Author: admin

  • Pukul Gong Tiga Kali, Ketua PP Departemen Wanita GBI, Pdt. dr. Eunike Stephanie Mesach, Buka Rakerda I WBI Korda Bekasi

    Pukul Gong Tiga Kali, Ketua PP Departemen Wanita GBI, Pdt. dr. Eunike Stephanie Mesach, Buka Rakerda I WBI Korda Bekasi

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Bertempat di GBI Bekasi Trade Center R18, Rapat Kerja Daerah I Wanita Bethel Indonesia (WBI) Kordinator Daerah (Korda) Bekasi yang mengambil tema, “Sehati Menuntaskan Amanat Agung” dan sub tema, “Melaksanakan Amanat Agung Melalui Perbuatan Kasih dan Keteladanan Hidup”, secara resmi di buka Ketua PP Departemen Wanita GBI, hari ini, Senin (2/3/2020).

    “Rapat Kerja Daerah I Wanita Bethel Indonesia Korda Bekasi saya buka dalam nama Tuhan Yesus Kristus,” ucap Pdt. dr. Eunike Stephanie Mesach sambil memukul gong tiga kali disaksikan Ketua BPD GBI Bekasi, Pdt. Sahala Nainggolan, M.Th., Pdt. Dr. Andy Markus, M.Th (Gembala GBI BTC), Pdp. Ir. Chandra Dewi (Ketua WBI Korda Bekasi) dan Pdm. Ferra F. Manajang (Ketua Panitia).

    Foto bersama: Pengurus WBI Korda Bekasi bersama Ketua PP Departemen Wanita GBI, Ketua BPD GBI Bekasi dan Gembala GBI BTC.

    Ada tiga poin penting yang disampaikan Pdt. dr. Eunike S. Mesach dalam pesan tertulisnya; pertama, Mendorong WBI Korda Bekasi untuk terus bekerja keras melanjutkan pelaksanaan WCB 1 dan 2; kedua,  memberi perhatian bagi lansia dengan pembuatan posyandu lansia; dan ketiga, penambahan pembentukan WBI lokal baru.

    “Sebagai implementasi dari sub tema tahun 2020yang diusung Departemen Wanita GBI diharapkan setiap Korda akan terus bekerja keras untuk melanjutkan pelaksanaan WCB 1 dan 2 agar setiap wanita dapat bertumbuh ke arah Kristus dan memperlihatkan kehidupan yang mencerminkan karakter Kristus. Korda juga diharapkan dapat secara konsisten mendorong setiap Korwil memberikan perhatian kepada golongan lanjut usia di wilayah masing-masing dengan berkontribusi melalui pembuatan posyandu lansia,” terangnya.

    “Saya juga berharap tahun ini ada penambahan pembentukan WBI lokal baru sehingga kebutuhan untuk membangun spiritualitas wanita di gereja lokal dapat diakomodir dalam wadah tersebut,” terang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia ini lagi.

    Suasana Ibadah Pembukaan Rakerda I WBI Korda Bekasi

    Sementara itu, Ketua WBI Korda Bekasi, Pdp. Ir. Chandra Dewi menyampaikan terimakasih atas dukungan Ketua PP Departemen Wanita GBI, Ketua BPD GBI Bekasi, Gembala GBI BTC Bekasi yang menjadi tuan rumah, dan Ketua Panitia Rakerda I WBI Korda Bekasi.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Departemen Wanita GBI, Pdt. dr. Eunike S. Mesach dan seluruh stafnya yang terus membimbing dan membekali kita untuk menjadi penuai akhir zaman. Terima kasih kepada Ketua BPD Bekasi, Pdt. Dr. Sahala Nainggolan, M.Th., yang selalu mendukung program kerja WBI Korda Bekasi. Terima kasih juga kepada Pdt. Dr. Andy Markus, M.Th., gembala GBI BTC Bekasi yang telah menyediakan tempat untuk terselenggaranya Rakerda I ini. Terima kasih kepada Ketua Panitia dan seluruh rekan-rekan yang telah bekerja mendukung suksesnya Rakerda I, Tuhan Yesus memberkati,” sebutnya dalam sambutan tertulis.

    Tak ketinggalan, Ketua Panitia, Pdm. Ferra F. Manajang menyampaikan harapannya lewat pelaksanaan Rakerda I yaitu setiap wanita dapat merespon dengan baik setiap pembekalan yang diberikan dan terlibat aktif untuk mewujudkan peran serta wanita dalam pelayanan terhadap keluarga, gereja dan bangsa, terutama dalam sinode Gereja Bethel Indonesia.

    Adapun Ketua BPD GBI Bekasi, Pdt. Dr. Sahala nainggolan, M.Th menyampaikan beberapa hal penting bertalian dengan pelaksanaan Rakerda I WBI Korda Bekasi, antara lain; Amanat Agung dalam Matius 28:19-20 adalah tugas bersama orang yang percaya kepada Tuhan, memberitakan injil harus disertai dengan perbuatan kasih dan keteladanan hidup.

    “Setiap Wanita di gereja lokal harus mulai praktekkan dua poin penting ini menjangkau mereka melalui perbuatan Kasih dan keteladanan hidup kita. Alkitab berkata, “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, Ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup”, 1 Yohanes 2:6. Kasih dan perbuatan Tuhan Yesus sangat nyata dan terbukti , sehingga banyak orang menjadi percaya. Sekarang kitalah yang melanjutkan tugas dan tanggung jawab besar ini, sehingga Bekasi dimenangkan untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus,” pungkasnya.

    “Akhir kata, sebagai ketua Badan Pekerja Daerah Bekasi Gereja Bethel Indonesia mengucapkan selamat terselenggaranya Rapat Kerja Daerah yang pertama Korda WBI Bekasi. Tuhan Yesus memberkati dengan berlimpah-limpah,” tutup Pdt. Sahala Naingolan. (*)

  • KD Pelprip MD Jabar, Gelar Kebaktian Kebangunan Rohani

    KD Pelprip MD Jabar, Gelar Kebaktian Kebangunan Rohani

    Cirebon, Wartanasrani.com – Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia Jawa Barat, melalui Pelayanan Pria Pantekosta Komisi Daerah Zona Pantura Wilayah IV dan Wilayah V menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) pada Jumat (14/02/2020) lalu yang bertempat di GPdI Trifena Cirebon.

    Menurut Ketua Komisi Daerah Pelayanan Pria Pantekosta (KD PELPRIP) Jawa Barat Zona Pantura Pdt. Drs. Jooke S. Worotitjan, bahwa program kerja yang sebenarnya adalah mengadakan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2020, tetapi kemudian berubah menjadi KKR PELPRIP PANTURA.

    Hal ini terjadi dikarenakan masing-masing anggota KD dan panitia disibukkan dengan kegiatan-kegiatan jemaat lokal ditempat masing-masing. Sehingga acara ini terkesan mendadak dan seolah-olah tidak akan terlaksana dengan pertimbangan waktu yang sangat singkat untuk mempersiapkan segala sesuatu berkaitan dengan acara. Juga dikarenakan kegiatan ini bersamaan dengan kegiatan Wilayah V yaitu pelaksanaan Seminar di GPdI Rengasdengklok Karawang. Sekalipun demikian panitia tetap berusaha dan berjuang menyatukan hati, bersepakat bahwa bersama dengan Tuhan pasti semua dapat terlaksana. Panitia hanya mengadakan tiga kali pertemuan dan doa puasa juga diakhiri dengan doa semalaman (07/02/2020) di GPdI Betlehem Cirebon.

    Ibadah dimulai pada pukul 18.00 Wib. Dihadiri oleh 150 jiwa jemaat, gembala-gembala dan pengurus KD Pelprip. Ada yang menarik dalam ibadah ini yaitu Worship Leader merangkap Ketua Panitia Pdt. Boy Waani  membawa jemaat Tuhan masuk dalam hadirat Tuhan sehingga suasana ibadah begitu terasa penuh dengan sukacita dan hadirat Tuhan memenuhi seluruh ruangan.

    PELPRIP GPdI Plered Pamengkang dan GPdI Arjawinangun juga turut memeriahkan KKR ini dengan mempersembahkan puji-pujian.

    Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Drs. Jooke S. Worotitjan selaku Ketua KD PELPRIP MD Jawa Barat. Dengan tema Membangun Keluarga Kristen Yang Kuat. Dalam khotbahnya ia menegagaskan bahwa keluarga Kristen harus dibangun dengan kuat ditengah-tengah keadaan dunia yang semakin tidak menentu.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan kata-kata sambutan yang disampaikan oleh Ketua Wilayah IV Pdt. B. Simatupang dan Sekretaris KD PELPRIP MD Jawa Barat Pdt. Daniel Pinto, M.Th.

    Kepada awak media Pdt. Drs. Jooke S. Worotitjan mengatakan “doakan agar program kerja KD PELPRIP Jabar untuk zona Bandung dan Bogor dapat terealisasikan bersama”, saat ditanya apa tanggapan dan harapannya setelah acara ibadah KKR ini.

  • INDAHNYA KEBERSAMAAN DI NATAL, KUNCIKAN DAN TAHUN BARU 2020 KAWANUA KOTA HARAPAN INDAH DAN SEKITARNYA

    INDAHNYA KEBERSAMAAN DI NATAL, KUNCIKAN DAN TAHUN BARU 2020 KAWANUA KOTA HARAPAN INDAH DAN SEKITARNYA

    WARTANASRANI.COM, BEKASI – Perkumpulan Kawanua Harapan Indah (KHI) kembali menggelar Ibadah Syukur Natal 2019, Kuncikan dan Tahun Baru 2020. Bertolak dari tema Natal tahun 2019 yang dikeluarkan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Kawanua Harapan Indah tahun ini, mengangkat tema dalam bahasa Manado, “Jadi Tamang Bae Voor Samua” atau “Menjadi sahabat untuk semua”.

    Memantapkan semangat kekeluargaan warga Kawanua yang ada di Kota Harapan Indah dan sekitarnya, menjadi tujuan dari acara yang berlangsung sukacita dan penuh kekeluargaan ini, yang diadakan pada hari Jumat, 31 Januari 2020, di Aula PT. Logamindo Pratama, Sentra Niaga Kav.23, Jl. Boulevard Hijau Raya No.58, RT.2 Kota Harapan Indah, Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat 17131 dengan pembicara Bapak Hanry Suwu, Pembina/Penasihat Kawanua Harapan Indah.

    Bapak Hanru Suwu (Penasihat/Pembina KHI) saat berkhotbah 

    Indahnya kebersamaan warga Kawanua terlihat dalam acara yang berlangsung sederhana namun hikmat. Penasihat, pembina, pengurus dan anggota Kawanua Harapan Indah, penuh sukacita melatunkan pujian-pujian Natal. Tak ketinggalan, pujian dalam bahasa Manado menjadi warna tersendiri dari Ibadah syukur yang dipimpin oleh Ibu Esty Rorong-Suwu.

    Sementara itu, tampil sebagai pengkhotbah, Penasihat Kawanua Harapan Indah, Bapak Hanry Suwu yang mengawali khotbahnya dengan menguraikan definisi kata persahabatan. Ada tiga poin penting tentang peran seorang sahabat yang diungkapnya.

    “Kalau kita lihat dari definisi persahabatan, maka didalamnya mempunyai nilai-nilai tertentu. Pertama, dia menginginkan apa yang terbaik bagi satu sama lain. Kedua, adanya simpati dan empati di dalamnya. Dan yang ketiga, adanya kejujuran didalam menyatakan kebenaran dan adanya saling pengertian. Ini kira-kira nilai-nilai yang ada dalam definisi dari persahabatan yang saya temukan,” ungkapnya.

    Lebih jauh, beranjak dari Nats pokok Yohanes 15:13-17, Hanry Suwu mengajak warga Kawanua yang hadir untuk siap menjadi sahabat sesuai yang diajarkan oleh Alkitab. Menurutnya, setiap orang butuh sahabat sekaligus juga perlu menjadi sahabat sesuai apa yang diajarkan oleh Alkitab.

    “Setiap orang butuh sahabat, sekaligus setiap orang juga perlu menjadi sahabat. Jangan kita menuntut orang lain menjadi sahabat yang baik, tetapi kita sering lupa ataupun lalai untuk menjadi sahabat yang baik. Kita akan membahas apa yang diajarkan oleh Alkitab mengenai persahabatan ini,” terangnya.

    Hanry Suwu dengan gaya khasnya saat berkhotbah, diselingi ilustrasi yang lucu yang mengundang gelak tawa yang hadir, Ia menjelaskan empat nilai-nilai yang harus ada dalam persahabatan sesuai kerinduan Tuhan Yesus. Menurutnya, sesuai nats pokok firman Tuhan, ada empat nilai penting yang harus ada dalam sebuah persahabatan sejati.

    “Jadi ada empat hal yang mestinya dipunyai oleh seorang sahabat: pertama, berkorban; kedua, komitmen dalam kesetiaan; ketiga, adanya keterbukaan dan keempat, punya motivasi untuk mendorong sahabatnya untuk mencapai yang lebih tinggi lagi,” terangnya.

     Pujian dari Pengurus Kawanua Harapan Indah

    Dalam sambutan mewakili pembina/penasihat, Bapak Joutje Lampa lebih menekankan soal peran Kawanua Harapan Indah sebagai organisasi sosial untuk memaksimalkan kegiatan sehingga keakraban diantara warga Kawanua semakin erat sesuai kredo orang Kawanua, “Baku-baku bae”.

    “Buat pengurus yang ada, selalu atur ada pertemuan, walaupun dua atau tiga bulan sekali bisa bertemu. Sehingga pada saat bertemu, torang bisa baku-baku dapa, baku-baku sayang sebagai orang Kawanua. Ini bisa di rencanakan teman-teman pengurus. Akhirnya atas nama dewan penasihat dan pembina mengucapkan selamat natal dan tahun baru. Terima kasih,” ucap Joutje Lampa.

    Mewakili pengurus KHI,  Pdt. Ronald S. Onibala, Ketua Kawanua Harapan Indah dalam sambutan singkatnya mengucapkan terima kasih atas dukungan para penasihat/pembina, pengurus dan anggota Kawanua Harapan Indah atas kerjasama yang baik, sehingga Ibadah Syukur Natal dan Tahun Baru bisa terlaksana dengan baik.

    “Terima kasih kepada penasihat/pembina, seluruh pengurus dan anggota yang telah mendukung suksesnya acara ini. Puji Tuhan, walau hanya rapat sekali dan waktu yang singkat, acara ini bisa terlaksana dengan baik. Semua ini karena komitmen kita bersama. Sekalli lagi terima kasih,” ujarnya.

    Penyalaan lilin Natal dan pujian seluruh pengurus mewarnai acara yang berlangsung sederhana tapi penuh kekeluargaan ini. Tampak hadir para pembina dan antara lain; Bapak Joutje Lampa, Bapak hanry Suwu, Bapak Elim Noldy paendong, Pdt. Henry Rumondor, Bapak Darwil Aguw, Ibu Olivia paendong Nelwan, Ibu Like Sitepu dan Bapak Meidy Kaat. Sementara Pengurus inti Kawanua Harapan Indah saat ini adalah: Pdt. Ronald S. Onibala (ketua), Pdt. Ronny Soriton (Wakil Ketua), Ibu Esty Suwu (Sekretaris) dan Ibu Nova Aguw Taroreh ( Bendahara).

    Disela-sela acara, pengurus KHI menyampaikan program Kawanua Harapan Indah untuk melaksanakan pertemuan rutin dan acara Paskah bersama 2020 di akhir bulan April. Dengan kegiatan ini diharapkan bisa mendata kembali jumlah keanggotan Kawanua Harapan Indah sehingga kegiatan kedepan lebih maksimal lagi. (red)

  • Persatuan Wartawan Nasrani PEWARNA Indonesia dan Sekolah Tinggi Theologi STT IKAT gelar kuliah Kuliah Umum

    Persatuan Wartawan Nasrani PEWARNA Indonesia dan Sekolah Tinggi Theologi STT IKAT gelar kuliah Kuliah Umum

    Jakarta – Wartanasrani.com Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia dan Sekolah Tinggi Theologi (STT) IKAT gelar kuliah Kuliah Umum dengan Tema “Merajut Kebersamaan, Merawat keindonesian, Memperkokoh Persatuan”.

    Kuliah umum digelar sebagai respon dari sebagian kecil persoalan ditengah-tengah kehidupan anak bangsa. Keberagaman yang diwarnai dengan isu-isu negatif yang bila dibiarkan akan berdampak buruk bagi keutuhan bangsa.

    Secara khusus, pelaksanaan kuliah umum dilatarbelakangi oleh isu-isu agama yang kerap kali digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Masyarakat yang berbeda-beda keyakinan yang semula hidup damai, aman dan tentram diusik dengan isu-isu hoak yang memecah belah sesama anak bangsa.

    Syekh. Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, Ketua Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Indramayu diundang sebagai narasumber di sesi pertama kuliah umum, yang memulai dengan pembahasan tentang sejarah peradaban bangsa Indonesia dan sejarah masuknya agama-agama di Indonesia.

    Syekh Abdussalam menyampaikan dengan sangat rinci dan mendetail tentang sejarah sebagai tonggak penting dalam menjaga kerukunan, menjadi dasar kita untuk hidup berdampingan dan bersahabat.

    Syekh Abdussalam mengingatkan bahwa sejarah harus dipahami dengan benar, sebab pemahaman yang benar akan melahirkan perilaku hidup yang benar.

    Syek Abdussalam juga menyampaikan bahwabperjalanan sejarah itu penting untuk diketahui agar dapat mengambil nilai-nilai yang hidup dan tumbuh pada masa lalu.

    “Karena untuk menyambung segala yang baik pada masa lalu, haruslah mengingat masa lalu sebagai acuan melanjutkan kebaikan-kabaikan dan kedamaian itu” ucapnya.

    “seperti halnya kebiasaan kita menyanyikan Indonesia Raya hanya dengan 1 stanza, itu salah. Karena Indonesia Raya sebenarnya 3 stanza. Jika kita menyanyikannya hanya 1 stanza, maknanya akan berbeda saat kita menyanyikannya 3 stanza” ucapnya.

    Syehk menegaskan bahwa pemahaman sejarah yang benar adalah bagian dari upaya mempertahankan, merawat dan menumbuhkan kebersaman, kedamaian dan persatuan sesama anak bangsa.

    Ketua Pompes Al Zaytun ini juga menyampaikan bahwa Pancasila sebagai ideologi Indonesia sudah sangat tepat dalam bingkai keberagaman yang ada di Indonesia. Memantapkan penerapannya harus kita tumbuh kembangkan lagi, agar hidup rukun dapat terwujud seperti sebelumnya.

    Syekh menyampaikan, lahirnya intoleransi salah satunya disebabkan oleh kurangnya ilmu seseorang, karena orang yang tak berilmu tidak akan bisa memerdekakan dirinya. Orang-orang yang radikal dan intoleran adalah orang yang belum merdeka dalam berfikir.

    Syekh Abdussalam meminta semua anak bangsa harus memiliki ilmu yang benar, ilmu yang mampu memerdekan cara berfikir kita yang berfokus pada kesatuan dan Keindonesian.

    Dr. Ali Mocthar Ngabalin, MA, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Badan Koordinasi Mubaligh Seluruh Indonesia (BAKOMUBIN) diundang sebagai narasumber di sesi 2 kuliah umum,

    Dr. Ali Mocthar menyampaikan bahwa masyarakat terpelajar itu diidentifikasi dalam 5 variabel penting yakni,

    Believe in God

    Kita percaya pada satu titik yang mengatur kehidupan kita, yaitu kepercayaan pada Tuhan yang maha esa. Kita meyakini hidup kita tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Semua sendi kehidupan manusia berpusat dan bermuara dari Padanya (Tuhan/Allah).

    “Kita memang berbeda dalam keyakinan, kita berbeda dalam banyak hal, tapi mustahil kita tak bisa ketemu dalam satu hal, tidak mungkin” ucapnya.

    Dr. Ngabalin juga menyampaikan bahwa takdirlah yang membuat kita berbeda, tapi kasih yang mempersatukan kita.

    “kalau ada yang klaim hidupnya paling bersih dan suci, maka itu adalah manusia paling hina dalam sejarah panjang manusia” tegasnya.

    Ngabalin menjelaskan bahwa doktrin believe in God itu harus ada, itulah sebabnya semua orang harus percaya kuasa Tuhan hadir dalam hidup semua manusia, itu adalah konsep orang-orang yang memiliki peradaban.

    “Tidak ada dikolong negeri ini yang merasa hidupnya tanpa kuasa Tuhan, karena setiap orang yang ada di republik NKRI harus percaya bahwa kuasa Tuhan hadir dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, itulah konsep manusia yang memiliki peradaban” tegasnya.

    Intelektual Knowledge

    Dr. Ngabalin yang merupakan Tenaga Ahli Utama KSP mengatakan bahwa kehadiran STT IKAT adalah sebagai kampus yang mempersiapkan generasi yang memiliki kemampuan intelektual knowledge.

    Ngabalin dalam penjelasannya menyampaikan, bahwa ilmu lah yang merangsang keyakinan pada setiap diri manusia. Karena ilmu pengetahuanlah yang membuat kita dapat membedakan mana hak dan kewajiban, itulah tanda kelompok terpelajar.

    “Hanya orang bodoh yang tidak mengerti tentang sistem nilai kebenaran dalam membangun kehidupan, kebersamaan dalam kerangka kesatuan Republik Indonesia” tegas Dr. Ngabalin.

    Dr. Ngabalin juga meminta rektor STT IKAT
    agar pertemuan-pertemuan seperti ini harus terus dilakukan.

    Ngabalin juga menyampaikan bahwa dirinya sudah banyak mengundang tokoh-tokoh lintas agama untuk bicara, kita duduk bersama, ndak mungkin kita tak bisa ketemu dalam satu titik, kita pasti ketemu dalam satu titik tertentu. Karena Roh Keyakinan (Allah) yang ada padaku, ada juga pada pastor, pendeta, karena Tuhanlah yang menjadikan semua. karena itu sebuah keberkahan yang tak mubgkin siapapun bisa menolak.

    The founding father kita, sudah sangat tepat mengambil keputusan yang baik untuk negeri ini. tidak mungkin kita lebih pintar dari mereka, Ketuhanan yang maha esa adalah salah produk dari hasil kesepakatan founding father kita, yang awalnya Indonesia ingin dejadikan sebagai negara yang berdasar pada syariat Islam, kemudian diganti jadi ketuhanan yang maha esa, kenapa? demi masa depan peradaban bangsa ini.

    “Islam saya ini adalah islam indonesia, maka culture dalam sujud dan peribadatan saya, dalam berfikir saya, dan sikap saya dalam membangun silaturahmi adalah dalam culture Indonesia.

    CULTURE

    Ngabalin menjelaskan perbedaan-perbedaan keyakinan itu kita pertemukan dalam culture kita yang sama.

    “pantang bagi kami, jangankan berbicara dan berteriak, karena dalam culture kami; berjalan didepan guru pun kami tak sanggup” ucap Ngabalin.

    “Konsep moral culture yang dibangun oleh STT IKAT mendirikan kampus, karena menyadari kalau Indonesia ini membutuhkan generasi-generasi pelanjut teladan agama, pengembang cinta dan kasih pada orang banyak, dengan nilai-nilai, budaya, iman dan ilmu yang benar” ucap Ngabalin.

    THE YOUNG GENERATION

    Ngabalin meyakini bahwa kehadiran
    injil-injil datang dari tangan-tangan yang telah Tuhan berkati.

    “Tuhan menjamin setiap kehidupan manusia. Karena Tuhanlah yang menciptakannya, Kenapa manusia berani menghakimi sesama manusia? bukankah segala ciptaan harus tunduk pada Tuhan? Semua manusia harus juga menghormati semua ciptaannya. Karena Tuhan yang ciptakan kita berbeda, kalau Tuhan mau bisa ciptakan 1 agama. Tapi Tuhan punya kehendak kita berbeda.

    “Generasi muda harus melihat perkembangan teknologi
    Four Point Zero (4.0) adalah alam teknologi yang semakin maju dan terbuka. Pikiran kita juga harus semakin terbuka tak perlu takut tak karu-karuan, semua sudah terbuka disemua sektor, kenapa masih ada yang takut tak karu-karuan menghadapi perbedan-bedaan yang ada” ucap ngabalin.

    Dr. Ali Mochtar Ngabalin menjelaskan bahwa urusan agama adalah urusan pribadi dengan Tuhan, biarkan semua manusia meyakini setiap nilai-nilai kebenaran dengan kepercayaan masing-masing.

    “Rakyat Indonesia Itu adalah Kristen, Rakyat Indonesia itu adalah Islam, Rakyat Indonesia itu adalah Hindu, Budha, Khatolik dan Khonghucu” Tegas Ngabalin dengan penuh semangat.

    “Negeri ini adalah negeri patahan surga, yang sengaja Tuhan jatuhkan di benua Asia. Karena setiap agama mengajarkan tentang cinta dan kasih” ucap Ngabalin.

    Ngabalin juga menyampaikan bahwa dirinya sudah berpidato dimana-mana, bahkan di Gereja Khatolik di Belanda, semua karena nilai-nilai kebenaran, cinta, dan kasih. kerana tak mungkin saya bisa sampai kesana berpidato tanpa semua nilai-nilau itu.

    Diakhir pengantar pemaparan, Ngabalin menyampaikan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru.

    Rektor STT IKAT, Dr. Jimmy Lumintang dalam sambutannya menyampaikan bahwa STT IKAT dalam memilih tema kuliah umum berdasar pada persoalan keberagaman yang sedang dihadapi bangsa Indonesia.

    Kuliah umum yang digelar di Ruang Serbaguna Kampus STT IKAT, Jl, Rempoa Permai, Bintaro, Jakarta Selatan (28/01/20) dimulai dari jam 10 pagi hingga jam 4 sore dihadiri ratusan mahasiswa STT IKAT, Mahasiswa Pascasarjana Ikat, anggota Pewarna Indonesia dan tokoh-tokoh Masyarakat Kristen dan Masyarakat Umum.

  • GBI Taman Aster Bulevar Hijau Gelar Ibadah Syukur HUT Ke 15

    GBI Taman Aster Bulevar Hijau Gelar Ibadah Syukur HUT Ke 15

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Mengucap syukur atas pertolongan dan kebaikan Tuhan dalam perjalanan pelayanan, Gembala dan jemaat GBI Taman Aster Bulevar Hijau, Kota Harapan Indah, Bekasi, menggelar Ibadah Syukur Ulang Tahun ke- 15, Hari ini, Minggu (19/01/2020).

    Pdt. Dr. Vicky B.O.G. Paat, M.Th

    Dipulihkan untuk memulihkan menjadi tema khotbah yang disampaikan oleh Pdt. Dr. Vicky B. O. G. Paat, M.Th.

    Ada empat hal yang diuraikan Pdt. Vicky Paat tentang pemulihan. Dijelaskannya bahwa bila kita ingin menjadi berkat untuk memulihkan orang lain, maka kita terlebih dahulu harus dipulihkan dengan Tuhan, dipulihkan dengan diri sendiri, dipulihkan dengan sesama dan dipulihkan dengan alam semesta.

    “Kalau kita sudah dipulihkan dengan Tuhan, kalau kita sudah dipulihkan dengan diri sendiri, kalau kita sudah dipulihkan dengan sesama, dan kalau kita sudah dipulihkan dengan alam semesta, barulah kita bisa memulihkan orang lain,” terangnya.

    “Ketika kita dipulihkan maka kita harus pergi untuk menjadi saksi, memulihkan orang lain. Kita harus berbagi kasih dengan orang lain,” terangnya lagi.

    Ditambahkan Pdt. Vicky Paat bahwa untuk bisa memulihkan orang lain, orang beriman harus hidup didalam kasih. Menurutnya, kasih menjadi dasar bagi setiap orang yang akan pergi untuk menjadi berkat. Kasih menutupi segala sesuatu.

    “Kita harus tinggal didalam kasih sehingga kita mampu melakukan banyak hal dalam hidup ini. Kalau kita mau menjadi berkat bagi sesama, maka kita harus memulainya dengan kasih, berjalan dalam kasih dan mengakhirinya dalam kasih,” tegasnya.

    Sementara gembala jemaat GBI Taman Aster Bulevar Hijau, Kota Harapan Indah, Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th menyampaikan terima kasih atas dukungan tim penggembalaan, para pelayan dan jemaat sehingga GBI Taman Aster bisa merayakan Ulang Tahunnya yang ke-15.

    “Terima kasih kepada tim penggembalaan dan seluruh jemaat yang selalu setia mendukung pelayanan GBI Taman Aster. Kalau sampai saat ini Gereja ini masih ada, semua karna kemurahan Tuhan,” sebutnya.

    “Tahun ini menjadi tema gereja adalah tahun pemulihan. kiranya kita semua akan mengalami pemulihan dan mampu memjadi berkat untuk memulihkan banyak jiwa bagi kuliaan Tuhan, sesuai firman Tuhan yang sudah disampaikan hambanya Pdt. Vicky Paat,” sebut Dosen STT Bethesda ini penuh harap.

    Pemotongan kue ulang tahun dan pemberian bingkisan tanda syukur kepada tim penggembalaan, para pelayan, dan hamba-hamba Tuhan tamu yang hadir, mewarnai Ibadah Syukur kali ini. (Red)

  • Komunitas Silaturahmi Lintas Agama Gelar Bakti Sosial Pengobatan Gratis

    Komunitas Silaturahmi Lintas Agama Gelar Bakti Sosial Pengobatan Gratis

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Korban banjir Jakarta membuat kerugian yang tak sedikit, kerugian bukan saja berupa materi tetapi juga kesehatan. Dalam rangka meringankan dan membantu korban banjir tersebut Komunitas Silaturahmi lintas agama menggelar baksi sosial dan pengobatan gratis.

    Di mana kegiatan bakti sosial dan pengobatan gratis tersebut dikoordinasi oleh Yesaya Suharsono selaku Ketua Pelmas PGLII dan H. Endang Muchtar yang juga Sekretaris FKUB Jakarta Utara/ Ketua Komunitas Silahturahmi Lintas Agama serta Haji Hamid selaku Wakil Ketua FKUB Jakarta utara. Pada kesempatan ini Plt Sekum Pengurus Pusat PGLII Pdt Tommy Lengkong dan Majelis Pertimbangan PGLII Pdt Rony Sigarlaki hadir memberikan semangat dan bersama berbaur dengan masayarakat.

    Seperti lagunya Benyamin Sueb, Jakarta banjir lagi demikian pula saat jelang tahun baru tepatnya tanggal 31 Desember banjir besar melanda wilayah DKI Jakarta, memang bukan saja DKI tetapi banjir juga melanda Jabodetabek, sementara di Jakarta sendiri banjir hampir merata   terjadi baik Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan, termasuk kota pesisir Jakarta Utara.

    Sekalipun di hari kedua Sigit Wijatmoko walikota Jakarta Utara menjelaskan bahwa banjir di wilayah Jakarta Utara sudah mengalami penurunan dibandingkan Rabu (1/1/2020) kemarin, tetapi diakui genangan masih ada di Sepatan, Rorotan. Kemudian ada juga di Kelapa Gading. Begitupun untuk daerah Penjaringan, diakuinya masih ada genangan di Pejagalan dan Kapuk Muara.

    Dalam kegiatan bakti sosial dan pengobatan gratis Komunitas Silaturahmi Lintas Agama didukung PGLII (Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia), GOI (Gereja Ortodoks Indonesia), Bala Keselamatan, GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia), Pelkesi (Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan Seluruh Indonesia), Lumbung Yusuf Indonesia, FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), dan SCTV bersama Pemprov. DKI Jakarta dan tokoh lintas agama (Islam, Kristen, Katolik, Budha, Kong Hu Cu dan Hindu) mengadakan bakti sosial dan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma di wilayah Kapuk Muara.

    Antonius Natan mewakili Yayasan Lumbung Yusuf dan PGLII DKI Jakarta menyampaikan bahwa, pilihan lokasi di RW 05 Kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, “Tepatnya di jalur masuk Villa Kapuk Mas, karena disini berdekatan dengan pasar dan pemukiman padat penduduk. Pilihan pelayanan kesehatan juga karena terdampak banjir berpotensi terkena diare atau demam berdarah, wilayah Kapuk Muara ini dikatakan banyak warga mengalami gatal-gatal dan tentunya juga layanan posttraumatic stress disorder, yaitu gangguan psikologis yang terjadi setelah mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan.”

    PGLII dan Yayasan Lumbung Yusuf terang Antonius Natan mengatakan kerap bersinergi dalam berbagai aksi tanggap bencana baik dalam pemberian bantuan berupa barang-barang kebutuhan, tetapi juga menggandeng tim medis untuk bantuan perawatan dan kesehatan.

    Dan tentu saja pentingnya keberadaan Komunitas Silaturahmi Lintas Agama”Kerukunan antar agama perlu dirawat dan dijaga, salah satunya kebersamaan dalam membantu tetangga yang mengalami kesusahan dan musibah. Kepanitiaan Baksos kali ini merupakan penerapan sila-sila dalam Pancasila. Panitia berkolaborasi walaupun dalam kepelbagaian agama, ada yang Islam, Kristen, Katolik, Budha, Kong Hu Cu dan Hindu memiliki kepedulian yang tinggi sebagai sesama anak bangsa.”

    Dalam akhir percakapannya Antonius mengatakan bahwa tak bencana yang dirancang, tetapi bila bencana harus terjadi harus dihadapi, “Marilah saling menolong dan membantu tanpa memandang adanya perbedaan atau sekat-sekat. Dalam keberagaman berupayalah untuk meringankan kesusahan sesama, tanpa harus menyalahkan siapa bencana ini terjadi,” tegas Antonius Natan yang juga salah satu sahabat PEWARNA ini mantab. (Red)

  • Keberagaman Menjadi Bagian Natal PEWARNA Sulut Bersama Yayasan Pusat Kanker Estella

    Keberagaman Menjadi Bagian Natal PEWARNA Sulut Bersama Yayasan Pusat Kanker Estella

    MANADO, WARTANASRANI.COM – Keberagaman golongan dan agama menjadi bagian perayaan Natal Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA)  Sulawesi Utara (Sulut) bersama yayasan pusat kanker Estella RSUP Prof Dr RD Kandou. Puluhan anak dari Yayasan Pusat Kanker Estela, Manado menyanyi bersukacita dengan anggota PEWARNA Sulut dalam rangkaian ibadah menyambut Natal di Gereja Oikumene Rumah Sakit Prof Kandou, Malalayang.
    Pujian Natal dari Pengurus Pewarna Sulut
    Kebahagiaan terpancar dari anak-anak ini, ketika semuanya larut dalam lagu dan gerak diiringi lantunan keyboard. Sesekali anggota Pewarna dan orangtua menyeka air mata melihat sukacita anak-anak ini memperagakan lagu dan gerak tarian.
    Jojo salah satu anak Estela yang beragama Hindu, dengan riang gembira menyanyi. Bahkan Rara yang beragama Islam juga larut dalam kebahagiaan, bersama anak-anak Estela yang beragama Nasrani.
    Anak-anak duduk di barisan kursi paling depan, dan orangtua serta para perawat di barisan kursi belakang. Tidak ada sekat diantara mereka, bahkan semua duduk bersama dalam kebersamaan meskipun berbeda, hal ini memberikan pelajaran bahwa semua sama di mata Tuhan.

    Ibadah di pimpin langsung oleh Pdt. Midle Onibala. Ibadah berlangsung sangat khusuk dan dalam suasana sukacita bersama anak-anak.

    Ketua Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Sulawesi Utara Sanfransisco Mannosoh menjelaskan bahwa agenda Pewarna setiap tahun melaksanakan ibadah Pra Natal,dan tahun ini dilaksanakan bersama anak-anak hebat di Estella RSUP Prof Dr RD Kandou. Luar biasa semangat dan kebahagiaan mereka, dan memang hal inilah yang diharapkan dari setiap kegiatan yang dilaksanakan Pewarna Sulut, dan kegiatan ini bagian dari pelayanan yang diberikan untuk masyarakat yang ada di Sulut.
    “Kami beribadah di tempat ini, menjadi sukacita iman yang luar biasa bagi kami. Anak-anak disini hebat dan kuat, semoga mereka semua akan disembuhkan dengan proses dari para medis, dukungan semangat orangtua bahkan keluarga serta semua orang yang sangat memperhatikan mereka,” jelasnya.
    Manossoh menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari anak-anak, orangtua, maupun perawat yang senang hati menerima kehadiran Pewarna untuk beribadah dan bersukacita bersama.
    “Terima kasih juga, untuk orangtua yang beragama muslim yang juga larut dalam kebersamaan dengan kami. Untuk semua anak- anak Selamat Menyambut Natal 25 Desember 2019 dan Menyongsong Tahun Baru 2020,” ujarnya.
    Sekretaris DPD Pewarna Sulut, Srikandi Pangemanan didampingi Bendahara, Olfiane Kapojos mengemukakan, pihaknya bahagia melihat kebersamaan orangtua dan anak- anak Estela. Mereka sangat rukun bahkan bergandengan tangan bersama, saling mendukung demi proses pengobatan buah hati yang tercinta.
    Sementara itu, mewakili RSUP Prof Dr RD Kandou, Kepala Ruangan Estela, Konda Tawaluyan dalam sambutannya mengatakan, sangat bersyukur bahkan berterima kasih, karena Pewarna Sulut, boleh ambil bagian beribadah dengan anak-anak yang ada di Estella.
    Menurutnya, peran wartawan sejak tahun 2006 sangat besar untuk mempublikasikan keberadaan Estela ini. Bahkan tidak hanya itu saja, mereka juga sering menggalang dana pribadi untuk membeli obat bagi anak-anak pengidap kanker.
    “Pernah terjadi, ada anak yang butuh disuntik pukul 18.00 wita. Saat itu, kami tidak punya dana membeli obat. Ada beberapa wartawan yang dengan sukarela menggumpulkan uang untuk membeli obat bagi salah satu anak pengidap kanker itu,” ungkapnya sesekali menyeka air mata.
    Tawalujan, pun menghaturkan terima kasih atas semua kebaikan yang diberikan untuk anak- anak di Yayasan Pusat Kanker Estela. Bahkan terima kasih untuk semua insan pers yang telah membantu Estella sampai saat ini.
    “Pengobatan spiritual sangat penting untuk proses kesembuhan anak-anak di Pusat Kanker Estella, Manado. Hari ini mereka sangat gembira dan bahagia, akan sangat membantu dalam  proses pengobatan,” tutup tawalujan dengan rasa haru. (Sisco)
  • Perintah Tuhan Kepada Gereja Tiberias: Rayakan Natal Secara Besar-Besaran

    Perintah Tuhan Kepada Gereja Tiberias: Rayakan Natal Secara Besar-Besaran

    WARTANASRANI.COM, JAKARTA -Hari ini, Sabtu 7 Desember 2019, Gereja Tiberias Indonesia kembali mengadakan perayaan Natal besar-besaran. Ibadah perayaan Natal yang dipimpin langsung oleh Gembala Sidang Gereja Tiberias Indonesia Bapak Pdt. DR. Yesaya Pariadji dan Ibu Pdt. Damiaty Pariadji mengambil ayat tema di Yohanes 1:12 “Semua yang menerima-Nya diberi kuasa untuk menjadi anak- anak Allah”.

    Suasana Konferensi Pers Natal Tiberias 2019

    Perayaan tahun ini memasuki perayaan ke-18 yang diadakan secara besar-besaran di Stadion Utama Gelora Bung Kamo – Senayan, Jakarta.

    Pdt. DR. Yesaya Parladji – Gembala Sidang dan Ketua Sinode Gereja Tiberias Indonesia (GTI Tiberias) mengatakan, “Atas parintah Tuhan Yesus Saya diperintahkan untuk merayakan Natal secara besar-besaran di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

    Tuhan berkata kepada saya sesuai firman-Nya di Mikha 5: 1-3 “AKU PERINTAHKAN KAMU DENGAN KUASA MINYAK DAN ANGGUR UNTUK MENYAMBUT MESIAS JURU SELAMAT DUNIA YANG LAHIR DI BETLEHEM, RAJA SEGALA RAJA YANG PERMULAANNYA SEJAK PURBAKALA, SEJAK DAHULU KALA, YANG MENYATAKAN DIRI KEPADA KITA: “AKULAH YESUS KRISTUS TUHAN ALLAHMU YANG EMPUNYA KERAJAAN SORGA.”

    Pesan Tuhan tersebut diberikan langsung kepada Pdt. DR, Yesaya Pariadji pada suatu hari disaat beliau sedarig dalam perjalanan pulang dari daerah Solo Selatan. Pdt. DR. Yesaya Pariadji sedang berpikir daripada mengeluarkan biaya yang besar untuk merayakan Natal, lebih baik biaya tersebut digunakan untuk membangun gereja di daerah-daerah serta merayakan Natal di desa-desa, Di kala itu, di saat beliau sedang berpikir da n merencanakan sesuatu, Tuhan langsung mengetahuinya, sehingga Tuhan menegor dan memerintahkan beliau untuk merayakan Natal harus secara besar- besaran.

    Pdt. DR Yesaya Pariadji menambahkan, “Gereja Tiberias diberi perintah untuk menghadap Raja segala Raja, Mesias yang lahir di Betlehern, maka diperlukan ribuan kali kuasa Perjamuan Kudus dar puluhan ribu Minyak Urapan (Mikha 6:6-7).”

    Lebih lanjut mnengenal jalannya perayaan Natal Gereja Tiberias Indonesia 2019, Pdt Gideon Simanjuntak selaku Ketua Humas & Sekretaris Umum Gereja Tiberias Indonesia menjelaskan.

    “Kami sangat bersukacita, Gereja Tiberias Indonesia kembali merayakan perayaan Natal tahun ini dengan besar-besaran. Dalam perayaan Natal hari ini diperkirakan akan hadir lebih dari 200.000 jemaat GTI Tiberias dari seluruh Indonesia memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Seluruh jemaat akan diberkati oleh pemberitaan pesan Natal dan Firman Tuhan serta Perjamuan Kudus yang dipimpin langsung oleh Bapak Gembala GTI Tiberias Pdt. DR. Yesaya Pariadji. Selain itu, Ibu Gembala Pdt. Darmiaty Pariadji akan secara langsung memimpin dalam syahduhnya momen penyalaan lilin natal serta malam kudus.”

    Menambah indahnya dan kemeriahan perayaan Natal Gereja Tiberias Indonesia, seluruh jemaat akan bersama-sama diberkati dengan pujian dan penyembahan Natal bersama Boanerges Worship Team (tim pujian dan penyembahan kepemudaan Gereja Tiberias Indonesia), Tiberias Singers dan 7000 Choir Natal.

    Menutup perayaan Natal ini, akan ada juga penyalaan kembang api yang sangat indah.

    “Mari menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali (second coming) dengan Perjamuan Kudus dan Minyak Urapan dan terus hidup dalam pertobatan yaitu dengan suci pikiran, suci perkataan, suci perbuatan. Hidup ini harus dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali,” tutup Pdt. DR. Yesaya Pariadji. (*)

  • Murfati Lidianto SE.,MA : Seorang Pemimpin Yang Mau Mendengar

    Murfati Lidianto SE.,MA : Seorang Pemimpin Yang Mau Mendengar

    Bekasi – Wartanasrani.com, Disela-sela Ibadah Ucapan Syukur yang bertempat di Restoran Fat-Fat Kota Harapan Indah (02/12/2019), Murfati Lidianto SE.,MA menegaskan bahwa menjadi seorang pemimpin harus mau mendengar akan setiap aspirasi masyarakat. Pemimpin juga harus berjuang untuk kepentingan rakyat yang sudah memilih wakilnya untuk duduk sebagai anggota legislatif.

    Karena memang demikianlah yang sudah dilakukan dirinya, sehingga ia kembali dipercaya oleh masyarakat Medan Satria dan Bekasi Barat Kota Bekasi.

    Pada kesempatan ini Murfati menyampaikan pengalamannya saat berjuang pada Pemilu tahun ini. “Demikianlah pengalaman saya, saat berjuang di Pemilu Tahun 2019 lalu, saat mencalonkan kembali sebagai anggota DPRD Kota Bekasi periode 2014-2019 dari Partai Gerindra Daerah Pemilihan Kota Bekasi 5 yang meliputi Kecamatan Bekasi Barat dan Kecamatan Medan Satria. Saya memetik hikmah di sana. Saya merasakan Pemilu itu sangat riskan, karena berbarengan dengan Pilpres dan Pileg,” ungkapnya.

    Banyak hal yang telah dilaluinya, bagaimana ia berjuang pada Pemilu kemarin. “Berita kemenangan saya baru bisa diketahui kepastiannya setelah 20 hari terhitung sejak Pemilihan berlalu. Oleh karena suara-suara dari TPS-TPS luar Kelurahan Pejuang belum terkumpul semua. Tentu sekali lagi, ini saya rasakan sangat riskan karena berbalap dengan Caleg lainnya di satu partai. Dibandingkan dengan Caleg-Caleg lain partai mereka sudah mengetahui setelah selesai Pemilu tiga hari. Bahkan, suara mereka sangat bulat dan tak pencar-pencar. Sementara saya mesti meminta suara sampai jauh ke Bintara, Jaka Sampurna, Kranji dan Kota Baru,” lanjutnya.

    Murfati menyadari bahwa tujuannya untuk menjadi anggota dewan adalah untuk mendampingi warganya dalam penyampaian aspirasi, sudah barang tentu juga demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh warga. Sesuai dengan tema yang sudah ditetapkan pada acara ini “Bersama Membangun Mewujudkan Bersama”, dilanjutkan dengan subtema bersama Wakil Rakyat, mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan di Kota Bekasi menuju SDM Unggul dan Indonesia maju berdasarkan Pancasila.

    Pada periode lalu memang sudah banyak aspirasi rakyat yang sudah dilakukan oleh dirinya. Beberapa diantaranya perbaikan jalan, saluran air agar tidak banjir.

    Program jangka panjang Murfati adalah mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, untuk mendorong warganya menjadi mandiri. Karena menurutnya masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan lapangan kerja.

    Tidak bisa dipungkiri wanita kelahiran Belitung ini memusatkan perhatian kepada warganya yang memiliki ekonomi berkecukupan. Pemberantasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi juga menjadi salah satu program utamanya.

    Peran UMKM itu sangat penting, karena selain sebagai sarana mengentaskan masyarakat kecil dari jurang kemiskinan, UMKM juga memiliki peran penting dalam pemerataan ekonomi masyarakat, bahkan UMKM mampu memberikan sumbangsih bagi pendapatan asli daerah Kota Bekasi,” ungkapnya.

    Karena itu ia berjanji untuk berjuang agar UMKM dapat berjalan, dengan mendorong DPRD agar mengucurkan dana melalui mekanisme yang berlaku. Karena dirinya menyadari bahwa hal ini sangat penting untuk kesejahteraan rakyat, bahkan bisa menopang ekonomi keluarga serta dapat memberikan sumbangsih bagi pendapatan asli daerah Kota Bekasi.

    Saya akan mendorong Dewan dalam rapat untuk mengucurkan bantuan UMKM agar warga bisa bekerja dari modal ini, untuk menjadi wiraswata, sehingga bisa mendongkrak perekonomian keluarga,” tandasnya.

    Program jangka panjang, saya akan kembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) karena selama ini masyarakat masih kekurangan lapangan kerja, dengan UMKM bisa menjadi penghasilan secara mandiri bagi warga, sebab tidak mungkin kita meminta semua pada pihak swasta atau pemerintah”, ungkapnya.

    Sekalipun acara pelantikan sudah dilakukan pada Agustus lalu, dan acara ucapan syukur baru dilakukan tak mengurangi rasa syukurnya kepada Tuhan dan seluruh masyarakat Medan Satria dan Bekasi Barat. Acara ini dihadiri sebagian besar dihadiri oleh hamba-hamba Tuhan Kota Bekasi. (aw)

     

  • STT Bethesda Bekasi Gelar Seminar Tentang Misi Dan Pertumbuhan Gereja

    STT Bethesda Bekasi Gelar Seminar Tentang Misi Dan Pertumbuhan Gereja

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Menghadirkan Ps. Emmanuel John Samuel dan Ps. Kala Samuel misionaris dari India sebagai narasumber, Sekolah Tinggi Teologi Bethesda Bekasi (STT Bethesda) hari ini, Kamis 28 November 2019, menggelar seminar tentang misi dan pertumbuhan gereja. Seminar yang dihadiri mahasiswa, dosen dan fungsionaris ini mengambil tema, “Christianity Growth In India”.

    Suasana ibadah sebelum seminar

    Tuhan sudah memilh kita semua sebelum dunia dijadikan, menjadi kalimat pembuka Ps. Kala Samuel dalam seminar yang berlangsung di Auditorium Kampus, Lt. 3 STT Bethesda, Sentra Niaga V Blok 8 No. 3 Kota Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat.

    “Segala sesuatu yang akan dikerjakan perlu persiapan dan Tuhan sedang mempersiapkan kalian semua. Tuhan Yesus sedang mempersiapkan kita semua, namun perlu hati yang terbuka,” ujar Ps. Kala meyakinkan.

    “Kita harus merendahkan hati kita di hadapan Tuhan sebagai pelayan Tuhan. Melayani tanpa mengejar nama besar. Yang Tuhan cari adalah kesediaan hati kita untuk melayaninya,” ujar Ps. Kala lagi

    Ps. Kala juga menegaskan bahwa Tuhan mampu mengubah siapapun untuk melakukan misi Allah.

    “Orang-orang sederhana bisa dipakai Tuhan. Murid-murid Tuhan Yesua adalah orang biasa tapi saat dipakai Tuhan, mereka dipakai Tuhan secara luar biasa. Setiap kita yang ada disini adalah berharga di hadapan Tuhan dan Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk melakukan visi besar dari Tuhan. Dan dalam melaksanakan visi besar yaitu amanat agung ini, Tuhan berjanji selalu menyertai kita,” tegasnya.

    Bertolak Keluaran pasal 3, Ps. Kala menguraikan tentang tokoh Musa yang dapat diteladani dalam pelayanan misi saat ini. Kala pun menguraikan 5 hal penting bagaimana yang Tuhan ubahkan pada Musa saat mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan.

    “Saat kita mengalami perjumpaan dengan Allah maka kita akan mengalami perubahan hidup. Ada 5 hal yang dibukakan Tuhan kepada Musa. Pertama Tuhan membukakan hatinya untuk mengasihi umat-Nya,” jelasnya.

    “Kalau kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan maka Tuhan akan membukakan kerinduan hatinya didalam hati kita, sehingga kita akan terpanggil untuk peduli mencari dan menyelmatkan jiwa-jiwa yang terhilang untuk menerima keselamatan. Untuk itulah Tuhan Yesus mati diatas kayu salib,” jelasnya lagi.

    Selanjutnya pada poin kedua dan ketiga, Ps. Kala menyatakan bahwa Tuhan akan membukakan hati misi dan janji-Nya di dalam hati kita seperti yang dialami Musa.

    “Musa tahu apa misi di dalam hatinya karena Tuhan bukakan. Tuhan punya misi buat kita pribadi lepas pribadi. Kalau kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan, maka Tuhan akan bukakan apa misi-Nya bagi kita,” ungkapnya.

    “Ketiga, Tuhan membukakan janji-Nya kepada Musa. Ketika kita mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan maka Tuhan akan membukakan janjiNya bagi kita. Tuhan akan berkata, janganlah takut, aku besertamu. Kita mendapatkan janji penyertaan Tuhan. Kita tidak perlu takut lagi, karena pribadi dalam hati kita lebih besar. Kehadiran Allah ada bersama kita. Roh Kudus yang akan menguatkanmu,” ungkapnya lagi.

    Bagian keempat dan kelima, Ps. Kala menguraikan bagaimana Tuhan membukakan identitas Allah dan rencana-Nya kepada Musa.

    “Identitas Allah perlu dimiliki oleh kita untuk melaksankan misi Allah. Identitas kita adalah segambar dan serupa dengan Allah. Ketika kita keluar untuk diutus, kita tak perlu takut karena kita adalah segambar dan serupa sengan Allah,” tandasnya.

    “Kelima, Tuhan membukakan rencana-Nya dalam hidup Musa. Tuhan akan membukakan rencana-Nya secara rinci dalam hidupmu,” tandasnya lagi.

    Sebelum menutup paparannya, Ps. Kala mengajak mahasiswa STT Bethesda untuk bangkit dan bersinar untuk menjalankan misi Allah.

    “Anak-anak muda yang ada disini, bangkitlah dan bersinarlah bagi Tuhan. Roh Kudus akan menyertaimu. Engkau akan melakukan hal-hal besar. Bukalah hatimu dan alami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan,” tutupnya.

    Seperti biasa dalama sebuah seminar, sesi tanya jawab seputar peluang dan tantangan pelayanan misi di India menjadi bagian akhir dari seminar. Dibarengi kesaksian pengalaman pelayanan di India, Ps. Kala dengan lugas menjawab setiap pertanyaan peserta.

    Sebelum ditutup dengan doa dan foto bersama, Ketua Pelayanan Bethesda memberi cinderamata serta sampaikan terima kasih atas nama civitas STT Bethesda.

    “Didalam Tuhan ada sesuatu yang indah. Banyak terima kasih buat semua yang sudah hadir dalam seminar ini. Terima kasih untuk tim yang sudah memberkati kami. Tuhan Yesus memberkati,” ujar Capt. Dr. Krets Mamondole, M.Mar., M.Th. (*)