Category: Liputan

  • SILAHTURAHMI KAMTIBMAS POLSEK MEDAN SATRIA KOTA BEKASI

    SILAHTURAHMI KAMTIBMAS POLSEK MEDAN SATRIA KOTA BEKASI

    KOTA HARAPAN INDAH BEKASI, WARTANASRANI.COM – Membangun dan memelihara keamanan merupakan tugas bersama seluruh masyarakat, bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan. Untuk itu sinergitas antara masyarakat dan aparat keamanan dalam hal ini pihak kepolisian tentunya sangat diperlukan.

    Guna memelihara serta meningkatkan sinergitas yang selama ini dibangun antara pihak Kepolisian dan semua elemen masyarakat, hari ini (15/9/2017), bertempat di Aula Polsek Medan Satria, Jl. Harapan Indah No. 8, Kota harapan indah, Bekasi, berlangsung tatap muka dan silaturahmi antara Kapolsek dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, forum rw dan rt, organisasi masyarakat, Pokdar, FKPM, Karang Taruna yang ada di Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.

    Menurut Kompol I Made Suwetra, kebutuhan akan kamtibmas yang kondusif  bukan semata hanya keinginan aparat penegak hukum, dalam hal ini Polri, namun hal itu juga merupakan keinginan seluruh masyarakat, karena itulah, dibutuhkan kerja sama serta peran aktif masyarakat. “Mari kita kelola wilayah Medan Satria dengan baik demi terciptanya suasana yang kondusif,” pungkas I Made Suwetra, yang baru bertugas 1 bulan 12 hari sebagai Kapolsek Medan Satria ini.

    Lebih lanjut dijelaskannya bahwa, Polri tidak akan dapat menciptakan situasi yang aman dan tertib dalam suatu lingkungan masyarakat tanpa adanya kemauan dan kesadaran masyarakat itu sendiri. Keseriusan semua elemen masyarakat dalam menangani berbagai persoalan Kamtibmas di lingkungan kerja Polsek Medan Satria kembali diingatkan I Made Suwetra. “Medan Satria ini perlu ditangani dengan serius,” ajak I Made Suwetra meyakinkan. “Saya tidak bisa berbuat apa-apa tanpa dukungan Bapak/ibu sekalian yang ada disini,” tambahnya pula

    Menyikapi tingkat kejahatan curanmor yang semakin tinggi, I Made Suwetra mengingatkan agar masyarakat lebih hati-hati dan waspada. Menurutnya, sekalipun setiap kejahatan tidak ada yang tanpa meninggalkan jejak, namun kewaspadaan masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk meminimalisir kesempatan bagi pelaku curanmor. “Jangan sampai kita membuka kesempatan selebar-lebarnya pada pelaku curanmor, gunakanlah kunci ganda, dan tetap waspada pada lingkungan,” ujar I Made Suwetra mengingatkan.

    Selain tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan ormas, tampak hadir dalam acara yang berlangsung penuh keakraban ini, tiga Anggota Dewan Kota Bekasi yang berasal dari Dapil Medan Satria dan Bekasi Barat, yaitu; Bpk. Sudirman (Fraksi PDIP), Bpk. Maryadi (Fraksi Golkar) dan Ibu Murfati Lidianto (Fraksi Gerindra). Terlihat hadir beberapa Pendeta Perwakilan BKSAG Kota Harapan Indah dan Sekitarnya, diantaranya: Pdt. Devy J. Sugiyono (Ketua), Pdt. Yohanes J. Sihombing, Pdt. Paul F. Gulo, Pdt. Wellem Doko, Pdt. Sadrakh Ranti, Pdt. Gunadi, dll.

    Pertanyaan seputar penanggulangan kamtibmas menjadi topik utama dalam sesi tanya jawab, namun apresiasi juga diberikan kepada Kapolsek atas terlaksananya acara silaturahmi yang melibatkan semua unsur masyarakat yang ada di Kecamatan Medan Satria, sembari berharap acara silaturahmi semacam ini tetap rutin dilaksanakan. “Kami berharap silaturahmi antara Polri dengan masyarakat semakin ditingkatkan guna terciptanya komunikasi yang baik,” ujar salah seorang peserta.

    Sementara itu, berdasarkan undangan yang diterima, acara yang bertajuk Silahturahmi Kamtibmas Kapolsek Medan Satria dengan potensi Masyarakat Menjelang Pemilukada 2018, dilaksanakan sesuai rujukan Undang-undang Kepolisian No. 2 Tahun 2002 tentang Ketentuan Pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia, Peraturan Kapolri nomor 3 tahun 2015 tentang Pemolisian Masyarakat, dan Rencana Kegiatan Polsek Medan Satria 2017. (RSO)

  • WBI SEKTOR BARAT KOTA BEKASI  GELAR PELATIHAN PEMBINAAN KELUARGA MODUL VIP VISIONARY  PARENTING

    WBI SEKTOR BARAT KOTA BEKASI GELAR PELATIHAN PEMBINAAN KELUARGA MODUL VIP VISIONARY PARENTING

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Keluarga adalah unit terkecil didalam masyarakat, yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Apabila keluarga sehat tentu akan membentuk masyarakat dan gereja yang sehat pula. Keluarga yang sehat memiliki mental-spiritual yang sehat sehingga mampu menciptakan karakter unggul dalam keluarga, untuk kemudian menjadi keluarga yang berdaya, mampu membentuk masyarakat yang mandiri sehingga tercapai kesejahteraan ekonomi, berdaya melakukan transformasi dan berdaya bagi kerajaan Allah. Untuk membentuk keluarga sehat seperti yang diharapkan tersebut, diperlukan pembinaan yang baik dan berkesinambungan.

    Menyikapi hal ini, WBI Sektor Barat, adakan Pelatihan Modul Pembinaan Keluarga VIP (Visionary Parenting), di GBI Solideo, Ruko Sentral Onderdil Blok EJ No. 16, Kota Harapan Indah, Kota Bekasi, Senin (10/9/2017).

    Menurut Ketua WBI Sektor Barat, Ida Napitupulu, Modul VIP diharapkan dapat memperlengkapi setiap orangtua agar dapat menangkap Visi Allah bagi keluarga dan mempraktekkan dalam hidup keluarga masing-masing. “Banyak manfaat sekaligus menjadi tujuan dari pelatihan modul VIP ini, diantaranya agar setiap peserta atau orangtua dapat menangkap visi Allah, mempraktekkannya dalam keluarga masing-masing. Juga setiap orangtua dapat membangun keluarga berdasarkan Alkitab,” ujar alumni Pasca Sarjana STT Bethesda Harapan Indah ini.

    Lebih lanjut menurutnya, Modul VIP dapat menajamkan visi keluarga Kristen dan menolong setiap keluarga Kristen untuk mengalami transformasi spiritual dan pemulihan. “Intinya, dengan buku panduan ini setiap orangtua dapat menjadi penanggung jawab utama untuk penginjilan dan pemuridan anak-anak mereka,” pungkas Ida penuh harap.

    Ditambahkannya pula, modul VIP yang terdiri dari 5 sesi akan diselesaikan dalam 3 kali pertemuan. “Nantinya setiap pertemuan, ada 2 sesi yang akan diterima peserta VIP, sehingga ditargetkan modul VIP yang terdiri dari 5 pelajaran, selesai dalam 3 kali pertemuan,” ujar Ida Napitupulu. “Untuk pembicara dari setiap pelajaran modul VIP ini, WBI Sektor Barat memberdayakan pengurus yang ada,” ujarnya lagi, menjawab pertanyaan soal pembicara yang dihadirkan dalam pelatihan modul VIP ini.

    Pada pertemuan pertama ini, Ketua WBI Sektor Barat, Ida Napitupulu, S.Kom., M.Th., menjadi pembicara pertama yang menyajikan pelajaran 1, tentang “Visi Allah Bagi Keluarga”. Selanjutnya pada sesi kedua, Pdp. Ayin, dengan apik menyampaikan pelajaran 2, tentang “Rumah Sebagai Tempat Yang Aman”.

    Sementara itu, saat pengumuman, pengurus WBI Sektor Barat, menyampaikan harapannya agar seluruh peserta yang hadir pada pertemuan pertama ini, akan juga hadir pada pertemuan kedua yang akan dilaksanakan pada minggu berikutnya dengan 2 sesi, yaitu; pelajaran 4 tentang “Cinta Seorang Ibu” dan Pelajaran 5 “Visi Seribu Generasi”, bahkan sampai pertemuan terakhir, pelajaan tentang “Misi Seorang Bapa”. “Pertemuan kedua VIP akan dilaksanakan pada tanggal 18 September 2017, di GBI Mawar Sharon, Kota Harapan Indah, yang digembalakan oleh Pdt. J. Yohanes Sihombing, M.Th,” sebut Ida.

    Ucapan terima kasih tak lupa diberikan kepada Gembala dan Jemaat GBI Solideo Harapan Indah. “Pengurus WBI Sektor Barat mengucapkan banyak terima kasih kepada pengurus WBI GBI Solideo, khususnya Gembala Jemaat, Pdt. Devy J. Sugiono, SE., M.Th, yang sudah menyiapkan tempat buat pelaksanaan modul VIP pertemuan pertama,” sebut Ida penuh syukur. Akhirnya, Ibu gembala GBI Solideo Harapan Indah, Ibu Christine, menutup pertemuan pertama modul VIP dengan doa. (RSO)

  • Aneka Budaya dan Ras, Konser 3 Negara di PICF 2017

    Aneka Budaya dan Ras, Konser 3 Negara di PICF 2017

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM  – Di ujung acara hari ketiga pagelaran PENABUR Internadional Choir Festival (PICF) 2017, digelar konser 3 negara yakni; Tim Paduan Suara (Ps) dari Smukiez Choir-SMAK 1 PENABUR dari Indonesia, Tim Ps. The Silhouettes dari Malaysia, Ps. Manresa High School Glee Club dari Philipines dan PSM UNIMA (urutan ke-15 “1000 Word Ranking List yang dikeluarkan oleh Interkultur German) dari Indonesia.

    Di hari ketiga, Kamis (07/09/2017), pagelaran yang berlangsung sejak hari Selasa hingga Sabtu (5-9 September 2017) tersebut menampilkan kelompok umum dengan kategori Folkflore dan Musica Sacra. Untuk kategori Folkflore, festival digelar di aula sekolah Penabur Internasional Kelapa Gading, sedangkan kategori Musica Sacra mengambil tempat di gereja GKI Kayu Putih. Aneka budaya, ras hingga agama tampil di ajang tersebut. Begitu pun saat konser 3 negara, aneka ragam ras dan budaya dari berbagai negara ditampilkan dengan kreografi yang atraktif dan menghibur.

    Tampil pertama dalam konser bertajuk “Special Concert 3 Nations, dibawah pimpinan konduktor  Paulus Chandra, Smukiez Choir-SMAK 1 Penabur mewakili Indonesia, nyanyi membawakan lagu “Ondel-ondel” (lagu daerah Betawi) dan “Everytime I Feel The Spirit”.

    Tim Paduan suara (Ps.), The Silhouettes dari Malaysia kemudian tampil kedua dikonser tersebut membawakan lagu “Mak Inang” (lagu tradisional Malaysia) dan lagu Medley of Southheast Asian Music yang merupakan lagu khas dari berbagai negara di Asia Tengara yang dinyanyikan secara medley (bersambung), dilanjutkan oleh tim Ps. Manresa High School Glee Club dari Philipines yang membawakan lagu asal negara mereka berjudul “Orde-e” dan “Saligumay”.

    Kesempatan istimewa diberikan khusus kepada Paduan Suara Mahasiswa Universitas Manado (PSM UNIMA) pemenang PICF 2013, usai penampilan ketiga grup paduan suara perwakilan tiga negara dengan membawakan 5 lagu berturut-turut, yakni;  Fajar dan Senja II composed by Ken Steven, disusul Dung Nene Dung Tete lagu tradisional dari Manado. Berikutnya adalah Rockin’ Jerusalem yang diaransemen Stacey V. Gibbs, Paris Barantai hasil aransemen Ken Steven, dan ditutup dengan Circle of Life OST Lion King yang diaransemen oleh Ana Abeleda.

    Selain membawakan 5 lagu secara fantastik dan atraktik, PSM Unima diberikan kesempatan untuk menggalang dana lewat penjualan CD album mereka guna membiayai kebutuhan mereka mengikuti ajang internasional Suwon City Festival dan konser di Soul dan Jeju, Korea Selatan.

    Sebagai penutup konser, keempat grup paduan suara tersebut tampil bersama di atas panggung menyanyikan lagu Amigos Para Siempre yang dikonduktori oleh Janis Liepins, juri asal Latvia. Disebutkan, bahwa lagu itu dilatih hanya dalam waktu 30 menit. Seluruh grup paduan suara ditambah para juri dapat menyanyikan lagu tersebut dengan indah.

    “Konser malam ini menunjukkan bahwa meski berbeda-beda, kita bisa punya satu ‘bahasa’, yaitu musik,” kata Liepins di tengah lagu dari atas panggung, Kamis (07/09/2017) malam. (ARP)

  • PDT. JOEL MANALU, M.TH  PIMPIN DPA PUSAT GBI, PERIODE 2017-2021

    PDT. JOEL MANALU, M.TH PIMPIN DPA PUSAT GBI, PERIODE 2017-2021

    BOGOR, WARTANASRANI.COM – Kongres Nasional merupakan pertemuan raya pemimpin/pengurus pelayanan anak, remaja, pemuda dan dewasa muda di lingkungan Gereja Bethel Indonesia di seluruh Indonesia dan Internasioanl. Acara akbar DPA GBI yang diadakan setiap empat tahun sekali ini, selain menjadi momentum yang penting untuk saling berbagi visi, misi dan pengalaman demi memenangkan generasi ini, juga memiliki agenda utama pemilihan Ketua Pengurus Pusat (KPP) DPA GBI periode 2017-2021.

    Dihadiri lebih dari 1700 pemuda GBI yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia dan Timor Leste, Kongres Nasional DPA GBI yang dibuka oleh Ketum BPH GBI, Pdt. Japalin Marbun, akhirnya memilih Pdt. Joel Manalu, M.Th, sebagai Ketua Pengurus Pusat DPA  periode 2017-2021. Joel Manalu sebagai KPP DPA GBI baru, akan menggantikan Pdt. Timotius Tan yang sudah dua periode menahkodai generasi muda gereja Kharismatik di Indonesia ini.

    Berdasarkan informasi dari peserta sidang, selain Joel Manalu, dalam pemilihan ketua DPA sesuai yang diatur AD/ART GBI ada dua kandidat lain yang bertarung untuk menjadi KPP DPA dalam Kongres Nasional  XV yang diselenggarakan selama 3 hari (29-31 Agustus 2017) di Wisma Kinasih Resort, Caringin, Bogor, Jawa Barat ini. Dua kandidat yang belum mendapatkan mandat memimpin DPA GBI empat tahun kedepan tersebut adalah Yohanes Nahuway dan Yohanes Sirait.

    Dalam pemungutan suara oleh peserta Kongres, Joel Manalu meraih 514 suara (53,5%), disusul Yohanes Nahuway dengan 406 suara (42,2%) dan 35 suara untuk Yohanes Sirait (0,04%). Sementara itu suara tidak sah ada 6 suara (0,006%). Total suara berjumlah 961 suara.

    Selain harapan  DPA GBI kedepan menjadi lebih baik di bawa komando Joel Manalu, rasa terima kasih juga disampaikan peserta Kongres kepada Pdt. Timotius Tan, MA., atas pelayanan dan pengabdian penuh yang sudah dilakukan untuk DPA GBI selama dua periode (2009-2017).

    Sementara itu, menanggapi soal isu tak perlu lagi kongres semacam ini, Ketua BPH GBI, Pdt. Japarlin Marbun, justru berbeda, menurutnya kongres harus tetap dilaksanakan karena disitulah anak-anak muda sebagai generasi pemimpin GBI ke depan berlatih bagaimana cara berdemokrasi dan berorganisasi. Memang mungkin perlu ditinjau ulang sistem nya saja. Karena GBI memakai sistem perwakilan makanya ke depan yang diutus hanya perwakilan saja sehingga tidak mendatangkan masa yang akan muncul dinamika yang negatif. Baru kemudian diadakan slebrasi yang melibatkan semua pemuda sebagai ajang untuk kebersamaan.

  • Makan Ramai-Ramai diatas Daun Pisang

    Makan Ramai-Ramai diatas Daun Pisang

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Bangkitnya semangat Ke-Bhinekaan yang digaungkan oleh Presiden Jokowi untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI ditanggapi dengan beragam kegiatan oleh masyarakat Indonesia.

    Bagi  yang “Anti” dengan Ke-Bhinekaan, tak henti-hentinya menyuarakan ketidak-sukaan mereka, mulai dari berita HOAX di media sosial sampai kepada penistaan terhadap simbol atau lambang-lambang Negara.

    Lain halnya dengan masyarakat Gang Pedul RT/RW 008/010, kelurahan Bekasi Jaya, Bekasi Timur, yang merasa terpanggil terhadap seruan Presiden Jokowi, bahwa mereka juga wajib ikut serta merawat persatuan dan kesatuan dengan motto “NKRI Harga Mati” dengan melakukan perayaan kemerdekaan RI, bahu membahu berbekalkan swadaya masyarakat yang dimotori oleh beberapa warga secara spontan. Menggelar acara makan bersama bagi seluruh penghuni kampung Gang Pedul, kamis (17/8/2017).

    Acara tersebut menjadi unik dan patut di acungi jempol oleh karena makan bersama di lakukan bukan diatas piring tetapi diatas daun pisang, yang digelar sepanjang kurang lebih 30 meter, dan atasnya disediakan menu sederhana, orang tua, muda, kaya, miskin dari segala suku, ras dan agama. Membaur menjadi satu laksana sebuah keluarga, yang tinggal di rumah besar yang bernama Republik Indonesia.

    Semoga semangat kebersamaan masyarakat Gang Pedul dapat terinfluence ke seluruh Anak Bangsa, maka niscaya Indonesia menjadi rumah yang lebih damai, lebih enak dan nyaman untuk dihuni. (DN)

  • E-Rajawali Ministry Gelar Raker 2 Hari di Lembang

    E-Rajawali Ministry Gelar Raker 2 Hari di Lembang

    LEMBANG, WARTANASRANI.COM – Rapat Kerja Perdana Team E-Rajawali akhirnya di gelar di Eagle School, Jl. Baru Adjak No. 194B, Lembang, Jawa Barat. Raker yang sudah direncanakan jauh-jauh hari ini, berlangsung selama 2 hari dan dihadiri oleh para pendiri (the Founding Fathers) serta Pengurus lengkap.

    Rapat kerja ini menjadi penting karena disamping menyusun program jangka pendek dan panjang, juga berisi pemantapan Visi dan Misi E-Rajawali.

    Setelah breakfast di Hotel Balibu Lembang, rapat di buka secara resmi oleh President Rajawali, Pdt. Dr. Lodewyk E. Saerang. Selanjutnya, Vice President yang membidangi Resources, Pdt. Ruddy Assa, memaparkan dengan apik visi dan misi e-rajawali ministry.

    Setelah itu, kembali peserta Raker mendengarkan paparan langsung dari President Rajawali mengenai mekanisme kerja atau job description.

    Dari semua diskusi yang berjalan, esensi atau inti dari Pembaharuan adalah keterlibatan semua unsur, dimana seluruh personil baik Board, dan seluruh Team Management, juga pimpinan Distrik, bahkan seluruh peserta wajib mengalami transformasi diri, sehingga Visi dan Misi E-Rajawali Ministry dapat “dijual” kepada pribadi, pasutri dan banyak komunitas.

    “E-Rajawali harus tetap solid, menjadi berkat sehingga memberi dampak positif bagi banyak orang untuk memenangkan jiwa bagi Tuhan”, ujar Gembala GPdI City Light Church.

    Harapan untuk E-Rajawali terus grow-up nampak terlihat jelas dari wajah-wajah peserta Raker yang bertumbuh dalam keserupaan dengan Kristus, bertumbuh dalam perluasan teritorial dan bertumbuh dalam segala aspek, agar teritorial Kerajaan Allah dilebarkan.

     

  • SUKSES RAKERNAS III, BAWA PEWARNA ID KE ISTANA NEGARA

    SUKSES RAKERNAS III, BAWA PEWARNA ID KE ISTANA NEGARA

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Sukses gelar Rakernas ke-3 baik seremoni pembukaannya di gedung MDC, Wisma 76, Slipi, Jakarta, jumat (25/8/2017) maupun rapat kerja selama 2 hari di Safari Lodge, Taman Safari Indonesia, Cisarua, Puncak, sabtu dan minggu, 26 sampai 27 Agustus 2017, hari ini (28/8/2017), Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Id) diterima Eko Sulistyo, Deputi IV Kantor Staf Presiden Republik Indonesia di Bina Graha, Kompleks Istana Negara.

    Dalam pertemuan yang berlangsung cair dan penuh keakraban ini, Eko Sulistyo menyinggung soal terbongkarnya industri hoaks kelompok Saracen yang kiranya  menjadi pelajaran penting agar bangsa ini dapat lebih dewasa menyikapi banjir informasi terutama di dunia digital.

    “Saracen ini kasus kecil tapi mengerikan, kalau tak ditangani serius bisa membahayakan nilai-nilai persatuan,” kata Eko. Ia mencontohkan, pertikaian antara suku Tutsi dan Hutu di Rwanda pun dipicu melalui berita hoaks, yang persebarannya dilakukan melalui radio. Bukan tidak mungkin, menjelang momentum politik Pilkada serentak 2018 dan Pemilu Raya 2019, kabar-kabar bohong dan fitnah akan kembali bertebaran. Untuk itu, informasi palsu alias hoax harus dilawan dengan berita-berita positif yang mencerdaskan dan menginspirasi masyarakat.

    Eko menegaskan, pemerintah memiliki kewenangan menindak pembuat dan penyebar berita yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Ia memaparkan, Article 19 The International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) memang memberikan ruang kebebasan berekspresi. ”Tapi, jangan lupa, Artikel 20 pada Perjanjian Hak Sipil dan Politik itu mengatur sanksi bagi penyebar hasutan dan kebencian,” tegasnya.

    Untuk itulah, Eko berharap agar jurnalis memegang mandat sosial menjaga persatuan bangsa. “Tetap boleh kritis pada pemerintah, tapi tugas utamanya menjaga agar Indonesia tak terpecah,” ungkapnya.

    Ketua Umum Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono menguraikan, organisasi profesi ini berdiri pada 10 Januari 2013 dan memiliki 12 dewan pimpinan daerah. “Kami sepakat menemani pemerintah baik di pusat maupun daerah untuk menjaga kegairahan berkebangsaan yang berke-Bhineka Tunggal Ika-an, Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai kehidupan di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Yusuf didampingi Ketua Panitia Rakernas, Hotman J. Lumban Gaol.

    Pewarna berharap dapat bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga komitmen luhur berkebangsaan di negeri ini, demi menjaga keberagaman Indonesia. “Kami akan menggelar serangkaian pelatihan jurnalistik dan literasi cerdas berinternet di berbagai daerah,” paparnya.

    Pada bagian akhir pertemuan, Eko Sulistyo, Deputi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, menyerahkan dua buah buku kepada Ketua Umum Pewarna, Yusuf Mujiono, dan berfoto bersama pewarta pewarna yang hadir. (RSO)

  • LEBARKAN SAYAP PELAYANAN, MARIA SHANDI LAUNCHING  MS FRIENDS

    LEBARKAN SAYAP PELAYANAN, MARIA SHANDI LAUNCHING MS FRIENDS

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM  – Berawal dari pelayanan ke berbagai daerah, membawa artis rohani Maria Shandi akhirnya mengorbitkan komunitas online MS Friend dengan menggunakan aplikasi Line@msfriends. MS Friend adalah komunitas online yang dibentuk olehnya untuk berbagi hidup dan kebenaran Firman Tuhan.

    “Pemicu terbentuknya MS Friend adalah ketika saya keliling melayani di berbagai tempat, saya menemukan ada banyak orang yang ingin hidup benar tapi terbatas oleh pengetahuan Firman Tuhan. Keterbatasan tersebut bisa disebabkan karena jarak tempat tinggal yang jauhatau keterbatasan waktu untuk belajar Firman Tuhan. Ada juga yang ingin bertanya/ konseling tentang masalah hidupnya tapi tidak tahu harus cerita ke siapa sehingga beresiko mengambil keputusan yang salah dan berdampak pada masa depannya. Melalui MS Friend, saya ingin membangun komunitas online untuk berbagi hidup dan kebenaran Firman Tuhan yang tidak dibatasi oleh jarak dan waktu,” kata Maria Shandi di gedung MDC, Wisma 76, Slipi, Jakarta, Jumat (25/08/2017).

    Menjawab pertanyaan soal fasilitas apa saja yang didapatkan dari MS Friend, Maria dengan lugas  menjelaskan bahwa setiap anggota MS Friend akan mendapatkan renungan harian yang akan dikirimkan ke LINE mereka setiap pagi. “Mereka akan dikirimi renungan harian firman Tuhan setiap harinya. Selain itu, mereka juga bisa bertanya/ konseling melalui LINE tersebut. Mereka juga akan video live bersama saya untuk berbagi pengalaman hidup dan kebenaran Firman Tuhan. Saya juga akan bertemu dan ngobrol langsung dengan mereka dalam gathering MS Friend di kota- kota mereka, jelas Maria.

    Ditambahkannya pula, bahwa Komunitas MS Friend dibentuk dengan tujuan agar bisa bertumbuh bersama dalam kebenaran Firman Tuhan serta menghidupinya dalam kehidupan sehari – hari sehingga hidup bisa berdampak dan menyenangkan Tuhan.

    Menurut Maria Shandi, keinginannya untuk berbagi firman Tuhan tanpa dibatasi ruang dan waktu kepada sesama sebagai bentuk kerinduan pelayanannya untuk menjangkau banyak jiwa yang terselamatkan dari jurang maut ke kehidupan kekal di surga.

    Diibaratkan dua buah tali yang tersambung, yang satu pendek dan yang satunya sangat panjang, bahkan tak berujung, begitulah Maria mengibaratkan keberadaan hidup manusia yang hanya sebentar saja (pendek) di dunia tetapi akan sangat panjang pada kehidupan kekal di akhirat. “Yang saya kejar dan kerjakan saat ini bukan hanya pelayanan lewat nyanyian pujian tetapi sudah pada bagaimana saya dan orang lain yang saya layani untuk siap ke kehidupan kekal di surga,” ungkapnya.

    Adapun alasan msfriends menggunakan aplikasi ‘Line’, menurut dia karena dapat menjangkau banyak orang menjadi anggotanya, bisa sekaligus mensheare vidio dan foto sekaligus dan terutama, aplikasi tersebut banyak digunakan oleh mereka-mereka yang berada di daerah-daerah. “Kalau di kota besar memang banyak yang memakai Whatsapp (WA) tapi kalau di daerah, banyak yang menggunakan aplikasi line,” tuturnya.

    Namun demikian, lanjut Maria Shandi, kedepan tidak menutup kemungkinan msfriends juga menggunakan aplikasi WA atau lainnya untuk menjangkau banyak lagi jiwa yang haus akan kebenaran dan firman Tuhan. Selain itu, dia juga akan melakukan berbagai inovasi dan kreativitas guna misi pelayanannya menyelamatkan mereka yang tersesat, yang membutuhkan bantuan bimbingan makanan rohani, jadi tidak sekedar pelayanan pujian sebagai artis penyanyi rohani.

    Pada bagian akhir, Maria menjelaskan bahwa MS Friend terbuka untuk semua kalangan dan gratis.  “MS Friend itu terbuka untuk semua dan gratis. Untuk daftar MS Friend, Add LINE @msfriend (pakai @), setelah di add, maka akan otomatis tergabung sebagai anggota MS Friend,” jelas Maria mengakhiri konfrensi pers. (RSO)

  • ANGELICA TENGKER HADIRI BAKTI SOSIAL NATAL KKK KOTA BEKASI

    ANGELICA TENGKER HADIRI BAKTI SOSIAL NATAL KKK KOTA BEKASI

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Natal membawa sukacita bagi umat manusia. Oleh karena itu, mari kita bersukacita dan membagi sukacita natal itu bagi orang lain. Hal ini disampaikan Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua, Ibu Angelica Tengker dalam Perayaan Natal 2016, Tahun Baru 2017 dan Kunci Tahun KKK Kota Bekasi di Panti Asuhan Pa Van Der Steur, Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (4/2/2017).

    “Natal menghadirkan sukacita bagi kita umat Kristiani. Itu sebabnya saya bersukacita bisa hadir dalam acara bakti sosial natal yang diselenggarakan oleh KKK Kota bekasi ini. Terima kasih kepada ketua KKK Kota Bekasi Bapak Meidy F. Kaat,” sebut Angelica. Kita harus berbagi sukacita, karena itu, biarlah kegiatan KKK Kota Bekasi malam ini meninggalkan sukacita buat anak-anak Panti Asuhan Pa Van Der Steur. Saya percaya, sukacita dari Tuhan Yesus Kristus memberi harapan bagi anak-anak di panti asuhan ini untuk menatap masa depan mereka, sebutnya lagi.

    Sementara itu, Waketum KKK, Fabian Pascoal dalam sambutannya menegaskan bahwa hidup ini hanya karena kasih Tuhan. “Harus diingat bahwa kehidupan kita karena K3 yaitu ‘Kasih Karunia Kristus’, Karena itu, ketika kita diberkati, kita harus memberkati!,” tegas Fabian. “Buat anak-anak Panti Asuhan, menjadi doa dan harapan saya, kiranya dalam kasih Kristus semua harapan kalian bisa tercapai,” tegasnya lagi.

    Saat ibadah, pujian natal Long Time Ago in Betlehem sampai Santa Klaus is Coming to Town, yang dinyanyikan anak-anak panti asuhan, menambah sukacita dan semarak acara yang dipandu oleh ibu Renny Lyuw dan Ibu Ida Napitupulu.  Bahkan acara semakin menarik, saat Ibu Angelica Tengker (Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua), Bapak Fabian Pascoal (Wakil Ketua Umum KKK), Meidy F. Kaat (Ketua KKK Kota Bekasi), Bapak Marthin Oscar Maramis (Sekum KKK Kota Bekasi) ikut berbaur dengan anak-anak panti asuhan untuk bernyanyi bersama.

    Sebelum penyerahan paket bantuan, Bapak Meidy Franky Kaat, Ketua KKK Kota Bekasi, dalam sambutannya, meyampaikan rasa syukur atas suksesnya acara dan terima kasih untuk kehadiran Ibu Angelica Tengker sebagai Ketuk KKK dan Bapak Fabian Pascoal, Waketum KKK. Bagi Meidy F. Kaat, kehadiran Ketum dan Waketum KKK memberi warna tersendiri karna baru pertama kali terjadi dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan KKK Kota Bekasi. “Baru kali ini, kegiatan KKK Kota Bekasi dihadiri oleh Ketum dan Waketum Kerukunan Keluarga Kawanua. Ini kegiatan yang spesial bagi saya sebagai Ketua KKK Kota Bekasi. Oleh karena itu saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dan kehadiran Ibu Angelica Tengker dan Bapak Fabian Pascoal di acara ini,” ujar Meidy F. Kaat. “Terima kasih kepada seluruh pengurus dan panitia yang dipimpin oleh Pdt. Ronald S. Onibala (Ketua), Ibu Helen Kumenit (Sekretaris), dan Ibu Reny Lyuw (Bendahara) yang telah bekerja maksimal sehingga acara yang mulia ini dapat terselenggara dengan baik,” katanya lagi.

    Mewakili pengurus panti asuhan, Bapak Freddy Toisuta, yang juga sebagai penanggung jawab/pimpinan Panti Asuhan, menerima secara simbolis paket bantuan sosial yang diserahkan langsung oleh Ibu Angelica Tengker, Bapak Fabian Pascoal dan Bapak Meidy F. Kaat serta Bapak Marthin Oscar Maramis.

    Tampak hadir dalam baksos natal KKK Kota Bekasi ini, pengurus dan anggota KKK Jati Asih yang diketuai oleh Bapak Edy Worung, KKK Pondok Melati, KKK Kota Harapan Indah Bekasi dan Manguni Indonesia yang langsung dipimpin oleh ketua umumnya, Bapak Roger Koraag. Ibu Helen Kumenit sebagai Sekretaris Panitia menyampaikan ucapan terima kasih dari panitia, sebelum ramah-tamah. “Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, karena oleh pertolongan-Nya acara ini dapat berjalan sukses,” ujarnya. (RSO)