Author: admin

  • Ragam Indonesia Jadi Tema Hari Kartini di Graha Bethel Jakarta Pusat

    Ragam Indonesia Jadi Tema Hari Kartini di Graha Bethel Jakarta Pusat

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Ragam Indonesia menjadi tema peringatan Hari Kartini di Kantor BPH GBI hari itu, jumat (27/04/2018). Para staf dan karyawan wanita yang mengenakan kebaya ciri khas daerah-daerah di Indonesia membuat Graha Bethel-Jakarta Pusat tampak berbeda dari keseharian. Tak ingin ketinggalan, para pria pun melakukan hal yang sama.

    Staf dan karyawan BPH Graha Bethel Jakarta Pusat yang mengenakan pakaian adat ciri khas daerah-daerah di Indonesia

    Berbagai lomba perseorangan yang  telah diatur oleh panitia seperti make-up [merias diri], the best performance [fashion show], dan busana terbaik membuat warna nasionalisme lewat berbagai pakaian adat Indonesia tampak di Graha Bethel.

    Sementara itu, peserta kelompok mengikuti lomba bernyanyi dan menari. Mereka adalah staf departemen, biro, office boy, pengemudi, dan sekuriti. Dari tampilan mereka, ternyata semua peserta memiliki bakat terpendam di bidang arts [seni]. Tanpa canggung, peserta berjalan dengan gaya masing-masing di atas cat walk karpet merah. Para juri yang memberikan nilai terdiri dari Ina Vera, Ane, dan Sonny.

    Hasil penilaian dewan juri menghasilkan nilai-nilai dan para pemenang yaitu :  1. Make-up : Juara I Feridha [foto tengah bawah], juara II Vivi. 2. Fashion show dan penampilan terbaik :  Juara I Tejo [Mas Bro] dan Natalia [Mba Sis]. Juara II Lina dan Yusak. 3. Busana terbaik : Juara I Sunkyam dan Mieke. Juara II Ezra [wanita, foto kanan bawah] dan Joko.

    Para pemenang menerima sebuah sertifikat dan hadiah yang menarik. Khusus untuk penganugerahan juara I yakni Mas Bro dan Mba Sis, Ketua Umum BPH GBI melakukan pengalungan kain bertuliskan Mas Bro dan Mba Sis dan pemasangan mahkota pada kedua orang pemenang [foto kiri bawah].

    Pdt. Dr. Japarlin Marbun menyambut baik diadakannya acara ini. Pejabat BPH lainnya yang hadir yaitu Pdt. Dr. Ferry Haurissa. Usai pengumuman para pemenang, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama dan lomba tarian. Selamat dan sukses ! (*)

  • 24 Tahun GSJA Imanuel, Pdt. Sadrakh Ranti Ajak Jemaat Selalu Bersyukur di Tahun Mujizat

    24 Tahun GSJA Imanuel, Pdt. Sadrakh Ranti Ajak Jemaat Selalu Bersyukur di Tahun Mujizat

    KOTA HARAPAN INDAH, WARTANASRANI.COM – Tahun Bersyukur Karena Mujizat, menjadi tema Ibadah Syukur 24 tahun GSJA Imanuel Harapan Indah Bekasi, yang digelar hari ini, sabtu 28 April 2018, di Ruko Sentra Onderdil Blok EC No. 8-9, Kota Harapan Indah, Pejuang, Medan Satria, Kota Bekas.

    Pdt. HBL Mantiri saat menyampaikan khotbahnya di Ibadah Syukur 24 Tahun GSJA Imanuel Kota Harapan Indah

    Dalam pena gembala, hamba Tuhan Kawanua ini, mengungkapkan berbagai harapannya. Ia menyatakan kerinduannya agar GSJA Imanuel Harapan Indah yang dipercayakan Tuhan dan kini telah membuka dua gereja cabang; Grand Wisata Bekasi dan Onolimbu Nias Sumatera Utara, dapat membawa pengaruh yang besar untuk kemuliaan Tuhan, khususnya dalam menjalankan Amanat Agung Tuhan Yesus.

    “Kita dipersatukan ditempat ini untuk memuji kebesaran Tuhan, berkomunitas dan menjadi berkat bagi banyak orang. Mencapai visi gereja ini yaitu membuka 3 gereja baru, 30 KKA, dan menuju 1000 jemaat, serta misi kami yaitu: melatih, mengutus, dan memenangkan jiwa sesuai dengan perintah Amanat Agung Matius 28:19,” ungkap gembala yang bernama lengkap Sadrak Ralphy Ranti.

    “Kaum pria, kaum wanita, kaum muda, sekolah minggu, KKA, misi penginjilan, kelas pemuridan, retret, sport ministry, bansos, semua ini merupakan bentuk pelayanan dalam gereja ini untuk mempersatukan dan untuk berdampak. Saya tidak bisa bekerja sendiri, dengan dukungan seluruh diaken, pastoral, koordinator dan jemaat, dengan berdoa dan dengan kuasa Roh Kudus, gereja Tuhan ditempat ini akan terus naik dan berkembang. Kebahagiaan, suka dan duka, jerih lelah kita rasakan dan lalui bersama-sama sampai saat ini,” ungkapnya lagi.

    Ditambahkan Pdt. Sadrak Ranti bahwa dengan komitmen pelayanan, sinergitas semua tim pelayanan bersama jemaat, serta kekuatan Doa dan kuasa Roh Kudus, maka bukan mustahil, GSJA Imanuel akan terus bertumbuh dan bertahan, semakin naik, maju dan berkembang.

    “Doa saya bagi gereja yang Tuhan dirikan ditempat ini, akan terus berkembang, Kerajaan Allah terus diwartakan sehingga banyak jiwa-jiwa diselamatkan. Dalam keyakinan saya, Tuhan menempatkan dan memanggil gereja ditempat ini (Gembala dan jemaat) untuk terus memenangkan orang-orang yang terhilang bagi Kerajaan Allah, karena itu isi hati Tuhan,” terang gembala GSJA ini penuh keyakinan.

    Jemaat sedang mendengar kesaksian dari Adji Notonegoro (Disainer No. 1 Indonesia)

    Pada akhirnya, dibalik tanggung jawab yang lebih besar dalam menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang, Pdt. Sadrak Ranti mengajak jemaat yang digembalakannya untuk tetap satu hati, selalu memiliki sikap mengucap syukur, sebab dibalik ucapan syukur akan ada banyak mujizat yang terjadi.

    “Saya percaya jika kita satu hati, Tuhan akan memberi kita tanggung-jawab yang lebih besar lagi untuk dapat menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang. Kitab Mazmur w:8, katakan; ‘Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu’. Marilah kita belajar bersyukur, dengan demikian kita akan melihat banyak mujizat terjadi di gereja ini,” terangnya.

    Sementara itu, Ibadah syukur yang dilayani oleh Pdt. HBL Mantiri, mantan Kasum ABRI dan Dubes RI di Singapura, juga diwarnai dengan kesaksian dari Adji Notonegoro, Disainer no. 1 Indonesia.

    Tampak hadir dalam Ibadah Syukur ini, hamba-hamba Tuhan di Kota Harapan Indah, antara lain; Pdt. Dr. Sahala Nainggolan, M.Th (Ketua BPD Bekasi GBI), Pdt. Devy Sugiono, SE., M.Th (Ketua BKSAG Medan Satria), Pdt. Edy Gunawan, MA., M.Th (Ketua BPD GSJA Jabar), Pdt. Wellem Doko. Hadir juga, Anggota Dewan Kota Bekasi, Ibu Murfati Lidianto Lie, SE.

    Sebelum Ibadah ditutup dengan doa berkat oleh Pdt. Sahala Nainggolan, sambutan-sambutan dari berbagai tokoh masyarakat yang hadir, menghiasi Ibadah Syukur yang berlangsung sederhana namun hikmat dan penuh sukacita. Selain itu, sempat dibagikan doorprize serta ditayangkan video singkat sejarah perjalanan 24 tahun GSJA Imanuel Kota Harapan Indah. Dan ucapan selamat serta foto bersama menjadi akhir Ibadah Syukur.

  • SMD IV BPD Bekasi GBI : Pdt. Dr. Sahala Nainggolan, MTh Terpilih Sebagai Ketua

    SMD IV BPD Bekasi GBI : Pdt. Dr. Sahala Nainggolan, MTh Terpilih Sebagai Ketua

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Meraih suara terbanyak pada putaran kedua, Pdt. Dr. Sahala Nainggolan, MTh terpilih secara demokratis menjadi Ketua BPD GBI Bekasi masa pelayanan 2018-2022. Pemilihan ketua ini berlangsung pada pleno III, hari kedua Sidang MD IV Badan Pekerja Daerah Bekasi Gereja Bethel Indonesia di Hall Mega Hypermall Lt. 2, Kota Bekasi, sabtu (21/04/2018).

    Pengurus BPD Bekasi GBI saat memimpin Sidang MD IV BPD Bekasi Gereja Bethel Indonesia (21/04/2018)

    Pemilihan yang berlangsung dua putaran ini, diikuti oleh tiga kandidat Ketua BPD, yaitu; Pdt. Dr. Sahala Nainggolan, M.Th., Pdt. Samuel Haranadi, SE., dan Pdt. Brikson Hutapea, M.Pd.K.

    Pada putaran pertama, Pdt. Sahala Nainggolan memimpin perolehan suara dengan 81 suara dukungan, diikuti Pdt. Samuel Harnadi dengan 64 suara, Pdt. Brikson Hutapea meraih 20 suara, Pdt. Andy Markus memperoleh 4 suara, Pdt. Rudy S. mendapat 3 suara, sementara beberapa nama lainnya memperoleh 1 suara dan 2 suara abstain.

    Berada diurutan ketiga pada putaran pertama, akhirnya Pdt. Brikson Hutapea mundur pada pemilihan putaran kedua, sehingga pemilik hak suara diminta untuk menentukan pilihan pada dua kandidat yang melaju ke putaran kedua, yaitu; Pdt. Sahala Nainggolan dan Pdt. Samuel Harnadi.

    Akhirnya, setelah penghitungan suara, Pdt. Dr. Sahala Nainggolan, M.Th dipastikan terpilih sebagai Ketua BPD Bekasi GBI dengan memperoleh dukungan terbanyak 85 suara sedangkan Pdt. Samuel Harnadi mendapat 77 suara dukungan. Ucapan selamat-pun mengalir kepada Pdt. Sahala Nainggolan yang akan mengemban tugas barunya mulai oktober 2018 sampai dengan Oktober 2022.

    Sementara itu, untuk angota Majelis Pekerja Lengkap (MPL) dari BPD Bekasi terpilih Pdt. M. S. Tamba, S.Pd., M.Pd.

    Pada kesempatan yang sama juga peserta memilih Bakal Calon Ketua Umum BPH dengan hasil rekapitulasi suara sebagai berikut; Pdt. Japarlin Marbun (114 suara), Pdt. Jacob N. (31 suara), Pdt. Ir. Niko N. (7 suara), Pdt. Dr. Rubin Adi A. (6 suara), Pdt. Sahala N. (3 suara), Pdt. Josia A. (3 suara), Pdt. Dr. Erastus S (3 suara), Pdt. Wiweko M. (3 suara), Pdt. Pujo A. (2 suara) dan beberapa nama lain memperoleh 1 suara.

  • KKR dan Grand Opening Gereja Orang Beriman Campus Jakarta

    KKR dan Grand Opening Gereja Orang Beriman Campus Jakarta

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Makna Kematian dan Kebangkitan Kristus menjadi tema Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan Grand Opening Gereja Orang Beriman (GOB) Campus Jakarta di Klub Kelapa Gading, Ruang Gading Agung, Jl. Boulevard Kelapa Gading Blok KGC, Jakarta, jumat (20/04/2018).

    Pentahbisan Pelayan GOB Campus Jakarta

    Senior Pastor Gereja Orang Beriman, Ps. Sudarmadji Said dalam khotbah yang mengambil nats pokok, Roma 5:8-11, menguraikan lima makna dari kematian dan kebangkitan Yesus: pertama, Tuhan mengasihi kita (ayat 8); kedua, Tuhan membenarkan kita (ayat 9); ketiga, Tuhan mendamaikan kita (ayat 10); keempat, Tuhan memberi kepastian keselamatan (ayat 9-10); dan kelima, kita bangga dengan Yesus (ayat 11).

    Jadi arti kematian dan kebangkitan Kristsus bukan hanya Tuhan mengasihi, Tuhan membenarkan, Tuhan mendamaikan dan Tuhan memberi kepastian keselamatan saja, tetapi kita bangga terhadap Yesus. Mengapa? Sebab semua tokoh yang hebat di dunia ini telah meninggal dan tidak ada seorang pun yang bangkit. Tetapi Yesus telah bangkit dan menang; Ia telah mengalahkan maut,” sebut gembala GOB Campus Jakarta ini.

    “Mulai malam ini kita bangga terhadap Yesus. Saya yakin bila Tuhan Yesus ditinggikan akan menarik banyak orang datang kepada-Nya,” sebut Ps. Sudarmadji Said menutup khotbahnya.

    Disela-sela acara ramah-tamah, kepada pewarta pewarna yang diundang menghadiri acara malam itu, Ps. Sudarmadji menceritakan awal mula lahirnya ‘Gereja Orang Beriman’ yang tak lepas dari sebuah perjalanan rombongan berjumlah 58 orang ke Holyland. Dimana kedisiplinan dan tertibnya rombongan, sehingga muncul ungkapan dari tour guide saat itu, ini ‘Grup Orang Beriman’.

    “Gereja Orang Beriman munculnya begini; Kami rombongan ke Holyland sekitar 58 orang. Sebelum pergi saya beritahu teman-teman, kalau ke Holyland pertama itu, ikutin tour guide-nya. Jangan foto-foto dulu, setelah itu foto-foto dan kita berdoa. Ternyata tertib semua dan karena tertib, tour guide-nya orang Israel ini bilang; wah, ini grup orang beriman. Tiap hari dia bilang ‘grup orang beriman’ karena kita tertib sekali. Dia senang sekali. Dia selalu bilang, wah ini grup orang beriman. Terus akhirnya kita kembali ke Jakarta. Teman-teman kontak-kontak adakan persekutuan sebulan sekali yang diberi nama ‘Grup Orang Beriman’. Terus kemudian saya keluar dari gereja lama, teman-teman bilang; sudahlah pak, grup orang beriman itukan GOB, maka dibuat aja jadi Gereja Orang Beriman. Mereka setuju, mereka mendukung, terus cari sinode-sinode dan akhirnya ikut ke GSPII,” cerita Ps. Sudarmadji Said, Senior Pastor GOB.

    Dibawah penggembalaannya, saat ini GOB sudah hadir di empat kota, yaitu; Surabaya, Palangka Raya, Kasongan, dan Jakarta. Sementara penggunaan kata ‘Campus’ dijelaskan Ps. Sudarmadji bahwa semuanya didasari pada apa yang menjadi visi, misi dan semboyan GOB.

    “GOB memiliki Visi; Menjadi Orang Kristen yang Hidup dalam Kebenaran dan Misi; Mengajar Jemaat untuk Hidup Benar. Karena mengajar jemaat, sehingga kita punya semboyan bahwa GOB itu sebagai ‘House of Bible Teaching’. Nah, karena ada ‘Teaching’nya, maka setiap pos itu kita sebut Campus,” jelas gembala GOB Campus Jakarta ini.

    Selain KKR dan Grand Opening, malam itu juga dilantik dan ditahbiskan oleh Sinode GSPII pelayan-pelayan Gereja Orang Beriman (GOB) Campus Jakarta dibawah penggembalaan Senior Pastor, Ps. Sudarmadji Said. Saat ini GOB Campus jakarta menyelenggarakan dua kali Ibadah setiap Minggu yaitu; Pukul 08.00 dan 10.30 Wib. Adapun alamat GOB Campus jakarta, INDO PROPERTY, Jl. Boulevard Raya Blok QF 1 No. 9, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

  • BPD Bekasi GBI Gelar Sidang MD IV, Pilih Calon Ketua Sinode GBI, Ketua BPD dan Anggota MPL BPD Bekasi

    BPD Bekasi GBI Gelar Sidang MD IV, Pilih Calon Ketua Sinode GBI, Ketua BPD dan Anggota MPL BPD Bekasi

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Bertempat di Hall Mega Hypermall Lt. 2 Bekasi, Badan Pekerja Daerah (BPD) Bekasi Gereja Bethel Indonesia menggelar Sidang MD yang akan berlangsung mulai hari, jumat, 20 April sampai besok sabtu, 21 April 2018.

    Ada tiga agenda penting dalam sidang MD kali ini: pertama, penentuan calon Ketua Sinode GBI; kedua, pemilihan Ketua BPD Bekasi; dan ketiga, pemilihan Anggota MPL dari BPD Bekasi untuk periode 2018-2022.

    Pentingnya sidang MD kali ini, terlihat dari antusias para pejabat GBI (Pdt, Pdm dan Pdp) yang ada di wilayah pelayanan BPD Bekasi yaitu; Kota dan Kabupaten Bekasi, untuk menghadiri sidang MD yang mengambil tema, 2018 Tahun Penuaian Raya Maximize the Harvester.

    Ketua BPH GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun yang hadir langsung di sidang MD BPD Bekasi, menyampaikan harapannya yaitu: pertama, agar seluruh pejabat (Pdt, Pdm, Pdp) terus memiliki semangat yang besar di tahun penuaian ini; kedua, Sidang MD merupakan moment yang sangat penting untuk bersama-sama mengevaluasi serta memberikan penilaian kemajuan daerah masing-masing dan sekaligus memilih pemimpin Bakal Calon Ketua Umum BPH GBI, Anggota MPL GBI dan Ketua BPD GBI untuk periode 2018-2022; ketiga, seluruh pejabat dapat mengikuti semua rapat-rapat dan sesi untuk memikirkan kemajuan daerah masing-masing dan meng-up grade seluruh pejabat; keempat, seluruh pejabat mengikuti Sidang MD dengan pimpinan Roh Kudus dan sopan santun serta penuh rasa hormat.

    Hal senada juga disampaikan Ketua BPD Bekasi GBI, Pdt. Samuel Harnadi yang berharap agar Sidang MD BPD Bekasi GBI bisa berjalan lancar, aman dan kondusif sehingga dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang baik untuk menuai jiwa-jiwa di tahun penuaian raya ini.

    Lewat sambutan tertulisnya, Pdt. Samuel Harnadi menyampaikan permohonan maaf bila capaian kinerjanya belum sesuai harapan semua pejabat GBI BPD Bekasi.

    “Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam melaksanakan tugas, kinerja kami masih banyak kekurangan, karena kami sangat sadar bahwa kami belum bisa memuaskan semua keinginan/harapan seluruh pejabat GBI yang ada di BPD Bekasi,” ungkapnya.

    Sesi 1 – Kepemimpinan Model Tuhan Yesus

    Sementara itu, agenda sidang hari pertama; Pembukaan (Ibadah Pembukaan dan Perjamuan Kudus), Pembukaan sidang MD (sambutan Ketua Panitia, Ketua BPD Bekasi, BPH sekaligus Pembukaan dan sambutan pemerintah), Pleno I (pernyataan quorum, pengesahan tata tertib, pengesahan agenda sidang, pemilihan majelis ketua, penyerahan palu pimpinan, laporan Ketua BPD dan tanggapan/pertanyaan atas laporan Ketua BPD), Sesi Kepemimpinan Model Tuhan Yesus, Pleno II (pembentukan dan rapat komisi, laporan komisi dan tanya jawab, pengesahan hasil rapat), terakhir sesi Etika Pelayan Tuhan.

    Pada esoknya, acara sidang akan dimulai dengan sesi Self Leadership, dilanjutkan pleno III yang menjadi agenda penting sidang MD IV BPD Bekasi GBI yaitu; pemilihan bakal calon Ketum BPH, pemilihan Anggota MPL, pemilihan Ketua BPD).

    Selesai pleno III, dilanjutkan pleno IV (pengesahan pdm dan pdp, pengesahan calon pdt, pengesahan hasil keputusan, pelantikan pdp dan pdm, warnasari, pengembalian palu sidang dan penutupan sidang MD IV dengan Ibadah penutupan.

  • Ibu Iriana Kampanye Pola Asuh Berbasis Karakter kepada Masyakat Toba Samosir

    Ibu Iriana Kampanye Pola Asuh Berbasis Karakter kepada Masyakat Toba Samosir

    TOBA SAMOSIR, WARTANASRANI.COM – Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah yang ada di Provinsi Sumatra Utara, Selasa, 17 April 2018. Dalam kunjungan kerja kali ini, Ibu Iriana didampingi sejumlah istri Menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK).
    Melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Ibu Iriana beserta rombongan bertolak dengan menggunakan Pesawat Khusus Boeing 737-500 TNI AU sekira pukul 07.00 WIB. Setibanya di Provinsi Sumatra Utara, Ibu Iriana langsung melakukan peninjauan sejumlah kegiatan yang menjadi program kerja OASE-KK.
    Kegiatan diawali dengan meninjau proses pembelajaran pendidikan dan pengembangan anak usia dini (PPAUD) Toba Lestari, yang berada di Desa Lumban Gaol, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir.
    Kemudian, Ibu Iriana beserta rombongan juga meninjau pelaksanaan deteksi dini kanker serviks melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) test yang digelar di Puskesmas Laguboti, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir.
    Tak hanya itu, Ibu Iriana bersama OASE-KK juga menghadiri ‘Sosialisasi Tolak Narkoba, dan Stop Kekerasan, serta Pornografi’ kepada para pelajar SMP-SMA yang ada di Provinsi Sumatera Utara.
    Kegiatan kunjungan kerja Ibu Iriana bersama OASE-KK ditutup dengan menghadiri sosialisasi parenting skill yang mengambil tema ‘Pola Asuh Berbasis Karakter’ kepada para guru PAUD, orang tua siswa, dan organisasi wanita yang hadir di Aula SMK Negeri 1 Laguboti, Kabupaten Toba Samosir.
    Dalam setiap kunjungannya, Ibu Iriana selalu menyempatkan diri berdialog dan melakukan sesi tanya jawab dengan para masyarakat yang hadir. Mulai dari siswa PAUD, peserta IVA test, pelajar SMP-SMA, guru, orang tua, hingga anggota organisasi wanita yang ada di Provinsi Sumatera Utara.
    Selain itu, sejumlah hadiah juga diberikan Ibu Iriana sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta yang hadir dan berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan. Tak lupa, masyarakat sekitar yang menyambut kedatangan Ibu Iriana di sepanjang jalan yang dilewati juga tak luput untuk diberikan buku tulis dan kain batik.
    Petang harinya, Ibu Iriana beserta rombongan menuju Kabupaten Samosir untuk bermalam dan melanjutkan kegiatan kunjungan kerja pada hari Rabu, 18 April 2018.
    Tampak hadir mendampingi Ibu Iriana dalam kunjungan kerja kali ini, di antaranya Ketua Umum OASE-KK Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, Ketua Bidang 1 OASE-KK Ratna Megawangi Sofyan Djalil, Ketua Bidang 3 OASE-KK Nora Tristiyana Ryamizard Ryacudu, Sekretaris OASE-KK Nugrahani Pramono Anung, serta sejumlah anggota OASE-KK lainnya. (*)
  • Kembali gelar Kuliah Umum, STT REM Kelapa Gading Jakarta, hadirkan Eko Putro Sandjojo

    Kembali gelar Kuliah Umum, STT REM Kelapa Gading Jakarta, hadirkan Eko Putro Sandjojo

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – STT Rahmat Emmanuel Ministry kembali menggelar kuliah umum yang ke-4 dengan menghadirkan Bapak Eko Putro Sandjojo, BSEE., MBA., Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, jumat (06/04/2018). Kuliah umum yang mengambil tema, Membangun Pemimpin Indonesia ini diselenggarakan di Aula Kampus, Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 N0. 4 G-K, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    Foto bersama Menteri Eko Pujo Sandjojo dengan Pimpinan dan Staff Dosen STT REM Kelapa Gading Jakarta

    Sambutan Pdt. Dr. Abraham Conrad Supit, Ketua Yayasan Conrad Supit Center mengawali kuliah umum yang dipandu Dr. Johan JT. Tumanduk, Direktur Eksekutif Conrad Supit Center sebagai moderator.

    Dengan gayanya yang khas disertai canda tawa, Eko Putro Sandjojo menguraikan dengan data yang akurat, apa saja capaian terkait tugas dan tangung jawabnya untuk memajukan kesejahteraan masyarakat khususnya di Desa yang merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang pro rakyat.

    Dikatakan Eko bahwa kemajuan-kemajuan yang terjadi saat ini tak lepas dari langkah berani Presiden Jokowi yang meningkatkan dana desa dua kali lipat.

    “Beruntung Presiden Jokowi punya keberanian untuk meningkatkan dana desa dua kali lipat, penerapan 82 persen sudah bagus. Karena itu berani dinaikkan dari 46 triliun naik  60 triliun. Ternyata kepala desa bisa karena tahun ini 128 ribu kilo meter jalan, ribuan jembatan, PAUD, WC dan lainnya,” ujarnya.

    “Ternyata kepala desa dan perangkatnya mampu membangun apa yang paling dibutuhkan rakyatnya. Kita bisa menurunkan dari 27 juta menjadi 17 juta orang miskin,” ujarnya lagi.

    Ditambahkan Eko, bahwa membuka akses pasar menjadi prioritas pemerintah untuk memutus lingkaran setan penyebab desa Indonesia miskin.

    “Kenapa Desa Indonesia miskin? Nomor satu karena tidak ada akses pasar. Produknya rusak dan tidak pasti untung. Mereka menjadi golongan masyarakat resiko tinggi, konsekuensinya mereka tidak dapat pinjaman bank. “Lingkaran setan tersebut harus dimusnahkan, caranya dengan Cluster Ekonomi Desa,” paparnya.

    Pemberian Cinderamata dari pihak STT REM kepada Menteri Eko Putro Sandjojo

    Menteri Eko mencontohkan Kabupaten Pandeglang sebagai kabupaten terbesar di Banten dan hanya tiga jam dari Jakarta, tapi ada 156 Desa masih tertinggal.

    “Setelah melihat daerah maju di Gorontalo dan Dompu, Bupati menyiapkan untuk ratusan hektar penanaman jagung. Meminta menteri pertanian menyumbang alat dan mesin, dan menteri PU untuk membangun jembatan sehingga produksi bisa di pasarkan dengan baik. Kemudian melibatkan bank untuk memberi kredit, untuk biaya sebelum panen. Dengan demikian tahun 2017 lalu, Pandeglang panen 90 ribu ton dan beberapa tahun ke depan bisa 500 ribu ton, artinya bisa 1.5 triliun dan diharapkan tidak ada desa tertinggal lagi. Model lain yang sama di Sumba Timur. Target 2019 sudah terlampau karena 10 ribu desa sudah bisa mandiri,” pungkasnya.

    Selain itu, menurut Eko, Indonesia memiliki potensi yang besar ke depan karena saat ini menjadi negara nomor 16 di dunia dari kekuatan ekonomi dengan sekarang GNP 1 triliun dollar. Dan untuk 2050 menurut Mckency bahwa Indonesia menjadi kekuatan ekonomi nomor empat setelah China, India dan Amerika Serikat dengan perkiraan GNP 7 triliun dollar AS.

    “Masih banyak juga keunggulan lainnya seperti dari jumlah angkatan kerja, hutan tropis terluas nokor dua di dunia, jumlah pulau terbesar dan masih banyak keunggulan lainnya. Kita ini negara besar, karena itu kita tidak perlu takut dengan perang dagang Amerika Serikat dan China,” tegasnya.

    Selesai paparan, tanya jawab mewarnai kuliah umum yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta pemberian cinderamata dari pihak STT REM kepada Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo.

  • Tingkatkan Kerjasama dan Kekompakan, BKSAG Medan Satria menggelar Paskah Gembala dan Pelayan Tuhan

    Tingkatkan Kerjasama dan Kekompakan, BKSAG Medan Satria menggelar Paskah Gembala dan Pelayan Tuhan

    KOTA HARAPAN INDAH, WARTANASRANI.COM – Jaga kekompakkan dan tingkatkan kerjasama Gereja-gereja di Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi, BKSAG (Badan Kerjasama Antar Gereja) Kecamatan Medan Satria menggelar Paskah Gembala dan Pelayan Tuhan, di GSJA Imanuel, Ruko Blok EC No. 8-9 Kota Harapan Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, senin (09/04/2018).

    Camat Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi, Bapak Taufiq Rahmat saat memberikan sambutan sebelum Ibadah Paskah dimulai

    Terkait Paskah bersama ini, sebagai tuan rumah, Pdt. Sadrakh Ranti, mengungkapkan harapannya supaya kesatuan dan kekompakkan hamba-hamba Tuhan semakin terjalin baik.

    “Jadikan paskah bersama ini sebagai momentum untuk hamba-hamba Tuhan di Medan Satria semakin bersatu dan kompak,” pungkas gembala jemaat GSJA Imanuel ini.

    Selain itu, tak kalah pentingnya menurut Pdt. Sadrakh Ranti, adalah semangat dan komitmen menjalankan amanat Agung, saling mendoakan harus tetap ada dalam diri seorang hamba Tuhan.

    “Semangat untuk terus mewartakan Injil sesuai Amanat Agung dalam Matius 28:28 jangan pernah padam dalam diri seorang hamba Tuhan, dan yang penting juga, jangan lupa untuk saling mendoakan,” ungkapnya.

    “Walaupun banyak tantangan, hamba Tuhan harus tetap kuat, tidak mudah untuk menyerah dan selalu memiliki pengharapan dalam Tuhan,” ungkapnya lagi.

    Hal senada juga disampaikan Ketua BKSAG, Pdt. Devy Sugiono, SE., M.Th., bahwa dengan Ibadah Paskah ini, semakin memantapkan kerjasama dan soliditas tetap terjaga diantara gereja-gereja di Kecamatan Medan Satria.

    “Dengan Ibadah Paskah ini, kiranya soliditas dan kerjasama yang baik diantara gereja-gereja di Medan Satria semakin terjaga,” ujarnya.

    Sementara itu, sebelum Ibadah, Camat Medan Satria Kota Bekasi, Taufiq Rahmat, selain menyampaikan capaian pembangunan yang sudah berjalan baik di Kecamatan Medan Satria, juga mengingatkan dan mengajak para hamba Tuhan, pemimpin gereja, gembala, pastur, pelayan dan aktivis gereja untuk ikut aktif dalam pilkada langsung khususnya di Kota Bekasi.

    “Mari semua, para Pendeta, Pastur, Romo, Gembala, untuk ikut secara aktif dalam pemilukada di Kota Bekasi. Datanglah ke TPS pada tanggal 27 Juni nanti,” ujar Taufiq penuh harap dalam sambutannya.

    Selesai sambutan dan foto bersama, Camat Medan Satria bersama Lurah Kelurahan Pejuang meninggalkan acara untuk sebuah keperluan yang lain.

    Adapun Ibadah berlangsung penuh sukacita. Kekompakkan tampak dalam Ibadah yang dihadiri hamba-hamba Tuhan dari berbagai denominasi gereja yang ada di Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi ini.

    Bertindak sebagai khadim, Pdt. Sadrakh Ranti mengangkat soal 7 perkataan Tuhan Yesus diatas kayu salib. Diuraikan olehnya bahwa pertama sebagai orang Kristen harus memiliki sikap mengampuni seperti Yesus yang melepaskan pengampunan. Kedua, memiliki belas kasihan. Ketiga, memperhatikan orang lain walaupun dalam penderitaan. Keempat, belajar untuk bertanya berseru kepada Tuhan disaat dalam masalah. Kelima, mengakui dengan jujur bahwa kita memiliki kebutuhan. Keenam, tidak ada penderitaan yang tidak akan berakhir. Ketujuh (terakhir), selalu menyerahkan hidup kita pada Allah.

    Pada bagian akhir acara, setelah pengumuman dan ucapan terima kasih dari Ketua BKSAG Medan Satria, Ibadahpun ditutup dengan doa oleh Pdt. Sadikun Lie, kemudian dilanjutkan dengan acara fellowship dan ramah-tamah.

  • Dr. Hauw S. Santosa: INDOCER siapkan guru berhati hamba tapi mental prajurit ke Papua

    Dr. Hauw S. Santosa: INDOCER siapkan guru berhati hamba tapi mental prajurit ke Papua

    SENTUL, WARTANASRANI.COM – Ditengah-tengah kesibukannya sebagai pengusaha, Dr. Hauw S. Santosa, Sekretaris Umum Yayasan Transformasi INDONESIA CERDAS (INDOCER) menerima awak media dalam naungan Pewarna Indonesia, kamis (5/4/2018) di rumah pelatihan PETRA (Pendidik Transformasi) Sentul, Jawa Barat.

     Sekum Indocer, Dr. Hauw S. Santosa

    Didampingi Bupati Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si dan Kadis Pendidikan Kabupaten Jayapura, Alpius Toam, ST., MT., Hauw menyampaikan capaian kinerja Yayasan Transformasi Indonesia Cerdas terkait kerjasama dengan Pemkab Jayapura soal kontrak pengiriman guru-guru dibawah naungan INDOCER ke Papua khususnya Kabupaten Jayapura, Papua.

    “Jadi teman-teman media yang terkasih, Indonesia Cerdas dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura sudah sepakat membuat terobosan-terobosan penting. Apalagi Pak Mathius sudah menyatakan bahwa Jayapura itu harus mengalami terobosan mental juga spiritual supaya bisa mandiri dan menjadi berkat bagi seluruh Papua, Papua Barat bahkan seluruh  Indonesia,” terang Pak Hauw begitu sapaan Sekum Indocer ini, mengawali perbincangan dengan media.

    “Nah, program Indonesia Cerdas ini pas menjawab! Kenapa? Dengan 315 guru ini mempengaruhi secara positif guru-guru yang lain disana. Kita latih sedemikian rupa supaya tidak ada kecemburuan sosial antara guru kita dengan guru yang  sudah ada. Sehingga mereka bisa membaur, karena disana masih ada 1000 guru lebih yang dari guru-guru yang dari pemerintah daerah yang sudah ada,” terangnya lagi.

    Ditegaskan pengusaha perhotelan ini, bahwa Indocer tidak hanya terfokus mencetak guru-guru yang berkarakter kuat dari dalam Indocer sendiri, tetapi juga memiliki program untuk melatih guru-guru lokal untuk menjadi guru yang berkarakter kuat seperti apa yang menjadi visi misi Indocer.

    “Dan yang luar biasa, kita juga ada program kedua, yaitu program penguatan guru lokal. Namanya Empowering Local Teachers, dimana kita akan mengadakan satu seminar yang sifatnya itu retret, 3 hari 2 malam. Dimana mental mereka akan dirubah dan bukan cuma itu menyatu dengan guru-guru kita. Sehingga dalam pengelolaan pendidikan disana secara integrated dan juga integrity akan luar biasa dengan memanfaatkan guru-guru lokal,” jelas Pak Hauw.

    “Karena kita tidak bisa tanpa mereka! Mereka sudah ada sebelum kita. Kita ini tidak boleh arogan, kita harus rendah hati, kita harus mendekati mereka. Dan melihat hasilnya apa? Hasilnya kita melihat potensi daerah yang berkembang,” jelas Pak Hauw lagi penuh semangat.

    Dikatakan Hauw bahwa selain program penguatan guru-guru lokal (Empowering Local Teachers), Indonesia Cerdas juga memiliki program unggulan lain yang merupakan satu kesatuan tak terpisahkan dengan program Pendidik Transformasi (Petra).

    “Selain itu kita punya juga program yang namanya ‘Kampung Cerdas’. Kampung Cerdas itu memberdayakan kampung-kampun yang ada menjadi cerdas. Cerdas apa? Cerdas secara ekonomi, secara spiritual, kalau ngomongin Kristen Holistiklah,” sebutnya.

    Menurutnya, program ini didukung oleh Pemda Kabupaten Jayapura dan akan dimulai di empat Distrik atau Kecamatan.

    “Nah kita akan mulai dari empat Distrik/kecamatan di kabupaten jayapura  untuk menjadikan ‘Kampung Cerdas’ itu. Disana juga kita nanti akan bikin hal yang sifatnya positif untuk masyarakat. Kita sudah mulai dengan mengirim parabola, sollarcell, lalu memanfaatkan juga budaya lokal untuk menjadi kekuatan lokal juga,” tegasnya.

    “Hari ini pak bupati mau kumpul sama teman-teman juga kenapa? Supaya teman-teman memberitakan berita baik kepada gereja-gereja lokal yang ada, maupun aras-aras nasional untuk saling bersatu bersinergi untuk melihat banyak sekali yang bisa kita lakukan, terutama untuk Indonesia Timur. Bukan cuma dari Indonesia Cerdas, tapi Pak Bupati kepingin juga dari teman-teman atau hamba-hamba Tuhan yang lain juga melalui wartawan-wartawan ini bisa ikut terlibat,” tegas Hauw lagi.

    Selain itu, melengkapi hal-hal yang telah disampaikan oleh Bupati Jayapura soal dampak positif guru-guru Indocer yang ditugaskan di Kab. Jayapura, Pak Haw mengatakan bahwa pada dasarnya INDOCER dengan niat tulus sesuai Visi ‘Mewujudkan Anak Bangsa yang Cerdas, Berkarakter dan Siap Ber Karya Bagi Indonesia’, selalu melengkapi kemampuan para guru Petra dengan berbagai hal, sehingga mereka tidak hanya sekadar tampil di Sekolah sebagai guru tapi juga bisa mengerjakan tugas-tugas diluar Sekolah.

    “Nah, untuk melengkapi pak bupati tadi, guru-guru Petra itu dilengkapi dengan kemampuan di sekolah secara invidual, mereka sangat komitmen. Pagi jemput anak sekolah, ajak mereka sekolah, kalau tidak bisa mereka kasi les tambahan, kalau kemalaman mereka nginap dirumah orangtua anak, besoknya baru pulang. Dirumah itu, mereka jadi berkat, hari sabtu mereka pelayanan masyarakat, mereka bersama bapa-bapanya di kebon yang bertani, di ladang sama-sama pelihara babi. Sama mama-mama papua, disana masak-memasak PKK dan hari minggunya mereka pelayanan gereja. Mereka guru sekolah minggu, kalau mereka dipercayakan lagi, mereja jadi pelayan mimbar. Itulah terbentuk suatu kebersamaan. Jadi buat anak-anak itu menjadi kesatuan, dan sama papa mama di Papua mereka juga menjadi rekan kerja di ladang pada hari Sabtu,” jelasnya.

    “Ini yang coba kita bangun bahwa pelatihan Indonesia Cerdas ini harus sifatnya integrated dari guru yang disiapkan sebagai guru, sebagai hamba Tuhan dan juga hamba masyarakat. Oleh sebab itu ada pelayanan doulos mereka diajarkan untuk mencuci kaki rekan-rekan guru… Dari situlah mereka belajar untuk jadi hamba juga, tapi mentalnya prajurit,” pungkas Pak Haw mengakhiri bincang-bincang hari itu.

  • Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si: Papua butuh guru yang punya kekuatan yang luar biasa, punya karakter kuat untuk hasilkan generasi luar biasa.

    Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si: Papua butuh guru yang punya kekuatan yang luar biasa, punya karakter kuat untuk hasilkan generasi luar biasa.

    SENTUL, WARTANASRANI.COM – Didampingi Dr. Hauw S. Santosa, Sekretaris Umum Yayasan Transformasi INDONESIA CERDAS (INDOCER) dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Alpius Toam, ST., MT., Bupati Kabupaten Jayapura Mathius Awoitauw, SE., M.Si menyampaikan capaian kerjasama INDOCER dan Pemda Kabupaten Jayapura kepada awak media di rumah pelatihan PETRA (Pendidik Transformasi), Sentul Bogor, Jawa Barat, kamis (5/4/2018).

    Bupati Jayapura saat memberikan sambutan disela-sela pelatihan guru Petra (Pendidik Transformasi) INDOCER

    “Kerjasama dengan Indonesia Cerdas sudah terjalin dengan baik. Kita udah kerjasama 3 tahun yang lalu dan kita sudah komunikasi bagaimana ini bisa dikembangkan untuk perubahan yang lebih besar lagi,” ungkap Bupati Kabupaten Jayapura saat diberi kesempatan oleh Dr. Hauw untuk menjawab pertanyaan wartawan.

    Mathius mengakui bahwa kontribusi INDOCER untuk kemajuan pendidikan di Papua khususnya Kabupaten Jayapura sangat terasa dampaknya. Rasa terima kasih dan apresiasi atas kepedulian INDOCER bagi Papua pun dilontarkan Bupati ini. Bahkan saat berada di Jakarta karena suatu tugas, Bupati Kabupaten Jayapura ini menyempatkan diri berkunjung ke rumah pelatihan (PETRA) Pendidik Transformasi.

    “Kebetulan saya ada acara di Jakarta, saya sempatkan berkunjung ke sini, ke teman saya Hauw. Teman saya ini dan INDOCER luar biasa sangat peduli dengan kami di Papua,” terangnya.

    Ditanya soal kendala dunia pendidikan Papua, dimana guru putra daerah tidak mau menjadi guru di daerah pedalaman, Mathius membenarkan dan mengungkapkan bahwa dibutuhkan suatu pola pendekatan yang bisa dipertanggungjawabkan, untuk dapat merubah pola pikir (khususnya di Papua) demi masa depan Indonesia yang lebih hebat.

    “Kedepan harus temukan suatu pola yang penting, mungkin juga bisa memberikan masukan terhadap pemerintah bahwa merubah mindset terhadap masa depan Indonesia yang lebih hebat ini (khususnya di Papua) perlu ada pendekatan-pendekatan yang lain dan kita bisa pertanggugjawabkan itu,” ungkapnya.

    “Di Papua inikan masalah budaya, di Papua budaya sosialnya terlalu tinggi. Kenapa? Karena memang alam membentuk budaya itu. Dia kalau mau makanan, ambil saja di hutan. Jadi dia merasa bahwa hidup ini tidak sulit sehingga untuk berjuang, itu juga perlu waktu. Nah, ketika ini ditantang untuk dipersiapkan di daerah-daerah yang sulit, saya pikir ini memang perlu suasana lain juga dengan teman-teman lain untuk melihat. Saya pikir kita tidak bsia dengan cara-cara yang biasa, perlu ada teman lain yang bisa sama-sama berkolaborasi disitu, untuk sambil mengisi dan menguatkan, itu suatu cara yang bisa kami pakai untuk keluar dari budaya atau kebiasaan yang ada,” ungkapnya lagi.

    Melihat persoalan yang tidak mudah untuk pengembangan pendidikan di Papua, Bupati Jayapura ini menyatakan bahwa Papua membutuhkan guru-guru yang punya kekuatan luar biasa, yang punya karakter kuat sehingga bisa menghasilkan generasi yang luar biasa.

    “Papua inikan setelah masa misionaris, terus pembangunan yang begitu gencar, ini sudah mulai terangkat dari akar yang kuat itu. Sudah mulai terasa. Kita harus kembali lagi melihat bagaimana sumber daya manusia ini. Dari dasarnya kita harus membangun dasar yang kuat. Ya, mungkin dengan pendekatan-pendekatan formal. Sejak dini, harus dipersiapkan kekuatan-kekuatan ekstra dengan guru-guru yang baik. Karena ditangan guru yang baik bisa menghasilkan generasi yang luar biasa. Saya pikir kuncinya disitu. Guru yang harus punya karakter, guru yang punya kekuatan yang luar biasa. Kalau biasa-biasa, papua sangat sulit,” pungkasnya.

    “Sumber daya manusia usia dini itu menentukan masa depan kita bersama, oleh karena itu dengan kita masuk pendekatan seperti ini, kita siapkan generasi muda gereja juga. Karena sekolahkan tidak melihat dari gereja mana mereka berasal,  anak-anak ini bisa cerdas kedepan, dan dia bisa digunakan dimasa depan oleh gereja,” pungkasnya lagi.

    Sebagai pelaksana dilapangan, Kadis Pendidikan Kabupaten Jayapura, Alpius Toam, ST., MT., juga membenarkan apa yang telah disampaikan Bupati Jayapura soal kontribusi positif INDOCER untuk kemajuan pendidikan di Papua khususnya Kab. Jayapura.

    “Memang hasilnya, seperti yang Bapak Bupati jelaskan, mereka dalam 2 tahun bekerja itu cukup signifikan. Tahun 2016 kami mencoba lakukan cerdas cermat tingkat SD, SMP dan SMA, dan sebelumnya, yang dapat juara itu di daerah yang sekitar Sentani (kota). Tapi tahun 2016, sudah mulai berbalik. Daerah pinggiran sudah mulai bersaing. Dan tahun 2017 sangat signifikan, karena hampir merata. Pinggiran dengan di kota hampir berimbang. Bahkan untuk lomba matematika  bersaing untuk dapat juara satu itu, daerah pinggiran di Yapsi (daerah terpencil) yang bersaing cukup ketat. Saat kami adakan OSN, justru yang juara satu yang sekarang ini dari wilayah Yapsi,” sebut Kadis Pendidikan Kab. Jayapura ini.

    Tak pelak lagi, melihat kontribusi yang sangat signifikan dari Indonesia Cerdas ini, maka kontrakpun diperpanjang oleh Pemda Kabupaten Jayapura.

    “Penyebaran mutu mulai terjadi ketika guru ini sudah kita kirimkan ke daerah pinggiran. Karena itu, Bapak Bupati kemarin memastikan mereka, bahwa kontrak dengan Indonesia Cerdas itu 2 tahun di perpanjang dengan SK Pemda yang ditandatangani Pak Bupati. Untuk 315 dan sekarang itu sudah 323. Ini yang sudah SK. Itu memastikan bahwa pemerintah memberikan dukungan bahwa mereka cukup bertahan di daerah terpencil. Ini tujuannya supaya mereka berkolaborasi dengan tema-teman dari papua. Selain mengajar, ada juga tugas masyarakat. Memberi dukungan pada pemerintah kampung. Dan Pemda Kabupaten Jayapura dengan APBD sudah menganggarkan 14,2 milyar untuk membiayai guru-guru,” tandasnya.

    Dibagian akhir, Bupati Kabupaten Jayapura mengajak semua elemen, khususnya gereja untuk memberi dukungannya demi kemajuan pendidikan Papua khususnya Kabupaten Jayapura.

    “Gereja-gereja ayo memberikan dukungan. Temman-teman gereja bisa memberi kontribusi di bidang pendidikan untuk Papua,” ajak Mathius Awoitauw, SE., M.Si.

    Tak ketinggalan, Dr. Hauw S. Santosa, Sekretaris Umum Yayasan Transformasi INDONESIA CERDAS (INDOCER)melontarkan ajakan yang sama pada semua pihak yang peduli untuk Papua khususnya dibidang pendidikan untuk memberi kontribusi nyata.

    “Bukan Cuma dari Indonesia Cerdas, tapi Pak Bupati kepingin juga dari teman-teman atau hamba-hamba Tuhan yang lain juga melalui wartawan–wartawan ini bisa ikut terlibat,” ajaknya penuh semangat.