Pdt. Hendry F. Rumondor sebagai Ketua KKK Kota Harapan Indah, soal siapa calon ketua yang akan disodorkan kepada warga Kawanua untuk dipilih, membuat acara pemilihan sempat tertunda kurang lebih 15 menit.

    Pembina sekaligus pendiri yaitu; Elim Noldy Paendong, Hanry Suwu, Joutje Lampa, Sonny Tendean ditambah Pdt. Hendry F. Rumondor sebagai Ketua KKK Kota Harapan Indah saat mendiskusikan nama-nama calon ketua yang akan dipilih

    Akhirnya, mewakili Dewan Pembina dan Pendiri, Bapak Joutje Lampa tampil dengan membawa tiga nama calon Ketua periode 2018-2021.

    Bapak Joutje Lampa Pembina dan Pendiri Kawanua Harapan indah

    Sebelum menyampaikan tiga nama calon ketua, Joutje Lampa sempat mengungkapkan alasan mengapa pemilihan dilaksanakan berbarengan dengan perayaan natal, kuncikan dan tahun baru, yaitu supaya tercapainya kuorum saat pemilihan ketua yang baru.

    “Untuk mencapai kuorum yang hadir anggota, mungkin pertemuan biasa tidak akan tercapai. Makanya dilaksankan bersamaan dengan perayaan natal pada hari ini,” ungkapnya

    Ditambahkan Joutje Lampa, selain pemilihan pengurus baru, ada mandat yang nantinya diemban oleh siapa saja yang terpilih, yaitu perubahan nama untuk mempersatukan kembali warga Kawanua yang ada di Kota Harapan Indah dan Sekitarnya.

    “Ada hal yang sangat penting sekali yang sudah diputuskan bahwa dalam rangka membina kembali persatuan dan kesatuan diantara torang warga kawanua, jadi semua penasehat bersama beberapa pengurus inti sudah memutuskan bahwa, yang tadinya bernama Kerukunan Keluarga kawanua (KKK), torang kembalikan lagi kepada saat awal torang membentuk warga Kawanua yang ada di harapan indah menjadi Persekutuan Warga Kawanua di Harapan Indah. Jadi torang pe perkumpulan sifatnya adalah independen, jadi nantinya yang saya sampaikan calon-calon yang torang akan pilih, biarlah ketiga calon tersebut ada kesediaan untuk menjadi pengurus,” ujar Joutje Lampa.

    Lebih lanjut, Joutje Lampa mengharapkan agar warka Kawanua Kota harapan Indah akan mendukung penuh sipapun yang terpilih dari tiga nama yang disodorkan.

    “Kami berharap warga Kawanua akan mendukung bersama-sama siapapun yang terpilih supaya perkumpulan kita akan berjalan dengan baik diwaktu-waktu yang akan datang. Ketiga nama tersebut adalah, yang pertama Bapak Pdt. Ronny Soriton, yang kedua Pdt. Ronald S. Onibala, dan ketiga Bapak Darwil Agouw,” ungkapnya.

    Terkait siapa yang memiliki hak suara dalam pemilihan, Elim Noldy Paendong, yang juga pembina Kawanua, tampil menjelaskan sesuai AD/ART yang ada.

    “Jadi yang berhak memilih sesuai dengan AD/ART adalah anggota. Siapa itu anggota? Orang Kawanua yang tinggal di Harapan Indah tetapi ada juga yang sudah berpindah ke Harapan Indah dan sudah aktif di organisasi ini, mereka juga bagian dari Kawanua Harapan Indah. Jadi mohon maaf kalau ada teman-teman, kawan-kawan, Bapak/Ibu tamu yang terundang dalam acara natal dan kunci taon, kalau bukan anggota, mohon maaf tidak bisa memilih sesuai dengan tatib organisasi,” terang Noldy paendong.

    Penghitungan suara pemilihan Ketua Kawanua Harapan Indah

    Foto Calon Ketua bersama beberapa pengurus lama setelah pemilihan

    Serah-terima dari pengurus lama ke Ketua terpilih Pdt. Ronald S. Onibala

    Saat pemilihan putaran pertama, Bapak Darwil Agouw terpilih dengan suara mayoritas, 44 pemilih diikuti Pdt. Ronald S. Onibala, 20 pemilih dan Pdt. Ronny Soriton, 15 pemilih. Namun dikarenakan pengunduran diri Bapak Darwil Agouw, akhirnya disepakati untuk diadakan pemilihan ulang dengan dua calon yang tersisa.

    Pada pemilihan kedua ini, Pdt. Ronald S. Onibala meraih suara terbanyak dan ditetapkan sebagai Ketua Kawanua Kota Harapan Indah Periode 2018-2021, dan Pdt. Ronny Soriton sebagai wakil ketua. Serah terima secara simbolis-pun dilakukan oleh pengurus yang lama dibawah kepemimpinan Pdt. Hendry F. Rumondor kepada Ketua teripilih Pdt. Ronald S. Onibala disaksikan oleh Dewan Pembina dan Pendiri Kawanua kota Harapan Indah.

    Dalam sambutan pembina dan penasihat, ada beberapa tugas yang diemban oleh kepengurusan yang baru, diantaranya adalah perubahan nama dan melengkapi kepengurusan yang ada.

  • Rajawali Spirit Indonesia Gelar Perayaan Natal

    Rajawali Spirit Indonesia Gelar Perayaan Natal

    PONDOK GEDE, WARTANASRANI.COM – Perayaan Natal Rajawali Spirit Indonesia ini adalah kali pertama, bertempat di GPdI Bethesda Pondok Gede, (Pdt. Hesky Rorong) Rabu (17/01/2018). Dihadiri oleh hamba-hamba Tuhan Jawa Barat. Penerobos akan maju di depan  mereka; mereka akan menerobos dan berjalan melewati pintu  gerbang dan akan keluar dari situ. Raja mereka akan berjalan terus di depan mereka, TUHAN sendiri di kepala barisan mereka!  (Mikha 2:13). Demikian kutipan ayat firman Tuhan yang melandasi tema : Break Through/Terobosan.

    Suasana Ibadah Perayaan Natal Rajawali Spirit Indonesia

    Rajawali Spirit Indonesia yang di motori oleh beberapa hamba Tuhan di Jawa Barat, merindukan suatu Terobosan Besar terjadi dalam misi penjangkauan jiwa-jiwa untuk kemajuan pekerjaan Tuhan di Jawa Barat. Dengan dasar inilah Yayasan Rajawali Spirit Indonesia terbentuk.

    Acara Perayaan Natal tersebut di awali dengan pujian penyembahan yang sangat memberkati, dan kehadiran kuasa Roh Kudus begitu terasa, sehingga seluruh hadirin terlihat sangat antusias untuk memuji dan memuliakan Tuhan Yesus Kristus.

    Pada kesempatan tersebut beberapa pengurus Rajawali Spirit Indonesia, Pdt. Mervin Soedjak, Pdt. Stanley Sekeon, dan Pdt. Yohanes Hutagalung mensosialisasikan beberapa kegiatan yang sudah dilakukan seperti  Rajawali Leaders Camp, yang memberikan dampak positif baik secara pribadi maupun pengembangan pelayanan pekerjaan Tuhan bagi para peserta. Dan beberapa kegiatan lainnya yang sudah terlaksana.

    Juga menginformasikan kegiatan-kegiatan yang akan diadakan pada awal 2018 ini. Bulan Februari akan diadakan fellowship dan tanggal 20-22 Maret 2018 kegiatan Rajawali Leaders Camp II kembali digelar . Pada kesempatan ini pengurus mengajak rekan-rekan hamba Tuhan yang ingin menjadi peserta untuk segera mendaftar.

    Doa Firman Tuhan oleh Pdt. Andreas Tairas.

    Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Loudewyk E. Saerang, M.Th dengan Nats Injil Lukas 5:4-6. Mengacu pada ayat firman Tuhan ini dia sampaikan dalam khotbahnya “Bersama Yesus kita lakukan Terobosan Besar”. Kalimat tersebut di imani dan di aminkan oleh para hadirin.

    Ayat 5 : Simon menjawab: “Guru,  telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”

    Telah semalam-malaman mereka berusaha dengan berbagai daya dan upaya namun hasilnya nol besar. Ini seperti terperangkap dalam kegagalan. Sepertinya hidup ini tidak ada kemajuan, gagal dan gagal lagi. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi, jelas President Rajawali Spirit Indonesia.

    Ketika Petrus dan kawan-kawan bingung dan tidak tahu harus berbuat apa lagi, disaat seperti inilah Yesus membuat mujizat, lanjutnya. Ada tiga point penting yang di sampaikan dalam khotbahnya, untuk mengalami Terobosan, yaitu :

    1. Memiliki Kerendahan Hati
    2. Bangkit dari Keterpurukan
    3. Mengikut Yesus

    Acara kemudian dilanjutkan dengan pemasangan lilin yang di wakili oleh beberapa hamba Tuhan, yaitu : Pdt. Johan Rorong, Pdt. Yantje Rumbayan, Pdt. Lexy Woley, Pdt. Oscar Kumolontang, Pdt. Andreas Tairas, Pdt. Meydi Saerang, dan Pdt. Saymonang Pardede.

    Suasana Pemberian Bingkisan dan Ulang Tahun.

    Acara diwarnai dengan sukacita, dimana Rajawali Spirit Indonesia juga memberikan bingkisan sebagai bentuk apresiasi bagi hamba-hamba Tuhan senior yang hadir. Juga memberikan ucapan selamat ulang tahun bagi hamba-hamba Tuhan yang berulang tahun di bulan Januari.

  • Pernyataan Sikap FUKRI Merespon Situasi Bangsa Jelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019

    Pernyataan Sikap FUKRI Merespon Situasi Bangsa Jelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Merespon situasi bangsa menjelang, pada saat dan setelah Pilkada serentak di 171 Provinsi/Kabupaten/Kotamadya, juga dalam rangka persiapan Momentum Doa Se-Dunia 2019, hari ini Kamis, 18 Januari 2018, bertempat di Bala Keselamatan, Jl. Kramat Raya 55 Jakarta Pusat, Forum Umat Kristen Indonesia (FUKRI) yang terdiri dari delapan pimpinan aras gereja nasional mengeluarkan pernyataan sikap lewat siaran pers bersama.

    Forum Umat Kristen Indonesia (FUKRI) yang terdiri dari delapan Pimpinan Aras Gereja Nasional 

    Kedelapan aras gereja yang hadir adalah; Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI), Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Bala Keselamatan Indonesia, Persekutuan Baptis Indonesia, Gereja Ortodoks, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.

    Secara garis besar ada empat poin penting pernyataan sikap FUKRI yang dibacakan oleh Romo Guido Suprapto dari KWI. Berikut isi pernyataan sikap FUKRI secara lengkap.

     

    UMAT KRISTIANI INDONESIA

    MENDUKUNG PILKADA SERENTAK 2018 DAN PEMILU 2019:

    Sebagai Upaya Mewujudkan Demokrasi dan Menjaga

    Eksistensi Bangsa Indonesia

     

    1. Arti Penting Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019.

    Pemilu merupakan sarana yang sah menurut Undang-Undang untuk memilih calon pemimpin bangsa dan pejabat publik. Maka semua warga masyarakat harus ikut berperan dan bertanggungjawab. Proses pemilu harus berjalan dengan baik, yakni: pertama, terbukanya peluang bagi setiap warga negara untuk menyatakan hak memilih dan dipilih dalam kontestasi jabatan publik ini; Kedua, tersedianya fasilitas yang memadai dan sama bagi berlangsungnya hubungan pengenalan secara timbal balik antara kontestan dan pemilih; ketiga, terjaminnya proses penentuan pilihan oleh pemilih terhadap konstestan secara langsung, umum, bebas, rahasia, serta jujur dan adil.

    Tahun 2018 akan diselenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah dan Tahun 2019 akan berlangsung Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Sangat penting bagi semua warga masyarakat Indonesia untuk berupaya agar Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019 berjalan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, damai dan berkualitas. Tidak boleh terjadi kekerasan dalam bentuk apapun, baik secara terbuka maupun terselubung, karena bila kekerasan terjadi, damai dan rasa aman tidak akan mudah dipulihkan.

    Kita harus selalu waspada dan berupaya agar usaha-usaha siapapun yang ingin memecah belah atau adu domba demi tercapainya suatu target politik tidak terjadi.

    Hal penting yang harus menjadi perhatian bersama adalah menghindari penggunaan isyu/sentimen agama sebagai cara dan sarana memperoleh suara atau dukungan. Oleh karena itu, menghimbau kepada semua pihak baik sebagai pribadi maupun parpol dan para pendukungnya agar tidak menggunakan isu/sentimen agama dalam kontestasi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 karena selain menciderai semangat demokrasi, juga bisa menimbulkan disharmoni dalam kebersamaan sebagai warga bangsa.

     

    1. Ikut Menjaga Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019.

    Pemilu sebagai upaya memajukan dan mewujudkan demokrasi tetapi potensi-potensi persoalan yang menyertainya selalu ada. Karena itu, Gereja bersama semua warga negara terpanggil untuk terselenggaranya Pemilu dengan baik dan bermartabat. Sebagaimana bunyi Firman Allah, “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu” (Yer.29:7). Berikut adalah hal-hal yang bisa dan perlu diperankan oleh Umat Kristiani:

    • Peran Pimpinan Lembaga GerejaPimpinan Lembaga Gereja atau pemuka jemaat hendaknya mendorong jemaatnya untuk menggunakan haknya dengan berpartisipasi dalam pilkada dan mengingatkan serta memberi contoh agar keterlibatannya cerdas, bertanggung dan berdasarkan suara hati. Pemimpin Lembaga Gereja harus memastikan untuk tidak membawa lembaga Gereja ke dalam politik praktis. Para pemimpin jemaat diharapkan hadir untuk membimbing jemaatnya agar tidak mudah terpecah-pecah oleh pilihan politik yang berbeda, tahan terhadap berbagai kampanye yang berbau SARA, dan mendorong jemaatnya yang ikut kontestasi politik untuk memegang teguh moralitas dan integritas sebagai orang beriman.
    • Umat KristianiUmat Kristiani yang telah memenuhi syarat harus ikut terlibat menentukan dan memilih siapa yang akan menjadi pemimpin di daerahnya melalui mekanisme yang telah ditentukan oleh peraturan dan undang-undang yang berlaku. Ikut memilih dalam Pilkada 2018 dan pemilu 2019, selain merupakan hak, juga merupakan panggilan Umat Kristiani sebagai bagian dari warga negara. Dengan ikut memilih berarti Anda ambil bagian dalam menentukan arah perjalanan dan kelangsungan kehidupan daerahnya. Oleh karena itu, penting disadari bagi pemilih untuk tidak saja datang dan memberikan suara, melainkan menentukan pilihannya dengan cerdas, bertanggungjawab dan sesuai dengan suara hati sehingga partisipasi kita bermartabat.

     

    1. Kriteria Pilihan.

    Para calon pimpinan daerah yang akan Anda pilih, harus dipastikan bahwa yang bersangkutan adalah orang baik, menghayati nilai-nilai agama dengan baik dan jujur, peduli terhadap sesama, berpihak kepada rakyat kecil, cinta damai dan anti kekerasan. Calon pimpinan daerah yang jelas-jelas berwawasan sempit, mementingkan kelompok, dikenal tidak jujur, korupsi dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kedudukan tidak layak dipilih. Hati-hatilah dengan sikap ramah-tamah dan kebaikan yang ditampilkan sang calon hanya ketika berkampanye, seperti membantu secara material atau memberi uang. Pastikan Anda tidak terjebak atau ikut dalam politik uang yang dilakukan sang calon mendapatkan dukungan suara. Ikut dalam politik uang dilarang oleh ajaran Kristiani. Sebab uang/suap dapat memutarbalikkan kebenaran. Seperti yang tertulis dalam Alkitab â€œSuap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar.” (Kel. 23:8). Demi terjaga dan tegaknya bangsa ini, perlulah Anda memperhitungkan calon pimpinan yang berjuang menjaga dan menegakan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia!

     

    1. Berdoa Untuk Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

    Sebagai umat Kristiani, marilah kita mengiringi proses pilkada dan pemilu dengan doa memohon berkat dari Tuhan, agar berlangsung dengan damai, berkualitas dan bermartabat sehingga menghasilkan para pemimpin yang benar-benar memperhatikan rakyat dan setia berjuang demi terwujudnya cita-cita bangsa dan Negara kita tercinta!

     

    Jakarta, 18 Januari 2018,

    Atas Nama Forum Umat Kristiani Indonesia.

    1. Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
    2. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI)
    3. Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII)
    4. Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI)
    5. Persekutuan Baptis Indonesia (PBI)
    6. Bala Keselamatan
    7. Gereja Ortodoks Indonesia
    8. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK)
  • Pukul Gong Tiga Kali, Menkumham Yasonna Laoly Buka Sidang Majelis Pendeta GKPS Se-Indonesia

    Pukul Gong Tiga Kali, Menkumham Yasonna Laoly Buka Sidang Majelis Pendeta GKPS Se-Indonesia

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Menkumham), Dr. Yasonna H. Laoly, SH., M.Sc membuka secara resmi Sidang Majelis Pendeta GKPS Se-Indonesia yang akan berlangsung selama 3 hari yaitu tanggal 17-20 Januari 2018 di Hotel Grand Cempaka Jakarta, rabu (17/01/2018).

    Menkumham Yasonna Laoly saat menyampaikan sambutan

    Dalam sambutannya, Yasonna Laoly, mengajak semua peserta Sidang Majelis Pendeta GKPS  agar mendoakan tahapan-tahapan Pilkada yang berlangsung pada tahun 2018 bahkan Pileg dan Pilpres 2019 agar berjalan dengan baik.

    “Doakan agar semua tahapan Pilkada serentak 2018, Pileg dan Pilpres 2019  dapat berjalan dengan baik. Jangan membuat hoax sendiri. Gereja harus terdepan untuk membawa kebenaran,” ungkap Laoly.

    Turut hadir bersama Menkumham, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, yang dalam sambutannya, selain mengingatkan agar gereja tidak menarik diri untuk bicara politik, Menteri Enggartiasto Lukito juga menyampaikan soal komitmen pemerintah yang akan selalu berpihak kepada masyarakat.

    “Gereja tidak boleh berpolitik tapi jangan tabu bicara politik. Politik itu tidak kotor, yang kotor adalah orangnya,” terangnya

    “Satu hal yang ingin saya pastikan, bahwa Pemerintah tidak akan membiarkan daya beli masyarakat turun! Pemerintah tidak akan membiarkan kebutuhan bahan pangan kita terganggu. Apapun kita akan lakukan! Pemerintah akan memikirkan atau lebih berpihak kepada masyarakat,” terangnya lagi kepada para peserta Sidang Majelis Pendeta GKPS.

    Ephorus Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS), Pdt. M. Rumanja Purba, didampingi Ibu Rosdiana Sipayung mewakili Panitia saat Konferensi Pers dengan awak media.

    Sementara itu, dalam konferensi pers yang dilaksanakan disela-sela acara, Ephorus Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS), Pdt. M. Rumanja Purba, didampingi Ibu Rosdiana Sipayung mewakili Panitia, menyatakan soal pentingnya Sidang Majelis Pendeta tahun 2018 yang mengambil tema; “Diperlengkapi untuk melakukan perbuatan baik” (2 Timotius 3:17) dan sub Tema; “Bimbinglah jemaat bermurah hati, seperti Kristus bermurah hati kepada orang miskin, yang menderita dan tertindas”.

    “GKPS Gereja Kristen Protestan Simalungun yang pusatnya di Siantar Sumatera Utara, tahun ini mengadakan sidang penting yang itu Sidang Majelis Pendeta. Sebelumnya juga telah dilaksanakan Sidang Majelis Penginjil seminggu yang lalu. Kedua sidang ini adalah sebuah lembaga untuk membicarakan pertimbangan-pertimbangan teologia kepada GKPS, kemudian dia juga sebagai lembaga untuk menyusun kalender liturgis. Yaitu menyusun tata ibadah, sakramen-sakramen , topik-topik khotbah. Itulah fungsi dari lembaga ini, Majelis Pendeta,” jelasnya pada awak media yang hadir.

    Menteri Yasonna Laoly dan Enggartiasto Lukita menerima hio atau ulos dari Panitia

    Kehadiran 2 Menteri, disambut dengan rasa syukur karena memberi warna tersendiri dalam pelaksanaan Sidang Majelis Pendeta GKPS Se-Indonesia tahun 2018 bahkan sebelum meninggalkan acara Menteri Yasonna Laoly dan Enggartiasto Lukita sempat menerima hio atau ulos.

    “Saya bersyukur dipembukaan ini hadir 2 menteri yang memberi warna khusus pada GKPS bahwa negeri ini adalah sebuah negeri yang menjadi milik kita bersama. Dengan kehadiran Bapak Menteri Yasonna Laoly dan Enggartiasto Lukita hari ini, memberi motivasi, memberi spirit  bagi GKPS untuk berperan lebih besar lagi terutama merawat NKRI,” ungkap Ephorus, Pdt. M. Rumanja Purba penuh syukur.

    “GKPS ini ada sekitar 250 ribu jiwa anggotanya dan ini bukan tugas yang gampang. Kalau dibuat klasifikasi, GKPS ini termasuk gereja yang menengah yang termasuk 25 besar gereja di Indonesia. Kami ingin berperan lebih besar lagi terutama merawat NKRI,” ungkapnya lagi.

    Sementara itu, Ibu Rosdiana Sipayung sebagai perwakilan Panitia Pelaksana menyatakan bahwa terlaksananya Sidang Majelis Pendeta GKPS di Jakarta karena semangat Haroan Bolon” atau gotong royong dari jemaat Distrik VII Jabodetabek dan Bandung.

    “Dihadiri 279 orang Pendeta yang terdata hadir sampai hari ini rabu 17 Januari dan mungkin masih ada yang menyusul karena acara kita akan berlangsung sampai dengan hari jumat malam. Acara ini walaupun membutuhkan biaya yang besar namun dapat terselenggara karena semangat “Haroan Bolon” atau dalam bahasa Indonesia gotong royong dari seluruh jemaat yang ada di Distrik VII khususnya Jabodetabek dan Bandung. Puji Tuhan! Jemaat-jemaat bisa menanggulangi,” jelas Rosdiana Sipayung penuh syukur.

    Suasana Sidang Majelis Pendeta GKPS Se-Indonesia

    Lebih jauh dikatakan Ephorus GKPS, bahwa sebagai gereja suku, GKPS memiliki 2 mandat, yaitu; mandat rohani dari Sorga dan mandat budaya dari Simalungun.

    “Dua mandat ini yang membuat gereja ini tetap eksis, karena tidak hanya soal Sorga yang dibicarakan tetapi juga soal budaya Simalungun. Dan ini tertuang dalam kontitusi gereja bahwa GKPS  harus menjaga budayanya,” tegas Ephorus.

    Sementara menjawab soal istilah Majelis Pendeta, Ephorus GKPS menjelaskan bahwa Istilah majelis pendeta menggambarkan bahwa GKPS tidak dipimpin oleh satu orang, tetapi gereja ini dipimpin secara kolektif .

    “Jadi mejelis pendeta ini menggambarkan kolektifitas. Sebagai ephorus, saya tidak bsia bertindak sendiri melakukan apa yang saya pikirkan, saya harus menerima mandat dari majelis ini. Majelis ini akan memberikan pertimbangan theologia seperti yang saya katakan tadi. Contoh kecilnya mengenai jubah kami pendeta, itu harus diputuskan melalui sidang majelis ini. Tidak boleh pendeta yang lain-lain jubahnya. Jadi intinya GKPS ini sangat menjaga asas kolektifitas,” jelasnya.

    Pada bagian lain, Preases GKPS Distrik VII, Pdt. Jameldin Sipayung, S.Th., MA., mengharapkan ditengah kondisi dunia saat ini yang terlalu mendorong kebebasan, Sidang Majelis Pendeta GKPS sebagai suatu permusyawaratan Pendeta dapat memberikan pertimbangan Theologis tentang pelaksanaan tugas dan tanggung jawab gereja agar dapat menambah motivasi pendeta-pendeta GKPS untuk mendorong peningkatan kualitas Penatalayanan. GKPS harus terus bertumbuh dalam kasih dan pengenalan akan Tuhan Yesus , dan tunduk pada kehendakNya dalam kehidupan baik secara pribadi maupun bersama-sama.

    Akhirnya Ephorus GKPS Pdt. M. Rumanja Purba, berpesan agar seluruh peserta sidang dapat mengikuti jalannya sidang dengan baik, dan penuh sukacita, mendapatkan pengalaman dan wawasan baru, dan membawa pulang pengalaman berharga, membagikan kepada seluruh jemaat di daerahnya masing-masing, demi pertumbuhan iman yang lebih baik dan hanya Tuhan yang dimuliakan.

  • Anies Baswedan Ajak Masyarakat Kristen dan Katholik DKI Jakarta Gaungkan Kesederhanaan dan Ketenangan Hati

    Anies Baswedan Ajak Masyarakat Kristen dan Katholik DKI Jakarta Gaungkan Kesederhanaan dan Ketenangan Hati

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Kesederhanaan dan ketenangan hati menjadi dua poin penting yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, Ph.D saat memberi sambutan dalam Perayaan Natal bersama Pemprov – Masyarakat Kristen dan Katholik DKI Jakarta 2017 di Hall B Jakarta Internasional Expo Kemayoran, Sabtu (13/01/2018).

    Anies Baswedan didampingi Wagub Sandiaga Salahudin Uno dan Ketua Panitia, Bapak Gamal Sinurat, memberikan cinderamata khusus dari Pemprov DKI kepada pengkhotbah Natal, Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MA., dan perwakilan 7 aras gereja.

    Menurut Anies, ketenangan hati dan kesederhanaan hidup seringkali terlewatkan oleh mereka yang hidup di kota besar seperti Jakarta. Bagaikan Surga kehidupan materialistik dan konsumeristik, Jakarta dengan hiruk pikuk kegiatannya telah membuat kesederhaan dan ketenagan hati menjauh dari warga Jakarta.

    “Ketenangan hati dan kesederhanaan hidup, dua hal ini seringkali di kota besar yang hiruk pikuknya luar biasa, seringkali terlewatkan. Jakarta sayang sekali sekarang terilham sebagai surga kehidupan materialistik, surga kehidupan konsumeristik. Ragam tempat perbelanjaan, ragam hiburan di Indonesia ini pusatnya di mana? di kota Jakarta. Disatu sisi ini adalah sesuatu yang amat baik karena dia memberikan suatu aspek kebahagiaan, akses yang mudah pada berbagai macam kebutuhan, tetapi disisi lain seringkali sebagian dari kita terlena untuk menjaga diri agar tidak masuk didalam dari apa yang kita sebut living beyond our means. Hidup kita sering kali dijalani melampaui kemampuan yang sesungguhnya. Disisi ekstrim yang lain, kita menyaksikan banyak juga yang tergoda untuk mengambil jalan pintas, jalan tak legal, jalan mengambil hak orang lain. Dari kisah seputar natal, kita dapat belajar tentang keteladanan untuk kesederhaanaan dan kita berharap pesan kesederhanaan ini ikut digaungkan dengan kuat dihari-hari kedepan,” ungkap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ke-26.

    “Dalam konsep agama yang saya anut ada istilah yang sama, bukan memiskinkan diri tetapi bahwa hidup kita tidak dikendalikan oleh kemewahan. Harta cukup diletakkan dikantong, tidak dibawa didalam hati. Pesan ini yang saya berharap ikut menjadi pesan dari natal pada tahun ini,” tambahnya

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, Ph.D saat memberi sambutan dalam Perayaan Natal bersama Pemprov – Masyarakat Kristen dan Katholik DKI Jakarta 2017 di Hall B Jakarta Internasional Expo Kemayoran.

    Menyinggung soal tema Natal, “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu” dan sub tema, “Bekerja sama mewujudkan Jakarta yang damai, maju, bahagia dan sejahtera bagi masyarakatnya”, Anies bicara soal pentingnya ketenangan hati atau kestabilan batin.

    “Berikutnya adalah pesan tentang ketenangan hati/kestabilan batin yang kalau kita lihat menjadi tema dari natal pada tahun ini kata kuncinya, adalah damai. Damai itu hadir dari hati yang tenang, hati yang stabil. Dan lagi-lagi jakarta adalah suatu tempat dimana hiruk pikuk kegiatan seringkali menjauhkan kita dari ketenangan. Ritme kota ini luar biasa tingginya. Keriuhan, kecepatan bergerak, berderetnya peluang, seringkali membuat kita jauh dari ketenangan. Itu sebabnya semoga didalam perayaan natal ini kita juga terpantik kembali untuk makin peka, makin bisa mengandalikan diri, makin mampu menyelaraskan pikiran dan emosi dan sekaligus memberikan nuansa kedamaian, perdamaian disekeliling kita,” tegas Anies.

    Ditambahkannya, bahwa ketenangan hati tidak saja bicara soal ketiadaan emosi atau ketiadaan rasa bahagia, tapi lebih dari itu adalah kemampuan seseorang mengendalikan diri, apapun tantangan serta masalah yang ada.

    “Ketenangan hati bukanlah soal ketiadaan emosi, bukanlah soal ketiadaan rasa bahagia, namun ini lebih dari pada kemampuan bagaimana mengendalikan respon diri, apapun tantangan, apapun masalah yang ada disekitar kita. Kami percaya dengan peringatan natal bersama ini ada begitu banyak tali silaturahmi yang tereratkan kembali, dan juga ada begitu banyak semangat kerja yang muncul lebih kuat lagi, dan ijinkan kami menyampaikan pesan kedamaian, pesan ketenangan, pesan kesederhanaan, pesan yang kita bawa dalam perjalanan di tahun 2018 ini,” pungkas pria kelahiran KuninganJawa Barat7 Mei 1969 ini.

    Suasana Penyalaan Lilin Natal

    Ada hal menarik yang terungkap dalam perayaan Natal bersama Pemprov – Masyarakat Kristen, Katholik dan Orthodox 2017. Perayaan Natal bersama yang didukung 7 aras gereja ini, ternyata adalah kali pertama dalam sejarah Pemprov DKI Jakarta. Dan hal ini diungkapkan oleh Anies sebelum mengakhiri sambutannya.

    “Semoga perayaan natal ini menjadi momen yang berkesan bagi kita semua. Dan apapun yang pertama tentu tidak ada kedua kalinya. Pertama hanya ada satu kali, yang berikutnya bukan lagi yang pertama! Kita bagian dari sejarah jakarta. Kita bagian dari sejarah kerukunan di kota ini,” ungkap Anies penuh syukur.

    Pada bagian akhir sambutannya, Anies memberi apresiasi atas hasil kerja panitia dan semua yang telah bekerja mensukseskan perayaan Natal Pemprov DKI 2017 yang dilayani oleh Ketua Umum PGPI, Pdt. Dr. Jacob nahuway, MA.

    “Terakhir saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah menjadi komponen penting dalam penyiapan dan penyelenggaraan jam ini. Tadi saya sebutkan satu persatu, tujuh aras gereja, keuskupan Jakarta yang juga sudah terlibat. Kami percaya ini adalah bagian dari awalan kerja besar yang masih menanti kita semua di 2018 dan diwaktu-waktu yang akan datang,” jelas Anies penuh rasa terima kasih.

    Membaca Pantun menjadi peristiwa menarik dari rentetan sambutan Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta masa bakti 2017-2022 malam itu.

    “Isinkan saya mengakhiri, semula saya tidak berencana membaca pantun, tetapi bapak ketua panitia memberikan provokasi baca pantun. Boleh saya baca pantun sebagai penutup? Beli bantal di pasar cikini, bayarnya lima dapatnya delapan, semoga semangat natal di tahun ini, terjaga selama setahun kedepan,” ujar Anies disambut tepuk tangan semua yang hadir.

    Sementara itu pada bagian akhir acara, Anies Baswedan didampingi Wagub Sandiaga Salahudin Uno dan Ketua Panitia, Bapak Gamal Sinurat, memberikan cinderamata khusus dari Pemprov DKI untuk pengkhotbah Natal, Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MA., dan perwakilan 7 aras gereja.

  • Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si : Penguatan Institusi Pendidikan dan SDM jadi Prioritas Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI

    Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si : Penguatan Institusi Pendidikan dan SDM jadi Prioritas Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Membangun lembaga pendidikan yang akuntabel, berkualitas, baik dalam pengelolaan sumber daya, dan mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lain, menjadi prioritas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia mulai tahun 2018.

    Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si saat menandatangani MOU antara Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI dengan DPP Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia

    Hal ini disampaikan Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si., disela-sela penandatanganan MOU, Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI dengan DPP Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Id) di ruang kerjanya, Lantai 10 Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, Jalan M. H. Thamrin Nomor 6, Jakarta, Selasa (2/01/2018).

    “Dari kesemuanya, dalam rangka implementasi program besar dari Dirjen Bimas Kristen yang bertujuan untuk edukasi masyarakat Kristen di Indonesia, Dirjen Bimas Kristen pada tahun 2018 ini tetap terkonsentrasi pada bidang pendidikan. Mulai tahun ini kita sudah harus melihat prioritas pendidikan sebagai bagian penting,” begitu ungkap Rektor universitas Pattimura periode tahun 2012 – 2016.

    Lebih jauh Lelaki kelahiran Ambon ini mengungkapkan bahwa, dalam pimpinannya, Ditjen Bimas Kristen akan melakukan penguatan institusi pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Penguatan kapasitas institusi itu akan dibarengi dengan penguatan sumber daya manusianya, Baik guru maupun dosen. Sumber daya manusia dalam hal ini dosen, juga akan masuk sebagai skala prioritas.

    Bahkan menurut Prof. Pentury, dosen akan mendapat kesempatan untuk disekolahkan melalui program beasiswa. Selama ini Ditjen Bimas Kristen baru memberikan bantuan studi saja, yang sifatnya hanya bantuan tahunan saja. Sedangkan program beasiswa yang akan digulirkan ini adalah pembiayaan pendidikan dari mulai hingga selesai pendidikannya.

    “Program beasiswa tersebut bukan dirancang hanya untuk menjalankan pendidikan di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Dan untuk memulainya, dosen yang masuk dalam kategori prioritas untuk merasakan program beasiswa ini adalah dosen-dosen yang memiliki NIP Kementerian Agama RI. Namun demikian tidak menutup kemungkinan pada dosen-dosen lainnya. Pendidikan luar negeri yang akan disasar adalah pendidikan di Korea dan Eropa. Mungkin nggak banyak tahun ini! lima sampai sepuluh bisa kita sekolahkan, ‘kan lumayan,” ungkap Profesor yang berulang tahun setiap tanggal 17 Mei ini.

    “Dengan menyekolahkan sebanyak  lima sampai sepuluh orang pada tahun ini, maka pada tahun ke tiga atau ke-empat masyarakat Kristen di Indonesia akan memiliki sumber daya manusia yang mengalami peningkatan mutunya,” tegas Prof. Pentury.

  • Tingkatkan Sinergitas, Pewarna Indonesia Tandatangani MOU dengan Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI

    Tingkatkan Sinergitas, Pewarna Indonesia Tandatangani MOU dengan Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Id) dan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia menyepakati penguatan sinergi dalam mensosialisasikan visi besar dari Kementerian Agama terutama visi Dirjen Bimas Kristen.

    Saat Penandatanganan MOU Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI dan Ketum DPP Pewarna Indonesia

    Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Thomas Pentury M.Si dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia, Yusuf Mujiono S.Th. Seremonial MoU dilakukan di ruang kerja Dirjen Bimas Kristen, Lantai 10 Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, Jalan M. H. Thamrin Nomor 6, Jakarta, Selasa (2/01/2018).

    Bagi DPP Pewarna, penandatanganan tersebut merupakan anugerah yang Tuhan berikan dalam langkah organisasi di tahun 2018. Yusuf mengungkapkan syukurnya dan ucapan terima kasih atas momentum yang terjadi saat itu. Menurut Yusuf, Penandatanganan tersebut diharapkan memiliki dampak yang baik bagi harapan PEWARNA Indonesia yang memiliki keinginan kuat untuk merealisasikan sinergitas dengan berbagai lembaga-lembaga keumatan kristen di Indonesia pada tahun 2018 ini. Oleh sebab itu, masih menurut Yusuf, respon yang diberikan pihak Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI sangat membantu percepatan membangun dan membentuk jalinan dengan banyak pihak.

    Sementara itu diungkapkan Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si., bahwa MoU ini adalah upaya Kemenag khususnya Dirjen Bimas Kristen untuk mensosialisasikan visi besar dari Kementerian terutama visi Dirjen Bimas Kristen.

    “Ada berbagai keterbatasan dalam tugas membina masyarakat Kristen di Indonesia, terutama mensosialisasikan visi besar dari Kementerian, dan juga terutama visi Dirjen Bimas Kristen. Dan program-program kerjanya,” ungkap Prof. Pentury.

    “Dan untuk yang satu ini menurutnya, bila melakukan kerja sama dengan pihak pers sangat baik. Itulah sebabnya, inisiatif bersama dalam penandatanganan kesepahaman untuk membina masyarakat Kristen di Indonesia menjadi bagian penting, dan dari seluruh program yang akan saya kerjakan sebagai Dirjen Bimas Kristen,” tambah Prof. Pentury memaparkan.

    “Maka harapan dari sinergi ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kristen di Indonesia. Artinya, bukan sekedar kepentingan teman-teman di PEWARNA, tapi juga kepentingan kita semua.” lanjutnya menekankan.

    Selain itu dari penandatanganan kesepahaman ini, pihak Ditjen pun berharap bisa mendapatkan feed back dari masyarakat, terhadap segala kegiatan kerja yang dilakukan oleh pihak Ditjen Bimas Kristen. Pihaknya, masih kata Dirjen, melakukan penandatanganan tersebut bersama PEWARNA Indonesia, lantaran PEWARNA Indonesia sebagai organisasi yang terdiri dari profesi kewartawanan yang memberi perhatian bagi masyarakat Kristen di Indonesia.

    Kesepakatan yang dilakukan antara Bimas Kristen Kemenag RI dengan PEWARNA Indonesia adalah kesepakatan berbagi informasi dan melakukan kegiatan pembinaan bersama, yang adalah program-program direktorat mau pun sub direktorat yang berada di dalam Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI.

    “Nanti kita yang memprogramkan di Kementerian Agama, Ditjen Bimas Kristen, dan Pelaksananya bisa saja bersama atau dilepas ke teman-teman PEWARNA,” Ungkap Prof Pentury..

    Dari kesemuanya dalam rangka implementasi program besar dari Dirjen Bimas Kristen yang bertujuan untuk edukasi masyarakat Kristen di Indonesia. Dirjen Bimas Kristen pada tahun 2018 ini tetap terkonsentrasi pada bidang pendidikan.

    “Mulai tahun ini kita sudah harus melihat prioritas pendidikan sebagai bagian penting,” begitu ungkap Rektor universitas Pattimura periode tahun 2012 – 2016.

    Lebih jauh Lelaki kelahiran Ambon ini mengungkapkan bahwa, dalam pimpinannya, Ditjen Bimas Kristen akan melakukan penguatan institusi pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Penguatan kapasitas institusi itu akan dibarengi dengan penguatan sumber daya manusianya, Baik guru mau pun dosen. Sumber daya manusia dalam hal ini dosen, juga akan masuk sebagai skala prioritas. Dosen akan mendapat kesempatan untuk disekolahkan melalui program beasiswa. Selama ini Ditjen Bimas Kristen baru memberikan bantuan studi saja, yang sifatnya hanya bantuan tahunan saja. Sedangkan program beasiswa yang akan digulirkan ini adalah pembiayaan pendidikan dari mulai hingga selesai pendidikannya.

    “Program beasiswa tersebut bukan dirancang hanya untuk menjalankan pendidikan di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Dan untuk memulainya, dosen yang masuk dalam kategori prioritas untuk merasakan program beasiswa ini adalah dosen-dosen yang memiliki NIP Kementerian Agama RI. Namun demikian tidak menutup kemungkinan pada dosen-dosen lainnya. Pendidikan luar negeri yang akan disasar adalah pendidikan di Korea dan Eropa. Mungkin nggak banyak tahun ini! lima sampai sepuluh bisa kita sekolahkan, ‘kan lumayan,” ungkap Profesor yang berulang tahun setiap tanggal 17 Mei ini.

    “Dengan menyekolahkan sebanyak  lima sampai sepuluh orang pada tahun ini, maka pada tahun ke tiga atau ke-empat masyarakat Kristen di Indonesia akan memiliki sumber daya manusia yang mengalami peningkatan mutunya,” tegas Prof. Pentury.

  • Presiden Jokowi: Jangan Pernah Lelah Bekerja

    Presiden Jokowi: Jangan Pernah Lelah Bekerja

    KOTA PONTIANAK, WARTANASRANI.COM – Dalam Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh umat Kristiani di Indonesia agar jangan pernah lelah bekerja.

    Presiden Joko Widodo bersama Menteri ESDM Ignasius Jonan yang juga Ketua Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017 dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

    “Jangan pernah lelah bekerja di ladangnya Tuhan. Jangan pernah lelah bekerja di ladang pengabdian kita masing-masing, apapun profesinya, apapun pekerjaannya, apapun status yang kita miliki, baik sebagai pedagang, supir, petani, buruh, PNS, TNI, POLRI. Jangan pernah lelah bekerja untuk kemajuan dan kejayaan bangsa dan negara,” kata Presiden ketika memberi sambutan pada Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017 di Rumah Radakng, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Kamis 28 Desember 2017.

    Lebih lanjut Presiden mengatakan bahwa Tuhan sudah memberi anugerah kepada kita untuk hidup di tanah air kita tercinta, Indonesia yang kekayaan alamnya begitu berlimpah dan memberi kita kecukupan.

    “Tapi Tuhan tentu tidak ingin kita jadi berdiam diri. Kita harus terus berusaha, bekerja keras dan berdoa untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju bangsa pemenang. Untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang menghadirkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya,” ujar Kepala Negara.

    Dalam kesempatan itu, Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo menjelaskan bahwa saat ini kita sedang mengarungi perjalanan menuju negara maju dengan membangun di seluruh pelosok tanah air Indonesia membangun dari desa dari pulau-pulau terdepan, membangun kawasan perbatasan sebagai beranda-beranda terdepan Republik.

    “Kita sedang berlayar menuju negara maju dengan membangun manusia Indonesia. Sekali lagi, membangun manusia Indonesia. Manusia Indonesia yang unggul, manusia Indonesia yang tangguh, manusia Indonesia yang bermartabat,” tuturnya.

    Perjalanan menuju kemajuan bangsa ini membutuhkan peran semua elemen bangsa  termasuk umat Kristiani untuk menjadi manusia-manusia terbaik dalam bidangnya masing-masing.

    “Untuk menjadi pribadi yang optimis, yang tangguh, yang selalu hidup dengan kasih di hati yang selalu membantu sesama manusia, yang selalu mau bergotong royong,” ucapnya.

    Tampak hadir pada perayaan Natal bersama ini antara lain, Wakil Presiden keenam Try Sutrisno, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri ESDM Ignasius Jonan yang juga Ketua Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian serta Gubernur Kalimantan Barat Cornelis.