Author: admin

  • BPD BEKASI GBI SALURKAN BANTUAN SEMBAKO DARI BPH KEPADA GEMBALA-GEMBALA DI KOTA DAN KABUPATEN BEKASI

    BPD BEKASI GBI SALURKAN BANTUAN SEMBAKO DARI BPH KEPADA GEMBALA-GEMBALA DI KOTA DAN KABUPATEN BEKASI

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Bertempat di Kantor Sekretariat, Ruko Sentra Niaga Kalimalang, Blok B4 No. 34, Jl. Jend. A. Yani, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Badan Pekerja Daerah (BPD) Bekasi Gereja Bethel Indonesia (GBI) mulai menyalurkan bantuan sembako dari Badan Pekerja Harian (BPH) kepada gembala-gembala jemaat yang ada di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, Hari ini, Senin (11/05/2020).

    “Hari ini kami ingin membagikan dompet peduli kasih yang merupakan program dari BPH kepada pejabat-pejabat khususnya gembala-gembala yang ada di BPD Bekasi. Bantuan ini juga termasuk kepada gembala-gembala yang baru merintis. Terima kasih kepasa Ketua Umum BPH GBI, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham”, ungkap Ketua BPD Bekasi GBI, Pdt. Sahala Nainggolan, M.Th.

    Secara simbolis, Ketua BPD Bekasi GBI, menyerahkan kepada Wakil Ketua 2 Pdt. Nuah Ginting yang membawahi bidang pelayanan masyarakat didampingi Ketua Bidang Pelmas, Pdt. Wellem Doko, S.Th., MA., kemudian akan diteruskan kepada para gembala yang ada di tujuh Perwil BPD Bekasi.

    “Puji Tuhan, inilah 175 paket sembako yang kami serahkan dan akan diterima oleh para gembala yang ada di BPD Bekasi GBI. Kami ucapkan terima kasih Tuhan Yesus memberkati”, Ujar Pdt. Sahala Nainggolan.

    “Kami ucapkan terima kasih dan kami terus berdoa kiranya BPH akan menjadi perpanjangan Tuhan untuk memberkati rekan-rekan gembala, tigmdak hanya yang ada di Indonesia, tapi juga di luar negeri. Salam sehati!”, ujarnya lagi.

    Apresiasi dan terima kasih disampaikan juga oleh MPL BPD Bekasi, Pdt. M. S. Tamba, M.Pd. Dikatakannya, bantuan yang akan diserahkan kepada gembala-gembala hari ini, merupakan kepedulian nyata yang sangat membantu para gembala yang terdampak covid-19.

    “Sebagai MPL Bekasi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Bapak Ketua Umum BPH GBI, dimana kepeduliannya sudah nampak hari ini, ada dompet peduli kasih. Bagi kami pejabat di Bekasi, kepedulian ini kami apresiasi sebagai bantuan yang sangat membantu para gembala keluar dari ancaman covid ini”, terangnya.

    “Karena itu atas nama semua pejabat yang ada di Bekasi, khususnya para gembala, menyampaikan terima kasih kepada BPH yang begitu peduli kepada semua pejabat yang ada di Bekasi. Kiranya Tuhan menolong semua kita, biarlah pandemi covid ini segera berlalu dengan doa-doa kita semua. Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati”, terangnya lagi.

    Sementara itu, Wakil Ketua 2, Pdt. Nuah Ginting menyebut bahwa dompet peduli kasih dari BPH kepada para gembala merupakan terobosan yang harus didukung dan dilanjutkan.

    “Ini suatu terobosan dari BPH kepada seluruh BPD yang ada di Indonesia. Ini luar biasa, kita bersyukur BPH peduli kepada para pendeta yang ada di Indonesia. Ini terobosan yang luar biasa, terus dilanjutkan! Dan kami di bawah, siap membagikan ini kepada hamba-hamba Tuhan yang dituju”, tegasnya.

    Sebanyak 175 paket sembako dibagikan secara bertahap kepada tujuh perwil. Hal ini dilakukan untuk mendukung anjuran pemerintah soal Social distancing. Social distancing merupakan salah satu langkah pencegahan dan pengendalian infeksi virus Corona dengan menganjurkan orang sehat untuk membatasi kunjungan ke tempat ramai dan kontak langsung dengan orang lain.

    “Sesuai anjuran pemerintah Social Distancing, serta mencegah kerumunan, maka BPD Bekasi GBI telah membuat jadwal pengambilan bantuan kepada para gembala yang ada di tujuh Perwil. Perwil 1 dan Perwil 2 (Senin, 11 Mei 2020. Pkl. 10.00-13.00. Wib); Perwil 3 dan Perwil 4 (Selasa, 12 Mei 2020. Pkl. 10.00 – 13.00 Wib) dan Perwil 5, Perwil 6 dan Perwil 7 (Rabu 13 Mei 2020. Pkl. 10.00 – 13.00 Wib)”, sebut Sekretaris BPD Bekasi GBI, Pdt. Stefanus H. Karsten, S.Th.

    “Sudah kami informasikan agar Ketua Perwil atau Pengurusnya bisa menginformasikan jadwal pengambilan bantuan kepada Para Gembala di perwil. Juga kami himbau agar kedatangan ke kantor BPD Bekasi menggunakan masker dan langsung pulang setelah mengambil paket sembako”, sebut Pdt. Sefanus lagi. (RSO)

  • TANTANGAN DAN PELUANG PARTAI KRISTEN DI PEMILU 2024, DIKUPAS TUNTAS DALAM DISKUSI ONLINE PEWARNA INDONESIA

    TANTANGAN DAN PELUANG PARTAI KRISTEN DI PEMILU 2024, DIKUPAS TUNTAS DALAM DISKUSI ONLINE PEWARNA INDONESIA

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Berbagai hambatan dan tantangan Partai Kristen dalam percaturan politik Indonesia tidaklah boleh menjadi halangan hadirnya Partai Kristen dalam Pemilu 2024. Setidaknya ini menjadi benang merah yang terungkap dalam diskusi online yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia), pada hari, Selasa (5/05/2020).

    Diskusi daring yang menggandeng delapan orang narasumber dari berbagai latar belakang profesi dan organisasi,  yaitu; Sahat Sinaga (Sekjen PNPS GMKI, mantan Sekjen PDS), Albert Siagian (Wasekjen HIPAKAD, Ketua Umum Forkarisma), Usman Ponco (Praktisi Hukum, Ketua GERKINDO Jabar), Henny Lawrence (Pengusaha), Antonius Natan (Sekum PGLII DKI, Waket I STT LETS), Tertius Agus (Penggerak UKMK Solo), Herry Saragih (Ketua OKK API), dan Yusuf Mujiono (Ketua Umum PEWARNA Indonesia), secara jelas dan gamblang mengupas peluang Partai Kristen ditengah berbagai tantangan.

    Berdasarkan pengalamannya sebagai politisi, Sahat Sinaga memaparkan tiga tantangan parpol Kristen dalam kontestasi Pemilu di Indonesia. Mulai dari hambatan undang-undang, daya dan dana serta ambang batas parlemen (parliamentary treshold) diurai mantan Sekjen Partai Damai Sejahtera (PDS) ini. Namun menurutnya, partai Kristen tetap memiliki peluang sekalipun menghadapi sejumlah persyaratan yang terbilang sulit untuk direalisasikan oleh partai Kristen.

    “Ada tiga hal yang menjadi tantangan parpol Kristen. Mulai dari undang-undang, daya dan dana serta ambang batas parlemen atau parlementer treshold. Namun bukan berarti tidak ada peluang, Peluang itu ada!”, tegas Sahat Sinaga.

    Lain lagi Antonius Natan yang menyoroti tentang masih adanya anggapan dari kalangan Kristiani bahwa Politik itu kotor dan jahat. Padahal menurutnya ada mandat Ilahi yang membuat warga Kristiani ikut dalam perjuangan politik praktis melalui partai politik. Mandat Ilahi tersebut antara lain bagaimana memperjuangkan nilai-nilai Kekristenan dalam suatu partai.

    “Sekalipun tanpa lambang salib, tanpa lambang pohon pinus, tetapi kita bisa berjuang melalui partai politik dengan memperjuangkan nilai-nilai Kekristenan didalam suatu partai politik”, tutur Waket I STT LETS.

    Untuk itu, dikatakannya partai politik butuh orang-orang yang kompeten dan berintegritas untuk menyuarakan suara kenabian. Namun menurutnya seorang Pendeta dalam hal ini gembala jemaat wajib menanggalkan penggembalaannya bila akan terjun ke dunia politik praktis.

    “Sebagai warga negara Indonesia dengan iman Kristiani tentunya memiliki mandat ilahi untuk meneruskan perjuangan para pendahulu dalam upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat, maka setiap Kristiani turut bertanggung jawab dan ikut berpolitik. Namun Lembaga Kekristenan seperti PGLII tidak berpolitik atau memiliki afiliasi politik”, tegas Sekum PGLII DKI ini.

    “Pendeta kalau berpolitik, tanggalkan penggembalaannya, karna didalam gereja ada berbagai-bagai pilihan yang berbeda”, tegas Antonius Natan lagi.
    Sementara itu, Albert Siagian (Wasekjen HIPAKAD, Ketua Umum Forkarisma) menyampaikan soal sulitnya merealisasikan peluang karena faktor kurangnya leader, pembiayaan dan integritas kepemimpinan.

    “Dilihat dari jumlah orang Kristen, harusnya kita punya peluang dari parlemen treshold, namun tidak mudah merealisasikan karena banyak kendala dari soal nama, logo yang tidak mudah untuk menyatukan persepsi, kekuarangan leader dan soal integritas yang banyak disoroti”, tukasnya.

    “Ada anggapan sama saja! Ujung-ujungnya duit!”, tukasnya lagi singkat.
    Hal yang sama disampaikan Usman Ponco. Menurutnya saat ini diperlukan sosok pemimpin Kristen berintegritas yang sanggup memberi solusi.

    “Partai Kristen akan berjalan mulus, akan didukung kalau pemimpinnya yang muncul berintegritas dan sanggup memberi solusi dari persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa”, tutur Usman Ponco.

    Senada dengan Usman Ponco, Tertius Agus (Penggerak UKMK Solo) menyatakan perlunya ketokohan nasional yang memiliki dana dan lobi.

    “Perlu ketokohan nasional. Siapa yang pegang gerbong ini? Tentunya orang-orang yang punya dana dan lobi”, sebutnya.

    Narasumber berikutnya, Herry Saragih (Ketua OKK API) membeberkan belum ada gebrakan yang dirasakan oleh masyarakat Kristen karena peran partai Kristen.

    Sementara Henny Lawrence, memaparkan berbagai kendala yang dihadapinya saat menjadi pengurus partai politik di Provinsi Banten. Walau mengalami banyak kendala, dengan tegas Pengusaha ini menyatakan perlunya partai bernuansa Kristen.

    “Partai bernuansa Kristen harus ada! Karena orang-orang Kristen yang ada di partai nasionalis kurang memperjuangkan aspirasi kaum minoritas”, terangnya.

    Narasumber terakhir, Yusuf Mujiono menyoroti soal toleransi yang setara yang perlu diperjuangkan partai Kristen serta bagaimana kehadiran partai Kristen untuk memperkuat partai nasionalis. Ia juga menyampaikan perlusecara bersama-sama dimunculkan figur yang kompeten dan berintegritas.

    “Figur, mari kita munculkan, mari kita dorong bersama-sama”, pungkasnya.

    Sesi tanya tanya jawab mewarnai Diskusi yang menarik ini. Berbagai usul dan saran serta tanggapan dari peserta membuat diskusi yang berlangsung dari Pukul 11.30 sampai 13.30 Wib terasa cepat.

    Diantaranya Mawardin Zega, Sekjen MUKI menyampaikan beberapa pokok pikirannya, antara lain; Perlu ada kajian ulang yang bisa diukur soal keterlibatan umat dan kebutuhan partai Kristen, memperkuat ormas-ormas yang ada baik yang berafiliasi ataupun tidak, dan dibutuhkan dana dengan pertanggungjawaban yang baik.

    Ada juga masukan dan saran peserta dari Papua Barat dan Bali. Sementara itu, sekitar 70 sampai 80 persen peserta Diskusi Online ini mendorong lahirnya partai Kristen untuk ikut dalam kontestasi Pemilu 2024.

    “Partai Kristen ini perlu! Kita sama-sama memunculkan tokoh yang mewakili gereja, mewakili umat Kristen dan bangsa”, ujar Usman Ponco.

    Pada bagian akhir diskusi, Moderator memberikan kesempatan para narasumber menyampaikan closing statement. Mewakili Pewarna Indonesia, Yususf Mujiono pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan para narasumber dalam Diskusi Online yang baru pertama kali di gelar Persatuan Wartawan nasrani Indonesia. (*)

  • Peduli Covid-19, Lumbung Nusantara Serahkan 200 APD ke Gugus Tugas Covid-19 Kota Bekasi

    Peduli Covid-19, Lumbung Nusantara Serahkan 200 APD ke Gugus Tugas Covid-19 Kota Bekasi

    KOTA BEKASI, WARTANASRANI.COM – Kerja keras penanggulangan pandemi virus corona (Corona Virus Disease-19/ Covid-19) saat ini dilakukan secara maksimal oleh jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di hampir seluruh wilayah Indonesia. Sebagai garda terdepan penanggulangan pandemi, para relawan yang tergabung di gugus tugas ini juga rentan terpapar penyebaran virus, sehingga dibutuhkan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang mencukupi.

    Sebagai kepedulian terhadap relawan Gugus Tugas Covid-19, Lumbung Nusantara melalui gerakan Berbagi Anak Negeri (BERANI) pada Rabu pagi (06/05/2020) memberi bantuan APD berupa baju hazmat (hazard material) dan masker. Tak hanya APD, Lumbung Nusantara turut memberikan bantuan berupa paket sembako yang nantinya didistribusikan kepada pihak yang membutuhkan di wilayah Kota Bekasi.

    Secara simbolis bantuan diberikan langsung oleh Koordinator Nasional Lumbung Yusuf, Pdt. Dr. Rachmat T. Manullang, kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi, di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi.

    “Bantuan APD sebanyak 200, lalu masker 200. Lalu kami juga menyerahkan paket sembako sebanyak 200 bingkisan, terdiri dari beras, minyak dan mie instan,” ujar Rahmat Manullang kepada awak media, ketika ditemui usai penyerahan bantuan.

    Rahmat menjelaskan, penyaluran bantuan sendiri telah dilakukan oleh Lumbung Nusantara dan sejumlah lembaga yang dinaunginya seperti Lumbung Yusuf dan My Home sejak April lalu.

    “Ya sebenarnya ini awal dari proses kami membantu masyarakat, sejak awal April di Kalimalang, di Kampus STT LETS. Nah sekalian juga kita ingin langsung bertemu dengan Wali Kota supaya beliau tahu apa yang kami kerjakan. Dan memang kami kirimkan bantuan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat yang saat ini memang keadaannya sangat memprihatinkan,” imbuhnya.

    Pandemi virus corona saat ini tidak hanyak berdampak terhadap kondisi kesehatan masyarakat, namun juga menjadi pukulan kerasbagi sektor perekonomian Indonesia. Rahmat lalu mengutarakan, saat ini yang harus menjadi fokus dari banyak pihak adalah bagaimana memastikan ketersediaan lapangan pekerjaan guna meredam angka pengangguran pasca masa pandemi. Rahmat kemudian mengungkap, sebagai respon terhadap kondisi yang dimaksud, Lumbung Nusantara sendiri telah mempersiapkan sejumlah langkah guna menyerap angkatan kerja yang terdampak secara ekonomis akibat wabah Covid-19.

    “Ya mungkin kegiatan ini (pembagian APD dan sembako) akan berlangsung hingga Juni. Namun setelah itu kita juga akan menghadapi permasalahan di lapangan pekerjaan. Nah ini juga yang coba kami carikan solusinya. Kita mencoba mencari cara agar bisa membuka lahan lebih dahulu, menanam sorgum, lalu nanti masyarakat bisa bekerja di situ. Nah ini sedang berjalan di Sentul,” tambah Rahmat Manullang.

    Menutup keterangannya, pendiri STT LETS ini berharap akan ada lebih banyak pihak yang terinspirasi dari apa yang sudah dilakukan oleh Lumbung Nusantara, kemudian merealisasikannya dengan menolong sesama anak negeri di tengah kondisi seperti ini.

    “Kita harus bergotongroyonglah semua. Semangat kami adalah BERANI, Berbagi Anak Negeri. Semangat berbagi anak negeri ini yang sedang kami bangun, supaya tidak ada lagi pemahaman yang bersifat egosentris. Semangat gotong royong ini diperlukan, karena perjalanan kita masih panjang,” tutupnya.

    Apresiasi FKUB

    Ketua FKUB (Forum Komunikasi antar Umat Beragama) Kota Bekasi, H. Abdul Manan,yang ditemui di lokasi turut mengutarakan terima kasihnya atas peranan umat lintas agama dalam menyumbang berbagai kebutuhan bagi tenaga medis dan relawan yang kesehariannya berjuang melakukan percepatan penanganan Covid-19. Secara khusus Abdul Manan menyampaikan terima kasihnya atas peran serta dari pihak Lumbung Nusantara.

    “Kami mengucapkan terima kasih yang telah diberikan oleh saudara kami dari Lumbung Nusantara ini, yang demikian perhatian kepada penanganan Covid-19, khususnya di Kota Bekasi ini. Tadi kita saksikan bersama, bahwasannya telah diserahkan beberapa item (bantuan) yang langsung diterima oleh Komandan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, bapak Wali Kota Bekasi. Tentunya ini akan sangat berarti bagi para dokter yang selama ini merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19, dan upaya penyembuhan orang-orang yang terkena Covid-19,” ujar Abdul.

    Abdul lalu mengungkap, apa yang telah dilakukan Lumbung Nusantara merupakan contoh kerukunan di dalam relasi antar umat beragama di Kota Bekasi.

    “Ini betul-betul bermanfaat. Mudah-mudahan dengan kesediaan dari Lumbung Nusantara ini akan memperkuat rasa kebersamaan, persatuan, dan meningkatkan kerukunan di Kota Bekasi ini, dalam upaya membangun Kota Bekasi lebih indah lagi, lebih baik lagi,” harap Abdul Manan.

  • LUMBUNG  NUSANTARA Membagikan APD Ke RS Medika Tangerang Dan Membantu Sembako STT IKAT

    LUMBUNG NUSANTARA Membagikan APD Ke RS Medika Tangerang Dan Membantu Sembako STT IKAT

    Banten, Wartanasrani.com – Merebaknya virus corona atau covid 19 di Indonesia hingga kini belum berakhir, para pasien Corona setiap waktu terus bertambah. Para tenaga medis Rumah sakit di Indonesia masih terus berupaya menangani pasien virus Corona. Berjalannya waktu rumah sakit yang menjadi tempat perlindungan masyarakat, mulai kewalahan dalam menghadapi virus tersebut.

    Selain itu, tidak sedikit jumlah tenaga medis yang merupakan garda terdepan dalam berjuang menghadapi virus Corona, terkena dampak penularan virus dan berakhir dengan meregang nyawa. Tidak hanya itu, rumah sakit di Indonesia pun mulai kewalahan dengan minimnya Alat Perlindungan Diri/APD.

    Mensikapi minimnya Alat Perlindungan Diri di rumah sakit, komunitas masyarakat yang mengatas namakan LUMBUNG NUSANTARA ikut serta membantu rumah sakit Medika Tangerang dalam program Berbagi Anak Negeri atau BERANI, dalam program tersebut LUMBUNG NUSANTARA mengadakan Alat Perlindungan Diri, komunitas masyarakat tersebut terbeban melihat kesulitan rumah sakit dalam menghadapi virus Corona namun minimnya APD.

    Hari ini Rabu, 29/04/20, LUMBUNG NUSANTARA, menghampiri rumah sakit Medika BSD yang berada di Tangerang Selatan. Pertemuan antara LUMBUNG NUSANTARA dan rumah sakit medika BSD, di saksikan wartawan yang tergabung di Pewarna Indonesia membagikan Alat Perlindungan Diri sebanyak 50 APD baik itu masker serta alat perlindungan lainnya sesuai kebutuhan rumah sakit setempat.

    Pdt. Dr. Ir. Rachmat Manullang, M.Si mewakili LUMBUNG NUSANTARA ketika ditemui awak media mengatakan bahwa pembagian alat perlindungan diri bagi para tenaga medis, merupakan bantuan dari beberapa donatur yang terbeban melihat kesulitan rumah sakit dalam menangani pasien virus corona.

    Pembagian APD beberapa hari sebelumnya juga sudah membagikan ke beberapa tempat yang membutuhkan, dengan mengirimkan alat perlindungan diri ke sejumlah rumah sakit di Indonesia, sesuai dengan data yang di miliki pihak Lumbung Nusantara.

    Dalam program Berbagi Anak Negeri, LUMBUNG NUSANTARA juga membagikan sembako di Serang Provinsi banten di tengah situasi seperti saat ini.

    Pdt. Dr Ir. Rachmat Manullang, M.Si mengajak semua pihak untuk saling bergotong royong di tengah berjuang mengatasi virus corona di Indonesia.

    Sementara itu, di tempat yang sama Giftar perwakilan Rumah Sakit Medika BSD menyambut baik bantuan dari LUMBUNG NUSANTARA dalam membagikan Alat Perlindungan Diri bagi para tenaga medis kami, dengan adanya bantuan APD sangat bermanfaat dalam melindungi para tenaga medis dalam menghadapi pasien virus corona.

    LUMBUNG NUSANTARA dalam hari yang sama juga memberikan bantuan sembako kepada STT IKAT Jakarta, Pdt. Dr Jimmy Lumintang Rektor STT IKAT ketika dimintai tanggapannya tentang program Berani ini, mengucapkan rasa terimakasihnya terutama kepada Pdt. Dr Antonius Natan, M.Th yang telah menjadikan STT IKAT sebagai tujuan berbagi.

    “Saya 140 mahasiswa dan keluarga besar STT IKAT menyampaikan banyak terimakasih atas perhatian dan care dari LUMBUNG NUSANTARA dalam hal ini kepada Pdt Antonius”, ujar Bapak yang ramah ini.

    Bantuan yang diberikan dari LUMBUNG NUSANTARA diambil oleh ketua IV dan sudah diterima di kampus. Selaku pimpinan STT IKAT Pdt. Jimmy Lumintang kembali memyampaikan terima kasih dan doa untuk pengurus LUMBUNG NUSANTARA.

    “Kami tidak bisa membalas kebaikan bapak ibu pimpinan serta pengurus LUMBUNG NUSANTARA, hanya doa kiranya Tuhan memberikan kesehatan dan terus dipakai sebagai saluran berkat bagi banyak orang”, tandas penerima penghargaan sebagai figur pendidikan dari PEWARNA Indonesia.

    Program BERANI (Berbagi Anak Negeri) para Petugas kesehatan rumah sakit yang bahu membahu merupakan garda terdepan dalam menghadapi virus tersebut. Seperti kita ketahui bersama, tidak sedikit sejumlah tenaga medis di Indonesia meregang nyawa dalam membantu para penderita virus Corona. Hal tersebut di karenakan minimnya alat perlindungan diri/ APD, rumah sakit di Indonesia mulai kewalahan dalam menghadapi virus tersebut. (*)

  • Bethesda House of Prayer Peduli Berbagi Kasih Pada Wartawan Nasrani

    Bethesda House of Prayer Peduli Berbagi Kasih Pada Wartawan Nasrani

    Jakarta, Wartanasrani.com – Ev. Rumondang Hadassah M. Sitompul Ketua Bethesda House of Prayer peduli kasih memberikan banduan peduli kasih 25 Paket sembako yang terdiri dari beras, telor, mie instan, dan minyak goreng pada PEWARNA Indonesia (Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia).

    Pemberian secara sibolis diwakili oleh lima orang wartawan yang tergabung dalam PEWARNA Indonesia pada hari Rabu (28/02/2020) berlokasi di Kebon Jeruk Jakarta Barat.

    Menurut Rumondang Hadassah hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dengan situasi pandemi covid 19 yang sangat berdampak.

    “Kita cuma mau peduli dengan situasi yang ada, itu saja. Kita mendistribusikan kebanyak tempat selain PEWARNA, tetapi bebas. Kalau organisasi, memang kita menyasarnya kepada gereja, hamba-hamba Tuhan, jemaat dan orang-orang seperti supir angkot atau kondektur ” terangnya.

    Lebih lanjut Rumondang Hadassah mengatakan bahwa kegiatan peduli kasih yang dilakukan merupakan usaha mandiri dari Bethesda House of Prayer.

    “Gerakan sedekah atau peduli kasih dimulai dari Bethesda House of Prayer. Kita mengumpulkannya mandiri tidak ada pihak lain ikut serta hanya jemaat kita saja. Kita mengumpulkan, mandiri, terus kita gandeng GPRY (Gereja Pimpinan Rohulkudus Yahweh). Tetapi GPRY dalam hal ini bukan dalam hal pendanaan, melainkan mendistribusikannya. Mendistribusikan ke daerah-daerah, seperti ke Pulau Nias atau pun wilayah lainnya. Lewat mereka (pendistribusiannya), namun saya tidak tahu. Jadi GPRY itu adalah Sinode” ungkapnya.

    Ketika ditanyakan apa harapannya mengenai pandemi covid-19 yang mewabah di Indonesia Ev. Rumondang Hadassah berharap cepat usai.

    “Saya berharap corona ini cepat pergi (usai), karena memang saya sudah bosan di rumah” terang Rumondang.

    Lebih jauh, Ev. Rumondang yang pernah meluncurkan album rohani berjudul ‘Deep Calls Unto Deep’ mengatakan wartawan nasrani adalah ujung tombak dalam menyampaikan pesan-pesan ke daerah-daerah.

    “Yang mendorong saya untuk memperhatiakan wartawan Nasrani adalah; Saya melihat bahwa kalian (wartawan) ini adalah ujung tombak untuk menyampaikan pesan-pesan dari kota ke daerah, ataupun sebaliknya. Dan saya melihat wartawan ini memiliki peranan penting, karena perkembangan kita sekarang ini tergantung kepada media. Kalau wartawan katakan baik, maka baik masyarakatnya. Sebaliknya, kalau katakan jelek, ya jeleklah semuanya” ungkapnya.

    “Sebenarnya kita bergerak, setiap bulan kita ada pergerakan. Cuma untuk saat ini kita memakai istilah ‘peduli’. Nah saya menggunakan kegerakan ini bersama jemaat saya dengan istilah “Gerakan Sedekah”.

    Jadi saya mengajarkan mereka bagaimana dan kapan waktunya kita bersedekah. Sedekah itu bukan perpuluhan, bukan persembahan khusus atau apa, tetapi sedekah. Jadi konsep sedekah itu yang saya terapkan untuk mereka praktekkan.

    Jadi sedekah ini adalah pemberian tanpa mengharapkan imbalan. Jadi diberikannya ke siapa saja, tanpa harus berlatar belakang agama yang sama, atau sukunya yang sama. Cuma memang karena memang saya berasal dari Bethesda House of Prayer, maka saya menggandeng Sinode GPRY.

    Karena merekalah yang bisa menjangkau hingga ke daerah-daerah. Supaya tidak hanya yang di kota saja yang kebagian, tetapi yang di daerah juga” Ungkapnya.

    Harapan Ev. Rumandang pada masyarakat luas adalah ”Saya cuma mau bilang, mari kita bantu pemerintah yang sedang memikirkan rakyatnya ya. Jadi pemerintah butuh sekali kerja sama dari masyarakat luas untuk memerhatikan lingkungannya. Istilahnya peduli lingkungannyalah” pungkasnya.

  • Bantuan Kepada PEWARNA ID Dari Yayasan Pesantren Indonesia Al-Zaytun

    Bantuan Kepada PEWARNA ID Dari Yayasan Pesantren Indonesia Al-Zaytun

    Jakarta, wartanasrani.com – Yayasan Pesantren Indonesia Al-Zaytun yang beralamat di Desa Mekar Jaya, Mekarjaya, Kec. Gantar, Kab. Indramayu, Jawa Barat 45264 di bawah pimpinan Syaykh Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang memberikan bantuan beras sebanyak lima kuintal yang terbagi kedalam 50 karung kepada para wartawan Nasrani dibawah wadah PEWARNA Indonesia (Persatuan Wartawan Nasrani) Indonesia.

    Hal ini adalah kepedulian pada sesama dalam menanggulangi bersama secara gotong royong akibat pandemic covid-19 non medis yang berdampak secara ekonomi yang menimpa berbagai profesi.

    Dalam kata sambutannya, Ketum Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono syukur dan terima kasih atas kepedulian pimpinan Pesantren Indonesia Al- Zaytun Syaykh Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang kepada wartawan Nasrani.

    “Puji Syukur kepada Tuhan ditengah bencana covid-19 dimana wartawan Nasrani Indonesia secara ekonomis terdampak covid-19. Ada kepedulian dari pimpinan Pesantren Indonesia Al- Zaytun Syaykh Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang kepada wartawan Nasrani. Semoga Pesantren Indonesia Al- Zaytun selalu diberkati Tuhan dan bertambah jaya” ungkapnya.

    Syaykh Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang pernah mendapatkan figure tokoh toleransi Indonesia yang menjunjung tinggi kebhinekaan dan keberagaman dari PEWARNA Indonesia pada tahun 2019 di Bandung Jawa Barat.

    Beberapa awak media di bawah naungan Pewarna yang pernah dua kali berkunjung ke Pesantren Indonesia Al-Zaitun mendapat kesan yang tak mudah dilupakan mulai dari kepimpinan Syaykh Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang yang kharismatik memiliki wawasan pemikiran yang luas sehingga memberikan banyak pencerahan ketika berdiskusi dengannya.

    Demikian juga dengan bentuk fisik bangunan Pesantren Indonesia Al- Zaytun yang megah diatas tanah lebih dari seribu hektar bukanlah perjuangan ringan tapi perjuangan panjang yang tangguh dan patut dibanggakan. (*)

  • PEDULI PANDEMI COVID-19, PGLII DISTRIBUSIKAN  BANTUAN APD DAN SEMBAKO KE RUMAH SAKIT UKI DAN MASYARAKAT

    PEDULI PANDEMI COVID-19, PGLII DISTRIBUSIKAN BANTUAN APD DAN SEMBAKO KE RUMAH SAKIT UKI DAN MASYARAKAT

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili (PGLII) melakukan aksi peduli pandemi Covid-19. Kepedulian tersebut berupa bantuan Alat Pelindung Diri (APD), Sembako dan nasi bungkus yang didistribuskan ke Rumah Sakit dan masyarakat yang membutuhkan.

    Ketua Umum PGLII Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh mengatakan kepedulian tersebut merupakan bentuk nyata bahwa PGLII merupakan mitra pemerintah dalam mewujudkan tujuan berbangsa dan bernegara.

    “PGLII sebagai lembaga gereja aras nasional sejak berdirinya telah menegaskan tujuannya yang antara lain bermitra dengan pemerintah untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Kebersamaan dengan pemerintah bukan hal yang baru tetapi senantiasa dibaharui sesuai perkembangan terkini dan dalam hal ini menghadapi Pandemi Covid-19” terangnya.

    PGLII yang beranggotakan 93 sinode dan 65 lembaga telah mendukung langkah pemerintah dalam menghadapi Covid-19, antara lain menyerukan agar umat Kristen mematuhi anjuran dari Pemerintah dalam menghadapi Covid 19. Bukan itu saja, dalam berbagai kesempatan dan dalam perayaan Paskah, PGLII kembali dalam surat penggembalaannya menyerukan gereja-gereja untuk beribadah di rumah dan membuka gereja gereja dan aset gereja dipakai Pemerintah sebagai tempat menampung pasien pendemi covid19.

    “PGLII mendorong semua komponen bangsa bersinergi untuk menghadapi Covid-19.” seru Pdt. Ronny Mandang.

    Sementara itu Ketua Tim Nasional Gerakan Kasih PGLII Peduli Pandemi Covid-19 Deddy A. Madong, SH, MA mengatakan bahwa bantuan PGLII berupa kurang lebih 15.000 masker dan 1600 liter sanitaizer sudah disalurkan ke sejumlah komunitas di seluruh Indonesia antara lain Pondok Pesantren-Pondok Pesantren, Asrama asrama Mahasiswa dan masyarakat. Bahkan bantuan sembako dan beras sebanyak 650 kg, 1000 makanan siap saji dibagikan kepada beberapa asrama mahasiswa di Jabodetabek, termasuk asrama mahasiswa Papua. Sebagai contoh mahasiswa papua yang hendak magang tetapi batal karena Covid-19 dan terkendala kembali karena dikarantina.

    “Mereka sekarang tertahan di Bekasi. Kami memberikan bantuan berupa kebutuhan pribadi dan Sembako.” ujar Ketua Tim Nasional Gerakan Kasih PGLII Peduli Pandemi Covid-19.

    Bantuan lain berupa Sembako diberikan ke sejumlah Asrama Mahasiswa di Jakarta dan sekitarnya.

    “Mereka datang ke Jakarta untuk bersekolah, akibat Covid-19 terpaksa bertahan di asrama. Mereka ini tidak terdata di Pemprov sehingga belum mendapat bantuan. Kami salurkan bantuan berupa kebutuhan dasar mereka karena mereka tidak kembali ke daerah asalnya untuk mengikuti seruan pemerintah tidak pulang kampung atau mudik. Bantuan berupa sembako, beras, teko pemanas air, hand sanitizer, masker, dll sudah disalurkan ke sejumlah Asrama Mahasiswa di Jabodetabek, Pontianak, Tanjung Enim, Semarang dan daerah lainnya. Sedangkan nasi bungkus yang diadakan setiap hari di Posko TIMNAS di Graha Kabar Baik, Jelambar, Jakarta Barat berlangsung setiap hari,” tambah Deddy A. Madong.

    Pada kesempatan sekarang TIMNAS Gerakan kasih PGLII PEDULI PANDEMI COVID-19 membantu mahasiswa di Asrama UKI Jakarta berupa Sembako dan perlengkapan APD.

    “Ke Rumah Sakit UKI kami salurkan APD dan peralatan medis untuk mendeteksi Covid-19. Kami masih akan tetap menyalurkan bantuan karena kepedulian kami sebagai komponen bangsa dan mengikuti anjuran Presiden RI agar kita menularkan kebaikan dan gotong royong sesama anak bangsa, semoga apa yang dilakukan PGLII menjadi gaya hidup gereja Tuhan dan umat Kristen di Indonesia,” tandas Deddy Madong yang merupakan juga salah satu Ketua Pengurus Pusat PGLII Bidang Hubungan Antar Agama.

    TIMNAS juga mengkordinir sejumlah aksi sosial masif dan terkordinir yang dilakukan di Palu, Sulsel,Jawa Barat, Medan,Depok, DKI Jakarta, Bekasi, Banten dan berbagai tempat di Indonesia. Aksi tersebut dilakukan melalui Pengurus Wilayah/Daerah PGLII di setiap provinsi dan Gereja Gereja serta Lembaga Lembaga anggota PGLII. (*)

  • Komunitas Peduli Kasih Indonesia Salurkan Bantuan Bagi Pekerja Media Nasrani

    Komunitas Peduli Kasih Indonesia Salurkan Bantuan Bagi Pekerja Media Nasrani

    Jakarta – Wartanasrani.com Dalam situasi perekonomian dunia yang saat ini porak poranda akibat pandemi  covid-19. Indonesia adalah satu satu negara yang saat ini terpapar Covid-19 tidak hanya terdampak dari segi jumlah korbannya, namun  turut terdampak secara ekonomi.

    Sebagai perwujudan kasih kepada sesama anak bangsa, komunitas Peduli Kasih Indonesia terpanggil untuk berbagi kasih kepada wartawan Nasrani yang kesehariannya bertugas melakukan peliputan di dunia Kekristenan. Bantuan yang diberikan berupa 15 paket sembako (Sembilan bahan pokok).

    Saat ditemui di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu pagi (25/04/2020), inisiator Peduli Kasih Indonesia, Pdt. Dr. Harry Saragih, menuturkan tentang tiga poin yang mesti dimaknai oleh umat nasrani dan para hamba Tuhan di masa pandemi.

    “Kalau kita lihat Covid-19 ini bukan hanya melanda Indonesia tetapi sudah melanda dunia. Karena saya sebagai hamba Tuhan memberikan pencerahan khususnya  kepada umat Nasrani. Ada tiga hal yang harus kita lakukan yang pertama adalah kita harus kembali kepada Allah. Kita tahu akibat teknologi gadget yang sudah melanda dunia sangat mudah mendapat informasi akibatnya manusia tidak bijak dalam menggunakan teknologi informasi.  Kadang dalam pertemuan keluarga, ibadah gadget (gawai) ini menjadi Tuhan jadi tidak ada kepedulian untuk itu. Melalui wabah pandemi Covid-19 ini mari kembali kepada Allah,” ujar Pdt. Harry.

    Sedangkan di poin kedua, Pdt. Harry Saragih berujar soal bagaimana menjadikan masa pandemi dan social distancing sebagai kesempatan umat untuk melakukan perenungan dan menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan.

    “Yang kedua akibat pandemi  ini ada pertobatan pada seluruh negara. Di Indonesia para hamba Tuhan harus juga melakukan pertobatan pada Tuhan, pertobatan pandemik. Saat ini kita sedang melakukan kebijakan tinggal dirumah (social distancing),  tinggal di rumah. Kita melakukan apa? Tuhan menghendaki tinggal di rumah kita membuat mezbah Allah di rumah ini, flashback kita merenung, kita action hingga hubungan vertikal dipulihkan,” kata Ketua Bidang OKK (Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi) dari Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pendeta Indonesia, ini.

    Pesan ketiga yang menjadi penekanannya adalah bagaimana perwujudan kasih harus direalisasikan melalui empati dan aksi terhadap sesama.

    “Nah yang ketiga sehingga saya mau berbagi, kita harus berbagi  karena secara ekonomi sangat berdampak sehingga saya menghimbau anak-anak Tuhan yang diberkati, baik Aras maupun  Ormas mari kita berbagi. Banyak orang orang di luar sana yang terdampak, perlu diperhatikan, perlu dibantu seberapa saja. Tanda kita peduli, tanda kita berempati. Jadi Peduli Kasih Indonesia menekankan poin ketiga ini yaitu empati pada sesama. Peduli Kasih Indonesia mengajak para donatur untuk ambil bagian. Saya berterima kasih kepada Ibu Norma Damanik yang mau men-support Peduli Kasih Indonesia  membagi-bagikan sembako kepada hamba Tuhan, Jemaat , dan para pekerja yang menggunakan tinta yaitu para wartawan Nasrani . Dengan berbagi, mereka menjadi semangat mengerjakan passion-nya,” terang Harry.

    Kasih kepada sesama juga dilakukan tim Peduli Kasih Indonesia kepada umat lintas agama yang terdampak Covid-19.

    “Saya berbagi pada masyarakat di sekitar tempat tinggal saya, seperti para lanjut usia, mereka yang terkena stroke, kena PHK. Di samping itu kita juga berbagi pada pengemudi online, grab car, pemulung, dan orang orang di pinggir jalan di mana saya temui. Saya berharap anak anak Tuhan di manapun berada dari Sabang  sampai Merauke dari Mianggas sampai Pulau Rote. Mari kita berbagi dan satu lagi untuk membuat Covid-19 ini tidak semakin menyebar mari kita tetap tinggal di rumah, disiplin diri, dan berdoa agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir,” tutupnya.

    Sementara itu produser  film “Horas Amang”, Arsye Siregar, juga turut berbagi kasih kepada jurnalis dari Persatuan Wartawan Indonesia (PEWARNA Indonesia). Bantuan yang diberikan berupa 250 kilogram beras. Bantuan diterima langsung oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat PEWARNA Indonesia, Yusuf Mujiono, beserta Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga DPP PEWARNA Indonesia, Dony Leonardo, di kawasan Meruya, Jakarta Barat, pada Sabtu sore (25/04/2020).

  • PEDULI WARGA TERDAMPAK CORONA, RW. 030 PEJUANG BAGIKAN PAKET SEMBAKO

    PEDULI WARGA TERDAMPAK CORONA, RW. 030 PEJUANG BAGIKAN PAKET SEMBAKO

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Dalam upaya meringankan beban ekonomi masyarakat terdampak pandemi virus corona (Covid-19), RW. 030 Kelurahan Pejuang Bulevar Hijau, Harapan Indah, Kota Bekasi melakukan pembagian sembako dan nasi kotak. Menurut Blasius Fernandes, ketua RW 030, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk panggilan hati untuk berbagi kasih bagi sesama tanpa melihat perbedaan.

    “Latar belakang kegiatan aksi peduli covid 19 adalah panggilan hati untuk berbagi kasih bagi sesama yang membutuhkan tanpa melihat perbedaan dan menempatkan kaum lemah dan miskin sebagai manusia seutuhnya di hadapan Tuhan,” tuturnya.

    “Dana bersumber dari para donatur yang secara ikhlas mempercayakan pihak RW menyalurkan seperti dari warga RW 030, termasuk dari GII Hok Im Tong dan Gereja Bapak pendeta Paul,” tutur Fernandes lagi, menambahkan terkait seputar sumber dana kegiatan mulia ini.

    Sebanyak 250 paket sembako dan nasi kotak, dibagikan bertahap, dimulai tanggal 21 April sampai 24 April 2020. Menurut Pdt. Paul F. Gulo, Gembala jemaat GBI Taman Aster Bulevar Hijau, hal ini dilakukan untuk mencegah kerumunan warga yang menerima bantuan.

    “Pembagian sembako kepada warga, panitia lakukan secara bertahap untuk mencegah kerumunan warga masyarakat penerima bantuan. Sehingga social distancing dan physical distancing yang digaungkan pemerintah selama masa tanggap covid-19 ini, tidak kami langgar,” tuturnya.

    Sementara itu dikatakan Ketua RW, pihak pemerintah memberikan apresiasi dan mendukung bakti sosial yang menyasar warga terdampak covid di beberapa kampung sekitar RW. 030 Pejuang ini.

    “Tanggapan pihak pemerintah sangat apresiasi dan mendukung, terbukti kehadiran camat dan lurah serta tim siaga covid dari pemda kota bekasi,” terang Blasius Fernandes.

    “Adapun sasaran penerima sembako adalah Ojol yang berasal dari kampung dukuh jaya, kampung kaliabang, kampung kresek. Sasaran lain bagi Asisten Rumah Tangga harian, tukang becak, dan sopir taxi konvensional,” terangnya lagi.

    Lebih jauh Blasius Fernandes menyatakan bahwa selain pembagian sembako yang dilakukan seksi sosial kemasyarakatan, kepengurusan RW. 030 yang didukung seksi-seksi yang ada termasuk PKK akan melakukan aksi sosial lainnya.

    “Kegiatan yang akan dilakukan dalam bulan ini adalah aksi peduli tahap 2, pembagian takjil gratis setiap hari kamis, dan donor darah untuk mendukung ketersediaan kebutuhan darah bagi pasien covid 19. Kegiatan aksi dilakukan oleh Seksi Sosial Kemasyarakatan RW 030 yg didukung oleh seksi lain spt seksi pembangunan, PKK,” ungkapnya.

    Pos RW. 030 Pejuang, lokasi bakti sosial warga terdampak Covid-19

  • Rasnius Pasaribu Bersama PEWARNA adakan Penyemprotan di Gereja Gereja Wilayah Bekasi Utara

    Rasnius Pasaribu Bersama PEWARNA adakan Penyemprotan di Gereja Gereja Wilayah Bekasi Utara

    Bekasi – Wartanasrani.com Kota Bekasi salah satu lokasi yang disinyalir sudah termasuk zona merah pandemic covid 19, tentu saja dengan kondisi tersebut perlu diadakan upaya untuk memutus bahkan memusnahkan virus yang konon berbentuk mahkota tersebut.

    Dalam rangka turut berkontribusi menanggulangi pandemic  covid 19 PEWARNA bersama dengan tokoh masyarakat yang sekaligus anggota dewan daerah kota Bekasi adakan penyemprotan gereja- gereja di beberapa perumahan di wilayah Bekasi kota, Jumat 24/04/20, diantarannya komplek Permata Bekasi.

    “PSBB sudah diberlakukan maka upaya yang kita lakukan membantu masyarakat Bekasi untuk penyemprotan disinfektan di beberapa gereja, bukan kali ini saja tetapi kami sudah melakukan beberapa kali sekaligus membatu memberikan masker dan bantuan sembako”, ujar Rasnius Pasaribu anggota DPRD Kota Bekasi dari fraksi Golkar ini.

    Apa yang dilakukan pemda Bekasi menurut Rasnius sudah dilakukan semaksimal mungkin agar pandemic covid 19 ini bisa segera diatasi, diberlakukannya PSBB ini diharapkan agar warga masyarakat mematuhi.

    Penyemprotan yang dilakukan itu secara pribadi oleh Rasnius, sudah dilakukan beberapa tempat kelurahan, bantuan yang diberikan khussunya sembako diberikan pada orang-orang yang sungguh-sungguh terdampak, seperti pemulung tukang ojek, tukang becak  maupun profesinya lainya yang terpuruk.

    Kembali tentang penyemprotan yang dilakukan hampir seluruh Bekasi Utara sudah dilakukan secara berkala.

    “Ada enam kelurahan di Bekasi Utara dan itu sudah dilakukan penyemprotan dan dilakukan secara berkala dan sekali bukan saja penyemprotan tetapi juga bantuan yang lainnya”, terang pria ramah ini.

    Upaya yang dilakukan Rasnius dalam menanggulangi pandemic corona juga bekersajama dengan berbagai pihak, masyarakat dan juga organisasi termasuk PEWARNA kali ini.

    Tak lupa sebagai wakil masyarakat Bekasi, Rasnius juga mengucapkan terimakasihnya kepada lembaga oikumene yang telah bersama peduli terhadap masyarakat Bekasi dengan mengadakan penyemprotan dan pembagian masker ke beberapa gereja, ada enam gereja yang merima masker dan empat gereja yang mendapatkan penyemprotan disinfektan.

    Rasnius Pasaribu (Anggota DPRD kota Bekasi)

     

    Mengajak Melakukan Pertobatan Ekologis

    Wabah corona disisi lain membuat segala tatanan berubah dan dampaknya banyak hal yang dirasa sangat merugikan namun demikian ada juga dampak positif dari pandemic ini.

    Dampak positif menurut Rasnius dengan pandemic ini bahwa masrakat diajak melakukan pertobatan ekologis. Artinya pertobatan secara komunal, mungkin dalam tindakan-tindakan sebagai manusia itu melebih kebutuhan yang kita perlukan.

    Baik dari lingkungan hidup seperti mengambil dari alam yang lebih banyak sehingga alam melakukan tindakan diluar nalar manusia.

    Kemudian dalam kondisi ini kita diajak membangun keluarga di rumah masing-masing, sebagi orang Kristen yang hari-hari ini sudah tidak melakukan ibadah di gereja bersama, sekarang altar itu ada di rumah kita masing-masing.

    Oleh karena itu khususnya bagi umat nasrani, mari membangun  keutuhan keluarga masing-masing ditengah pandemic covid19, sehingga kita sungguh menghadirkan Tuhan di dalam keluarga, smoga covid 19 ini cepat berlalu , sehingga normal kembali kehidupan seperti biasa.

    Hal yang positif lainnya adalah dibanyak dikomunitas-komunitas sungguh membangun sebuah kebersamaan bahwa pandemic ini menghadirkan kerelaan berbagi atau berbelarasa dibanyak komunitas, diseluruh pelosok tanah air.

    “Mari terus lakukan belarasa kepada masyarakat yang sungguh-sungguh membutuhkan “, ajaknya.

    Ronald Onibala Sekjen Pewarna, dalam hal ini yang menginisiasi penyemprotan di gereja-geerja di wilayah Bekasi, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan Anggota DPRD Kota Bekasi, Bapak Rasnius Pasaribu dalam kegiatan penyemprotan desinfektan relawan GMC-19 PGI hari ini di beberapa rumah ibadah yang ada di wilayah Kecamatan Bekasi Utara.

    “Kehadirannya secara langsung bahkan membawa tim dan alat semprot hari ini, menunjukkan komitmennya untuk masyarakat patut kita acungin jempol”, ujar wartawan Wartanasrani.com dan pendiri majalah Panthera ini.

    Hari ini, sangat terlihat bahwa beliau adalah anggota dewan yang peduli dengan warganya. Anggota dewan seperti inilah yang harus kita dukung. (red)