Author: admin

  • Presiden Minta FKUB Turut Tanamkan Nilai Kebangsaan Pada Umat

    Presiden Minta FKUB Turut Tanamkan Nilai Kebangsaan Pada Umat

     

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasinya kepada para tokoh agama yang telah membantu pemerintah memelihara persatuan antarumat beragama di Tanah Air.

    Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Negara saat bersilaturahmi dengan peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) pada Selasa, 28 November 2017, di Istana Negara Jakarta.

    “Saya ingin berterima kasih kepada para tokoh agama, FKUB, yang turut merawat persaudaraan dan sering memfasilitasi dialog antarumat beragama,” ujar Presiden.

    Meski demikian, Presiden menyatakan masih banyak tugas dan tanggung jawab para tokoh agama untuk memelihara perdamaian di Indonesia. Salah satunya dengan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan rasa cinta Tanah Air agar tidak terjadi konflik di masyarakat.

    “Ini tugas FKUB yang riil dan konkret untuk mengingatkan semuanya kepada rakyat agar jangan main-main dengan hal yang sudah final dengan kebangsaan kita,” ungkapnya.

    Apalagi menjelang tahun politik 2018 mendatang, di mana masyarakat memiliki perbedaan pendapat, pilihan, dan pandangan politik yang berpotensi menimbulkan kegaduhan dan konflik di masyarakat.

    Oleh karena itu, Presiden mengajak para tokoh agama yang tergabung dalam FKUB untuk bersama-sama dengan pemerintah menjaga kerukunan, persaudaraan, dan persatuan bangsa Indonesia.

    “Ingatkan umat yang namanya Pilkada hanya sebatas pilihan politik. Di situ perbedaan pendapat pasti ada. Demokrasi memang begitu namanya. Ingatkan setelah memilih ya rukun kembali,” ucap Presiden.

    Presiden Jelaskan Peran RI di Krisis Kemanusiaan Rakhine State Kepada FKUB

    Di awal sambutannya, Presiden menyampaikan kekaguman sejumlah Kepala Negara terhadap kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama yang ada di Indonesia.

    Mulai dari Raja Arab Saudi Raja Salman, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, hingga Perdana Menteri Denmark Lars Løkke Rasmussen yang siang ini (28/7) baru saja mengunjungi Indonesia.

    “Tadi dengan Perdana Menteri Denmark beliau sampaikan kekaguman moderasi di Indonesia. Mereka kagum, kita yang dikagumi tidak tahu,” ujar Presiden.

    Presiden juga menyampaikan peran Indonesia dalam membantu menyelesaikan krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar. Sikap Indonesia yang netral membuat kedua negara baik Myanmar maupun Bangladesh menerima bantuan yang diberikan.

    “Kita sudah banyak masuk ke sana banyak yang tidak tahu. Bertemu militer di Myanmar, bertemu Perdana Menteri Bangladesh karena Indonesia dianggap netral dan tidak punya kepentingan,” ucap Presiden.

    Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

  • Ketum MP GPdI Pdt. Dr. Johnny W. Weol : Jurnalis GPdI kerja Profesional, dihargai Profesional

    Ketum MP GPdI Pdt. Dr. Johnny W. Weol : Jurnalis GPdI kerja Profesional, dihargai Profesional

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Gedung Centra Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sunter Jakarta, menjadi tempat digelarnya Rapat Kerja Nasional Komisi Pusat Pelayanan Jurnalistik Pantekosta (PELJUP) GPdI, selasa (28/11/2017). Rakernas ini dalam rangka mengevaluasi realisasi program tahun 2017 dan pemantapan rencana aktualisasi program tahun 2018.

    Foto bersama MANJUR dan KETUM MP GPdI dalam Rakernas PELJUP GPdI

    Acara ini dihadiri dan dibuka oleh Ketua Umum Majelis Pusat (Ketum MP) GPdI Pdt. Dr. Johnny W. Weol, M.Div., MM., M.Th. dan dipimpin oleh Ketua Badan Media Cetak dan Elektronik (BMCE) yang menaungi PELJUP GPdI, Pdt. Hengky Tohea, M.Th.

    Dalam sambutan dan pengarahannya, Ketum MP GPdI Pdt. Johnny W. Weol mengharapkan kerja profesional dari PELJUP sebagai pengejawantahan dari maksud mulia dibentuknya PELJUP.

    “Selama 96 tahun GPdI, baru periode ini dibentuk PELJUP untuk merangkul dan mewadahi serta memberi penghargaan atas kinerja para ‘kuli tinta’nya warga GPdI di 33 provinsi Indonesia dan 5 negara luar negeri. Selama ini para jurnalis pantekosta terabaikan bahkan di ambil oleh gereja-gereja lain, ini akan membahayakan eksistensi GPdI di masa depan”, ungkap pemilik ide brilian untuk mewadahi para jurnalis pantekosta.

    Lebih lanjut, Dewan Pembina Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) ini, berharap PELJUP dapat menjadi wadah terobosan dan sarana sosialisasi doktrin GPdI melalui produk jurnalistik yaitu ‘Tabloid Pantekosta’ dan siaran TV serta menjalin kerjasama yang baik dengan lembaga jurnalis tingkat nasional seperti PWI dan PEWARNA.

    Mengevaluasi terbitan perdana Tabloid Pantekosta (TP), diungkapan bahwa pengalaman terbitan pertama menjadi titik tumpuan yang berarti untuk terbitan selanjutnya, sehingga TP akan semakin Informatif, Komunikatif dan Edukatif.

    “Oleh sebab itu kerja profesional sudah merupakan suatu keharusan dengan mengutamakan kualitas berita, konten dan layout yang menarik”, tegas Sekretaris Jenderal Persekutuan Kristen Indonesia sedunia (World Indonesian Christian Fellowship).

    Pdt. Andreas Marhain Sumarmo, MA, M.Si., dilantik oleh Ketum MP GPdI sebagai Sekretaris KP PELJUP GPdI

    Dalam kesempatan ini, dilaksanakan reposisi Pengurus PELJUP untuk mengisi Sekretaris KP PELJUP yang ditinggalkan oleh jurnalis muda berbakat Pdt. Steven Ohy (alm). Tugas ini di serahkan kepada Pdt. Andreas Marhain Sumarmo, MA, M.Si., dan dilantik oleh Ketum MP GPdI.

    Gayung bersambut dengan sambutan dan arahan Ketum GPdI, Ketua MP Bidang IV yang membawahi antara lain BMCE dan PELJUP, Pdt. Dr. Robert Y. Longkutoy, M.Th., menitip pesan melalui ketua BMCE kepada PELJUP untuk kiranya kerja dengan Profesional, Beretika dan menyajikan Berita Berimbang.

    Menurutnya, dalam masyarakat modern, media massa mempunyai peran yang signifikan sebagai bagian dari kehidupan  manusia sehari-hari.

    “Hampir pada setiap aspek kegiatan manusia, baik yang dilakukan secara pribadi maupun bersama-sama. Pers melalui karya-karya jurnalistik yang disajikannya mempunyai fungsi dan peranan yang besar dalam menciptakan suatu sikap pembaharuan dalam perilaku dan tatanan sosial serta sikap budaya masyarakat, khususnya dalam memperbaharui pola pikir (mind set)”, ungkap Ketua STT Hasta Marturia.

    Mari menginspirasi kepada Yesus yang memiliki sebuah pola pewartaan yang sangat sederhana tetapi mampu menggugah para pendengarNya. Ia berjalan dari satu tempat ke tempat lain, bercerita dan bernubuat. Yesus tidak berbicara dari tempat yang jauh dari pendengarNya, Ia hadir dan berbicara secara personal, demikian dukungan Gembala GPdI Parakletos Tateli Minahasa untuk kehadiran Tabloid Pantekosta sebagai produk jurnalis KP PELJUP yang diharapkan segera memasyarakat.

    Suasana Rakernas PELJUP GPdI

    Selanjutnya rapat dipimpin oleh Ketua BMCE Pdt. Hengky Tohea, M.Th., yang melandasi dengan ayat Alkitab Filipi 2 : 1-11.

    Harus diakui bahwa salah satu pelayanan yang efektif di akhir zaman ini, yaitu perihal penerbitan media cetak dan kegiatan injili melalui media elektronik. Produksi literetur dan produksi elektronik yang berupa kotbah, lagu rohani, siaran rohani harus ditingkatkan kualitasnya. Dari dua pencapaian tersebut maka asaz efektif dan kulitas menjadi patokan utama yang harus tertuang dalam garis besar program kerja BMCE yang akan dilaksanakan dengan skala prioritas baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

    Jurnalistik menjadi salah satu  tugas pokok Gereja yang terus digalakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan umat akan informas. Menghadapi itu semua signifikasi pengembangan kemampuan komunikasi intrapersonal, menjadi bagian tak terpisahkan dari hakekat diri manusia sebagai mahluk sosial.

    Rapat ini berlangsung dengan alot tatkala membahas Tabloid Pantekosta namun penuh kekeluargaan sehingga suasana sangat cair tercipta di antara MANJUR (teman jurnalistik), begitu panggilan akrab para anggota KP PELJUP. (SHS)

  • Wisuda STT Makedonia dan Pemberian Gelar Kehormatan Doctor of Honorius Causa

    Wisuda STT Makedonia dan Pemberian Gelar Kehormatan Doctor of Honorius Causa

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Bertempat di Gedung Gereja Anugerah Bethesda Kelapa Gading Jakarta Utara, Sekolah Tinggi Teologi Makedonia Jakarta menggelar Acara Wisuda Program Studi Sarjana Teologi, dan Pemberian Gelar Kehormatan Doctor of Honorius Causa untuk para Wisudawan yang telah menyelesaikan studinya dan telah memenuhi standar administrasi. Acara wisuda kali ini mengangkat tema “Ut Credo Intelligam” yang artinya “Aku Percaya Karena Itu Aku Mengerti”.

    Ucapan selamat datang disampaikan oleh Bapak Henrico Koraah, S.Pd.K., M.Th. Doa Pembukaan oleh Pdt. Tommy Lantang, M.Th., M.Pd.K. Ibadah berlangsung secara khidmat sehingga seluruh wisudawan serta para hadirin yang hadir begitu antusias memuji dan memuliakan Tuhan.

    Firman Tuhan dilayani oleh Pdt. Dr. Henoch F. Saerang, M.Th., R.E.D., Ph.D dengan nats pembacaaan firman Tuhan dalam kitab Filipi 2:5 “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama,  menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus”.

    Tema firman Tuhan yang diangkat adalah mengenai bagaimana mengemas cara berpikir yang mungkin didasarkan pada lingkungan, kebiasaan, adat istiadat atau terutama dalam pendidikan, baik pendidikan sekuler dan pendidikan rohani. Mengenai hal tersebut, dia menjelaskan bahwa Paradigma itu ditentukan oleh keputusan kita, bagaimana kita mencoba meletakkan dasar
    cara berpikir dan cara bersikap secara benar.

    “Berbicara mengenai Paradigma ada beberapa pakar yang mencoba membagi dalam tiga bagian yaitu, Paradigma Kaku, Flexibel dan Pioneer. Pada kesempatan ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus, seharusnya kita memiliki paradigma pioneer, jelasnya.

    “Saya membaca dalam sebuah artikel, seorang Profesor di bidang Filosofi Harvard University Prof Thomas, ia berkata “Orang yang sedang menjalani paradigma yang baru, pada langkah awal harus selalu menantang bukti-bukti yang memberatkan hasil dari penyelesaian masalah. Mereka harus memiliki iman bahwa, paradigma yang baru akan menjadi sukses saat masalah-masalah besar datang, dan mengetahui bahwa paradigma yang lama telah gagal mengatasi masalah ini.” Tentu ini merupakan sebuah keputusan yang hanya bisa diambil bila kita memiliki iman”, tambahnya.

    Kemudian acara dilanjutkan dengan pembukaan Sidang Senat Terbuka STT Makedonia oleh Ketua, dilanjutkan dengan laporan akademik oleh
    pembantu ketua satu bidang Akademik Dr. Fernando S. Saerang, S.Pd.K.,MA.,M.Th.

     

    Baca Juga :

    1. Presiden Ingatkan Pentingnya Jaga Keberagaman dalam Bingkai Persatuan

    2. Presiden Tegaskan Perpres Penguatan Karakter untuk Hindari Tergerusnya Nilai Agama dan Budaya Bangsa

    3. Murfati Lidianto Lie, SE: Demi Keutuhan NKRI, Pancasila Harus Dihayati dan Diamalkan

    Orasi Ilmiah sebagai kontribusi pemikiran teologis lembaga STT Makedonia oleh Prof.Dr.Paul D.E Saerang,M.Com.,Ph.D dengan tema Peran Sistem Keyakinan (Belief Systems) Dalam Praktik Berorganisasi Pada Institusi Keagamaan, dengan beberapa kesimpulan menarik yaitu
    Pertama, belief system atau sistem kepercayaan merupakan subtansi yang menjadi landasan berpikir dan bertindak bagi setiap pribadi yang menjadi anggota dari setiap institusi keagamaan.

    Kedua, belief system atau sistem kepercayaan mengatur semua norma dan prosedur dalam governance dari institusi-institusi keagamaan.

    Ketiga, dalam konteks pemisahan antara sakral dan sekuler, berhubung aspek-aspek sakral sangat dominan dalam pengelolaan aktivitas gerejawi, maka aspek-aspek sekuler hanya akan berperan apabila ada keyakinan bahwa hal itu tidak akan mengganggu atau merusak nilai-nilai dari elemen-elemen sakral, lanjutnya.

    Keempat, hasil-hasil penelitian ilmiah berhasil membuktikan bahwa belief system ternyata berhasil merubah dan membentuk cara pandang manusia sehingga mau berpikir, bertindak, dan berkomitmen untuk melakukan sesuatu demi nilai-nilai dan keyakinannya, meskipun hal itu kelihatan tidak logis dan bertentangan dengan akal sehat dan kelaziman.

    Kelima, semua uraian diatas mengkonfirmasi tema acara wisuda ini bahwa Aku Percaya karena itu aku mengerti, tegasnya yang juga bekerja di International Asesor at ABEST21.

    Sebelum prosesi pelantikan wisudawan, acara dilanjutkan dengan pemberian gelar kehormatan Doctor Of Honorius Causa dimana para kandidat telah memenuhi syarat untuk diberikannya gelar kehormatan tersebut, yaitu Pdt. DR (HC) Benny Tatimu, M.Min dan Pdt. DR (HC) Ideng R. Nyaring. Dilanjutkan prosesi pelantikan wisudawan yang ditandai dengan pemindahan tali kucir, penyerahan ijazah, pemasangan stola, dan penyerahan patung. Ditahun Dies Natalis V, STT Makedonia Jakarta melaksanakan Wisuda Sarjana Teologi sejumlah 47 wisudawan yang terdiri dari dua penyelenggaraan; pertama di bulan September 2017 dengan jumlah 22 wisudawan, dan untuk saat ini yang diwisuda berjumlah 25 wisudawan.

    “Pada kesempatan yang istimewa ini, sebagai pimpinan saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika yang telah bekerja keras sepanjang tahun sehingga kita dapat menghasilkan kembali lulusan pada tahun anugerah Tuhan ini. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada pihak yayasan yang terus mensupport kita bagi pengembangan kampus STT Makedonia, pungkas Ketua STT Makedonia Pdt. Dr. Henoch F. Saerang, M.Th., R.E.D., Ph.D.

    “Tak lupa kami berterima kasih kepada orang tua dan wali yang memercayakan pendidikan anaknya kepada institusi kami. Doa kami, semua alumni dapat dipakai Tuhan dengan luar biasa di medan pelayanan yang sudah menanti”,  tambahnya.

    Sukacita penuh pengharapan juga terlihat di wajah para wisudawan yang telah menyelesaikan studinya.

    “Harapannya untuk seluruh lulusan makedonia, setelah dari tempat ini bisa maksimal bekerja diladang Tuhan, ilmu-ilmu yang didapat bisa disalurkan
    dan lewat anak-anak didik dari STT Makedonia banyak jiwa-jiwa dimenangkan”, kata Grace Glory Muntu, S.Th sebagai seorang wisudawan.

    “Saya berharap dengan diwisudanya ini maka para wisudawan semakin kuat didalam menimba ilmu akan terlebih kepada kebenaran firman Tuhan, karena
    kebutuhan hari-hari ini adalah kebenaran firman Tuhan, ujar Elisa Daniel Poluakan, S.Th

    “Biarlah kebenaran firman Tuhan semakin dibukakan rahasianya dan banyak orang mendengar berita tentang kebenaran itu sendiri,
    sehingga STT Makedonia makin jaya, menjadi berkat dan nama Tuhan dipermuliakan”, tambahnya yang juga seorang Gembala Sidang GPdI. (AW)

  • Presiden Ingatkan Pentingnya Jaga Keberagaman dalam Bingkai Persatuan

    Presiden Ingatkan Pentingnya Jaga Keberagaman dalam Bingkai Persatuan

    BOGOR, WARTANASRANI.COM – Saat menerima Pengurus Pusat dan Daerah Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pagi ini, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa kerukunan di tengah keberagaman suku bangsa di Indonesia menjadi perhatian negara-negara lain.

    Presiden Joko Widodo saat menerima Pengurus Pusat dan Daerah Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

    Indonesia dengan belasan ribu pulau dan ratusan sukunya berulang kali diberitahukan Presiden kepada pemimpin-pemimpin negara yang datang ke Indonesia. Salah satunya ialah kepada Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani.

    “Jumlah suku yang 714 itu bukan jumlah yang sedikit. Beliau (Ashraf Ghani) berpesan, hati-hati mengelola keberagaman agama, suku, serta keberagaman adat dan budaya di negaramu. Itu tidak mudah,” ujar Kepala Negara menceritakan.

    Di Afghanistan terjadi pertikaian yang disebabkan oleh perpecahan antarsuku dan hingga kini belum selesai.

    “Saat itu saya memberanikan diri untuk mengundang kelompok-kelompok di Afghanistan untuk datang ke Indonesia agar melihat ukhuwah islamiyah dan wathoniyah di Indonesia. Insya Allah pada tanggal 20 akhir bulan ini akan datang ke Indonesia,” ucapnya.

    Kepala Negara menuturkan, banyak negara yang mencoba mencari tahu bagaimana negara kita mampu menjaga keberagaman yang ada itu menjadi satu dalam bingkai persatuan.

    Maka itu, Presiden yang dalam pertemuan itu didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, berpesan agar seluruh pihak untuk dapat menjaga kerukunan di tengah-tengah masyarakat.

    “Jangan sampai kita dilihat dan dicontoh (negara lain), tapi di dalam negeri masih gaduh,” lanjutnya.

    Salah satunya ialah soal peraturan pemerintah mengenai organisasi masyarakat yang sempat diributkan. Bagi Presiden, sudah menjadi tugasnya untuk tetap menjaga Pancasila sebagai ideologi bagi bangsa dan negara Indonesia.

    Para pendiri bangsa ini juga sudah sepakat untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi bangsa.

    “Kesepakatan itu sudah final. Kalau masih ada yang anti-Pancasila, masih tidak setuju dengan NKRI, ya maaf. Undang-undang kita jelas sekali menyebutkan itu,” tegas Presiden.

  • Presiden Tegaskan Perpres Penguatan Karakter untuk Hindari Tergerusnya Nilai Agama dan Budaya Bangsa

    Presiden Tegaskan Perpres Penguatan Karakter untuk Hindari Tergerusnya Nilai Agama dan Budaya Bangsa

    BOGOR, WARTANASRANI.COM – Presiden  Joko Widodo pada Kamis pagi, 16 November 2017, menerima Pengurus Pusat dan Daerah Al-Irsyad Al-Islamiyyah. Ratusan anggota organisasi kemasyarakatan Islam yang telah berdiri sejak tahun 1914 tersebut diterima di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

     

    Presiden Joko Widodo saat menerima Pengurus Pusat dan Daerah Al-Irsyad Al-Islamiyyah

    Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Kepala Negara menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan yang telah diberikan ormas-ormas Islam atas dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) mengenai penguatan karakter.

    Presiden menyebut bahwa Perpres itu dikeluarkan karena lanskap interaksi sosial antarindividu dan masyarakat sudah sangat terbuka sekali.

    “Kenapa pendidikan karakter kita nomor satukan? Kita takut nilai-nilai agama dan budaya yang ada di negara kita ini menjadi tergerus,” ucapnya.

    Ia melanjutkan, melihat fenomena yang ada, anak-anak kini tak lagi belajar dari para orang tua dan guru semata. Tanpa disadari, mereka juga bisa mencontoh dari apa yang ada di media sosial.

    “Berbahaya sekali kalau anak-anak tidak kita berikan pendidikan karakter. Jangan hanya pandai masalah fisika dan biologi saja, mereka juga harus memiliki karakter dan nilai agama serta budaya yang baik,” tukasnya.

    Maka itu, ia bersyukur bahwa ormas-ormas Islam yang diundang untuk berdialog seputar penguatan karakter dan pendidikan anak mendukung penuh pemberlakuan Perpres ini.

    “Ini patut kita syukuri bahwa semuanya memiliki kesadaran yang sama betapa pentingnya penguatan karakter bagi anak-anak kita,” ucap Presiden yang dalam pertemuan itu didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

    Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo pada 6 September 2017 lalu menandatangani Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

    Penguatan Pendidikan Karakter dalam Perpres itu di antaranya bertujuan untuk membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas Indonesia tahun 2045 dengan jiwa Pancasila untuk menghadapi dinamika perubahan di masa depan.

  • Ketum KKK Angelica Tengker ajak Generasi Millenials jadi agen perubahan positif demi keutuhan NKRI

    Ketum KKK Angelica Tengker ajak Generasi Millenials jadi agen perubahan positif demi keutuhan NKRI

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Jelaskan apa dan siapa Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) menjadi awal pemaparan Angelica Tengker, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua dalam acara Diskusi Kebangsaan yang diselenggarakan KKK Kota Bekasi bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna) Jawa Barat, di Aula STT Bethesda Bekasi, sabtu, (11/11/2017).

    Dengan gayanya yang khas penuh canda tawa, Angelica Tengker memaparkan tentang peran Tou Kawanua dalam kemerdekaan serta tantangan dan peran Generasi Millenials menjaga keutuhan NKRI

    “Kerukunan Keluarga Kawanua adalah suatu wadah atau suatu organisasi yang hadir untuk semua orang Kawanua bisa berkumpul, bisa berinteraksi dan bisa berkegiatan. Kawanua itu adalah sebutan bagi orang-orang keturunan Minahasa yang ada diperantauan,” ungkap Angelica.

    “Kawanua itu ngetopnya selalu dibilang orang Manado. Tapi sebenarnya Manado itu menunjuk pada kotanya. Sama seperti kalau di Sumatera Utara ada Kota Medan ada orang Batak, dan orang Batak selalu dibilang orang Medan, tapi maksudnya orang Batak. Jadi Kawanua itu adalah sukunya. Orang-orang Minahasa yang ada dirantau itulah yang disebut Kawanua,” ungkap Angelica lagi, mencairkan susasan Diskusi Kebangsaan yang mengambil tema, “Gelorakan Kembali Semangat Kepahlawanan 10 November demi Keutuhan NKRI”.

    Ketum KKK saat memperkenalkan apa dan siapa Kerukunan Keluarga Kawanua

    Setelah memperkenalkan tentang Kawanua, sebagai narasumber ketiga setelah Mochtar Muhamad  (Politisi) dan Murfati Lidianto Lie, SE (Anggota Dewan Kota Bekasi), Angelica dengan lugas mengupas peran tou (orang) Minahasa dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

    “Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya. Kalau kita bicara pahlawan sudah pasti berani dan rela berkorban. Dua kata kunci ini akan selalu hadir dalam pembahasan saya, yaitu: berani dan rela berkorban. Dan siang ini saya sedikit akan bicara soal bagaimana dari sisi seorang Kawanua (Masyarakat Minahasa) turut menjaga keutuhan NKRI,” terangnya.

    Baca Juga :

    1.  ANGELICA TENGKER HADIRI BAKTI SOSIAL NATAL KKK KOTA BEKASI

    2.  KKK KOTA HARAPAN INDAH BEKASI, GELAR NATAL BERSAMA 2016

    3.  Murfati Lidianto Lie, SE: Demi Keutuhan NKRI, Pancasila Harus Dihayati dan Diamalkan

    Menghabiskan waktu hampir 20 menit sesuai waktu yang diberikan Moderator Bung Hojot Marluga, Angelica dengan gayanya yang khas penuh canda tawa, mulai memperkenalkan tou (orang) Minahasa yang disebutnya sebagai pahlawan karena mereka memiliki keberanian dan rela berkorban dalam perjuangan.

    Mulai dari Pejuang perempuan, Ibu Walanda Maramis, yang berjuang untuk pendidikan anak-anak dengan mendirikan PIKAT (Percintaan Ibu Kepada Anaknya), juga berjuang untuk hak politik perempuan, sampai Dr. Sam Ratulangi sebagai salah satu tokoh yang masuk dalam panitia persiapan kemerdekaan Republik Indonesia, dipaparkan oleh Ketum KKK ini.

    Pada akhirnya, melihat dari keberanian dan pengorbanan para pahlawan yang berjuang dalam merebut kemerdekaan serta mempertahankannya, Angelica mengajak semua yang hadir sesuai dengan perannya untuk menjaga keutuhan NKRI.

    “Kita semua bertanggung jawab sesuai peran masing-masing untuk mempertahankan Keutuhan Negara Republik Indonesia,” pungkas Angelica singkat.

    Angelica Tengker (paling kanan) bersama Murfati Lidianto Lie, SE (Anggota Dewan kota bekasi/tengah) dan Moderator Hojot marluga (Ketua Pewarna jabar/paling kiri)

    Sementara itu pada bagian lain yang tak kalah pentingnya bahkan menjadi fokus pemaparan Angelica adalah soal tantangan generasi era digital. Dikatakannya, era digital membawa generasi muda lebih gemar ber-Medsos-ria dari pada melihat permasalahan bangsa, apalagi melihat semangat kepahlawanan dikaitkan dengan peristiwa sejarah 10 November 1945.

    “Baca sejarah untuk anak-anak yang sekarang sangat sedikit. Generasi muda sekarang lebih suka dengan apa yang terjadi sekarang, besok dan lusa. Kalau sejarah terlalu jauh pikirnya,” terang Angelica.

    Melihat perubahan budaya yang ada sekarang, Angelica pun tak segan menantang peserta dengan meluncurkan pertanyaan sekaligus kritik, bagaimana menggerakkan semangat kepahlawanan di Era Millenials sekarang ini.

    “Melihat perubahan budaya yang ada sekarang. Kita bicara bagaimana menggerakkan semangat kepahlawanan di era sekarang seperti ini, bagaimana caranya? Apa peran anda untuk bisa meneruskan perjuangan dengan memanfaatkan teknologi?,” tanya Angelica.

    Dikatakannya, sekalipun cara berpikir dan gaya hidup yang berubah dengan kemajuan teknologi, tapi jangan sampai rasa kepahlawanan, rasa perjuangan pun memudar. Banyak dan gencarnya kegiatan yang mengangkat rasa kesatuan dan persatuan dari anak-anak muda sampai perguruan tinggi untuk menangkal gerakan radikalisme, intoleransi dan terorisi demi tegaknya NKRI haruslah didukung khususnya para generasi millenials.

    “Apa peran generasi millienials? Anda bisa melakukan dengan hal-hal yang kurang lebih sama dengan kondisi yang ada sekarang. Tidak hanya untuk narsis self  sendiri tapi anda harus bisa created (menciptakan) sesuatu yang menggugah orang lain untuk kembali bangga dengan bangsa Indonesia terlepas dari apapun suku, etnis dan agamanya,” tegasnya.

    “Millenials inikan sangat conected, sangat terhubung sehingga apapun yang kita lakukan sangat besar dampaknya pada orang lain. Nah, melihat kondisi yang ada sekarang ini, kita bisa memanfaatkan sosial media sebagai agen perubahan yang positif. Manfaatkanlah media-media ini untuk kebaikan dan keutuhan NKRI,” tegasnya lagi.

    Menutup paparannya, Angelica mengaitkan hubungannya kepahlawanan dan Keutuhan NKRI dengan mengambil teks Alkitab, yang berkatian dengan isu pahlawan, “orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota” (Amsal 16:32).

    “Perjuangan kita saat ini adalah mempertahankan atau bahkan merajut kembali keutuhan NKRI yang terkoyak. Dan kita butuh ketahanan dalam hal ini. Ketahanan itu sesuai teks Alkitab adalah kesabaran dan mengendalikan diri. Inilah yang penting dalam bertoleransi,” pesan Angelica.

    Tak ketinggalan pesan dari Dr. Sam Ratulangi, “Si tou timou tu maou tou” kembali ditekankan Angelica, khususnya soal semangat kasih dan semangat heroik yang ada dalam filosofi Sam Ratulangi ini.

    “Mari kita tunjukkan semangat kepahlawanan dengan kasih, memberi diri dan berani berkorban, seperti apa yang juga ditunjukkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Semoga kita dapat menempatkan diri menjadi pahlawan bagi lingkungan kita, bagi keluarga kita, dalam turut menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia,” tutup Angelica.

    Foto Bersama Angelica Tengker dengan Panitia Pelaksana Pewarna Jabar, Ketua KKK Kota Bekasi, Ibu Murfati Lidianto (Anggota Dewan/Narsum), Ketua STT Bethesda Bekasi (Pdt. Dr. Orpa Luas, M.Th) dan Pengurus KKK yang hadir.

    Selain pemaparan oleh narasumber, tanya jawab mewarnai acara Diskusi Kebangsaan yang dihadiri oleh Mahasiswa-i STT Bethesda, Siswa kelas XII SMA Galatia kota Bekasi, dan undangan yang memenuhi ruangan Aula STT Bethesda Bekasi.

    Tampak hadir mendampingi Ketum KKK, Ibu Angelica Tengker, Bapak  Revly Mandagi, Bendahara Umum KKK dan Joutje Lampah, SE., Ketua Bidang Kebudayaan KKK.

    Sementara Ketum DPP Pewarna, Yusuf Mujiono, dalam sambutannya memberi apresiasi atas kerja Pewarna Jabar khususnya Panitia pelaksana (Ronald S. Onibala/Ketua, Audi Waworuntu/Sekretaris) yang sudah bekerja maksimal.

    Sambutan dan ucapan terima kasih dari Ketua KKK Kota Bekasi, Meidy F. Kaat.

    Pada bagian akhir diskusi, setelah uncapan terima kasih dari Ketua Panitia, ditutup dengan sambutan singkat dan doa oleh Ketua KKK Kota Bekasi, Meidy F. Kaat.

    Dalam sambutan singkatnya, Meidy mengungkapkan syukur dan berterima kasih kepada para narasumber yang sudah memberi pencerahan soal prinsip kebangsaan demi keutuhan NKRI serta ungkapan terima kasih secara khusus kepada Ketua Yayasan Bethesda Bekasi, Bpk. Cpt. Dr. Krets Mamondole, M.Mar., M.Th., yang sudah merelakan Aula STT Bethesda Bekasi sebagai tempat Diskusi Kebangsaan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ketua STT Bethesda Bekasi, Pdt. Dr. Orpa Luas, M.Th;, yang dengan sukacita melibatkan mahasiswa/i STT Bethesda demi suksesnya acara KKK Kota Bekasi dan Pewarna Jabar.

    “Terima kasih khususnya kepada ketua Yayasan dan piminan STT Bethesda Kota Bekasi yang telah merelakan tempat serta melibatkan mahasiswanya dalam acara ini. Doa kami Tuhan Yesus selalu memberkati STT Bethesda Bekasi untuk kemuliaan Tuhan,” ucap Meidy sebelum mengakhirinya dengan doa penutup. (RSO)

  • Murfati Lidianto Lie, SE: Demi Keutuhan NKRI, Pancasila Harus Dihayati dan Diamalkan

    Murfati Lidianto Lie, SE: Demi Keutuhan NKRI, Pancasila Harus Dihayati dan Diamalkan

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Tampil sebagai pembicara kedua, Anggota Dewan Kota Bekasi, Murfati Lidianto Lie, SE., dengan lugas memaparkan tentang pentingnya wawasan kebangsaan demi terjaganya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Murfati Lidianto Lie, SE (paling kanan) bersama Muchtar Muhamad (narsum pertama/tengah) dan Moderator, Hojot Marluga (Ketua Pewarna Jabar)

    “Sebagai bangsa yang plural yang memiliki keragaman dan kemajemukan suku, budaya dan agama merupakan salah satu alasan mengapa penguatan wawasan kebangsaan menjadi penting bagi Bangsa Indonesia demi keutuhan NKRI,” tegas Murfati  saat memulai pemaparannya dalam Diskusi Kebangsaan memperingati Hari Pahlawan 10 November, yang diselenggarakan Pewarna Jabar dengan Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Kota Bekasi, hari ini, sabtu (11/10/2017).

    Bertempat di Aula Sekolah Tinggi Teologi Bethesda Bekasi, Murfati lebih fokus mengungkapkan, pentingnya pondasi kebangsaan yang didasarkan atas kemajemukan yang dulu telah dibangun oleh para pendiri bangsa, khususnya nilai-nilai luhur Pancisila sebagai jati diri bangsa Indonesia yang cenderung bergerak  semakin menjauh, khususnya dikalangan anak muda.

    “Tanpa kita sadari, kehidupan generasi penerus bangsa, telah menafikan semangat kegotong-royongan sebagai jiwa dan karakter bangsa Indonesia sesungguhnya. Pancasila sebagai Ideologi dianggap biasa-biasa saja dan tidak memiliki pengaruhnya sama sekali, khususnya dikalangan generasi muda saman sekarang,” kata wanita kelahiran Belitung ini.

    “Sebagai salah satu pilar kebangsaan, saat ini nilai-nilai Pancasila semakin melemah, sehingga nilai-nilai dan jatidiri bangsa yang berujung pada pengingkaran terhadap komitmen para pendahulu bangsa untuk bersatu sebagai entitas bangsa yang merdeka dan berdaulat dengan berbagai perbedaan dan kemajemukannya mulai pudar,” tukas penerima penghargaan Sahabat Pewarna Kota Bekasi oleh Pewarna Pusat dalam Rakernas Pewarna 25 Agustus 2017 ini.

    Ditambahkan Murfati, salah satu persoalan yang perlu diwaspadai oleh generasi muda saat ini adalah gempuran Media Sosial yang tak dipungkiri menjadi salah satu penyebab semakin lunturnya nilai-nilai dasar Pancasila di masa kini.

    Baca Juga :

    1. Ketum KKK Angelica Tengker ajak Generasi Millenials jadi agen perubahan positif demi keutuhan NKRI

    2. Ketum GPdI Pdt. Johnny Weol: Melekat dan Taat Pada Tuhan Menjadi Kunci Keberhasilan

    3. Penguatan Karakter Jadi Focus Program Kerja KD Remaja GPdI Sulut

    “Medsos yang kebablasan menjadi persoalan yang perlu diwaspadai bersama. Medsos membawa generasi muda saat ini kehilangan jati diri karena lebih individualis dan merusak pola pikir generasi muda karena banyaknya tampilan yang merusak moralitas mereka,” ungkap wanita yang duduk di Komisi 3 tentang Perpajakan dan Ekonomi.

    Oleh karena itu, Murfati yang pernah duduk di Komisi 4 yang membidangi keagamaan, pendidikan dan kesehatan ini, mengajak generasi muda saat ini untuk mengembangkan prinsip kehati-hatian dalam ber-Medsos ria.

    “Hati-hati menggunakan medsos! Jangan share berita yang gak benar atau hoax. Prinsip kehati-hatian dan bijaksana dalam melihat kebenaran berita yang ada, khususnya berhubungan dengan pemerintah yang berisiko perlu ditingkatkan. Kalau ada berita yang menjatuhkan bangsa atau pemimpin kita, jangan disharekan kembali,” ungkap Murfati bersemangat.

    Murfati tak menampik jiwa nasionalisme bangsa Indonesia terus mengalami penurunan dengan semakin menguatnya tindakan anarkis dan sikap intoleran. Oleh karena itu dirinya berharap Pancasila dan UUD 1945 dikembalikan dan sebenar-benarnya dapat diamalkan.

    “Pancasila jangan hanya dihafal saja, tetapi harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tukas Murfati singkat.

    Peringati Hari Pahlawan, Pewarna Jabar dan KKK Kota Bekasi Gelar Diskusi Kebangsaan

    Sementara itu, Diskusi Kebangsaan yang merupakan kegiatan kolaborasi Pewarna Jabar dan KKK Kota Bekasi ini menghadirkan juga Politisi yang tak asing lagi di Kota Bekasi, Bapak Muchtar Mohamad yang mengupas soal Trisakti Bung Karno, serta Angelica Tengker, Ketua Umum Keluarga Kawanua (KKK) yang dengan apik menyampaikan peran orang-orang Minahasa dalam perjuangan demi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Tidak hanya sampai disitu, Ketum KKK ini juga menyampaikan soal permasalahan generasi muda saat ini yang disebutnya sebagai generasi millenials.

    Angelica Tengker (Ketum KKK) saat mengulas peran orang-orang Minahasa dalam perjuangan kemerdekaan dan permasalahan generasi millenial

    Selain Ketua KKK Kota Bekasi, Meidy F. Kaat sebagai penanggung jawab acara, tampak hadir mendampingi Ketum KKK, Ibu Angelica Tengker, Bapak  Revly Mandagi, Bendahara Umum KKK dan Joutje Lampah, SE., Ketua Bidang Kebudayaan KKK.

    Hadir juga dan memberikan suport dalam acara kolaborasi perdana Pewarna Jabar dan KKK Kota Bekasi ini, para pewarta Pewarna yang meliput, khususnya Ketum DPP Pewarna, Yusuf Mujiono, yang dalam sambutannya memberi apresiasi atas kerja Pewarna Jabar khususnya Panitia pelaksana (Ronald S. Onibala/Ketua, Audi Waworuntu/Sekretaris) yang sudah bekerja maksimal.

    Pada bagian akhir diskusi, setelah uncapan terima kasih dari Ketua Panitia, ditutup dengan sambutan singkat dan doa oleh Ketua KKK Kota Bekasi, Meidy F. Kaat.

    Tampak antusias mengikuti Diskusi Kebangsaan; (dari kiri ke kanan) Pdt. Dr. Orpa Luas, M.Th (Ketua STT Bethesda Bekasi), Revly Mandagi (Bendum KKK), Joutje Lampah (Ketua Bid. Kebudayaan KKK) dan Meidy F. Kaat (Ketua KKK Kota Bekasi)

    Dalam sambutan singkatnya, Meidy mengungkapkan rasa syukur dan berterima kasih kepada para narasumber yang sudah memberi pencerahan soal prinsip kebangsaan demi keutuhan NKRI serta ungkapan terima kasih secara khusus kepada Ketua Yayasan Bethesda Bekasi, Bpk. Cpt. Dr. Krets Mamondole, M.Mar., M.Th., yang sudah merelakan Aula STT Bethesda Bekasi sebagai tempat Diskusi Kebangsaan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ketua STT Bethesda Bekasi, Pdt. Dr. Orpa Luas, M.Th;, yang dengan sukacita melibatkan mahasiswa/i STT Bethesda demi suksesnya acara KKK Kota Bekasi dan Pewarna Jabar.

    Sambutan dan Ucapan Terima Kasih dari Ketua KKK Kota Bekasi, Meidy F. Kaat

    “Terima kasih khususnya kepada ketua Yayasan dan piminan STT Bethesda Kota Bekasi yang telah merelakan tempat serta melibatkan mahasiswanya dalam acara ini. Doa kami Tuhan Yesus selalu memberkati STT Bethesda Bekasi untuk kemuliaan Tuhan,” ucap Meidy sebelum mengakhirinya dengan doa penutup. (RSO)

  • Ketum GPdI Pdt. Johnny Weol: Melekat dan Taat Pada Tuhan Menjadi Kunci Keberhasilan

    Ketum GPdI Pdt. Johnny Weol: Melekat dan Taat Pada Tuhan Menjadi Kunci Keberhasilan

    KOLONGAN MINUT, WARTANASRANI.COM – Ketua Umum Majelis Pusat Gereja Pantekosta di Indonesia, Pdt. Dr. Johnny W. Weol, M.Div., MM., MTh., tampil menjadi Khadim dalam ibadah HUT ke 64 Pdt. Sandra Wurangian, S.Th yang dilaksanakan dalam bentuk Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di GPdI Hermon Asabri Kolongan Tatempangan, Wilayah Kalawat Minahasa Utara.

    Selebrasi Syukur HUT Pdt. Sandra Wurangian, S.Th bersama Keluarga

    Mendahului kotbahnya Pdt. Johnny Weol mengapresiasi yang berulang tahun sebagai ibu rohani (istri gembala) yang telah memberi hidup dalam pengabdian, tanpa gaji dan bergantung hidup dari ayapan Tuhan, dan ini di GPdI sudah tersistem.

    Sementara dalam kotbahnya yang mengambil Nats khotbah Yesaya 5:1-2, 7., Pdt. Johnny Weol menguraikan tentang kunci keberhasilan.

    “Kunci keberhasilan harus dekat dengan Tuhan, bahkan melekat adalah suatu keharusan supaya berbuah banyak, sebab di luar Tuhan kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Indikator utama intim dengan Tuhan adalah memperhatikan perintah-perintahNya,” jelasnya.

    Diulas oleh ayah dari Clarissa Cindy Elisabeth Weol, S.Kom., M.Ed., dan Shereen Kenny Gabrielle Weol, S.Sn., M.Des., bahwa konsekuensi pasti dari ketaatan adalah damai sejahtera yang tidak pernah kering. Dan yang dimaksud dengan damai sejahtera adalah keseimbangan berkat yang menyentuh paripurna aspek kehidupan manusia (Yesaya 48:16-19).

    Baca Juga :

    1.  Penguatan Karakter Jadi Focus Program Kerja KD Remaja GPdI Sulut

    2.  Dibanjiri Warga GPdI, Ibadah Agung HUT 64 PELPRIP GPdI SULUT Berlangsung Sukses dan Meriah

    3.  Meriah, Perayaan Sumpah Pemuda 2017 di Istana Kepresidenan Bogor

    Suami tercinta dari Pdt. Rina Weol, S.Th., MA., banyak memberi pencerahan kepada jemaat malam itu untuk mendukung pelayanan pengembalaan tanpa embel-embel lainnya.

    “Jemaat harus dukung Hamba Tuhan, supaya diberkati! Jangan rusakan pekerjaan Tuhan, sebab Hamba Tuhan hanya pelayan sedangkan pemiliknya adalah Tuhan sendiri. Perhatikan akibatnya, (jemaat) yang setia tidak akan gagal sebaliknya banyak yang gagal karena ketidaksetiaan,” tegas peraih penghargaan International Best Leadership Award 2010 dari International Human Resource Development Program, USA.

    Sambutan, Pdt. Dr. Robert Y. Longkutoy, MTh., Ketua Majelis Pusat GPdI yang mewakili unsur Majelis Pusat (MP)

    Dalam acara sambutan, Pdt. Dr. Robert Y. Longkutoy, MTh., Ketua Majelis Pusat GPdI yang mewakili unsur Majelis Pusat (MP), dengan cerdas melihat bahwa acara ini tidak hanya sekadar Ibadah Syukur yang lasim pada umumnya, tetapi juga mengandung edukasi yang kuat terhadap jemaat, yaitu memaknai bertambahnya usia sebagai suatu kesempatan melayani Tuhan.

    Melalui kesaksian apa yang telah diungkap oleh ibu gembala, besar harapan kiranya terjadi perubahan seperti tema, Moving Forward dan pasti akan berbuah berkat, seperti inti dari khotbah malam ini, demkian harapan dari Gembala GPdI Parakletos Tateli Minahasa.

    “Selamat HUT rekan sekerja dalam pelayanan…. Selamat memproklamirkan kasih KRISTUS YESUS yang tak berkesudahan. Lihatlah sekelilingmu, ladang sudah menguning, siap untuk dipanen. Selamat panjang umur, selamat sejahtera, sehat dan kuat untuk mengerjakan karya selamat ALLAH. Sebab Apa yang kau tabur di bait TUHAN akan menjadi wewangian yang baunya menyenangkan bagi ALLAH,” tegas suami dari Dr. Mey Mamangkey, M.Th.

    Sambutan lainnya dibawakan oleh Badan Pengawasan Usaha Milik Gereja MP, Pdt. Brando Lumatauw, S.Th., mewakili gembala-gembala dan undangan. Pdt. B. Lumatauw dengan penuh ketulusan mengucapkan selamat HUT, Tuhan terus memberkati, maju terus dan diberkati oleh Tuhan senantiasa.

    Pimpinan Majelis Pusat GPdI, Pemerintah dan Tokoh Masyarakat

    Mewakili Bupati Minahasa Utara, sambutan dibawakan oleh Asisten I Sekdakab Minahasa Utara, Drs. Rivino Dondokambey. Dengan lugas Dondokambey membacakan sambutan Bupati Minahasa Utara Vonny Anneke Panambunan dengan diawali pekik ‘Haluyah’ 3 kali.

    Dalam sambutan Pemerintah Kabupaten Minut terungkap kerinduan yang dalam kehadiran Bupati dalam acara ini tetapi semangatnya hadir dengan mengapresiasi kehadiran GPdI Hermon yang adalah bagian integral pembangunan masyarakat Kabupaten Minut, dimana tidak lepas dari sosok ibu gembala dan tokoh Minut Pdt. Sandra Wurangian, S.Th.

    Sementara itu Pdt. Sandra Wurangian, S.Th., yang tampil menawan nan anggun di HUT ke 64, mengungkapkan syukur dan kesaksiannya.

    “Selalu ada alasan tentu saja untuk mengucap syukur… karna TUHAN YESUS dahsyat dan ajaib. Menjalani hidup dalam pelayanan, melakoni peran sebagai ibu gembala dan mama dari anak-anak terdengar terlalu muluk jika kita berkata bahwa hidup ini mulus-mulus saja. Tapi yang penting untuk disaksikan bahwa dalam setiap musim kehidupan, rambut saya boleh beruban tapi saya selalu punya TUHAN yang tidak pernah berubah. Sehingga tidak ada waktu untuk terpuruk. Apalagi saya ada di tengah jemaat Tuhan yang bertumbuh bersama dalam iman, yang terus mendukung dalam segala hal,” ungkapnya penuh syukur

    “Kalau hari ini, saya boleh berkata bahwa: bila saya boleh berdiri tegar dan terus maju itu karena saya punya Tuhan yang luar biasa, suami yang mengasihi, anak-anak yang selalu menjadi kebanggaan dan jemaat yang terus memberi dukungan. Terima kasih kepada jemaat dan panitia Drs. Denny Ronny Wowiling, M.Si (ketua) dan Ita Kaparang, SE (sekretaris),” tambah wanita mantan pengusaha ini dengan enerjik.

    Gembala dan Ibu Gembala GPdI Hermon Asabri dan Doa Berkat HUT oleh Ketum MP GPdI

    Kesaksian ini diikuti dengan pujian jemaat GPdI Hermon, dipilih lagu heroik berjudul ‘TentraHu Berjalan’ sesuai dengan tema jemaat MOVING FORWARD, Bergerak Maju Bersama Tuhan (Ulangan 31:8). Dilanjutkan dengan pemasangan lilin angka 64 tahun bersama anak-anak dan cucu-cucu.

    Mengharukan dan kiranya mengispirasi bagi yang berhajatan, ungkapan-ungkapan dari orang-orang yang sangat dekat dengan Pdt. Sandra Wurangian, S.Th yang berulang tahun.

    Dari sang suami, Pdt. Ruddy Woran, SE., M.Th terucap rasa syukur dan bahagia atas anugerah berkat umur panjang dari Tuhan yang dialami Isteri tercinta.

    “Bagiku hal kecil yang membentuk kesempurnaan, namun kesempurnaan bukanlah hal yang kecil. Yang dapat membuatku bahagia bukanlah uang dan harta, melainkan hati dan ketulusanmu dalam mencintaiku. Saya adalah orang yang sangat bahagia di hari ini. Karena, melihat istriku tersenyum dan bahagia adalah anugerah terindah yang paling membahagiakan yang diberi Tuhan untukku,” ungkap Pdt. Ruddy Woran, SE., M.Th penuh syukur.

    “Selamat Ulang Tahun penolongku yang sepadan, partner pelayanan. Di hari engkau menghitung pemberian Tuhan ijinkan aku berdoa semoga engkau selalu memiliki hati yang tidak pernah mengeras, tempramen yang tidak pernah lelah dan sentuhan yang selalu membangun. Selamat ulang tahun, dan semoga panjang umur sayang…,” ungkap tulus dari Ketua Majelis Wilayah Kalawat dan Ketua BAMAG desa Kolongan.

    Ucapan bahagia dan syukur juga terpancar dari Pdt. Oike Woran, STh (Anak) dan istri Pdm Deybi Kumendong .

    “Selamat Ulang Tahun wanita terhebat… engkau pelangi yang memberi warna dalam hidup kami, anak-anak…. engkau pilar doa yang begitu kuat menopang kami…. engkau mama dan segalanya bagi kami…. selamat menikmati umur yang terus ditambahkan mama…. kuat dan sehat selalu…. LuvUmama,” tutur Gembala GPdI Kakenturan, Minahasa Selatan.

    Kesaksian HUT dan pujian jemaat GPdI Hermon Asabri

    Tak ketinggalan, anggota jemaat GPdI Hermon Asabri, Ibu Novita Vanda Tumundo-Palar, SE., MAP., dalam keharuan dan kekaguman kepada ibu gembalanya menuturkan terima kasih telah mendedikasikan waktu terbaikmu untuk membangun iman kami dalam pengenalan yang benar tentang Kristus Yesus, di hari Tuhan mengijinkan engkau menghitung tahun-tahun anugerahNya.

    “Kami jemaat mau berucap : selamat panjang umur Hamba Tuhan…. kuat, sehat dan bahagia selalu, AMIN!,” pungkas ASN Kemenag RI di Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Manado.

    Tampak hadir Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara Asisten I Sekdakab Minahasa Utaran Drs Rivino Dondokambey dan Camat serta beberapa Hukum Tua dan perangkatnya.

    Tak kalah, acara spesial ini bertabur petinggi Majelis Pusat GPdI, selain Ketum MP GPdI, Pdt. Dr. Johnny W. Weol, M.Div., MM., M.Th., dan Ketua MP, Pdt. Dr. Robert Y. Longkutoy M.Th., hadir juga Wakil Bendhara MP, Pdt. Haezar Sumual, M.Th., Departemen Urusan Luar Negeri, Pdt. Herry Lumatauw, M.Th., Departemen Misi dan Perintisan Gereja Lokal, Pdt. Drs. Yulianus Kesek, M.Th., Badan Pengawasan Usaha Milik Gereja, Pdt. Brando Lumatauw, S.Th., Juga hadir tokoh masyarakat Minahasa juga sebagai Ketua PELPRIP GPdI Sulut Drs M.M. Onibala, M.Si., yang pernah berjemaat di GPdI Hermon Asabri. (SHS)

  • Penguatan Karakter Jadi Focus Program Kerja KD Remaja GPdI Sulut

    Penguatan Karakter Jadi Focus Program Kerja KD Remaja GPdI Sulut

    MANADO, WARTANASRANI.COM – Diawali dengan Ibadah Pembukaan, Komisi Daerah (KD) Remaja GPdI Sulut, menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Golden Lake, Teling Manado, rabu (1/11/2017).

    ( Dari kiri ke kanan) Khadim Ibadah Pembukaan, Pdt. Rein Wotulo, M.Th | MD GPdI Sulut, Pdt. Lexi Karundeng, M.Th | Khadim Ibadah Penutupan, Pdt. John Awuy

    Bertindak sebagai khadim, Pdt. Rein Wotulo, MTh., Wakil Sekretaris Majelis Daerah. Mengambil nats pokok, Mazmur 8:4-6, Gembala GPdI Elohim Paniki Atas ini mengingatkan peserta Rakerda untuk memahami perannya sebagai ciptaan terpenting yang bertujuan untuk memuliakan Allah.

    “Manusia adalah ciptaan yang terpenting bagi Tuhan. Buktinya saat malaikat jatuh Allah tidak berinisiatif menebusnya sebaliknya saat manusia jatuh Allah bertindak menebus dengan mengarunikan anakNya yang tunggal Yesus Kristus menjadi korban pendamaian. Komisi Daerah Remaja… engkau adalah ciptaan terpenting untuk kemuliaan Alllah!! Tegasnya.

    Lanjut, diterangkannya bahkan menurut ayat 6, manusia diciptakan hampir sama dengan Allah yaitu; memahkotai dengan Kemuliaan dan Hormat.

    “Kemuliaan yang dimaksud ialah talenta/bobot/kualitas. Tujuan pemberian kemuliaan ini supaya dapat melayani secara efektif yaitu berdaya guna, berhasil guna dan berdampak guna,” ungkap suami dari Pdm. Debby Runtuwene.

    Para Ketua Komisi Daerah Rayon Kabupaten/Kota

    Setelah Ibadah, Laporan pelaksanaan kegiatan oleh Ketua Panitia Rakerda, Pdt. Marthin Makadada S.Pd.K., M.Th., di dampingi oleh Sekretaris, Pdt. Steven Kawatu, S.Th.

    Sementara itu, Pdt. Lexi Karundeng, M.Th., Biro Pembinaan Warga Jemaat GPdI Sulut yang juga Gembala GPdI Jehoshua Tondano, tampil sebagai yang pertama dalam acara sambutan-sambutan.

    Disampaikannya bahwa dalam menyusun program kerja lima tahunan, kiranya KD Remaja memperhatikan empat hal penting: Pertama, Spiritual yaitu remaja harus berpusat pada Kristus. Kedua, Intelektual yaitu remaja didorong untuk sekolah supaya mumpuni dalam ilmu pengetahuan. Ketiga, Emosional yaitu pembentukan karakter remaja sehingga dapat berinteraksi dengan teman-teman dan masyarakat luas dengan membawa pesan kasih Kristus. Keempat, Fisik yaitu mendidik remaja untuk berpola hidup sehat, tidak menjadi korban miras dan narkoba.

    “Selamat menyusun program kerja, diharapkan benar-benar menyentuh remaja masa kini untuk menjadikan mereka (remaja GPdI Sulut) jemaat dan pemimpin gereja dan bangsa masa depan,” pungkas ayah dari Levi Karundeng, anggota KD Remaja GPdI Sulut.

    Sambutan kedua diberikan kepada Bapak Frans Mawitjere, SH., Asisten 3 bidang Administrasi Umum Sekdakot Manado yang hadir bersama Camat Wanea dan Lurah Tingkulu. Sebagai bagian dari masyarakat, Mawitjere mengingatkan agar dalam penyusunan program kerja KD Remaja agar dikaitkan dengan penguatan pendidikan karakter sehingga remaja tidak saja menjadi pelopor kebangkitan iman Kristen tetapi juga pendukung aktif pembangunan bangsa.

    “Penyusunan program kerja KD Remaja kiranya membangun karakter remaja sebagai pelopor kebangkitan iman kristen dan pendukung aktif pembangun bangsa. Remaja harus memiliki integritas di jaman yang kompetitif. Remaja dalam konteks gereja dan masyarakat berada di posisi sangat sentral karena berada masa usia harapan hidup yang masih panjang,” jelas Mantan Kadis Sosial ini meyakinkan.

    Atas nama Walikota Manado GS Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Manado Mor Bastian mengucapkan selamat menyusun program kerja dan selamat melayani untuk Komisi Daerah dan Rayon Kabupaten/Kota Remaja GPdI Sulut.

    (Dari kiri ke kanan) Ketua KD Pelaht, Ketua KD Remaja, Skretaris KD Remaja dan Ketua Panitia Rakerda KD Remaja GPdI Sulut

    Untuk penyampaian Visi, Misi, Fokus dan Nilai oleh Komisi Daerah dengan lugas disampaikan oleh Pdt. Argemiro Manimpurung, S.Th, MA (Ketua) dan Pdt. Oral Robert Wenas, S.Th (Sekretaris)

    Berikut Visi, Misi, Fokus dan Nilai KD Remaja: Visi: Serupa Kristus. Misi: Membawa remaja GPdI berpusat pada Kristus, Melatih dan mengajar Remaja GPdI menghidupi Gaya Hidup Kristus, dan Multiplikasi Remaja murid Kristus. Fokus Remaja Tahun 2018: Arise (bangkit), shine (bersinar), shining (memyinari). Nilai-nilai: Setia, Rendah hati, Integritas, Kesatuan, Cerdas, Tangguh dan Kasih.

    Acara ini berlangsung sangat dinamis ditandai dengan keseriusan peserta rakerda mengikuti acara tapi juga cair dengan warna canda riang dan penuh dengan tanggapan dan usul-usul yang kostruktif, antara lain diungkapkan oleh Pengurus Komisi Daerah Remaja Rayon Minahasa yang tampil dengan seragam yang elegan.

    KD Remaja Rayon Minahasa

    KD Rayon Minahasa (dari kiri) Pdt. Semuel H.S (Ketua), Pdm. Jimry T (Bendahara), Pdt. Steven L. (Skretaris)

    Suksesnya Acara Rakerda KD Remaja ini melahirkan harapan optimis dari peserta yang hadir. Pdt. Semuel H. Sajanga, SE,Ak., M.Th, M.Mis., Ketua Komisi Daerah Rayon Minahasa, memberi apresiasi atas acara ini.

    “Luar biasa Visi, Misi, Fokus dan Nilai yang dipaparkan oleh Komisi Daerah Remaja GPdI Sulut, karena secara holistik menyentuh remaja masa kini,” terangnya.

    “Banyak remaja yang tumbuh menjadi remaja yang sering menyalahkan dirinya. Hal ini disinyalir karena dunia remaja adalah dunia penuh perbandingan. Mereka akan selalu membadingkan diri mereka dengan teman-temannya baik dari segi fisik, keahlian bermusik, keahlian berolahraga, kepandaian di matematetika, dan hal-hal lainnya. Saatnya remaja didukung menjadi remaja yang mampu menghargai diri sendiri dan mencapai kemandirian,” tambah Gembala GPdI Karmel Karumenga Langowan ini

    Ada juga Pdt. Steven Longkutoy, SE, M.Th, Sekretaris Komisi Daerah Rayon Minahasa, menyatakan soal perilaku remaja saat ini yang cenderung mendekati perilaku negatif sehingga membutuhkan solusi yang tepat yaitu kekuatan iman pada seorang remaja.

    “Perilaku remaja masa kini semakin bertolak belakang dengan norma yang berlaku di Indonesia. Hal ini mungkin karena semakin berkembangnya era globalisasi gaya hidup dan perilaku remaja saat ini, di dalam sebuah pergaulan remaja indonesia sudah tercampur dengan gaya pergaulan dari luar. Solusi yang dapat ditawarkan pada pergaulan seperti ini, bisa dihindari jika individu tersebut memiliki kekuatan iman yang ada pada dirinya, agar tidak menyalah gunakan pergaulan yang sekarang yang sedang merajalela di kalangan remaja,” ungkap Gembala GPdI Anugerah Kiawa memberi solusi cerdas.

    Tak ketinggalan Pdm. Jimry Tamburian, SE, S.Th., Bendahara Komisi Daerah Rayon Minahasa menyatakan bahwa Komisi Daerah Remaja adalah bagian integral GPdI Sulut untuk kemajuan GPdI. Menurutnya, Remaja GPdI Sulut dipersiapkan, dibentuk dan dilepaskan dengan harapan kelak dikemudian hari akan sangat berguna dalam berbangsa, bermasyarakat dan berjemaat.

    Sementara Pdt. Samuel H Limpulus, S.Pd.K., dari GPdI Genesaret Ranotanaweru menuturkan pentingnya acara Rakerda KD Remaja.

    “Acara ini sangat positif untuk kemajuan suatu organisasi, harus ada dan dijalankan program kerja. Rakerda perdana jadi salah satu instrumen yang melahirkan god idea tuk menjadi sistem/cara yang baik demi suksesnya program organisasi gereja khususnya dipelayanan remaja GPdI Sulut,” ungkap Anggota KD Remaja GPdI Sulut dan Ketua Dewan Pembina GROW Ministry, youth ministry Sulut.

    Di akhir Rakerda hadir tokoh muda masa depan GPdI Sulut Pdt. John Awuy sebagai Wakil Ketua I MD GPdI Sulut memimpin ibadah penutupan yang diikuti dengan Perjamuan Tuhan.

    Ditegaskannya bahwa Remaja butuh perhatian khusus karena remaja didefinisikan sebagai tahap perkembangan transisi yang membawa individu dari masa kanak-kanak ke masa dewasa.

    Mengambil nats pembacaan pokok Firman Allah 2 Korintus 5:15 Gembala GPdI Sumalangka Tondano ini mengungkapkan bahwa nilai kematian Tuhan Yesus adalah untuk membangun komitmen, yaitu kematiaNya membuat umatNya hidup pada rencanaNya yaitu keselamatan. Inilah yang menjadi motivasi yang kuat bagi Komisi Daerah Remaja yaitu hidup bagi Kriatis dengan merealisasikan program-program pelayanan yang akan bermuara pada keselamatn remaja masa kini. (SHS)

  • Dibanjiri Warga GPdI, Ibadah Agung HUT 64 PELPRIP GPdI SULUT Berlangsung Sukses dan Meriah

    Dibanjiri Warga GPdI, Ibadah Agung HUT 64 PELPRIP GPdI SULUT Berlangsung Sukses dan Meriah

    LANGOWAN, WARTANASRANI.COM – Dibanjiri oleh warga GPdI dari pelosok Sulawasi Utara, acara HUT ke 64 Pelayanan Pria Pantekosta (PELPRIP) GPdI Sulut berlangsung dengan mulia, sabtu (28/10/2017).

    Ketua KD PELPRIP GPdI Sulut, Drs. Meki. M. Onibala, M.Si, bersama Panitia Pelaksana HUT 64

    Kehadiran Ketua Umum Majelis Pusat (Ketum MP) GPdI Pdt. Dr. Johnny W. Weol, M.Div., MM., M.Th, menjadi daya tarik yang kuat membludaknya kehadiran jemaat yang didominasi oleh kaum bapa sebagai pokok perhelatan ini. Disambut dengan lantunan instrumentalia musik bambu khas minahasa dan tepuk tangan para hadirin, Ketum MP GPdI, Pdt. Johnny Weol melangkah pasti memasuki Lapangan Swarz Langowan Minahasa tempat pelaksanaan hajatan akbar PELPRIP Sulut.

    Khadim Ketum MP GPdI, Pdt. Dr. Johnny Weol 

    Dalam khotbahnya, khadim Ketum MP GPdI Pdt. Johnny Weol mengambil nats pokok pada Mazmur 128:1 dan 4; “1. Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! 4. Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN”.

    Ketum GPdI menegaskan soal peran orang tua dalam rumah tangga sangat menentukan masa depan anak-anaknya, terutama bapak-bapak sebagai kepala dan imam dalam keluarga.

    “Bapak-bapak harus takut akan Tuhan dan memprioritaskan beribadah supaya anak-anak akan seperti tunas zaitun yang artinya mempunyai harapan untuk masa depan, seperti tergambar pada jejak kehidupan tokoh-tokoh Alkitab; Ayub, Nuh dan Yosua,” tegasnya.

    Acara ini didoasyukuri oleh Pdt. Brando Lumatauw, M.Th, Ketua Badan Usaha Milik Gereja Majelis Pusat GPdI.

    Suasana Ibadah Agung HUT 64 Pelprip GPdI Sulut

    Sambutan-sambutanpun mewarnai perhelatan HUT 64 PELPRIP GPdI Sulut ini. Pertama; Drs. Meki M. Onibala, MSi sebagai ketua Komisi Daerah PELPRIP GPdI Sulut. Kedua, Pdt. Marthen Bolung sebagai ketua Komisi Pusat PELPRIP GPdI. Ketiga, Pdt. Ivonne Y. Awuy Lantu sebagai Ketua Majelis Daerah GPdI Sulut. Keempat, Pdt. Dr. Johnny W. Weol, M.Div, MM, MTh sebagai Ketua Umum Majelis Pusat GPdI. Dan Kelima, Ir. Jullesses Eddy Kenap, MM., sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Daerah Sulut yang mewakili Gubernur Sulut.

    Ketua MD GPdI SulutPdt. Ivonne Y. Awuy Lantu (kedua dari kanan)

    Menarik dalam sesi sambutan ini, Pdt. Ivonne Y. Awuy Lantu, wanita nomor satu di GPdI Sulut ini, mengingatkan slogan minahasa sebagai pemberdayaan kearifan lokal yaitu: PELPRIP SULUT harus menjadi Tuama Leos, Keter wo Nga’asan yang artinya Laki-laki Baik, Kuat dan Pintar.

    Gayung bersambut dengan sambutan ‘first lady’ GPdI Sulut tadi, Ketum MP GPdI Pdt. Johnny Weol tidak lupa memberi apresiasi kepada kaum wanita pendamping suami dengan menyebut mereka Wewene Lo’or yang timbangan artinya sama.

    Ketum MP GPdI bersama Ketua MD GPdI Sulut

    Lanjut dalam sambutannya, Ketum MP juga mengapresiasi kerja panitia pelaksana yang di komandani oleh Pdt. Jeferson W. Wantah, STh, MA (ketua) dan Charles B. Watuseke, ST (sekretaris) dengan berpesan kiranya acara akbar dengan biaya yang besar tidak menjadi mubazir dengan gagal fokus. Seharusnya bukan pada berlangsungnya acara akbar ini tetapi berfokus pada dampak luas acara ini bagi PELPRIP dalam rumah tangga masing-masing, gereja lokal tempat beribadah dan kehidupan bersyarakat yang kiranya menjadi berkat melalui cara hidup yang dapat diteladani serta menjadi pelopor kepatuhan hukum sehingga membantu pemerintah dalam pembangunan Indonesia. Semua ini akan berpulang untuk kemuliaan dan kehormatan nama Tuhan Yesus Kristus.

    Pemasangan Lilin angka 64 dan pelepasan balon ke udara sebagai komitmen bersama dengan BNN Sulut bahwa PELPRIP Sulut bebas narkoba.

    Melengkapi acara HUT ke 64 PELPRIP GPdI Sulut, maka panitia mengacarakan Pemasangan Lilin angka 64 dan pelepasan balon ke udara sebagai komitmen bersama dengan BNN Sulut bahwa PELPRIP Sulut bebas narkoba.

    Tampak hadir dan membaur cair dalam acara ini Pemerintah Provinsi Sulut dan Kabupatan Minahasa, Perwakilan BNN Sulut, Anggota Dewan Minahasa dan Minahasa Tenggara, Camat Langowan Timur dan beberapa Hukum Tua, Komisi Pusat PELPRIP GPdI, Majelis Daerah GPdI Sulut, Dandim dan Kapolsek Langowan.

    Ungkapan syukur dan pujianpun mengalir atas sukses serta meriahnya Ibadah Agung HUT 64 PELPRIP GPdI Sulut ini.

    Pdt. Jonathan Suharto, Gembala GPdI Kuta Bali diantara para undangan (kedua dari kanan)

    Pdt. Jonathan Suharto, Gembala GPdI Kuta Bali, hadir dan menyaksikan suksesnya acara ini, menyatakan salut atas kinerja Ketua PELPRIP GPdI Sulut.

    “Tak pelak lagi bahwa PELPRIP GPdI Sulut dapat dijadikan barometer pelayanan pria/kaum bapa GPdI, salut!,” tegas Ketua BAMAG dan PGPI provinsi Bali dengan aksen Balinya yang ditujukan kepada ketua PELPRIP GPdI Sulut Drs. M.M. Onibala, MSi sebagai penggagas acara akbar ini.

    Tak kalah bersyukur untuk suksesnya acara ini, Pdm. Victor Sanggor, SE, STh, bankir muda yang diberkati Tuhan, anggota KP PELPRIP GPdI menyatakan bahwa dua agenda nasional KP PELRIP GPdI oleh campur tangan Tuhan telah selesai dengan sukses yaitu rapat koordinasi KP PELPRIP di desa Tolok Minahasa dan merayakan HUT ke 64 PELPRIP GPdI Sulut.

    “Maju terus PELPRIP GPdI, terdepan dan menjadi berkat, haleluya!!”, ungkap suami dari Pdt. Inge Poermadi Gembala GPdI Immanuel Ranomuut Perum Gerizim II.

    Dandim dan Kapolsek Langowan bersama para undangan

    Sementara itu, tak kalah sibuknya di acara penuh berkat ini, nampak geliat KP PELJUP GPdI; Pdt. Jerry Moniung, Pdt. Jefry Watulangkow, Pdt. Middle Onibala, Pdt. Sukarno Landeng, Pdt. Johanes Rambe, Pdm. Joan Wuisan dan Pdt. Semuel H. Sajanga. KP PELJUP meliput seluruh kegiatan ini bahkan dengan live streaming yang sudah di posting melalui laman BMCE MP GPdI langsung di tonton 2.800 kali.

    Kehadiran KP PELJUP juga menyentak dengan hadirnya Tabloid Pantekosta yang langsung didistrubisikan. Tablod Pantekosta edisi I sebagai bukti gerak Komisi Pusat Pelayanan Jurnalistik Pantekosta (KP PELJUP).

    Pdt. Musa Wowor, MTh, Gembala GPdI Lopana Rumoong Bawah Amurang melontarkan pujiannya untuk KP PELJUP, walaupun merupakan komisi pelayanan yang baru di bentuk oleh Majelis Pusat tetapi sudah langsung menunjukan taringnya. Kehadiran edisi perdana ini membuka wawasan dan sangat memberkati warga GPdI.

    Menurutnya, akan lebih maksimal kerja pelayanan jurnalistik di GPdI apabila di daerah-daerah juga dibentuk Komisi Daerah PELJUP termasuk di Sulut, karena sudah saatnya terbit media cetak dari GPdI Sulut untuk memperkaya pemahaman kebenaran, memaksimalkan kesaksian pelayanan dan mempererat tali persaudaraan warga GPdI Sulut karena akan lebih saling mengenal satu dengan yang lain, demikian harapan dari Penghubung MD GPdI Minahasa Selatan I. (SHS)