Category: Liputan

  • WABUP MINAHASA IVAN SARUNDAJANG HADIRI HUT 70 GPDI HOSANA TONSEA LAMA TONDANO

    WABUP MINAHASA IVAN SARUNDAJANG HADIRI HUT 70 GPDI HOSANA TONSEA LAMA TONDANO

    TONSEA LAMA TONDANO, WARTANASRANI.COM – Dihadiri Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang, Ibadah syukur perayaan HUT 70 GPdI Hosana Tonsea Lama Tondano dan HUT 58 gembala jemaat yang juga anggota Komisi Pusat Pelayanan Jurnalistik Pantekosta (PELJUP) GPdI, Pdt. Tonny Christian Koloay, S.Th., Selasa (5/92017), berlangsung penuh hikmat.

    Saat penyalaan lilin HUT oleh Keluarga gembala (Kel. Koloay – Pinatik) yang didampingi 2 jemaat tertua sebagai perwakilan jemaat

    Dalam sambutannya, Wabup Minahasa memberi apresiasi kepada Gembala dan Jemaat yang atas usaha dan kerja keras membangun kembali gedung gereja dan pastori yang pernah mengalami musibah kebakaran pada tanggal 29 Agustus 2016.

    “Saya memberi apresiasi kepada gembala dan jemaat yang berjuang dengan gigih membangun kembali gereja dan pastori yang terbakar hingga saat ini gedung geraja hampir selesai,” ujar Sarundajang.

    Wabup Minahasa juga menyampaikan pentingnya kemitraan antara Gereja dan Pemerintah dalam memperkuat kehidupan bermasyarakat. Ini dikarenakan jemaat adalah bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat.

    “Sinergitas gereja dan pemerintah itu sangat penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Karena anggota jemaat adalah anggota masyarakat,” tegasnya.

    Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang saat memberi sambutan.

    Bicara soal peran dan tugas yang diemban, yang terus berupaya mengayomi, melindungi, dan melayani kepada segenap warga bangsa tanpa kecuali, Sarundajang pada kesempatan ini, selain memberi bantuan dana, juga memberi banyak motivasi untuk jemaat lokal dalam pembangunan pelayanan, baik untuk pembangunan fisik gedung gereja maupun pembangunan iman yang harus tumbuh dalam ketaatan, persatuan dan kedewasaan berpikir. Karena menurut Sarundajang, pembangunan yang holistik menjadi tujuan utama baik secara jasmani maupun rohani.

    Sementara itu, Ketua Majelis Pusat GPdI, Pdt. Dr. Robert Y. Longkutoy, MA., M.Th., dalam khotbahnya mengambil 2 nats pokok yang berhubungan dengan HUT gereja ke-70 (2 Timotius 3:1-5)  dan HUT  gembala ke-58. (Mazmur 139:13-14).

    Ketua Majelis Pusat GPdI, Pdt. Robert Y. Longkutoy, MA., M.Th

    Gayung bersambut dengan Wabup, Gembala GPdI Parakletos Tateli, Pdt. Dr. Robert Y. Longkutoy, juga memberi banyak motivasi iman untuk jemaat lokal. Berjuang membangun, bekerjasama, ketaatan, kesetiaan beribadah, melayani serta menghormati Gembala yang dipercayakan Tuhan dan bertanggung jawab dalam pelayanan, menjadi harapan Longkutoy dalam kehidupan berjemaat di GPdI Hosana Tonsea Lama, Tondano Minahasa.

    Saat Doa khusus buat Gembala dan Jemaat GPdI Hosana Tonsea Lama oleh Pdt. R. Y. Longkutoy

    Tampak hadir Camat Tondano Timur, Johny Tendean, MAP., diantara jemaat dan undangan yang memadati gedung gereja GPdI Hosana Tonsea Lama, yang dalam tahap penyelesaian pembangunan ini.

    Tak ketinggalan, sebagai bentuk ucapan syukur, Pdt. Dr. Mey Longkutoy Mamangkey, SH., MTh., memandu penyalaan lilin HUT yang mewarnai Ibadah Ucapan Syukur yang berlangsung sukacita ini.  Keluarga gembala (Kel. Koloay – Pinatik) yang didampingi 2 jemaat tertua sebagai perwakilan jemaat menyalakan lilin HUT dengan raut wajah penuh syukur. (SHS)

  • KETUA MP GPDI, PDT. JOHN WEOL TAMPIL SEBAGAI PEMBICARA KKR GPDI PAKU URE

    KETUA MP GPDI, PDT. JOHN WEOL TAMPIL SEBAGAI PEMBICARA KKR GPDI PAKU URE

    PAKU URE, MINSEL – WARTANASRANI.COM – Terlaksananya program jemaat selama setahun, disikapi gembala dan jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) El-Shaddai Paku Ure dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) selama 3 malam (5-7/9/2017).

    “KKR ini merupakan wujud ungkapan syukur GPdI El-Shaddai Paku Ure atas penyertaan Tuhan, sehingga program gereja selama setahun dapat terlaksana dengan baik. Kami berharap, KKR selama 3 hari ini dapat menjadi berkat tidak saja untuk jemaat GPdI El-Shaddai Paku Ure, tetapi juga untuk masyarakat Desa dan pemerintah,” ujar gembala jemaat GPdI El-Shaddai Paku Ure, Pdt. Moody Kodongan, M.Th penuh syukur.

    Pdt. Moody juga menyatakan terima kasih kepada Majelis Pusat, khususnya Ketua Majelis Pusat GPdI, Pdt. Dr. John Weol, M.Div., M.Th., M.Min., yang telah menyempatkan diri hadir sebagai pembicara KKR malam pertama.

    “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih, karena Ketua Majelis Pusat GPdI, Pdt. Dr. John Weol, bersedia menjadi pembicara dalam KKR ini. Kiranya lewat KKR ini menjadi alat Tuhan untuk penuaian jiwa-jiwa bagi kemuliaan Tuhan,” tegas Moody didampingi Isteri tercinta, Pdm. Ritha Ester Lumingkewas, S.Th.

    Pdt. John Weol, dalam khotbahnya yang mengambil nats pokok, Efesus 1:15-19, mengingatkan semua yang hadir untuk menyadari bahwa ada kemuliaan Tuhan yang diberikan bagi umat-Nya dan gereja-Nya.

    “Rasul Paulus berdoa agar supaya mata hati jemaat yang di Efesus terbuka melihat kemuliaan yang Tuhan berikan bagi umatnya,bagi gereja Tuhan. Kemuliaan yang Tuhan berikan bagi gereja-Nya; pertama kekayaan, kedua mujizat, dan ketiga iman,” sebut Ketua MP GPdI yang juga Ketua STT Pantekosta Jakarta ini.

    Untuk itu, menurut gembala GPdI El Uzay, Muara Karang, Pluit Jakarta dan GPdI Taman Aries, Jakarta ini, membuka mati hati menjadi syarat agar bisa melihat kemuliaan Tuhan yang diberikan bagi umatNya dan gerejaNya.

    “Kita bisa melihat kemuliaan Tuhan itu ketika mata hati kita terbuka. Karena itulah tujuan Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Efesus agar mereka mampu melihat kemuliaan Tuhan bahwa betapa hebat kuasanya bagi kita yang percaya, dalam ayat 19, namun mata hati kita harus terbuka, yaitu IMAN,” jelasnya.

    Dibanjiri oleh jemaat dan masyarakat Paku Ure, lawatan Tuhan begitu terasa dalam KKR ini. Mujizat pun terjadi dan sangat memberkati semua yang hadir.

    Sementara itu, pada KKR malam kedua dilayani oleh Pdt. Brando Lumataw, M.Th., Badan Pengawas Usaha Milik Gereja GPdI. Selanjutnya pada malam ketiga, tampil sebagai pembicara Ketua Departemen Penginjilan GPdI, Pdt. Ferry Mamangkey, M.Th.

    Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dilaksanakan oleh Tim Kerja El-Shaddai Ministry Paku Ure ini, di dukung oleh pemerintah Desa, Bamag, pemerintah Kecamatan, pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. (SHS)

  • DEETJE CAROLINE MANDANG DITAHBISKAN SEBAGAI PENDETA GKRI

    DEETJE CAROLINE MANDANG DITAHBISKAN SEBAGAI PENDETA GKRI

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Selagi masih ada waktu dan kesempatan, maka setiap orang percaya, tanpa terkecuali, bertanggung jawab untuk memberitakan Injil. Hal ini disampaikan Deetje Caroline Mandang dalam khotbah perdananya saat ditahbiskan sebagai pendeta di Gereja Kristen Rahmani Indonesia (GKRI) Karmel, ITC Permata Hijau, Jakarta, Senin (2/10/2017).

    “Jangan sampai sudah waktunya Tuhan panggil, masih ada orang yang belum mendengar Injil akibat dari kita yang tidak mau memberitkan Injil tersebut. Jadi siapapun kita, diutus untuk memberitakan Injil kesemua orang,’ ujar isteri Pdt. Dr. Ronny Mandang ini penuh semangat.

    Mengutip Roma 1:16, “sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang pecaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani”, Deetje, yang berlatar belakang ibu rumah tangga ini, mengajak semua yang hadir dalam kebaktian pentahbisannya untuk berani memberitakan Injil keselamatan bagi semua orang.

    Kebaktian pentahbisan Pdt. Deetje Caroline Mandang dan Ev. Erni Utami Halim malam itu, dihadiri utusan beberapa lembaga aras seperti PGPI, PGLII, KWI, JDN dan beberapa lembaga lainnya.

    Dalam sambutannya Pdt Dr. Ronny Mandang sebagai pendeta sinior GKRI Karmel, merasa bangga kalau ada kekuatan baru yang hadir untuk menambah energi agar GKRI lebih banyak lagi orang-orang yang terpanggil untuk melayani. “GKRI Karmel memang kecil sekalipun demikian berkarakter jendral,” tandasnya malam itu.

    Menurut Ronny yang juga ketua umum PGLII ini, GKRI Karmel membutuhkan karakter Jenderal dalam pelayanan khususnya dalam memberitakan Injil. “Jendral adalah seorang komandan yang memiliki kemampuan atau otoritas memimpin dan memiliki keberanian. Untuk itu jemaat Karmel diharapkan juga mampu memiliki hati jendral terutama dalam kemampuan memberitakan Injil. Semangat ini pantas dimiliki karena GKRI adalah gereja injili yang sudah seharusnya memiliki tugas untuk memberitakan injil tersebut,” pungkasnya.

    Sementara itu, Pdt. Dr. Mulyadi Soleman ketika didaulat menyampaikan sambutan mengatakan menjadi gembala itu zonder gaji dan harus siap menerima apapun konsekuensinya. Namun Mulyadi juga menyemangati, bahwa Tuhan pasti akan memelihara setiap hamba Tuhan yang setia melayani. Selain itu sambung Mulyadi, menjadi hamba Tuhan berarti membuang diri artinya membuang diri dari semangat materialistis dan sepenuhnya melayani Tuhan.

    Tak ketinggalan, Romo Agus perwakilan KWI, juga berpesan agar terus semangat untuk melayani sebagai hamba Tuhan.

    Acara yang dihadiri ratusan undangan baik dari jemaat dan petinggi gereja, ditutup dengan acara makan malam bersama. (RSO)

  • JADI BERKAT BAGI KOTA DAN BANGSA, YAYASAN A2K DAN ANDYOT MENGGELAR BAKSOS PENGOBATAN GRATIS

    JADI BERKAT BAGI KOTA DAN BANGSA, YAYASAN A2K DAN ANDYOT MENGGELAR BAKSOS PENGOBATAN GRATIS

    KUPANG, WARTANASRANI.COM – Digerakkan oleh Visi dan Misinya untuk menjadi berkat bagi kota dan bangsa, Yayasan Anugerah Amal kasih (A2K) bekerjasama dengan Yayasan Andyot dari Korea menggelar bakti sosial berupa pengobatan massal gratis selama 3 hari dan KKR (25-29 September 2017) di GBI Imanuel, Pasir Panjang, depan Pos Brimob, Kota Kupang, NTT.

    “Salah satu ayat dalam kitab Yeremia mengatakan: Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu (Yeremia 29:7 TB). Berarti kita sebagai umat Tuhan harus mempunyai beban dan tanggung jawab atas suatu keadaan dari kota maupun bangsa, bahkan kalau keadaan suatu bangsa dalam keadaan buruk, kita sebagai umat-Nyalah yang diminta untuk berdoa dan bertobat seperti: dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. (2 Tawarikh 7:14 TB). Atas dasar Firman Tuhan inilah, Anugerah Amal Kasih bekerjasama dengan Yayasan Andyot hadir di Kota Kupang mengadakan Bakti Sosial pengobatan massal gratis,” jelas Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th.

    Menurut Pdt. Paul, pengobatan gratis berupa Sport Massage Kairo ini merupakan upaya Yayasan A2K untuk mendukung pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat.

    “Sekalipun saat ini memang pemerintah sudah semakin mempermudah akses kesehatan sampai ke tingkat desa, kami tetap ingin berkontribusi lebih kepada masyarakat,” tegas gembala GBI Taman Aster, Kota Harapan Indah, Bekasi ini, singkat.

    Ternyata niat baik Yayasan A2K dan Yayasan Andyot disambut antusias oleh warga, dimana setiap harinya ada 40 sampai dengan 80 pasien, dengan total pasien mencapai 180 orang.

    “Kami merasa senang karena kegiatan pengobatan gratis ini disambut antusias oleh warga. Kami harap kegiatan ini benar-benar dapat dirasakan warga manfaatnya. Harapan kami juga, melalui kegiatan ini, kesehatan warga desa lebih meningkat, dan warga juga memiliki kepedulian yang tinggi untuk melaksanakan pola hidup sehat dan bersih,” ujar hamba Tuhan kelahiran Nias, Sumatera Utara ini, penuh syukur.

    Diceritakan Pdt. Paul, dampak langsung dari pengobatan Sport Massage Kairo yang ditopang doa oleh tim yang terlibat, terlihat pada seorang wanita muda yang datang, dimana pada hari pertama tidak bisa jalan, tapi setelah didoakan dan mengikuti pengobatan, bisa jalan dan bersaksi.

    “Ada seorang nona (gadis) sudah 11 thn tidak bisa jalan karena kecelakaan. Ia datang harus di gendong waktu turun dari mobil, namun lewat pelayanan doa dan pengobatan, sekarang ia sdh bisa jalan dan bersaksi. Hal yang sama juga terjadi dengan pasien-pasien yang lain. Mujizat masih ada! Semoga kesaksian ini bermanfaat dan menjadi berkat,” cerita Pdt. Paul bersukacita.

    Sementara itu, selain bakti sosial pengobatan gratis, Tim yang terdiri dari; Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th., Pdp. Wahyudi Lingga, M.Th., Ev. Richard I. Utama, S.Th., Mr. Park Ho Soon, Ps. Dr. Samuel An, M.Th., Mss. Ester An, dan Pdm. Maruli Tua Simanjuntak, S.Th., juga mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) pada malamnya di gereja GBI Imanuel, Pasir Panjang, Kota Kupang, NTT.

    Dijelaskan Pdt. Paul, bakti sosial pengobatan gratis Sport Massage Kairo berupa Refleksiologi, Akupuntur, Kop (bekam), dan lain-lain, yang dilakukan oleh Mr. Park Ho Soon ini, juga akan dilaksanakan di Kota Bekasi, tepatnya di GBI Taman Aster, Kota Harapan Indah, Kota Bekasi.

    Dalam kesempatan yang lain, sebelum kembali ke Bekasi, Tim menyempatkan diri untuk melihat keindahan pantai di pinggiran Kota Kupang. (RSO)

  • MD GPdI SULUT LANTIK PENGURUS KDP3 RAYON MINAHASA II

    MD GPdI SULUT LANTIK PENGURUS KDP3 RAYON MINAHASA II

    TONSEWER TOMPASO, WARTANASRANI.COM – Sejarah gereja mencatat bahwa pertumbuhan gereja secara kualitas maupun kuantitas ada karena penginjilan. Menyikapi hal ini, Majelis Daerah GPdI Sulawesi Utara, mulai bergerak melantik KDP3 (Komisi Daerah Pelayanan Penginjilan Pantekosta) Sulawesi Utara yang dibagi menjadi 17 Rayon.

    Saat pelantikan KDP3 Rayon Minahasa II di GPdI Tonsewer, Tompaso, Sabtu (23/9/2017), Biro Penginjilan GPdI Sulut, Pdt. Herry Moningkey, M.Th., mengungkapkan bahwa pelantikan-pelantikan KDP3 yang dibagi dalam 17 Rayon, dilakukan sebagai upaya kolektif untuk mencapai visi KDP3 GPdI Sulut.  “Pelantikan ini sebagai upaya kolektif untuk mencapai visi KDP3 GPdI Sulut yaitu, terwujudnya penginjilan yang berkualitas, berkarakter, inovatif,  sistemik dan profesional untuk pertumbuhan GPdI Sulut yang dinamis, sesuai Kisah Para Rasul 1:8),” ujar Herry Moningkey.

    Tak ketinggalan, Ketua KDP3 GPdI Sulut sekaligus Ketua Bidang Program Komisi Pusat Pelayanan Penginjilan Pantekosta (KP4) GPdI, Pdt. Dr. Jootje Luntungan, M,Th., menyampaikan beberapa Misi yang ingin dicapai KDP3 Sulut.

    “Ada beberapa misi yang hendak dicapai; pertama, melaksanakan Amanat Agung Kepala Gereja Yesus Kristus sesuai Matius 28:11, kedua, Menjalankan program penginjilan daerah dengan sistemik dan konstruktif, ketiga, menggunakan metode penginjilan yang efisien, efektif, inovatif dan Alkitabiah, dan terakhir, memaksimalkan sumber daya, potensi, karunia dan talenta di GPdI,” pungkas Jootje Luntungan.

    Pada kesempatan yang sama, Sekretaris KDP3 GPdI Sulut, Pdt. Morris Watuseke, M.Th, M.Pd.K., memaparkan program kerja. Dijelaskannya bahwa KDP3 GPdI Sulut selain membentuk KDP3 Rayon di Kabupaten/Kota, juga akan membangun jaringan kerja sama dengan semua lembaga misi serta membuat jejaring sosial, media dan fasilitas publikasi lainnya, bahkan pengadaan sarana prasarana penginjilan (mobil penginjilan, kapal penginjilan, rumah misi, radio misi dan TV misi) menjadi target yang hendak dicapai.

    (Gambar atas) Suasana acara pelantikan dan foto bersama KDP3 Rayon Manado II di GPdI Nazareth Patynama, Tanggal 24 September 2017

    Sementara itu, Ketua KDP3 Rayon Minahasa II yang dilantik, Pdt. Michael Wahido, M.Th., mengingatkan dan mengajak untuk melakukan tugas penginjilan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan penginjilan itu sendiri.

    “Mari kita bekerja sesuai dengan apa yang menjadi tujuan peginjilan, yaitu; mengabarkan berita baik dan sukacita kepada umat manusia untuk selamat, memenangkan sebanyak-banyaknya jiwa-jiwa untuk Tuhan Yesus, menarik orang-orang tersesat dari kuasa dosa, kuasa setan dan kuasa maut, dan mengikat serta menyatukan gereja Tuhan dengan kasih dan anugerah Tuhan,” ujar gembala GPdI Noongan Langowan ini.

    Adapun Wakil Bendahara KDP3 Sulut Rayon Minahasa II, Pdt. Semuel H. Sajanga, SE,Ak., MTh, MMis., menegaskan soal komitmen dalam penginjilan yang berorientasi pada jiwa-jiwa yang perlu diselamatkan. “Penginjilan pasti membutuhkan uang tetapi uang bukan menjadi orientasi pelayanan (money oriented). Kami berorientasi kepada jiwa-jiwa yang ingin diselamatkan oleh Tuhan Yesus (people oriented),” terang Gembala GPdI Karumenga ini bersemangat.

    Ditambahkan Semuel Sajanga, sejauh ini baru 5 rayon Kabupaten/Kota yang dilantik, dan masih ada 12 rayon lagi yang belum dilantik. Namun menurutnya, sesuai PKJP (Program Kerja jangka Pendek), direncanakan semua pelantikan selesai bulan Oktober 2017. (SHS/RSO)

  • KKR DAN PELANTIKAN KETUA KOMISI DAERAH REMAJA GPdI RAYON MINAHASA

    KKR DAN PELANTIKAN KETUA KOMISI DAERAH REMAJA GPdI RAYON MINAHASA

    LANGOWAN, WARTANASRANI.COM – Perkembangan zaman selalu membawa perubahan dalam banyak aspek kehidupan. Kemajuan dalam bidang  teknologi dan ilmu pengetahuan telah membentuk pola sosial yang baru dan menimbulkan dampak yang positif maupun negatif. Tidak terkecuali dalam kehidupan kaum remaja, mereka sering ikut terseret oleh perkembangan zaman.

    Pola hidup kaum remaja yang seperti ini tentu terjadi juga di kalangan kaum remaja Kristen. Kaum remaja gereja banyak juga yang terlibat dalam berbagai kenakalan remaja, pergaulan bebas, dan sebagainya. Hal ini tentunya menjadi keprihatinan berbagai pihak tak terkecuali Bupati Minahasa, Drs. Jantje Wowiling Sajow, M.Si., D.Min., yang dalam khotbahnya berbagi Firman dan pengalaman sembilan tahun menjadi Penatua Remaja Sinode.

    Sementara itu, Pdt. Semuel H. Sajanga, SE.Ak., M.Th., M.Mis., saat dilantik sebagai Ketua Komisi Daerah Remaja Rayon Minahasa GPdI Sulut, mengingatkan akan keseriusan gereja menyikapi permasalahan yang dialami oleh remaja saat ini. Menurutnya, sudah saatnya gereja bertindak untuk merebut generasi muda bagi kemuliaan Kristus.

    “Sudah saatnya gereja sadar dan bertindak menghadapi bahaya gerekan “The Lost Generation”. Gerekan ini berusaha memutus tongkat estafet masa depan gereja dan bangsa dengan membuat generasi muda tidak siap untuk memikul tanggung jawab masa depan. Berbagai strategi dilancarkan untuk menjebak dan mengikat generasi muda, antara lain: Narkoba, LGBT, Free seks dan pemahaman serta perbuatan negative lainnya,” pungkas gembala Karumenga ini penuh semangat.

    Pelantikan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 September 2017 di GPdI  Jemaat Karmel Karumenga ini, diawali dengan Kebaktian Kebangunan  Rohani yang dilayani oleh Bupati Minahasa, Drs. Jantje Wowiling Sajow.

    Adapun pelantikannya dilakukan oleh Biro Pembinaan Warga Jemaat GPdI Sulut, Pdt. Lexi Karundeng, M.Th., bersama Penghubung Majelis Daerah Kabupaten Minahasa, Pdt. Drs. Viktor Pantow, M.Th., yang didahului dengan pembacaan surat keputusan oleh Ketua Komisi Daerah Remaja GPdI Sulut, Pdt. Argemiro Manimpurung M.Th., tentang Pengangkatan Pengurus Komisi Daerah Remaja Rayon Minahasa. (SHS)

  • HKBP DISTRIK XIX BEKASI MENGGELAR LOKAKARYA UNTUK TINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN MARTURIA

    HKBP DISTRIK XIX BEKASI MENGGELAR LOKAKARYA UNTUK TINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN MARTURIA

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Bertempat di Hotel Horison Bekasi, HKBP Distrik XIX Bekasi yang membawahi 3 daerah tingkat II, yakni: Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor, menggelar Lokakarya (Semiloka) Marturia, Sabtu (23/9/2017).

    Acara yang merupakan bagian dari program tahun pendidikan dan pemberdayaan di HKBP ini mengambil tema; “Firman Allah mendidik dan memperlengkapi setiap orang untuk perbuatan baik” (2 Timotius 3:16-17) dan sub tema; “HKBP Distrik XIX Bekasi terpanggil menata diri dalam pengembangan pendidikan dan pemberdayaan warga gereja dan masyarakat”.

    Menurut Ketua Pelaksana, Pdt. Samsir Deli Sinaga, D.Min, pelaksanaan Lokakarya yang menghadirkan pembicara-pembicara kompeten dalam pelayanan Marturia di HKBP ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Marturia yang selama ini belum maksimal disebabkan gereja yang sibuk dengan pelayanan rutinitas

    “Masih banyak pelayanan yang harus dikerjakan khususnya jemaat-jemaat yang kurang terjangkau karena bekerja di perindustrian seperti di Cikarang. Jadi kami harapkan melalui Lokakarya Marturia Distrik Bekasi ini, menghasilkan orang-orang yang terpanggil untuk turut ambil bagian dalam pelayanan marturia, sehingga boleh menjangkau pelayanan, khususnya yang belum disentuh oleh gereja, dimana gereja selama ini sibuk dengan pelayanan rutinitas,” kata Pdt. Samsir Deli Sinaga.

    Pdt. Samsir Deli Sinaga, D.Min., Ketua Pelaksana Lokakarya (Semiloka) Marturia HKBP Distrik XIX Bekasi

    Dijelaskannya, selama ini HKBP Distrik XIX Bekasi sudah memulai namun diakuinya belum berjalan seperti yang diharapkan.

    “Selama ini memang sudah kita mulai, tapi masih terbatas hanya pada kegiatan social dan juga untuk pelayanan Rutan atau Lembaga Pemasyarakatan yang berada di Bulak Kapal. Sementara untuk Rumah Sakit dan juga untuk masyarakat atau jemaat yang bekerja di Industri termasuk juga mahasiswa belum terjangkau,” jelasnya.

    Secara terang-terangan, Ketua Pelaksana ini mengungkapkan kendala yang ada dilapangan kepada redaksi wartanasrani.com “Sejujurnya, kami lihat bahwa pelayanan Marturia di setiap gereja itu masih kurang dukungan dari pimpinan jemaat. Belum adanya sinergitas karena para parhalado dan dewan-dewan belum mengerti apa itu pelayanan Marturia di tengah-tengah pelayanan gereja,” terangnya.

    Melihat kendala yang ada, Pdt. Samsir Sinaga berharap melalui Lokakarya (Semiloka) dapat menjembatani permasalahan yang dihadapi. “Kita mengundang para dewan marturia dan seksi zending dari setiap gereja untuk mengikuti Lokakarya supaya boleh menghasilkan tim yang solid  untuk kedepan dan membuahkan pelayanan Marturia yang berkualitas di Distrik Bekasi,” harap Pdt. Sinaga mengkahiri wawancara.

    Harapan yang sama-pun dilontarkan para peserta Lokakarya yang berlangsung dari Pukul 08.30 sampai Pukul 18.00 WIB.

    “Lokakarya ini membuka wawasan bagi kami peserta, khususnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan Marturia sehingga  kami dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menjangkau berbagai elemen masyarakat yang belum terjangkau oleh gereja atau huria setempat,” ujar Imelda Br. Gultom salah seorang peserta kepada Warta Nasrani.

    “Harapan saya, dengan adanya Lokakarya Marturia ini, tingkat pelayanan  HKBP di Distrik XIX Bekasi semakin maksimal untuk membawa banyak jiwa yang menerima Tuhan Yesus dalam kehidupannya sehari-hari,” tambah untusan HKBP Resort Maranatha Tambun ini penuh harap. (RSO)

  • MANTAPKAN SEMANGAT MARTURIA, HKBP DISTRIK XIX BEKASI GELAR LOKAKARYA SEMILOKA MARTURIA

    MANTAPKAN SEMANGAT MARTURIA, HKBP DISTRIK XIX BEKASI GELAR LOKAKARYA SEMILOKA MARTURIA

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Diawali Ibadah pembukaan yang dipimpin Pdt. Patar S. Napitupulu, M.Min., dengan Liturgis, Pdt. Maijon Pakpahan, MM., acara Lokakarya (Semiloka) Marturia HKBP Distrik XIX Bekasi dibuka oleh Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi, Pdt. Banner Siburian, M.Th., hari ini, Sabtu (23/9/2017).

    Semiloka yang dilaksanakan di Hotel Horison Bekasi ini, dihadiri oleh pimpinan-pimpinan jemaat HKBP yang berada di Distrik XIX Bekasi. Adapun HKBP Distrik XIX Bekasi, berada di 3 daerah tingkat II, yakni: Kota bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. “Ada 42 gereja HKBP yang ada di Distrik XIX Bekasi,” ujar Ketua Panitia, Pdt. Samsir Deli Sinaga, D.Min.

    Sementara itu dalam sambutannya, selain memberi apresiasi atas kerja Panitia Pelaksana dan kesediaan para narasumber, Pdt. Banner Siburian, juga menyampaikan empat sasaran atau tujuan diselenggarakannya Semiloka di Distrik XIX Bekasi.

    “Pelaksanaan Semiloka ini memiliki empat sasaran atau tujuan pokok; pertama, agar kita kembali memahami dan menghayati akan arti dan makna Marturia, kedua, agar semangat dan partisipasi kita semakin meningkat, ketiga, untuk lebih memperlengkapi diri kita dalam pekerjaan pekabaran injil (PI), dan kempat, agar kita semua menjadi bagian dari wadah Marturia di tingkat Distrik,” jelas Pdt. Banner Siburian.

    Acara yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB dan direncanakan selesai pukul 18.00 WIB ini, menghadirkan beberapa pembicara yang khusus didatangkan panitia. Sessi I, Pdt. Dr. Anna Vera Pangaribuan, Ketua Departemen Marturia, dengan lugas menjabarkan pelayanan Marturia HKBP. Pada Sessi II, Pdt. Marolop P. Sinaga, M.Th., membahas strategi dan metode memberitakan Injil. Tak kalah menarik, Sessi ketiga, St. Drs. Richard Panjaitan, SKM., dipercaya menyajikan masalah penginjilan di daerah kota. Dan pada Sessi terakhir, Pdt. Banner Siburian, M.Th., akan mengupas pokok-pokok pikiran, tantangan dan peluang arah serta pengorganisasian pelayanan Marturia di HKBP Distrik Bekasi.

    Kehadiran para moderator dalam memandu setiap sessi tak kalah pentingnya. Mereka adalah; Pdt. Samsir Deli Sinaga, D.Min (Sessi I), Pdt. Tumpal Simamora, M.Th (Sessi II), dan St. Ev. Surung Sianipar (Sessi III).

    Dijadwalkan Semiloka ini akan ditutup dengan Ibadah yang akan dipimpin oleh Pdt. Jetson Simorangkir, M.Th dengan Liturgis, Pdt. Baringin Simarmata, S.Th. (RSO)

  • TUTUP PELATIHAN AKBAR GURU PAUD, PRESIDEN TEGASKAN PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER

    TUTUP PELATIHAN AKBAR GURU PAUD, PRESIDEN TEGASKAN PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Pendidikan anak usia dini merupakan hal yang sangat krusial bagi tumbuh kembangnya anak-anak Indonesia. Oleh karena itu, Presiden mengakui peranan penting guru-guru PAUD yang ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

    “Kunci pembangunan kecerdasan dan karakter itu berada pada usia emas 1 tahun sampai 12 tahun. Ibu-ibu dan bapak-bapak semuanya berada pada posisi yang sangat penting menentukan masa depan negara karena di sinilah anak-anak kita dididik,” ujar Presiden di awal sambutan, saat menutup pelatihan akbar guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Provinsi DKI di Islamic Center Jakarta, Koja, Jakarta Utara, Rabu, 20 September 2017.

    Presiden juga mengingatkan bahwa dalam mendidik anak-anak kita, tak cukup hanya fokus pada kecerdasan semata. Kecerdasan itu memang diperlukan, tapi tentunya harus diimbangi dengan budi pekerti dan nilai-nilai karakter yang baik.

    “Inilah proses-proses membangun mentalitas dan menguatkan pendidikan karakter yang akan terus kita lakukan,” kata Presiden.

    Ia mencontohkan fenomena yang terjadi di negara kita. Para pelaku korupsi misalnya, mereka juga mengenyam pendidikan yang tinggi. Namun, hal itu tak mencegah mereka untuk melakukan tindak pidana yang sangat merugikan negara. Ia menduga bahwa hal itu terjadi karena memang penguatan pendidikan karakter belum menjadi perhatian pemerintah selama ini.

    “Di mana sebetulnya titik lemah kita ini? Karena kita tahu yang korupsi itu juga pendidikannya dari TK, SD, SMP, SMA, sampai universitas. Tapi kenapa melakukan itu? Karena urusan penguatan pendidikan karakter itu belum menjadi perhatian pemerintah,” ucapnya.

    Oleh karenanya, sekitar dua minggu lalu, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Dalam kaitannya dengan aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru-guru PAUD, Perpres tersebut nantinya juga diharapkan dapat menjadi payung hukum untuk mengalokasikan dana bantuan bagi guru PAUD.

    “Kalau tidak ada, mana berani gubernur, bupati, dan wali kota memberikan. Tapi ini baru dua minggu yang lalu, nanti akan saya perintahkan setelah bertemu dengan gubernur, bupati, dan wali kota,” ia menambahkan.

    Dalam kesempatan tersebut, Presiden sekaligus mengapresiasi pelatihan yang diberikan bagi para guru PAUD. Ia berharap agar pelatihan-pelatihan serupa ini untuk dapat diperbanyak karena pelatihan baru dilakukan di 19 kota, sementara di seluruh tanah air terdapat 514 kota dan kabupaten.

    “Jadi masih sangat kurang. Tadi saya bisik-bisik, yang kurang apa? Biar saya bantu agar pelatihan-pelatihan seperti ini semakin masif seluruh guru-guru PAUD diberikan pendidikan dan pelatihan yang diperlukan,” tuturnya.

    Kepada para pendidik PAUD yang hadir dalam acara tersebut, Presiden Joko Widodo mempercayakan pendidikan anak-anak Indonesia di tangan mereka. Ia sekaligus berpesan agar para pendidik dapat mempersiapkan anak-anak Indonesia untuk dapat berkompetisi di masa mendatang.

    “Dalam kompetisi global, persaingan antarsumber daya manusia negara satu dengan lainnya salin bersaing. Untuk memenangkan kompetisi itu tidak hanya masalah kecerdasan, dibutuhkan karakter-karakter unggul yang tahan banting dan pantang menyerah. Itulah kenapa pelatihan ini dilakukan,” ujarnya.

    Menurut Presiden, anak-anak Indonesia juga harus ditanamkan rasa cinta kepada Sang Pencipta dan segala ciptaan-Nya. Semua itu perlu diberikan pemahaman dan pelatihan sejak dini. Tak terkecuali yang berkaitan dengan kemandirian, disiplin. dan tanggung jawab.

    “Kita harus menyiapkan anak-anak kita bagaimana mempunyai rasa percaya diri yang baik. Kita ini biasanya kalau sudah dengan bule ini langsung menjadi inferior, grogi, tidak boleh! Kita harus percaya diri. Anak-anak kita harus kita siapkan untuk menjadi karakter-karakter yang kreatif, tahan banting, dan pantang menyerah,” tegasnya.

    Tak kalah pentingnya, anak-anak Indonesia juga harus diarahkan untuk dapat menjadi pemimpin besar di masa mendatang. Inilah tugas utama yang diharapkan dapat diemban oleh para pendidik-pendidik kita.

    “Anak-anak kita juga harus kita siapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin yang baik dan bijak. Mau jadi ketua RT, jadilah ketua RT yang baik dan bijak. Jadilah lurah yang baik dan bijak. Mau jadi bupati, wali kota, dan gubernur, jadilah yang baik dan bijak. Itu disiapkan sejak dini. Ingin jadi menteri atau presiden? Siapkan mereka menjadi pemimpin yang baik dan bijak. Itu menjadi tugas Bapak/Ibu dan saudara-saudara,” tuturnya.

    Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan sejumlah istri anggota Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK).

    Sumber: Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden / Foto: Laily Rachev – Biro Pers Setpres

  • GELAR RAKORNAS, MP GPDI LANTIK KOMISI-KOMISI PUSAT

    GELAR RAKORNAS, MP GPDI LANTIK KOMISI-KOMISI PUSAT

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Mengambil tema, “Menjadi jemaat yang kokoh, bertumbuh, terang dan mulia (Yesaya 2:2, 60:1)” serta sub tema, “Meningkatkan peran serta jemaat untuk mendatangkan damai sejahtera dalam kehidupan masyarakat bangsa dan negara”, Majelis Pusat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) selama 3 hari (19-21 September).

    Rakornas yang berlangsung di Sentra GPdI, Jalan Danau Sunter Selatan Blok E No. 1, Sunter Agung, Jakarta Utara ini, merupakan Rakornas pertama dibawa kepemimpinan Pdt. Dr. John Weol, setelah terpilih sebagai Ketua Umum Gereja Pantekosta di Indonesia.

    Setelah Pleno IV, Majelis Pusat mengangkat dan melantik pengurus-pengurus wadah tingkat nasional yang disebut Komisi Pusat, yaitu: Pelayanan Anak Pantekosta (PELNAP), Pelayanan Remaja Pantekosta (PELRAP), Pelayanan Pemuda Pantekosta (PELPAP), Pelayanan Wanita Pantekosta (PELWAP), Pelayanan Pria Pantekosta (PELPRIP), Pelayanan Profesi & Usahawan Pantekosta (PELPRUP), Pelayanan Anak Anak Hamba Tuhan (PELAHT), Pelayanan Mahasiswa Pantekosta (PELMAP), Komisi Penginjilan Pantekosta Pusat, dan Pelayanan Jurnalis Pantekosta (PELJUP).

    Ada hal yang berbeda dalam pelantikan Pengurus Komisi Pusat dalam Rakornas ini, dimana Pengurus Komisi Pusat dibagi per-zona. Menurut Ketua Majelis Pusat GPdI, Pdt. Dr. John Weol, pembagian ini untuk efisiensi kerja dan mempermudah dalam memanage setiap event yang di adakan di zona-zona yang sudah ditentukan. “Hal ini bukan berarti memiliki perbedaan satu sama lain, semua sama saja, tidak ada yang merasa lebih tinggi atau rendah,” kata John Weol.

    Acara pelantikan dimulai jam 17.00 WIB. Setiap nama-nama pengurus dipanggil berdasarkan komisi-komisi. Komisi-komisi yang sudah dilantik, saat itu juga langsung mengadakan rapat untuk perkenalan dan juga membahas program kerja.

    Yang menarik dari pelantikan Komisi Pusat kali ini adalah hadirnya Komisi Pusat Pelayanan Jurnalis Pantekosta atau yang disingkat PELJUP. Boleh dibilang PELJUP menjadi komisi yang baru untuk GPdI dibawa kepemimpinan Pdt. John Weol, dikarenakan PELJUP tidak pernah ada dalam pelantikan-pelantikan sebelumnya.

    Sementara itu, ada satu Komisi yang menjadi pusat perhatian, dikarenakan salah satu anggotanya fasih berbahasa Mandarin dan bisa menjadi penterjemah, yaitu Komisi Penginjilan. Hal ini menjadi unik dan sudah menjadi suatu kewajiban agar supaya bisa memenangkan banyak jiwa untuk Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.

    Acara pelantikan yang berlangsung sampai larut malam, tidak membuat para calon pengurus resah, karena mereka tetap semangat mengikuti acara pelantikan sampai selesai. (AW)