Category: Ragam

  • Seluruh Penghuni Asrama Seminari Bethel Jakarta Dinyatakan Negatif Covid-19

    Seluruh Penghuni Asrama Seminari Bethel Jakarta Dinyatakan Negatif Covid-19

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Bagaimanakah kondisi terkini mahasiswa/mahasiswi Seminari Bethel Jakarta dan situasi Kampus? Berikut penjelasan Humas Seminari Bethel Jakarta, Pdm. Yada Putra Gratia yang dilansir redaksi wartanasrani.com dari beritabethel.com, Hari ini, Rabu (13/05/2020).

    Puji Tuhan, pada hari Selasa tanggal 12 Mei 2020 sore, tim dokter Puskemas Kecamatan Tanah Abang – Jakarta Pusat telah mengeluarkan surat keterangan sehat bagi seluruh penghuni Asrama Seminari Bethel Jakarta yang masih bertahan di Asrama, setelah melalui berbagai rangkaian pemeriksaan yang hasilnya menyatakan non-reaktif atau negatif virus Covid-19.

    Dengan demikian jalan masuk menuju ke Seminari yang awalnya diblokade, kini telah dibuka kembali. Situasi masyarakat di lingkungan Seminari pun sangat kondusif.

    Seminari Bethel Jakarta telah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Kecamatan dan Bapak Yassin Pasaribu (Camat Tanah Abang) selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Tanah Abang, Jakarta-Pusat agar ke 71 anak asrama yang telah dinyatakan negatif virus Covid-19 untuk dapat melanjutkan isolasi mandiri di dalam asrama maupun di luar asrama Seminari Bethel Jakarta, dalam hal ini mereka dapat pulang ke rumah keluarganya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

    Sampai dengan hari ini, Rabu 13 Mei 2020, dari 72 orang, jumlah awal penghuni asrama yang dirawat di RSUD Cengkareng, Jakarta-Barat dan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet [Kemayoran, Jakarta-Pusat] kini sebanyak 41 orang telah dinyatakan sehat (non-reaktif Covid-19) serta telah diijinkan keluar dari rumah sakit, dan melanjutkan isolasi mandiri di rumah-rumah singgah yang telah disiapkan oleh Seminari Bethel Jakarta.

    Sedangkan 31 orang yang masih dalam perawatan di rumah sakit telah menunjukkan perkembangan kesehatan yang semakin membaik, dan sedang menunggu hasil swab test yang terakhir. Dimungkinkan dalam waktu beberapa hari ke depan, ada beberapa anak yang akan diijinkan keluar dari RS.

    Seminari Bethel Jakarta didukung oleh BPH GBI [Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia], BPD GBI [Badan Pekerja Daerah Gereja Bethel Indonesia], alumni dan beberapa gembala gereja lokal GBI di DKI Jakarta dan sekitarnya, telah menyiapkan dan menyewa beberapa rumah singgah untuk menampung anak-anak asrama yang telah keluar dari rumah sakit, dan sampai saat ini masih dibutuhkan beberapa rumah singgah untuk menutupi kekurangan tempat akomodasi yang dibutuhkan.

    Tim khusus Seminari Bethel Jakarta berusaha memenuhi semua kebutuhan logistik anak-anak yang telah ditempatkan di rumah-rumah singgah, seperti makanan, minuman, vitamin, buah, alamat mandi, pakaian, alat kebersihan, dan lain-lain. Semua pemenuhan kebutuhan tersebut dikoordinasikan dan didistribusikan oleh tim khusus Seminari Bethel Jakarta.

    Adapun sampai saat ini, Seminari Bethel Jakarta telah menerima banyak dukungan doa, moril, donasi dan bantuan kebutuhan-kebutuhan lainnya dari BPH GBI, Anggota MPL GBI [Majelis Pekerja Lengkap Gereja Bethel Indonesia], BPD GBI se-Indonesia, gereja-gereja lokal GBI, alumni, lembaga-lembaga Pemerintah dan lain-lain.

    Seminari Bethel Jakarta tetap terus mengikuti arahan dari tim dokter Puskesmas dan terus melanjutkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 secara ketat di lingkungan Seminari demi kepentingan dan kesehatan bersama. [Pdm. Yada Putra Gratia].

    Untuk Informasi Khusus hubungi : 1. Pdt Tonny Watimena, Hp 081284266346. 2. Pdt. Purim Marbun, Hp 08161905103. 3. Pdm. Yada Putra Gratia, Hp 08176336441.Untuk Informasi Umum hubungi : 1. Pdp Oktaria Inkiriwang, Hp 087780783475. (*)

  • Berkah Ramadhan Dari Pondok Pesantren Al-Zaytun Pada Wartawan Nasrani.

    Berkah Ramadhan Dari Pondok Pesantren Al-Zaytun Pada Wartawan Nasrani.

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Ramadhan sungguh merupakan sebuah bulan yang mulia. Sembari memanjatkan puji dan ucapan syukur kepada Tuhan, kami dari Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (DPP-PEWARNA Indonesia) ingin mengucapkan terima kasih atas rasa persaudaraan yang ditunjukkan oleh Pondok Pesantren Al-Zaytun.

    Pewarta Nasrani merasakan begitu besarnya perhatian dan kasih dari Pondok Pesantren di tengah masa pandemi corona (Covid-19) ini, yang diwujudkan dengan membagikan bantuan kebutuhan pokok berupa beras sebanyak 100 Paket bingkisan Ramadhan yang terdiri dari beras 10 kg, minyak goreng, teh, dan garam.

    Diserahkan oleh Karim perwakilan Pondok Pesantren Al-Zaytun diserahkan pada Ketum PEWARNA (Persatuan Wartawan Nasrani) Indonesia Yusuf Mujiono beserta pengurus dan anggotanya Thony Ermando, Ronald Marlisa, Supendi, dan Stefano. Selasa pagi (12/05/2020). Sumbangan ini kedua kalinya setelah sebelumnya menyumbangkan 5 kuintal beras (28/4/2020).

    Pada Kesempatan itu Yusuf Mujiono mengatakan “Pada kesempatan ini izinkan kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Al-Zaytun, khususnya kepada sahabat dan Ayah kami, pemimpin sekaligus pendiri Pondok Pesantren Al-Zaytun, Syaykh Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang. Juga kepada Bapak Halim dan jajarannya, serta pihak Lembaga Kesejahteraan Masjid (LKM) Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin. Tak mampu kami membalas kebaikan yang sudah bapak ataupun ibu berikan. Kiranya Tuhan membalas segala kebaikan hati para sahabat semua dengan berlipat ganda.

    Izinkan juga kami mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Al-Zaytun. Harapan kami kiranya Al-Zaytun dapat terus menjadi rahmat bagi seluruh masyarakat Indonesia dan terus menjadi pengawal dari pembumian nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari. Akhir kata, sekali lagi, kami ucapkan terima kasih kepada Pondok Pesantren Al-Zaytun. Kiranya berkat Tuhan selalu melimpah dan menaungi para sahabat sekalian.”

    “Kepedulian kepada sesama dalam menanggulangi dampak pandemi Covid-19 ditunjukkan oleh Yayasan Pondok Pesantren Indonesia Al- Zaytun. Pondok pesantren yang terletak di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang dipimpin oleh Syaykh Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, itu, memberikan bantuan sebanyak 1 Ton beras kepada wartawan nasrani yang bergabung di dalam organisasi Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia).” Imbuhnya. (*)

  • PGLII DKI BAGIKAN TAKJIL DI LINGKUNGAN KRAMAT SENEN

    PGLII DKI BAGIKAN TAKJIL DI LINGKUNGAN KRAMAT SENEN

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – PGLII ( PERSEKUTUAN GEREJA GEREJA DAN LEMBAGA LEMBAGA INJILI INDONESIA) DKI Jakarta melakukan aksi pembagian takjil kepada masyarakat yg berada di daerah keramat senen untuk berbuka puasa adapun pembagian takjil di berikan kepada masyarakat yg berada di kramat senen tepatnya Rw 02 kelurahan kramat.

    Hal ini dijelaskan oleh Herry Aleng selaku ketua 4 PGLII DKI JAKARTA.

    “Dipilihnya lokasi ini karena sesuai dengan domisili sekertariat PGLII DKI JAKARTA.” Ungkapnya di kantor sekertariat PGLII DKI JAKARTA (12/05/2020).

    Adapun mekanisme pemberian takjil ini dengan menggundang Lejar selaku Ketua RW02 untuk di serahkan ketua RW yang akan langsung membagikan kepada masyarakat

    “Hal ini kami lakukan mengingat himbaun pemerintah terkait PSBB yang mengharuskan untuk tidak adanya aktivitas berkumpul atau mengundang masyarakat banyak.” Ungkapnya.

    Adapun misi pembagian takjil ini adalah untuk membangun rasa kebersamaan dengan saudara saudara kita yang muslim dan non muslim.

    “Kami lakukan ini juga bentuk solidaritas kepada sesama dan juga untuk membantu upaya pemerintah dengan adanya virus covid 19” katanya.

    Ini adalah aksi yang ke 3 kalinya dengan lokasi yang sama seperti aksi sebelumnya aksi ini membagikan nasi bungkus dengan jumlah bantuan masing2 pada saat kegiatan adalah kurang lebih 150 bungkus pada sekali kegiatan.

    “Aksi ini Sebetulnya dilakukan setiap hari oleh PGLII DKI merupakan kerjasama dengan Pengurus Pusat PGLII dan posko untuk kegiatan yang dilakukan setiap hari berlokasi di kelurahan tanah sereal “ Pungkasnya.

    Lejar selaku Ketua RW02 mengatakan “Kami sangat bererima kasih kepada Gereja Eben Heizer yang telah membantu warga kami. Ini kegiatan kedua kalinya setelah tahun lalu warga kami juga diberikan bantuan. Semoga kegiatan ini lebih sering dilakukan. Kalau bisa ditingkatkan menjadi bantuan Sembako” harapnya. (*)

  • LUMBUNG NUSANTARA SERAHKAN BANTUAN MELALUI PEMDA TANGSEL

    LUMBUNG NUSANTARA SERAHKAN BANTUAN MELALUI PEMDA TANGSEL

    TANGSEL, WARTANASRANI.COM – Bertempat di kantor Bupati Tangsel Pdt. Dr. Ir. Rachmat Manullang M. Si., M.Th. selaku Koordinator Nasional Lumbung Nusantara menyerahkan bantuan Kepada Walikota Tangsel Ibu Airin Rachmi Diany dan Jajarannya agar disalurkan kepada Rumah Sakit atau Puskesmas setempat berupa 200 APD, 400 masker, Lumbung Nusantara juga menyerahkan bantuan untuk disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu sebanyak 200 paket Kebutuhan Pokok Pangan.

    Pdt. Dr. Ir. Rachmat Manullang M. Si., M.Th. selaku Koordinator Nasional Lumbung Nusantara menyerahkan bantuan Kepada Walikota Tangsel Ibu Airin Rachmi Diany

    Pdt Rachmat Manullang selaku Ketua Yayasan Lumbung Yusuf Indonesia menyatakan bahwa sebagai warga gereja kita turut bertanggung jawab dan terpanggil untuk melakukan aksi kemanusiaan tanpa membedakan suku, agama dan ras.

    Kami telah melakukan aksi kemanusiaan sejak bulan Maret 2020 berupa pembagian APD dan Masker kebeberapa Rumah Sakit dan Puskesmas serta pembagian Paket Sembako melalui Posko-posko yang berada diberbagai tempat di Jabotabek demikian juga Lumbung Nusantara membuka dapur umum dibeberapa tempat untuk membantu saudara saudara kita.

    Kami berharap apa yang dilakukan dapat meringankan masyarakat yang tidak mampu.
    Maka sebagai warga masyarakat, kita perlu bekerjasama dengan pemerintah bersama-sama melawan Virus Corona – Covid19. Dengan Tetap di rumah, tetap produktif dimasa pandemik walaupun tidak kemana mana serta jaga jarak fisik.

    Harapan kita bersama agar Pandemi Covid 19 cepat berlalu dan Tuhan beserta kita. (*)

  • PEDULI PANDEMI COVID-19, PGLII DISTRIBUSIKAN  BANTUAN APD DAN SEMBAKO KE RUMAH SAKIT UKI DAN MASYARAKAT

    PEDULI PANDEMI COVID-19, PGLII DISTRIBUSIKAN BANTUAN APD DAN SEMBAKO KE RUMAH SAKIT UKI DAN MASYARAKAT

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili (PGLII) melakukan aksi peduli pandemi Covid-19. Kepedulian tersebut berupa bantuan Alat Pelindung Diri (APD), Sembako dan nasi bungkus yang didistribuskan ke Rumah Sakit dan masyarakat yang membutuhkan.

    Ketua Umum PGLII Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh mengatakan kepedulian tersebut merupakan bentuk nyata bahwa PGLII merupakan mitra pemerintah dalam mewujudkan tujuan berbangsa dan bernegara.

    “PGLII sebagai lembaga gereja aras nasional sejak berdirinya telah menegaskan tujuannya yang antara lain bermitra dengan pemerintah untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Kebersamaan dengan pemerintah bukan hal yang baru tetapi senantiasa dibaharui sesuai perkembangan terkini dan dalam hal ini menghadapi Pandemi Covid-19” terangnya.

    PGLII yang beranggotakan 93 sinode dan 65 lembaga telah mendukung langkah pemerintah dalam menghadapi Covid-19, antara lain menyerukan agar umat Kristen mematuhi anjuran dari Pemerintah dalam menghadapi Covid 19. Bukan itu saja, dalam berbagai kesempatan dan dalam perayaan Paskah, PGLII kembali dalam surat penggembalaannya menyerukan gereja-gereja untuk beribadah di rumah dan membuka gereja gereja dan aset gereja dipakai Pemerintah sebagai tempat menampung pasien pendemi covid19.

    “PGLII mendorong semua komponen bangsa bersinergi untuk menghadapi Covid-19.” seru Pdt. Ronny Mandang.

    Sementara itu Ketua Tim Nasional Gerakan Kasih PGLII Peduli Pandemi Covid-19 Deddy A. Madong, SH, MA mengatakan bahwa bantuan PGLII berupa kurang lebih 15.000 masker dan 1600 liter sanitaizer sudah disalurkan ke sejumlah komunitas di seluruh Indonesia antara lain Pondok Pesantren-Pondok Pesantren, Asrama asrama Mahasiswa dan masyarakat. Bahkan bantuan sembako dan beras sebanyak 650 kg, 1000 makanan siap saji dibagikan kepada beberapa asrama mahasiswa di Jabodetabek, termasuk asrama mahasiswa Papua. Sebagai contoh mahasiswa papua yang hendak magang tetapi batal karena Covid-19 dan terkendala kembali karena dikarantina.

    “Mereka sekarang tertahan di Bekasi. Kami memberikan bantuan berupa kebutuhan pribadi dan Sembako.” ujar Ketua Tim Nasional Gerakan Kasih PGLII Peduli Pandemi Covid-19.

    Bantuan lain berupa Sembako diberikan ke sejumlah Asrama Mahasiswa di Jakarta dan sekitarnya.

    “Mereka datang ke Jakarta untuk bersekolah, akibat Covid-19 terpaksa bertahan di asrama. Mereka ini tidak terdata di Pemprov sehingga belum mendapat bantuan. Kami salurkan bantuan berupa kebutuhan dasar mereka karena mereka tidak kembali ke daerah asalnya untuk mengikuti seruan pemerintah tidak pulang kampung atau mudik. Bantuan berupa sembako, beras, teko pemanas air, hand sanitizer, masker, dll sudah disalurkan ke sejumlah Asrama Mahasiswa di Jabodetabek, Pontianak, Tanjung Enim, Semarang dan daerah lainnya. Sedangkan nasi bungkus yang diadakan setiap hari di Posko TIMNAS di Graha Kabar Baik, Jelambar, Jakarta Barat berlangsung setiap hari,” tambah Deddy A. Madong.

    Pada kesempatan sekarang TIMNAS Gerakan kasih PGLII PEDULI PANDEMI COVID-19 membantu mahasiswa di Asrama UKI Jakarta berupa Sembako dan perlengkapan APD.

    “Ke Rumah Sakit UKI kami salurkan APD dan peralatan medis untuk mendeteksi Covid-19. Kami masih akan tetap menyalurkan bantuan karena kepedulian kami sebagai komponen bangsa dan mengikuti anjuran Presiden RI agar kita menularkan kebaikan dan gotong royong sesama anak bangsa, semoga apa yang dilakukan PGLII menjadi gaya hidup gereja Tuhan dan umat Kristen di Indonesia,” tandas Deddy Madong yang merupakan juga salah satu Ketua Pengurus Pusat PGLII Bidang Hubungan Antar Agama.

    TIMNAS juga mengkordinir sejumlah aksi sosial masif dan terkordinir yang dilakukan di Palu, Sulsel,Jawa Barat, Medan,Depok, DKI Jakarta, Bekasi, Banten dan berbagai tempat di Indonesia. Aksi tersebut dilakukan melalui Pengurus Wilayah/Daerah PGLII di setiap provinsi dan Gereja Gereja serta Lembaga Lembaga anggota PGLII. (*)

  • PEDULI WARGA TERDAMPAK CORONA, RW. 030 PEJUANG BAGIKAN PAKET SEMBAKO

    PEDULI WARGA TERDAMPAK CORONA, RW. 030 PEJUANG BAGIKAN PAKET SEMBAKO

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Dalam upaya meringankan beban ekonomi masyarakat terdampak pandemi virus corona (Covid-19), RW. 030 Kelurahan Pejuang Bulevar Hijau, Harapan Indah, Kota Bekasi melakukan pembagian sembako dan nasi kotak. Menurut Blasius Fernandes, ketua RW 030, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk panggilan hati untuk berbagi kasih bagi sesama tanpa melihat perbedaan.

    “Latar belakang kegiatan aksi peduli covid 19 adalah panggilan hati untuk berbagi kasih bagi sesama yang membutuhkan tanpa melihat perbedaan dan menempatkan kaum lemah dan miskin sebagai manusia seutuhnya di hadapan Tuhan,” tuturnya.

    “Dana bersumber dari para donatur yang secara ikhlas mempercayakan pihak RW menyalurkan seperti dari warga RW 030, termasuk dari GII Hok Im Tong dan Gereja Bapak pendeta Paul,” tutur Fernandes lagi, menambahkan terkait seputar sumber dana kegiatan mulia ini.

    Sebanyak 250 paket sembako dan nasi kotak, dibagikan bertahap, dimulai tanggal 21 April sampai 24 April 2020. Menurut Pdt. Paul F. Gulo, Gembala jemaat GBI Taman Aster Bulevar Hijau, hal ini dilakukan untuk mencegah kerumunan warga yang menerima bantuan.

    “Pembagian sembako kepada warga, panitia lakukan secara bertahap untuk mencegah kerumunan warga masyarakat penerima bantuan. Sehingga social distancing dan physical distancing yang digaungkan pemerintah selama masa tanggap covid-19 ini, tidak kami langgar,” tuturnya.

    Sementara itu dikatakan Ketua RW, pihak pemerintah memberikan apresiasi dan mendukung bakti sosial yang menyasar warga terdampak covid di beberapa kampung sekitar RW. 030 Pejuang ini.

    “Tanggapan pihak pemerintah sangat apresiasi dan mendukung, terbukti kehadiran camat dan lurah serta tim siaga covid dari pemda kota bekasi,” terang Blasius Fernandes.

    “Adapun sasaran penerima sembako adalah Ojol yang berasal dari kampung dukuh jaya, kampung kaliabang, kampung kresek. Sasaran lain bagi Asisten Rumah Tangga harian, tukang becak, dan sopir taxi konvensional,” terangnya lagi.

    Lebih jauh Blasius Fernandes menyatakan bahwa selain pembagian sembako yang dilakukan seksi sosial kemasyarakatan, kepengurusan RW. 030 yang didukung seksi-seksi yang ada termasuk PKK akan melakukan aksi sosial lainnya.

    “Kegiatan yang akan dilakukan dalam bulan ini adalah aksi peduli tahap 2, pembagian takjil gratis setiap hari kamis, dan donor darah untuk mendukung ketersediaan kebutuhan darah bagi pasien covid 19. Kegiatan aksi dilakukan oleh Seksi Sosial Kemasyarakatan RW 030 yg didukung oleh seksi lain spt seksi pembangunan, PKK,” ungkapnya.

    Pos RW. 030 Pejuang, lokasi bakti sosial warga terdampak Covid-19

  • SEKOLAH GALATIA BEKASI BUKA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TP. 2020-2021

    SEKOLAH GALATIA BEKASI BUKA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TP. 2020-2021

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Yayasan Pendidikan Galatia Bekasi telah membuka penerimaan dan pendaftaran peserta didik baru tahun pelajaran 2020 – 2021 untuk siswa-siswi tingkat  PG/TK, SD, SMP dan SMA.  Bagi orang tua maupun masyarakat yang ingin mendaftar atau mendapatkan informasi seputar penerimaan siswa baru dapat datang langsung ke tata usaha bagian pendaftaran dengan alamat Jalan Bulevar Hijau Raya, Blok A/1 Bulevar Hijau, Kota Harapan Indah, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi 17131.

    Sekolah Galatia Kota Bekasi (PG/TK/SD/SMP/SMA)

    Dengan lokasi yang sangat strategis dan mudah dijangkau, parkir yang luas, aman dan nyaman, serta didukung dengan fasilitas yang mumpuni, kegiatan pendidikan di Sekolah Galatia Bekasi dapat menunjang prestasi setiap siswa untuk berprestasi di bidang akademik dan non akademik.

    Sekolah Galatia Bekasi dibawah naungan Yayasan Pendidikan Galatia, selalu berkomitmen untuk menjadi pusat pendidikan yang berkualitas dan menciptakan generasi unggul, beriman, berilmu dan berprestasi serta mampu bersaing di era globalisasi.

    Tim Paskibra SMA Galatia saat Upacara Pengibaran Bendera memperingati HUT Proklamasi RI

    Sekolah Galatia Kota Bekasi menawarkan berbagai keunggulan antara lain:

    Pertama; Lulusan Dari SMA GALATIA akan mudah untuk mendapatkan beasiswa diperguruan tinggi karna SMA Galatia telah bekerjasama dengan berbagai kampus terkemuka

    Kedua; Dari SMA akan mudah untuk Mengikuti seleksi ujian Perguruan tinggi negeri,seleksi univ kedinasan

    Ketiga; Bisa langsung kerja di SMA Galatia dibekali pembelajaran Bahasa Inggris melalui Native Speaker,Desain grafis dan kewirausahaan oleh Ahli IT yang disewa langsung dari BSW administratif dan pembukuan serta tata cara membuat surat lamaran kerja dan interview kerja.Sehingga mampu berdaya saing di era Indusri 4.0.

    Keempat; Beasiswa bagi siswa berprestasi

    Kelima; Guru guru Sarjana S1 dan S2 sesuai bidangnya

    Keenam; Ruangan AC dan Fasilitas memadai

    Ketujuh; Kantin nyaman bersih,murah dan banyak pilihan

    KedelapanTanpa uang gedung bagi yg mendaftar dari tingkat PG/TK Galatia lanjut ke SD Galatia atau dari SD Galatia lanjut ke SMP Galatia, dan dari SMP Galatia lanjut ke SMA Galatia.

    Kesepuluh; Pelajaran tambahan Bahasa Mandarin dan Native Speaker yang membuat kamu siap di dunia perkuliahan maupun dunia kerja.

    Dapatkan potongan uang pendaftaran bagi 20 pendaftar pertama. Lebih jelasnya, untuk informasi pendaftaran dapat menghubungi nomor telpon 021-88872723, wa : 081381880430 (Ibu Irma).

    Beberapa siswa yang meraih beasiswa dari Yayasan Pendidikan Galatia atas Prestasi Akademiknya tahun pelajaran 2019/2020 untuk siswa siswi SMA Galatia Yaitu : Clarissa Aniella kelas XI MIPA, Vania angelica kelas XI IPS, Andrew Setiadi kelas XII MIPA, dan Frieciliali Sugianto kelas XII IPS. (*)

    Foto Dokumentasi Saat Retret SMA Galatia Kota Bekasi

  • UPDATE: PERKEMBANGAN STATUS SEBAGIAN MAHASISWA SEMINARI BETHEL JAKARTA

    UPDATE: PERKEMBANGAN STATUS SEBAGIAN MAHASISWA SEMINARI BETHEL JAKARTA

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Sehubungan dengan situasi yang terus berkembang, Humas Redaksi Humas Seminari Bethel Jakarta-Pusat [Pdm. Yada Putra Gratia] pada hari Kamis, 23 April 2020, menyampaikan rilis terkini perkembangan status sebagian mahasiswa/mahasiswi di tengah-tengah situasi pandemi Covid-19 sebagai berikut :

    Setelah menunggu hasil swab test lanjutan yang dilakukan oleh tim dokter Puskesmas pada Jumat, 17 April 2020 kepada anak Asrama yang pada rapid test sebelumnya menunjukkan hasil negatif, maka pada hari Rabu tanggal 22 April 2020, tim dokter Puskemas telah menginformasikan hasil pemeriksaan tersebut.

    Adapun hasil pemeriksaan swab test tersebut 27 anak dinyatakan positif dan pada malam hari sekitar pk. 20.20 WIB telah dievakuasi ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet [Kemayoran, Jakarta-Pusat]. Puji Tuhan, proses evakuasi tersebut didampingi dan dikawal langsung oleh Lurah Petamburan, Camat Tanah Abang, Dandim 0501/BS-JP dan Kapolres Jakarta Pusat, berjalan dengan lancar.

    Penghuni Asrama yang saat ini dirawat di RSUD Cengkareng berjumlah 5 orang, dengan rincian 4 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Mereka semua berada dalam kondisi semakin baik dan sehat serta sedang menunggu hasil Swab test akhir.

    Penghuni Asrama yang saat ini dirawat di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet berjumlah 66 orang, dengan rincian 28 orang laki-laki dan 38 orang perempuan. Mereka semua berada dalam kondisi baik dan sehat.

    Penghuni Asrama yang saat ini masih melakukan isolasi mandiri di Asrama Seminari berjumlah 71 orang, dengan rincian 38 orang laki-laki dan 33 orang perempuan. Hasil pemeriksaan semua menyatakan bahwa mereka negatif. Sesuai dengan permintaan kami dan jika diijinkan oleh Camat cq dokter puskesmas, mereka semua akan mengikuti isolasi mandiri di luar asrama Seminari.

    Seminari Bethel Jakarta tetap mengikuti arahan dari tim dokter Puskesmas dan menjalankan protokol kesehatan penanganan Covid-19 secara ketat di lingkungan Seminari demi kepentingan dan kesehatan bersama.

    Untuk Informasi lebih lanjut, silahkan kontak : 1.Pdt Tonny Watimena, Hp 081284266346. 2. Pdt. Purim Marbun, Hp 8161905103. 3.Pdp Oktaria Inkiriwang, Hp 087780783475. 4. Pdm. Yada Putra Gratia, Hp 08176336441. (beritabethel.com)

  • Ungkap Fakta Sebenarnya Terkait Kondisi Mahasiswanya, Ini 6 Penjelasan Surat Terbuka Seminari Bethel Jakarta

    Ungkap Fakta Sebenarnya Terkait Kondisi Mahasiswanya, Ini 6 Penjelasan Surat Terbuka Seminari Bethel Jakarta

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Melalui surat terbuka nomor: 58/SEK/SBJ/IV/2020, tanggal 22 April 2020, Seminari Bethel Jakarta kembali menyampaikan klarifikasi berkaitan dengan berita/info yang beredar di lini media massa maupun media sosial seputar kondisi terkini Seminari.

    Dalam surat terbuka yang ditandatangani Pdt. Kiki Sadrach, M.Th (Ketua Seminari Bethel Jakarta) dan Pdp. Oktaria Inkiriwang, S.Th (HRD/GA) dijelaskan bahwa keluarnya surat terbuka untuk kedua kalinya ini, merupakan bagian dari sikap Seminari Bethel Jakarta termasuk unit-unit pendidikan: STT, SP dan SMTK serta Asrama untuk selalu mendukung program pemerintah baik dari sisi pendidikan maupun hal lainnya termasuk dalam penanganan dan pencegahan penyebaran pandemi virus Covid-19 yang menjadi Bencana Nasional di Negara kita saat ini.

    Selain itu, terbitnya surat terbuka Seminari dengan tembusan; Ketum BPH GBI, Sekum BPH GBI, Ketum YBI dan Departemen Hukum dan Advokasi BPH GBI, untuk menyikapi pemberitaan di media masa terkait dengan situasi terkini Seminari Bethel Jakarta, serta melanjutkan informasi yang telah sampaikan pada Surat Terbuka Seminari Bethel Jakarta yang pertama tertanggal 17 April 2020 dengan no. 57/SEK/SBJ/IV/2020.

    Berikut beberapa hal yang disampaikan terkait perkembangan terkini di Seminari Bethel Jakarta dalam menghadapi dan mencegah penyebaran pandemi virus Covid-19;

    Pertama; Pada hari Jumat, 18 April 2020 sore, di Seminari Bethel Jakarta, tim dokter Puskesmas telah melakukan Swab test lanjutan kepada 94 orang anak Asrama yang pada rapid test sebelumnya menunjukkan hasil negatif. Sampai saat ini kami masih menunggu hasil dari swab test tersebut. Kami semua berharap dan berdoa hasilnya adalah negatif, namun, bila hasil test-nya positif tentu dipastikan kami segera memindahkan mereka ke Wisma Atlet sesuai arahan dan rujukan dari dokter Puskesmas Tanah Abang dan kita semua berdoa supaya mereka dapat cepat disembuhkan dipulihkan.

    Kedua; Perihal beredarnya isu-isu dan informasi yang berkembang di masyarakat, bahwa ada PDP yang meninggal di asrama, kemudian ada salah seorang anak asrama yang hasil rapid test-nya positif kabur, dan sebagainya. Dengan ini kami memberitahukan bahwa informasi tersebut di atas tidak benar.

    Sejak awal ketika ada 1 anak yang menjalani pemeriksaan sesuai dengan prosedur dan protokol penanganan covid-19, kami selalu mengingatkan, menegaskan agar semua penghuni asrama selalu setiap saat menjaga kesehatan dan melakukan protokol kesehatan dengan ketat seperti tertulis di atas sambil menunggu arahan dari tim Kemenkes cq Puskesmas Tanah Abang.

    Dan, bila ada yang memiliki gejala batuk, pilek, demam dan sesak nafas, kami akan segera menghubungi puskesmas Tanah Abang atau RS rujukan terkait untuk pemeriksaan lebih lanjut dan menerima arahan tindakan-tindakan yang diharuskan sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan R.I. Perlu diketahui bersama bahwa semua anak asrama yang sakit maupun yang dirawat di RSUD Cengkareng dan Wisma Atlet semua berada dalam keadaan semakin sehat dan sedang menunggu hasil test yang sedang mereka jalani, kita bersyukur dengan keadaan yang semakin membaik tersebut.

    Ketiga; Menanggapi video-video yang beredar di masyarakat pasca 36 orang anak asrama yang dievakusi ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, yang berisi ujaran-ujaran kebencian dan provokatif, kami telah melaporkan hal tersebut kepada pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti secara tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

    Keempat; Menanggapi pemberitaan di beberapa media televisi yang mengabarkan bahwa 36 orang yang telah dievakuasi ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet pada tanggal 17 April 2020 telah pulang dari Wisma Atlet, dengan ini kami memberitahukan bahwa informasi tersebut tidak benar.

    Faktanya, sampai saat ini ke 36 orang tersebut masih menjalani isolasi mandiri di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet sesuai dengan arahan dari tim dokter Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

    Kelima; Menanggapi pemberitaan di beberapa media masa yang memberikan informasi bahwa adanya virus Covid-19 di Seminari Bethel Jakarta bersumber dari salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan di Lembang, dengan ini kami memberitahukan bahwa informasi itu tidak benar.

    Faktanya, tidak ada satu orang pun dari asrama Seminari Bethel Jakarta yang mengikuti kegiatan di Lembang. Jadi, kasus Covid-19 yang terjadi di Seminari Bethel Jakarta tidak ada kaitannya dengan kasus Covid-19 yang terjadi di Lembang.

    Dalam hal ini, kami dari Seminari Bethel Jakarta telah mendapatkan klarifikasi dari Bapak Yassin Pasaribu, Camat Tanah Abang, bahwa apa yang disampaikan hanyalah dugaan pribadi beliau.

    Keenam; Kami terus mengingatkan kita semua dan penghuni asrama untuk melaksanakan protokol kesehatan yang ketat: pakai masker, sering cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, jaga jarak dan jaga kebersihan serta segera ke dokter Puskesmas bila mengalami gejala – gejala batuk kering, pilek, demam dan sesak nafas untuk dapat ditangani dengan baik sesuai protokol penanganan dan pencegahan covid-19.

    Dari enam poin yang disampaikan, pihak Seminari berharap semua pihak dapat menjadi jelas dan memahami dengan tepat setelah mendapat informasi yang sebenarnya.

    Untuk Informasi hubungi lebih jelas dapat menghubungi: Pdt Tonny Watimena, Hp 081284266346; Pdt. Purim Marbun, Hp 8161905103; Pdp Oktaria Inkiriwang, Hp 087780783475; dan Pdm. Yada Putra Gratia, Hp 08176336441. (*)

  • SURAT TERBUKA SEMINARI BETHEL JAKARTA

    SURAT TERBUKA SEMINARI BETHEL JAKARTA

    JAKARTA, WARTANAARANI.COM – Mengantisipasi pemberitaan terkait situasi dan keadaan Seminari Bethel Jakarta, pimpinan Seminari melalui Surat Terbuka, nomor 57/SEK/SBJ/IV/2020, pada hari Jumat, 17 April 2020 menyampaikan beberapa poin penting.

    Berikut isi surat terbuka yang ditandatangani oleh Pdt. Kiki Sadrach, M.Th (Ketua Seminari Bethel Jakarta) dan Pdp. Oktaria Inkiriwang, S.Th (HRD/GA) dengan tembusan; Ketum BPH, Sekum BPH, Ketum YBI, Departemen Hukum dan Advokasi BPH GBI.

    Seminari Bethel Jakarta termasuk unit-unit pendidikan: STT,SP dan SMTK serta asrama selalu mendukung program Pemerintah baik dari sisi pendidikan maupun hal lainnya termasuk dalam penanganan dan pencegahan penyebaran pandemi virus Covid-19 yang menjadi Bencana Nasional di Negara kita saat ini.

    Menyikapi perkembangan dan juga menjawab pertanyaan beberapa orang terkait dengan situasi dan keadaan Seminari khususnya di asrama, maka melalui surat ini kami menyampaikan beberapa hal mulai dari kronologi sampai pada perkembangan terkini di Seminari Bethel Jakarta dalam menghadapi dan mencegah penyebaran pandemi virus Covid-19.

    Kami berharap semua pihak dapat menjadi jelas dan memahami dengan tepat setelah mendapat informasi dari kami berikut ini:

    Pertama; Terhitung sejak tanggal 16 Maret 2020 sampai saat ini, kami telah memberlakukan program Kelas Belajar Mengajar (KBM) secara online dengan tujuan turut mencegah penyebaran virus covid-19 dengan menghindari pertemuan tatap muka dalam jumlah besar.

    Tidak ada pertemuan ataupun kegiatan belajar secara tatap muka yang dilakukan di Seminari Bethel Jakarta. Di lingkungan Seminari (termasuk di asrama) juga sudah memberlakukan protokol kesehatan sesuai anjuran Kemenkes dan dokter Puskesmas Tanah Abang dengan: selalu menggunakan masker, sering cuci tangan baik dengan sabun maupun dengan hand sanitizer, menjaga jarak satu dengan yang lain minimal 1 m, melepas jaket dan helm serta menaruhnya di luar dengan dibungkus plastik masing- masing, dan membangun imunitas kesehatan yang baik dengan tetap berolahraga, makan makanan sehat ditambah vitamin, buah-buahan, air jahe dan lainnya.

    Kedua; Pada tanggal 11 Maret, ada 1 orang mahasiswa yang mengalami gejala demam, tetapi setelah di rawat di RS Mintoharjo selama 4 hari dia sembuh dan diijinkan pulang tanpa ada berita tambahan apa-apa dari Rumah Sakit lalu dia dijemput orang tuanya dan dibawa pulang.

    Ketiga; Keesokan harinya tanggal 12 Maret, ada 1 orang mahasiswa juga demam dan dibawa ke RS Mintoharjo kembali untuk dirawat. Benar bahwa pihak Rumah Sakit sudah melaksanakan pemeriksaan Covid-19 dan mengharuskan yang bersangkutan untuk mengikuti pemeriksaan Covid-19 sesuai anjuran Pemerintah dan harus dirawat di sana sampai selesai seluruh pemeriksaan Covid-19 selesai dan yang hasilnya ternyata semua negatif dan diijinkan keluar dari Rumah Sakit pada tanggal 27 Maret.

    Keempat; Pada tanggal 16 Maret, sesuai dengan anjuran pemerintah yang diumumkan oleh Bapak Presiden RI maka Seminari memutuskan dan mengeluarkan surat keputusan untuk memulai KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) secara online mulai tanggal 17 Maret. Mahasiswa yang tinggal di asrama Seminari yang jumlah awalnya sekitar 250 orang, sebagian pulang ke rumahnya masing-masing sehingga hanya tinggal 140 orang.

    Kemudian, tanggal 24 Maret kepala asrama menerima pesan Whats App dari Bapak Ari Juliano, anggota Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 yang isinya meminta anak-anak di Asrama harus tinggal di asrama dan jangan ada yang pulang lagi. Atas pesan dari Gugus Tugas ini, maka diputuskan anak-anak untuk tetap tinggal di Seminari.

    Kelima; Pada tanggal 26 Maret 2020, ada beberapa orang yang tinggal di Asrama dengan gejala batuk, pilek disertai demam, setelah di bawa ke Puskesmas Tanah Abang serta dilakukan test Covid-19 pertama dan hasilnya negatif, meski demikian mereka semua diwajibkan isolasi mandiri sebagai ODP di asrama Seminari (di kamar khusus) dan harus menunggu test Covid-19 ke-2 sesuai arahan dokter Puskesmas Tanah Abang.

    Keenam; Pada tanggal 1 April 2020, kepala asrama menunjukkan gejala sesak dan dibawa ke RSUD Cengkareng sesuai rujukan dan arahan dari dokter Puskesmas dan di rawat sampai hari ini dengan kondisi sudah membaik. Keluarganya kemudian di isolasi mandiri sambil menunggu pemeriksaan dan arahan dari Puskesmas Tanah Abang.

    Ibu asrama yang juga mengalami gejala demam dan sesak nafas, akhirnya juga dirawat pada tanggal 9 April di RSUD Cengkareng sampai hari ini dengan keadaan semakin membaik. 6 (enam) orang mahasiswa yang ikut di test saat itu di Puskesmas Tanah Abang karena demam tetap dilakukan isolasi mandiri di ruang khusus selama beberapa hari sambil menunggu hasil pemeriksaan test Covid-19 ke-2 sesuai arahan dari dokter Puskesmas Tanah Abang dan prosedur yang berlaku.

    Ketujuh; Pada hari Senin, 6 April 2020, setelah di lakukan test Covid-19 ke-2 dengan rapid test di Puskesmas Tanah Abang ternyata keenam (6) orang mahasiswa tersebut hasilnya positif dan menjadi PDP dengan gejala ringan. Kemudian dengan arahan dari Gugus Tugas Covid-19, mereka yang PDP dengan gejala ringan tetap diminta isolasi mandiri di ruang khusus di asrama.

    Kedelapan; Pada hari Selasa, 7 April 2020 dilakukan swab test Covid-19 yang hasilnya diperoleh tanggal 9 April 2020, didapati bahwa ada 6 orang mahasiswa tersebut hasil swab test-nya positif dan kemudian pada hari yang sama 3 orang di antar ke RSUD Cengkareng untuk dirawat, salah satunya adalah anak dari Kepala Asrama sendiri dan 3 orang lagi sisanya di rawat di RS Wisma Atlet Kemayoran.

    Kesembilan; Terkait dengan hal ini, sesuai dengan arahan Kemenkes cq Puskesmas, maka kami meminta supaya mahasiswa maupun staf yang melakukan kontak fisik dengan ODP dan PDP di atas selama 14 hari mundur dari tanggal gejala awal ODP, dapat diperiksa oleh tim dokter Puskesmas Tanah Abang sesuai dengan surat permohonan yang kami kirimkan.

    Kesepuluh; Kemudian pada tanggal 12 April 2020, tim dokter beranggotakan 8 (delapan) orang melakukan pemeriksaan rapid test dan swab test terhadap 134 orang mahasiswa dan beberapa staf di Seminari Bethel Jakarta. Dalam hal ini, kami tetap melakukan isolasi mandiri bagi para penghuni asrama sesuai dengan protocol kesehatan Covid-19.

    Pada tanggal 16 April 2020, hasil rapid test dan swab test tersebut baru diinformasikan kepada kami. Sebanyak 36 (tiga puluh enam) orang hasil swab test-nya dinyatakan positif oleh dokter Puskesmas Tanah Abang, sehingga mereka harus di rawat (isolasi mandiri) di Wisma Atlet, dan malam itu juga diberangkatkan dengan diantar oleh tim dari Puskesmas Tanah Abang. Dan 98 orang mahasiswa dan staf di Asrama dinyatakan hasil testnya negative oleh dokter Puskesmas Tanah Abang.

    Kesebelas; Menurut informasi terakhir dari tim dokter Puskesmas, tertanggal 16 April 2020, bahwa untuk 98 mahasiswa dan staf yang ada di lingkungan Seminari Bethel Jakarta termasuk asrama, diarahkan untuk tidak diijinkan kemana-mana tetapi mereka harus mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah: memakai masker, jaga jarak, sering cuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun, jaga kebersihan barang dan baju, penyemprotan desinfektan terhadap barang dan ruangan, dan jaga makanan sehat. Saat ini mereka menerima asupan makanan yang sehat dan bergizi ditambah dengan vitamin dan olah raga yang cukup.

    Kedua belas; Sabtu esok, 18 April 2020 pukul 09.00 WIB di Seminari Bethel Jakarta, tim dokter Puskesmas akan kembali melakukan rapid test kepada semua karyawan yang dalam 2 minggu terakhir berada di lingkungan seminari dan juga kepada siswa dan mahasiswa yang tinggal di kost di lingkungan sekitar Seminari Bethel Jakarta.

    Ketiga belas; Kami selalu mengingatkan, menegaskan dan meminta kembali agar semua penghuni asrama selalu setiap saat menjaga kesehatan dan melakukan protokol kesehatan dengan ketat seperti tertulis di atas sambil menunggu arahan dari tim Kemenkes cq Puskesmas Tanah Abang. Dan bila ada yang memiliki gejala batuk, pilek, demam dan sesak nafas, kami akan segera menghubungi puskesmas Tanah Abang atau RS rujukan terkait untuk pemeriksaan lebih lanjut dan menerima arahan tindakan-tindakan yang diharuskan sesuai prosedur yang ditetapkan Kemenkes.

    Keempat belas; Kami dan kita semua sudah mengetahui secara bersama sama bahwa wabah yang tidak terduga ini dapat menimpa siapa pun; bahkan WHO sudah menyatakan wabah ini sebagai pandemic global yang telah menjangkiti seluruh dunia. Dan sebagai warga Negara yang baik sekaligus sebagai pengelola, pendidik serta anak didik di Seminari Bethel Jakarta, wajib mendukung gerakan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan melakukan protokol kesehatan dan mengikuti arahan Gugus Tugas Covid-19.

    Dan bagi yang terkena atau terpapar Covid-19, kita dukung dalam doa, kekuatan dorongan rohani dan firman serta makanan yang sehat supaya jamahan Tuhan mengalir, imunitas mereka terbangun dan cepat sembuh serta berdoa bagi para dokter, perawat, karyawan rumah sakit, dan semua orang yang sedang berjuang membantu para pasien Covid-19, kiranya kasih Tuhan senantiasa memberikan kekuatan dan Kesehatan.

    Demikian informasi kami sampaikan sesuai kronologi dan perkembangan terkini di Seminari Bethel Jakarta dalam mendukung program pemerintah untuk pencegahan penyebaran pandemi virus Covid-19 dan penyembuhan mereka yang sakit. Tuhan Yesus Memberkati.

    Terkait surat terbuka ini, untuk Informasi dapat menghubungi : Pdt Tonny Watimena (Hp 081284266346), Pdp Oktaria Inkiriwang, (Hp 087780783475), 3mPdm. Yada Putra Gratia, (Hp 08176336441). (*)