Author: admin

  • Peduli Kasih Pewarna Sulut Untuk Korban Gempa Tsunami di Palu, Donggala dan Sigi Sulteng

    Peduli Kasih Pewarna Sulut Untuk Korban Gempa Tsunami di Palu, Donggala dan Sigi Sulteng

     

    SULUT, WARTANASRANI.COM – Bersatu bantu Palu, Donggala dan Sigi yang digaungkan pemerintah pasca bencana alam gempa bumi dan tsunami yang melanda, mendorong berbagai elemen masyarakat tak terkecuali DPD Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia Provinsi Sulawesi Utara untuk turut ambil bagian menyalurkan bantuan kepada warga masyarakat yang ada di kota Palu, Donggala dan Sigi yang sangat membutuhkan uluran tangan pasca gempa dan tsunami.

    Secara spontanitas dan iklas beberapa anggota Pewarna Sulut mengumpulkan dana untuk membantu meringankan warga masyarakat yang ada di Palu dan sekitarnya untuk kebutuhan yang diperlukan.

    Bantuan tersebut disalurkan melalui Kodam XIII/Merdeka yang berlokasi diteling atas Kota Manado. Menurut ketua DPD Pewarna Sulut, Sanfransisco Manossoh, bahwa bantuan Pewarna Sulut yang diserahkan melalui Kodam XIII/Merdeka, merupakan bentuk kepedulian dan turut sepenanggungan dengan saudara-saudara kita yang ada di Palu, Donggala dan Sigi yang mengalami musibah bencana alam.

    “Bantuan tersebut, diterima langsung oleh Wakil Kepala Penerangan Kodam XIII/Merdeka Letkol inf Drs Vipy Amuranto Pranoto. Bantuan yang diserahkan berupa air mineral, popok bayi, pembalut wanita, pakaian layak pakai dan lain sebagainya. Pewarna Sulut tergerak hati membantu saudara kita yang ada di Sulawesi Tengah,” ujar Manossoh, Senin (08/10/18).

    ”Ini merupakan peduli kasih dari kami yang ada di DPD Pewarna Sulut dan aksi spontanitas dari pengurus dan anggota,” ujarnya lagi.

    Secara khusus, pihaknya selaku Ketua DPD Pewarna Sulut menyampaikan terimakasih kepada seluruh anggota Pewarna Sulut yang telah meluangkan waktu dan iklas membantu saudara-saudara kita yang ada di Sulawesi Tengah khususnya masyarakat yang mengalami korban bencana.

    ”Terimakasih saya sampaikan kepada seluruh teman-teman anggota Pewarna Sulut yang telah turut ambil bagian untuk membantu dengan ikhlas kepada saudara kita yang mengalami musibah,” ujar Manossoh. (*)

  • RENCANA PENUNDAAN SIDANG SINODE XVI, MAJELIS PERTIMBANGAN GBI GELAR RAPAT DENGAN BPH GBI

    RENCANA PENUNDAAN SIDANG SINODE XVI, MAJELIS PERTIMBANGAN GBI GELAR RAPAT DENGAN BPH GBI

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Menjelang HUT GBI yang ke 48 yakni 06 Oktober 2018, maka dilaksanakan DOA PUASA RAYA yang diikuti oleh seluruh pejabat dan jemaat GBI, selain itu diadakan juga rapat antara Majelis Pertimbangan dan Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia bertempat di meeting Room BPH GBI pada tanggal 5 Oktober 2018 [Graha Bethel, Jakarta] untuk membahas rencana penundaan Sinode yang sedianya dilaksanakan pada tanggal 23-26 Oktober 2018.

    Hadir dalam rapat tersebut Pdt. Soehandoko Wirhaspati, MA., Pdt T.L Henok, Pdt Dr. Jacob Nahuway, MA., Pdt Dr. Timotius Arifin, Pdt. Dr. Condrad Supit, Pdt. Obaja Setiawan, Pdt. Jorry Tasik, Pdt. Kefas Sihombing dan Pdt. Wem T. Mogi, menyususl kemudian Pdt. Dr. Pujo Setoto. Sedangkan dari BPH hadir Ketua Umum, Sekretaris Umum dan Bendahara Umum.

    Pada rapat tersebut Ketua Majelis Pertimbangan sebagai pimpinan rapat menyampaikan alasan dan kronologi penundaan Sinode XVI sebagai berikut:

    LATAR BELAKANG:

    Pertama; Mendengar laporan Panitia Pelaksana Sinode tentang minimnya peserta yang mendaftar yang baru sekitar 600 an peserta dari jumlah minimum quorum 1500 an dari jumlah pendeta yang memiliki hak suara sebanyak 3050 orang dan dana yang telah masuk baru sekitar 2 M-an dari kebutuhan sekitar 14 M yang diperlukan. Ditambah peserta Diklat Calon Pendeta yang telah membayar baru 20-an orang dari 870 orang, padahal biaya hotel, konsumsi dan transportasi mendesak untuk segera dilunasi.

    Kedua; Keluarnya Pdt. Erastus Sabdono dari GBI untuk mendirikan Sinode baru.

    Ketiga; Hal di atas mendorong diadakannya rapat Pleno BPH, dilanjutkan dengan rapat antara BPH dan Majelis Pertimbangan untuk merumuskan langkah-langkah penyelesaian terhadap masalah-masalah tersebut.

    LANGKAH PENYELESAIAN MASALAH :

    Pertama;   Memperhatikan Tata Gereja pasal 51 disebutkan bahwa Hak dan Wewenang Majelis Pertimbangan adalah : a. Sesuai dengan kedudukannya, maka MP mempunyai hak dan wewenang untuk memberi pertimbangan dan nasehat kepada Sinode, MPL, BPH dalam hal : 1) Pencapaian Visi dan Misi GBI. 2) Pemilihan Ketua Umum BPH dan penyusunan pengurus BPH. 3) Ajaran dan kualitas kerohanian dalam lingkuangan Gereja Bethel Indonesia. 4) Perbendaharaan GBI. 5) Hal-hal yang dianggap perlu atas permintaan MPL dan BPH. b. Berwenang untuk mengeluarkan pernyataan resmi tentang suatu pertimbangan di lingkungan GBI. c. Dalam memberi nasehat dan pertimbangan, MP dapat melakukannya secara langsung kepada BPH, Sidang MPL, Sinode maupun melalui BPH untuk kemajuan GBI.

    Kedua; Berdasarkan kewenangan pada ayat 2 dan 3 maka MP memberikan pernyataan /saran untuk MENUNDA pelaksanaan sinode dengan alasan yang sangat terukur, yakni pendaftar yang belum memadai dan dana yang sangat minim dan situasi negara yang akan segera memasuki kampanye Pilpres dan Legislatif.

    TINDAK LANJUT DARI BPH :

    Pertama;  Menanggapi Pernyataan MP tersebut dan setelah melihat jumlah pendaftar yang belum memadai dan jumlah dana minim dari Panitia Pelaksana, maka BPH memandang baik apa yang disarankan oleh MP.

    Kedua; BPH membalas surat MP dengan mengatakan bahwa BPH akan mengumpulkan ketua-ketua BPD untuk bertemu dengan MP dan BPH untuk mendiskusikan perihal kemunduran Pdt. Erastus dari GBI dan saran/pertimbangan  MP perihal pengunduran pelaksanaan Sinode dimaksud, pertemuan dengan BPD akan dilaksanakan pada tanggal 18 September 2018.

    Ketiga; Pada pertemuan tanggal 18 September 2018, disepakati oleh MP/BPH dan Ketua-Ketua BPD : a. Menerima pengunduran diri Pdt. Erastus dan mendoakan serta mengutus Pdt. Erastus melanjutkan pelayanan dengan menyatakan bahwa semua kesalah pahaman baik di lapangan maupun di media sosial dinyatakan selesai. b. Mayoritas Ketua BPD menyepakati menerima saran dan pertimbangan MP menunda pelaksanaan Sidang Sinode pada bulan Agustus 2019 mengingat bulan April 2019 Pilpres dan Pemilihan Legislatif, bulan Mei puasa, bulan Juni 2019 dan Juli 2019 libur sekolah (tiket mahal). c. BPH segera membuat surat pemberitahuan tentang kesepakatan MP/BPH dan Ketua BPD tentang rencana penundaan pelaksanaan Sidang Sinode agar peserta jangan membeli tiket dulu sehingga kerugian tidak semakin banyak. d. MP/BPH dan Ketua-Ketua BPD akan menyampaikan kepada MPL dan pejabat di daerahnya mengenai kesepakatan tersebut.

    Ketiga; MP/BPH dan Ketua-ketua BPD akan membawa kesepakatan tersebut kepada Sidang MPL V [B] yang akan dilaksanakan pada tanggal 17-19 Oktober 2018 untuk mendapatkan keputusan.

    Setelah terjadi diskusi panjang lebar kadang hangat, kadang penuh canda-tawa mengenai berbagai hal khususnya masalah penundaan  Sidang Sinode dan pelaksanaan Sidang MPL V [B], maka rapat menyepakati setuju melaksanakan Sidang MPL V [B] pada tanggal 17-19 Oktober 2018 dan menunda Pelaksanaan Sidang Sinode XVI.

    Awalnya Pdt. Dr. Jacob Nahuway mengusulkan agar Sidang Sinode XVI diundur menjadi bulan Oktober 2019 sesuai dengan HUT GBI, tetapi setelah diingatkan bahwa bulan Oktober 2019 akan ada pelantikan Presiden, maka disepakati sidang sinode XVI akan dilaksanakan pada  tanggal 27-30 Agustus 2019. Hasil kesepakatan ini akan dibawa pada Sidang MPL V [B] yang akan diadakan pada tanggal 17-19 Oktober 2018 di Jakarta.

    Setelah kesepakatan tersebut maka suasana kembali cair dan Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MA, pamit pulang terlebih dahulu karena akan mengurus persiapan Mubes PGPI sedangkan peserta rapat lainnya meneruskan acara rapat selanjutnya kemudian rapat diakhiri dengan makan siang dan foto bersama. (P)

  • BKSAG Medan Satria Kota Bekasi Kembali Gelar Fellowship

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Tingkatkan kerjasama dan semangat kekeluargaan diantara pemimpin-pemimpin gereja se-kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, hari ini, Senin, 24 September 2018, Badan Kerjasama Antar Gereja (BKSAG) Medan Satria dan sekitarnya menggelar fellowship.

    Kali ini, ibadah fellowship yang bertempat di Gereja Bethani Indonesia, Taman Harapan Baru, Kota Bekasi ini, sedikit berbeda dengan acara yang sama dibulan-bulan sebelumnya. Hal ini terlihat saat ditampilkannya tarian nusantara dari daerah Kalimantan dan Nias.

    Mengambil tema, “Berbeda itu Indah”, terungkap betapa pentingnya menjaga keragaman ras, suku, budaya, bahasa dan agama bangsa Indonesia, dari berbagai ancaman yang dapat merusaknya. Disinilah peran serta semua elemen masyarakat, termasuk BKSAG untuk menjaga dan melestarikan keragaman yang ada, salah satu caranya, dengan menyatukan pemahaman bahwa berbeda itu indah.

    “Perbedaan itu bisa indah, karena dapat menyatukan kita. Perbedaan itu indah karena saling memperlengkapi kita. Perbedaan itu Indah karena kita saling menghargai satu dengan lainnya,” tegas Pdt. Edison Laoli, dalam khotbahnya.

    Hadirnya Calon Legislatif DPRD Provinsi Tingkat I Jawa Barat, Dapil Kota Depok dan Kota Bekasi, Rahmawati Dzaelani yang  berbeda keyakinan, semakin membuktikan semangat menghargai perbedaan yang memang menjadi identitas unik bangsa Indonesia dengan prinsip Bhineka Tunggal Ika.

    Dalam perkenalannya, Caleg dari PDIP ini menyatakan kerinduannya untuk berjuang mempertahankan perbedaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

    “Di Indonesia itu, semuanya berbeda. Tapi perbedaan itu tidak menjadikan kita pecah belah. Perbedaan itu indah sesuai dengan tema malam ini,” ujar Rahmawati Dzaelani.

    “Doakan saya, jika saya diberi amanah, saya akan memperjuangkan yang namanya perbedaan itu indah,” ujarnya lagi.

    Diakhir acara, setelah ucapan terima kasih dari Ketua BKSAG Medan Satria, Pdt. Devy Sugiono, SE., M.Th., dan doa untuk untuk Caleg yang hadir serta doa penutup yang dipimpin Pdt. Sadikun Lie., acara foto bersamapun menjadi momen yang tak dilupakan.

  • Ketum BPH GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun: Pak Erastus akan memulai Sinode yang baru

    Ketum BPH GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun: Pak Erastus akan memulai Sinode yang baru

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Polemik soal mundurnya Pdt. Dr. Erastus Sabdono dari Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI), yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan di media sosial, akhirnya terjawab sudah. Lewat Konferensi Pers yang berlangsung di Graha Bethel, Jalan A. Yani No.65, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (18/09/2018), Ketua Umum BPH GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun didampingi oleh Sekertaris Umum, Pdt. Paul R. Widjaja dan Bendahara Umum, Pdt. Suyapto Tandyawasesa, mengungkap soal kebenaran tersebut.

    “Hari ini kita adakan percakapan dan setelah diadakan percakapan, maka semua kegaduhan terselesaikan dengan baik, artinya Pak Erastus akan memulai Sinode yang baru dan kita GBI pun juga  katakanlah mengutus beliau untuk melaksanakan pekerjaan Tuhan disana,” ungkap Pdt. Japarlin.

    Secara terbuka kepada media, Japarlin Marbun membenarkan soal perbedaan doktrin yang menjadi penyebab mundurnya Pdt. Dr. Erastus Sabdono dari Sinode GBI.

    “Jadi memang seperti yang beliau sudah sampaikan juga di media sosial, juga suratnya kepada kita, memang alasannya, karena beliau katakanlah mendapatkan pengembangan pemahaman sehingga ada beberapa pemahaman beliau yang sudah berbeda dengan GBI. Jadi supaya tidak terjadi katakanlah kontrofersi di GBI mengenai ajaran yang dipegang gbi, maka beliau mengatakan lebih bagus beliau memisahkan diri saja. Itu yang menjadi alasan yang disampaikan melalui video maupun surat kepada kita,” terang Japarlin.

    Soal kebenaran surat sanggahan dan jawaban GBI yang beredar di media sosial, Japarlin juga membenarkan, bahwa surat sanggahan tersebut adalah benar dikeluarkan oleh GBI.

    “Jadi memang secara umum, itu yang memang sudah kita tulis sebelumnya, intinya sudah berbeda secara teologis,” sebutnya.

    Namun demikian, Ketum BPH GBI ini berpesan agar perbedaan yang menjadi penyebab mundurnya Pdt. Erastus Sabdono dari GBI tidak usah dipertentangkan karena menurutnya gereja itu diharapkan menjadi pembawa kesejukan serta pembawa sukacita.

    “Tetapi pesan kita adalah, perbedaan ini tidak usah dipertentangkan karena toh seperti Abraham dan Lot kan, kau ke kanan aku ke kiri, kau ke kiri aku ke kanan. Yang penting sama-sama mengerjakan pekerjaan Tuhan sesuai dengan panggilan masing-masing,” terang Japarlin.

    “Saya kira itu yang dapat saya sampaikan kepada kawan-kawan media sehingga kawan-kawan media mengetahuinya dan tentu bisa memberitkannya seperti yang kita sampaikan sehingga dengan demikian akan mengurangi konfrontasi di lapangan. Karena gereja itu diharapkan menjadi pembawa kesejukan serta pembawa sukacita. Jangan sampai ada, katakanlah kegaduhan yang justru tidak membawa damai,” terangnya lagi menghakhir konferensi pers malam itu.

  • Tensi Politik Naik, GBI Tunda Sidang Sinode ke-XVI Hingga Agustus 2019

    Tensi Politik Naik, GBI Tunda Sidang Sinode ke-XVI Hingga Agustus 2019

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Naiknya tensi politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres 2019) yang dikuatirkan dapat mengganggu persidangan Sinode ke-XVI, akhirnya Badan Pekerja Harian (BPH) Gereja Bethel Indonesia (GBI) mengambil keputusan  untuk  menunda Sidang Sinode GBI pada bulan Agustus 2019. Hal ini disampaikan Ketua Umum BPH GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun pada media saat Konferensi Pers yang berlangsung di Graha Bethel, Jalan A. Yani No.65, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (18/09/2018).

    “Kita menunda karena dikhawatirkan, mulai 18 Oktober sudah mulai kampanye Pilpres, kondisi  politik yang menghangat, sehingga kita antisipasi jauh-jauh hari sebelumnya. Daripada nanti, katakanlah kawan-kawan was-was untuk datang dan sebagainya, maka lebih bagus kita antisipasi dengan penundaan Sidang Sinode”, ungkap Pdt. Japarlin Marbun didampingi Sekertaris Umum BPH GBI, Pdt. Paul R. Widjaja dan Bendahara Umum, Pdt. Suyapto Tandyawasesa.

    Dijelaskannya, bahwa keputusan penundaan Sidang Sinode oleh BPH yang rencana awal dilaksanakan pada 23-26 Oktober 2018, menjadi 27-30 Agustus 2019, sudah sesuai dengan mekanisme yang ada dalam Gereja Bethel Indonesia.

    “Di GBI itu ada mekanismenya, Majelis Pertimbangan membuat saran lalu kita bicarakan di BPH dan kita sampaikan kepada kawan-kawan BPD. Dan tadi kawan-kawan BPD secara umum sepakat untuk penundaan itu, sehingga dengan demikian kita harapkan tahun depan kita melaksanakan sidang sinode yang lebih baik, lebih kondusif, sehingga jauh dari gonjang-ganjing semacam ini, sehingga sinode kedepan dapat menghasilkan hal-hal yang baik”, jelas Japarlin.

    Japarlin menuturkan bahwa keputusan penundaan Sidang Sinode ke-XVI GBI dilakukan melalui rapat pleno yang dihadiri oleh MP, BPH dan Ketua-Ketua BPD.

    “Ini rapat BPH dengan ketua-ketua BPD bersama dengan MP juga. Jadi diambil kesepakatan melakukan penundaan itu. Intinya mekanisme yang sudah kita tempuh adalah mekanisme seperti itu. Yang hadir tadi itu ada 28 BPD dari 34 BPD. Sementara perwakilan luar negeri tidak hadir karena memang kita tidak undang. Hampir semua yang datang tadi setuju. Ada satu yang masih bertanya dulu kepada kawan-kawan dibawahnya. Tapi, kitakan suara terbanyak menyetujui, maka itulah yang keputusan akhir”, tuturnya.

    Dengan penundaan ini, Japarlin berharap tidak akan ada gejolak, dan sidang sinode yang akan digelar pada tanggal 27-30 Agustus 2019 akan berjalan dengan baik, pendeta-pendeta bisa hadir tanpa rasa takut dan pada akhirnya sidang sinode menghasilkan keputusan yang baik.

    “Diharapkan, tentu dengan keputusan penundaan itu, tidak akan ada gejolak, karena memang dalam faktanya juga, sampai sekarang belum terlalu banyak yang mendaftar sebetulnya. Sehingga dengan demikian diharapkan tidak akan ada gejolak oleh karena memang masih bisa diantisipasi”, jelas Japarlin.

    “Ini murni oleh karena memang dulu kita tidak tahu persis, bahwa ternyata 28 Oktober itu sudah masuk masa kampanye. Tensi politik naik pendeta-pendeta gak berani datangkan? Nah, kalau sampai hal itu terjadi, maka kalau dilaksanakan sinode tidak memenuhi kuorum, itu jauh lebih beresiko dari pada kita tunda sidang sinodenya”, jelas Japarlin lagi.

    Dalam konferensi pers ini, disampaikan juga soal penundaan Diklat pendeta. Sementara soal tempat pelaksanaan dan Agenda sidang sinode, tetap sama yaitu; di SICC, Sentul, Bogor dengan agenda utama pemilihan Ketua Umum Sinode GBI.

  • Murfati Lidianto, SE: Perangi Narkoba Demi Masa Depan Anak-Anak Kita

    Murfati Lidianto, SE: Perangi Narkoba Demi Masa Depan Anak-Anak Kita

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Pernyataan Presiden RI Joko Widodo bahwa Indonesia berada dalam status darurat narkoba pada saat ini, disikapi berbagai kalangan dengan tindakan dan kerja nyata untuk memutus mata rantai peredaran narkoba. Semua bergandengan tangan demi satu tujuan mulia, menyelamatkan masa depan anak bangsa yang menjadi target para bandar narkoba.

    “Meski terasa dan terdengar pahit, namun fakta bahwa Indonesia masih menjadi surga bagi sindikat narkoba kelas dunia tidak bisa kita pungkiri. Oleh karena itu, saatnya kita bergandengan tangan untuk perangi narkoba demi menyelamatkan anak bangsa yang menjadi target para bandar narkoba”, pungkas Murfati Lidianto, SE., anggota DPRD Kota Bekasi ini penuh semangat.

    Penasihat Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) DPD Bekasi ini menuturkan bahwa sikap Presiden Jokowi untuk tidak memberi pengampunan kepada para bandar narkoba yang di penjara harus didukung.

    “Kita harus mendukung segala cara dan usaha pemerintah dalam memutus mata rantai peredaran narkoba, termasuk untuk tidak memberikan pengampunan bagi pelaku narkoba yang ditangkap dan dipenjarakan!”, tegas Murfati.

    Sementara itu, terkait pencegahan, Anggota DPRD Kota Bekasi, Dapil Bekasi Barat – Medan Satria yang pernah duduk di komisi IV, yang membidangi Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat ini, menyarankan agar perlunya materi tentang bahaya narkoba diajarkan di sekolah-sekolah. Selain itu, bentuk pencegahan terhadap narkoba juga bisa dilakukan di sekolah melalui program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

    “Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk pencegahan khususnya bagi anak-anak usia sekolah SD, SMP dan SMA. Selain perlunya materi berkaitan dengan bahaya narkoba, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang sudah jadi peraturan presiden, juga dapat menjadi ujung tombak dalam pencegahan, sehingga PPK ini harus segera ditindaklanjuti dengan pedoman dan turunan, dan harus disampaikan kepada siswa,” ungkap Murfati.

    Pada akhirnya, Anggota Dewan yang selalu dekat dengan masyarakat ini, mengajak semua komponen bangsa, warga masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Indonesia, khususnya di Kota Bekasi.

    “Saya mengajak, semua warga bangsa khususnya masyarakat Kota Bekasi untuk ambil bagian dan mendukung kerja pemerintah dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba. Saatnya kita bersatu hati untuk memerangi narkoba, demi masa depan anak-anak kita”, terang Murfati Lidianto, SE., Anggota DPRD Kota Bekasi yang saat ini duduk sebagai Wakil Ketua di Komisi III (Bidang Pendapatan dan Anggaran).

  • Pdt. Dr. Sahala Nainggolan ajak hamba-hamba Tuhan BKSAG Medan Satria  jadi pemimpin yang sehat

    Pdt. Dr. Sahala Nainggolan ajak hamba-hamba Tuhan BKSAG Medan Satria jadi pemimpin yang sehat

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Ada 5 area yang menjadi perjuangan dari seorang pemimpin; sehat tubuh, sehat jiwa, sehat roh, sehat keuangan/ekonomi dan sehat keluarga. Hal ini disampaikan Pdt. Dr. Sahala Nainggolan saat menjadi khadim di ibadah fellowship BKSAG Medan Satria, Senin (25/06/2018).

    Suasana saat foto bersama

    Mengambil tema, pemimpin yang sehat, Gembala GBI Kasih Karunia Harapan Indah ini mengingatkan agar sebagai hamba Tuhan, harus mewaspadai tekanan dan tuntutan pekerjaan yang berat, yang menurutnya bisa membuat seorang pemimpin rohani tidak memiliki keseimbangan.

    “Tekanan yang berat dan tuntutan pekerjaan, membuat seorang pemimpin rohani tidak memiliki keseimbangan. Oleh karena itu, kita harus sehat di 5 area perjuangan seorang pemimpin yang sehat,” ungkapnya.

    Lebih jauh, belajar dari tokoh Alkitab Musa, ketua BPD GBI Bekasi terpilih ini menguraikan soal pentingnya sehat jiwa.

    “Kita harus sehat dalam emosi. Bila kita tidak sehat dalam emosi maka ini bahaya. Apa yang harus kita lakukan agar jiwa kita sehat; ketahui siapa diri saudara dihadapan Tuhan, ketahui siapa yang saudara senangkan (kritikan, kompetisi, konflik), ketahui apa yang hendak saudarai capai, (Lukas 4:43) Yesus menolak diusik untuk hal yang tidak penting, jangan lakukan sendiri tetapi libatkan orang lain, dan jadikan saat teduh sebagai kebiasaan,” tegas Nainggolan.

    Saat sambutan singkat setelah doa syukur firman Tuhan, Ketua BKSAG Medan Satria Kota Bekasi, Pdt. Johanes Devy Sugiono, SE., M.Th., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua yang hadir, khususnya GBI Kasih Karunia yang digembalakan Pdt. Sahala Nainggolan, atas kesediaannya menjadi tuan rumah kegiatan fellowship di bulan Juni.

    “Saya menyampaikan terima kasih kepada semua hamba-hamba Tuhan yang hadir malam ini. Terima kasih dan apresiasi juga saya sampaikan kepada tuan rumah, GBI Kasih Karunia Harapan Indah yang digembalakan oleh Pdt. Dr. Sahala Nainggolan,” sebut gembala GBI Soli Deo Harapan Indah ini.

    Dibagian penutup acara, Pdt. Sadikun Lie memimpin dengan doa berkat, sekaligus mendoakan beberapa bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) yang hadir malam itu.

    Foto bersama dan ramah tamah menjadi warna tersendiri dari kegiatan fellowship BKSAG Medan Satria Kota Bekasi ini.

  • FRESMAN SINAGA, ST: Dari Konsultan TI Menuju Wakil Rakyat Jawa Barat

    FRESMAN SINAGA, ST: Dari Konsultan TI Menuju Wakil Rakyat Jawa Barat

    WARTANASRANI.COM – Keluar dari zona nyaman dan siap berjalan di jalan terjal nan keras penuh liku, untuk mencapai suatu tempat, dimana di tempat itu bisa melayani dan bermanfaat bagi rakyat banyak, menjadi tekad pria kelahiran Sumbul, Kabupaten Dairi, 17 September 1977 ini.

    Fresman Sinaga, ST saat menjadi narasumber Diskusi Kebangsaan

    Terlahir dari seorang Ibu boru Silalahi, Fresman Sinaga begitu nama lengkapnya, bercerita bagaimana ia memulai pendidikan di tingkat SD dan SMP di Sumbul tanah kelahirannya. Setelah menamatkan di tingkat SMP, ia-pun melanjutkan pendidikan di Medan, tepatnya SMA Negeri 11 Medan dan lulus tahun 1996. Sekolah Tinggi Teknologi Telekomunikasi Bandung jurusan Teknik Informatika menjadi pilihannya di tingkat perguruan tinggi. Setelah tamat pada bulan April 2001, tak berapa lama kemudian, tepatnya di bulan Agustus 2001, ia diterima bekerja di perusahaan konsultan teknologi dan informasi (TI). Saat ini,  suami dari Dr. Timoria br. Siagian ini bekerja di PT. Emerio Indonesia dan ditempatkan di client  salah satu Bank swasta Jakarta untuk menangani pengolahan data laporan keuangan ke BI/OJK.

    Ditanya mengapa ikut partai politik? Bang Fresman, begitu ia disapa, dengan lugas menjelaskan tentang pentingnya partai politik sebagai instrument dalam mengorganisasikan kekuasaan rakyat yang sangat beragam sehingga menjadi kekuatan efektif. Dikatakannya bahwa partai politik juga merupakan institusi utama bagi rekrutment kepemimpinan di daerah maupun pusat, baik di eksekutif maupun legislatif.

    “Lewat partai politiklah semua kebijakan pemerintah ditentukan dan lewat partai politik juga bisa membantu rakyat banyak di semua bidang. Berangkat dari pemahaman diatas, supaya bisa ambil peran dalam mengorganisasikan kekuasaan rakyat, maka harus masuk ke dalam partai politik,” pungkas Fresman penuh semangat.

    “Dari dulu sampai saat ini, saya sendiri dan sebagian masyarakat sangat tidak puas/kecewa dengan kinerja para wakil rakyat yang duduk di DPR ataupun di DPRD. Kecewa karena yang dipilihnya tersebut tidak menjadi wakil rakyat yang bisa membuat kebijakan dengan pemerintah untuk membantu semua masalah-masalah yang dihadapi oleh rakyat. Misalnya masalah kesehatan, pendidikan, ekonomi dan kesejahteraan. Namun tidak saya pungkiri juga, ada juga beberapa anggota dewan yang sudah sesuai tugas dan fungsinya,” terang Fresman Sinaga mengulas alasannya, soal mengapa baru sekarang ikut partai politik.

    “Untuk mengobati rasa kecewa dari masyarakat, maka saya memutuskan untuk masuk ke dalam partai politik, dilandasi dengan niat hati ingin melayani rakyat banyak,” terangnya lagi, menegaskan komitmennya untuk bekerja bagi kepentingan masyarakat banyak.

    Fresman Sinaga bersama keluarga

    Terkait mengapa pilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI)? Ayah dari Pahala Sinaga dan Farel Sinaga dengan meyakinkan menguraikan alasannya.

    “Partai lama maupun partai baru secara umum mengandalkan seorang tokoh tunggal atau segelintir elite. Partai seperti milik keluarga. Rekrutmen kader dan pemimpin partai sangat bertumpu pada referensi tokoh tunggal tersebut. Partai kurang terbuka dalam rekrutmen putra-putri terbaik bangsa. Satu-satunya partai yang tidak seperti yang saya sebutkan di atas adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Selain itu juga, hanya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mempunyai peraturan bahwa usia pengurusnya maksimal 45 tahun. Sehingga masyarakat mengenal Partai Solidaritas Indonesia sebagai partai anak muda, partai kaum milenial. Hal-hal inilah yang membuat saya memutuskan untuk bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI),” urainya penuh semangat.

    Banyak hal yang ingin diperjuangkan oleh Fresman. Dengan Visi; menjadi wakil rakyat yang selalu menyuarakan suara rakyat serta punya integritas, anti korupsi dan anti intoleransi, serta misi; mewujudkan rasa bahagia, sejahtera serta penuh kedamaian pada masyarakat Jawa barat; Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari PSI daerah pemilihan Kota Bekasi dan Kota Depok ini, bertekad jika terpilih, akan bekerja keras demi kepentingan masyarakat Jawa Barat di berbagai bidang, baik di bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang ekonomi, untuk kaum milenial, dan layanan masyarakat.

    “Bidang pendidikan; sekolah gratis sampai tingkat SLTA sederajat dan menambah fasilitas laboratorium sekolah-sekolah. Bidang kesehatan; mengawasi program BPJS dan memastikan tidak ada lagi pasien yang tidak dirawat oleh rumah sakit dan menambah kerjasama dengan semua rumah sakit yang ada. Bidang ekonomi; menciptakan lapangan kerja baru di bidang ekonomi kreatif dan mengusulkan/menambah dana ke RW/Kelurahan untuk modal usaha rakyat. Untuk kaum milenial; memperbanyak ruang taman terbuka di dekat sekolah dan tempat beribadah dilengkapi dengan wifi gratis, memperbanyak tempat ruang baca dengan koleksi buku bacaan yang terbaru dari semua kategori dengan suasana nyaman dan tentram. Layanan Masyarakat; memperbaik layanan kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak perlu membutuhkan waktu yang banyak untuk mengurus administrasi kependudukan, pembayaran pajak, dan sebagainya,” jelasnya panjang lebar.

    “Untuk menambah tugas saya, yang akan saya kerjakan di atas, dengan tangan terbuka juga, saya meminta masukan dari masyarakat,” ujar penasihat DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Bekasi ini, penuh persahabatan.

  • WBI Sektor Barat Kota Bekasi Gelar Fellowship dan Diskusi Kebangsaan Bersama Pewarna Jawa barat

    WBI Sektor Barat Kota Bekasi Gelar Fellowship dan Diskusi Kebangsaan Bersama Pewarna Jawa barat

    BEKASI, WARTANASARANI.COM – Wanita Bethel Indonesia (WBI) Sektor Barat, Kota Bekasi, bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA INDONESIA) Provinsi Jawa Barat, menggelar Diskusi Kebangsaan dengan Tema, Menangkal Hoax di Tahun Politik, Senin (11/06/2018).

    Ketua WBI Sektor Barat, Ida Napitupulu bersama Tim Tamborin WBI Sekbar

    Menurut Ida Napitupulu, Ketua WBI Sektor Barat, bahwa kegiatan Diskusi Kebangsan yang diadakan di GBI MOP, Mega Office Park, Blok OP 2 No. 5, Lt. 2, Kota Harapan Indah Bekasi ini, sekaligus merupakan kegiatan fellowship bulanan WBI Sektor Barat Kota Bekasi.

    “Perlu diketahui, kegiatan diskusi yang digelar hari ini, merupakan kegiatan fellowship bulanan WBI Sektor barat juga. Dan kali ini memang agak berbeda, karena disertai dengan diskusi kebangsaan yang bekerjasama dengan wartawan nasrani,” ungkap Ida Napitupulu.

    “Ibu-ibu kan, paling mudah termakan Hoax, jadi dengan diskusi ini, kami ibu-ibu khususnya WBI Sektor Barat, semakin pintar untuk bisa berpikir positif dan paling depan menolak hoax atau berita bohong, khususnya di tahun politik ini,” ungkapnya lagi.

    Foto bersama WBI Sektor Barat dengan Ibu Murfati Lidianto Lie, SE (Narasumber)

    Foto Tim Tamborin dan Pengurus WBI Sekbar bersama Ibu Murfati Lidianto Lie, SE (Narasumber)

    Sementara itu, tarian tamborin dari ibu-ibu WBI Sektor Barat, ikut memeriahkan diskusi kebangsaan yang menghadirkan narasumber; Anggota Dewan Kota Bekasi, Murfati Lidianto Lie, SE; Fresman Sinaga, ST., Bakal Calon Legislatif DPRD Tkt. I Provinsi Jawa Barat dapil Kota Bekasi dan Depok dari PSI; Ferry Batara M., SE., MM., Bakal Calon Legislatif DPR RI, dapil Kota Bekasi dan Kota Depok juga dari PSI; dan Ir. Soleman Matippanna, MH., seorang pengusaha muda asal Toraja yang aktif dalam berbagai kegiatan kerohanian.

    “Kami bersyukur, banyak prestasi yang sudah diraih WBI Sektor Barat di berbagai perlombaan. Selain sebagai juara 2 lomba tamborin WBI Se-Kota Bekasi, kami juga pernah meraih juara 1 lomba poco-poco dan juara 2 stand up comedy,” tutur Ida Napitupulu saat memberi sambutan.

    “Terima kasih kepada para narasumber yang sudah memberkati ibu-ibu WBI Sektor Barat, terima kasih juga kepada Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia Provinsi Jawa Barat atas kerelaannya berkolaborasi dengan WBI Sekbar, dan terima kasih kepada tuan rumah GBI MOP, yang digembalakan Pdt. Agus, Tuhan Yesus memberkati kita semua,” tutur Ida lagi.

    Tak kalah menarik, dibagian akhir acara diskusi, dipandu Pdp. Ayin sebagai MC, diadakan undian doorprize yang disumbangkan oleh salah satu narasumber, Bapak Fresman Sinaga. Foto bersama dan ramah-tamah menjadi akhir kegiatan Diskusi Kebangsaan sekaligus Fellowship WBI Sektor Barat.

     

  • Kepengurusan DPD Pewarna Indonesia Provinsi Jawa Barat Resmi Dikukuhkan

    Kepengurusan DPD Pewarna Indonesia Provinsi Jawa Barat Resmi Dikukuhkan

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Bersamaan dengan digelarnya Diskusi Kebangsaan, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) resmi melantik Kepengurusan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia Provinsi Jawa Barat untuk masa bakti pelayanan 2018-2020 di Mega Office Park, Blok OP 2 No. 5, Lt. 2, Kota Harapan Indah Bekasi, Jawa Barat, Senin (11/06/2018).

    (Dari Kiri ke Kanan) Ketum DPP Pewarna, Yusuf Mujiono; Sekjen DPP Pewarna, Argopandoyo Tri hangono; Ketua Pewarna jabar, Ronald S. Onibala; Wakil Ketua Pewarna Jabar, Jacksond Sitorus; Bendahara Pewarna Jabar, David Pasaribu

    Diawali pembacaan Surat Keputusan DPP Pewarna Indonesia, Nomor V/SK/PI/JBR/05/2018 tentang Penunjukkan Kepengurusan DPD Pewarna Indonesia Provinsi Jawa Barat Periode 2018-2020 oleh Sekretaris Jenderal DPP Pewarna Indonesia, Argopandoyo Tri Hangono, Ketua Umum Yusuf Mujiono resmi mengukuhkan Ronald S. Onibala sebagai Ketua, Jacksond Sitorus sebagai Wakil Ketua, Audi Waworuntu Sekretaris, dan David Pasaribu sebagai Bendahara.

    Selain memberikan wewenang penuh kepada Ketua dan Sekretaris untuk menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) guna mempermudah gerak laju organisasi melalui kepengurusan DPD Pewarna Indonesia Provinsi Jawa Barat, DPP Pewarna juga mengharapkan laporan rencana Program Kerja Pewarna Jabar kepada DPP Pewarna Indonesia, terang Sekjen Argopandoyo saat membacakan SK penunjukkan.

    Berikut Pengurus Lengkap DPD Pewarna Provinsi Jawa Barat Periode 2018-2020; KETUA: RONALD STEVLY ONIBALA, WAKIL KETUA: JACKSOND SITORUS, SEKRETARIS : AUDI WAWORUNTU, BENDAHARA: DAVID PASARIBU. DEPARTEMEN ORGANISASI, KADERISASI DAN KEANGGOTAAN: DAVID NAPITUPULU, RESUFEL HERRY PRATAMA, JEFFRY TOLOLIU. DEPARTEMEN KEROHANIAN: BUDIANTO MARPAUNG, DENNY TATARA, DANCE SINAULAN. DEPARTEMEN PENELITIAN, PENGEMBANGAN INFORMASI DAN TEKNOLOGI: TOMMY LANTANG, BUDI JOHANES. DEPARTEMEN USAHA, DANA DAN EKONOMI KREATIF: SUNARNO SASTROATMODJO, NURHAIDA NAPITUPULU. DEPARTEMEN ADVOKASI DAN HUKUM: HOTBIN SIMBOLON, ALBERT H. SIAGIAN. DEPARTEMEN HUBUNGAN ORGANISASI: ROBBY GO, EMANUEL HAREFA.

    “Ada banyak tugas dan tanggung jawab organisasi yang harus DPD Pewarna Indonesia Provinsi Jawa Barat kerjakan kedepan. Diantaranya membentuk DPC-DPC di Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Tentunya ini bukan persoalan yang mudah! Namun dengan kekompakkan yang baik diantara pengurus Jabar yang baru dikukuhkan, kami yakin, dapat merealisasikan apa yang menjadi mandat DPP Pewarna sebelum masa bakti pelayanan selesai,” ungkap Onibala, Ketua Pewarna Jabar penuh keyakinan.

    Sementara itu, Diskusi yang mengambil tema, Menangkal Hoax di Tahun Politik ini, menghadirkan beberapa narasumber yaitu; Murfati Lidianto Lie, SE (Anggota Dewan Kota Bekasi), Fresman Sinaga, ST (Bacaleg PSI DPRD Tkt. I Provinsi Jawa Barat, Dapil Kota Bekasi dan kota Depok), Ferry Batara M., SE., MM (Bacaleg PSI DPR RI, Dapil Kota Bekasi dan Kota Depok), dan Ir. Soleman Matippanna, MH (Pengusaha Muda).

    “Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran DPP Pewarna Indonesia. Terima kasih juga kepada WBI Sektor Barat Kota Bekasi yang sudah berkerjasama dengan Pewarna Jabar dalam acara Diskusi Kebangsaan ini. Kepada semua narasumber yang sudah hadir dan mendukung terselenggaranya acara ini, sayapun mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya. Dan tak ketinggalan, terima kasih saya sampaikan kepada rekan-rekan pewarta pewarna yang hadir memberikan dukungannya.” sebut Onibala diakhir acara.