Category: Liputan

  • Pukul Gong Tiga Kali, Menkumham Yasonna Laoly Buka Sidang Majelis Pendeta GKPS Se-Indonesia

    Pukul Gong Tiga Kali, Menkumham Yasonna Laoly Buka Sidang Majelis Pendeta GKPS Se-Indonesia

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Menkumham), Dr. Yasonna H. Laoly, SH., M.Sc membuka secara resmi Sidang Majelis Pendeta GKPS Se-Indonesia yang akan berlangsung selama 3 hari yaitu tanggal 17-20 Januari 2018 di Hotel Grand Cempaka Jakarta, rabu (17/01/2018).

    Menkumham Yasonna Laoly saat menyampaikan sambutan

    Dalam sambutannya, Yasonna Laoly, mengajak semua peserta Sidang Majelis Pendeta GKPS  agar mendoakan tahapan-tahapan Pilkada yang berlangsung pada tahun 2018 bahkan Pileg dan Pilpres 2019 agar berjalan dengan baik.

    “Doakan agar semua tahapan Pilkada serentak 2018, Pileg dan Pilpres 2019  dapat berjalan dengan baik. Jangan membuat hoax sendiri. Gereja harus terdepan untuk membawa kebenaran,” ungkap Laoly.

    Turut hadir bersama Menkumham, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, yang dalam sambutannya, selain mengingatkan agar gereja tidak menarik diri untuk bicara politik, Menteri Enggartiasto Lukito juga menyampaikan soal komitmen pemerintah yang akan selalu berpihak kepada masyarakat.

    “Gereja tidak boleh berpolitik tapi jangan tabu bicara politik. Politik itu tidak kotor, yang kotor adalah orangnya,” terangnya

    “Satu hal yang ingin saya pastikan, bahwa Pemerintah tidak akan membiarkan daya beli masyarakat turun! Pemerintah tidak akan membiarkan kebutuhan bahan pangan kita terganggu. Apapun kita akan lakukan! Pemerintah akan memikirkan atau lebih berpihak kepada masyarakat,” terangnya lagi kepada para peserta Sidang Majelis Pendeta GKPS.

    Ephorus Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS), Pdt. M. Rumanja Purba, didampingi Ibu Rosdiana Sipayung mewakili Panitia saat Konferensi Pers dengan awak media.

    Sementara itu, dalam konferensi pers yang dilaksanakan disela-sela acara, Ephorus Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS), Pdt. M. Rumanja Purba, didampingi Ibu Rosdiana Sipayung mewakili Panitia, menyatakan soal pentingnya Sidang Majelis Pendeta tahun 2018 yang mengambil tema; “Diperlengkapi untuk melakukan perbuatan baik” (2 Timotius 3:17) dan sub Tema; “Bimbinglah jemaat bermurah hati, seperti Kristus bermurah hati kepada orang miskin, yang menderita dan tertindas”.

    “GKPS Gereja Kristen Protestan Simalungun yang pusatnya di Siantar Sumatera Utara, tahun ini mengadakan sidang penting yang itu Sidang Majelis Pendeta. Sebelumnya juga telah dilaksanakan Sidang Majelis Penginjil seminggu yang lalu. Kedua sidang ini adalah sebuah lembaga untuk membicarakan pertimbangan-pertimbangan teologia kepada GKPS, kemudian dia juga sebagai lembaga untuk menyusun kalender liturgis. Yaitu menyusun tata ibadah, sakramen-sakramen , topik-topik khotbah. Itulah fungsi dari lembaga ini, Majelis Pendeta,” jelasnya pada awak media yang hadir.

    Menteri Yasonna Laoly dan Enggartiasto Lukita menerima hio atau ulos dari Panitia

    Kehadiran 2 Menteri, disambut dengan rasa syukur karena memberi warna tersendiri dalam pelaksanaan Sidang Majelis Pendeta GKPS Se-Indonesia tahun 2018 bahkan sebelum meninggalkan acara Menteri Yasonna Laoly dan Enggartiasto Lukita sempat menerima hio atau ulos.

    “Saya bersyukur dipembukaan ini hadir 2 menteri yang memberi warna khusus pada GKPS bahwa negeri ini adalah sebuah negeri yang menjadi milik kita bersama. Dengan kehadiran Bapak Menteri Yasonna Laoly dan Enggartiasto Lukita hari ini, memberi motivasi, memberi spirit  bagi GKPS untuk berperan lebih besar lagi terutama merawat NKRI,” ungkap Ephorus, Pdt. M. Rumanja Purba penuh syukur.

    “GKPS ini ada sekitar 250 ribu jiwa anggotanya dan ini bukan tugas yang gampang. Kalau dibuat klasifikasi, GKPS ini termasuk gereja yang menengah yang termasuk 25 besar gereja di Indonesia. Kami ingin berperan lebih besar lagi terutama merawat NKRI,” ungkapnya lagi.

    Sementara itu, Ibu Rosdiana Sipayung sebagai perwakilan Panitia Pelaksana menyatakan bahwa terlaksananya Sidang Majelis Pendeta GKPS di Jakarta karena semangat Haroan Bolon” atau gotong royong dari jemaat Distrik VII Jabodetabek dan Bandung.

    “Dihadiri 279 orang Pendeta yang terdata hadir sampai hari ini rabu 17 Januari dan mungkin masih ada yang menyusul karena acara kita akan berlangsung sampai dengan hari jumat malam. Acara ini walaupun membutuhkan biaya yang besar namun dapat terselenggara karena semangat “Haroan Bolon” atau dalam bahasa Indonesia gotong royong dari seluruh jemaat yang ada di Distrik VII khususnya Jabodetabek dan Bandung. Puji Tuhan! Jemaat-jemaat bisa menanggulangi,” jelas Rosdiana Sipayung penuh syukur.

    Suasana Sidang Majelis Pendeta GKPS Se-Indonesia

    Lebih jauh dikatakan Ephorus GKPS, bahwa sebagai gereja suku, GKPS memiliki 2 mandat, yaitu; mandat rohani dari Sorga dan mandat budaya dari Simalungun.

    “Dua mandat ini yang membuat gereja ini tetap eksis, karena tidak hanya soal Sorga yang dibicarakan tetapi juga soal budaya Simalungun. Dan ini tertuang dalam kontitusi gereja bahwa GKPS  harus menjaga budayanya,” tegas Ephorus.

    Sementara menjawab soal istilah Majelis Pendeta, Ephorus GKPS menjelaskan bahwa Istilah majelis pendeta menggambarkan bahwa GKPS tidak dipimpin oleh satu orang, tetapi gereja ini dipimpin secara kolektif .

    “Jadi mejelis pendeta ini menggambarkan kolektifitas. Sebagai ephorus, saya tidak bsia bertindak sendiri melakukan apa yang saya pikirkan, saya harus menerima mandat dari majelis ini. Majelis ini akan memberikan pertimbangan theologia seperti yang saya katakan tadi. Contoh kecilnya mengenai jubah kami pendeta, itu harus diputuskan melalui sidang majelis ini. Tidak boleh pendeta yang lain-lain jubahnya. Jadi intinya GKPS ini sangat menjaga asas kolektifitas,” jelasnya.

    Pada bagian lain, Preases GKPS Distrik VII, Pdt. Jameldin Sipayung, S.Th., MA., mengharapkan ditengah kondisi dunia saat ini yang terlalu mendorong kebebasan, Sidang Majelis Pendeta GKPS sebagai suatu permusyawaratan Pendeta dapat memberikan pertimbangan Theologis tentang pelaksanaan tugas dan tanggung jawab gereja agar dapat menambah motivasi pendeta-pendeta GKPS untuk mendorong peningkatan kualitas Penatalayanan. GKPS harus terus bertumbuh dalam kasih dan pengenalan akan Tuhan Yesus , dan tunduk pada kehendakNya dalam kehidupan baik secara pribadi maupun bersama-sama.

    Akhirnya Ephorus GKPS Pdt. M. Rumanja Purba, berpesan agar seluruh peserta sidang dapat mengikuti jalannya sidang dengan baik, dan penuh sukacita, mendapatkan pengalaman dan wawasan baru, dan membawa pulang pengalaman berharga, membagikan kepada seluruh jemaat di daerahnya masing-masing, demi pertumbuhan iman yang lebih baik dan hanya Tuhan yang dimuliakan.

  • Anies Baswedan Ajak Masyarakat Kristen dan Katholik DKI Jakarta Gaungkan Kesederhanaan dan Ketenangan Hati

    Anies Baswedan Ajak Masyarakat Kristen dan Katholik DKI Jakarta Gaungkan Kesederhanaan dan Ketenangan Hati

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Kesederhanaan dan ketenangan hati menjadi dua poin penting yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, Ph.D saat memberi sambutan dalam Perayaan Natal bersama Pemprov – Masyarakat Kristen dan Katholik DKI Jakarta 2017 di Hall B Jakarta Internasional Expo Kemayoran, Sabtu (13/01/2018).

    Anies Baswedan didampingi Wagub Sandiaga Salahudin Uno dan Ketua Panitia, Bapak Gamal Sinurat, memberikan cinderamata khusus dari Pemprov DKI kepada pengkhotbah Natal, Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MA., dan perwakilan 7 aras gereja.

    Menurut Anies, ketenangan hati dan kesederhanaan hidup seringkali terlewatkan oleh mereka yang hidup di kota besar seperti Jakarta. Bagaikan Surga kehidupan materialistik dan konsumeristik, Jakarta dengan hiruk pikuk kegiatannya telah membuat kesederhaan dan ketenagan hati menjauh dari warga Jakarta.

    “Ketenangan hati dan kesederhanaan hidup, dua hal ini seringkali di kota besar yang hiruk pikuknya luar biasa, seringkali terlewatkan. Jakarta sayang sekali sekarang terilham sebagai surga kehidupan materialistik, surga kehidupan konsumeristik. Ragam tempat perbelanjaan, ragam hiburan di Indonesia ini pusatnya di mana? di kota Jakarta. Disatu sisi ini adalah sesuatu yang amat baik karena dia memberikan suatu aspek kebahagiaan, akses yang mudah pada berbagai macam kebutuhan, tetapi disisi lain seringkali sebagian dari kita terlena untuk menjaga diri agar tidak masuk didalam dari apa yang kita sebut living beyond our means. Hidup kita sering kali dijalani melampaui kemampuan yang sesungguhnya. Disisi ekstrim yang lain, kita menyaksikan banyak juga yang tergoda untuk mengambil jalan pintas, jalan tak legal, jalan mengambil hak orang lain. Dari kisah seputar natal, kita dapat belajar tentang keteladanan untuk kesederhaanaan dan kita berharap pesan kesederhanaan ini ikut digaungkan dengan kuat dihari-hari kedepan,” ungkap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ke-26.

    “Dalam konsep agama yang saya anut ada istilah yang sama, bukan memiskinkan diri tetapi bahwa hidup kita tidak dikendalikan oleh kemewahan. Harta cukup diletakkan dikantong, tidak dibawa didalam hati. Pesan ini yang saya berharap ikut menjadi pesan dari natal pada tahun ini,” tambahnya

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, Ph.D saat memberi sambutan dalam Perayaan Natal bersama Pemprov – Masyarakat Kristen dan Katholik DKI Jakarta 2017 di Hall B Jakarta Internasional Expo Kemayoran.

    Menyinggung soal tema Natal, “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu” dan sub tema, “Bekerja sama mewujudkan Jakarta yang damai, maju, bahagia dan sejahtera bagi masyarakatnya”, Anies bicara soal pentingnya ketenangan hati atau kestabilan batin.

    “Berikutnya adalah pesan tentang ketenangan hati/kestabilan batin yang kalau kita lihat menjadi tema dari natal pada tahun ini kata kuncinya, adalah damai. Damai itu hadir dari hati yang tenang, hati yang stabil. Dan lagi-lagi jakarta adalah suatu tempat dimana hiruk pikuk kegiatan seringkali menjauhkan kita dari ketenangan. Ritme kota ini luar biasa tingginya. Keriuhan, kecepatan bergerak, berderetnya peluang, seringkali membuat kita jauh dari ketenangan. Itu sebabnya semoga didalam perayaan natal ini kita juga terpantik kembali untuk makin peka, makin bisa mengandalikan diri, makin mampu menyelaraskan pikiran dan emosi dan sekaligus memberikan nuansa kedamaian, perdamaian disekeliling kita,” tegas Anies.

    Ditambahkannya, bahwa ketenangan hati tidak saja bicara soal ketiadaan emosi atau ketiadaan rasa bahagia, tapi lebih dari itu adalah kemampuan seseorang mengendalikan diri, apapun tantangan serta masalah yang ada.

    “Ketenangan hati bukanlah soal ketiadaan emosi, bukanlah soal ketiadaan rasa bahagia, namun ini lebih dari pada kemampuan bagaimana mengendalikan respon diri, apapun tantangan, apapun masalah yang ada disekitar kita. Kami percaya dengan peringatan natal bersama ini ada begitu banyak tali silaturahmi yang tereratkan kembali, dan juga ada begitu banyak semangat kerja yang muncul lebih kuat lagi, dan ijinkan kami menyampaikan pesan kedamaian, pesan ketenangan, pesan kesederhanaan, pesan yang kita bawa dalam perjalanan di tahun 2018 ini,” pungkas pria kelahiran KuninganJawa Barat7 Mei 1969 ini.

    Suasana Penyalaan Lilin Natal

    Ada hal menarik yang terungkap dalam perayaan Natal bersama Pemprov – Masyarakat Kristen, Katholik dan Orthodox 2017. Perayaan Natal bersama yang didukung 7 aras gereja ini, ternyata adalah kali pertama dalam sejarah Pemprov DKI Jakarta. Dan hal ini diungkapkan oleh Anies sebelum mengakhiri sambutannya.

    “Semoga perayaan natal ini menjadi momen yang berkesan bagi kita semua. Dan apapun yang pertama tentu tidak ada kedua kalinya. Pertama hanya ada satu kali, yang berikutnya bukan lagi yang pertama! Kita bagian dari sejarah jakarta. Kita bagian dari sejarah kerukunan di kota ini,” ungkap Anies penuh syukur.

    Pada bagian akhir sambutannya, Anies memberi apresiasi atas hasil kerja panitia dan semua yang telah bekerja mensukseskan perayaan Natal Pemprov DKI 2017 yang dilayani oleh Ketua Umum PGPI, Pdt. Dr. Jacob nahuway, MA.

    “Terakhir saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah menjadi komponen penting dalam penyiapan dan penyelenggaraan jam ini. Tadi saya sebutkan satu persatu, tujuh aras gereja, keuskupan Jakarta yang juga sudah terlibat. Kami percaya ini adalah bagian dari awalan kerja besar yang masih menanti kita semua di 2018 dan diwaktu-waktu yang akan datang,” jelas Anies penuh rasa terima kasih.

    Membaca Pantun menjadi peristiwa menarik dari rentetan sambutan Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta masa bakti 2017-2022 malam itu.

    “Isinkan saya mengakhiri, semula saya tidak berencana membaca pantun, tetapi bapak ketua panitia memberikan provokasi baca pantun. Boleh saya baca pantun sebagai penutup? Beli bantal di pasar cikini, bayarnya lima dapatnya delapan, semoga semangat natal di tahun ini, terjaga selama setahun kedepan,” ujar Anies disambut tepuk tangan semua yang hadir.

    Sementara itu pada bagian akhir acara, Anies Baswedan didampingi Wagub Sandiaga Salahudin Uno dan Ketua Panitia, Bapak Gamal Sinurat, memberikan cinderamata khusus dari Pemprov DKI untuk pengkhotbah Natal, Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MA., dan perwakilan 7 aras gereja.

  • Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si : Penguatan Institusi Pendidikan dan SDM jadi Prioritas Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI

    Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si : Penguatan Institusi Pendidikan dan SDM jadi Prioritas Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Membangun lembaga pendidikan yang akuntabel, berkualitas, baik dalam pengelolaan sumber daya, dan mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lain, menjadi prioritas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia mulai tahun 2018.

    Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si saat menandatangani MOU antara Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI dengan DPP Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia

    Hal ini disampaikan Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si., disela-sela penandatanganan MOU, Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI dengan DPP Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Id) di ruang kerjanya, Lantai 10 Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, Jalan M. H. Thamrin Nomor 6, Jakarta, Selasa (2/01/2018).

    “Dari kesemuanya, dalam rangka implementasi program besar dari Dirjen Bimas Kristen yang bertujuan untuk edukasi masyarakat Kristen di Indonesia, Dirjen Bimas Kristen pada tahun 2018 ini tetap terkonsentrasi pada bidang pendidikan. Mulai tahun ini kita sudah harus melihat prioritas pendidikan sebagai bagian penting,” begitu ungkap Rektor universitas Pattimura periode tahun 2012 – 2016.

    Lebih jauh Lelaki kelahiran Ambon ini mengungkapkan bahwa, dalam pimpinannya, Ditjen Bimas Kristen akan melakukan penguatan institusi pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Penguatan kapasitas institusi itu akan dibarengi dengan penguatan sumber daya manusianya, Baik guru maupun dosen. Sumber daya manusia dalam hal ini dosen, juga akan masuk sebagai skala prioritas.

    Bahkan menurut Prof. Pentury, dosen akan mendapat kesempatan untuk disekolahkan melalui program beasiswa. Selama ini Ditjen Bimas Kristen baru memberikan bantuan studi saja, yang sifatnya hanya bantuan tahunan saja. Sedangkan program beasiswa yang akan digulirkan ini adalah pembiayaan pendidikan dari mulai hingga selesai pendidikannya.

    “Program beasiswa tersebut bukan dirancang hanya untuk menjalankan pendidikan di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Dan untuk memulainya, dosen yang masuk dalam kategori prioritas untuk merasakan program beasiswa ini adalah dosen-dosen yang memiliki NIP Kementerian Agama RI. Namun demikian tidak menutup kemungkinan pada dosen-dosen lainnya. Pendidikan luar negeri yang akan disasar adalah pendidikan di Korea dan Eropa. Mungkin nggak banyak tahun ini! lima sampai sepuluh bisa kita sekolahkan, ‘kan lumayan,” ungkap Profesor yang berulang tahun setiap tanggal 17 Mei ini.

    “Dengan menyekolahkan sebanyak  lima sampai sepuluh orang pada tahun ini, maka pada tahun ke tiga atau ke-empat masyarakat Kristen di Indonesia akan memiliki sumber daya manusia yang mengalami peningkatan mutunya,” tegas Prof. Pentury.

  • Tingkatkan Sinergitas, Pewarna Indonesia Tandatangani MOU dengan Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI

    Tingkatkan Sinergitas, Pewarna Indonesia Tandatangani MOU dengan Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Id) dan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia menyepakati penguatan sinergi dalam mensosialisasikan visi besar dari Kementerian Agama terutama visi Dirjen Bimas Kristen.

    Saat Penandatanganan MOU Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI dan Ketum DPP Pewarna Indonesia

    Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Thomas Pentury M.Si dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia, Yusuf Mujiono S.Th. Seremonial MoU dilakukan di ruang kerja Dirjen Bimas Kristen, Lantai 10 Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, Jalan M. H. Thamrin Nomor 6, Jakarta, Selasa (2/01/2018).

    Bagi DPP Pewarna, penandatanganan tersebut merupakan anugerah yang Tuhan berikan dalam langkah organisasi di tahun 2018. Yusuf mengungkapkan syukurnya dan ucapan terima kasih atas momentum yang terjadi saat itu. Menurut Yusuf, Penandatanganan tersebut diharapkan memiliki dampak yang baik bagi harapan PEWARNA Indonesia yang memiliki keinginan kuat untuk merealisasikan sinergitas dengan berbagai lembaga-lembaga keumatan kristen di Indonesia pada tahun 2018 ini. Oleh sebab itu, masih menurut Yusuf, respon yang diberikan pihak Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI sangat membantu percepatan membangun dan membentuk jalinan dengan banyak pihak.

    Sementara itu diungkapkan Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si., bahwa MoU ini adalah upaya Kemenag khususnya Dirjen Bimas Kristen untuk mensosialisasikan visi besar dari Kementerian terutama visi Dirjen Bimas Kristen.

    “Ada berbagai keterbatasan dalam tugas membina masyarakat Kristen di Indonesia, terutama mensosialisasikan visi besar dari Kementerian, dan juga terutama visi Dirjen Bimas Kristen. Dan program-program kerjanya,” ungkap Prof. Pentury.

    “Dan untuk yang satu ini menurutnya, bila melakukan kerja sama dengan pihak pers sangat baik. Itulah sebabnya, inisiatif bersama dalam penandatanganan kesepahaman untuk membina masyarakat Kristen di Indonesia menjadi bagian penting, dan dari seluruh program yang akan saya kerjakan sebagai Dirjen Bimas Kristen,” tambah Prof. Pentury memaparkan.

    “Maka harapan dari sinergi ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kristen di Indonesia. Artinya, bukan sekedar kepentingan teman-teman di PEWARNA, tapi juga kepentingan kita semua.” lanjutnya menekankan.

    Selain itu dari penandatanganan kesepahaman ini, pihak Ditjen pun berharap bisa mendapatkan feed back dari masyarakat, terhadap segala kegiatan kerja yang dilakukan oleh pihak Ditjen Bimas Kristen. Pihaknya, masih kata Dirjen, melakukan penandatanganan tersebut bersama PEWARNA Indonesia, lantaran PEWARNA Indonesia sebagai organisasi yang terdiri dari profesi kewartawanan yang memberi perhatian bagi masyarakat Kristen di Indonesia.

    Kesepakatan yang dilakukan antara Bimas Kristen Kemenag RI dengan PEWARNA Indonesia adalah kesepakatan berbagi informasi dan melakukan kegiatan pembinaan bersama, yang adalah program-program direktorat mau pun sub direktorat yang berada di dalam Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI.

    “Nanti kita yang memprogramkan di Kementerian Agama, Ditjen Bimas Kristen, dan Pelaksananya bisa saja bersama atau dilepas ke teman-teman PEWARNA,” Ungkap Prof Pentury..

    Dari kesemuanya dalam rangka implementasi program besar dari Dirjen Bimas Kristen yang bertujuan untuk edukasi masyarakat Kristen di Indonesia. Dirjen Bimas Kristen pada tahun 2018 ini tetap terkonsentrasi pada bidang pendidikan.

    “Mulai tahun ini kita sudah harus melihat prioritas pendidikan sebagai bagian penting,” begitu ungkap Rektor universitas Pattimura periode tahun 2012 – 2016.

    Lebih jauh Lelaki kelahiran Ambon ini mengungkapkan bahwa, dalam pimpinannya, Ditjen Bimas Kristen akan melakukan penguatan institusi pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Penguatan kapasitas institusi itu akan dibarengi dengan penguatan sumber daya manusianya, Baik guru mau pun dosen. Sumber daya manusia dalam hal ini dosen, juga akan masuk sebagai skala prioritas. Dosen akan mendapat kesempatan untuk disekolahkan melalui program beasiswa. Selama ini Ditjen Bimas Kristen baru memberikan bantuan studi saja, yang sifatnya hanya bantuan tahunan saja. Sedangkan program beasiswa yang akan digulirkan ini adalah pembiayaan pendidikan dari mulai hingga selesai pendidikannya.

    “Program beasiswa tersebut bukan dirancang hanya untuk menjalankan pendidikan di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Dan untuk memulainya, dosen yang masuk dalam kategori prioritas untuk merasakan program beasiswa ini adalah dosen-dosen yang memiliki NIP Kementerian Agama RI. Namun demikian tidak menutup kemungkinan pada dosen-dosen lainnya. Pendidikan luar negeri yang akan disasar adalah pendidikan di Korea dan Eropa. Mungkin nggak banyak tahun ini! lima sampai sepuluh bisa kita sekolahkan, ‘kan lumayan,” ungkap Profesor yang berulang tahun setiap tanggal 17 Mei ini.

    “Dengan menyekolahkan sebanyak  lima sampai sepuluh orang pada tahun ini, maka pada tahun ke tiga atau ke-empat masyarakat Kristen di Indonesia akan memiliki sumber daya manusia yang mengalami peningkatan mutunya,” tegas Prof. Pentury.

  • Presiden Jokowi: Jangan Pernah Lelah Bekerja

    Presiden Jokowi: Jangan Pernah Lelah Bekerja

    KOTA PONTIANAK, WARTANASRANI.COM – Dalam Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh umat Kristiani di Indonesia agar jangan pernah lelah bekerja.

    Presiden Joko Widodo bersama Menteri ESDM Ignasius Jonan yang juga Ketua Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017 dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

    “Jangan pernah lelah bekerja di ladangnya Tuhan. Jangan pernah lelah bekerja di ladang pengabdian kita masing-masing, apapun profesinya, apapun pekerjaannya, apapun status yang kita miliki, baik sebagai pedagang, supir, petani, buruh, PNS, TNI, POLRI. Jangan pernah lelah bekerja untuk kemajuan dan kejayaan bangsa dan negara,” kata Presiden ketika memberi sambutan pada Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017 di Rumah Radakng, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Kamis 28 Desember 2017.

    Lebih lanjut Presiden mengatakan bahwa Tuhan sudah memberi anugerah kepada kita untuk hidup di tanah air kita tercinta, Indonesia yang kekayaan alamnya begitu berlimpah dan memberi kita kecukupan.

    “Tapi Tuhan tentu tidak ingin kita jadi berdiam diri. Kita harus terus berusaha, bekerja keras dan berdoa untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju bangsa pemenang. Untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang menghadirkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya,” ujar Kepala Negara.

    Dalam kesempatan itu, Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo menjelaskan bahwa saat ini kita sedang mengarungi perjalanan menuju negara maju dengan membangun di seluruh pelosok tanah air Indonesia membangun dari desa dari pulau-pulau terdepan, membangun kawasan perbatasan sebagai beranda-beranda terdepan Republik.

    “Kita sedang berlayar menuju negara maju dengan membangun manusia Indonesia. Sekali lagi, membangun manusia Indonesia. Manusia Indonesia yang unggul, manusia Indonesia yang tangguh, manusia Indonesia yang bermartabat,” tuturnya.

    Perjalanan menuju kemajuan bangsa ini membutuhkan peran semua elemen bangsa  termasuk umat Kristiani untuk menjadi manusia-manusia terbaik dalam bidangnya masing-masing.

    “Untuk menjadi pribadi yang optimis, yang tangguh, yang selalu hidup dengan kasih di hati yang selalu membantu sesama manusia, yang selalu mau bergotong royong,” ucapnya.

    Tampak hadir pada perayaan Natal bersama ini antara lain, Wakil Presiden keenam Try Sutrisno, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri ESDM Ignasius Jonan yang juga Ketua Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian serta Gubernur Kalimantan Barat Cornelis.

  • Presiden Jokowi: Natal Harus Jadi Momentum Pembawa Semangat Perubahan

    Presiden Jokowi: Natal Harus Jadi Momentum Pembawa Semangat Perubahan

    KOTA PONTIANAK, WARTANASRANI.COM – Natal harus membawa perubahan sikap mendasar dalam kehidupan bersama sebagai bangsa karena dunia telah berubah dengan cepat dan perubahan tidak bisa dibendung lagi. Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika menyampaikan sambutan pada Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017 di Rumah Radakng, Kota Pontianak, Provinsi Jawa Barat, Kamis 28 Desember 2017.

    “Jika tidak mau tertinggal dengan perubahan, maka kita  harus menyiapkan diri beradaptasi dan mengantisipasi dengan cepat setiap gelombang perubahan yang terjadi,” ucap Presiden.

    Untuk itu Natal bukan semata-mata perayaan seremonial belaka. Tapi harus bisa menjadi momentum untuk membawa semangat perubahan, semangat mengejar ketertinggalan, semangat kemajuan dan semangat bahwa hari esok harus lebih baik dari hari ini.

    “Natal juga harus membawa semangat kesahajaan, semangat untuk berani mengatakan cukup, semangat rela berbagi serta semangat untuk memperkecil jurang ketimpangan antara si kaya dan si miskin. Itulah yang perlu kita selalu ingat dalam setiap momentum perayaan Natal untuk membawa semangat baru membawa semangat perubahan,” kata Kepala Negara.

    Semangat Cinta Kasih

    Di awal sambutannya, Presiden mengatakan bahwa di dalam kebaktian-kebaktian Natal akan ditemukan sebuah pemandangan indah ketika cahaya lilin-lilin kecil dinyalakan oleh jemaat oleh umat Kristiani di seluruh tanah air.

    Cahaya lilin yang menjadi lambang terang di dalam kehidupan, yang menjadi simbol pemandu dalam kegelapan. Cahaya yang mengingatkan nilai-nilai Ketuhanan, nilai-nilai Keutamaan bahwa manusia haruslah saling mengasihi, saling menjaga dan saling mencintai.

    “Nilai-nilai inilah yang dibutuhkan negara kita, Indonesia hari ini maupun di masa-masa yang akan datang terlebih dalam menjalani kodrat kita untuk hidup dalam keragaman, dalam kebhinnekaan,” ujar Presiden.

    Keragaman yang perlu dirawat dengan cinta kasih, untuk terus menjaga persaudaraan, menjaga kebersamaan, menjaga kerukunan dalam jalinan Bhinneka Tunggal Ika.

    “Dengan balutan cinta kasih kita akan saling menghormati, kita akan saling menghargai, kita akan saling menjaga, kita akan saling melindungi sesama anak bangsa,” tuturnya.

    Presiden meyakini bahwa semangat cinta kasih akan menghadirkan kedamaian di hati akan menebarkan kedamaian di seluruh penjuru tanah air dan menyebarkan perdamaian abadi di seluruh muka bumi.

    “Semangat cinta kasih akan menjadikan kita semua bisa bersatu untuk menghadapi semua tantangan-tantangan  sebagai bangsa serta secara bersama-sama berjuang  menghadirkan kesejahteraan bersama bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

    Tampak hadir pada perayaan Natal bersama ini antara lain, Wakil Presiden keenam Try Sutrisno, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri ESDM Ignasius Jonan yang juga Ketua Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian serta Gubernur Kalimantan Barat Cornelis.

  • Presiden Jokowi akan Hadiri Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017

    Presiden Jokowi akan Hadiri Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo akan menghadiri Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017 yang dihelat di Rumah Radakng, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, sore nanti, Kamis 28 Desember 2017.

    Namun sebelum ke Kota Pontianak, Presiden akan singgah terlebih dahulu di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat untuk menghadiri Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun Angkatan Muda Siliwangi (AMS) ke-51 yang digelar di Gedung Merdeka, Bandung.

    Presiden dan Ibu Iriana akan bertolak ke Bandung dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma pada pukul 08.15 WIB.

    Setelah menghadiri acara di Bandung, Presiden dan Ibu Iriana kemudian akan melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Kalimantan Barat.

    Setibanya di Provinsi Kalimantan Barat, Presiden dijadwalkan akan meresmikan terminal baru Bandar Udara Supadio. Presiden juga akan menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat di Halaman Masjid Mujahidin, Kota Pontianak, sebelum menghadiri Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2017.

    Turut menyertai Presiden dan Ibu Iriana dalam kunjungan kerja ke dua provinsi ini, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

  • GPdI Rehobot Tonjong Bogor Gelar Perayaan Natal 2017

    GPdI Rehobot Tonjong Bogor Gelar Perayaan Natal 2017

    BOGOR,  WARTANASRANI.COM – Gereja Pantekosta di Indonesia jemaat Rehobot Tonjong, Bogor Jawa Barat, menggelar Ibadah Perayaan Natal pada hari Minggu, 24 Desember 2017 bertempat di Gedung Gereja GPdI Rehobot Tonjong. Ibadah perayaan Natal ini dihadiri dan oleh seluruh jemaat dan beberapa hamba-hamba Tuhan dari sekitar Bogor dan Bekasi.

    Mengambil tema “Percaya Yang Memberi Sukses”, nats pokok Injil Yohanes 20:29. Ibadah diawali dengan pujian dan penyembahan yang penuh khidmat sehingga jemaat yang hadir merasakan hadirat Tuhan memenuhi tempat tersebut.

    Khotbah di layani oleh Gembala Sidang setempat Pdt. Andereas Tairas. Dalam khotbahnya ia mengajak seluruh sidang jemaat Tuhan diakhir tahun ini dan untuk mengawali tahun yang baru 2018, agar meningkatkan nilai percayanya kepada Tuhan Yesus Kristus.

    “Artinya berkat kesuksesan dan keberhasilan bagi orang percaya dapat dimiliki, dirasakan sungguh-sungguh”, tegasnya.

    Petrus sebagai Nelayan yang hebat dan jarang gagal. Tapi suatu hari sepanjang malam ia tidak mendapatkan apa-apa, hingga menepikan kapal dan membereskan jala. Yesus kemudian menyuruhnya untuk menebarkan jala dan ia menurutinya, lanjutnya. Petrus mendapatkan ikan yang banyak, nah inilah buah dari percaya Petrus kepada Yesus Kristus, ia menaruh percaya kepada Tuhan dan nyata benar dia berhasil, artinya itu buah dari percaya, jadi tema ini nyata bahwa dengan percaya kesuksesan itu nyata, tambah suami dari Pdm. Neni Tairas.

    Sesudah khotbah acara dilanjutkan dengan pemasangan lilin oleh seluruh Majelis Gereja dan Gembala, kemudian dilanjutkan dengan pemberian kado Natal untuk para Majelis Gereja, yang diserahkan oleh Bapak dan Ibu Gembala.

    Suasana Pemasangan Lilin

    Acara juga dimeriahkan oleh penampilan anak-anak sekolah minggu dan pemuda remaja dalam persembahan pujian dan tarian, yang dibagi beberapa sesi yang disuguhkan dalam berbagai bantuk yang kreatif sehingga menarik perhatian seluruh jemaat. Sukacita Natal sangat terasa ditengah-tengah perayaan natal ini.

    Suasana Persembahan Pujian

    Pada bagian akhir acara, Pdt. Andreas Tairas mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan karena acara dapat berjalan dengan baik, dan berterima kasih kepada panitia dan  jemaat yang  sudah bekerja keras untuk mensukseskan acara ini. Dan ucapan terima kasih juga di sampaikan kepada semua hamba-hamba Tuhan yang sudah hadir dan kepada aparat dan pemerintah setempat yang sudah turut membantu, sehingga perayaan Natal berjalan dengan lancar.

    Ketika ditemui oleh awak media, menanyakan apa pesan Natal dan harapannya untuk jemaat Tuhan yang dilayaninya menjelang tahun yang baru, ia berkata : “Tingkatkan percaya kita kepada Tuhan, karena hanya itulah yang menjadi sumber kesuksesan kita”. ucapnya penuh harap.

    Keluarga Gembala Sidang

     “Melihat keadaan zaman sekarang ini, nilai-nilai rohani sudah mulai berkurang, dengan kesibukannya, perhatian, pandangan mereka kepada alat-alat teknologi yang canggih, media-media sosial yang mereka tidak sadari, mereka sudah terkuras pada media tersebut, sehingga mengurangi nilai-nilai percaya mereka”, lanjutnya.

    Ada orang yang percaya, tapi peningkatan kepada percaya itu berkurang, nah tidak disadari bahwa yang namanya percaya itu akan diuji. Oleh sebab itu perlu ditingkatkan, pungkas ayah dari 5 orang anak ini Frengklyn, Trivena, Feliks, Albert, dan Clara.

  • Serunya Talkshow Pewarna Indonesia dan Yakoma-PGI tentang Pro-Kontra Yerusalem

    Serunya Talkshow Pewarna Indonesia dan Yakoma-PGI tentang Pro-Kontra Yerusalem

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Pro-Kontra Yerusalem dalam berbagai perspektif menjadi tema TalkShow yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA ID) bekerjasama dengan Yayasan Komunikasi Masyarakat (YAKOMA-PGI) di Kafe Libry, Toko Buku BPK Gunung Mulia, Jl. Kwitang Raya No. 22-23, Jakarta Pusat, kamis (21/12/2017).

    Narasumber; Prof. Dr. Marthen Napang (Ahli Hukum Internasional Univ. Hassanudin Makasar), Pdt. Gomar Gultom (Sekum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia – PGI), Monique Rijkers (Founder Hadassah of Indonesia), Pdt. Dr. Audy Wuisang (Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia – PIKI) dan Pnt. Benjamin Obadiyah (Gereja Kehilat Mesianik Indonesia).

    Dipandu Argo Pandoyo dan Daniel Tanamal dari Pewarna Id., Talkshow yang berlangsung seru dan menarik ini, menghadirkan narasumber; Prof. Dr. Marthen Napang (Ahli Hukum Internasional Univ. Hassanudin Makasar), Pdt. Gomar Gultom (Sekum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia – PGI), Monique Rijkers (Founder Hadassah of Indonesia), Pdt. Dr. Audy Wuisang (Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia – PIKI) dan Pnt. Benjamin Obadiyah (Gereja Kehilat Mesianik Indonesia).

    Sesuai dengan waktu yang diberikan, masing-masing narasumber silih berganti memaparkan materi yang telah dipersiapkan selama 10-15 menit.

    Dimulai dari Monique Rijkers sebagai pemateri pertama yang berpandangan bahwa kembali ke Israel adalah maunya Tuhan yang dikenal dengan Aliyah”. Dilanjutkan Pdt. Dr. Audy Wuisang yang menekankan soal klaim iman ketika orang Kristen berbicara soal Kota Yerusalem. Sementara Pnt. Benjamin Obadiyah menyatakan bahwa Yerusalem adalah Ibukota Israel baik dari apa kata Alkitab maupun apa kata sejarah.

    Lain lagi dipaparkan oleh Pdt. Gomar Gultom yang menjelaskan soal perlunya pemahaman orang Kristen tentang temuan-temuan arkeologis yang jauh sebelum Israel sudah ada penghuni sebelumnya. Sehingga menurut Sekum PGI ini, mendorong agar berpikir jernih seupaya tidak terjebak pada kesimpulan yang salah. Sebab menurutnya sesuai Pembukaan UUD 1945, Indonesia harus ambil bagian dalam perdamaian Palestina-Israel namun tentunya untuk kesana, Indonesia harus membuka dulu hubungan diplomatik dengan Israel.

    Tak ketinggalan, Prof. Dr. Marthen Napang, sebagai Pakar Hukum Internasional dari Universitas Hassanudin Makasar, mengajak semua yang hadir untuk melihat dari konteks modern tentang kebebasan dan kemerdekaan dalam satu negara. Dikatakannya bahwa dari sejarah modern, kemerdekaan dan kedaulatan dari perspektif hukum internasional adalah semua bangsa berhak untuk menentukan nasibnya sendiri termasuk didalamnya Ibukotanya.

    Keseruan Talkshaw yang berlangsung selama 3 jam ini begitu terasa, saat para peserta dengan antusias bertanya kepada para narasumber terkait materi yang disampaikan. Terlihat moderator kewalahan mengatur sesi tanya jawab karena hampir semua peserta ingin menjadi penanya sehubungan dengan tema yang memang lagi hangat-hangatnya dibicarakan seantero dunia.

    Panitia menyerahkan cinderamata kepada setiap narasumber

    Perbedaan-perbedaan pandangan yang terlihat dari talkshow yang dihadiri kurang lebih 100 peserta ini menjadi warna tersendiri walau pada akhirnya semua sepakat bahwa penyelesaian Yerusalem harus mengedepankan perdamaian.

    Dibagian akhir acara, panitia menyerahkan cinderamata kepada setiap narasumber yang masing-masing diserahkan oleh Ketum Pewarna Id, Direktur Yakoma-PGI, Ketua Pewarna Jabar, Ketua Pewarna DKI dan Humas PGI.

  • Natal Bersama Pelangi Kasih dan A2K Berlangsung Meriah

    Natal Bersama Pelangi Kasih dan A2K Berlangsung Meriah

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Pelangi Kasih Tuna Netra sebagai mitra pelayanan Anugerah Amal Kasih (A2K) Bulevar Hijau, Kota Harapan Indah Bekasi, menggelar Natal bersama pada hari Sabtu, 16 Desember 2017, di Persekutuan Doa (PD) Mulia, Harapan Indah Regenci DD/9, Kota Bekasi, tepatnya di Rumah Ketua PD Mulia, Bapak Prayetno.

    Suasana Ibadah Natal Bersama Pelangi Kasih dan A2K

    Natal yang mengambil tema, “Keterbatasan Sebagai Tuna Netra Tidak Menjadi Penghambat Untuk Tetap Berkarya Bagi Yesus” dilayani oleh Pdt. Dr. J. Yohanes Sihombing, M.Th serta dihadiri kurang lebih 150 undangan dan anggota Pelangi Kasih.

    Pembina Pelangi kasih sekaligus Ketua Yayasan Perkumpulan Anugerah Amal kasih (A2K), Pdt. Dr. Paul F. Gulo, M.Th menyatakan rasa syukurnya atas terselenggaranya Natal ini.

    “Natal ini adalah kerjasama Pelangi Kasih dan A2K. Saya bersyukur, oleh berkat Tuhan, segala sesuatu yang dipersiapkan untuk suksesnya acara Natal ini bisa dicukupkan bahkan melimpah,” ujar Gembala GBI Taman Aster Kota Harapan Indah ini.

    “Saya memberi apresiasi atas antusias para tuna netra yang tergabung dalam pelangi kasih ini. Ditengah keterbatasan, tidak menghalangi mereka untuk hadir bahkan dengan sukacita memuji Tuhan,” tambahnya lagi.

    Pdt. Dr. J. Yohanes Sihombing, M.Th  sementara menyampaikan Renungan natal

    Sementara itu, dalam khotbah yang mengambil nats pokok, Kitab Yohanes 11 : 40., Pdt. J. Yohanes Sihombing, mengingatkan semua yang hadir untuk tetap berkarya bagi Yesus sekalipun ditengah keterbatasan secara fisik.

    “Asal percaya saja, Tuhan sanggup melakukan perkara-perkara yang ajaib,” pungkas Gembala GBI Mawar Sharon Kota Harapan indah ini penuh semangat.

    Panitia membagikan bingkisan Natal, Sembako dan Transport kepada semua anggota Pelangi Kasih yang hadir

    Pada bagian akhir acara, Panitia membagikan bingkisan Natal, Sembako dan Transport kepada semua anggota Pelangi Kasih yang sudah hadir. Menurut Pdt.Paul, berkat Natal kali melimpah bahkan terbilang spesial karena dibagikan juga Radio kecil untuk para tuna netra bisa mendengar firman Tuhan lewat siaran radio.

    “Kami sudah 18 kali merayakan Nata; tapi baru kali ini mereka dapat Radio kecil untuk mereka gampang mendengar firman Tuhan lewat siaran radio,” ungkapnya penuh syukur.

    Pada akhirnya, Pdt. Paul F. Gulo, mengucapkan terima kasih kepada Pdt. J. Yohanes Sihombing yang sudah memberkati lewat pelayanan firman Tuhan. Terima kasih juga disampaikan kepada para sponsor dan donatur yang telah mendukung suksesnya acara Natal Pelangi Kasih dan A2K.

    “Terima kasih atas dukungan yang diberikan sehingga Natal Pelangi Kasih dan A2K tahun ini bisa terselenggara dengan baik. Sebagai Ketua Umum A2K, sekali lagi mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan seiman yang telah membantu dalam doa dan dana sehingga terlaksana dengan baik acara natal ini. Semua karena anugerah Tuhan Yesus,” ungkap Pdt. Paul dibagian akhir acara.