Category: Ragam

  • Peduli Kasih Pewarna Sulut Untuk Korban Gempa Tsunami di Palu, Donggala dan Sigi Sulteng

    Peduli Kasih Pewarna Sulut Untuk Korban Gempa Tsunami di Palu, Donggala dan Sigi Sulteng

     

    SULUT, WARTANASRANI.COM – Bersatu bantu Palu, Donggala dan Sigi yang digaungkan pemerintah pasca bencana alam gempa bumi dan tsunami yang melanda, mendorong berbagai elemen masyarakat tak terkecuali DPD Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia Provinsi Sulawesi Utara untuk turut ambil bagian menyalurkan bantuan kepada warga masyarakat yang ada di kota Palu, Donggala dan Sigi yang sangat membutuhkan uluran tangan pasca gempa dan tsunami.

    Secara spontanitas dan iklas beberapa anggota Pewarna Sulut mengumpulkan dana untuk membantu meringankan warga masyarakat yang ada di Palu dan sekitarnya untuk kebutuhan yang diperlukan.

    Bantuan tersebut disalurkan melalui Kodam XIII/Merdeka yang berlokasi diteling atas Kota Manado. Menurut ketua DPD Pewarna Sulut, Sanfransisco Manossoh, bahwa bantuan Pewarna Sulut yang diserahkan melalui Kodam XIII/Merdeka, merupakan bentuk kepedulian dan turut sepenanggungan dengan saudara-saudara kita yang ada di Palu, Donggala dan Sigi yang mengalami musibah bencana alam.

    “Bantuan tersebut, diterima langsung oleh Wakil Kepala Penerangan Kodam XIII/Merdeka Letkol inf Drs Vipy Amuranto Pranoto. Bantuan yang diserahkan berupa air mineral, popok bayi, pembalut wanita, pakaian layak pakai dan lain sebagainya. Pewarna Sulut tergerak hati membantu saudara kita yang ada di Sulawesi Tengah,” ujar Manossoh, Senin (08/10/18).

    ”Ini merupakan peduli kasih dari kami yang ada di DPD Pewarna Sulut dan aksi spontanitas dari pengurus dan anggota,” ujarnya lagi.

    Secara khusus, pihaknya selaku Ketua DPD Pewarna Sulut menyampaikan terimakasih kepada seluruh anggota Pewarna Sulut yang telah meluangkan waktu dan iklas membantu saudara-saudara kita yang ada di Sulawesi Tengah khususnya masyarakat yang mengalami korban bencana.

    ”Terimakasih saya sampaikan kepada seluruh teman-teman anggota Pewarna Sulut yang telah turut ambil bagian untuk membantu dengan ikhlas kepada saudara kita yang mengalami musibah,” ujar Manossoh. (*)

  • Murfati Lidianto, SE: Perangi Narkoba Demi Masa Depan Anak-Anak Kita

    Murfati Lidianto, SE: Perangi Narkoba Demi Masa Depan Anak-Anak Kita

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Pernyataan Presiden RI Joko Widodo bahwa Indonesia berada dalam status darurat narkoba pada saat ini, disikapi berbagai kalangan dengan tindakan dan kerja nyata untuk memutus mata rantai peredaran narkoba. Semua bergandengan tangan demi satu tujuan mulia, menyelamatkan masa depan anak bangsa yang menjadi target para bandar narkoba.

    “Meski terasa dan terdengar pahit, namun fakta bahwa Indonesia masih menjadi surga bagi sindikat narkoba kelas dunia tidak bisa kita pungkiri. Oleh karena itu, saatnya kita bergandengan tangan untuk perangi narkoba demi menyelamatkan anak bangsa yang menjadi target para bandar narkoba”, pungkas Murfati Lidianto, SE., anggota DPRD Kota Bekasi ini penuh semangat.

    Penasihat Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) DPD Bekasi ini menuturkan bahwa sikap Presiden Jokowi untuk tidak memberi pengampunan kepada para bandar narkoba yang di penjara harus didukung.

    “Kita harus mendukung segala cara dan usaha pemerintah dalam memutus mata rantai peredaran narkoba, termasuk untuk tidak memberikan pengampunan bagi pelaku narkoba yang ditangkap dan dipenjarakan!”, tegas Murfati.

    Sementara itu, terkait pencegahan, Anggota DPRD Kota Bekasi, Dapil Bekasi Barat – Medan Satria yang pernah duduk di komisi IV, yang membidangi Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat ini, menyarankan agar perlunya materi tentang bahaya narkoba diajarkan di sekolah-sekolah. Selain itu, bentuk pencegahan terhadap narkoba juga bisa dilakukan di sekolah melalui program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

    “Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk pencegahan khususnya bagi anak-anak usia sekolah SD, SMP dan SMA. Selain perlunya materi berkaitan dengan bahaya narkoba, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang sudah jadi peraturan presiden, juga dapat menjadi ujung tombak dalam pencegahan, sehingga PPK ini harus segera ditindaklanjuti dengan pedoman dan turunan, dan harus disampaikan kepada siswa,” ungkap Murfati.

    Pada akhirnya, Anggota Dewan yang selalu dekat dengan masyarakat ini, mengajak semua komponen bangsa, warga masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Indonesia, khususnya di Kota Bekasi.

    “Saya mengajak, semua warga bangsa khususnya masyarakat Kota Bekasi untuk ambil bagian dan mendukung kerja pemerintah dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba. Saatnya kita bersatu hati untuk memerangi narkoba, demi masa depan anak-anak kita”, terang Murfati Lidianto, SE., Anggota DPRD Kota Bekasi yang saat ini duduk sebagai Wakil Ketua di Komisi III (Bidang Pendapatan dan Anggaran).

  • WBI Sektor Barat Kota Bekasi Gelar Fellowship dan Diskusi Kebangsaan Bersama Pewarna Jawa barat

    WBI Sektor Barat Kota Bekasi Gelar Fellowship dan Diskusi Kebangsaan Bersama Pewarna Jawa barat

    BEKASI, WARTANASARANI.COM – Wanita Bethel Indonesia (WBI) Sektor Barat, Kota Bekasi, bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA INDONESIA) Provinsi Jawa Barat, menggelar Diskusi Kebangsaan dengan Tema, Menangkal Hoax di Tahun Politik, Senin (11/06/2018).

    Ketua WBI Sektor Barat, Ida Napitupulu bersama Tim Tamborin WBI Sekbar

    Menurut Ida Napitupulu, Ketua WBI Sektor Barat, bahwa kegiatan Diskusi Kebangsan yang diadakan di GBI MOP, Mega Office Park, Blok OP 2 No. 5, Lt. 2, Kota Harapan Indah Bekasi ini, sekaligus merupakan kegiatan fellowship bulanan WBI Sektor Barat Kota Bekasi.

    “Perlu diketahui, kegiatan diskusi yang digelar hari ini, merupakan kegiatan fellowship bulanan WBI Sektor barat juga. Dan kali ini memang agak berbeda, karena disertai dengan diskusi kebangsaan yang bekerjasama dengan wartawan nasrani,” ungkap Ida Napitupulu.

    “Ibu-ibu kan, paling mudah termakan Hoax, jadi dengan diskusi ini, kami ibu-ibu khususnya WBI Sektor Barat, semakin pintar untuk bisa berpikir positif dan paling depan menolak hoax atau berita bohong, khususnya di tahun politik ini,” ungkapnya lagi.

    Foto bersama WBI Sektor Barat dengan Ibu Murfati Lidianto Lie, SE (Narasumber)

    Foto Tim Tamborin dan Pengurus WBI Sekbar bersama Ibu Murfati Lidianto Lie, SE (Narasumber)

    Sementara itu, tarian tamborin dari ibu-ibu WBI Sektor Barat, ikut memeriahkan diskusi kebangsaan yang menghadirkan narasumber; Anggota Dewan Kota Bekasi, Murfati Lidianto Lie, SE; Fresman Sinaga, ST., Bakal Calon Legislatif DPRD Tkt. I Provinsi Jawa Barat dapil Kota Bekasi dan Depok dari PSI; Ferry Batara M., SE., MM., Bakal Calon Legislatif DPR RI, dapil Kota Bekasi dan Kota Depok juga dari PSI; dan Ir. Soleman Matippanna, MH., seorang pengusaha muda asal Toraja yang aktif dalam berbagai kegiatan kerohanian.

    “Kami bersyukur, banyak prestasi yang sudah diraih WBI Sektor Barat di berbagai perlombaan. Selain sebagai juara 2 lomba tamborin WBI Se-Kota Bekasi, kami juga pernah meraih juara 1 lomba poco-poco dan juara 2 stand up comedy,” tutur Ida Napitupulu saat memberi sambutan.

    “Terima kasih kepada para narasumber yang sudah memberkati ibu-ibu WBI Sektor Barat, terima kasih juga kepada Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia Provinsi Jawa Barat atas kerelaannya berkolaborasi dengan WBI Sekbar, dan terima kasih kepada tuan rumah GBI MOP, yang digembalakan Pdt. Agus, Tuhan Yesus memberkati kita semua,” tutur Ida lagi.

    Tak kalah menarik, dibagian akhir acara diskusi, dipandu Pdp. Ayin sebagai MC, diadakan undian doorprize yang disumbangkan oleh salah satu narasumber, Bapak Fresman Sinaga. Foto bersama dan ramah-tamah menjadi akhir kegiatan Diskusi Kebangsaan sekaligus Fellowship WBI Sektor Barat.

     

  • Pewarna Jabar Siap Gelar Diskusi Kebangsaan Dengan Tema, Menangkal Hoax di Tahun Politik

    Pewarna Jabar Siap Gelar Diskusi Kebangsaan Dengan Tema, Menangkal Hoax di Tahun Politik

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Dunia maya akhir-akhir ini banyak memunculkan informasi dan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah “HOAX”. Jika tidak ada kehati-hatian, masyarakat pun dengan mudah termakan tipuan hoax tersebut bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu. Ini tentunya akan sangat merugikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Pengurus Pewarna Jabar saat meninjau lokasi pelaksanaan Diskusi Kebangsaan bersama Bapak Fresman Sinaga, ST (Narasumber Diskusi Kebangsaan)

    Berita-berita hoax dapat menimbulkan kegaduhan dan menganggu stabilitas nasional terlebih di tahun politik. Melihat fenomena tersebut, Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) DPD Jawa Barat, akan menggelar diskusi kebangsaan dengan tema, “Menangkal Hoax di Tahun Politik”. Diskusi kebangsaan yang merupakan kerjasama Pewarna Jabar dengan Wanita Bethel Indonesia (WBI) Sektor Barat, Kota Bekasi ini, akan digelar pada hari Senin, 11 Juni 2018, mulai Pukul 10.00 Wib., di Toba Rest Caffe, Mega Office Park, Blok OP 2 No. 5, Lt. 2, Kota Harapan Indah Bekasi.

    “Harus kita ingat, bahwa tak menutup kemungkinan, media sosial dapat dijadikan alat oleh kelompok tertentu untuk mempropagandakan berbagai berita hoax untuk kepentingan politik yang dapat menimbulkan opini berlebihan ditengah masyarakat luas dan akhirnya menimbulkan kegaduhan yang berdampak pada terganggunya stabilitas keamanan nasional, khususnya ditahun politik ini,” ujar Ronald Onibala, Ketua Pewarna Provinsi Jawa Barat.

    Atas dasar itulah kata dia, Pewarna Jabar menggelar diskusi dengan menghadirkan beberapa narasumber, yaitu; Murfati Lidianto Lie, SE (Anggota Dewan Kota Bekasi), Fresman Sinaga, ST (Bacaleg PSI DPRD Tkt. I Provinsi Jawa Barat, Dapil Kota Bekasi dan kota Depok), Ferry Batara M., SE., MM (Bacaleg PSI DPR RI, Dapil Kota Bekasi dan Kota Depok), dan Ir. Soleman Matippanna, MH (Pengusaha Muda).

    “Kami berharap, para narasumber yang kami hadirkan dalam diskusi ini, dapat memberi kontribusi positif bagi masyarakat, bagaimana menghadapi berita hoax yang berselewiran di media sosial. Ada kiat-kiat khusus yang disampaikan narasumber menangkal hoax di tahun politik ini,” terang Ronald, saat meninjau lokasi pelaksanaan diskusi, didampingi Wakil Ketua Jack Rusto dan Bendahara, David Pasaribu.

    “Oh yah, kegiatan ini atau diskusi ini, merupakan kerjasama Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) Provinsi Jawa Barat dengan WBI Sektor Barat Kota Bekasi,” terang Ronald mengingatkan.

  • 10 Pokok-pokok Usulan HIPMI dalam Penyusunan RUU Kewirausahaan Nasional

    10 Pokok-pokok Usulan HIPMI dalam Penyusunan RUU Kewirausahaan Nasional

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Didampingi jajaran Pengurus Daerah dan Pusat, Ketua BPP HIPMI, Bahlil Lahadalia secara lugas menyampaikan pokok-pokok usulan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia dalam penyusunan RUU Kewirausahaan Nasional, pada forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Panitia Kerja RUU Kewirausahaan Nasional DPR, di Ruang Rapat KK 1, Gedung Nusantara, DPR-RI, Jakarta, Rabu (6/6/2018).

    Pimpinan Pansus RUU Kewirausahaan Nasional DPR RI yang diketuai Andreas Eddy Susetyo

    Bahlil menegaskan bahwa HIPMI merasa perlu memberikan masukan dalam perumusan RUU Kewirausahaan Nasional (RUU KWN) yang saat ini sedang bergulir di DPR RI. RUU KWN secara tegas mesti dirumuskan untuk dua tujuan: Pertama, mempercepat pertumbuhan wirausaha nasional, terutama lahirnya lebih banyak wirausaha muda. Kedua, mewadahi naik kelasnya wirausaha mikro ke usaha kecil, dari usaha kecil ke menengah, dan dari usaha menengah ke besar.

    Selain itu, menurut Bahlil, RUU Kewirasuahaan ini, penting untuk peningkatan kualitas wirausaha dan komitmen wirausahawan terhadap perekonomian nasional. Oleh karena itu,  pihaknya mengajukan 10 pokok-pokok usulan untuk dimasukkan dalam RUU Kewirausahaan Nasional.

    “Pertama, Penambahan klausul yang mengatur wirausaha muda, untuk mempercepat lahirnya wirausaha baru di kalangan pemuda, RUU KWN perlu mencantumkan tentang batas usia wirausaha muda di bawah 40 tahun. Batas ini perlu dicantumkan untuk menajamkan ketentuan umum tentang wirausaha pemula di kelompok usia pemuda di kelompok usia pemuda,” ujarnya.

    Kedua, HIPMI mengusulkan pembentukan koordinasi lintas strategi berupa Komite Kewirasuahaan Nasional.

    “Komite ini dibentuk sebagai koordinasi lintas strategis kementerian/lembaga negara dan sektor swasta dalam pengembangan kewirausahaan. Komite dipimpin langsung oleh Presiden. Anggota Komite diantarana meliputi Menko Ekonomi, Menteri terkait, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK dan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Komite bertugas merumuskan kebijakan strategis dan rencana induk kewirasuahaan nasional yang menjadi acuan bagi seluruh lembaga terkait,” jelas Bahlil.

    Adapun usuluan pada poin ketiga, soal penetapan anggaran kewirausahaan nasional yang berasal dari APBN dan APBD.

    “Pemerintah memprioritaskan anggaran kewirausahaan sekurang-kurangnya 5% (lima persen) dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) di tingkat nasional, serta Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di tingkat provinsi dan Kota/Kabupaten untuk memenuhi kebutuhan pengembangan Kewirausahaan Nasional,” kata dia.

    Usulan keempat, Kewajiban bagi bank umum untuk mengalokasikan 30% kredit pembiayaan kepada wirausaha muda.

    “Perlu aturan khusus tentang kemudahan pembiayaan secara cepat dan murah dengan akses agunan dan tanpa agunan minimal 30 % dalam penyaluran kredit baik bank BUMN maupun bank umum, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketentuan ini dikhususkan bagi wirausaha muda yang memulai kegiatan berwirausaha dengan jangka waktu kurang 42 bulan sejak terdaftar di lembaga perizinan usaha,” tegas Bahlil.

    Suasana RDP Pansus RUU KWN dan BPP HIPMI

    Usulan kelima, Kredit lunak bagi wirausaha yang masih berada atau baru saja lulus di perguruan tinggi. Perlu aturan khusus tentang program pinjaman lunak bagi Mahasiswa tingkat akhir atau baru lulus perguruan tinggi, berupa kredit lunak dengan jangka panjang dengan bunga ringan sebagai modal usaha bagi wirausaha muda

    Keenam, Pembebasan biaya perizinan bagi wirausaha muda; Perlu ketentuan lebih lanjut mengenai kemudahan persyaratan perizinan dan pembebasan biaya oerizinan bagi wirausaha muda. Selain itu juga mesti diatur penyederhanaan tata cara dalam memperoleh pendanaan dan pemberian keringanan dalam persyaratan jaminan tambahan.

    Sementara usulan ketujuh, Kemudahan dari pemerintah dalam hal pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi wirausaha muda.

    “Perlu diatur tentang kemudahan yang dikhususkan bagi wirausaha muda dalam pendaftaran HAKI berupa: pendataan produk, jasa, atau desain yang dihasilkan wirausaha muda. Pemerintah jika perlu membeli lisensi/hal cipta produk-produk industri besar tertentu, agar bisa dipergunakan secara luas oleh wirausaha muda. Kemudahan proses sertifikasi halal dan sertifikasi badan POM bagi pengusaha muda,” kata dia.

    Kedelapan, Perlindungan kepada ekonomi daerah melalui afirmasi wirausaha lokal; Perlu aturan yang mengatur investasi yang masuk ke sebuah daerah dengan kemitraan yang lebih adil; wajib menyertakan wirausaha daerah dengan presentase kemitraan minimal 15% bagi mitra lokal.

    Adapun usulan kesembilan, Perluasan pendidikan dan pelatihan kewirausahaan yang bersifat wajib; Untuk mempercepat lahirnya wirausaha muda yang berkualitas dan memperkuat kapasitas wirausaha muda yang ada, perlu dilakukan perluasan pendidikan vokasi serta memasukan pendidikan keweirausahaan disinergikan melalui lembaga-lembaga inkubator, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun pihak swasta.

    Terakhir, kesepuluh, Sinergi lembaga pendidikan kewirausahaan dengan inkubator dan badan usaha milik negara/daerah.

    “Untuk mengefektifkan kurikulum pendidikan, pelatihan dan pembiayaan kewirausahaan, perlu sinergi antar lembaga-lembaga pendidikan dan inkubasi, dari tingkat Nasional hingga ke daerah-daerah,” ujar Bahlil.

    RDP yang dipimpin oleh Andreas Eddy Susetyo, Ketua Pansus RUU Kewirausahaan Nasional DPR-RI dan dihadiri oleh sejumlah anggota Pansus lainnya. Tampak hadir juga perwakilan dari beberapa kementerian terkait, diantaranya kementerian Hukum dan HAM, dan Kementerian UMKM.

  • Alumnus Unsrat Gelar Bakti Sosial di Panti Elsafan

    Alumnus Unsrat Gelar Bakti Sosial di Panti Elsafan

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM —Jaringan Alumni FISIP Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar doa bersama dan menyerahkan bantuan kemanusiaan ke anak-anak penyandang tuna netra di Panti Asuhan Elsafan Jakarta.
    ”Sebagian lulusan Unsrat telah merantau dan berdomisili di Jabodetabek. Kunjungan ini merupakan kegiatan bakti sosial (Baksos) pertama yang kami lakukan dari FISIP Unsrat,” kata Ketua Tim Baksos Jala FISIP Unsrat, Jhonny Sitorus di Jakarta (29/5/2018).
    Menurut Jhonny, baksos merupakan salah cara mengimplementasikan pengabdian pada masyarakat, yang terdapat dalam visi dan misi Tri Dharma perguruan tinggi. Pengabdian pada masyarakat, kata dia, tak hanya dilakukan oleh mahasiswa dan dosen, tapi juga setiap lulusan perguruan tinggi.
    ”Masih banyak kelompok masyarakat di Jakarta yang kurang mendapat perhatian serius dari Pemerintah. Padahal sebenarnya banyak kaum disabilitas punya potensi yang sama, bahkan sebagian punya talenta istimewa,” tandasnya.
    Yayasan Elsafan yang berdiri pada 2006, kini sudah memiliki seklolah luar biasa (SLB) A dan A+ khusus untuk anak-anak penyandang tuna netra. Selain mahir membaca tulisan braille, memiliki bakat menyanyi dan mahir menggunakan alat musik, sebagian peserta didik di sekolah tersebut telah mampu mengetik naskah tulisan di komputer.
    ”Kini, jumlah penyandang tuna netra di Indonesia lebih dari tiga juta penduduk. Kami memiliki kerinduan untuk turut membantu pemerintah dalam memberantas masalah buta huruf,” kata Ketua Yayasan Elsafan, Retson Manyonyo.
    Retson yang juga penyandang tuna netra berharap, upaya mengentaskan anak-anak penyandang disabilitas terus mendapat dudungan dari masayarakat dan perhatian pemerintah.
    Dalam kesempatan tersebut, setelah tim Jala FISIP Unsrat menyerahkan dana tali kasih dan sumbangan paket sembako, langssung dibalas dengan pemberian cindera mata buku berjudul “Elsafan: Melihat yang tidak bisa Diihat oleh Mata Orang Biasa” yang ditulis oleh Ritson Manyonyo. (*)
  • PP DPA GBI Keluarkan Pernyataan Sikap Mengecam dan Menentang Aksi Kekerasan dan Teror

    PP DPA GBI Keluarkan Pernyataan Sikap Mengecam dan Menentang Aksi Kekerasan dan Teror

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Bertempat di Graha Bethel, Jl. Jend. A. Yani Kav 65, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, hari ini, Selasa, 15 Mei 2018, Pengurus Pusat Departemen Pemuda dan Anak (DPA) Gereja Bethel Indonesia, menggelar Konferensi Pers berisi Pernyataan Sikap terhadap aksi teroris yang terjadi pada tanggal 13-14 Mei 2018 di Surabaya.

    Sekertaris PP DPA GBI, Pdt. Yusuf Suranta Purba, S.Th saat menjawab pertanyaan awak media

    Pernyataan sikap sebagai wujud keprihatinan generasi muda Bangsa Indonesia yang cinta akan Bangsa dan Negara, yang cinta akan perdamaian dan kedamaian sesama anak bangsa, dan yang ditandatangani Ketua PP DPA GBI, Pdt. Joel Manalu, M.Th., juga Sekertaris PP DPA GBI, Pdt. Yusuf Suranta Purba, S.Th., berisi enam poin penting.

    Pada poin pertama, dengan tegas PP DPA GBI menyatakan penolakannya bila aksi teroris dikaitkan dengan Agama. (PP DPA GBI menyatakan bahwa teroris tidak ada hubungannya dengan Agama)

    Poin kedua, PP DPA GBI, mengecam dan menentang aksi kekerasan dan aksi teror yang dilakukan oleh kelompok orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa  yang terjadi di Negeri ini khususnya yang terjadi kemarin di SURABAYA terhadap beberapa Rumah Ibadah (gereja) yang ada disana dan hari ini di Mapolrestabes SURABAYA.

    Poin ketiga, PP DPA GBI, meminta pemerintah meningkatkan kinerja Kemenham, aparat keamanan TNI, POLRI, BNPT dan elemen terkait dalam penaggulangan aksi-aksi kekerasan dan Teroris di Indonesia.

    Poin keempat, PP DPA GBI,  mendukung Pemerintah, TNI dan Polri untuk segera  mengusut  dan memberantas dengan tuntas jaringan pelaku aksi teror  dan memberlakukan hukum yang seadil-adilnya demi terciptanya persatuan dan kesatuan dan rasa keadilan bagi tiap anak bangsa.

    Poin kelima, PP DPA GBI, menyatakan duka yang mendalam untuk semua  korban dari aksi teror yang terjadi pada beberapa gereja di Surabaya, Tuhan kiranya memberi kekuatan buat semua keluarga yang ditinggalkan.

    Poin keenam, terakhir, PP DPA GBI, mengajak semua organisasi kepemudaan yang ada untuk menjaga  kerukunan umat beragama dan bersama-sama menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

    Pada bagian penutup, terselip doa dan harapan PP DPA GBI, kiranya Tuhan yang maha Kuasa memampukan warga bangsa untuk tetap menjaga Kerukunan Hidup antar umat beragama dalam berbagai perbedaan yang ada dan tetap saling menghargai dan menghormati satu dengan yang lain dalam bingkai NKRI.

    “Demikian pernyataan Sikap Resmi kami mewakili semua generasi muda Gereja Bethel Indonesia yang ada diseluruh negeri tercinta Indonesia dari tingkat Provinsi, Kota dan Kabupaten,” pungkas Pdt. Yusuf Suranta Purba, menutup pembacaan pernyataan sikap PP DPA GBI.

    Tak ketinggalan, hashtag #KamiTidakTakut,  #DPAadalahKITA dan #GenerasiDahsyat, menjadi warna  pernyataan sikap PP DPA GBI sebagai bentuk perlawanan terhadap terorisme.

    Selain pembacaan pernyataan sikap, sesi tanya jawabpun, mewarnai konferensi pers yang dipandu oleh Pdt. Prambudi dan dihadiri jajaran pengurus lengkap PP DPA GBI, minus Ketua Umum, Pdt. Joel Manalu yang sedang berada di Nias untuk tugas pelayanan. Hadir mendampingi Sekertaris PP DPA GBI, Pdt. Goring Abast (Biro Dewasa Muda), Pdt. Selnop Padang (Biro Government), Pdt. Tonny Tanuwijaya (Wakil Ketua II), PDt. Andreas Tuhanay (Biro Networking), Pdt. Ricky Rido Sinaga (Wakil Ketua III), dan Pdt. Risdianto (Biro Litbang).

  • Ketua Umum Jaringan Bela Negara Sulut, Rocky Wowor: Lawan Teroris dan Basmi Sampai Ke akar-akarnya

    Ketua Umum Jaringan Bela Negara Sulut, Rocky Wowor: Lawan Teroris dan Basmi Sampai Ke akar-akarnya

    SULUT, WARTANASRANI.COM – Peristiwa bom bunuh diri sejak dari Mako Brimob sampai kebeberapa titik di Surabaya disikapi oleh Jaringan Bela Negara Sulut.

    Secara tegas, Ketua Umum Jaringan Bela Negara Sulut Rocky Wowor mendesak DPR RI segera mengesahkan Undang-Undang Anti Terorisme.

    “UU Anti Terotisme diperlukan untuk kekuatan hukum presiden Joko Widoddo yang telah menyatakan sikap tegas lawan terorisme dan kita akan basmi sampai ke akar-akarnya,” tegas Wowor.

    Menurut Wowor, Revisi Undang-Undang Antiterorisme 15 Tahun 2003 yang tak kunjung selesai dibahas oleh DPR RI menjadi penyebab lemahnya penanganan terorisme.

    “Kami mendukung Presiden Jokowi mengeluarkan Perppu Anti Terorisme jika revisi UU yang telah diajukan pemerintah kepada DPR sejak bulan Februari 2016 yang lalu tak kunjung keluar,” tegas Wowor.

    Jaringan Bela Negara Sulut, menurut Wowor memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan dan langkah tegas dalam menumpas terorisme.

    “Lawan terorisme dan basmi sampai ke akar-akarnya. Polri tidak perlu berkompromi dalam melakukan tindakan-tindakan dilapangan untuk membereskan aksi terorisme ini,” tukas Wowor.

    Lanjutnya, dengan terjadinya kesepahaman Pemerintah dan DPR sepakat tidak menggunakan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu). Dengan begitu, revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme atau Antiterorisme secepatnya diselesaikan.

    “Kata sepakat, ini diharapkan bisa selesaikan bersama dalam waktu singkat. Mudah-mudahan bisa diundangkan,”lugas Wowor.

    Ditambahkan Wowor, Khusus untuk Sulut, Jaringan Bela Negara akan segera memasukan kurikulum Bela Negara di tingkatan SMA/SMK sederajatnya.

    Juni dijadwalkan akan segera dimasukan ke Diknas untuk dilanjutkan ke sekolah.

    “Pemahaman tentang upaya pembelaan negara kepada setiap warga negara, sangat penting untuk terus dilakukan, agar keahlian dan kewaspadaannya meningkat melalui pendisikan kewarganegaraan dan pengabdian sesuai dengan profesi,” tutupnya. (sisco/*)

  • Presiden: Tindakan Terorisme Ini Biadab dan Di Luar Batas Kemanusiaan

    Presiden: Tindakan Terorisme Ini Biadab dan Di Luar Batas Kemanusiaan

    SURABAYA, WARTANASRANICOM – Presiden Joko Widodo mengecam keras aksi terorisme di Surabaya yang terjadi pada Minggu, 13 Mei 2018. Menurut Presiden, tindakan terorisme ini sungguh biadab dan di luar batas kemanusiaan, karena menimbulkan korban jiwa dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak yang tidak berdosa.

    “Termasuk pelaku yang menggunakan 2 anak berumur kurang lebih 10 tahun. Yang digunakan juga untuk melakukan bom bunuh diri,” ucap Presiden Jokowi saat menyampaikan keterangan pers di RS Bhayangkara, Surabaya.

    Presiden juga menyatakan bahwa terorisne merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak ada kaitannya dengan agama apapun. “Semua ajaran agama menolak terorisme, apapun alasannya,” ujar Presiden Jokowi.

    Untuk itu, Presiden telah memerintahkan Kapolri, agar mengusut tuntas dan membongkar jaringan aksi teror ini, sampai ke akar-akarnya.

    Lebih lanjut, Presiden menekankan agar aparat negara tidak memberikan toleransi terhadap tindakan pengecut semacam ini, dan mengajak seluruh anggota masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme, radikalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, nilai-nilai luhur Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan kebinekaan.

    “Saya juga menghimbau kepada seluruh rakyat di seluruh pelosok Tanah Air agar semuanya tetap tenang, menjaga persatuan, dan waspada. Hanya dengan upaya bersama seluruh bangsa, terorisme dapat kita berantas. Kita harus bersatu melawan terorisme,” tutur Presiden.

    Tidak ketinggalan, Presiden menyampaikan ungkapan duka yang mendalam. “Tak ada kata yang dapat menggambarkan betapa dalam rasa duka cita kita semuanya  atas jatuhnya korban akibat serangan bom bunuh diri di Surabaya ini,” ucapnya. (*)

  • Presiden Tinjau Langsung Lokasi Ledakan Bom di Surabaya

    Presiden Tinjau Langsung Lokasi Ledakan Bom di Surabaya

    SURABAYA, WARTANASRANI.COM – Setelah mendapat laporan mengenai aksi teror bom bunuh diri di Surabaya, Presiden memutuskan untuk meninjau langsung lokasi kejadian pada Minggu, 13 Mei 2018.

    Tepat pukul 14.30 WIB, Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden Joko Widodo dan rombongan mendarat di Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.

    Dalam penerbangan tersebut Presiden didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

    Di Surabaya, Presiden disambut oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Tampak juga di bandara, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala BIN Budi Gunawan serta Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang telah terlebih dahulu berada di Surabaya.

    Setibanya di Surabaya, Presiden langsung menuju lokasi aksi teror bom di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro, Surabaya dan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuno, Surabaya. Di sini, Presiden sempat mendengarkan laporan dari Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin dan berbincang dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

    Sebelum kembali ke Jakarta, Presiden menjenguk korban luka di RS Bhayangkara Surabaya dan juga memberikan keterangan pers. (*)