Category: Ragam

  • RAKERNAS PEWARNA, Angkat Tema Merajut Warna Indonesia

    RAKERNAS PEWARNA, Angkat Tema Merajut Warna Indonesia

    MALANG, WARTANASRANI.COM – Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia) kembali menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) untuk yang Keempat kalinya. Kali ini, agenda kerja tahunan itu diselenggarakan di wilayah di Propinsi Jawa Timur, yakni di Kota Malang dan Kota Administratif Batu. Tema RAKERNAS yang diangkat PEWARNA Indonesia kali ini berbunyi, “Merajut Warna di Seluruh Indonesia”.

    Dengan tema ini PEWARNA ingin terus berupaya dalam mewarnai dunia Kekristenan di tanah air melalui karya-karya yang dampaknya dirasakan langsung oleh gereja dan umat.

    Agenda RAKERNAS PEWARNA Indonesia sendiri akan melaporkan capaian kinerja dari Pengurus Pusat dan daerah sepanjang tahun 2018. Selain itu, akan dilanjutkan dengan konsolidasi nasional dan penyusunan rencana kerja untuk satu tahun ke depan.

    img_20181129_101426

    Lokasi pembukaan RAKERNAS rencananya akan dilakukan di Graha Blessed Immanuel Families, Jl. Mundu, Kota Malang, Jawa Timur, pada Jumat sore (30/11/2018). Kemudian, rangkaian RAKERNAS akan dilanjutkan di Roemah Yayasan Warga Indonesia, Kota Batu, dari 1 hingga 2 Desember 2018.

    Ketua Umum Pengurus Pusat PEWARNA Indonesia Yusuf Mujiono mengatakan alasan dipilihnya Jawa Timur sebagai tempat penyelenggaraan RAKERNAS karena wilayah ini juga menjadi salah satu pusat berkembangnya nilai-nilai toleransi. Di lain sisi, Dia juga menginginkan agar peran PEWARNA juga makin terasa di Jawa Timur.

    “Selain konsolidasi, kita juga ingin mendorong PEWARNA daerah ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat. Jadi yang aktif bukan hanya di wilayah JABODETABEK saja,” ujar Yusuf saat ditemui di Mission House, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu petang (28/11/2018).

    Sementara itu Ketua PEWARNA Indonesia wilayah Jawa Timur yang juga merangkap sebagai Ketua Panitia Lokal, Immanuel Yosua, mengatakan pada penyelenggaraan RAKERNAS kali ini PEWARNA juga ingin memberikan apresiasi kepada sejumlah figur di daerah Jawa Timur yang dinilai berjasa bagi pelayanan media.

    “Kita juga ingin memberikan penghargaan kepada figur yang memang selama ini berjasa dalam mendukung pelayanan media Kristen yang ada di Jawa Timur,” ujar pria yang akrab di sapa Cak Yos itu, ketika meninjau lokasi pembukaan acara, Kamis pagi (29/11/2018).

    Tanggapan Positif Masyarakat

    Salah satu tokoh masyarakat di Kota Malang Genot Hariyono Said, turut menyambut dengan sukacita atas ditunjuknya wilayah Malang dan Batu sebagai tempat pelaksanaan RAKERNAS PEWARNA Indonesia. Dia berharap melalui agenda rutin tersebut para pewarta yang tergabung di PEWARNA dapat makin menyadari potensi yang dimilikinya, yaitu kemampuan untuk menyuarakan pesan kebenaran terkait keadaan sesungguhnya yang dihadapi oleh umat Kristen di Indonesia saat ini.

    “Kalau bisa wartawan juga bisa menunjukan kekuatannya. Kekuatan dalam hal apa? Kekuatan untuk menyuarakan kebenaran, kesetaraan. Contohnya bersuara tentang sulitnya perizinan untuk mendirikan sebuah Gereja. Padahal, beribadah dan mendirikan rumah ibadah kan dijamin oleh Undang-Undang. Sebagai contoh, pemilik Mission House Malang itu meminta agar pewarta bisa meniru apa yang telah dilakukan oleh mantan Presiden Indonesia yang dikenal selalu menyuarakan pesan-pesan toleransi, K.H. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

    “Kita bisa melihat, Gus Dur saja sudah sejak dulu menyuarakan pemikiran (toleran) seperti itu. RAKERNAS ini kan sebuah pertemuan yang besar, jadi semoga apa yang dihasilkan juga besar, dalam artian outputnya terhadap kelangsungan kebebasan beribadah di Indonesia,” kata kakak dari Pendeta Sudarmadji Said itu.

  • Manado Ditetapkan Sebagai Kota Berdoa

    Manado Ditetapkan Sebagai Kota Berdoa

    MANADO, WARTANASRANI.COM – Bertempat di God Bless Park Manado, Pemerintah Kota Manado, hari ini, Rabu (28/11/2018) menetapkan Kota Manado sebagai “KOTA BERDOA”. Bersama tokoh agama dari Kristen, Katolik, Muslim, Budha, Konghucu dan Hindu, berdoa untuk Kota Manado agar selalu dalam perlndungan Tuhan.

    Ditengah berbagai bencana alam yang terjadi, para pemuka agama yang mewakili 6 agama, sepakat berdoa, supaya Kota Manado dijauhkan dari segala bencana dan hal-hal yang tidak diinginkan. Disamping patung tangan yang berdoa, doa-doa dipanjatkan agar Kota Manado semakin diberkati, lewat pemerintahan Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Mor Bastiaan.

    “Karena semua agama kita mengajarkan umatnya untuk berdoa, doa tidak menjadi milik dari satu golongan agama atau kepercayaan. Dari situ kami menyimpulkan setelah pulang ke Manado, kami akan canangkan Manado sebagai Kota Doa,” cerita Walikota Manado, GS Vicky Lumentut tentang latar belakang tercetusnya ide pencanangan Manado sebagai Kota Doa.

    Dikatakan Lumentut, bahwa pencanangan Manado sebagai Kota Berdoa, kiranya menjadi perekat kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama.

    “Saya bersama pak wakil wali Kota Manado, sekda dan semua jajaran Pemerintah Kota Manado memberikan apresiasi yang tinggi atas komitmen ini, komitmen kebersamaan dalam rangka menjaga Kota Manado yang dikenal sebagai kota toleran, kota yang rukun,” katanya penuh harap.

    “Saya memohon masyarakat Kota Manado untuk bersama-sama melaksanakan apa yang dicanangkan hari ini. Mari kita selalu berdoa bersyukur kepada Tuhan dan memohon Tuhan menolong menjaga dan melindungi hari-hari hidup kita ke depan ini. Mari kita doakan Kota Manado, Sulawesi Utara, bangsa dan negara,” tambah Lumentut.

    Tampak hadir Wakil Wali Kota Manado Mor Bastiaan, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Manado, Julyeta PA Lumentut Runtuwene dan Imelda Bastiaan Markus. Hadir juga, Sekretaris Kota Manado Micle Lakat SH MH, Ketua BKSAUA Manado Pendeta Roy Lengkong, dan Ketua FKUB Pendeta Renata Ticonuwu. Ketua Forum Pembauran Kebangsaan, Albert Wuysang, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, James Karinda, mewakili Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Manado serta para tokoh agama se-Kota Manado serta ribuan aparatur sipil negara, tenaga harian lepas dan kepala lingkungan se-Kota Manado.

    Sementara itu, Ketua Jemaat GMIM Sion Malalayang, Pdt. Novly Pua mengatakan, dengan dicanangkannya Manado sebagai “Kota Doa”, menjadi prestasi yang melengkapi apa yang sudah dir as ih Kota Manado sebelumnya, yaitu predikat sebagai Kota paling toleran.

    “Memang terbukti walaupun kita masyarakat Kota Manado berbeda-beda agama, suku, tapi kita mampu hidup rukun dan damai. Kerukunan dan perdamaian itu memang dikuatkan dengan doa, tanpa doa, itu bisa rapuh,” ungkap Pdt. Novly Pua.

  • Gandeng PAHAT, GMDM Sosialisasikan Bahaya Narkoba

    Gandeng PAHAT, GMDM Sosialisasikan Bahaya Narkoba

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Penyalahgunaan narkoba masih menjadi sebuah kejahatan serius yang mengancam generasi penerus Indonesia. Situasi yang penuh keprihatinan ini direspon tegas oleh Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM) dengan gencar menyosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba dan kiat pencegahannya kepada masyarakat, khususnya kaum muda Indonesia. Kali ini, GMDM menggandeng Persekutuan Anak Hamba Tuhan (PAHAT) untuk menyelenggarakan “Seminar Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan Deklarasi Indonesia Bersih Dari Narkoba (BERSINAR)”, yang dilaksanakan di Glow Fellowship, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu pagi (24/11/2018).

    Salah satu pemateri yang hadir adalah staf ahli Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjen (P) Dr. Victor Pudjiadi, SPB., FICS., DFM. Pada sesi itu Dr. Victor mengurai bahaya penyalahgunaan narkoba yang ditinjau dari aspek kesehatan, psikologis dan agama.

    Dia juga menjelaskan, bahwa bahaya penyalahgunaan narkoba memiliki korelasi kuat dengan penyebaran sejumlah virus dan penyakit menular, yakni HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrom).

    Yang terpenting, menurut Victor, salah satu kunci untuk tidak menggunakan atau lepas dari jerat narkoba adalah pilihan untuk berani bersikap dan mengatakan “Tidak Pada Narkoba”. “Hidup adalah pilihan. Mau pilih mana? Kiri pakai narkoba, atau kanan tidak pakai narkoba? Tentunya kita tidak mau pakai narkoba,” ujar Dr. Victor di hadapan peserta seminar yang didominasi oleh kaum remaja dan pemuda.

    Pembicara di sesi kedua datang dari Yayasan PIONIR (Pemuda Indonesia Bersinar) Richard Stevanus Nayoan. Richard membagikan kisahnya semasa menyosialisasikan bahaya narkoba di dua bekas lokalisasi terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi di kota Surabaya, yaitu Doli dan Kremil.

    Tak hanya melayani, Richard ikut menjadi saksi betapa besarnya efek destruktif dari prostitusi dan narkotika bagi anak-anak yang hidup di tempat itu. Menurutnya, penutupan dua lokalisasi tersebut merupakan sebuah jawaban Tuhan.

    “Saya percaya Dolly bukan hanya ditutup oleh Walikota Surabaya, tetapi ditutup berkat doa yang tidak putus dari anak-anak yang menaruh harap agar praktek prostitusi dan peredaran narkoba tidak ada lagi di tempat itu,” kata Richard.

    Berbicara konteks “Tantangan dan Ancaman Dalam Era Perang Modern”, Kepala Bidang Pemberantasan Narkoba BNNP DKI AKBP Maria Sorlury SH., MH, memaparkan bahwa Indonesia telah menjadi wilayah proxy war yang strategis. Keadaan itu dimanfaatkan oleh pihak asing untuk mengambil keuntungan, di antaranya dengan memanfaatkan wilayah Indonesia sebagai pasar potensial peredaran gelap narkoba.

    Yang menyedihkan ibu dari tiga orang anak itu adalah terungkapnya fakta masih banyak orang Kristen terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

    “Dari lima orang yang saya tangkap, dua orang di antaranya pasti ada yang Kristen. Mulai dari nama Yohanes, Petrus hingga Alexander,” ungkapnya dengan nada penyesalan.

    Wanita yang akrab disapa Merry itu kemudian mengungkap beberapa modus pelaku kejahatan narkoba yang tidak segan melibatkan anak kecil sebagai kurir.

    “Jangan mau ketika ada yang meminta kalian mengantarkan paket yang tidak jelas isinya. Sekarang sudah banyak yang berpura-pura meminta membawakan air mineral, padahal isinya adalah carian sabu (sabu-sabu),” katanya lagi.

    Merry pun tak menampik hingga kini masih banyak oknum penegak hukum yang mencoba “bermain mata” dengan pelaku kejahatan narkotika. Namun tindakan tegas tetap harus dilakukan untuk memberikan sebuah efek jera.

    “Banyak sekali teman saya yang masuk penjara karena mereka bergaul dengan para bandar narkoba. Ketahuan, langsung dipecat,” tegasnya.

    Dia pun mengimbau agar generasi muda Kristen belajar arif dalam memilah cara bergaul.

    “Saya berpesan, adik-adik jangan bergaul dengan sembarang orang. Jangan sampai anak-anak Tuhan terjerumus ke kejahatan narkoba,” ajaknya.

    Ada alasan khusus mengapa seminar bahaya penyalahgunaan narkoba menyasar anak dan pemuda gereja. Menurut keterangan ketua panitia seminar Steven Tambayong, gereja sebagai elemen bangsa harus dirangkul untuk kemudian terlibat secara aktif melawan bahaya penyalahgunaan narkoba.

    “Acara ini menurut saya bertujuan menjadikan kita sebagai pionir untuk di lingkungan gereja, dan momen untuk mengobarkan semangat. Semangat kalau gereja dan tentunya tokoh-tokoh agama, anak-anak pendeta, anak-anak gembala ini untuk berperan aktif. Terjun langsung, karena semua elemen masyarakat bertanggungjawab terhadap permasalahan bangsa, tentang 7 juta jiwa pengguna narkoba, tentang 1 juta pengguna narkoba yang ada di Jakarta,” kata Steven di lokasi acara.

    Seminar Bahaya Penyalahgunaan Narkoba kali ini merupakan salah satu dari program rutin Badan Koordinasi Nasional GMDM selaku Intitusi Penerima Wajib Lapor.

    Kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan masyarakat kepada pemerintah untuk memerangi bahaya narkoba, khususnya POLRI dan pihak BNN. Peserta yang hadir pada seminar ini didominasi dari anak, remaja dan pemuda dari tingkat Sekolah Dasar hingga Menengah Atas.

    Tak hanya itu, GMDM turut berharap melalui acara ini masyarakat dapat lebih memahami dan mewaspadai bahaya penyalahgunaan narkoba yang selalu mengintai keluarga mereka.

    Di penutup nanti, GMDM bersama masyarakat akan ikut mendeklarasikan gerakan Indonesia BERSINAR, yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Bakornas GMDM Jeffry Tambayong.

  • Seminar Sehari : Keluarga, Tantangan dan Akhir Zaman

    Seminar Sehari : Keluarga, Tantangan dan Akhir Zaman

    Bekasi, WARTANASRANI.COM – Dilatar belakangi dengan keterbebanan dalam pelayanan dan melihat kebutuhan rohani orang percaya saat ini, maka Pdt. Joyke DH Killing, S.Th dan Bpk Drs. Bachtiar Manurung, SE, MM, M.Th menggagas acara seminar sehari, yang digelar pada Selasa (20/11/2018) di Jati Asih Jawa Barat.

    Pada pukul 09.00 Wib, para peserta mulai berdatangan dan melakukan registrasi. Peserta terlihat sangat antusias untuk mengikuti seminar ini. Peserta berasal dari berbagai macam denominasi gereja.

    Sesi pertama disampaikan oleh Pdt, Joyke DH Killing, S.Th. Dalam pendahuluannya ia menjelaskan definisi Keluarga yaitu terdiri dari Bapak, Ibu dan Anak-anak. Penjelasan selanjutnya mengenai asalmula keluarga, yang langsung dibentuk oleh Tuhan yaitu keluarga Adam dan Hawa.

    Tuhan memiliki peran penting dalam pembentukan keluarga. Keluarga pertama dirusak oleh Dosa sehingga akibatnya manusia harus bekerja keras dalam pemenuhan kebutuhan keluarganya.  Dan ibu-ibu menderita sakit bersalin.

    Menurutnya keluarga zaman sekarang diperhadapkan dengan berbagai macam masalah yang sangat kompleks. Contohnya untuk mendidik anak-anak sangat berbeda dengan zaman dahulu. Zaman sekarang anak-anak dimanjakan dengan gadget, oleh sebab itu orang tua memegang peranan penting dalam mendidik anak-anaknya untuk mengenal Tuhan.

    Mengajar mereka agar, dalam situasi dan kondisi apapun mereka tidak mempertaruhkan iman percayanya kepada hal-hal yang bersifat duniawi. Teruslah mendoakan anak-anak agar supaya mereka diberikan berkat-berkat yang terbaik dari Tuhan, pungkasnya.

    Pembicara kedua Bpk Bachtiar Manurung, SE.,MM.,M.Th, aktif dalam pelayanan dan usaha, mengupas tantangan orang percaya di akhir zaman dari sisi sekularitas.

    Pria kelahiran Medan ini memaparkan materi yang dilandasi firman Tuhan dalam 2 Timotius 3:1-5 bahwa zaman akhir ini banyak sekali tanda-tanda yang sudah difirmankan oleh Tuhan. Dengan menyimpangnya prilaku-prilaku manusia, orang percaya dihimbau untuk waspada dan siap sedia. Karena kedatangan Tuhan Yesus Kristus tidak ada seorangpun yang tahu.

    Melalui acara ini Bapak satu orang anak ini membagikan tips-tips yang dipakainya untuk menjalani hidup bersama dengan Tuhan, ditengah-tengah jabatan yang Tuhan percayakan, yaitu Pertama Andalkan lah Tuhan dalam segala hal, jangan pernah mengandalkan akan

    kekuatan manusia. Yang kedua ia memaparkan untuk memiliki kejujuran dalam didalam setiap situasi dan kondisi baik dirumah, sekolah maupun lingkungan pekerjaan. Yang ketiga Jangan menjadi orang yang sombong, rendahkanlah dirimu maka engkau akan ditinggikan oleh Tuhan.

    Seminar berjalan dengan baik sampai sore hari, namun demikian tidak menyurutkan semangat para peserta. Seminar kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab. Dengan banyaknya pertanyaan, ini sangat menarik dan artinya acara ini bisa dikatakan sukses sekalipun tidak semua materi dapat diselesaikan. Kemungkinan seminar yang sama akan kembali digelar, melihat antusiasme yang tinggi dari para peserta. (red)

     

  • Pewarna Banten  Gelar FGD Dengan Tema, Merebut Massa Mengambang

    Pewarna Banten Gelar FGD Dengan Tema, Merebut Massa Mengambang

    TANGSEL, WARTANASRANI.COM – Saya termotivasi dengan pak Ahok. Kalau kita mau membuat perubahan hanya ada dua pilihan, yaitu kita terjun ke dalam system atau mendukung orang lain yang akan membenahi system, tegas Hendrik Setiawan, Caleg PSI DPRD Provinsi Banten dapil 3, saat mengawali paparannya dalam Focus Group Discussion yang diselenggarakan Pewarna Banten, Jumat, (09/11/2018), di Pasta Kangen Cafe, Gading Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

    Hendrik yang berlatarbelakang sebagai seorang profesional di bidang bisnis, menyoroti soal pengurusan perizinan bisnis di Banten yang belum maksimal dan perlu pembenahan.

    “Fokus utama adalah membenahi pembuatan perizinan bisnis di Propinsi Banten yang terksesan masih menganut system “Wani Piro?”. Pembenahan ini diperlukan agar semakin memperluas ruang usaha di Banten, sehingga peluang penyerapan tenaga kerja juga akan semakin besar,” pungkasnya.

    Dari visinya membuat Banten menjadi lebih baik, Hendrik memiliki misi; memangkas alur serapan aspirasi dari masyarakat untuk dibawa langsung ke tingkat DPR maupun pemerintahan, sehingga solusi yang tepat dapat segera diberikan untuk masyarakat Banten, dan misi berikutnya adalah melakukan pengawasan penerapan kebijakan di Banten, kemudian melakukan pembenahan infrastruktur di daerah dengan menggunakan dana reses, seperti yang diatur di dalam Undang-Undang.

    Sementara itu, terkait bagaimana merebut suara massa mengambang, Hendrik mengakui bahwa pendekatan ke massa mengambang pastilah tidak mudah. Namun Hendrik percaya jika pendekatan dilakukan menggunakan hati, maka akan selalu ada jalan.

    Setelah Hendrik, tampil narasumber kedua, Hasudungan Manurung, SH., MH. Caleg PSI Dapil Tangerang Selatan ini lebih menyoroti soal strateginya merebut massa mengambang yaitu generasi milenial.

    Menurut Hasudungan, di saat masa bonus demografi seperti saat ini umat Kristen harus ikut menjawab tantangan yang sedang dihadapi oleh generasi millenial. Di mana permasalahan utama yang dihadapi mereka terkait lapangan pekerjaan, biaya nikah, hingga kualitas pengetahuan yang memiliki hubungan erat dengan daya saring dan serap mereka terhadap kemajuan teknologi informasi.

    “Setiap warga negara berhak mendapatkan perlakuan yang setara, adil, dan tidak diskriminatif. Termasuk hak dalam memperoleh pekerjaan, pendidikan, hingga hak untuk membela negaranya. Hal ini dijamin oleh Undang-Undang. “Nah nilai-nilai inilah yang juga harus ikut menjadi perhatian dari warga gereja,” ungkapnya.

    “Gereja juga tidak boleh merasa tabu mendorong kader-kader muda mereka untuk terjun ke dunia politik dan membawa perubahan di sana. Terkait perjuangan melawan intoleransi dan diskriminasi, kader-kader Kristen harus berani untuk masuk ke dalam system dan menciptakan perubahan dari dalam,” ungkapnya lagi.

    Hasudungan tak menampik bahwa tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah bagaimana cara agar namanya dikenal. Namun dia meyakini kalau pemegang hak suara akan memilih berdasarkan karya-karya apa saja yang telah dibuat para CALEG.

    Terlepas apa pun pilihan politiknya, Hasudungan menegaskan bahwa suara Kristen harus tetap bulat untuk memperjuangkan kepentingan-kepentingan umat.

    Selain Hendrik Setiawan, Caleg PSI DPRD Prov Banten, Dapil 3 dan Hasudungan Manurung SH, MH., Caleg PSI Dapil Tangerang Selatan, tampil juga sebagai narasumber, Anthony Maruli Purba SH., Ketua DPW MUKI Banten dan Dony Susanto S.Th., Ketua DPA GBI Banten. FGD yang merupakan kegiatan Pra Rakernas Pewarna Indonesia ini di pandu oleh Luke Luther Kembaren sebagai moderator.

  • HMT Tours and Travel dan TLT beri klarifikasi serta permohonan maaf terkait Peserta Wisata Ziarah yang terkendala masuk Israel

    HMT Tours and Travel dan TLT beri klarifikasi serta permohonan maaf terkait Peserta Wisata Ziarah yang terkendala masuk Israel

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Manajemen HMT Tours & Travel menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya terkait kejadian beberapa peserta wisata ziarah yang terkendala masuk ke Negara Israel dengan keberangkatan bulan Oktober 2018 melalui PT. Hidup Makmur Terencana (HMT Tours and Travel). Ini dilakukan, karena pihak manajemen tidak ingin mengecewakan para peserta dan pelayanan terbaik kepada konsumen adalah prioritas utama bagi perusahaan yang sudah berdiri selama 9 tahun ini.

    “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, karena selama 9 tahun berdiri dan sudah memberangkatkan hampir 15.000 orang peserta ziarah ke Holyland, PT. HMT belum pernah mengalami kejadian seperti ini. Lewat kejadian ini menjadi perhatian khusus kami untuk perbaikan yang lebih baik lagi di kemudian hari,” kata Direktur Utama PT. HMT Tours and Travel, Ronny Benyamin Tambayong kepada MBN di ruang kerjanya, Rabu (31/10/2018).

    “Seluruh peserta ziarah yang terkendala masuk ini juga sudah ditangani dengan sangat baik oleh TIM HMT selama berada di Mesir dan Jordan. Mereka diberikan pelayanan maksimal serta diberikan bonus itinerary tambahan selama di Mesir dan Jordan” tambah Ronny.

    Melalui Tim Legal PT. HMT Andre Victor, SH, MH dan Mohammad Hasan, SH, pihak manajemen juga memberikan klarifikasi terkait ketidaknyamanan tersebut. Salah satunya disebutkan bahwa HMT telah memproses dan mengurus semua pengajuan visa Israel untuk keberangkatan Oktober 2018 ini sesuai ketentuan yang berlaku di Israel melalui partnernya yang berada di Israel, dalam hal ini The Land Tours (TLT).

    “Kami informasikan bahwa HMT bekerja dengan sangat baik dan menyajikan semuanya tepat waktu untuk mendapatkan visa,” kata pihak TLT dalam suratnya kepada PT. HMT terkait visa tersebut.

    Tak hanya itu, pihak TLT juga sudah mendapatkan approval Letter (Surat Persetujuan) masuk ke Israel untuk seluruh group HMT bulan Oktober 2018 dari pejabat berwenang di Ministry Israel. Namun ternyata terjadi di lapangan, terdapat miss-administrasi antara pihak TLT dengan Ministry Israel yang menyebabkan group HMT bulan Oktober ini terkendala masuk ke Israel.

    Untuk itu sebagai bentuk pertanggungjawaban, dalam surat klarifikasinya, pihak TLT bersedia memberangkatkan kembali seluruh peserta wisata ziarah Oktober 2018 ini melalui HMT Tours & Travel pada Januari, Februari atau Maret 2019 mendatang, sesuai tanggal yang diminta peserta. Adapun untuk semua biaya keberangkatan akan ditanggung pihak TLT sehingga lagi tidak dibebankan kepada para peserta ziarah. Sedangkan untuk group keberangkatan HMT pada bulan November 2018 dan seterusnya, pihak manajemen akan tetap memberangkatkan sesuai jadwal yang sudah ditentukan, dan tidak ada kendala untuk masuk ke Israel.

    Sementara, pihak TLT sendiri dalam suratnya kepada PT. HMT mengakui bahwa hal ini bukanlah kesalahan di pihak HMT tetapi masalah internal di Israel, di samping untuk aplikasi visa di kantor Israel. Di Israel, TLT berkolaborasi dengan HMT dan mereka sudah menerapkan visa untuk semua group pada Oktober 2018 oleh sistem.

    “Tetapi pada saat ini di Israel, ini masalah teknis dan sistem, dan yang menentukan group-group tersebut akan menerima izin khusus dari otorisasi pelayanan resmi,” kata Eduardo Yosef, Silvera Incoming Departement TLT dalam keterangannya.

    Dalam suratnya Eduardo juga menerangkan, pihaknya telah menerima surat persetujuan dari Kementerian berwenang sehingga semua group HMT bulan Oktober dapat memasuki Israel. Surat persetujuan ini juga jaminan dan berlaku masuk Israel untuk group HMT bulan Oktober 2018. Namun pada 25 Oktober 2018, kata Eduardo, tanpa diketahui TLT dan HMT, Kementerian membatalkan surat persetujuan tanpa alasan yang jelas dan kemungkinan ada masalah tehnis/administrasi yang terjadi . Inilah alasan mengapa group itu terkendala bisa masuk Israel.

    “Saat ini kami terus mengurus dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengetahui titik permasalahannya,” kata Eduardo Yosef.

    Untuk itu ia menegaskan, TLT dan HMT bukan yang utama dalam situasi ini. Namun keduanya bersama-sama akan memikul tanggungjawab bahwa setiap turis yang tidak dapat masuk ke Israel tahun ini dapat melakukannya tahun depan, tanpa biaya.

    “Kami di TLT akan menanggung biaya terestrial sesuai dengan nama dan nama keluarga dari setiap penumpang yang terkena dampak selama bulan Oktober ini,” kata Yosef.

    Tanggal 2 November 2018 2 group HMT berjumlah 83 orang sudah kembali masuk ke Israel dan berziarah. Semua group HMT bulan November 2018 sudah bisa masuk ke Israel tanpa halangan. (*)

  • Mewujudkan Pemilu 2019 Aman, Damai, Sejuk dan Tanpa Hoax, Jadi Tema FGD Pewarna Sulut, Tumbelaka Academic Centre dan Polda Sulut.

    Mewujudkan Pemilu 2019 Aman, Damai, Sejuk dan Tanpa Hoax, Jadi Tema FGD Pewarna Sulut, Tumbelaka Academic Centre dan Polda Sulut.

    MANADO, WARTANASRANI.COM – Menjadi harapan bersama, pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, baik pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) dapat berlangsung aman, damai, tertib, lancar, bebas SARA, dan tanpa HOAX. Terkait dengan itu, Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) Sulawesi Utara (Sulut) dan Tumbelaka Academic Centre bekerjasama dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) Mewujudkan Pemilu 2019 Aman, Damai, Sejuk dan Tanpa Hoax.

    Kegiatan yang berlangsung di hotel Ibis Manado, Jalan Piere Tendean bolivard Manado tersebut dilaksanakan Selasa, (23/10/18).

    “Dalam menghadapi pemilu ini, harapan saya kiranya dapat menciptakan suasana yang baik dan kiranya memberitakan berita yang sejuk dan baik. Jangan asal menulis dan kiranya dapat menjadi filter. Mari kita mewujudkan pileg dan pilpres 2019 ini dengan aman damai sejuk,” ungkap keynote speaker FGD, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara, Irjen Pol. Drs. Bambang Waskito.

    Sementara, pembicara pendamping Amanda Komaling yang juga ketua IJTI Sulut saat dimintakan tanggapannya, mengajak untuk lebih profesional dalam menjalankan tugas sebagai jurnalis. Dia, juga mengharapkan agar menghindari berita hoax dan mengajak agar berita yang menyejukkan dalam menghadapi pemilu ini.

    Hal yang sama disampaikan, Direktur Tumbelaka Academic Centre, Taufik Tumbelaka. Menurut Tumbelaka, yang harus diingat oleh pers adalah menjadi pilar keempat dalam demokrasi. Dia mengharapkan komitmen FGD menjadi kekuatan dalam menjaga demokrasi karena pers dan akademisi menjadi penjaga demokrasi yang semakin menggila.

    ”Pers dan akademisi menjadi penjaga demokrasi,” tutur anak mantan gubernur pertama Sulut ini.

    Tampak hadir dalam Focus Group Discussion ini, Komisioner KPUD Sulut, Bawaslu Sulut, Ketua Komisi Satu DPRD Sulut, Ketua KNPI Sulut, Perwakilan Kesbangpol Sulut, Perwakilan Dispora Sulut, Para Ketua Parpol, para Calon Legislatif, Organisasi Wartawan seperti PWI Sulut, IJTI Sulut, IWO Sulut dan Insan pers lainnya. (*)

  • Hadiri Kampanye Damai Kec. Medan Satria Kota Bekasi, Murfati Lidianto Nyatakan Siap Sukseskan Pemilu Damai dan Aman Tanpa SARA

    Hadiri Kampanye Damai Kec. Medan Satria Kota Bekasi, Murfati Lidianto Nyatakan Siap Sukseskan Pemilu Damai dan Aman Tanpa SARA

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Dalam rangka pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 di Wilayah Kecamatan Medan Satria agar berjalan dengan aman, tertib, lancar, damai dan harmonis antar peserta dan penyelenggara, Panitia Pemilihan Kecamatan  Medan Satria Kota Bekasi, menggelar Deklarasi Kampanye Damai Pileg dan Pilpres 2019, hari ini, Minggu (21/10/2018).

    Acara yang berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi ini dihadiri  semua pihak yang berkompeten untuk menciptakan pileg dan pilpres 2019 yang damai dan aman. Hadir dari pihak Polsek Medan Satria, Danramil  01 Kranji Bekasi Barat, Lurah Se-Kecamatan Medan Satria, PPK Medan Satria, Panwascam Medan Satria, Pimpinan Partai Politik Se-Kec. Medan Satria dan Pimpinan Ormas, Pemuda dan Karang Taruna Se-Kec. Medan Satria.

    Tampak hadir Anggota DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto, SE. Dengan pakaian Uniform Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Murfati begitu ia disapa terlihat berbaur dengan peserta Deklarasi Damai. Sebagai Anggota Dewan yang maju kembali pada Pileg 2019, Murfati menyatakan siap mensukseskan pemilu legislatif dan pemilu presiden yang aman, tertib, damai, berintegritas tanpa hoax, dan politisasi SARA.

    murfati_damai2

    “Mari kita sukseskan Pileg dan Pilpres 2019 dengan aman, tertib, damai, berintegritas tanpa hoax, dan politisasi SARA. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa, jangan sampai kita diadu domba dan terpecah-belah,” pungkas Murfati.

    “Kampanye damai ini adalah kesepakatan semua caleg untuk menjaga kondisi damai dan membawa kesejukan dalam masyarakat,” pungkas Murfati lagi.

    Lebih jauh calon legislatif (Caleg) nomor urut 1 (satu) dari partai Gerindra ini, menyatakan siap melaksanakan kampanye, berdasarkan peraturan UU yang berlaku.

    “Dalam melakukan kampanye, ada aturannya. Dan semua caleg wajib berkampanye sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Secara pribadi, saya siap untuk berkampanye sesuai undang-undang yang berlaku, demi menjaga pileg dan pilpres 2019 yang damai serta bermartabat ini,” tegas Murfati.

    Sebagai bentuk komitmen untuk menjaga pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 yang damai dan aman, perwakilan Parpol menandatangani Deklarasi Kampanye Damai. Murfati Lidianto, SE., diplot  mewakili Partai Gerindra.

  • Menjadi Pribadi Maksimal Jadi Tema Retret SMA Galatia Kota Bekasi

    Menjadi Pribadi Maksimal Jadi Tema Retret SMA Galatia Kota Bekasi

    CIMACAN CIANJUR, WARTANASRANI.COM – Setiap manusia diciptakan unik dan berarti di hadapan Tuhan, bahkan diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26-27). Dengan kata lain setiap orang (siswa) memiliki potensi atau kemapuan-kemampuan khusus yang Tuhan percayakan dalam dirinya. Menyadari akan hal ini, SMA Galatia Kota Bekasi kembali menyelenggarakan Retret tahun ini dengan tema, “Menjadi Pribadi yang Maksimal”. Retret yang berlangsung dari tanggal 18-20 Oktober 2018 ini, diadakan di Wisma Berkat, Jalan Pondok Melati Cibodas, Cimacan – Cianjur, Jawa Barat.

     

    “Tujuan dilaksanakannya retret ini adalah; Pertama, untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, menambah wawasan tentang kedewasaan dan memotivasi siswa untuk menemukan serta mengembangkan potensi diri mereka. Ketiga, Menjalin Kebersamaan antar siswa dengan siswa, juga antar siswa dengan guru,” ungkap Kepala Sekolah SMA Galatia, Drs. A. Hary Subagio.

     

    Sesuai dengan tema, Eddy Purnairawan, SE., MM dan Ronald S. Onibala, S.Th., M.Pd.K yang menjadi narasumber, secara bergantian menguraikan poin-poin penting yang berkaitan dengan tema sentral, Menjadi Pribadi yang Maksimal. Diantaranya; pentingnya sikap takut akan Tuhan, pentingnya pengenalan akan diri sendiri, mengetahui dan memaksimalkan potensi diri, tantangan remaja Kristen masa kini serta pemulihan hati.

    retret_galatia2

    (Guru Pendamping: Yusniar Salva, S.Pd., Ronald S. Onibala, S.Th., M.Pd.K., Dra. Nurlela Tarida manurung, Eddy Purnairawan, SE., MM)

    “Di dalam mengekspresikan diri dengan baik, seharusnya setiap orang menyadari kelebihan atau potensi yang ada dalam dirinya. Artinya dengan pengenalan yang demikian ia diharapkan mampu mengelola emosi dan pikiran serta tindakannya secara seimbang dan mengarahkan hidupnya pada kekuatan atau potensi yang dia miliki sehingga ketika diperhadapkan dengan masalah, baik yang berasal dari luar dirinya maupun berasal dari diri sendiri, dia akan mampu menemukan solusi (jalan keluar) yang tepat,” ujar Guru PAK Galatia Kota Bekasi, Ronald S. Onibala.

     

    “Menjadi harapan kami melalui kegiatan Retreat ini setiap peserta bisa menempatkan diri sebagai orang yang sudah diperbarui di dalam Yesus Kristus di tengah-tengah pergaulan dan juga dalam menghadapi masalah-masalah,” tegas Eddy Purnairawan, Guru Ekonomi yang juga menjadi narasumber.

     

    Selain materi-materi ceramah, berbagai games menarik serta menghibur, mewarnai kegiatan retret SMA Galatia Kota Bekasi ini. Dipandu guru pendamping; Dra. Nurlela Tarida Manurung dan Yusniar Salva, S.Pd., permainan berlangsung seru penuh tawa ceria. Hadiah bagi pemenang yang disiapkan panitia, semakin menambah semangat peserta yang dibagi dalam beberapa kelompok.

  • 5 alasan mengapa memilih Ibu Murfati Lidianto, SE sebagai Anggota DPRD Kota Bekasi di Pileg 2019

    5 alasan mengapa memilih Ibu Murfati Lidianto, SE sebagai Anggota DPRD Kota Bekasi di Pileg 2019

    WARTANASRANI.COM – Sosok Murfati Lidianto, SE tentu tak asing lagi di Kota Bekasi. Sepak terjangnya sejak terpilih sebagai anggota DPRD Kota Bekasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan warga, membuat ia dikenal sebagai sosok dewan yang merakyat, peduli dan bersahaja.

    Berbagai karya dan kerja nyata yang menyentuh ke masyarakat telah dibuktikannya. Hampir lima tahun, srikandi kelahiran Belitung ini telah menunjukkan dedikasi dan integritasnya sebagai anggota dewan Kota Bekasi. Tak ayal, partai pengusungnya menyematkan nomor urut satu kepadanya untuk maju kembali pada Pileg 2019.

    Sikapnya yang pantang menyerah membuat berbagai tugas berat yang diemban sebagai anggota DPRD Kota Bekasi dapat diselesaikannya dengan baik. Didorong oleh kemauan dari dalam diri, berlegislasi yang membutuhkan keahlian, ketelitian dan kesabaran, dilakoninya dengan penuh tanggung jawab. Baginya, tugas dan tanggung jawab, sekalipun berat, bukanlah sebuah beban, tetapi kesempatan untuk melayani, memberikan yang terbaik untuk warga Kota Bekasi.

    Keinginannya untuk kembali mengabdi bagi masyarakat Kota Bekasi pada Pileg 2019, disambut positif oleh warga di Dapil Kecamatan Medan Satria dan Kecamatan Bekasi Barat. Antusias dukungan dari berbagai elemen masyarakat membuat Murfati semakin yakin pada pencalonannya di periode ke dua. Semboyannya, “Memberi Bukti Bukan Janji” bukanlah isapan jempol belaka. Yah, karena sudah dibuktikan sejak terpilih sebagai anggota dewan Kota Bekasi 5 tahun lalu.

    img-20181002-wa0040

    Setidaknya ada LIMA Alasan mengapa warga memilih Murfati Lidianto, SE., Caleg nomor urut satu dari partai Gerindra ini pada Pileg 2019 nanti.

    Pertama; Lihat rekam jejaknya selama periodik 5 tahun yang lalu, dimana beliau telah melakukan tugasnya dengan baik, tidak korupsi, aspiratif dan peduli.

    Kedua; Beliau telah melakukan karya nyata dan sangat dirasakan langsung oleh masyarakat. Membangun sarana jalan, taman, pos keamanan dan lain-lain.

    Ketiga; Bekerja didasari ketulusan, tidak mengharapkan pujian, tidak mengharapkan imbalan, terpanggil untuk sungguh-sungguh melayani warga Kota Bekasi.

    Keempat; Mempunyai misi visi yg jelas, yaitu ingin membangun masyarakat Kota Bekasi lebih bermatabat dan sejahtera.

    Kelima; Mempunyai program kerja jelas dan terukur, terutama mengatasi masalah banjir di Kota Harapan Indah dan sekitarnya.