Category: Liputan

  • Danang Maharsa Wabud Sleman: Keberagaman Harus Dirawat dan Dijaga Bersama

    Danang Maharsa Wabud Sleman: Keberagaman Harus Dirawat dan Dijaga Bersama

    SLEMAN, WARTANASRANI.COM – Sleman udara page itu Kamis 20 Oktober 2022 terasa sejuk setelah semalaman kota Sleman Jogyakarta di guyur hujan. Kesejukan itu berlanjut pada saat Persatuan Wartawan Nasrani di terima dengan ramah oleh wakil bupati Sleman Danang Maharsa di ruang rumah kaca lantai II di mana keseharian pak Wabud bekerja.

    Pengurus Pusat Pewarna Indonesia bersama Panitia Apresiasi Pewarna Indonesia dan Rapat kerja nasional serta Pengurus Daerah Pewarna Jogyakarta difasilitasi Pdt Daniel Pujarsono yang akrab dipanggil dengan sebutan Abah Daniel.

    Pertemuan page itu Danang M wakil bupati mengatakan bahwa memang hidup ini butuh warna sehingga muncul keindahan ucapnya mengawali bincang pagi itu.

    Bicara Sleman adalah bicara keberagaman di mana banyak suku dan agama yang ada di Sleman dan itu perlu di rawat dan di jaga bersama. Karena perbedaan atau keberagaman yang kita punya itu sesuatu keunikan dan kekayaan yang Indonesia miliki.

    “Saya sebagai wakil bapak dari masyarakat Sleman harus mau mendengar semua masyarakat Sleman. Baik yang baik ataupun yang tidak baik harus saya dengar dan jika tidak baik bersama kita selesaikan”, tandas nya serius.

    Tentang keberagaman itu warisan luhur dari bangsa ini dan ketika teman teman Pewarna dalam kiprahnya selalu mengedepankan pentingnya menjaga dan merawat keberagaman itu maka perlu didukung termasuk kami pemerintahan di kabupaten Sleman ini.

    Tentang peran jurnalis Danang mengaku sangat berterimakasih karena dengan peran mereka banyak hal yang bisa mendapatkan informasi dan dari informasi itu bisa dijadikan petimbangan ketika mengambil kebijakan.

    “Saya sendiri senang berkumpul dengan teman teman wartawan sambil ngupi ngupi tanpa harus secara formal. Karena melalui teman teman itu banyak informasi baik kritik ataupun keberhasilan kinerja pemerintah”, tandasnya.

    Kehadiran Pewarna yang dikomandani langsung Yusuf Mujiono ketua umum yang didampingi Gabriel Hartanto bidang pengembangan media dan informasi, Donny Leonardo Ketua bidang antar lembaga, Anna Kezia depa Rohani dan Pelmas yang sekaligus ketua panitia nasional API dan Rakernas dan Arief Widiyanto sekretaris daerah Pewarna Jogya serta ketua panitia lokal. Dimana Yusuf setelah memperkenalkan secara singkat tentang Pewarna sekaligus meminta pak Wabud untuk hadir membuka rakernas Pewarna yang direncanakan Selasa 29 Oktober 2022di Hotel Kana di Kaliurang serta meminta dukungannya untuk helatan akbar Pewarna ini.

    Terkait permohonan Pewarna pak Wabud sangat senang pertama karena Sleman sudah dipilih sebagai tuan rumah untuk rapat kerja teman teman wartawan nasrani dan dikesempatan itu pak Wabud siap untuk hadir dan sekaligus mendukung sesuai kapasitas yang dimiliki sebagai pemerintah daerah.

    “Terimakasih untuk teman teman Pewarna yang sudah menetapkan Sleman sebagai tuan dan nyonya rumah untuk menggelar acara ini. Tentu kami sangat senang dan membuka dari menyambutnya”, ungkapnya tersenyum.

  • Umat Kristen Protestan Kementerian Pertahanan Kemhan menyelenggarakan kegiatan Retret tahun 2022

    Umat Kristen Protestan Kementerian Pertahanan Kemhan menyelenggarakan kegiatan Retret tahun 2022

    Umat Kristen Protestan Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyelenggarakan kegiatan Retret tahun 2022 pada tanggal 6 s.d. 8 Oktober 2022 bertempat di Hotel Taman Eden 2 Kaliurang Yogyakarta, dengan tema “Kasih Karunia Yang Memulihkan”.

     

    Ketua Panitia Retret Umat Kristen Protestan Kemhan Tahun 2022 Kolonel Cpm Sihol Tambunan mengatakan, kegiatan Retret merupakan salah satu kegiatan pembinaan rohani yang dilakukan umat Kristen Protestan Kemhan untuk membina dan meningkatkan iman dalam diri setiap umat.

     

    Pada kegiatan ret-ret, juga dilaksanakan pemberian tali asih dan bakti sosial kesehatan bagi anak-anak Panti Asuhan Griya Kasih Victory Yogyakarta berupa pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan.

    Kegiatan retret tahun 2022 ini menghadirkan dua pembicara masing-masing:

     

    1. Pendeta Daniel Pujarsono, S.Th., M.Si yang menyampaikan dua topik yaitu “Kasih Karunia yang Memulihkan” dan “Tiada Kata Terlambat”,

     

    Ibadah pembukaan Pdt Daniel dengan tema: kasih karunia

    Pagelaran wayang golek yang cukup heboh karena ada interaksi dengan penonton, oleh Pdt. Daniel Pujarsono dan tim wayang golek penebar kasih GBI aletheia Tirtakencana dengan cerita Bambang Pramudita.

     

    Ibadah penutup oleh Pdt Daniel Pujarsono dengan tema: budaya sebagai alat dan bukan penghambat

     

    2. Pendeta Drs. Mulianta Bangun, M.Th yang membahas topik tentang “Keharuman Kasih Karunia”.

  • YKI, PNPS GMKI, Program Doktor UKI, PGI dan Pewarna Gelar Seminar Bertajuk, Mencermati Rancangan KUHP Dalam Merawat Pancasila Sebagai Ideologi Negara

    YKI, PNPS GMKI, Program Doktor UKI, PGI dan Pewarna Gelar Seminar Bertajuk, Mencermati Rancangan KUHP Dalam Merawat Pancasila Sebagai Ideologi Negara

    WARTANASRANI.COM, JAKARTA – Mengenang satu tahun wafatnya Sabam Sirait lima lembaga, yaitu Yayasan Komunikasi Indonesia (YKI), Pengurus Nasional Perkumpulan Senior GMKI (PNPS GMKI), Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), dan Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) sepakat mengadakan seminar dengan tema “Mencermati Rancangan KUHP Dalam Merawat Pancasila Sebagai Ideologi Negara”.

    Sekilas terkait sosok Sabam Sirait, yaitu dikenal sebagai tokoh pergerakan dan politikus senior Indonesia. Semasa hidupnya, Sabam Sirait dikenal karena konsistensi, keteguhan hati dan berprinsip dalam bernegara dan berbangsa yang selalu menjunjung tinggi kemajemukan, demokrasi dengan dasar Pancasila. Ia banyak memberi sumbangan pemikiran bagi bangsa dan negara untuk membangun demokrasi di Indonesia. Sikap, pendirian, pemikiran dan pelayanannya hingga pergaulan politiknya terimplementasi dan menyatu sebagai politisi sejati. Dalam perjalan hidupnya día meyakini bahwa politik itu suci.

    Pada saat seminar dibuka, kata sambutan mewakil Rektor UKI, yaitu Dr. Hulman Panjaitan, SH, MH menyampaikan dalam sambutannya bahwa kerjasama antara Yayasan Komunikasi Indonesia (YKI), Pengurus Nasional Perkumpulan Senior GMKI (PNPS GMKI), Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), dan Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) sudah terjalin dan terealisasi sekian kalinya. Adanya kerja sama ini juga memberi dampak bagi kampus, yaitu saat ini UKI Raih Akreditasi Unggul BAN-PT 2022.

    Selain narasumber dan moderator, hadir juga Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Kristen Indonesia Prof. Dr. dr. Bernadetha Nadeak, M.Pd., ketua Yayasan Komunikasi Indonesia Dr. Bernard Nainggolan, SH., MH, Ketua Umum Pewarna Indonesia Yusuf Mujiono, Ketua Umum RHEMA Dwi Urip Premono. Hadir juga Senior-senior GMKI, anggota Pewarna Indonesia dan anggota RHEMA.

    Untuk mengenang satu tahun wafatnya Sabam Sirait diadakan acara ibadah dan seminar dengan tema “Mencermati Rancangan KUHP Dalam Merawat Pancasila Sebagai Ideologi Negara” sebagai moderator oleh Prof.Dr. Marten Napang, SH, MH, M.Si.
    Narasumber yang hadir sebagai narasumber Dr. Drs. Karjono, S.H., M.Hum.,Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Dr. Maruarar Siahaan, S.H. Rektor UKI 2014-2018, Prof. Dr. Mompang L. Panggabean, S.H., M.Hum. Guru Besar Hukum UKI.

    Dr. Drs. Karjono, S.H., M.Hum.,Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), menyampaikan bahwa Pancasila sebagai dasar negara, Pancasila sebagai pemersatu bangsa, Pancasila sebagai paradigma pengembangan Ilmu Pengetahuan, Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila sebagai Ideologi negara.

    Karjono menyampaikan bahwa KUHP yang sekarang merupakan warisan penjajah kolonial dan sudah tidak sesuai dengan perkembangan jaman. suatu negara merdeka harus mempunyai hukum sendiri yang bersifat nasional demi kebanggaan nasional. Perlunya hukum yang mencerminkan nilai-nilai kebudayaan dari suatu bangsa.

    Maruarar Siahaan menyampaikan bahwa “melihat kondisis saat ini, keadilan sedang runtuh. Keadilan adalah untuk memberantas ketidakadilan. Lanjut Maruarar “sesuai dengan sila kemanuasian yang adil dan beradab. Mudah untuk menyebutkan keadilan, tetapi sulit untuk mewujudkannya”. Mantan Rektor UKI ini menyinggung soal pejabat daerah tertentu menolak kehadiran rumah ibadah, “Tidak mungkin suatu pejabat tertentu dengan nyata menolak pembangunan rumah ibadah, jikalau itu dilakukan, maka hal itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Jikalau itu dilakukan, maka sudah melanggar sumpah sebagai pejabat publik” ungkapnya.

    “Pancasila sebagai Filsafat, harus kita renungkan di mana kebenaran Pancasila itu? Harus terus direfleksikan terkait nilai-nila Pancasila itu. Pancasila menjadi filsafat. Pancasila harus masuk dalam konstitusi kita dan menjadi norma yang unggul dan prioritas”, tegasnya.
    Maruarar Siahaan juga menegaskan bahwa “Pancasila tidak boleh ditafsirkan dengan cara agama tertentu harus dilihat sebagai ideologi negara. Muatan nilai pancasila sebagai nilai etik yang diturunkan menjadi norma”.
    Maruarar mengingatkan bahwa “Ketika HAM masuk dalam Konstitusi, yang memuat perlindungan, penghormatan dan pemenuhan menjadi tanggung jawab pemerintah. Tidak ada lagi istilah mayoritas dalam konstitusi kita”.

    Mompang L. Panggabean menyatakan “Pancasila tidak akan pernah mati. Pancasila harus dihidupi dan diinginkan hidup sebagai suatu dasar negara. Menghidupinya dengan merawat melalui instrumen hukum, politik dan sosial yang dapat melindungi seluruh rakyat Indonesia” tegasnya.

    Lebih lanjut diutarakan Mompang “Kelahiran UU TP Subversi pada saat Indonesia dalam situasi revolusi dan normanya terlalu luas sehingga bertentangan dengan HAM”. Pada saat Lokakarya Batu, 23-26 Oktober 1978, lanjutnya “menyatakan tindak pidana subversi dilakukan dengan motif, latar belakang tujuan politik”.

    Mompang L. Panggabean juga memaparkan bahwa “Pencabutan UU No. 11 PnPs Tahun 1963 tentang Pemberantasan Kegiatan Subvers dengan UU No. 26 Tahun 1999. UU No. 11 PnPs Tahun 1963 bertentangan dengan HAM dan prinsip negara yang berdasarkan atas hukum serta menimbulkan ketidakpastian hukum, sehingga penerapannya menimbulkan ketidakadilan dan keresahan dalam masyarakat”.

    “Pancasilah harus dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari mulai dari hal-hal yang sederhana” tegas Mompang.

    Mompang mengingatkan bahwa “Pidana bukan satu-satunya untuk menegakkan keadilan dan hukuman”. Pasal-pasal dalam setiap undang-undang harus menjiwai nilai-nilai pancasila. Hukum untuk manusia, bukan manusia untuk hukum”
    Pancasila harus dirawat secara berkelanjutan oleh masyarakat Indonesia dan menjadi landasan hidup berbangsa dan bernegara.(APM)

  • Gelar FORTAPIM Majelis Daerah GPdI Jawa Barat

    Gelar FORTAPIM Majelis Daerah GPdI Jawa Barat

    Jajaran MD memberikan suprise di momen Wedding Anniversary Ketua MD.

    Ketua Majelis Daerah GPdI Jawa Barat Pdt. Ferdinand Rompas menggelar Forum Tatap Muka Pimpinan (Fortapim) di Gedung GPdI Sukabumi, Jumat (9/9/2022).

    Fortapim adalah langkah awal pelaksanaan kinerja Majelis Daerah yang memandang penting adanya rekonsolidasi organisasi dan bersama – sama dalam merumuskan gagasan kemajuan kinerja antara MD, MW dan KD ke depan yang lebih baik serta sesuai arahan dan pembekalan ketua. Hal tersebut ditegaskan melalui penjelasan tugas Majelis Wilayah 1 sampai 17 dan Komisi Daerah.

    Fortapim diikuti seluruh pengurus organisasi GPdI Majelis Daerah, Majelis Wilayah dan Komisi Daerah. Fortapim diawali dengan ibadah singkat yang dipandu oleh Pdt. Ishak D. Israel dan diisi dengan Firman Tuhan Pdt. Dr. Zakarias Manambe,S.H.,M.H.,M.Th.,M.Mis.,M.Pd.K.

    Sebelum Fortapim di buka, acara diikuti dengan kejutan dari jajaran MD sehubungan dengan Wedding Anniversary Kel. Pdt. Ferdinand Rompas yang ke-36 dengan meriah dan penuh sukacita. Acara tersebut diikuti dengan doa dikhususkan untuk Keluarga Pdt. Ferdinand Rompas, istri, anak, cucu dan mantu.

    Dalam acara fortapim, diadakan perkenalan pimpinan mulai dari tingkat MD,MW, KD sampi anggota. Acara tersebut dipimpin oleh Sekda Pdt. Herlina Budiawan dan Pdt. Happy Manopo ( bendahara) Ketua MD membuka resmi Fortapim dengan dilangsungkannya pemaparan kinerja serta pembahasan mengenai hal-hal kebutuhan kegiatan yang menjadi program kerja yang sudah direncanakan.

    Tak lupa, pembahasan tersebut dimulai dengan bahasan administrasi organisasi yang perlu diselesaikan serta penanganan yang belum selesai pada waktu sertijab.

    Sejumlah keputusan menghasilkan rumusan aturan-aturan organisasi dan program khususnya dalam waktu dekat.

    Ada beberapa hal dalam keputusan dan ketegasan yang diambil antara lain : Majelis Wilayah dalam hal mengambil keputusan perlu ada kesepakatan antara Ketua, Sekretaris dan bendahara, tidak diperbolehkan untuk bertindak sendiri-sendiri.

    Kemudian, MW mendata ulang Gembala-Gembala di wilayah masing-masing dan menertibkan SK serta teritorial sesuai dengan kedudukan hamba Tuhan tersebut diwilayah yang sudah diatur oleh MD. Mekanisme keuangan, dimulai dari MD,MW hingga KD diatur dan disalurkan sesuai aturan serta keluar masuk keuangan harus dilaporkan ke MD.

    Mejelis Wilayah bertugas untuk mensosialisasikan PERDA Ke gembala-gembala sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan dalam menjalankan pelayanan pekerjaan Tuhan.

    Penginjilan dan sasarannya, ditegaskan lebih kepada penjangkauan jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan. Misalnya, di beberapa penjara dan tempat-tempat lainnya agar misi Tuhan serta tanggung jawab hamba-hamba Tuhan dalam melayani Tuhan dapat terlaksana.

    Seluruh kegiatan yang berhubungan dengan keuangan wajib dibuatkan budgeting/perhitungan serta wajib berusaha untuk menggali sumber dana yang baik dan terukur. (lt.)

  • Rayakan HUT Ke 51 Tahun PGLII Ajak Tidak Menggunakan Bahan Plastik

    Rayakan HUT Ke 51 Tahun PGLII Ajak Tidak Menggunakan Bahan Plastik

    BATAM, WARTANASRANI.COM – Perayaan Ke 51 tahun Persekutuan Gereja Gereja dan Lembaga lembaga Injili Indonesia (PGLII) di gelar di salah satu hotel di kawasanbkota Batam Kepri, Selasa (30/8/22). Acara yang dihadiri dari berbagai utusan sinode dan lembaga anggota PGLII dari seluruh Indonesia dibuka dengan ibadah yang disampaikan oleh Ketua Umum PGLII Pdt. Dr Ronny Mandang M.Th.

    Di mana dalam kotbahnya Pdt Ronny mendasarinya dari firman Tuhan dari Matius 28 ayat 19 hingga 20 menekankan pentingnya setiap warga atau anggota PGLII membawa Injil dan berani memberitakan Injil bagi Indonesia. dalam segala situasi dan rintangan rintangan apapun Injil harus tetap diberitakan.

    Perayaan HUT Ke 51 tahun ini terbilang sukses, dihadiri sekitar 500 jemaat semua tak terlepas dari kerja keras ketua panitia Pdt Ferry Pandiangan yang didukung penuh ketua PGLII Kepri Pdt Jimmy Longo serta jajarannya.

    Dalam sambutannya Ferry Pandiangan mengucapkan terimakasi atas kepercayaan dari Pengurus PGLLI Pusat di mana Batam sebagai tuan rumah dan itu menjadi suatu kehormatan bagi PGLII Kepri

    “PGLLI Kepri bisa menyelenggarakan acara skala nasional yang mendatangkan peserta dari berbagai daerah, ini semata hanya anugerah kalau PGLII bisa rayakan HUTnya ke 51 tahun” , tandasnya bangga sembari menambahkan kalau waktu yang diberikan untuk menyiapkan acara ini hanya singkat tetapi bisa berjalan dengan baik.

    Sedangkan Pdt Jimmy Loho MA selaku ketua PGLLI Kepri di depan tamu undangan dan walikota Batam serta utusan dari pemerintah baik kejaksaan kepolisian anggota DPD RI serta utusan utusan aras nasional bahwa PGLII di Kepri ada di tujuh Kabupaten dan kota.

    Kehadiran PGLII di Kepri dipastikan siap bekerjasama dan mendoakan pemerintah.

    “Sebagai gereja kami taat membayar pajak yang di dalamnya pajak tersebut akan mensejahterakan masyarakat”, tukas Jimmy sembari menambahkan bahwa pajak kendaraan di Batam adalah salah satu masukan besar di PEMDA.

    Bagi Jimmy tugas gereja itu berdoa dan berusaha menyejahterakan kota di mana tinggal

    Menarik dalam perayaan HUT ke 51 tahun, PGLII menyerukan beberapa hal terkait dengan kondisi bangsa dan negara yang disampaikan langsung ketua Umum Pdt Dr Ronny Mandang.

    Dalam seruan tersebut Antaranya mendukung dan mengapresiasi kerja pemerintah Presiden Joko Widodo dan kabinetnya yang berhasil membangun infrastruktur kemudian kecekatan pemerintah dalam menanggulangi pandemi covid 19 yang bisa dikatakan negara yang paling cepat mampu mengatasi pandemi.

    Kemudian perihal kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas perekonomian

    Namun disisi lain juga ada beberapa keprihatinan yang masih perlu ditindaklanjuti pemerintah seperti adanya paham radikal yang ingin mengganti ideologi negara dengan dasar agama tertentu dan ini harus segera diatasi karena pahamnya yang anti Pancasila dan keberagaman.

    Selanjutnya tentang sampah plastik ini juga menjadi perhatian serius mengingat dampak yang ditimbulkan oleh sampah plastik yang sulit di daur ular akibatnya merusak ekosistem.

    Untuk itu dalam HUT ke 51 mengajak dan sekaligus melarang penggunaan bahan bahan dari plastik baik di rumah rumah tangga jemaat kegiatan greja dan kegiatan lainya dengan mengganti bahan yang ramah lingkungan

    “Mulai hari ini saya mengajak untuk tidak memakai plastik dalam setiap kegiatan”, ajak Pdt Ronny serius.

    Adapun puncak acara perayaan HUT Ke 51 tahub pihak Pengurus Pusat PGLII mengajak jemaat untuk mengatasi pemanasan global dengan menanam pohon baobap yakni sebuah pohon dari Afrika yang bisa mencapai usia ribuan tahun dan yang paling penting pohon tersebut menghasilkan tiga manfaat atau three life antaranya bisa menyimpan air, penghijauan serta buahnya yang banyak manfaatnya.

    Bukti ajakan menanam pohon Baobap Pdt Ronny Mandang dibantu panitia membagikan secara simbolik biji pohon baobap kepada jemaat termasuk walikota Batam dan juga anggota DPDRI dari Kepri Richard Pasaribu.

    Baru ditutup dengan pemotongan tumpeng tanda ucapan syukur.

  • Ketua Umum DPP MUKI Djasarmen Purba Lantik Pengurus DPW Jawa Tengah

    Ketua Umum DPP MUKI Djasarmen Purba Lantik Pengurus DPW Jawa Tengah

    SEMARANG, WARTANASRANI.COM – Bertempat di Balaikota Semarang, Ketua Umum DPP Majelis Umat Kristen Indonesia Djasarmen Purba, SH melantik Pengurus DPW Jawa Tengah, hari Sabtu, (16/07/2022). Hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah, Drs. Imam Maskur, S.Si kepala biro Kesra Provinsi Jawa Tengah. Sementara mewakili Walikota Semarang, hadir Kepala DLH FX. Bambang Suranggono. Hadir juga Aryahardika dari Kodam Diponegoro, Brigjen Kelik dari Polda Jateng, Ibu Erina dari Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Kepala FKUB Jateng Bapak KH. Taslim, dan utusan Ormas Jateng dari NU, Muhamadyah, Bamag, API, PWKI, PGIW, dan ormas lainnya.

    Dalam sambutannya, Ketua Panitia  Pelantikan Daniel Hari ,SH, SE, MA, M.Hum mengucapkan terimakasih kepada semua undangan yang hadir. “terimakasih kepada Walikota yang menfasilitasi gedung balaikota, semua donatur dan sponsor,” ucapnya.

    Adapun peserta yang hadir berdasarkan laporan Panitia, berjumlah 100 orang, yang terdiri dari 60 pengurus MUKI dan 40 tamu undangan. Daniel Hari juga mengajak semua pengurus sesudah dilantik siap langsung melakukan kegiatan nyata yang berdampak positif bagi umat Kristen dan masyarakat umum.

    Kepala Biro Kesra Jateng Bpk Drs. Imam Maskur, M.Si mengucapkan selamat dan turut bergembira atas pelantikan DPW MUKI Jawa Tengah. Imam Maskur mengajak MUKI untuk bersama-sama menghadapi permasalahan di masyarakat dengan menekankan pada pemberantasan ujaran kebencian, hoax dan intoleransi.

    Sementara itu, Ketua Umum DPP MUKI Bpk Djasarmen Purba mengucapkan terimakasih kepada tamu undangan yang hadir dan selamat pada pengurus DPW MUKI Jateng yang dilantik dan mengajak MUKI melakukan kegiatan sesuai VISI dan MISI MUKI dengan memperjuangkan 4-K yaitu Kebenaran, Keadilan, Kesetaraan berlandaskan Kasih. Djasarmen juga berharap Dewan Penasehat dan Dewan Pengawas terus mendorong pengurus supaya aktif dalam kegiatan.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua DPW Bpk Arief Wibowo, S.Sos, MM mengucapkan puji syukur pada Tuhan Yesus Kristus karena acara Pelantikan DPW periode 2020-2025  yang tertunda hampir 2 tahun karena pandemi covid akhirnya terlaksana tahun 2022 ini. Pada rombongan DPP MUKI yang hadir diucapkan terimakasih dan pada semua pengurus DPW MUKI Jateng diajak aktif berkegiatan dan mempunyai tugas PR untuk pembentukan 25 DPD Kabupaten Kota lagi, meski sudah memenuhi portopolio dengan mempunyai 10 DPD kabupaten kota sampai tingkat kecamatan.

    Berharap MUKI Jawa Tengah dapat membantu pendampingan hukum dalam permasalahan pembangunan Gereja. Di bidang ekonomi mengajak bergerak bersama menjalin kemitraan usaha untuk peningkatan ekonomi umat dan masyarakat umum melalui digital marketing UMKM, perkebunan pisang dan perkebunan pohon durian dengan demikian MUKI berdampak nyata bagi masyarakat.

    Selain Ketua Umum Djasarmen Purba, Rombongan DPP MUKI yang hadir dalam pelantikan adalah Pdt Joice Ester Raranta,M.Th (Waketum III), Pdt Philipus Setyanto (Waketum V), Dra. Nontje Masengi (Waketum VI). Hadir juga Marcus P.V. Posumah (Wabendum II), Pdt. Ir. Abraham Irwan Santoso, MA, M.Th (Wabendum III), dan Sek Dep Pengabdian Masyarakat. (IIN/JOICE)

  • PEWARNA mendapatkan Daging Kurban 50 paket dan 2,5 Kwintal beras dari Pompes Al Zaitun

    PEWARNA mendapatkan Daging Kurban 50 paket dan 2,5 Kwintal beras dari Pompes Al Zaitun

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Persaudaraan sebagai sesama anak bangsa terlihat nyata dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat di Negeri tercinta Indonesia. Seperti perayaan Idhul Adha 1443 Hijriah atau hari raya korban tahun 2022. Bagaimana kita bisa saksikan bersama sekalipun ada tidak merayakannya tetapi saling mendukung seperti kelompok masyarakat Budha yang memberikan sumbangan korban ke Masjid Istiqlal demikian pula dengan Gereja Katolik. Selain itu ada warga GKI di Tangerang yang juga menyumbangkan hewan korban ke Masjid setempat.

    Pemandangan ini sudah menjadi tradisi yang terus terpelihara hingga kini sebagai wujud kebersamaan sesame anak bangsa. Ada yang menarik di mana justru pihak Pondok Pesantren Al Zaitun sebagai pesantren terbesar di Asia di setiap perayaan kurban selalu membagikan korbannya bukan saja ke sesama umat Muslim tetapi juga kepada lintas agama.

    Salah satu yang diberikan daging kurban dari Al Zaitun adalah Persatuan wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA), Selasa 12/7/22 di kantor redaksi GAHARU Komplek Keuangan, Jalan Budhi IX No 9 Jakarta Barat.

    Pihak Al Zaitun yang diwakili Bapak Ali dan tiga krue menyerahkan daging kurban sebanyak 50 paket @ 4 kg Plus beras sebanyak 50 karung @ 10 Kg yang diterima langsung oleh Yusuf Mujiono Ketua Umum PEWARNA didampingi Supendi bagian marketing Majalah GAHARU serta warga setempat ibu Ita.

    Pak Ali dikesempatan itu menyampaikan salam hangat dari Pimpinan Pompes Al Zaitun yakni Syaykh Panji Gumilang, pertama menyampaikan trimakasih untuk ucapan selamat Idhul Adha kepada keluarga besar Pompes Al Zaitun selanjutnya Syaykh berpesan agar kita semua tetap berbuat baik kepada semua orang sampai kapanpun. Hal ini senada dengan kotbah saat perayaan Idhul Adha di Komplek Al Mahaj Al Zaitun Indramayu Jawa Barat.

    Selain itu Pak Ali juga menyampaikan kalau tahun ini untuk pembagian kurban tidak seperti tahun yang lalu, namun pembagiannya makin banyak sasaran yang dibagikan. Namun Ali tetap berharap agar tali persaudaraan tetap terjalin sebagai sesame anak bangsa yang saling menghormat.

    Sementara Yusuf Mujiono Ketua Umum PEWARNA pertama mengucapkan salam hormat kepada pimpinan Pompes AL Zaitun atas persahabatan dan persaudaraan yang terjalin selama ini.

    “Saya merasa bangga di mana pihak Pompes dalam hal ini syaykh Panji Gumilang sudah seperti orang tua bagi PEWARNA yang selalu memperhatikan kami (Pewarna) red, di mana selama ini sudah banyak sekali berbagi berkat, terutama sejak pandemi hingga kini, dan kami berdoa agar Pimpinan Al Zaitun Syaykh Panji diberikan kesehatan dan semakin banyak memberkati”, tukas Yusuf yang juga pemimpin Majalah GAHARU ini mantab.

    Perhatian Pompes Al Zaitun kepada PEWARNA selama ini dirasakan sangat membantu terutama saat pandemic bagaimana teman teman yang terdampak sedikit bernafas lega adanya bantuan sembako dari Pompes Al Zaitun.

    Sedangkan Hervin Devananda Ketua PD Jabar juga bersyukur, inilah jalinan persaudaraan yang saling menghidupkan biarpun berbeda tetap sama saling menghargai dan membantu. Inilah perjuangan yang terus di jaga agar tetap terjaga keberagaman, tutupnya.

    Pondok Pesanteran Al Zaitun yang terus memperjuangkan toleransi dan melalui lembaga pendidikan, dan kemandirian ekonomi ini, tentu bukan sloga belaka, tetapi nyata bagaimana Al Zaitun melalui kepemimpinan Syaykh Panji membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapapun yang mau berkunjung di Pompes. Menariknya setiap perayaan 1 Suro atau 1 Muharam pihak Pompes selalu mengundang berbagai tokoh lintas agama, masyakarat untuk bersama dalam satu perayaan di Msjid Rahmatan Lil Alamin di Komplek Pompes terbesar yang saat ini dihuni 6000 –an siswa ini.

  • Raih 185 Suara, Pdt. Ferdinand Rompas Kembali Pimpin MD GPdI Jabar

    Raih 185 Suara, Pdt. Ferdinand Rompas Kembali Pimpin MD GPdI Jabar

    BOGOR JAWABA, WARTANASRANI.COM – Suasana pemilihan ketua Majelis Daerah GPdI Jawa Barat dalam helatan akbar Musyawarah daerah yang dilaksanakan di Hotel Grand Forest Bogor Jawa Barat Rabu 6/7/22 penuh keakraban dan kekeluargaan, tentu ini seiring dengan tema yang diangkat GPdI bersatu untuk maju bersama.

    Pemilihan Ketua MD yang dikuti empat kandidat antaranya Pdt Ferdinand Rompas yang notabene incumbent, Pdt. Eddy Tampi, Lodewig Saerang dan Yohanes Limuria dengan pemilih sebanyak 558.

    Menarik dalam perhitungan suara antara Ferdinand Rompas dan Lodewik Saerang dan disusul Yohanes Limuria saling kejar kejaran.

    Sepanjang hitungan suara masing masing kandidat saling kejar kejaran sekalipun dari awal suara Pdt Ferdinand Rompas tetap terdepan hingga hitungan terakhir meraih suara 185 lalu disusul Lodewik raih 158 suara sedangkan Yohanes Limuria 124 suara dan terakhir Eddy Tampi 86 sementara suara tidak sah atau rusak sejumlah 5 suara total suara 558.

    Kemenangan Pdt Ferdinand yang juga gembala GPdI Sukabumi disambut gempita para pendukungnya.

    Ferdinand Rompas ketika ditemui setelah dinyatakan sebagai pemenang mengaku awalnya nothing tulus saja mau terpilih kembali atau tidak tak masalah. Namun sikapnya itu justru diprotes anaknya , kenapa banyak yang mendukung tanpa pamrih masak yang didukung hanya pasif saja.

    ” Saya berdoa makin serius meminta Tuhan apa yang terbaik kalau memang masih dipercaya pimpin MD Jabar akan memberikan yang terbaik untuk melayani Tuhan dan juga jemaat”, ungkapnya sembari senyum simpul.

    Mengomentari hasil yang didapatkan Ferdinand mengaku sudah mempridiksi akan unggul dengan perolehan suara ketat, imbuhnya.

    Dikesempatan ini Ferdinand juga mengucapkan trimakasih kepada semua pihak karena proses persidangan hingga pemilihan berjalan penuh kekeluargaan.

    Setelah pemilihan ketua MD sidang discores dan akan dilanjutkan esok hari dengan beberapa agenda, salah satunya melantik pengurus MD serta perjamuan kudus.

    “Mengenai susunan pengurus beri dulu kesempatan saya dan tim bekerja, agar program yang kami susun dapat berjalan efektif”, ujar incumbent ini berharap.

    Mengenai program bantuan dana kepada jemaat Ferdinand akan melanjutkan bahkan nanti akan semakin banyak yang dijangkau agar para gembala bisa terbantu, pungkasnya serius.

  • Apakah Bantuan MD Jabar Ke SAC Akan Diberhentikan

    Apakah Bantuan MD Jabar Ke SAC Akan Diberhentikan

    Wartanasrani.com – Cileungsi, Hari ini 15 Juni 2022, tim FR GPdI Jabar (Pdt.Ferdinand Rompas calon ketua MD) mengadakan konsolidasi dan sosialisasi diwilayah 12 Bogor.
    Mengambil tempat di GPdI Cileungsi penggembalaan Ibu Pdt.Ester. Hadir selain para pendukung candidat juga nampak hadir anggota panitia nominasi Pdt.Ferry Polla dan Ibu Pdt.Lely Lontoh yang hadir dalam kapasitas sebagai pengawas yg mengawasi jalannya acara.

    Acara diawali ibadah dan doa, pelayanan firman Tuhan disampaikan oleh Pdt.Denny Keintjem. Dalam khotbahnya, Pdt Denny menekankan pentingnya menjaga kemurnian hati dan ketulusan dalam setiap sikap dan perbuatan,

    Selesai ibadah, acara dilanjutkan penyampaian visi dan misi dari candidat, diantaranya meluruskan isue yang sengaja di hembuskan untuk memojokan candidat Pdt.Ferry Rompas, perihal bantuan/subsidi untuk SAC Cianjur yg konon dihentikan.

    Dalam kesempatan tersebut tegas, Pdt.Ferry Rompas menegaskan bahwa bantuan/subsidi ke SAC sampai hari ini tetap berjalan. “Untuk diketahui justru saat pleno tahun 2018 era kepemimpinan alm.Pdt.JE Awondatu, saya yg mengusulkan bantuan untuk SAC yg sebelumnya kecil, supaya ditambah jumlahnya menjadi Rp.25.000.000 /perbulan”.
    Saya harap semua gembala GPdI Jabar harus mengetahui, bahwa program ini saya tidak hentikan.

    Selanjutnya, menurut ko’Ferry (panggilan akrab), “Saya bersyukur kemurnian hati teman-teman dalam mendukung saya, sekalipun saya sampai saat ini tidak perna menjanjikan apa-apa (jabatan), tetapi teman-teman tetap solid bersama saya”, ungkapnya.

    Pdt.Marthen Sule gembala GPdI dari Bekasi menanyakan mengapa era Pdt Ferdinand Rompas terlalu banyak memotong birokrasi.
    Pdt.Ferry menjawab, tujuan memotong birokrasi agar supaya terjadi efesiensi kinerja yg maksimal, tidak ribet.

    Ibu Pdt.Lience Nainggolan, Segala sesuatu kita harus meminta kehendak Tuhan, ombaknya semakin besar dan saya sudah berkomitmen dan tidak akan berobah, saya sudah merasa nyaman, sekalipun ada banyak candidat yg coba meminang saya tidak akan berobah, mari kita tetap kompak.

    Acara diakhiri oleh Pdt.Jhon Keintjem, selaku ketua tim sukses mengajak peserta untuk mendeklarasikan lanjutkan FR dan beliau berharap mari kita rapatkan barisan tetap menjaga ketetapan hati sampai waktu musda. (dekan)

  • MURFATI LIDIANTO OPTIMIS PAD KOTA BEKASI MENINGKAT PASCA PANDEMI

    MURFATI LIDIANTO OPTIMIS PAD KOTA BEKASI MENINGKAT PASCA PANDEMI

    KOTA BEKASI, WARTANASRANI.COM – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi Murfati Lidianto, SE., M.A., Optimis terhadap pemulihan ekonomi Kota Bekasi pasca pandemi Covid-19. Hal ini dikatakan politisi dari fraksi Gerindra ini saat menerima jurnalis Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Indonesia) di sebuah restoran yang terletak di Kota Harapan Indah Bekasi, Rabu (15/06/2022).

    “Untuk PAD Kota Bekasi sebelum pandemi ada di sekitar 3,01 triliun mengalami sedikit turbulensi karena gerakan ekonomi agak tersendat. Namun puji Tuhan, semula ditargetkan 2,4 triliun, tapi kita bisa mencapai 2,5 triliun. Dan saya mencoba untuk menaikkan beberapa digit nantinya karena melihat pandemi covid ini sudah agak mereda dan ekonomi kita sudah bergeliat,” tuturnya mantap.

    “Semoga tahun 2023 PAD Kota Bekasi akan meningkat lebih baik,” tutur Murfati lagi optimis.

    Murfati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada warga Kota Bekasi yang setia membayar pajak.

    “Banyak terima kasih kepada seluruh warga yang sudah ikut sumbangsihnya dalam pembayaran pajak terutama PBB. PBB kita ini sungguh luar biasa karena hampir 95% semua masyarakat membayar PBB dan juga dari pemasukan restoran, hiburan, pajak reklame dan parkir, itu semua terbayar dengan baik,” sebut Murfati.

    Untuk diketahui, Komisi III Bidang Ekonomi dan Keuangan di DPRD Kota Bekasi meliputi: Keuangan Daerah; Perpajakan; Retribusi; Perbankan; Perusahaan Daerah; Badan Pengelola; Pengelolaan Aset dan Kekayaan Daerah; Energi dan Sumber daya mineral; Perusahaan Patungan/Dunia Usaha, Yayasan; Penanaman Modal; Perdagangan dan Perindustrian; Pangan; Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah; dan Pemberdayaan Masyarakat.

    Sementara itu, terkait perhelatan Pemilu serentak tahun 2024, Murfati menegaskan bahwa dirinya akan maju Kembali sebagai anggota dewan Kota Bekasi. Ditanya kenapa tidak memilih maju ditingkat Provinsi atau Pusat, Murfati menyatakan alasan dan komitmennya untuk pembangunan Kota Bekasi

    “Saya melihat untuk pembangunan jangka pendek dan jangka panjang itu masih diperlukan untuk pembangunan Kota Bekasi. Juga di dapil saya, kecamatan Medan Satria dan Bekasi Barat ini. Setiap kali saya turun reses, keluhannya tidak jauh beda, yaitu; pertama banjir, kedua masalah selokan dan ketiga jalan yang rusak,” tutur Murfati.

    “Jadi saya berpikir, kalau saya lompat maju ke DPRD Provinsi atau DPR RI, saya tidak bisa seperti kemarin-kemarin lagi untuk membangun Kota Bekasi. Akhirnya saya memilih tetap di Kota Bekasi,” tutur Murfati lagi menegaskan komitmennya untuk kemajuan pembangunan Kota Bekasi. (RSO)