Category: Liputan

  • Lomba Paduan Suara, Vocal Group dan Bintang Vocalia Awali Kemeriahan HUT 64 PELPRIP GPdI Sulut

    Lomba Paduan Suara, Vocal Group dan Bintang Vocalia Awali Kemeriahan HUT 64 PELPRIP GPdI Sulut

    LANGOWAN, WARTANASRANI.COM – Membuka rangkaian Perayaan HUT 64 PELPRIP Sulut, hari ini, jumat (27/10/2017), bertempat di GPdI Pusat Langowan, dilaksanakan Ibadah Pembukaan Lomba Paduan Suara,Vocal Group dan Bintang Vocalia. Adapun acara puncaknya direncanakan besok, sabtu (28/10/2017), di Lapangan Swarzs Langowan.

    Suasana Ibadah Pembukaan Lomba Paduan Suara, Vocal Group dan Bintang Vocalia

    Ibadah pembukaan Lomba Paduan Suara, Vocal Group dan Bintang Vocalia dibuka oleh Pdt. John Saerang, STh., sementara Pdt. Landy Rompis, M.Th., bertindak sebagai khadim.

    Dalam khotbahnya yang mengambil nats pokok, Mazmur 150:6, tentang “Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan,” Pdt. Landy Rompis, menekankan soal hakaket panggilan manusia untuk memuliakan penciptanya yaitu Tuhan, melalui pujian. Sehingga pujian seharusnya mewarnai kehidupan manusia.

    “Sedikit sedikit nyanyi…, sedikit sedikit nyanyi…, itulah corak manusia yang menyadari akan kasih Tuhan yang begitu baik,” terangnya.

    Khadim juga mengajak para peserta Lomba Paduan Suara,Vocal Group dan Bintang Vocalia untuk memberikan yang terbaik kepada Tuhan, melalui nyanyian/pujian, bukan didorong oleh besarnya hadiah yang disediakan oleh panitia tetapi kepada Tuhan Yesus yang melayani manusia terlebih dahulu dengan karya salibNya.

    Pdt. Reiny J. Ticoalu Rawis, Gbl. GPdI Pusat Langowan dan Jajaran Pimpinan PELPRIP GPdI Sulut

    Sementara itu, Pdt. Stanly Mondoringin, STh., mengungkapkan rasa syukurnya atas acara yang baik ini, seraya mengapresiasi kinerja Ketua Pelprip Sulut, Drs. Meki M. Onibala, M.Si.

    “Acara akbar ini berhasil karena Tuhan dan tidak lepas dari tangan dingin putra terbaik GPdI, Drs. Meki M. Onibala, Msi., sebagai ketua PELPRIP GPdI Sulut. Ini menunjukan bahwa kharisma kepemimpinan beliau itu luar biasa. Memang tak dapat disangkali lagi, keberhasilan beliau di pemerintan provinsi Sulawesi Utara menjadi bukti yang menyakinkan bagi warga minahasa,” ungkap Gembala GPdI Temboan Langowan Selatan penuh kebanggaan.

    Berbagai Piala yang disiapkan panitia lomba

    Hal yang sama juga terucap dari Pdt. Reinny Julie Ticoalu Rawis, SPd., STh., yang tampil anggun dalam ibadah pembukaan. Namun kali ini pujian dan apresiasi penuh, ditujukan kepada panitia pelaksana HUT ke 64 PELPRIP GPdI Sulut yang telah berjuang dengan gigih untuk menyukseskan acara ini. Panitia telah menyulap gedung GPdI Pusat Langowan dan Lapangan Swarzs menjadi tempat pelaksanaan Lomba dan Ibadah Agung yang representatif.

    “Saya optimis acara Lomba dan Ibadah Agung HUT ke 64 PELPRIP Sulut akan terlaksana dengan mulia” demikian pungkas Gembala GPdI Pusat Langowan yang menyakini kerja panitia yang di komandani oleh Pdt. Jeferson W. Wantah, STh., MA.

    Pelaksanaan Lomba diidoatahbiskan oleh Pdt Billy Rumokoy, STh., MPdK dan dibuka oleh Pdt. Dj. Woran, MTh. Selanjutnya diserahkan kepada seksi lomba Pdt. DR. Steydi Suwuh, MTh dan seksi acara Pdt. Marthen Rembet, MTh.

    Tim Peliput (KP PELJUP)

    Setelah ibadah pembukaan dilanjutkan dengan lomba Paduan Suara, Vocal Group dan Bintang Vocalia pada hari ini dan diikuti besok, sabtu 28 Oktober 2017 dengan Ibadah Agung HUT ke 64 PELPRIP GPdI Sulut dengan Pawai barisan PELPRIP Rayon kabupaten/kota yang akan dihadiri oleh Ketua Umum MP GPdI Pdt. Dr. Johnny W. Weol, M.Div, MM, MTh, dan jajaran Majelis Pusat; Ketua MD GPdi Sulut Pdt. Ivonne Y. Awuy Lantu dan jajaran Majelis Daerah; Pengurus Pelprip Pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta dibanjiri oleh seluruh Kaum Bapa (PELPRIP) dari seluruh pelosok Sulawesi Utara.

    Acara ini dihadiri dan diliput oleh KP PELJUP : Pdt. Jerry Moniung, (wakil ketua KP), Pdt. Middle Onibala dan Pdt. Semuel H. Sajanga. (SHS)

  • Sambut Sumpah Pemuda, Pewarna Id Gelar Talk Show, Warna Muda Indonesia

    Sambut Sumpah Pemuda, Pewarna Id Gelar Talk Show, Warna Muda Indonesia

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM — Peringatan Sumpah Pemuda adalah momentum bangkitnya kembali semangat pemuda dalam membangun bangsa dan tanah air, berlandaskan Kebhinekaan dalam Persatuan dan Kesatuan.

    Fenomena gerakan anti kemajemukan, fanatisme kelompok dan tindakan pengecut para teroris atau anarkisme tersebut menunjukkan bahwa cita-cita membangun budaya bangsa yang merdeka, berdaulat adil dan makmur, beradab dan berbudi luhur serta menjunjung tinggi keberagaman dan menghargai perbedaan masih menjadi mimpi kita bersama. Belum lagi generasi muda Indonesia makin banyak yang terpuruk. Sebagai contoh, makin banyak generasi muda Indonesia mengonsumsi Narkoba, mulai dari anak-anak hingga pemuda dewasa.

    Menyikapi hal ini, menggugah para pewarta yang tergabung dalam Organisasi Masyarakat bernama Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA ID) menyelenggarakan talk show (Bincang-bincang) bertema: Warna Muda Indonesia. Acara tersebut diselenggarakan pada Kamis (26/10/2017) di Yayasan Komunikasi Indonesia, Jl. Matraman, Jakarta Pusat.

    Ketua Panitia Acara, Grollus Sitanggang (Majalah INSPIRASI, BPK Gunung Mulia), mengatakan bahwa acara tersebut mengetengahkan peranan pemuda dalam membangun bangsa, dari tinjauan para profesional muda, aktivis muda, dan akademisi. Profesional muda diwakili Soleman Matipanna, seorang pengussaha muda, sebagai pemantik diskusi, aktivis muda diwakili Jefri Tambayong (Garda Mencegah Daripada Mengobati – GMDM), dan seorang perempuan akademisi muda dan sekaligus anggota DPRD DKI Jakarta, Sereida Tambunan.

    Jefri Tambayong lebih banyak menyampaikan tentang makin terpuruknya generasi muda Indonesia terdampak Narkoba, seks bebas, dan juga HIV-AIDS. “Indonesia sudah masuk situasi Gawat Darurat Narkoba,” tegas Tambayong yang juga memperkenalkan 4 pemuda binaannya di GMDM. Meskipun Presiden Jokowi menyatakan Indonesia Darurat Narkoba tahun lalu, tetapi menurut Tambayong seharusnya sudah Gawat Darurat. Makin gilla Narkoba di Indonesia.

    Soleman Matipanna, pemantik kedua, lebih menekankan bahwa generasi muda Indonesia harus memiliki jiwa wirausaha (enterpreunership). Setiap tahun sekitar 1 jutaan di Indonesia mencetak Sarjana (S1), tetapi lapangan kerja sangat minim. Kaum muda harus mengubah pola pikir dari pencari kerja di kantoran atau perusahaan menjadi pengusaha muda yang mandiri, inovatif, dan kreatif. Inilah yang dibutuhkan Indonesia di masa depan.

    Sereida Tambunan lebih banyak membahas isu-isu radikalisme dan nasionalisme. Menurut darah Batak ini, kaum muda Indonesia perlu mengembangkan budaya lokal sebagai basis meredam radikalisme negatif dan membangkitkan jiwa nasionalisme.

    Acara Bincang-bincang yang dikemas dengan gaya anak muda ini berlangsung seru dan hangat. Para peserta diskusi pun banyak yang melontarkan pertanyaan dan tanggapan. Mereka kebanyakan mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Ikat, STT Taman Firdaus Jakarta, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Asosiasi Pendeta Indonesia (API), dan Dalihan Na Tolu Center.

    Acara yang dimoderasi Daniel Tanamal (dari Radio Pelita Kasih 96,3 FM) ini diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya, yang dipandu Ronald Patrick, sebagai penghormatan kepada Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Sesi pertama masuk pada pemaparan para pemantik diskusi dan dilanjutkan tanggapan dari wakil GAMKI, Dickson Siringo-ringo. Sebelum masuk sesi kedua, tanya-jawab,

    Pangeran Siagian (pemuda berbakat di bidang tarik suara) menyanyikan satu karya ciptaannya.

    Pada sesi kedua, para pemantik dan penanggap lebih menggali tentang langkah-langkah konkret, bersama para peserta diskusi. Di akhir acara tersebut, Acara Warna Muda Indonesia ditutup dengan pembacaan kembali Ikrar Sumpah Pemuda yang pernah dibacakan pada 28 Oktober 1928. (*)

  • Saatnya PELAHT Bangkit dan Menjadi Roda Penggerak Utama GPdI

    Saatnya PELAHT Bangkit dan Menjadi Roda Penggerak Utama GPdI

    SONDER MINAHASA, WARTANASRANI.COM – Maju mundurnya GPdI ditentukan oleh PELAHT merupakan sepenggal sambutan Ketua KD PELAHT Sulut pada pelantikan KD PELAHT Rayon minahasa, di GPdI Anugerah Talikuran Sonder, penggembalaan Pdt. Landi Rompis Saerang, jumat (20/10/2017).

    Foto Bersama Unsur Pimpinan KD PELAHT Sulut dan KD PELAHT Rayon Minahasa

    Menurut Pdt. Lodewik Waworuntu STh, pernyataannya yang diresponi gemuruh hadirin ini, tidak lepas dari apa yang terjadi dalam pelayanan di GPdI, dimana gembala sidang sebagai Ketua Jemaat akan diregenerasi kepada anak-anaknya sebagaimana Lewi di Perjanjian Lama.

    “Jadi tanpa mengecilkan komisi pelayanan lainnya maka sudah saatnya PELAHT bangkit dan menjadi roda penggerak utama GPdI,” pungkas suami dari Pdm. Susana Kamagi, penuh enerjik.

    Selain mengapresiasi kesediaan pengurus yang dilantik, Gembala GPdI Victory Girian ini juga kembali menegaskan soal keberadaan PELAHT yang menjadi ujung tombak dalam pelayanan di GPdI.

    “Saya mengapresiasi kesediaan pengurus baru, karena sesungguhnya ujung tombak keberhasilan pelayanan ini ada di rayon/kabupaten. Selamat bekerja!,” tegasnya meyakinkan.

    khadim, Pdt. Drs. Juzak Lagarense, M.Th.

    Sementara itu, Pdt. Drs. Juzak Lagarense, M.Th., yang menjadi khadim dalam Ibadah Pelantikan ini menyoroti peran PELAHT sebagai pemegang tongkat estafet pelayanan.

    “PELAHT adalah pemegang tongkat estafet pelayanan kedepan. Masa depan GPdI ada di tangan PELAHT. Maka PELAHT akan menemui satu titik perubahan yaitu pergantian pelayanan,” pungkas Lagarense.

    Selain itu, bertolak dari Nats Pokok, Kolose 3:23-24, Lagarense juga menyatakan peran PELAHT sebagai agen perubahan dan perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri.

    “Berdasarkan bacaan Firman Allah,  maka perubahan yang dimulai dari diri sendiri harus ke arah; Pertama, Kedisiplinan yaitu tunduk pada otoritas, taat dan setia. Kedua, Ketulusan yaitu bekerja sungguh2, segenap hati dan tidak mengeluh. Ketiga, Kegigihan, yaitu melakukan seperti kepada Tuhan bukan kepada manusia karena dari Tuhan balasan berkat berlipat ganda,” kupasnya.

    Saat pelantikan, terlihat Ketua KD PELAHT Sulut, Pdt. Lodewik Woworuntu STh., didampingi oleh Mantan Ketua Forum Kominikasi Anak Hamba Tuhan (FKAHT) yang menjadi cikal bakal PELAHT, Pdt. John Saerang (Gembala GPdI Yarden Sonder) dan seluruh KD PELAHT Sulut yang hadir.

    Suasana Ibadah Pelantikan KD PELAHT Rayon minahasa, di GPdI Anugerah Talikuran Sonder, penggembalaan Pdt. Landi Rompis Saerang, jumat (20/10/2017).

    Adapun unsur pimpinan KD PELAHT Sulut; Ketua: Pdt. Lodewik Woworuntu STh., Sekertaris: Pdt. Denny Momongan STh., MA., dan Bendahara: Pdm Debora Sumolang Awuy.

    Sementara KD PELAHT Rayon Minahasa yang dilantik; Ketua: Pdm. Debby Rompis Saerang, sekretaris: Pdt. Denny Senduk, STh., dan Bendahara: Pdm. Evelin Manembu Tambahani, dilengkapi dengan wakil-wakil dan bidang-bidang.

    Setelah dilantik, dalam sambutannya, ketua KD PELAHT Rayon Minahasa, Pdm. Debby Rompis Saerang, menegaskan soal tanggung jawab yang berat sebagai Ketua PELAHT namun disadarinya bahwa hidup sebagai anak gembala telah membawa dirinya untuk dinatsarkan melayani Tuhan dengan maksimal.

    “Tanggung jawab ini sebenarnya berat buat saya sebagai seorang wanita, tetapi menyadari hidup ini dari ayapan Tuhan sejak kecil sebagai anak Gembala, maka hidup ini dinatsarkan akan dimaksimalkan melayani Tuhan dengan sukacita,” ungkap istri dari Pdt. Landi Rompis, Gembala GPdI Anugerah Talikuran Sonder, yang menjadi tuan rumah pelantikan KD PELAHT Rayon Minahasa ini.

    “Justru sebagai Ibu saya akan merangkul dan menyayangi anak hamba Tuhan lainnya, sesuai tema KP PELAHT GPdI,” tambah ibu yang memang biasa disapa ‘bunda’ ini.

    Ketua KD PELAHT Rayon Minahasa Pdm. Debby Rompis Saerang dan suami  (gambar kiri) | insert serba-serbi Pelantikan PELAHT Rayon Minahasa

    Berikut Harapan yang muncul dari mereka yang mendukung Pelayanan Anak Hamba Tuhan ini.

    Pdt. Refny Lumingkewas, Gembala GPdI Kembes, menyambut sambutan Ketua PELAHT Sulut dengan menyatakan bahwa pelayanan dilingkup PELAHT harus dilaksanakan dengan ‘fulltime’ dan ‘fullheart’.

    Ada juga Anak-anak hamba Tuhan seringkali dituntut untuk menjadi teladan. Ini menjadi beban yang amat berat bagi mereka. Oleh sebab itu anak-anak hamba Tuhan harus ditolong dengan melibatkan dan melatih mereka dalam pelayanan sesuai dengan talenta yang mereka miliki, demikian ungkapan pengalaman dan harapan dari salah seorang KD PELAHT Sulut, Pdt. Imelda Makahinda STh.

    Wakil Bendahara, Pdm. Carol Sumampouw, S.Pd., S.Th: Pelaht diuntungkan dengan memiliki modal keluarga hamba Tuhan, sebab faktor keluarga sangat penting dalam menjalankan amanat yang Tuhan berikan kepada kita. Keluarga bisa membuat seorang hamba Tuhan semakin berhasil dalam pelayanan; atau sebaliknya, semakin terpuruk dalam pelayanan.

    Acara ini dihadiri dan diliput oleh KP PELJUP di sulut yang notabene adalah anak-anak hamba Tuhan; Pdt. Fani Potabuga, Pdt. Karno Manembu, Pdt. Sukarno Landeng dan Pdt. Semuel H. Sajanga. (SHS)

  • MUKI Malang Raya Doakan Tahapan Pilkada Berlangsung Lancar

    MUKI Malang Raya Doakan Tahapan Pilkada Berlangsung Lancar

    Malang, Warta Nasrani – Beberapa rohaniawan dan aktifis pelayanan Kristiani yang tergabung dalam Musyawarah Umat Kristen Indonesia (MUKI) Malang Raya mendoakan suksesnya tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendatang.  Doa singkat ini dilakukan disela-sela rapat rutin MUKI yang diselenggarakan di Malang (13/10).

    Sebagaimana diketahui, dalam Pilkada Serentak 27 Juni 2018 mendatang, selain Jawa Timur, Kota Malang juga memiliki gawe penyelenggaraan pemilihan walikota (pilwali). Kedua daerah penyelenggara pilkada tersebut merupakan bagian dari 171 provinsi dan kabupaten/kota yang dijadwalkan menyelenggarakan pilkada 2018.

    Walaupun masih akan terselenggara pertengahan tahun depan. Tahapan Pilkada telah berjalan. Sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 1 Tahun 2017 tahapan Pilkada dimulai sejak 14 Juli 2017 lalu, yaitu sosialisasi kepada masyarakat.

    Tahap selanjutnya, sejak 12 Oktober lalu dimulai tahap pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

    Terkait doa yang dilakukan, Pdt. Stefanus Hadi Prayitno, salah satu pendiri MUKI Malang Raya menyatakan, “sebagai warga negara dan umat beragama kita memiliki tanggung jawab di bidang politik, termasuk Pilkada. Kesuksesan dan keberhasilan penyelenggaraan Pilkada baik di Malang, Jawa Timur maupun seluruh Indonesia, menjadi bagian dari doa-doa kita.”

    Pada bagian lain, salah satu pengurus Asosiasi Pendeta Indoensia (API) yang juga dikenal memiliki jaringan luas  ini mengingatkan seyogyanya setiap warga negara memiliki beban doa yang sama bagi keberhasilan Pilkada di Kota Malang, Jawa Timur dan seluruh Indonesia.

    Ketika dikonfirmasi siapa yang akan didukung dalam Pilkada Kota Malang dan Jawa Timur, secara diplomatis, Pdt. Stefanus  yang juga salah satu pengurus Majelis Pusat Gereja Pantekosta di Indonesia ( MP GPdI) tersebut menyatakan, “Kita doakan penyelenggaraan pilkada dulu agar berjalan lancar. Mengenai siapa calon yang akan didukung, kita doakan. Semua kita doakan agar sehat dan dapat bersaing dengan sehat. Mengenai pilihan, biarlah waktu berjalan, kita sesuaikan hati nurani masing-masing.”(Yosua).

  • Api Penginjilan Menyala di Rakerda KDP3 GPdI Sulut

    Api Penginjilan Menyala di Rakerda KDP3 GPdI Sulut

    MANADO, WARTANASRANI.COM – Mengangkat tema ‘Doa dan Semangat Penginjil Nafas GPdI’, Komisi Daerah Pelayanan Penginjilan Pantekosta (KDP3) Sulut menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di GPdI Pusat Samratulangi Manado, hari ini, rabu (18/10/2017).

    Pdt. Dr. Eddy Pongoh, M.Th, Departemen Penginjilan Majelis Pusat GPdI, dengan lugas menjabarkan tentang “Evangelism Performs the Great Commission – Penginjil melaksanakan Amanat Agung”, dengan moderator, Pdt. John Palense, S.Th.

    Hangatnya api penginjilan terasa saat Ketua Majelis Daerah GPdI Sulut, Pdt. Ivonne Y. Awuy Lantu, membakar semangat para penginjil GPdI peserta Rakerda dengan menyampaikan soal peran penting penginjil dalam multiplikasi orang-orang yang diselamatkan. Namun demikian diingatkannya pula, bahwa seorang penginjil harus menjaga integritas dan tidak dipengaruhi oleh kebutuhan.

    “Betapa pentingnya kehadiran seorang pembawa kabar baik atau penginjil yang akan berdampak pada multiplikasi orang-orang yang diselamatkan. Namun harus diingat, seorang penginjil harus mampu menjaga martabatnya. Penginjil tidak dipengaruhi oleh kebutuhan kehidupan,” tegasnya.

    Ditambahkannya, dalam menjalankan tugas mulia, seorang penginjil haruslah disiplin. Pada bagian ini, ia menekankan soal identitas seorang penginjil GPdI Sulut yang harus di lengkapi dengan surat tugas yang sah.

    “Disiplin di Sulut harus! Penginjil harus dengan surat sah,” pungkas Ketua MD GPdI Sulut ini meyakinkan, didampingi Moderator, Ketua KDP3 Sulut, Pdt. Dr. Joutje Luntungan, MTh.

    Mengambil nats pokok, Roma 10:14-15 yang dipadukan dengan kitab, 2 Timotius 4:2 dan Kisah Para Rasul 6:3, Pdt. Ivonne Awuy Lantu juga menyinggung soal kompetensi seorang penginjil. Menurutnya sebagai orang-orang yang terpilih, seorang penginjil harus memiliki latar belakang pendidikan Teologi yang baik.

    “Penginjil itu adalah orang-orang terpilih dan harus sekolah Alkitab, supaya memiliki dasar pengajaran yang kuat,” jelasnya.

    Sementara itu, pada sesi kedua, Pdt. Dr. Eddy Pongoh, M.Th, Departemen Penginjilan Majelis Pusat GPdI, dengan lugas menjabarkan tentang “Evangelism Performs the Great Commission – Penginjil melaksanakan Amanat Agung”, dengan moderator, Pdt. John Palense, S.Th.

    Sesuai Matius 28:19-20, Pdt. Eddy Pongoh, menguraikan 4 fase dari Amanat Agung yaitu: pertama Pergilah, yang berbicara soal suatu tindakan penuh ketulusan dan ketaatan pada panggilan; kedua, Jadikanlah, suatu perjuangan merebut jiwa-jiwa datang pada keselamatan bagi kemuliaan Tuhan; ketiga,  Baptislah, suatu aksi nyata sebagai deklarasi kemerdekaan iman dari perhambaan dosa; dan keempat, Ajarlah, suatu usaha berkesinambungan memelihara jiwa-jiwa seperti domba-domba yang harus diayomi dengan penuh ketulusan.

    Panitia Rakerda KDP3 GPdI Sulut  dan Departemen Penginjilan Pusat

    Beragam pendapat positif mewarnai Rakerda KDP3 Sulut yang diketuai Pdt. Ventje Umboh, SE., S.Th dengan sekretaris Pdt. Morris Watuseke, M.Th., M.Pd.K.

    “Bersyukur kepada Tuhan Yesus melalui KDP3 dapat menjadi pendukung acara Rakerda yang diisi dengan pembekalan oleh ketua MD GPdI Sulut dan Departemen Penginjilan GPdI. Ternyata pengggilan penginjilan Tuhan pundakan bukan hanya kepada gembala-gembala sidang tetapi juga kepada banyak profesi termasuk pebisnis seperti saya. Seperti Filemon yang mendukung Paulus demikian inspirasi kaum awam untuk terlibat dalam penginjilan demi tuaian jiwa-jiwa,” ujar salah satu Panitia, Jois Lantu.

    Nun jauh dari Indonesia Barat, ternyata seorang pemerhati penginjilan GPdI, Pdt. Nathanael Parassa, yang juga sebagai Komisi Pusat Pelayanan Penginjilan Pantekosta (KP4), menyatakan salut terhadap para penginjil Sulut, karena para penginjil Sulut telah berdiaspora ke seluruh pelosok Indonesia termasuk di Pulau Tanjung Pinang tempat penggembalaan Pdt. Nathanel Parassa. Hal ini telah menginspirasi putra Toraja ini menginjil dan meninggalkan kampung halaman sampai ke Tanjung Pinang dan keluar negeri (Singapura, Malaysia, Australia, Belanda dan Korea).

    Tampak hadir berbaur dengan para penginjil GPdI Sulut, Ketua KDP3 Sulut, Pdt. Dr. Joutje Luntungan, MTh., dan Biro Penginjilan GPdI Sulut, Pdt. Herry Moningkey, STh.

    Rakerda yang membahas soal bentuk-bentuk penginjilan seperti penginjilan peribadi, penginjilan massal, penginjilan melalui media cetak dan elektronik serta sinergis KDP3 dengan PELJUP ini, diliput oleh KP PELJUP di Sulut; Pdt. Jerry Moniung, Pdt. Jefry Watulangkow, Pdt. Michel Wahido, Pdt. Steven Longkutoy, Pdt. Fanie Potabuga, Pdt. Middle Onibala, Pdt. Semuel H. Sajanga yang juga masuk dalam jajaran pengurus KDP3 rayon kabupaten/kota.

    Tak sekadar meliput, KP PELJUP yang hadir ikut memberi komentar terkait acara yang menyatukan para penginjil GPdI Sulut ini. Pdt. Jefry Moniung, menyatakan soal prinsip dasar melaksanakan Amanat Agung adalah menyadari bahwa penginjilan merupakan ujung tombak. Hal ini diiyakan oleh Pdt. Middle Onibala yang menyatakan bahwa sebagai ujung tombak, penginjil harus terpanggil dan berlomitmen seperti terurat dalam 1 Korintus 9:22-23.

    “Gaung tema ‘penginjilan sebagai nafas GPdI” harus benar-benar menjiwai para penginjil sulut karena berhentinya nafas berarti kematian. Padahal Yesus datang mambawa kehidupan, kehidupan yang berkelimpahan,” ujar Pdt. Semuel H. Sajanga.

    Sementara, Pdt. Jefry Watulangkow, mengungkapkan soal peran wartawan (PELJUP). “Sebagai wartawan (PELJUP) adalah kesempatan memberitakan kebenaran yang memerdekakan jiwa,” ucapnya.

    Lain lagi Pdt. Michael Wahido yang melihat jauh ke depan, bahwa peristiwa eskatologia mulai digenapi sehingga menghadapai ‘the end of all things‘ kerja penginjil harus semakin diberdayakan. Sedangkan Pdt. Steven Longkutoy lebih melihat alasan pekabaran injil keselamatan yang berfokus kepada Yesus Tuhan bukan kepada diri sendiri.

    Tak kalah, Pdt. Fanie Potabuga, sebagai penginjil radio, menyatakan bahwa suara penginjilan harus berdampak positif yang signifikan, sebab itu harus di kuasai oleh Roh Kudus, sehingga kuasa (dunamis) nyata dengan penuh mujizat. (SHS)

  • Miliki Hati Hamba dan Tetap Rendah Hati Jadi Pesan Bupati Minahasa Saat Khotbah Ibadah KKR  di GPdI Langowan Kota

    Miliki Hati Hamba dan Tetap Rendah Hati Jadi Pesan Bupati Minahasa Saat Khotbah Ibadah KKR di GPdI Langowan Kota

    LANGOWAN, WARTANASRANI.COM – Sempat menyatakan minder untuk berkhotbah di depan banyak hamba Tuhan, Bupati Minahasa, Drs. Jantje Wowiling Sajow, M.Si., D.Min., akhirnya menerima undangan untuk menjadi pembicara dalam Ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) GPdI Kota Langowan. Menurut orang nomor satu di Minahasa ini, ketulusan untuk melayani Tuhan menjadi alasan kuat baginya menerima tugas mulia sebagai pengkhotbah dalam KKR ini.

    Bupati Minahasa, Drs. Jantje Wowiling Sajow, M.Si., D.Min., saat berkhotbah dalam KKR GPdI Langowan Kota (Kamis, 12/10/2017)

    “Awalnya saya minder untuk berkhotbah di depan banyak hamba Tuhan, namun ketulusan untuk melayani Tuhan, membuat saya tidak bisa menolak, karena Tuhan melihat hati,” ungkap JWS, begitu sebutan Bupati Minahasa ini dikenal, saat mengawali khotbah malam pertama KKR di GPdI Langowan Kota, Jalan Raya Amongena Langowan, Kamis (12/10/2017).

    Mengambil Nats pokok dalam 1 Samuel 15:1-24, tentang ‘Saul ditolak sebagai raja’, JWS menekankan soal ketaatan dan komitmen dalam melayani. Dikatakannya ada tiga alasan mengapa Saul ditolak menjadi raja: pertama, melawan perintah Tuhan; kedua, sombong akibat keberhasilan; dan ketiga, tidak memiliki hati hamba.

    Oleh karena itu, JWS mengingatkan semua yang hadir untuk memiliki ketaatan, tidak sombong dan tetap rendah hati. “Miliki ketaatan pada perintah Tuhan, jangan kita sombong, miliki hati hamba dan tetaplah rendah hati,” ujar JWS meyakinkan.

    Sebaliknya JWS mengajak untuk meneladani Daud. Sekalipun Daud termarjinalkan oleh keluarga, namun karena ketaatan, tidak sombong dan selalu rendah hati, Daud akhirnya dipilih Tuhan menjadi raja atas bangsa Israel menggantikan Saul.

    “Daud termarjinalkan oleh keluarga namun Tuhan memilihnya menjadi raja atas Israel. Manusia boleh membuang kita asal jangan Tuhan buang,” tegas JWS.

    Sementara itu, saat memberi sambutan, JWS memberi apresiasi atas kegigihan gembala dan jemaat dalam membangun gedung gereja yang hampir selesai. Namun JWS juga melempar kritik soal kurangnya komitmen umat sebagai warga masyarakat dalam membayar pajak.

    “Saya mengapresiasi kegigihan gembala dan jemaat hingga gereja hampir selesai. Memang masyarakat minahasa kalau untuk gereja jago berkorban tapi soal bayar pajak masih kurang,” ungkap JWS disambut tawa semua yang hadir, seakan meng-iyakan pernyataan sang Bupati.

    Seharusnya menurut JWS, antara rajin berkorban dan rajin membayar pajak haruslah seimbang. “Harusnya antara berkorban dan bayar pajak, seimbang,” tambah JWS singkat.

    Ditambahkannya, sekalipun banyak kesibukan termasuk mengurus kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) ke IX yang dilaksanakan di Stadion Maesa Tondano, tidak menyurutkan niatnya untuk selalu bertemu sapa dengan warga yang dipimpinnya sekaligus menyampaikan kinerja selama menjalankan tugas Bupati Minahasa, yang salah satunya menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Langowan, dimana Asisten I Pemkab Minahasa telah diutus ke Jakarta untuk membahas Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Langowan dengan pemerintah pusat.

    Pada kesempatan itu juga, JWS menyerahkan bantuan  untuk gereja sebesar 100 juta dan untuk Sekolah Alkitab Langowan (SAL) sebesar 150 juta.

    Anggota Dewan Minahasa, Imelda Novita Rewah, turut menyumbangkan suara emasnya dengan menyanyikan lagu ‘Amazing Grace’.

    Tampak hadir dalam KKR ini; Imelda Novita Rewah (Anggota Dewan Minahasa), Deny Kalangi (Anggota Dewan Minahasa), Iptu Mardy Tumanduk (Kapolsek Langowan), Ir. Sisca Maseo MAP (Camat Langowan Timur), Drs Dolfi Kuron, Msi (Staf ahli Bupati), Gembala – Gembala Langowan dan Sekitarnya serta Calon-calon hamba Tuhan Sekolah Alkitab Langowan (SAL). Hadir juga dua anggota Pelayanan Jurnalis Pantekosta (PELJUP), Pdt. Semuel Harun Sajanga dan Pdt. Joan Iwan Wuisan.

    Tak sekadar hadir, Anggota Dewan Minahasa, Imelda Novita Rewah, turut menyumbangkan suara emasnya dengan menyanyikan lagu ‘Amazing Grace’. Dikatakan Imelda, lagu ini merupakan rasa syukurnya karena Tuhan yang telah menjadikan dia dari yang termajinalkan menjadi mulia sebagai anggota Dewan Minahasa. Imelda juga merasa terberkati dari kisah Daud seperti yang dipaparkan khadim (Bupati Minahasa). Pujianpun terucap darinya atas hasil kerja Bupati Minahasa, yang memiliki segudang prestasi selama menjalankan tugas sebagai Kepala Pemerintahan Kabupaten Minahasa.

    “Kalau Tuhan berkenan, saya siap mendampingi Bupati JWS melanjutkan pemerintahan 2018-2023,” ujar INR meyakinkan.

    Ketua TIM Penggerak PKK Kabupaten Minahasa

    Sementara itu, Gembala Jemaat GPdI Langowan Kota, Pdt. Jan Timotius Kereh, S.Th didampingi Isteri, Pdm. Stella Grace Mangimbulur selain menyampaikan terima kasih atas kerja panitia yang diketuai Bapak Hengky Massie dengan Sekretaris Like Lumingkewas, juga menyampaikan tujuan dilaksanakannya KKR.

    “Tujuan KKR untuk lebih memperteguh iman percaya serta memotivasi umat Tuhan agar lebih kuat di dalam Tuhan sekaligus mempererat tali persaudaraan sesama hamba Tuhan dan jemaat serta pemerintah,” ungkapnya. “KKR malam kedua akan dilayani oleh Dr. Olga Sajow Singkoh, M.Hum,’ ungkapnya lagi. (SHS)

  • Rapat Koordinasi Nasional Komisi Pusat Pelayanan Penginjilan Pantekosta KP4 Periode 2017-2022

    Rapat Koordinasi Nasional Komisi Pusat Pelayanan Penginjilan Pantekosta KP4 Periode 2017-2022

    BOGOR, WARTANASRANI.COM – Komisi Pusat Pelayanan Penginjilan Pantekosta (KP4) yang berada dibawah binaan Departemen Penginjilan MP, harus bekerja secara maksimal dengan sasaran utama memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus.  KP4 juga dalam melaksanakan program kerja penginjilan, harus bermitra dengan badan Misi & Perintisan juga Yayasan-yayasan pelayanan lainnya. Hal ini disampaikan Ketum MP GPdI, Pdt. Dr. John Weol, M.Min, M.Div., MM., M.Th., saat membuka Rakornas KP4 di Pondok Remaja PGI, Cisarua Puncak Bogor, Jawa Barat, rabu (11/10/2017).

    Ketum MP GPdI, Pdt. Dr. John Weol sedang memberi sambutan sekaligus membuka Rakornas KP4 GPdI 2017

    “Yesus dalam pelayanan singkatnya di muka bumi memberitahukan kepada murid-murid-Nya bahwa diri-Nya datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Luk 19:10). Panggilan Kristus ini adalah panggilan untuk menjadi saksi. Dan ini adalah panggilan kita sebagai pengikut Kristus untuk menjangkau orang -orang yang hilang dan berusaha membawa mereka kepada Juruselamat,” ungkap suami dari Pdt. Rina Weol, S.Th, MA., dengan penuh semangat.

    Dalam kesempatan tersebut, Ketum MP GPdI juga menyarankan KP4 dibawah pimpinan Pdt. Ignatius Yeremia (Ketua), Pdt. Yarry Lumangkun (Sekretaris), Pdt. Herry Moningkey (Bendahara), dibawah binaaan Departemen Penginjilan MP (Pdt. Ferry mamangkey dan Pdt Eddy Pongoh), dapat memaksimalkan 6 Zona yang ada; Sumatera, Jawa, Bali/NTT/NTB, Kalimantan dan Maluku/Papua.

    Sementara itu, Pdt. Ferry Mamangkey, M.Th., dalam khotbahnya yang mengambil nats pokok Matius 28:18-20, mengingatkan peserta Rakornas tentang pentingnya kuasa dalam penginjilan. Menurutnya penginjilan akan  efektif bila seorang Penginjil memiliki kuasa.

    “Sebelum menginjil, Penginjil  wajib miliki kuasa! Penginjilan Tuhan Yesus dan para Rasul sangat efektif, karena disertai dengan mujizat dan tanda-tanda. Orang yang paling menentang pun akan percaya, jika melihat dan mengalami mujizat Tuhan,” tegas Pdt. Ferry Mamangkey.

    “Tujuan akhir penginjilan adalah mempertemukan manusia dengan Tuhan Yesus dan mengalami pembaharuan didalam-Nya. lnilah panggilan terbesar kita sebagai orang percaya, menjadi saksi Kristus yang penuh kuasa,” tambahnya.

    Serba-serbi Rakornas KP4 GPdI di Pondok Pemuda PGI Cisarua Bogor

    Satu visi untuk sebuah misi mulia sesuai Amanat Agung Tuhan Yesus, tergambar  saat  para penginjil GPdI ini memberi pandangan tentang misi, berbagi pengalaman dan kesaksian dalam Rakornas yang berlangsung cair dan penuh keakraban.

    Anggota KP4 zone Sulawesi, Pdt. Dr. Richard Lapian, penceramah dan penginjil interdenominasi nasional,  selain mendukung pernyataan Ketum saat sambutan pembukaan rakornas, juga menyampaikan inti dari sebuah misi yaitu penginjilan dan pelayanan.

    “Ada tiga pandangan umum tentang misi. Pandangan tradisional, melihat misi identik (dan terbatas pada) penginjilan. Pandangan liberal, melihat misi sebagai pelayanan sosial dan menganggap memberitakan Injil tidak lebih penting daripada pelayanan sosial. Pandangan Holistik, melihat bahwa misi Alkitabiah mencakup penginjilan dan pelayanan, tetapi penginjilan tetap menjadi inti misi. Murid-murid diutus untuk melakukan misi sama seperti yang telah dilakukan Yesus, sedangkan dalam pelayanan Yesus, Ia tidak hanya memberitakan Injil tetapi juga memperhatikan masalah sosial (Lukas 4:18-19),” ujar Pdt. Richard Lapian.

    Ada juga anggota KP4 zone Sulawesi yang lain, Pdt. Michael Wahido, MTh., Ketua KDP3 Rayon Minahasa II, menyampaikan soal tugas seorang penginjil yaitu menyebarkan kabar baik bahwa Yesus Kristus telah mati bagi dosa-dosa kita dan telah dibangkitkan dari antara orang mati sesuai dengan Kitab Suci, dan sebagai Tuhan yang bertakhta, Kristus kini menawarkan pengampunan dosa dan Roh yang memerdekakan bagi semua yang bertobat dan percaya.

    Banyak harapan disampaikan para peserta dengan pelaksanaan Rakornas KP4 2017 yang berlangsung penuh keakraban ini. Salah satunya, Pdt. Reky M. Onibala, S.Th yang menjadi utusan dari Sulawesi Barat, merasa terberkati lewat Rakornas ini. “Rakornas ini sungguh sangat memberkati kami. Rakornas ini menambah api semangat misi untuk mencari dan menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang bagi kemuliaan Tuhan Yesus,” ujarnya

    “Semoga melalui Rakornas KP4 ini, semua daerah dapat mendengar berita tentang Yesus Kristus,” tambah Penginjil jebolan Sekolah Alkitab Malino ini.

    Menurut gembala GPdI Belang-Belang, Mamuju Sulbar ini, selain dirinya, hadir juga Pdt. Gusti Suarnata, Pdt. Marlan Maaluas, Pdt. Ricahard Tumewu dan Pdt. Edison Bombong, sebagai utusan Sulawesi barat.

    Acara Rakornas yang mengambil tema, “Menjadi Pemberita Injil yang Mewartakan Kasih Allah dan Kuasa-Nya dalam Misi Kerajaan Allah”, dan berlangsung selama tiga hari (10-12 Oktober 2017) serta dihadiri 160 anggota KP4 dari 250 anggota, didukung oleh Komisi Pelayanan Jurnalistik Pantekosta (PELJUP) sebagai bukti sinergitas Komisi Pelayanan Pusat GPdI. (SHS)

  • KETUM KKK, ANGELICA TENGKER BERI BANTUAN PADA KORBAN KEBAKARAN RAWASARI

    KETUM KKK, ANGELICA TENGKER BERI BANTUAN PADA KORBAN KEBAKARAN RAWASARI

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Peduli dengan warga Kawanua yang mengalami kebakaran di daerah Rawasari  dua hari yang lalu, sekembalinya dari Bitung mengikuti berbagai kegiatan Festifal Selat Lembeh 2017, hari ini (9/10/2017), Ketua Umum KKK, Angelica Tengker, langsung mengunjungi korban kebakaran yang sebagian besar adalah warga Kawanua.

    Angelica Tengker berdialog dan mendengarkan keluhan-keluhan korban kebakaran Rawasari

    Angelica Tengker (Ketum KKK) berdialog dan mendengarkan keluhan-keluhan korban kebakaran Rawasari

    Dalam kunjungannya, selain berdialog, mendengarkan keluhan-keluhan, serta menanyakan kebutuhan apa saja yang diperlukan selama berada di tempat pengungsian, Ketum KKK, Angelica Tengker juga memberikan bantuan langsung kepada para korban kebakaran.

    Angelica Tengker melihat langsung kondisi Gedung Gereja GSPDI yang terbakar

    Dari informasi yang diterima redaksi wartanasrani.com, untuk meringankan beban bagi mereka yang menjadi korban kebakaran yang sebagian besar warga Kawanua, Bidang Sosial Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), dibawah koordinator, Sylvia Tumatar, membuka dua POSKO PEDULI KASIH – RAWASARI.

    Posko di lokasi kebakaran tepatnya di depan Gedung Gereja GSPDI, Jl. Jend. A. Yani Bypass, Rawasari.

    Posko pertama berada di lokasi kebakaran tepatnya di depan Gedung Gereja GSPDI, Jl. Jend. A. Yani Bypass, Rawasari. Sementara posko ke dua berada di Sekretariat KKK, Kampus IBM ASMI, Jl. Pacuan Kuda No. 1-5, Pulomas, Jakarta Timur.

    Selain itu, bagi warga yang ingin turut berpartisipasi membantu korban kebakaran melalui Kerukunan Keluarga Kawanua, namun tidak bisa menyalurkan langsung dengan mendatangi Posko yang ada, dapat menyalurkan donasinya melalui Rek. Bank BRI No. 0928-01-0000-10-302, An. Kerukunan Keluarga Kawanua dengan menuliskan berita “Bantuan Kebakaran Rawasari” atau dengan mengirimkan bukti transfer.

    Untuk jelasnya tentang Posko ini, dapat menghubungi contact person: Sylvia Sonya Tumatar (0811-951-652), Joseph Elia Sumanti (0812-8837-1640), Johni Palar (0812-8243-2978) dan Nobhito Wowor (0813-9951-4633).

  • Gereja GSPdI Rata Tanah, Akibat Kebakaran

    Gereja GSPdI Rata Tanah, Akibat Kebakaran

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Kembali si “jago merah” melalap rumah, restoran dan gereja di kawasan Rawasari Jakarta kemarin sore (07/10/2017) sekitar pukul 18.00 Wib, rata dengan tanah.

    Api diduga berasal dari salah satu rumah, dan juga diduga sumbernya dari kompor masak yang meledak. Terkait hal ini masih dalam penyelidikan.

    Dalam sekejap api langsung menjalar sampai ke Restoran Nyiur Melambai dan sebuah Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia yang di gembalakan oleh Pdt Heny Timporok Kontu.

    Berdasarkan sumber informasi, 24 unit mobil pemadam kebakaran langsung diturunkan untuk memadamkan “si jago merah”. Api baru dapat dipadamkan kira-kira pukul 23.00 Wib.

    Beruntung dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun total kerugian di perkirakan mencapai milyaran rupiah.

    “Dengan adanya kejadian ini, keluarga korban menjadi trauma. Mereka hanya bisa bersyukur berdasarkan iman kepada Yesus Kristus bahwa apa yang Dia ijinkan terjadi semua ada dalam rencanaNya,” pungkas Pdt. Andi Palar yang juga sebagai Gembala Sidang di Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Kopeng Jawa Tengah, saat dihubungi via Messenger pukul 23.40 Wib.

    Baca Juga : KETUA MP GPDI, PDT. JOHN WEOL TAMPIL SEBAGAI PEMBICARA KKR GPDI PAKU URE

    “Semuanya sudah terjadi dan hikmah dari semuanya kita kembalikan semuanya kepada Tuhan, semuanya Tuhan punya dan Tuhan pasti akan menyediakan berkat nya bagi kami dan keluarga, Tuhan pasti akan membangun kembali Gereja nya untuk kemuliaan Tuhan,” tambah Andi sebagai salah satu anggota keluarga korban kebakaran dalam Messenger pukul 23.48. (AW)

  • SEMANGAT PENUAI JADI TEMA IBADAH SYUKUR HUT 47 GBI YANG DIGELAR BPD GBI BEKASI

    SEMANGAT PENUAI JADI TEMA IBADAH SYUKUR HUT 47 GBI YANG DIGELAR BPD GBI BEKASI

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Rayakan HUT 47 GBI, Badan Pekerja Daerah Bekasi, hari ini, Jumat (6/10/2017), menggelar Ibadah Syukur yang dihadiri seluruh jajaran pengurus BPD Bekasi, para gembala dan pejabat GBI, baik Pendeta (Pdt), Pendeta Muda (Pdm), dan Pendeta Pembantu (Pdp). Tampil sebagai pembicara Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro, Sp.Kj., Ketua Pembinaan Keluarga BPH GBI. Sementara Arena Room Sport Center Harapan Indah, Kota Bekasi, menjadi tempat digelarnya acara yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh sukacita.

    Pengurus BPD Bekasi GBI bersama Pdt. Dwidjo Saputro (Pengkhotbah) dari BPH GBI

    Dalam khotbahnya yang bertolak dari Nats pokok Yohanes 4:35, “Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai”, Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro, Sp.Kj., mengajak para pejabat BPD Bekasi GBI untuk belajar mengenal kehendak Tuhan. Sebab menurutnya, antara pikiran Tuhan dengan pikiran manusia itu berbeda.

    “Memang pikiran Tuhan dengan pikiran manusia itu lain. Murid-murid Yesus bilang nanti baru menuai, tapi Tuhan Yesus bilang sekarang engkau harus menuai! Oleh karena itu, kita yang dipanggil menjadi pelayan, dipanggil menjadi hamba Tuhan, atau apapun namanya, harus selalu belajar mengenal pikiran Tuhan, mengenal kehendak Tuhan. Kalau saudara tidak mengenal kehendak Tuhan, nanti saudara cape-cape melayani, tapi apa yang dilakukan keliru semua,” jelas Ketua Pembinaan Keluarga BPH GBI ini meyakinkan.

    Pdt. Dwidjo Saputro sementara berkhotbah

    Berdasarkan Amos 9:13, Pdt. Dwidjo Saputro, mengingatkan para pejabat GBI BPD Bekasi bahwa penuaian itu harus dilakukan terus menerus, tidak pernah berhenti dan penuaian itu, dimulai dari yang terdekat yaitu, keluarga.

    “Murid-murid berpikir secara konvensional, secara alamiah. Tuhan kita berpikir secara super alamiah. Secara alamiah ada musim menabur, ada musim menanam baru nanti ada musim menuai. Jadi menurut murid-murid Yesus, nanti saja menuainya. Tapi dikatakan Tuhan Yesus, aku berkata kepadamu lihatlah sekelilingmu, pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. Tapi jangan lupa, keluarga saudara lebih dulu karna itu yang paling matang untuk dituai. Pastikan keluargamu selamat ikut Tuhan. Pastikan setiap anggota keluargamu jadi murid Tuhan Yesus. Percuma saja ngalor-ngidul kalau anggota keluargamu tidak jadi murid Yesus,” pungkasnya penuh semangat.

    “Kita berpikir tarsok-tarsok, besok, kapan lagi, lusa, nanti, santai-santai saja, sebisanya saja, nanti-nanti saja, tidak peduli dengan keadaan sekitarnya, tetapi hati dan pikiran Allah melihat tuaian adalah sekarang,” tambahnya lagi.

    Pada bagian lain, Pdt. Dwidjo Saputro juga berharap agar para pejabat GBI khususnya di BPD Bekasi untuk tidak kehilangan semangat dalam melayani dan menurutnya, semangat itu dimulai dari calling atau panggilan, sehingga bila orang tahu panggilannya maka semangat untuk melayani tidak akan pudar.

    “Semangat itu dimulai dengan calling atau panggilan. Kalau saudara tidak punya panggilan, panggilannya lain, jadi hamba Tuhan panggilannya lain, jadi pejabat GBI panggilannya lain, tidak panggilannya untuk jiwa-jiwa, maka saudara tidak akan paham-paham membaca ayat firman Tuhan ini. Sementara, kalau orang tahu panggilannya, maka semangat itu tidak akan pudar,” ungkapnya.

    Dijelaskan Pdt. Dwidjo Saputro, GBI harus tanggap dan peduli dengan jiwa-jiwa yang harus diselamatkan.

    “Pengguna narkoba makin lama makin muda, semakin banyak orang jahat, Anak-anak yang mengalami kekerasan makin banyak, wanita yang mengalami kekerasan makin banyak, anak yang tidak mempunyai orang tua makin banyak, dan seterusnya. Inilah yang dilihat Tuhan Yesus, ladang sudah menguning, mereka adalah tuaian. Masa saudara tidak peduli. Terus yang dipeduliin saudara apa? Yang dipeduliin GBI apa sebetulnya?,” tegasnya melempar kritik untuk membangkitkan semangat para pejabat BPD Bekasi GBI yang hadir.

    Suasan Ibadah Ucapan Syukur HUT 47 GBI – BPD Bekasi GBI

    Diakhir khotbahnya, Pdt. Dwidjo Saputro mendorong para pejabat GBI yang hadir untuk tidak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan untuk menuai jiwa-jiwa yang sudah matang dan siap dituai.

    “Jangan sampai kehilangan tuaian emas. Kalau kita tidak menuai sekarang, kita akan kehilangan tuaian-tuaian yang berharga. Kalau tidak sekarang, kalau nanti-nanti itu akan makin sulit, makin repot, bahkan ada kecenderungan kita tidak bisa menangani lagi. Kenapa? Karena Alkitab mengatakan bahwa dunia ini makin lama makin sukar, kasih makin lama makin dingin. Manusia itu makin sulit, tidak makin mudah. Saudara mengembalakan manusia bukan menggembalakan patung. Jemaat yang saudara gembalakan itu makin lama perangainya makin sulit. Sementara kita harus memuridkan mereka tidak gampang. Dan yang penting juga, motivasi dalam pelayanan harus benar,” pesannya menutup khotbah.

    Sejalan dengan Pdt. Dwidjo Saputro, Ketua BPD GBI Bekasi, Pdt. Samuel Harnadi, MA., dalam sambutannya kembali menegaskan soal waktu dan kesempatan untuk menginjil yang sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan oleh para pejabat GBI.

    “Kiranya sebagai pejabat GBI khususnya di BPD Bekasi, semakin cinta kepada Tuhan dan Gereja Bethel Indonesia. Biarlah semakin bersatu hati untuk masuk kepada tahun penuaian besar di tahun 2017 dan tahun-tahun akan datang. Jangan sia-siakan waktu yang ada! Gunakan waktu dan kesempatan yang Tuhan beri untuk mencari dan menyelamatkan jiwa-jiwa yang tersesat,” ungkap Pdt. Samuel Hernadi.

    Sebagai bentuk penegasan atas pentingnya waktu dan kesempatan, Ketua BPD Bekasi inipun mengajak semua yang hadir untuk menyanyikan pujian “Hidup ini adalah kesempatan”.

    Tak ketinggalan, video singkat yang berisi ucapan selamat HUT 47 GBI oleh BPH GBI ditayangkan untuk menambah motivasi bagi para pejabat GBI di BPD Bekasi yang hadir.

    Suasana pemotongan tumpeng

    Sementara itu, sebagaimana lazimnya Ibadah HUT, pemotongan tumpeng mewarnai acara Ibadah Syukur ini. Pdt. Dwidjo Saputro diminta untuk memotong tumpeng sebagai rasa syukur penyertaan Tuhan selama 47 tahun GBI dan kemudian menyerahkannya kepada Ketua BPD Bekasi, Pdt. Samuel Harnadi.

    Pdt. Yohanes Anwar (Ketua Panitia) & Pdt. Haryo Widjakso (Sekretaris Panitia) – Doorprize

    Ungkapan syukur dan terima kasih atas terselenggaranya Ibadah HUT 47 GBI disampaikan juga oleh Panitia Pelaksana Pdt. Yohanes Anwar T. (ketua), Gembala GBI Sport Center Harapan Indah dan GBI Plaza THB serta Pdt. Haryo Widjakso (sekretaris), gembala GBI Miracle Service Harapan Indah.

    Pada bagian akhir, setelah ditutup dengan doa oleh ketua BPD Bekasi GBI, dan doa berkat oleh Pdt. Andy Markus, pengundian doorprize pun menjadi acara terakhir yang menarik ditunggu-tunggu oleh semua yang hadir, khususnya para pejabat GBI, karena menurut panitia, doorprize hanya berlaku bagi mereka yang hadir dan tercatat sebagai pejabat di BPD Bekasi. (RSO)