Author: admin

  • Manmin Center Jakarta dan Formag Jaktim Kerjasama Gelar KKR Mujizat Kesembuhan dan Penyembahan 2018

    Manmin Center Jakarta dan Formag Jaktim Kerjasama Gelar KKR Mujizat Kesembuhan dan Penyembahan 2018

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Pentingnya membangun spiritualitas khususnya umat Kristiani, FORMAG JAKARTA TIMUR (Forum Musyawarah Antar Gereja) bekerjasama dengan MANMIN CENTER JAKARTA akan menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Mujizat Kesembuhan dan Penyembahan 2018, pada hari sabtu, 14 April 2018, mulai pukul 15.00 Wib sampai selesai.

    KKR khusus kalangan kristiani ini akan menghadirkan pembicara, Rev. Hessun Lee, Manmin World Guidance Pastor dari Korea Selatan. Sementara tempat pelaksanaannya di Gedung Chapel GBI Mawar Sharon, Jl. Kelapa Hibrida Timur Permai, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    Respon umat Kristiani dengan membanjiri tempat pelaksanaan KKR Mujizat Kesembuhan dan Penyembahan ini menjadi doa seluruh panitia. Untuk memudahkan umat Kristiani menghadiri acara KKR ini, Panitia Pelaksana menyiapkan Bus angkutan di beberapa titik penjemputan Jabodetabek, antara lain: RGTC, Rusun Albo, Rawamangun, Utan Kayu, GPdI Hosana Jl. Narada, Rusun Bidara Cina, Rusun Pulo Gebang, Rusun Marunda, dan Kebon Bawang Tanjung Priuk. Untuk jelasnya dapat menghubungi Pdt.Morgan Tobeng di nomor handphone 0813-8420-0842.

    Adapun kepanitiaan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) ini diketuai oleh Pdt. R. B. Rory, M.Th, Sekretaris Pdt. Andreas J. Bessie, S.Th dan Bendahara Dra. Veyni R. Mamahit.

    Segala persiapan lewat rapat dan reli doa puasa untuk lawatan Tuhan Yesus Kristus dalam acara yang sangat memberkati umat Kristiani Jabodetabek ini, telah dilakukan jauh-jauh hari.  Harapan panitia, kuasa dan mujizat Tuhan seperti tertuang dalam Kitab Injil Matius 11:5, yaitu; yang buta melihat dan lumpuh berjalan, yang kusta menjadi tahir, yang tuli mendengar, yang mati dibangkitan dan kepada yang miskin diberitakan kabar baik, terjadi untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus.

    Bagi yang membutuhkan informasi lengkap terkait acara ini, dapat menghubungi Contact Person: Herry A (081311255789), Marcel P. (085811777405), Dhany S. (081291212316), dan Andreas B. (0811926101).

    Brosur KKR Mujizat Kesembuhan dan Penyembahan 2018

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Pentingnya membangun spiritualitas khususnya umat Kristiani, FORMAG JAKARTA TIMUR (Forum Musyawarah Antar Gereja) bekerjasama dengan MANMIN CENTER JAKARTA akan menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Mujizat Kesembuhan dan Penyembahan 2018, pada hari sabtu, 14 April 2018, mulai pukul 15.00 Wib sampai selesai.

    KKR khusus kalangan kristiani ini akan menghadirkan pembicara, Rev. Hessun Lee, Manmin World Guidance Pastor dari Korea Selatan. Sementara tempat pelaksanaannya di Gedung Chapel GBI Mawar Sharon, Jl. Kelapa Hibrida Timur Permai, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    Respon umat Kristiani dengan membanjiri tempat pelaksanaan KKR Mujizat Kesembuhan dan Penyembahan ini menjadi doa seluruh panitia. Untuk memudahkan umat Kristiani menghadiri acara KKR ini, Panitia Pelaksana menyiapkan Bus angkutan di beberapa titik penjemputan Jabodetabek, antara lain: RGTC, Rusun Albo, Rawamangun, Utan Kayu, GPdI Hosana Jl. Narada, Rusun Bidara Cina, Rusun Pulo Gebang, Rusun Marunda, dan Kebon Bawang Tanjung Priuk. Untuk jelasnya dapat menghubungi Pdt.Morgan Tobeng di nomor handphone 0813-8420-0842.

    Adapun kepanitiaan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) ini diketuai oleh Pdt. R. B. Rory, M.Th, Sekretaris Pdt. Andreas J. Bessie, S.Th dan Bendahara Dra. Veyni R. Mamahit.

    Segala persiapan lewat rapat dan reli doa puasa untuk lawatan Tuhan Yesus Kristus dalam acara yang sangat memberkati umat Kristiani Jabodetabek ini, telah dilakukan jauh-jauh hari.  Harapan panitia, kuasa dan mujizat Tuhan seperti tertuang dalam Kitab Injil Matius 11:5, yaitu; yang buta melihat dan lumpuh berjalan, yang kusta menjadi tahir, yang tuli mendengar, yang mati dibangkitan dan kepada yang miskin diberitakan kabar baik, terjadi untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus.

    Bagi yang membutuhkan informasi lengkap terkait acara ini, dapat menghubungi Contact Person: Herry A (081311255789), Marcel P. (085811777405), Dhany S. (081291212316), dan Andreas B. (0811926101).

    Brosur KKR Mujizat Kesembuhan dan Penyembahan 2018

  • SMA Galatia Kota Bekasi Rayakan Paskah Bersama di TMII

    SMA Galatia Kota Bekasi Rayakan Paskah Bersama di TMII

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Bertempat di Anjungan Sumatera Utara, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), SMA Galatia Kota Bekasi menggelar perayaan Paskah Bersama, hari ini, senin (2/04/2018). Kesederhanaan tampak pada perayaan Paskah yang diikuti siswa-siswi kelas X dan XI ini.

    Suasana Ibadah Paskah SMA Galatia Kota Bekasi di Anjungan Sumatera Utara TMII

    Kegiatan kerohanian yang baru pertama kali dilaksankan diluar Sekolah ini, menurut ketua panitia, merupakan implementasi dari program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang penguatan pendidikan karakter.

    “Paskah bersama ini adalah bagian dari kegiatan sekolah (SMA Galatia Kota Bekasi) untuk mendukung program pemerintah lewat Kemendikbud soal penguatan pendidikan karakter,” ungkap ketua panitia, Ronald Onibala.

    “Meneladani dari pengorbanan dan kebangkitan Yesus Kristus, maka sikap mengasihi sesama, setia, rela berkorban, dan tolong-menolong menjadi nilai-nilai yang diangkat dalam kegiatan paskah ini. Dan menjadi harapan kami, para siswa mampu mengaplikasikan nilai-nilai ini dalam kehidupan pribadi, kelompok, keluarga, bahkan dalam hidup mereka bermasyarakat,” tambah guru mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti ini.

    Sementara itu, dalam Ibadah singkat yang dipimpin oleh Bapak Eddy Purnairawan, guru Mapel Ekonomi, tampak para siswa khidmat mendengar khotbah yang mengangkat tema, visi dan misi Allah bagi manusia, dengan nats pokok Alkitab, Kejadian 1:26a.

    “Kita harus tahu apa yang menjadi visi dan misi Allah, yaitu supaya kita memiliki sifat, sikap dan perilaku seperti Allah, karena kita diciptakan segambar dan serupa dengan Allah,” terangnya.

    Dibagian lain acara, kemeriahan dan sukacita terlihat saat diadakan perlombaan. Mulai dari menghias telur paskah, mencari telur paskah, quis Alkitab, tebak ayat Alkitab dan quis kata bersambung diikuti oleh peserta dengan antusias.

    Saya duluan angkat tangan! kelompok ini yang pertama, kak! Yes, saya menang! Menjadi kata dan kalimat saat perlombaan atau quiz yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam menjawab pertanyaan yang diajukan.

    Salah satu siswa, Anastasia mengungkapkan bahwa kegiatan paskah bersama di TMII sangat menarik dan perlu dilaksanakan kembali di tahun-tahun berikutnya.

    Kegiatan ini sangat menarik. Selama inikan paskahan di aula, baru kali ini dilaksanakan diluar sekolah. Jadi perlu dilaksanakan lagi di tahun-tahun berikutnya walaupun di tempat yang berbeda,” ujar siswi kelas X MIPA ini.

    Kesan yang sama disampaikan Bapak Sunarno Sastroatmodjo, guru mapel Geografi dan Biologi, yang ikut sebagai guru pendamping.

    “Kegiatan ini sangat bagus, karena pendidikan itu tidak hanya mendidik dalam hal ilmu pengetahuan tetapi juga mental spiritual, baik berlandaskan religi maupun kebudayaan nasional,” ungkapnya.

    “Harapan saya, anak-anak bisa meneladani ketulusan Yesus Kristus dalam menjalani penderitaan demi keselamatan umat manusia dari lembah dosa,” ungkapnya lagi penuh harap.

  • Seminar dan Deklarasi Umat Kristen Protestan Provinsi Jawa Barat

    Seminar dan Deklarasi Umat Kristen Protestan Provinsi Jawa Barat

    BANDUNG, WARTANASRANI.COM – Ditengah-tengah maraknya, penyebaran berita-berita hoax, ujaran kebencian, isu sara, black campaign, serta money politic dalam menyongsong Pemilu/Pilkada, maka Bawaslu melakukan upaya pencegahan melalui lembaga keagamaan maupun organisasi kemasyarakatan. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan dengan diselenggarakannya sosialisasi dan seminar pengawasan pemilu partisipatif bagi warga gereja pada hari selasa-rabu (27-28/03-2018) bertempat di Hotel Luxury Trans Studio Bandung.

    Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat Bpk. Harminus Koto, M.I.Kom mengajak kepada seluruh stakeholder dan seluruh kelompok masyarakat untuk dapat menggunakan hak pilihnya serta melakukan pegawasan dalam Pemilu/Pilkada. Serta tegas menolak segala bentuk black campaign, money politic, isu sara, serta hoax, yang tidak sesuai dengan undang-undang di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Khususnya dalam hal ini di tempat-tempat ibadah yaitu gereja. Oleh sebab itu ia berharap agar seluruh elemen masyarakat bahkan warga gereja, agar dapat bekerja sama dengan Bawaslu dan tidak melibatkan diri dari hal-hal tersebut.

    Seminar yang dibagi beberapa kelas  dihadiri oleh ratusan peserta. Pemateri mengajak untuk setiap warga Negara Indonesia yang telah sesuai dengan persyaratan yaitu berumur 17 tahun keatas / yang sudah menikah, memiliki hak sebagai warga Negara untuk menjadi pemilih dan pengawas dalam Pemilu/Pilkada yang tidak lama lagi akan akan berlansung di seluruh pelosok nusantara pada pemilihan kepala daerah di 171 daerah, yang terdiri dari  17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten tahun 2018 dan pemilihan serentak untuk anggota legistlatif kabupaten kota, provinsi dan nasional serta pemilihan presiden dan wakil presiden akan berlangsung pada tahun 2019.

    Beberapa narasumber yang menjadi pemateri diantaranya  adalah Pdt. Supriatno, M.Th (Pendeta Jemaat Sinode GKP) berbicara mengenai Peran & Partisipasi Gereja Mewujudkan Pilkada Bersih. Kaprodi Fakultas Hukum Universitas Kristen Maranatha Bandung Ibu Rahel Octora, SH.,M.Hum, mengupas materi mengenai Cerdas Ber-Media Sosial dalam Pilkada. Dan Pengamat Pemilu Bpk. Jeirry Sumampouw menyampaikan materi Mungkinkah Pilkada Tanpa Politik Sara dan Politik Uang?. Materi yang dikemas sedemikian rupa memberikan wawasan serta pengetahuan yang baru bagi para peserta. Penekanan pemateri adalah agar setiap warga masyarakat khususnya gereja untuk mengambil sikap dan katakan tidak pada segala bentuk ajakan black campaign, money politic, isu sara, serta hoax dan berhati-hati dalam menggunakan media social. Sehingga tidak terjerat hukum dan memberikan sumbangsih positif pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

    Pada hari kedua acara ditutup dengan deklarasi warga gereja Provinsi Jawa Barat yang di wakili oleh lembaga gereja, organisasi kemasyarakatan serta mahasiswa. Adapun isi dari deklarasi tersebut adalah :

    Kami umat Kristen yang tergabung dalam Seminar Kebangsaan 2018, bertekad serta bersungguh-sungguh untuk menjaga persaudaraan, perdamaian dan keutuhan Bangsa dan Negara Indonesia serta berkomitmen untuk :

    1. Berperan aktif melakukan upaya pencegahan menolak segala bentuk politik uang, kampanye hitam serta kampanye yang bermuatan SARA yang dapat memecah persatuan dan kesatuan Bangsa,
    2. Mengajak dan selalu mengingatkan umat Kristen dan masyarakat pada umumnya untuk cerdas dan bijak dalam bermedia social serta tidak mudah terprovokasi berita yang belum tentu kebenarannya,
    3. Mendorong umat Kristen dan masyarakat untuk berperan aktif dalam mewujudkan PILKADA bersih dan bermartabat,
    4. Berperan aktif untuk memberikan informasi jika menemukan pelanggaran dari atau indikasi pelanggaran dalam proses PILKADA.

    Kesepakan deklarasi tersebut ditandai dengan penandatanganan bersama yang dilakukan oleh Bawaslu, Yakoma PGI, Sinode GKP, serta seluruh perwakilan organisasi masyarakat, lembaga gereja serta mahasiswa. (red)

  • Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Bagi Warga Gereja

    Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Bagi Warga Gereja

    BANDUNG, WARTANASRANI.COM – BAWASLU (Badan Pengawas Pemilu) Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan YAKOMA (Yayasan Komunikasi Masyarakat) PGI dan  Sinode GKP menyelenggarakan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif bagi Warga Gereja pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota tahun 2018.

    Acara yang berlangsung selama dua hari berturut-turut Selasa – Rabu (27-28/03/2018) bertempat di Hotel Luxury Trans Studio Bandung.

    Pesta Demokrasi di Indonesia akan segera berlangsung di tahun 2018 dan 2019, di tahun 2018 berlangsung pemilihan kepala daerah di 171 daerah, yang terdiri dari  17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. Pemilihan serentak untuk anggota legistlatif kabupaten kota, provinsi dan nasional serta pemilihan presiden dan wakil presiden akan berlangsung pada tahun 2019.

    Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya pencegahan dan peningkatan fungsi kelembagaan BAWASLU Provinsi Jawa Barat. Mengingat laju perkembang arus Informasi, maka diharapkan agar warga gereja untuk menghindari berita-berita HOAX, heat speech / ujaran kebencian, black campaign, money politic (politik uang) serta cerdas dalam menggunakan media sosial seperti Facebook, Path, Twitter dan lain-lain. Juga ikut serta dan aktif dalam pengawasan PILKADA dan PEMILU sehingga dapat memilih seorang pemimpin yang bersih dan dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk melayani rakyat.

    Kepala Staff Sekretariat BAWASLU Jawa Barat Drs. Eliazar Barus, M.Si menjelaskan kepada awak media bahwa “Mengawasi PEMILU itu merupakan hak setiap warga Negara, bukan hanya ikut memilih tetapi juga mengawasi dari awal tahapan PILKADA sampai selesai dan berakhirnya masa jabatan calon terpilih nantinya”, pungkasnya.

    Ia juga sangat mengapresiasi respon positif dari warga gereja untuk ikut mengambil bagian dalam pengawasan PILKADA dan PEMILU secara bersih. Hal ini terlihat saat pelaksanaan begitu banyak perwakilan dari lembaga gereja dan lembaga keumatan lainnya seperti PEWARNA (Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia) Jawa Barat, GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) dan lain-lain.

    Ada 5 hal penting yang menjadi maksud dan tujuan kegiatan ini, yaitu :

    1. Memberikan pemahaman kepada Warga Gereja terkait struktur kelembagaan Pengawas Pemilu, teknis pengawasan, serta mekanisme dan prosedur penanganan pelanggaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2018;
    2. Mendorong partisipasi aktif dan kritis pemilih dalam mengawasi setiap tahapan Pilkada yang berlangsung;
    3. Memberikan pemahaman kepada pemilih (warga gereja) agar tidak memproduksi dan menyebarkan isu SARA melalui media sosial;
    4. Membangun kepekaan pemilih dalam menyaring dan menyebarkan informasi melalui Media Sosial dalam proses Pilkada Serentak 2018;
    5. Mengingatkan pemilih tentang bahaya politisasi SARA dan politik uang, serta komitmen mewujudkan pilkada bersih dan bermartabat.

    Pada kesempatan yang sama, YAKOMA PGI juga berharap untuk setiap warga gereja turut berpartisipasi dan melakukan pengawasan serta dapat menggunakan akun media sosialnya secara bijak, demi terlaksannya PILKADA yang damai dan bersih.

    “Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh YAKOMA, dan tentu hal ini didukung oleh BAWASLU dalam rangka tahun Politik 2018. Jadi tugas YAKOMA adalah menyiapkan warga gereja, Pertama untuk berpartisipasi dalam PILKADA tahun 2018. Lalu yang Kedua lebih penting lagi untuk terlibat dalam proses PILKADA ini. Dan yang Ketiga adalah YAKOMA diberikan mandat untuk mendorong warga gereja untuk memanfaatkan media sosial secara bijak”, pungkas Ibu Irma Simajuntak sebagai Direktur YAKOMA PGI.

    Tanggapan dan harapan panitia penyelenggara, dari Sinode GKP (Gereja Kristen Pasundan) yaitu Pdt. Daryatno Ketua 2 Bidang Pelayanan dan Kesaksian. Ia mengatakan bahwa menyadari PILKADA ini adalah merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk diantaranya warga gereja. Dan ini juga merupakan tanggung jawab para pemimpin gereja untuk melengkapi dan mempersiapkan setiap warga jemaatnya untuk ikut serta mensukseskan PILKADA secara bersih dan bermartabat.  Karena gereja tidak terlepas dari kehidupan bermasyarakat, gereja bagian dari Negara ini.

    Warga gereja yang menjadi peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, sekalipun acara berlangsung selama dua hari, namun tidak menyurutkan semangat para peserta. Bagi peserta kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat positif, selain untuk menambah wawasan serta pengetahuan, kegiatan ini juga dianggap penting untuk bergandengan tangan dengan pemerintah mewujudkan PILKADA 2018 dan PEMILU 2019 bersih dan damai.

    Saat ditemui awak media seorang peserta mewakili Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel Bandung, mengakui bahwa kegiatan ini memberikan dampak yang positif, dan membuka wawasannya bahwa ternyata sebagai masyarakat biasa bisa ikut andil dalam pengawasan PILKADA.

    “Responnya baik soalnya sebelumnya tidak memiliki pengetahuan politik seperti ini. Dan setelah mengikuti kegiatan ini, ternyata dalam kehidupan sehari-hari kita bisa ikut andil”, kata Jella Detriamei.

    Tentunya menjadi harapan bersama sebagai warga Negara yang baik, harus menggunakan hak pilihnya dalam menentukan calon pemimpin di setiap daerah, dan menjadi pemilih yang cerdas dan bijak serta ikut serta melakukan pengawasan dalam PILKADA sehingga dapat berjalan secara adil, jujur, bersih dan damai. (red)

  • Pewarna ID Beri Penghargaan AWI 2017 Kepada Wali Kota Bekasi

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna ID) menganugerahi Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi Apresiasi Warna Indonesia (AWI) sebagai figur Birokrat Toleran. Menurut Ketua Pewarna ID, Yusuf Mudjiono, terpilihnya Rahmat Effendi sebagai figur yang turut mewarnai Indonesia karena sikapnya yang berani “Pasang Badan” dari upaya sekelompok massa yang menolak pembangunan sebuah gereja katolik di Bekasi.

    “Yang memilih bukan kita tetapi para juri yang terdiri dari dua unsur aras gereja, ormas kristen dan penasehat Pewarna,” kata Yusuf Mudjiono dalam sambutannya sebelum penyerahan plakat penghargaan kepada 12 figur yang terpilih di MDC Hall, Wisma 76, Slipi, Jakarta, Jumat (25/08/2017).

    Penyerahan penghargaan dalam bentuk plakat tersebut diserahkan oleh ketua Pewarna kepada Kepala Biro Hukum pemerintahan Wali Kota Bekasi, Ferry Lumban Gaol mewakili Rahmat Effendi yang berhalangan hadir karena tugas kerja yang lebih penting.

    “Ini penghargaan yang kesekian kali kepada Wali Kota Bekasi karena sikapnya siap  kepalanya ditembak karena memberi ijin pembangunan sebuah gereja katolik di Bekasi. Beliau sudah mengenal dan dekat dengan Pewarna. Beliau mengucapkan terima kasih kepada Pewarna yang memberikan penghargaan ini,” kata Ferry.

    Bukan Cuma Wali Kota Bekasi, Pewarna ID juga memberikan AWI 2017 kepada 10 figur lainnya yang dinilai telah mewarnai bangsa, khususnya umat kristiani. Keduabelas figur tersebut selain Rahmat Effendi antaralain; GP Ansor untuk kategori sahabat keberagaman, Romo Magniz Suseno dari aspek Hubungan Lintas Agama, Saor Siagian mewakili Advokat, Sabam Sirait di bidang politik, Putera Nababan kategori mewarnai jurnalistik, Sahat Sinurat (Ketua GMKI) mewakili Pemuda, BPH GBI dari aspek misi kekristenan dan Bambang Widjaja dari aspek lintas aras.

    Selain penghargaan terhadap figur yang telah memberi warna, Pewarna ID juga memberi apresiasi kepada 12 figur yang menjadi sahabat Pewarna. Mereka diantaranya; Murfati Lidianto Lie, Rekson Sitorus, Arseto Pariadji, Jeffry Tambayong, Luis Pakaila dan lainnya. (ARP)

  • TIM PENGINJILAN PEDULI KASIH GPDI SULBAR: HIDUP INI HARUS JADI BERKAT

    KAB. MAMUJU, WARTANASRANI.COM – Memenuhi panggilan Amanat Agung dalam Matius 28:19-20, TIM PEDULI KASIH GPdI Sulawesi Barat turun ke beberapa tempat di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju dan Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. “Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus adalah misi gereja. Memenuhi Amanat Agung adalah tujuan utama gereja. Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus adalah misi kita yang merupakan kesinambungan dari misi Yesus Kristus. Untuk Amanat Agung inilah Tim Peduli Kasih GPdI Sulawesi Barat terjun melakukan pelayanan penginjilan.” Pungkas Pdt. Reky Onibala, S.Th.

    Dijelaskan gembala GPdI Desa Belang-Belang, Mamuju, Sulawesi barat ini, selama 2 hari (25-26 Juli 2017), rombongan Tim Peduli Kasih yang terdiri dari Pdt. Reky Onibala bersama isteri, Pdt. Leonos Masa bersama isteri, Pdt. Fredy Sondakh serta Pdt. Ibrahim Mangala, harus menempuh perjalanan yang tidaklah mudah. “Kendala yang kami hadapi adalah perjalanan yang tidak saja lewat darat tapi juga melalui sungai yang deras dengan biaya yang tinggi saat mengunjungi sidang di Kalumpang. Dan untuk wilayah Karossa, kami harus melewati gunung yang jalannya berbatu lepas dan becek. Bahkan kami harus basah kuyup, mendorong mobil serta jalan kaki ditengah panas terik matahari,” ujar Pdt. Reky Onibala.

    Namun demikian menurut hamba Tuhan jebolan Sekolah Alkitab Malino, Sulawesi Selatan ini, menerobos jalan-jalan darat yang berlumpur yang sulit dilalui oleh kendaraan serta naik perahu melewati sungai yang deras dengan biaya tinggi, tidak membuat tim kehilangan sukacita dan damai sejahtera dalam penginjilan ini. “Sulitnya medan yang dilalui, tidak membuat tim ini patah semangat dan kehilangan sukacita, apalagi melihat respon gembala, jemaat dan masyarakat yang sangat bersukacita menyambut kehadiran tim,” ujar Pdt. Reky Onibala, penuh semangat.

    Ditambahkannya pula, lawatan Tuhan dalam pelayanan KKR menambah motivasi tim untuk semakin melayani dengan sunguh-sungguh. “Kami bersyukur melalui kehadiran kami, mereka dapat mendengar Injil, mengalami kesembuhan dan kelepasan dari ikatan dosa dan juga kuasa kegelapan. Bahkan ada 2 jiwa yang dibaptis,” ucap Pdt. Reky penuh syukur.

    Sementara itu, sebagai bentuk kepedulian serta sesuai motto tim “Hidup Harus Jadi Berkat”, Tim Peduli Kasih juga menyentuh tempat pelayanan yang dikunjungi dengan memberikan bantuan nyata secara materi untuk pembangunan WC dan Kamar mandi bahkan pengadaan sepeda motor bagi hamba Tuhan setempat.

    Rasa syukur dan terima kasih tak terhingga terlihat dari gembala dan jemaat yang dikunjungi. Air mata sukacita penuh kebahagiaan membasahi pipi hamba-hamba Tuhan ini saat menerima bantuan kendaraan bermotor yang sangat bermanfaat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan setempat.

    Berikut susunan pengurus Tim Peduli Kasih:

    Penasehat: Ibu Elis Matsud

    Ketua : Pdt. Edison Bombong, S.Th

    Wakil Ketua: Pdt. Leonos Masa

    Sekretaris: Pdt. Arnold Nurlatu

    Bendahara: Pdt. Reky Onibala

    “Penginjilan dari Tim Peduli Kasih akan terus berlanjut di hari-hari yang akan datang, bahkan tanggal 19 September 2017 akan kembali mengadakan KKR,” tegas hamba Tuhan kelahiran Manado ini, menjawab pertanyaan Redaksi Wartanasrani.com.

  • Pengurus PAC dan Ranting Partai Gerindra Medan Satria Resmi Dilantik

    Pengurus PAC dan Ranting Partai Gerindra Medan Satria Resmi Dilantik

    KOTA HARAPAN INDAH,  WARTANASRANI.COM – Ketua DPC Gerindra Kota Bekasi, Ibnu Hajar Tanjung melantik Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara dan Pengurus Ranting di Kota Harapan Indah Bekasi Jumat (23/03/2018). Acara pelantikan pengurus PAC dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Bekasi Murfati Lidianto, SE dan beberapa tokoh agama, tokoh masyarakat juga PAC Bekasi Barat, PAC Pondok Melati, PAC Jatisampurna dan PAC Pondok Gede.

    Dalam sambutannya sebelum melantik para pengurus, Ibnu Hajar Tanjung mengajak seluruh PAC dan Ranting untuk menyamakan persepsi agar tujuannya sama. Dirinya yakin apabila para pengurus memiliki persepsi yang sama, maka besar kemungkinan untuk memenangkan Pilkada baik Walikota Bekasi dan Pemilihan Gubernur yang tidak lama lagi akan berlangsung, bahkan sampai Pemilu 2019.

    Saya berharap kepada rekan-rekan, kita samakan persepsi” ucapnya penuh harap.

    Juga dia berharap untuk tetap kompak dan apabila ada masalah, harus diselesaikan secara damai dan penuh kekeluargaan diantara para pengurus, untuk tidak membeberkan masalah tersebut ke ranah public.

    Jadi kepada bangsawan, kepada pengurus-pengurus yang akan dilantik, kita harus kompak kalau ada masalah selesaikan didalam, selesaikan dikantor. Kalau diranting selesaikan diranting, tidak perlu orang tahu ” tegasnya.

    Pada kesempatan yang sama juga Murfati Lidianto, SE sebagai Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Gerindra, dalam sambutannya merasa bersyukur karena diberikan kesehatan oleh Tuhan, dan kebahagiaan saat mengikuti acara pelantikan.Dia kembali mengajak agar para pengurus untuk tetap kompak. Dimana hal tersebut sudah nampak saat menggelar Pengobatan Gratis bagi ratusan masyarakat Medan Satria.

    Pertama-tama kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita diberikan kesehatan, kita diberikan kebahagiaan dalam rangka pelantikan PAC kecamatan Medan Satria.

    Sekalipun acara pelantikan dilaksanakan pada malam hari, namun tidak mengurangi semangat para pengurus yang sudah terpilih. Antusiasme yang tinggi terlihat dari setiap insan yang hadir memeriahkan acara pelantikan ini.

    Ketua PAC Meydi F Kaat, dalam sambutannya usai pelantikan mengajak pengurus untu sama-sama bergandengan tangan, bekerja dengan hati dan bekerja semaksimal mungkin untuk pemenangan Gerindra dikecamatan Medan Satria. Tentunya potensi yang dimilikinya tidak dapat diragukan lagi karena sudah terbukti pada periode kemarin dipercayakan sebagai tim sukses, Gerindra Medan Satria berhasil mendulang suara.

    “Pengurus yang sudah dilantik, marilah kita sama-sama bergandengan tangan, kita bekerja dengan hati” pungkasnya.

    Acara pelantikan diakhiri dengan doa dan makan bersama, dengan tidak membedakan satu sama lain, baik pengurus inti sampai kepada ranting-ranting, sebagai keluarga besar Gerindra yang sekalipun berbeda suku, ras dan agama, namun satu kesatuan yaitu Indonesia Raya seperti nama Gerindra itu sendiri Gerakan Indonesia Raya (red).

  • GMKI Laksanakan Seminar Nasional dan Deklarasi Generasi Millenial Menuju Indonesia Emas 2045

    GMKI Laksanakan Seminar Nasional dan Deklarasi Generasi Millenial Menuju Indonesia Emas 2045

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Pengurus Pusat GMKI melaksanakan Penutupan Rangkaian Dies Natalis ke-68 GMKI di Grha Oikoumene PGI-GMKI, Jakarta Pusat, Jumat (16/3). Kegiatan ini diawali dengan Seminar Nasional bertajuk Pancasila, Hubungan Antar Agama, dan Revolusi Industri Ke-4 dan Deklarasi Generasi Millenial Menuju Indonesia Emas 2045 yang bertujuan menjawab tantangan dunia masa depan dengan nilai-nilai konsensus kebangsaan dan umat beragama.

     Pembicara Seminar Nasional bertajuk Pancasila, Hubungan Antar Agama, dan Revolusi Industri Ke-4 dan Deklarasi Generasi Millenial Menuju Indonesia Emas 2045

    Kegiatan seminar ini dihadiri oleh pembicara kunci Prof. Sri Adiningsih yang merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Hadir juga beberapa narasumber antara lain Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H (Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), Baktinendra Prawiro (Ketua Umum Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia), Pdt. Albertus Patty (Ketua MPH Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia), dan Dr. Karuniana Dianta Sebayang (Wasekjen GP Ansor).

    Dalam orasinya, Ketua Watimpres memaparkan bahwa pemerintah telah mengantisipasi kemajuan teknologi yang ditandai dengan Revolusi Industri ke-4 melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan pemanfaatan digital sebagai faktor produksi utama.

    “Kemandegan ekonomi 4 sampai 6 tahun yang lalu, saat ini sudah bisa dipacu dengan lebih baik. Untuk mengarusutamakan kekuatan digital bagi produktivitas masyarakat, pemerintah merencanakan elektrifikasi secara maksimal di seluruh pelosok negeri,” katanya.

    Prof. Sri Adiningsih menyampaikan, terkait dengan Pancasila dan generasi milenial, menurut data CSIS, 91% generasi millenial tidak menginginkan dasar negara berubah.

    “Hal ini menjadi potensi besar untuk terus memacu pembangunan bangsa dengan tetap berlandaskan Pancasila,” katanya.

    Prof. Jimly Asshiddiqie  menjelaskan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur hubungan antar umat beragama yang rukun dan saling mengisi.

    “Amerika yang memiliki nilai-nilai demokrasi, kemanusiaan, dan kepastian hukum cukup kuat dikarenakan “friendly spirit”, yang berasal dari Protestan Ethics. Di Indonesia juga dihidupi oleh “brother/sistership spirit” yang tumbuh dari nilai-nilai Pancasila,” ungkapnya.

    Beliau menyampaikan dalam menghadapi disrupsi teknologi dan ekonomi di masa datang, perlu untuk mempertahankan komunikasi yang baik dan produktif antar umat beragama yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

    Senada dengan itu, Pdt. Albertus Patty menyampaikan keniscayaan Revolusi Industri ke-4 bisa dijawab dengan memanfaatkan kesempatan ini atau membiarkan disrupsi ini menjadi ancaman.

    “Anak muda harus dibekali dengan kemampuan untuk membuat potensi ini menjadi kesempatan yang baik, dan hal ini harus dilakukan sendiri oleh anak muda. Dengan adanya kemajuan teknologi, perkembangan keagamaan juga sangat bergantung pada pemanfaatan alat-alat dijital tersebut, sehingga tidak ada penyalahgunaan teknologi seperti yang terjadi saat ini melakukan hoax, ujaran kebencian di media sosial, dan lainnya,” katanya.

    Ketua Umum PIKI, Baktinendra Prawiro menyampaikan pengamalan Pancasila harus bersumber dari dalam hati nurani. Jika dahulu Pancasila diterjemahkan ke dalam 78 butir dan P4, sekarang harusnya sesuai konteks milenial.

    “Kontekstualisasi ini harus bisa menjawab tantangan disrupsi teknologi dan pemanfaatannya bagi kemanusiaan,” ungkap Bakti.

    Pada akhir kesempatan, Dr Karuniana Dianta Sebayang, ME sebagai perwakilan dari PP Gerakan Pemuda Ansor, menyampaikan sejarah perkembangan Revolusi Industri sampai jilid 4. Beliau juga melampirkan data pengguna internet yang didominasi oleh generasi X dan Y (milenial), namun pada posisi yang hampir sama generasi post-milenial (alpha) juga sudah memahami penggunaan berbagai alat teknologi.

    “Ini merupakan potensi masa depan tapi juga bisa menjadi ancaman. Ketergantungan hari ini terhadap hubungan sosial yang nyata juga terhadap spiritualitas agama, jangan sampai berubah menjadi ketergantungan pada dunia maya,” katanya.

    Suasana Penutupan Rangkaian Dies Natalis ke-68 GMKI di Grha Oikoumene PGI-GMKI, Jakarta Pusat, Jumat (16/3).

    Seminar ini dimoderasi oleh Alan Christian Singkali, Sekretaris Umum PP GMKI yang menyampaikan bahwa tanggungjawab masa depan bukan hanya tanggung jawab negara, sekelompok teknokrat, ataupun alim ulama, tapi tanggung jawab kita semua, khususnya oleh para generasi milenial yang tercerahkan.

    “Ini yang menjadi alasan mengapa GMKI membahas topik ini. Agar generasi millenial tidak tercemar dengan hoax dan nuansa perpecahan, melainkan berkolaborasi dengan nilai-nilai Pancasila, untuk menghadapi tantangan Revolusi Industri ke-4,” katanya.

    Setelah pemberian plakat penghargaan kepada para pembicara, para peserta Seminar melakukan Deklarasi Generasi Milenial Menuju Indonesia Emas 2045 sebagai bentuk komitmen mahasiswa untuk tidak ikut-ikutan melakukan tindakan hoax, mengeluarkan ujaran kebencian, dan tindakan radikal lainnya.

    Deklarasi ini berbunyi, “Generasi Millenial Adalah Pelaksana Nilai-Nilai Pancasila, Generasi Millenial Adalah Pelaku Toleransi di Tengah Masyarakat, Generasi Millenial Adalah Pembangun Peradaban Indonesia”.

    Usai Seminar Nasional, kegiatan dilanjutkan dengan Malam Penganugerahan Panji Perdamaian Johannes Leimena kepada Buya Ahmad Syafi’i Maarif, Romo Frans Magnis Suseno, dan Pdt. S.A.E Nababan. Acara ditutup Orasi Ilmiah dari Dr. Detji Kory Elianor Rooseveld Nuban, S.H., M.Hum dengan tema ‘Reformasi Hukum Dalam Konteks Hubungan Antar Umat Beragama dan Tantangan Revolusi Industri Ke-4’. Detji merupakan dosen Universitas Nusa Cendana Kupang dan meraih doktor di usia 29 tahun. (*)

  • Kuliah Umum STT REM Jakarta: M. Hanif Dhakiri Tegaskan Pentingnya Motivasi Agama dalam Dunia Kerja Zaman Now

    Kuliah Umum STT REM Jakarta: M. Hanif Dhakiri Tegaskan Pentingnya Motivasi Agama dalam Dunia Kerja Zaman Now

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Pentingnya peran agama sebagai motivator untuk mendinamisir pasar kerja, sesungguhnya sangat bisa. Hal ini diungkap Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri dalam Kuliah Umum yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel (STT REM) di Aula Kampus, Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 No. 4 G-K Kelapa Gading, Jakarta Utara, jumat (09/03/2018).

    Suasana Kuliah Umum di Aula Kampus STT REM Jakarta, Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 No. 4 G-K Kelapa Gading, Jakarta Utara

    Menurut Dhakiri, pertumbuhan kapitalisme Eropa yang sangat cepat dari pada kapitalisme dibelahan dunia yang lain, termasuk Asia dan Indonesia, dikarenakan motivasi agama. Mengutip tulisan Max Weber’s, Ia menjelaskan bagaimana pesatnya perkembangan kapitalisme Eropa yang didasari oleh motivasi agama.

    “Menurut Weber’s dalam bukunya, The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism, dulu orang Eropa barat, mereka adalah orang-orang yang sangat taat beragama. Mereka penganut agama Kristen Protestan dimana ada nilai, siapa yang bekerja keras, dia akan masuk Surga”, ungkap pria kelahiran Semarang, 6 Juni 1972 ini.

    “Makanya orang-orang Eropa itu bekerja keras. Pagi (subuh) udah keluar rumah pergi ke ladang ngurusin gandum, nanti sore pulang. Pagi, keluar rumah lagi, sore pulang. Terus menerus. Kalau ditanya, kenapa kamu bekerja sekeras itu? Jawabannya, karena memburu Surga!”, ungkapnya lagi.

    Dhakiri yang pernah dipercaya menjadi Wakil Sekjen DPP PKB untuk kurun waktu 2005 hingga 2010 menegaskan bahwa dari kegigihan orang Eropa bekerja keras menimbulkan efek samping dimana pertumbuhan kapitalisme Eropa berkembang pesat.

    “Gara-gara dia begitu, ada efek samping yang muncul. Efek sampingnya apa? Lumbung gandumnya penuh, lumbung gandumnya melimpah, kekayaanya meningkat. Jadi, dia buru akhirat, dunianya ngikut”, tegas Dhakiri disambut tawa dan tepuk tangan.

    “Nah, itu yang membuat pertumbuhan kapitalisme Eropa menjadi cepat karena di drive oleh motivasi agama itu,” tegas Dhakiri lagi kepada semua yang hadir dalam kuliah umum kepemimpinan ini.

    Mengaitkan dengan tema, “Dunia Kerja Zaman Now”, Menteri Ketenagakerjaan ini kembali memastikan soal peran penting motivasi agama untuk meningkatkan kualitas SDM.

    “Dalam konteks ini, saya ingin menyatakan bahwa sesungguhnya motivasi agama ini, bisa sangat membantu kita, misalnya untuk meningkatkan kualitas SDM kita terutama dari sisi soft skillnya. Bagaimana orang ini harus disiplin, bagaimana orang menyukai kerja keras, bagaimana orang bisa menikmati pekerjaannya, bagaimana orang bisa menikmati hidupnya, tidak dikit-dikit mengeluh”, terang pria yang bernama lengkap Muhammad Hanif Dhakiri, S.Ag., M.Si.

    Penyerahan Cinderamata  oleh Ketua STT REM, Dr. Ariasa Supit, M.Si kepada Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri

    Foto bersama Menteri Ketenagakerjaan dan Yayasan dan Pimpinan STT REM Jakarta

    Pada kesempatan ini juga, Dhakiri mengingatkan semua yang hadir khususnya mahasiswa untuk tidak suka mengeluh dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial, karena menurutnya media sosial bisa menjadi pintu masuk mengetahui karakter atau kepribadian seseorang.

    “Teman-teman mahasiswa, saya ingatkan kalau main sosmed hati-hati! Karena di masa depan ini bisa jadi password atau pintu masuk. Saya kalau mau mengevaluasi karyawan, tidak saya panggil untuk lihat motivasi dan minatnya kayak apa. Kalau saya panggil, pasti yang keluar baik-baik. Karena saya wawancara. Paling gampang saya minta akun sosmednya”, jelasnya memberi contoh.

    “Saya lihat twetternya, saya lihat instagramnya, saya lihat facebooknya, saya lihat pad-nya dan macam-macam. Begitu kita lihat, isinya tiap hari maki-maki pimpinannya, tiap hari maki pemerintah, tiap hari ngomel-ngomel. Udah kayak gitu, kira-kira mencerminkan kepribadiannya gak?”,  tanya Dhakiri yang disambut gelak tawa dan jawaban iya dari yang hadir.

    Mendengar jawaban dari peserta yang mengiyakan pertanyaannya, Dhakiri pun kembali memberi warning untuk hati-hati dalam menggunakan media sosial.

    “Oleh karena itulah maka kita harus hati-hati. Kita harus gunakan sosmed secara bijak”, ujarnya mengakhiri kuliah umum.

    Seperti umumnya, sesi tanya jawab yang dipandu moderator  Johan Tumanduk., SH.,M.M., M.Pd.K, (Direktur Eksekutif Conrad Supit Center) mewarnai kuliah umum kepemimpinan STT REM yang dihadiri berbagai kalangan ini. Tampak hadir, pembina Yayasan Rahmat Emmanuel, Prof. Dr. Abraham C. Supit, M.Th.

    Penyerahan Cinderamata  oleh Ketua STT REM, Dr. Ariasa Supit, M.Si kepada Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri serta foto bersama menjadi akhir kuliah umum kepemimpinan yang ketiga STT REM di tahun 2018 ini.

  • Lebih dari 60.000 Petisi Masuk untuk Membuat Hari Libur Nasional Menghormati Ps. Billy Graham

    Lebih dari 60.000 Petisi Masuk untuk Membuat Hari Libur Nasional Menghormati Ps. Billy Graham

    WARTANASRANI.COM – Dilansir dari christianheadlines.com, ribuan orang telah menandatangani sebuah petisi yang menyerukan sebuah hari libur nasional untuk menghormati Pendeta Billy Graham.

    Graham, yang meninggal pada tanggal 21 Februari, mengabarkan pesan Injil kepada jutaan orang di seluruh dunia. Dia dicintai oleh banyak orang dan pastinya merupakan salah satu tokoh berpengaruh di abad ke-20.

    Graham telah dihormati di Capitol AS minggu lalu, di mana publik, serta pejabat pemerintah, termasuk Presiden Trump dan First Lady Melania, datang untuk memberikan penghormatan. Lebih dari 2.000 orang juga menghadiri pemakaman penginjil di Charlotte pada hari Jumat (02/03/2018).

    Sekarang, usaha telah melangkah lebih jauh untuk menghormati Graham. Fox 8 melaporkan bahwa Kyle Siler memulai sebuah petisi Change.org yang ditujukan kepada Presiden Trump yang meminta sebuah hari libur nasional untuk dibuat sesuai dengan Graham.

    “Mari kita dapatkan Hari Libur Nasional untuk Billy Graham !! Graham mengabarkan Injil kepada lebih banyak orang dalam audiensi langsung daripada orang lain dalam sejarah … nasihat Graham dicari oleh presiden, dan seruannya baik untuk orang sekuler maupun religius. arena dibuktikan oleh berbagai kelompok yang telah menghormatinya, termasuk banyak gelar doktor kehormatan dari banyak institusi di AS dan luar negeri. Bantu kami untuk menetapkan hari libur nasional untuk mengingat orang hebat ini, “Siler menulis dalam petisi tersebut.

    Waktunya akan mengatakan apakah “Pendeta Amerika” akan mendapatkan hari libur nasionalnya. Hampir 61.000 orang telah menandatangani petisi tersebut. (Sumber: Christian Headlines)