Category: Ragam

  • Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th: Anugerah Tuhan, Anugerah Amal Kasih dan PD Tunanetra Kristen Pelangi Kasih Bisa Gelar Paskah dan Ibadah Syukur Ulang Tahun

    Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th: Anugerah Tuhan, Anugerah Amal Kasih dan PD Tunanetra Kristen Pelangi Kasih Bisa Gelar Paskah dan Ibadah Syukur Ulang Tahun

    KOTA BEKASI, WARTANASRANI.COM – Kasih dan sukacita terpancar dari wajah pengurus Yayasan Anugerah Amal Kasih (A2K) dan Yayasan PD Tunanetra Kristen Pelangi Kasih saat menggelar Ibadah Paskah bersama di GBI Taman Aster Bulevar Hijau, Kota Harapan Indah, Kota Bekasi, hari Sabtu (22/04/2022). Perayaan Paskah kali ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan Ibadah Syukur Ulang Tahun kedua Yayasan.

    Senyum kegembiraan tampak pada pengurus kedua Yayasan ini saat tampil kedepan untuk memotong kue ulang tahun yang telah disediakan. Terungkap, saat ini, Yayasan A2K telah berdiri dan berkarya dalam pelayanan sosial selama 16 tahun dan Yayasan PD Tunanetra Kristen Pelangi Kasih semakin dewasa di usia 23 tahun.

    “Semua hanya karena anugerah, kasih, berkat dan pertolongan Tuhan Yesus Kristus sehingga Yayasan Anugerah Amal Kasih atau A2K dan Yayasan Persekutuan Doa Tunanetra Pelangi Kasih, bisa menginjak usia ke 16 dan 23 tahun”, tutur Ketua A2K dan Ketua Dewan Pengawas Pelangi Kasih, Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th.

    “Apa yang kedua Yayasan ini lakukan dalam kurun waktu 16 dan 23 tahun pelayanan, merupakan perwujudan dari visi dan misi kedua Yayasan yaitu membangun sebuah komunitas yang mengasihi, peduli dan berbagi untuk sesama. Semoga, di usia yang semakin dewasa ini,  Yayasan A2K dan Pelangi Kasih semakin menjadi berkat bagi sesama untuk kemuliaan Tuhan Yesus”, tutur gembala GBI Taman Aster ini lagi.

    Selain menyampaikan terima kasih kepada donatur dan semua pihak yang sudah mendukung berbagai kegiatan kedua Yayasan ini, termasuk pendanaan perayaan Paskah bersama, Pdt. Paul F. Gulo yang juga akademisi ini, mengajak kepada mereka yang memiliki beban dan berkelebihan untuk bergandeng tangan bersama A2K dan Pelangi kasih mewujudkan kasih bagi mereka yang membutuhkan.

    “Dengan penuh kasih, saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada semua donatur yang dengan kasih-Nya, terus dan terus membantu, baik pendanaan, pemikiran dan tenaga demi suksesnya berbagai kegiatan pelayanan A2K dan Pelangi Kasih. Menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan serta menciptakan keseimbangan sosial khususnya ditengah pandemic ini, menjadi misi dari kedua Yayasan ini. Oleh karena itu, saya mengajak kepada yang terbeban untuk menjadi mitra bersama untuk peduli dan berbagi”, terang dosen STT Bethesda ini penuh harap dan kasih.

    Sementara itu, bertolak dari Nats pokok Alkitab dalam Filipi 4:13, ‘Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku’, Ibu Hermin Moniaga, pemerhati lansia dan tunanetra mengajak pengurus serta anggota A2K dan Pelangi Kasih untuk terus mengandalkan Tuhan, karena Tuhanlah yang selalu memberi kekuatan dalam perjalanan kehidupan orang percaya.

    Adapun dalam Ibadah Perayaan Paskah Bersama yang disertai Perjamuan Kudus, Pdt. Efraim yang menjadi worship leader (pemimpin pujian) membawa semua yang hadir antusias dan penuh sukacita memuji Tuhan.

    Tampak hadir dalam Ibadah Paskah dan Ultah yang penuh sukacita ini, Ketua Yayasan PD Tunanetra Kristen Pelangi Kasih, Arwin Daniel Pandaleke, S.Th., Ketua Dewan Pembina Pdt. Hanny Ratu, dan pengurus lainnya. Adapun pengurus A2K yang hadir, Pdt. J. Devy Sugiono, M.Th., Pdt. Roflly Liem, S.Th, Pdp. Indanik Gulo, Pdp. Ida Napitupulu, S.Kom., M.Th.

  • Ketum PGLII, Pdt. Ronny Mandang: Kami Harapkan M Kace di Pengadilan Tinggi Kalau Bisa Diharapkan Bebas Murni

    Ketum PGLII, Pdt. Ronny Mandang: Kami Harapkan M Kace di Pengadilan Tinggi Kalau Bisa Diharapkan Bebas Murni

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM –  Majelis Hakim PN Ciamis yang menjatuhkan 10 tahun penjara terhadap Muhamad Kace, dirasakan jauh dari rasa keadilan apalagi dibandingkan dengan hukuman kepada Yahya Waloni dan lainnya, yang sama-sama tersangkut dugaan pelecehan dan penodaan agama. Demikian disampaikan Ketua Umum PGLII Pdt. Ronny Mandang saat konperensi pers di Graha Karmel Ruko Permata Hijau Jakarta Selatan, Senin 11 April 2022.

    “Vonis 10 tahun M Kace tidak sesuai dengan ketentuan hukum di Indonesia dan jauh dari rasa keadilan. Ini bisa mencederai perasaan umat Kristen karena terlihat perbedaan penerapan hukum terhadap terdakwa penodaan agama,” tegasnya.

    Ia mengingatkan bahwa UU PNPS No. 1 Tahun 1965 pada pasal 2, disebutkan seseorang pelecehan dan penodaan agama harus terlebih dulu diberikan peringatan. Dalam kasus M Kace ini tidak ada sama sekali.
    Menurut Pdt. Dr. Ronny, terungkap jelas dalam persidangan bahwa M Kace menjelaskan ia membuat video ini dalam mengcounter video-video pelecehan Kristen seperti dilakukan Yahya Waloni, A. Somad dan yang lainnya. Putusan majelis yang berdasarkan UU RI No 1 Tahun 1946 Pasal 6 tidak tepat karena seharusnya UU PNPS Tahun 1965 pasal 1 dan 2 dan Peraturan Hukum Pidana Pasal 64 ayat 1 KUHP.

    “Kami tidak masuk materi hukumnya karena bantuan yang kami berikan sifatnya berdasarkan kemanusian dan bentuk dukungan moral, bukan dukungan atas tindakan pelanggaran hukum. Namun kami meminta perlakuan equel atau setara terhadap semua warga negara dalam peradilan,” tukasnya.

    Lebih jauh, katanya, PGLLI tidak membenarkan kesalahan seseorang sesuai hukum yang berlaku. Ronny mengungkapkan bahwa berdasarkan masukan dari penasihat hukum M Kace bahwa terkesan ada justifikasi agama tertentu yang benar.

    Kemudian yang janggal adalah Majelis Hakim PN Ciamis sama sekali tidak mempertimbangkan hal-hal yang meringankan terdakwa dan tidak disebutkan. Apalagi sepertinya majelis hakim tidak mempertimbangkan saksi meringankan dari Kristen, sebaliknya terkesan semua yang memberatkan.

    Padahal semua tahu kalau M Kece saat ditahanan bareskrim Mabes Polri mengalami penganiayaan yang luar biasa dengan dilumuri feces bahkan dipaksa untuk makan, belum lagi saat di UGD karena kondisinya yang lemah dia dipaksa keluar dan harus mengikuti sidang. Jika melihat apa yang dialami oleh M Kece ini harusnya bisa di bebaskan dari segala ancaman pemidanaan.

    “Kami harapkan M Kace di pengadilan tinggi kalau bisa diharapkan bebas murni mengingat perlakuan buruk yang dialaminya, selama di tahanan Polri, RSUD Ciamis, hingga Lapas Ciamis, yang jelas-jelas bertentangan dengan HAM,” pungkas Ronny Mandang sembari meminta dan berharap agar Majelis Hakim dan Panitera di tingkat Pengadilan Tinggi Bandung yang kelak mengadili kasus ini bisa berasal dari berlatar belakang agama yang berbeda demi keadilan. Ia juga meminta umat Kristen bisa ikut lebih bersuara untuk keadilan.

    Kemudian dalam jumpa pers tersebut PGLLI membacakan pernyataan sikap oleh Sekum PGLII Pdt. Tommy Lengkong, MTh. PGLII menyatakan keberatan atas putusan majelis hakim PN Ciamis 6 April atas perkara M Kace. Mencermati dan putusan PN Ciamis, Jawa Barat, menyatakan M Kace terbukti bersalah sesuai dengan tuntutan penuntut hukum bahwa M Kace terbukti secara sah dan meyakinkan menyiarkan pemberitahuan bohong. Sangat disayangkan dalam amar putusan, sama sekali hakim tidak mempertimbangkan pembelaan M Kace dan Penasihat hukumnya.

    Karena itu, ada lima poin pernyataan sikap PGLII yakni:
    Pertama, Terkait penuntutan hukum ternyata tidak memperhatikan kepentingan M Kace sebagai terdakwa, bertentangan dengan kebebasan menyampaikan pendapat yang dijamin Konstitusi. Penerapan UU PNPS No 1 tahun 1965, pencegahan dalam pasal 2, diharuskan ada peringatan menteri agama, jaksa agung dan mendagri dulu kepada terduga pelecehan atau penodaan agama.

    Kedua. Vonis 10 tahun penjara, sesuai tuntutan jaksa penuntut umum tidak benar-benar mempertimbangkan HAM M Kace karena tidak adil jika dibandingkan kasus Munarman hanya 3 tahun. M Kace tidak ada kejahatan transnasional. Ini bisa mencederai perasaan umat Kristen.

    Ketiga, karena telah resmi banding ke PT Bandung, berarti keputusan belum berkekuatan hukum tetap.

    Keempat, mendesak Menhukham, Komnas HAM, DPR, Jakasa Agung agar menerapkan restoraktif dalam perkara ini.

    Kelima, PGLLI mengapresiasi semua pihak dan mendukung pemerintah yang terus mengamankan negeri ini dari ancaman teroris.

    Ditambahkan Komisi Hukum PGLLI Hasudungan Manurung, SH, MH ada hal-hal dirasakan sangat mencederai perasaan umat kristiani. Banyak hal-hal kurang dipertimbangkan dari awal.

    “Awalnya M Kace diwawancarai di Youtube oleh kalangannya tapi yang justru keberatan orang di tempat lain,” paparnya. Sesuai aturan harusnya masih bisa diberi peringatan dan teguran. Ini bisa suatu kemunduran bagi Indonesia yang sudah masuk era keterbukaan informasi. Vonis ini sungguh tidak adil bagi terdakwa.
    Dalam jumpa pers tersebut hadir antaranya , Ketua Umum PGLII, Pdt. Dr. Ronny Mandang M.Th., Sekreraris Umum Pdt. Tommy Lengkong, M.Th., Sekretaris Majelis Pertimbangan PGLII Pdt. Ronny Sigarlaki, SH., dan Komisi Hukum PGLII Arnold Hasudungan Manurung, S.H., M.H.

  • STT KAIROS JAKARTA TERUS BERBENAH UNTUK HASILKAN LULUSAN SESUAI TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI

    STT KAIROS JAKARTA TERUS BERBENAH UNTUK HASILKAN LULUSAN SESUAI TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Untuk mencapai visinya, Sekolah Tinggi Teologi (STT) KAIROS Jakarta terus berbenah dengan mempersiapkan infrastruktur yang memadai sehingga dapat memberikan pelayanan akademik yang maksimal. Hal ini diungkap oleh Ketua Yayasan Carpediem Karunia Sejati, Dr (c) Iin Nur Indrayani Sihombing, S.E., M.M., M.Th saat menerima kedatangan tim redaksi WARTANASRANI.COM, hari Senin (14/02/22) di Kampus STT KAIROS.

    “Tentunya, sesuai dengan visi STT KAIROS Jakarta yaitu menjadi Lembaga Pendidikan Teologi yang mempersiapkan calon pemimpin yang berkarakter, bermoral, dan berwawasan tinggi dalam pemahaman Alkitab, maka kami terus melakukan pembenahan infrastruktur supaya mampu memberikan pelayanan akademik yang lebih baik bagi mahasiswa-mahasiswi yang ada di STT Kairos Jakarta”, ungkap Ibu Iin begitu ia disapa.

    “Menghasilkan lulusan sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi tujuan kami. Olah karena itu, selain infrastruktur, dalam hal peningkatan SDM khususnya dosen pengajar, saat ini dosen-dosen STT Kairos Jakarta sedang menyelesaikan Pendidikan doktoralnya di STT IKAT Jakarta”, ungkapnya lagi.

     Ketua Yayasan Carpediem Karunia Sejati, Pdt. Dr (c) Iin Nur Indrayani Sihombing, S.E., M.M., M.Th saat menjelaskan Visi, Misi dan Tujuan STT Kairos Jakarta kepada Pdt. Dr. (c) Joice Ester Raranta, M.Th dan Pdt. Dr. (c) Djanne Tando, M.Th di ruang kerja Ketua STT Kairos Jakarta

    Ditanya soal misi dan tujuan, Ketua Yayasan Carpediem yang juga Gembala Sidang GEPKIN Pasar Rebo dengan gamblang menyampaikan tiga misi dan dua tujuan dari STT Kairos Jakarta.

    “Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, STT Kairos memiliki tiga misi yaitu; Memperlengkapi mahasiswa dengan Firman Tuhan secara sistematis dan akademis serta berkualitas dan relevan dengan kebutuhan gereja saat ini; Memperlengkapi mahasiswa dan melatih mahasiswa dengan melakukan penelitian dalam rangka pengembangan ilmu Teologi secara kontekstual; dan Memperlengkapi mahasiswa dan membentuk mahasiswa seturut dengan teladan Kristus dan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat”, Sebut Pdt. Iin Nur Indrayani Sihombing istri dari Edward Manulang, S.E., M.M., Pembina Yayasan Carpediem Karunia Sejati.

    “Sementara dua tujuan STT Kairos Jakarta adalah; pertama,  menghasilkan pengkhotbah dan pengajar yang kritis, kreatif dalam berteologi secara kontekstual dan siap diutus ke ladang pelayanan; kedua, menghasilkan lulusan yang cakap dalam melayani, serta menghasilkan teolog yang berkompeten dan berkomitmen dalam melakukan firman Tuhan”, sebutnya lagi.

    Berbagai Fasilitas STT Kairos Jakarta

    Saat ini, STT Kairos Jakarta yang beralamat di Graha Zima Blok B No. 1, Jl. TB Simatupang Kav. 7, Pasar Rebo, Jakarta Timur (Depan RSUD Pasar Rebo) membuka beberapa Program Studi S1 dan S2, yaitu; S1 Teologi (S.Th), S1 Pendidikan Agama Kristen (S.Pd) dan S2 Teologi (M.Th), S2 Pendidikan Agama Kristen (M.Pd).

    Berikut Pimpinan Yayasan dan STT Kairos Jakarta

    Pimpinan Yayasan: Edward Manullang, S.E., M.M (Pembina), Yustisia Siregar, S.Pd (Pengawas) dan Dr. (c) Iin Nur Indrayani Sihombing, S.E., M.M., M.Th (Ketua Yayasan).

    Pimpinan STT: Dr. (c) Mika SImatupang, M.Th (Ketua STT), Dr. Djone Georges Nicolas, M.Th (Ketua I), Renita Septriani (Ketua II), Dr. (c) Wandri Lumbantoruan, M.Pd (Ketua III), Dr. (c) Rudianto Rumahorbo, M.Th (Ketua IV), Dr. Ferry Tabaleku, M.Th (Direktur PPS), Dr. Solider Siringiringo, SE.AKT., M.Th (Kaprodi PPS), Dr. (c) Soneta S S Siahaan, S.E., M.Th (Kaprodi Teologi), Dr. (c) Perhatian Harefa, M.Pd (Kaprodi PAK).

    Dosen Pengajar Tetap dan Tamu STT Kairos Jakarta:

    Dosen Pengajar Tetap: Dr. (c) Mika SImatupang, M.Th; Dr. (c) Iin Nur Indrayani Sihombing, S.E., M.M., M.Th; Dr. (c) Kol. Daniel Albert Tobing, M.AP., M.I.Pol.; Dr. Djone Georges Nicolas, M.Th; Dr. (c) Wandri Lumbantoruan, M.Pd; Dr. (c) Rudianto Rumahorbo, M.Th; Dr. Ferry Tabaleku, M.Th; Dr. Solider Siringiringo, SE.AKT., M.Th; Dr. (c) Soneta S S Siahaan, S.E., M.Th; Dr. (c) Perhatian Harefa, M.Pd; Edward Manulang, S.E., M.M; Arisma Riama Sihombing, M.Pd.

    Dosen Tamu: Dr. (c) Martin Manao, S.H., M.H., M.M., M.Th., C.L.A; Dr. Mangali Harefa, M.AP., M.Th; Dr. Nimrod Marbun, M.Th; Dr. Merdiati Marbun, M.Pd; Dr. Hannas, Th.M., M.Th., D.Th; Dr. (c) Donald Fieter Sinaga, MA., M.Ag; Dr. (c) Suryanto, M.Th; Timotius Situmorang, M.TH.

    Bagi Anda yang rindu bergabung di STT Kairos Jakarta dapat menghubungi Sekretariat STT Kairos yang beralamat di Graha Zima Blok B No. 1, Jl. TB Simatupang Kav. 7, Pasar Rebo, Jakarta Timur (Depan RSUD Pasar Rebo); email: sttkairosjakarta@gmail.com; whatsapp/Telepon: 0812 1025 1071 / 0812 1182 8332. (RSO)

  • Kuliah Umum STT IKAT Dalam Rangka Dies Natalis Ke 36 Hadirkan Prof. Yasona H. Laoly, Menteri Hukum dan HAM Sebagai Keynote Speaker

    Kuliah Umum STT IKAT Dalam Rangka Dies Natalis Ke 36 Hadirkan Prof. Yasona H. Laoly, Menteri Hukum dan HAM Sebagai Keynote Speaker

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Dalam rangka Dies Natalis ke 36, STT IKAT sebagai lembaga pendidikan yang terus berkomitmen memberikan pendidikan terbaik dengan membuat terobosan-terobosan dalam pengetahuan yang kontekstual, hari ini, Rabu (9 /2/22), bertempat di aula Kampus Biru STT IKAT Jalan Rempoa Bintaro Jakarta Selatan menggelar kuliah umum dengan menghadirkan narasumber Menteri Hukum dan HAM, Prof Yasona H. Laoly S.H M.Sc., Ph.D dengan materi Relasi Gereja dan Negara menuju Indonesia Tumbuh Indonesia Tangguh.

    Kuliah umum yang dibuka rektor STT IKAT Dr. Jimmy Lumintang dan pandu oleh seorang hakim Tata usaha yakni Dr. Disiplin Manao SH, yang juga alumni STT IKAT Jakarta.

    Rektor STT IKAT Dr. Jimmy Lumintang

    Prof. Yasona dengan gamblang memaparkan apa yang dimaksud dengan relasi gereja dan negara dengan pengalaman panjang gereja dan negara masa di mana gereja bersekutu dengan kekuasaan akhirnya menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua. Berangkat dari pengalaman tersebut akhirnya clear memisahkan peran gereja dan Negara dalam artian politik atau kekuasaan.

    “Kondisi gereja kini semakin matang untuk memisahkan pengelolaan penguasaannya atau bisa dikatakan memisahkan mana yang rohani mana yang urusan jasmani”, terang Yasona yang juga politisi PDI Perjuangan ini membeberkan .

    Yasona sangat mengapresiasi tema yang diangkat dalam dies natalis ke 36 STT IKAT tentang perubahan budi, tema ini dikatakan Yasona sangat konstektual dengan kondisi kekinian.

    Tak bisa dipungkiri ungkapnya bahwa zaman ini memang mengalami perubahan yang ansih terhadap perilaku manusia. Di mana perubahan melalui media social dalam kehidupan sehari-hari yang mengakibatkan meningkatnya intoleransi, permusuhan dan lain sebagainya.

    Kondisi yang membuat gereja dan pemerintah mengadakan pembatasan yang jelas posisi dan posisiningnya.

    Bicara ruang public oleh seorang fsikolog Jerman mengatakan di sana ada ruang untuk berdemokrasi atau ruang sebagai wahana diskusi masyarakat yang mana sebagai warga gereja sebagai masyarakat dapat menyatakan opini-opini, kepentingan-kepentingannya dan kebutuhan-kebutuhannya secara menyeluruh.

    Negara adalah sebuah kepemimpinan tertinggi dalam sebuah komunitas dari pengalaman pengalaman panjang dari Socrates, Plato, Aristoteles di Negara-negara Yunani awal berkembang sampai kepada pemikiran-pemikiran filsuf-filsuf modern mulai Jhon Logoso, Thomas Huff dan akhirnya berkembang ke sebuah Negara demokrasi namun memakan proses perjuangan Negara demokrasi yang panjang dengan revolusi-revolusi seperti Perancis.

    Berangkat dari sejarah Yasona mengajak untuk belajar sejarah terhadap institusi besar itu yakni Negara. Karena dalam kehidupan dunia yang modern sebagai warga gereja belajar sejarah itu sangat penting.

    Melanjutkan tentang relasi gereja dan masyarakat serta Negara di mana tersedia ruang public yang harus berfungsi secara bagus, selama adanya dukungan konstitusional terhadap masyarakat untuk memperoleh hak bicara serta kebebasan berpendapat dan berkumpul.

    Negara harus menjamin prakondisi tanpa diskriminasi, toleransi, human right pada saat Negara di mana rakyat memberikan kewenangan yang besar secara konstitusi kepada Negara, maka hak rakyat harus dijamin juga dalam konstitusi.

    Dalam jaman modern kontrak social ini ketika rakyat memberikan mandate politik melalui pemerintahan eksekutif melalui presiden dan pemerintahan legeslatif kepada DPR ini mandate mengatur bangsa. Maka DPR dan presiden kalau tidak ada perhitungan konstitusional kepada Negara maka kekuasaan itu bisa pudar dan Negara bisa melakukan kekuasaan itu dengan sewenang-wenang, maka perlindungan konstitusional tentang hak berserikat, hak menyampaikan pendapat dan hak beribadah sesuai dengan agamanya itu hak-hak dasar atau hak fundamental yang harus dijamin dengan konstitusi.

    Selanjutnya etika komunikasi politik yang menjadi roh dan moral antara relasi dan argumentasi antara ruang public yang bersumber dengan rasional impect antara lain pada persoalan pada penekanan penekanan kebenaran moral, partisipasi dan kemampuan saling mengisi dan megkritisi keadaan dan tak ada kebenaran yang absolurd.

    Dalam kehidupan bernegara dalam relasi nya harus ada kran social, hak aktif dari masyarakat tetapi ada pembatasan pembatasan yang harus dijaga bersama dan geerja harus ikuit bersama dari bagian dari masyarakat, menyampaikan suara-suara kenabian dan keilahian secara santun demi perubahan yang baik. Gereja harus memberikan kritikan sosialnya kepada negara.

    Memang dalam pembuatan undang-undang selalu ada kompromi politik, karena apapun undang-undang adalah produk politik itu sendiri. Maka nya tak heran dalam hitung-hitungan politik tak selalu sama dengan matematikanya. Makanya agar hasilnya tak jauh dari harapan masyarakat dan Negara harus mencari titik temu. Persoalnnya memang di kepala ata pemikiran masyarakat tak sama, apalagi dengan masyarakat Indonesia yang sudah jutaan.

    Makanya dalam mencari titik temu dalam membuat perundangan sering ada upaya membuat undang-undang kerukunan beragama lalu masyarakat menawarkan undang-undang kebebasan beragama harsu dibuat counter dan tentu masukan ini harus terus digumuli gereja sebagai peran gereja ditengah bangsa yang sangat heterogen. Kehadiran gereja perlu terus menerus memberikan kontribusinya kepada Negara melalui pemikiran dalam kontaks penyampaian pemikiran-pemikiran maupun ikut serta pasrtisapsi dalam pembangunan nasional.

    Dalam relasi gereja dan Negara ada subkoordinasi di mana gereja menguasai Negara sejarahnya di Eropa, seperti kekuasaan Paus di Roma bisa berkuasa atas beberapa Negara, karena tak ada control terjadi persoalan-persoalan. Karena urusan mammon gereja juga rusak karena mammon. Akibat lain akan terjadinya tindakan-tindakan atau kebijakan berdasarkan ayat-ayat dan ini harus belajar dari sejarah. Ketika agama Kristen sebagai agama Negara saat Kontanstinopel Agung, ini gereja menguasai Negara.

    Namun sekarang ada pemisahan separasi terhadap gereja dan Negara namun demikian kita tetap bagian dari Negara, penguasaan pengaturan ketertiban kehidupan masyarakat diberikan kepada Negara. Sebagai warga Negara gereja memberikan kritik-kritik secara konstruktif hingga sebagai institusi harsu tetap berani bersuara kenabian membela masyarakat yang tertindas dengan cara yang baik membantu masyarakat yang miskin dan teraniaya.

    Lalu koordinasi masing masing antara gereja dan Negara dengan otoritas yang sama dan keduanya harus melayani satu tujuan yang sama. Dengan kata lain gereja dan Negara harus terpanggil bersama-sama menghadirkan shalom Allah, seperti pendapat Eka Dharma Putera bagaimana gereja mengakui eksistensi Negara sebagai alat untuk mencegah menghukum kejahatan dan mengusahakan keadilan bagi seluruh rakyat ,

    Untuk melaksanakan itu maka Negara diberikan kewenangan. Disisi lain gereja juga memiliki kewajiban mengingatkan Negara yang menyalahgunakan wewenang. Harus ada Ceck and balance makanya Negara perlu mekanisme control.

    Kemudian terang Yasona kalau Negara perlu diatur baik dan benar maka kekuasaan Negara harus dibatasi dan gereja harus terus berupaya menciptakan keteraturan dalam masyarakat, menolak anarkhi dan gereja harus tetap berupaya mencegah dalam penyalahgunaan kekuasaan Negara dengan ikut berupaya menciptakan Negara hukum serta menolak segala upaya kekuasaan Negara yang otoriter, makanya hukum harus menjamin dengan kewenangan yang ada.

    Di kesempatan itu Yasona juga mengajak kepada pemimpin pemimpin gereja di mana Negara banyak mengalami tantangan khussunya saat menghadapi pandemic covid 19 ini, namun bersyukur kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara kesehatan dan perokonomian dapat berjalan, tentu ini patut disyukuri. Bahkan perkembangan ekonomi masuk 4 besar, namun pemerintah tetap harus berhati hati karena umicrom semakin naik. Tidak perlu kaget tetap menjaga diri menjaga prokes dan kesehatan dengan baik.

    Saat ini Negara tetap menjaga agar Negara bertumbuh sekalipun tidak mudah, namun Presiden saat ini banyak meninggalkan legacy yang banyak, sekalipun menghadapi hajaran besar dari banyak orang tetapai tetap berjalan. Lalu bagaimana dengan Gereja apa tidak boleh mengkritik tentu saja boleh karena gereja tetap harsu menyampaikan suara-suara kenabian, maka jaman munculnya hoax, ancaman disintegrasi dan berbagai ancaman rasisme sebagi geraja harus arif menyikapi jangan terpancing tetap menjaga dengan baik atas peran gereja dalam mejaga kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

    Topik dalam kontek kekinian STT IKAT tentang kontribusi gereja sangat baik, dan geerja mampu tetap bersinergi menghadapi semua persoalan ini yang akan membawa kesejahteraan masyarakat. Yasona sangat yakin gereja akan mendukung siapapun yang memimpin, apalagi dalam cabinet kepemimpinan Indonsia kerja dan Indonesi maju gereja tetap mendoakan pemerintah dalam doa syafaatnya.

    Warga gereja tidak perlu ikut menyebarkan hoax dengan mendengar sepotong lalu disharekan sehingga menjadi issue yang viral. Gereja sepakat mendukung negera menjadi Indonesia tumbuh dan maju dari berbagai sektor.

    “saya mengajak gereja dan masyarakat untuk menjadi garam dan terang jadi saksi-skasi Kristus dan sudah mengalami perubahan dan transformasi jiwa yang lahir dari dorongan untuk semua melakukan hal baik menjadi berguna”, tandasnya.

    Demikian pula untuk pemimpin-pemimin gereja untuk turut memperhatikan Papua agar kehidupan lebih baik aman dan sejahtera.

    Sementara Sam tobing slaku ketua panitia mengapresiasi langkah rektor STT IKAT Dr Jimmy Lumintang dengan gagasannya mengajak semua STT untuk bersama dalam turut kuliah umum agar memperoleh informasi yang bisa dipertanggungjawabkan, maka Sam pun berharap kepada pimpinanpimpinan STT lainnya untuk bersama dalam satu kegaitan seperti saat ini yang dilakukan STT IKAT.

    Kuliah umum STT IKAT menutut Dr. Donna Sampaleng salah satu pimpinan STT IKAT diikuti secara hybrid sekitar 450 peserta dan dating dari pimpinan sinode gereja, pimpinan sekolah teologia, ormas dan tokoh-tokoh lainnya.

  • Dr. H. Ahmad Basarah, M.H., Sambut Baik Dan Dukung Rencana Napak Tilas Rasul Jawa Yang Digagas Pewarna Indonesia

    Dr. H. Ahmad Basarah, M.H., Sambut Baik Dan Dukung Rencana Napak Tilas Rasul Jawa Yang Digagas Pewarna Indonesia

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Pengurus Pusat dan Daerah Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna) jumat, (21/01) menemui  DR. H. Ahmad Basarah, M.H selaku wakil ketua MPR RI periode 2019-2024 di gedung Nusantara III DPR/MPR RI, Jl.Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat.

    Selain memberikan Apresiasi Penghargaan atas konsistensi Ahmad Basarah dalam menjaga dan mengawal 4 pilar kebangsaan, dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut disampaikan secara langsung oleh Ketua Umum Pewarna Indonesia rencana program yang ingin dilaksanakan oleh Pewarna ditahun 2022. Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan tepatnya mjnggu ke empat di bulan Maret –  minggu pertama April yaitu membangkitkan semangat “Kristen Nusantara” melalui Perjalanan bertajuk Napak Tilas “Rasul Jawa” selama lebih kurang 10 hari. Napak Tilas ini dalam rangka penggalian bukti-bukti sejarah masuknya Kristen di Indonesia khususnya di tanah Jawa. Ada 3 Tilas yang dikunjungi yaitu Tilas pertama Jepara , kedua Mojowarno, Jombang, dan ketiga Karangjoso, Purworejo.

    Salah satu tokoh penginjil nusantara adalah “rasul Sadrach” atau lebih dikenal dengan nama “kiai” Sadrach.

    Asiong Munthe mengatakan dari literasi yang ada “Kiai” Sadrach adalah salah seorang yang menjadi penyebar agama Kristen di tanah Jawa. Ia dilahirkan sekitar tahun 1835, di daerah Karesidenan Jepara. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh Kristen yang sangat berpengaruh karena penginjilannya di tanah Jawa. Dalam pengajarannya, Sadrach menggunakan metode simbol. Salah satu simbol yang digunakan adalah sapu. Melalui simbol sapu tersebut, dia mengajarkan kepada jemaat untuk bersatu dan kuat, terikat satu sama lain dan tertanam pada pribadi Tuhan yang berinkarnasi melalui Yesus Kristus. Pengajaran dengan simbol ini adalah salah satu aspek penting dalam kebudayaan Jawa sehingga sebuah pengajaran dapat diterima dan dimengerti dengan baik.

    “Oleh karena itu,  Pewarna melaksanakan kegiatan tersebut sebagai dukungan kepada Pemerintah untuk menyadarkan keIndonesian,  bahwa menjadi Kristen tidak harus menjadi Yahudi atau Eropa.
    Dengan kegiatan ini,  pewarna turut serta untuk mendukung pemberantasan radikalisme berbasis agama yang terus terlihat di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini jelasnya mengutip pidato Bung Karno.

    Pewarna menyadari bahwa radikalisme bukan hanya terjadi dalam kepercayaan tertentu, tetapi di dalam Kekristenan sendiri ada paham-paham yang tidak sesuai dengan semangat ke-Indonesiaan.

    Pewarna akan melakukan penggalian melalui bukti-bukti sejarah yang dapat menginspirasi dan mencerahkan umat Kristiani pada khususnya bahwa untuk menjadi orang Kristen tidak harus sama seperti Yahudi atau Negara-negara Eropa lainnya. Orang Kristen di Indonesia harus menjadi Kristen tetap menjaga dan melestarikan budaya lokal yang telah menjadi ciri khas bagi bangsa Indonesia.

    Kefas Hervin Devananda ketua PD Jabar juga menegaskan bahwa seperti yang dilakukan oleh “rasul’ Sadrach dalam menyebarluaskan Kekristenan di Indonesia dengan tetap berpegang pada budaya lokal yang telah menjadi kebanggaan terbesar bagi Indonesia.
    Lebih lanjut Kefas paparkan sebagaimana pesan Bung Karno dalam pidatonya “kalau jadi Hindu, jangan jadi orang India, Kalau jadi Islam, jangan jadi orang Arab, kalau jadi Kristen, jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya Nusantara yang kaya raya ini”.

    Pesan Bung Karno inilah yang ingin dipertegas kembali oleh Pewarna agar tetap menjadi “Kristen Nusantara” yang harus menjunjung tinggi budaya dan semangat kebangsaan.

    Mendengar hal tersebut, Ahmad Basarah menyambut dengan baik ide yang dipikirkan oleh Pewarna dan bersemangat untuk mendukung kegiatan tersebut agar benar-benar diwujudkan. Karena menurutnya, selama ini belum pernah ada dari kalangan Kristen yang memikirkan hal demikian.

    Lebih lanjut Basarah  juga menyatakan akan memfasilitasi kegiatan tersebut dan akan menyampaikannya kepada Ketua Umum PBNU, Ketua Umum Muhammadiyah dan kepada organisasi atau tokoh-tokoh terkait lainnya.

    Mantan Sekjen Presidium GMNI juga menegaskan bahwa semangat tersebut tidak hanya untuk Kekristenan, tetapi ini adalah semangat juang untuk seluruh anak bangsa yang harus diperjuangkan. Oleh karena itu, hal demikian perlu untuk disampaikan kepada organisasi-organisasi di luar dari organisasi Kristen yang terus berjuang untuk menjunjung tinggi nilai-nilai budaya di Negara Kesatuan Republik Indonesia. (A. L. Malo)

  • Didukung Yayasan Anugerah Amal Kasih dan GBI Tamas Harapan Indah, Ibadah KKR Yayasan Pelangi Kasih Tunanetra Berjalan Sukses

    Didukung Yayasan Anugerah Amal Kasih dan GBI Tamas Harapan Indah, Ibadah KKR Yayasan Pelangi Kasih Tunanetra Berjalan Sukses

    KOTA BEKASI, WARTANASRANI.COM – Didukung GBI Taman Aster dan Yayasan Anugerah Amal Kasih (A2K), Yayasan Pelangi Kasih Tunanetra menggelar Ibadah perdana tahun 2022, hari ini, Sabtu (15/01/2022), di GBI Taman Aster Bulevar Hijau, Kota Harapan Indah, Kota Bekasi. Ibadah yang berlangsung penuh sukacita ini, menjadi ibadah perdana yang dilaksanakan secara onsite (tatap muka langsung) oleh Yayasan Pelangi Kasih Tunanetra dengan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

    Dewan Pembina, Pdt. Efraim saat menyampaikan khotbah dalam Ibadah KKR Yayasan Pelangi Kasih

    Menurut Ketua Dewan Pengawas, Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th., selama ini pertemuan pengurus dan anggota Yayasan Pelangi Kasih Tunanetra dilaksanakan secara online dikarenakan pandemi. Oleh karena itu, dengan ibadah tatap muka ini, semua merasa Bahagia dan bersyukur bisa saling menyapa dan berbagi cerita bagaimana menjalani kehidupan di tengah-tengah pandemi Covid.19.

    “Rasa syukur dan bahagia terpancar dari wajah seluruh pengurus dan anggota karena bisa kembali beribadah secara onsite”, ungkap Gembala GBI Taman Aster ini.

    “Kami bersyukur karena Tuhan Yesus baik. Setelah sekian lama beribadah secara online, hari ini, bertepatan dengan HUT GBI Taman Aster ke 17 tahun dan didukung oleh Anugerah Amal kasih (A2K), pengurus dan anggota Yayasan Pelangi Kasih Tunanetra bisa beribadah dan saling menyapa, saling berbagi cerita bagaimana pertolongan, perlindungan dan berkat Tuhan yang mereka alami dalam menjalani kehidupan di tengah-tengah pandemi Covid-19”, ungkap Gembala GBI Taman Aster ini lagi.

    Lebih lanjut, Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th menyampaikan terima kasih dan berharap kerjasama yang selama ini terjalin antara Yayasan Pelangi Kasih Tunanetra, Anugerah Amal Kasih dan GBI Taman Aster Harapan Indah terus berlanjut untuk kemuliaan Tuhan.

    “Saya berharap, kerjasama yang terjalin antara Yayasan Pelangi Kasih, Anugerah Amal kasih dan GBI Taman Aster akan terus berlanjut. Karena gereja, persekutuan dan Yayasan-yayasan pelayanan Kristen memang harus bersatu dalam menuntaskan amanat agung Tuhan Yesus”, terang Dosen STT Bethesda ini.

    “Bagi anggota Yayasan Pelangi Kasih tunanetra, tetap semangat karena tahun ini adalah tahun Kesehatan rohani dan pasti akan terjadi mujizat bagi setiap orang percaya. Kesembuhan secara jasmani dan rohani pasti akan terjadi, karena Tuhan Yesus selalu bersama dengan kita. Mari kita tetap bertahan dan sabar meskipun pandemi masih belum berakhir. Sekali lagi saya mengajak semuanya untuk tetap setia kepada Tuhan dalam segala hal, dan pasti Tuhan selalu menyertai kita”, terangnya lagi.

    Sementara itu dalam Ibadah KKR, Pdt. Efraim dalam khotbahnya mengingatkan semua yang hadir untuk tetap bertahan sekalipun menghadapi situasi dan kondisi yang sulit di akhir zaman ini. Bertolak dari Injil Matius 24:13, Pembina Yayasan Pelangi Kasih Tunanetra ini mengungkapkan bahwa orang percaya harus bertahan dalam iman, bertahan dalam kasih dan bertahan dalam kesetiaan.

    “Pertama, kita harus bertahan dalam iman, dan orang yang bertahan dalam iman harus memiliki bukti yaitu ketaatannya pada firman Tuhan. Kedua, kita harus bertahan dalam kasih. Orang yang bertahan dalam kasih akan memiliki sikap untuk mengampuni sekalipun disakiti. Ketiga, kita harus bertahan dalam kesetiaan. Tetap mengiring Yesus sampai selama-lamanya”, tegas Pdt. Efraim.

    Adapun Ketua Yayasan Pelangi Kasih Tunanetra, dalam sambutannya yang diawali dengan yel-yel Yayasan Pelangi Kasih, Arwin Daniel Pandaleke, S.Th., mengungkapkan rasa syukur dan berterima kasih atas terselenggaranya Ibadah perdana di tahun 2022.

    “Bersyukur kepada Tuhan, kita bisa bersama-sama diawal tahun 2022 ini untuk beribadah secara tatap muka langsung. Pertemuan ini pasti mengobati rasa rindu kita semua”, tuturnya disambut tepuk tangan semua yang hadir.

    “Terima kasih kepada bapak/ibu/saudara-saudara semua yang sudah hadir dalam ibadah perdana hari ini. Terima kasih kepada Pak Paul buat tempatnya, waktunya dan perhatiannya terhadap kami Pelangi kasih. Selamat ulang tahun juga buat GBI Taman Aster yang ke 17 tahun, Tuhan Yesus memberkati pelayanan Bapak, Keluarga, dan pelayanan di GBI Taman Aster”, tuturnya lagi.

    Dalam sambutan Ketua Dewan Pembina, Pdt. Hanny Ratu, selain menyampaikan rasa syukur dan terima kasih, ia mengingatkan Kembali seluruh anggota Yayasan Pelangi Kasih untuk tetap bertahan dan bersatu.

    “Kita tidak akan luput dari persoalan-persoalan dunia, tapi kita harus bertahan sesuai khotbah tadi. Marilah kita mau bertahan, kita mau bersatu, karena bila bertahan sendiri, kita tidak kuat. Itu sebabnya ada wadah seperti ini (Yayasan Pelangi Kasih, kita mau bersama-sama dan saya percaya kalau kita bersama-sama kita akan kuat bertahan”, tegasnya.

    Dalam rangkaian acara ini, tampak hadir pengurus WBI Korwil Barat dan Mahasiswa STT Bethesda Bekasi yang membantu melayani dan mendukung suksesnya acara ini. Ramah tamah, penyerahan sembako dan diakonia menjadi bagian akhir dari acara Ibadah perdana Yayasan Pelangi Kasih Tunanetra di awal tahun 2022. (RSO)

    Foto saat pembagian paket sembako dan Ulang Tahun GBI Tamas ke 17

  • BPD Bekasi GBI Gelar Fellowship, Penguatan Organisasi dan Pelantikan Panitia SMD III Khusus Gembala

    BPD Bekasi GBI Gelar Fellowship, Penguatan Organisasi dan Pelantikan Panitia SMD III Khusus Gembala

    KOTA BEKASI, WARTANASRANI.COM –  Sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah dan penyertaan Tuhan dalam pelayanan di tahun 2021, Badan Pengurus Daerah Bekasi Gereja Bethel Indonesia menggelar acara Fellowship dan Penguatan Organisasi di GBI BTC City CGV, Bekasi Timur, Kota Bekasi, tempat penggembalaan Pdm. Yulius Indro Adi, Hari ini, Jumat (07/01/2022).

    Ketua BPD Bekasi GBI, Pdt. Sahala Nainggolan, M.Th saat menyampaikan Renungan Singkat

    “Acara ini tidak sekedar fellowship biasa, tetapi ada acara penting lainnya, yaitu penguatan organisasi yang akan disampaikan oleh Ketua BPD Bekasi GBI, Pdt. Sahala Nainggolan, M.Th untuk mempersiapkan diri menghadapi Rakerda 3 dan SMD khusus gembala tahun 2022”, tutur Sekretaris BPD Bekasi GBI, Pdt. Stefanus Karsten, S.Th saat membacakan agenda kegiatan diawal acara.

    Hal yang sama ditegaskan Ketua BPD Bekasi GBI, Pdt. Sahala Nainggolan, M.Th sebelum menyampaikan khotbah singkatnya. Menurutnya, penguatan organisasi menjadi acara penting dalam fellowship yang diselenggarakan BPD Bekasi GBI.

    “Ada hal yang penting yang akan kita kerjakan hari ini, yaitu tentang penguatan organisasi, supaya  organisasi kita semakin kuat, semakin solid antar pengurus Perwil 1 sampai 7 , seluruh staf BPD juga semakin  kuat”, ungkapnya.

    Sementara itu, dalam khotbah singkatnya, Pdt. Sahala Nainggolan, M.Th., mengingatkan seluruh staf BPD dan Pengurus Perwil 1-7 yang hadir untuk tidak iri pada keberhasilan orang, seperti apa yang dilakukan oleh Raja Saul kepada Daud.

    “Saul adalah tipe orang yang jiwanya sakit. Dia gak suka melihat orang berhasil. Dia gak suka lihat orang lain lebih dari pada dia. Saya berharap, spirit seperti ini dijauhkan Tuhan kiranya dari diri kita! Tuhan mau pakai kita sesuai kapasitas kita masing-masing. Tuhan mau pakai kita sesuai dengan panggilan  kita masing-masing. Mungkin saat ini, Tuhan percayakan kita sebagai staf BPD, next nya mungkin tidak, karena ada generasi yang baru yang akan muncul. Generasi milenial yang akan memimpin”, tegas Ketua BPD Bekasi GBI.

    “Saya berharap, spirit seperti Saul ini tidak ada dalam diri kita. Dia memulai dengan baik dari roh, tapi dia mengakhirinya dengan daging”, tegas Ketua BPD Bekasi GBI ini lagi.

    Sebelum acara penguatan organisasi, Ketua BPD Bekasi  GBI melantik Panitia Sidang Majelis Daerah III Badan Pekerja Daerah Bekasi Gereja Bethel Indonesia dengan susunan sebagai berikut:

    PENANGGUNG JAWAB : BPD Bekasi GBI; PENASEHAT : Pdt. M.S. Tamba, S.Th., S.Pd., Pdt. Sahala Nainggolan, M.Th; KETUA : Pdt. Danang Andrianto, S.Th; WAKIL KETUA : Pdm. Nurtjahja; SEKRETARIS : Pdt. Stefanus Karsten, M.Th; BENDAHARA : Pdm. Antonius Toni; BIDANG-BIDANG : Kesekretariatan : Pdp. Ribka Saari, S.Th dan Pendaftaran-Name Tag; Peralatan dan Materi Sidang : Pdm. Kristanto Wahyu Irawan, S.Th; Acara dan Ibadah : Pdm. Agus Tantri; Multimedia / Sound System : Pdp. Rinaldi Ananta Keliat, Nefo Tombeng; Dokumentasi / Buku Acara : Pdm. Ronald Stevly Onibala, M.Pd.K., M.Th; Akomodasi / Perlengkapan : Pdm. Rudi Sutanto, S.Th dan Dekorasi; Konsumsi / Hospitality : Pdm. Candra Dewi (WBI); Kesehatan : Pdp. dr. Silaen; Doa / Usher-Kolektan : Pdm.Tonny Hutabarat; Ijin/Parkir / Keamanan : Pdt. Welem Doko, M.Th; Humas/ Publikasi : Pdm. Hangky Mamangge, M.Th.

    Setelah doa pelantikan, dilanjutkan dengan acara penguatan organisasi yang disampaikan langsung oleh Ketua BPD Bekasi GBI. Ada juga sesi tanya jawab dari peserta kepada Ketua BPD Bekasi. Pada bagian akhir acara diisi foto bersama dan ramah tamah. (RSO)

  • PENGURUS RW 10 CAKUNG BARAT SAMPAIKAN TERIMA KASIH ATAS FASILITAS OLAHRAGA YANG DIBANGUN PEMPROV DKI JAKARTA

    PENGURUS RW 10 CAKUNG BARAT SAMPAIKAN TERIMA KASIH ATAS FASILITAS OLAHRAGA YANG DIBANGUN PEMPROV DKI JAKARTA

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Ketua RW 10 Cakung Barat Patongai Said, sebagai pihak kedua, menerima fasilitas lapangan Olahraga Basket untuk warga RGTC Jatisari Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung dari pihak pertama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diwakili oleh Kepala Suku Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Administrasi Jakarta Timur Bapak Suyoto, Hari ini, Kamis (30/12/2021).

    Menurut Suyoto, terpilihnya RGTC sudah melalui proses sebagaimana mestinya dan ia berharap lapangan olahraga basket ini bermanfaat bagi warga, istimewanya bisa melahirkan anak-anak muda yang berprestasi di bidang olahraga.

    “Pada saat ada usulan kami klarifikasi, kami observasi, kami cek lokasi, kami cek ke lapangan apakah layak atau tidak, benar atau tidak, prioritasnya seperti apa, pemanfaatannya seperti apa, kita juga cek asetnya milik siapa? Kebetulan di tipar cakung RW 10 mengajukan perbaikan lapangan melalui asmas tahun 2019 dan alhamdulilah hari ini, di tahun 2021 telah terpenuhi”, terangnya.

    “Mudah-mudahan bermanfaat untuk warga dan aktifitas warga. Minimal tumbuh anak-anak yang kreatif, anak-anak yang berprestasi di bidang olah raga, anak-anak yang bisa menyatukan antar blok, bisa terakomodir kegiatannya. Mudah-mudahan dengan dibangunnya fasilitas olahraga Basket ini, bisa lebih mempererat tali silaturahim antar warga, antar masyarakat yang ada di Rusun Griya Tipar Cakung, tepatnya di RW 10 Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung ini. Dan mari kita jaga, kita pelihara fasilitas ini dengan baik”, terangnya lagi penuh harap.

    Sementara itu, Lurah Cakung Barat yang hadir langsung menyaksikan serah terima Lapangan Terbuka Oleh Kasudin Pemuda dan Olahraga Kota Administrasi Jakarta Timur Kepada Pengurus RW 10 Kelurahan Cakung Barat, menyampaikan terima kasih dan berharap, keberadaan lapangan olahraga ini bisa mempererat tali silaturahmi antar warga di RGTC.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada Kasudin olahraga Jakarta timur  yang mudah-mudahan dengan adanya  lapangan ini, dapat mempererat tali silaturahmi. Pada intinya kan buat interaksi warga. Jadi antar warga per blok per rt bisa bersatu disini, bisa berkomunikasi sehingga terjalin komunikasi yang baik. Komunikasi yang baik kan, akhirnya mempererat akan mempersatukan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan”, ungkap Rahmat Arif, S.IP.

    “Mungkin harapan kita semua Jakarta aman sehat sesuai pesan Pak Gubernur, dengan  motto,  ‘Maju kotanya, Bahagia warganya’. Nah, itulah harapan dari kami, mudah-mudahan dengan penyerahan ini warga masyarakat bisa memelihara, sehingga dapat digunakan siapapun, karena pemeliharaannya secara rutin”, ungkap Rahmat Arif lagi.

    Adapun Ketua RW 10 sebagai pihak kedua yang mewakili warga menerima Lapangan Terbuka Oleh Kasudin Pemuda dan Olahraga Kota Administrasi Jakarta Timur, menyampaikan harapan lahirnya bibit-bibit atlit nasional dari anak-anak muda RGTC.

    “Dengan adanya lapangan ini saya berharap, anak-anak muda yang ada kegiatan-kegiatan sore disini dapat bermain basket dan mudah-mudahan ada bibit-bibit atlit nasional dari sini”, harap Patongai Said.

    Hal yang sama disampaikan Ibu Joice Ester Raranta, M.Th., Bendahara RW 10. Menurut kandidat Doktor ini, bukan hal yang tak mungkin, kehadiran lapangan olahraga yang baik di RGTC bisa melahirkan atlit-atlit nasional.

    “Seperti apa yang sudah dikatakan pak RW tadi, harapan akan ada bibit-bibit atlit nasional dari warga rusun bukanlah hal yang mustahil. Bila fasilitas ini dimanfaatkan dengan baik, difungsikan semaksimal mungkin, tentu bisa melahirkan atlit-atlit yang berprestasi di tingkat nasional dari rusun RGTC”, tutunya.

    “Tentu dalam bidang olahraga dan sebelum pandemi kemarin, kami sudah buktikan bahwa anak-anak yang ada di RGTC ini adalah anak-anak yang berprestasi dalam berbagai jenis olah raga”, tutur ibu yang sangat aktif di berbagai organisasi ini lagi.

    Joice juga menyampaikan rasa syukur dan harapannya, bahwa bantuan pemerintah akan terus berlanjut untuk warga RGTC.

    “Sebagai bendahara RW yang baru, saya bersyukur kepada Tuhan, karena apa yang sudah diperjuangkan warga selama ini pada akhirnya bisa terealisasi. Tentunya kami berharap bahwa bantuan ini, yang sudah diberikan pemerintah lewat dinas olah raga tidak berhenti disini, tetapi apa yang sudah diberikan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga RGTC dan tentu juga bukan berarti yang pertama dan terakhir, tetapi berharap kedepannya masih ada bantuan-bantuan yang lain yang bisa dikucurkan oleh pemerintah demi warga RGTC apalagi dalam hal-hal olahraga, pelayanan Kesehatan dan lain sebagainya”, terang Waketum PDRIS ini

    “Saya juga mengapresiasi pengurus RW yang lalu, Bapak Tommy Turangan, SH.,  yang sudah berusaha berjuang memberikan pengajuan sehingga lapangan basket ini dapat direnovasi oleh pemerintah”, terang Joice lagi

    Selain lapangan basket, Bendahara RW ini juga berterima kasih atas beragam fasilitas yang telah diberikan pemerintah untuk warga RGTC.

    “Kami juga bersyukur ada beragam fasilitas yang disediakan untuk warga RGTC diantaranya Busway gratis untuk warga, klinik untuk orang sakit, ada juga ambulance, sarana olaharga yang memadai, terus ada kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler untuk anak-anak disini, ataranya; pelatihan komputer dan Bahasa inggris. Ini fasilitas yang ada disini yang diberikan pemerintah untuk warga rusun”, terang Joice penuh syukur.

    Tak ketinggalan, Sekretaris RW 10, Bapak Ronny Rumbayan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas rehab lapangan Basket yang disetujui oleh Pemerintah DKI Jakarta, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Administrasi Jakarta Timur.

    “Kami warga rusun di RGTC Tipar Cakung ini bersyukur karena disetujuinya rehab lapangan basket. Memang pengajuannya sudah beberapa tahun lalu, dan ditunggu-tunggu, akhirnya terealisasi. Kami sebagai warga mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah DKI Jakarta, khususnya dinas pemuda dan olahraga yang ada di Jakarta Timur akan terealisasinya rehab lapangan basket ini”, tuturnya.

    “Kami yakin, kenapa direalisasikannya rehab lapangan basket ini, karna sala satu faktornya adalah ketertarikan warga atas olah raga di rusun RGTC ini yang begitu banyak. Memang minatnya sangat tinggi, bahkan disetiap perayaan-perayaan hari besar khususnya, 17 agustus kita mengadakan lomba dan ketertarikan dari seluruh warga memang sangat serius. Mungkin ini salah satu faktornya”, tuturnya lagi.

    Sekretarsi RW ini juga berharap, pengajuan fasilitas olahraga tenis meja yang diajukan bisa direalisasikan. “Adalagi yang sudah saya ajukan tadi mengenai perbaikan tempat permainan tenis meja, dan sudah di setujui, di acc pak kasudin untuk diajukan proposal”, sebut Ronny Rumbayan penuh harap.

  • Pdt Jason Balompapueng Himbau Umat Kristen di Seluruh Pelosok Taati Prokes dan Menunjukkan Perdamaian di Hari Natal

    Pdt Jason Balompapueng Himbau Umat Kristen di Seluruh Pelosok Taati Prokes dan Menunjukkan Perdamaian di Hari Natal

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Natal tahun 2021 ini dirayakan dengan suasana agak berbeda lantaran pandemi Covid-19 yang belum usai ditambah dengan adanya beberapa daerah di wilayah Indonesia yang terkena bencana dan keterbatasan lainnya seperti di Papua maupun daerah-daerah lainnya di Indonesia.

    Lalu bagaimana sikap umat dalam menyikapi perayaan Natal tahun ini, Pdt Jason Balompapueng Ketua umum Persekutuan Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI), saat dihubungi media Pdt. Jason terlebih dahulu mengucapkan selamat Natal 2021 dan menyongsong tahun baru 2022 kepada seluruh umat Kristiani di seluruh Indonesia. Selanjutnya berbicara perayaan Natal tahun ini masih dalam kondisi ancaman Covid-19, Jason meingingatkan bagi seluruh gereja dan jemaat untuk tetap mengedepankan dan menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat merayakan Natal.

    “Sebagai umat Kristiani saya mengajak umat untuk tetap melaksanakan perayaan sesuai anjuran pemerintah, tentu dengan mengacu pada peraturan di daerah masing-masing”, tukasnya serius.

    Sebagai ketua umum PGPI Jason menegaskan sesuai tema Natal yang diangkat oleh PGPI bahwa Masa depan itu sungguh ada Amsal 23 ayat 18. Kenapa masa depan itu sungguh ada karena memang Allah itu ada, Dia ada di saat berkumpul dua atau tiga orang menyebut namaNya. Maka diyakini dalam merayakan Natal ini Dia pasti hadir, dengan Dia hadir hati kita berkobar-kobar untuk melayani Tuhan bersama-sama karena itu pesan Allah.

    Saat Tuhan hadir lanjut pendeta yang ramah ini, maka saat jeritan dan tetesan air mata maka Dia kan hadir mendengar seruan minta tolong umat Tuhan, bahkan karena kasihnya Dia selalu hadir dimanapun ketika umatnya dalam kondisi apapun.

    Sedangkan bagi saudara-saudara umat Kristen yang ada di kantong-kantong Kristen seperti di Papua, Pdt Jason mengatakan bagi saudara-saudara yang merayakan Natal di Papua, Allah tetap hadir dan perayaan Natal agar dapat terselenggarakan dengan damai serta penuh dengan suasana keharmonisan. Jikapun masih ada sedikit banyak permasalahan, umat Kristiani dapat berhenti sejenak untuk merasakan kasih Kristus dalam suasana Natal ini. Karena sesuai pesan dan ajaran Tuhan Yesus sendiri untuk tetap senantiasa berdoa dan mengasihi semua orang.

    “Untuk umat Kristen di Papua maupun daerah-daerah lainnya, saya berharap agar pada momen Natal ini untuk selalu menunjukan kasih Tuhan kepada sesama, karena kita ini satu bangsa dan satu saudara di dalam satu negara dan bangsa yaitu Indonesia, sehingga dengan kasih Natal ini, biar semua masyarakat Indonesia tahu bahwa damai sejahtera Natal boleh ada bagi seluruh rakyat Indonesia”, himbau pendeta yang juga menggembalakan di GBI wilayah Jakarta Utara ini.

    Hari Natal ini Allah berserta kita, senang ataupun susah dalam kekurangan dan kelebihan Dia juga ada dalam cita-cita kerinduan keberhasilan dan semua mimpi-mimpi kita. Natal akan membawa hari esok yang lebih baik sebab Allah hadir dan karena Allah juga turut bekerja dalam segala kehidupan untuk mendatangkan segala kebaikan bagi orang yang percaya kepadanya.

    Oleh karenanya atas nama pengurus pusat PGPI mengajak kepada seluruh sinode gereja-gereja di Indonesia dan seluruh umat Kristen Indonesia saat merayakan Natal kali ini, masih ada saudara-saudara kita yang sedang mengalami berbagai bencana seperti banjir dan gunung meletus, Jason yakin karena Allah juga hadir disana di mana terjadi bencana kiranya Tuhan turun tangan meringankan akan kesusahan saudara-saudara kita, apapun agama dan keyakinannya. Kemudian di moment Natal ini, Jason mengajak semua pihak untuk bersama-sama turun untuk membantu meringankan beban saudara-saudara yang dalam kondisi terkena bencana.

    Terakhir, Pdt Jason mengajak seluruh jemaat untuk tetap berdoa agar Tuhan menolong dan mengeluarkan saudara-saudara tersebut dalam kesesakan karena bencana. Dengan Natal tahun ini siapapun juga bisa merasakan pertolongan dari Tuhan. Untuk itu bagi saudara-saudara yang merayakan Natal sebisa mungkin menyisihkan bantuan untuk saudara-saudara yang terdampak bencana.

  • STT BETHESDA GELAR IBADAH NATAL DAN PENUTUPAN PERKULIAHAN SEMESTER GANJIL TA 2021-2022

    STT BETHESDA GELAR IBADAH NATAL DAN PENUTUPAN PERKULIAHAN SEMESTER GANJIL TA 2021-2022

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Mengambil tema, “Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan”, Sekolah Tinggi Teologi Bethesda Bekasi menggelar Ibadah Perayaan Natal 2021 sekaligus Ibadah Penutupan Semester Ganjil yang dihadiri oleh fungsionaris, dosen dan mahasiswa-mahasiswi STT Bethesda Bekasi. Dilaksanakan dengan protokol Kesehatan Covid-19, Ibadah berlangsung sederhana namun khidmat di Gereja Bethany Taman Harapan Baru Bekasi, Sabtu (18/12/2021).

    Ketua STT Bethesda Bekasi, Dr. Orpa Luas, M.Th saat memberikan sambutan dan menutup perkuliahan semester ganjil tahun akademik 20212-2022

    Dalam sambutannya, Ketua STT Bethesda, Dr. Orpa Luas, M.Th menyampaikan syukur atas pertolongan Tuhan sehingga STT Bethesda Bekasi dapat melaksanakan Ibadah Natal dan Penutupan Perkuliahan Semester Ganjil. Ketua STT Bethesda ini juga mengapresiasi kerja Panitia Pelaksana Natal.

    “Hari ini, kita perlu menaikkan syukur yang tak terhingga kepada Tuhan Yesus Kristus, karena kita diperkenankan Tuhan untuk mengadakan Natal sekaligus penutupan perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2021/2022”, ungkapnya.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada Panitia yang sudah bekerja keras untuk suksesnya penyelengaraan Ibadah Natal dan Penutupan Semester tahun ini”, ungkapnya lagi.

    Setelah sambutan dan pembacaan laporan tahunan oleh Waket 1 Bidang Akademik, Ketua STT Bethesda secara resmi menutup Perkuliahan Semester Ganjil tahun akademik 2021/2022.

    “Bapak Ibu fungsionaris, para dosen, mahasiswa-mahasiswi yang saya kasihi, dengan berakhirnya perkuliahan kita di semester ganjil tahun akademik 2021-2022, maka hari ini, saya tutup seluruh rangkaian perkuliahan, di dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Amin!”, sebut Dr. Orpa Luas, M.Th disambut tepuk tangan semua yang hadir.

    Sebelumnya, Wakil Ketua 1 Bidang Akademik Ronald Stevly Onibala, M.Pd.K., M.Th melaporkan berbagai kegiatan yang telah dilakukan STT Bethesda sesuai Kalender Akademik 2021.

    “Seluruh rangkaian kegiatan STT Bethesda Bekasi sesuai Kalender Akademik 2021, dapat berjalan dengan baik, kita percaya, semua ini karena kasih dan pertolongan Tuhan Yesus Kristus untuk Kampus yang kita kasihi STT Bethesda,” tuturnya.

    “Dalam rangkaian proses perkuliahan di semester ganjil, dimulai tanggal 4 Agustus sampai dengan 3 Desember 2021 telah diikuti oleh 99 mahasiswa aktif (semester 1, 3, 5 dan 7) Program S1, baik Prodi Teologi maupun PAK. Adapun jumlah dosen pengampu mata kuliah, 23 dosen, baik dosen tetap maupun tidak tetap, dengan 48 mata kuliah. Semua sudah berjalan dengan baik!”, tuturnya lagi penuh syukur.

    Selain laporan kegiatan akhir tahun, Waket 1 Akademik menyampaikan beberapa pengumuman penting terkait perkuliahan semester genap yang akan dimulai pada tanggal 31 Januari 2022 dan dibentuknya Tim Promosi STT Bethesda tahun 2022 yang diketuai Dr. Jumalintong Sihombing, M.Th.

    Pujian Panitia Natal dan Penutupan Semester STT Bethesda Bekasi

    Sementara itu, dalam khotbah Natal, Pdt. Kalfin Sinain, M.Th mengingatkan pentingnya orang percaya untuk hidup seperti Kristus, sehingga mampu menjabarkan kasih Persaudaraan sesuai tema Natal.

    “Untuk bisa membangun Persaudaraan sesuai tema Natal, maka orang Kristen harus menjadi pelaku firman. Perkataan, tindakan dan perbuatan atau perilaku kita harus seperti Kristus”, tegasnya.

    “Terkadang kita mudah mengatakan, ‘saya anak Tuhan… saya orang Kristen… saya hamba Tuhan’, tapi apakah kita mempraktekkan perilaku, karakter kita sama seperti Kristus atau tidak!”, tegasnya lagi.

    Pada akhirnya, Pdt. Kalfin Sinain menyatakan bahwa cinta kasih Kristus harus menjadi dasar yang menggerakkan persaudaraan.

    “Saya memahami bahwa kalau kita benar-benar mengasihi sesama kita, membangun persaudaraan, itu bukan karena kita mampu, tetapi karena cinta kasih Kristus yang menjadi penggerak utama, yang membuat kita bisa membangun relasi yang baik dengan sesama. Sehingga kita tidak lagi melihat latar belakang suku bangsa dan lain sebagainya”, tegasnya.

    “Kesimpulan saya adalah, perayaan natal 2021 ini mengingatkan kita; pertama, cinta kasih Kristus menggerakkan hati kita untuk saling mengasihi sesama kita dengan mengamalkan kasih persaudaraan; kedua, cinta kasish Kristus yang menggerakkan kita untuk mengasihi sesama kita dengan mengamalkan dan memperkuat kasih persaudaraan dengan sungguh-sunggu; ketiga, cinta kasih Kristus yang menggerakkan kita untuksaling mengasihi dengan segenap hati sebagai bukti persaudaraan. Lakukanlah ketiga hal tersebut!”, tegasnya lagi mengakhiri khotbahnya.

    Penyalaan lilin natal, pujian natal fungsionaris dan dosen, pujian panitia Natal dan foto bersama mewarnai rangkaian Ibadah Natal 2021 dan penutupan semester ganjil  STT Bethesda Bekasi tahun akademik 2021-2022. (RSO)