Author: admin

  • PERWIL 1 BPD BEKASI GBI SALURKAN BANTUAN MELALUI PEMERINTAH KECAMATAN MEDAN SATRIA DAN BEKASI BARAT.

    PERWIL 1 BPD BEKASI GBI SALURKAN BANTUAN MELALUI PEMERINTAH KECAMATAN MEDAN SATRIA DAN BEKASI BARAT.

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Menindaklanjuti arahan BPD Bekasi GBI yang mengajak gembala jemaat dan gereja lokal untuk bersama-sama ikut dalam gerakan SEHATI TANGGAP COVID-19, menjadi berkat secara nyata bagi anggota jemaat dan masyarakat sekitarnya yang sedang mengalami dampak langsung dari wabah ini, maka Perwil 1 BPD Bekasi GBI, pada Selasa (07/04) menyerahkan bantuan melalui Pemerintah Kecamatan Medan Satria dan Kecamatan Bekasi Barat.

    Paket bantuan yang diserahkan Perwil 1 BPD Bekasi GBI

    Paket bantuan berupa masker, hand sanitizer, mie instan dan air mineral, diserahkan secara simbolis oleh Ketua Perwil 1, Pdt. Dr. J. Yohanes Sihombing, M.Th., pertama kepada perwakilan pemerintah kecamatan Medan Satria, yang diterima oleh Bapak Robbie Arfiansyah (Sekretaris Kecamatan Medan Satria) dan kedua, kepada perwakilan pemerintah Kecamatan Bekasi Barat, yang diterima oleh Ibu Diani Aprijanti, SH (Sekretaris Kecamatan Bekasi Barat).

    “Bantuan ini adalah hasil donasi dari gereja-gereja lokal GBI yang ada di Kecamatan Medan Satria dan Kecamatan Bekasi Barat. Mungkin tidak seberapa jumlahnya, tetapi ini adalah bagian dari rasa kepedulian kami, kepedulian Gereja Bethel Indonesia untuk bersama-sama mendukung pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19, khususnya membantu masyarakat yang terdampak dengan wabah ini,” terang Pdt. Yohanes Sihombing sesaat setelah menyerahkan bantuan.

    Foto bersama Pengurus Perwil 1 dan Perwakilan Kec. Medan Satria

    Mewakili pemerintah kecamatan, Robbie Arfiansyah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Perwil 1 BPD Bekasi GBI untuk masyarakat yang terdampak Covid-19.

    “Kami sangat berterima kasih sekali kepada teman-teman gereja GBI yang ada di Kecamatan Medan Satria atas bantuannya berupa bahan-bahan makanan, masker dan hand sanitizer yang sangat bermanfaat bagi masyarakat kita,” terangnya.

    “Kita ada empat kelurahan, memang posko kumpulnya bantuan-bantuan di Kecamatan. Dan nanti kami yang akan sampaikan ke setiap kelurahan dan kelurahan yang akan membagikan kepada titik-titik yang mana saja, bagi masyarakat yang melaksanakan isolasi, tapi yang tidak mampu. Dalam artian, teman-teman yang melaksanakan isolasi yang tidak ada pemasukan atau menganggur, yah, inilah yang dapat kita berikan terutama dari teman-teman GBI yang sudah memberikan bantuan ini. Bantuan ini pasti sangat dibutuhkan sekali buat teman-teman kita,” terang Robbie lagi.

    Penyerahan bantuan ke Kec. Bekasi Barat diterima oleh Ibu Diani Aprijanti, Sekcam Bekasi Barat

    Hal yang sama juga dituturkan Ibu Diani Aprijanti. Mewakili pemerintah Kecamatan Bekasi Barat ia menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan Perwil 1 BPD Bekasi GBI.

    “Terima kasih banyak buat Gereja Bethel Indonesia, terima kasih banyak, semoga bantuan ini bermanfaat bukan hanya untuk intern kecamatan tetapi untuk kelurahan dan tim medis tentunya yang sangat membutuhkan ini,” tuturny Sekretaris Kecamatan Bekasi barat ini.

    “Terima kasih banyak yang tidak terhingga, semoga kerjasama ini selalu ada diantara kita,” tuturnya lagi.

    Pembagian paket makan siang kepada pengemudi Ojol

    Sementara itu, selain bantuan yang disalurkan melalui dua kecamatan, Tim Sehati Tanggap Covid-19 Perwil 1 BPD Bekasi GBI juga menyalurkan bantuan langsung paket makan siang kepada para pengemudi Ojol yang mangkal dan lalu-lalang di sekitar bundaran menara patung gelas Kota Harapan Indah.

    Tampak Ketua Perwil 1 dibantu Pdt. Kirsom (Sekretaris) dan Pdt. Rofly Liem (Bendahara) dibantu beberapa gembala yang ikut serta, membagi-bagikan paket makan siang kepada ratusan pengemudi Ojol dan security kompleks pertokoan.

    Para pengemudi Ojol pun menyambut dengan antusias dan menyampaikan rasa terima kasih mereka. Tak segan, sambil memegang spanduk, mereka berbaur untuk foto bersama pengurus Perwil 1 BPD Bekasi GBI. (RSO)

  • Keterangan BPD GBI Jawa Barat Merespon Pemberitaan Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat

    Keterangan BPD GBI Jawa Barat Merespon Pemberitaan Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat

    BANDUNG, WARTANASRANI.COM – Berkenaan dengan pemberitaan pandemi Covid-19 di Jawa Barat, yang dirilis dari berbagai media yang memberitakan tentang telekomfrensi antara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan wakil Presiden KH. Mahruf Amin, yang dalam telekomfren tersebut, Ridwan dalam salah satu laporannya mengatakan tentang penularan virus corona atau covid 19, salah satu penyebabnya tentang adanya pasca kegiatan GBI Sukawarna di Lembang Bandung.

    Menanggapi tentang pemberitaan tersebut pihak Badan Pengurus Daerah (BPD) Jawa Barat, Pdt. Satrya Ketua BPD Jawa Barat mengirimkan rilisnya ke berbagai media, Sabtu 5/04/20, yang dikirmkan langsung Ketua Umum BPH GBI Pdt. Rubin Adi Abraham.

    Dengan rilis yang disampaikan bermaksud memberikan penjelasan terkait pemberitaan tentang GBI di Bandung, agar jemaat GBI maupun masyarakat luas beroleh pemahaman yang lebih tepat.

    Pdt. Satrya menegaskan bahwa, Pertama, di mana dalam pertemuan Pastors’ Meeting tanggal 3-5 Maret 2020 adalah program internal GBI Sukawarna yang sudah dijadwalkan. Pihak GBI Sukawarna telah mengkonfirmasikan bahwa yang mengikuti acara ini sebanyak 170 peserta, yaitu mereka yang mengikuti acara dengan penuh adalah 150 orang dan sekitar 20 orang lainnya bolak-balik ke kota Bandung dikarenakan pekerjaan dll.

    Kedua, acara ini dilaksanakan sebelum adanya himbauan Social Distancing, karena baru tanggal 2 Maret 2020 Presiden RI mengumumkan adanya 2 orang yang terinfeksi Covid-19 di Depok (1 hari sebelum pelaksanaan acara di Lembang).

    Lalu ketiga,tidak terpikirkan adanya resiko paparan virus tersebut berkenaan dengan pertemuan yang melibatkan orang banyak.

    Keempat, baru sekitar tanggal 5 Maret 2020 diumumkan agar melakukan Social Distancing. Selanjutnya dari kebijakan mencegah pandemic corona ini kemudian disusul dengan, Himbauan Presiden pada hari Minggu siang, tanggal 15 Maret 2020, untuk bekerja dari rumah, belajar di rumah dan ibadah di rumah.

    Berangkat dari himbauan yang disampaikan presiden maka, BPH GBI pada hari Rabu, tanggal 18 Maret 2020, menghimbau kepada seluruh gembala/gereja lokal untuk menaati himbauan pemerintah dan mengalihkan ibadah di rumah/keluarga.

    Sedangkan di wilayah Bandung sendiri kesepakatan Bersama Gereja-gereja di Bandung pada tanggal 19 Maret 2020 untuk beribadah di rumah mulai tanggal 21/22 Maret 2020. Bersamaan dengan maklumat Kapolri tanggal 19 Maret 2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan virus Corona (Covid-19).

    Sementara dalam pemantauan pihak pengurus BPD GBI Jawa Barat, hingga sampai tanggal 15 Maret 2020, GBI dan seluruh umat beragama lainnya masih melaksanakan ibadah sebagaimana biasanya.

    Maka dengan ini pihak GBI memastikan tidak ada maksud membangkang seruan pemerintah, terbukti sejak tanggal 22 Maret 2020 sampai saat ini seluruh ibadah Minggu dilaksanakan di rumah, demikian juga halnya dengan kegiatan pertemuan lainnya untuk sementara dilakukan secara online/daring. Dan hal ini bukan hanya dilakukan di kota Bandung dan Jawa Barat saja namun di seluruh Indonesia bahkan GBI di luar negeri.

    Tentang pandemic Covid 19 ini, pengurus GBI memandang bahwa semua ini adalah wabah yang tidak terduga dan dapat menimpa siapa pun tanpa memandang dari suku, agama, kelompok, golongan mana pun; bahkan WHO sudah menyatakan wabah ini sebagai pandemi global yang menjangkiti sekitar 200 negara.

    Bahkan dengan tegas BPH GBI melalui BPD Jabar GBI, melalui surat resmi dan berbagai media sudah memberikan arahan agar setiap gembala, pejabat dan pengerja,- khususnya peserta Pastors’ Meeting di Lembang dan peserta kebaktian yang diadakan di GBI Aruna, GBI Baranangsiang dan seluruh cabangnya, untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Kesehatan setempat dengan melaporkan/memeriksakan diri bila mengalami gejala terinfeksi Covid-19, dan melakukan isolasi mandiri bagi yang tidak mendapati gejala sekalipun.

    Doa dan harapan kami:

    Melalui peristiawa pandemic covid 19 ini, pihak GBI berharap Kita dapat memandang wabah ini sebagai pandemi yang harus dihadapi dan diperangi oleh seluruh rakyat Indonesia bahkan seluruh dunia. Sehingga tidak perlu adanya lagi sebutan terhadap kelompok tertentu agar kesatuan tetap terpelihara dan tidak menimbulkan stigma yang tidak diinginkan.

    Selanjutnya GBI baik di tingkat pusat, daerah maupun gereja lokal dapat bersehati bergandengan tangan menanggulangi wabah ini. Dengan aktif memberikan arahan agar jemaat tetap melakukan physical distancing agar tidak tertular virus Corona maupun menularkan (sebagai carrier).

    Sebagai orang percaya GBI mengajak kita berdoa, kiranya Tuhan memberikan penghiburan dan ketabahan bagi orang-orang yang anggota keluarganya menjadi korban pandemi Covid-19 ini. Pesannya bijaksanalah dalam menerima dan mengelola berita. Jangan menyebarkan berita yang tidak membangun, terlebih yang berpotensi menimbulkan polemik/perdebatan, kepanikan bahkan bertentangan dengan hukum.

    Mari kita berdoa bagi para dokter, perawat, karyawan rumah sakit, dan semua orang yang sedang berjuang membantu para pasien Covid-19, kiranya Tuhan senantiasa memberikan kekuatan dan kesehatan kepada mereka. Berdoalah bagi Presiden dan aparat pemerintah agar diberikan kesehatan, hikmat dan kesehatian dalam menangani pandemi di negeri ini.

    Bagi gereja sendiri BPH GBI mengajak Gereja Tuhan, bersama-sama kita menjadi terang sesuai dengan Yesaya 58. Berperan aktif dalam masyarakat untuk bertolong-tolongan menanggung beban, maka Tuhan akan memulihkan Indonesia.

    Melalui rilis ini pihak BPH GBI dan BPD GBI Jabar dapat membuat kita semakin memiliki pemahaman yang positif dan dapat semakin SEHATI. Rillis yang dikeluarkan dari BPD GBI Jabar ini menjawab, di mana sudah beredar tentang pemberitaan penularan Covid 19 disebutkan nama GBI salah satu yang menularkannya, seperti yang telah disampaikan di berbagai media yang dikutip sebagai berikut. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merilis angka terbaru warga Bandung positif terjangkit virus Corona atau Covid-19, pascamengikuti acara keagamaan di Gereja Bethel Indonesia (GBI), Lembang. Menurutnya, dari 637 jemaah yang dites rapid, 35 persennya dinyatakan positif. “Ini yang kami namakan klaster Bandung, 637 jemaah gereja dites, 226 dinyatakan positif, atau 35 persen,” kata Ridwan Kamil kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam rapat telekonferensi, Jumat (3/4/2020).

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan, ada hasil rapid test yang baginya mengagetkan. Hal itu terkait Jemaat dari Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Bandung. Menurutnya, dari 637 orang yang dites, terdapat 35 persen orang yang positif COVID-19.

    “Dites 637 jemaat Gereja Bethel yang dites, 226-nya positif atau 35 persen,” kata Ridwan Kamil, dalam percakapan via Telekonferensi dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Jumat (4/4/2020).

    Ini merupakan salah satu dari empat klaster penyebaran COVID-19 di Jawa Barat. Klaster ini disebut Ridwan Kamil sebagai: klaster seminar keagamaan di Lembang.

    “Mereka berkumpul, pendetanya melakukan sentuhan fisik. Pendetanya sudah meninggal dunia karena COVID-19,” tuturnya.

    Pendeta yang dimaksud Ridwan Kamil ialah, AN. Usianya 70 tahun. Dia mendatangi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, Kamis (19/3/2020) lalu, dengan keluhan sesak napas.

    Pendeta tersebut tak terselamatkan. Dia tutup usia pada, Sabtu 21 Maret 2020, pukul 9.40 pagi. Istri pendeta tersebut, mengalami gejala sama juga sempat dirawat RSHS, dan ia pun tak terselamatkan. Perempuan 62 tahun itu meninggal dunia pada, Jumat 27 Maret pukul 14.15.

    Dengan apa yang sudah disampikan ini Pdt. Satrya mengharapkan tidak ada lagi polemic yang berkepanjangan, kiranya Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita semua, pungkasnya. (YM)

  • Cara Mengatur Agar Foto, Audio, Video dan Dokumen Tidak Terdownload Otomatis Di WhatsApp

    Cara Mengatur Agar Foto, Audio, Video dan Dokumen Tidak Terdownload Otomatis Di WhatsApp

    Halo pembaca yang budiman, kali ini saya akan membagikan tips dan trik untuk mensetting/mengatur sebuah fitur yang terdapat pada aplikasi kesayangan kita, yaitu Whatsapp. Fitur yang dimaksud adalah “Media Auto Download”. Adapun fungsi utama dari fitur ini adalah, memberikan kebebasan bagi pengguna Whatsapp untuk mendownload file, baik dari chat pribadi atau chat dalam sebuah grup. File yang dimaksud berupa gambar, video, audio, dan dokumen. Kenapa pihak Whatsapp membuat fitur ini? Yaitu agar para penggunanya tidak repot-repot untuk mendownload satu-satu file yang dikirim secara pribadi atau melalui grup, dilkarenakan settingan ini atau pengaturan ini bisa dibuat otomatis, akan tetapi, bisa juga tidak secara otomatis mendownload apabila pengguna tidak mengijinkannya.

    Semua tergantung user/pengguna, apakah mau download otomatis atau tidak. Hal ini tidak menjadi masalah bagi pengguna yang memiliki hp canggih dengan ruang yang besar, akan tetapi menjadi masalah bagi user yang memiliki hp dengan kapasitas penyimpanan yang kecil.

    Nah disini saya akan membagikan bagaimana agar ketika menerima kiriman file baik berupa foto, audio, video dan dokumen yang tidak secara otomatis terdownload? Silahkan mengikuti langkah-langkah berikut ini :

    Langkah pertama ;

    1. Buka Aplikasi Whatsapp Anda dan klik Menu dengan tanda titik tiga diatas sebelah kanan.

     

    2. Maka akan muncul seperti ini. Kemudian klik Settings/Pengaturan

     

    3. Maka akan tampil seperti berikut. Anda tidak usah bingung dengan tampilan ini karena saya menggunakan whatsapp bisnis. Tapi pada dasarnya pengaturannya sama dengan whatsapp biasa.

    Lalu klik Data and Storage Usage / Data dan Penggunaan Ruang

     

    4. Kemudian lanjutkan dengan mengklik When using mobile data.

    5. Lalu pastikan agar foto, audio, video, dan dokumen tidak dalam keadaan tercentang/terpilih

    Setelah sudah selesai klik Ok.

     

    6. Selanjutnya lakukan juga hal yang sama pada menu When connected on Wi-Fi dan juga menu When Roaming.

     

    Jadi intinya adalah apabila kita ingin file yang dikirim langsung terdownload maka setiap item harus di centang/ceklist, demikian juga sebaliknya jika kita tidak ingin terdownload otomatis maka tidak boleh di centang/ceklist. Demikian tutorial ini, semoga membantu.

    Apabila anda memiliki pertanyaan atau kesulitan mengikuti tutorial ini silahkan meninggalkan komentar dibawah.

  • TIM SEHATI TANGGAP COVID-19 BPD BEKASI GBI KEMBALI BAGIKAN MAKAN SIANG PADA PENGEMUDI OJOL DAN TAKSI

    TIM SEHATI TANGGAP COVID-19 BPD BEKASI GBI KEMBALI BAGIKAN MAKAN SIANG PADA PENGEMUDI OJOL DAN TAKSI

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Terik matahari yang menyengat tak menyurutkan semangat Tim SEHATI TANGGAP COVID-19 BPD Bekasi GBI untuk berbagi kasih dengan membagikan paket makan siang kepada pengemudi Ojol dan supir Taksi yang melewati Jalan A. Yani depan pertokoan Hypermall Giant Bekasi, Kami (02/04/2020).

    Tampak Ketua BPD Bekasi GBI, Pdt. Sahala nainggolan, M.Th., didampingi Ketua 2 Pdt. Nuah GintingKabid Pelmas Pdt. Welem Doko dan Ketua Bidang Pengembangan Kehidupan Perkotaan, Tim Wali Kota untuk Percepatan Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan (TWUP4), Bapak Benny Tunggul ikut berbaur, terjun langsung membagikan paket makan siang.

    “Kita sangat merasakan betapa wabah virus korona ini sangat terasa bukan hanya dampak kesehatan tapi juga sendi ekonomi, terutama para pekerja informal. Makanya kami dari BPD Bekasi GBI mencoba berbagi rasa kepada mereka seperti pengemudi ojol, pedagang kaki lima dan lainnya yang memang sangat bergantung dari pemasukan keuangan sehariannya. Dan hari ini, kami membagikan 118 paket makan siang,” tutur Ketua BPD Bekasi GBI, Pdt. Sahala Nainggolan.

    “Kami terpanggil untuk membantu kawan-kawan kita yang terdampak. Kita akan usahakan lima hari ini, total kira-kira 500 paket makan siang akan kami bagikan dengan lokasi yang akan berpindah-pindah. Semuanya akan berkoordinasi dengan Pemkot Bekasi. Dan tujuan kita supaya masyarakat juga bisa dibantu, diringankan dengan adanya masalah Covid-19 ini,” tutur Pdt. Sahala Nainggolan lagi.

    Sementara itu, Ketua 2 BPD Bekasi GBI yang membawahi bidang pelayanan masyarakat, Pdt. Nuah Ginting menambahkan bahwa selain paket makan siang yang telah dibagikan kepada pengemudi Ojol sejak kemarin, Rabu (01/04), BPD Bekasi juga telah menyerahkan bantuan paket sembako kepada masyarakat melalui Pemkot Kota Bekasi.

    “Kemarin, 300 paket sembako, minuman ringan dan air mineral telah dibagikan bekerjasama atau melalui Pemkot Bekasi,” ujarnya singkat.

    Dengan aksi nyata BPD Bekasi GBI yang akan berkelanjutan, Pdt. Nuah Ginting menitipkan pesan, seraya mengajak gereja-gereja yang mapan, khususnya yang ada dilingkungan GBI di Kota dan Kabupaten Bekasi untuk lebih terlibat aktif memberi donasinya.

    “Kami mengajak gereja-gereja yang mapan secara ekonomi untuk lebih berperan aktif mendukung kegiatan peduli kasih Tim Sehati Tanggap Covid-19 BPD Bekasi GBI. Saatnya kita hadir untuk memberi bukti nyata bahwa gereja sangat peduli pada masyarakat Kota Bekasi yang sangat terdampak dari pandemi Covid-19 ini,” terang Pdt. Nuah Ginting penuh harap.

    Sementara itu, pengemudi ojek online yang diminta tanggapannya terkait peduli kasih BPD Bekasi GBI ini menyatakan gembira dan berterima kasih.

    “Kami bersyukur ada pihak-pihak yang peduli dengan nasib kami pengemudi Ojol yang sangat merasakan dampak wabah Korona ini. Terima kasih atas bantuannya,” tutur salah satu pengemudi Ojol. (RSO)

  • Peduli Kasih PEWARNA dan MKN, Salurkan Bantuan Bagi Warga di Kolong Tol Pluit

    Peduli Kasih PEWARNA dan MKN, Salurkan Bantuan Bagi Warga di Kolong Tol Pluit

    Jakarta, Wartanasrani.com – Dampak pandemi corona (Covid-19) turut mempengaruhi kondisi perekonomian di Indonesia. Sejumlah harga kebutuhan pokok ikut meroket, termasuk obat-obatan. Warga masyarakat yang paling terbeban dengan kondisi saat ini adalah mereka yang hidup di kelas ekonomi bawah.

    Rasa peduli terhadap sesama mendorong Dewan Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia) dan Yayasan Mutiara Kasih Negeriku (MKN) memberikan bantuan obat-obatan kepada warga masyarakat prasehatera yang tinggal di kawasan simpang kolong tol Pluit, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

    Penyerahan bantuan dilaksanakan di TK dan SD Informal (Smart School) binaan MKN yang ada di wilayah tersebut. Thony Ermando mewakili DPP PEWARNA, dan Johan Silaban mewakili PEWARNA DKI Jakarta, secara simbolis menyerahkan sejumlah produk PT. Bintang Toedjoe kepada Ketua Umum MKN, Agusten Harahap S.Th.

    “Kondisi masyarakat di sini setelah mewabahnya corona mungkin tidak berbeda dengan masyarakat di tempat lain, di mana mereka terbatas untuk bekerja dan beraktivitas, dan mungkin pendapatan mereka juga berkurang jadi memerlukan dukungan dan perhatian dari teman-teman yang punya berkat lebih,” ujar Agusten usai penyerahan bantuan, di lokasi, Rabu pagi (01/04/2020).

    Agusten menjelaskan, saat ini terdapat 72 anak yang tengah mengikuti KBM (Kegiatan Belajar-Mengajar) di Smart School MKN. Namun tak jarang kegiatan belajar diikuti sampai dengan 100-an anak. Dirinya menambahkan, dengan adanya wabah dan imbauan dari pemerintah praktis seluruh kegiatan di tempat itu harus dihentikan.

    Agusten Harahap lalu mengutarakan, dengan adanya bantuan dari PT. Bintang Toedjoe diharap dapat meringankan warga masyarakat dalam mendapatkan obat-obatan yang sangat berguna untuk menjaga kesehatan mereka.

    Untuk itu dirinya turut mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak yang pada pagi itu mau bersama-sama dengan MKN menjangkau masyarakat prasejahtera, yang ada di kawasan kolong Tol Pluit.

    “Terima kasih PT. Bintang Toedjoe. Produknya sangat bermanfaat baik untuk kesehatan, menjaga kondisi tubuh, supaya ketahanan tubuh masyarakat di sini bisa tetap prima menghadapi keadaan yang sekarang ini. Sekali lagi terima kasih buat PT. Bintang Toedjoe dan PEWARNA,” ucapnya.

    Agusten menambahkan, saat ini MKN juga tengah berfokus membantu meringankan beban masyarakat yang ada di sejumlah daerah, khususnya yang ada di luar wilayah Jakarta.

    “Kami juga memiliki rencana menyalurkan bantuan untuk keluarga prasejahtera. Kebetulan kami, MKN, tidak hanya ada di Jakarta. Kemarin kami mendapatkan laporan pula di Ambon, Jawa Tengah dan Riau sudah ikut bergerak menjangkau masyarakat di sekitar mereka,” tutupnya.

    Usai mendistribusikan bantuan di kolong tol, PEWARNA Indonesia juga turut membagi-bagikan obat-obatan kepada masyarakat yang memang membutuhkan, mulai dari pedagang asongan, pedagang warung kopi, hingga petugas kebersihan.

    Marpuah (42) tahun, salah seorang warga masyarakat di Penjaringan menuturkan saat ini kondisi kesehatan pernafasan memang harus mendapatkan perhatian ekstra. Dirinya meminta agar pihak pemerintah juga memberikan perhatian kepada mereka.

    “Ya kita butuhlah obat-obatan kaya gini juga,” pinta ibu dengan tiga anak, ini.

  • Ketua FOKAN : Hadapi COVID19, Masyarakat Butuh Bantuan

    Ketua FOKAN : Hadapi COVID19, Masyarakat Butuh Bantuan

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Ketua Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba, (FOKAN) Jeffry Tambayong, bersama GMDM Bekasi, Organisasi Wartawan Pewarna Indonesia bergerak memberi bantuan makan Siang dan Snack tidak kurang 300 bungkus untuk pengemudi Ojek Daring(Ojol) di pinggir jalan I Gusti Ngurah Rai arah stasiun Cakung, Bekasi, Hari ini, Rabu (01/04).

    Ditengah terik panas Matahari tak menyurutkan semangat membagikan makan siang dan makanan ringan. Para driver ojok sangat antusias menyambut pemberian tersebut.

    Ketua FOKAN, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut bukan hanya makanan tapi juga sebelumnya ada bantuan Alat Pelindung Diri (APD) yaitu, masker,sarung tangan dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer).

    Menurutnya yang dibutuhkan masyarakat saat ini bantuan dari berbagai pihak.

    “Bantuan ini setidaknya bisa mengurangi beban yang ditanggung masyarakat kecil”, jelasnya.

    Hal senada diungkap oleh ketua Pewarna Indonesia Yusuf Mujiono, bahwa saat ini waktu yang tepat untuk kita bersama sama membantu masyarakat yang kurang mampu dalam menghadapi Wabah COVID 19.

    “Segera Indonesia bisa Bersih dari Covid19” tegasnya. (endharmoko)

  • WAKIL WALIKOTA BEKASI, DR. H. TRI ADHIANTO SAMPAIKAN TERIMA KASIH KEPADA BPD BEKASI GBI

    WAKIL WALIKOTA BEKASI, DR. H. TRI ADHIANTO SAMPAIKAN TERIMA KASIH KEPADA BPD BEKASI GBI

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Bertempat di Pendopo Kantor Walikota Bekasi, Badan Pekerja Daerah Bekasi Gereja Bethel Indonesia (BPD BEKASI GBI) menyerahkan bantuan paket sembako melalui Pemkot Bekasi. Didampingi Pdt. Nuah Ginting (Wakil Ketua 2), Pdt. Stefanus H. Karsten, S.Th (Sekretaris BPD), Bapak M. Manik, SE., M.Th (Penyelenggara Kristen Kakemenag Kota Bekasi), Pdt. Welem Doko, S.Th., MA (Kabid Pelmas), Ketua BPD Bekasi GBI Pdt. Sahala Nainggolan, M.Th secara simbolis menyerahkan seluruh bantuan tahap pertama ini kepada Bapak Wakil Walikota Bekasi, Dr. H. Tri Adhianto Tjahyono, SE., MM., Hari ini, Rabu (01/04).

    “Tentunya mewakili pemerintah Kota Bekasi, mengucapkan terima kasih kepada partisipasi yang dilakukan oleh seluruh warga masyarakat. Dan ini adalah bagian dari adanya suatu kepedulian dalam menghadapi suatu bencana,” tutur pria yang lebih akrab dipanggil Mas Tri kepada wartawan yang hadir.

    “Ini adalah bagian dari instruksi pak walikota bagaimana kita sekarang lebih mengupayakan untuk kebersamaan, lebih peduli dimana yang merasakan ada suatu kelebihan membantu masyarakat yang dalam posisi kekurangan,” tuturnya lagi, seraya mengajak elemen masyarakat yang lain untuk lebih peduli memberi bantuan kepada sesama warga yang terdampak wabah Covid-19.

    Lebih jauh, Wakil Walikota Bekasi ini menjelaskan bahwa sekalipun kecil, bantuan Paket Sembako yang diberikan BPD Bekasi GBI akan meringankan beban masyarakat yang terdampak.

    “Kita tahu sendiri dengan kondisi karantina wilayah yang sudah ditetapkan tentunya ada keterbatasan akses. Oleh karena itu bagi mereka yang kemudian berdampak seperti pekerja harian, pabriknya yang harus mengurangi jam operasional, pabrik-pabrik yang harus tutup tidak ada produksi, kemudian angkutan-angkutan yang tidak jalan, ini semua yang pasti merasakan dampak langsung terkait dengan ekonomi. Minimal dengan bantuan yang diberikan pihak ketiga ini dapat meringankan,” terang Tri Adhianto.

    “Menutupi tidak mungkin tetapi meringankan. Ini adalah salah satu bentuk bagaimana kita gotong royong, peduli dengan sesama. Dan mudah-mudahan dari BPD Bekasi GBI akan menjadi suatu motor, sehingga nanti pada akhirnya kepada seluruh warga masyarakat yang memiliki kemampuan lebih, mari kita salurkan pada orang-orang yang memang membutuhkan,” terang Tri Adhianto lagi.

    Sementara itu, Ketua BPD Bekasi GBI, Pdt. Sahala Nainggolan menuturkan bahwa bantuan yang diberikan hari ini, merupakan donasi pejabat-pejabat dan jemaat GBI yang ada di Kota dan Kabupaten Bekasi. Ia juga menuturkan bahwa bantuan hari ini merupakan wujud kepedulian gereja dalam berkontribusi membantu pemerintah mengatasi wabah Covid-19.

    “Kami BPD Bekasi GBI bersama pendeta-pendeta juga jemaat, terbeban ikut membantu dalam tanggap Covid-19 ini. Ini adalah upaya kontribusi gereja bahwa gereja peduli terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masalah seperti ini. Gereja tidak bisa berbuat banyak tetapi kami berusaha semampu kami. Apa yang Tuhan taruh dalam hati kami, kami berbagi kepada masyarakat dalam hal ini melalui pemerintah Kota Bekasi,” tuturnya.

    “Kami berharap supaya bantuan kami ini, apa yang kami lakukan ini, bisa bermanfaat dan bisa disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, tuturnya lagi. Terkait kepada siapa bantuan ini akan diberikan, Pdt. Sahala Nainggolan menyerahkan semuanya kepada Pemerintah Kota Bekasi.

    “Pihak-pihak yang menerima ini kami serahkan kepada pemerintah kota, nanti pemerintah kota yang akan menyerahkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Karena kalau kami yang menyerahkan, kami tidak tahu kepada siapa saja orang-orang yang tepat. Harapan kami supaya bantuan ini diterima oleh masyarakat yang sangat membutuhkan,” terang Ketua BPD Bekasi GBI.

    Pada akhirnya, sebagai Ketua BPD Bekasi GBI, Pdt. Sahala Nainggolan menyampaikan pesan dan harapan bagi seluruh warga gereja GBI yang ada di Kota dan Kabupaten Bekasi agar tetap mengikuti himbauan pemerintah, menjaga kesehatan dan terus berdoa agar Tuhan menolong bangsa dan negara khususnya Kota Bekasi bisa bebas dari wabah Covid-19.

    “Pesan saya kepada warga jemaat GBI di Kota dan Kabupaten Bekasi ini, supaya kita mengikuti himbauan dari pemerintah untuk tetap stay di rumah, menjaga kesehatan, menjaga jarak dengan yang lain, dan tentunya terus berdoa, supaya Tuhan menolong bangsa dan negara kita. Berdoa untuk Presiden, TNI, Polri, juga berdoa untuk pemerintah Kota Bekasi supaya Tuhan memberikan pertolongan kepada kita dan kita bisa melewati wabah Covid-19 ini dengan baik, dan bangsa kita bisa bebas lolos dalam menghadapi kesulitan ini,” ungkapnya penuh harap.

    Pada kesempatan yang sama, Penyelenggara Kristen Kantor Kemenag Kota Bekasi, Bapak M. Manik, SE., M.Th menyambut baik kegiatan penyaluran bantuan BPD Bekasi GBI kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid-19 melalui Pemkot Bekasi.

    “Saya kira bagus, lembaga keagamaan apalagi BPD Bekasi GBI. Disaat-saat inilah perlunya jatidiri Kristen itu, bukan hanya untuk suka saja, tetapi ketika ada persoalan, gereja harus terlibat, karena itu juga bagian dari amanat agung,” sebutnya.

    “Kiranya bantuan-bantuan nyata seperti ini bisa berkelanjutan karena warga masyarakat yang terdampak dari wabah Covid-19 ini sangat membutuhkan uluran tangan. Saya kira BPD Bekasi GBI bisa lebih eksis kedepan karena memang sampai saat ini GBI adalah salah satu gereja yang paling aktif di Kota Bekasi. Sampai saat ini koordinasi dengan instansi pemerintah memang bagus,” sebutnya lagi seraya memberi apresiasi atas koordinasi sinode GBI selama ini dengan lembaga pemerintah di Kota Bekasi.

    Ditambahkannya bahwa kegiatan BPD Bekasi GBI ini telah diketahui oleh Bapak Walikota yang menitipkan pesan melalui dirinya sebagai Penyelenggara Kristen Kota Bekasi untuk menyampaikan pesan terima kasih.

    “Saya kira sangat baik dan perlu ditingkatkan dan pak walikota tadi pagi mengucapkan terima kasih melalui bimas Kristen, sampaikan terima kasih bahwa umat telah ikut berpartisipasi. Itu dari Bapak Walikota tadi pagi. Memang besar kecilnya itukan relatif, yang jelas kita ada tindakan nyata,” sebut Bapak M. Manik.

    Staff BPD Bekasi GBI yang hadir dalam penyerahan bantuan mendampingi Ketua BPD, diantaranya; Pdt. Nuah Ginting (Wakil Ketua 2), Pdt. Stefanus H. Karsten, S.Th (Sekretaris BPD), Pdt. Welem Doko, S.Th., MA (Kabid Pelmas), Pdm. Tonny A. Hutabarat (Ka. Bidang Doa), Pdp. Ronald S. Onibala (Kabid Media & Literatur), Pdp. Ribka Sa’ari, S,Th (Ka. Bidang DPA)

    “Pemberian bantuan paket sembako tahap pertama melalui Pemda Kota Bekasi ini adalah hasil donasi dari para jemaat GBI yang ada di Kota dan Kabupaten Bekasi. Ini merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan sebagai warga Bekasi. Selain pemberian bantuan sembako ini, BPD Bekasi GBI melalui Pelmas sudah melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan dibeberapa titik melalui Perwil GBI yang ada di Kota Bekasi dan akan terus berlanjut kedepan,” jelas Pdt. Nuah Ginting Wakil Ketua 2 yang membawahi bidang pelayanan masyarakat BPD Bekasi GBI. (RSO)

  • PESAN PASTORAL PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DAN LEMBAGA-LEMBAGA INJILI INDONESIA PGLII

    PESAN PASTORAL PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DAN LEMBAGA-LEMBAGA INJILI INDONESIA PGLII

    WARTANASRANI.COM – Mahami Tema PGLII 2020-2024, yakni *Menghadirkan Kabar Baik dan Membangun Bangsa Melalui Iman yang Dalam dan Kokoh” (Markus 16:15; Yesaya 25:3) kita diajak untuk kembali merenungkan bangunan kehidupan iman Kristen kita, panggilan kita dan tanggung jawab kita masing-masing.

    Anggota dan Pengurus PGLII

    Pertama, Tidak ada seorang pun di Indonesia yang sebelumnya telah menduga akan terjadi sebaran Covid19 yang merebak dari Wuhan-China ke seluruh dunia, lebih dari 200 negara, bahkan termasuk di Indonesia. Pengaruh Covid19 telah *merubah* banyak tatanan kehidupan keagamaan, sosial-ekonomi, politik, dunia tenaga kerja, termasuk kehidupan masing-masing keluarga. Banyak ahli bependapat untuk merestorasi akibat Covid19, dalam ukuran suatu negara besar dan maju saja dibutuhkan waktu diatas dua tahun. Dari sisi, tatanan ekonomi tidak ada satupun negara yang mencapai target, mata uang banyak negara anjlok, pengangguran di seluruh dunia meningkat, sementara kebutuhan pokok mulai dari bayi hingga lanjut usia menjadi sangat sulit diperoleh dan mahal. Hal ini, belum termasuk kebutuhan energi, kesehatan, pendidikan dan keuangan yang menjadi sangat tidak stabil. Covid19 benar-benar telah membuat banyak kepala negara menjadi sangat repot karena vaksin Covid19 belum juga ditemukan, dan masih belum tahu berapa lama harus me-lockdown atau mengkarantina negaranya, wilayahnya atau kotanya? Korban yang berjatuhan akibat Covid19 tidak mengenal batas dan status sosial manusia. Ada Pangeran, Ratu, Menteri, Artis, Olahragawan, Pengusaha, Tenaga medis, Pendeta, Kiayi, rakyat biasa dan siapa saja. Dan hingga hari ini, tidak ada seorang pun yang tahu kapan waktunya Covid19 akan segera berhenti?

    Kedua, Kita adalah orang yang percaya dan beriman kepada Allah Bapa, Yesus Kristus Juruselamat dan Kepala Gereja kita, dan Roh Kudus Penolong dan Penghibur kita sekalian. Kita hidup dalam suatu hubungan yang terjaga dengan Allah kita, kasih kita dan keyakinan iman kepada Tuhan Yesus melampaui apapun yang ada di dunia ini. Kita adalah anak-anak-Nya (Yohanes 1:12), kita memiliki Roh Kristus (Roma 8:9,10); kita memiliki roh yang lebih besar dari roh yang ada dalam dunia ini (1 Yohanes 4:4), karena Roh Kudus dicurahkan di dalam kehidupan kita, kita memiliki kuasa dan menjadi saksi-Nya (Kisah Para Rasul 1:8), kita diberi kuasa di dalam namaNya untuk mengusir setan (Markus 16:17); dan kita juga diberi kuasa untuk menginjak ular dan kalajengking, dan kuasa untuk menahan segala kekuatan musuh (Lukas 10:19); dan tidak ada hal apapun yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus (Roma 8:35). Namun demikian, tidak dibenarkan jika kita menjadi lalai atau ceroboh dalam menghadapi sebaran Covid19. Hal-hal yang telah telah dihimbau dan diatur oleh World Health Organization (WHO) dan Pemerintah RI, untuk menghentikan sesaat seluruh kegiatan peribadahan yang mengumpulkan banyak orang, bekerja dari rumah, belajar dari rumah, beribadah di rumah; Menjaga jarak – Social Distancing, Phisical Distancing, tetap menjaga hidup sehat dan tetap tinggal di rumah, sangat perlu disambut dan diikuti dengan baik.

    Ketiga, Karena itu betapa kita patut bersyukur dan menjadi sangat penting karena kita sekalian hidup “di dalam Kristus”, memiliki kesempatan menghadirkan Injil Kabar Baik, sekaligus tetap terlibat dalam pembangunan bangsa melalui iman yang dalam dan kokoh (Markus 16:15; Yesaya 25:3). Memiliki iman yang semakin dalam dan semakin kokoh *Deeper and Stronger Faith* (Yohanes 15:7, Kolose 2:6,7); memiliki Pikiran Kristus (1 Korintus 2:16); dimana kita hidup dengan percaya dan bukan dengan melihat (2 Korintus 5:7). Ya, hanya dengan “Iman yang makin dalam dan makin kuat” kita dimampukan menghadapi semua ujian dan tantangan yang tengah terjadi, namun tetap berada pada barisan perarak-arakan pembangunan bangsa yakni melalui ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika melawan musuh bangsa ini termasuk Covid19. Dari adanya sebaran Covid19 ini, kita patut belajar memahami maksud dan rencana Tuhan, sekaligus memeriksa dan merenungkan kembali bangunan seluruh hidup keimanan kita, keluarga kita, ibadah kita dan pelayanan kita. Betapa kita patut menyadari, bahwa “Kekristenan yang dangkal” hanya berakibat pada kehidupan iman kita jauh dari kemampuan untuk berdiri kuat, yang memampukan kita bertahan menghadapi gelombang ujian yang sangat besar ini. Saat seperti ini, bukan lagi suatu pilihan tetapi keharusan, bahwa Kekristenan kita haruslah “Kekristenan yang dalam dan kuat” karena dengan demikian, sehebat apapun tantangan dan ujian yang datang, setiap orang Kristen tidak dibenarkan jatuh sampai tergeletak (Mazmur 37:24). Di dalam Kristus, kita diajarkan untuk merayakan kehidupan ini, yang karenanya kita diajarkan untuk mengutamakan dan memperjuangkan juga kehidupan ini, yang kelak memampukan kita mengkomunikasikan kehidupan Kristiani kita yakni sebagai garam dan terang dunia (Matius 5: 13-16), sebagai suatu kesaksian Allah kita di dalam Kristus, bahwa Ia hidup, berkuasa dan peduli atas kehidupan kita, keluarga kita, pelayanan kita dan jemaat serta masyarakat yang majemuk.

    Keempat, Berdiam di rumah adalah kesempatan yang harus digunakan untuk membangun kembali relasi di antara sesama anggota keluarga, sekaligus membangun ibadah keluarga yang kemungkinan selama ini tidak pernah atau jarang dilakukan, termasuk oleh keluarga Anggota dan Pengurus PGLII. Demikian pula bagi gereja-gereja dan lembaga-lembaga keagamaan, situasi yang berkembang akibat Covid19 yang telah membawa banyak perubahan dan akibat, seperti kehidupan ini menjadi sulit, perlu segera secara bersama-sama untuk saling membantu dan memberi bantuan baik dalam bentuk doa, tenaga sukarela, barang maupun uang, yang diperlukan baik untuk warga gereja, hamba-hamba Tuhan atau masyarakat luas. Dan tentu saja dalam situasi seperti ini, bukan saja ibadah on line menjadi “salah satu” pilihan yang baik untuk tetap menggembalakan kawanan domba Allah, tetapi juga kesempatan untuk membangkitkan iman serta melaksanakan Amanat Agung yang sedang terbuka luas. Inilah waktu penuaian yang besar bagi siapa saja yang meleyani Tuhan dan tetap setia terhadap Amanat Agung, karena hari ini sedang banyak orang yang hidup dalam rasa takut, ketidakpastian dan kecemasan, yang membutuhlan keselamatan sejati dari Tuhan Yesus Kristus. Inilah waktunya menyebarkan Injil Kabar Baik itu.

    Akhirnya…

    Seluruh Anggota dan Pengurus PGLII yang dilindungi dan diberkati oleh Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja kita, marilah kita semua tetap menjalankan kehidupan iman yang terus bersandar kepada Tuhan Yesus Kristus, membangun iman yang semakin dalam dan kuat, membangun kehidupan dalam kesederhaaan, dan membangun persekutuan vertikal dan horizontal sesuai Injil Matius 22: 37-40. Kita juga tetap diajak untuk tetap tekun berdoa, membaca Alkitab, tenang dan percaya bahwa masa-masa kesulitan akibat Covid19 akan segera berakhir. Bersama Yesus kita tetap berkemenangan, amin!

    Salam Injili

    Ketua Umum PP PGLII

    Ronny Mandang.

  • DR. S. TANDIASA: ANTARA VIRUS CORONA DAN IBADAH

    DR. S. TANDIASA: ANTARA VIRUS CORONA DAN IBADAH

    WARTANASRANI.COM – Wabah penyakit – istilah alkitab penyakit sampar – apapun jenis atau penyebabnya, sudah diungkapkan dalam alkitab sebagai bagian dari masalah-masalah sosial yang sudahh sering terjadi. Secara historis, peristiwa-peristiwa yang disebut wabah penyakit, bukanlah sesuatu yang baru. Bencana sosial berupa wabah penyakit sudah terjadi di sepanjang sejarah hidup manusia, hanya mungkin jenis dan namanya yang berbeda-beda.

    Sumber Foto: kemenkes.go.id

    Virus corona yang sekarang sedang menggoncang dunia dan mencekam bangsa Indonesia, adalah bagian dari sejarah masalah-masalah sosial yang sudah terjadi di masa lampau dan tentunya masih akan terjadi di masa yang akan datang. Tetapi yang perlu dicatat untuk diingat, khususnya bagi orang-orang Kristen adalah bahwa kejadian-kejadian semacam itu tidak selalu ada hubungannya atau tidak harus dihubung-hubungkan dengan masalah-masalah eskatologi, masalah kiamat, tidak harus dilihat sebagai fenomena akhir zaman, atau tanda-tanda kedatangan Yesus.

    MENANTANG BAHAYA DEMI IMAN

    Bahwa ada gereja-gereja yg kemudian harus meliburkan kegiatan-kegiatan ibadahnya, itu tidak bisa serta merta dimaknai sebagai bentuk kemunduran gereja, atau tanda kemerosotan iman, atau gejala tidak percaya lagi akan kekuasaan Tuhan. Libur atau meniadakan ibadah komunal ini hanyalah bentuk sikap berjaga-jaga, karena di depan mata kita tampak dengan jelas adanya bahaya.

    Alkitab memberi nasehat supaya kita jangan mencobai Tuhan. Jika anda sudah tahu dan apalagi sudah melihat di depan ada jurang, atau ada bahaya,janganlah kita menganggapnya seakan-akan tidak ada, lalu anda berjalan terus ke depan dengan alasan iman, atau karena mengandalkan kekuasaan Allah. Ini adalah bentuk iman yang buta. Salah satu jebakan yang paling sering digunakan oleh iblis untuk menghancurkan orang beriman adalah dorongan untuk menantang bahaya atau masalah atas dasar iman. Tidak jarang orang Kristen mengeksploitasi iman untuk membenarkan segala tindakannya.

    Iblis pernah melakukan hal ini pada Yesus. Iblis meminta Yesus untuk membuktikan diri-Nya sebagai Anak Allah dengan cara mejatuhkan diri dari bubungan bait Allah. Iblis meyakinkan Yesus bahwa sesuai Firman Allah, Yesus sebagai Anak Allah tidak mungkin celaka, karena Allah akan mengutus malaikat-malaikat-Nya untuk menatang sehingga kaki Yesus tidak akan terluka.

    Semua yang dikatakan iblis itu benar karena yang dikatakannya adalah Firman Allah. Iblis mengutip teks-teks dari Firman Allah. Dengan kata lain iblis berbicara atas dasar Firman Allah. Akan tetapi Yesus tidak melakukannya. Mengapa? Karena Yesus tidak mau mengeksploitasi sifat keallahannya dan kemahakuasaan Bapanya hanya demi membuktikan diri-Nya sebagai Anak Allah. Yesus mau tidak menantang bahaya atas dasar iman akan firman Allah. Andaikan Yesus menjatuhkan diri dari bubungan bait Allah, sudah pasti Yesus tidak akan terluka. Tetapi Yesus tidak melakukannya.

    Dengan itu Yesus menyatakan bahwa menantang sesuatu yang sudah diketahui berbahaya dengan alasan Iman atau karena ada tertulis dalam Firman Tuhan, adalah sikap MENCOBAI Tuhan. Biasanya jebakan-jebakan iblis seperti ini berhasil pada mereka yang sangat berapi-api dalam IMAN tetapi SALAH KAPRAH dalam memahami dan menerapkan Firman Allah. Orang-orang seperti inilah yang disebut memiliki iman tetapi tanpa pengetahuan yang benar. Albert Einsteinn bilang: Iman tanpa pengetahuan buta…

    TANGAN TUHAN DAN TANGAN MANUSIA

    Terlepas dari agama yang dianut, kita semua meyakini bahwa di atas segalanya adalah kekuasaan Tuhan. Hanya Tuhan yang sanggup melindungi kita dan bangsa ini dari virus Corona. Hanya Tuhan Allah yang sanggup memelihara bangsa sehingga bisa melewati masa-masa sulit, yaitu ancaman virus corona. Dan jika sudah ada yang terpapar Corona, hanya kuasa Tuhan pula yang mampu menyembuhkan. Akan tetapi perlu disadari bahwa cara kerja kuasa Tuhan, baik untuk mencegah, memelihara, atau pun untuk menyembuhkan dari virus corona, tidak terbatas hanya melalui doa-doa atau melalui kegiatan-kegiatan ibadah. Cara kerja kuasa Allah juga tidak hanya berupa tindakan-tindakan mujizat, atau tindakan-tindakan supranatural.

    Makna kemahakuasaan Tuhan tidak hanya berarti bahwa Allah dapat melakukan segala sesuatu hanya melalui kata-kata, tetapi juga berarti bahwa Tuhan dapat dan mebas menggunakan segala sesuatu menjadi sarana dan cara untuk menyatakan kuasa-Nya, untuk melindungi, memelihara, menyembuhkan dan menyelamatkan manusia dari bahaya-bahaya maut.

    Dalam konteks wabah virus corona yang sedang mencekam Indonesia, termasuk di dalamnya mengancam orang-orang beriman, kiranya perlu disadari secara mendalam bahwa pemerintah dengan seluruh perangkatnya, adalah juga bagian darintangan Tuhan. Tuhan menggunakan berbagai instansi pemerintah, lembaga negara, dan paramedis sebagai tangan-Nya untuk menyelamatkan bangsa ini dari wabah Corona.

    Kebijakan-kebijakan dan upaya-upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari virus corona harus dilihat sebagai kepanjangan dari tangan Tuhan yang sedang terukur untuk menolong kita. Lembaga pemerintahan juga adalah hamba Tuhan yang diutus untuk menolong, melindungi, dan memberkati masyarakat.

    Perhatikanlah Firman Tuhan yang disampaikan rasul Paulus berikut ini: ‘Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat’ (Rom. 13:1-4)

    IBADAH BERJEMAAT

    Himbauan pemerintah supaya untuk sementara waktu kita menghindari kegiatan-kegiatan yang sifatnya menghimpun massa dalam jumlah besar, termasuk berhimpun untuk beribadah, merupakan salah satu cara yang dianggap baik oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran lebih luas virus corona.

    Pemerintah bertujuan menolong, menyelamatkan, dan menghindarkan masyarakat dari penularan virus yang mematikan itu. Orang-orang beriman perlu menggunakan akal budi dalam meresponi himbauan atau kebijakan pemerintah tersebut. Karena tujuan dan maksud utama dari kebijakan tersebut BUKANLAH melarang kita untuk berkumpul beribadah, sama sekali bukan itu maksudnya.

    Tujuan utamanya adalah MENCEGAH dan MENGHINDARI penyebaran dan penularan virus corona yang dapat terjadi ketika jemaat berkumpul beribadah dalam jumlah yang besar di dalam ruangan-ruangan kebaktian.

    Bahwa kemudian ada saran atau anjuran untuk melakukan ibadah dalam bentuk ONLINE, dan mungkin ada gereja-gereja yang sudah melakukannya, hal ini harus dilihat sebagai masalah ‘Situasional’. Artinya beribadah online – tidak berkumpul bersama-sama, bukanlah fenomena lunturnyan iman, bukan pula tanda-Tand kemunduran rohani, apalagi menyebutnya ‘bukan iman sejati’.

    Terlalu gegabah dan sangat kurang bijak bila ada orang Kristen, apalagi hamba Tuhan, yang berpendapat demikian. Wabah virus corona ini adalah sebuah bencana sosial yang sifatnya temporer, yang mungkin akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, atau tidak selamanya.

    Sama halnya ketika terjadi bencana-bencana alam, seperti gunung meletus, banjir bandang, atau gempa bumi besar, penduduk atau jemaat yang ada di daerah-daerah yg terkena bencana alam, pastilah tidak dapat berkumpul untuk beribadah bersama-sama selama beberapa waktu, demikian juga kita harus melihat situasi virus corona ini.

    Dengan kata lain, himbauan untuk tidak beribadah dengan cara berjemaat – mengumpulkan masa, hanya bersifat temporer, hanya untuk beberapa saat demi kebaikan kita bersama.

    Pertanyaan-pertanyaan seperti: boleh atau tidak, salah atau benar, sesuai dengan Alkitab atau tidak, kalau kita beribadah dengan model online? Lalu kalau ibadah dilakukan dalam bentuk online, bagaimana jemaat membawa persembahan dan persepuluhan?

    Kiranya umat kristiani perlu manyadari bahwa ibadah online yang disarankan saat ini bukanlah sesuatu yang bersifat ajaran atau doktrin teologi yang kemudian harus dianut. Ibadah online adalah sesuatu yang bersifat emergensi, dilakukan dalam keadaan darurat. Jadi apa salahnya? Tentang bagaimana jemaat atau kita membawa persembahan kalau ibadahnya online?

    Maaf, menurut penulis, sangatlah tidak etis jika dalam situasi dan kondisi bencana yang telah merengut ribuan nyawa sesama manusia ini, lalu yang dipikirkan, yang dipersoalkan, dan yang dipertanyakan adalah tentanguang persembahan atau persepuluhan. Kiranya akan jauh lebih mulia dan lebih terhormat, bila dalam situasi saat ini, yang kita dipikirkan dan tanyakan adalah tentang: bagaimana kita bisa saling peduli? Apa yang bisa kita lakukan untuk saling menolong? Dan sebagai umat beriman, kiranya akan jauh lebih indah bila di tengah-tengah situasi yang mencekam ini kita saling mendoakan, saling menguatkan, saling menghibur tanpa melihat identitas gereja, agama, suku, dan status sosial.

    AKHIRNYA

    Wabah virus corona, atau istilah Alkitab, penyakit sampar, pasti berlalu. Kita hanya dituntut untuk bersikap bijaksana, waspada, dan bersabar dalam menghadapinya. Dan ingatlah, Allah tidak pernah, Allah menyertai kita. Badai ini pasti berlalu. Salam.

    Penulis: Dr. S. Tandiasa

  • BPD GBI Bekasi Dukung Dan Siap Berpartisipasi Dalam Deklarasi Membumikan Pancasila Di Kota Bekasi

    BPD GBI Bekasi Dukung Dan Siap Berpartisipasi Dalam Deklarasi Membumikan Pancasila Di Kota Bekasi

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Jelang Deklarasi Membumikan Pancasila yang akan digelar besok, Selasa, 3 maret 2020 di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2, Kel, Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Badan Pekerja Daerah (BPD) Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bekasi menyatakan kesiapannya mendukung dan akan berpartisipasi dalam acara yang rencananya akan dihadiri kurang lebih 40.000 orang dari berbagai kalangan yang ada di kota Bekasi.

    Pengurus BPD GBI Bekasi saat diterima Pemkot Kota Bekasi

    Bentuk dukungan konkrit BPD GBI Bekasi terlihat dengan keluarnya surat Undangan Deklarasi Pancasila yang ditujukan kepada seluruh Gembala dan Jemaat Gereja Bethel Indonesia yang ada di Kota Bekasi yang ditandatangani Ketua BPD GBI Bekasi, Pdt. Sahala Nainggolan, M.Th dan Sekretaris Pdt. Stefanus H. Karsten, S.Th.

    “Dalam rangka ULTAH ke – 23 Kota Bekasi, pemerintah Kota Bekasi mengadakan deklarasi membumikan Pancasila yang bertempat di GOR Patriot Candrabhaga, Jl. A. Yani pada hari Selasa, 3 Maret 2020 mulai Pukul 06.30 Wib. Pemkot juga mengajak Gereja Bethel Indonesia di Bekasi turut hadir dalam acara tersebut.  Kami sangat mendukung dan akan berpartisipasi dalam acara tersebut,” terang Pdt. Stefanus H. Karsten, S.Th., Sekretaris BPD GBI Bekasi.

    Lebih jauh, Pdt. Stefanus Karsten menambahkan bahwa keikutsertaan warga jemaat GBI di Kota Bekasi untuk menunjukkan bahwa GBI adalah bagian dari kota Bekasi.

    “Hal ini menunjukkan bahwa GBI di Bekasi juga merupakan bagian dari kota Bekasi,” tuturnya singkat.

    Selain itu, Pimpinan BPD GBI Bekasi juga menyampaikan ucapan selamat Ulang Tahun Kota Bekasi yang ke-23.

    “Kami BPD Bekasi Gereja Bethel Indonesia yang sebagian besar anggotanya berada di wilayah kota Bekasi mengucapkan selamat HUT ke 23 kepada pemerintah Kota Bekasi yang berbahagia. Melihat perkembangan dan kemajuan kota Bekasi yang pesat maka ini juga merupakan kegembiraan bagi kami sebagai warga kota Bekasi,” terangnya.

    Pada akhirnya, sebagai bagian dari Kota Bekasi yang mencintai kotanya, Pdt. Stefanus H. Karsten kembali mengajak warga jemaat GBI yang ada di Kota Bekasi untuk menghadiri acara Deklarasi Membumikan Pancasila ini sekaligus berdoa untuk Kota Bekasi semakin maju.

    “Kami mengajak seluruh umat Tuhan dalam lingkup GBI di Kota Bekasi, yang mencintai kotanya, hadir sebagai bentuk kebersamaan dengan umat yang lain serta warga kota Bekasi. Kami berdoa kiranya Kota Bekasi makin diberkati dan makun maju,” tutupnya. (*)