Category: Liputan

  • BERJALAN SUKSES, MAHASISWA PASCASARJANA DOKTOR TEOLOGI APRESIASI DAN TANGGAPI TEMA KULIAH UMUM STT IKAT

    BERJALAN SUKSES, MAHASISWA PASCASARJANA DOKTOR TEOLOGI APRESIASI DAN TANGGAPI TEMA KULIAH UMUM STT IKAT

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta, hari ini, Jumat (10/06/2022), kembali menggelar Kuliah Umum semester genap tahun akademik 2021-2022 dengan tema, “Menemukan Manusia Pancasila” dan Sub Tema, “Melalui Kuliah Umum ini menjadi penghentar lembaga Pendidikan dan gereja menemukan peta jalan strategi Pendidikan yang memimpin pemulihan dan bangkit bersama membangun peradaban dunia”.

    Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D. saat menyampaikan materi kuliah umum dengan tema, menemukan manusia pancasila.

    Kuliah Umum yang berlangsung di Aula kampus STT IKAT, Jalan Rempoa Permai No. 2 Bintaro, Jakarta Selatan dan dipandu Dr. Clartje S. E. Awulle, S.H., M.Th sebagai moderator, menghadirkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D.

    Dalam paparannya, Yasonna mengingatkan peserta kuliah umum, baik yang hadir secara langsung maupun yang mengikuti secara online, agar tidak merasa asing di negeri sendiri. Karena Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Ideologi Pancasila sebagai dasar negara telah mempersatukan segala perbedaan yang ada, termasuk perbedaan agama.

    “Kita adalah anak-anak bangsa yang sama seperti orang lain. Jangan merasa seperti anak tiri, merasa sebagai warga kelas dua!” pungkasnya.

    Lebih jauh, Yasonna menyatakan bahwa untuk menjadi anak bangsa, manusia Pancasila sejati, maka orang Kristen, Gereja harus menjadi contoh dan mampu mengimplementasikan di dalam hidup nilai-nilai Pancasila itu.

    “Kita harus memberikan contoh! Gereja harus menunjukkan contoh melalui prilaku kita sebagai anak-anak bangsa yang mencintai negara ini,” tegasnya.

    Foto bersama, mahasiswa kelas doktoral sebelum mengikuti kuliah umum

    Sementara itu, terkait tema dan sub tema kuliah umum, beragam tanggapan disampaikan peserta kuliah umum, khususnya dari mahasiswa Program Pascasarjana Doktor Teologi yang hadir secara langsung.

    “Kami sebagai mahasiswa doktoral mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D., dalam memberikan pencerahan kepada para mahasiswa STT IKAT dan telah memberikan spirit kebangsaan dalam menumbuhkembangkan semangat kebangsaan dan bernegara,” tutur Abraham Irwan Santoso, mahasiswa doctoral konsentrasi kepemimpinan Kristen.

    “Saat ini Indonesia sedang mengalami krisis dan sangat membutuhkan manusia-manusia Pancasila yang seutuhnya, yang paham bahwa Indonesia adalah negara yang dibangun atas dasar 5 sila yang emiliki nilai-nilai luhur bernegara dari para pendiri bangsa. Majulah Indonesiaku, majulah bangsaku, majulah generasi muda menjadi manusia Pancasila sejati,” tuturnya lagi penuh semangat.

    Tak jauh berbeda disampaikan oleh Joice Ester Raranta mahasiswa doktoral konsentrasi Kepemimpina Kristen. Menurut Dosen STT Paulus ini, manusia Pancasila seutuhnya yaitu manusia yang benar-benar mengerti, paham dan melaksanakan nilai-nilai yang ada di Pancasila merupakan solusi dalam mengatasi krisis kebangsaan hari-hari ini. Namun demikian, menurutnya visi menjadi pancasilais akan lebih mudah diupayakan bila didukung keteladanan para penyelenggara negara.

    “Nilai-nilai Pancasila bila dapat dilaksanakan, mampu menjadi solusi bangsa. Tapi dibutuhkan keteladanan para penyelenggara negara dengan penuh integritas mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila itu,” ungkapnya seraya melempar kritik kepada para pemimpin yang korup dan perangainya yang menyakitkan pemandangan mata dan hati masyarakat.

    Tak mau kalah, dr. Rheiner Hutagalung menyatakan bahwa terdapat pesan moral tanpa diskriminasi pada manusia Pancasila yang bertaqwa.

    “Manusia Pancasila yang bertaqwa pada nilai-nilai yang terkandung di dalamnya berisi pesan moral yang dalam tanpa ada diskriminasi yang telah menjelma menjadi manusia Pancasila seutuhnya seperti falsafah pendiri bangsa, founding father,” tutur mahasiswa doktoral konsentrasi kepemimpinan Kristen ini singkat.

    Tak ketinggalan, Djanne Tando dari konsentrasi Kepemimpinan Kristen, dengan gamblang menyatakan bahwa dibutuhkan usaha bersama dalam mewujudkan manusia Pancasila yang seutuhnya.

    “Kita harus sepakat dan menyadari bahwa konsep dan praktek kehidupan yang Pancasilais harus diwujudkan dalam keseharian kita bersama. Dibutuhkan peran bersama, mulai dari para elite penguasa, para pemimpin, para pengusaha, dan kaum terpelajar Indonesia,” tuturnya.

    Adapun Ronald Stevly Onibala Program Pascasarjan kelas doktoral dari konsentrasi Pendidikan Kristen menyatakan bahwa sosialisasi nilai-nilai Pancasila harus menyentuh persoalan-persoalan nyata yang berkembang dalam realita kehidupan global kekinian.

    “Pengenalan dan penanaman nilai-nilai luhur Pancasila harusnya diberikan sedini mungkin, mulai dari keluarga maupun Pendidikan formal, non formal dan informal, sehingga mampu menggetarkan anak bangsa, menggugah, dan memukau, serta relevan dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal bangsa yang pluralis ini,” ujarnya.

    Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D. saat menjawab pertanyaan peserta kuliah umum

    Pada akhirnya, apresiasi, terima kasih serta ucapan selamat disampaikan seluruh mahasiswa program pascasarjana doctor teologi atas suksesnya pelaksanaan kuliah umum.

    “Bersyukur dan terima kasih kepada STT Ikat yang telah melaksanakan kuliah umum yang bernilai dan bermanfaat bagi kami semua dengan menghadirkan narasumber Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Bapak Prof. Dr. Yasonna H. Laoly. Kami merasa terberkati! Akhirnya sekali lagi, selamat dan sukses atas terselenggaranya kuliah umum hari ini. Ucapan selamat juga kami sampaikan kepada teman-teman yang akan di wisuda sore ini. Tuhan Yesus memberkati kita semua,” tutup Bambang Triono.

  • WABUP BANTUL JOKO B. PURNOMO TUTUP KEGIATAN PESPARAWI DI GKJ PATALAN BANTUL

    WABUP BANTUL JOKO B. PURNOMO TUTUP KEGIATAN PESPARAWI DI GKJ PATALAN BANTUL

    Bantul , wartanasrani.com – Bertempat di Gedung Gereja Kristen Jawa Patalan. Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul (Kankemenag Bantul) H. Mukotip, S.Ag., M.Pd.I. mengunjungi penutupan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kabupaten Bantul di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Patalan, Sabtu (4/6).

    Turut hadir Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo, dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bantul Stephanus Heru Wismantara, SIP, MM.

    Ketua Umum LPPD (Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah) Bantul Dwi Kristiantoro, ST menghaturkan rasa terima kasihnya atas segala dukungan dari semua pihak, terlebih dahulu untuk Kankemenag Bantul dan juga Pemerintah Kabupaten Bantul. Dwi mengatakan jika Pesparawi ini tidak berhenti di tahun ini.

    “Kami mencoba akan merutinkan. Jadi kami mohon dukungannya agar kami bisa terus melaksanakannya,” jelasnya.

    Mukotip turut memberikan apresiasi dalam pelaksanaan Pesparawi ini, pasalnya menurut Mukotip, pelaksanaan Pesparawi di Bantul ini merupakan Pesparawi yang paling meriah.

    “Selama saya tempatkan di Kanwil, di kota, maupun di Gunung Kidul, Pesparawi di Bantul ini yang saya rasa paling meriah,” ucapnya.

    “Jika Ketua LPPD tadi akan mengatakan akan memberikan presentasi setiap tahunnya, maka kami siap mendukungnya, jika mau memakai tempat di kantor untuk keperluan rapat, senang dipakai,” ucap Mukotip lagi dalam sambutannya.

    Lebih jauh, Mukotip berharap kegiatan Pesparawi kedepan lebih meriah dan banyak pesertanya.

    “Semoga kedepannya, Pesparawi ini bisa lebih meriah, lebih banyak lagi pesertanya. Perlu saya sampaikan bahwa Bantul merupakan salah satu proyek percontohan kerukunan umat beragama oleh Menteri Agama, oleh karena itu kegiatan keagamaan seperti ini harus didukung,” pungkasnya.

    Sementara itu, Joko B Purnomo dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Pesparawi ini berlangsung dengan baik.

    “Ini menunjukkan bahwa Bantul merupakan Kabupaten yang agamis, memerangi intoleransi. Sesuai salah satu visi Kabupaten Bantul yaitu menjadi kabupaten yang harmonis, sehingga mampu mewujudkan harmonisasi untuk Babupaten Bantul sendiri, serta berupaya bersama-sama mewujudkan keadilan, kesejahteraan, agamis, dan projotamansari,” jelasnya.

    “Kami atas nama Pemkab Bantul mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Pesparawi ini. Ini merupakan salah kontribusi yang berguna bagi pembangunan Kabupaten Bantul. Tadi pak Kemenag siap mendukung kelanjutan Pesparawi, maka kami juga turut mendukung. Pesparawi ini bisa diusulkan kepada kabupaten untuk mendapatkan APBD. Oleh karena itu proposal bisa disiapkan dari sekarang untuk pelaksanaan tahun depannya,” jelasnya lagi.

    Pesparawi ini ditutup oleh Joko B Purnomo Didampingi Mukotip, Heru dan beberapa panitia Pesparawi dengan pemukulan gong sebagai simbolisnya. HS

  • Pdt Gomar Gultom: Indonesia Kehilangan Tokoh Pluralis dan Nasionalis Juga Guru dan Bapa Bangsa

    Pdt Gomar Gultom: Indonesia Kehilangan Tokoh Pluralis dan Nasionalis Juga Guru dan Bapa Bangsa

    YOGYAKARTA, WARTANASRANI.COM – Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Gomar Gultom yang melayat langsung ke Yogyakarta tepatnya di Masjid Gede Kauman tempat jenazah Buya disemayamkan, langsung mengucapkan belasungkawa kepada Ketua Umum PP Muhadiyah Prof. Haedar atas meninggalnya mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP), Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta, pukul 10.15 WIB, Jumat (27/5/2022). Buya Syafii tutup usia pada umur 87 tahun.

    Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Gomar Gultom yang melayat langsung ke Yogyakarta tepatnya di Masjid Gede Kauman tempat jenazah Buya disemayamkan

    Berkenaan dengan Buya, Pdt Gomar yang melayat ke Mesjid Gede Kauman, tempat jenazah Buya Maarif disemayamkan sebelum dibawa ke pemakaman Kulon Progo, menyampaikan bahwa Indonesia kehilangan tokoh pluralis dan nasionalis yang juga guru dan bapa bangsa yang patut menjadi pola teladan.

    “Kita semua kehilangan Safei Maarif, panggilan akrab “Buya Safei”, yang bukan hanya seorang tokoh pluralis dan nasionalis, tetapi lebih merupakan guru dan bapa bangsa, yang banyak menyumbang gagasan untuk mencerdaskan bangsa. Beliau sangat dekat dengan semua kalangan dan patut menjadi pola teladan bagi semua pemimpin agama di Indonesia sebagai bangsa yang besar dan menghargai kemajukan,” sebutnya.

    “Keteladanannya yang sangat sederhana dan menolak berbagai bentuk fasilitasi sangat perlu ditiru. Dia menolak tawaran pengobatan di Jakarta, baik dari Ibu Megawati maupun dari Presiden RI, karena merasa lebih sreg dirawat di rumah sendiri: RS PKU Muhammadyah Yogyakarta. Bahkan untuk penguburannya pun beliau mewasiatkan untuk dikebumikan di pemakaman kalayak Muhammadyah di Kulon Progo, dan tidak di pemakaman yang dikhususkan bagi Pimpinan Muhammadyah,” sebut Gomar lagi.

    Menurut Ketua Umum PGI ini, kedatangannya merupakan penghormatan terakhir sekaligus merupakan wujud kebersamaan menyatakan turut sepenanggungan dengan keluarga Buya Ma’arif bahkan umat muslim yang cinta damai.

    Lebih lanjut Gomar mengatakan bahwa ketokohan, pemikiran dan perjuangan beliau sangat segaris dengan perjuangan Gereja-gereja di Indonesia untuk kemajuan dan kesejahtetaan bangsa ini.

    “Saya memohon Presiden untuk mengajak seluruh masyarakat mengibarkan bendera setengah tiang sebagai penghormatan kepada beliau. Dan kiranya tak berlebihan bila saya juga mengusulkan agar kepada beliau, pada waktunya kelak, dianugerahi Pahlawan Nasional”, ujarnya.

    Ketua umum Muhamadiyah Haedar berharap”Muhammadiyah dan bangsa Indonesia berduka. Telah wafat Buya Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif pada hari Jumat tgl 27 Mei 2022 pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

    Haedar mendoakan almarhum agar beliau husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni kesalahannya, dilapangkan di kuburnya, dan ditempatkan di jannatun na’im.

    “Mohon dimaafkan kesalahan beliau dan do’a dari semuanya. Pemakaman dan lain-lain informasinya menyusul,” tutupnya.

    Sikap nasionalisnya Buya yang juga tokoh lintas iman ini pernyataannya sempat viral yang mengatakan Kalau kita hanya diam saja, mereka yang memperalat agama bisa leluasa, seakan akan mereka yang benar itu harus dilawan. Kita harus menunjukan bahwa agama itu jangan untuk tujuan yang kotor, kumuh. Pernyataan Buya ini berkaitan dengan maraknya politik identitas seperti saat pilkada DKI ketika itu.

  • Gandeng Bahana Chanel dan Pewarna Jogja, BKSADK Gelar Seminar Istimewa

    Gandeng Bahana Chanel dan Pewarna Jogja, BKSADK Gelar Seminar Istimewa

    YOGYAKARTA, WARTANASRANI.COM – Menggandeng Bahana Chanel dan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia Yogyakarta (PD Pewarna Indonesia Yogyakarta) Badan Kerjasama Antar Denominasi Kristen Kota Jogja ( BKSADK) menyelenggarakan seminar istimewa, Rabu (25/05) di hotel Abadi Kota Jogja.

    Acara Seminar yang diperuntukkan bagi para pendeta, gembala, majelis , pengurus dan aktivis gereja ini dihadiri oleh 120 peserta dari kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Cilacap, Solo dan Surabaya. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya mengawali pembukaan acara seminar dilanjutkan dengan sambutan oleh Pdt. Arief Arianto sebagai Ketua Panitia.

    Acara ini dimulai tepat pukul 08.30 WIB dengan pembicara Pdt. Dr. Esrom Lempau seorang hamba Tuhan yang menggembalakan jemaat di LA USA selama 34 tahun. Tema yang disampaikan oleh hamba Tuhan yang bergerak di pelayanan Misi ini adalah: Ketahanan Gereja Lokal Menghadapi Era Globalisasi dan Digitalisasi.

    Sebelum masuk sesi kedua, acara dilanjutkan dengan kata sambutan oleh ibu Dra. Sri Gunarti Sabdaningrum M.Pd.K Pembimas Kristen DIY,  dan tepat pukul 10.30 WIB, Pdt. Dr. Bambang Noorsena melanjutkan acara seminar sesi kedua dengan tema: Etika Evangelisasi di Masyarakat Majemuk.

    Peserta seminar sangat antusias mengikuti acara seminar ini karena materinya sangat berbobot. Suasana seminar makin hangat saat peserta seminar mengajukan beragam pertanyaan yang ditujukan kepada kedua pembicara yang dimoderatori oleh Pdt. Bakhoh Jatmiko, M.Th dari STT Nazarene Jogja.

    Seminar Istimewa hamba-hamba Tuhan istimewa ini diakhiri dengan komitmen untuk melayani Tuhan secara istimewa.

  • GEREJA YANG SEHAT YANG MELAKUKAN PENANAMAN GEREJA JADI TEMA SIDANG MAJELIS DAERAH KHUSUS 2022  BPD BEKASI GBI

    GEREJA YANG SEHAT YANG MELAKUKAN PENANAMAN GEREJA JADI TEMA SIDANG MAJELIS DAERAH KHUSUS 2022 BPD BEKASI GBI

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Mengambil tema, menjadi gereja yang sehat yang melakukan penanaman gereja, Sidang Majelis Daerah Khusus 2022 Badan Pengurus Daerah Bekasi, Gereja Bethel Indonesia digelar di Hotel Santika Harapan Indah Bekasi, hari ini, Selasa (24/05).

    Dalam sambutan tertulisnya, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat GBI, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham mengharapkan Gereja Bethel Indonesia dapat bertumbuh secara kuantitas dan kualitas menjadi Gereja yang sehat.

    “Melalui tema ini diharapkan Gereja Bethel Indonesia dapat bertumbuh secara kuantitas dan kualitas menjadi Gereja yang sehat, yaitu gereja yang memberitakan Injil, memuridkan, tekun berdoa dan dipenuhi kuasa Allah dan menjadi berkat bagi masyarakat,” ungkapnya.

    “Selain menjadi gereja sehat, tema ini juga mendorong seluruh warga Gereja Bethel Indonesia untuk bergerak bersama secara sehati melakukan penanaman gereja baru, dimana satu Gereja diharapkan dapat menghasilkan satu Gereja baru yang dapat memberkati lingkungan dan bangsa Indonesia,” tambahnya.

    Terkait hasil sidang MDK BPD Bekasi GBI, Ketua Umum BPP GBI mengharapkan dapat menghasilkan keputusan-keputusan dan program kerja nyata yang membawa GBI lebih produktif untuk Kerajaan Allah.

    “Kita mengemban tugas Amanat Agung untuk membawa GBI bukan hanya besar secara kuantitas yaitu mencapai 10.000 GBI, tetapi juga kian berkualitas, yaitu menjadi seperti Yesus sehingga menjadi berkat nyata bagi masyarakat,” tutup Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham.

    Hal yang sama disampaikan Ketua BPD Bekasi GBI, Pdt Sahala Nainggolan dengan SMDK, peserta dapat memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif untuk kemajuan GBI di Kota dan Kabupaten Bekasi.

    “Dalam persidangan yang terhormat ini, saya berharap setiap peserta persidangan memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif yang dapat dilakukan dalam rapat-rapat komisi, untuk kemajuan, kemandirian, sinergi dan kolaborasi para pejabat dan BPD Bekasi GBI, yang kemudian disahkan dalam rapat pleno, sehingga setiap dari kita dapat menjadi rekan sekerja dilarang Tuhan,” terangnya.

    Sesuai dengan rundown acara sidang Majelis Daerah Khusus 2022 Badan Pengurus Daerah Bekasi Gereja Bethel Indonesia akan berlangsung seharian penuh, mulai Pukul 08.00 Wib sampai dengan Pukul 19.50 Wib.

  • VOX POINT INDONESIA SAMPAIKAN LIMA HIMBAUAN MENJAGA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA

    VOX POINT INDONESIA SAMPAIKAN LIMA HIMBAUAN MENJAGA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Dalam rangka HUT ke 6,  Vox Point  Indonesia menggelar ‘Silahturahmi Kebangsaan’ dengan tema Bersatu Membangun Negeri, Berkarya Merawat Kebhinekaan” dan Sub Tema, “Bertumbuh Berkontribusi dan Bersinergi Merajut Keberagaman demi Gereja dan NKRI, hari ini, Senin (23/05) di Hotel Novotel Cikini, Jakarta Pusat.

    Pemukulan Gong sebanyak lima kali oleh Romo Hans Jeharut Pr., Sekretaris eksekutif KWI Pusat

    Lagu Indonesia tanah air beta, tarian daerah dari Papua mewarnai awal acara yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Hadir juga beberapa Pimpinan Parpol diantaranya Presiden PKS Achmad Syaiku, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan beberapa anggota DPR RI, DPRD. Terlihat hadir, anggota DPD RI dari Sulawesi Utara Maya Rumantir, beberapa pengamat politik, dan berbagai pimpinan ormas, termasuk pimpinan Ormas yang tergabung dalam Aliansi Perdamaian dan Keadilan (Perekad) yaitu; Ketua Umum API Brigjen (Purn) Harsanto Adi, Ketum MUKI Djasarmen Purba, Ketum Pewarna Yusuf Mujiono, Ketum PMKIT Louis Pakaila, Ketum PIM Dwi Urip Premono, Sekjen PPHKI Hasudungan Manurung

    Setelah penjelasan terkait sepak terjang Vox Point Indonesia sebagai Ormas Katolik yang perkenalan Pengurus Pusat dan Pengurus daerah baik yang hadir onsite maupun online,  Acara dibuka dengan menyanyi lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Vox Point Indonesia, dilanjutkan doa lintas agama, dan sambutan-sambutan. Pemukulan Gong sebanyak lima kali oleh Romo Hans Jeharut Pr., Sekretaris eksekutif KWI Pusat, menandakan acara Silaturahmi Kebangsaan dibuka secara resmi.

    Ketua Umum Vox Point’ Indonesia Handoyo Budhisejati dalam sambutannya menyampaikan keprihatinan atas berbagai permasalahan bangsa khususnya perpecahan bangsa akibat pilpres dan pilkada. Menyikapi ini, Vox Point Indonesia menyampaikan beberapa himbauan.

    “Perkenankan Vox Point Indonesia menyampaikan beberapa himbauan; satu, hendaknya semangat serta rasa persatuan dan kesatuan sebagai penghayatan terhadap nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman bagi kita semua,” sebut Ketum Vox Point Indonesia ini.

    “Kedua, setiap pimpinan partai politik, pimpinan lintas agama, ormas, perkumpulan, institusi, paguyuban, komunitas dapat meneduhkan suasana sosial politik  yang sedang tidak kondusif ini, dengan memberikan pengertian pada warga masyarakat dimanapun kita berada,” sebutnya lagi.

    Pesan yang ketiga, Ketum Vox Point Indonesia yang juga Dewan Pengawas Pengurus Pusat Pewarna Indonesia meminta ketegasan dalam membuat peraturan untuk menjaga ujaran kebencian, serta tidak menjadi komoditas masyarakat yang dapat di politisasi demi kepentingan kelompok dan golongan yang bersifat parsial.

    “Perlu peranan seluruh aparat penegak hukum untuk bertindak aktif dan tegas secara imparsial serta tidak memihak,” ujar Handoyo Budhisejati.

    “Keempat, menjaga kerukunan antar warga sebagai sesama anak bangsa adalah sesuatu yang wajib kita lakukan bersama dan pemerintah harus bijak menghadapi dinamika politik yang terjadi ditengah masayarakat,” ujar handoyo lagi.

    Pada poin kelima, disampaikan soal hukum yang harus jadi panglima demi keadilan masayarakat pencari hukum.

    “Hukum harus menjadi panglima sehingga masyarakat pencari keadilan merasakan Indonesia sebagai negara hukum bukan negara kekuasaan,” tutup Handoyo mengakhiri sambutannya.

  • Didampingi Ketua Panitia Maruarar Sirait, Mendagri Tito Karnavian Resmikan Renovasi Gedung GKI Bintaro Jakarta

    Didampingi Ketua Panitia Maruarar Sirait, Mendagri Tito Karnavian Resmikan Renovasi Gedung GKI Bintaro Jakarta

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Diawali dengan Ibadah Syukur yang dipimpin Pdt. Gomar Gultom, M.Th Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Prof. Drs. H. Muhamad Tito Karnavian, M.A., Ph.D meresmikan Renovasi Gedung Gereja GKI Bintaro Jakarta, hari ini, Minggu (22/05).

    Dalam khotbahnya yang bertolak dari nats pokok Matius 21: 12-16,, Pdt. Gomar Gultom mengingatkan warga gereja bahwa adalah kehendak Tuhan untuk senantiasa bersyukur dalam situasi dan kondisi apapun. Sekalipun ditengah pandemi yang sedang mendera, terhimpit ekonomi, bencana dan aniaya, umat Tuhan harus tetap menjadikan ucapan syukur sebagai gaya hidup.

    Disela-sela khotbahnya, Pdt. Gomar Gultom menyampaikan selamat kepada jemaat, majelis jemaat dan panitia atas selesainya renovasi GKI Bintaro Jakarta.

    “Selamat kepada jemaat, majelis jemaat, panitia atas selesainya renovasi GKI Bintaro Jakarta. Kalau kita dapat menyelesaikan pembangunan ini, tetaplah bersyukur. Bersyukur adalah pernyataan bahwa pencapaiannya adalah kehendak Tuhan,” sebutnya.

    “Orang yang bersyukur adalah orang yang memiliki kerendahan hati. Dengan bersyukur kita sedang bergembira dan mengakui dengan kerendahan hati bahwa semua atas kehendak Allah,” sebutnya lagi.

    Terkait tema, “Menjadi gereja yang terbuka, rumah doa dan alat berkatnya bagi sesama”, Ketum PGI, dengan menggunakan istilah ‘mengkorupsi’ melempar kritik bagi gereja dan warga gereja yang mencuri kemuliaan Tuhan dan menjadikan gereja sebagai sarana ketamakan dan kerakusan.

    “Banyak gereja yang mengkorupsi kemuliaan Tuhan, bahkan menjadikan gereja sebagai sarana untuk mengkorupsi kemuliaan Tuhan. Yang ditinggikan adalah pengkhotbahnya, artisnya bukan Kristus! Gereja dijadikan sebagai sarana ketamakan, kerakusan. Alih-alih memuliakan Tuhan, banyak orang yang mencari kemuliaannya sendiri. Menjadi pusat perhatian jemaat bukan Kristus tapi pendetanya,” ungkap Pdt. Gomar Gultom.

    Sementara itu, Tito Karnavian mengawali sambutan mengajak semua bersyukur kepada Tuhan kalau situasi pandemi sudah terkendali dengan baik, meski di beberapa negeri seperti Korea Utara, Amerika dan China masih dilanda Covid-19.

    Menurut Jenderal Purnawirawan Polisi ini, pandemi ini sudah semacam pertandingan antar kepala negara di dunia untuk mengendalikan Covid-19 di negara masing-masing. Dan diantara negara besar kita (Indonesia) salah satu penanganan terbaik. Lebih lanjut, Tito Karnavian menyampaikan terima kasih telah diberi kepercayaan untuk meresmikan Renovasi GKI Bintaro Jakarta.

    “Saya sangat terhormat diundang sahabat saya, Bang Ara bisa hadir meresmikan gereja ini. Saya awalnya tanya kenapa harus saya, nggak ada lebih tepat yang lain, Pak Ara lalu bilang dulu Pak Soeparjo Rustam meresmikan GKI Bintaro, ya berarti saya cocok karena saya mendagari sekarang. Tentu karena Bang Ara sahabat dekat saya,” ujarnya.

    “Intinya saya apresiasi setinggi-tinggi atas kehormatan yang diberikan untuk meresmikan GKI Bintaro ini. Saya doakan kita selalu sehat,” ujarnya lagi

    Sementara Ketua Pembangunan GKI Bintaro Jakarta, Maruarar Sirait dalam mengucapkan terimakasih atas berkenaan kehadiran Mendagri Tito Karnavian. Juga mengucapkan terimakasih kepada Ketua Umum PGI, keluarga AM. Pasila.

    “Pak Tito ini, kalau di Akpol dan sekolah selalu nomor satu. Demikian juga kinerja selalu nomor satu. Ketika kami berkunjung ke rumah beliau banyak bercerita tentang tugasnya selama satu jam,” ujarnya.

    Banyak gebrakan yang dilakukan Pak Tito di tengah bangsa ini, karena itu kami bangga datang meresmikan kehadirannya. Juga menghormati Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom yang memiliki sikap-sikap yang jelas dalam memimpin gereja-gereja di Indonesia.

    “Gereja ini direnovasi, seperti kata Bang Gomar dalam kotbah tadi, bukan karena manusia renovasi itu bisa terwujud tapi karena anugerah Tuhan, biar nama Tuhan yang dimuliakan,” ujarnya bahwa tim panitia juga siap bertugas melanjutkan pembangunan klinik.

    Gereja ini harus terbuka, menjadi berkat bagi sesama dan juga terhadap sekeliling. Mengutik ungkapan Bung Karno, satukan kata dan perbuatan.

    “Kita doakan Pak Tito untuk tetap berkarya untuk bangsa ini,” ujarnya mengakhiri.

  • NICO SIAHAAN: UBAH GAYA KOMUNIKASI DENGAN BERBUAT BAIK

    NICO SIAHAAN: UBAH GAYA KOMUNIKASI DENGAN BERBUAT BAIK

    BANDUNG, WARTANASRANI.COM – Saya sering terngiang-ngiang pesannya Gus Dur, “Berbuat baik ajah terus!” sehingga orang tidak nanya lagi kita siapa. Hal ini disampaikan Nico Siahaan menanggapi pertanyaan awak media terkait intoleransi yang terjadi di wilayah Jawa Barat. Disela-sela Ibadah Puji dan Doa PGIW Jawa Barat, hari ini, Senin (16/05) di Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB) Fajar Pengharapan, Jl. Pasirkoja No. 58, Karanganyar, Kec. Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, secara gamblang, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan ini menyatakan bahwa pesan Gus Dur merupakan hal penting yang harus dilakukan hari-hari ini.

    “Menurut saya itu yang harus kita kerjakan! Bukan terus mengangkat isu intoleransi ini terus menerus, tetapi kita harus mengganti jenis komunikasinya menjadi berbuat baik,” ungkap Nico dengan gaya komunikasinya yang murah senyum.

    “Gak apa-apa teman-teman dari Setara membuat penilaiannya, tapi kita sendiri tak perlu terus mengangkat isu itu, melainkan lebih banyak berbuat. Karena kalau perbuatan kita nyata di lapangan, saya yakin lama-lama akan selesai dengan baik,” ungkap Nico lagi.

    Sebagai anggota DPR RI dari dapil Jawa Barat I ini, Nico menyarankan supaya tidak membenturkan antara aturan hitam dan putih atau benar dan salah, tetapi bagaimana mengkomunikasikan segala sesuatu dengan perbuatan baik.

    “Ada filsafat di Jawa Barat, ikannya dapat, airnya tetap tenang.” Nah, bagaimana melaksankan hal tersebut? Ini yang perlu dipikirkan dan dilakukan. Mendapat ikan, tetapi airnya tidak keruh. Oleh karena itu, perlu diperkuat dengan memperbanyak aksi. Dengan terus berbuat baik, nantinya orang-orang yang keras bisa lentur sendiri”, terang Nico.

    Nico yang kelahiran Bandung juga menyoroti banyaknya kesalah pahaman terjadi karena miskomunikasi, sehingga perlu membenahi komunikasi yaitu lebih mengutamakan perbuatan baik sehingga kondisinya akan semakin teduh dan relasi akan semakin baik. Kemampuan beradaptasi juga menjadi sorotannya.

    “Jika komunikasi kita diperbaiki dan semakin baik, maka kondisinya akan semakin teduh dan relasi juga akan semakin baik. Perlu ada penyesuaian saat memasuki tempat yang baru, misalnya mamahami kondisi lingkungan. Perlu beradaptasi dan bersosialisai dengan baik terlebih dahulu pada saat memasuki lingkungan baru. Dengan begitu akan lebih mudah untuk kita berbicara tentang agama. Jikalau bersosialisai bisa berjalan dengan baik, makan relasi akan semakin baik”, ungkap Nico.

    Terkait masalah intoleran dengan kesejahtaeraan, menurut Nico dibutuhkan usaha bersama untuk saling mensejahterakan.

    “Kesejateraan memang perlu, namun utamanya adalah kita saling mensejahterakan. Tangan di atas memang lebih bagus, namun itu bukan satu-satunya jalan, saling mengharagi dan saling memahami dan lebih banyak mendengar akan jauh lebih baik”, tutup Nico mengakhiri wawancara singkat dengan jurnalis Pewarna Indonesia.

  • KUASA DALAM DOA DAN PUJIAN, JADI TEMA IBADAH PUJI DAN DOA PGIW JAWA BARAT

    KUASA DALAM DOA DAN PUJIAN, JADI TEMA IBADAH PUJI DAN DOA PGIW JAWA BARAT

    BANDUNG, WARTANASRANI.COM – Ibadah Puji dan Doa PGIW Jawa Barat yang melibatkan gereja-gereja, aras-aras Gereja, tokoh-tokoh Jawa Barat, anggota legislatif provinsi maupun anggota legislatif pusat yang berasal dari Jawa barat, merupakan bentuk kepedulian atas berbagai permasalahan dan pergumulan yang dihadapi oleh gereja dan bangsa hari-hari ini. Sehingga gereja perlu bersinergi dengan berbagai pihak, bergandeng tangan bersama-sama untuk membuat situasi kondusif, baik, dan aman. Hal ini disampaikan oleh Pdt. Paulus Wiyono kepada para jurnalis saat konferensi pers setelah Ibadah selesai, hari ini, Senin (16/05) di Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB) Fajar Pengharapan, Jl. Pasirkoja No. 58, Karanganyar, Kec. Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat.

    “Kami mengajak semua bagian gereja dan lembaga Kristen untuk bersinergi bersama-sama, kita tidak lagi sendiri-sendiri, karena apa yang menjadi pergumulan kita, pandemik dengan semua dampaknya yang belum selesai, juga peperangan yang terjadi diluar negeri, itu berpengaruh dengan kehidupan kita semua. Ditambah lagi dinamika sosial politik dan ekonomi di tengah masyarakat kita, itu mengingatkan kita semua, gereja-gereja Kristen, lembaga Kristen,  umat yang ada untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi mari bergandeng tangan bersama-sama berbuat sesuatu untuk membuat situasi dan kondisi yang baik, yang aman dan kondusif agar bangsa kita boleh bangkit,” ujar Paulus Wiyono.

    “Sebagai orang percaya kekuatan kita itu adalah doa. Doa yang mendorong kita untuk melakukan hal yang sama untuk kemuliaan nama Tuhan, bukan untuk masing-masing pribadi atau kelompok yang bisa menimbulkan berbagai persolan baru,” terang Sekretaris Umum PGIW Jawa Barat ini lagi.

    Ditambahkannya , kegiatan yang bertepatan dengan momen hari doa sedunia dan Paskah ini, dapat menjadi pemicu bagi PGIS-PGIS di Kabupaten kota untuk menggelar hal yang sama sehingga kehadrian gereja menjadi terang dan membawa kebaikan ditengah masyarakat.

    “Harapan kami, acara-acara seperti ini dapat juga dilakukan di PGIS-PGIS yang berada diberbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat ini. Kita percaya kehadiran gereja akan menjadi terang, membawa kebaikan ditengah kehidupan masyarakat kita. Terima kasih untuk berbagai pihak yang sudah mengambil peran bersinergi bersama,” ungkapnya penuh harap.

    Terkait tema Ibadah, Ketua Panita Ibadah Puji dan Doa PGIW Jawa Barat menjelasakan bahwa bertolak dari Kitab Kisah Para Rasul 16:25-28, kuasa doa dan pujian adalah kekuatan untuk mengatasi berbagai permasalahan gereja dan bangsa hari-hari ini.

    “Sekarang ini kita terbelenggu tanpa sadar! Sehingga pujian dan doa adalah kekuatan kita untuk untuk mengatasi semua itu, baik hal kecil maupun hal besasr,” tegas Ibu Agnes Sitompul, Ketua Panitia sekaligus sebagai Komisi Perempuan PGIW Jawa Barat.

    Sementara itu, dalam khotbahnya yang mengambil nats pokok sesuai tema dalam Kisah Para Rasul 16:25-28, Pdt. Riska V. Dewirani, menguraikan tiga hal yang bisa dipelajari dari kisah Saulus dan Silas

    “Kalau bicara pujian dan doa ada begitu banyak kuasa didalamnya. Didalam Alkitab ada begitu banyak peristiwa dimana ada kuasa dalam pujian dan doa. Menjadi perhatian, mengapa Paulus dan Silas pada saat menghadapi masa-masa yang sulit mereka bisa memuji Tuhan ? Ada 3 hal yang bisa dipelajari tentang kuasa dalam doa dan pujian,” terangnya.

    “pertama, Pujian dan doa merupakan ungkapan relasi yang sehat dengan Tuhan. Dalam situasi yang sulit dan persolan yang besar, masalah yang berat, tidak mudah untuk memuji atau mengucap syukur kepada Tuhan. Pujian dan penyembahan dapat kita naikkan kalau kita memiliki relasi yang sehat relasi yang baik dengan Tuhan. Melalui pujian orang dapat melihat kualitas rohani kita. Pujian kita kepada Tuhan akan menunjukkan sejauh mana kualitas relasi kita dengan Tuhan,” terangnya lagi.

    Hal kedua yang disampaikan adalah sikap merendahkan diri dihadapan Tuhan.  Menurut Pdt. Riska, bukan strategi yang utama untuk membuat gereja dan umat Tuhan bangkit dengan semangat roh yang menyala-nya.

    “Kalau kita terfokus kepada Tuhan, disanalah kuasa Tuhan akan bekerja dan menyatakan pertolongannya pada umatnya. Saatnya kita merendahkan diri dihadapan Tuhan, kita mengharapkan pertolongan kepada Tuhan. Ketika merendahkan diri, maka kuasa Tuhan nyata disana. Tuhan akan mendengarkan doa kita,” tuturnya.

    “Hal yang ketiga adalah, pujian dan doa memberikan kesempatan bagi pemberitaan firman Tuhan. Sudah waktunya bagi kita, gereja merenungkan apa yang menjadi rencana Tuhan. Kita perlu mendengar apa yang menjadi kehendak dari Gembala agung kita. apakah yang Tuhan inginkan dan apakah kehendak Tuhan. Kalau kita mengerti kehendak Tuhan maka akan terjadi pemulihan bagi gerejanya. Mari kita merendahkan diri dihadapan Tuhan, sehingga pemulihan bagi gereja dan bangsa ini terjadi,” tutupnya.

    Dalam Doa syafaat dipanjatkan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh gereja dan bangsa termasuk permasalahan intoleransi di Provinsi Jawa Barat. Mendoakan perdamaian dunia khususnya pertikaian Rusia dan Ukraina dan ikut mendoakan terciptanya keadilan dan kebenaran menjadi pokok doa.

    Tampak hadir dalam Ibadah Puji dan Doa yang di padu MC Pdt. Titin, Anggota DPR RI Nico Siahaan. Dan  pada bagian akhir, diisi pujian berjudul “Heal the world” dari para praja IPDN Bandung dan pujian tim pelayanan GKPB dengan pujian “we are the world”. Sementara foto bersama menjadi akhir kegiatan Ibadah Puji dan Doa PGIW Jawa Barat.

  • World Prayer Asembbly 2022 Siap Digelar Tanggal 17-19 Mei 2022

    World Prayer Asembbly 2022 Siap Digelar Tanggal 17-19 Mei 2022

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Setelah sepuluh tahun sejak World Prayer Assembly yang pertama diselenggarakan pada tanggal 17 Mei tahun 2012 di Jakarta yang dihadiri 120.000 orang dari berbagai denominasi, 9.600 delegasi dari 86 negara dan di selenggarakan di 378 kota serentak, tahun 2022 tepatnya tanggal 17-19 Mei 2022 World Prayer Assembly Kembali akan digelar. Hal ini disampaikan Pdt. Daniel Pandji Ketua Umum WPA 2022 dalam konferensi pers yang digelar secara online, hari ini, Senin (09/05/2022).

    “Kita sudah menyaksikan bagaimana Tuhan menjawab seruan doa umat-Nya, bahkan api doa dari Indonesia telah bergerak sampai kebangsa-bangsa, dan ini waktu dimana Tuhan membawa Indonesia terus menjadi berkat bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia,” Ungkap Daniel.

    “Menyadari situasi Global saat ini, kita sedang memasuki suatu musim yang baru dan menangkap pergerakan Tuhan yang melanda seluruh dunia, maka Indonesia bersama-sama dengan pemimpin Internasional bersehati untuk melaksanaan World Prayer Assembely ditahun ini bersama-sama dengan saudara kita dari seluruh dunia, mencari wajah Tuhan, menantikan lawatan Tuhan yang terbesar dalam sejarah yang belum pernah kita alami,” ungkap Daniel lagi.

    Ditambahkannya, bahwa memasuki gelombang Tuhan yang maha dahsyat, yang akan datang ke-atas seluruh penjuru dunia dan seluruh bangsa-bangsa akan merayakan kebaikan-kebaikan Tuhan di hari-hari terakhir ini dan seperti tsunami menyapu seluruh bumi di 7 benua.

    “Berkumpul bersama-sama dengan harapan bahwa melewati masa-masa yang sulit seperti pandemi dan juga situasi politik yang ada, gereja Tuhan diseluruh dunia dapat bangkit dan bersinar melalui doa ini kita ingin menyatukan hati, banyak orang-orang mendengar berita Injil dan diselamatkan, sehingga amanat Tuhan Yesus Kristus dituntaskan pada masa hidup kita,” terang Daniel yang juga Fasilitator Nasional My Home Indonesia.

    Pada kesempatan tersebut, Panitia WPA menyampaikan tujuan dan harapan pelaksanaan World Prayer Assembly yaitu: Terjadinya kesatuan umat Tuhan secaraglobal dan berdirinya mezbah global yang menyatukan umat Tuhan diseluruh dunia; Terjadinya kebangkitan generasi muda gereja yang membawa harapan bagi masa depan bangsa dan bangsa-bangsa (Mal 4:5-6); dan Menyatakan kasih Kristus yang diwujudkan dengan tindakan kasih dan pewartaan kabar baik di dalam masyarakat (Mat 22:37-39).

    Adapun harapannya adalah: Mobilisasi lebih dari 500 kota di seluruh Indonesia untuk bersatu dalam doa, misi dan generasi; Kolaborasi bersama lintas bangsa, denominasi, generasi dan kegerakan-kegerakan demi menggenapi Amanat Agung, Yoh 17 dan Matius 28:18-20; Membangkitkan generasi penerus, anak-anak, dan kaum muda dalam doa dan misi, Maleakhi 4, Matius 19:14; Seruan untuk 110 juta orang berdoa bagi 110 kota strategis yg belum terjangkau di bumi; Membangun Dewan Doa Regional (Wilayah) sebagai kanpopi doa yg bersatu, strategis dan berkesinambungan

    Disampaikan juga bahwa acara WPA yang mengambil tema; “The New Waves is Coming” dari Habakuk 2:14 yang berkata “Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan, seperti air yang menutupi dasar laut”, akan berlangsung secara Virtual & Hybrid di SICC dan di beberapa region bersama-sama organisasi, lembaga dan jaringan Kristiani diberbagai Continients/Negara, Indonesia dan Internasional akan menjadi hosts.

    Didampingi Pdt. Aristarkus Tarigan, Ketua Mobilisasi Nasional WPA 2022 dan Fasilitator Nasional Jaringan Doa Nasional, Daniel Pandji menebutkan bahwa Kepanitiaan WPA tahun 2022 adalah kepanitiaan bersama.

    “Kepanitiaan WPA tahun 2022 ini adalah kepanitiaan bersama yang melibatkan; JDN, My Home Indonesia, TCI bersama Internasional IPC dan berbagai Lembaga lainnya dan di dukung oleh Aras Gereja; PGI, PGLII dan PGPI,” tutur Daniel Pandji.

    Pada bagian pembukaan, Dr. Antonius Natan yang memandu konferensi Pers menyampaikan bahwa Pelaksanaan WPA 2022 akan dilaksanakan di 500 kota dan kabupaten dari seluruh Indonesia.

    “Pelaksanaan WPA 2022 ini akan dilaksanakan di 500 kota dan kabupaten dari seluruh Indonesia, secara khusus pada tanggal 17 Mei 2022, dimana 1 jam sebelum acara pertemuan Global (Assembly) jam 19.00 Wib, kota-kota secara serentak membuat pertemuan di kota masing-masing, dengan melibatkan setiap unsur Tubuh Kristus yang ada dan kemudian tempat-tempat dimana WPA dilaksanakan akan mengikuti WPA di SICC (Hybrid) melalui Zoom,” jelasnya.

    Sementara itu, untuk kontak person mobilisasi nasional dapat menghubungi Festy (081717124226, Regina (081387234784, dan Sheila (08118582848.