Category: Liputan

  • Gelar FGD, PEWARNA Jakarta Bahas Komitmen Caleg Nasrani Mengawal Toleransi

    Gelar FGD, PEWARNA Jakarta Bahas Komitmen Caleg Nasrani Mengawal Toleransi

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Angkat tema “Komitmen Caleg Nasrani Berjuang Untuk Toleransi”,  Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) Wilayah DKI Jakarta bersama Yayasan Komunikasi Indonesia (YAKOM) pada Kamis siang (07/02/2019), kembali menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Kantor Yayasan Komunikasi Indonesia (YAKOM), Matraman, Jakarta Timur.

    Pada FGD kali ini PEWARNA DKI Jakarta menghadirkan sejumlah Calon Anggota Legislatif dari berbagai partai politik yang akan bertarung di Pemilu 2019, April mendatang. Acara dimulai dengan doa yang dipimpin oleh Pengurus Pusat Asosiasi Pendeta Indonesia, Pdt. Hary Saragih, kemudian dilanjutkan dengan sambutan singkat tuan rumah, yakni Wakil Sekretaris YAKOM Indonesia Theo Soolany. Theo mengawali dengan memberi sedikit penjelasan terkait peran YAKOM di tengah kemajemukan bangsa.

    “Yayasan ini senantiasa melakukan aktivitas semacam ini, berdiskusi, membukukan, memberikan masukan-masukan kepada pemerintah. Yayasan ini juga memiliki 34 perwakilan di seluruh Indonesia. Perwakilan itu meliputi semua Propinsi,” papar Theo.

    Lebih lanjut, Theo ikut mengemukakan bahwa YAKOM sendiri sejak awal berdirinya telah menjadi sebuah wadah potensi Kristen, sekaligus mitra kritis pemerintah di era pembangunan.

    “Kita menghimpun semua potensi Kristen dalam pemikiran untuk kita berikan masukan kepada pemerintah, agar pemerintah tetap berjalan di dalam rel pembangunan, agar pemerintah juga berkomitmen terus menjadikan Pancasila sebagai dasar negara yang mempersatukan Indonesia,” katanya lagi.

    Staf Ahli Deputi IV Kantor Staf Presiden yang membidangi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, Agustinus Eko Rahardjo (Jojo), didaulat untuk memoderasi forum yang dihadiri oleh wartawan, hamba Tuhan dan kalangan profesional tersebut. Kesempatan pertama pemaparan visi dan komitmen dalam mengawal toleransi, diberikan Jojo kepada caleg DPR-RI dari Partai Demokrat Harti Hartidjah SE.

    Harti kemudian membuka FGD dengan menuturkan bahwa komitmen menjaga toleransi memang harus menjadi konsentrasi dari setiap Caleg Kristen yang terpilih nantinya.

    “Toleransi tidak boleh sebatas slogan. Toleransi harus ditunjukan dengan sikap care tanpa menunjukan identitas agama dan latarbelakang,” ujar Harti.

    Sementara itu calon legislator DPRD Kota Bekasi dari Partai Gerindra Dra. Jeane Ivonny. B. Sumampouw lebih memberikan penekanan kepada pentingnya pengawalan kelangsungan bertoleransi di tingkatan lokal. Caleg Nomor 2 dari Dapil 1 Kota Bekasi itu menegaskan bahwa semangat nasionalisme harus menjadi nilai yang dipegang oleh seorang politisi Kristen dalam melayani masyarakat nanti. Selain itu, lanjut Ivonny, yang harus menjadi fokus dari tiap anak Tuhan di badan legislatif nanti adalah menyadari panggilan misi untuk menggarami dan menerangi dunia, melalui cara melawan ketidakadilan yang terjadi di sekitar mereka.

    “Kita Negara Pancasila. Tuhan mengutus kita untuk menjadi garam dan terang, walaupun kita kecil. Saya punya misi, karena saya melihat ketidakadilan untuk kaum kita. Saya ingin di Kota Bekasi, di DPRD Tingkat II. Kita harus setia dulu dengan perkara-perkara kecil,” ujar Ivonny.

    Ivonny juga memberikan sebuah gambaran nyata terkait perjuangan dalam mengawal toleransi di Kota Bekasi, khususnya dalam hal mengawal perizinan pendirian rumah ibadah.

    “Di Bekasi itu ada 14 gereja GPIB, yang belum mendapatkan ijin mendirikan bangunan ada 6 gereja. Melihat itu, saya tergerak untuk menyelesaikan perkara-perkara kecil dulu,” kata jemaat GPIB Gloria, Bekasi, ini.

    Mewakili kaum milenial yang juga akan maju sebagai calon legislator adalah aktivis anti penyalahgunaan narkoba, Richard Nayoan. Dalam hal mengonstruksi pola hidup yang toleran di tengah masyarakat, Richard melihat bahwa dibutuhkan anak Tuhan yang mau membidani regulasi-regulasi yang berpihak kepada kepentingan semua golongan.

    “Kenapa tidak kita banjiri Kebon Sirih ini dengan anak-anak yang takut akan Tuhan, sehingga kita bisa melahirkan regulasi yang menjunjung tinggi toleransi yang berpihak kepada semua kalangan,” ujar Richard yang maju melalui Partai Nasional Demokrat.

  • Hadir di Acara Imlek Nasional, Presiden Ingatkan Jaga Persatuan dan Kerukunan

    Hadir di Acara Imlek Nasional, Presiden Ingatkan Jaga Persatuan dan Kerukunan

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Presiden Joko Widodo menghadiri perayaan Imlek Nasional di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 7 Februari 2019. Dalam perayaan tersebut, tema yang diangkat adalah “Merajut Kebinekaan Memperkokoh Persatuan”.

    “Saya ingin mengucapkan _xin nian kuai le_, selamat tahun baru,” ujar Presiden yang hadir dengan mengenakan kemeja batik berwarna biru tua.

    Lebih lanjut Presiden mengatakan bahwa perayaan imlek ini dirayakan hampir di semua daerah di Indonesia. Bahkan perayaan ini juga turut dihadiri oleh 29 raja dan sultan di seluruh Tanah Air.

    “Kita melihat bahwa Semakin terasa indah ketika rakyat Indonesia dari suku lain juga gembira dan mengucapkan selamat tahun baru Imlek. Bahkan banyak sekali yang ikut dalam kegiatan perayaan bersama ini,” tuturnya.

    Di hadapan ribuan orang yang hadir, Kepala Negara mengajak seluruh pihak untuk senantiasa menjaga persatuan, persaudaraan, dan kerukunan. Perbedaan dan keberagaman yang ada hendaknya disikapi dengan bijak dan disadari sebagai sebuah anugerah bagi bangsa Indonesia.

    “Pada kesempatan yang baik ini saya ingin mengajak kepada kita untuk terus memelihara persatuan, menjaga persaudaraan, dan merawat kerukunan. Karena aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan,” ucapnya.

    Perayaan Imlek Nasional tahun ini juga dihadiri oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 RI Try Soetrisno, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

    Tampak pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif. (*)

  • Ketua Umum BPH Buka Rakernas WBI GBI V a

    Ketua Umum BPH Buka Rakernas WBI GBI V a

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Mengambil tema; “Terimalah Kuasa” dan sub tema; “Kuasa yang menggerakkan para penuai”, Rakernas WBI GBI V(a) yang dihadiri Korda se Indonesia, Australia dan Timor Leste, di buka secara resmi oleh Ketua Umum BPH, Pdt. Dr. Japarlin Marbun, Hari ini, Senin (28/1).

    Acara yang akan berlangsung mulai 28 Januari 2019 sampai dengan 30 Januari 2019 di Graha Bethel ini akan diisi dengan pembekalan-pembekalan seperti organisasi GBI, sosialisasi juklak pemimpin, pemimpin yang melahirkan pemimpin, refleksi dan konser doa. Dari sisi medis, acara akan diisi juga dengan pemeriksaan USG payu dara dan abdomen oleh spesialis radiologi dari Korda Lampung.

    Dalam sambutan Ketua Panitia, Pdt. dr. Eunike Sadrakh mengajak WBI untuk selalu bergairah dalam melayani melalui karya Roh Kudus untuk menjadi penuai.

    “Penuai membawa dampak yang besar, dituntun Roh Kudus, bukan berada di zona kenyamanan, tidak nyantai, namun bergerak bersama sama. Acara ini ada berkat Tuhan yakni free biaya pemeriksaan USG payudara dan abdomen,” terangnya.

    Ketua Departemen WBI BPH GBI ini juga menyebutkan bahwa tahun 2019 menjadi tahun istimewa sebab ini adalah akhir periode kepengurusan Ketua Korda, juga Ketua Departemen.

    “Tahun 2019 adalah istimewa sebab ini adalah akhir periode kepengurusan Ketua Korda, juga Ketua Departemen. Kita akan ikut persidangan Sinode di Bulan Agustus 2019,” kata Eunike Sadrakh.

    Pada bagian lain, mengutip Yesaya pasal 32, Eunike Sadrakh berharap WBI menjadi penyejuk suasana, berdampak dengan menghasilkan buah yang baik, dan mantap sebagai penuai akhir zaman.

    img-20190128-wa0027

    Sementara itu, Ketum BPH GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun saat membuka acara menegaskan kembali bagaimana Gereja dituntun makin efisien buat pelayanan untuk mencapai tujuan buat gereja.

    “Dalam pembukaan Tata Gereja, GBI didirikan untuk melaksanakan Amanat Agung. Untuk mencapai tujuan ini, tiap saat kita akan diarahkan ke tujuan (ilahi) agar tidak melenceng,” ujarnya.

    Marbun juga mengingatkan agar tetap fokus untuk mencapai tujuan Tuhan lewat amanat agung sekalipun menghafapi gangguan perkembangan teknologi revolusi industri 4.0.

    “Kita masuk tahun gangguan karena perkembangan teknologi dan zaman sehinga tidak fokus kepada tujuan (Revolusi Industri 4.0). Cara manual beralih ke digitals. Kondisi ini menuntut gereja harus menggunakan kemajuan zaman untuk mencapai tujuan Tuhan. Masih banyak bangsa yang belum terjangkau. Masih banyak bangsa yang belum dengar Kabar Baik,” terangnya

    “Selesaikan Amanat Agung, sebab Kedatangan-Nya ke dua kali tak lama lagi. Ia mau semua orang mendengar Kabar Baik itu,” terangnya lagi diakhir sambutannya. (*)

  • Pimpin Ibadah Pembukaan Sidang MPL PGI 2019, Ketum BPH GBI Ingatkan Tanggung Jawab Gereja Untuk Memberitakan Injil

    BOGOR, WARTANASRANI.COM – Banyak orang yang belum terjangkau Injil Yesus Kristus, dan gereja punya tanggung jawab untuk mengabarkan Injil. Hal ini disampaikan Pdt. Dr. Japarlin Marbun saat menjadi khadim dalam Ibadah pembukaan Sidang MPL PGI 2019 di Royal Safari Garden, hari ini, Senin (28/01).

    mpl_pgi2

    Tampak Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin didampingi Dirjen Bimas Kristen, Prof. Dr. Thomas Pentury sedang berbincang dengan Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. Henriette Tabita Lebang, M.Th.

    “Masih banyak orang yang belum terjangkau Firman Tuhan. Kita punya tanggung jawab untuk kabarkan Injil,” tegas Ketua Umum Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI) ini.

    Ditambahkan Marbun, untuk melaksanakan tugas pemberitaan Injil tidaklah mudah. Namun mengutip kitab Mazmur 126:5-:6, Marbun meyakini, pasti ada hasil dibalik kerja keras.

    “Laksanakan tugas itu, perlu kerja keras. Orang tabur dengan cucuran air mata akan tuai dengan sorak sorai, sembari bawa berkas berkasnya,” ujarnya.

    Diungkapkan Marbun, memang harus tabur dengan cucuran air mata. Karena menurutnya ladang tak selalu ringan, ladang berat, cuaca yang tak bersahabat. Namun jangan sampai menjadi halangan untuk tak menabur. Untuk itu gereja harus fokus.

    “Orang yang fokus pada tujuannya akan pulang dengan sorak sorai dan bawa berkasnya. Fokus kepada jiwa-jiwa yang belum dengar kabar baik. Gereja, orang percaya harus kerja keras, berjalan maju, walau sembari mencucurkan air mata,” tandasnya.

    Marbun juga mengingatkan agar gereja dapat mengambil peran pelayanan, yang tidak saja pada hal rohani tapi juga jasmani dan jiwani. Menurutnya, gereja dipanggil pada pelayanan secara menyeluruh; manusia jasmani, rohani dan jiwani, sambil mencontohkan apa yang sudah dilakukan Sinode GBI yang dipimpinnya.

    “Gereja dipanggil bukan hanya rohani, tetapi pelayanan secara menyeluruh. GBI telah lakukan pelayanan kemasyarakatan seperti Tagana, sekitar 7.000 orang yang tersertifikasi instansi terkait. Ada pelatihan anti narkoba yang telah dilatih BNN, juga ada satgas pencegahan KDRT,” sebut Marbun.

    Menyikapi revolusi industri yang ubah gaya hidup manusia. Marbun berharap gereja musti sesuaikan zaman untuk layani jemaat.

    “Semangati jemaat kita agar terus bekerja giat untuk kemuliaan nama Tuhan. Makin kerja keras, fokus, efisien manfaatkan sumber daya manusia untuk kemuliaan nama Tuhan,” pesan Marbun diakhir khotbahnya.

    Sementara itu, Sidang MPL PGI 2019 yang mengambil pokok pikiran; Spiritual Keugaharian, Membangun Demokrasi yang Adil Bagi Kesejahteraan Semua, akan berlangsung selama empat hari kedepan (28-31 Januari 2019) dan dihadiri oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin yang didampingi Dirjen Bimas Kristen, Prof. Dr. Thomas Pentury.

  • Sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan OJK Di SMA Galatia Kota Bekasi

    Sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan OJK Di SMA Galatia Kota Bekasi

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Tagline atau slogan, sikapi uangmu dengan bijak, merupakan kata-kata yang selalu disosialiasikan oleh OJK kepada seluruh lapisan masyarakat pada saat melakukan edukasi keuangan. Slogan tersebut diharapkan dapat menggugah dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu bersikap sebaik dan setepat mungkin dalam membelanjakan uang atau penghasilan yang didapatkannya, terutama dikaitkan dengan produk keuangan. Uang atau penghasilan dihasilkan setelah bekerja keras sudah seyogyanya digunakan dengan sebaik mungkin untuk masa depan dan keluarganya.

    img_20190123_113218

    Bapak Budi Suprijanto, kepala bagian edukasi sedang memaparkan materi pergunakan uangmu dengan bijak

    Hal ini disampaikan Bapak Budi Suprijanto, Kepala Bagian Edukasi dalam kegiatan sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dilaksanakan oleh Arka Sejahtera Mulia (ASM) di SMA Galatia Kota Bekasi, Hari ini, Rabu (23/1).

    “Selain tagline Sikapi Uangmu Dengan Bijak, ada juga tagline, Cerdas Mengelola, Masa Depan Sejahtera,” sebut Budi Suprijanto.

    Pada kesempatan itu, Budi Suprijanto memperkenalkan mikrosite, Sikapi Uangmu dari Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ). Menurutnya, mikrosite yang dimaksudkan tersebut, untuk memberikan informasi literasi dan edukasi terkait keuangan kepada masyarakat.

    “Website ini didesign dengan menggunakan pendekatan kepada semua golongan masyarakat sebagai target website, untuk itu website harus terkesan ramah , mudah diakses ,mudah dimengerti dan tidak kaku sebagaimana biasanya website pemerintahan,” ungkapnya.

    Adapun narasumber kedua, Bapak Dani Kartika, Staf Direktorat Literasi dan Edukasi Keuangan Untuk Perencanaan Keuangan, lebih spesifik memaparkan tentang bagaimana mengelola keuangan dengan bijak. Menurutnya, mengelola keuangan demi masa depan bukanlah sesuatu hal yang sangat rumit dan sulit untuk dilakukan. Hal tersebut dapat dilakukan salah satunya dengan apa yang disebut dengan aktivitas Perencanaan Keuangan (Financial Planning).

    “Pesan kepada orangtua, kalau ada yang pinjam online, nanti bilang, jangan! Karena bunganya sangat tinggi dan memberatkan. Adik-adik punya peran untuk menyampaikan kepada orangtua,” ujarnya mengingatkan.

    Sementara itu, pada acara sambutan diawal acara, Bapak Jalius Deputi Direktur Edukasi OJK, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan ASM dan pihak SMA Galatia Kota Bekasi yang sudah menyelenggarakan acara ini. Jalius juga berharap kegiatan ini dapat memberi edukasi kepada semua yang hadir tentang bagaimana menyikapi keuangan dengan bijak.

    “Melalui kegiatan Edukasi dan Sosialisasi (Edu-sos) yang terus digalakkan oleh OJK, masyarakat diajak untuk menjadi makin pintar dan cerdas menggunakan uang dan penghasilannya. Setelah menjadi pintar dan cerdas, maka  menjadi bijak. Dan jika sikap tersebut sudah terwujud, maka masa depan akan menjadi lebih dapat dipersiapkan dan sejahtera,” terang Jalius.

    Mewakili Yayasan Pendidikan Galatia, Kepala SMA Galatia Kota Bekasi, Drs. A. Hary Subagio menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Arka Sejahtera Mulia dan Otoritas Jasa Keuangan yang sudah hadir memberikan pencerahan kepada keluarga besar SMA Galatia tentang bagaimana menyikapi uang dengan bijak.

    Sesi tanya jawab menjadi warna tersendiri dalam acara sosialisasi OJK yang dipandu Ibu Rahmani Fitra, SE., M.Pd sebagai moderator. Apresiasi kepada mereka yang menjawab pertanyaan dari narasumber memberi kesan tersendiri. Foto bersama narasumber dan dewan guru menjadi akhir sosialisasi OJK. (RSO)

  • Wow, Hampir Setiap Hari Murfati Lidianto Hadiri Ibadah Syukur Natal dan Tahun Baru

    Wow, Hampir Setiap Hari Murfati Lidianto Hadiri Ibadah Syukur Natal dan Tahun Baru

    WARTANASRANI.COM – Rasa capek dan lelah terlihat jelas di raut wajahnya, namun hal itu tidak mengurangi semangat dan sukacita anggota DPRD Kota Bekasi ini, untuk memenuhi undangan Ibadah Syukur Natal dan Tahun Baru yang dilaksanakan berbagai denominasi gereja, ormas Kristen, komunitas nasrani dan perkumpulan kedaerahan yang ada di Kota Bekasi, khususnya Kecamatan Medan Satria dan Kecamatan Bekasi Barat.

    img-20190119-wa0015

    Ditengah kesibukannya sebagai wakil ketua komisi III DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto, SE., tak pernah alpa memenuhi undangan yang ia terima. Tak terhitung sudah berapa kali Murfati, begitu ia disapa, menghadiri Ibadah Natal dan syukur tahun baru. Mulai dari memberi sambutan mewakili pemerintah, menyampaikan pesan natal, menyalakan lilin natal, sampai mengambil nomor undian dan membagi hadiah doorprize, dilakoninya dengan tulus dan penuh sukacita.

    Menurutnya bila dihitung jumlah kehadirannya dalam berbagai acara natal dan tahun baru, sudah melebihi jumlah tanggal pada kalender bulan Desember 2018. Hal ini terjadi karena dalam sehari, ia bisa menghadiri tiga sampai empat kali ibadah Natal dan syukur tahun baru.

    “Sampai hari ini, boleh dibilang, hampir setiap hari saya menghadiri Ibadah Natal dan Syukur Tahun Baru. Kalau dihitung mungkin sudah lebih banyak dari jumlah tanggal kalender bulan desember 2018, karena dalam satu hari, terkadang saya harus menghadiri tiga sampai empat kali Ibadah,” ungkap anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019, yang bernama lengkap, Murfati Lidianto, SE.

    Yang menarik adalah ketika dihubungkan dengan tahun politik. Saat banyak Caleg melakukan hal yang sama, wanita kelahiran Belitung ini tak patah arang untuk menunjukkan pada masyarakat, bahwa kehadirannya bukanlah sekadar pencitraan untuk meraih simpati pada pencalonannya sebagai angota DPRD Kota Bekasi periode kedua. Karena apa yang dilakukannya saat ini, sudah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, atau sudah dimulai sejak ia terpilih sebagai anggota DPRD Kota Bekasi.

    “Sebenarnya apa yang saya lakukan ini, bukanlah baru ditahun ini. Tapi sudah saya lakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Sejak saya terpilih, saya sudah melakukan hal ini. Bahkan tidak saja di bulan Desember, karena hampir setiap minggu saya suka mengikuti kebaktian di berbagai gereja di wilayah Kecamatan Medan Satria dan Kecamatan Bekasi barat,” sebutnya penuh syukur.

    Bagi aktivis Gereja Katolik Santo Albertus ini, semua dilakukannya bukan sekadar menghargai undangan yang ia terima, tetapi soal integritas dan komitmennya sebagai wakil rakyat yang memang wajib dekat dengan warga masyarakat.

    “Ini semua saya lakukan bukan semata-mata sekadar menghormati undangan yang saya terima, tetapi bagi saya ini merupakan sebuah tanggung jawab bahkan menjadi kewajiban untuk selalu dekat dengan warga masyarakat,” ujar Murfati Lidianto, SE., Caleg nomor urut satu, dari Partai Gerindra, Dapil. Kec. Medan Satria dan Kec. Bekasi Barat ini.

    Pada akhirnya, Murfati berharap masyarakat semakin cerdas untuk memilih wakil rakyatnya pada pemilu 2019 ini. Iapun berharap doa dan dukungan masyarakat pada pencalonannya periode kedua ini.

    “Jadi masyarakat mesti cerdas mengambil sikap untuk memilih anggota DPRD Kota Bekasi, agar terpilih yang bisa kembali ke masyarakat untuk mengawal aspirasi rakyat membangun Kota dan memperhatikan kesehatan serta pendidikan di Kota Bekasi,” harap Murfati.

    “Datanglah ke TPS pada tanggal 17 April 2019 dan Coblos nomor urut satu pada kertas suara warna hijau, dari partai Gerindra,” harapnya lagi.

  • KKK Jatiasih Gelar Ibadah Syukur Natal Dan Tahun Baru

    KKK Jatiasih Gelar Ibadah Syukur Natal Dan Tahun Baru

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Mengambil tema; Yesus Kristus hikmat bagi kita (1 Korintus 1:30) dan sub tema; melalui Natal, kita bangkitkan semangat rela berkorban untuk memberi yang terbaik bagi Tuhan Yesus Kristus, Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Jatiasih dan sekitarnya menggelar perayaan syukur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Hari ini, Jumat (18/1/2019).

    img_20190118_210112

    Dari kiri: Angel Karamoy, Murfati Lidianto, dan Virgie Baker

    Tampil sebagai pengkhotbah, Pdt. Adri Syamsudin, S.Th., yang menegaskan agar warga Kawanua untuk selalu memiliki sikap mengampuni dan mengasihi seperti Kristus, selalu hidup dalam kerukunan, dan selalu mengucap syukur.

    “Tidak mudah untuk rela berkorban dan memberi yang terbaik. Tapi saya mengajak, marilah kita memiliki sikap rela berkorban selalu memberikan yang terbaik agar Tuhan memberkati kita,” pesan Pdt. Syamsudin diakhir khotbahnya, kepada warga Kawanua yang memenuhi Burangrang Room Hotel Horison Bekasi.

    “KKK Jatiasih merayakan Natal 2018 dan Taon Baru 2019 sebagai wujud kebersamaan dan menghadirkan cinta kasih Kristus dalam kehidupan Kerukunan Keluarga Kawanua sebagai umat yang percaya yang selalu merayakan Natal dalam keluarga, persekutuan maupun organisasi,” ungkap Ketua KKK Jatiasih, Eddie Worung.

    Terkait tema Yesus Kristus hikmat bagi kita, Eddie berharap warga KKK selalu mengingat pengirbanan Kristus.

    “Melalui perayaan ini mengajak kita sebagai umat Kristiani (KKK) untuk senantiasa mengingat akan pengorbanan Allah yang Agung dan Mulia dalam peristiwa kelahiran Yesus Kristus Putra Tunggal-Nya,” terangnya.

    Sementara, Ketua KKK Kota Bekasi, Meidi F. Kaat dalam sambutannya menekankan tentang semangat kasih persaudaraan sesuai filosofi orang Manado untuk semakin diperkuat.

    “Semangat baku bae, baku sayang, baku tongka, baku mapalus, baku tolong, sesuai filosofi orang Manado semakin melekat pa torang pe hati warga Kawanua di perantauan,” pungkasnya.

    Tak ketinggalan, rasa syukur disampaikan Ketua Panitia seraya mengajak seluruh warga Kawanua yang hadir untuk tampil sebagai garam dan terang dunia dimanapun berada.

    “Dengan terselenggaranya Perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, saya mengajak seluruh warga KKK Jatiasih dan sekitarnya untuk membawa sukacita dan damai Natal dilingkungan dimana kita berdomisili, jadilah garam dan terang,” jelas J. F. Malonda, Ketua Panitia Natal dan Syukur Tahun Baru penuh harap.

    Hadir menyalakan lilin Natal, mewakili pemerintah Kota Bekasi, Murfati Lidianto, SE (Anggota DPRD Kota Bekasi) yang maju kembali sebagai Calon Legislatif DPRD Kota Bekasi, dapil Kec. Medan Satria dan Kec. Bekasi Barat. Hadir juga dan menyalakan lilin, Virgie Baker, SS., M.Si., Calon Legislatif DPRD Jawa Barat, Dapil 8 Kota Bekasi dan Kota Depok.

    Tampak juga, Angel Karamoy Calon Legislatif DPR RI, Dapil. Jabar 6, Kota Bekasi dan Kota Depok. Pada bagian akhir Ibadah, dalam doa syafaat, para Calon Legislatif yang hadir inipun di doakan.

  • Media Harus Menyuarakan Kabar Baik, Jadi Pesan Penting Ketum Sinode GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun Kepada Jurnalis PEWARNA INDONESIA

    Media Harus Menyuarakan Kabar Baik, Jadi Pesan Penting Ketum Sinode GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun Kepada Jurnalis PEWARNA INDONESIA

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Media harus menyuarakan kabar baik, menjadi pesan penting Ketua Umum Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI) kepada para jurnalis yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Indonesia) di Lounge Kantor Sinode GBI, Jalan Ahmad Yani, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1).

    img-20190112-wa0018

    Foto bersama Pdt. Dr. Japarlin Marbun bersama wartawan Pewarna Indonesia

    “Seperti apa yang menjadi tema Natal GBI dari Lukas 2:10, yaitu; kabar baik untuk semua, maka harapan saya, rekan-rekan pewarta, para jurnalis Kristen, tetap pada misi untuk membawa kabar baik,” pesan Japarlin.

    Dalam pertemuan yang berlangsung santai penuh kekeluargaan ini, Pdt. Dr. Japarlin Marbun mengungkapkan soal tiga hal penting yang mampu menjadi filter sebuah berita, sehingga tidak menjadi kabar buruk atau hoax.

    “Media harus menyuarakan kabar baik, bukan kabar buruk atau hoax. Sebelum kita mewartakan satu berita, pewarta harus memperhatikan tiga hal penting; Pertama, benarkah berita itu? Kedua, tepatkah berita itu? dan Ketiga, bergunakah berita yang disampaikan atau berita yang akan diwartakan itu?,” ungkapnya.

    “Kalau sudah lolos dari tiga hal ini, maka berita itu bisa diwartakan. Jadi tiga hal ini harus dipegang oleh para jurnalis Kristen,” ungkapnya lagi.

    Terkait pertemuan yang sedang berlangsung, Japarlin setuju perlunya sinergitas antara gereja dan media, sehingga masyarakat bahkan pemerintah mengetahui kegiatan-kegiatan gereja.

    “Organisasi gereja harus menjalin kerja sama yang baik dengan wartawan. Pertemuan seperti ini penting sehingga tidak ada mis komunikasi dan terjalin sinergitas. Kegiatan saling mendukung perlu dilakukan antara gereja dan media sehingga publik termasuk pemerintah bisa mengetahui apa yang telah dikerjakan gereja selama ini,” terangnya.

    Sementara itu, pada bagian akhir bincang santai refleksi awal tahun menyambut 2019, Ketua Umum Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan Ketua Umum Sinode GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun menerima awak media Pewarna. (*)

  • GPIB Jemaat Nazareth Rawamangun Jadi Tuan Rumah Perayaan Natal dan Syukur Awal Tahun PGIW DKI Jakarta

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Pujian yang diambil dari KJ. 123:1 dan 3, berjudul, s’lamat-s’lamat datang, menjadi nyanyian pembuka Ibadah Perayaan Natal 2018 dan Syukur Awal Tahun 2019 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) DKI Jakarta yang diselenggarakan hari ini, Sabtu (12/01/2019), di GPIB Jemaat Nazareth, Rawamangun, Jakarta Timur.

    img_20190113_004016

    Pujian natal yang dilantunkan silih berganti, seperti: Hai mari berhimpun, anak Maria dalam palungan, putri Sion nyanyilah, gita Sorga bergema, hai siarkan digunung, malam kudus, sampai Mary’s Boy Child, yang menjadi lagu terakhir, menambah sukacita jemaat di Natal yang mengambil tema; Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita. Tak ketinggalan, Sembilan paduan suara dari berbagai gereja, memberi warna tersendiri pada ibadah Natal dan syukur awal tahun PGIW DKI Jakarta ini.

    Sementara itu, Pdt. Timotius Adhi Dharma M.Si., dalam khotbahnya mengajak jemaat yang hadir untuk meletakkan titik perspektif pada Yesus Kristus. Karena menurutnya, bila warga gereja mampu meletakkan perspektif yang sama pada Yesus Kristus, sebagai hikmat bagi gereja, maka gereja pasti mampu bersikap waspada dan selalu meletakkan pengharapan pada Yesus Kristus.

    “Ini Natal yang baik di tahun 2019. Letakkan titik perspektif kita pada Yesus Kristus yang adalah hikmat bagi kita. Letakkan pengharapan kita pada Yesus Kristus sebagai hikmat bagi kita. Walaupun berbeda suku, budaya, denominasi, kita harus menuju pada titik yang sama yaitu Yesus Kristus, sehingga kita semakin waspada dalam menyikapi situasi yang ada,” ungkapnya.

    Pada bagian sambutan, Pdt. Maxsales Kapoh, Ketua I BP Mupel Jakarta Timur, memberi apresiasi ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mengambil bagian dalam pelaksanaan Natal PGIW khususnya pimpinan majelis jemaat GPIB Nazareth Rawamangun yg sudah menjadi tuan rumah mewakili GPIB.

    Adapun Ketua PGIW Provinsi DKI Jakarta, Pdt. Manuel E. Rantung menyampaikan mengingatkan pentingnya tanggung jawab jemaat untuk memilih dan memberikan hak suaranya di Pesta Demokrasi 19 April mendatang. Dia juga menyinggung media sosial yang telah terkoptasi dengan Kecebong versus Kampret. Karena itu perlu hikmat sehingga tidak menyebarkan hoax.

    “Kita tidak perlu terjebak dalam aksi dukung mendukung dan pilihan apakah no 1 atau no 2, yang terpenting pilih sesuai dengan hati nurani yang bisa memimpin bangsa ini ke depan. Gereja harus siap menyambut pesta demokrasi, warga gereja harus terdaftar dan ikut serta dlm pesta demokrasi secara langsung. Karena ada warga gereja yang mencalonkan diri sebagai caleg,” ungkap Raintung sambil memperkenalkan para caleg baik tingkat DPRD maupun DPR RI yang hadir.

    Sebelumnya, Pembimas Provinsi DKI Jakarta Lisa Mulyati, MSi dalam sambutannya, juga menyinggung hal yang sama.

    “Saya berharap semua yang hadir disini akan memberikan suaranya 19 April mendatang secara bertanggung jawab, sebab ini menyangkut masa lima tahun ke depan. Gereja dan jemaat tidak boleh golput, karena dalam pesta demokrasi ini harus turut berpartisipasi sebagai warga negara yang baik,” tandasnya.

    “Terimakasih untuk itu, saya bersahabat dengan Pdt Manuel Raintung, Pdt Ferry Simanjuntak dan pengurus PGIW lainnya, semoga ke depan tetapi bekerja sama baik dalam melayani umat Kristen di DKI Jakarta,” tandasnya lagi.

    Pada bagian akhir, Lisa mengajak warga gereja untuk tetap menjaga kedamaian dan kerukunan yang sudah terjalin selama ini. “Marilah kita secara dewasa terus menjaga kedamaian dan kerukunan yang ada di indonesia khususnya di Provinsi DKI Jakarta” tandasnya lagi. (*)

  • PEWARNA, Aras Gereja dan Ormas Kristen Gelar Natal Nusantara

    img_20190110_091423

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Desember memang telah berlalu, namun sukacita kelahiran sang Juruselamat umat manusia masih begitu terasa. Dengan semangat sukacita itu Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia) bersama dengan sejumlah organisasi massa Kristen yang terdiri dari Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Forum Musyawarah Antar Gereja (FORMAG), Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS), Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM) dan lembaga aras menyelenggarakan perayaan natal bernuansa nusantara.

    “Kejarlah Damai Sejahtera dan Hidup Saling Membangun” diangkat sebagai tema perayaan yang diadakan di Function Hall Graha Rehobot Ministry, Mall Artha Gading, Jakarta Utara, pada Rabu petang (09/01/2019), itu.

    img_20190110_091514

    Perayaan natal nusantara diawali dengan ibadah dan pujian yang dipimpin oleh muda-mudi lintas gereja. Persembahan pujian silih berganti dibawakan oleh STT Sunsugos dan STT Pokok Anggur. Mantan penyanyi cilik Indonesia era 2000-an, Tina Toon, ikut menyumbang suara emasnya di ibadah. Sebelum melayani, Tina sempat berkesaksian dan menuturkan harapannya di hadapan 400-an hadirin yang datang dengan mengenakan pakaian adat, bahwa tahun yang baru mesti diisi dengan sebuah kesungguhan dalam melayani Tuhan.

    “Mudah-mudahan di tahun ini kita bisa setia melayani lebih lagi untuk Tuhan dan sesama,” ujar Tina sesaat sebelum membawakan pujian berjudul “Hidup Ini Adalah Kesempatan”.

    Tina juga berkisah bahwa pertolongan Tuhan begitu dirasakan sepanjang hidupnya. Untuk itulah ia mengajak hadirin untuk senantiasa berserah kepada penyertaan Tuhan di tahun yang baru ini.

    “Baru memasuki tahun 2019 kita tidak tahu apa yang terjadi. Tapi saya percaya kalau kita telah ditolong oleh Tuhan pada tahun-tahun sebelumnya, maka Tuhan yang sama akan menolong kita di tahun yang baru ini,” ucapnya kembali sebelum melantunkan pujian “Bersama-Mu”, yang diamini oleh para hadirin.

    Di sela-sela ibadah, sejumlah pimpinan aras, ormas Kristen, perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia maupun gereja turut serta dalam prosesi terang lilin dengan iringan lagu “Malam Kudus” yang dibawakan oleh Clara Panggabean. Di antaranya adalah perwakilan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Haposan Sianturi dan Pdt. Dantje Wulur yang mewakili Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta di Indonesia (PGPI). Untuk PGLII diwakilkan oleh Pdt. R.B. Rory. Sedangkan dari MUKI, diwakili langsung oleh Ketua Umum Djasarmen Purba. Ikut dalam prosesi itu pula Pdt. Brigjen (Purn) Harsanto Adi yang mewakili API serta Ketua Umum PEWARNA Indonesia Yusuf Mujiono. Sementara itu untuk gereja, diwakili oleh Ketua Sinode Gereja Suara Kebenaran Injil (GSKI) Pdt. Erastus Sabdono. Dari GMDM, diwakili oleh Pdt. Jeffry Tambayong.

    Sebuah refleksi natal kemudian dibawakan oleh Pendeta Erastus Sabdono. Pdt. Erastus memberi penekanan kepada tema yang diangkat oleh PEWARNA Indonesia dengan ormas Kristen dalam perayaan natal bersama kali ini, yang membahas seputar hidup dalam damai sejahtera dan membangun di dalam Tuhan.

    “Saya kira tema-tema seperti ini merupakan tema yang tidak asing. Jujur memang mudah kita menyusun redaksional kalimat tema dan subtema. Seringkali tema datang tidak menambah dan pulang tidak mengurangi. Tidak ada pertanggung jawaban terhadap tema-tema yang diusung, yang disusun seindah-indahnya. Terdengarlah serohani-rohaninya. Apakah kita sungguh-sungguh berkomitmen untuk mengejar damai sejahtera dan hidup untuk membangun?” tanyanya.

    Secara mendalam Pdt. Erastus juga mengurai tentang hidup yang berkenan di dalam Tuhan. Dengan tegas ia menggaris bawahi, bahwa mustahil untuk mencapai sebuah kedamaian tanpa melalui cara-cara yang dikehendaki Tuhan, yakni sebuah kerinduan untuk hidup dengan berkaca pada karakter-Nya.

    “Tidak mungkin kita memiliki damai Tuhan kalau kita tidak memiliki karakter-Nya,” tegasnya. Pendeta Erastus kemudian ikut mengingatkan agar pewarta Kristen, khususnya PEWARNA Indonesia menyadari salah satu tugas perannya dalam membangun umat melalui pewartaan. Meski pun, lanjutnya, pewarta sendiri kerap diperhadapkan dengan kondisi yang penuh keterbatasan. Dalam konteks natal, Pdt. Erastus berkata, bahwa tempatnya selalu terbuka untuk digunakan oleh umat yang memiliki kerinduan memuji nama Tuhan.

    “PEWARNA harus memiliki peran, sebab tulisanmu bisa lebih tajam dari khotbah pendeta di mimbar. PEWARNA harus cerdas dan berhikmat. Saya mengerti kondisi mereka, sebab beberapa kali saya bersama mereka dalam beberapa kesempatan. Saya mengatakan, gunakanlah tempat ini sebab tempat ini merupakan rumah Tuhan,” ujarnya menyemangati awak PEWARNA Indonesia.

    Menjelang penghujung ibadah natal nusantara, putri dari Pdt. Erastus Sabdono yakni Stephanie Erastus melengkapi rangkaian puji-pujian malam itu dengan membawakan lantunan “Hanya Satu Kerinduanku”, dan dilanjutkan dengan ajakan untuk memerangi peredaran gelap narkoba melalui lagu yang dibawakan oleh GMDM, dengan dipimpin Pastor Jeffry Tambayong.

    Rangkaian ibadah natal nusantara yang diselenggarakan PEWARNA Indonesia bekerja sama dengan lembaga aras dan ormas Kristen kemudian diakhiri dengan doa bagi persatuan bangsa. (*)