Category: Liputan

  • Seminar dan Deklarasi Umat Kristen Protestan Provinsi Jawa Barat

    Seminar dan Deklarasi Umat Kristen Protestan Provinsi Jawa Barat

    BANDUNG, WARTANASRANI.COM – Ditengah-tengah maraknya, penyebaran berita-berita hoax, ujaran kebencian, isu sara, black campaign, serta money politic dalam menyongsong Pemilu/Pilkada, maka Bawaslu melakukan upaya pencegahan melalui lembaga keagamaan maupun organisasi kemasyarakatan. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan dengan diselenggarakannya sosialisasi dan seminar pengawasan pemilu partisipatif bagi warga gereja pada hari selasa-rabu (27-28/03-2018) bertempat di Hotel Luxury Trans Studio Bandung.

    Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat Bpk. Harminus Koto, M.I.Kom mengajak kepada seluruh stakeholder dan seluruh kelompok masyarakat untuk dapat menggunakan hak pilihnya serta melakukan pegawasan dalam Pemilu/Pilkada. Serta tegas menolak segala bentuk black campaign, money politic, isu sara, serta hoax, yang tidak sesuai dengan undang-undang di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Khususnya dalam hal ini di tempat-tempat ibadah yaitu gereja. Oleh sebab itu ia berharap agar seluruh elemen masyarakat bahkan warga gereja, agar dapat bekerja sama dengan Bawaslu dan tidak melibatkan diri dari hal-hal tersebut.

    Seminar yang dibagi beberapa kelas  dihadiri oleh ratusan peserta. Pemateri mengajak untuk setiap warga Negara Indonesia yang telah sesuai dengan persyaratan yaitu berumur 17 tahun keatas / yang sudah menikah, memiliki hak sebagai warga Negara untuk menjadi pemilih dan pengawas dalam Pemilu/Pilkada yang tidak lama lagi akan akan berlansung di seluruh pelosok nusantara pada pemilihan kepala daerah di 171 daerah, yang terdiri dari  17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten tahun 2018 dan pemilihan serentak untuk anggota legistlatif kabupaten kota, provinsi dan nasional serta pemilihan presiden dan wakil presiden akan berlangsung pada tahun 2019.

    Beberapa narasumber yang menjadi pemateri diantaranya  adalah Pdt. Supriatno, M.Th (Pendeta Jemaat Sinode GKP) berbicara mengenai Peran & Partisipasi Gereja Mewujudkan Pilkada Bersih. Kaprodi Fakultas Hukum Universitas Kristen Maranatha Bandung Ibu Rahel Octora, SH.,M.Hum, mengupas materi mengenai Cerdas Ber-Media Sosial dalam Pilkada. Dan Pengamat Pemilu Bpk. Jeirry Sumampouw menyampaikan materi Mungkinkah Pilkada Tanpa Politik Sara dan Politik Uang?. Materi yang dikemas sedemikian rupa memberikan wawasan serta pengetahuan yang baru bagi para peserta. Penekanan pemateri adalah agar setiap warga masyarakat khususnya gereja untuk mengambil sikap dan katakan tidak pada segala bentuk ajakan black campaign, money politic, isu sara, serta hoax dan berhati-hati dalam menggunakan media social. Sehingga tidak terjerat hukum dan memberikan sumbangsih positif pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

    Pada hari kedua acara ditutup dengan deklarasi warga gereja Provinsi Jawa Barat yang di wakili oleh lembaga gereja, organisasi kemasyarakatan serta mahasiswa. Adapun isi dari deklarasi tersebut adalah :

    Kami umat Kristen yang tergabung dalam Seminar Kebangsaan 2018, bertekad serta bersungguh-sungguh untuk menjaga persaudaraan, perdamaian dan keutuhan Bangsa dan Negara Indonesia serta berkomitmen untuk :

    1. Berperan aktif melakukan upaya pencegahan menolak segala bentuk politik uang, kampanye hitam serta kampanye yang bermuatan SARA yang dapat memecah persatuan dan kesatuan Bangsa,
    2. Mengajak dan selalu mengingatkan umat Kristen dan masyarakat pada umumnya untuk cerdas dan bijak dalam bermedia social serta tidak mudah terprovokasi berita yang belum tentu kebenarannya,
    3. Mendorong umat Kristen dan masyarakat untuk berperan aktif dalam mewujudkan PILKADA bersih dan bermartabat,
    4. Berperan aktif untuk memberikan informasi jika menemukan pelanggaran dari atau indikasi pelanggaran dalam proses PILKADA.

    Kesepakan deklarasi tersebut ditandai dengan penandatanganan bersama yang dilakukan oleh Bawaslu, Yakoma PGI, Sinode GKP, serta seluruh perwakilan organisasi masyarakat, lembaga gereja serta mahasiswa. (red)

  • Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Bagi Warga Gereja

    Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Bagi Warga Gereja

    BANDUNG, WARTANASRANI.COM – BAWASLU (Badan Pengawas Pemilu) Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan YAKOMA (Yayasan Komunikasi Masyarakat) PGI dan  Sinode GKP menyelenggarakan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif bagi Warga Gereja pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota tahun 2018.

    Acara yang berlangsung selama dua hari berturut-turut Selasa – Rabu (27-28/03/2018) bertempat di Hotel Luxury Trans Studio Bandung.

    Pesta Demokrasi di Indonesia akan segera berlangsung di tahun 2018 dan 2019, di tahun 2018 berlangsung pemilihan kepala daerah di 171 daerah, yang terdiri dari  17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. Pemilihan serentak untuk anggota legistlatif kabupaten kota, provinsi dan nasional serta pemilihan presiden dan wakil presiden akan berlangsung pada tahun 2019.

    Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya pencegahan dan peningkatan fungsi kelembagaan BAWASLU Provinsi Jawa Barat. Mengingat laju perkembang arus Informasi, maka diharapkan agar warga gereja untuk menghindari berita-berita HOAX, heat speech / ujaran kebencian, black campaign, money politic (politik uang) serta cerdas dalam menggunakan media sosial seperti Facebook, Path, Twitter dan lain-lain. Juga ikut serta dan aktif dalam pengawasan PILKADA dan PEMILU sehingga dapat memilih seorang pemimpin yang bersih dan dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk melayani rakyat.

    Kepala Staff Sekretariat BAWASLU Jawa Barat Drs. Eliazar Barus, M.Si menjelaskan kepada awak media bahwa “Mengawasi PEMILU itu merupakan hak setiap warga Negara, bukan hanya ikut memilih tetapi juga mengawasi dari awal tahapan PILKADA sampai selesai dan berakhirnya masa jabatan calon terpilih nantinya”, pungkasnya.

    Ia juga sangat mengapresiasi respon positif dari warga gereja untuk ikut mengambil bagian dalam pengawasan PILKADA dan PEMILU secara bersih. Hal ini terlihat saat pelaksanaan begitu banyak perwakilan dari lembaga gereja dan lembaga keumatan lainnya seperti PEWARNA (Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia) Jawa Barat, GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) dan lain-lain.

    Ada 5 hal penting yang menjadi maksud dan tujuan kegiatan ini, yaitu :

    1. Memberikan pemahaman kepada Warga Gereja terkait struktur kelembagaan Pengawas Pemilu, teknis pengawasan, serta mekanisme dan prosedur penanganan pelanggaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2018;
    2. Mendorong partisipasi aktif dan kritis pemilih dalam mengawasi setiap tahapan Pilkada yang berlangsung;
    3. Memberikan pemahaman kepada pemilih (warga gereja) agar tidak memproduksi dan menyebarkan isu SARA melalui media sosial;
    4. Membangun kepekaan pemilih dalam menyaring dan menyebarkan informasi melalui Media Sosial dalam proses Pilkada Serentak 2018;
    5. Mengingatkan pemilih tentang bahaya politisasi SARA dan politik uang, serta komitmen mewujudkan pilkada bersih dan bermartabat.

    Pada kesempatan yang sama, YAKOMA PGI juga berharap untuk setiap warga gereja turut berpartisipasi dan melakukan pengawasan serta dapat menggunakan akun media sosialnya secara bijak, demi terlaksannya PILKADA yang damai dan bersih.

    “Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh YAKOMA, dan tentu hal ini didukung oleh BAWASLU dalam rangka tahun Politik 2018. Jadi tugas YAKOMA adalah menyiapkan warga gereja, Pertama untuk berpartisipasi dalam PILKADA tahun 2018. Lalu yang Kedua lebih penting lagi untuk terlibat dalam proses PILKADA ini. Dan yang Ketiga adalah YAKOMA diberikan mandat untuk mendorong warga gereja untuk memanfaatkan media sosial secara bijak”, pungkas Ibu Irma Simajuntak sebagai Direktur YAKOMA PGI.

    Tanggapan dan harapan panitia penyelenggara, dari Sinode GKP (Gereja Kristen Pasundan) yaitu Pdt. Daryatno Ketua 2 Bidang Pelayanan dan Kesaksian. Ia mengatakan bahwa menyadari PILKADA ini adalah merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk diantaranya warga gereja. Dan ini juga merupakan tanggung jawab para pemimpin gereja untuk melengkapi dan mempersiapkan setiap warga jemaatnya untuk ikut serta mensukseskan PILKADA secara bersih dan bermartabat.  Karena gereja tidak terlepas dari kehidupan bermasyarakat, gereja bagian dari Negara ini.

    Warga gereja yang menjadi peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, sekalipun acara berlangsung selama dua hari, namun tidak menyurutkan semangat para peserta. Bagi peserta kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat positif, selain untuk menambah wawasan serta pengetahuan, kegiatan ini juga dianggap penting untuk bergandengan tangan dengan pemerintah mewujudkan PILKADA 2018 dan PEMILU 2019 bersih dan damai.

    Saat ditemui awak media seorang peserta mewakili Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel Bandung, mengakui bahwa kegiatan ini memberikan dampak yang positif, dan membuka wawasannya bahwa ternyata sebagai masyarakat biasa bisa ikut andil dalam pengawasan PILKADA.

    “Responnya baik soalnya sebelumnya tidak memiliki pengetahuan politik seperti ini. Dan setelah mengikuti kegiatan ini, ternyata dalam kehidupan sehari-hari kita bisa ikut andil”, kata Jella Detriamei.

    Tentunya menjadi harapan bersama sebagai warga Negara yang baik, harus menggunakan hak pilihnya dalam menentukan calon pemimpin di setiap daerah, dan menjadi pemilih yang cerdas dan bijak serta ikut serta melakukan pengawasan dalam PILKADA sehingga dapat berjalan secara adil, jujur, bersih dan damai. (red)

  • TIM PENGINJILAN PEDULI KASIH GPDI SULBAR: HIDUP INI HARUS JADI BERKAT

    KAB. MAMUJU, WARTANASRANI.COM – Memenuhi panggilan Amanat Agung dalam Matius 28:19-20, TIM PEDULI KASIH GPdI Sulawesi Barat turun ke beberapa tempat di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju dan Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. “Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus adalah misi gereja. Memenuhi Amanat Agung adalah tujuan utama gereja. Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus adalah misi kita yang merupakan kesinambungan dari misi Yesus Kristus. Untuk Amanat Agung inilah Tim Peduli Kasih GPdI Sulawesi Barat terjun melakukan pelayanan penginjilan.” Pungkas Pdt. Reky Onibala, S.Th.

    Dijelaskan gembala GPdI Desa Belang-Belang, Mamuju, Sulawesi barat ini, selama 2 hari (25-26 Juli 2017), rombongan Tim Peduli Kasih yang terdiri dari Pdt. Reky Onibala bersama isteri, Pdt. Leonos Masa bersama isteri, Pdt. Fredy Sondakh serta Pdt. Ibrahim Mangala, harus menempuh perjalanan yang tidaklah mudah. “Kendala yang kami hadapi adalah perjalanan yang tidak saja lewat darat tapi juga melalui sungai yang deras dengan biaya yang tinggi saat mengunjungi sidang di Kalumpang. Dan untuk wilayah Karossa, kami harus melewati gunung yang jalannya berbatu lepas dan becek. Bahkan kami harus basah kuyup, mendorong mobil serta jalan kaki ditengah panas terik matahari,” ujar Pdt. Reky Onibala.

    Namun demikian menurut hamba Tuhan jebolan Sekolah Alkitab Malino, Sulawesi Selatan ini, menerobos jalan-jalan darat yang berlumpur yang sulit dilalui oleh kendaraan serta naik perahu melewati sungai yang deras dengan biaya tinggi, tidak membuat tim kehilangan sukacita dan damai sejahtera dalam penginjilan ini. “Sulitnya medan yang dilalui, tidak membuat tim ini patah semangat dan kehilangan sukacita, apalagi melihat respon gembala, jemaat dan masyarakat yang sangat bersukacita menyambut kehadiran tim,” ujar Pdt. Reky Onibala, penuh semangat.

    Ditambahkannya pula, lawatan Tuhan dalam pelayanan KKR menambah motivasi tim untuk semakin melayani dengan sunguh-sungguh. “Kami bersyukur melalui kehadiran kami, mereka dapat mendengar Injil, mengalami kesembuhan dan kelepasan dari ikatan dosa dan juga kuasa kegelapan. Bahkan ada 2 jiwa yang dibaptis,” ucap Pdt. Reky penuh syukur.

    Sementara itu, sebagai bentuk kepedulian serta sesuai motto tim “Hidup Harus Jadi Berkat”, Tim Peduli Kasih juga menyentuh tempat pelayanan yang dikunjungi dengan memberikan bantuan nyata secara materi untuk pembangunan WC dan Kamar mandi bahkan pengadaan sepeda motor bagi hamba Tuhan setempat.

    Rasa syukur dan terima kasih tak terhingga terlihat dari gembala dan jemaat yang dikunjungi. Air mata sukacita penuh kebahagiaan membasahi pipi hamba-hamba Tuhan ini saat menerima bantuan kendaraan bermotor yang sangat bermanfaat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan setempat.

    Berikut susunan pengurus Tim Peduli Kasih:

    Penasehat: Ibu Elis Matsud

    Ketua : Pdt. Edison Bombong, S.Th

    Wakil Ketua: Pdt. Leonos Masa

    Sekretaris: Pdt. Arnold Nurlatu

    Bendahara: Pdt. Reky Onibala

    “Penginjilan dari Tim Peduli Kasih akan terus berlanjut di hari-hari yang akan datang, bahkan tanggal 19 September 2017 akan kembali mengadakan KKR,” tegas hamba Tuhan kelahiran Manado ini, menjawab pertanyaan Redaksi Wartanasrani.com.

  • Pengurus PAC dan Ranting Partai Gerindra Medan Satria Resmi Dilantik

    Pengurus PAC dan Ranting Partai Gerindra Medan Satria Resmi Dilantik

    KOTA HARAPAN INDAH,  WARTANASRANI.COM – Ketua DPC Gerindra Kota Bekasi, Ibnu Hajar Tanjung melantik Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara dan Pengurus Ranting di Kota Harapan Indah Bekasi Jumat (23/03/2018). Acara pelantikan pengurus PAC dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Bekasi Murfati Lidianto, SE dan beberapa tokoh agama, tokoh masyarakat juga PAC Bekasi Barat, PAC Pondok Melati, PAC Jatisampurna dan PAC Pondok Gede.

    Dalam sambutannya sebelum melantik para pengurus, Ibnu Hajar Tanjung mengajak seluruh PAC dan Ranting untuk menyamakan persepsi agar tujuannya sama. Dirinya yakin apabila para pengurus memiliki persepsi yang sama, maka besar kemungkinan untuk memenangkan Pilkada baik Walikota Bekasi dan Pemilihan Gubernur yang tidak lama lagi akan berlangsung, bahkan sampai Pemilu 2019.

    Saya berharap kepada rekan-rekan, kita samakan persepsi” ucapnya penuh harap.

    Juga dia berharap untuk tetap kompak dan apabila ada masalah, harus diselesaikan secara damai dan penuh kekeluargaan diantara para pengurus, untuk tidak membeberkan masalah tersebut ke ranah public.

    Jadi kepada bangsawan, kepada pengurus-pengurus yang akan dilantik, kita harus kompak kalau ada masalah selesaikan didalam, selesaikan dikantor. Kalau diranting selesaikan diranting, tidak perlu orang tahu ” tegasnya.

    Pada kesempatan yang sama juga Murfati Lidianto, SE sebagai Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Gerindra, dalam sambutannya merasa bersyukur karena diberikan kesehatan oleh Tuhan, dan kebahagiaan saat mengikuti acara pelantikan.Dia kembali mengajak agar para pengurus untuk tetap kompak. Dimana hal tersebut sudah nampak saat menggelar Pengobatan Gratis bagi ratusan masyarakat Medan Satria.

    Pertama-tama kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita diberikan kesehatan, kita diberikan kebahagiaan dalam rangka pelantikan PAC kecamatan Medan Satria.

    Sekalipun acara pelantikan dilaksanakan pada malam hari, namun tidak mengurangi semangat para pengurus yang sudah terpilih. Antusiasme yang tinggi terlihat dari setiap insan yang hadir memeriahkan acara pelantikan ini.

    Ketua PAC Meydi F Kaat, dalam sambutannya usai pelantikan mengajak pengurus untu sama-sama bergandengan tangan, bekerja dengan hati dan bekerja semaksimal mungkin untuk pemenangan Gerindra dikecamatan Medan Satria. Tentunya potensi yang dimilikinya tidak dapat diragukan lagi karena sudah terbukti pada periode kemarin dipercayakan sebagai tim sukses, Gerindra Medan Satria berhasil mendulang suara.

    “Pengurus yang sudah dilantik, marilah kita sama-sama bergandengan tangan, kita bekerja dengan hati” pungkasnya.

    Acara pelantikan diakhiri dengan doa dan makan bersama, dengan tidak membedakan satu sama lain, baik pengurus inti sampai kepada ranting-ranting, sebagai keluarga besar Gerindra yang sekalipun berbeda suku, ras dan agama, namun satu kesatuan yaitu Indonesia Raya seperti nama Gerindra itu sendiri Gerakan Indonesia Raya (red).

  • Kuliah Umum STT REM Jakarta: M. Hanif Dhakiri Tegaskan Pentingnya Motivasi Agama dalam Dunia Kerja Zaman Now

    Kuliah Umum STT REM Jakarta: M. Hanif Dhakiri Tegaskan Pentingnya Motivasi Agama dalam Dunia Kerja Zaman Now

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Pentingnya peran agama sebagai motivator untuk mendinamisir pasar kerja, sesungguhnya sangat bisa. Hal ini diungkap Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri dalam Kuliah Umum yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel (STT REM) di Aula Kampus, Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 No. 4 G-K Kelapa Gading, Jakarta Utara, jumat (09/03/2018).

    Suasana Kuliah Umum di Aula Kampus STT REM Jakarta, Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 No. 4 G-K Kelapa Gading, Jakarta Utara

    Menurut Dhakiri, pertumbuhan kapitalisme Eropa yang sangat cepat dari pada kapitalisme dibelahan dunia yang lain, termasuk Asia dan Indonesia, dikarenakan motivasi agama. Mengutip tulisan Max Weber’s, Ia menjelaskan bagaimana pesatnya perkembangan kapitalisme Eropa yang didasari oleh motivasi agama.

    “Menurut Weber’s dalam bukunya, The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism, dulu orang Eropa barat, mereka adalah orang-orang yang sangat taat beragama. Mereka penganut agama Kristen Protestan dimana ada nilai, siapa yang bekerja keras, dia akan masuk Surga”, ungkap pria kelahiran Semarang, 6 Juni 1972 ini.

    “Makanya orang-orang Eropa itu bekerja keras. Pagi (subuh) udah keluar rumah pergi ke ladang ngurusin gandum, nanti sore pulang. Pagi, keluar rumah lagi, sore pulang. Terus menerus. Kalau ditanya, kenapa kamu bekerja sekeras itu? Jawabannya, karena memburu Surga!”, ungkapnya lagi.

    Dhakiri yang pernah dipercaya menjadi Wakil Sekjen DPP PKB untuk kurun waktu 2005 hingga 2010 menegaskan bahwa dari kegigihan orang Eropa bekerja keras menimbulkan efek samping dimana pertumbuhan kapitalisme Eropa berkembang pesat.

    “Gara-gara dia begitu, ada efek samping yang muncul. Efek sampingnya apa? Lumbung gandumnya penuh, lumbung gandumnya melimpah, kekayaanya meningkat. Jadi, dia buru akhirat, dunianya ngikut”, tegas Dhakiri disambut tawa dan tepuk tangan.

    “Nah, itu yang membuat pertumbuhan kapitalisme Eropa menjadi cepat karena di drive oleh motivasi agama itu,” tegas Dhakiri lagi kepada semua yang hadir dalam kuliah umum kepemimpinan ini.

    Mengaitkan dengan tema, “Dunia Kerja Zaman Now”, Menteri Ketenagakerjaan ini kembali memastikan soal peran penting motivasi agama untuk meningkatkan kualitas SDM.

    “Dalam konteks ini, saya ingin menyatakan bahwa sesungguhnya motivasi agama ini, bisa sangat membantu kita, misalnya untuk meningkatkan kualitas SDM kita terutama dari sisi soft skillnya. Bagaimana orang ini harus disiplin, bagaimana orang menyukai kerja keras, bagaimana orang bisa menikmati pekerjaannya, bagaimana orang bisa menikmati hidupnya, tidak dikit-dikit mengeluh”, terang pria yang bernama lengkap Muhammad Hanif Dhakiri, S.Ag., M.Si.

    Penyerahan Cinderamata  oleh Ketua STT REM, Dr. Ariasa Supit, M.Si kepada Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri

    Foto bersama Menteri Ketenagakerjaan dan Yayasan dan Pimpinan STT REM Jakarta

    Pada kesempatan ini juga, Dhakiri mengingatkan semua yang hadir khususnya mahasiswa untuk tidak suka mengeluh dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial, karena menurutnya media sosial bisa menjadi pintu masuk mengetahui karakter atau kepribadian seseorang.

    “Teman-teman mahasiswa, saya ingatkan kalau main sosmed hati-hati! Karena di masa depan ini bisa jadi password atau pintu masuk. Saya kalau mau mengevaluasi karyawan, tidak saya panggil untuk lihat motivasi dan minatnya kayak apa. Kalau saya panggil, pasti yang keluar baik-baik. Karena saya wawancara. Paling gampang saya minta akun sosmednya”, jelasnya memberi contoh.

    “Saya lihat twetternya, saya lihat instagramnya, saya lihat facebooknya, saya lihat pad-nya dan macam-macam. Begitu kita lihat, isinya tiap hari maki-maki pimpinannya, tiap hari maki pemerintah, tiap hari ngomel-ngomel. Udah kayak gitu, kira-kira mencerminkan kepribadiannya gak?”,  tanya Dhakiri yang disambut gelak tawa dan jawaban iya dari yang hadir.

    Mendengar jawaban dari peserta yang mengiyakan pertanyaannya, Dhakiri pun kembali memberi warning untuk hati-hati dalam menggunakan media sosial.

    “Oleh karena itulah maka kita harus hati-hati. Kita harus gunakan sosmed secara bijak”, ujarnya mengakhiri kuliah umum.

    Seperti umumnya, sesi tanya jawab yang dipandu moderator  Johan Tumanduk., SH.,M.M., M.Pd.K, (Direktur Eksekutif Conrad Supit Center) mewarnai kuliah umum kepemimpinan STT REM yang dihadiri berbagai kalangan ini. Tampak hadir, pembina Yayasan Rahmat Emmanuel, Prof. Dr. Abraham C. Supit, M.Th.

    Penyerahan Cinderamata  oleh Ketua STT REM, Dr. Ariasa Supit, M.Si kepada Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri serta foto bersama menjadi akhir kuliah umum kepemimpinan yang ketiga STT REM di tahun 2018 ini.

  • Konferensi Pers BPP HIPMI: SDP II dan Rapimnas 2018 Jadi Momentum Lahirnya Undang-Undang Kewirausahaan

    Konferensi Pers BPP HIPMI: SDP II dan Rapimnas 2018 Jadi Momentum Lahirnya Undang-Undang Kewirausahaan

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Jelang pelaksanaan Sidang Dewan Pleno (SDP) II dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2018 BPP HIPMI, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia didampingi Ketua SC Anggawira, Ketua OC Ajib Hamdani, Bendahara OC Afan A Nugraha, Wasekjen Umar Ali Lessy, dan Wasekjen Harmen Saputra, menggelar konferensi pers di HIPMI CENTER, Menara Bidakara II Lt. 8, Jl. Jend. Gatot Subroto, Kav. 71-73 Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (2/3/2018).

    Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia (tengah) bersama , Ketua OC Ajib Hamdani (kanan), Wasekjen Umar Ali Lessy (paling kanan), Ketua SC Anggawira (kiri) , Bendahara OC Afan A Nugraha (paling kiri) saat konferensi pers pelaksanaan Sidang Dewan Pleno (SDP) II dan Rapimnas BPP HIPMI di Jakarta, Jumat (2/3). 

    SDP II dan Rapimnas HIPMI 2018 yang akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo ini, mengambil tema ‘Redistribusi Ekonomi dan Peran Pengusaha Muda dalam Memperkokoh Daya Saing Bangsa’, akan berlangsung dari tanggal 6 sampai dengan tanggal 9 Maret 2018 di Hotel Novotel, Kota Tangerang Selatan, Banten.

    Selain sebagai kegiatan konsolidasi dengan para anggota sendiri, bagi BPP HIPMI, Kegiatan Nasional SDP II dan Rapimnas HIPMI 2018 yang akan melibatkan 500 DPC HIPMI di 34 provinsi Indonesia, dengan 3500 sampai 4000 peserta ini, menjadi spesial, karena bisa menjadi momentum lahirnya Undang-Undang Kewirausahaan yang adalah buah perjuangan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia.

    “Momentum acara SDP II dan Rapimnas kali ini berbeda dengan SDP-SDP sebelumnya, sebab kali ini kita akan mencoba untuk concern pada satu pembahasan undang-undang kewirausahaan. Undang-undang kewirausahaan ini merupakan pikiran murni dari HIPMI yang diawali dari forum disccusion disini pada tahun 2015 akhir dan awal tahun 2016,” ungkap Bahlil Lahadalia, Ketua Umum HIPMI.

    Ditambahkan Bahlil bahwa rancangan undang-undang kewirausahaan yang menurutnya menjadi jembatan para pengusaha pemula untuk bisa mendapatkan jumlah kredit yang proporsional dari perbankan serta  perlindungan kepada pengusaha pemula ini, dapat segera diselesaikan dan ditetapkan sebagai undang-undang, bahkan HIPMI siap untuk mengawal.

    “Undang-undang kewirausahaan tersebut saat ini sudah masuk di prolegnas dan HIPMI mencoba untuk mengawal. Karena itu acara besok ada pemaparan satu sesi khusus tentang Undang-Undang Kewirausahaan yang akan dibawakan oleh Ketua Panja RUU, Abang Maruarar Sirait, dan Ketua DPR. Kita minta tahun ini agar Undang-Undang Kewirausahaan segera selesai, karena ini adalah jawaban terhadap percepatan pertumbuhan dunia usaha dan sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk bisa berakselerasi bisa melakukan percepatan dan kerja dengan dinamika perkembangan ekonomi khususnya dibidang IT,” tegasnya.

    Selain itu, Bahlil juga menyampaikan soal pentingnya afirmasi tentang kebijakan yang tertuang dalam Undang-Undang Kewirausahaan.

    “Dan terlebih penting lagi adalah ada afirmatif dalam rangka keseimbangan untuk kemudian terjadi percepatan dan kebersamaan. Itu sebenarnya esensinya. Jadi sekali lagi dalam dunia ekonomi seperti sekarang, tidak ada perbedaan antara si A dan si B. Oleh karena itu diatur sedemikian rupa, harus ada afirmatif,” ungkapnya

    Kekompakkan BPP HIPMI menyambut SDP II dan Rapimnas 2018

    Dibagian lain, Anggawira Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan HIPMI sekaligus ketua SC, memaparkan berbagai persoalan yang terjadi dalam dunia usaha, yang menjadi latar belakang tema besar SDP II dan Rapimnas HIPMI 2018.

    Sementara Ketua Panitia, Ajib Hamdani, selain menyampaikan rangkaian acara dengan narasumber yang dihadirkan dalam SDP II dan Rapimnas HIPMI 2018, juga kembali menegaskan jumlah peserta serta kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Jusuf Kalla di hari terakhir penutupan SDP II dan Rapimnas.

    “Acara akan ditutup pada tanggal 8, hari kamis, jam delapan malam. Insya Allah undangan sudah kita kirimkan kepada Bapak Wapres, mohon doa rekan-rekan semua” sebut Ajib Hamdani penuh harap.

  • Asosiasi Pendeta Indonesia Hadir di Kota Bekasi

    Asosiasi Pendeta Indonesia Hadir di Kota Bekasi

    Sejarah API

    API adalah Organisasi Profesi Pendeta Protestan yang dideklarasikan tanggal 31 Oktober 2002 di Krida Bhakti – Setneg – Jakarta. Dalam pertemuan dan pelayanan bersama, akhirnya muncul gagasan membangun persekutuan para Pendeta, gayung bersambut ketika Pdt. Nugroho, Pdt. Yan Masengi dan Ev. Zakharias bertemu dalam sebuah kegiatan. Gagasan ini muncul dalam bentuk Asosiasi Pendeta Indonesia yang dideklarasikan 31 Oktober 2002.

    Organisasi ini adalah wadah Pendeta tanpa membedakan denominasi dan dogma gereja. Artinya bekerjasama membangun Tubuh Kristus dan pelayanan kesaksian bedasarkan Firman Tuhan. API tidak mencampuri urusan Gereja atau Dogma Gereja, tetapi bersama membantu pelayanan dan kesejahteraan para hamba Tuhan dalam melayani jemaat, masyarakat dan bangsa. API bukan pesaing persekutuan Gereja yang telah ada, tetapi mendukung mereka meningkatkan pelayanan para Pendeta secara pribadi dan keluarga.

     

    Visi Dan Misi

    Visi API adalah memenuhi panggilan iman, pengharapan yang sesuai dengan ajaran juruselamat kita Yesus Kristus. “Penuhilah panggilan pelayananmu di hadapan Allah dan Kristus yang menghakimi orang yang hidup dan mati. Beritakanlah Firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” (2 Timotius 4 :1-5).

    Visi para Pendeta adalah visi Kristen untuk menerangi dunia dengan Firman, menunjukkan kegelapan pikir manusia karena nafsu duniawi, kesombongan dan keinginan daging yang menggelapkan manusia.

    Misi API menjadi Saksi Kristus (Kisah 1:8), supaya muat meninggalkan dosa, kefasikan dan keinginan duniawi dengan hidup bijaksana untuk kemuliaan Allah. Para Pendeta sebagai pembawa Firman harus menunjukkan teladan kasih, kerendahan hati dan kesabaran. API memberikan pertimbangan, suara kenabian kepada pemimpin dunia, pemerintah dan tokoh masyarakat, sambil membebaskan umat Tuhan dari segala kejahatan. Beritakanlah semua itu, nasehatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu.

    Visi dan Misi API mewujudkan Amanat Agung Yesus Kristus untuk Membangun tubuh Kristus bagi kemuliaan Tuhan. Membangun hubungan antar umat Tuhan, terutama para hamba Tuhan bebas dari rasa benar sendiri, menang sendiri, kemuliaan sendiri, tetapi dengan rendah hati meninggikan Tuhan Yesus Kristus: Biarlah Dia semakin besar dan aku semakin kecil.

    Pelantikan Pengurus API Kota Bekasi

    Pelantikan Pengurus Asosiasi Pendeta Indonesia (API) bertempat di  GBI Mega Kota Bekasi Rayon 18 (Senin, 12 Februari 2018). Dihadiri oleh hamba-hamba Tuhan serta jemaat dari wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi yang bernaung dari berbagai Denominasi Gereja.

    Mewakili pemerintah tampak hadir Bpk Ferry Lumban Gaol yang merupakan perwakilan dari Walikota Bekasi yang berhalangan hadir, dan beberapa anggota Dewan Kota Bekasi diantaranya Bpk Ir. Sihar Sitohang, Ibu Murfati Lidianto SE. Tampak hadir juga Ketua FKUB Kota Bekasi Bpk Hj. Abdul Manan dan Bpk Marudut Manik sebagai Penyelenggara Bimas Kristen Kota Bekasi. Hadirnya Asosiasi Pendeta Indonesia (API) disambut hangat oleh Pemerintah Kota Bekasi dengan harapan API dapat memberikan dampak positif dan dapat bekerjasama dengan Pemerintah untuk menjaga kerukunan di Kota bekasi.

    Acara Pelantikan API Kota Bekasi dibuka dengan Ibadah pujian penyembahan. Firman Tuhan disampaikan oleh Ketua Umum API Pdt Brigjend TNI Purn Drs Harsanto Adi, MTh. Mengacu pada Nats FirmanTuhan Yesaya 60:1-2 : Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Dia sampaikan bahwa perjalanan Spiritual Orang Percaya tidak bisa dipisahkan dari Firman Tuhan, apapun yang terjadi semuanya sudah difirmankan Tuhan.

     “Perjalanan Spiritual kita tidak pernah lepas, antara apa yang tertulis didalam Alkitab dan apa yang terjadi didalam perjalanan sejarah dunia ini. Kita tidak bisa memisahkan karena ternyata trus bergandengan, bergandengan, bergandengan. Baru saja kita ada fenomena alam yang luarbiasa kemarin, Gerhana Bulan itupun sudah digambarkan dalam Alkitab sebelumnya”, tuturnya.

    Pada kesempatan ini dia juga sampaikan bahwa Alkitab bukan saja sebagai pedoman hidup Orang Percaya tetapi juga memberitahukan apa yang sudah terjadi maupun apa yang akan terjadi di masa-masa yang akan datang.

    “Jadi sebenarnya Alkitab ini tidak sekedar Ia Firman Allah yang menjadi pedoman hidup bagi kita tetapi juga sejarah dunia”, tambahnya.

    Dalam khotbahnya Harsanto mengajak API Kota Bekasi untuk bangkit menjadi terang bagaikan lilin didalam kegelapan. Untuk dapat menerangi lingkungan sekitar yang berada ditengah-tengah  awan kelabu. Kegelapan yang dimaksud adalah berbagai konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia, dan Korupsi yang masih melanda Negeri ini, juga perang terhadap Narkoba yang sudah sangat merajalela di kalangan anak-anak, pemuda dan orang dewasa, bahkan sampai kepada masalah LGBT.

    Oleh sebab itu Drs Harsanto Adi, MTh yang juga belum lama pensiun dari kemiliterannya menghimbau kepada Orang Percaya untuk menjaga hidupnya agar tetap berkenan kepada Tuhan, karena yang dibutuhkan dunia adalah seberkas cahaya terang.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan Pelantikan Pengurus API Kota Bekasi Periode 2018-2021 yang dipercayakan menjadi Ketua adalah Pdt. Andy Markus (Gembala GBI Rayon 18 – Giant Bekasi). Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Prosesi Pelantikan berjalan dengan baik sampai selesai.

  • Presiden Apresiasi Komitmen Pemuka Agama Perkokoh Kerukunan Bangsa

    Presiden Apresiasi Komitmen Pemuka Agama Perkokoh Kerukunan Bangsa

    BOGOR, WARTANASRANI.COM – Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasinya atas komitmen kuat para pemuka agama di seluruh Tanah Air dalam membantu pemerintah menjaga serta memperkokoh kerukunan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


    Presiden Joko Widodo dengan para peserta Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa, Sabtu, 10 Februari 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

    Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Negara saat bersilaturahmi dengan para peserta Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa, pada Sabtu, 10 Februari 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

    “Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Din Syamsuddin, kepada seluruh pemuka agama, peserta musyawarah atas komitmennya untuk memperkuat kerukunan bangsa, serta atas komitmennya memperkokoh NKRI, memperkokoh Pancasila, serta memperkokoh Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Presiden.

    Berkat komitmen kuat dan peran penting para pemuka agama tersebut, Indonesia telah dikenal oleh dunia internasional sebagai negara yang penuh keberagaman namun masyarakatnya tetap menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan.

    “Indonesia contoh masyarakat muslim yang mengedepankan Islam moderat, contoh keberhasilan menjaga Bhinneka Tunggal Ika,” ungkapnya.

    Oleh karena itu, Presiden mengajak para pemuka agama untuk bersama-sama dengan pemerintah membangun sinergi yang kuat guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang kokoh, toleran, dan saling pengertian.

    “Tetapi juga saling kerja sama, saling bersinergi menjaga pendidikan, menjaga sikap umat masing- masing. Bekerja sama mengembangkan pendidikan yang terbuka, meningkatkan pengertian antar agama, antar etnis, dan antar status sosial,” kata Presiden.

    Tak hanya sampai disitu, peran dan kontribusi Indonesia juga dinantikan oleh negara-negara lain dalam rangka menyelesaikan konflik kemanusiaan serta mewujudkan perdamaian dunia.

    “Para pemuka agama, visi kita memperkokoh Pancasila dan NKRI tapi kita juga ikut menjaga ketertiban dunia, berkontribusi pada perdamaian saudara kita baik di Afghanistan, Rakhine State, dan belahan dunia lain,” ucap Presiden.

    Hal tersebut penting dilakukan mengingat perdamaian merupakan fondasi berharga dalam kehidupan bernegara dan memenangkan persaingan dengan negara lain. Sehingga masyarakat harus terus dibimbing dan diingatkan tentang nikmatnya perdamaian, kerukunan, dan persatuan.

    “Ini yang harus terus kita syukuri jangan sampai lupa tentang anugerah dari Tuhan mengenai ini. Jangan sampai kita lupa nikmatnya kerukunan, karena kita selama ini selalu rukun,” ujar Presiden.

    Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban Din Syamsuddin, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki.

  • Presiden Minta Pemuka Agama Ingatkan Masyarakat Tentang Nikmatnya Perdamaian

    Presiden Minta Pemuka Agama Ingatkan Masyarakat Tentang Nikmatnya Perdamaian

    BOGOR, WARTANASRANI.COM – Indonesia adalah contoh negara dengan masyarakat yang sangat majemuk dan miliki toleransi serta rasa kebersamaan. Oleh karenanya para pemuka agama harus mengingatkan kepada masyarakat tentang nikmatnya perdamaian, kerukunan dan persatuan.

     Foto bersama Presiden Joko Widodo dengan Peserta Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa di Istana Kepresidenan Bogor (Sabtu, 10 Februari 2018)

    Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika bersilaturahmi dengan Peserta Musyawarah Besar Pemuka Agama Untuk Kerukunan Bangsa di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu 10 Februari 2018.

    “Jangan sampai lupa tentang anugerah dari Tuhan mengenai ini. Jangan sampai kita lupa nikmatnya kerukunan, karena kita selama ini selalu rukun,” ucap Kepala Negara.

    Presiden meminta agar para pemuka agama selalu mengingatkan kepada masyarakat luas tentang saudara-saudara kita yang berada di beberapa negara yang sedang dilanda konflik dan juga perang saudara.

    “Yang kehidupan sehari-harinya selalu dihantui oleh perang, yang peradabannya mundur sampai puluhan tahun bahkan ratusan tahun ke belakang,” tuturnya.

    Lebih lanjut Presiden menceritakan tentang kunjungan ke lima negara di Asia Selatan, yakni Sri Lanka, India, Pakistan, Bangladesh  dan Afghanistan. Di Bangladesh Presiden mengunjungi Cox’s Bazar. Lokasi pengungsi Rakhine State di Bangladesh.

    “Kondisinya sangat memprihatinkan. Saya Kepala Negara pertama yang mengunjungi Cox’s Bazar. Ini adalah komitmen kita untuk kemanusiaan dan komitmen kita untuk misi kemanusiaan,” ucapnya.

    Delapan hari sebelum berkunjung ke Kabul, Afghanistan, ada ledakan bom yang menewaskan 20 orang. Demikian pula saat dua hari jelang keberangkatan kembali terjadi ledakan bom yang menewaskan 103 orang.

    “Bahkan dua jam sebelum saya mendarat di Kabul, sebuah akademi militer di Kabul diserang, 5 tentara tewas dan puluhah lainnya luka-luka,” ujar Kepala Negara.

    Saat tiba di Kabul, Afghanistan, Presiden menyampai kekagetannya melihat kota yang sangat besar dan juga adanya gedung yang besar-besar.

    “Tapi kehidupan sehari-harinya betul-betul tidak bisa disampaikan dalam kata-kata. Di setiap jalan ada tank, di setiap gang ada tank, di setiap tempat ada,” ucap Presiden.

    Istana Presiden Agr di Kabul pun sangat besar.  Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyampaikan bahwa istana tersebut dibangun 340 tahun yang lalu.

    “Beliau menyampaikan kepada saya bahwa Afghanistan itu memiliki deposit gas dan minyak yang besar, emas terbesar di dunia. tetapi tidak bisa dikelola karena peperangan tadi,” ujar Presiden.

    Sementara itu, Ibu Negara Afghanistan Rula Ghani menyampaikan hal yang lain. “Presiden Jokowi 40 tahun lalu sebelum negara kami perang, negara kami bila dibandingkan dengan negara tetangga levelnya sedikit lebih tinggi dan perang yang berkecamuk sudah lebih dari 40 tahun ini menyebabkan peradaban mundur jauh ke belakang,” tutur Presiden menyampaikan ucapan Rula Ghani.

    Bahkan dulu di Afghanistan, perempuan mengemudikan mobil antar kota merupakan hal yang biasa.

    “Mungkin negara lain saat itu belum ada yang nyetir, di sini sudah bisa. Tapi akibat konflik perang, perempuan tidak bisa bersekolah lagi. Keluar rumah dibatasi karena masalah keamanan. Yang terkena dampak paling besar adalah dua, anak-anak dan perempuan,” ucap Presiden.

    Saat ini kondisi di Afghanistan jauh lebih baik meski ada ledakan bom. “Sekarang anak perempuan di lingkungan tertentu bisa naik sepeda. Itu bahagia sekali. Dulu naik mobil sekarang naik sepeda saja sudah bahagia dan merupakan hal luar biasa. Ini Ibu Rula Ghani yang menyampaikan ke saya,” kata Presiden.

    Perang dan konflik betul-betul menghancurkan nilai kemanusiaan. Karena dalam kondisi seperti itu, kelompok-kelompok yang bertikai akan berusaha sekuat tenaga untuk bertahan dan menang, tanpa memperhatikan lagi nilai-nilai yang benar dan salah. Dalam situasi seperti ini sudah tidak ada lagi nilai-nilai kemanusiaan.

    “Ini yang beliau (Rula Ghani) katakan, betapa yang namanya kerukunan, perdamaian, persaudaraan, nilai yang betul-betul harus dijunjung tinggi,” ucap Presiden.

    Luka psikologis karena konflik memerlukan waktu berpuluh tahun untuk menghilangkannya. “Anak yang dilahirkan di situasi kekerasan akan melahirkan generasi yang juga penuh kekerasan baru,” tutur Kepala Negara.

    Oleh karenanya perdamaian, kerukunan, persaudaraan dan stabilitas adalah fondasi berharga bernegara, dasar untuk memenangkan persaingan kompetisi dengan negara.

    “Sekali lagi atas nama rakyat Indonesia saya menyampaikan terima kasih atas kontribusi untuk Indonesia maju, untuk yang kita cita-citakan,” ujar Presiden.

    Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban Din Syamsuddin, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki.

  • God’s DNA Conference: Konferensi Untuk Memperlengkapi Anak-anak Muda Gereja

    God’s DNA Conference: Konferensi Untuk Memperlengkapi Anak-anak Muda Gereja

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Bertempat di GBI Ruko Blok Q No. 4-5 Taman Harapan baru, Kota Bekasi, God’s DNA yang didirikan tahun 2012 oleh sekelompok anak muda yang suka melayani di Kabupaten Bekasi, menggelar konferensi pers terkait penyelenggaraan  God’s DNA Conference, jumat (09/02/2018).

    Mengawali konferensi pers, Andreas Klemens memperkenalkan kepada awak media tentang organisasi God’s DNA. Dikatakannya bahwa God’s DNA adalah organisasi yang dibangun diatas pondasi yang kuat, yaitu kasih Tuhan Yesus, yang memiliki beban atau panggilan untuk gereja-gereja di Indonesia, khususnya pemuda dan remaja. Selain itu komunitas yang bernama God’s DNA ini memiliki passion yang sama dalam hal pujian dan penyembahan.

    “God’s DNA adalah kumpulan atau organisasi anak-anak muda di Lippo Cikarang yang punya passion yang sama untuk melahirkan banyaknya pujian-pujian dan penyembah-penyembah dalam roh dan kebenaran,” ujarnya mengawali jumpa pers.

    Sementara itu, berkaitan dengan penyelenggaraan God’s DNA Conference, Ps. Gabriel Klemens menyampaikan latar belakang rencana pelaksanaan Konferensi anak-anak muda ini. Dari pengalamannya memberitakan firman Tuhan ke kota-kota di Indonesia, baik dalam ibadah dewasa maupun anak muda, ia melihat masih banyak pelayanan anak muda gereja yang belum dipersiapkan dengan baik dan terjadi di gereja yang sudah besar maupun kecil.

    “Sayangnya kemajuan di gereja lebih lambat dibanding perkembangan dunia luar. Itu membuat nak muda kehilangan area pujian, penyembahan dan firman. Jadi mereka punya fasilitas ibadah bagus, susunan ibadah bagus, tapi sayangnya nggak ada kuasa di dalamnya. Mereka nggak ngerti kenapa harus ada doa, penyembahan dan mereka tidak mengerti kenapa harus ada firman yang kuat, karena bagi mereka firman yang kuat hanya ada di gereja (ibadah) dewasa,” ungkapnya.

    Ditambahkan Gabriel, bahwa kemandulan kebangkitan pemuda gereja terkadang berasal dari gembala jemaatnya sendiri yang memandang bahwa ibadah remaja dan pemuda hanyalah pelengkap saja. Padahal menurutnya, kebangunan rohani terjadi ketika anak-anak muda kembali pada doa, pujian penyembahan dan firman yang tajam.

    “Masih banyak gembala jemaat yang memandang, ibadah (remaja dan pemuda) adalah ibadah kedua atau sebagai pelengkap saja. Bagi mereka yang penting ada ibadah anak muda,” tegasnya.

    “Saya percaya, kalau anak muda kembali kepada doa, kepada pujian dan penyembahan, firman yang tajam, saya percaya anak-anak muda akan dilepaskan dan memiliki hidup yang dahsyat,” tegasnya lagi.

    Dari apa yang didapat di lapangan oleh Gabriel, menjadi isu menarik dalam komunitas God’s DNA, sehingga munculah ide untuk menggelar God’s DNA Conference dengan tema, “Essence” yang akan dilaksanakan pada jumat-sabtu, 13-14 April 2018 di GBI Graha Bethany, Jl. Padjajaran Kav. 8. Lippo Cikarang.

    “Pembicara dalam God’s DNA Conference merupakan orang-orang yang ahli dalam bidangnya, seperti  Gabriel Klemens (God’s DNA Lippo Cikarang), Ps. Henry Setiawan (Revival Church Yogyakarta), Ps. Victor Waang (Elshaddai Creative Community Bandung), Ps. Benny Gunawan (GBI Jl. Gatot Subroto-Jakarta), Ps. Joseph Kelly (City Shakers Community Bandung), Franky Kuncoro (Gereja Mawar Sharon Jakarta), Ps. Dwiki Anugrah (Excellent Generation Bandung) dan Ps. Kenny Goh (Jakarta Praise Community Church),” sebut Andreas Klemens, terkait pembicara dalam konferensi ini.

    Andreas Klemens, Ketua Acara God’s DNA Conference (paling kanan) mendampingi Ps. Gabriel Klemens 

    Grup Band God’s DNA Worship yang terbentuk sejak bulan Agustus 2015

    Lebih lanjut, Ketua Acara God’s DNA Conference ini menjelaskan bahwa selama dua hari, para peserta akan diberikan pemaparan materi yang terdiri dari empat sesi. Selain itu juga ada workshop dengan tema-tema yang relevan.

    “Hari pertama peserta akan mengikuti workshop mengenai ‘Building the altar’ oleh Franky kuncoro, ‘Buliding a strong cell group’ oleh Dwiki Anugrah, dan ‘Building a youth team’ oleh Kenny Goh. Sementara workshop pada hari kedua, ‘Next generation’ oleh Gabriel Klemens, ‘Evangelist generation’ oleh Ps. Joseph Kelly, dan ‘Fathering the generation’ oleh Ps. Victor Waang,” terang Andreas.

    Konferensi yang sangat cocok bagi anak-anak muda gereja, terutama para leader pemuda untuk diperlengkapi dalam membangun pelayanannya dengan lebih dahsyat dikenakan biaya sebesar Rp. 305.000  untuk personal atau Rp. 255.000 untuk grup/5 orang. Biaya tersebut digunakan untuk mengikuti keseluruhan acara dari awal sampai akhir dan perlengkapan peserta selama kegiatan berlangsung. Sementara untuk pendaftaran, bisa dilakukan melalui website: www.godsdna.org/essence.

    “Pendaftaran sudah dimulai dari bulan november tahun 2017, dan puji Tuhan sudah banyak anak-anak muda bahkan ratusan anak-anak muda yang mendaftar untuk God’s DNA Conference ini,” ungkap Andreas Klemens.

    Ditegaskan Andreas, dalam menjaring peserta, dari berbagai denominasi gereja dan wilayah di Jabodetabek bahkan luar daerah, tim God’s DNA melakukan presentasi ke beberapa sekolah, kampus dan gereja.

    “Ada beberapa sekolah dan juga gereja yang kami samperin dan kami presentasi. Ada juga kampus dimana mereka mendapatkan harga spesial,” tegasnya.

    Andreas juga mengungkapkan bahwa penyelenggaraan konferensi anak muda ini tidak melibatkan pihak lain diluar tim God’s DNA sendiri.

    “Jujur aja, untuk membuat acara konferensi ini nggak mudah. Karena kami bukanlah gereja yang besar, tapi semua kami yang pelayanan adalah anak-anak muda, remaja pemuda, ada dari SMP, SMA, kuliah dan selesai kuliah. Jadi yang mengambil bagian kumpulin kita semua, yang buat musiknya, yang buat digitalnya, yang soundmannya, tidak sewa dari yang lain. Kami pakai tim  sendiri supaya konferensi ini benar-benar berasa dari anak-anak muda,” ungkapnya penuh semangat.

    Pada kesempatan itu, diperkenalkan juga Grup Band God’s DNA Worship yang terbentuk sejak bulan Agustus 2015. Grup Band ini sudah meluncurkan album perdananya saat konser Rock With Jesus dan akan merilis album kedua.

    Akhir dari kegiatan, sebelum menutup dengan doa, Gabriel Klemens berharap lewat kegiatan ini, anak-anak muda bisa mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan Yesus, anak-anak muda bisa mengalami kedahsyatan Allah dalam hidupnya. Oleh karenanya, Gabriel memohon dukungan media dalam acara God’s DNA Conference sehingga esensi dari kegiatan konferensi bisa tersampaikan khususnya kepada anak-anak muda.

    “Saya pengen anak-anak muda yang datang kesini bisa melihat Allah yang dahsyat! Allah yang menyembuhkan itu ada dalam gereja mereka, Allah yang perkasa itu benar-benar mendampingi hidup mereka. Saya ingin mengajak teman-teman media bekerjasama dalam konferensi ini, supaya banyak anak-anak muda bisa ikut bukan untuk menarik kuota, tapi supaya mereka bisa hadir, dan mereka akan melihat bahwa Allah mereka benar-benar dahsyat. Saya percaya lewat tulisan tangan teman-teman media, banyak anak muda bisa datang dan dilawat oleh Tuhan,” terang Gabriel penuh harap mengakhiri jumpa pers dengan media.