Category: Ragam

  • BINCANG SORE BERSAMA KETUA BPD BEKASI GBI, PDT. SAHALA NAINGGOLAN: ADA LIMA GONCANGAN YANG AKAN DIHADAPI GEREJA.

    BINCANG SORE BERSAMA KETUA BPD BEKASI GBI, PDT. SAHALA NAINGGOLAN: ADA LIMA GONCANGAN YANG AKAN DIHADAPI GEREJA.

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Pandemi Covid-19 di Indonesia kian hari kian meningkat. Terhitung hari ini, tanggal 16 April 2020, Juru Bicara Pemerintah Terkait Penanganan Wabah Virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan You Tube BNPB, Kamis (16/04/2020), sudah tercatat yang positif 5.516 kasus, sembuh 448 sembuh, dan meninggal 496 kasus. Tak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 ini sangat mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat dan kehidupan pelayanan gereja.

    Ditemui di kediamannya, kompleks perumahan Kota Harapan Indah Bekasi, Rabu (15/04/2020), Ketua BPD Bekasi GBI, Pdt. Sahala Nainggolan, M.Th menyampaikan pandangan dan harapannya terkait wabah Covid-19. Secara gambalang, Pdt. Nainggolan menuturkan lima goncangan yang melanda gereja di hari-hari ini.

    “Memang kita tidak bisa pungkiri, pandemi Covid 19 ini sangat berpengaruh,” tuturnya singkat membuka bincang-bincang santai sore itu.

    “Tahun 2018, 2019 dan awal tahun 2020, saya menyampaikan khotbah pada jemaat, dimana dalam khotbah tersebut, saya menjelaskan ada 5 goncangan yang akan terjadi yaitu; goncangan iman, keluarga, kesehatan, keuangan dan goncangan diri sendiri,” tuturnya lagi.

    Lebih jelas gembala GBI Kasih Karunia Harapan Indah ini meyakini bahwa apa yang telah ia khotbahkan (5 goncangan) sedang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan berjemaat.

    “Nah, hampir tiga tahun ini saya berkhotbah menyinggung hal ini dan ternyata terjadi! Goncangan iman dimana orang berpindah agama, goncangan keluarga terjadi penceraian dan jadi berantakan. Kemudian goncangan kesehatan yang sekarang terjadi, dimana kita semua mengharapkan tidak terjadi sebab berdampak pada gonjangan ekonomi dan melumpuhkan sendi-sendi kehidupan sekarang. Kemudian goncangan diri sendiri yang paling parah membuat orang tidak stabil, iman dan roh tidak stabil juga gampang putus asa,” urainya.

    Oleh karenanya, Ketua BPD Bekasi GBI periode 2018-2022 mengajak hamba-hamba Tuhan untuk terus memberitakan firman Tuhan bahwa apa yang terjadi hari-hari ini adalah penggenapan firman Tuhan.

    “Tugas kita sebagai gereja memberikan firman kepada jemaat bahwa ini adalah pengenapan firman Tuhan, seperti tertulis di kitab 2 Timotius:1, bahwa menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kali, akan muncul kesukaran yang besar, salah satunya termasuk hal ini (Pandemi Covid-19), yang terjadi sekarang,” tuturnya.

    “Jadi semua orang Kristen harus siap menghadapi, tetapi ini belum seberapa menurut saya. Oleh karena itu, pihak gereja harus terpanggil untuk mempersiapkan jemaatnya,” tuturnya lagi.

    Terkait adanya pendapat yang mengatakan bahwa “kita jangan takut menghadapi virus ini, karena ada Tuhan”, dengan bijak Pdt. Nainggolan menyampaikan pendapatnya dilihat dari tanggung jawab orang percaya dan tanggung jawab Tuhan.

    “Memang kita tahu semua ini atas seijin dari Tuhan. Tetapi kita punya bagian dalam tanggung jawab, ada tanggung jawab kita sebagai orang percaya dan ada tanggung jawab Tuhan. Dimana tanggung jawab kita dalam masalah ini, menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri, kalau tidak pasti terkena wabah corona ini. Kemudian jangan mentang-mentang kita punya iman, lalu menggampangkan Tuhan, itu tidak boleh. Menganggap atau berfikir pasti sembuh karena ada mujizat. Jadi kita juga ada tanggung jawab pada Tuhan,” tegasnya.

    Pada kesempatan itu, Pdt. Sahala Nainggolan juga menuturkan beberapa persoalan yang dihadapi oleh seorang gembala akibat wabah Covid-19 dan permasalahan Ibadah Online.

    “Memang permasalah virus ini dampaknya sangat terasa sekali dan masalah ibadah secara online ini memang tidak maksimal karena jemaat itu banyak dari berbagai latar belakang baik dari segi ekonomi maupun usia. Llalu bila kita live streaming, tidak semua orang bisa mengikuti terutama banyak orang tua yang tidak mengikuti perkembangan tehnologi sehingga tidak bisa menggunakan alat tersebut. Intinya memang tidak maksimal,” terangnya.

    “Lalu secara ekonomi memang ada dampaknya, dimana persembahan jadi menurun, dimana penggunaan anggaran persembahan, kita gunakan buat gereja dan orang yang bekerja di gereja, seperti contoh; cleaning servis , satpam dan pekerja di gereja,” terangnya lagi.

    “Memang dari segi positifnya ibadah secarai online ini bisa menjangkau segala pelosok sampai keluar negeri, tetapi yang kita utamakan internal kita, yaitu jemaat di gereja kita sendiri. Kalau dikatakan secara untuk umat memang bermanfaat tetapi tidak secara langsung. Sentuhan itu penting dari pada lewat media sosial. Sebab keakraban bisa terlihat disitu, sehingga pelayan bisa lebih ekfekti dan jauh lebih bagus daripada tayangan, tambah Pdt. Nainggolan.

    Disinggung soal sikap hamba Tuhan yang tidak terbuka bila terkena Virus Corona, Pdt. Nainggolan pun menuturkan soal pentingnya keterbukaan, jangan sungkan dan gengsi.

    “Mungkin ada rasa sungkan dan gensi. Bagi sebagian orang, yang namanya hamba Tuhan pasti dekat pada Tuhan, jadi malu mengakui. Justru harus berani mengakui agar bisa sembuh,” tegasnya.

    Pada bagian akhir pembicaraan, Ketua BPD Bekasi GBI ini menyampaikan harapannya dan mengajak semua umat Tuhan untuk terus berdoa supaya wabah Covid-19 segera selesai.

    “Pertama, saya akan terus berdoa supaya masalah wabah ini cepat selesai dan saya mengimani terhadap doa saya, agar tanggal 15 Mei itu, sudah bisa kebaktian kenaikan, sebab saya sudah programkan disini kebaktian gabungan dari anak sampai dewasa, juga umum,” harapnya.

    “Tetap kita berdoa supaya Tuhan tolong kita! Dan kita sebagai hamba Tuhan, terus mempersiapkan jemaat agar bisa kuat menghadapi krisis ini dan melewati dengan baik. Dengan cara melalui grup whatsaap dan media sosial lainya, untuk pesan himbauan agar kita kuat menghadapi krisis ini. Kesulitan pasti terjadi tapi kalau Tuhan menyertai kita, pasti Tuhan menolong kita,” harapnya lagi

    Secara khusus Pdt. Nainggolan mengajak semua umat untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah. Ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi pada para dokter, perawat yang bertugas di garis depan dalam menghadapi wabah virus corona.

    “Ikutilah anjuran pemerintah, kemudian tidak lupa saya mengucapkan terimakasih tak terhingga pada dokter, perawat juga relawan yang tergabung di tim medis sebab mereka garda terdepan dalam menghadapi virus Covid-19,” tutupnya mengakhiri bincang-bincang. (*)

  • SEMINARI BETHEL JAKARTA KLARIFIKASI DAN BANTAH PEMBERITAAN YANG NYATAKAN MAHASISWANYA DI ASRAMA POSITIF COVID-19

    SEMINARI BETHEL JAKARTA KLARIFIKASI DAN BANTAH PEMBERITAAN YANG NYATAKAN MAHASISWANYA DI ASRAMA POSITIF COVID-19

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Beredarnya berita-berita dari media, yang tidak berasal dari sumber yang benar dan isi berita tidak sesuai dengan fakta kebenaran dilapangan, tentang adanya sejumlah mahasiswa yang positif  terjangkit Covid-19 dan adanya evakuasi sejumlah mahasiswa Seminari Bethel Petamburan Jakarta, membuat Seminari Bethel Jakarta yang beralamat di Jl. Petamburan IV No. 5 Jakarta Pusat mengeluarkan klarifikasi dan bantahan terhadap pemberitaan yang beredar luas di masyarakat.

    Melalui surat klarifikasi tertanggal 16 April 2020 dengan nomor 56/SEK/SBJ/IV/2020, pihak Seminari Bethel Jakarta menyampaikan informasi tentang keberadaan anak-anak asrama Seminari Bethel Indonesia.

    Ada enam point penting yang disampaikan pihak seminari melalui surat klarifikasi yang ditandatangani oleh Pdt. Kiki Sadrach M.Th (Ketua Seminari Bethel Jakarta) dan Oktaria Inkiriwang, S.Th (HRD/GA). Berikut isi klarifikasi tersebut:

    Pertama, bahwa pihak Seminari telah mengusahakan pemeriksaan terhadap semua orang di asrama dan berdasarkan hasil rapid test Covid-19 dan Swap test kepada siswa/mahasiswa penghuni asrama dan staf yang tinggal di lingkungan asrama sebanyak 130 mahsasiswa/siswi pada tanggal 12 April 2020 dilakukan pemerikasaan oleh 8 (delapan) orang team dokter dari Puskesmas Tanah Abang, maka di dapati hasil; adanya 35 orang yang harus dipantau kondisinya walaupun tanpa gejala (OTG) sama sekali dan menjadi ODP (Orang Dalam Pemantauan). Keadaan ini mengharuskan ODP diisolasi secara mandiri terlebih dahulu di Seminari Bethel sambal menunggu rujukan dan hasil pemeriksaan team medis lebih lanjut dari Puskesmas Tanah Abang.

    Kedua, bahwa sebelum dan sesudah hasil test ini dilaksanakan untuk penghuni asrama, Seminari Bethel telah jauh-jauh hari menerapkan protocol Kesehatan sesuai Kemenkes, dan selalu pro-aktif mengupayakan perlindungan kesehatan bagi anak-anak asrama. Pengadaan masker, hand sanitizer dan lain-lain untuk seluruh penghuni asrama serta menganjurkan protocol kesehatan yang benar; mengenakan masker, sering mencuci tangan, gunakan hand sanitizer dan lain-lain secara aktif terus digalakkan.

    Ketiga, bahwa hingga saat ini, kondisi di asrama dan Seminari Bethel Jakarta tetap mengikuti protocol kesehatan sesuai Kemenkes dan penghuni asrama dan orang-orang yang berada dalam lingkungan Seminari Bethel Jakarta menerima makanan sehat serta vitamin yang membangun imunitas dan kesehatan yang baik. Disinfektasi atas seluruh ruangan dan halaman juga selalu dilakukan setiap 2-3 hari sekali atas arahan dari Puskesmas.

    Keempat, dikatakan bahwa agar anak-anak penghuni asrama dapat berkonsentrasi menjaga kesehatannya; sejak bulan Maret 2020 System pembelajaran dan perkuliahan menerapkan system KBM online tanpa tatap muka. Dan dengan adanya hasil test lanjutan (12 April 2020) oleh tim medis, dan masukan dari beberapa orang dan dosen, maka untuk penghuni asrama sama sekali tidak diberlakukan pembelajaran baik KBM dan lain sebagainya, ini untuk memprioritaskan kesehatan mereka lebih dahulu.

    Kelima, bahwa untuk sebagian besar pengajar/dosen/staf Seminari Bethel Jakarta telah diberlakukan Work From Home (WFH)

    Keenam, pihak Seminari menyatakan bahwa koordinasi dengan dokter Puskesmas dan Rumah Sakit rujukan selalu dilakukan.

    Dengan klarifikasi ini, pihak seminari berharap dapat meluruskan berita-berita yang beredar diluaran yang tidak sesuai dengan fakta yang ada. (*)

  • MURFATI LIDIANTO DUKUNG DAN APRESIASI PENYEMPROTAN DESINFEKTAN KE RUMAH-RUMAH IBADAH OLEH GMC-19 PGI

    MURFATI LIDIANTO DUKUNG DAN APRESIASI PENYEMPROTAN DESINFEKTAN KE RUMAH-RUMAH IBADAH OLEH GMC-19 PGI

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Anggota DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto, SE., memberikan dukungan dan apresiasi atas pelaksanaan penyemprotan cairan Desinfektan ke rumah-rumah Ibadah oleh relawan GMC-19 (Gereja Melawan Covid) Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Hari ini, Rabu (15/04).

    Menurutnya, apa yang dilakukan oleh GMC-19 adalah bagian dari upaya bersama antara pemerintah dengan berbagai elemen masyarakat untuk mengantisipasi dan menekan penyebaran virus corona.

    “Salah satu upaya dalam mengantisipasi dan menekan penyebaran Covid-19 atau Virus Corona Desease adalah dengan penyemprotan cairan Desinfektan. Oleh karena itu apa yang dilakukan oleh relawan GMC-19 hari ini, harus kita dukung!” pungkasnya.

    “Secara pribadi, saya berterima kasih dan mengapresiasi apa yang dilakukan oleh GMC-19. Kegiatan mulia seperti ini, tentu harus mendapat perhatian dari kita semua, apalagi selama ini tim relawan GMC-19 PGI telah bekerja secara sukarela dengan semangat untuk membantu pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya lagi.

    Seperti diketahui, penyemprotan delapan tempat ibadah hari ini, merupakan kegiatan kedua setelah sebelumnya pada tanggal 8 April 2020 lalu, tim relawan GMC-19 yang lain, didampingi Ibu Ida Napitupulu, Ketua Korwil Barat WBI Bekasi telah melakukan penyemprotan tujuh rumah ibadah dan satu Sekolah Tinggi Teologi.

    Adapun daftar rumah ibadah yang di semprot cairan deisinfektan hari ini adalah; GPSDI THB, GKII Marturia Harapan Indah, GBI Solideo HI, GKPI Harapan Indah, Gereja Bethany THB, GBI Kasih Karunia, GSY Bulevar Hijau dan GBT Harapan Indah.

    Persiapan tim relawan GMC-19 PGI sebelum penyemprotan cairan desinfektan

    Sementara itu terkait pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan diterapkan di Kota Bekasi, Murfati berharap semua warga patuh pada anjuran pemerintah Kota Bekasi.

    “Setiap warga mempunyai kewajiban untuk patuhi anjuran dari pemerintah wilayah masing-masing. Oleh karenanya saya berharap masyarakat dengan penuh kesadaran tinggi mengikuti aturan PSBB yang diterapkan di Kota Bekasi,” sebutnya.

    Ditambahkannya bahwa kepatuhan masyarakat terhadap aturan-aturan dalam penerapan PSBB tidak saja sebagai usaha untuk menolong diri sendiri dan keluarga, tapi lebih luas lagi menolong sesama warga masyarakat.

    “Kepatuhan masyarakat, secara tidak langsung ia sedang menolong diri sendiri yang berdampak menolong keluarga dan lebih luasnya menolong seluruh umat. Karena pembatasan sosial berskala besar bertujuan utk memutus mata rantai virus covid-19,” terangnya

    “Pembatasan interaksi di masyarakat dapat menghalangi penularan virus covid 19. Masyarakat adalah garda paling depan utk mengatasi virus covid-19 dan garda paling akhir adalah dokter dan perawat,” terangnya lagi.

    Murfatipun mengajak masyarakat untuk tetap semangat, optimis, kerjasama dan sabar  untuk melawan covid-19.

    “Kita harus semangat untuk perang melawan virus covid-19. Kita harus bekerja sama dan bersabar, niscaya kita akan keluar sebagai pemenang. Jika pandemi virus covid-19 sudah terlewati, semua akan tenang kembali bekerja dan beraktifitas kembali,” tutupnya.

  • BANTU SALURKAN BANTUAN, YAYASAN BERKAT MARANATHA PEDULI INDONESIA KERAHKAN DUA ARMADA AMBULANCE.

    BANTU SALURKAN BANTUAN, YAYASAN BERKAT MARANATHA PEDULI INDONESIA KERAHKAN DUA ARMADA AMBULANCE.

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Yayasan Berkat Maranatha Peduli Indonesia mengerahkan dua armada ambulance untuk membantu proses penyaluran bantuan Perwil 1 BPD Bekasi GBI kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid-19 melalui pemerintah kecamatan medan satria dan kecamatan bekasi barat, pada hari, Selasa (07/04/2020).

    Terlihat dua armada ambulance milik YBMPI bolak-balik mengangkut paket bantuan dari lokasi penampungan untuk diantar ke kantor kecamatan medan satria dan bekasi barat.

    “Hari ini, kami siapkan dua armada ambulance Yayasan Berkat Maranatha Peduli Indonesia untuk mangangkut paket bantuan Perwil 1 BPD Bekasi GBI berupa masker, hand sanitizer, mie instan dan air mineral,” tutur Pdt. Yohanes Sihombing, Ketua YBMPI.

    Pendiri YBMPI ini menuturkan bahwa apa yang dilakukan oleh yayasannya sesuai dengan visi dan tujuan yayasan yaitu “Menjadi berkat bagi Indonesia”.

    “Apa yang kami lakukan ini adalah bagian dari visi, juga maksud dan tujuan yayasan yang bersifat sosial, keagamaan serta kemanusiaan. Sehingga bila ada kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial seperti penyaluran bantuan untuk masyarakat yang terdampak wabah Covid-19, maka kami siap memberi bantuan untuk mengerahkan armada ambulance,” terangnya.

    Brosur YBMPI

    Untuk diketahui, YBMPI yang beralamat di Kompleks Ruko Onderdil Blok EL No. 1, Harapan Indah, Kelurahan Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi ini adalah yayasan yang bergerak untuk layanan kedukaan baik group ataupun perorangan.

    “YBMPI kami ini siap memberikan pelayanan 24 jam, melayani pengiriman jenazah dalam dan luar negeri. Khusus bagian Jawa, Lampung, Bengkulu, Padang, Jambi, pengiriman jenazah bisa dengan ambulance,” sebut gembala GBI Mawar Sharon Kota Harapan Indah ini.

    Alumni tingkat doktor STT Bethesda Bekasi ini pun secara gambalang menjelaskan sekaligus menawarkan khususnya kepada gereja-gereja lokal untuk bergabung dalam layanan kedukaan YBMPI.

    “Di yayasan kami tersedia layanan kedukaan group dan perseorangan. Jadi bagi Bapak/Ibu pimpinan Gereja lokal yang membutuhkan layanan kedukaan silahkan hubungi kami. Kami siap menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar paket perorangan dan group, siapa saja yang boleh gabung, apa saja yang didapatkan, kapan mulai pertanggungan, bagaimana cara mendaftar, berapa lama dana dapat dicairkan, apakah bisa didaftarkan diluar jabodetabek, bagaimana klaim yang dikecualikan dan apa bukti bahwa sudah menjadi peserta YBMPI,” sebut Pdt. Yohanes Sihombing.

    Rumah Duka RS. Taman Harapan Baru

    Ditambahkannya, terhitung tanggal 1 April 2020, YBMPI dipercaya pihak RS. THB untuk mengelola Rumah Duka RS. THB yang beralamat di Jl. Raya Kaliabang Tengah Bekasi.

    “Perlu saya sampaikan juga, bahwa sejak 1 April ini, Yayasan Berkat Maranatha Peduli Indonesia dipercaya pihak RS. THB untuk mengelola rumah dukanya. Dengan kepercayaan ini, membuktikan bahwa yayasan kami mampu bekerja profesional, bertanggung jawab dan dapat dipercaya,” terang Pdt. Sihombing.

    “Silahkan hubungi kami di nomor telepon berikut; (021) 88899534, Wa. 0813 1874 6087, Hp. 0812 1046 9970, 0813 1822 3266. Kiranya YBMPI dapat menjadi sahabat di kala duka,” harapnya menutup pembicaraan. (*)

  • Keterangan BPD GBI Jawa Barat Merespon Pemberitaan Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat

    Keterangan BPD GBI Jawa Barat Merespon Pemberitaan Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat

    BANDUNG, WARTANASRANI.COM – Berkenaan dengan pemberitaan pandemi Covid-19 di Jawa Barat, yang dirilis dari berbagai media yang memberitakan tentang telekomfrensi antara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan wakil Presiden KH. Mahruf Amin, yang dalam telekomfren tersebut, Ridwan dalam salah satu laporannya mengatakan tentang penularan virus corona atau covid 19, salah satu penyebabnya tentang adanya pasca kegiatan GBI Sukawarna di Lembang Bandung.

    Menanggapi tentang pemberitaan tersebut pihak Badan Pengurus Daerah (BPD) Jawa Barat, Pdt. Satrya Ketua BPD Jawa Barat mengirimkan rilisnya ke berbagai media, Sabtu 5/04/20, yang dikirmkan langsung Ketua Umum BPH GBI Pdt. Rubin Adi Abraham.

    Dengan rilis yang disampaikan bermaksud memberikan penjelasan terkait pemberitaan tentang GBI di Bandung, agar jemaat GBI maupun masyarakat luas beroleh pemahaman yang lebih tepat.

    Pdt. Satrya menegaskan bahwa, Pertama, di mana dalam pertemuan Pastors’ Meeting tanggal 3-5 Maret 2020 adalah program internal GBI Sukawarna yang sudah dijadwalkan. Pihak GBI Sukawarna telah mengkonfirmasikan bahwa yang mengikuti acara ini sebanyak 170 peserta, yaitu mereka yang mengikuti acara dengan penuh adalah 150 orang dan sekitar 20 orang lainnya bolak-balik ke kota Bandung dikarenakan pekerjaan dll.

    Kedua, acara ini dilaksanakan sebelum adanya himbauan Social Distancing, karena baru tanggal 2 Maret 2020 Presiden RI mengumumkan adanya 2 orang yang terinfeksi Covid-19 di Depok (1 hari sebelum pelaksanaan acara di Lembang).

    Lalu ketiga,tidak terpikirkan adanya resiko paparan virus tersebut berkenaan dengan pertemuan yang melibatkan orang banyak.

    Keempat, baru sekitar tanggal 5 Maret 2020 diumumkan agar melakukan Social Distancing. Selanjutnya dari kebijakan mencegah pandemic corona ini kemudian disusul dengan, Himbauan Presiden pada hari Minggu siang, tanggal 15 Maret 2020, untuk bekerja dari rumah, belajar di rumah dan ibadah di rumah.

    Berangkat dari himbauan yang disampaikan presiden maka, BPH GBI pada hari Rabu, tanggal 18 Maret 2020, menghimbau kepada seluruh gembala/gereja lokal untuk menaati himbauan pemerintah dan mengalihkan ibadah di rumah/keluarga.

    Sedangkan di wilayah Bandung sendiri kesepakatan Bersama Gereja-gereja di Bandung pada tanggal 19 Maret 2020 untuk beribadah di rumah mulai tanggal 21/22 Maret 2020. Bersamaan dengan maklumat Kapolri tanggal 19 Maret 2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan virus Corona (Covid-19).

    Sementara dalam pemantauan pihak pengurus BPD GBI Jawa Barat, hingga sampai tanggal 15 Maret 2020, GBI dan seluruh umat beragama lainnya masih melaksanakan ibadah sebagaimana biasanya.

    Maka dengan ini pihak GBI memastikan tidak ada maksud membangkang seruan pemerintah, terbukti sejak tanggal 22 Maret 2020 sampai saat ini seluruh ibadah Minggu dilaksanakan di rumah, demikian juga halnya dengan kegiatan pertemuan lainnya untuk sementara dilakukan secara online/daring. Dan hal ini bukan hanya dilakukan di kota Bandung dan Jawa Barat saja namun di seluruh Indonesia bahkan GBI di luar negeri.

    Tentang pandemic Covid 19 ini, pengurus GBI memandang bahwa semua ini adalah wabah yang tidak terduga dan dapat menimpa siapa pun tanpa memandang dari suku, agama, kelompok, golongan mana pun; bahkan WHO sudah menyatakan wabah ini sebagai pandemi global yang menjangkiti sekitar 200 negara.

    Bahkan dengan tegas BPH GBI melalui BPD Jabar GBI, melalui surat resmi dan berbagai media sudah memberikan arahan agar setiap gembala, pejabat dan pengerja,- khususnya peserta Pastors’ Meeting di Lembang dan peserta kebaktian yang diadakan di GBI Aruna, GBI Baranangsiang dan seluruh cabangnya, untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Kesehatan setempat dengan melaporkan/memeriksakan diri bila mengalami gejala terinfeksi Covid-19, dan melakukan isolasi mandiri bagi yang tidak mendapati gejala sekalipun.

    Doa dan harapan kami:

    Melalui peristiawa pandemic covid 19 ini, pihak GBI berharap Kita dapat memandang wabah ini sebagai pandemi yang harus dihadapi dan diperangi oleh seluruh rakyat Indonesia bahkan seluruh dunia. Sehingga tidak perlu adanya lagi sebutan terhadap kelompok tertentu agar kesatuan tetap terpelihara dan tidak menimbulkan stigma yang tidak diinginkan.

    Selanjutnya GBI baik di tingkat pusat, daerah maupun gereja lokal dapat bersehati bergandengan tangan menanggulangi wabah ini. Dengan aktif memberikan arahan agar jemaat tetap melakukan physical distancing agar tidak tertular virus Corona maupun menularkan (sebagai carrier).

    Sebagai orang percaya GBI mengajak kita berdoa, kiranya Tuhan memberikan penghiburan dan ketabahan bagi orang-orang yang anggota keluarganya menjadi korban pandemi Covid-19 ini. Pesannya bijaksanalah dalam menerima dan mengelola berita. Jangan menyebarkan berita yang tidak membangun, terlebih yang berpotensi menimbulkan polemik/perdebatan, kepanikan bahkan bertentangan dengan hukum.

    Mari kita berdoa bagi para dokter, perawat, karyawan rumah sakit, dan semua orang yang sedang berjuang membantu para pasien Covid-19, kiranya Tuhan senantiasa memberikan kekuatan dan kesehatan kepada mereka. Berdoalah bagi Presiden dan aparat pemerintah agar diberikan kesehatan, hikmat dan kesehatian dalam menangani pandemi di negeri ini.

    Bagi gereja sendiri BPH GBI mengajak Gereja Tuhan, bersama-sama kita menjadi terang sesuai dengan Yesaya 58. Berperan aktif dalam masyarakat untuk bertolong-tolongan menanggung beban, maka Tuhan akan memulihkan Indonesia.

    Melalui rilis ini pihak BPH GBI dan BPD GBI Jabar dapat membuat kita semakin memiliki pemahaman yang positif dan dapat semakin SEHATI. Rillis yang dikeluarkan dari BPD GBI Jabar ini menjawab, di mana sudah beredar tentang pemberitaan penularan Covid 19 disebutkan nama GBI salah satu yang menularkannya, seperti yang telah disampaikan di berbagai media yang dikutip sebagai berikut. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merilis angka terbaru warga Bandung positif terjangkit virus Corona atau Covid-19, pascamengikuti acara keagamaan di Gereja Bethel Indonesia (GBI), Lembang. Menurutnya, dari 637 jemaah yang dites rapid, 35 persennya dinyatakan positif. “Ini yang kami namakan klaster Bandung, 637 jemaah gereja dites, 226 dinyatakan positif, atau 35 persen,” kata Ridwan Kamil kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam rapat telekonferensi, Jumat (3/4/2020).

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan, ada hasil rapid test yang baginya mengagetkan. Hal itu terkait Jemaat dari Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Bandung. Menurutnya, dari 637 orang yang dites, terdapat 35 persen orang yang positif COVID-19.

    “Dites 637 jemaat Gereja Bethel yang dites, 226-nya positif atau 35 persen,” kata Ridwan Kamil, dalam percakapan via Telekonferensi dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Jumat (4/4/2020).

    Ini merupakan salah satu dari empat klaster penyebaran COVID-19 di Jawa Barat. Klaster ini disebut Ridwan Kamil sebagai: klaster seminar keagamaan di Lembang.

    “Mereka berkumpul, pendetanya melakukan sentuhan fisik. Pendetanya sudah meninggal dunia karena COVID-19,” tuturnya.

    Pendeta yang dimaksud Ridwan Kamil ialah, AN. Usianya 70 tahun. Dia mendatangi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, Kamis (19/3/2020) lalu, dengan keluhan sesak napas.

    Pendeta tersebut tak terselamatkan. Dia tutup usia pada, Sabtu 21 Maret 2020, pukul 9.40 pagi. Istri pendeta tersebut, mengalami gejala sama juga sempat dirawat RSHS, dan ia pun tak terselamatkan. Perempuan 62 tahun itu meninggal dunia pada, Jumat 27 Maret pukul 14.15.

    Dengan apa yang sudah disampikan ini Pdt. Satrya mengharapkan tidak ada lagi polemic yang berkepanjangan, kiranya Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita semua, pungkasnya. (YM)

  • Cara Mengatur Agar Foto, Audio, Video dan Dokumen Tidak Terdownload Otomatis Di WhatsApp

    Cara Mengatur Agar Foto, Audio, Video dan Dokumen Tidak Terdownload Otomatis Di WhatsApp

    Halo pembaca yang budiman, kali ini saya akan membagikan tips dan trik untuk mensetting/mengatur sebuah fitur yang terdapat pada aplikasi kesayangan kita, yaitu Whatsapp. Fitur yang dimaksud adalah “Media Auto Download”. Adapun fungsi utama dari fitur ini adalah, memberikan kebebasan bagi pengguna Whatsapp untuk mendownload file, baik dari chat pribadi atau chat dalam sebuah grup. File yang dimaksud berupa gambar, video, audio, dan dokumen. Kenapa pihak Whatsapp membuat fitur ini? Yaitu agar para penggunanya tidak repot-repot untuk mendownload satu-satu file yang dikirim secara pribadi atau melalui grup, dilkarenakan settingan ini atau pengaturan ini bisa dibuat otomatis, akan tetapi, bisa juga tidak secara otomatis mendownload apabila pengguna tidak mengijinkannya.

    Semua tergantung user/pengguna, apakah mau download otomatis atau tidak. Hal ini tidak menjadi masalah bagi pengguna yang memiliki hp canggih dengan ruang yang besar, akan tetapi menjadi masalah bagi user yang memiliki hp dengan kapasitas penyimpanan yang kecil.

    Nah disini saya akan membagikan bagaimana agar ketika menerima kiriman file baik berupa foto, audio, video dan dokumen yang tidak secara otomatis terdownload? Silahkan mengikuti langkah-langkah berikut ini :

    Langkah pertama ;

    1. Buka Aplikasi Whatsapp Anda dan klik Menu dengan tanda titik tiga diatas sebelah kanan.

     

    2. Maka akan muncul seperti ini. Kemudian klik Settings/Pengaturan

     

    3. Maka akan tampil seperti berikut. Anda tidak usah bingung dengan tampilan ini karena saya menggunakan whatsapp bisnis. Tapi pada dasarnya pengaturannya sama dengan whatsapp biasa.

    Lalu klik Data and Storage Usage / Data dan Penggunaan Ruang

     

    4. Kemudian lanjutkan dengan mengklik When using mobile data.

    5. Lalu pastikan agar foto, audio, video, dan dokumen tidak dalam keadaan tercentang/terpilih

    Setelah sudah selesai klik Ok.

     

    6. Selanjutnya lakukan juga hal yang sama pada menu When connected on Wi-Fi dan juga menu When Roaming.

     

    Jadi intinya adalah apabila kita ingin file yang dikirim langsung terdownload maka setiap item harus di centang/ceklist, demikian juga sebaliknya jika kita tidak ingin terdownload otomatis maka tidak boleh di centang/ceklist. Demikian tutorial ini, semoga membantu.

    Apabila anda memiliki pertanyaan atau kesulitan mengikuti tutorial ini silahkan meninggalkan komentar dibawah.

  • PESAN PASTORAL PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DAN LEMBAGA-LEMBAGA INJILI INDONESIA PGLII

    PESAN PASTORAL PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DAN LEMBAGA-LEMBAGA INJILI INDONESIA PGLII

    WARTANASRANI.COM – Mahami Tema PGLII 2020-2024, yakni *Menghadirkan Kabar Baik dan Membangun Bangsa Melalui Iman yang Dalam dan Kokoh” (Markus 16:15; Yesaya 25:3) kita diajak untuk kembali merenungkan bangunan kehidupan iman Kristen kita, panggilan kita dan tanggung jawab kita masing-masing.

    Anggota dan Pengurus PGLII

    Pertama, Tidak ada seorang pun di Indonesia yang sebelumnya telah menduga akan terjadi sebaran Covid19 yang merebak dari Wuhan-China ke seluruh dunia, lebih dari 200 negara, bahkan termasuk di Indonesia. Pengaruh Covid19 telah *merubah* banyak tatanan kehidupan keagamaan, sosial-ekonomi, politik, dunia tenaga kerja, termasuk kehidupan masing-masing keluarga. Banyak ahli bependapat untuk merestorasi akibat Covid19, dalam ukuran suatu negara besar dan maju saja dibutuhkan waktu diatas dua tahun. Dari sisi, tatanan ekonomi tidak ada satupun negara yang mencapai target, mata uang banyak negara anjlok, pengangguran di seluruh dunia meningkat, sementara kebutuhan pokok mulai dari bayi hingga lanjut usia menjadi sangat sulit diperoleh dan mahal. Hal ini, belum termasuk kebutuhan energi, kesehatan, pendidikan dan keuangan yang menjadi sangat tidak stabil. Covid19 benar-benar telah membuat banyak kepala negara menjadi sangat repot karena vaksin Covid19 belum juga ditemukan, dan masih belum tahu berapa lama harus me-lockdown atau mengkarantina negaranya, wilayahnya atau kotanya? Korban yang berjatuhan akibat Covid19 tidak mengenal batas dan status sosial manusia. Ada Pangeran, Ratu, Menteri, Artis, Olahragawan, Pengusaha, Tenaga medis, Pendeta, Kiayi, rakyat biasa dan siapa saja. Dan hingga hari ini, tidak ada seorang pun yang tahu kapan waktunya Covid19 akan segera berhenti?

    Kedua, Kita adalah orang yang percaya dan beriman kepada Allah Bapa, Yesus Kristus Juruselamat dan Kepala Gereja kita, dan Roh Kudus Penolong dan Penghibur kita sekalian. Kita hidup dalam suatu hubungan yang terjaga dengan Allah kita, kasih kita dan keyakinan iman kepada Tuhan Yesus melampaui apapun yang ada di dunia ini. Kita adalah anak-anak-Nya (Yohanes 1:12), kita memiliki Roh Kristus (Roma 8:9,10); kita memiliki roh yang lebih besar dari roh yang ada dalam dunia ini (1 Yohanes 4:4), karena Roh Kudus dicurahkan di dalam kehidupan kita, kita memiliki kuasa dan menjadi saksi-Nya (Kisah Para Rasul 1:8), kita diberi kuasa di dalam namaNya untuk mengusir setan (Markus 16:17); dan kita juga diberi kuasa untuk menginjak ular dan kalajengking, dan kuasa untuk menahan segala kekuatan musuh (Lukas 10:19); dan tidak ada hal apapun yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus (Roma 8:35). Namun demikian, tidak dibenarkan jika kita menjadi lalai atau ceroboh dalam menghadapi sebaran Covid19. Hal-hal yang telah telah dihimbau dan diatur oleh World Health Organization (WHO) dan Pemerintah RI, untuk menghentikan sesaat seluruh kegiatan peribadahan yang mengumpulkan banyak orang, bekerja dari rumah, belajar dari rumah, beribadah di rumah; Menjaga jarak – Social Distancing, Phisical Distancing, tetap menjaga hidup sehat dan tetap tinggal di rumah, sangat perlu disambut dan diikuti dengan baik.

    Ketiga, Karena itu betapa kita patut bersyukur dan menjadi sangat penting karena kita sekalian hidup “di dalam Kristus”, memiliki kesempatan menghadirkan Injil Kabar Baik, sekaligus tetap terlibat dalam pembangunan bangsa melalui iman yang dalam dan kokoh (Markus 16:15; Yesaya 25:3). Memiliki iman yang semakin dalam dan semakin kokoh *Deeper and Stronger Faith* (Yohanes 15:7, Kolose 2:6,7); memiliki Pikiran Kristus (1 Korintus 2:16); dimana kita hidup dengan percaya dan bukan dengan melihat (2 Korintus 5:7). Ya, hanya dengan “Iman yang makin dalam dan makin kuat” kita dimampukan menghadapi semua ujian dan tantangan yang tengah terjadi, namun tetap berada pada barisan perarak-arakan pembangunan bangsa yakni melalui ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika melawan musuh bangsa ini termasuk Covid19. Dari adanya sebaran Covid19 ini, kita patut belajar memahami maksud dan rencana Tuhan, sekaligus memeriksa dan merenungkan kembali bangunan seluruh hidup keimanan kita, keluarga kita, ibadah kita dan pelayanan kita. Betapa kita patut menyadari, bahwa “Kekristenan yang dangkal” hanya berakibat pada kehidupan iman kita jauh dari kemampuan untuk berdiri kuat, yang memampukan kita bertahan menghadapi gelombang ujian yang sangat besar ini. Saat seperti ini, bukan lagi suatu pilihan tetapi keharusan, bahwa Kekristenan kita haruslah “Kekristenan yang dalam dan kuat” karena dengan demikian, sehebat apapun tantangan dan ujian yang datang, setiap orang Kristen tidak dibenarkan jatuh sampai tergeletak (Mazmur 37:24). Di dalam Kristus, kita diajarkan untuk merayakan kehidupan ini, yang karenanya kita diajarkan untuk mengutamakan dan memperjuangkan juga kehidupan ini, yang kelak memampukan kita mengkomunikasikan kehidupan Kristiani kita yakni sebagai garam dan terang dunia (Matius 5: 13-16), sebagai suatu kesaksian Allah kita di dalam Kristus, bahwa Ia hidup, berkuasa dan peduli atas kehidupan kita, keluarga kita, pelayanan kita dan jemaat serta masyarakat yang majemuk.

    Keempat, Berdiam di rumah adalah kesempatan yang harus digunakan untuk membangun kembali relasi di antara sesama anggota keluarga, sekaligus membangun ibadah keluarga yang kemungkinan selama ini tidak pernah atau jarang dilakukan, termasuk oleh keluarga Anggota dan Pengurus PGLII. Demikian pula bagi gereja-gereja dan lembaga-lembaga keagamaan, situasi yang berkembang akibat Covid19 yang telah membawa banyak perubahan dan akibat, seperti kehidupan ini menjadi sulit, perlu segera secara bersama-sama untuk saling membantu dan memberi bantuan baik dalam bentuk doa, tenaga sukarela, barang maupun uang, yang diperlukan baik untuk warga gereja, hamba-hamba Tuhan atau masyarakat luas. Dan tentu saja dalam situasi seperti ini, bukan saja ibadah on line menjadi “salah satu” pilihan yang baik untuk tetap menggembalakan kawanan domba Allah, tetapi juga kesempatan untuk membangkitkan iman serta melaksanakan Amanat Agung yang sedang terbuka luas. Inilah waktu penuaian yang besar bagi siapa saja yang meleyani Tuhan dan tetap setia terhadap Amanat Agung, karena hari ini sedang banyak orang yang hidup dalam rasa takut, ketidakpastian dan kecemasan, yang membutuhlan keselamatan sejati dari Tuhan Yesus Kristus. Inilah waktunya menyebarkan Injil Kabar Baik itu.

    Akhirnya…

    Seluruh Anggota dan Pengurus PGLII yang dilindungi dan diberkati oleh Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja kita, marilah kita semua tetap menjalankan kehidupan iman yang terus bersandar kepada Tuhan Yesus Kristus, membangun iman yang semakin dalam dan kuat, membangun kehidupan dalam kesederhaaan, dan membangun persekutuan vertikal dan horizontal sesuai Injil Matius 22: 37-40. Kita juga tetap diajak untuk tetap tekun berdoa, membaca Alkitab, tenang dan percaya bahwa masa-masa kesulitan akibat Covid19 akan segera berakhir. Bersama Yesus kita tetap berkemenangan, amin!

    Salam Injili

    Ketua Umum PP PGLII

    Ronny Mandang.

  • DR. S. TANDIASA: ANTARA VIRUS CORONA DAN IBADAH

    DR. S. TANDIASA: ANTARA VIRUS CORONA DAN IBADAH

    WARTANASRANI.COM – Wabah penyakit – istilah alkitab penyakit sampar – apapun jenis atau penyebabnya, sudah diungkapkan dalam alkitab sebagai bagian dari masalah-masalah sosial yang sudahh sering terjadi. Secara historis, peristiwa-peristiwa yang disebut wabah penyakit, bukanlah sesuatu yang baru. Bencana sosial berupa wabah penyakit sudah terjadi di sepanjang sejarah hidup manusia, hanya mungkin jenis dan namanya yang berbeda-beda.

    Sumber Foto: kemenkes.go.id

    Virus corona yang sekarang sedang menggoncang dunia dan mencekam bangsa Indonesia, adalah bagian dari sejarah masalah-masalah sosial yang sudah terjadi di masa lampau dan tentunya masih akan terjadi di masa yang akan datang. Tetapi yang perlu dicatat untuk diingat, khususnya bagi orang-orang Kristen adalah bahwa kejadian-kejadian semacam itu tidak selalu ada hubungannya atau tidak harus dihubung-hubungkan dengan masalah-masalah eskatologi, masalah kiamat, tidak harus dilihat sebagai fenomena akhir zaman, atau tanda-tanda kedatangan Yesus.

    MENANTANG BAHAYA DEMI IMAN

    Bahwa ada gereja-gereja yg kemudian harus meliburkan kegiatan-kegiatan ibadahnya, itu tidak bisa serta merta dimaknai sebagai bentuk kemunduran gereja, atau tanda kemerosotan iman, atau gejala tidak percaya lagi akan kekuasaan Tuhan. Libur atau meniadakan ibadah komunal ini hanyalah bentuk sikap berjaga-jaga, karena di depan mata kita tampak dengan jelas adanya bahaya.

    Alkitab memberi nasehat supaya kita jangan mencobai Tuhan. Jika anda sudah tahu dan apalagi sudah melihat di depan ada jurang, atau ada bahaya,janganlah kita menganggapnya seakan-akan tidak ada, lalu anda berjalan terus ke depan dengan alasan iman, atau karena mengandalkan kekuasaan Allah. Ini adalah bentuk iman yang buta. Salah satu jebakan yang paling sering digunakan oleh iblis untuk menghancurkan orang beriman adalah dorongan untuk menantang bahaya atau masalah atas dasar iman. Tidak jarang orang Kristen mengeksploitasi iman untuk membenarkan segala tindakannya.

    Iblis pernah melakukan hal ini pada Yesus. Iblis meminta Yesus untuk membuktikan diri-Nya sebagai Anak Allah dengan cara mejatuhkan diri dari bubungan bait Allah. Iblis meyakinkan Yesus bahwa sesuai Firman Allah, Yesus sebagai Anak Allah tidak mungkin celaka, karena Allah akan mengutus malaikat-malaikat-Nya untuk menatang sehingga kaki Yesus tidak akan terluka.

    Semua yang dikatakan iblis itu benar karena yang dikatakannya adalah Firman Allah. Iblis mengutip teks-teks dari Firman Allah. Dengan kata lain iblis berbicara atas dasar Firman Allah. Akan tetapi Yesus tidak melakukannya. Mengapa? Karena Yesus tidak mau mengeksploitasi sifat keallahannya dan kemahakuasaan Bapanya hanya demi membuktikan diri-Nya sebagai Anak Allah. Yesus mau tidak menantang bahaya atas dasar iman akan firman Allah. Andaikan Yesus menjatuhkan diri dari bubungan bait Allah, sudah pasti Yesus tidak akan terluka. Tetapi Yesus tidak melakukannya.

    Dengan itu Yesus menyatakan bahwa menantang sesuatu yang sudah diketahui berbahaya dengan alasan Iman atau karena ada tertulis dalam Firman Tuhan, adalah sikap MENCOBAI Tuhan. Biasanya jebakan-jebakan iblis seperti ini berhasil pada mereka yang sangat berapi-api dalam IMAN tetapi SALAH KAPRAH dalam memahami dan menerapkan Firman Allah. Orang-orang seperti inilah yang disebut memiliki iman tetapi tanpa pengetahuan yang benar. Albert Einsteinn bilang: Iman tanpa pengetahuan buta…

    TANGAN TUHAN DAN TANGAN MANUSIA

    Terlepas dari agama yang dianut, kita semua meyakini bahwa di atas segalanya adalah kekuasaan Tuhan. Hanya Tuhan yang sanggup melindungi kita dan bangsa ini dari virus Corona. Hanya Tuhan Allah yang sanggup memelihara bangsa sehingga bisa melewati masa-masa sulit, yaitu ancaman virus corona. Dan jika sudah ada yang terpapar Corona, hanya kuasa Tuhan pula yang mampu menyembuhkan. Akan tetapi perlu disadari bahwa cara kerja kuasa Tuhan, baik untuk mencegah, memelihara, atau pun untuk menyembuhkan dari virus corona, tidak terbatas hanya melalui doa-doa atau melalui kegiatan-kegiatan ibadah. Cara kerja kuasa Allah juga tidak hanya berupa tindakan-tindakan mujizat, atau tindakan-tindakan supranatural.

    Makna kemahakuasaan Tuhan tidak hanya berarti bahwa Allah dapat melakukan segala sesuatu hanya melalui kata-kata, tetapi juga berarti bahwa Tuhan dapat dan mebas menggunakan segala sesuatu menjadi sarana dan cara untuk menyatakan kuasa-Nya, untuk melindungi, memelihara, menyembuhkan dan menyelamatkan manusia dari bahaya-bahaya maut.

    Dalam konteks wabah virus corona yang sedang mencekam Indonesia, termasuk di dalamnya mengancam orang-orang beriman, kiranya perlu disadari secara mendalam bahwa pemerintah dengan seluruh perangkatnya, adalah juga bagian darintangan Tuhan. Tuhan menggunakan berbagai instansi pemerintah, lembaga negara, dan paramedis sebagai tangan-Nya untuk menyelamatkan bangsa ini dari wabah Corona.

    Kebijakan-kebijakan dan upaya-upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari virus corona harus dilihat sebagai kepanjangan dari tangan Tuhan yang sedang terukur untuk menolong kita. Lembaga pemerintahan juga adalah hamba Tuhan yang diutus untuk menolong, melindungi, dan memberkati masyarakat.

    Perhatikanlah Firman Tuhan yang disampaikan rasul Paulus berikut ini: ‘Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat’ (Rom. 13:1-4)

    IBADAH BERJEMAAT

    Himbauan pemerintah supaya untuk sementara waktu kita menghindari kegiatan-kegiatan yang sifatnya menghimpun massa dalam jumlah besar, termasuk berhimpun untuk beribadah, merupakan salah satu cara yang dianggap baik oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran lebih luas virus corona.

    Pemerintah bertujuan menolong, menyelamatkan, dan menghindarkan masyarakat dari penularan virus yang mematikan itu. Orang-orang beriman perlu menggunakan akal budi dalam meresponi himbauan atau kebijakan pemerintah tersebut. Karena tujuan dan maksud utama dari kebijakan tersebut BUKANLAH melarang kita untuk berkumpul beribadah, sama sekali bukan itu maksudnya.

    Tujuan utamanya adalah MENCEGAH dan MENGHINDARI penyebaran dan penularan virus corona yang dapat terjadi ketika jemaat berkumpul beribadah dalam jumlah yang besar di dalam ruangan-ruangan kebaktian.

    Bahwa kemudian ada saran atau anjuran untuk melakukan ibadah dalam bentuk ONLINE, dan mungkin ada gereja-gereja yang sudah melakukannya, hal ini harus dilihat sebagai masalah ‘Situasional’. Artinya beribadah online – tidak berkumpul bersama-sama, bukanlah fenomena lunturnyan iman, bukan pula tanda-Tand kemunduran rohani, apalagi menyebutnya ‘bukan iman sejati’.

    Terlalu gegabah dan sangat kurang bijak bila ada orang Kristen, apalagi hamba Tuhan, yang berpendapat demikian. Wabah virus corona ini adalah sebuah bencana sosial yang sifatnya temporer, yang mungkin akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, atau tidak selamanya.

    Sama halnya ketika terjadi bencana-bencana alam, seperti gunung meletus, banjir bandang, atau gempa bumi besar, penduduk atau jemaat yang ada di daerah-daerah yg terkena bencana alam, pastilah tidak dapat berkumpul untuk beribadah bersama-sama selama beberapa waktu, demikian juga kita harus melihat situasi virus corona ini.

    Dengan kata lain, himbauan untuk tidak beribadah dengan cara berjemaat – mengumpulkan masa, hanya bersifat temporer, hanya untuk beberapa saat demi kebaikan kita bersama.

    Pertanyaan-pertanyaan seperti: boleh atau tidak, salah atau benar, sesuai dengan Alkitab atau tidak, kalau kita beribadah dengan model online? Lalu kalau ibadah dilakukan dalam bentuk online, bagaimana jemaat membawa persembahan dan persepuluhan?

    Kiranya umat kristiani perlu manyadari bahwa ibadah online yang disarankan saat ini bukanlah sesuatu yang bersifat ajaran atau doktrin teologi yang kemudian harus dianut. Ibadah online adalah sesuatu yang bersifat emergensi, dilakukan dalam keadaan darurat. Jadi apa salahnya? Tentang bagaimana jemaat atau kita membawa persembahan kalau ibadahnya online?

    Maaf, menurut penulis, sangatlah tidak etis jika dalam situasi dan kondisi bencana yang telah merengut ribuan nyawa sesama manusia ini, lalu yang dipikirkan, yang dipersoalkan, dan yang dipertanyakan adalah tentanguang persembahan atau persepuluhan. Kiranya akan jauh lebih mulia dan lebih terhormat, bila dalam situasi saat ini, yang kita dipikirkan dan tanyakan adalah tentang: bagaimana kita bisa saling peduli? Apa yang bisa kita lakukan untuk saling menolong? Dan sebagai umat beriman, kiranya akan jauh lebih indah bila di tengah-tengah situasi yang mencekam ini kita saling mendoakan, saling menguatkan, saling menghibur tanpa melihat identitas gereja, agama, suku, dan status sosial.

    AKHIRNYA

    Wabah virus corona, atau istilah Alkitab, penyakit sampar, pasti berlalu. Kita hanya dituntut untuk bersikap bijaksana, waspada, dan bersabar dalam menghadapinya. Dan ingatlah, Allah tidak pernah, Allah menyertai kita. Badai ini pasti berlalu. Salam.

    Penulis: Dr. S. Tandiasa

  • BPD GBI Bekasi Dukung Dan Siap Berpartisipasi Dalam Deklarasi Membumikan Pancasila Di Kota Bekasi

    BPD GBI Bekasi Dukung Dan Siap Berpartisipasi Dalam Deklarasi Membumikan Pancasila Di Kota Bekasi

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Jelang Deklarasi Membumikan Pancasila yang akan digelar besok, Selasa, 3 maret 2020 di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2, Kel, Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Badan Pekerja Daerah (BPD) Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bekasi menyatakan kesiapannya mendukung dan akan berpartisipasi dalam acara yang rencananya akan dihadiri kurang lebih 40.000 orang dari berbagai kalangan yang ada di kota Bekasi.

    Pengurus BPD GBI Bekasi saat diterima Pemkot Kota Bekasi

    Bentuk dukungan konkrit BPD GBI Bekasi terlihat dengan keluarnya surat Undangan Deklarasi Pancasila yang ditujukan kepada seluruh Gembala dan Jemaat Gereja Bethel Indonesia yang ada di Kota Bekasi yang ditandatangani Ketua BPD GBI Bekasi, Pdt. Sahala Nainggolan, M.Th dan Sekretaris Pdt. Stefanus H. Karsten, S.Th.

    “Dalam rangka ULTAH ke – 23 Kota Bekasi, pemerintah Kota Bekasi mengadakan deklarasi membumikan Pancasila yang bertempat di GOR Patriot Candrabhaga, Jl. A. Yani pada hari Selasa, 3 Maret 2020 mulai Pukul 06.30 Wib. Pemkot juga mengajak Gereja Bethel Indonesia di Bekasi turut hadir dalam acara tersebut.  Kami sangat mendukung dan akan berpartisipasi dalam acara tersebut,” terang Pdt. Stefanus H. Karsten, S.Th., Sekretaris BPD GBI Bekasi.

    Lebih jauh, Pdt. Stefanus Karsten menambahkan bahwa keikutsertaan warga jemaat GBI di Kota Bekasi untuk menunjukkan bahwa GBI adalah bagian dari kota Bekasi.

    “Hal ini menunjukkan bahwa GBI di Bekasi juga merupakan bagian dari kota Bekasi,” tuturnya singkat.

    Selain itu, Pimpinan BPD GBI Bekasi juga menyampaikan ucapan selamat Ulang Tahun Kota Bekasi yang ke-23.

    “Kami BPD Bekasi Gereja Bethel Indonesia yang sebagian besar anggotanya berada di wilayah kota Bekasi mengucapkan selamat HUT ke 23 kepada pemerintah Kota Bekasi yang berbahagia. Melihat perkembangan dan kemajuan kota Bekasi yang pesat maka ini juga merupakan kegembiraan bagi kami sebagai warga kota Bekasi,” terangnya.

    Pada akhirnya, sebagai bagian dari Kota Bekasi yang mencintai kotanya, Pdt. Stefanus H. Karsten kembali mengajak warga jemaat GBI yang ada di Kota Bekasi untuk menghadiri acara Deklarasi Membumikan Pancasila ini sekaligus berdoa untuk Kota Bekasi semakin maju.

    “Kami mengajak seluruh umat Tuhan dalam lingkup GBI di Kota Bekasi, yang mencintai kotanya, hadir sebagai bentuk kebersamaan dengan umat yang lain serta warga kota Bekasi. Kami berdoa kiranya Kota Bekasi makin diberkati dan makun maju,” tutupnya. (*)

  • Murfati Lidianto SE.,MA : Seorang Pemimpin Yang Mau Mendengar

    Murfati Lidianto SE.,MA : Seorang Pemimpin Yang Mau Mendengar

    Bekasi – Wartanasrani.com, Disela-sela Ibadah Ucapan Syukur yang bertempat di Restoran Fat-Fat Kota Harapan Indah (02/12/2019), Murfati Lidianto SE.,MA menegaskan bahwa menjadi seorang pemimpin harus mau mendengar akan setiap aspirasi masyarakat. Pemimpin juga harus berjuang untuk kepentingan rakyat yang sudah memilih wakilnya untuk duduk sebagai anggota legislatif.

    Karena memang demikianlah yang sudah dilakukan dirinya, sehingga ia kembali dipercaya oleh masyarakat Medan Satria dan Bekasi Barat Kota Bekasi.

    Pada kesempatan ini Murfati menyampaikan pengalamannya saat berjuang pada Pemilu tahun ini. “Demikianlah pengalaman saya, saat berjuang di Pemilu Tahun 2019 lalu, saat mencalonkan kembali sebagai anggota DPRD Kota Bekasi periode 2014-2019 dari Partai Gerindra Daerah Pemilihan Kota Bekasi 5 yang meliputi Kecamatan Bekasi Barat dan Kecamatan Medan Satria. Saya memetik hikmah di sana. Saya merasakan Pemilu itu sangat riskan, karena berbarengan dengan Pilpres dan Pileg,” ungkapnya.

    Banyak hal yang telah dilaluinya, bagaimana ia berjuang pada Pemilu kemarin. “Berita kemenangan saya baru bisa diketahui kepastiannya setelah 20 hari terhitung sejak Pemilihan berlalu. Oleh karena suara-suara dari TPS-TPS luar Kelurahan Pejuang belum terkumpul semua. Tentu sekali lagi, ini saya rasakan sangat riskan karena berbalap dengan Caleg lainnya di satu partai. Dibandingkan dengan Caleg-Caleg lain partai mereka sudah mengetahui setelah selesai Pemilu tiga hari. Bahkan, suara mereka sangat bulat dan tak pencar-pencar. Sementara saya mesti meminta suara sampai jauh ke Bintara, Jaka Sampurna, Kranji dan Kota Baru,” lanjutnya.

    Murfati menyadari bahwa tujuannya untuk menjadi anggota dewan adalah untuk mendampingi warganya dalam penyampaian aspirasi, sudah barang tentu juga demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh warga. Sesuai dengan tema yang sudah ditetapkan pada acara ini “Bersama Membangun Mewujudkan Bersama”, dilanjutkan dengan subtema bersama Wakil Rakyat, mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan di Kota Bekasi menuju SDM Unggul dan Indonesia maju berdasarkan Pancasila.

    Pada periode lalu memang sudah banyak aspirasi rakyat yang sudah dilakukan oleh dirinya. Beberapa diantaranya perbaikan jalan, saluran air agar tidak banjir.

    Program jangka panjang Murfati adalah mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, untuk mendorong warganya menjadi mandiri. Karena menurutnya masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan lapangan kerja.

    Tidak bisa dipungkiri wanita kelahiran Belitung ini memusatkan perhatian kepada warganya yang memiliki ekonomi berkecukupan. Pemberantasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi juga menjadi salah satu program utamanya.

    Peran UMKM itu sangat penting, karena selain sebagai sarana mengentaskan masyarakat kecil dari jurang kemiskinan, UMKM juga memiliki peran penting dalam pemerataan ekonomi masyarakat, bahkan UMKM mampu memberikan sumbangsih bagi pendapatan asli daerah Kota Bekasi,” ungkapnya.

    Karena itu ia berjanji untuk berjuang agar UMKM dapat berjalan, dengan mendorong DPRD agar mengucurkan dana melalui mekanisme yang berlaku. Karena dirinya menyadari bahwa hal ini sangat penting untuk kesejahteraan rakyat, bahkan bisa menopang ekonomi keluarga serta dapat memberikan sumbangsih bagi pendapatan asli daerah Kota Bekasi.

    Saya akan mendorong Dewan dalam rapat untuk mengucurkan bantuan UMKM agar warga bisa bekerja dari modal ini, untuk menjadi wiraswata, sehingga bisa mendongkrak perekonomian keluarga,” tandasnya.

    Program jangka panjang, saya akan kembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) karena selama ini masyarakat masih kekurangan lapangan kerja, dengan UMKM bisa menjadi penghasilan secara mandiri bagi warga, sebab tidak mungkin kita meminta semua pada pihak swasta atau pemerintah”, ungkapnya.

    Sekalipun acara pelantikan sudah dilakukan pada Agustus lalu, dan acara ucapan syukur baru dilakukan tak mengurangi rasa syukurnya kepada Tuhan dan seluruh masyarakat Medan Satria dan Bekasi Barat. Acara ini dihadiri sebagian besar dihadiri oleh hamba-hamba Tuhan Kota Bekasi. (aw)