Category: Ragam

  • Vonnie Anneke Panambunan : Kalau Tuhan Berkehendak

    Vonnie Anneke Panambunan : Kalau Tuhan Berkehendak

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Di tengah-tengah kesibukannya sebagai seorang Bupati, Vonnie meluangkan waktunya untuk menyapa Kawanua di perantauan. Dengan semangat yang berkobar-kobar Bupati Minahasa Utara SULUT Vonnie Anneke Panambunan, menyampaikan pesan Firman Tuhan dihadapan hamba-hamba Tuhan asal Kawanua yang berdomisili di Bekasi Jawa Barat, Rabu (17/07/2019), dalam satu pertemuan ibadah saat dirinya dipercayakan untuk berkhotbah.

    Pertemuan yang indah disertai dengan ibadah menambah suasana haru dan sukacita, disaat Vonnie membagi kesaksiannya sewaktu melayani Tuhan di daerah Kalimantan. Juga dia bersaksi bahwa belum lama ini dirinya mengalami mujizat, Tuhan telah menyembuhkan nya dari sakit penyakit.

    Ia juga memberikan motivasi dan semangat untuk terus melayani Tuhan, yang didasari ayat-ayat Alkitab. Vonny juga mengingatkan agar tidak menjadi sombong dan angkuh, tapi mau untuk saling berbagi dengan sesama.

    Ternyata Vonnie banyak menguasai ayat-ayat, hal itu terlihat jelas saat ia menyampaikan firman Tuhan. Ayat demi ayat dengan mudah nya ia sebutkan, sepertinya sudah sangat menguasai. Dan hal itu mudah saja baginya.

    Dirinya mengaku bahwa sesering mungkin membaca Alkitab, yang dijadikannya sebagai penuntun hidup. Vonny menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan, karena ia menyadari kalau bukan Tuhan yang menyertainya ia tidak bisa berbuat apa-apa. Karena ia yakin kalau sampai saat ini masih dipercaya oleh masyarakat MINUT, itu semua adalah anugerah Tuhan.

    Pada kesempatan yang baik ini juga Vonny meminta kepada hamba-hamba Tuhan untuk mendoakannya, ia berlutut sebagai tanda penyerahan total nya kepada Tuhan Yesus Kristus.

    Setelah acara ibadah selesai Vonnie menyampaikan kerinduannya kepada wartanasrani.com untuk lebih banyak berbuat lagi di Sulawesi Utara.

    “Seperti di Minahasa Utara diberkati Tuhan, saya minta juga kepada Tuhan supaya Sulawesi Utara diberkati Tuhan”, tuturnya saat ditanya awak media wartanasrani.com.

    Kontestasi politik PILKADA serentak di Sulawesi Utara tahun 2020 sudah tidak lama lagi. Rakyat pun mungkin sudah tidak sabar lagi menunggu. Beberapa nama bakal calon sudah mulai ramai diperbincangkan publik.

    Dengan penuh keyakinan Vonnie mengatakan bahwa dirinya bisa menjadi bakal calon gubernur Sulawesi Utara 2020 mendatang.

    “Saya akan mendaftar nanti, kalau Tuhan berkehendak saya bisa. Dan saya yakin dan saya percaya dengan iman bahwa saya bisa, ungkapnya saat ditanya apakah dirinya bersedia untuk mencalonkan diri pada Pilgub 2020.

    “Saya percaya, karena anak Tuhan tidak pernah dipermalukan”, katanya dengan penuh semangat. (aw)

  • Momen Pertemuan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto

    Momen Pertemuan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto

    Jakarta, WARTANASRANI.COM – Presiden RI terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo bertemu dengan Prabowo Subianto. Pertemuan yang ditunggu-tunggu masyarakat di Tanah Air ini terjadi di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT), Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu, 13 Juli 2019.

    Sekitar pukul 10.05 WIB, keduanya bertemu dan bersalaman di depan loket Stasiun MRT Lebak Bulus. Senyum terpancar dari wajah keduanya dalam pertemuan hangat tersebut.

    Momen itu langsung diabadikan oleh para jurnalis yang telah menunggunya sejak pagi hari. Masyarakat yang sedang berada di stasiun MRT pun langsung riuh menyambut pertemuan keduanya.

    Keduanya kemudian berjalan bersama, menuju tap gate, lalu bergegas naik menuju peron stasiun. Sesaat setelah keduanya naik di gerbong 2, kereta pun melaju.

    Di dalam kereta tampak keduanya mengobrol dengan akrab dan hangat. Tawa ringan keduanya sesekali menyelingi obrolan keduanya. Tak terasa kereta yang mereka tumpangi pun tiba di Stasiun MRT Senayan, Jakarta.

    “Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, pertemuan saya dengan Bapak Prabowo Subianto pada pagi hari ini adalah pertemuan seorang sahabat, pertemuan seorang kawan, pertemuan seorang saudara,” kata Presiden Jokowi dalam keterangannya kepada awak media.

    Sementara itu, Prabowo mengatakan pertemuan di atas MRT itu adalah gagasan dari Presiden Jokowi. Menurutnya, ia juga belum pernah naik moda transportasi anyar di Jakarta ini.

    “Ini juga gagasan beliau. Beliau tahu bahwa saya belum pernah naik MRT jadi saya terima kasih. Saya naik MRT luar biasa. Kita bangga bahwa Indonesia akhirnya punya MRT yang bisa membantu kepentingan rakyat,” ungkapnya.

    Dari Stasiun MRT Senayan, keduanya berjalan menuju FX Sudirman yang berjarak sekitar 350 meter. Setibanya di FX Sudirman, keduanya langsung menuju salah satu restoran untuk santap siang bersama.

    Duduk semeja, obrolan ringan dan hangat kembali terjadi di antara keduanya. Beberapa hidangan yang disajikan yaitu sate kambing, sate ayam, lontong, pecel madiun, ongol-ongol, hingga es kelapa batok.

    Usai santap siang bersama, Prabowo berpamitan untuk pulang terlebih dahulu. Tak lama berselang, Presiden Jokowi pun meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut. (*)

  • Presiden Jokowi Tinjau Rencana Perluasan Bandara Sam Ratulangi Manado

    Presiden Jokowi Tinjau Rencana Perluasan Bandara Sam Ratulangi Manado

    Manado – WARTANASRANI.COM, Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, usai menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga jam dari Jakarta, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo langsung meninjau lokasi yang direncanakan sebagai tempat perluasan bandara tersebut.

    Di lokasi itu, Kepala Negara mendapatkan penjelasan dan pemaparan data mengenai proyek perluasan bandara oleh Direktur Operasi Angkasa Pura I, Wendo Asrul Rose.

    “Pertama, terminal di sini kita lihat memang sudah tidak mencukupi lagi apabila yang ingin datang (turis) kita terima semua. Kedua, runway-nya juga masih kurang panjang apabila pesawat berbadan lebar ingin turun di Manado,” ujar Presiden menjelaskan kondisi bandara Sam Ratulangi selepas peninjauan pada Kamis, 4 Juli 2019.

    Masuknya wisatawan asing ke Kota Manado selama beberapa tahun belakangan memang meningkat dan mendongkrak tingkat penerbangan internasional. Permintaan akan perluasan bandara oleh para agen perjalanan wisata dan konsumen sendiri juga sering terdengar.

    “Oleh sebab itu sudah kita perintahkan agar segera dibangun terminal yang baru. Akan dimulai nanti bulan September ini dan akan diselesaikan Agustus 2020,” kata Presiden.

    Program perluasan Bandara Sam Ratulangi sebagai pendukung industri pariwisata Sulawesi Utara direncanakan akan menjadikan terminal bandara yang semula seluas 26.000 meter persegi menjadi 56.000 meter persegi. Perluasan tersebut diperkirakan akan dapat melayani hingga 6 juta penumpang per tahun dari yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 juta orang per tahun.

    Bersamaan dengan perluasan bandara tersebut, pemerintah juga akan membangun sekaligus membenahi kawasan-kawasan wisata yang ada di sekitarnya. Hal inilah yang menjadi tujuan utama Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Utara hari ini.

    “Kita juga akan masuk ke produknya. Pembangunan-pembangunan yang berada pada kawasan-kawasan wisata yang ada di sini ini juga paralel harus segera selesai. Oleh sebab itu saya ke sini untuk mengecek satu-satu biar terintegrasi,” ujar Presiden.

    Sejumlah jajaran terkait juga turut serta bersama dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas tuntas pengembangan pariwisata di provinsi yang dinobatkan sebagai The Rising Star dalam sektor pariwisata Indonesia. Di antaranya ialah Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

    “Semua kementerian ikut, Angkasa Pura ikut, Gubernur ikut, nanti Bupati dan Wali Kota juga ikut bersama-sama. Ini kalau enggak diintegrasikan enggak akan selesai-selesai padahal turisnya sudah ingin berbondong-bondong ke sini,” tuturnya.

    Apabila terlaksana, Presiden Joko Widodo berharap agar perluasan Bandara Sam Ratulangi tersebut dapat semakin meningkatkan industri pariwisata Sulawesi Utara dan memberikan kemudahan bagi masyarakat setempat untuk mendapatkan layanan transportasi udara yang lebih baik.

  • Presiden Bertolak ke Sulut Tinjau Infrastruktur Pendukung Pariwisata

    Presiden Bertolak ke Sulut Tinjau Infrastruktur Pendukung Pariwisata

    Manado – WARTANASRANI.COM, Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo pagi ini, Kamis, 4 Juli 2019, bertolak menuju Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Keduanya bersama rombongan lepas landas dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada pukul 07.30 WIB melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta.

    Salah satu agenda utama kunjungan Presiden Jokowi ke Provinsi Sulut ini, yakni untuk meninjau infrastruktur yang menjadi pendukung pariwisata di provinsi tersebut.

    Dikutip dari siaran pers Kementerian Pariwisata, Provinsi Sulut dinobatkan sebagai The Rising Star dalam sektor pariwisata Indonesia karena mampu mendorong pertumbuhan kinerja pariwisata hingga 600 persen dalam empat tahun terakhir.

    Untuk jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sulut sendiri, utamanya ke Manado dan Bitung pada 2015 sebanyak 20 ribu, lalu tahun 2016 meningkat menjadi 40 ribu atau dua kali lipat. Selanjutnya pada 2017 sebanyak 80 ribu, dan tahun 2018 meningkat menjadi 120 ribu.

    “Dalam 4 tahun kunjungan wisman ke Sulut meningkat 6 kali lipat. Begitu juga pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dari sekitar 2 juta menjadi 4 juta atau dua kali lipat, 200 persen, padahal di daerah lain hanya sekitar 5 sampai 10 persen,” kata Arief Yahya dalam siaran pers tersebut.

    Setibanya di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Kota Manado, pukul 11.40 WITA, sejumlah agenda kunjungan kerja telah menanti Presiden dan Ibu Iriana. Mulai dari meninjau rencana perluasan Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Kota Manado, hingga rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara.

    Selain itu, Presiden dan Ibu Iriana juga akan menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat di Kota Manado.

    Rencananya, Presiden dan Ibu Iriana akan berada di Provinsi Sulawesi Utara selama dua hari. Presiden, Ibu Iriana, dan rombongan akan bermalam di Kota Manado untuk melanjutkan kegiatan kunjungan kerja keesokan harinya.

    Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Provinsi Sulut, adalah Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Sekretaris Militer Presiden Marsdya TNI Trisno Hendradi, Staf Khusus Presiden Johan Budi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

  • Pasca Pilpres, Presiden Jokowi Minta Semua Pihak Bersatu untuk Indonesia Maju

    Pasca Pilpres, Presiden Jokowi Minta Semua Pihak Bersatu untuk Indonesia Maju

    Jakarta, WARTANASRANI.COM –  Presiden Joko Widodo mengajak seluruh rakyat untuk bersatu kembali sebagai saudara sebangsa dan setanah air usai rangkaian pesta demokrasi Pemilihan Presiden 2019 berakhir. Ia berharap perbedaan pilihan politik saat gelaran Pilpres 2019 bisa dilupakan. Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan usai Rapat Pleno Terbuka Penetapan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Periode 2019-2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Kantor KPU, Jakarta, Minggu, 30 Juni 2019. “Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk melupakan perbedaan pilihan politik yang sempat membelah kita, 02 dan 01. Kita harus bersatu kembali menjadi Indonesia, negeri Pancasila yang mempersatukan kita semuanya,” ungkap Presiden. Dalam rapat pleno tersebut, Ketua KPU Arief Budiman membacakan keputusan KPU yang menetapkan pasangan Joko Widodo-K.H. Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih periode 2019-2024. Sesuai Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2018, KPU wajib menetapkan pasangan calon terpilih maksimal tiga hari setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK). “Menetapkan pasangan calon nomor urut 1 saudara Haji Joko Widodo dan Prof Dr KH Ma’ruf Amin dengan perolehan suara sebanyak 854.670.362 suara atau 55,50 persen dari total suara sah nasional sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024” demikian bunyi surat ketetapan KPU RI yang dibacakan Ketua KPU. Presiden Jokowi pun mengucapkan rasa syukur bahwa KPU telah menyelesaikan tugas konstitusionalnya untuk menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih melalui pleno terbuka.

  • TINGKATKAN KEWASPADAAN KEAMANAN, STAKEHOLDER PENERBANGAN DIMINTA RESPONSIF TERHADAP SETIAP LAPORAN MENCURIGAKAN

    TINGKATKAN KEWASPADAAN KEAMANAN, STAKEHOLDER PENERBANGAN DIMINTA RESPONSIF TERHADAP SETIAP LAPORAN MENCURIGAKAN

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Sehubungan dengan terjadinya aksi bom bunuh  diri di Pos Polisi Kartosuro pada Senin ( 3/6)  sekitar pukul 22.30 WIB, Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti meminta para stakeholder penerbangan untuk  meningkatkan kewaspadaan atas kemungkinan terjadinya gangguan keamanan di fasilitas penerbangan.

    Hal ini mengingat sebagai saran transportasi, fasilitas penerbangan merupakan obyek vital nasional dan pada saat lebaran ini banyak dipenuhi masyarakat yang hendak bertransportasi melalui udara. “Keamanan merupakan hal yang mutlak dilakukan bersamaan dengan keselamatan penerbangan. Untuk itu saya instruksikan pada semua stakeholder penerbangan seperti pengelola bandara, maskapai, airnav, groundhandling, regulated agent, kantor otoritas bandar udara dan lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan dan rrsponsif terhadap laporan yang mencurigakan,” ujar Polana.

    Tidak hanya pada pengelola, Polana juga berpesan kepada semua personil penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan keamanan. “Selain itu, saya instruksikan juga untuk meningkatkan kerjasama dengan aparat keamanan yang terkait seperti Polri, TNI dan dari Pemerintah Daerah setempat sehingga keamanan, keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap terjamin,” lanjut Polana lagi. Terhadap *pengelola bandar udara*, Polana menginstruksikan untuk:

    1. Konsisten dalam melakulan pemeriksaan keamanan terhadap penumpang, orang dan barang bawaannya di security check point (SCP),  bagasi tercatat dan access point;

    2. Meningkatkan frekuensi patroli keamanan di land side maupun air side;

    3. Memeriksa peralatan kerja yang dibawa oleh karyawan menuju daerah keamanan terbatas (DKT) dan memastikan peralatan tersebut dibawa kembali pada saat keluar.

    4. Menempatkan personil avsec di setiap access point, atau menutup access tersebut apabila tidak digunakan.

    5. Responsif terhadap setiap laporan yang mencurigakan dan segera berkoordinasi dengan pihak aparat keamanan, terkait laporan kondisi keamanan di daerah operasional masing-masing bandara.

    6. Melaksanakan sistem keamanan berdasarkan standar prosedur operasi (SOP) yang sudah ditetapkan.

    Kepada maskapai dan personil penerbangan, Polana menginstruksikan untuk:

    1. Memastikan prosedur profilling check di konter check in dilaksanakan secara konsisten;

    2. Memastikan prosedur pencocokan boarding pass dan identitas diri saat boarding dilakukan konsisten.

    3. Memastikan pelaksanaan rekonsiliasi penumpang dan bagasi dilaksanakan secara konsisten dan sesuai prosedur.

    4. Melakukan pemeriksaan keamanan ulang terhadap bagasi tercatat transfer di bandara transfer apabila belum melakukan validasi/penilaian resiko di bandara tujuan (origin).

    5. Memastikan konsistensi  pelaksanaan pengendalian keamanan terhadap setiap orang yang akan masuk pesawat saat di ground (bandara).

    6. Memastikan dilaksanakan prosedur  pengendalian keamanan terhadap pesawat yang menginap (RON) secara konsisten.

    7. Responsif terhadap setiap laporan yang mencurigakan dan segera berkoordinasi dengan pihak aparat keamanan, terkait laporan kondisi keamanan di daerah operasional masing-masing bandara.

    8. Melaksanakan sistem keamanan berdasarkan standar prosedur operasi  (SOP) yang ditetapkan.

    Kepada para regulated agent, Polana menginstruksikan untuk:

    1. Memastikan acceptance dan melakukan pemeriksaan terhadao dokumen kargo

    2. Memastikan operator X-ray memegang PTI (pemberitahuan tentang isi) saat melakukan pemeriksaan dengan X-ray secara konsisten

    3. Memastikan rotasi operator X-ray sesuai ketentuan

    4. Memastikan dilakukan pemeriksaan random 10% dengan explosive trace detextion (ETD) secara konsisten

    5. Memastikan dilaksanakan pengendalian akses masuk orang dan kendaraan ke daerah aman secara konsisten

    6. Memastikan dilakukan test fasilitas keamanan penerbangan (faskampen) setiap pergantian shift sesuai prosedur

    7. Memastikan barang-barang kargo yg telah diperiksa telah diberi label security check sesuai prosedur

    8. Memastikan terlaksananya pengendalian keamanan terhadap kargo yang dikirim menuju bandara (seal dan kunci kendaraan) secara konsisten

    9. Memastikan proses serah terima kargo di bandara telah dilakukan sesuai prosedur

    10. Responsif terhadap setiap laporan yang mencurigakan dan segera berkoordinasi dengan pihak aparat keamanan, terkait laporan kondisi keamanan

    11. Melaksanakan sistem keamanan berdasarkan standar prosedur operasi (SOP) yang sudah ditetapkan.

    Sedangkan pada para Team Leader dan Squad Leader di bandara, Polana menginstruksikan untuk meningkatkan keamanan dan kewaspadaan dengan cara:

    1. Meningkatkan frekwensi patroli di airside dan landside.

    2. Meningkatkan Walking Patrol di terminal domestik dan internasional.

    3. Meningkatkan pemantuan CCTV pada titik – titik rawan baik di terminal, lobby terminal, airside, landside dan perimeter.

    4. Meningkatkan pemeriksaan orang, barang dan kendaraan yang akan masuk daerah keamanan terbatas (DKT) Airside. Meningkatkan pemeriksaan ID Card bagi pegawai.

    5. Meningkatkan pemeriksaan tiket terhadap penumpang yang akan masuk check in.

    6. Melakukan pemeriksaan barang bawaan di pre – screening dan pemeriksaan random orang di pre – screening.

    7. Meningkatkan pemeriksaan identitas (ID) penumpang di security check point (SCP) 2 dan pemeriksaan random baik orang maupun barang dari kondisi normal keancaman meningkat.

    8. Team Leader Landside dan Team Quick Respon meningkatkan frekwensi patroli di landside bersama team gabungan TNI AU, Polsek Bandara, dan K-9.

    9. Team Leader Airside agar meningkatkan frekwensi patroli di Airside bersama TNI AU yang sudah bekerjasama  dengan pengelola bandara.

    10. Peka dan tanggap terhadap barang tertinggal dan orang – orang yang mencurigakan baik di airside, perimeter, dan landside serta lobby terminal.

    11. Segera melaporkan secara berjenjang apabila ditemukan indikasi yang membahayakan keamanan bandara dan keamanan penerbangan. “Terakhir, mari kita berdoa bersama-sama, semoga Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT merestui semua perbuatan mulia kita dalam melindungi aktivitas penerbangan nasional yang selamat, aman dan nyaman untuk masyarakat Indonesia,” pungkas Polana.

  • Presiden Jokowi: Idulfitri Momen untuk Mempererat Persatuan dan Persaudaraan Bangsa

    Presiden Jokowi: Idulfitri Momen untuk Mempererat Persatuan dan Persaudaraan Bangsa

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri bagi seluruh rakyat Indonesia yang merayakan. Dengan berlatar suasana mudik menjelang hari raya, Presiden juga menyampaikan harapannya agar Idulfitri 1440 H ini dapat menjadi ajang untuk mempererat kembali semangat persatuan dan persaudaraan bangsa baik di dalam keluarga maupun antarmasyarakat.

    “Selamat Idulfitri 1 Syawal 1440 H, mohon maaf lahir dan batin. Mari kita jadikan Idulfitri ini sebagai ajang untuk mempererat kembali persatuan dan persaudaraan kita sebagai sebuah bangsa,” ujarnya.

    Momentum perayaan Idulfitri kali ini juga diharapkan menjadi sebuah awal untuk berdiri bersama sebagai sebuah bangsa dan membangun bangsa ini ke depannya agar menjadi lebih baik.

    “Dengan hati yang fitri mari kita membangun bangsa Indonesia yang lebih baik, lebih maju, dan lebih makmur,” kata Presiden.

    Selain itu, Kepala Negara juga menyampaikan pesan bagi para pemudik yang hendak merayakan Idulfitri di kampung halaman masing-masing. Ia turut mendoakan keselamatan dan kenyamanan bagi para pemudik selama di perjalanan.

    “Saya mengucapkan selamat jalan bagi seluruh pemudik. Semoga selamat sampai tujuan dan selamat menikmati waktu bersilaturahmi dengan seluruh keluarga dan handai tolan,” tuturnya.

  • Pdt. Gomar Gultom: Bila Keberatan, Kumpulkan Bukti-bukti dan Ajukan ke MK

    Pdt. Gomar Gultom: Bila Keberatan, Kumpulkan Bukti-bukti dan Ajukan ke MK

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Agar tidak menjadi multi tafsir terhadap apa yang disampaikan dan menjadi sikap PGI, atau dapat menimbulkan berbagai asumsi  yang melenceng dari makna yang sebenarnya, PGI merasa perlu meluruskan pernyataan yang disampaikan oleh Sekretaris Umum  PGI Gomar Gultom pada sebuah acara dialog pekan lalu.

    Sekretaris Umum PGI Pdt. Gomar Gultom dalam keterangannya, menegaskan bahwa jika ada pihak-pihak yang keberatan dengan hasil Pemilu 2019, disarankan mengumpulkan bukti-bukti dan mengajukannya ke Mahkamah Konstitusi. Hal ini merupakan sebuah mekanisme yang dapat ditempuh sesuai dengan perundang-undangan yang ada.

    “Walaupun sebenarnya hal ini masih terlalu dini untuk dipersoalkan, sebab pengumuman dari KPU baru akan dilakukan pada tanggal 22 Mei nanti,” tandas Pdt. Gomar dalam acara dialog yang bertajuk “Merawat Kerukunan Pasca Pemilu 2019” di bilangan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/5). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban, yang mengundang perwakilan seluruh tokoh-tokoh agama.

    Artinya, terkait hasil Pilpres dan Pileg 2019 menjadi sikap PGI untuk menunggu pengumuman resmi KPU dan tidak pernah secara spesifik menyebutkan adanya nilai-nilai kejujuran yang hilang dalam pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019. Kalau ada media yang mengutip kalimat tersebut, “Harusnya ditulis secara utuh karena kalimat tersebut tidak merujuk pada penilaian tentang penyelenggaraan penghitungan suara yang sedang berjalan, tetapi sebagai catatan umum terhadap proses demokrasi yang sedang terjadi di Indonesia.”

    Lanjut Sekum PGI, ada tiga catatan penting dalam pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan yang baru saja berlangsung. Pertama, sebagai bangsa Indonesia kita telah sepakat menempuh demokrasi sebagai kendaraan sebagai jalan bagi kita menuju cita-cita kemerdekaan Indonesia. Memang demokrasi belum merupakan sebuah kendaraan atau jembatan yang utuh tetapi bagaimanapun dari berbagai studi melihat bahwa demokrasilah yang paling dekat dengan nilai-nilai kemanusiaan, nilai kebenaran, nilai kejujuran, dalam kerangka menata kehidupan bersama, dan didalamnya ada kepastian-kepastian, ada mekanisme terukur yang bisa dilihat oleh semua dan dinikmati oleh semua.

    Kedua, kita semua menginginkan kebenaran berpihak kepada kita. “Tetapi problem yang besar adalah apakah kita mau berpihak kepada kebenaran, dan ini adalah menjadi problem kita dalam post truth yang sekarang, dimana propaganda-propaganda masif dilakukan membungkus kebohongan seolah-olah itulah kebenaran. Saya kira ini sudah dipraktekkan di zaman Nazi, dan itu kita pakai lagi tidak hanya di Indonesia tetapi itu menjadi gejala mondial sekarang ini, dengan adanya hoaks dan sebagainya,” jelasnya.

    Ditegaskannya, peran media sangat penting, tetapi kalau kita menelan mentah-mentah informasi yang ada sekarang ini, apa jadinya bangsa ini. Disinilah pentingnya media yang berspektif perdamaian dan mengedepankan kesejukan.

    Ketiga, peran tokoh-tokoh agama sangat diperlukan untuk mengajak umat menggeluti esensi beragama, bukan agama sebagai simbol dan ritual, tetapi esensi beragama itu sendiri dalam kerangka menawarkan damai, kemanusiaan, dan kesetaraan. (*)

  • PEWARNA Indonesia Membuka Kerjasama Pemberitaan Bagi Semua Lembaga Dan Ormas Kristen

    PEWARNA Indonesia Membuka Kerjasama Pemberitaan Bagi Semua Lembaga Dan Ormas Kristen

    CISARUA, WARTANASRANI.COM – Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia hadir dalam penyelenggaraan Acara Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah DKI Jakarta. Acara persidangan gereja yang diselenggarakan di Hotel Grand Prioritas, Cisarua, Bogor, Jawa Barat itu diberitakan dari ke hari, pada penyelenggaraan acara tersebut.

    Aktifitas kegiatan media pemberitaan memang terlihat di sekitar ruang persidangan yang berlangsung dari tanggal 19 sampai dengan 21 Maret 2019.

    Ketua Umum Yusuf Mujiono mengatakan bahwa aktifitas ini memang sebagai tugas profesi masing-masing wartawan, baik kejelian individu atau pun penugasan dari masing-masing perusahaan media.

    “Selain itu, memang sebagai komitmen PEWARNA Indonesia,” demikian ungkap Yusuf. Komitmen tersebut dalam hal ini adalah kerjasama PEWARNA Indonesia dan PGI,” lanjutnya kemudian.

    Menurut Yusuf, bukan hanya PGIW Jakarta, PEWARNA Indonesia membuka kerjasama pemberitaan bagi semua lembaga-lembaga dan ormas Kristen yang ada di Indonesia.

    “Terbuka juga untuk yang belum bekerjasama,” tambahnya lagi menjelaskan.

    Berbagai kesibukan para wartawan itu memang tampak sejak hari pembukaan sidang di Jakarta, maupun pada penyelenggaraan di Cisarua bogor.

    Kegiatan-kegiatan para wartawan itu direncanakan dan diselesaikan dari dalam cottage Miltonia Kamar 205 yang dijadikan media center para wartawan media cetak, radio, dan online.

  • Simon Peters Manik, SE,. MH. : Akademisi Yang Terpanggil Ke Parlemen

    Simon Peters Manik, SE,. MH. : Akademisi Yang Terpanggil Ke Parlemen

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Bertemu dengan Simon Peter Manik, SE. MH., sepertinya tidak akan kehabisan bahan cerita, ada saja pengalaman beliau yang menarik untuk di simak.  Selain profesi utama sebagai konsultan pajak, ia juga terikat sebagai pengajar Mata Kuliah perpajakan di beberapa Perguruan Tinggi, Jakarta.

    “Secara prinsip saya sebagai seorang professional, dan malah sempat kurang simpati terhadap dengan apa yang namanya politisi,”

    Riuhnya media-media nasional memberitakan tentang korupsi, mulai dari tertangkapnya pejabat yang notebene adalah ‘petugas partai’ hingga kasus-kasus suap membuat Simon Peters Manik urung minat ke arena politik sebagai politisi. Rasa penasarannya untuk belajar politik kian menguat sampai pada akhirnya di tahun 2018 mengambil keputusan untuk mencoba masuk ke gelanggang politik melalui partai Nasdem.

    Sadar akan kemampuan berpolitiknya belum mumpuni, “Saya memilih untuk mencoba berkiprah di DPRD DKI Jakarta, tidak langsung mematok harus ke Senayan,” ujar pria yang sehari-harinya ini berurusan dengan pengusaha-pengusaha yang memintanya sebagai konsultan pajak, ditambah karena latar belakangnya di bidang hukum bisnis. Dengan kata lain,  meski memiliki kemampuan secara intelektual, tapi tidak diimbangi dengan kemampuan keuangan, maka akan sulit untuk terpilih.

    nasdem1

    Simon Peters Manik Calon Legislatif dari Partai Nasdem untuk DPRD DKI Jakarta Nomor Urut  : 7 (tujuh) dengan Dapil I Jakarta Pusat meliputi ( Tanah Abang, Sawah Besar, Gambir, Menteng, Senen, Johar Baru, Kemayoran dan Cempaka Putih

    Pilihannya terpanggil untuk membenahi ibukota Jakarta didasari hasil pengamatan yang dilakukan bertahun-tahun yang tidak sebanding antara anggaran dengan pengembangan Ibukota Jakarta, yang kebetulang bertempat tinggal di Jakarta Pusat. Diakuinya, “Jakarta punya banyak masalah. Kalau saya terpilih jadi anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 yang akan menjadi prioritas adalah Kesehatan dan Pendidikan.”

    Kenapa Kesehatan dan Pendidikan, menurut beliau dengan kita sehat, kita bisa berbuat apa saja (sekolah ,kerja,dll) dan dengan pendidikan kita bisa jadi profesi apa saja. Menurutnya, maksimalisasi program BPJS memang dirasakan dengan baik oleh sebagaian besar penduduk Jakarta, bahkan ada yang tidak pernah berobat ke Ke Rumah Sakit, tetapi sekarang terkena flu dan batuk sedikit saja, sudah pergi berobat RS. “Pasien pengguna BPJS semakin banyak, mulai dari ibu-ibu… emak-emak sampai tetangganya yang pengangguran pun ikut-ikutan antre di rumah sakit untuk berobat walapun sebenarnya penyakitnya sangat ringan.”

    Simon Peter Manik yang kini maju sebagai calon legislatif dari Partai Nasdem untuk DPRD DKI Jakarta Nomor Urut  : 7 (tujuh) dengan Dapil I Jakarta Pusat meliputi ( Tanah Abang, Sawah Besar, Gambir, Menteng, Senen, Johar Baru, Kemayoran dan Cempaka Putih) membangun optimisme bila terpilih nanti akan perjuangakan kenaikan anggaran di pencegahan. “Karena pencegahan lebih baik daripada mengobati. Mengobati belum tentu sembuh…” Simon Peter akan terus menerus secara konsisten melakukan edukasi ke masyarakat agar mau hidup sehat,  menjaga kebersihan dan menjaga lingkungan hidup tetap bersih. Ketika kita sehat tentu bisa kerja dengan baik dan apa yang kita harapkan tercapai.

    Dicontohkannya Ring 1 Indonesia yang terletak di pusat kota Jakarta ini, masih banyak yang tidak kerja, mereka pengangguran. Belum lagi adanya rumah-rumah yang sudah tidak layak huni. Mengapa bisa terjadi hal seperti ini? Banyak lulusan SMA yang tidak punya skil untuk modal cari kerja. Diingatkan, agar tetap memanfaatkan Balai Latihan Kerja yang selama ini sudah ada. Selain perlu menaikkan anggaran untuk Balai Latihan Kerja, juga harus dipikirkan bagaimana caranya lokasi Balai Latihan Kerja terintegrasi dengan sara transportasi public terutama Trans Jakarta . “Hemat waktu, hemat ongkos dan akan memudahkan untuk datang ke lokasi Balai Latihan Kerja.”

    Selain tentunya memberikan fasilitas tambahan ke Balai Latihan Kerja dan mengakomodasi keperluan masyarakat. Artinya, menaikkan Anggaran kepada Balai Latihan Kerja lebih maksimal.” Supaya dapat menambah berbagai macam Bidang Pendidikan  Misalnya : Menjahit, Service AC, Salon, Bengkel, Wira usaha,Komputer,Design Grapis, belajar bahasa asing dan lainnya. Untuk yang Lulusan SMA tetapi tidak punya kemampuan keuangan untuk melanjutkan Perguruan Tinggi, beliau akan memperjuangkan kenaikan anggaran untuk  Bea Siswa untuk warga Jakarta, sehingga semakin banyak warga yg punya kesempatan untuk  belajar di Perguruan Tinggi.

    nasdem3

    Simon Peters Manik bersama warga saat sosialisasi

    Melalui penguatan anggaran, maka tak perlu ada subsidi tambahan bagi. “Di Indonesia ini harusnya banyak akademisi duduk di parlemen. “Faktanya  mungkin bisa duduk di parlemen kalau tidak punya uang. Dengan kata lain,  meski memiliki kemampuan secara Intelektual, tapi tidak diimbangi dengan kemampuan keuangan, maka akan sulit untuk terpilih

    Pengalaman blusukan selama ini di daerah Jakarta Pusat, Masyarakat lebih mengharapkan uang dari para caleg daripada mendegar program yang ditawarkan para caleg. Banyak akademisi yang berminat untuk duduk di parlemen tetapi mengurungkan diri karena anggaran terbatas. Itu sebabnya saya turun ke politik utk perbaiki kondisi yang ada. “Bayangkan, tahun 2018 DKI Jakarta anggarannya sekitar 83,26 T dengan Jumlah Pendudk sekitar 10,4 jiwa,  Dibandingkan dengan Provins Banten Anggarannya sekitar RP 11,3 T dengan jumlah penduduk 12,44 jiwa, Jawa Barat anggaranya sekitar Rp 33,25 T dengan  jumlah penduduk 48,6 jiwa, jawa Tengah sekitar Rp 24,413 T, dengan  Penduduk 34,49 Jiwa dan Jawa Timur sekitar Rp 33,13 T dengan penduduk  39,500 jiwa artinya Pulau Jawa Mewakili  58 % penduduk Indonesia, dan DKI Jakarta sebagai Anggaran Terbesar dengan Jumlah Penduduk paling sedikit (diantara Provinsi P jawa),     sudah seharusnya  Jakarta menjadi Kota yang Bersih, Sehat,Tidak Kumuh, Modern  dan setara dengan kota Metropolitan yang ada di Negara-negara Maju.

    Ada banyak contoh yang diuraikan Simon Peters Manik, hal menariknya juga adalah beliau yang memerhati gereja. ‘Sebagai minoritas Kristen wajarlah kalau saya bersuara atas nama komunitas Kristen . Sebagai Warga Negara Indonesia Orang Kristen Juga telah melaksanakan kewajibannya, salah satunya adalah Bayar pajak, namun untuk mendapat Hak nya, jauh dari harapan, contoh sangat sederhana  Izin Rumah Ibadah.  Mendapatkan izin Hiburan malam, jauh lebih mudah daripada mendapat izin Rumah Ibadah, hal ini sangat miris dari segi adat ketimuran dan In toleransi yang sangat kental. Permasalahan ini merumakan pekerjaan Rumah Bangsa ini terutama yang duduk di parlemen. (*)