Author: admin

  • SEKOLAH GALATIA BEKASI BUKA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TP. 2020-2021

    SEKOLAH GALATIA BEKASI BUKA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TP. 2020-2021

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Yayasan Pendidikan Galatia Bekasi telah membuka penerimaan dan pendaftaran peserta didik baru tahun pelajaran 2020 – 2021 untuk siswa-siswi tingkat  PG/TK, SD, SMP dan SMA.  Bagi orang tua maupun masyarakat yang ingin mendaftar atau mendapatkan informasi seputar penerimaan siswa baru dapat datang langsung ke tata usaha bagian pendaftaran dengan alamat Jalan Bulevar Hijau Raya, Blok A/1 Bulevar Hijau, Kota Harapan Indah, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi 17131.

    Sekolah Galatia Kota Bekasi (PG/TK/SD/SMP/SMA)

    Dengan lokasi yang sangat strategis dan mudah dijangkau, parkir yang luas, aman dan nyaman, serta didukung dengan fasilitas yang mumpuni, kegiatan pendidikan di Sekolah Galatia Bekasi dapat menunjang prestasi setiap siswa untuk berprestasi di bidang akademik dan non akademik.

    Sekolah Galatia Bekasi dibawah naungan Yayasan Pendidikan Galatia, selalu berkomitmen untuk menjadi pusat pendidikan yang berkualitas dan menciptakan generasi unggul, beriman, berilmu dan berprestasi serta mampu bersaing di era globalisasi.

    Tim Paskibra SMA Galatia saat Upacara Pengibaran Bendera memperingati HUT Proklamasi RI

    Sekolah Galatia Kota Bekasi menawarkan berbagai keunggulan antara lain:

    Pertama; Lulusan Dari SMA GALATIA akan mudah untuk mendapatkan beasiswa diperguruan tinggi karna SMA Galatia telah bekerjasama dengan berbagai kampus terkemuka

    Kedua; Dari SMA akan mudah untuk Mengikuti seleksi ujian Perguruan tinggi negeri,seleksi univ kedinasan

    Ketiga; Bisa langsung kerja di SMA Galatia dibekali pembelajaran Bahasa Inggris melalui Native Speaker,Desain grafis dan kewirausahaan oleh Ahli IT yang disewa langsung dari BSW administratif dan pembukuan serta tata cara membuat surat lamaran kerja dan interview kerja.Sehingga mampu berdaya saing di era Indusri 4.0.

    Keempat; Beasiswa bagi siswa berprestasi

    Kelima; Guru guru Sarjana S1 dan S2 sesuai bidangnya

    Keenam; Ruangan AC dan Fasilitas memadai

    Ketujuh; Kantin nyaman bersih,murah dan banyak pilihan

    KedelapanTanpa uang gedung bagi yg mendaftar dari tingkat PG/TK Galatia lanjut ke SD Galatia atau dari SD Galatia lanjut ke SMP Galatia, dan dari SMP Galatia lanjut ke SMA Galatia.

    Kesepuluh; Pelajaran tambahan Bahasa Mandarin dan Native Speaker yang membuat kamu siap di dunia perkuliahan maupun dunia kerja.

    Dapatkan potongan uang pendaftaran bagi 20 pendaftar pertama. Lebih jelasnya, untuk informasi pendaftaran dapat menghubungi nomor telpon 021-88872723, wa : 081381880430 (Ibu Irma).

    Beberapa siswa yang meraih beasiswa dari Yayasan Pendidikan Galatia atas Prestasi Akademiknya tahun pelajaran 2019/2020 untuk siswa siswi SMA Galatia Yaitu : Clarissa Aniella kelas XI MIPA, Vania angelica kelas XI IPS, Andrew Setiadi kelas XII MIPA, dan Frieciliali Sugianto kelas XII IPS. (*)

    Foto Dokumentasi Saat Retret SMA Galatia Kota Bekasi

  • COVID-19: ANTI KRISTUS atau ALAT KRISTUS, Antara Keyakinan dan Fakta

    COVID-19: ANTI KRISTUS atau ALAT KRISTUS, Antara Keyakinan dan Fakta

    WARTANASRANI.COM – Topik tentang COVID-19 terus menjadi perbincangan yang hangat setiap hari di semua lapisan masyarakat di seluruh dunia. Bukan hanya karena virus Corona yang lahir di akhir 2019 ini membawa maut, tetapi juga karena adanya berbagai macam cara pandang dan keyakinan religius terhadap wabah Virus Corona. Melalui tulisan yang singkat ini, penulis mencoba menelusuri dan menghimpun informasi tentang wabah COVID-19 ini bagian dari antikris atau bukan.

    1. COVID-19 – ANTI KRISTUS ?

    Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa di dalam aliran kharismatik yang diutamakan adalah pengalaman-pengalaman spiritual. Secara doktrinal, kaum kharismatik menenkankan penggenapan nubuatan-nubuatan, yaitu nubuatan-nubuatan para nabi, terutama yang bersifat futuristik, dan yang berkaitan dengan akhir zaman. Setiap peristiwa yang terjadi, entah di bidang politik, ekonomi, sosial, atau fenomena-fenomena alam, selalu dilihat dan dimaknai sebagai penggenapan dari nubuatan-nubuatan Alkitab dan merupakan tanda-tanda akhir zaman. Mereka membaca semua peristiwa historis atau fenomena  dengan menggunakan kacamata rohani, maksudnya diberi makna rohani.

    COVID-19, atau Corona Virus Disease 2019, yang mematikan itu, kemunculannya di Wuhan dan penyebarannya ke seluruh dunia, tak pelak lagi,  dilihat oleh kaum kharismatik sebagai pertanda kemunculan sang antrikris. Maka dunia Medsos pun langsung dibanjiri oleh berbagai pernyataan dan interpretasi khas kharismatik. Mereka dengan mudah mengutip teks-teks Alkitab di sana sini tanpa menghiraukan konteks dari teks-teks tersebut dan tanpa peduli ada atau tidak relasi antar teks-reks yang dikutip.

    Beberapa pernyataan atau penjelasan interpretatif yang meramaikan dunia Medsos kaum karismatik dapat dikutip kembali di sini.

    Virus Corona Dikaitkan dengan Angka Setan 666

    Media Online, INDOZONE, mengulas tentang asumsi yang mengaitkan Virus Corona dengan angka 666. “Anda mungkin sering mendengar angka 666 yang penuh konspirasi. Banyak orang yang menyebutnya angka setan. Bilangan ini juga dikenal sebagai “jumlah binatang” atau beast dalam Perjanjian Baru atau segala sesuatu yang berbau satanisme dan Antikristus. Baru-baru ini banyak di grup Whatsapp beredar informasi teori konspirasi yang mengaitkan pandemi Virus Corona atau COVID-19 dengan angka setan 666. Jika dipecah, CORONA  terdiri dari 6 huruf. Jika masing-masing alfabetnya diubah ke dalam angka, maka akan membentuk: C=3, O=15, R=18, O=15, N=14, A=1. Jika angka-angka ini dijumlahkan, maka hasilnya adalah 66. Jika digabungkan dengan kata “corona” yang memiliki 6 huruf, maka hasilnya adalah 666”.

    Selanjutnya, masih di INDOZONE, dijelaskan bahwa gara-gara angka 666 ini dikaitkan dengan antikris, beberapa perusahaan besar pernah dituding sebagai kaki tangan setan. Pada Tahun 1999, ketika Intel memperkenalkan Pentium III 666 Mhz, banyak orang menuding Intel sebagai kaki tangan setan. Oleh sebab itu, Intel terpaksa mengumumkan produknya sebagai Pentium III 667 sebagai pembulatan dari 666,666 MHz. Bukan hanya Intel, dalam dunia industri komputer, nama Bill Gates pun terkena imbasnya. Nama Bill Gates III, jika dikonversi ke dalam kode ASCII (American Standars Code for Information Interchange) akan berjumlah 666. Demikian juga dengan MS-DOS 6.21 dan Windows 95”.

    Virus Corona dan Murka Allah

    Media WE Online menceritakan, seorang evangelis Amerika Serikat mengklaim bahwa virus corona jenis baru, 2019-nCoV, yang sudah membunuh ribuan orang di China dan menyebar di berbagai negara, merupakan azab Tuhan. Malaikat maut sudah dikirim untuk membersihkan planet Bumi dari para pendosa. Virus itu dimulai di China karena “pemerintah Komunis yang tidak ber-Tuhan menganiaya orang-orang Kristen dan melakukan aborsi paksa. Tuhan akan membersihkan banyak dosa dari planet ini. Ada orang-orang yang keji dan menjijikkan di negara ini sekarang, melampaui anak-anak kecil, menyesatkan mereka.

    Kaum kharismatik dan sebagian hamba-hamba Tuhan Pentakosta di Indonesia juga meyakini bahwa virus Corona adalah sebuah bencana yang dirancang oleh sang antikris. Pernyataan sepotong-sepotong dari kelompok penganut Corona sebagai antikris, hampir setiap hari menghiasi Medsos, entah itu di FB, di YouTube, atau di grup-grup WA, bahkan sampai di khotbah-khotbah dalam gereja.

    Melalui YouTube, seorang hamba Tuhan berceramah tentang akhir zaman mengatakan bahwa ‘Virus Corona adalah langkah awal dari Antikris’. Dalam sebuah Website luar negeri bernama ‘After the Warning’, yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, seorang wanita Katolik bernama Julie Wedbee, mengaku mendapat pesan dari surga tentang Virus Corona dan Antikris. Di Indonesia banyak hamba Kharismatik menganggap bahwa bukti Corona sebagai antikris adalah ditiadakannya ibadah-ibadah di gereja. Ada pula hamba Tuhan yang terus sibuk mencocok-cocokkan atau mencari-cari salah satu di antara tujuh meterai murka yang bisa ditempeli nama Corona, atau yang bisa dianggap sebagai Corona.

    Sebuah media online yang bernama ‘Jalan Iman.com’ mengulas pendapat kaum kharismatik yang menghinakan Corona dengan akhir Zaman: Virus Corona Peringatan Tanda Zaman. Peringatan Yesus bahwa menjelang hari kiamat akan muncul penyakit sampar tidak perlu mengejutkan kita. Yesus mengatakan, “Dan apabila kamu mendengar… janganlah kamu terkejut..” Lukas 21:9. Penyakit sampar hanyalah salah satu dari sekian banyak peristiwa yang menjadi tanda-tanda kesudahan zaman. Saat ini tanda zaman yang muncul adalah penyakit sampar Virus Corona. Lihatlah bagaimana virus ini mewabah lintas Negara dan membuat dunia terkejut, dan pemerintah Negara-negara dengan sigap mengantisipasi penyebarannya”.

    2. APA ITU ANTIKRIS?

    Untuk membuktikan bahwa COVID-19 benar-benar adalah alat antikris, lebih dahulu perlu dipahami siapa, seperti apa, dan bagaimana si antikris  atau antikristus itu.  Kata antikris atau anti Kristus dapat mempunyai dua arti, yaitu 1)”menentang Kristus”, dalam artian seseorang atau suatu kekuasaan yang menentang Kristus dan karya Kristus, 2) “pengganti Kristus”, artinya, seseorang atau suatu kekuasaan, atau suatu institusi” yang “mengambil tempat Kristus”, atau seorang “Kristus palsu”.

    Yohanes mengatakan bahwa antikristus adalah siapa pun yang sengaja menyebarluaskan kebohongan tentang Yesus Kristus dan ajaran-Nya. Rasul

    Yohanes menyebutkan ”ada banyak anti-kristus”. Jadi menurut Yohanes,  antikristus itu bukan hanya satu orang saja. Si Antikris bisa komunitas orang, bisa organisasi, bisa lembaga politik atau kekuasaan, bisa berupa ajaran, yang    menyebarluaskan kebohongan tentang Yesus. Antikris tidak mengakui Yesus Kristus sebagai Mesias, dan membuat orang bingung tentang hubungan antara Allah dan Putra-Nya, Yesus Kristus. Antikris bisa juga mengaku sebagai kristus atau wakil-wakil Kristus – 1 Yoh. 2:18-22

    3. COVID-19 – ALAT KRISTUS?

    Terlepas dari adanya berbagai keyakinan yang didasarkan atas tafsiran-tafsiran atau asumsi-asumsi terhadap teks-teks kitab suci, COVID-19 memunculkan FAKTA YANG BERBEDA dari keyakinan-keyakinan yang disebutkan di atas. Paling sedikit ada tiga (3) fakta yang menunjukkan bahwa Virus Corona berbeda dari karakter antkris atau tidak sesuai dengan atribut-atribut yang melekat pada sosok si antikris.

    Fakta 1:

    Sejak munculnya di Wuhan Tiongkok, COVID-19 dengan semua aspek atau semua pihak yang berkaitan dengan masalah Corona, belum pernah ada, dan belum pernah muncul sebuah pernyataan dari siapapun, belum pernah ada gerakan apapun, dan belum pernah ada propaganda atau provokasi yang menentang keyakinan kepada Yesus Kristus, atau yang mendiskreditkan ketuhanan Yesus Kristus, atau yang menganiaya orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Dengan kata lain, bila Corona dicap atau diyakini sebagai alat antikris, keyakinan itu tidak sesuai dengan fakta, karena tidak ada sedikit pun yang berkaitan dengan Corona, yang anti pada Kristus.

    Bahwa ada banyak orang yang jadi korban COVID-19, itu tidak bisa dijadikan acuan, karena yang meninggal akibat COVID-19, bukan hanya orang-orang yang mengikut Kristus, malahan mungkin lebih banyak yang tidak percaya Kristus. Lagi pula, ada banyak peritiwa (bencana) lainnya yang juga menelan banyak korban jiwa, tetapi tidak serta merta disebut sebagai antikris, misalnya bencana Tsunami, bencana gempa bumi, bencana banjir, bencana longsor, bencana kelaparan, dan bencana-bencana wabah lainnya.

    Fakta 2

    Kemunculan COVID-19 telah membangkitkan kesadaran, kehausan, kelaparan  dan kebutuhan di dalam diri manusia akan Tuhan Yesus Kristus. Tidak ada yang bisa menyangkali fakta ini. Perhatikanlah, setiap kali kita membuka Medsos, kita disuguhi dengan berita-berita, baik dalam bentuk tulisan maupun dalam bentuk YouTube, tentang gerakan doa masal, atau gerakan masal mencari Tuhan, atau gerakan pertobatan masal. Gerakan masal ini terjadi hampir seluruh belahan bumi yang dilanda wabah Corona. Di berbagai negara atau daerah yang tidak mayoritas muslim, gerakan doa masal ini dilakukan di jalan-jalan raya, di trotoar-trotoar, di mall-mall, di kantor-kantor, di markas-markas tentara dan polisi di supermarket-supermarket, bahkan Rumah sakit-rumah sakit.

    Beberapa kutipan berikut ini adalah pernyataan atau ungkapan-ungkapan kekaguman melihat apa yang sedang terjadi, tepatnya apa yang sedang lakukan Allah, di tengah-tengah cengkraman virus Corona. Gerakan doa dan pertobatan masal sedang terjadi di berbagai negara, sesuatu yang sedang terjadi dalam sejarah kekristenan.

    Di AS, seseorang menulis di FB: “How Amazing it is to see these Men praying together with police officers in the street. The World is turning to Jesus through Corona Virus. Praise God”. Di FB lainnya seseorang menulis: ‘These employees know that their help comes from Jesus’

    Di FB yang satu lagi, sesorang menulis: This hospital comes together to pray and worship JESUS through this virus. Medical Tim all over The World are turning to Jesus through this Virus. Even the Children are turning back to our God.. They are worshipping Jesus.. Praise God somebody. People all around the world are turning to Jesus for healing in their land.

    Di Spanyol: Nyanyian ‘BECAUSE HE LIVES’ – bergema setiap saat ketika mereka berlutut berdoa dan menangis di jalan-jalan raya dan di trotoar-trotoar, bahkan sampai di gang-gang.

    Di Brazil, seseorang menulis di FB: Through covid-19, the people of Brazil are turning to Jesus to heal their land.

    Di Honduras seseorang menulis: People of Honduras turn to Jesus and Rise up to Worship and pray for the nation.

    Di Guatemala ada yang menulis: ‘They are turning and Call on the Name of Jesus in Guatemala’

    Bagaimana di indonesia? Salah satu anjuran yang selalu disampaikan oleh pemerintah dan pihak-pihak yang berwewenang sejak virus Corona merajalela adalah beribadah di rumah. Sejauh ini belum pernah ada anjuran, pernyataan, atau gerakan yang mendompleng peritiwa Corona untuk menentang, atau melawan, atau mendiskreditkan nama Yesus Kristus, atau menganiaya para pengikut Yesus Kristus. Malahan sebaliknya, sejak adanya himbauan social distancing dan physical distancing, gerarakan penginjilan di indonesia terjadi secara besar-besaran dan masif. Anda ingin bukti? Bukalah FB Anda. Begitu Anda online, yang muncul pertamakali adalah pengkhotbah. Dan jika  Anda mempunyai 1000 friends pendeta, maka Anda akan melihat dan mendengar 1000 pendeta memberitakan Injil dengan bebas melalui Medsos. Gerakan penginjilan dan kebebasan menginjil yang terjadi saat ini, juga belum pernah terjadi dalam sejarah kekristenan di Indonesia. Ini semua adalah dampak dari COVID-19.

    Fakta 3

    Sesuai dengan namanya,  ANTIKRIS atau ANTIKRISTUS adalah sosok atau gerakan, atau  kekuasaan yang melawan atau yang anti terhadap Kristus atau melawan Allah.  Oleh karena anti atau memusuhi Allah, antikris akan menghujat Allah, menghujat nama Allah, dan menghujat semua yang ada di surga. Si antikris akan melakukan penindasan dan penganiayaan secara besar-besaran terhadap para pengikut Kristus.

    Kenyataan yang sedang terjadi di depan mata kita saat ini di tengah-tengah wabah virus Corona justru KONTRADIKTIF dengan apa yang seharusnya terjadi bila si antikris muncul. Di tengah-tengah situasi bayang-bayang maut akibat Cengkraman virus Corona, yang terjadi justru bangsa-bangsa bangkit memuja dan menyembah Tuhan. Tanpa ada yang memprakarsai, atau yang mengomando, atau yang menganjurkan, hampir seluruh penduduk dunia  sujud dan bertekuk lutut merendahkan diri di hadapan Allah. Jika Anda melihat secara kritis situasi global saat ini, Anda akan terkejut melihat fakta bahwa saat ini gerakan penginjilan dan kebangunan rohani, yang diikuti oleh gerakan pertobatan sedang terjadi secara dahsyat di seluruh dunia. Gerakan penginjilan dan pertobatan masal yang sedang terjadi di seluruh dunia saat ini tidak lagi membutuhkan penginjil yang hebat, atau pengkhotbah yang luar biasa, atau hamba Tuhan yang naik turun surga dan masuk keluar naraka. Saat ini Allah sendiri yang sedang beraksi dengan kekuatan kuasa-Nya di alam semesta. Allah sedang bergerak dan beraksi ketika seluruh bangsa sedang menghadapi ancaman virus Corona..

    4. LANTAS…

    Melihat fakta-fakta atau fenomena-fenomena religi yang muncul di tengah Cengkraman virus Corona, dan dengan menggunakan PENALARAN YANG SEHAT, sangat SULIT  untuk menerima dengan AKAL SEHAT jika COVID-19 atau Virus Corona Disease yang muncul di akhir tahun 2019 disebut, atau dianggap, atau diyakini sebagai langkah awal antikris atau sebagai bagian dari skenario antikris. Jadi, COVID-19 – Alat Anti Kristus atau Alat KRISTUS, tergantung pada KONDISI AKAL Anda.

    Amin……Gbu all.

    Judul Artikel:  COVID-19: ANTI KRISTUS atau ALAT KRISTUS (Antara Keyakinan dan Fakta)

    Penulis: Dr. S. Tandiassa

  • UPDATE: PERKEMBANGAN STATUS SEBAGIAN MAHASISWA SEMINARI BETHEL JAKARTA

    UPDATE: PERKEMBANGAN STATUS SEBAGIAN MAHASISWA SEMINARI BETHEL JAKARTA

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Sehubungan dengan situasi yang terus berkembang, Humas Redaksi Humas Seminari Bethel Jakarta-Pusat [Pdm. Yada Putra Gratia] pada hari Kamis, 23 April 2020, menyampaikan rilis terkini perkembangan status sebagian mahasiswa/mahasiswi di tengah-tengah situasi pandemi Covid-19 sebagai berikut :

    Setelah menunggu hasil swab test lanjutan yang dilakukan oleh tim dokter Puskesmas pada Jumat, 17 April 2020 kepada anak Asrama yang pada rapid test sebelumnya menunjukkan hasil negatif, maka pada hari Rabu tanggal 22 April 2020, tim dokter Puskemas telah menginformasikan hasil pemeriksaan tersebut.

    Adapun hasil pemeriksaan swab test tersebut 27 anak dinyatakan positif dan pada malam hari sekitar pk. 20.20 WIB telah dievakuasi ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet [Kemayoran, Jakarta-Pusat]. Puji Tuhan, proses evakuasi tersebut didampingi dan dikawal langsung oleh Lurah Petamburan, Camat Tanah Abang, Dandim 0501/BS-JP dan Kapolres Jakarta Pusat, berjalan dengan lancar.

    Penghuni Asrama yang saat ini dirawat di RSUD Cengkareng berjumlah 5 orang, dengan rincian 4 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Mereka semua berada dalam kondisi semakin baik dan sehat serta sedang menunggu hasil Swab test akhir.

    Penghuni Asrama yang saat ini dirawat di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet berjumlah 66 orang, dengan rincian 28 orang laki-laki dan 38 orang perempuan. Mereka semua berada dalam kondisi baik dan sehat.

    Penghuni Asrama yang saat ini masih melakukan isolasi mandiri di Asrama Seminari berjumlah 71 orang, dengan rincian 38 orang laki-laki dan 33 orang perempuan. Hasil pemeriksaan semua menyatakan bahwa mereka negatif. Sesuai dengan permintaan kami dan jika diijinkan oleh Camat cq dokter puskesmas, mereka semua akan mengikuti isolasi mandiri di luar asrama Seminari.

    Seminari Bethel Jakarta tetap mengikuti arahan dari tim dokter Puskesmas dan menjalankan protokol kesehatan penanganan Covid-19 secara ketat di lingkungan Seminari demi kepentingan dan kesehatan bersama.

    Untuk Informasi lebih lanjut, silahkan kontak : 1.Pdt Tonny Watimena, Hp 081284266346. 2. Pdt. Purim Marbun, Hp 8161905103. 3.Pdp Oktaria Inkiriwang, Hp 087780783475. 4. Pdm. Yada Putra Gratia, Hp 08176336441. (beritabethel.com)

  • GMC-19 PGI dan PEWARNA KEMBALI GELAR PENYEMPROTAN DESINFEKTAN 3 RUMAH IBADAH DAN KAMPUS STT AGATHOS

    GMC-19 PGI dan PEWARNA KEMBALI GELAR PENYEMPROTAN DESINFEKTAN 3 RUMAH IBADAH DAN KAMPUS STT AGATHOS

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Relawan Gereja Melawan Covid-19 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia atau yang biasa disebut GMC-19 PGI bersama PEWARNA Indonesia, pada Rabu siang, (22/04/2020) melakukan penyemprotan disinfektan di 3 tempat ibadah yang terletak di Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

    Sebanyak 10 relawan GMC-19 PGI diterjunkan untuk sterlilisasi pencegahan penyebaran virus di Masjid Baiturrahman. Dengan mengenakan baju APD (Alat Pelindung Diri) lengkap, mereka menyemprotkan desinfektan di area luar masjid, dan ruang wudhu.

    Tempat kedua yang disambangi relawan GMC-19 PGI adalah Taman Kanak-kanak Al-Akhyar, yang berlokasi tak jauh dari Masjid Baiturrahman. Di tempat ini GMC menyisir area mushola yang menjadi bagian dari TK Al-Akhyar. Selepas penyemprotan di TK Al-Akhyar, relawan GMC kemudian melanjutkan penyemprotan di Mushola Nurul Jannah.

    Lokasi terakhir yang disterilisasi GMC-19 PGI adalah kampus Sekolah Teologia Terpadu Agathos (STT Agathos). Area kantor dosen, asrama mahasiswa, hingga tempat ibadah tak luput dari penyemprotan yang dilakukan para relawan.

    Ruslan, Ketua RT 02, RW 07, Kelurahan Duri Kepa, menyampaikan terima kasih atas upaya gereja dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di lingkungannya.

    “Saya mengucapkan terima kasih, apresiasi atas partisipasinya (penyemprotan desinfektan) di wilayah kami,” ujar Ruslan.

    “Sebelumnya kami juga sudah melakukan penyemprotan, tetapi sepertinya kurang efektif. Mudah-mudahan dengan adanya penyemprotan kali ini, virusnya bisa segera hilang,” tambahnya.

    Penyemprotan disinfektan di sejumlah rumah ibadah yang terletak di lingkungan RT 02, RW 07, Kelurahan Duri Kepa merupakan kerjasama antara PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) bersama PEWARNA Indonesia (Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia) dan STT Agathos.

    Teladan bagi Calon Pelayan Ketua STT Agathos Pdt. Karel Tuuk M.Th, berujar bahwa kegiatan bakti sosial seperti ini sangat memberkati kampusnya, apa lagi dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

    “Kami mendapat berkat, di mana ruang kantor, ruang usaha dan perkuliahan kami pada hari ini disterilkan. Mewakili saya pribadi, mahasiswa, staf pengajar dan Dewan Pembina, saya mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih,” kata Pdt. Karel Tuuk.

    Di sisi lain, dirinya juga mengungkap, bahwa apa yang telah dilakukan oleh PGI melalui GMC-19 juga PEWARNA Indonesia diharap memberi teladan bagi setiap calon pelayan Tuhan yang tengah berguru di tempat itu.

    “Mahasiswa ikut serta melihat dan menyaksikan. Ini juga akan menjadi pembelajaran bagi mereka, sebagai bekal dalam pengalaman, proses pembinaan. Tetapi di satu sisi juga, bagi kami, kegiatan ini merupakan sebuah perwujudan kegerakan yang didasari oleh hati, bahwa di tengah keadaan yang penuh tantangan seperti ini namun kita (sebagai gereja) masih bisa berbuat sesuatu untuk orang lain,” pungkas Karel.

    Sementara Dewan Penasehat STT Agathos Louis Pakaila yang juga sebagai Ketua Umum Persekutuan Doa Makassar mengatakan agar berbuat sesuatu bagi hubungan lintas agama harus sering dilakukan. Semua bertujuan agar hubungan antar agama tetap harmonis dan saling bergotong royong menjaga NKRI.

    “Penting bagi kita untuk menjadi berkat di tengah saudara-saudara kita yang berbeda keyakinan. Saya merasa kegiatan seperti ini penting dilakukan,” tegas Peace Ambassador Universal Peace Federation untuk Indonesia, itu.

  • Ungkap Fakta Sebenarnya Terkait Kondisi Mahasiswanya, Ini 6 Penjelasan Surat Terbuka Seminari Bethel Jakarta

    Ungkap Fakta Sebenarnya Terkait Kondisi Mahasiswanya, Ini 6 Penjelasan Surat Terbuka Seminari Bethel Jakarta

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Melalui surat terbuka nomor: 58/SEK/SBJ/IV/2020, tanggal 22 April 2020, Seminari Bethel Jakarta kembali menyampaikan klarifikasi berkaitan dengan berita/info yang beredar di lini media massa maupun media sosial seputar kondisi terkini Seminari.

    Dalam surat terbuka yang ditandatangani Pdt. Kiki Sadrach, M.Th (Ketua Seminari Bethel Jakarta) dan Pdp. Oktaria Inkiriwang, S.Th (HRD/GA) dijelaskan bahwa keluarnya surat terbuka untuk kedua kalinya ini, merupakan bagian dari sikap Seminari Bethel Jakarta termasuk unit-unit pendidikan: STT, SP dan SMTK serta Asrama untuk selalu mendukung program pemerintah baik dari sisi pendidikan maupun hal lainnya termasuk dalam penanganan dan pencegahan penyebaran pandemi virus Covid-19 yang menjadi Bencana Nasional di Negara kita saat ini.

    Selain itu, terbitnya surat terbuka Seminari dengan tembusan; Ketum BPH GBI, Sekum BPH GBI, Ketum YBI dan Departemen Hukum dan Advokasi BPH GBI, untuk menyikapi pemberitaan di media masa terkait dengan situasi terkini Seminari Bethel Jakarta, serta melanjutkan informasi yang telah sampaikan pada Surat Terbuka Seminari Bethel Jakarta yang pertama tertanggal 17 April 2020 dengan no. 57/SEK/SBJ/IV/2020.

    Berikut beberapa hal yang disampaikan terkait perkembangan terkini di Seminari Bethel Jakarta dalam menghadapi dan mencegah penyebaran pandemi virus Covid-19;

    Pertama; Pada hari Jumat, 18 April 2020 sore, di Seminari Bethel Jakarta, tim dokter Puskesmas telah melakukan Swab test lanjutan kepada 94 orang anak Asrama yang pada rapid test sebelumnya menunjukkan hasil negatif. Sampai saat ini kami masih menunggu hasil dari swab test tersebut. Kami semua berharap dan berdoa hasilnya adalah negatif, namun, bila hasil test-nya positif tentu dipastikan kami segera memindahkan mereka ke Wisma Atlet sesuai arahan dan rujukan dari dokter Puskesmas Tanah Abang dan kita semua berdoa supaya mereka dapat cepat disembuhkan dipulihkan.

    Kedua; Perihal beredarnya isu-isu dan informasi yang berkembang di masyarakat, bahwa ada PDP yang meninggal di asrama, kemudian ada salah seorang anak asrama yang hasil rapid test-nya positif kabur, dan sebagainya. Dengan ini kami memberitahukan bahwa informasi tersebut di atas tidak benar.

    Sejak awal ketika ada 1 anak yang menjalani pemeriksaan sesuai dengan prosedur dan protokol penanganan covid-19, kami selalu mengingatkan, menegaskan agar semua penghuni asrama selalu setiap saat menjaga kesehatan dan melakukan protokol kesehatan dengan ketat seperti tertulis di atas sambil menunggu arahan dari tim Kemenkes cq Puskesmas Tanah Abang.

    Dan, bila ada yang memiliki gejala batuk, pilek, demam dan sesak nafas, kami akan segera menghubungi puskesmas Tanah Abang atau RS rujukan terkait untuk pemeriksaan lebih lanjut dan menerima arahan tindakan-tindakan yang diharuskan sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan R.I. Perlu diketahui bersama bahwa semua anak asrama yang sakit maupun yang dirawat di RSUD Cengkareng dan Wisma Atlet semua berada dalam keadaan semakin sehat dan sedang menunggu hasil test yang sedang mereka jalani, kita bersyukur dengan keadaan yang semakin membaik tersebut.

    Ketiga; Menanggapi video-video yang beredar di masyarakat pasca 36 orang anak asrama yang dievakusi ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, yang berisi ujaran-ujaran kebencian dan provokatif, kami telah melaporkan hal tersebut kepada pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti secara tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

    Keempat; Menanggapi pemberitaan di beberapa media televisi yang mengabarkan bahwa 36 orang yang telah dievakuasi ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet pada tanggal 17 April 2020 telah pulang dari Wisma Atlet, dengan ini kami memberitahukan bahwa informasi tersebut tidak benar.

    Faktanya, sampai saat ini ke 36 orang tersebut masih menjalani isolasi mandiri di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet sesuai dengan arahan dari tim dokter Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

    Kelima; Menanggapi pemberitaan di beberapa media masa yang memberikan informasi bahwa adanya virus Covid-19 di Seminari Bethel Jakarta bersumber dari salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan di Lembang, dengan ini kami memberitahukan bahwa informasi itu tidak benar.

    Faktanya, tidak ada satu orang pun dari asrama Seminari Bethel Jakarta yang mengikuti kegiatan di Lembang. Jadi, kasus Covid-19 yang terjadi di Seminari Bethel Jakarta tidak ada kaitannya dengan kasus Covid-19 yang terjadi di Lembang.

    Dalam hal ini, kami dari Seminari Bethel Jakarta telah mendapatkan klarifikasi dari Bapak Yassin Pasaribu, Camat Tanah Abang, bahwa apa yang disampaikan hanyalah dugaan pribadi beliau.

    Keenam; Kami terus mengingatkan kita semua dan penghuni asrama untuk melaksanakan protokol kesehatan yang ketat: pakai masker, sering cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, jaga jarak dan jaga kebersihan serta segera ke dokter Puskesmas bila mengalami gejala – gejala batuk kering, pilek, demam dan sesak nafas untuk dapat ditangani dengan baik sesuai protokol penanganan dan pencegahan covid-19.

    Dari enam poin yang disampaikan, pihak Seminari berharap semua pihak dapat menjadi jelas dan memahami dengan tepat setelah mendapat informasi yang sebenarnya.

    Untuk Informasi hubungi lebih jelas dapat menghubungi: Pdt Tonny Watimena, Hp 081284266346; Pdt. Purim Marbun, Hp 8161905103; Pdp Oktaria Inkiriwang, Hp 087780783475; dan Pdm. Yada Putra Gratia, Hp 08176336441. (*)

  • SURAT TERBUKA SEMINARI BETHEL JAKARTA

    SURAT TERBUKA SEMINARI BETHEL JAKARTA

    JAKARTA, WARTANAARANI.COM – Mengantisipasi pemberitaan terkait situasi dan keadaan Seminari Bethel Jakarta, pimpinan Seminari melalui Surat Terbuka, nomor 57/SEK/SBJ/IV/2020, pada hari Jumat, 17 April 2020 menyampaikan beberapa poin penting.

    Berikut isi surat terbuka yang ditandatangani oleh Pdt. Kiki Sadrach, M.Th (Ketua Seminari Bethel Jakarta) dan Pdp. Oktaria Inkiriwang, S.Th (HRD/GA) dengan tembusan; Ketum BPH, Sekum BPH, Ketum YBI, Departemen Hukum dan Advokasi BPH GBI.

    Seminari Bethel Jakarta termasuk unit-unit pendidikan: STT,SP dan SMTK serta asrama selalu mendukung program Pemerintah baik dari sisi pendidikan maupun hal lainnya termasuk dalam penanganan dan pencegahan penyebaran pandemi virus Covid-19 yang menjadi Bencana Nasional di Negara kita saat ini.

    Menyikapi perkembangan dan juga menjawab pertanyaan beberapa orang terkait dengan situasi dan keadaan Seminari khususnya di asrama, maka melalui surat ini kami menyampaikan beberapa hal mulai dari kronologi sampai pada perkembangan terkini di Seminari Bethel Jakarta dalam menghadapi dan mencegah penyebaran pandemi virus Covid-19.

    Kami berharap semua pihak dapat menjadi jelas dan memahami dengan tepat setelah mendapat informasi dari kami berikut ini:

    Pertama; Terhitung sejak tanggal 16 Maret 2020 sampai saat ini, kami telah memberlakukan program Kelas Belajar Mengajar (KBM) secara online dengan tujuan turut mencegah penyebaran virus covid-19 dengan menghindari pertemuan tatap muka dalam jumlah besar.

    Tidak ada pertemuan ataupun kegiatan belajar secara tatap muka yang dilakukan di Seminari Bethel Jakarta. Di lingkungan Seminari (termasuk di asrama) juga sudah memberlakukan protokol kesehatan sesuai anjuran Kemenkes dan dokter Puskesmas Tanah Abang dengan: selalu menggunakan masker, sering cuci tangan baik dengan sabun maupun dengan hand sanitizer, menjaga jarak satu dengan yang lain minimal 1 m, melepas jaket dan helm serta menaruhnya di luar dengan dibungkus plastik masing- masing, dan membangun imunitas kesehatan yang baik dengan tetap berolahraga, makan makanan sehat ditambah vitamin, buah-buahan, air jahe dan lainnya.

    Kedua; Pada tanggal 11 Maret, ada 1 orang mahasiswa yang mengalami gejala demam, tetapi setelah di rawat di RS Mintoharjo selama 4 hari dia sembuh dan diijinkan pulang tanpa ada berita tambahan apa-apa dari Rumah Sakit lalu dia dijemput orang tuanya dan dibawa pulang.

    Ketiga; Keesokan harinya tanggal 12 Maret, ada 1 orang mahasiswa juga demam dan dibawa ke RS Mintoharjo kembali untuk dirawat. Benar bahwa pihak Rumah Sakit sudah melaksanakan pemeriksaan Covid-19 dan mengharuskan yang bersangkutan untuk mengikuti pemeriksaan Covid-19 sesuai anjuran Pemerintah dan harus dirawat di sana sampai selesai seluruh pemeriksaan Covid-19 selesai dan yang hasilnya ternyata semua negatif dan diijinkan keluar dari Rumah Sakit pada tanggal 27 Maret.

    Keempat; Pada tanggal 16 Maret, sesuai dengan anjuran pemerintah yang diumumkan oleh Bapak Presiden RI maka Seminari memutuskan dan mengeluarkan surat keputusan untuk memulai KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) secara online mulai tanggal 17 Maret. Mahasiswa yang tinggal di asrama Seminari yang jumlah awalnya sekitar 250 orang, sebagian pulang ke rumahnya masing-masing sehingga hanya tinggal 140 orang.

    Kemudian, tanggal 24 Maret kepala asrama menerima pesan Whats App dari Bapak Ari Juliano, anggota Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 yang isinya meminta anak-anak di Asrama harus tinggal di asrama dan jangan ada yang pulang lagi. Atas pesan dari Gugus Tugas ini, maka diputuskan anak-anak untuk tetap tinggal di Seminari.

    Kelima; Pada tanggal 26 Maret 2020, ada beberapa orang yang tinggal di Asrama dengan gejala batuk, pilek disertai demam, setelah di bawa ke Puskesmas Tanah Abang serta dilakukan test Covid-19 pertama dan hasilnya negatif, meski demikian mereka semua diwajibkan isolasi mandiri sebagai ODP di asrama Seminari (di kamar khusus) dan harus menunggu test Covid-19 ke-2 sesuai arahan dokter Puskesmas Tanah Abang.

    Keenam; Pada tanggal 1 April 2020, kepala asrama menunjukkan gejala sesak dan dibawa ke RSUD Cengkareng sesuai rujukan dan arahan dari dokter Puskesmas dan di rawat sampai hari ini dengan kondisi sudah membaik. Keluarganya kemudian di isolasi mandiri sambil menunggu pemeriksaan dan arahan dari Puskesmas Tanah Abang.

    Ibu asrama yang juga mengalami gejala demam dan sesak nafas, akhirnya juga dirawat pada tanggal 9 April di RSUD Cengkareng sampai hari ini dengan keadaan semakin membaik. 6 (enam) orang mahasiswa yang ikut di test saat itu di Puskesmas Tanah Abang karena demam tetap dilakukan isolasi mandiri di ruang khusus selama beberapa hari sambil menunggu hasil pemeriksaan test Covid-19 ke-2 sesuai arahan dari dokter Puskesmas Tanah Abang dan prosedur yang berlaku.

    Ketujuh; Pada hari Senin, 6 April 2020, setelah di lakukan test Covid-19 ke-2 dengan rapid test di Puskesmas Tanah Abang ternyata keenam (6) orang mahasiswa tersebut hasilnya positif dan menjadi PDP dengan gejala ringan. Kemudian dengan arahan dari Gugus Tugas Covid-19, mereka yang PDP dengan gejala ringan tetap diminta isolasi mandiri di ruang khusus di asrama.

    Kedelapan; Pada hari Selasa, 7 April 2020 dilakukan swab test Covid-19 yang hasilnya diperoleh tanggal 9 April 2020, didapati bahwa ada 6 orang mahasiswa tersebut hasil swab test-nya positif dan kemudian pada hari yang sama 3 orang di antar ke RSUD Cengkareng untuk dirawat, salah satunya adalah anak dari Kepala Asrama sendiri dan 3 orang lagi sisanya di rawat di RS Wisma Atlet Kemayoran.

    Kesembilan; Terkait dengan hal ini, sesuai dengan arahan Kemenkes cq Puskesmas, maka kami meminta supaya mahasiswa maupun staf yang melakukan kontak fisik dengan ODP dan PDP di atas selama 14 hari mundur dari tanggal gejala awal ODP, dapat diperiksa oleh tim dokter Puskesmas Tanah Abang sesuai dengan surat permohonan yang kami kirimkan.

    Kesepuluh; Kemudian pada tanggal 12 April 2020, tim dokter beranggotakan 8 (delapan) orang melakukan pemeriksaan rapid test dan swab test terhadap 134 orang mahasiswa dan beberapa staf di Seminari Bethel Jakarta. Dalam hal ini, kami tetap melakukan isolasi mandiri bagi para penghuni asrama sesuai dengan protocol kesehatan Covid-19.

    Pada tanggal 16 April 2020, hasil rapid test dan swab test tersebut baru diinformasikan kepada kami. Sebanyak 36 (tiga puluh enam) orang hasil swab test-nya dinyatakan positif oleh dokter Puskesmas Tanah Abang, sehingga mereka harus di rawat (isolasi mandiri) di Wisma Atlet, dan malam itu juga diberangkatkan dengan diantar oleh tim dari Puskesmas Tanah Abang. Dan 98 orang mahasiswa dan staf di Asrama dinyatakan hasil testnya negative oleh dokter Puskesmas Tanah Abang.

    Kesebelas; Menurut informasi terakhir dari tim dokter Puskesmas, tertanggal 16 April 2020, bahwa untuk 98 mahasiswa dan staf yang ada di lingkungan Seminari Bethel Jakarta termasuk asrama, diarahkan untuk tidak diijinkan kemana-mana tetapi mereka harus mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah: memakai masker, jaga jarak, sering cuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun, jaga kebersihan barang dan baju, penyemprotan desinfektan terhadap barang dan ruangan, dan jaga makanan sehat. Saat ini mereka menerima asupan makanan yang sehat dan bergizi ditambah dengan vitamin dan olah raga yang cukup.

    Kedua belas; Sabtu esok, 18 April 2020 pukul 09.00 WIB di Seminari Bethel Jakarta, tim dokter Puskesmas akan kembali melakukan rapid test kepada semua karyawan yang dalam 2 minggu terakhir berada di lingkungan seminari dan juga kepada siswa dan mahasiswa yang tinggal di kost di lingkungan sekitar Seminari Bethel Jakarta.

    Ketiga belas; Kami selalu mengingatkan, menegaskan dan meminta kembali agar semua penghuni asrama selalu setiap saat menjaga kesehatan dan melakukan protokol kesehatan dengan ketat seperti tertulis di atas sambil menunggu arahan dari tim Kemenkes cq Puskesmas Tanah Abang. Dan bila ada yang memiliki gejala batuk, pilek, demam dan sesak nafas, kami akan segera menghubungi puskesmas Tanah Abang atau RS rujukan terkait untuk pemeriksaan lebih lanjut dan menerima arahan tindakan-tindakan yang diharuskan sesuai prosedur yang ditetapkan Kemenkes.

    Keempat belas; Kami dan kita semua sudah mengetahui secara bersama sama bahwa wabah yang tidak terduga ini dapat menimpa siapa pun; bahkan WHO sudah menyatakan wabah ini sebagai pandemic global yang telah menjangkiti seluruh dunia. Dan sebagai warga Negara yang baik sekaligus sebagai pengelola, pendidik serta anak didik di Seminari Bethel Jakarta, wajib mendukung gerakan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan melakukan protokol kesehatan dan mengikuti arahan Gugus Tugas Covid-19.

    Dan bagi yang terkena atau terpapar Covid-19, kita dukung dalam doa, kekuatan dorongan rohani dan firman serta makanan yang sehat supaya jamahan Tuhan mengalir, imunitas mereka terbangun dan cepat sembuh serta berdoa bagi para dokter, perawat, karyawan rumah sakit, dan semua orang yang sedang berjuang membantu para pasien Covid-19, kiranya kasih Tuhan senantiasa memberikan kekuatan dan Kesehatan.

    Demikian informasi kami sampaikan sesuai kronologi dan perkembangan terkini di Seminari Bethel Jakarta dalam mendukung program pemerintah untuk pencegahan penyebaran pandemi virus Covid-19 dan penyembuhan mereka yang sakit. Tuhan Yesus Memberkati.

    Terkait surat terbuka ini, untuk Informasi dapat menghubungi : Pdt Tonny Watimena (Hp 081284266346), Pdp Oktaria Inkiriwang, (Hp 087780783475), 3mPdm. Yada Putra Gratia, (Hp 08176336441). (*)

  • BINCANG SORE BERSAMA KETUA BPD BEKASI GBI, PDT. SAHALA NAINGGOLAN: ADA LIMA GONCANGAN YANG AKAN DIHADAPI GEREJA.

    BINCANG SORE BERSAMA KETUA BPD BEKASI GBI, PDT. SAHALA NAINGGOLAN: ADA LIMA GONCANGAN YANG AKAN DIHADAPI GEREJA.

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Pandemi Covid-19 di Indonesia kian hari kian meningkat. Terhitung hari ini, tanggal 16 April 2020, Juru Bicara Pemerintah Terkait Penanganan Wabah Virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan You Tube BNPB, Kamis (16/04/2020), sudah tercatat yang positif 5.516 kasus, sembuh 448 sembuh, dan meninggal 496 kasus. Tak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 ini sangat mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat dan kehidupan pelayanan gereja.

    Ditemui di kediamannya, kompleks perumahan Kota Harapan Indah Bekasi, Rabu (15/04/2020), Ketua BPD Bekasi GBI, Pdt. Sahala Nainggolan, M.Th menyampaikan pandangan dan harapannya terkait wabah Covid-19. Secara gambalang, Pdt. Nainggolan menuturkan lima goncangan yang melanda gereja di hari-hari ini.

    “Memang kita tidak bisa pungkiri, pandemi Covid 19 ini sangat berpengaruh,” tuturnya singkat membuka bincang-bincang santai sore itu.

    “Tahun 2018, 2019 dan awal tahun 2020, saya menyampaikan khotbah pada jemaat, dimana dalam khotbah tersebut, saya menjelaskan ada 5 goncangan yang akan terjadi yaitu; goncangan iman, keluarga, kesehatan, keuangan dan goncangan diri sendiri,” tuturnya lagi.

    Lebih jelas gembala GBI Kasih Karunia Harapan Indah ini meyakini bahwa apa yang telah ia khotbahkan (5 goncangan) sedang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan berjemaat.

    “Nah, hampir tiga tahun ini saya berkhotbah menyinggung hal ini dan ternyata terjadi! Goncangan iman dimana orang berpindah agama, goncangan keluarga terjadi penceraian dan jadi berantakan. Kemudian goncangan kesehatan yang sekarang terjadi, dimana kita semua mengharapkan tidak terjadi sebab berdampak pada gonjangan ekonomi dan melumpuhkan sendi-sendi kehidupan sekarang. Kemudian goncangan diri sendiri yang paling parah membuat orang tidak stabil, iman dan roh tidak stabil juga gampang putus asa,” urainya.

    Oleh karenanya, Ketua BPD Bekasi GBI periode 2018-2022 mengajak hamba-hamba Tuhan untuk terus memberitakan firman Tuhan bahwa apa yang terjadi hari-hari ini adalah penggenapan firman Tuhan.

    “Tugas kita sebagai gereja memberikan firman kepada jemaat bahwa ini adalah pengenapan firman Tuhan, seperti tertulis di kitab 2 Timotius:1, bahwa menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kali, akan muncul kesukaran yang besar, salah satunya termasuk hal ini (Pandemi Covid-19), yang terjadi sekarang,” tuturnya.

    “Jadi semua orang Kristen harus siap menghadapi, tetapi ini belum seberapa menurut saya. Oleh karena itu, pihak gereja harus terpanggil untuk mempersiapkan jemaatnya,” tuturnya lagi.

    Terkait adanya pendapat yang mengatakan bahwa “kita jangan takut menghadapi virus ini, karena ada Tuhan”, dengan bijak Pdt. Nainggolan menyampaikan pendapatnya dilihat dari tanggung jawab orang percaya dan tanggung jawab Tuhan.

    “Memang kita tahu semua ini atas seijin dari Tuhan. Tetapi kita punya bagian dalam tanggung jawab, ada tanggung jawab kita sebagai orang percaya dan ada tanggung jawab Tuhan. Dimana tanggung jawab kita dalam masalah ini, menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri, kalau tidak pasti terkena wabah corona ini. Kemudian jangan mentang-mentang kita punya iman, lalu menggampangkan Tuhan, itu tidak boleh. Menganggap atau berfikir pasti sembuh karena ada mujizat. Jadi kita juga ada tanggung jawab pada Tuhan,” tegasnya.

    Pada kesempatan itu, Pdt. Sahala Nainggolan juga menuturkan beberapa persoalan yang dihadapi oleh seorang gembala akibat wabah Covid-19 dan permasalahan Ibadah Online.

    “Memang permasalah virus ini dampaknya sangat terasa sekali dan masalah ibadah secara online ini memang tidak maksimal karena jemaat itu banyak dari berbagai latar belakang baik dari segi ekonomi maupun usia. Llalu bila kita live streaming, tidak semua orang bisa mengikuti terutama banyak orang tua yang tidak mengikuti perkembangan tehnologi sehingga tidak bisa menggunakan alat tersebut. Intinya memang tidak maksimal,” terangnya.

    “Lalu secara ekonomi memang ada dampaknya, dimana persembahan jadi menurun, dimana penggunaan anggaran persembahan, kita gunakan buat gereja dan orang yang bekerja di gereja, seperti contoh; cleaning servis , satpam dan pekerja di gereja,” terangnya lagi.

    “Memang dari segi positifnya ibadah secarai online ini bisa menjangkau segala pelosok sampai keluar negeri, tetapi yang kita utamakan internal kita, yaitu jemaat di gereja kita sendiri. Kalau dikatakan secara untuk umat memang bermanfaat tetapi tidak secara langsung. Sentuhan itu penting dari pada lewat media sosial. Sebab keakraban bisa terlihat disitu, sehingga pelayan bisa lebih ekfekti dan jauh lebih bagus daripada tayangan, tambah Pdt. Nainggolan.

    Disinggung soal sikap hamba Tuhan yang tidak terbuka bila terkena Virus Corona, Pdt. Nainggolan pun menuturkan soal pentingnya keterbukaan, jangan sungkan dan gengsi.

    “Mungkin ada rasa sungkan dan gensi. Bagi sebagian orang, yang namanya hamba Tuhan pasti dekat pada Tuhan, jadi malu mengakui. Justru harus berani mengakui agar bisa sembuh,” tegasnya.

    Pada bagian akhir pembicaraan, Ketua BPD Bekasi GBI ini menyampaikan harapannya dan mengajak semua umat Tuhan untuk terus berdoa supaya wabah Covid-19 segera selesai.

    “Pertama, saya akan terus berdoa supaya masalah wabah ini cepat selesai dan saya mengimani terhadap doa saya, agar tanggal 15 Mei itu, sudah bisa kebaktian kenaikan, sebab saya sudah programkan disini kebaktian gabungan dari anak sampai dewasa, juga umum,” harapnya.

    “Tetap kita berdoa supaya Tuhan tolong kita! Dan kita sebagai hamba Tuhan, terus mempersiapkan jemaat agar bisa kuat menghadapi krisis ini dan melewati dengan baik. Dengan cara melalui grup whatsaap dan media sosial lainya, untuk pesan himbauan agar kita kuat menghadapi krisis ini. Kesulitan pasti terjadi tapi kalau Tuhan menyertai kita, pasti Tuhan menolong kita,” harapnya lagi

    Secara khusus Pdt. Nainggolan mengajak semua umat untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah. Ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi pada para dokter, perawat yang bertugas di garis depan dalam menghadapi wabah virus corona.

    “Ikutilah anjuran pemerintah, kemudian tidak lupa saya mengucapkan terimakasih tak terhingga pada dokter, perawat juga relawan yang tergabung di tim medis sebab mereka garda terdepan dalam menghadapi virus Covid-19,” tutupnya mengakhiri bincang-bincang. (*)

  • SEMINARI BETHEL JAKARTA KLARIFIKASI DAN BANTAH PEMBERITAAN YANG NYATAKAN MAHASISWANYA DI ASRAMA POSITIF COVID-19

    SEMINARI BETHEL JAKARTA KLARIFIKASI DAN BANTAH PEMBERITAAN YANG NYATAKAN MAHASISWANYA DI ASRAMA POSITIF COVID-19

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Beredarnya berita-berita dari media, yang tidak berasal dari sumber yang benar dan isi berita tidak sesuai dengan fakta kebenaran dilapangan, tentang adanya sejumlah mahasiswa yang positif  terjangkit Covid-19 dan adanya evakuasi sejumlah mahasiswa Seminari Bethel Petamburan Jakarta, membuat Seminari Bethel Jakarta yang beralamat di Jl. Petamburan IV No. 5 Jakarta Pusat mengeluarkan klarifikasi dan bantahan terhadap pemberitaan yang beredar luas di masyarakat.

    Melalui surat klarifikasi tertanggal 16 April 2020 dengan nomor 56/SEK/SBJ/IV/2020, pihak Seminari Bethel Jakarta menyampaikan informasi tentang keberadaan anak-anak asrama Seminari Bethel Indonesia.

    Ada enam point penting yang disampaikan pihak seminari melalui surat klarifikasi yang ditandatangani oleh Pdt. Kiki Sadrach M.Th (Ketua Seminari Bethel Jakarta) dan Oktaria Inkiriwang, S.Th (HRD/GA). Berikut isi klarifikasi tersebut:

    Pertama, bahwa pihak Seminari telah mengusahakan pemeriksaan terhadap semua orang di asrama dan berdasarkan hasil rapid test Covid-19 dan Swap test kepada siswa/mahasiswa penghuni asrama dan staf yang tinggal di lingkungan asrama sebanyak 130 mahsasiswa/siswi pada tanggal 12 April 2020 dilakukan pemerikasaan oleh 8 (delapan) orang team dokter dari Puskesmas Tanah Abang, maka di dapati hasil; adanya 35 orang yang harus dipantau kondisinya walaupun tanpa gejala (OTG) sama sekali dan menjadi ODP (Orang Dalam Pemantauan). Keadaan ini mengharuskan ODP diisolasi secara mandiri terlebih dahulu di Seminari Bethel sambal menunggu rujukan dan hasil pemeriksaan team medis lebih lanjut dari Puskesmas Tanah Abang.

    Kedua, bahwa sebelum dan sesudah hasil test ini dilaksanakan untuk penghuni asrama, Seminari Bethel telah jauh-jauh hari menerapkan protocol Kesehatan sesuai Kemenkes, dan selalu pro-aktif mengupayakan perlindungan kesehatan bagi anak-anak asrama. Pengadaan masker, hand sanitizer dan lain-lain untuk seluruh penghuni asrama serta menganjurkan protocol kesehatan yang benar; mengenakan masker, sering mencuci tangan, gunakan hand sanitizer dan lain-lain secara aktif terus digalakkan.

    Ketiga, bahwa hingga saat ini, kondisi di asrama dan Seminari Bethel Jakarta tetap mengikuti protocol kesehatan sesuai Kemenkes dan penghuni asrama dan orang-orang yang berada dalam lingkungan Seminari Bethel Jakarta menerima makanan sehat serta vitamin yang membangun imunitas dan kesehatan yang baik. Disinfektasi atas seluruh ruangan dan halaman juga selalu dilakukan setiap 2-3 hari sekali atas arahan dari Puskesmas.

    Keempat, dikatakan bahwa agar anak-anak penghuni asrama dapat berkonsentrasi menjaga kesehatannya; sejak bulan Maret 2020 System pembelajaran dan perkuliahan menerapkan system KBM online tanpa tatap muka. Dan dengan adanya hasil test lanjutan (12 April 2020) oleh tim medis, dan masukan dari beberapa orang dan dosen, maka untuk penghuni asrama sama sekali tidak diberlakukan pembelajaran baik KBM dan lain sebagainya, ini untuk memprioritaskan kesehatan mereka lebih dahulu.

    Kelima, bahwa untuk sebagian besar pengajar/dosen/staf Seminari Bethel Jakarta telah diberlakukan Work From Home (WFH)

    Keenam, pihak Seminari menyatakan bahwa koordinasi dengan dokter Puskesmas dan Rumah Sakit rujukan selalu dilakukan.

    Dengan klarifikasi ini, pihak seminari berharap dapat meluruskan berita-berita yang beredar diluaran yang tidak sesuai dengan fakta yang ada. (*)

  • MURFATI LIDIANTO DUKUNG DAN APRESIASI PENYEMPROTAN DESINFEKTAN KE RUMAH-RUMAH IBADAH OLEH GMC-19 PGI

    MURFATI LIDIANTO DUKUNG DAN APRESIASI PENYEMPROTAN DESINFEKTAN KE RUMAH-RUMAH IBADAH OLEH GMC-19 PGI

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Anggota DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto, SE., memberikan dukungan dan apresiasi atas pelaksanaan penyemprotan cairan Desinfektan ke rumah-rumah Ibadah oleh relawan GMC-19 (Gereja Melawan Covid) Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Hari ini, Rabu (15/04).

    Menurutnya, apa yang dilakukan oleh GMC-19 adalah bagian dari upaya bersama antara pemerintah dengan berbagai elemen masyarakat untuk mengantisipasi dan menekan penyebaran virus corona.

    “Salah satu upaya dalam mengantisipasi dan menekan penyebaran Covid-19 atau Virus Corona Desease adalah dengan penyemprotan cairan Desinfektan. Oleh karena itu apa yang dilakukan oleh relawan GMC-19 hari ini, harus kita dukung!” pungkasnya.

    “Secara pribadi, saya berterima kasih dan mengapresiasi apa yang dilakukan oleh GMC-19. Kegiatan mulia seperti ini, tentu harus mendapat perhatian dari kita semua, apalagi selama ini tim relawan GMC-19 PGI telah bekerja secara sukarela dengan semangat untuk membantu pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya lagi.

    Seperti diketahui, penyemprotan delapan tempat ibadah hari ini, merupakan kegiatan kedua setelah sebelumnya pada tanggal 8 April 2020 lalu, tim relawan GMC-19 yang lain, didampingi Ibu Ida Napitupulu, Ketua Korwil Barat WBI Bekasi telah melakukan penyemprotan tujuh rumah ibadah dan satu Sekolah Tinggi Teologi.

    Adapun daftar rumah ibadah yang di semprot cairan deisinfektan hari ini adalah; GPSDI THB, GKII Marturia Harapan Indah, GBI Solideo HI, GKPI Harapan Indah, Gereja Bethany THB, GBI Kasih Karunia, GSY Bulevar Hijau dan GBT Harapan Indah.

    Persiapan tim relawan GMC-19 PGI sebelum penyemprotan cairan desinfektan

    Sementara itu terkait pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan diterapkan di Kota Bekasi, Murfati berharap semua warga patuh pada anjuran pemerintah Kota Bekasi.

    “Setiap warga mempunyai kewajiban untuk patuhi anjuran dari pemerintah wilayah masing-masing. Oleh karenanya saya berharap masyarakat dengan penuh kesadaran tinggi mengikuti aturan PSBB yang diterapkan di Kota Bekasi,” sebutnya.

    Ditambahkannya bahwa kepatuhan masyarakat terhadap aturan-aturan dalam penerapan PSBB tidak saja sebagai usaha untuk menolong diri sendiri dan keluarga, tapi lebih luas lagi menolong sesama warga masyarakat.

    “Kepatuhan masyarakat, secara tidak langsung ia sedang menolong diri sendiri yang berdampak menolong keluarga dan lebih luasnya menolong seluruh umat. Karena pembatasan sosial berskala besar bertujuan utk memutus mata rantai virus covid-19,” terangnya

    “Pembatasan interaksi di masyarakat dapat menghalangi penularan virus covid 19. Masyarakat adalah garda paling depan utk mengatasi virus covid-19 dan garda paling akhir adalah dokter dan perawat,” terangnya lagi.

    Murfatipun mengajak masyarakat untuk tetap semangat, optimis, kerjasama dan sabar  untuk melawan covid-19.

    “Kita harus semangat untuk perang melawan virus covid-19. Kita harus bekerja sama dan bersabar, niscaya kita akan keluar sebagai pemenang. Jika pandemi virus covid-19 sudah terlewati, semua akan tenang kembali bekerja dan beraktifitas kembali,” tutupnya.

  • BANTU SALURKAN BANTUAN, YAYASAN BERKAT MARANATHA PEDULI INDONESIA KERAHKAN DUA ARMADA AMBULANCE.

    BANTU SALURKAN BANTUAN, YAYASAN BERKAT MARANATHA PEDULI INDONESIA KERAHKAN DUA ARMADA AMBULANCE.

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Yayasan Berkat Maranatha Peduli Indonesia mengerahkan dua armada ambulance untuk membantu proses penyaluran bantuan Perwil 1 BPD Bekasi GBI kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid-19 melalui pemerintah kecamatan medan satria dan kecamatan bekasi barat, pada hari, Selasa (07/04/2020).

    Terlihat dua armada ambulance milik YBMPI bolak-balik mengangkut paket bantuan dari lokasi penampungan untuk diantar ke kantor kecamatan medan satria dan bekasi barat.

    “Hari ini, kami siapkan dua armada ambulance Yayasan Berkat Maranatha Peduli Indonesia untuk mangangkut paket bantuan Perwil 1 BPD Bekasi GBI berupa masker, hand sanitizer, mie instan dan air mineral,” tutur Pdt. Yohanes Sihombing, Ketua YBMPI.

    Pendiri YBMPI ini menuturkan bahwa apa yang dilakukan oleh yayasannya sesuai dengan visi dan tujuan yayasan yaitu “Menjadi berkat bagi Indonesia”.

    “Apa yang kami lakukan ini adalah bagian dari visi, juga maksud dan tujuan yayasan yang bersifat sosial, keagamaan serta kemanusiaan. Sehingga bila ada kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial seperti penyaluran bantuan untuk masyarakat yang terdampak wabah Covid-19, maka kami siap memberi bantuan untuk mengerahkan armada ambulance,” terangnya.

    Brosur YBMPI

    Untuk diketahui, YBMPI yang beralamat di Kompleks Ruko Onderdil Blok EL No. 1, Harapan Indah, Kelurahan Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi ini adalah yayasan yang bergerak untuk layanan kedukaan baik group ataupun perorangan.

    “YBMPI kami ini siap memberikan pelayanan 24 jam, melayani pengiriman jenazah dalam dan luar negeri. Khusus bagian Jawa, Lampung, Bengkulu, Padang, Jambi, pengiriman jenazah bisa dengan ambulance,” sebut gembala GBI Mawar Sharon Kota Harapan Indah ini.

    Alumni tingkat doktor STT Bethesda Bekasi ini pun secara gambalang menjelaskan sekaligus menawarkan khususnya kepada gereja-gereja lokal untuk bergabung dalam layanan kedukaan YBMPI.

    “Di yayasan kami tersedia layanan kedukaan group dan perseorangan. Jadi bagi Bapak/Ibu pimpinan Gereja lokal yang membutuhkan layanan kedukaan silahkan hubungi kami. Kami siap menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar paket perorangan dan group, siapa saja yang boleh gabung, apa saja yang didapatkan, kapan mulai pertanggungan, bagaimana cara mendaftar, berapa lama dana dapat dicairkan, apakah bisa didaftarkan diluar jabodetabek, bagaimana klaim yang dikecualikan dan apa bukti bahwa sudah menjadi peserta YBMPI,” sebut Pdt. Yohanes Sihombing.

    Rumah Duka RS. Taman Harapan Baru

    Ditambahkannya, terhitung tanggal 1 April 2020, YBMPI dipercaya pihak RS. THB untuk mengelola Rumah Duka RS. THB yang beralamat di Jl. Raya Kaliabang Tengah Bekasi.

    “Perlu saya sampaikan juga, bahwa sejak 1 April ini, Yayasan Berkat Maranatha Peduli Indonesia dipercaya pihak RS. THB untuk mengelola rumah dukanya. Dengan kepercayaan ini, membuktikan bahwa yayasan kami mampu bekerja profesional, bertanggung jawab dan dapat dipercaya,” terang Pdt. Sihombing.

    “Silahkan hubungi kami di nomor telepon berikut; (021) 88899534, Wa. 0813 1874 6087, Hp. 0812 1046 9970, 0813 1822 3266. Kiranya YBMPI dapat menjadi sahabat di kala duka,” harapnya menutup pembicaraan. (*)