Category: Artikel

  • IR. LEO NABABAN: JADILAH PEWARTA KRISTIANI YANG BERINTEGRITAS

    IR. LEO NABABAN: JADILAH PEWARTA KRISTIANI YANG BERINTEGRITAS

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Sebagai seorang wartawan yang notabene umat Kristen di Indonesia, pesan saya, kalian harus terus berjuang tampil elegan menunjukkan karya nyata yang bisa disumbangkan untuk kemaslahatan bangsa, pungkas Leo Nababan dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna)  bekerjasama dengan Yayasan Komunikasi Indonesia di Jalan Matraman 10, Jakarta Timur, jumat (11/08/2017).

    Dalam diskusi yang bertajuk “Sharing Pengalaman”, politisi senior ini mengajak agar  semua anak bangsa termasuk didalamnya pewarta yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna) untuk mengambil peran dalam pembangunan bangsa khususnya menegakkan nilai-nilai Pancasila di Indonesia. “Pewarta Pewarna tak boleh menutup diri, pewarna harus mengambil peran dalam perjuangan bangsa ini, yaitu agar kelima sila Pancasila bisa benar-benar diwujudnyatakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”, ujar pria kelahiran Sei Rampai, Deli Serdang, Sumatera Utara ini meyakinkan.

    Menurut Leo Nababan, yang aktif menjadi aktivis sejak mahasiswa ini, Integritas menjadi kata penting yang harus melekat pada diri seorang pewarta Kristiani. “Saatnya wartawan-wartawan Kristiani menunjukkan jati dirinya sebagai pewarta Kristiani yang memiliki integritas dalam menyuarakan kebenaran lewat tulisannya. Jadilah pewarta yang berani menunjukkan kebenaran, pewarta yang menyuarakan suara kenabian”, tegas Leo Nababan lantang.

    Bila kita bicara integritas, tak hanya sekedar membicarakan moral atau etika semata. Kata Integritas berarti; mutu, sifat, atau keadaan menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan, kejujuran. Kata lain dari Integritas adalah “sesuai kata dengan perbuatan”, sebut Leo Nababan. Kesatuan dalam hal ini berarti adanya kosistensi antara apa yang dikatakan dengan apa yang diperbuat. Integritas terlihat sepele, tetapi yang sesungguhnya modal dasar, lanjut Leo Nababan.

    Pada bagian akhir, politisi senior Partai Golkar ini mengingatkan agar dalam memainkan peran, janganlah mengandalkan diri sendiri melainkan senantiasa berserah kepada Tuhan. “Jangan andalkan diri sendiri, senantiasa berserahlah kepada Tuhan. Maka, ketika anda menghadapi hambatan, tak putus asa. Malah menjadikan kegagalan sebagai pengalaman dan bahan pelajaran yang berharga untuk maju. Senantiasa minta dukungan sahabat, orang-orang yang bisa menyokong kita, terutama keluarga” ujar Leo Nababan menutup paparannya.

    Selain menghadirkan politisi senior Partai Golkar, diskusi dan sharing pengalaman yang merupakan bagian dari kegiatan Pra-Rakernas Pewarna 2017 ini, menghadirkan juga Wartawan Senior, Putra Nababan. (RSO)

  • DPD PEWARNA JAWA BARAT PILIH MURFATI LIDIANTO LIE, SEBAGAI “SAHABAT PEWARNA” KOTA BEKASI

    DPD PEWARNA JAWA BARAT PILIH MURFATI LIDIANTO LIE, SEBAGAI “SAHABAT PEWARNA” KOTA BEKASI

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Ramah, pandai bergaul dan ingin selalu dekat dengan rakyat merupakan cerminan sosok anggota DPRD Kota Bekasi Murfati Lidianto Lie, SE. Sikapnya yang low profile ini, terlihat saat Murfati begitu wanita kelahiran Belitung ini disapa, menerima Pengurus DPD Persatuan Wartawan Nasrani Propinsi Jawa Barat di kediamannya, Kota Harapan Indah, Bekasi, kamis (3/08/2017).

    Aktivis Gereja Katolik Santa Albertus ini tak menyangka bila sepak terjangnya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Dewan Kota Bekasi dipantau oleh DPD Pewarna Jawa Barat. Menurut Hotman J. Lumban Gaol, ada beberapa penilaian mengapa lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Jayabaya ini terpilih menjadi salah satu penerima penghargaan sebagai “Sahabat Pewarna” di Kota Bekasi.

    “Kontribusi positif dalam berbagai kegiatan gerejani oleh Ibu Murfati, bertemu sapa dengan pemimpin gereja maupun warga gereja yang  tidak pernah hilang sejak pencalegan tahun 2014, dan keaktifan dalam kegiatan sosial dengan LSM maupun lembaga Gereja, menjadi penilaian tersendiri dan membuat DPD Pewarna Jawa Barat jatuh hati mengajukan Ibu Murfati Lidianto Lie, SE sebagai penerima penghargaan “SAHABAT PEWARNA”, ujar Ketua DPD Pewarna Jawa Barat ini.

    Kami berharap, Ibu Murfati bersedia hadir dan menerima secara langsung penghargaan sebagai Sahabat Pewarna di Rakernas 2017, Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2017 di Jakarta, sahut Rifal Marbun, Sekretaris DPD Pewarna Jabar, menambahkan.

    Sementara itu, menanggapi pemberian penghargaan yang akan diterimanya, selain menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan, Murfati juga berharap Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna), khususnya DPD Jawa Barat, dapat berperan aktif dalam menjaga kedamaian dan toleransi beragama di Kota Bekasi. “Saya berharap Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia dapat memberi kontribusi positif untuk Kota Bekasi, khususnya dalam menjaga toleransi beragama yang sudah berjalan baik saat ini”, tutur Anggota Dewan yang saat ini duduk di Komisi III yang membidangi perpajakan ini.

    Di akhir pertemuan, Ketua DPD Pewana Jabar, didampingi Sekretaris (Rifal Marbun), Bendahara (Ronald S. Onibala) dan Ketua Litbang (Audi Waworuntu), mengucapkan terima kasih atas kesediaan Ibu Murfati menerima pengurus DPD untuk beraudiensi. “Kami pengurus DPD Pewarna Jabar mengucapkan terima kasih kepada Ibu Murfati Lidianto yang sudah menerima kami untuk beraudiensi hari ini”, sebut Hotman J. Lumban Gaol. (RSO)

  • DISKUSI WARTAWAN KRISTIANI BERSAMA HT

    DISKUSI WARTAWAN KRISTIANI BERSAMA HT

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Wartawan Kristen yang tergabung dalam Perstuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna) dan Persatuan Wartawan Majalah Kristen Indonesia (Perwamki), mendapat kesempatan spesial sore kemarin, Sabtu (25/3/2017), untuk berdiskusi dan sharing dengan pengusaha top sekaligus Ketua umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo.

    Pertemuan yang dihadiri sekitar 50 wartawan/i Kristiani dan difasilitasi oleh Ketua DPW Perindo DKI Jakarta, Sahrianta Tarigan, berlangsung penuh keakraban di kantor DPP Partai Perindo, Jl. Pangeran Diponegoro No. 29 Menteng, Jakarta Pusat.

    “Kami merasa terhormat dan berterima kasih atas kesediaan Bapak Hary Tanoesoedibjo, dimana ditengah kegiatan yang super sibuk, masih memberi waktu berdiskusi dan sharing dengan kami wartawan Kristen yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia dan Persatuan Wartawan Majalah Kristen Indonesia”, Ujar bung Deddy Tambunan mengawali acara diskusi.

    Selain menyampaikan perkenalan, latar belakang dan sepak terjangnya dalam membangun bisnis bahkan terjun ke politik, HT juga memaparkan opininya tentang kondisi ekonomi bangsa Indonesia yang saat ini menurutnya, masih dibangun untuk kalangan tertentu saja atau pro bisnis, sehingga berbagai permasalahan bangsa seperti pendidikan melambat, kesenjangan sosial, pengangguran, kejahatan, dan  sikap intoleran semakin meningkat.

    Untuk itu menurut bos MNC Grup ini, keseimbangan dalam pembangunan ekonomi antara pro bisnis dan pro rakyat sangat diperlukan. “Saya rindu, Indonesia berjalan dengan baik, dimana pembangunan ekonominya yang pro bisnis dan pro rakyat harus seimbang, sehingga berbagai permasalahan bangsa, seperti, pendidikan melambat, kesenjangan sosial yang meningkat, pengangguran meningkat, kejahatan dan sikap intoleran yang juga meningkat dapat diatasi”, tegas HT.

    Beberapa hal yang menjadi catatan dalam dialog yang berlangsung hampir 60 menit ini adalah; Pertama, Di tatanan masyarakat belum siap kesejahteraan dan pendidikannya, pro bisnis dan pro rakyat harus berjalan simbang. Kedua, Orientasi kita pro bisnis, dampaknya masyarakat menengah kebawah tidak terbangun dengan cepat. Ketiga, Pro rakyat memberi kesempatan masyarakat untuk maju dengan keberpihakan. Semua ingin maju tapi tidak tahu caranya. Keempat, Jumlah pemberi kerja harus tumbuh lebih cepat dari pencari kerja. Artinya kelompok menengah bawah harus didorong naik ke atas. Kelima, Jakarta butuh pemimpin yang tidak hanya bisa menertibkan, tapi memberikan solusi, meningkatkan kesejahteraan warganya.

    Dibalik diskusi dan sharing yang berisi perkenalan, pengalaman dan pandangan HT tentang kondisi ekonomi bangsa Indonesia, ada hal menarik yang ternyata menjadi komitmen HT untuk terjun ke dunia politik; yaitu, melayani. “Pelayanan itu kan luas, dan saya mau lebih banyak waktu untuk melayani”, sebut HT meyakinkan. (RSO)

  • WALIKOTA BEKASI DR. H. RAHMAT EFFENDI TERIMA DPP PEWARNA INDONESIA

    WALIKOTA BEKASI DR. H. RAHMAT EFFENDI TERIMA DPP PEWARNA INDONESIA

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Sepak terjang Walikota Bekasi DR. H. Rahmat Effendi dalam memperjuangkan pluralisme dan toleransi antar umat beragama di Kota Bekasi menarik perhatian pewarta Nasrani yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna). Untuk menggali lebih dalam komitmen dan perjuangan walikota Bekasi ini, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pewarna bersama DPD Jabar Pewarna mendapat kesempatan beraudiensi dan silahturahmi dengan walikota Bekasi yang dikenal dengan panggilan Bang Pepen, pada hari ini, Senin (3/3/2017).

    Saat menyampaikan beberapa hal tentang pluralisme dan toleransi antar umat beragama di Kota Bekasi, Bang Pepen kembali menegaskan sikapnya untuk memperjuangkan hak setiap warga masyarakat di Kota Bekasi. Menurut Pepen, apa yang dia perjuangkan selama ini bukanlah soal agama, tetapi soal hak warga negara yang dilindungi oleh undang-undang dan semua warga negara, mempunyai kedudukan yang sama dimata hukum. “Saya tidak memperjuangkan persoalan agama, yang saya perjuangkan sebagai kepala daerah adalah hak warga negara, hak warga masyarakat saya. Kalau bicara hak, diatas hukum positif, semua mempunyai kedudukan yang sama,” pungkas Walikota Bekasi ini.

    Menyinggung soal kasus ijin Gereja Santa Clara, Bang Pepen kepada pewarta Nasrani dari berbagai media, baik cetak maupun online yang hadir, menegaskan bahwa ia hanya akan taat pada hukum positif di Indonesia. “Saya tidak akan cabut isin tersebut walaupun ditakut-takuti, walaupun ditekan, walaupun satu dan lain hal, termasuk di tembak kepala saya, kecuali atas perintah hukum,” tegas Pepen. Dikatakannya pula bahwa, pernyataannya soal ijin Gereja Santa Clara yang sering dipolitisir, bukanlah karena ia memberikan hak istimewa atau khusus terhadap warga Nasrani, namun semata-mata karena perjuangannya untuk menegakkan hak asasi sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. “Ada yang berpikir seolah-olah saya memberikan previlege luar biasa terhadap warga Nasrani. Padahal yang saya perjuangkan adalah hak. Pada saat saya perjuangkan hak, jangankan lagi yang tercantum dalam hukum positif republik ini, keyakinanpun harus saya perjuangkan karena dia punya hak asasi,” tegasnya lagi. Saat ditanya apakah tidak takut dengan kelompok-kelompok yang intoleran, Bang Pepen dengan lugas menyatakan bahwa kepala daerah harus melaksanakan undang-undang atau ketentuan tanpa harus takut dengan siapapun juga. “Saya tanpa diperintahpun harus melaksanakan itu sesuai Pancasila dan UUD. Kepala daerah harus melaksanakan Undang-undang dan ketentuan hukum tanpa harus takut dengan siapapun juga”, pungkas Pepen.

    Pada bagian lain, Pepen mengingatkan bahwa Kota Bekasi yang sukunya heterogen, budayanya heterogen, keyakinan dan agamanya yang heterogen, membuatnya sebagai walikota Bekasi yang harus berdiri diatas semua kaki umat yang ada. “Ada 324.000 lebih yang non muslim, yang punya kedudukan dan hak yang sama di Kota Bekasi. Sebagai kepala daerah, sebagai Walikota, saya harus berdiri diatas semua kaki umat yang ada. Makanya saya bilang, saya memperjuangkan hak. Itu tugas saya, karena harus berdiri disemua golongan dan semua umat,” jelas Pepen meyakinkan.

    Sementara itu, menyangkut soal undangan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan untuk menjadi salah satu pembicara dalam seminar yang bertema, “Managing Religious Plurality in Indonesian During the Reform Era” di Roma, Italia, Rabu (24/5/2017), menurut Bang Pepen, merupakan sebuah proses panjang dari perhatian orang-orang diluar tentang apa yang terjadi di Kota Bekasi khususnya berhubungan dengan pluralisme dan toleransi antar umat beragama. “Kalau Kota Bekasi tidak melakukan sesuatu untuk warga negara, gak mungkin juga mereka (Vatikan) mengundang kita. Semuanya ini adalah sebuah proses panjang, dimana banyak orang luar, orang dimana-mana yang sedang memperhatikan Kota Bekasi”, tegas Pepen.

    Sesuai dengan surat undangan yang diterima Walikota Bekasi ini, dalam seminar yang diselenggarakan oleh Takhta Suci Vatikan bekerjasama dengan Pontifical Council for Interfaith Dialogue dan Komunitas Sant’ Egidio, Rahmat Effendi diminta untuk dapat berbagi pengalaman dalam penanganan potensi konflik antar penganut agama pada tingkat daerah.

    “Jangan ada lagi keluar bahasa sekarang ini yang mendefinisikan ada yang namanya mayoritas dan ada minoritas. Semua flat. The Human Right nya, hak asasinya, semua sama di Kota Bekasi”, sebut Walikota Bekasi yang mendapat gelar Bapak Toleransi oleh Majelis Umat Beragama Kota Bekasi. (RSO)

  • KKK KOTA HARAPAN INDAH BEKASI, GELAR NATAL BERSAMA 2016

    KKK KOTA HARAPAN INDAH BEKASI, GELAR NATAL BERSAMA 2016

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Sederhana, namun tidak menghilangkan semangat “Torang Samua Basudara”, tampak dalam Perayaan Natal 2016, Tahun Baru 2017 dan Kunci Tahun, Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Kota Harapan Indah Bekasi (27/1/2017). PT. Logamindo Pratama, yang beralamat di Sentra Niaga Kav. 23, Jl. Bulevar Hijau Raya No. 58, Kota Harapan Indah Bekasi, menjadi saksi kemeriahan dan sukacita natal KKK Kota Harapan Indah.

    “Kami pengurus berharap, dengan perayaan natal sederhana ini, rasa kekeluargaan dalam ikatan kasih Tuhan Yesus Kristus, semakin erat diantara orang Kawanua yang ada di Kota Harapan Indah dan Sekitarnya”, ujar Pdt. Hendry F. Rumondor, S.Th., selaku ketua KKK Kota Harapan Indah, yang didampingi oleh Sekretaris, Pdt. Ronald S. Onibala, S.Th., M.Pd.K.

    “Kasih-Nya mengubah Torang pe hidop” menjadi tema natal kali ini. Bapak Hanry Suwu, SH., yang juga duduk sebagai pembina, tampil sebagai pengkhotbah. “Kasih karunia Tuhan yang tak ternilai harganya telah mengubah hidup kita dan oleh kasih-Nya yang besar itulah, seharusnya kita tidak takut menghadapi hidup ini”, tegas Hanry Suwu. Mari maknai perayaan natal dengan keberanian percaya, karna Kasih Tuhan telah melenyapkan ketakutan dalam kehidupan kita, tegasnya lagi.  “Jangan takut, hai maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah,” Lukas 1:30.

    Penyalaan lilin Natal dilakukan oleh perwakilan dari Pembina (Bapak Elim Noldi Paendong dan Bapak Joutje Lampa), Penasehat (Ibu Holderman ), Pembicara (Bapak Hanry Suwu), Ketua KKK Kota Harapan Indah (Pdt. Hendry F. Rumondor), Ketua Panitia (Ibu DR. Olivia Paendong-Nelwan), Ketua KKK Kota Bekasi (Bapak Meidy F. Kaat).

    Dalam sambutan natal mewakili Dewan Pembina, Bapak. Joutje Lampa memberi apresiasi atas kerja pengurus KKK Kota Harapan Indah yang telah menjalankan tugas sesuai dengan tujuan organisasi. “Mewakili dewan pembina, saya sampaikan terima kasih atas kerja pengurus selama ini. Saya melihat kegiatan KKK Kota Harapan Indah berjalan dengan baik, baik itu pertemuan bulanan maupun peryaan hari besar seperti paskah dan natal malam ini”, ujar Joutje Lampa.

    Sementara itu, Ibu DR. Olivia S. Paendong-Nelwan menyatakan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh dewan pembina, penasehat, pengurus dan anggota, atas terselenggaranya acara natal, tahun baru dan kunci tahun. “Terlaksananya acara malam ini, tentunya tidak lepas dari dukungan yang diberikan oleh banyak pihak; baik itu dewan pembina, penasehat, pengurus, anggota bahkan simpatisan”, terang dosen Universitas Samratulangi Manado, selaku ketua panitia. “Terima kasih atas suport yang diberikan pada kami panitia”, terangnya lagi.

    Pada bagian akhir acara, Pdt. Hendry F. Rumondor, selain menyampaikan program KKK Kota Harapan Indah tahun 2017, juga kembali menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mensuport kegiatan natal KKK Kota Harapan Indah Bekasi. “Sekali lagi terima kasih untuk dukungan semua warga kawanua, baik yang hadir malam ini, maupun yang belum sempat hadir karena berhalangan”, sebut Hendry.

    Sebelum acara ramah tamah, dilakukan acara pemberian diakonia bagi para janda dan lansia yang menjadi anggota setia KKK Kota harapan Indah Bekasi, dilanjutkan dengan acara bagi-bagi doorprize dan jamuan kasih bersama.

    Akhirnya, Bapak Elim Noldy Paendong sebagai ketua dewan pembina, menutup dengan doa penutup dan berkat. (RS)

  • ANGELICA TENGKER HADIRI BAKTI SOSIAL NATAL KKK KOTA BEKASI

    ANGELICA TENGKER HADIRI BAKTI SOSIAL NATAL KKK KOTA BEKASI

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Natal membawa sukacita bagi umat manusia. Oleh karena itu, mari kita bersukacita dan membagi sukacita natal itu bagi orang lain. Hal ini disampaikan Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua, Ibu Angelica Tengker dalam Perayaan Natal 2016, Tahun Baru 2017 dan Kunci Tahun KKK Kota Bekasi di Panti Asuhan Pa Van Der Steur, Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (4/2/2017).

    “Natal menghadirkan sukacita bagi kita umat Kristiani. Itu sebabnya saya bersukacita bisa hadir dalam acara bakti sosial natal yang diselenggarakan oleh KKK Kota bekasi ini. Terima kasih kepada ketua KKK Kota Bekasi Bapak Meidy F. Kaat,” sebut Angelica. Kita harus berbagi sukacita, karena itu, biarlah kegiatan KKK Kota Bekasi malam ini meninggalkan sukacita buat anak-anak Panti Asuhan Pa Van Der Steur. Saya percaya, sukacita dari Tuhan Yesus Kristus memberi harapan bagi anak-anak di panti asuhan ini untuk menatap masa depan mereka, sebutnya lagi.

    Sementara itu, Waketum KKK, Fabian Pascoal dalam sambutannya menegaskan bahwa hidup ini hanya karena kasih Tuhan. “Harus diingat bahwa kehidupan kita karena K3 yaitu ‘Kasih Karunia Kristus’, Karena itu, ketika kita diberkati, kita harus memberkati!,” tegas Fabian. “Buat anak-anak Panti Asuhan, menjadi doa dan harapan saya, kiranya dalam kasih Kristus semua harapan kalian bisa tercapai,” tegasnya lagi.

    Saat ibadah, pujian natal Long Time Ago in Betlehem sampai Santa Klaus is Coming to Town, yang dinyanyikan anak-anak panti asuhan, menambah sukacita dan semarak acara yang dipandu oleh ibu Renny Lyuw dan Ibu Ida Napitupulu.  Bahkan acara semakin menarik, saat Ibu Angelica Tengker (Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua), Bapak Fabian Pascoal (Wakil Ketua Umum KKK), Meidy F. Kaat (Ketua KKK Kota Bekasi), Bapak Marthin Oscar Maramis (Sekum KKK Kota Bekasi) ikut berbaur dengan anak-anak panti asuhan untuk bernyanyi bersama.

    Sebelum penyerahan paket bantuan, Bapak Meidy Franky Kaat, Ketua KKK Kota Bekasi, dalam sambutannya, meyampaikan rasa syukur atas suksesnya acara dan terima kasih untuk kehadiran Ibu Angelica Tengker sebagai Ketuk KKK dan Bapak Fabian Pascoal, Waketum KKK. Bagi Meidy F. Kaat, kehadiran Ketum dan Waketum KKK memberi warna tersendiri karna baru pertama kali terjadi dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan KKK Kota Bekasi. “Baru kali ini, kegiatan KKK Kota Bekasi dihadiri oleh Ketum dan Waketum Kerukunan Keluarga Kawanua. Ini kegiatan yang spesial bagi saya sebagai Ketua KKK Kota Bekasi. Oleh karena itu saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dan kehadiran Ibu Angelica Tengker dan Bapak Fabian Pascoal di acara ini,” ujar Meidy F. Kaat. “Terima kasih kepada seluruh pengurus dan panitia yang dipimpin oleh Pdt. Ronald S. Onibala (Ketua), Ibu Helen Kumenit (Sekretaris), dan Ibu Reny Lyuw (Bendahara) yang telah bekerja maksimal sehingga acara yang mulia ini dapat terselenggara dengan baik,” katanya lagi.

    Mewakili pengurus panti asuhan, Bapak Freddy Toisuta, yang juga sebagai penanggung jawab/pimpinan Panti Asuhan, menerima secara simbolis paket bantuan sosial yang diserahkan langsung oleh Ibu Angelica Tengker, Bapak Fabian Pascoal dan Bapak Meidy F. Kaat serta Bapak Marthin Oscar Maramis.

    Tampak hadir dalam baksos natal KKK Kota Bekasi ini, pengurus dan anggota KKK Jati Asih yang diketuai oleh Bapak Edy Worung, KKK Pondok Melati, KKK Kota Harapan Indah Bekasi dan Manguni Indonesia yang langsung dipimpin oleh ketua umumnya, Bapak Roger Koraag. Ibu Helen Kumenit sebagai Sekretaris Panitia menyampaikan ucapan terima kasih dari panitia, sebelum ramah-tamah. “Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, karena oleh pertolongan-Nya acara ini dapat berjalan sukses,” ujarnya. (RSO)