Category: Liputan

  • Perayaan Natal Nasional 2018, Presiden: Keragaman Adalah Sumber Kekuatan Bukan Perpecahan

    Perayaan Natal Nasional 2018, Presiden: Keragaman Adalah Sumber Kekuatan Bukan Perpecahan

    img_20181230_081931

    DELI SERDANG, WARTANASRANI.COM – Tuhan menganugerahi bangsa Indonesia dengan rasa persaudaraan, cinta kasih, dan persatuan yang tinggi. Oleh karena itu, keragaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia hendaknya tidak dipandang sebagai sumber perpecahan, tetapi sebagai sumber potensi besar dan kekuatan.

    Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat menghadiri acara Perayaan Natal Nasional Tahun 2018. Acara tersebut dihelat di Gedung Serbaguna T. Rizal Noordin, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara, pada Sabtu, 29 Desember 2018.

    img-20181230-wa0013

    “Aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaran. Dan persatuan yang bersumber dari keragaman bangsa kita, Indonesia, adalah kekuataan kita, yang tidak mudah dikalahkan oleh siapapun, karena persatuan kita sangat kuat,” kata Presiden di hadapan ribuan hadirin.

    Oleh sebab itu, Presiden mengajak semua pihak untuk terus menjaga, merawat, dan mensyukuri anugerah Tuhan berupa keragaman dan persatuan tersebut dengan saling menghormati, menghargai, membantu, dan mengasihi.

    “Karena di mana ada si Rungguk, di situ ada si Tata. Di mana pun kita duduk, di situ selalu ada Tuhan Yang Maha Esa,” ucap Presiden berpantun.

    Di penghujung sambutannya, Kepala Negara kembali melontarkan sebuah pantun untuk mengucapkan selamat Natal dan tahun baru.

    “Terletak di tanah batang ubi jadi tunas, terletak di tanah besi jadi karat. Selamat Natal tahun 2018 dan sekaligus saya mengucapkan selamat tahun baru 2019. Kiranya damai, sejahtera, selalu hadir di negara kita Indonesia,” kata Kepala Negara.

    Turut mendampingi Presiden dalam acara ini antara lain, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Hukum dan HAM sekaligus Ketua Umum Perayaan Natal Nasional Tahun 2018 Yasonna Laoly, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi. (*)

  • Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terbatas soal Persiapan Libur Natal dan Tahun Baru

    Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terbatas soal Persiapan Libur Natal dan Tahun Baru

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Menjelang libur dan perayaan Natal serta Tahun Baru 2019, pemerintah sudah bersiap untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat. Siang ini, Jumat, 21 Desember 2018, Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas mengenai persiapan Natal dan Tahun Baru.

    img-20181222-wa0003

    Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah jajaran terkait dan berlangsung di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

    “Siang hari ini membahas persiapan Natal dan Tahun Baru 2019. Ini adalah rapat rutin yang kita lakukan menjelang hari-hari besar,” ujar Presiden.

    Kepala Negara mewanti-wanti jajarannya akan tiga hal yang harus dijadikan perhatian. Yang pertama ialah mengenai stabilitas harga serta pasokan komoditas pangan termasuk ketersediaan bahan bakar minyak pada masa libur Natal dan Tahun Baru tersebut.

    “Kedua, mengenai kelancaran, kenyamanan, dan keselamatan pengguna transportasi. Kemudian yang terakhir menghadirkan rasa aman pada masyarakat,” imbuhnya.

    Selain itu, Kepala Negara juga mengingatkan aparat berwenang untuk tetap menjaga situasi dan kondisi keamanan yang kondusif serta kerukunan yang terjalin seperti sekarang ini.

    Berbicara setelah rapat terbatas, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa pemerintah sudah mempersiapkan langkah-langkah terkait dengan kelancaran laju transportasi selama libur. Koordinasi di tingkat pusat dan daerah telah dilakukan untuk menunjang hal itu.

    “Berkaitan dengan kelancaran, kita sudah melakukan koordinasi di tingkat pusat dan daerah,” ucapnya.

    Dari sisi kenyamanan dan bertepatan dengan telah dioperasikannya jalan tol Trans Jawa Jakarta-Surabaya, pihaknya juga sudah mempersiapkan sejumlah hal demi kenyamanan para pengguna jalan. Seperti misalnya kemudahan akses kepada kuliner khas daerah yang dilalui.

    “Di sepanjang jalan tol baru itu banyak makanan-makanan dari UMKM. Kami membuat secara khusus peta kuliner di kota-kota yang dilalui jalan tol,” kata Budi.

    Selain itu, pihaknya juga sudah mempersiapkan sejumlah layanan transportasi umum untuk dapat mendukung dan menghadapi puncak arus liburan pada 22 Desember besok.

  • PERADI RBA Gelar Perayaan Natal Bersama Masyarakat Binaan Rutan LP Cipinang Jakarta

    PERADI RBA Gelar Perayaan Natal Bersama Masyarakat Binaan Rutan LP Cipinang Jakarta

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Bekerjasama dengan masyarakat binaan Rutan LP Cipinang dan Jemaat Gereja Galilea, Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) menggelar perayaan Natal bersama-sama napi di Rutan Kelas IA Cipinang, Jakarta Timur, Hari ini, Jumat (21/12). Sekitar 300 narapidana umum dan kurang lebih 100 advokat PERADI RBA (Rumah Bersama Advokat) pimpinan Ketua Umum Dr. Luhut Pangaribuan, SH., LLM dan Sekejen Soegeng Santoso, SH., memenuhi Gereja Rutan Cipinang.

    img-20181221-wa0020

    Disampaikan Ketua Panitia, Halomoan Sianturi, SH., MH., bahwa Perayaan Natal ini pada awalnya akan diselenggarakan istimewa di Hotel berbintang, namun oleh arahan Ketua Umum Peradi RBA, akhirnya ditetapkan di Rutan Cipinang.

    “Rencana awal kami memang mau dilaksanakan di tempat spesial, seperti hotel berbintang lima. Pokoknya beda dari yang lain. Namun karena arahan Ketua Umum Pak Luhut maka kemudian ditetapkan Natal di Rutan Cipinang. Alasannya selain berbagi kasih ingin merasakan suasana Natal 2018 bersama warga binaan Cipinang,” ungkapnya disela-sela acara.

    Sementara itu, Pdt. Dr. Denny W. M. Tumewa, SE., MA., dalam renungan Natalnya, memotivasi warga binaan agar percaya diri, rendah hati dan tetap pegang teguh imannya.

    “Nanti ketika saudara keluar melangkah kaki dan bebas, saudara harus bertekad harus sukses dan berubah tidak akan melalukan kriminal lagi. Bersama Yesus tatap masa depan,” tegasnya.

    Terkait tema yang diambil dari Kitab Injil Matius 6:33 dan sub tema; “Hidup di dalam Tuhan meluputkan kita dari kesalahan dan nafsu dunia”, Ketua Umum PERADI RBA, Dr. Luhut Pangaribuan, SH, LLM., dalam sambutannya  mengajak semua yang hadir untuk merenungkan dan mengaplikasikan tema dan sub tema ini dalam kehidupan masa kini dengan menjaga kekudusan hidup pribadi serta memiliki pengharapan beroleh kehidupan yang baru.

    “Dengan semangat Natal, saya mengajak kita sekalian, keluarga besar Advokat Indonesia dan segenap masyarakat binaan di Rutan, staf dan pimpinan di Rutan Cipinang, yang ada ditempat ini untuk hidup dan bergantung kepada Yesus Kristus, menjaga kekudusan penuh harapan, menjauhkan diri dari kesalahan dan nafsu dunia serta berfikir cerdas di tengah kehidupan berkebangsaan majemuk,” pesannya.

    Lebih jauh kata Luhut, kelahiran Yesus di dunia ini, dapat menjadi rujukan, sumber motivasi yang luar biasa bahkan pedoman dalam menghadapi kesulitan apapun dalam hidup. Dikatakannya juga bahwa dalam menjalankan tugas dan profesi sebagai penegak hukum, adalah kewajiban Peradi untuk bersama elemen yang lain, membangun kedamaian dan kesejahteraan segenap bangsa Indonesia. Tuhan Yesus Kristus mengajarkan kasih kepada kita semua sehingga berdasarkan kasih itu, perbedaan/kemajemukan menjadi satu hal yang harus kita syukuri sebagai anugerah dari Tuhan yang Maha Kuasa ungkap Luhut.

    img-20181221-wa0019

    Persembahan pujian dari Ir. Esterina D. Ruru, SH., dan Maria Lince Sitohang yang tampil memukau membawakan lagu, One Day at the Time dan penampilan Paduan Suara Togihon Voice, memeriahkan acara Perayaan Natal ini. Bahkan di puncak, sekaligus akhir perayaan Natal menampilkan stand up comedy kawakan, Rony Immanuel yang dikenal dengan nama bekennya Mongol Stress. Kehadiran Mongol selama 45 berhasil membuat para warga binaan tertawa gembira dan riang. Joke-joke kentang menyinggung kehidupan penjara (Mongol cerita pengalaman penjara Cipinang) bercampur lawakan satire gereja membuat suasana segar dan gembira.

    “Kami sangat bahagia apalagi merayakan natal bersama para pengacara, puji Tuhan ini momen spesial Natal,” tutur Harianto seorang warga binaan berlatarbelakang pengusaha yang divonis empat tahun dan sudah menjalani dua tahun. Senada dengan itu, Joni Tampubolon menyatakan bahwa perayaan bersama ini mendorongnya untuk bertekad tidak mengulangi lagi perbuatan yang sama. “Saya di vonis lima tahun, kasus peredaran narkoba. Saya baru jalani satu tahun dan ini natal pertama saya lalui di Rutan. Kotbah pendeta membuat saya merasa diberkati,” saksinya.

    Adapun Sekjen PERADI RBA Soegeng Santoso, SH disela-sela acara tampak berbaur akrab dan berbagi cerita dengan para beberapa warga binaan. Pengacara yang terkenal dengan pembela hak wong cilik ini terlihat menikmati kebersamaan.

    “Tetap semangat ya pak, kadang kita mungkin tidak terima karena merasa tidak diperlakukan adil, tetapi hanya bersama Tuhan Yesus ada keadilan sejati,” tutur pria yang kerap tampil dengan topi kopiah dan yang sedang maju mencalonkan diri calon DPRD Kota Bogor 2019, kepada seorang warga binaan yang telah berumur sepuh. (*)

  • Kepolisian Sektor Medan Satria Gelar Rapat Koordinasi Pengamanan Natal 2018 Dan Tahun Baru 2019

    BEKASI, WARTANASRANI.COM – Dalam rangka pengamanan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Kepolisian Republik Indonesia Sektor Medan Satria, Kota Bekasi, hari ini, Jumat (14/12), menggelar Rapat Koordinasi dengan pendeta-pendeta, pemimpin-pemimpin gereja yang ada di Kecamatan Medan Satria.

    img_20181214_132012

    Kapolsek Medan Satria, Kompol. I Made Suweta, SH

    Pertemuan yang berlangsung di Aula lt. 3 Polsek Medan Satria ini, langsung dipimpin Kapolsek Kec. Medan Satria, Kompol. I Made Suweta, SH., yang mengawali sambutan dengan memperkenalkan jajaran yang mendampingi dalam rapat koordinasi ini.

    Berbagai hal terkait situasi dan kondisi keamanan di wilayah Kecamatan Medan Satria disampaikan Made Suweta. Bahkan terungkap, bahwa ternyata Kec. Medan Satria selalu masuk tiga besar sebagai wilayah yang aman dan kondusif di Kota Bekasi. Maka tak segan, Made Suweta memberi apresiasi kepada pimpinan gereja yang telah bersinergi dan mendukung doa, sehingga kerja Polsek Medan Satria dalam pengamanan bisa maksimal walaupun personilnya terbatas.

    “Karena segala dukungan, tidak bisa rangkai dengan kata-kata, selama setahun setengah ini, wilayah Medan Satria bisa berjalan aman dan kondusif. Semuanya berkat dukungan doa bapak-bapak semua,” ujarnya

    “Jangan kendor dukung saya. Dukungan doa, usaha, ikhtiar dan tawakal,” ujarnya lagi penuh harap.

    Terkait pengamanan Ibadah Perayaan Natal serta Tahun Baru bahkan kerawanan di tahun politik yang bisa berimbas pada kegiatan gereja-gereja di Medan Satria, Kapolsek mengharapkan warga gereja untuk tetap bersinergi dan menjalin komunikasi dengan pihaknya sebagai penanggung jawab keamanan di Medan Satria.

    “Mohon disampaikan betul pada umatnya, apabila melihat, mendengar, mengetahui hal-hal yang mengganggu stabilitas keamanan, misalnya berita-berita yang menimbulkan keresahan dalam masyarakat, segeralah melapor kepada kami,” ujar Made Suweta.

    Pada bagian akhir pertemuan, tanya jawab, sumbang saran dan pendapat, mewarnai rapat koordinasi yang berlangsung penuh kekeluargaan ini.

    “Semoga tahun depan, pertemuan yang baik seperti ini dilakukan di pertengahan bulan November. Karena Perayaan Natal gereja-gereja sudah dimulai tanggal satu Desember,” terang Ketua BKSAG Medan Satria, Pdt. J. Devy Sugiono, SE., M.Th., saat diminta memberi sambutan dan saran.

  • Perayaan Natal STT IKAT Jadi Momentum Perekat Bingkai NKRI

    Perayaan Natal STT IKAT Jadi Momentum Perekat Bingkai NKRI

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Mengambil tema, “Biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan”, Keluarga Besar STT IKAT Jakarta, menggelar Perayaan Natal bernuansa Nusantara di Kampus STT IKAT yang terletak di Rempoa, Tangerang Selatan, Jumat malam (07/12/2018).

    fb_img_1544416946675

    Nuansa nusantara semakin kental ketika para mahasiswa/i, dosen, dan tamu undangan yang hadir dalam ibadah dan perayaan dengan mengenakan busana tradisional. Pakaian adat dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Maluku hingga Nusa Tenggara, nampak mendominasi pemandangan di perayaan Lonceng Natal Nusantara.

    Natal STT IKAT memberi kesan berbeda bahwa Natal tidak perlu selalu dengan pendekatan unsur budaya Eropa tetapi yang pasti beda dan lebih menarik jika merayakan dengan budaya nusantara. Budaya Indonesia yang kaya raya.

    Budaya lokal Indonesia dengan budi pekerti, etika, dan sosial bermasyarakat yang heterogen mampu menahan gempuran budaya asing yang masuk ke Indonesia walaupun ada kelompok yang sengaja memaksakan diri untuk mengikis budaya Nusantara.

    Tari dengan lagu-lagu daerah yang ditampilkan malam itu menjadi pesan penting Keluarga Besar Sekolah Tinggi Teologi “IKAT” (STT “IKAT”) yang ingin menggunakan momentum Natal sebagai perekat mempertahankan bingkai NKRI dari Sabang Maruake, dan dari Miangas sampai Pulau Rote.

    Dalam sambutannya, Ketua Panitia Perayaan Lonceng Natal Nusantara, Senisius Tabun, berujar Natal kali memang terasa istimewa karena mengusung misi melestarikan budaya nusantara.

    “Pada perayaan natal kali ini dikemas dengan nuansa budaya tidaklah luput dari sebuah arti, kita berharap tetap memelihara dan melestarikan nilai-nilai dari budaya kita masing-masing,” kata Senisius singkat.

    Sementara itu STT “IKAT” sendiri secara konsisten menyelenggarakan acara bernuansa nasionalisme. Di antaranya, seminar, pelatihan jurnalistik, maupun pembekalan mahasiswa yang mengusung pesan cinta tanah air. Sebagai institusi pendidikan tinggi STT IKAT sadar dengan tuntutan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang pengabdian terutama pelestarian budaya bangsa.

  • Tiberias Kembali Gelar Perayaan Natal Di Stadion Utama GBK Jakarta

    Tiberias Kembali Gelar Perayaan Natal Di Stadion Utama GBK Jakarta

    JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Firman Allah dalam kitab Yohanes 1:12; “Semua yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa untuk menjadi anak-anak Allah”, menjadi tema sentral perayaan natal Gereja Tiberias Indonesia (GTI) di Gelora Bung Karno, Jakarta, Hari ini, Sabtu (8/12/2018).

    img-20181208-wa0013

    Umat GTI yang mulai memadati Stadion Utama GBK Jakarta

    “Tema tersebut dipilih karena kami percaya Yesus datang ke dunia untuk menebus segala dosa kita. Kemudian kita menjadi anak-anak Allah yang penuh kuasa,” ungkap Pdt. Gideon Simanjuntak, SH., M.Th., saat konferensi pers di ruang media Gelora Bung Karna, Jakarta.

    Menurut Ketua Humas/Sekertaris Umum GTI Tiberias ini, perayaan Natal besar-besaran di Gelora Bung Karno Jakarta tahun 2018 adalah yang ke tujuh belas.

    “Sudah tujuh belas kali Perayaan Natal Gereja Tiberias Indonesia dilakukan di Gelora Bung Karno. Perbedaannya karena selama dua tahun belakangan ini kami tidak bisa mengadakan Natal di Gelora Bung Karno karena ada renovasi untuk Asian Games,” tutur Simanjuntak.

    “Tentunya setiap tahun kita berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik bagi Tuhan dan bagi jemaat-Nya,” tutur Simanjuntak lagi.

    Sementara menjawab pertanyaan kenapa Natal Gereja Tiberias selalu dilakukan di Gelora Bung Karno dan secara besar-besaran, Simanjuntak menyatakan bahwa semua karena perintah Tuhan Yesus kepada Gembala Sidang Gereja Tiberias, Pdt. DR. Yesaya Pariadji.

    “Perintah Tuhan Yesus kepada Gembala Sidang Gereja Tiberias, Pdt. DR. Yesaya Pariadji untuk merayakan Natal secara besar-besaran di Stadion Utama. Pada suatu hari di dalam perjalanan pulang dari daerah Solo Selatan, Pdt. DR. Yesaya Pariadji, sedang berpikir, dari pada biaya untuk merayakan Natal sangat besar, lebih baik untuk membangun gereja di daerah-daerah dan merayakan Natal di desa-desa. Maka pada saat beliau sedang berpikir dan merencanakan sesuatu, Tuhan langsung mengetahuinya sehingga Tuhan menegornya dan Berkata: “Pariadji, Aku perintahkan kamu untuk merayakan Natal secara besar-besaran di Stadion Gelora Bung Karno”. Lalu Pdt. Pariadji bertanya bagaimana mungkin Tuhan memenuhi Stadion Gelora Bung Karno yang sebesar itu? “Aku perintahkan kamu dengan kuasa minyak dan anggur untuk menyambut mesias juru selamat dunia yang lahir di Betlehem, Raja segala raja yang permulaannya sejak purbakala, sejak dahulu kala, yang menyatakan diri kepada kita: “Akulah Yesus Kristus Tuhan Allahmu yang empunya Kerajaan Sorga (Mikha 5:1-3),” cerita Simanjuntak pada awak media yang hadir.

    Terkait pesan Gembala Sidang Gereja Tiberias Indonesia, kepada umat yang hadir pada Natal tahun ini, Simanjuntak dengan jelas menyatakan bahwa hidup dalam pertobatan, suci pikiran, perkataan dan perbuatan menjadi poin penting pesan penting Pdt. DR. Pariadji.

    “Gembala Sidang Pdt. DR. Pariadji berpesan, mari hidup dalam pertobatan, suci pikiran, suci perkataan, suci perbuatan, hidup ini harus dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali (second coming),” tutur Pdt. Gideon Simanjuntak.

    “Natal tahun in dipimpin langsung oleh, Gembala Sidang Bapak Pdt. DR. Yesaya Pariadji dan Ibu Pdt. Darniaty Pariadji,” sebut Simanjuntak diakhir konferensi pers. (*)

  • Hamba-Hamba Tuhan Tompaso Baru Kompas Mantos Gelar Ibadah Perayaan Natal 2018

    Hamba-Hamba Tuhan Tompaso Baru Kompas Mantos Gelar Ibadah Perayaan Natal 2018

    TANGERANG, WARTANASRANI.COM – Kasih harus terbukti lewat tindakan perbuatan karena kasih tanpa perbuatan pada hakekatnya nol besar. Hal ini diungkapkan Pdt. Denny Oping, S.Th saat menjadi khadim di Ibadah Perayan Natal Keluarga Besar Hamba-hamba Tuhan Se-Kecamatan Tompaso Baru dan Minaesaan (Kompas Mantos), hari Selasa (4/12/2018), di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Perum Dadap Griya Relestet, Tangerang, Banten, yang digembalakan oleh Pdt. Moody Rumondor, M.Th.

    denny_oping

    Khadim Ibadah Perayaan Natal Kompas Mantos, Pdt. Denny Oping, S.Th (Gembala GPdI Cipondoh Tangerang)

    “Menurut kebenaran Alkitab, sesuai yang tertulis bahwa kasih harus terbukti lewat tindakan perbuatan baik kita sebagai umat Kristus, kasih tanpa perbuatan pada hakekatnya nol besar,” ungkap Pdt. Denny Oping.

    Mengambil ayat pokok Efesus 3:18-19, Gembala GPdI Cipondoh Tangerang ini mengajak kepada semua yang hadir, untuk dapat mewujudkan kasih dengan saling tolong menolong, saling memaafkan, dan merendahkan diri.

    “Jadi untuk mewujutkan kasih itu, kita harus saling tolong menolong antar sesama manusia tanpa terkecuali, wujud kasih itu dengan saling memaafkan walaupun sangat berat untuk melakukannya. Namun percaya bahwa dengan saling merendahkan diri maka kasih Bapa akan selalu kita miliki,” ungkapnya lagi.

    Hal senada disampaikan Ketua Umum Minaesaan Tompaso Baru, Bapak Brurtje Maramis, SH., MH. Menurutnya, gembala-gembala yang tergabung dalam Kompas Mantos harus saling menjaga keakraban satu dengan yang lain.

    “Rukun kompas mantos harus selalu saling menjaga keakraban satu dengan yang lain oleh karena semua yang tergabung dalam kompas mantos adalah gembala sidang yang seyogyanya menjadi panutan baik di jemaat, tetangga, lingkungan dan dimana pun juga, harus bisa menjaga perkataan tingkah laku sebagai hamba Tuhan, jangan saling mendahului atau sikut menyikut ingin menjadi seorang ketua perkumpulan, dan lain-lain,” tegasnya

    Ditambahkan Maramis, bahwa kejujuran, menjaga perkataan, rendah hati, dan sikap kasih untuk tidak saling menjatuhkan antar sesama kawan sekerja Allah, harus dimiliki seorang gembala atau pemimpin jemaat.

    “Seorang hamba Tuhan jangan sampai berbohong hanya karena sebuah tampuk kepemimpinan, harus bisa menjaga perkataan, harus rendah hati tidak sombong. Berdirilah dimana engkau berdiri, jangan melangkah dimana ketidakmamampuan kita untuk memijakan kaki. Selama kaki kita berpijak, disitulah kemampuan seseorang untuk melakukan tugasnya. Demikian pulalah dengan seorang gembala, pemimpin yang dipercayakan untuk memimpin adalah pilihan Tuhan. Jadi kasih antara sesama kawan sekerja Allah, jangan saling menjatuhakan,” ujar Ketua Umum ini.

    Diakhir sambutannya di Perayaan Natal Kompas Mantos yang mengambil tema, “Kasih Tanpa Batas” ini, Maramis berharap agar semua anggota selalu bersatu, sesuai dengan ungkapan bahasa daerah, cita waya esa yang artinya, kita semua satu. (Dantje)

  • Pdt. Dr. Adi Sudjaka: Warnai Firman Tuhan Dalam Hidup Seorang Wartawan Nasrani

    Pdt. Dr. Adi Sudjaka: Warnai Firman Tuhan Dalam Hidup Seorang Wartawan Nasrani

    MALANG, WARTANASRANI.COM – Bertempat di Graha Blessed Immanuel Families, Jalan Mundu, Kota Malang, Jawa Timur, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Id) hari ini, Jumat (30/11/2018) resmi dibuka.

    Pembukaan Rakernas ke-4 Pewarna ini diawali dengan Ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Adi Sudjaka, Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Prov. Jawa Timur.

    Dalam khotbahnya, Pdt. Sudjaka menyampaikan bahwa wartawan Kristen harus diwarnai dengan Firman Tuhan sehingga dapat menjadi berkat bagi banyak orang melalui tulisannya.

    “Kiranya dalam menjalankan tugasnya, wartawan Kristen selalu diwarnai firman Tuhan,” tegasnya

    “Tulisan itu sangat mempengaruhi. Bila seseorang menulis sesuatu bisa menjangkau banyaknya orang yang tak terbatas, apalagi di zaman sekarang. Bahkan ada ungkapan, siapa yang menguasai media dialah yang menguasai negara. Bila wartawan Kristen diwarnai firman Tuhan, maka akan memberkati banyak orang dengan tulisannya,” tegasnya lagi.

    Dijelaskan Pdt. Sudjaka, wartawan Kristen yang diwarnai firman Tuhan akan terlihat dari tulisannya yang berisi nilai-nilai kebenaran sesuai firman Tuhan, diantaranya menjunjung tinggi kebenaran.

    “Yang penting kontennya, apapun beritanya harus berkata benar, sesuai Efesus 4:25 dan Kolose 3:9. Wartawan kristen beritanya harus benar, bukan untuk mencari keuntungan, kesuksesan dengan cara dusta,” jelasnya.

    Selain hal diatas, beberapa poin penting yang menjadi penekanan dalam khotbah Pdt. Sudjaka adalah; perkataan atau tulisan yang membangun (efesus 4:29), berita yang dsertai dengan kasih (Efesus 4:6), tulisan-tulisan yang memberikan apologetika (1 Petrus 3″15), dan berita harus dengan hikmat (Pengkhotbah 9:17).

    Sementara itu, pembukaan RAKERNAS PEWARNA Indonesia yang dihadiri oleh para pengurus dan anggota PEWARNA lintas daerah, dibarengi dengan pemberian apresiasi atau penghargaan kepada lembaga dan perorangan yang telah memberi kontribusi positif dalam pengembangan media di Jawa Timur. Mulai dari kategori gereja lokal peduli media,  perintis pelayanan media, tokoh masyarakat peduli media, dan sahabat pelayanan media.

  • Pesan Kebenaran Membuka RAKERNAS PEWARNA di Malang

    MALANG, WARTANASRANI.COM – Penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (RAKERNAS PEWARNA Indonesia) secara resmi dimulai. Pembukaan RAKERNAS yang akan berlangsung dari 30 November hingga 2 Desember 2018 itu dilaksanakan di Graha Blessed Immanuel Families yang terletak di Jalan Mundu, kota Malang, Jawa Timur, Jumat petang (30/11/2018).

    Firman pembuka disampaikan oleh Ketua Majelis Wilayah GPdI (Gereja Pentakosta di Indonesia) wilayah Jawa Timur Pendeta Dr. Adi Sudjaka.

    Dalam pesan khotbahnya Dia mengatakan wartawan harus menuliskan berita yang mengandung unsur kebenaran, serta jauh dari sikap kebencian.

    “Wartawan Kristen itu persyaratan dasarnya adalah harus memberitakan kebenaran. Sampaikan fakta, lalu sampaikan perkataan dan tulisan yang membangun,” kata Pdt. Adi.

    Sebagai organisasi pewarta yang mengusung nama Nasrani, Pdt. Hadi juga mengingatkan para wartawan untuk meneladani John Calvin, di mana karya-karyanya sangat mempegaruhi dunia dengan pesan-pesan yang mendidik banyak orang.

    “Johanes Calvin itu seorang penulis, dan karya teologinya sangat mempengaruhi dunia ini. Jadi tulisan itu sangat mempengaruhi. Maka tulisan Anda haruslah informatif dan memiliki nilai edukatif,” imbuhnya.

    Secara khusus Dia menyampaikan nilai penting berikutnya yang harus dimiliki PEWARNA adalah kemampuan untuk mengasihi orang lain, sebagaimana dikatakan oleh Firman Tuhan. Lebih lanjut, Dia berkata karya jurnalistik memiliki dasar nilai yang bertujuan memberi berkat.

    “Ada perkataan, ‘siapa yang menguasai media maka dia akan menguasai negara’. Jurnalistik itu seperti pisau, kalau digunakan untuk keperluan rumah tangga maka akan berguna dengan baik. Tetapi jika digunakan untuk membunuh orang akan berbahaya. Nah penekanannya adalah bagaimana supaya karya wartawan Kristen ini bisa memberkati,” sambung Pdt. Adi.

    Di penutup Pdt. Adi berpesan, wartawan harus selalu merendah dan meminta hikmat Tuhan setiap kali hendak memulai tugas-tugasnya. Di penutup Dia sekali lagi menekankan agar PEWARNA harus memuliakan nama Tuhan dan menjadi berkat dengan menyampaikan pesan kebenaran kepada banyak orang.

    “Apapun beritanya, firman Tuhan mengatakan bahwa harus berkata tentang kebenaran, seperti terdapat di Kitab Efesus dan Kolose,” tandasnya.

    Pembukaan RAKERNAS PEWARNA Indonesia dihadiri oleh para pengurus dan anggota PEWARNA lintas daerah. Selain itu hadir pula pengurus dan jemaat Blessed Immanuel Families. Pada kesempatan ini mitra kerja PEWARNA yakni Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM) serta Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) turut mengirimkan utusannya.

  • Pra RAKERNAS, PEWARNA Sambangi YPPII Batu

    Pra RAKERNAS, PEWARNA Sambangi YPPII Batu

    BATU MALANG, WARTANASRANI.COM – Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia bersama dengan Pengurus PEWARNA wilayah Jawa Timur menyambangi Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII), kota Batu, Malang, pada Kamis siang (29/11/2018). Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) PEWARNA Indonesia yang akan berlangsung di Malang, dari 30 November hingga 2 Desember 2018 mendatang.

    Delegasi PEWARNA Indonesia dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Yusuf Mujiono, serta didampingi Ketua PEWARNA Jawa Timur Immanuel Yosua.

    Pada bagian pertama, PEWARNA Indonesia mendatangi Radio SKS (Suara Kasih Sentosa), yang berada di kompleks kampus YPPII Batu.

    Mantan Ketua Departemen Multimedia YPPII Batu, Yusak Wagiyono, yang menerima langsung PEWARNA Indonesia menceritakan seputar sejarah pelayanan yang dilakukan oleh YPPII Batu, khususnya di bidang multimedia.

    “Dulu kami memulai bekerjasama dengan lembaga-lembaga misi asing, seperti Amerika dan Norwegia,” ujar Yusak.

    Yusak kembali bercerita bahwa di masa silam YPPII Batu pernah menjadi lembaga pelayanan media dengan menggunakan teknologi termutakhir di zamannya. Hal ini dibuktikan, katanya lagi, dengan keberadaan sejumlah peralatan rekaman dan siaran radio berstandar Inggris. Peralatan canggih itu didatangkan langsung ke Batu dan efektif beroperasi sejak tahun 1968.

    “Jadi memang pada waktu itu tim pelayanan kami melakukan studi banding ke Inggris dan mendatangkan alat-alat tersebut ke tempat ini. Bahkan band legendaris dunia sekelas The Beatles juga menggunakan alat serupa ketika proses rekaman album-album mereka di Abbey Road Studio. Sampai sekarang, peralatan yang pernah mendukung pelayanan kami tersebut masih tersimpan dengan baik di tempat ini,” kata Yusak sembari mengajak PEWARNA memasuki ruang audio visual milik YPPII Batu.

    Saat ini, Yusak kembali menginformasikan, YPPII Batu masih setia melayani menggunakan teknologi multimedia. Jangkauan pelayanannya meliputi wilayah Malang Raya dan Indonesia bagian Timur.

    “Pelayanan tersebut bergerak di media cetak, toko buku, audio video, radio streaming, produksi DVD khotbah, dengan tetap memerhatikan standar jurnalistik. Saat ini kami berkonsentrasi melayani di Indonesia bagian Timur, seperti Papua, Manado dan sekitarnya,” katanya lagi.

    Sementara itu Ketua Umum YPPII Batu, DR. Roland Octavianus, mengatakan penguasaan multimedia memang sangat diperlukan guna mendukung sebuah pelayanan. Menurutnya, mahasiswa sekolah teologia harus diperlengkapi dengan pengetahuan berbasis teknologi informasi demi menjawab tantangan pelayanan masa kini.

    “Kita memiliki prodi komunikasi. Jadi memang mereka (mahasiswa YPPII Batu) diperlengkapi dengan pengetahuan itu,” kata Roland.

    Dia kemudian menekankan bahwa pelayanan melalui media tetap akan dilakukan secara konsisten oleh YPPII Batu, demi menjangkau jemaat gereja yang tersebar di seluruh Indonesia dan Luar Negeri.

    “Ke depannya kami akan bangun minimal 5 radio streaming lagi dengan program-program khusus sesuai dengan kategori usia yang ingin kita capai,” pungkas Roland.

    Kunjungan khusus PEWARNA Indonesia ke YPPII Batu merupakan bentuk apresiasi terhadap pelayanan multimedia yang sudah dilakukan oleh lembaga itu sejak puluhan tahun silam.

    Pada pembukaan RAKERNAS yang akan langsungkan Jumat (30/11/2018), PEWARNA juga akan memberikan Anugerah Pelayanan kepada lembaga tersebut. Selain melayani lewat multimedia, YPPII Batu sendiri telah sejak lama berkiprah melalui bidang pendidikan, khususnya teologi. Saat ini, terdapat 400 mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan di kampus yang didirikan sejak tahun 1964 itu.