Category: Ragam

  • Menteri Agama: Jangan Ragu Ikuti Vaksinasi Covid-19 Untuk Melindungi Diri Dan Sesama Dari Wabah Virus Korona

    Menteri Agama: Jangan Ragu Ikuti Vaksinasi Covid-19 Untuk Melindungi Diri Dan Sesama Dari Wabah Virus Korona

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengajak seluruh umat beragama di Indonesia untuk tidak ragu mengikuti vaksinasi Covid-19. Keikutsertaan masyarakat dalam program vaksinasi secara gratis tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk melindungi diri dan sesama dari wabah virus korona.

    Hal itu disampaikan Yaqut saat memberikan keterangan pers bersama Ketua Satgas Penanganan Covid-19 selepas menyaksikan ketibaan 15 juta bahan baku vaksin Covid-19 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Selasa, 12 Januari 2021.

    “Saya ingin meminta kepada seluruh umat beragama yang sesuai dengan kriteria dan syarat kesehatan yang ditentukan agar jangan ragu mengikuti vaksinasi Covid-19 apabila nanti gilirannya sudah tiba,” ucapnya.

    Menag menegaskan, vaksinasi tersebut bukanlah obat, melainkan upaya pencegahan yang tetap harus diikuti dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Upaya vaksinasi tersebut juga merupakan ikhtiar pemerintah sebagai wujud kecintaan kepada warga negara dan bangsa Indonesia.

    Lebih jauh, Yaqut juga menerangkan bahwa vaksin Covid-19 dari perusahaan Sinovac yang akan digunakan tersebut telah memiliki fatwa suci dan halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, vaksin tersebut juga telah melalui uji klinis dan saintifik lainnya yang dibuktikan dengan telah dikeluarkannya izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

    “Artinya vaksin ini dapat digunakan seluruh umat Islam selama terjamin keamanannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten,” tandasnya.

  • MURFATI LIDIANTO INGATKAN MASYARAKAT UNTUK HATI-HATI DALAM BERMEDSOS

    MURFATI LIDIANTO INGATKAN MASYARAKAT UNTUK HATI-HATI DALAM BERMEDSOS

    KOTA BEKASI, WARTANASRANI.COM – Akhir-akhir ini banyak informasi atau berita palsu “hoax” bermunculan di media sosial dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Ketidakdewasaan dalam berbagi informasi dan kurangnya akan pengetahuan tentang IT menjadikan berita Hoax bertebaran dimana – mana yang menciptakan keresahan, kegaduhan, pertikaian dan sebagainya. Menyikapi hal ini, Anggota DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto, SE., M.A., kembali mengingatkan masyarakat untuk hati-hati dalam bermedsos.

    “Sangat disayangkan, akhir-akhir ini isu hoax kembali naik. Ditengah ramainya pemberitaan terkait pandemi Covid-19, masih saja ada oknum tertentu yang menyebarkan informasi bohong yang membuat masyarakat resah dan percaya dengan berita tersebut,” ungkap Murfati.

    “Bila kita kurang berhati-hati dalam menyaring sebuah informasi, maka kita akan mudah termakan tipuan hoax tersebut. Bahkan kita juga mungkin terpengaruh ikut-ikutan dalam menyebarkan berita hoax dan berita bohong itu, sehingga ada pihak yang merasa dirugikan. Nah, kalo pihak yang dirugikan menuntut, maka kita yang menyebarkan, bisa kena Undang-Undang ITE dengan ancaman enam tahun penjara,” ungkap Murfati lagi.

    Anggota Dewan dari Fraksi Gerindra inipun mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan kritis dalam menerima setiap informasi. Menurutnya, ada langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghindari hoax sekaligus membantu menghentikan penyebarannya di media sosial.

    “Perhatikan judul informasi dan sumber berita. Langkah Ini perlu kita lakukan karena beberapa oknum sering memasang judul yang menjebak, artinya menarik masyarakat agar membacanya. Berita palsu biasanya memiliki judul yang mengejutkan agar membuat rasa penasaran. Isi kontennya pun biasanya terlihat provokatif dan memanfaatkan isu-isu yang sedang tren. Seperti isu penyebaran Covid-19 saat ini mulai banyak oknum-oknum yang memanfaatkan dengan menciptakan berita bohong,” terang Murfati Lidianto.

    “Kemudian, periksa sumbernya, apakah dari situs resmi dan terpercaya atau tidak! Apabila informasi berasal dari situs-situs media sosial dan web yang belum dapat dipercaya, segera mengecek ke situs-situs lainnya,” terang Murfati lagi.

    Melihat hoax bermacam-macam bentuknya dan salah satunya berupa foto dan video, maka memeriksa foto dan video adalah langkah yang juga harus dilakukan masyarakat.

    “Sama halnya dengan tulisan, hoax bentuk foto dan video yang Anda terima jangan langsung mempercayai begitu saja. Terkadang oknum juga mengedit sebuah foto dan video sebelum menyebarkannya di media sosial,” sebut Murfati.

    “Sekarang ini, kita bisa cek keaslian dari berita foto dan video dengan memanfaatkan teknologi fitur dari Google Images dengan tautan images.google.com,” sebut Murfati lagi menambahkan.

    Pada akhirnya, Murfati menghimbau masyarakat untuk melaporkan ke kementerian komunikasi dan informatikan jika menemukan berita hoax.

    “Apabila masyarakat menemukan berita hoax, sebaiknya segera melaporkan konten tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Informatika agar berita hoax segera ditindak tegas,” pesannya.

  • Pdt. Dr. Ir. Rachmat T. Manullang, M.Si., PIMPIN SIDANG SENAT TERBUKA SEKOLAH TINGGI TEOLOGI LETS Lighthouse Equipping Theological School

    Pdt. Dr. Ir. Rachmat T. Manullang, M.Si., PIMPIN SIDANG SENAT TERBUKA SEKOLAH TINGGI TEOLOGI LETS Lighthouse Equipping Theological School

    WARTANASRANI.COM, KOTA BEKASI – Bertempat di kampus STT LETS di Grha Rhema Bekasi Barat, hari Sabtu 31 Oktober 2020 pagi, STT LETS menyelenggarakan Wisuda dengan memperhatikan Protokol Kesehatan yang disyaratkan pemerintah.

    Wisuda tahun ini adalah Wisuda ke 11 (sebelas) untuk Program Studi Strata Satu Teologi, Wisuda ke 5 (lima) bagi Program Pascasarjana Strata Dua Teologi dan Wisuda ke 2 (dua) Program Studi Strata Satu Pendidikan Agama Kristen. Seluruh Prodi telah mendapat Akreditasi dari BAN PT

    Sidang senat terbuka dipimpin oleh Pdt. Dr. Ir. Rachmat T. Manullang, M.Si. selaku Ketua Sekolah Tinggi Teologi LETS. Wisuda mengangkat tema LEADERSHIP IN NEW ERA (Kepemimpinan di Era Baru) didampingi Wakil Ketua, Kaprodi dan Direktur Program Pascasarjana dan para dosen.

    Dalam Pengarahan kepada wisudawan dan hadirin, Rachmat menyatakan bahwa sebagai lembaga Pendidikan Tinggi Keagamaan Kristen dengan ciri khas sebagai Pembaharu, mendidik dan melatih mahasiswa agar memiliki kemampuan sebagai pemimpin yang berkarakter. STT LETS telah berdiri sejak tahun 1999. Telah mengantongi Akreditasi Institusi dari BAN PT.

    Sepanjang tahun dari awal berdiri hingga saat ini semakin berkembang dalam melaksanakan proses pembelajaran dan terus membenahi diri. Sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu proses belajar mengajar, kualitas pengajar mengajar dan sarana prasarana dan sebagainya.

    Diharapkan para wisudawan dan wisudawati agar tidak lekas puas atas apa yang sudah dicapai, tapi teruslah belajar dijenjang yang lebih tinggi lagi. “Belajar menerapkan ke masyarakat teori yang dipelajari di kampus”, tegasnya. Rahmat mengungkapkan telah berada hampir 40 tahun di dunia pendidikan mengharapkan ada regenerasi. “Memang tidak mudah tapi peralihan generasi pasti terjadi”, ungkapnya.

    Wisuda hari ini adalah pengumuman kelulusan resmi dari STT LETS sekaligus pengucapan syukur kepada Tuhan Yesus karena kasih setiaNya.

    Tahun ini Mahasiswa yang diwisuda hari adalah sebanyak 56 orang dari Strata Satu Teologi 30 orang, Strata Satu Pendidikan Agama Kristen 7 orang dan Strata Dua Teologi 19 orang. terhadap mahasiswa Strata 1 Teologi dan Pendidikan Agama Kristen serta Strata 2 Teologi.

    Orasi Ilmiah disampaikan Dr. Jakoep Ezra, DBA, Ph.D. Selaku Wakil Ketua STT LETS, yang juga adalah founder Power Character & Life Transformer menyampaikan Topik 21 Essential Future Leadership, mengupas proses Thinking Skill yakni (1) Conceptual (2) Visionary (3) Strategic (4) Critical (5) Analytical (6) Marticulative (7) Vertical Deep (8) Predictive.

    Doa Pengutusan dilakukan oleh Pdt. Dr. Yerry Rumahlatu, M.Th. selaku Direktur Program Pascasarjana STT LETS

    Wisuda dilakukan secara hybrid, Sebagian mewakili mahasiswa hadir di kampus STT LETS di Grha Rhema Bekasi Barat, sebagian lagi melakukan secara virtual menggunakan Zoom Meeting.

    Kepada Seluruh wisudawan diucapkan selamat menapaki hidup baru dengan menyandang gelar kesarjanaan. Artinya tanggung jawab semakin besar dan semakin memiliki karakter Kristus. Mari terus bertumbuh sebagai Generasi Pembaharu, (Red)

  • Pondok Pesantren Al-Zaytun Kembali Salurkan 1 Ton Beras Untuk Jurnalis Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia

    Pondok Pesantren Al-Zaytun Kembali Salurkan 1 Ton Beras Untuk Jurnalis Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Kasih tidak mengenal syarat latarbelakang suku, ras, maupun agama. Kasih mampu dimanifestasikan menjadi banyak wujud, termasuk rasa kemanusiaan. Rasa kasih dan kemanusiaan itulah yang tampak dari persaudaraan yang terjalin antara keluarga besar Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun dengan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia). Di tengah masa pandemi yang serba sulit, pondok pesantren pimpinan Syaykh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang Al-Zaytun, itu, kembali menjadi saluran berkat bagi para wartawan nasrani dan hamba Tuhan yang tergabung di PEWARNA Indonesia.

    Pada Senin pagi (07/09/2020), pihak Pondok Pesantren Al-Zaytun kembali menyalurkan paket bantuan berupa 1 ton beras dan sejumlah bahan pokok lainnya. Simbolis penyerahan bantuan dilakukan oleh Ustadz Ali Aminullah yang mewakili pihak pondok pesantren, di Kantor Redaksi Majalah Gaharu, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

    Dalam kesempatan itu ustadz Aminullah berkata selaku anak bangsa sudah menjadi kewajiban dari Pondok Pesantren Al-Zaytun untuk berbagi kasih di tengah pandemi yang sedang melanda Indonesia.

    “Saya ditugaskan oleh Syaykh Al-Zaytun untuk menyampaikan bingkisan sebagai tanda cinta kasih kami. Kemanusiaan, yang dikedepankan oleh Syaykh itu adalah kemanusiaan. Jadi Syaykh memahami hari ini semua serba sulit. Kebetulan, Alhamdulillah, kami di pesantren sana baru saja panen jadi kita berbagi dengan sesiapapun sahabat-sahabat sebangsa Indonesia,” ujarnya ramah.

    Meski tengah menjalankan ibadah puasa, pria yang dipercaya sebagai pengurus yayasan Al-Zaytun juga pendidik di sekolah menengah dan Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia itu tetap semangat menempuh perjalanan dari Indramayu ke Jakarta, guna mendukung penyaluran bantuan kepada PEWARNA Indonesia. Dirinya juga berharap dengan ada kegiatan penyaluran bantuan ini kiranya dapat mempererat tali persaudaraan yang sudah ada antara Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun dengan pihak PEWARNA Indonesia.

    “Maka kita tidak melihat perbedaan apapun. Kita ini sama-sama bangsa Indonesia yang ketika ada kesulitan maka kita harus berbagi, sesuai dengan kemampuan kita tentunya. Ya harapan kita adalah ini (bantuan) bisa menjadi manfaat, ya tentunya semakin mengikat tali persaudaraan dalam rangka mengukuhkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” kata Ustadz Aminullah, mantap.

    Sementara itu Ketua Umum Pengurus Pusat PEWARNA Indonesia, Yusuf Mujiono, turut mengucapkan terima kasihnya kepada Syaykh Al-Zaytun dan seluruh jajarannya, atas kepedulian mereka kepada PEWARNA Indonesia sebagai salah satu pihak yang terdampak pandemi Covid-19. Terlebih, telah 3 kali pihak Al-Zaytun menyalurkan bantuan untuk PEWARNA selama masa pandemi berlangsung. Total hampir 3 ton beras dan bahan pangan lainnya yang telah disalurkan Al-Zaytun.

    “Masa pandemi ini tentunya memiliki pengaruh yang besar terhadap keberadaan maupun kinerja wartawan nasrani yang tergabung di PEWARNA Indonesia. Dengan adanya bantuan ini tentu makna dan manfaatnya sangat besar bagi kami. Terima kasih kepada Syaykh Panji Gumilang yang telah begitu perhatian kepada kami, dan mau memberi diri untuk menjadi saluran berkat bagi PEWARNA Indonesia. Puji Tuhan. Doa kami semoga Syaykh berserta jajarannya selalu diberi karunia kesehatan dan di dalam perlindungan Tuhan. Sekali lagi terima kasih,” ujarnya saat ditemui di kawasan Harmoni, Jakarta Utara.

    Pondok Pesantren Al-Zaytun Ma’had Al-Zaytun didirikan oleh Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, di Indramayu, Jawa Barat. Dengan mengusung tagline “Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi serta Pengembangan Budaya Perdamaian”, pondok pesantren yang baru saja merayakan ulang tahun peraknya itu menjadi salah satu barometer pengajaran nilai-nilai toleransi, perdamaian, sekaligus pengamalan nilai-nilai kebangsaan.

    Berdiri di atas lahan seluas 1.200 hektare, Pondok Pesantren Al-Zaytun juga ikut menjadi penggerak bagi lumbung pangan nasional. Secara mandiri, pihak pondok pesantren memproduksi kebutuhan pangan mulai dari beras unggulan, gula, garam, hingga daging ayam berkualitas tinggi. (Gaharu)

  • Webinar: Buku Politik Hukum PK Dan Perlindungan HAM Di Indonesia, Pendapat Ahli Sebagai Novum Karya Dr. Stefanus Roy Rening, SH., MH

    Webinar: Buku Politik Hukum PK Dan Perlindungan HAM Di Indonesia, Pendapat Ahli Sebagai Novum Karya Dr. Stefanus Roy Rening, SH., MH

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Nama Joko Tjandra kembali menuai sorotan publik Tanah Air. Pasalnya, buronan kasus korupsi Bank Bali ini kembali masuk ke Indonesia setelah sempat melarikan diri ke luar negeri sejak tahun 2009 silam. Joko lalu diketahui masuk kembali ke Indonesia guna mendaftarkan upaya Peninjauan Kembali-nya (PK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    Dr. Stefanus Roy Rening, SH., M.H | Penulis Buku, Politik Hukum PK & Perlindungan HAM di Indonesia, Pendapat Ahli Sebagai Novum

    Kasus Joko Tjandra kemudian mengundang perhatian dari masyarakat luas, tak terkecuali dari kalangan praktisi maupun akademisi hukum. Khususnya, terkait upaya PK yang diajukannya.

    Kedudukan PK sebagai salah satu upaya penegakan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) di Tanah Air kemudian dikupas dalam sebuah webinar (seminar daring) bertajuk “Diskusi Buku Hukum: Satu Tahun Peluncuran Buku Politik Hukum PK & Perlindungan HAM di Indonesia, Pendapat Ahli Sebagai Novum”, karya dari Dr. Stefanus Roy Rening, SH., MH. Webinar yang digagas oleh PEWARNA Indonesia bekerja sama dengan Kasimo Institute, DPC-PMKRI Makassar, serta Kantor Hukum RR & Partners ini menghadirkan enam pembicara.

    Selain Roy Rening, diskusi turut dihadiri oleh mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, SH., MH; Ketua Umum PERADI-RBA, Dr. Luhut. M. P. Pangaribuan, SH., L.LM; Dekan Fakultas Hukum UNIKA Atma Jaya Makassar, Dr. Anton Sudirman, SH., M.Hum; Mantan Ketua PBHI, Dr. Syamsudin Rajab, SH., MH; serta politisi yang juga merupakan praktisi hukum, Hermawi. F. Taslim, SH.

    Selain sejumlah pembicara, testimoni terkait penegakan hukum juga diberikan oleh mantan pilot Garuda Indonesia, Polly Carpus; serta Robert Tibo yang merupakan putra dari terpidana mati kasus kerusuhan Poso, Fabianus Tibo.

    Humto Marbun yang didaulat sebagai moderator webinar membuka diskusi dengan memberikan kesempatan kepada Roy Rening selaku penulis buku untuk menyampaikan pandangannya. Buku tersebut merupakan naskah Disertasi yang dirampungkannya saat mengikuti program Doktor Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran.

    “Mengapa buku ini perlu didiskusikan? Sebagai peneliti yang meneliti tentang kasus-kasus PK, memang saya mendapati buku tentang PK ini sangat sedikit di toko-toko buku maupun perpustakaan. Hampir hanya dua atau tiga orang saja yang menulis tentang itu,” ungkap Roy membuka diskusi.

    Ada banyak dorongan mengapa Roy kemudian membukukan disertasinya. Salah satunya, dirinya beringinan agar buah penelitiannya tersebut mampu memperkaya cakrawala mahasiswa dan penegak hukum, khususnya seputar Pendapat Ahli Sebagai Novum pada upaya PK yang diajukan oleh para pencari keadilan.

    “Sehingga memang diharapkan buku ini dapat memperkaya wawasan hukum bagi mahasiswa hukum, lalu yang kedua untuk masyarakat dan para penegak hukum yang memang betul-betul mau memperjuangkan keadilan,” harapnya.

    Lebih lanjut disampaikan Roy, melalui buku itu dirinya menyoroti tidak kurang dari lima kasus besar yang terjadi baik di Indonesia maupun Negeri Belanda. Mulai dari kasus yang menjerat Antasari Azhar, Polly Carpus, Tibo, maupun kasus Joko Tjandra yang saat ini tengah hangat.

    “Dan diharapkan memang masyarakat kalau membaca buku ini, mahasiswa membaca buku ini, menjadi sebuah masukan dalam kerangka yang pertama tentang pemahaman hukum, lalu yang kedua buku ini dapat memberikan masukan bagi politik hukum ke depan agar terjadi yang namanya sinkronisasi hukum di bidang PK,” urainya.

    Sinkronisasi yang dimaksud, lanjut Roy, adalah keberadaan dari 3 Undang-Undang yang mengatur tentang PK. Menurutnya hal tersebut sangatlah krusial bagi masyarakat yang sedang berjuang untuk memperoleh keadilan.

    “Karena ada tiga Undang-Undang yang mengatur tentang PK sekarang ini. Satu, KUHAP, yang Kedua Undang-Undang tentang Kekuasaan Kehakiman, dan Undang-Undang tentang Mahkamah Agung. Tiga Undang-Undang ini semacam ada multi interpretasi, yang sehingga membuat masyarakat sulit sekali dalam memperoleh keadilan,” sorotnya.

    Sementara itu mantan Jaksa serta Ketua KPK, Antasari Azhar, membuka pemaparan dengan mengungkap banyaknya persoalan teknis terkait KUHAP dan PK. Antasari lalu menjelaskan tentang persidangan yang pernah dijalaninya di tahun 2009, atas tuduhan Direktur PT. Rajawali Putra Banjaran. Pada waktu itu dakwaan Penuntut Umum, menurut Antasari, mengatakan bahwa dirinya selaku terdakwa menghendaki kematian korban.

    “Saya (terdakwa) dibilang mengancam korban, dan seterusnya. Sementara di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) tidak pernah diperiksa tentang itu. Pertanyaan saya adalah, ‘Apakah dakwaan tanpa dasar BAP bisa diterima?’,” tanya Antasari.

    Antasari lalu mengerucut kepada pembahasan ketika dirinya harus menjalani proses hukum hingga ke tingkat PK. Dirinya lalu menjelaskan terkait siapakah pihak yang berhak mengajukan PK. Menurutnya pihak yang berhak untuk mengajukan PK adalah terpidana, bukan Jaksa.

    “Yang berhak mengajukan PK adalah terpidana. Siapa sih terpidana itu? Menurut kaca mata saya selaku penegak hukum, terpidana itu adalah mereka yang diputus di Pengadilan kemudian dieksekusi di Lembaga Pemasyarakatan. Itu baru terpidana. Sebagai terhukum saja dieksekusi, itu belum bisa dikatakan (sebagai) terpidana),” urai Antasari.

    Pandangan terkait PK juga kembali didalami oleh Dr. Luhut Pangaribuan. Luhut mengawalinya dengan memberi apresiasi kepada Roy Rening, karena dinilai telah sukses memberikan sebuah sumbangsih pemikiran, literatur, bagi dunia Hukum Acara Pidana di Indonesia. Luhut mengungkap bahwa Hukum Acara Pidana di Indonesia atau SPP (Sistem Peradilan Pidana) sudah mendesak untuk diperbaharui.

    “Tadi Pak Antasari sudah mengatakan, ‘Bagaimana Jaksa kok bisa PK?’ Kan tidak ada yang mengatur itu,” kata Luhut.

    Luhut lalu menjelaskan bahwa PK yang diajukan oleh Jaksa sesungguhnya merupakan sebuah semangat untuk menghukum melalui jalan keluar (PK). Menurut Luhut, langkah yang ditempuh Jaksa dalam mengajukan PK terhadap suatu perkara sudah dikategorikan ‘Loncat Pagar’. Yang turut disayangkan olehnya, perilaku ‘Loncat Pagar’ tersebut berawal dari langkah PK yang dilakukan oleh salah seorang Jaksa di Sumatera Utara, yang kemudian diikuti oleh Jaksa lainnya di Indonesia.

    “Kalau kita bicara mengenai secara konsisten itu (sudah) ‘Loncat Pagar’, karena PK itu diberikan kepada terpidana dan ahli warisnya. Sementara upaya hukum luar biasa kepada Jaksa itu adalah kasasi demi kepentingan hukum,” tegas Luhut.

  • Pdt. Ferry Rompas, Ketua MD GPdI Jabar: Kebersamaan Jajaran Pengurus MD dan Hikmat Tuhan, Bekal dalam Memajukan GPdI Jabar

    Pdt. Ferry Rompas, Ketua MD GPdI Jabar: Kebersamaan Jajaran Pengurus MD dan Hikmat Tuhan, Bekal dalam Memajukan GPdI Jabar

    WARTANASRANI.COM – Sepeninggal ketua Majelis Daerah GPdI Propinsi Jawa Barat (MD Jabar) Pdt . J.E. Awondatu, dibutuhkan pelanjut dalam kepimpinan, Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) wilayah Jawa Barat agar roda organisasi tetap berjalan. Dalam rangka mengisi kekosongan kepemimpinan MD GPdI tingkat Jawa Barat, Rabu 2/7/2020 diadakan pemilihan ketua MD GPdI Jawa Barat yang dilaksanakan oleh MP GPdI Pusat di bawah kepimpinan Pdt. Dr John Weol.

    Maka dari para kandidat yang dicalonkan akhirnya mempercayakan Pdt. Ferry Rompas memimpin MD GPdI Jawa Barat, untuk melanjutkan estafet kepemimpinan mendiang Pdt J.E Awondatu yang merupakan pencipta lagu yang cukup tenar lagu-lagu ciptaannya tersebut.

    Ketika diwawancara melalui sambungan telepon apa langkah ke depan yang dilakukannya dan bagaimana meresponi tugas panggilan memimpin MD GPdI wilayah Jawa Barat yang cukup luas ini. Dengan ramah Ferry mengatakan tentang tugas barunya, pertama sebagai hamba Tuhan tentu ada sukacita karena Tuhan mempercayakan satu tugas yang cukup besar. Walaupun bagi ayah dua anak dan satu cucu ini merasakan bahwa tugas yang dipercayakan itu berat.

    “Saya yakin dengan kekuatan dari Tuhan itu andalan saya, dan tentu dengan menempatkan rekan-rekan anggota MD yang kompak dan kapabel di bidangnya, semuanya akan membuat pelayanannya semakin menjadi berkat”, tukas suami dari Fanny Gosal Rompas ini serius.

    Sebagai pelanjut yang notabene juniornya mendiang Pdt. J.E Awondatu, Ferry masih terpatri dalam hatinya pesan yang disampaikan bahwa agar pelayanan di payung GPdI khususnya wilayah Jawa Barat mampu mengemban amanat agung Tuhan kita Yesus Kristus, persoalan membina persatuan sesuai pesan Bpk Alm dan Ibu Awondatu, di mana kita yakin dalam persatuan, Tuhan akan memerintahkan berkat yang akan dilihat dan pasti dirasakan oleh rekan hamba Tuhan, umat dan masyarakat.

    Ketika di mintai pendangannya dengan siniornya yakni pdt J.E Awondatu, Ferry lugas bahwa, “Kharisma Alm tidak akan sama dengan siapapun, Alm luar biasa, saya berusaha meneladani ketegasan, kebapaan, semua yang Alm lakukan dari hati tanpa kebencian”, tukasnya mengenang akan kiprah Pdt. J.E Awondatu.

    Berbicara organisasi tak terpisahkan dengan program yang akan dilakukan, menanggapi ini Ferry memaparkan, mengenai program sudah sebagian dijalankan dan akan terus dijalankan dan yang belum akan kami jalankan, seperti pesan Ibu Melanie Awondatu, apa yang baik yang sudah dijalankan, jalankan lebih baik Sedangkan bilamana ada hal yang kurang baik yang sudah dijalankan, perbaiki untuk jadi lebih baik.

    Mengenai sejauhmana pengembangan gereja-gereja khususnya GPdI di wilayah Jawa Barat, Pdt. Ferry Rompas dengan rendah hati menegaskan bahwa menyangkut pembangunan gereja, hal ini kita tidak bisa paksakan, pembangunan Gereja secara fisik tetap akan kami usahakan, tentunya dengan mengikuti syarat pemerintah, tapi keyakinan kita pembangunan Gereja secara iman yan harus kita perhatikan juga.

    Terpilihnya dirinya menjadi ketua MD GPdI Jabar, agar roda pelayanan bisa berjalan optimal maka rekonsiliasi,menatap ke depankedepan, bergandengan tangan, dengan satu visi misi untuk kemulianNya. Mengenai peran dalam gerakan oikumene gereja-gereja di wilayah Jawa Barat, tergabung dalam wadah BKSG, artinya kebersamaan itu sudah terjalin dalam wadah tersebut.

    Sebagai pelanjut dan sesama pelayan di GPdI, Ferry mengenang sosok Pdt. Awondatu sangat luar biasa, tidak ada yang seperti Alm. Sepanjang kebersamaannya, dalam satu pelayanan Ferry merasakan kalau Mendiang Pdt. J.E Awondatu tersebut memperlakukan semua juniornya kadang ada saat kami seperti terdakwa, ada saat kami seperti murid, ada saat kami seperti sahabat, ada saat kami dijadikan pemimpin sementara Alm jadi yang dipimpin, sangat unik. Namun dengan caranya sehingga kami menjadi sosok yang terlatih menghadapi apapun didepan kami.

    Sikap dan semangat serta cara memimpinnya itu diakuinya sangat menginspirasi dan akan dijadikan bekal dalam memimpin ke depan, bisa dikatakan bahwa rupanya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya terjadi dalam kehidupan dirinya.

    “Banyak tantangan tapi ada satu keyakinan bagi saya, kebersamaan, persatuan jajaran MD dan tentunya kekuatan dan hikmat dari Tuhan, itulah yang menjadi andalan kami dalam menghadapi tantangan apapun”, pungkasnya ketika menjawab apa harapan dan keyakinan dalam memimpin MD GPdI Jawa Barat. (***)

  • GANDENG KAGAMA MANADO, PEWARNA SULUT GELAR AKSI SOSIAL BAGIKAN MASKER DAN FACESHIELD

    GANDENG KAGAMA MANADO, PEWARNA SULUT GELAR AKSI SOSIAL BAGIKAN MASKER DAN FACESHIELD

    MANADO, WARTANASRANI.COM – Aksi sosial yang di gelar Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Sulut bekerjasama dengan Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (KAGAMA) Manado. Kegiatan aksi kemanusiaan membagikan faceshield dan masker kepada para Lanjut usia (Lansia) yang dipusatkan di kantor Bank BTPN jalan samratulangi Manado, Rabu (01/07/2020).

    Usai kegiatan, ketua KAGAMA Manado Taufik Tumbelaka kepada sejumlah media mengatakan pengurus cabang (Pengcab) Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Manado, bekerjasama dengan teman-teman Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Sulawesi Utara (Sulut) untuk berbagi dalam bentuk yang lain.

    “Jadi kalau yang lain ada yang bahan pokok, itu sangat bagus. Tapi ini modal sosial kami adalah berbagi yang namanya pelindung muka atau yang dibilang Faceshield dan juga berbagi masker,” kata bang taufik sapaan akrabnya.

    Lanjut Tumbelaka, dalam kegiatan ini kami mencoba menerapkan protokel WHO, karena kebetulan hari ini setiap tanggal satu adalah para lansia (opa-oma), mengambil pensiun.

    “Protokolnya sudah betul di bank ini, cuci tangan dan segala macam. Tapi sebetulnya yang terlupa adalah harus masker baru. Ini yang jadi usulan-usulan kita ke teman-teman yang lain. Jangan lupakan bahwa salah satu kelompok rentan adalah lansia, selain balita dan anak-anak,” jelasnya.

    Ditambahkannya, dalam gerakan sosial dan ilmu sosial ada istilah modal sosial. Sekecil apapun yang kita perbuat tapi kalo kita bersama, gerakannya akan jadi bigbang. Gemanya besar dan akan bisa lebih bermanfaat. Selain itu, saat ini Sulawesi Utara sudah tembus 1000, sedangkan jumlah penduduk kita cuma 2.6 juta. Itu angkanya sudah cukup tinggi. Dengan ini kita mencoba kebiasaan baru (new normal) tapi tetap menjaga kesehatan tubuh.

    “Ini belum banyak, tidak sampai 100. Kita uji coba pertama. Kita berharap tanggall 1 bulan depan saya ajak teman-teman Pewarna juga turun kembali. Jadi kita himbau untuk membiasakan gunakan pelindung muka atau Faceshield , ketika masuk ruangan harus pakai masker baru. Karena sirkulasi diruangan tidak menguntungkan dengan masker yg kita pakai dari luar ruangan,” terangnya.

    Sementara itu, Ketua PEWARNA Sulut Sisco Manossoh menyebutkan kegiatan ini sebagai bentuk aksi kemanusiaan dalam memerangi dan mencegah penyebaran pandemi. Meskipun memasuki tatanan kebiasaan baru atau yang disebut new normal,namun tetap mengikuti protokol kesehatan.

    “Jadi ini adalah aksi sosial dari KAGAMA Manado bekerja sama dengan pewarna sulut. Kami PEWARNA Sulut dan KAGAMA Manado bekerjasama dalam aksi sosial untuk kemanusiaan,” ungkapnya.

    Disisi lain, Manossoh mengatakan aksi kemanusiaan ini sasarannya kepada para lansia.

    “Kami mengambil lokasi yang ada di tempat ini untuk dibagikan kepada lansia. Kebetulan hari ini mereka sedang mengambil pensiun. Inilah momen yang kami ambil. Meskipun saat ini memasuki keadaan new normal, tapi kami laksanakan sesuai dengan protokol kesehatan. Kedepan kami akan tetap bekerja sama dengan KAGAMA Manado dalam bentuk aksi kemanusiaan lainnya,” tutup Manossoh. (GN)

  • LAWAN COVID-19, MURFATI LIDIANTO AJAK MASYARAKAT UNTUK TETAP WASPADA DAN PATUHI PROTOKOL KESEHATAN

    LAWAN COVID-19, MURFATI LIDIANTO AJAK MASYARAKAT UNTUK TETAP WASPADA DAN PATUHI PROTOKOL KESEHATAN

    WARTANASRANI.COM, BEKASI – Lebih dari enam bulan, dunia terus berperang melawan pandemi Virus Covid-19. Peningkatan kasus di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia signifikan. Update Covid-19 Indonesia, Jumat (12/6/2020) yang disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Republik Indonesia, Achmad Yurianto terjadi penambahan kasus, baik yang positif, dinyatakan sembuh, maupun meninggal dunia. Total kasus yang terjadi di Indonesia sebanyak 36.406 pasien positif virus corona,13.213 pasien yang sembuh dan 2.048 kasus kematian.

    Menyikapi hal ini, Anggota Dewan Kota Bekasi, Murfati Lidianto, SE., mengingatkan masyarakat Kota Bekasi untuk tidak lengah dan tetap waspada dengan mengikuti protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah.

    “Perjuangan melawan Covid-19 belum berakhir. Ancaman Covid-19 masih ada. Jangan sampai terjadi gelombang kedua! Oleh karenanya saya mengingatkan dan mengharapkan masyarakat tetap waspada melawan musuh yang tidak tampak dan kasat mata ini”, terang Anggota DPRD Kota Bekasi Dapil Kecamatan Medan Satria dan Bekasi Barat ini kepada redaksi wartanasrani.com, Hari ini, Selasa (13/06/2020).

    Murfati juga mengingatkan masyarakat Kota Bekasi agar protokol kesehatan tetap dijalankan dengan baik, sampai vaksin Covid-19 diemukan dan diproduksi massal.

    “Tetap Lakukan protokol Kesehatan untuk memutuskan mata rantai penularan wabah Covid-19. Gunakan MASKER setiap 4 jam ganti dengan masker baru. Rajin mencuci tangan dan gunakan HAND SANITIZER bila di luar rumah. JAGA IMUNITAS Tubuh dengan rajin mengkonsumsi Vitamin. Bersihkan lingkungan dalam dan luar rumah dengan disinfektan secara rutin dan got2 di kasih garam kasar utk mematikan jentik dan cacing-cacing”, sebut Murfati Lidianto.

    Beberapa tips saat beraktivitas khususnya ditempat-tempat yang beresiko tertular disampaikan juga oleh Murfati. Menurutnya, tetap menjaga jarak, hindari keramaian dan bepergian bila tidak penting, perlu menjadi perhatian masyarakat.

    “Tetap menjaga jarak minimal 1.2 meter, hindari tempat keramaian dan kerumunan, hindari bepergian ke luar kota, hindari keluar rumah bila tidak penting. Diam di rumah lebih baik”, tegasnya.

    “Semoga kita semua diberikan kesehatan dan sayangilah diri kita dan keluarga. Pulang kerumah segera mandi dan ganti baju”, tegas Murfati lagi mengingatkan masyarakat untuk selalu jaga kesehatan diri sendiri, keluarga dan orang lain. (*)

  • PENGHAPUSAN KITAB SUCI INJIL BERBAHASA MINANG DI PLAY STORE, AKAN MENJADI PRESEDEN BURUK PENGHORMATAN PRINSIP KEBHINEKAAN DALAM BINGKAI NKRI

    PENGHAPUSAN KITAB SUCI INJIL BERBAHASA MINANG DI PLAY STORE, AKAN MENJADI PRESEDEN BURUK PENGHORMATAN PRINSIP KEBHINEKAAN DALAM BINGKAI NKRI

    BOGOR, WARTANAARANI.COM – Menyikapi penghapusan Kitab Suci Injil berbahasa Minang di Play Store, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kota Bogor, SUGENG TEGUH SANTOSO, S.H., mengecam tindakan penghapusan aplikasi kitab suci Injil berbahasa Minang, dan meminta agar aplikasi kitab suci Injil berbahasa Minang itu dipulihkan kembali.

    Berikut Press Release DPD PSI Kota Bogor yang diterima redaksi wartanasrani.com;

    Negara melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), kembali menunjukkan sikap ketidakberdayaan dengan mengakomodir permintaan Gubernur Sumatera Barat, Irawan Prayitno, yang meminta agar aplikasi Kitab Suci Injil berbahaaa Minang, yang ada di layanan distribusi digital play atore untuk dihapus. Kini, aplikasi Kitab Suci Injil berbahasa Minang itu sudah di take down dari play store.

    Setidaknya ada 2 (dua) klaim Gubernur Sumbar meminta Kemenkoinfo menghapus aplikasi Kitab Suci Injil berbahasa Minang itu:

    Pertama, masyarakat Minangkabau sangat keberatan dan resah dengan aplikasi tersebut.

    Kedua, aplikasi tersebut sangat bertolak belakang dengan adat dan budaya masyarakat Minangkabau yang memiliki falsafah ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah’. Klaim sosiologis dan kultural (kearifan lokal) yang dikemukakan oleh Gubernur Sumbar itu, belum tentu mewakili pandangan masyarakat Minangkabau secara keseluruhan. Lagi pula, aplikasi Kitab Suci Injil berbahasa Minang itu, tidak serta merta memaksa pembacanya mengubah agama atau kepercayaannya.

    Hal ini mengingat, hak atas kebebasan beragama dan berkepercayaan adalah hak asasi manusia, dan “negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu” sebagaimana diatur dalam Pasal 29 ayat (2) UUD Tahun 1945.

    Pada saat yang sama, klaim Gubernur Sumbar ini, terkesan mempertentangkan antara kearifan lokal dengan prinsip-prinsip dasar bernegara sebagaimana tertuang dalam konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Padahal seharunya tidak.

    Bahkan Pasal 18 B ayat (2) UUD Tahun 1945 mengatur bahwa “negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang”.

    Oleh karena itu, tindakan penghapusan aplikasi Injil berbahasa Minang itu, akan menjadi preseden buruk bagi penghormatan nilai-nilai kebhinekaan di Indonesia.

    Apalagi belum adanya keputusan hukum apapun yang menyatakan bahwa aplikasi Injil berbahasa Minang melanggar atau bertentangan dengan konstitusi dan peraturan lainnya. Justru sebaliknya, aplikasi itu dapat dilihat sebagai inovasi dan memperkaya pengetahuan kita.

    Atas hal tersebut, Dewan Perwakilan Daerah Partai Solidaritas Indonesia Kota Bogor (DPD PSI Kota Bogor) menyatakan sikap:

    1. Mengecam tindakan penghapusan aplikasi kitab suci Injil berbahasa Minang, karena dapat menjadi preseden buruk bagi kebhinekaan dalam bingkai NKRI;

    2. Meminta agar aplikasi kitab suci Injil berbahasa Minang itu dipulihkan kembali; Demikian press release ini kami sampaikan, salam solidaritas.

    Hormat Kami, Ketua DPD PSI KOTA BOGOR SUGENG TEGUH SANTOSO, S.H.

  • Selain Dampak Pandemi Covid-19 Juga Dampak Non Medis Terutama Masalah Kebutuhan Pokok Masyarakat

    Selain Dampak Pandemi Covid-19 Juga Dampak Non Medis Terutama Masalah Kebutuhan Pokok Masyarakat

    Jakarta, Dampak pandemi Covid-19 semakin terasa, termasuk dampak non medis terutama masalah kebutuhan pokok pangan bagi masyarakat. Akibat PSBB maka semua penduduk harus tetap dirumah dan tidak bekerja dengan kemungkinan tanpa penghasilan. Kondisi ini sangat dirasakan masyarakat DKI Jakarta. bantuan pemerintah perlu didukung juga oleh masyarakat secara bergotong royong untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19. Salah satu kepedulian itu ditunjukkan oleh Lumbung Nusantara dan Ormas Kristen seperti Yayasan Lumbung Yusuf Indonesia bersama-sama My Home, PGLII DKI Jakarta, STT LETS, dan PEWARNA Indonesia (Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia). Wujud kepedulian sosial tersebut diserahkannya 250 Paket Sembako kepada FKUB DKI Jakarta, Kamis (28/05/2020) di Gd. Spiritual FKUB DKI Jakarta Jl. Awaluddin III Tanah Abang Jakarta Pusat.

    Sekertaris FKUB Propinsi DKI Jakarta H.Abi Ichwanuddin FKUB DKI Mengucapkan terimakasih kepada Lumbung Nusantara dan kawan-kawan pers Pewarna Indonesia yang sudah hadir di kantor FKUB untuk membagikan paket sembako buat masyarakat yang terdampak Covid-19 dan juga perwakilan FKUB Jakarta timur, Jakarta Barat dan FKUB kepulauan seribu.

    Sambutan dari Koordinator Nasional Lumbung Nusantara Pdt.Dr.Ir.Rahmat Manullang M.Si, M.Th, saya adalah perwakilan dari Yayasan Lumbung Yusuf Indonesia dan Lumbung Nusantara sebelumnya Rachmat Manullang mengucapkan selamat hari raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin, selama ini kami telah mendirikan Posko di berbagai lokasi di Jabotabek. salah satu Posko ada di RW 06 Kelurahan Petamburan Saya berkordinasi dengan Bp. Michel selaku Ketua RW 06 untuk membagikan paket sembako kepada warga di wilayah Tanah Abang” Ungkap Rahmat Manullang kami membagikan paket sembako ini tidak ada maksud unsur lain kami merasakan saudara-saudara kita yang membutuhkan dan juga banyak saudara-saudara kita terdampak Covid-19, dan hari ini saya juga ingin bersilaturahmi kepada FKUB DKI Jakarta. Dan saya mewakili teman2 mengucapkan terima kasih telah membantu kegiatan ini dari bulan April di berbagai wilayah yang sudah bekerja keras dalam kegiatan ini untuk meringankan saudara-saudara kita yang terdampak Covid-19 ini, kita tidak tau kapan berakhirnya Pandemik ini. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta, walaupun bantuan kami ini cuma 250 paket sembako yang terdiri ada beras, minyak, Hand sanitizer dll. diharapkan mampu membawa keringanan dan kelegaan kepada warga Lintas agama yang menerima bantuan. Kemarin kami berkesempatan memberikan bantuan Sembako di Pondok Rangon, bagaimana para pengali kuburpun sangat ketakutan dan khawatir tertular Covid-19 ini di tambah kesulitan mereka yang terkait penghasilan, kami pun sempat membantu para pengali kubur.

    Prof. Dede Rosyada Ketua FKUB Prov. DKI Jakarta dalam sambutannya Mengatakan “saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Rahmat Manullang selaku ketua lumbung Indonesia dan lumbung Nusantara yang telah memberikan 250 paket sembako kepada FKUB Prov.DKI Jakarta untuk di salurkan ke saudara-saudara kita yang terdampak Covid-19 semoga bermanfaat buat mereka dan juga saya mengucapkan terimakasih kepada teman-teman Pewarna Indonesia yang juga telah hadir di kantor FKUB Prov.DKI Jakarta dan PGLII yang juga telah hadir di acara pembagian paket sembako kepada FKUB Prov DKI Jakarta. ‘Ungkap ketua FKUB Prov DKI Jakarta. ,Sebelum mengakhir acara tersebut Ketua Umum Lumbung Nusantara sebagai perwakilan lumbung Indonesia Pdt.Dr.Ir.Rahmat Manullang penyerahan paket 250 sembako yang di terima ketua Prof.Dede FKUB Prov DKI Jakarta.

    Disela-sela Kesibukannya Transparansi Indonesia mewawancarai Antonius Natan Sekretaris PGLII DKI Jakarta, kegiatan Lumbung Nusantara bersama FKUB DKI Jakarta merupakan cermin kebersamaan dan menerapkan semangat gotong royong secara lintas agama. kiranya berdamai dengan Covid-19 memberikan arti kita agar terus melanjutkan kehidupan dengan semangat serta tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

    Di tempat terpisah kami mewawancarai salah satu perwakilan pengurus DPP Pewarna Indonesia sekaligus caretaker Ketua DPD Pewarna DKI Jakarta
    Thony Ermando mengatakan “Sejak awal diumumkannya PSBB di wilayah DKI Jakarta PEWARNA Indonesia sudah bergerak melakukan aksi sosial bermitra dengan organisasi Kristen lainnya, kemudian bergerak bersama lintas agama FKUB Jakarta Barat membagikan 200 takjil diwilayah Kebon Jeruk, Kemanggisan dan Mesjid Al-Falah Kebon Jeruk Jakarta Barat. Pada Hari ini bermitra dengan Lumbung Nusantara, Yayasan Lumbung Yusuf Indonesia bersama-sama My Home, PGLII DKI Jakarta, STT LETS, dan FKUB Jakarta Barat. Kami berterimakasih banyak atas kerjasama yang baik semua pihak, Kepada FKUB Jakarta Barat yang dketua Bapak Prof. Dede Rosyada yang sudah menghadirkan semua perwakilan umat beragama di Wilayah DKI Jakarta, para ketua dan perwakilan tingkat walikota DKI Jakarta dan perwakilan yang datang dari kepulauan seribu. Kiranya upaya dan kerjakeras semua pihak dapat memberkati bayak umat yang terdampak covid-19” terangnya.