Category: Artikel

  • Raker DPP MUKI 2018 Berlangsung Sukses

    Raker DPP MUKI 2018 Berlangsung Sukses

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – RAPAT KERJA (RAKER) DPP MUKI Tahun 2018, Selasa 20 November 2018 di Hotel Bunga-Bunga Jakarta Pusat berlangsung dengan baik dan sukses. Dibuka Ketua Umum DPP MUKI Djasarmen Purba, dan dihadiri Dewan Penasehat, Dewan Pengawas, Anggota DPP, Perwakilan DPW dan DPD se-Jabodetabek, seluruhnya berjumlah 100 orang, Raker Tahunan ini berlangsung dengan suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan.

    Ketua Umum dalam sambutan pembukaan menyinggung situasi politik terkini dan topik hangat dalam perbincangan umat Kristen seperti RUU PESANTREN. Disamping itu Ketum melaporkan perkembangan dan capaian DPP tahun 2018 yang sudah membentuk 31 Pengurus DPW (Provinsi) dan sekitar 184 DPD (Kab/Kota).

    Raker DPP yang berlangsung satu hari itu juga diapresiasi oleh Dewan Pengawas Jerry Sirait menyatakan: MUKI ADALAH MUKI mesti merumuskan siapa/apa sesungguhnya MUKI melalui uraian tentang MUKI (identitas dan ciri khas, pembeda dengan yang lainnya). MUKI adalah “lembaga keumatan Kristiani bidang sosial kemasyarakatan. MUKI bukan Gereja, bukan Lembaga Gerejawi, bukan Partai Politik. MUKI adalah wadah berhimpun dari sejumlah umat Kristiani yang bertujuan mengambil bagian secara aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di tengah-tengah kehidupan bergereja serta bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

    Anggota Dewan Penasehat Pdt. DJ Sihite dan Marfin Panjaitan mengapresiasi apa yg sudah dicapai MUKI dan memberi pesan untuk menata organisasi dengan cara yang modern. Waketum Santun Lumbagaol selaku penanggung jawab kegiatan mengatakan Raker kali ini strategis karena DPP MUKI telah mempersiapkan dokumen untuk pengajuan Dana Pembinaan Ormas Kepada Pemerintah yang sangat diharapkan dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan anggota.

    fb_img_1542779423779

    Suasana Ibadah Pembukaan Raker yang dipimpin oleh Pdt. Joice Ester Raranta, M.Th

    Acara yang diawali dengan ibadah yang dipimpin Pendeta Joice Ester Raranta, M.Th (Pengurus DPP, red) mengambil tema Hidup Rukun, rukun dalam organisasi, rukun dalam administrasi dan juga rukun dalam keuangan, melayani dalam kebersamaan, memberi dalam melayani.

    Sekretaris Jenderal Mawardin Zega menjelaskan Raker Tahunan DPP ini memutuskan beberapa hal penting diantaranya konsolidasi organisasi dan bagi DPW/DPD yang tidak mampu konsolidasi organisasi perlu ditinjau ulang (diganti, red) kepengurusannya. Hal lainnya yang menjadi perhatian adalah sumbangsih MUKI untuk masyarakat, bangsa dan negara tentu untuk pembangunan umat, kita mau kedepan MUKI benar-benar berbuat untuk umat, demikian Sekjen MUKI menyampaikan.

    Bahkan diakhir pernyataannya, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Samuel Riwu, Sarifina Maringka, Marlin Suatan, Netty Herawati, Saltje Margaret dan juga Djanne Tando (Panitia) yang telah membuat Raker DPP MUKI berlangsung dengan baik dan meriah. (*)

  • 5 alasan mengapa memilih Ibu Murfati Lidianto, SE sebagai Anggota DPRD Kota Bekasi di Pileg 2019

    5 alasan mengapa memilih Ibu Murfati Lidianto, SE sebagai Anggota DPRD Kota Bekasi di Pileg 2019

    WARTANASRANI.COM – Sosok Murfati Lidianto, SE tentu tak asing lagi di Kota Bekasi. Sepak terjangnya sejak terpilih sebagai anggota DPRD Kota Bekasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan warga, membuat ia dikenal sebagai sosok dewan yang merakyat, peduli dan bersahaja.

    Berbagai karya dan kerja nyata yang menyentuh ke masyarakat telah dibuktikannya. Hampir lima tahun, srikandi kelahiran Belitung ini telah menunjukkan dedikasi dan integritasnya sebagai anggota dewan Kota Bekasi. Tak ayal, partai pengusungnya menyematkan nomor urut satu kepadanya untuk maju kembali pada Pileg 2019.

    Sikapnya yang pantang menyerah membuat berbagai tugas berat yang diemban sebagai anggota DPRD Kota Bekasi dapat diselesaikannya dengan baik. Didorong oleh kemauan dari dalam diri, berlegislasi yang membutuhkan keahlian, ketelitian dan kesabaran, dilakoninya dengan penuh tanggung jawab. Baginya, tugas dan tanggung jawab, sekalipun berat, bukanlah sebuah beban, tetapi kesempatan untuk melayani, memberikan yang terbaik untuk warga Kota Bekasi.

    Keinginannya untuk kembali mengabdi bagi masyarakat Kota Bekasi pada Pileg 2019, disambut positif oleh warga di Dapil Kecamatan Medan Satria dan Kecamatan Bekasi Barat. Antusias dukungan dari berbagai elemen masyarakat membuat Murfati semakin yakin pada pencalonannya di periode ke dua. Semboyannya, “Memberi Bukti Bukan Janji” bukanlah isapan jempol belaka. Yah, karena sudah dibuktikan sejak terpilih sebagai anggota dewan Kota Bekasi 5 tahun lalu.

    img-20181002-wa0040

    Setidaknya ada LIMA Alasan mengapa warga memilih Murfati Lidianto, SE., Caleg nomor urut satu dari partai Gerindra ini pada Pileg 2019 nanti.

    Pertama; Lihat rekam jejaknya selama periodik 5 tahun yang lalu, dimana beliau telah melakukan tugasnya dengan baik, tidak korupsi, aspiratif dan peduli.

    Kedua; Beliau telah melakukan karya nyata dan sangat dirasakan langsung oleh masyarakat. Membangun sarana jalan, taman, pos keamanan dan lain-lain.

    Ketiga; Bekerja didasari ketulusan, tidak mengharapkan pujian, tidak mengharapkan imbalan, terpanggil untuk sungguh-sungguh melayani warga Kota Bekasi.

    Keempat; Mempunyai misi visi yg jelas, yaitu ingin membangun masyarakat Kota Bekasi lebih bermatabat dan sejahtera.

    Kelima; Mempunyai program kerja jelas dan terukur, terutama mengatasi masalah banjir di Kota Harapan Indah dan sekitarnya.

  • Murfati Lidianto, SE: Perangi Narkoba Demi Masa Depan Anak-Anak Kita

    Murfati Lidianto, SE: Perangi Narkoba Demi Masa Depan Anak-Anak Kita

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Pernyataan Presiden RI Joko Widodo bahwa Indonesia berada dalam status darurat narkoba pada saat ini, disikapi berbagai kalangan dengan tindakan dan kerja nyata untuk memutus mata rantai peredaran narkoba. Semua bergandengan tangan demi satu tujuan mulia, menyelamatkan masa depan anak bangsa yang menjadi target para bandar narkoba.

    “Meski terasa dan terdengar pahit, namun fakta bahwa Indonesia masih menjadi surga bagi sindikat narkoba kelas dunia tidak bisa kita pungkiri. Oleh karena itu, saatnya kita bergandengan tangan untuk perangi narkoba demi menyelamatkan anak bangsa yang menjadi target para bandar narkoba”, pungkas Murfati Lidianto, SE., anggota DPRD Kota Bekasi ini penuh semangat.

    Penasihat Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) DPD Bekasi ini menuturkan bahwa sikap Presiden Jokowi untuk tidak memberi pengampunan kepada para bandar narkoba yang di penjara harus didukung.

    “Kita harus mendukung segala cara dan usaha pemerintah dalam memutus mata rantai peredaran narkoba, termasuk untuk tidak memberikan pengampunan bagi pelaku narkoba yang ditangkap dan dipenjarakan!”, tegas Murfati.

    Sementara itu, terkait pencegahan, Anggota DPRD Kota Bekasi, Dapil Bekasi Barat – Medan Satria yang pernah duduk di komisi IV, yang membidangi Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat ini, menyarankan agar perlunya materi tentang bahaya narkoba diajarkan di sekolah-sekolah. Selain itu, bentuk pencegahan terhadap narkoba juga bisa dilakukan di sekolah melalui program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

    “Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk pencegahan khususnya bagi anak-anak usia sekolah SD, SMP dan SMA. Selain perlunya materi berkaitan dengan bahaya narkoba, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang sudah jadi peraturan presiden, juga dapat menjadi ujung tombak dalam pencegahan, sehingga PPK ini harus segera ditindaklanjuti dengan pedoman dan turunan, dan harus disampaikan kepada siswa,” ungkap Murfati.

    Pada akhirnya, Anggota Dewan yang selalu dekat dengan masyarakat ini, mengajak semua komponen bangsa, warga masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Indonesia, khususnya di Kota Bekasi.

    “Saya mengajak, semua warga bangsa khususnya masyarakat Kota Bekasi untuk ambil bagian dan mendukung kerja pemerintah dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba. Saatnya kita bersatu hati untuk memerangi narkoba, demi masa depan anak-anak kita”, terang Murfati Lidianto, SE., Anggota DPRD Kota Bekasi yang saat ini duduk sebagai Wakil Ketua di Komisi III (Bidang Pendapatan dan Anggaran).

  • Ragam Indonesia Jadi Tema Hari Kartini di Graha Bethel Jakarta Pusat

    Ragam Indonesia Jadi Tema Hari Kartini di Graha Bethel Jakarta Pusat

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Ragam Indonesia menjadi tema peringatan Hari Kartini di Kantor BPH GBI hari itu, jumat (27/04/2018). Para staf dan karyawan wanita yang mengenakan kebaya ciri khas daerah-daerah di Indonesia membuat Graha Bethel-Jakarta Pusat tampak berbeda dari keseharian. Tak ingin ketinggalan, para pria pun melakukan hal yang sama.

    Staf dan karyawan BPH Graha Bethel Jakarta Pusat yang mengenakan pakaian adat ciri khas daerah-daerah di Indonesia

    Berbagai lomba perseorangan yang  telah diatur oleh panitia seperti make-up [merias diri], the best performance [fashion show], dan busana terbaik membuat warna nasionalisme lewat berbagai pakaian adat Indonesia tampak di Graha Bethel.

    Sementara itu, peserta kelompok mengikuti lomba bernyanyi dan menari. Mereka adalah staf departemen, biro, office boy, pengemudi, dan sekuriti. Dari tampilan mereka, ternyata semua peserta memiliki bakat terpendam di bidang arts [seni]. Tanpa canggung, peserta berjalan dengan gaya masing-masing di atas cat walk karpet merah. Para juri yang memberikan nilai terdiri dari Ina Vera, Ane, dan Sonny.

    Hasil penilaian dewan juri menghasilkan nilai-nilai dan para pemenang yaitu :  1. Make-up : Juara I Feridha [foto tengah bawah], juara II Vivi. 2. Fashion show dan penampilan terbaik :  Juara I Tejo [Mas Bro] dan Natalia [Mba Sis]. Juara II Lina dan Yusak. 3. Busana terbaik : Juara I Sunkyam dan Mieke. Juara II Ezra [wanita, foto kanan bawah] dan Joko.

    Para pemenang menerima sebuah sertifikat dan hadiah yang menarik. Khusus untuk penganugerahan juara I yakni Mas Bro dan Mba Sis, Ketua Umum BPH GBI melakukan pengalungan kain bertuliskan Mas Bro dan Mba Sis dan pemasangan mahkota pada kedua orang pemenang [foto kiri bawah].

    Pdt. Dr. Japarlin Marbun menyambut baik diadakannya acara ini. Pejabat BPH lainnya yang hadir yaitu Pdt. Dr. Ferry Haurissa. Usai pengumuman para pemenang, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama dan lomba tarian. Selamat dan sukses ! (*)

  • Ibu Iriana Kampanye Pola Asuh Berbasis Karakter kepada Masyakat Toba Samosir

    Ibu Iriana Kampanye Pola Asuh Berbasis Karakter kepada Masyakat Toba Samosir

    TOBA SAMOSIR, WARTANASRANI.COM – Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah yang ada di Provinsi Sumatra Utara, Selasa, 17 April 2018. Dalam kunjungan kerja kali ini, Ibu Iriana didampingi sejumlah istri Menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK).
    Melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Ibu Iriana beserta rombongan bertolak dengan menggunakan Pesawat Khusus Boeing 737-500 TNI AU sekira pukul 07.00 WIB. Setibanya di Provinsi Sumatra Utara, Ibu Iriana langsung melakukan peninjauan sejumlah kegiatan yang menjadi program kerja OASE-KK.
    Kegiatan diawali dengan meninjau proses pembelajaran pendidikan dan pengembangan anak usia dini (PPAUD) Toba Lestari, yang berada di Desa Lumban Gaol, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir.
    Kemudian, Ibu Iriana beserta rombongan juga meninjau pelaksanaan deteksi dini kanker serviks melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) test yang digelar di Puskesmas Laguboti, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir.
    Tak hanya itu, Ibu Iriana bersama OASE-KK juga menghadiri ‘Sosialisasi Tolak Narkoba, dan Stop Kekerasan, serta Pornografi’ kepada para pelajar SMP-SMA yang ada di Provinsi Sumatera Utara.
    Kegiatan kunjungan kerja Ibu Iriana bersama OASE-KK ditutup dengan menghadiri sosialisasi parenting skill yang mengambil tema ‘Pola Asuh Berbasis Karakter’ kepada para guru PAUD, orang tua siswa, dan organisasi wanita yang hadir di Aula SMK Negeri 1 Laguboti, Kabupaten Toba Samosir.
    Dalam setiap kunjungannya, Ibu Iriana selalu menyempatkan diri berdialog dan melakukan sesi tanya jawab dengan para masyarakat yang hadir. Mulai dari siswa PAUD, peserta IVA test, pelajar SMP-SMA, guru, orang tua, hingga anggota organisasi wanita yang ada di Provinsi Sumatera Utara.
    Selain itu, sejumlah hadiah juga diberikan Ibu Iriana sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta yang hadir dan berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan. Tak lupa, masyarakat sekitar yang menyambut kedatangan Ibu Iriana di sepanjang jalan yang dilewati juga tak luput untuk diberikan buku tulis dan kain batik.
    Petang harinya, Ibu Iriana beserta rombongan menuju Kabupaten Samosir untuk bermalam dan melanjutkan kegiatan kunjungan kerja pada hari Rabu, 18 April 2018.
    Tampak hadir mendampingi Ibu Iriana dalam kunjungan kerja kali ini, di antaranya Ketua Umum OASE-KK Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, Ketua Bidang 1 OASE-KK Ratna Megawangi Sofyan Djalil, Ketua Bidang 3 OASE-KK Nora Tristiyana Ryamizard Ryacudu, Sekretaris OASE-KK Nugrahani Pramono Anung, serta sejumlah anggota OASE-KK lainnya. (*)
  • Manmin Center Jakarta dan Formag Jaktim Kerjasama Gelar KKR Mujizat Kesembuhan dan Penyembahan 2018

    Manmin Center Jakarta dan Formag Jaktim Kerjasama Gelar KKR Mujizat Kesembuhan dan Penyembahan 2018

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Pentingnya membangun spiritualitas khususnya umat Kristiani, FORMAG JAKARTA TIMUR (Forum Musyawarah Antar Gereja) bekerjasama dengan MANMIN CENTER JAKARTA akan menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Mujizat Kesembuhan dan Penyembahan 2018, pada hari sabtu, 14 April 2018, mulai pukul 15.00 Wib sampai selesai.

    KKR khusus kalangan kristiani ini akan menghadirkan pembicara, Rev. Hessun Lee, Manmin World Guidance Pastor dari Korea Selatan. Sementara tempat pelaksanaannya di Gedung Chapel GBI Mawar Sharon, Jl. Kelapa Hibrida Timur Permai, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    Respon umat Kristiani dengan membanjiri tempat pelaksanaan KKR Mujizat Kesembuhan dan Penyembahan ini menjadi doa seluruh panitia. Untuk memudahkan umat Kristiani menghadiri acara KKR ini, Panitia Pelaksana menyiapkan Bus angkutan di beberapa titik penjemputan Jabodetabek, antara lain: RGTC, Rusun Albo, Rawamangun, Utan Kayu, GPdI Hosana Jl. Narada, Rusun Bidara Cina, Rusun Pulo Gebang, Rusun Marunda, dan Kebon Bawang Tanjung Priuk. Untuk jelasnya dapat menghubungi Pdt.Morgan Tobeng di nomor handphone 0813-8420-0842.

    Adapun kepanitiaan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) ini diketuai oleh Pdt. R. B. Rory, M.Th, Sekretaris Pdt. Andreas J. Bessie, S.Th dan Bendahara Dra. Veyni R. Mamahit.

    Segala persiapan lewat rapat dan reli doa puasa untuk lawatan Tuhan Yesus Kristus dalam acara yang sangat memberkati umat Kristiani Jabodetabek ini, telah dilakukan jauh-jauh hari.  Harapan panitia, kuasa dan mujizat Tuhan seperti tertuang dalam Kitab Injil Matius 11:5, yaitu; yang buta melihat dan lumpuh berjalan, yang kusta menjadi tahir, yang tuli mendengar, yang mati dibangkitan dan kepada yang miskin diberitakan kabar baik, terjadi untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus.

    Bagi yang membutuhkan informasi lengkap terkait acara ini, dapat menghubungi Contact Person: Herry A (081311255789), Marcel P. (085811777405), Dhany S. (081291212316), dan Andreas B. (0811926101).

    Brosur KKR Mujizat Kesembuhan dan Penyembahan 2018

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Pentingnya membangun spiritualitas khususnya umat Kristiani, FORMAG JAKARTA TIMUR (Forum Musyawarah Antar Gereja) bekerjasama dengan MANMIN CENTER JAKARTA akan menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Mujizat Kesembuhan dan Penyembahan 2018, pada hari sabtu, 14 April 2018, mulai pukul 15.00 Wib sampai selesai.

    KKR khusus kalangan kristiani ini akan menghadirkan pembicara, Rev. Hessun Lee, Manmin World Guidance Pastor dari Korea Selatan. Sementara tempat pelaksanaannya di Gedung Chapel GBI Mawar Sharon, Jl. Kelapa Hibrida Timur Permai, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    Respon umat Kristiani dengan membanjiri tempat pelaksanaan KKR Mujizat Kesembuhan dan Penyembahan ini menjadi doa seluruh panitia. Untuk memudahkan umat Kristiani menghadiri acara KKR ini, Panitia Pelaksana menyiapkan Bus angkutan di beberapa titik penjemputan Jabodetabek, antara lain: RGTC, Rusun Albo, Rawamangun, Utan Kayu, GPdI Hosana Jl. Narada, Rusun Bidara Cina, Rusun Pulo Gebang, Rusun Marunda, dan Kebon Bawang Tanjung Priuk. Untuk jelasnya dapat menghubungi Pdt.Morgan Tobeng di nomor handphone 0813-8420-0842.

    Adapun kepanitiaan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) ini diketuai oleh Pdt. R. B. Rory, M.Th, Sekretaris Pdt. Andreas J. Bessie, S.Th dan Bendahara Dra. Veyni R. Mamahit.

    Segala persiapan lewat rapat dan reli doa puasa untuk lawatan Tuhan Yesus Kristus dalam acara yang sangat memberkati umat Kristiani Jabodetabek ini, telah dilakukan jauh-jauh hari.  Harapan panitia, kuasa dan mujizat Tuhan seperti tertuang dalam Kitab Injil Matius 11:5, yaitu; yang buta melihat dan lumpuh berjalan, yang kusta menjadi tahir, yang tuli mendengar, yang mati dibangkitan dan kepada yang miskin diberitakan kabar baik, terjadi untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus.

    Bagi yang membutuhkan informasi lengkap terkait acara ini, dapat menghubungi Contact Person: Herry A (081311255789), Marcel P. (085811777405), Dhany S. (081291212316), dan Andreas B. (0811926101).

    Brosur KKR Mujizat Kesembuhan dan Penyembahan 2018

  • Pewarna ID Beri Penghargaan AWI 2017 Kepada Wali Kota Bekasi

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna ID) menganugerahi Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi Apresiasi Warna Indonesia (AWI) sebagai figur Birokrat Toleran. Menurut Ketua Pewarna ID, Yusuf Mudjiono, terpilihnya Rahmat Effendi sebagai figur yang turut mewarnai Indonesia karena sikapnya yang berani “Pasang Badan” dari upaya sekelompok massa yang menolak pembangunan sebuah gereja katolik di Bekasi.

    “Yang memilih bukan kita tetapi para juri yang terdiri dari dua unsur aras gereja, ormas kristen dan penasehat Pewarna,” kata Yusuf Mudjiono dalam sambutannya sebelum penyerahan plakat penghargaan kepada 12 figur yang terpilih di MDC Hall, Wisma 76, Slipi, Jakarta, Jumat (25/08/2017).

    Penyerahan penghargaan dalam bentuk plakat tersebut diserahkan oleh ketua Pewarna kepada Kepala Biro Hukum pemerintahan Wali Kota Bekasi, Ferry Lumban Gaol mewakili Rahmat Effendi yang berhalangan hadir karena tugas kerja yang lebih penting.

    “Ini penghargaan yang kesekian kali kepada Wali Kota Bekasi karena sikapnya siap  kepalanya ditembak karena memberi ijin pembangunan sebuah gereja katolik di Bekasi. Beliau sudah mengenal dan dekat dengan Pewarna. Beliau mengucapkan terima kasih kepada Pewarna yang memberikan penghargaan ini,” kata Ferry.

    Bukan Cuma Wali Kota Bekasi, Pewarna ID juga memberikan AWI 2017 kepada 10 figur lainnya yang dinilai telah mewarnai bangsa, khususnya umat kristiani. Keduabelas figur tersebut selain Rahmat Effendi antaralain; GP Ansor untuk kategori sahabat keberagaman, Romo Magniz Suseno dari aspek Hubungan Lintas Agama, Saor Siagian mewakili Advokat, Sabam Sirait di bidang politik, Putera Nababan kategori mewarnai jurnalistik, Sahat Sinurat (Ketua GMKI) mewakili Pemuda, BPH GBI dari aspek misi kekristenan dan Bambang Widjaja dari aspek lintas aras.

    Selain penghargaan terhadap figur yang telah memberi warna, Pewarna ID juga memberi apresiasi kepada 12 figur yang menjadi sahabat Pewarna. Mereka diantaranya; Murfati Lidianto Lie, Rekson Sitorus, Arseto Pariadji, Jeffry Tambayong, Luis Pakaila dan lainnya. (ARP)

  • TIM PENGINJILAN PEDULI KASIH GPDI SULBAR: HIDUP INI HARUS JADI BERKAT

    KAB. MAMUJU, WARTANASRANI.COM – Memenuhi panggilan Amanat Agung dalam Matius 28:19-20, TIM PEDULI KASIH GPdI Sulawesi Barat turun ke beberapa tempat di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju dan Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. “Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus adalah misi gereja. Memenuhi Amanat Agung adalah tujuan utama gereja. Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus adalah misi kita yang merupakan kesinambungan dari misi Yesus Kristus. Untuk Amanat Agung inilah Tim Peduli Kasih GPdI Sulawesi Barat terjun melakukan pelayanan penginjilan.” Pungkas Pdt. Reky Onibala, S.Th.

    Dijelaskan gembala GPdI Desa Belang-Belang, Mamuju, Sulawesi barat ini, selama 2 hari (25-26 Juli 2017), rombongan Tim Peduli Kasih yang terdiri dari Pdt. Reky Onibala bersama isteri, Pdt. Leonos Masa bersama isteri, Pdt. Fredy Sondakh serta Pdt. Ibrahim Mangala, harus menempuh perjalanan yang tidaklah mudah. “Kendala yang kami hadapi adalah perjalanan yang tidak saja lewat darat tapi juga melalui sungai yang deras dengan biaya yang tinggi saat mengunjungi sidang di Kalumpang. Dan untuk wilayah Karossa, kami harus melewati gunung yang jalannya berbatu lepas dan becek. Bahkan kami harus basah kuyup, mendorong mobil serta jalan kaki ditengah panas terik matahari,” ujar Pdt. Reky Onibala.

    Namun demikian menurut hamba Tuhan jebolan Sekolah Alkitab Malino, Sulawesi Selatan ini, menerobos jalan-jalan darat yang berlumpur yang sulit dilalui oleh kendaraan serta naik perahu melewati sungai yang deras dengan biaya tinggi, tidak membuat tim kehilangan sukacita dan damai sejahtera dalam penginjilan ini. “Sulitnya medan yang dilalui, tidak membuat tim ini patah semangat dan kehilangan sukacita, apalagi melihat respon gembala, jemaat dan masyarakat yang sangat bersukacita menyambut kehadiran tim,” ujar Pdt. Reky Onibala, penuh semangat.

    Ditambahkannya pula, lawatan Tuhan dalam pelayanan KKR menambah motivasi tim untuk semakin melayani dengan sunguh-sungguh. “Kami bersyukur melalui kehadiran kami, mereka dapat mendengar Injil, mengalami kesembuhan dan kelepasan dari ikatan dosa dan juga kuasa kegelapan. Bahkan ada 2 jiwa yang dibaptis,” ucap Pdt. Reky penuh syukur.

    Sementara itu, sebagai bentuk kepedulian serta sesuai motto tim “Hidup Harus Jadi Berkat”, Tim Peduli Kasih juga menyentuh tempat pelayanan yang dikunjungi dengan memberikan bantuan nyata secara materi untuk pembangunan WC dan Kamar mandi bahkan pengadaan sepeda motor bagi hamba Tuhan setempat.

    Rasa syukur dan terima kasih tak terhingga terlihat dari gembala dan jemaat yang dikunjungi. Air mata sukacita penuh kebahagiaan membasahi pipi hamba-hamba Tuhan ini saat menerima bantuan kendaraan bermotor yang sangat bermanfaat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan setempat.

    Berikut susunan pengurus Tim Peduli Kasih:

    Penasehat: Ibu Elis Matsud

    Ketua : Pdt. Edison Bombong, S.Th

    Wakil Ketua: Pdt. Leonos Masa

    Sekretaris: Pdt. Arnold Nurlatu

    Bendahara: Pdt. Reky Onibala

    “Penginjilan dari Tim Peduli Kasih akan terus berlanjut di hari-hari yang akan datang, bahkan tanggal 19 September 2017 akan kembali mengadakan KKR,” tegas hamba Tuhan kelahiran Manado ini, menjawab pertanyaan Redaksi Wartanasrani.com.

  • GMKI Laksanakan Seminar Nasional dan Deklarasi Generasi Millenial Menuju Indonesia Emas 2045

    GMKI Laksanakan Seminar Nasional dan Deklarasi Generasi Millenial Menuju Indonesia Emas 2045

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Pengurus Pusat GMKI melaksanakan Penutupan Rangkaian Dies Natalis ke-68 GMKI di Grha Oikoumene PGI-GMKI, Jakarta Pusat, Jumat (16/3). Kegiatan ini diawali dengan Seminar Nasional bertajuk Pancasila, Hubungan Antar Agama, dan Revolusi Industri Ke-4 dan Deklarasi Generasi Millenial Menuju Indonesia Emas 2045 yang bertujuan menjawab tantangan dunia masa depan dengan nilai-nilai konsensus kebangsaan dan umat beragama.

     Pembicara Seminar Nasional bertajuk Pancasila, Hubungan Antar Agama, dan Revolusi Industri Ke-4 dan Deklarasi Generasi Millenial Menuju Indonesia Emas 2045

    Kegiatan seminar ini dihadiri oleh pembicara kunci Prof. Sri Adiningsih yang merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Hadir juga beberapa narasumber antara lain Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H (Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), Baktinendra Prawiro (Ketua Umum Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia), Pdt. Albertus Patty (Ketua MPH Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia), dan Dr. Karuniana Dianta Sebayang (Wasekjen GP Ansor).

    Dalam orasinya, Ketua Watimpres memaparkan bahwa pemerintah telah mengantisipasi kemajuan teknologi yang ditandai dengan Revolusi Industri ke-4 melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan pemanfaatan digital sebagai faktor produksi utama.

    “Kemandegan ekonomi 4 sampai 6 tahun yang lalu, saat ini sudah bisa dipacu dengan lebih baik. Untuk mengarusutamakan kekuatan digital bagi produktivitas masyarakat, pemerintah merencanakan elektrifikasi secara maksimal di seluruh pelosok negeri,” katanya.

    Prof. Sri Adiningsih menyampaikan, terkait dengan Pancasila dan generasi milenial, menurut data CSIS, 91% generasi millenial tidak menginginkan dasar negara berubah.

    “Hal ini menjadi potensi besar untuk terus memacu pembangunan bangsa dengan tetap berlandaskan Pancasila,” katanya.

    Prof. Jimly Asshiddiqie  menjelaskan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur hubungan antar umat beragama yang rukun dan saling mengisi.

    “Amerika yang memiliki nilai-nilai demokrasi, kemanusiaan, dan kepastian hukum cukup kuat dikarenakan “friendly spirit”, yang berasal dari Protestan Ethics. Di Indonesia juga dihidupi oleh “brother/sistership spirit” yang tumbuh dari nilai-nilai Pancasila,” ungkapnya.

    Beliau menyampaikan dalam menghadapi disrupsi teknologi dan ekonomi di masa datang, perlu untuk mempertahankan komunikasi yang baik dan produktif antar umat beragama yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

    Senada dengan itu, Pdt. Albertus Patty menyampaikan keniscayaan Revolusi Industri ke-4 bisa dijawab dengan memanfaatkan kesempatan ini atau membiarkan disrupsi ini menjadi ancaman.

    “Anak muda harus dibekali dengan kemampuan untuk membuat potensi ini menjadi kesempatan yang baik, dan hal ini harus dilakukan sendiri oleh anak muda. Dengan adanya kemajuan teknologi, perkembangan keagamaan juga sangat bergantung pada pemanfaatan alat-alat dijital tersebut, sehingga tidak ada penyalahgunaan teknologi seperti yang terjadi saat ini melakukan hoax, ujaran kebencian di media sosial, dan lainnya,” katanya.

    Ketua Umum PIKI, Baktinendra Prawiro menyampaikan pengamalan Pancasila harus bersumber dari dalam hati nurani. Jika dahulu Pancasila diterjemahkan ke dalam 78 butir dan P4, sekarang harusnya sesuai konteks milenial.

    “Kontekstualisasi ini harus bisa menjawab tantangan disrupsi teknologi dan pemanfaatannya bagi kemanusiaan,” ungkap Bakti.

    Pada akhir kesempatan, Dr Karuniana Dianta Sebayang, ME sebagai perwakilan dari PP Gerakan Pemuda Ansor, menyampaikan sejarah perkembangan Revolusi Industri sampai jilid 4. Beliau juga melampirkan data pengguna internet yang didominasi oleh generasi X dan Y (milenial), namun pada posisi yang hampir sama generasi post-milenial (alpha) juga sudah memahami penggunaan berbagai alat teknologi.

    “Ini merupakan potensi masa depan tapi juga bisa menjadi ancaman. Ketergantungan hari ini terhadap hubungan sosial yang nyata juga terhadap spiritualitas agama, jangan sampai berubah menjadi ketergantungan pada dunia maya,” katanya.

    Suasana Penutupan Rangkaian Dies Natalis ke-68 GMKI di Grha Oikoumene PGI-GMKI, Jakarta Pusat, Jumat (16/3).

    Seminar ini dimoderasi oleh Alan Christian Singkali, Sekretaris Umum PP GMKI yang menyampaikan bahwa tanggungjawab masa depan bukan hanya tanggung jawab negara, sekelompok teknokrat, ataupun alim ulama, tapi tanggung jawab kita semua, khususnya oleh para generasi milenial yang tercerahkan.

    “Ini yang menjadi alasan mengapa GMKI membahas topik ini. Agar generasi millenial tidak tercemar dengan hoax dan nuansa perpecahan, melainkan berkolaborasi dengan nilai-nilai Pancasila, untuk menghadapi tantangan Revolusi Industri ke-4,” katanya.

    Setelah pemberian plakat penghargaan kepada para pembicara, para peserta Seminar melakukan Deklarasi Generasi Milenial Menuju Indonesia Emas 2045 sebagai bentuk komitmen mahasiswa untuk tidak ikut-ikutan melakukan tindakan hoax, mengeluarkan ujaran kebencian, dan tindakan radikal lainnya.

    Deklarasi ini berbunyi, “Generasi Millenial Adalah Pelaksana Nilai-Nilai Pancasila, Generasi Millenial Adalah Pelaku Toleransi di Tengah Masyarakat, Generasi Millenial Adalah Pembangun Peradaban Indonesia”.

    Usai Seminar Nasional, kegiatan dilanjutkan dengan Malam Penganugerahan Panji Perdamaian Johannes Leimena kepada Buya Ahmad Syafi’i Maarif, Romo Frans Magnis Suseno, dan Pdt. S.A.E Nababan. Acara ditutup Orasi Ilmiah dari Dr. Detji Kory Elianor Rooseveld Nuban, S.H., M.Hum dengan tema ‘Reformasi Hukum Dalam Konteks Hubungan Antar Umat Beragama dan Tantangan Revolusi Industri Ke-4’. Detji merupakan dosen Universitas Nusa Cendana Kupang dan meraih doktor di usia 29 tahun. (*)

  • Lebih dari 60.000 Petisi Masuk untuk Membuat Hari Libur Nasional Menghormati Ps. Billy Graham

    Lebih dari 60.000 Petisi Masuk untuk Membuat Hari Libur Nasional Menghormati Ps. Billy Graham

    WARTANASRANI.COM – Dilansir dari christianheadlines.com, ribuan orang telah menandatangani sebuah petisi yang menyerukan sebuah hari libur nasional untuk menghormati Pendeta Billy Graham.

    Graham, yang meninggal pada tanggal 21 Februari, mengabarkan pesan Injil kepada jutaan orang di seluruh dunia. Dia dicintai oleh banyak orang dan pastinya merupakan salah satu tokoh berpengaruh di abad ke-20.

    Graham telah dihormati di Capitol AS minggu lalu, di mana publik, serta pejabat pemerintah, termasuk Presiden Trump dan First Lady Melania, datang untuk memberikan penghormatan. Lebih dari 2.000 orang juga menghadiri pemakaman penginjil di Charlotte pada hari Jumat (02/03/2018).

    Sekarang, usaha telah melangkah lebih jauh untuk menghormati Graham. Fox 8 melaporkan bahwa Kyle Siler memulai sebuah petisi Change.org yang ditujukan kepada Presiden Trump yang meminta sebuah hari libur nasional untuk dibuat sesuai dengan Graham.

    “Mari kita dapatkan Hari Libur Nasional untuk Billy Graham !! Graham mengabarkan Injil kepada lebih banyak orang dalam audiensi langsung daripada orang lain dalam sejarah … nasihat Graham dicari oleh presiden, dan seruannya baik untuk orang sekuler maupun religius. arena dibuktikan oleh berbagai kelompok yang telah menghormatinya, termasuk banyak gelar doktor kehormatan dari banyak institusi di AS dan luar negeri. Bantu kami untuk menetapkan hari libur nasional untuk mengingat orang hebat ini, “Siler menulis dalam petisi tersebut.

    Waktunya akan mengatakan apakah “Pendeta Amerika” akan mendapatkan hari libur nasionalnya. Hampir 61.000 orang telah menandatangani petisi tersebut. (Sumber: Christian Headlines)