Author: admin

  • Pukul Gong 5 Kali, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin Buka Mubes VIII PGPI

    Pukul Gong 5 Kali, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin Buka Mubes VIII PGPI

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Didampingi Ketua Umum Pengurus Pusat PGPI Pdt. DR. Jacob Nahuway, MA., dan Ketua Panitia Mubes Pdt. Jason Balompapueng, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin secara resmi membuka Musyawarah Besar (Mubes) VIII Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) yang berlangsung di Gereja Bethel Indonesia Mawar Sharon, Jl. Hibrida Timur, Kelapa Gading Permai, Jakarta, hari ini, Selasa (13/11/2018).

    “Sesuai dengan permintaan Ketua Umum PGPI, Pdt. DR. Jacob Nahuway, saya akan memukul gong ini lima kali, sesuai Pancasila dengan lima sila-nya” ujar Menteri Agama Indonesia yang menjabat sejak 9 Juni 2014 di Kabinet Indonesia Bersatu II dan kembali menjadi menteri di Kabinet Kerja sejak 27 Oktober 2014.

    Sebelum pukul gong lima kali, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, diawal sambutan, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bapak Presiden Joko Widodo.

    “Pertama saya menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Presiden, beliau tidak bisa hadir karena dalam waktu yang bersamaan ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan. Beliau menyampaikan salam kepada Bapak Ketua Umum PGPI dan seluruh Pengurus Harian PGPI,” ungkapnya.

    Selanjutnya, dalam sambutan, Lukman Saifuddin memberi apresiasi kepada PGPI dengan 85 anggota Sinode. Menurutnya, PGPI telah sangat membantu pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan peradaban hidup bersama.

    “Sebagai menteri Agama, sebagai pemerintah, saya menyampaikan terima kasih, apresiasi saya yang sebesar-besarnya kepada PGPI yang tidak menjadikan gereja sebagai rumah ibadah semata, tetapi juga menjadikan gereja sebagai pusat aktifitas sosial, sebagai pusat pengembangan masyarakat yang menjadi faktor penting kita untuk upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan peradaban hidup kita bersama,” ungkapnya pada sepuluh ribu, baik peserta, undangan dan jemaat yang memadati ruang ibadah GBI Mawar Sharon, Kelapa Gading, Jakarta.

    “Harapan pemerintah lewat Mubes VIII PGPI betul-betul mampu menggali, membahas, mendiskusikan, memusyawarahkan dan pada akhirnya memutuskan, menyepakati rumusan-rumusan program yang tentu akan ditindaklanjuti oleh semua kita dalam upaya menjadikan gereja sebagai pusat kegiatan dalam meningkatkan kesejahteraan bersama,” ungkapnya lagi.

    _20181113_160709

    Mubes yang mengambil tema, “Dalam TUHAN Kita Satu”, dihadiri juga oleh Dirjen Bimbingan Masyarakat Kristen, Bapak Prof. Dr. Thomas Pentury yang sekaligus meresmikan Kantor Sekretariat Pengurus Pusat PGPI.

    “Ini bukan kantor baru, tapi ini adalah kantor pertama PGPI! Dari sejak 50 tahun yang lalu, PGPI tidak pernah punya kantor. Jadi ini kantor yang pertama,” terang Ketua Umum PP PGPI, Pdt. Jacob Nahuway saat sambutan singkatnya.

    Dari info panitia, Mubes VIII PGPI dengan agenda penting, pemilihan Ketua Umum periode 2018-2022, sampai siang ini, teregistrasi 420 peserta. Adapun peserta Mubes merupakan pengurus PGPI tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota di Indonesia.

  • Presiden Jokowi: Dari Paduan Suara Kita Belajar Toleransi

    Presiden Jokowi: Dari Paduan Suara Kita Belajar Toleransi

    BOGOR, WARTANASRANI.COM – Aset terbesar bangsa Indonesia tak lain adalah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan. Pemahaman soal itu terus disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sejumlah kesempatan. Saat bersilaturahmi dengan panitia dan pemenang Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Tahun 2018 di Istana Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 12 November 2018, Kepala Negara mengatakan bahwa paduan suara juga dapat mengajarkan kita mengenai filosofi dari kerukunan yang dibutuhkan bangsa Indonesia.

    Menurutnya, paduan suara mampu mengharmoniskan karakter-karakter vokal yang beragam menjadi sebuah kesatuan yang lengkap dan indah.

    “Suara sopran, alto, tenor, dan bas semua harus saling menghargai. Enggak mungkin satu minta dominan, satu lainnya minta terus-terusan. Harus saling menjaga dan mengurangi ego masing-masing untuk mendapat sebuah suara yang padu, harmonis, dan indah,” tuturnya.

    img-20181112-wa0007

    Selain itu, Kepala Negara mengajak para peserta Pesparani untuk turut mengingatkan masyarakat akan pentingnya persatuan dan persaudaraan. Saat ini, bangsa Indonesia membutuhkan pemahaman lebih soal pentingnya menjaga persatuan dan persaudaraan antarelemen bangsa.

    “Kebutuhan kita saat ini akan persatuan, mengingatkan akan pentingnya persatuan. Saya ingin itu betul-betul terus disampaikan kepada masyarakat. Karena banyak kita ini yang tidak ingat bahwa negara ini memang sangat beragam,” ujarnya.

    “Jangan sampai intoleransi dan ekstremisme menganggap dirinya yang paling benar dan merasuk ke mana-mana. Akhirnya nantinya masyarakat merasa tidak rukun. Itu yang sangat berbahaya,” tandasnya.

    Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Ignatius Suharyo. (*)

  • Pewarna Banten  Gelar FGD Dengan Tema, Merebut Massa Mengambang

    Pewarna Banten Gelar FGD Dengan Tema, Merebut Massa Mengambang

    TANGSEL, WARTANASRANI.COM – Saya termotivasi dengan pak Ahok. Kalau kita mau membuat perubahan hanya ada dua pilihan, yaitu kita terjun ke dalam system atau mendukung orang lain yang akan membenahi system, tegas Hendrik Setiawan, Caleg PSI DPRD Provinsi Banten dapil 3, saat mengawali paparannya dalam Focus Group Discussion yang diselenggarakan Pewarna Banten, Jumat, (09/11/2018), di Pasta Kangen Cafe, Gading Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

    Hendrik yang berlatarbelakang sebagai seorang profesional di bidang bisnis, menyoroti soal pengurusan perizinan bisnis di Banten yang belum maksimal dan perlu pembenahan.

    “Fokus utama adalah membenahi pembuatan perizinan bisnis di Propinsi Banten yang terksesan masih menganut system “Wani Piro?”. Pembenahan ini diperlukan agar semakin memperluas ruang usaha di Banten, sehingga peluang penyerapan tenaga kerja juga akan semakin besar,” pungkasnya.

    Dari visinya membuat Banten menjadi lebih baik, Hendrik memiliki misi; memangkas alur serapan aspirasi dari masyarakat untuk dibawa langsung ke tingkat DPR maupun pemerintahan, sehingga solusi yang tepat dapat segera diberikan untuk masyarakat Banten, dan misi berikutnya adalah melakukan pengawasan penerapan kebijakan di Banten, kemudian melakukan pembenahan infrastruktur di daerah dengan menggunakan dana reses, seperti yang diatur di dalam Undang-Undang.

    Sementara itu, terkait bagaimana merebut suara massa mengambang, Hendrik mengakui bahwa pendekatan ke massa mengambang pastilah tidak mudah. Namun Hendrik percaya jika pendekatan dilakukan menggunakan hati, maka akan selalu ada jalan.

    Setelah Hendrik, tampil narasumber kedua, Hasudungan Manurung, SH., MH. Caleg PSI Dapil Tangerang Selatan ini lebih menyoroti soal strateginya merebut massa mengambang yaitu generasi milenial.

    Menurut Hasudungan, di saat masa bonus demografi seperti saat ini umat Kristen harus ikut menjawab tantangan yang sedang dihadapi oleh generasi millenial. Di mana permasalahan utama yang dihadapi mereka terkait lapangan pekerjaan, biaya nikah, hingga kualitas pengetahuan yang memiliki hubungan erat dengan daya saring dan serap mereka terhadap kemajuan teknologi informasi.

    “Setiap warga negara berhak mendapatkan perlakuan yang setara, adil, dan tidak diskriminatif. Termasuk hak dalam memperoleh pekerjaan, pendidikan, hingga hak untuk membela negaranya. Hal ini dijamin oleh Undang-Undang. “Nah nilai-nilai inilah yang juga harus ikut menjadi perhatian dari warga gereja,” ungkapnya.

    “Gereja juga tidak boleh merasa tabu mendorong kader-kader muda mereka untuk terjun ke dunia politik dan membawa perubahan di sana. Terkait perjuangan melawan intoleransi dan diskriminasi, kader-kader Kristen harus berani untuk masuk ke dalam system dan menciptakan perubahan dari dalam,” ungkapnya lagi.

    Hasudungan tak menampik bahwa tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah bagaimana cara agar namanya dikenal. Namun dia meyakini kalau pemegang hak suara akan memilih berdasarkan karya-karya apa saja yang telah dibuat para CALEG.

    Terlepas apa pun pilihan politiknya, Hasudungan menegaskan bahwa suara Kristen harus tetap bulat untuk memperjuangkan kepentingan-kepentingan umat.

    Selain Hendrik Setiawan, Caleg PSI DPRD Prov Banten, Dapil 3 dan Hasudungan Manurung SH, MH., Caleg PSI Dapil Tangerang Selatan, tampil juga sebagai narasumber, Anthony Maruli Purba SH., Ketua DPW MUKI Banten dan Dony Susanto S.Th., Ketua DPA GBI Banten. FGD yang merupakan kegiatan Pra Rakernas Pewarna Indonesia ini di pandu oleh Luke Luther Kembaren sebagai moderator.

  • HMT Tours and Travel dan TLT beri klarifikasi serta permohonan maaf terkait Peserta Wisata Ziarah yang terkendala masuk Israel

    HMT Tours and Travel dan TLT beri klarifikasi serta permohonan maaf terkait Peserta Wisata Ziarah yang terkendala masuk Israel

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Manajemen HMT Tours & Travel menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya terkait kejadian beberapa peserta wisata ziarah yang terkendala masuk ke Negara Israel dengan keberangkatan bulan Oktober 2018 melalui PT. Hidup Makmur Terencana (HMT Tours and Travel). Ini dilakukan, karena pihak manajemen tidak ingin mengecewakan para peserta dan pelayanan terbaik kepada konsumen adalah prioritas utama bagi perusahaan yang sudah berdiri selama 9 tahun ini.

    “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, karena selama 9 tahun berdiri dan sudah memberangkatkan hampir 15.000 orang peserta ziarah ke Holyland, PT. HMT belum pernah mengalami kejadian seperti ini. Lewat kejadian ini menjadi perhatian khusus kami untuk perbaikan yang lebih baik lagi di kemudian hari,” kata Direktur Utama PT. HMT Tours and Travel, Ronny Benyamin Tambayong kepada MBN di ruang kerjanya, Rabu (31/10/2018).

    “Seluruh peserta ziarah yang terkendala masuk ini juga sudah ditangani dengan sangat baik oleh TIM HMT selama berada di Mesir dan Jordan. Mereka diberikan pelayanan maksimal serta diberikan bonus itinerary tambahan selama di Mesir dan Jordan” tambah Ronny.

    Melalui Tim Legal PT. HMT Andre Victor, SH, MH dan Mohammad Hasan, SH, pihak manajemen juga memberikan klarifikasi terkait ketidaknyamanan tersebut. Salah satunya disebutkan bahwa HMT telah memproses dan mengurus semua pengajuan visa Israel untuk keberangkatan Oktober 2018 ini sesuai ketentuan yang berlaku di Israel melalui partnernya yang berada di Israel, dalam hal ini The Land Tours (TLT).

    “Kami informasikan bahwa HMT bekerja dengan sangat baik dan menyajikan semuanya tepat waktu untuk mendapatkan visa,” kata pihak TLT dalam suratnya kepada PT. HMT terkait visa tersebut.

    Tak hanya itu, pihak TLT juga sudah mendapatkan approval Letter (Surat Persetujuan) masuk ke Israel untuk seluruh group HMT bulan Oktober 2018 dari pejabat berwenang di Ministry Israel. Namun ternyata terjadi di lapangan, terdapat miss-administrasi antara pihak TLT dengan Ministry Israel yang menyebabkan group HMT bulan Oktober ini terkendala masuk ke Israel.

    Untuk itu sebagai bentuk pertanggungjawaban, dalam surat klarifikasinya, pihak TLT bersedia memberangkatkan kembali seluruh peserta wisata ziarah Oktober 2018 ini melalui HMT Tours & Travel pada Januari, Februari atau Maret 2019 mendatang, sesuai tanggal yang diminta peserta. Adapun untuk semua biaya keberangkatan akan ditanggung pihak TLT sehingga lagi tidak dibebankan kepada para peserta ziarah. Sedangkan untuk group keberangkatan HMT pada bulan November 2018 dan seterusnya, pihak manajemen akan tetap memberangkatkan sesuai jadwal yang sudah ditentukan, dan tidak ada kendala untuk masuk ke Israel.

    Sementara, pihak TLT sendiri dalam suratnya kepada PT. HMT mengakui bahwa hal ini bukanlah kesalahan di pihak HMT tetapi masalah internal di Israel, di samping untuk aplikasi visa di kantor Israel. Di Israel, TLT berkolaborasi dengan HMT dan mereka sudah menerapkan visa untuk semua group pada Oktober 2018 oleh sistem.

    “Tetapi pada saat ini di Israel, ini masalah teknis dan sistem, dan yang menentukan group-group tersebut akan menerima izin khusus dari otorisasi pelayanan resmi,” kata Eduardo Yosef, Silvera Incoming Departement TLT dalam keterangannya.

    Dalam suratnya Eduardo juga menerangkan, pihaknya telah menerima surat persetujuan dari Kementerian berwenang sehingga semua group HMT bulan Oktober dapat memasuki Israel. Surat persetujuan ini juga jaminan dan berlaku masuk Israel untuk group HMT bulan Oktober 2018. Namun pada 25 Oktober 2018, kata Eduardo, tanpa diketahui TLT dan HMT, Kementerian membatalkan surat persetujuan tanpa alasan yang jelas dan kemungkinan ada masalah tehnis/administrasi yang terjadi . Inilah alasan mengapa group itu terkendala bisa masuk Israel.

    “Saat ini kami terus mengurus dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengetahui titik permasalahannya,” kata Eduardo Yosef.

    Untuk itu ia menegaskan, TLT dan HMT bukan yang utama dalam situasi ini. Namun keduanya bersama-sama akan memikul tanggungjawab bahwa setiap turis yang tidak dapat masuk ke Israel tahun ini dapat melakukannya tahun depan, tanpa biaya.

    “Kami di TLT akan menanggung biaya terestrial sesuai dengan nama dan nama keluarga dari setiap penumpang yang terkena dampak selama bulan Oktober ini,” kata Yosef.

    Tanggal 2 November 2018 2 group HMT berjumlah 83 orang sudah kembali masuk ke Israel dan berziarah. Semua group HMT bulan November 2018 sudah bisa masuk ke Israel tanpa halangan. (*)

  • Mayjen TNI Purn Glenny Kairupan: Pewarta Pewarna Harus Mendamaikan Konflik

    Mayjen TNI Purn Glenny Kairupan: Pewarta Pewarna Harus Mendamaikan Konflik

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Tampil sebagai pembicara pertama, Mayjen TNI (Purn) Glenny Kairupan, dengan lugas memaparkan soal Warna Damai Politik. Jenderal kelahiran Manado dan dikenal sebagai prajurit sejati, pilot terbaik TNI AD pada jamannya ini dengan tegas mengajak para pewarta Pewarna Indonesia untuk menjadi garda terdepan dalam mendamaikan konflik yang ada di bangsa Indonesia.

    “Ditengah-tengah bangsa yang cenderung terjadinya konflik horisontal saat ini, Pewarna Indonesia harus menjadi pewarta yang mendamaikan konflik yang ada,” tegas Glenny yang mendapat julukan The Smiling Comandan ini.

    Menurut Glenny, Jenderal pemberani yang nasionalis, setia pada Pancasila dan UUD 1945 ini, Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia harus dapat mencerdaskan masyarakat lewat medianya.

    “Pewarna harus bisa mencerdaskan dimanapun tempat yang saudara-saudara jumpai. Didalam perdebatan, ciptakan suasana damai. Dewasakanlah masyarakat kita agar tidak terjadi konflik,” jelasnya.

    Lebih jauh Glenny menyatakan untuk menghindari konflik, jangan sampai menyerang pribadi seseorang, tetapi yang diserang adalah ide-idenya. “Yang diserang itu idenya bukan personalnya atau pribadi seseorang. Adulah pendapat-pendapat itu,” tegasnya.

    Untuk bisa tampil mendamaikan konflik yang ada, tentu bukan sebuah persoalan yang mudah. Namun demikian Glenny memotivasi pewarta Pewarna untuk memiliki keberanian tampil dalam memberi warna dalam politik Indonesia.

    “Pewarna harus berani terjun kemana saja agar memberi warna dalam politik saat ini. Pancasila, NKRI harus tetap dijaga jangan sampai konflik horisontal terjadi,” tegas Glenny pada bagian akhir paparannya.

    Diskusi Interaktif yang berlangsung hari ini, Jumat (02/11/2018) di Hall MAG Lt. 3 GSKI Rehobot, merupakan kegiatan Pra Rakernas DPP Pewarna Indonesia yang dihadiri pewarta Pewarna dan Pimpinan Aras serta Ormas. Antara lain hadir; Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Pdt. Brigjen TNI (Purn) Drs. Harsanto Adi, M.Th., Sekjen Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), Pdt. Drs. Mawardin Zega, M.Th., utusan PP GMKI, Perhimpunan Profesi Hukum Kristen Indonesia (PPHKI), dan beberapa ormas lain.

  • Symphony Worship Rilis Album ketiga berjudul NEW HOPE

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Symphony Worship kembali menyapa penggemar musik rohani Kristen dengan meluncurkan album terbarunya berjudul New Hope. Album ini merupakan album ketiga setelah “Love To Worship You” dan album “Freedom” yang telah mendunia. Album ini juga terasa begitu berkesan, karena merupakan hasil dari pengalaman pribadi para personilnya. Setidaknya hal itu yang diutarakan oleh Symphony Worship dalam press conference, di GBI City Tower, Jakarta, Jumat (26/10/2018).

    Dibawah bimbingan dan penggembalaan Ps. Djohan Handojo, sebagai pastor dari Symphony Worship, album ini memiliki sepuluh lagu yang bertemakan pengharapan baru terhadap Yesus.

    “Pembuatan album ini sangat berkesan bagi kami. Sejak Live Recording Concert Symphony Worship pada 4 Agustus lalu, kami menerima banyak kesaksian atas mukjizat hadirat Tuhan. Album ini kami harap akan terus menyuarakan keintiman Tuhan dan kuasaNya yang nyata bagi setiap pendengar,” ujar Ivan Handojo, Lead Singer sekaligus Song Writer dan Producer dari Symphony Worship.

    _20181026_232114

    Setiap lagu di album ini, ternyata ditulis langsung oleh para personil Symphony Worship yang menceritakan pengalaman pribadi mereka yang mendapatkan pengharapan dalam Tuhan yang tidak pernah mengecewakan.

    Lagu-lagu dari album pertama dan kedua Symphony Worship yang berjudul “Love To Worship You” dan “Freedom” yang telah mendunia, diterjemahkan dan dinyanyikan di lebih dari 14 negara dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

    Beberapa lagu tersebut diantaranya adalah, Love To Worship You, Kunyanyi Haleluya, Yesus Pada-Mu Kuberseru, dan Dengan Apa Kan Kubalas. Album New Hope ini sendiri diharapkan akan dapat terus menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

    Satu kerinduan Symphony Worship sesuai dengan visi untuk menjadi “Voice to the nations”, memiliki misi untuk pemulihan pondok Daud melalui pujian dan penyembahan, Album NEW HOPE, dapat mentransformasi kehidupan setiap pendengar.

    “Saya percaya, melalui album ini kita berdoa, orang-orang mendapat pemulihan dan pengenalan tentang pengharapan yang baru,” ujar Ivan Handojo penuh harap diakhir konferensi pers.

    Symphony Worship beranggotakan Ivan Handojo, Nicholas Sarasta, Josephine Widia, Theresia Fasya, Devina Wola, dan Jonathan Fernando, yang kesemuanya berposisi di Singers. Selain itu ada musisi-musisi seperti Ivan Tangkulung, Alisan Jaya, William Lee, Jonathan Fandra, Wawan Lee, Christofer Tjandra, Gavin Christiantoro, Chris Immanuel, dan juga tim choir dari GBU The City Tower Jakarta.

  • Mewujudkan Pemilu 2019 Aman, Damai, Sejuk dan Tanpa Hoax, Jadi Tema FGD Pewarna Sulut, Tumbelaka Academic Centre dan Polda Sulut.

    Mewujudkan Pemilu 2019 Aman, Damai, Sejuk dan Tanpa Hoax, Jadi Tema FGD Pewarna Sulut, Tumbelaka Academic Centre dan Polda Sulut.

    MANADO, WARTANASRANI.COM – Menjadi harapan bersama, pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, baik pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) dapat berlangsung aman, damai, tertib, lancar, bebas SARA, dan tanpa HOAX. Terkait dengan itu, Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) Sulawesi Utara (Sulut) dan Tumbelaka Academic Centre bekerjasama dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) Mewujudkan Pemilu 2019 Aman, Damai, Sejuk dan Tanpa Hoax.

    Kegiatan yang berlangsung di hotel Ibis Manado, Jalan Piere Tendean bolivard Manado tersebut dilaksanakan Selasa, (23/10/18).

    “Dalam menghadapi pemilu ini, harapan saya kiranya dapat menciptakan suasana yang baik dan kiranya memberitakan berita yang sejuk dan baik. Jangan asal menulis dan kiranya dapat menjadi filter. Mari kita mewujudkan pileg dan pilpres 2019 ini dengan aman damai sejuk,” ungkap keynote speaker FGD, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara, Irjen Pol. Drs. Bambang Waskito.

    Sementara, pembicara pendamping Amanda Komaling yang juga ketua IJTI Sulut saat dimintakan tanggapannya, mengajak untuk lebih profesional dalam menjalankan tugas sebagai jurnalis. Dia, juga mengharapkan agar menghindari berita hoax dan mengajak agar berita yang menyejukkan dalam menghadapi pemilu ini.

    Hal yang sama disampaikan, Direktur Tumbelaka Academic Centre, Taufik Tumbelaka. Menurut Tumbelaka, yang harus diingat oleh pers adalah menjadi pilar keempat dalam demokrasi. Dia mengharapkan komitmen FGD menjadi kekuatan dalam menjaga demokrasi karena pers dan akademisi menjadi penjaga demokrasi yang semakin menggila.

    ”Pers dan akademisi menjadi penjaga demokrasi,” tutur anak mantan gubernur pertama Sulut ini.

    Tampak hadir dalam Focus Group Discussion ini, Komisioner KPUD Sulut, Bawaslu Sulut, Ketua Komisi Satu DPRD Sulut, Ketua KNPI Sulut, Perwakilan Kesbangpol Sulut, Perwakilan Dispora Sulut, Para Ketua Parpol, para Calon Legislatif, Organisasi Wartawan seperti PWI Sulut, IJTI Sulut, IWO Sulut dan Insan pers lainnya. (*)

  • Hadiri Kampanye Damai Kec. Medan Satria Kota Bekasi, Murfati Lidianto Nyatakan Siap Sukseskan Pemilu Damai dan Aman Tanpa SARA

    Hadiri Kampanye Damai Kec. Medan Satria Kota Bekasi, Murfati Lidianto Nyatakan Siap Sukseskan Pemilu Damai dan Aman Tanpa SARA

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Dalam rangka pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 di Wilayah Kecamatan Medan Satria agar berjalan dengan aman, tertib, lancar, damai dan harmonis antar peserta dan penyelenggara, Panitia Pemilihan Kecamatan  Medan Satria Kota Bekasi, menggelar Deklarasi Kampanye Damai Pileg dan Pilpres 2019, hari ini, Minggu (21/10/2018).

    Acara yang berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi ini dihadiri  semua pihak yang berkompeten untuk menciptakan pileg dan pilpres 2019 yang damai dan aman. Hadir dari pihak Polsek Medan Satria, Danramil  01 Kranji Bekasi Barat, Lurah Se-Kecamatan Medan Satria, PPK Medan Satria, Panwascam Medan Satria, Pimpinan Partai Politik Se-Kec. Medan Satria dan Pimpinan Ormas, Pemuda dan Karang Taruna Se-Kec. Medan Satria.

    Tampak hadir Anggota DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto, SE. Dengan pakaian Uniform Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Murfati begitu ia disapa terlihat berbaur dengan peserta Deklarasi Damai. Sebagai Anggota Dewan yang maju kembali pada Pileg 2019, Murfati menyatakan siap mensukseskan pemilu legislatif dan pemilu presiden yang aman, tertib, damai, berintegritas tanpa hoax, dan politisasi SARA.

    murfati_damai2

    “Mari kita sukseskan Pileg dan Pilpres 2019 dengan aman, tertib, damai, berintegritas tanpa hoax, dan politisasi SARA. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa, jangan sampai kita diadu domba dan terpecah-belah,” pungkas Murfati.

    “Kampanye damai ini adalah kesepakatan semua caleg untuk menjaga kondisi damai dan membawa kesejukan dalam masyarakat,” pungkas Murfati lagi.

    Lebih jauh calon legislatif (Caleg) nomor urut 1 (satu) dari partai Gerindra ini, menyatakan siap melaksanakan kampanye, berdasarkan peraturan UU yang berlaku.

    “Dalam melakukan kampanye, ada aturannya. Dan semua caleg wajib berkampanye sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Secara pribadi, saya siap untuk berkampanye sesuai undang-undang yang berlaku, demi menjaga pileg dan pilpres 2019 yang damai serta bermartabat ini,” tegas Murfati.

    Sebagai bentuk komitmen untuk menjaga pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 yang damai dan aman, perwakilan Parpol menandatangani Deklarasi Kampanye Damai. Murfati Lidianto, SE., diplot  mewakili Partai Gerindra.

  • Menjadi Pribadi Maksimal Jadi Tema Retret SMA Galatia Kota Bekasi

    Menjadi Pribadi Maksimal Jadi Tema Retret SMA Galatia Kota Bekasi

    CIMACAN CIANJUR, WARTANASRANI.COM – Setiap manusia diciptakan unik dan berarti di hadapan Tuhan, bahkan diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26-27). Dengan kata lain setiap orang (siswa) memiliki potensi atau kemapuan-kemampuan khusus yang Tuhan percayakan dalam dirinya. Menyadari akan hal ini, SMA Galatia Kota Bekasi kembali menyelenggarakan Retret tahun ini dengan tema, “Menjadi Pribadi yang Maksimal”. Retret yang berlangsung dari tanggal 18-20 Oktober 2018 ini, diadakan di Wisma Berkat, Jalan Pondok Melati Cibodas, Cimacan – Cianjur, Jawa Barat.

     

    “Tujuan dilaksanakannya retret ini adalah; Pertama, untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, menambah wawasan tentang kedewasaan dan memotivasi siswa untuk menemukan serta mengembangkan potensi diri mereka. Ketiga, Menjalin Kebersamaan antar siswa dengan siswa, juga antar siswa dengan guru,” ungkap Kepala Sekolah SMA Galatia, Drs. A. Hary Subagio.

     

    Sesuai dengan tema, Eddy Purnairawan, SE., MM dan Ronald S. Onibala, S.Th., M.Pd.K yang menjadi narasumber, secara bergantian menguraikan poin-poin penting yang berkaitan dengan tema sentral, Menjadi Pribadi yang Maksimal. Diantaranya; pentingnya sikap takut akan Tuhan, pentingnya pengenalan akan diri sendiri, mengetahui dan memaksimalkan potensi diri, tantangan remaja Kristen masa kini serta pemulihan hati.

    retret_galatia2

    (Guru Pendamping: Yusniar Salva, S.Pd., Ronald S. Onibala, S.Th., M.Pd.K., Dra. Nurlela Tarida manurung, Eddy Purnairawan, SE., MM)

    “Di dalam mengekspresikan diri dengan baik, seharusnya setiap orang menyadari kelebihan atau potensi yang ada dalam dirinya. Artinya dengan pengenalan yang demikian ia diharapkan mampu mengelola emosi dan pikiran serta tindakannya secara seimbang dan mengarahkan hidupnya pada kekuatan atau potensi yang dia miliki sehingga ketika diperhadapkan dengan masalah, baik yang berasal dari luar dirinya maupun berasal dari diri sendiri, dia akan mampu menemukan solusi (jalan keluar) yang tepat,” ujar Guru PAK Galatia Kota Bekasi, Ronald S. Onibala.

     

    “Menjadi harapan kami melalui kegiatan Retreat ini setiap peserta bisa menempatkan diri sebagai orang yang sudah diperbarui di dalam Yesus Kristus di tengah-tengah pergaulan dan juga dalam menghadapi masalah-masalah,” tegas Eddy Purnairawan, Guru Ekonomi yang juga menjadi narasumber.

     

    Selain materi-materi ceramah, berbagai games menarik serta menghibur, mewarnai kegiatan retret SMA Galatia Kota Bekasi ini. Dipandu guru pendamping; Dra. Nurlela Tarida Manurung dan Yusniar Salva, S.Pd., permainan berlangsung seru penuh tawa ceria. Hadiah bagi pemenang yang disiapkan panitia, semakin menambah semangat peserta yang dibagi dalam beberapa kelompok.

  • 5 alasan mengapa memilih Ibu Murfati Lidianto, SE sebagai Anggota DPRD Kota Bekasi di Pileg 2019

    5 alasan mengapa memilih Ibu Murfati Lidianto, SE sebagai Anggota DPRD Kota Bekasi di Pileg 2019

    WARTANASRANI.COM – Sosok Murfati Lidianto, SE tentu tak asing lagi di Kota Bekasi. Sepak terjangnya sejak terpilih sebagai anggota DPRD Kota Bekasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan warga, membuat ia dikenal sebagai sosok dewan yang merakyat, peduli dan bersahaja.

    Berbagai karya dan kerja nyata yang menyentuh ke masyarakat telah dibuktikannya. Hampir lima tahun, srikandi kelahiran Belitung ini telah menunjukkan dedikasi dan integritasnya sebagai anggota dewan Kota Bekasi. Tak ayal, partai pengusungnya menyematkan nomor urut satu kepadanya untuk maju kembali pada Pileg 2019.

    Sikapnya yang pantang menyerah membuat berbagai tugas berat yang diemban sebagai anggota DPRD Kota Bekasi dapat diselesaikannya dengan baik. Didorong oleh kemauan dari dalam diri, berlegislasi yang membutuhkan keahlian, ketelitian dan kesabaran, dilakoninya dengan penuh tanggung jawab. Baginya, tugas dan tanggung jawab, sekalipun berat, bukanlah sebuah beban, tetapi kesempatan untuk melayani, memberikan yang terbaik untuk warga Kota Bekasi.

    Keinginannya untuk kembali mengabdi bagi masyarakat Kota Bekasi pada Pileg 2019, disambut positif oleh warga di Dapil Kecamatan Medan Satria dan Kecamatan Bekasi Barat. Antusias dukungan dari berbagai elemen masyarakat membuat Murfati semakin yakin pada pencalonannya di periode ke dua. Semboyannya, “Memberi Bukti Bukan Janji” bukanlah isapan jempol belaka. Yah, karena sudah dibuktikan sejak terpilih sebagai anggota dewan Kota Bekasi 5 tahun lalu.

    img-20181002-wa0040

    Setidaknya ada LIMA Alasan mengapa warga memilih Murfati Lidianto, SE., Caleg nomor urut satu dari partai Gerindra ini pada Pileg 2019 nanti.

    Pertama; Lihat rekam jejaknya selama periodik 5 tahun yang lalu, dimana beliau telah melakukan tugasnya dengan baik, tidak korupsi, aspiratif dan peduli.

    Kedua; Beliau telah melakukan karya nyata dan sangat dirasakan langsung oleh masyarakat. Membangun sarana jalan, taman, pos keamanan dan lain-lain.

    Ketiga; Bekerja didasari ketulusan, tidak mengharapkan pujian, tidak mengharapkan imbalan, terpanggil untuk sungguh-sungguh melayani warga Kota Bekasi.

    Keempat; Mempunyai misi visi yg jelas, yaitu ingin membangun masyarakat Kota Bekasi lebih bermatabat dan sejahtera.

    Kelima; Mempunyai program kerja jelas dan terukur, terutama mengatasi masalah banjir di Kota Harapan Indah dan sekitarnya.